≈Tegami-{Epilog}≈

Hari ini hari kemoterapi dan aku merasa malas. Kau tidak tahu rasanya sih. Tubuhku akan lemah seketika di sertai perasaan lelah yang berlebihan

 

Ugh! Apa tidak ada obat kanker yang cepat saji seperti makanan makanan di restoran?

 

Hmm, bicara soal makanan cepat saji, aku belum pernah memakan ayam di pinggir jalan yang baru buka itu Kyuhyun. Aku dengar tentang restoran itu dari beberapa perawat magang ketika mereka mengganti bajuku

 

Apa kau bisa pergi ke restoran itu, membeli lalu memakannya agar  bisa memberitahuku bagaimana rasanya? Siapa tahu enak, hehehe

 

Ayolah Kyuhyun! Katanya kau pasti mau melakukan apapun untukku……dan aku sudah berusaha biar cepat sembuh, jadi tepati janjimu Tuan sok Narsis!

 

Ya, ya…aku mau ayam itu!

 

Dan jangan membalas suratku sampai kau sudah memakannya untukku!

 

Lee Sungmin

 

 

“HAHAHAHAHAHAHA” Tawa riang Kyuhyun menggema di kelasnya selesai membaca surat dari Sungmin. Kyuhyun bahkan sampai terpaksa mengelap air matanya yang keluar karena terus menerus tertawa tanpa henti.

“Woi! Kenapa nih anak! Habis baca surat malah ketawa gila” sindir temannya mengintip mau tahu ke arah surat yang di pegang Kyuhyun, “Emang apa sih isinya??” tanyanya benar benar penasaran dengan isi surat itu

Untung Kyuhyun langsung sigap menjauhkan suratnya jauh jauh, “Eits! Ga boleh di baca! Ini milik gw!” tolak Kyuhyun yang mendapatkan tatapan sinis dari temannya, “Elo kenapa sih sekarang sekarang suka banget surat suratan, udah punya pacar ya?? Ga jaman banget pake surat suratan”

Temannya itu sebenarnya mau mancing Kyuhyun doang supaya bisa ikut baca tuh surat, tapi Kyuhyun tidak termakan ucapan kasar sang teman. Senyum anehnya malah makin tersungging lebar, “Biarin aneh dan ga jaman, yang penting keren…banyak tahu manfaat surat…weeee” balas Kyuhyun sambil menjulurkan lidah

“Ya~ kalau banyak manfaatnya, liatin dong!!” desak teman Kyuhyun masih berkeras mau melihat surat Sungmin, tapi bukan namanya Kyuhyun kalau dia tidak bisa berkelit.

Jangankan temannya, bahkan Ibu Kyuhyun sendiri sukses mendapatkan tatapan mematikan dari Kyuhyun ketika Ibunya mau membuka surat Sungmin sebelum Kyuhyun membacanya

Entahlah kenapa Kyuhyun bersikap begitu. Dia hanya ingin menikmati surat menyurat dengan Sungmin tanpa campur tangan orang lain. Lagipula orang normal mungkin tidak bisa memahami permintaan Sungmin yang mau makan ayam goreng tapi malah menyuruh Kyuhyun untuk memakannya

Bukankah itu aneh?

“Ngga boleh! Lo di bilangin ngga boleh! Atau mau gw bikin foto bugil lo beredar di dunia maya, Eunhyuk!” ancam Kyuhyun tidak main main. Otomatis nyali Eunhyuk menciut seketika mendengar ancaman sadis Kyuhyun

“Iya ngga mau lihat lagi deh” pasrah Eunhyuk menundukkan kepala

“Bagus bagus anak baik…” Kyuhyun mengelus rambut blonde Eunhyuk tepat bunyi bel pulang terdengar keras

“Yey pulang!!!” ucap Kyuhyun dengan semangat tinggi

“Emang lo mau kemana Kyu?” tanya Eunhyuk setelah menilik keadaan mood Kyuhyun kembali membaik

Kyuhyun mendongak sebentar—memamerkan senyum bahagianya yang sangat langka. Bahkan Eunhyuk saja sampai terpana keheranan

“Gw mau makan ayam goreng yang baru buka di pinggir jalan terus mampir ke rumah sakit tempat nyokap gw kerja” jelas Kyuhyun sudah punya jadwal tetap berkunjung kesana

“Emang enak?” tanya Eunhyuk agak tertarik. Maklum dia juga doyan makan sama seperti Kyuhyun. Tapi bedanya Kyuhyun suka makan banyak karena permintaan Sungmin, bukan karena rakus layaknya Eunhyuk

“Ngga tahu! Udah ah, gw buru buru, duluan Hyukkie!!!” Kyuhyun sudah melesat keluar tanpa menunggu jawaban Eunhyuk.

“Yah…mulai lagi deh autisnya…..dasar sih Kyuhyun…..” Eunhyuk mengambil tasnya kemudian berjalan santai keluar dari sekolah yang sudah mulai sepi

*****

“Rasanya biasa aja!” itu komentar Kyuhyun setelah perjalanan wisata kulinernya sebelum menghampiri Sungmin di rumah sakit

“Masa?” tanya Sungmin tidak percaya sambil sedikit mengangkat wajahnya dari atas bantal

Kyuhyun mengangguk membenarkan, “Terlalu berminyak, agak asin dan yah…lebih banyak tepung ketimbang dagingnya….intinya, tidak enak Sungmin” jelas Kyuhyun agak mengecap bibirnya sebentar sementara Sungmin tersenyum puas melihatnya

“Maaf….” Gumam Sungmin agak tidak enak, “Nanti uangmu akan kuganti”

Kepala Kyuhyun spontan menghadap pada Sungmin. Bibirnya yang datar melengkung sempurna—membentuk sebuah senyuman ringan yang sangat di sukai Sungmin, “Tidak usah! Tidak masalah kok, hanya satu ayam ini…aku tidak akan keracunan walaupun itu tidak enak….tenang saja, daripada ceritaku, bagaimana dengan harimu?? Apa kemo mu berjalan lancar??” gantian Kyuhyun menunggu Sungmin bercerita

Sungmin mendesah kecewa. Mana ada yang ia ceritakan kalau sehari hari hanya sibuk menjalani kemoterapi dan melihat perawat saling bergosip satu sama lain. Ya, hidup Sungmin jauh lebih sederhana daripada hidup Kyuhyun yang bisa bersekolah seperti anak anak normal

“Biasa saja….tidak ada istimewa” jawab Sungmin malas membicarakannya

“Tapi….” Kyuhyun mengamati wajah Sungmin dengan seksama, “Paling tidak wajahmu tidak kering lagi Sungmin, dan lihat…..tubuhmu sedikit menggemuk, ah kata Umma kau juga suka makan banyak kan beberapa hari ini” goda Kyuhyun menunjuk penuh arti pada tubuh Sungmin yang selalu berbaring di atas kasur

“Aku tidak makan banyak!” elak Sungmin menyembunyikan wajahnya yang seperti maling ketangkap mencuri anting tetangga, “Hanya…melihatmu kemarin makan yogurt membuatku jadi lapar…hehehe…..”

“Tuh kan! itu bagus tandanya Sungmin!! Aishh kau ini!!” Kyuhyun mengelus sebentar wajah Sungmin—menikmati sentuhan yang tidak sengaja tercipta. Sungmin saja bingung mau melakukan apa, jadi dia biarkan Kyuhyun mengelus wajahnya sementara Sungmin memandang kedua mata Kyuhyun lekat lekat

BRAKKK

Suara bantingan pintu kamar membuat Kyuhyun spontan melepas tangannya sementara Sungmin segera memalingkan wajahnya ke arah samping jendela

“Umma kenapa datangnya seperti itu, bikin kaget saja” sindir Kyuhyun menggeram kecewa—merasa ia belum cukup lama menyentuh Sungmin tadi. Kan jarang jarang Kyuhyun mengunjungi Sungmin tanpa pengawasan siapapun. Biasanya kedua orangtua Sungmin selalu ada di kamar, menunggui Sungmin saat Kyuhyun datang menjenguk

“Apa? Acara pacaran kalian terganggu?” balas Ibu Kyuhyun tanpa basa basi

“Aniyo!!!” teriak Sungmin dan Kyuhyun bersamaan, “Kami tidak pacaran!”

Ibu Kyuhyun yang sedang sibuk menulis sesuatu di catatannya, tersenyum geli menatap dua anak muda di depannya, “Kalian kompak begitu di bilang bukan pacaran?”

“Umma….” Erang Kyuhyun

“Memang kami tidak pacaran Suster” tambah Sungmin cepat cepat. Tampaknya ia harus meluruskan sesuatu di sini, “Kyuhyun hanya kasihan padaku, tidak lebih kok hehehehe”

Tubuh Kyuhyun langsung mengejang, tatapan santainya berubah dingin saat ia memandang Sungmin, “Kasihan? Aku melakukan semuanya selama ini karena kau kira aku kasihan padamu? Begitu?”

Suara tajam Kyuhyun yang terdengar serius itu membuat senyum Sungmin menghilang, “Kyuhyun maksudku—“

“Arh—terserahlah! Aku kira kita berteman Sungmin” Kyuhyun berdiri dari bangkunya sambil mengambil tas di atas meja, “Ternyata kau masih bersikap negatif padaku” ucap Kyuhyun lalu tanpa basa basi, segera pergi dari kamar Sungmin

“Tunggu Kyuhyun! tadi aku salah bicara!!” Sungmin menegakkan tubuhnya di atas kasur dan mau turun menyusul langkah Kyuhyun kalau suster itu tidak menahannya, “Biar aku saja menyusul Kyuhyun….kau tidak boleh lelah Sungmin….” Jawab Ibu Kyuhyun segera berlari mengejar Kyuhyun. Dari dalam hati, Ibu Kyuhyun menyalahkan diri sendiri. Tadi kan ia hanya bermaksud menggoda mereka berdua tapi kenapa sekarang kenapa jadinya malah begini?

Ah, salahkan para suster muda yang enak saja menggosipkan Kyuhyun dan Sungmin karena kedekatan mereka sehingga Ibu Kyuhyun sendiri penasaran, apa sebenarnya mereka berpacaran? Seandainya itu benar sekalipun Ibu Kyuhyun tidak masalah kok

Karena berkat surat random Sungmin, Kyuhyun—anaknya perlahan lahan mulai berubah

“Kyuhyun tunggu!!!” Ibu Kyuhyun berhasil memegang bagian tas Kyuhyun tepat di depan pintu mewah rumah sakit

“Aku mau pulang Umma, moodku lagi jelek” jawab singkat Kyuhyun tetap berjalan meski Ibunya masih memegangi tasnya

“Berhenti dulu Kyuhyun! Kau ini! Sungmin tadi itu hanya…..”

“Hanya apa??” kata Kyuhyun kesal tapi tetap membalikkan tubuhnya ke belakang, “Kenapa sih orang yang sekarat seperti dia selalu berpikiran pesimis! Apa aku terlihat terpaksa berteman dengannya dan bersikap kasihan padanya??”

“Tidak” jawab Ibu Kyuhyun diam diam menahan senyum, “Kau malah terlihat seperti sedang jatuh cinta padanya…”

“Umma!” Kyuhyun melotot tajam ke arah Ibunya, “Aku sedang tidak bercanda!”

“Apa Umma terlihat sedang bercanda?” ucap Ibunya membalikkan kata kata Kyuhyun

“Aishh” Kyuhyun mengerang frustasi. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal—entah kenapa Kyuhyun mendadak merasa canggung di tatap dalam seperti itu oleh Ummanya sendiri. Kedua mata Ibunya seolah olah bisa menerawang pikiran Kyuhyun sedang pusing. Ia pun menepuk pundak Kyuhyuh dengan lembut, “Pulanglah…..besok kesini lagi…dan jangan marah lagi dengan Sungmin, dia betul betul tidak sengaja Kyuhyun”

Kyuhyun memutar kepalanya—menatap ganjil ke arah Ibunya, “Kata siapa aku mau kesini besok? Aku mau ke game center saja ah~ buat apa mengunjungi orang pesimis seperti Sungmin….” Jawab Kyuhyun berjalan lagi keluar rumah sakit

Wajah Ibu Kyuhyun berubah marah saat mendengar kata kata Kyuhyun, “Jangan kekanak kanakan Kyuhyun! Kau tahu kan kondisi Sungmin lebih baik semenjak kalian bertemu, jangan membuatnya drop karena pertengkaran kalian!”

“Terserah!” balas Kyuhyun cuek. Beginilah kalau Kyuhyun sudah marah. Bukannya teriak teriak menumpahkan kekesalan, Kyuhyun malah memilih bersikap acuh seolah tidak terjadi apapun

Tidak di dengarkan suara protes Ibunya. Kyuhyun santai saja berjalan kaki pulang ke rumah

*****

BRAKKK

Ibu Kyuhyun dengan sengaja membanting tasnya di atas meja makan pada saat Kyuhyun sedang menyantap makan malam

“Oh Umma sudah pulang” sapa Kyuhyun masih acuh saja, “Mau makan juga?” tawarnya

Amarah Ibu Kyuhyun semakin memuncak, sebelah tangannya segera mengambil mangkuk nasi Kyuhyun sambil memicingkan mata tajam, “Sungmin masuk ruang isolasi lagi…..”

Sekarang Kyuhyun benar benar berhenti mengunyah tapi hanya sebentar karena Kyuhyun malah merampas kembali mangkuknya dan kembali makan

“Kyuhyun! Apa kau tidak peduli!!!” teriak Ibunya

“Biarkan saja, siapa suruh dia bicara seenak hatinya sendiri” kata Kyuhyun berkonsentrasi menatap makanannya padahal hati dan pikirannya mengatakan berbeda, Kyuhyun mulai mengkhawatirkan keadaan Sungmin

BRAKK

Lagi lagi Ibu Kyuhyun menghentakkan meja karena terlalu geram melihat sikap acuh Kyuhyun, “Tapi Sungmin berbeda! Dia bukan anak normal yang bisa kau perlakukan seperti tadi! Dia rentan Kyuhyun! Dan kau teman satu satunya selama Umma merawat Sungmin hampir setahun di sana!” Ibu Kyuhyun menarik napas panjang. Sikap Kyuhyun terlalu mirip dengan mendiang suaminya yang suka cuek berlebihan tanpa melihat kondisi

“Sungmin membutuhkanmu Kyuhyun….dia juga mau minta maaf….tadi Sungmin menitip surat untukmu lewat Umma….” Jelas Ibu Kyuhyun membuka tas hitamnya

Kyuhyun benar benar berhenti makan sekarang. Ia meletakkan sumpit dan mangkuk nasi ke atas meja makan lalu menunggu Ibunya mengeluarkan sebuah surat ber amplop putih dari dalam tas

“Berikan padaku Umma” pinta Kyuhyun menjulurkan tangannya

Ibu Kyuhyun mendekap surat itu—menjauhi jangkauan tangan Kyuhyun, “Janji dulu kau besok mau berbaikan lagi dengan Sungmin dan tetap mengunjunginya”

Kyuhyun melirik ke samping—berpikir apakah sebaiknya ia berhenti bersikap angkuh dan menerima permintaan Ibunya. Namun…..harga diri Kyuhyun memang terlalu mahal.

“Aku tidak janji mau kesana besok…..tergantung isi surat yang dia tulis” itu alasan Kyuhyun saja. Ibu Kyuhyun yang tahu watak anaknya, menggeleng pelan sambil menyeringai lebar, “Baiklah karena kau tidak mau berjanji, Umma tidak akan memberikan surat ini….” Ia pun kembali memasukkan surat ke dalam tas lalu berdiri hendak masuk kamar untuk beristirahat

“Umma!” teriak protes Kyuhyun, “Surat itu untukku! Dan Umma harus memberikannya padaku!!”

“Tidak ada janji, tidak ada surat” keputusan Ibu Kyuhyun sudah bulat. Anak keras kepalanya itu harus di buat kapok sekali sekali.

“Tapi Umma—“

“Mau janji ngga?” tanya Ibu Kyuhyun sekali lagi sambil berhenti di depan pintu kamar tidur. Di lihatnya wajah Kyuhyun menekuk kesal karena tidak mendapatkan surat itu.

“Aku kan sudah bilang, aku tidak bisa janji” ujar Kyuhyun masih bertahan dengan egonya

“Ya sudah, bukan Umma ini yang rugi tidak membaca surat Sungmin” Ibu Kyuhyun melambaikan surat itu—bermaksud menggoda Kyuhyun sambil berpura pura mau menutup pintu kamarnya, membuat Kyuhyun kelabakan sendiri

“Baik! Aku janji besok mau kesana lagi! jadi berikan surat itu Umma!” Kyuhyun mengumpat diri dalam hati. Padahal ia masih kesal dengan Sungmin, tapi mau bagaimana lagi. Kyuhyun sebenarnya penasaran apa yang di tulis Sungmin gara gara pertengkaran mereka tadi siang

“Nah gitu dong!” Ibu Kyuhyun tidak jadi menutup pintu dan memberikan surat Sungmin pada Kyuhyun, “Ini buatmu”

Kyuhyun menggerutu kecil, “Ini memang untukku” tapi rautnya cepat berubah antusias. Ia segera melesat masuk ke dalam kamar, menutup pintu rapat rapat tanpa mengingat kalau Kyuhyun belum selesai menyelesaikan makan malamnya

Yang Kyuhyun pikirkan hanya secepat mungkin membaca surat Sungmin. Di buka surat pelan pelan lalu membacanya dari dalam hati

“Ha?” Kyuhyun sontak berdiri tegak di atas tempat tidur, menatap tidak percaya dengan isi surat Sungmin. Hanya ada satu suku kata yang tertulis di sana

Maaf

 

“Hanya ini??” ujar Kyuhyun bertambah kesal, “Dia hanya menulis ‘maaf’ setelah aku berjuang mendapatkan suratnya?? Apa apaan ini! Apa dia tidak bisa menulis kalimat panjang sebagai permohonan maaf!”

Segera, Kyuhyun menatap kertas di tangannya—membolak balikkan surat itu dengan harapan ada tulisan lain yang bisa mengobati kekecewaannya

Tapi nihil. Sungmin benar benar hanya menulis satu kata di situ

“Kau berhutang maaf padaku Sungmin dan ini tidak cukup!” Kyuhyun mengambil jaket hitam miliknya dari atas lemari lalu berlalu keluar kamar, terus sampai di depan pintu rumah

Terang saja Ibu Kyuhyun yang baru mau makan malam, geleng geleng kepala melihat sikap putranya, “Ini sudah malam Kyu, jangan ke rumah sakit—dan ingat, jam berkunjung sudah tutup” tegur Ibunya sudah bisa menebak arah pikiran Kyuhyun

“Tapi Umma dia hanya menulis kata maaf! Apa apaan itu! aku tidak terima!” kata Kyuhyun bergegas memakai sepatunya dan pergi tanpa pamit terlebih dahulu

“Dasar Kyuhyun…tadi katanya belum mau menemui Sungmin lagi…..tapi lihat saja, malam malam begini malah mau ke rumah sakit….” Komentar Ibu Kyuhyun di sela sela acara makan malamnya

*****

Sesampainya di rumah sakit, Kyuhyun mengendap endap masuk lewat pintu belakang—tempat di mana para petugas masuk untuk bekerja. Ia sudah hapal betul letak ruangan Sungmin, ruang kemoterapinya maupun ruang isolasi kalau kondisi Sungmin sangat kritis sehingga dia harus di tempatkan di ruang khusus

Tidak banyak suster atau Dokter yang mondar mandir berpatroli malam ini. Jadi Kyuhyun mudah saja melenggang—melewati beberapa koridor untuk mencapai ruang isolasi Sungmin

“Sungmin…” bisik Kyuhyun dari jendela luar ruang isolasi. Mendadak rasa bersalah menyergap diri Kyuhyun. Benar kata Ibunya, Sungmin itu rentan! Dia bukan teman bermain yang bisa kau ajak bertengkar seenak hati. Lihat saja…..kondisi Sungmin melemah mungkin sebagian besar gara gara Kyuhyun

“Sungmin! Ini aku!” suara Kyuhyun agak mengeras—berharap Sungmin terbangun dan bisa melihatnya

Tapi Sungmin tidak bergerak. Matanya terpejam rapat di sertai beberapa selang tambahan di samping kiri tubuhnya. Kyuhyun tambah putus asa. Dia sudah sampai di sini tapi tidak bisa bicara dengan Sungmin, bukankah itu sia sia?

“Apa aku masuk saja ke dalam?” kata Kyuhyun bertanya pada dirinya, “Ah tidak boleh! Kata Umma ruangan itu harus steril! Tapi……” lagi lagi Kyuhyun melirik ke samping kanan kiri ruangan. Kosong. Matanya bergerak ragu ragu melihat beberapa pakaian di ujung ruangan yang biasa di pakai oleh Dokter dan suster ketika memasuki ruangan Sungmin

Senyum licik Kyuhyun nampak di wajah tampannya. Tanpa berpikir panjang Kyuhyun memakai salah satu baju berwarna biru laut tersebut—lengkap dengan masker dan penutup kepala, “Nah saatnya masuk ke dalam…..” kata Kyuhyun membuka pelan pintu depan

KREKK

“Ng…” Sungmin sedikit terjaga. Matanya yang lemah terbuka sebagian ketika menangkap sosok tinggi mendekat ke arahnya, “Dokter? Tumben Anda kesini….apa infusku mau di tambah lagi?” tanya Sungmin dengan suara lemah bercampur kantuk

Kyuhyun merunduk, berlutut di samping tempat tidur Sungmin—berusaha tidak mengganggu beberapa selang infus di tubuh Sungmin, “Sungmin…..ini aku..” desis Kyuhyun membuka maskernya hingga ke daerah dagu

“Mwo! Kyuhyun!” Sungmin menjerit dengan suara kencang, “Mau apa kau kemari!! Kau tidak boleh masuk kesini!”

“Ssst!” Kyuhyun langsung membekap mulut Sungmin dan memberi isyarat diam, “Jangan teriak! Nanti suster jaga bisa membunuhku kalau tahu aku nekat masuk kesini!” kata Kyuhyun segera melepas tangannya, takut Sungmin kenapa kenapa

“Habis…..kenapa kau kemari malam malam Kyuhyun?”

Kyuhyun menaikkan alis—baru ingat alasan dia berani menerobos masuk rumah sakit, “Ini!” Kyuhyun mengangkat surat Sungmin ke hadapan mereka berdua, “Kenapa kau hanya menulis satu kata? Yang salah itu kau, apa salahnya menulis beberapa kalimat permohonan sebagai permintaan maaf! Tapi ini??!”

Melihat wajah Kyuhyun kesal hanya gara gara surat malah membuat Sungmin sempat terkekeh, “Kyuhyun…..aku tidak bisa menulis panjang lebar karena kondisiku tiba tiba melemah….Ibumu—suster Cho langsung menyita alat tulisku sebelum mendorongku masuk ke ruang isolasi….” Jelas Sungmin panjang lebar

“Oh…” Kyuhyun kembali bungkam. Berarti salahnya bertambah dua sekarang. Yang satu karena marah karena hal sepele, kedua membuat Sungmin drop dalam selama dan yang ketiga gara gara itu, surat Sungmin di tulis dengan sangat singkat.

*Reader : itu bukannya tiga sebas?*

*Sebas : eh iya yah? *Ngitung pake jari, ketahuan pas SD matematikannya hasil ngarang semua terus sok sok-an masuk keuangan padahal 1+2 aja masih suka salah*

“Jadi intinya semua ini salahku?” kata Kyuhyun menggaruk kepalanya tidak gatal

“Hahaha…tidak sepenuhnya salahmu…” sanggah Sungmin tersenyum kecil, “Aku juga salah…jadi…maafkan aku juga”

Kyuhyun membalas senyum Sungmin, mengamati wajah pucat dan beberapa selang akibat perbuatan Kyuhyun. Kyuhyun menjadi kesal sendiri, ia benar benar kekanak kanakan tadi siang.

“Habis kau sih! Apa karena kau penyakitan terus kita berteman atas dasar rasa kasihan? Padahal aku senang senang aja bisa bercerita padamu, bisa mendapat surat darimu” Kyuhyun terdiam sebentar, “lain kali tulis surat yang lebih panjang” pinta Kyuhyun ikut membaringkan kepalanya di samping tempat tidur Sungmin sambil terus menatap ‘temannya’ itu

Sungmin benar benar bahagia malam ini. Mimpi apa dia semalam sampai Kyuhyun datang tiba tiba dan membuat rasa sakit Sungmin berkurang drastis.

“Aku akan tulis surat lebih panjang lagi! tenang saja” kata Sungmin meraih tangan kanan Kyuhyun lalu meremasnya, “Sekarang pulanglah Kyu….keburu suster jaga tahu…” usirnya melepas tangan Kyuhyun dan mendorong tubuh Kyuhyun menjauh

“Aku mau di sini Sungmin” elak Kyuhyun malah berdiri dan menatap ruang isolasi Sungmin penuh rasa ingin tahu. Tanpa sadar Kyuhyun menyeringitkan dahi, “Kau betah di tempat gelap penuh benda benda aneh seperti ini Sungmin??”

“Hahaha….” Sungmin tertawa lepas, “Memang kau kira kamar isolasi itu bagus? Kalo iya aku pasti betah Kyu….”

Kyuhyun tertegun mendengar suara halus Sungmin, “Ulang sekali lagi?” pinta Kyuhyun sambil berbalik menghadap Sungmin yang terbaring di atas tempat tidur

“Ulang apa?” kata Sungmin tidak begitu mengerti

“Kau memanggilku Kyu?”

Sungmin bergerak gelisah, “Kau tidak suka?” tanyanya takut takut

“Tidak..” ucap Kyuhyun lamban, “Malah sebaliknya…hmm, coba ucapkan lagi?” Kyuhyun kembali berlutut di samping Sungmin dan menunggu Sungmin memanggil namanya

“Kyu….” Bisik Sungmin memberanikan diri melirik ke arah Kyuhyun

“Panggil lagi” mata Kyuhyun tetap memanjarakan Sungmin, membuat Sungmin menarik napas beratnya kemudian membuka mulutnya sekali lagi

“Kyu…”

Bagai terhipnotis, Kyuhyun perlahan mengangkat tubuhnya—masih terus menatap Sungmin lalu membungkuk sedikit agar bisa memperpendek jarak mereka berdua

“Kyu apa yang kau—“ Sungmin menegang sesaat namun ia hanya bisa mengerjapkan mata saat Kyuhyun menciumnya dengan lembut. Sangat lembut sampai Sungmin menyangka bahwa dirinya pasti masih di dalam mimpi

Kyuhyun tidak mungkin datang kemari, menerobos ruangannya dan malah menciumnya sekarang

Tapi kalau ini mimpi, kenapa rasanya begitu nyata?

“Sungmin…” bisik Kyuhyun melepaskan tautan mereka berdua lalu menyandarkan kepalanya di sebelah Sungmin, mencoba tetap berlutut di samping tempat tidur, “Apa tadi kita berciuman?” tanya Kyuhyun tidak mempercayai dirinya sendiri

Sungmin tersentak—ternyata bukan hanya dirinya yang menganggap ini mustahil. Ternyata Kyuhyun juga begitu

“Sayangnya iya….” Balas Sungmin tertawa canggung

“Oh~ bagus! Sekarang salahku bertambah lagi!” umpat Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya

“Hahaha, tidak apa apa Kyu—“

“Lebih baik jangan memanggil namaku seperti Sungmin, nanti aku bisa menciummu lagi” potong Kyuhyun yang sukses membuat Sungmin mau ketawa kencang kalau tidak ingat tubuhnya tertahan oleh berbagai selang di lengannya

“Masa kau mencium orang hanya karena mereka memanggil namamu seperti tadi, berarti kau bisa mencium siapa saja?” goda Sungmin melihat wajah Kyuhyun mulai memerah di sampingnya

“Bukan semua orang” Kyuhyun berpikir sejenak, “Hanya kau….soalnya Umma sering memanggilku Kyu tapi aku tidak pernah berpikir mau menciumnya”

Sungmin lagi lagi terperangah. Kyuhyun membuat tubuhnya bereaksi aneh, bahkan wajah Sungmin dan Kyuhyun bisa berlomba lomba memerah tanpa bisa di duga

“Aku bingung Sungmin….” Ucap Kyuhyun memecahkan keheningan

Sungmin mengangguk pelan, “Aku juga dengan kejadian tadi…”

“Bukan!” Kyuhyun mengelak dari sanggahan Sungmin, “Aku bingung kenapa aku mau menciummu lagi….” terang Kyuhyun sambil menatap Sungmin lekat lekat

“Ha?” Sungmin terkejut bukan main, “Tunggu tunggu Kyu!” salahkan selang di tangan kiri kanan Sungmin yang tidak memungkinkannya menghentikan tubuh Kyuhyun yang kembali mendekat

Tapi sayang, Kyuhyun lebih kuat dari Sungmin. Hanya perlu mengangkat sedikit tubuhnya, Kyuhyun bisa mencapai Sungmin lalu menciumnya lagi

Dan untuk pertama kali selama 2 tahun terakhir tinggal di rumah sakit, Sungmin terpaksa mengakui jika dia mulai menyukai ruangan isolasi tempat ia berbaring sekarang

*****

“Kau betul betul KETERLALUAN!!!” teriak suster jaga saat pagi paginya dia mendapati Kyuhyun tengah tertidur di samping tempat tidur Sungmin dalam ruang isolasi. Ia segera menjewer telinga Kyuhyun dan menyeretnya keluar dari sana

“Maaf…” ucap Kyuhyun menambah daftar dosanya genap menjadi 5. 4 untuk Sungmin dan 1 untuk suster jaga. Oh bagus, Ummanya pasti akan memberi hukuman tambahan juga di rumah.

“Maaf?? Kau tahu kau bisa membahayakan Sungmin, Kyuhyun! Aku tahu kalian dekat! Tapi jangan pernah!!” Ia menggoyang goyangkan telunjuknya di depan Kyuhyun, “Jangan pernah sekali lagi kau masuk ke dalam sana! Ingat itu!!”

Kyuhyun masih tertunduk dalam dalam. Ia malu sekali harus di omeli di tengah koridor rumah sakit pagi pagi begini. Mana rumah sakit lagi ramai ramainya sehingga Kyuhyun menjadi tontonan gratis bagi pengunjung rumah sakit

“Iya Suster, saya ngga akan masuk kesana lagi” janji Kyuhyun terpaksa

Suster mengangguk puas meski agak merasa kesal, “Bagus kalau kau sudah kapok, sana pulang! Hari ini kau mau sekolah kan?”

“Sekolah?” Kyuhyun mendongakkan kepalanya, “Tapi saya boleh bertemu dengan Sungmin sebentar?” pertanyaan polos Kyuhyun mendapat jawaban sangar dari sang suster jaga, “Tadi malam kau sudah bersamanya! Masih kurang ha! Ga boleh! Sana pergi sekolah Kyuhyun!!!! Jangan sampai aku harus menelepon Ummamu!!!”

Kyuhyun segera bangkit dari atas lantai begitu mendengar Ummanya di sebut. Jangan di tanya, semenjak Kyuhyun sudah berubah, dia jadi tidak berani membantah Ummanya. Membayangkan wajah lembut Ibunya berubah menjadi berapi api membuat Kyuhyun langsung lari keluar dari rumah sakit di ikuti suara tawa para pasien yang menontonnya

“Aishhh!! Dasar perempuan galak!” gerutu Kyuhyun semakin kencang berlari, tapi bukan karena takut di omelin Ibunya namun karena dia sudah tidak sabar menunggu sekolah berakhir agar bisa menemui Sungmin kembali

*****

From Kyuhyun to Sungmin

 

Bagaimana keadaanmu? Tadi pagi aku di omeli habis habisan oleh suster jaga dan aku juga di larang bertemu denganmu padahal aku sudah pulang sekolah! Sungguh tidak adil! Katanya itu hukumanku karena sudah masuk diam diam kemarin malam!

 

Apaan apaan itu!

 

Makanya Sungmin, maaf aku cuma bisa menitip surat pada Umma untuk di berikan padamu, tidak apa apa bukan?

 

Oh ya mengenai tadi malam…..ng….itu…..aku…….

 

Jujur, itu memang salahku dan aku berhutang maaf padamu…..

 

Tapi aku tidak menyesalinya, aku malah menyukainya…..jadi…..hahahaha, ya intinya aku merasa tidak ada yang salah dengan itu

 

Kau tidak marah padaku kan?

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Aku tidak marah

 

Dan aku sependapat denganmu, aku juga menyukainya……

 

Oh ya, kau tahu! Kata Dokter kondisiku membaik hampir 70%!!! Orangtuaku bahagia sekali sampai terharu dan memelukku erat!

 

Dokter bahkan tidak menyangka kenapa aku bisa sebaik ini! Padahal dulu dulu, aku hanya bisa terbaring lemah tanpa bisa melakukan hal berat

 

Tapi sekarang, Dokter akan mengijinkanku berjalan keluar rumah sakit—di taman taman dekat dulu, tanpa menggunakan kursi roda!! Ah sudah lama aku mau melihat dunia luar!

 

Terakhir aku pergi ya saat aku kabur dari rumah sakit untuk menaruh surat waktu itu ke sembarang tempat….

 

Selebihnya, aku tidak bisa kemana mana

 

Jadi, nanti kalau sudah di tentukan kapan waktunya,  apa kau mau menemaniku Kyuhyun?

 

 

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

Jinja?? Aku mau sekali menemanimu!!! Tenang saja hehehe

 

Apa membaik dalam semalam? Apa karena kita ciuman waktu itu?

 

Kalau sampai benar gara gara ciuman, mungkin kau harus kucium sesering mungkin hahahahahahahaha

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Ya! Bukan karena itu juga Kyu!

 

Hmm, mungkin karena kau membuatku lebih bersemangat, kau yang susah payah datang setiap hari sampai seluruh suster hapal denganmu bahkan kudengar dari Suster Cho kau jarang lagi pergi ke game center, apa itu betul?

 

Dan oh ya, terima kasih untuk segalanya Kyuhyun…kau benar benar orang baik karena mau berteman denganku

 

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

Jangan bilang seperti itu lagi Sungmin, aku malas mendengarnya. Memang salah berteman denganmu? Tidak!

 

Iya aku sudah lama tidak kesana…..hmm apa kau mau menemaniku? Kalau kau sehat seperti ini terus mungkin saja Dokter mengijinkanmu pergi lebih jauh lagi, tentunya bersama denganku

 

PS : Tidak ada orang berteman itu yang ciuman Sungmin, jadi kita ini bukan teman

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Jadi kita tidak berteman lagi???

 

Apa maksudmu Kyu! Jangan membuatku takut

 

 

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

Aishh! Kau terlalu lama mendekam di rumah sakit sehingga tidak tahu bagaimana hubungan antara dua manusia….

 

Ya, intinya kita sudah lebih dari sekedar teman….masa kau tidak mengerti? Aku susah menuliskannya Sungmin!

 

Jadi kau tebak saja sendiri

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Maksudmu kita……ng…aku juga susah menulisnya Kyu

 

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

Ini maksud kita sama bukan? Jangan sampai kau salah paham lagi

 

Ya pokoknya hubungan seperti Appa dan Ummamu

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

Hubungan kita tidak seperti Appa dan Umma! Mereka menikah Kyu!

 

Kata Suster Cho kau berarti harus menikahiku dulu kalau mau seperti mereka

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

Iya iya….makanya sehat dulu…aku tidak mau menikahimu di rumah sakit, bau obatnya tidak enak

 

Eh tunggu dulu—Suster Cho? Ummaku? Kenapa kau bisa bawa nama Ummaku??!!!

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Hmm…tadinya aku benar benar takut dengan ucapanmu kita bukan teman lagi….jadi aku meminta nasihat dari Suster Cho……dan menceritakan tentang……kejadian semalam padanya……

 

Tapi Kyu! Aku baru sadar apa maksudmu pas Suster Cho menjelaskannya, jadi jangan marah kepadanya ya?

 

Lagipula dia sudah mau repot repot mengantar balik surat kita berdua dalam satu hari ini Kyu…..

 

Ummamu sangat penasaran tentang isi surat kita…

 

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

APA????

 

KAU—AISHHH SUNGMIN!!!

 

Jangan bilang dia tahu kalau kita sudah berciuman??? Arghh!!!

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Dia….ah tidak…hampir seluruh suster dan Dokter di sini tahu Kyu…

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

Apa maksudmu dengan ‘Semua suster dan Dokter di sini tahu kita berciuman’ Sungmin?

 

Cepat katakan padaku!!

 

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Yah….karena ternyata suster kepala diam diam memfoto kita saat sedang patroli, dia sebenarnya sudah tahu kau menyelinap ke ruanganku….

 

Di tambah lagi Suster Cho mendesakku bercerita tentang semuanya. Dia juga kan sudah membaca surat surat kita yang kau titipkan karena sedang di hukum tidak boleh menjengukku

 

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

Sudah kuduga!

 

Umma mana mau repot repot bolak balik mengantarkan suratku dan juga suratmu bersamaan. Ternyata dia juga………arghh! Bagus!

 

Jadi semua orang tahu tentang kita ciuman? Great! Apalagi yang belum kutahu?

 

 

 

From Sungmin to Kyuhyun

 

Ada! Ada yang belum kau ketahui….

 

Mereka—seluruh suster dan Dokter…..juga Umma dan kedua orangtuaku…sedang bergantian membaca seluruh surat surat kita Kyu….

 

Aku jadi malu…

 

 

From Kyuhyun to Sungmin

 

APA????

 

Argh! Aku akan segera kesana Sungmin

 

PS : Siapapun yang baca surat ini tanpa ijin, aku doakan agar gajinya di potong lebih dari SETENGAH!

 

 

“Mwo!!” Beberapa suster Dokter dan bahkan Appa Sungmin segera melepaskan surat terakhir Khuhyun di tangan mereka, “Ini kami kembalikan” kata mereka menyerahkan surat kembali pada Sungmin yang tertawa saja melihat tingkah mereka

“Kyuhyun tidak mungkin serius menyumpahi kalian” ujar Sungmin merapikan tumpukan surat Kyuhyun di tangannya

“Kata siapa aku tidak serius!” sebuah suara berat akibat terengah engah menyapu kamar VIP Sungmin yang penuh orang. Kyuhyun mengedarkan mata sengitnya kepada semua suster, dokter dan er dia tidak berani bersikap kasar pada orangtua Sungmin—takut nanti anaknya ngga boleh di nikahin

“Kyuhyun….” Sungmin menunggu di tempat tidurnya sementara Kyuhyun berjalan mendekat, menurunkan pandangan tajamnya sambil tersenyum lembut, “Kau sudah sehat?”

Sungmin mengangguk senang

“Mau kuajak jalan jalan?” tawar Kyuhyun

“Tapi Kyuhyun” seorang Dokter yang biasa menangani Sungmin angkat bicara, “Sungmin belum boleh keluar….bolehnya….” Ia terdiam melihat wajah garang Kyuhyun.  Seolah olah ingat kutukan Kyuhyun bahwa gajinya bisa kepotong setengah, sang Dokter akhirnya menyerah lalu mengangguk kaku, “Iyaaa…Sungmin boleh pergi”

“Bagus…” ucap Kyuhyun mengambil kursi roda di pojok ruangan sambil di tonton semua orang, “Nah Sungmin, ayo kita pergi jalan jalan” ajaknya mengangkat tubuh kurus Sungmin dari atas tempat tidur menuju kursi roda

Sungmin mengerang protes, “Kyuhyun kata Dokter aku boleh tidak pakai kursi roda!”

Kyuhyun menggeleng tidak setuju, “Kau belum sehat betul Sungmin, lagipula aku mengajakmu untuk melanjutkan pembicaraan kita di surat—tidak enakkan surat pribadi kita di baca semua orang” sindir Kyuhyun dengan mata tajam menyapu ke sekelilingnya. Tiba tiba saja semua orang berlagak sibuk seraya keluar secara teratur meninggalkan kamar Sungmin kembali sepi. Termasuk Ibu Kyuhyun yang segera menawarkan makan siang bersama orangtua Sungmin.

Kyuhyun tersenyum puas, “Nah kau mau jalan ke taman apa Sungmin? Yang dekat dekat saja”

“Hmm boleh….” Sungmin bersandar nyaman di kursi sementara Kyuhyun mendorong kursi roda keluar dari rumah sakit.

“Ah sebelum itu—aku ingin menyampaikan sesuatu Sungmin, aku tadi tidak menulisnya di surat karena takut di baca” ucap Kyuhyun memutar bola matanya.

“Apa?” tanya Sungmin mendongak ke atas—mencari wajah Kyuhyun yang tersenyum penuh makna. Kyuhyun merunduk, mengecup bibir Sungmin sekilas sebelum berbisik tepat di telinganya

“Aku mencintaimu…”

Sungmin tertegun. Namun dengan cepat senyum indahnya merekah lagi. Sungmin pun mengangguk dalam dalam ketika Kyuhyun sengaja berlutut di samping kursi roda

“Aku juga mencintaimu…” jawab Sungmin ikut berbisik pada Kyuhyun

“CIEEEEEEEEEE YANG JADIANNNNN” pasukan pengacau atau bisa di bilang pasukan penyelidik hubungan Kyumin yang tadi memaksa Sungmin supaya bisa membaca semua isi surat mereka, mendadak sudah berkumpul di belakang sambil bersiul siul ga jelas. Malah ada yang memfoto Kyumin pake handphone segala. Aishhh

Terang saja wajah ceria Kyuhyun berubah galak, ia berdiri tegak kemudian teriak di depan lobby rumah sakit

“Kalian semua!!! JANGAN GANGGU KAMI!!”

THE END

47 responses to “≈Tegami-{Epilog}≈

  1. first kah heheh komen dulu ah bacanya ntar yak

    eh kak gue sms lu failed mulu mentang-mentag mudik kemedan. gue udah transfer gath dwooooooooonk horeeeeee.

  2. Sukaaaaaa sama ending nyaaaaaa :)))))
    yaampun sebaaas~ lo buat gue gila malem-malem dgn ff lo! senyum-senyum sama cekikikan sendiri gue dikamar, udah kaya orang gila aja haha😄
    the best part buat gue pas kyu nyium ming di ruang isolasi daaan pas mrka surat2an
    Buahaha gue gabisa nahan ketawa pas baca surat terakhir kyu, parah jail bgt dokter-suster-ortu ming-sm ibu nya kyu.
    DAE to the BAK buat ff ini!! gue cintaaaa sama semua karya lo! <333
    oya, gue tunggu NOLU part 52 di post!! Sumpah gue penasaran bgt sama NOLU hehe

  3. komen lagi ya sebas anjeeeeer lawak amat itu yang terakhir. asli gue cekikikan sambil nahan air mata abis lucu banget. pasukan rumah sakit lucu banget :3 eeeer so sweet kak main surat-suratan hihih anak muda banget. tapi kok gue gak pernah dicium kyuhyun kalo manggil dia kyu? -_- ffnya sedih dan gokil. romancenya juga lucu banget wkwkwk fighting kak🙂

  4. HUAHAHAHA!😄 aku hampir gila! senyum-senyum dan nyengir-nyengir sendirian di kamar pas baca ini! XP Kyuhyun lucu ih! takut gak diijinin nikahin Sungmin ama ortunya Sungmin! :p KYAAAA pokoknya SWEET banget epilognya, kak! aku sukaaaa >3< jadi tambah cinta ama nih couple juga authornya :3 DAEBAK! \^O^/

  5. Waaah… Daebak bgt eon ff ny!!!!!!! Ak bener2 kayak org gila deh nyengir2 sndiri sambil ktawa… Aduuhh.. Untung nh dah malem + sepi.. Kalo gk dah d suruh k dokter kali yah?? Btw, it suster kepala ny ok jg.. Mintain foto kyu-min pas lg ciuman dunkz eon… Kekekeke~ *mupeng*

    P.S. NOLU msh d tunggu lho eon.. Kapan nh??

  6. Thanks God akhir.a bahagia juga.
    Gua ngakak baca ini!
    Thanks buat Sebas eonnie, hadoh ni gua baca ff apa belajar MTK yah._.
    Gua kangen pgn gila gila.an ama lu eon, tp gua sadar itu susah. Lu sibuk sekarang :”( i miss u so bad.

    Ditunggu karya lain.a! 4 thumbs for Tegami. Like it🙂

  7. Kyaaaaa happy ending >///<
    aish kyu gokil deh *?*
    ngakak baca surat kyumin hahaha
    aduh komen apa lagi ya O.o
    keren keren keren….!
    Buat kyumin lagi ya unnie sebas :*

  8. Baru baca epilog nya!!
    Kyaaaa!!!
    KyuMin hahaha cieeee yang jadian..
    Semoga Minnie cepet sembuh😀
    Kyu nya nyosor aja..
    Kyu ko kalo gua panggil dengan kata ‘Kyu’ ga langsung minta cium.. Curanggg..
    *gila*

    pokok nya nice FF!!!🙂

  9. Huaaaaaaaaa.. So sweeeeeeettttt!!!! Suka bangeeeetttt suka suka suka suka sukaaaaa bangeeettt!!!

    Akhirnya KyuMin jadiaaannn.. Seneng banggets deewwwhhh..

    Kyuhyun lagi, demen banget nyium2 Sungmin,, gue juga pengen kali! #plakkk

    Huaaaa,, pokoknya suka banget epilognya!!

  10. huahahahahahahahahahaha…..
    eonni sumpah aku bca nih ff jdi senyum” am ktwa gak jelas sndiri……
    ending.a kereen…gk bsa byangin dahh mukaa kyu yg mrah sekaligus malu…
    ckckckckck…pkk.a sebas eonni the best daahhh……

  11. ya tuhan eonniiiiiiiiiiiii
    daebak bangettttttttt
    sukses bkin aku ngkak kagak jelas sendirian
    hahahahahahahahahaha
    i love your ff dah eon^0^

  12. ya ampunnnnn~ #speechless~

    astaga.. bagusnyaaa….. huaaaaaaaaaaaaaaaa suka banget….>,<

    ringan, tapi berasaaa…. arghhh bingung mau bilang apa chingu….^^

  13. Kyaaaaaaaaaaa~~~ ini aku sampai blushing berkali-kali >< selama baca ff ini jujur sedih bahkan nangis "efek terlalu dihayati xD",blushing berkali-kali,senyum-senyum gaje,ketawa habis onnie ngelawak sih lagi serius baca eh dia nongol dengan masalah tambah-tambahan.sejujurnya aku aja gak sadar loh LOL,dan terakhir gigit-gigit bantal. Berasa pengen timpuk onnie pake duit receh,ffnya manis banget mana simple lagi jadi enjoy bacanya. onnie semangat terus yah..berjuang untuk kuliahnya ^•^ gpp deh updatenya lama asal kuliah onnie lancar. Aku bisa baca ulang-ulang karya onnie kok sambil nunggu update-tan terbaru hehehe😀

  14. huuaaaaaa ummaaaaaa ~
    gw ketawa2 sendiri kak sebas malem2 baca ff ini ^^
    ya Tuhan~ itu surat singkat2 tapi bagi gw itu romantis bangeeetttttt kak❤ Love It

    wah~ si Kyu gak bisa nahan deh klo ma Min , cium terussss hahahahah
    Thank's kak Sebas Your're The Best .. akhirnya Happy Ending juga ^^

  15. Haaaahaaa.. ff nya lucu abis… suka bgt sama part surat2an,,,jd kangen pengen surat2an tp sm spa y??… #y sdah lah ga penting

    Ahh emg klo ff y d bkin sm Sebas kayanya dibubuhi heroin deh,bikin ketagihan,,bawaannya klo ngga baca ff lo,sakaw berat,,hehhe #lebaymodeon# tapi sumpah gw serius ngga boong#

    Trus berkarya Sebas Chingu,,, terutma buat Nolu,,pensaran abis sm kisah KyuMinnya,,

    Kissu+Hug buat Sebas🙂

  16. epilog nya lagi sampe kawin *DUAGGKKK
    keren deh pkonya..
    so sweet deh…
    Umin nya udah mau sembuh hehe..

  17. akhirnya ada epilog nya , yeeeeey \^___^/ , kkkk~

    so sweeeet bgt dah unn , aku sukaaaa~
    akhirnya kyumin jadian❤
    ngakak deh baca surat2an kyumin , haha😀

    unnie, boleh dong sequel dr epilog ini ? *nahlo?* keke xD
    bkin mereka nikah unn *bnyakmaunya*

    NOLU part 52 nya ditunggu unnie ^____^

  18. KAGAK JADI SAD ENDING………. KLO OPEN ENDING PASTI ADA LANJTANNYA….#CAPS JEbol keinjek shindong

  19. aigo…sebas,ffmu selalu ‘sesuatu’
    baru tahu klo dirimu g bisa ngitung 1+2
    ih..kyuhyun nakal ya.dah tw sungmin msh di ruang isolasi malah dicium berkali-kali.
    Q khan jadi kepengen……!
    For sebas,tetep semangat nulis ya

  20. waaaaahhh DAEBAKK kau sebassss….
    gilaaa, gue jadi kms ya gara gara baca FF lu, dan setelah baca ini, gue makin cinta sama kyuminn, hhahaha
    thx sebasss😀

  21. Ah…. Suka sequelnya ka sebas…
    singkat tapi berkesan…
    apa lagi ada adegan kissue na…
    Perawat dokter umma kyu sama ortu sungmin jahil deh ngerecokin kyumin..

  22. AAAAAA!!! sO SWEETTTTTTTT bangetttt ><
    aku paling suka pas scene kisseu2 nyaa. wkwkk
    keren kerenn… aku suka banget sama jalan ceritaanya authorr..

  23. uwaah~~
    so sweet banget ><
    Kyu lo so sweet bgt jd org!

    aku baca sampe mesam-mesem sendiri kak
    debak!!!!!! d(^^)b

  24. aissshhhhhh so sweeeeeeeetttttttt, hehe😛
    sesuatu banget, aku ketawa pas baca surat2annya kyu ma umin.
    apalagi sma surat kyu yang terakhir, ketawaketiwi geje kaya orang gila.
    ka author, ff mu “siswanto” sangaaaaaaat,
    NOLUnya ada lanjutannya ga kak ??
    aku nungguin nihhh masih penasaran banget sama klanjutan critanya,
    ditunggu ya ka…🙂

  25. hoho, lucu bgt,,, haha, apa ya? binggung koment apa haha, soalnya ga ada kritikan dan BAGUSSSSSSSSSSSSS DAN ROMANTIS+KOCAK haha
    LANJUTKAN, JANGAN END DULU, MASIH BLM SELESAI TUHH HAHA

  26. #sing si kyuhyun anak nakal sukanya menyelinap. masak kamar si umin! dan dimarahin dokter #plakplakplak

    ini endingnya agak gantung menurutku. apakah si umin bisa sembuh? kapan kyumin kawin? apa aku jadi anak mereka? #plak

  27. horeeeee happy end lagi…
    aduh kyu kok konyol bgt…
    tapi kyu keren aksi nekat bgt tuh..
    apke acara nyuri ciuman lagi..
    tempat ny enggak elit bgt *kyu:biarin napa*
    tapi asli yang ini enggak sedih semua ny bahagia..
    sungmin juga sembuh akhir ny..
    tinggal nikah ny aja dounk kyumin…

    tapi eonn kyumin ny nikah kand??
    harus loh yah udah bahagia bgt sola ny…
    aku tunggu undangan ny yah…
    salam kyumin aja yeyyeyeyeye🙂
    #hug sebas eonn🙂

  28. kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn,
    onnie,
    rahasianya apaan sih bisa bikin ff sekeren ni??
    #Hyun-ah mulai iri

  29. eonni… mau nanya ff tegami ini nggak ada after storynya ya? soalnya nggak ada penjelasan lebih lanjut tentang keadaan sungminnya? sembuh kah atau gimana?

  30. uwaaaaa….#joget.joget
    like this yo d^^b
    wkwkwkwk
    haduuuh, kok jadi aku yang senyum2 gini ><

  31. ampunt dahhh,,,,,,
    seratus jempoL bwt pengarang.a….
    kerreentt giiLaaa……..
    bkint org senyum” am cekikikant sndrii,,,,
    soswidtt,,,
    i Like thiss,,,,
    ^_^

  32. ming sehat,,bner2 keajaiban
    dokter suster ortu ming smpe umma kyu kna dmpak hahahahahaha bner2 dah

  33. Aaaaaaa demiiiii apa ga berenti nyengir, senyam senyum, sampe ketawa baca dari atas sampe bawah hwaaaaa >///< *nosebleed*
    Sumpah sosweet banget KyuMin aissh ~ mana mereka surat-suratan itu perhari kasian banget Umma Kyu bolakbalik hahahhaa dan LOLnya suratnya dibaca sama suster2 plus dokter LOL haduuuuh ~

  34. endingnya kereeeeennn ^^b
    suka sama sikap kyu.. hahaha ming polos amat yak.. masa suratnya mau di baca orang xD
    sweet.. … happy end.. tp berharap ming bner2 udh sembuh.. ga ada squel lg kah #puppyeyes
    hahaha.. keren eonn..
    seperti biasa.. nolunyaa di lanjut😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s