≈Tegami≈

Terinspirasi dari lagu sang maestro Jepang…..seorang Diva yang pantas di sebut Diva tapi bukan karena penampilannya

Dia sangat sederhana, hanya memakai T-shirt dan jeans ke atas panggung

Tapi dia bisa memukaumu dengan permainan pianonya yang indah dan suara mempesonanya

Dialah seorang Angela Aki

Aku mengambil cerita ini dari salah satu lagunya yang berjudul Tegami…

*****

Pinjamkan aku aliran waktumu, biarkan aku menikmati dunia lewat dirimu

Karena aku tahu, hidupku tidak akan lama lagi…..

 

 

“Buat apa kau membolos terus Kyuhyun! Ini sudah hampir seminggu kerjamu hanya keluyuran tidak jelas dan mangkir dari sekolah! Ya! Kyuhyun! Dengarkan Umma!” amarah seorang Ibu yang sedang memarahi anaknya tapi sang anak malah mendengus kesal—bosan mendengar suara Ibunya sehingga memilih beranjak dari ruang keluarga mereka

“Kamu mau kemana lagi Kyuhyun! Umma belum selesai bicara!”

Kyuhyun memutar kepalanya sebentar. Sebuah senyum mengejek terlontar dari bibirnya, “Umma cerewet sekali sih, aku mau pergi saja” katanya sambil berlalu dari sana

“KYUHYUN!!!!” Sang Ibu memegangi dadanya yang bergetar. Matanya yang berkilat memarah berubah sedih. Bibirnya ingin mengucapkan sebuah kalimat lagi kalau saja air matanya tidak mengancam jatuh ke wajah lembutnya

“Kalau Appamu masih ada di sini…..dia pasti marah ke Umma…..karena tidak bisa menjagamu….Kyuhyun…..” bisiknya nyaris menangis

Sementara, sang anak tidak tahu diri itu keluar dari rumah dan menendang kotak surat di samping pagar rumah dengan kencang

BRAKKK

“Shit! Umma menyebalkan! Kenapa suka sekali mengaturku sih!” umpat Kyuhyun menumpahkan kekesalannya pada kotak surat yang tidak bergerak.

“Padahal dulu Appa tidak begitu…..” Kyuhyun berhenti menendangi kotak surat sambil bersandar pada pagar rumah. Ia tersenyum sejenak dengan pandangan menerawang jauh, “Kalau ada Appa…dia paling hanya marah sebentar sebelum tertawa bersamaku…..Aishh! aku jadi kangen Appa kan! ini gara gara Umma!” aramah Kyuhyun lagi lagi salah tempat. Pikirannya sudah merencanakan pembolosan berikutnya pagi ini. Dia malas sekolah

“Lebih baik aku ke kuburan Appa saja ah! Bosan juga pergi ke game center” Kyuhyun tersenyum lagi—senyum pedihnya yang tidak akan pernah di tunjukkan pada siapapun. Tidak boleh ada yang tahu kalau duka kepergian Appanya masih membekas hingga sekarang meski kejadian itu sudah hampir setahun berlalu

Tapi bagi Kyuhyun. Rasa itu masih terlalu menyakitkan. Kehilangan Appa yang bagi Kyuhyun sudah lebih dari seorang Ayah. Dia juga seorang sahabat Kyuhyun. Dan Kyuhyun merasa……

Kosong.

Tidak ada yang bersisa lagi dari Kyuhyun. Walaupun ia masih punya Umma—tentu saja itu berbeda

Dia benar benar kehilangan—teramat, sangat…

“Aishhh….” Lagi lagi Kyuhyun menendang kotak surat tak bersalah itu sampai sampai pintu mungil kotak surat yang sudah berkarat, otomatis terbuka.

Dan sebuah surat berwarna kuning kusam melayang ringan sebelum jatuh tepat di bawah sepatu Kyuhyun

Kyuhyun menyeringit bingung—langkahnya terhenti, “Surat?” gumamnya lalu menunduk untuk mengambil surat itu. Ia baru mau meletakkannya lagi ke dalam kotak surat tapi tidak jadi ketika melihat tidak ada nama untuk siapa surat itu di tujukan

“Bukan surat untuk Umma? Lalu untuk siapa lagi?” tebak Kyuhyun sambil membolak balikkan surat di tangannya, “Masa untukku” canda Kyuhyun lebih pada diri sendiri

Kyuhyun mengedikkan bahu sejenak, ‘Tidak ada salahnya kalau aku baca surat ini sebelum menaruhnya lagi’ pikir Kyuhyun bersiul pelan dan sebelah tangannya mengeluarkan sebuah kertas tipis—sewarna dengan amplop surat di luar

Surat tipis itu terlipat tiga di sejajarkan Kyuhyun hingga semua bagiannya terbuka

Hai, aku ucapkan terima kasih pada siapa saja yang mau membaca surat ini ^^ aku benar benar berterimakasih….

 

Mungkin kau bingung dengan perkataanku di atas? Ah baiklah, tidak ada salahnya aku memperkenalkan diri

 

Namaku Lee Sungmin dan aku di diagnosa mengidap Kanker tulang belakang stadium 4

 

Apa kau terkejut? Hahaha, aku yakin sekarang matamu melebar dengan ucapanku yang tanpa basa basi

 

Ya, aku tidak punya banyak waktu bahkan jika itu untuk sekedar berbasa basi. Untuk berteman saja, aku tidak punya siapapun

 

Ah sudahlah, daripada aku membuang waktumu lebih baik aku terus terang sekarang

 

 

Kepada siapapun dirimu—aku mohon, jangan pernah membuang suratku! Please……

 

Mungkin permohonanku ini terlalu muluk bagimu, tapi biarkan aku meminta tolong sesuatu padamu! Kumohon!

 

Aku benar benar merasa perlu menulis surat aneh ini, karena waktuku tidak banyak lagi…

 

Seperti yang kau tahu, aku mengidap kanker. Ya, kanker ganas yang membuatku hidup dari selang selang infus di rumah sakit. Untuk bergerak saja aku sudah susah payah. Setiap harinya kedua orangtuaku selalu berdoa agar mereka masih bisa melihatku ‘hidup’ untuk esok

 

Betapa menderitanya hidupku bukan?

 

Hahaha, tapi aku tidak menyesal. Tuhan pasti punya rencana. Dia tidak buta. Dia pasti sangat mencintaiku

 

Lagipula punya penyakit kanker adalah anugrah. Percayalah padaku untuk yang satu ini

 

Kyuhyun mendengus tidak yakin, “Sejak kapan punya penyakit itu anugrah! Dasar orang aneh!”

Tapi Kyuhyun lebih aneh lagi. Dia tetap saja membaca surat panjang lebar itu sampai selesai…

Untuk itulah, aku menyempatkan waktu untuk menulis surat ini

 

Aku ingin sekali! Sangat ingin! Merasakan hal hal yang belum pernah kulakukan selama hidupku! Karena ya….aku terkena kanker ganas ini dari umur 15 tahun dan sudah menjalaninya sampai taraf mematikan hingga umurku 17 tahun

 

Maka dari itu, aku mohon padamu…..

 

 

Ijinkan aku untuk meminjam aliran waktumu, biarkan aku merasakan kebahagiaan lewat dirimu

 

 

Kau bingung? Baiklah aku akan menjelaskannya untukmu ^^

 

Dari dulu, aku ingin sekali pergi ke taman hiburan. Naik wahana berbahaya yang tidak akan pernah kunaiki seumur hidupku sambil makan gulali manis di sana. Kata Umma di taman bermain ada yang menjual gulali manis itu ya? Aku hanya menebaknya saja hehehe

 

Kalau kau bersedia, maukah kau melakukannya untukku? =)

 

Dan jika kau tidak keberatan….aku ingin (kau) melakukan hal lain…….

 

 

Tapi permintaanku yang ini pasti sudah sering kau lakukan ^^

 

Aku ingin sekali…..pergi ke sekolah setiap hari, ikut ujian lalu mendapatkan nilai seratus hehehe

 

Apa kau kira aku bodoh sampai tidak pernah mendapat ujian dengan nilai setinggi itu?

 

Bukan! Aku hanya……penyakit ini membuatku tidak bisa melakukan apapun selain terbaring pasrah di rumah sakit….

 

Sudah lama aku merindukan sekolah, aku ingin belajar layaknya anak anak lain, tawa, bercanda, menjahili guru, mendapat nilai seratus supaya orangtuaku bangga memiliki anak sepertiku…..

 

Tapi bukannya tersenyum, kedua orangtuaku malah lebih sering menangis setiap kali melihat tubuhku yang semakin melemah…

 

Aku….

 

 

Kumohon….hanya dua hal itu….aku janji aku akan sangat berterima kasih kalau kau mau melakukannya…..

 

Mungkin ini seperti memberatkanmu…..tapi kumohon…..biarkanlah sekali saja!

 

Aku hidup dalam aliran waktumu….

 

Karena aliran waktuku sendiri semakin menipis dari hari ke hari

 

 

Tertanda, Lee Sungmin

 

 

 

“Aishh!” Kyuhyun melipat lagi surat tipis itu dan memasukkannya ke dalam amplop dengan serampangan, “Pasti ini orang kurang kerjaan! Mana ada orang kena kanker stadium empat bisa keluar rumah sakit dan menaruh surat di kotak surat orang sembarangan! Dasar payah, kalau mau mengerjai seseorang tidak usah pakai cara murahan seperti ini!” umpat Kyuhyun—masih kesal karena pertengkaran ummanya barusan di tambah dengan surat aneh yang di bacanya

“Tapi—“ Kyuhyun berhenti lagi. Ia mengeluarkan surat itu dari tas sekolahnya lalu menyeringai lebar, “Tidak ada salahnya juga pergi ke taman bermain, usul orang ini boleh juga….aku akan pergi ke sana pulang dari kuburan Appa…..” Sekarang Kyuhyun sudah mengatur jadwal membolosnya hari ini.

Ia bersiul riang melangkah jauh ke depan jalan raya sambil sebelah tangan masih memegangi surat tidak jelas itu tanpa dia sendiri tidak sadari

*****

“YUHU!!! AKHHH!!!!!” Teriak Kyuhyun saat sampai di puncak tertinggi permainan Super Strack—permainan di mana ada empat kursi panjang—seperti kursi di taman taman, tapi dengan pengamanan tingkat tinggi. Kursi panjang itu di naik turunkan dalam kecepatan tinggi hingga 30 meter dari permukaan tanah

Permainan yang memacu adrenalin seseorang dan Kyuhyun harus mengakui ia benar benar menikmatinya

“HUAAAAA” Kyuhyun sekali lagi di lemparkan hingga ke atas. Rambutnya tebalnya sudah acak acakan tidak beraturan, tapi Kyuhyun tidak peduli. Ia malah berteriak meminta lagi kepada operator taman bermain

Dan….kembali, permainan menyeramkan itu berlanjut sampai beberapa putaran

___

“Ah….Ah….seru banget gila!!!” Kyuhyun mengistirahatkan tubuhnya di bawah pepohonan rindang. Taman bermain pada pagi hari ini sangatlah sepi.

Tidak banyak pengunjung lain seperti Kyuhyun karena sekarang masih jam sekolah. Tukang karcis saja memutar bola matanya saat Kyuhyun datang membeli tiket masuk.

“Hmm” Kyuhyun menutup matanya sambil menikmati angin ringan yang menyapu wajahnya. Tidak dapat di pungkiri, ucapan Sungmin ada benarnya. Menaiki atraksi berbahaya sangat menyenangkan. Dan Kyuhyun tidak merasa di rugikan jika secara tidak langsung, Kyuhyun sendiri yang mengabulkan permintaan Sungmin

“Gulali! Gulali! Gulalinya!” teriak seorang penjual sambil mendorong gerobaknya yang berwarna pink cerah.

Kyuhyun sontak membuka matanya, “Gulali?” entah kenapa tiba tiba dia teringat akan isi surat Sungmin.

Bukankah Sungmin juga ingin mencoba bagaimana rasanya memakan gulali?

“Ah—siapa dia! Aku tidak suka benda benda manis seperti gulali!!” elak Kyuhyun membuang muka untuk menghindari sebuah gerobak pink cerah yang sedang lewat di hadapannya. Tapi mata memang tidak bisa berbohong. Pandangan Kyuhyun terus mengikuti ke mana arah gulali pergi sambil sebuah petikan dari surat Sungmin yang tiba tiba terngiang di kepalanya

‘Pinjamkan aliran waktumu untukku….’

 

 

“Arghh!!!” Kyuhyun mengacak rambutnya sebentar sebelum bangkit berdiri lalu mengejar sang penjual gulali, “Tunggu!!!” teriaknya membuat pendorong gerobak pink itu berhenti sesaat, “Ya? Anda mau beli?” tawarnya tersenyum ramah

“Ya…” desis Kyuhyun agak terengah engah, “Saya pesan satu Adjusshi…”

“Baik!” sang penjual gulali mengambil sebuah bungkusan besar dari salah satu tangkai penyangga gerobaknya lalu memberikannya pada Kyuhyun

“Ah ini uangnya…terima kasih” ucap Kyuhyun tersenyum tipis

“Sama sama” dan ketika penjual itu pergi. Kembali, Kyuhyun bingung harus berbuat apa dengan makanan manis itu.

Ia menjauhkannya dengan rasa enggan, “Aku tidak suka makan manis dan dia memaksaku agar mengunyahnya??? Iih~” Kyuhyun bergedik sebentar

5 menit berlalu~

Pengunjung taman bermain sudah mulai ramai sementara Kyuhyun hanya berdiri seperti orang gila yang terus memandangi gulali di tangannya dengan tatapan seolah olah menyalahkan sang gulali.

‘Kenapa aku harus memakanmu!’ kalau Kyuhyun bisa berteriak, mungkin dia akan berteriak sekeras kerasnya. Tapi yah, karena ini di taman bermain. Kyuhyun memutuskan menutup mulutnya dan terus saja memegangi gulali tanpa melakukan apapun.

Anak kecil berumur 4 tahun saja sampai menunjuk gulali yang di pegang Kyuhyun dengan tatapan merengek, “Umma! Aku mau gulali juga!!” pintanya kepada seorang Ibu yang sedang berbicara dengan orang lain

“Ugh!” Kyuhyun terpaksa menyingkir dari sana keburu sang anak kecil memaksa Kyuhyun untuk membagi gulalinya

“Enak saja! Aku kan juga membelinya!” Kyuhyun terus menggerutu sambil duduk di taman agak jauh dari keramaian orang.

“Tidak ada pilihan lain…” desah Kyuhyun merasa merana, “Aku harus memakan benda ini….”

Dengan sangat tidak ingin, Kyuhyun mulai membuka plastik yang membukanya, mengambil sebagian kecil dari makanan ringan tersebut sebelum memasukkannya ke dalam mulut

Kyuhyun menyesapnya pelan pelan. Ia terbelalak kaget

“Rasanya tidak buruk” kata Kyuhyun mengakui, “Benar benar tidak buruk” Kyuhyun kembali mengambil satu bagian besar dan memakannya.

Sekarang Kyuhyun malah menikmati gulali itu sambil menonton orang orang yang sedang menaiki wahana berbahaya di sekitar taman bermain

“Ah~ hari ini benar benar menyenangkan….” Gumam Kyuhyun di sela sela acara mengemil gulalinya

*****

“Darimana saja kamu Kyuhyun!”

Ucapan marah Ibunya ketika Kyuhyun pulang malam hari dari taman bermain, tidak di gubrisnya. Kyuhyun terus saja melangkah menuju kamarnya

BRAKK

Umma Kyuhyun menutup kembali pintu kamar Kyuhyun yang sempat terbuka sementara Kyuhyun menatap Ibunya dengan pandangan marah

“Apa sih mau Umma!”

“Seharusnya Umma yang bertanya seperti itu! apa maumu Kyuhyun!” Ibunya menarik napas panjang sambil memandang nanar anak tunggalnya, “Kau membolos lagi! dan kali ini kau kemana! Karena tadi Umma sempat mengecek ke game center tapi kau sedang tidak berada di sana!”

Kyuhyun menunduk sebentar sebelum memutuskan berbicara jujur pada Ibunya, “Aku pergi ke taman bermain, sudah puas?? Sekarang biarkan aku masuk! Aku lelah” Kyuhyun menepis lengan kurus Ibunya yang menyilang di depan pintu

Ibu Kyuhyun memandang tidak percaya ke arah Kyuhyun, “Kau lelah? Bagaimana dengan Umma! Umma seharian ini kerja untuk menghidupi keluarga kita! Kau tahu kan kita sudah tidak punya Appa!”

Otak Kyuhyun bereaksi cepat. Ia membalikkan tubuhnya dengan wajah memerah menahan marah, “Jangan bawa bawa Appa! Jangan sebut itu lagi! Kalau Umma keberatan membiayaiku, aku bisa cari uang sendiri! Tetapi jangan….” Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan pandangan kelam—kepada Ibunya, “Jangan pernah bawa bawa Appa….Umma….jangan pernah….”

Kyuhyun langsung masuk ke dalam kamar dan membantingnya dengan keras

BLAMM

“Hiks….” Ibu Kyuhyun terduduk lemas. Rasa lelah akibat bekerja di tambah dengan kelakuan Kyuhyun yang berubah drastis membuatnya tidak kuat lagi menahan tangis.

Bahkan dari dalam kamar, Kyuhyun masih bisa mendengar suara lembut dari tangisan Ibunya yang biasanya selalu ceria

Tapi sekarang?

Semua sudah berubah semenjak kepergian Ayah Kyuhyun

*****

‘Please….pinjamkan aliran waktumu untukku…’

Seperti sebuah bisikan, suara itu membuat Kyuhyun langsung bangun dari tidurnya sambil melirik jam wekernya yang menunjukkan pukul 06.00 pagi

“Ah masih terlalu pagi, aku mau tidur lagi” gumam Kyuhyun kembali menghenyakkan tubuh ke atas kasur lembut. Tapi belum sempat Kyuhyun menutup mata, mendadak ia menangkap surat milik Sungmin yang keluar dari tasnya

“Aishh, kenapa sih denganku…..” Kyuhyun menyeret tubuhnya ke meja belajar, mengambil surat itu lalu membacanya sekali lagi

Ia segera menutup surat itu pas membaca keinginan lain Sungmin

“Dia memintaku bersekolah dan mendapatkan ujian dengan nilai tinggi..” Wajah Kyuhyun terlihat malas, “Yang benar saja! Tidak akan!!! Uhh~ lebih baik aku tidur lagi!!!” tolak Kyuhyun melempar surat Sungmin entah kemana kemudian berbaring nyaman di atas kasur

Masa bodoh dengan surat itu. batin Kyuhyun

Sebenarnya Kyuhyun bukan anak malas malasan. Dia adalah anak remaja biasa seperti pada umumnya.

Tapi semenjak kepergian Ayahnya. Semua tidak sama lagi

Kyuhyun sering membolos sekolah dan pergi bermain seenaknya sementara Ibunya pergi bekerja siang malam sebagai perawat di rumah sakit berbekal ijazah yang dulu ia punya.

Keluarga mereka yang biasanya jauh dari kata pertengkaran sekarang malah menjadi ajang kemarahan.

Kyuhyun dan Ibunya saling menumpahkan kepedihan mereka dengan cara yang salah. Mereka sama sama tertekan, sama sama merasa kehilangan, tapi rasa itu malah membuat mereka saling menjauh. Bukannya saling menguatkan…

“Kyuhyun! Umma bilang bangun!!!!”

Sebuah ketukan yang cukup keras dari luar kamar Kyuhyun terdengar dan membuat pintu tipis itu bergetar hebat

Lagi lagi Kyuhyun mencebikkan bibirnya—kesal, “Jangan teriak Umma!!!!” balasnya tidak peduli

Masa bodoh dengan ocehan Ummanya. Kyuhyun malah memilih membaringkan tubuhnya lagi kalau saja, surat itu tiba tiba terjatuh ke lantai kamar

Dan tepat di permintaan terakhir, surat itu terbuka lebar

‘Kumohon…..’

Kata itu dapat Kyuhyun baca dengan jelas sementara sambungan kata kata lainnya tertutup.

“Kenapa—aishh!!!” Walau enggan mengakui, Kyuhyun tergerak juga. Ia sontak menyeret tubuhnya bangkit dari tempat tidur, mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandinya

___

“Kyuhyun!!!” Ibu Kyuhyun tetap setia memanggil Kyuhyun setiap pagi meski sudah beberapa hari Kyuhyun masih mengacuhkannya dan memilih membolos sekolah.

Wajah cantiknya tertutupi oleh kesedihan juga kelelahan yang datang di waktu bersamaan. Ia mendesah berat sebelum pergi dari depan kamar Kyuhyun

Tapi baru beberapa langkah, sebuah suara membuatnya menoleh ke belakang

CKLEK

Kyuhyun keluar dari kamar menggunakan seragam lengkap sambil membawa tasnya di balik punggung

Sontak, Ibu Kyuhyun memandang anak lelakinya tidak percaya

“Umma kenapa melihatku seperti itu” sindir Kyuhyun mendahului Ibunya melangkah ke meja makan, “Aku sudah mau sekolah, Umma puas—“

Ucapan Kyuhyun teredam karena Ibunya seketika langsung memeluk tubuh Kyuhyun erat.

“Kyuhyun…..anakku….” bisik Ummanya sedikit terharu

Kyuhyun merasa agak risih. Dia memang bukan anak yang suka menunjukkan perasaannya dengan terang terangan. Kyuhyun lebih memilih melepaskan kedua tangan Ibunya dengan rasa canggung

“Umma aku hanya mau sekolah lagi, tapi kau memperlakukanku seolah olah aku baru bangkit dari kematian” gurau Kyuhyun sambil duduk di depan meja makan dan mengambil setangkup roti cokelat

“Tidak….Ibu hanya senang kau mau ke sekolah lagi….” Ibu Kyuhyun berbohong. Diam diam ia mengelap air mata yang sempat keluar dari ekor matanya lalu memasang senyum lebar di depan Kyuhyun.

Ibu Kyuhyun bahkan sampai mengantarkan Kyuhyun di depan rumah dengan perasaan berbunga bunga

Setelah hampir seminggu, Kyuhyun akhirnya mau bersekolah lagi. Entah ada apa dengan Kyuhyun pagi ini. Tapi apapun itu, Ibu Kyuhyun nyaris mengucap syukur kepada Tuhan.

Anaknya telah kembali sedia kala….

Sama seperti ketika masih ada sosok Appa di samping mereka

“Hati hati di jalan Kyuhyun!! Jangan mampir kemana mana dulu sampai jam pulang sekolah!!” teriak Ibunya dari depan rumah.

Kyuhyun tidak bisa menahan senyumnya. Ia melambai saja ke arah belakang sambil melangkah ringan ke jalan besar.

Senyum Kyuhyun bahkan semakin lebar saat melihat wajah terkejut teman temannya karena kehadiran Kyuhyun yang mendadak mau sekolah lagi

Tidak ketinggalan wali kelasnya yang sampai tidak henti hentinya berhenti di sebelah bangku Kyuhyun seraya menepuk lembut punggung Kyuhyun, “Bapak hampir mau mengunjungi rumahmu kalau kau memutuskan membolos 2 minggu ke depan” canda wali kelas Kyuhyun di ikuti tawa ringan dari teman sekelas Kyuhyun

Kyuhyun menggaruk belakang telinganya, “Maaf Pak, saya—“

“Tidak apa apa” sela wali kelas Kyuhyun, “Bapak mengerti…nah sekarang kau lebih baik bersiap siap…..Bapak mau mengadakan tes matematika mendadak—Bapak tahu, kau pasti belum belajar kan Kyuhyun”

Ini yang di sukai Kyuhyun tentang wali kelasnya. Kenakalan apapun yang di lakukan Kyuhyun, wali kelasnya tetap mengerti. Dan sekarang dia malah menggoda Kyuhyun dengan tes dadakan yang sebenarnya tidak pernah di beritahu ke murid murid lainnya

Sontak terdengar suara protesan dari seisi kelas

“Bapak!!! Bapak ngga bilang ada tes dadakan!!” protes salah satu siswa pintar sambil membetulkan letak kacamatanya

Kyuhyun dan wali kelas mereka serempak menahan senyum melihat kepanikan siswa lain

“Tenang tenang Bapak tadi hanya mau mengerjai Kyuhyun saja—“

“Tidak pak!” Kyuhyun segera menginterupsi, “Kita lakukan tes dadakan saja! Matematika kan! aku jagonya” kata Kyuhyun sambil membusungkan dadanya

“Kyuhyun….Bapak hanya bercanda saja tadi….” Kata Wali Kelasnya menggelengkan kepala yang berarti ia menolak usul Kyuhyun. Bukan sifatnya memberikan tes tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Hasil anak anak pasti langsung anjlok kalau sampai itu terjadi

Tapi tidak dengan Kyuhyun. Ucapan Wali kelasnya tanpa sadar telah mengingatkan Kyuhyun tentang isi surat Sungmin dan Kyuhyun merasa dia bisa bebas dari tanggung jawab karena terlanjur membaca surat random milik Sungmin

“Tapi Kyuhyun—“

“Ayolah Bapak…..sekali saja….” Kyuhyun tidak kehilangan akal. Ia memutar otak dengan cepat, “Kalau anak lain tidak mau tidak apa apa…..aku mau di tes sendirian…begitu juga tidak apa apa….” Pinta Kyuhyun terus mendesak

Jelas saja Wali kelasnya menaikkan sebelah alisnya—merasa bingung dengan perubahan drastis sikap Kyuhyun. Tiba tiba sudah masuk sekolah lagi lalu kemudian tiba tiba meminta tes dadakan matematika yang hanya di ucapkan sambil lalu oleh wali kelas

“Tapi kenapa??”

Mendengar itu, Kyuhyun terdiam lama. Ia memandang teman teman sekelasnya satu persatu. Betapa ia merindukan satu gengnya yang suka bermain game, teman teman yeojanya yang suka menggoda Kyuhyun sendirian, beberapa teman aneh yang suka melontarkan pertanyaan aneh

Benar kata Sungmin. Sekolah memang tempat yang menyenangkan dan meski itu tidak terlihat, Kyuhyun mau memulai dari awal lagi demi Sungmin

Demi selembar kertas yang tanpa sadar telah mempengaruhi Kyuhyun

“Aku mau melakukannya untuk seseorang Pak” jawab Kyuhyun singkat

Untuk Sungmin, ya untuk dia…

Wali kelasnya tersentak sejenak sebelum memang senyum lebar sambil mengangguk mengerti, “Baiklah anak anak! Bapak jadi mengadakan tes dadakannya!”

“Yaaa~~~” kata anak anak masih tidak ikhlas. Tapi tidak ada satupun yang protes pada Kyuhyun atau menatapnya penuh tuduhan.

Teman sekelas hanya duduk di meja masing masing—menunggu wali kelas mereka membagikan selembar kertas kosong kemudian menuliskan 20 soal matematika di papan tulis

Kyuhyun tersenyum lebar melihat sederet soal tersebut. Ia menghitung beberapa kali lalu dengan mantap mengisi lembar jawaban di atas kertas kosong

“Aku pasti dapat seratus….” Gumamnya percaya diri

*****

“Apa kau merasa lebih baik Sungmin?” tanya seorang perawat masuk ke dalam sebuah kamar VIP tempat seorang remaja di rawat inap kurang lebih dua tahun di rumah sakit itu.

Sungmin menggerakkan kepalanya dengan susah payah. Keadaannya kritis lagi namun sang perawat terpaksa mengakui betapa tegarnya Sungmin. Lihat saja senyum manis itu—senyum manis Sungmin tetap tersungging dalam keadaan seperti apapun

“Baik suster……biasa, aku gampang lelah sehabis kemo….hehehe” jawab Sungmin lemas

Sang perawat membalas senyum Sungmin sambil mengecek raut wajah, detak jantung dan urat nadi Sungmin, “Oh ya mana Appa dan Umma mu? Mereka sedang turun makan siang?” tanyanya mengajak ngobrol

“Iya….Umma dan Appa ku usir untuk jalan jalan keluar….kasihan mereka terus menerus murung melihat keadaanku hehehehe, padahal sudah kubilang aku tidak apa apa…” jelas Sungmin mengerutkan bibirnya ke depan membuat sang perawat sukses tertawa lebar

“Hahahaha, jangan memaksakan wajah imut kalau wajahmu sepucat ini Sungmin, kalau kau butuh vitamin—“

“Aku tidak butuh apa apa Suster….” Elak Sungmin keras kepala, “Aku habis kemo! Dan tubuhku lebih mendingan dari kemarin kemarin kok! Aku hanya…..” Sungmin memandang keluar jendela—melihat sekumpulan orang lalu lalang di jalan besar. SIbuk dengan dunianya sendiri. Ah andai Sungmin bisa seperti mereka.

“Hanya apa?” pancing suster itu masih betah berada di kamar Sungmin walau tugasnya sudah selesai

“Suster!” Sungmin kembali memandangi wajah separuh baya yang masih terlihat cantik di depannya, “Kenapa Anda menjadi……” mata Sungmin berkilat curiga, “Anda sedang bahagia! Aku tahu! Hahaha, apa yang membuat Suster tersenyum tersenyum terus seperti itu?” kata Sungmin malah balik bertanya

“Hehehe, kau tahu saja Sungmin….ini….tentang anakku…kau tahu anak lelakiku yang pernah kuceritakan?”

Sungmin mengangguk paham, “Yang Suster bilang sudah hampir seminggu bolos sekolah itu kan?”

“Iya!! Dan Kau tahu apa?? tadi pagi Kyuhyun-ku mau sekolah!!!” Sang suster yang juga Ibu Kyuhyun hampir menjerit menahan kegembiraannya kalau saja Sungmin tidak memberi isyarat tenang dengan telunjuknya

“Kenapa tiba tiba dia mau sekolah lagi?” tanya Sungmin agak heran

Suster tersebut mengangkat bahu, “Aku tidak tahu, tapi yang pasti….dia pelan pelan mau berubah….jujur saja Sungmin-ah, aku sempat khawatir kalau Kyuhyun berubah menjadi anak nakal…..” Ibu Kyuhyun itu menarik napas panjang, “Aku tidak punya siapa siapa lagi selain dia….suamiku sudah…..” Ia tidak menyelesaikan kalimatnya. Mendadak saja, Ibu Kyuhyun membereskan peralatan medisnya seperti buru buru mau pergi kesana

“Tunggu dulu!” ucap Sungmin sedikit mengeraskan suaranya

Ibu Kyuhyun terdiam sebentar—membenahi wajahnya yang nyaris menangis sebelum menghadap Sungmin memasang sikap biasa saja

“Ya Sungmin?”

Sungmin tersenyum cerah, “Sampaikan salamku untuk anakmu itu yah…”

Suster itu membalas senyum Sungmin seraya berkata, “Baik—akan kusampaikan”

Setelah itu, Ibu Kyuhyun menutup pintu kamar Sungmin dengan lembut

*****

“Sudah kuduga, aku bisa mendapatkan nilai seratus!!” pekik Kyuhyun terus berlari kencang sehabis pulang sekolah. Larinya bahkan tidak terhenti meski Kyuhyun sempat melewati game center kesayangannya atau taman bermain yang berubah menjadi tempat nongkrong kedua bagi Kyuhyun

Tidak. Ia masih memegangi hasil tes dadakan itu di tangan kirinya sementara kedua mata Kyuhyun berbinar penuh cahaya.

“Aku jadi tidak sabar bertemu dengan Umma!” ucap Kyuhyun sedikit terengah engah kelelahan

Ia terus saja berlari hingga sampai di depan rumahnya. Kyuhyun berhenti hanya untuk membuka pintu rumah lalu berteriak keras, “Aku pulang Umma!!!”

Ibu Kyuhyun yang baru pulang untuk berganti baju karena dinas sampai malam, menjulurkan kepalanya dari luar kamar. Ia tersenyum menyambut kedatangan Kyuhyun tapi matanya agak menatap anaknya curiga, “Kau tidak bolos lagi kan?” tanyanya sangsi

Kyuhyun yang tadinya tersenyum lebar spontan berubah datar, “Umma membuat moodku jelek saja! Aishh aku tidak membolos! Aku malah mau menunjukkan sesuatu pada Umma…” pamer Kyuhyun sok tersenyum misterius

“Apa?” tanyanya Ibu Kyuhyun cepat

Tangan kiri Kyuhyun terjulur ke depan—memperlihatkan secarik kertas yang hampir lusuh karena terbawa angin dari tadi karena di bawa Kyuhyun berlari, “Umma! Walaupun aku tidak masuk sekolah lihatlah! Anakmu tetap pintar! Aku bahkan mendapatkan nilai sempurna!” seru Kyuhyun kembali memasang senyum bahagianya

“Ni…nilai sempurna….” Ibu Kyuhyun langsung merampas kertas itu dari tangan Kyuhyun—membaca dengan seksama, “100…….ini…” Ibu Kyuhyun benar benar kehilangan kata kata

“Lihat Umma…..aku bisa mendapatkan nilai ba—“

Tubuh Kyuhyun segera membeku melihat Ibunya memeluk Kyuhyun untuk kedua kalinya. Membuat Kyuhyun tidak dapat merespon dengan benar. Ia hanya mengelus punggung wanita separuh baya itu.

Dan dalam dekapannya, Kyuhyun baru sadar betapa kurus tubuh Ibunya. Tubuh yang berubah karena lelah mencari uang siang dan malam sebagai perawat tidak tetap di sebuah rumah sakit

“Umma….jangan menangis…aku membawa berita bagus kenapa kau tetap menangis…..aku kan tidak membolos lagi…” gumam Kyuhyun saat merasakan bagian depan kemejanya basah terkena air mata

“Umma menangis karena bahagia……Umma….hiks….Umma janji akan meluangkan waktu bersamamu agar kau tidak merasakan kesepian…..ya…Tapi jangan pergi lagi membolos….Umma takut kehilanganmu Kyu….kau tahu kita tidak punya siapa siapa lagi…” ucap Ibunya di antara sela tangisannya

“Umma kira aku membolos karena kesepian?” tanya Kyuhyun tersentak sambil melepaskan pelukan mereka berdua

Ibunya mengangguk lemas.

Kyuhyun mendesah dengan berat hati. Ia segera memeluk tubuh Ibunya lagi—kali ini terasa lebih erat dari sebelumnya

“Aku membolos bukan karena itu Umma” tolak Kyuhyun nyaris tanpa suara

“Lalu? Apalagi kalau bukan…itu?”

Kyuhyun terdiam lama—membayangkan wajah seseorang sebelum akhirnya berbicara terus terang

“Aku memikirkan Appa Umma…..” jawab Kyuhyun jujur

Tubuh Ibunya menegang dalam pelukan Kyuhyun. Ia diam saja menunggu Kyuhyun berbicara lebih banyak lagi karena jujur dia sendiri bingung melihat sikap Kyuhyun yang terlalu ‘tegar’ pada saat Appa mereka di semayamkan

Kyuhyun bahkan tidak menangis waktu itu terjadi. Ia hanya diam dan mematung di tempat

“Seminggu yang lalu….waktu aku mau pergi ke sekolah….dari seberang jalan aku melihat sosok Appa yang memakai kemeja berwarna biru laut—warna kesukaan Appa, memegang tas dengan sebelah tangan dan memegangi handphone di tangannya satu lagi….aku mengira…yah…” Kyuhyun tercekat saat menyelesaikan kalimatnya, “Aku kira dia Appa Umma….”

“Kyu..” tegur Ibunya

“Aku tahu! Aku tahu Umma! Appa sudah tiada! Tapi tetap saja aku mengejar sosoknya sampai menyebrang jalan dan ketika aku menepuk punggungnya sampai pria itu membalikkan tubuhnya….aku baru sadar…..dia bukan Appa….tiba tiba aku merasa bodoh Umma…”

“Aku mengejar sosoknya Umma, setiap kali aku melihat sosok yang sama dengan Appa, aku kira dia kembali! Aku kira…..” Kyuhyun menggeleng lemas, “aku tidak tahu memikirkan apa Umma…..aku masih belum bisa menerima kepergian Appa….dia….” Kedua tangan Kyuhyun mencengkram tubuh Ibunya lebih dekat lalu menaruh kepalanya di sana, “Aku belum mau dia pergi Umma…..kenapa Tuhan mengambil Appa secepat itu….aku…..” Kyuhyun tidak kuat lagi. Ia memang berusaha tegar. Mencoba tetap tidak mengeluarkan air mata karena sekarang dialah tumpuan keluarga—anak lelaki satu satunya

Tapi…tetap saja….Kyuhyun merasa kehilangan lebih dari yang pernah ia bayangkan sebelumnya

“Kyuhyun….sst…..kau masih punya Umma di sini….” Gumam Ibunya bergantian menopang tubuh Kyuhyun yang merosot jatuh ke lantai. Ia memeluk anak tunggalnya dengan penuh kasih, “Kita pasti bisa melewati ini semua, Umma janji….jangan bersedih lagi….”

Kyuhyun diam saja. Ia membenamkan wajahnya lebih dalam—berusaha menumpahkan perasaan kehilangannya tanpa mengucapkan apapun

Dalam keheningan itu, Ibu Kyuhyun merasa keluarga mereka telah kembali walaupun dalam artian tertentu.

Asal Kyuhyun bersamanya, Ibu Kyuhyun akan berusaha sebisa mungkin mengembalikan senyum Kyuhyun kembali seperti semula

*****

“Kondisi pasien 409 semakin melemah! Segera siapkan beberapa alat di ruang ICU!”

“Baik Dokter!”

“Siapa yang suster yang bertugas malam ini??”

“Ada beberapa Dokter! Tapi karena tadi ada dua ambulans membawa korban kecelakaan, sekarang kami kekurangan tenaga” ucap kepala suster agak khawatir

“Kita butuh bantuan untuk pasien ini! Cepat telepon beberapa suster yang rumahnya dekat sini dan bisa datang secepat mungkin!” suruh Dokter penyakit dalam kepada kepala suster

“Baik Dok!” Kepala suster bergegas bertindak cepat menelepon seseorang melalui telepon pribadinya setelah keluar dari ruang operasi

Tiit….

“Ayo angkat Nyonya Cho…..”

Drettt

“Umma!! Telepon genggammu bergetar tuh” seru Kyuhyun yang sedang asyik menonton televisi sambil mengunyah dengan mulut penuh snack ringan

“Angkat dulu Kyuhyun! Umma sedang mandi!!!” teriak Ibu Kyuhyun dari dalam kamar

“Aishh baiklah…” Kyuhyun meraih telepon di atas meja dekat sofa lalu memencet tombol berwarna hijau di layar telepon, “Halo?” ucapnya sopan karena tertera nama suster kepala di layar telepon. Pasti atasan Umma, pikir Kyuhyun

“Halo?? Nyonya Cho??” balas suara dari seberang sana—kedengaran agak panik

“Bukan…maaf Ibu sedang mandi, ada perlu apa saya bisa menyampaikannya?”

“Tolong suruh Ibumu—anda Kyuhyun-shi bukan? Putra Nyonya Cho?”

Kyuhyun mengangguk walaupun tidak di lihat lawan bicaranya, “Iya saya sendiri”

“Tolong sampaikan pada Ibumu agar bertugas malam ini! Saya tahu bukan jadwalnya jaga malam, tapi kami benar benar kehilangan orang! Ada pasien penyakit kanker akut yang kambuh secara tiba tiba”

“Oh baiklah—akan saya sampaikan!” jawab Kyuhyun bersuara resmi. Ia tahu benar situasinya benar benar genting sehingga Kyuhyun langsung menyampaikan pesan itu setelah melihat Ibunya keluar dari kamar

“Umma di suruh ke rumah sakit—ada pasien kanker akut yang kambuh tiba tiba” jelas Kyuhyun

Wajah rileks Ibu Kyuhyun berubah tegang, “Apa dia tidak bilang siapa nama pasiennya??” tanyanya langsung buru buru masuk ke dalam kamar untuk berganti baju

“Tidak!” jawab Kyuhyun agak sedikit keras, “Atasan Umma hanya menyuruh Umma segera datang!”

“Aigo~ pasti itu Sungmin! Dia kenapa lagi!” gumam Ibu Kyuhyun keluar dengan pakaian lengkap susternya walau tertutupi jaket tebal.

“Sungmin?” Kyuhyun berhenti mengunyah cemilan. Sungmin? Nama itu bukankah…..

Kyuhyun masih saja menatap seksama Ummanya yang sudah mau keluar rumah sambil menenteng tas kecil di pundak

“Umma! Umma bilang Sungmin??” tanya Kyuhyun bangkit berdiri dan mengekori ummanya hingga ke depan pintu rumah

“Iya—dia itu pasien favorit Umma, dia seorang pengidap penyakit kanker mematikan…tapi yah…dia selalu tersenyum…” bisik Ibu Kyuhyun sibuk memakai sepatu, “Sudah ya Umma tinggal dulu, jaga rumah baik baik!”

“Umma tunggu dulu—aku belum tahu nama lengkapnya, apakah dia Lee—“

BLAMM

Ibu Kyuhyun sudah terlebih dahulu menghilang dari balik pintu

“Arghhh!! Umma selalu buru buru!!”

Kyuhyun tidak kehilangan akal. Bergegas Kyuhyun kembali ke kamar, mengaduk aduk isi tasnya hingga semua buku pelajaran tercecer keluar untuk mencari surat aneh tersebut.

Berhasil! Kyuhyun menarik secarik amplop yang sudah kusut tidak karuan dari sela buku biologinya. Senyumnya spontan merekah ketika Kyuhyun membuka pelan pelan isi surat itu lagi

Matanya kembali membaca setiap baris yang di tulis Sungmin dengan seksama—sekumpulan potongan kejadian beberapa hari belakangan membuat pikiran Kyuhyun sontak terbuka lebar……

“Iya, namanya Sungmin—dia pasien favorit Umma”

“Namaku Lee Sungmin”

“Dia seorang pasien pengidap penyakit kanker—mematikan”

“Aku mengidap penyakit kanker tulang belakang—stadium 4”

“Tidak!! Ini terlalu mirip!” erang Kyuhyun meremas kertas kusam itu dalam genggaman tangannya sambil berjalan kesana kemari dengan perasaan gusar, “Masa iya dia pasien di rumah sakit tempat Umma bekerja?? Itu tidak—“

Kyuhyun terdiam lagi. Kepergian Umma yang terburu buru tadi nyaris membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya—merasa ngeri

Bukankah tadi kepala suster mengatakan bahwa pasien yang-belum-Kyuhyun-tahu-siapa-itu dalam keadaan gawat

Bagaimana kalau itu benar benar Sungmin.

Sungmin yang juga seseorang penulis surat tidak bernama di tangan Kyuhyun saat ini

“Aku harus memastikannya sendiri” itu keputusan Kyuhyun.

Ia bergegas mengambil jaket tebal dari samping meja dekat sofa di ruang tamu lalu keluar rumah menuju rumah sakit Seoul yang berjarak hanya beberapa meter

___

“Bertahanlah Sungmin-shi! Ayo tarik napas dalam dalam—pelan pelan saja! Ayolah!” perintah sang Dokter memasang tambahan beberapa selang di tubuh Sungmin dalam ruang isolasi.

Sungmin mengangguk. Berusaha menggerakkan tubuhnya sebisa mungkin. Sia sia sudah sikap tegarnya selama ini. Lihat saja kedua orangtuanya yang mengintip dari balik jendela. Tangis mereka kembali pecah dan senyum dari bibir mereka menghilang

Sungmin merasa sedih. Kenapa ia bisa selemah ini. Kenapa sedikit saja tubuhnya telat meminum obat, maka dia akan tambah lemah seperti ini

Kenapa….

Kenapa Tuhan tidak membiarkannya mati saja agar tidak selalu melihat tangis kedua orangtuanya gara gara penyakit ganas Sungmin

“Sungmin…..jangan menangis….kau akan baik baik saja….” Bisik Ibu Kyuhyun atau bisa kita sebut salah satu suster tambahan yang di tugaskan untuk membantu Dokter menolong kondisi Sungmin saat kritis tadi

Sungmin memalingkan wajahnya yang menghadap kaca luar ruang isolasi—menutupi air matanya sendiri, “Kenapa aku lemah sekali Suster…..aku sudah berusaha…aku tidak pernah patah semangat…..tapi kenapa….”

Selalu itu pertanyaan Sungmin, kenapa??

Kenapa selalu tidak ada caranya membuat dia bisa bangkit dari rasa kesakitan yang merongrong Sungmin dalam usia semuda ini

Sungmin sudah mencoba segalanya. Jangan katakan dia tidak berusaha! Dia bahkan melakukan apapun agar bisa sembuh. Bahkan rambutnya sudah habis semua demi menjalani kemoterapi yang berdampak buruk terhadap tubuhnya

Sekarang Sungmin tidak ubahnya seperti anak kurus, berwajah pucat dan tanpa sorot kehidupan…

“Hei! Jangan katakan itu” bisik Ibu Kyuhyun mencuri curi pandang pada Dokter yang sibuk mengukur takaran infus Sungmin, “Kau hanya perlu berusaha lebih keras lagi Sungmin!” kata Ibu Kyuhyun tersenyum menyemangati Sungmin

“Tapi…”

“Sungmin…jangan terlalu banyak bicara dulu” tegur Dokter muda sambil menulis beberapa catatan di papan miliknya, “Suster sebaiknya kita tinggalkan dia sendiri di sini….dan untukmu Sungmin…” Dokter tersenyum ramah—senyum hangat yang secara tidak langsung turut memberi semangat pada Sungmin, “Istirahatlah sebaik mungkin…..kalau kau bersikap baik—besok kau akan kembali ke kamarmu semula, ok?”

Sungmin tersenyum ragu ragu, “Baik Dokter…”

Ibu Kyuhyun mengangguk mengerti, ikut beranjak dari sisi Sungmin dan mengikuti langkah Dokter keluar dari ruang isolasi

Tinggalah Sungmin yang sedang susah payah menggeser tubuhnya agar bisa berbaring lebih nyaman. Ia menoleh ke samping kanan dan kiri. Bercanda dengan diri sendiri karena melihat ada dua tambahan infus lagi di sela sela kedua lengan

“Satu…dua….hmm….” Pandangan Sungmin menghadap ke langit langit ruang isolasi

Hanya ada gelap.

Sungmin bosan. Ia memberanikan diri untuk menoleh ke arah kaca di luar ruang isolasi

Kosong

“Ha~ pasti Suster Cho yang menyuruh Umma dan Appa pergi…..yah….aku sendiri di sini….” Gumam Sungmin mencebikkan bibirnya ke depan. Dia tidak punya pilihan lain selain memaksa kedua matanya agar lebih cepat terpejam

Dalam hitungan menit, tubuh Sungmin terbaring rileks sambil terlelap nyenyak. Untuk sesaat kerisauannya menjauh dari dalam pikiran Sungmin

Dan ia hanya tenggelam ke dunia mimpinya yang selalu gelap tanpa mengetahui kalau ada dua sosok sedang memperhatikannya di dekat jendela isolasi

“Jadi itu Umma pasien bernama Sungmin? Lee Sungmin?” cecar Kyuhyun mendadak datang begitu saja, menemui Ibunya dengan permintaan sangat ganjil. Ibunya saja sampai mengerutkan dahi ketika Kyuhyun mendesak agar bisa menemui Sungmin.

Jadi di sinilah mereka sekarang. Ibu Kyuhyun mau menunjukkan Kyuhyun tempat di mana Sungmin di isolasi, tapi dengan satu syarat : Kyuhyun tidak boleh mengganggunya sama sekali—bahkan mendekatinya sekalipun. Itu dikarenakan Sungmin benar benar dalam kondisi sangat lemah

“Iya….kasihan dia….Sungmin anak baik….Dia mau sembuh hanya demi orangtuanya—dia tidak mau melihat Appa dan Ummanya menangisi dia setiap hari….kau tahu….kalian berdua punya persamaan” goda Ibu Kyuhyun masih memandang wajah teduh Sungmin saat tertidur

Kyuhyun sontak menghadap ke samping, “Apa persamaan kami?” tanya Kyuhyun bernada menuntut

“Yah…sama sama anak tunggal dan sama sama ingin membahagiakan orangtuanya…” jawab Ibu Kyuhyun bijaksana, “Aku tahu kau Kyuhyun, kau anak baik…..dan Sungmin juga begitu…..”

“Tapi nasib dia kurang beruntung…” sambung Kyuhyun mengikuti jejak Ibunya—menatap wajah pucat Sungmin dari luar ruang isolasi

“Ya, itu benar”

Hening sejenak. Kedua pasangan Ibu dan anak itu hanya terdiam tanpa banyak bicara. Menyelami pikiran mereka yang tanpa sadar penuh dengan sosok Sungmin

Meski dalam konteks yang berbeda satu sama lain….

*****

“Pagi Sungmin” sapa Ibu Kyuhyun mendorong kursi roda yang mengantar Sungmin keluar dari ruang isolasi menuju kamarnya sendiri di lantai atas

Sungmin masih selemah semalam meski sudah lebih kuat. Ia ngotot setengah mati agar di pindahkan ke kamar biasa. Sungmin muak dengan ruang isolasi—membuatnya cepat mati saja, kata Sungmin sinis di depan dokter dan beberapa suster perawatnya

“Pagi…” jawabnya malas malasan, “Suster tahu di mana Appa dan Umma?” merekalah yang pertama Sungmin cari dari tadi. Sosok kedua orang itu tidak ikut menjemput Sungmin keluar dari ruang isolasi

Suster atau bisa di bilang Ibu Kyuhyun itu menundukkan kepala—mensejajarkan dengan Sungmin, “Appa dan Umma pulang ke rumah sebentar mengambil baju gantimu…..” jelas Ibu Kyuhyun

“Oh” Sungmin kembali diam seribu bahasa sampai di depan pintu kamarnya.

Ibu Kyuhyun dengan telaten membantu Sungmin naik ke atas tempat tidur, membenarkan beberapa bantal supaya Sungmin lebih nyaman lalu terakhir menyelimuti tubuh kurus Sungmin

“Kalau butuh apa apa, tekan saja belnya Sungmin-ah” kata Ibu Kyuhyun tersenyum ramah

“Aku mengerti” jawab Sungmin mengangguk lemah. Tiba tiba ekor matanya menangkap secarik amplop dari atas meja kecilnya di samping tempat tidur

“Suster” panggil Sungmin membuat langkah Ibu Kyuhyun yang sudah di ambang pintu, terhenti

“Ya Sungmin?” Ibu Kyuhyun membalikkan tubuhnya

Sungmin membolak balikkan amplop berwarna putih itu di hadapan Ibu Kyuhyun, “Surat ini dari siapa? Apa ini punya Appa atau Umma yang ketinggalan di sini?” tanya Sungmin bingung

Ibu Kyuhyun tidak bisa menahan senyum misteriusnya, “Bukan—itu bukan milik mereka berdua Sungmin….itu surat untukmu, bacalah….”

“Untukku?” ulang Sungmin tidak percaya

Ibu Kyuhyun mengangguk antusias

“Tapi kenapa?”

“Aishh~ berhenti bertanya kenapa Sungmin, sudah baca saja, kau akan tahu dari siapa! Sudah saya harus pergi dulu—masih banyak pasien menungguku…” kelihatan sekali Ibu Kyuhyun tidak mau menjawab pertanyaan Sungmin. Ia langsung membanting pintu kamar Sungmin selagi Sungmin sendiri sibuk dengan pikirannya

Dan tidak ada pilihan lain

Sungmin mencoba membunuh rasa penasarannya seraya mengeluarkan cepat cepat surat itu dari amplopnya.

Hai Sungmin-shi….

 

Aku adalah orang yang tidak sengaja menemukan suratmu di dalam kotak suratku….

 

Yah, aku sudah membaca semua petunjuk juga permohonanmu….

 

Aneh ya, bukannya aku bertemu denganmu dan membicarakan petualanganku dengan semua permohonan konyolmu (Jujur saja aku masih harus berpikir seribu kali untuk mencoba bagaimana rasanya gulali)

 

Tapi kau tahu….

 

 

Semuanya benar benar menyenangkan! Aku tidak bohong!

 

Awalnya juga aku tidak percaya menuruti saja kemauanmu pergi ke taman bermain, mencoba semua permainan berbahaya kemudian memakan gulali yang ternyata…ehem…..aku lagi lagi harus mengakui….rasanya….tidak terlalu buruk…..benar!

 

Oh baiklah! Aku mengaku! Berkatmu, aku jadi suka makan gulali—rasa manisnya menyenangkan….

 

 

Sungmin tertawa kencang membaca deretan bahasa non formal Kyuhyun yang berbicara apa adanya—tertutama ketika dia begitu membahas detail tentang masalah gulali

Sungmin meredam suara tawanya sambil membacanya kalimat selanjutnya

Dan masalah pergi ke sekolah…hmm…..sepertinya kau perlu tahu sesuatu….

 

Sebelum suratmu sampai padaku, aku sebenarnya sudah membolos seminggu lebih….

 

Aku—yah katakanlah aku benar benar dalam fase masih butuh waktu untuk sendiri

 

Apalagi Appa-ku belum lama meninggal. Rasanya begitu berat buatku, bertingkah seperti tidak terjadi apa apa

 

Aku tahu, aku bodoh dan tidak bertanggung jawab…

 

Tapi….

 

Lagi lagi berkatmu Sungmin,

 

Aku mau pergi ke sekolah lagi…..kau bisa membayangkannya?

 

Ibuku saja sampai menangis melihat perubahanku…

 

 

Tapi jangan kira aku melupakan semua perintahmu Sungmin! Lihatlah aku berusaha keras mendapatkan nilai seratus! Di ulangan matematika lagi! hahaha~ aku memang jenius, ayolah kau harus akui itu! aku yang seminggu tidak masuk sekolah bisa saja menyelesaikan 20 soal matematika random lagi! Hahahaha

 

Apakah aku terlalu narsis Sungmin??

 

 

“Hahaha~ kau memang terlalu narsis!” jawab Sungmin setengah terharu setengah bahagia membaca beberapa kalimat surat asing tersebut. Sungmin bahkan mengelus guratan kasar tulisan tepat di mana orang itu mengatakan, ‘Berkatmu—Sungmin….’

Sungmin merasa sangat bahagia. Ia memeluk surat itu—merasakan aliran waktu sang penulis merambah tubuhnya dan membuat kekuatan Sungmin bangkit kembali

“Kau meminjamkan waktumu untukku…..terima kasih….” Ucap Sungmin pada surat tak bernyawa itu sebelum melanjutkan bacaannya yang sempat tertunda

Di dalam amplop ini, aku juga turut menyertakan potongan karcis taman bermain dan juga hasil testku yang mendapatkan nilai seratus!! Hahaha, aku melakukannya agar kau percaya kalau aku melakukan semua permintaanmu~

 

Aku sudah meminjamkan aliran waktuku untukmu,

 

Tapi bolehkah aku meminta sesuatu sebagai imbalanku? Ayolah, jangan terlalu pelit!

 

 

“Apa yang kau minta?” tanya Sungmin seolah olah surat itu bisa menjawab pertanyaannya

Ia membaca lagi

Sekarang…..giliranmu meminjamkan aliran waktumu untukku…

 

Hei! Jangan berasalan gara gara penyakitmu kau tidak bisa membagi aliran waktumu untukku! Aku menolak alasan itu mentah mentah!

 

 

 

“Aishh!” Sungmin merengut kesal—wajahnya mengeluarkan berbagai emosi yang jarang ia tunjukkan sebelum sebelum ini. Surat tak bernama ini berhasil membuat Sungmin mengeluarkan dirinya yang sudah lama terkubur dalam penyakit ganas ini

“Dia sudah tahu aku pengidap kanker dan waktuku tidak lama lagi! tapi kenapa dia malah…..” Sungmin berusaha meredam suara protesnya sambil memaksakan diri membaca lanjutan kalimat ganjil Kyuhyun

 

Aku minta satu saja, tidak banyak kan? jadi jangan protes dan lanjutkan saja membacamu…

 

Yang aku minta padamu hanya…..

 

Berusahalah untuk sembuh Sungmin…..

 

Hanya itu, aku tidak mau dengar waktumu tidak lama atau kau mengidap penyakit kanker stadium akhir

 

Kau masih bisa sembuh, kau masih bisa bersekolah, kau akan sehat sedia kala dan terus melanjutkan acara kurang kerjaanmu mengirim surat tidak bernama di kotak suratku….

 

Jangan bilang kau tidak bisa! Berusaha saja! Tidak susah kan?

 

 

“Aku sudah berusaha…percayalah…” bisik Sungmin tidak kuat menahan air matanya lagi, “Aku sudah berusaha sebisaku….tapi tetap saja….aku tidak bisa…..” Sungmin menggeleng kuat. Ia tidak mau tulisan di atas memberinya mimpi agar bisa sembuh seperti sedia kala

Itu kan tidak mungkin terjadi. Pikir Sungmin

“Kata siapa tidak bisa??” sebuah suara asing tiba tiba saja mengudara di sekitar punggung belakang Sungmin.

Sontak saja Sungmin terlonjak lalu bergerak menjauh sambil buru buru menghapus air mata di wajah pucatnya

“Siapa kau!” hardik Sungmin melotot tidak bersahabat kepada namja berambut hitam gelap di depannya saat ini. Lagipula darimana dia bisa masuk? Apa karena Sungmin terlalu berkonsentrasi membaca?

Pria itu bukannya membalas omongan Sungmin malah mendorong salah satu kursi mendekati Sungmin lalu mereka berdua duduk berhadap hadapan.

Mata Sungmin mengerjap bingung sebelum merasa malu di tambah salah tingkah di tatap selama itu oleh orang yang belum di kenal

“Kau belum jawab! Kau siapa bisa masuk seenaknya ke kamarku!” tuntut Sungmin sok galak. Padahal dalam hati ia sudah bersiap mau memencet tombol kalau pria ini punya niat aneh

“Aku? Siapa?” Pria itu mendengus seolah olah ada yang lucu di sini. Dan sekali lagi, tanpa permisi, ia merampas surat Sungmin membuat Sungmin mengerang protes namun langsung berhenti seketika waktu Kyuhyun—nama pria itu, mengeluarkan selembar kertas ulangan dari dalam amplop

“Baca saja nama di atas kertas ini kalau mau tahu namaku” ucap Kyuhyun menyerahkan kertas ujiannya ke tangan Sungmin

Sungmin melongo lebar—wajahnya terkejut bukan main begitu melihat kertas itu, suratnya dan sosok Kyuhyun secara bergantian

“Kau…..itu…..yang menulis surat ini?” tanya Sungmin menunjuk surat miliknya yang masih di tangan Kyuhyun

“Iya….dan ini juga tiket waktu aku pergi ke taman bermain…” tambah Kyuhyun mengeluarkan sebuah tiket sederhana di dalam tangan Sungmin yang belum bergerak dari tadi, “Kau tahu—ternyata menyenangkan main wahana menyeramkan, menantang adrenalin! Tapi yang tidak terlupakan bagiku adalah mencoba gulali! Rasanya enak sekali!” tutur Kyuhyun terus saja berbicara panjang lebar tanpa memperhatikan sorot Sungmin yang masih shock

“Tunggu dulu—ngg….” Sungmin mengeja sebuah nama di lembar kertas ujian tersebut, “Kyuhyun-shi! Kau kah yang menemukan suratku itu??” tanyanya memastikan

Kyuhyun yang tadinya sudah seru seru bercerita berubah kesal, “Ternyata dari tadi kau tidak memperhatikan ucapanku ya?? Kalau bukan aku yang menemukan kenapa aku bisa tahu persis apa permintaanmu! Apa aku perlu membawa suratmu sendiri ke sini” kata Kyuhyun sedikit tersinggung

“Tidak! Bukan itu…” Sungmin menggerakkan tubuhnya yang belum sehat belum—terlalu berlebihan. Dan rasa pusing tiba tiba menyergap ke dalam otak Sungmin

“Uhhh…” spontan Sungmin jatuh lunglai di atas tempat tidur

“Sungmin!!” Kyuhyun segera menahan kepala Sungmin yang lalu ia pindahkan ke atas bantal empuk, “Mianhe…aku membuat kondisimu drop ya?? Aishh aku bisa di marahi Umma nanti” gumam Kyuhyun merasa bersalah

“Tidak Kyuhyun-shi….aku memang lemah ahahahaha…..” canda Sungmin mencoba tersenyum tipis walau wajahnya tidak bisa berbohong. Kyuhyun saja memandangnya kasihan sambil membenahi letak berbaring Sungmin, “Kau tidur saja lagi, aku bisa pergi dari sini”

“Tidak! Tidak!” Sungmin meremas baju Kyuhyun dari depan, “Kau belum bercerita tentang tes nilai seratusmu….ayolah…..sudah lama aku tidak berbicara dengan orang lain……” pinta Sungmin dengan wajah memerah. Ia pasti terlihat sedang mengemis ingin di jadikan teman pada Kyuhyun.

Tapi Kyuhyun sendiri tidak berpikir begitu, ia melepaskan tangan Sungmin dari bajunya lalu menaruh surat miliknya untuk Sungmin di atas meja, “Kau tidak bisa terlalu lelah Sungmin…..kalau kau butuh aku, atau mau bercerita sesuatu….tulis saja surat lagi….aku pasti akan segera membalasnya….” Janji Kyuhyun mengangguk pasti

“Kau janji?” tanya Sungmin menawarkan pinky promisesnya pada Kyuhyun. Memang konyol melihat sikap Sungmin seperti anak kecil yang takut mainannya di rebut. Tapi kalau kau hampir menghabiskan waktumu di rumah sakit tanpa teman di sisimu, kau mungkin akan melakukan hal yang sama dengan Sungmin

Ia butuh teman dan Kyuhyun datang di saat yang tepat.

 “Janji Sungmin! Nah sekarang kau tidur saja, istirahatlah….” Kyuhyun terkekeh sejenak sebelum mengaitkan kelingkingnya pada jari Sungmin

“Baiklah…..” Sungmin mulai menutup mata dengan sebuah senyum menghiasi wajah pucatnya

Sedangkan Kyuhyun?

Tanpa sepengetahuan Sungmin, Kyuhyun masih saja asyik di sana—tersenyum melihat beberapa raut wajah Sungmin yang bisa berubah menjadi beberapa mimik lucu dalam interaksi singkat mereka. Kyuhyun saja sampai tidak percaya kalau Sungmin itu punya penyakit kanker—dia tampak normal di mata Kyuhyun.

“Tenang saja Sungmin….mulai sekarang kau tidak perlu meminta aliran waktu milikku….karena aku akan langsung memberikannya padamu….” Bisik Kyuhyun lembut

Ia kembali menyeret sebuah bangku hingga tepi ranjang Sungmin, menopang dagu dan melanjutkan acaranya menatap wajah Sungmin yang sedang lelap tertidur

THE END

Special buat seseorang yang udah gw buat sakit hati padahal dia satu satunya orang yang paling ga mau gw sakitin. Orang pertama yang mengenalkan tentang gw Kyumin. Orang yang tahu gw nulis Nolu bukan karena ngeship Kyumin. Dia ga pernah musuhin gw atau mengatai gw munafik karena berani nulis ff Kyumin tapi bukan Kyumin shipper

Yang dilakukannya malah membuat gw yang ga tahu apa apa—bisa di bilang newbie Kyumin, menjadi tergila gila dengan pasangan ini…

So, this fanfic special for u….and thank u….

58 responses to “≈Tegami≈

  1. Onnie…. “Panggilan penuh dengan sarat kerinduan”😄 boleh numpang nangis ngga sama numpang buang kesel ? Cerita.a sedih,boong kalo ngga nangis habis baca ff ini..”Atau mungkin aku termasuk reader cengeng” akhir2 ini aku susah tidur (krn byk tugas)Iseng buka blog onnie ternyata update ff baru..senang !!😀 my habits aku selalu kesel dan gak terima kalau dalam setiap karya onnie itu ada tulisan “the end” gak rela..>.< Ff ini harus Lanjut ini tuh cerita.a masih gantung buat sequel.a yah🙂 aku sayang onnie,karya onnie,blog onnie^^

  2. Aaah gimana yaaa komennya Ama bingung=))
    Cerita ini unik sih menurut Ama , tanpa disadari mereka saling menguatkan satu sama lain~
    sedih tapi manis …
    Tapi apa ini sad atau happy story eon? Ama masih belum paham, kudu SEQUEL ini! wkwkwk *maksa

    Ya gitu aja deh komennya Ama ga pernah bisa kasih kritik buat author kyumin haha dan Ama juga ngerasa ga pantes untuk mengkritik orang *apasih!

    Keep writing eon, fighting! NOLU selalu Ama tunggu~ *big kiss and hug*

  3. Eonni T.T
    Sediiiih bgt crita ny.. Tp kereeen >.<
    Minnie emank hebat bisa nyadarin kyu buat jd anak bae2 lg😄
    Bikin sequel ny eon.. Msh penasaran nasib minnie bakal sembuh ap gk.. Yah?? Yah?? Pleaseee~

  4. Unnie, dirimu membuatq berurai air mata neh. Huhhuhu sedihnya #nangis dipelukan umin oppa

    Dilanjutin donk unnie pengen tahu sungmin ntar sembuh gak… Semoga aja sembuh dan bisa bersama dg kyuhyun. Btw aniwae busway Nolunya kapan keluarnya unnie?

  5. Unnie…. Hiks hiks sedihnya cerita Kyumin lebis sedih daripada BTS deh…. Aq baca judulnya aja langsung searching en download lagunya…. Sumpah keren banget unnie langunya…. Apalagi cerita unni gak kalah sedih en bagus…. Selalu menanti update terbaru ff unnie deh mantengin fb unnie dan wp unnie neh…. Hehhhehe

    Btw minta request dilanjut donk ceritanya pengen tau kelanjutan hubungan kyumin en sungmin dibikin sembuh donk unnie jebal….. #Masang puppy eyes….. Kl gak mempan dah ngasah golok buat nodong unnie lanjutan Tegami…. Hehhehe

    Hwaiting unnie…. >o<

  6. hiks hiks hiks mit w lagi gawe nie haduh nangis dweh… w jagi inet ibu w … haduh yakin yah ff lo sllu bikin w tambah sayang ma lo mit❤ sarangHAE

    w slalu berterimakasih sama tuhan w di bikin sasit gigi dulu heheh

  7. sedih. tapi entah kenapa aku ga bisa nangis, rasanya kaya ngelamun baca ff ini.
    eonni, kamu selalu aja bisa bikin aku kebawa sama ff yang kau ciptakan,hmm
    aku yakin, ada lanjutannya kan?😉
    aku tunggu😀

  8. Eonni …. Huaaaa >OO<

    Sebas eonni kl buat FF slalu ada pesan moralnya. Daebak. Keep writing ^^ Hwaiting~ :]

  9. uwaaa~~ eonni DAEBAK!!
    biasa Qw baca pasti kyuhyun yg kena penyakit, ato malah 22nya yg kena penyakit!!
    tp sekarang sii Sungmin yg kena?? what the!! #plakk
    biar pun gk tega tp ini sesuatu yg baru buat Qw, kekek

    akhhh~~
    ending nya rada gantung sich!! tp Qw suka..
    setidaknya kyu ma minnie udh saling pandang..
    tinggal Qw lanjutin sendiri khayalan Qw,, heheh

    aaa~~ sebas unn emang jjang..
    unn!!
    HWAITING!!!
    aku tunggu karya yg lain kekek…🙂

  10. Sebas…! ambilin gw tissu.. (ditampol Sebas) hiks😥 ampun dah, gw benern nangis gaje baca ini, gw pikir Sebas cm bs bwt ff yg happy2 doang, tp ini apa? setiap kata yg gw baca membwt emosi gw naek turun mengaduk-aduk perasaan gw.

    Bas, Sebas blng Kyumin emng udh jodohny ‘kan? Klo gtu bwt mereka bersatu dong, jgn gantung gni ceritany. Bwt Sungmin-ny sembuh terus nikah sama Kyuhyun trz mereka pny anak (permintaan macam apa ini?) (puppy eyes) ^^)

    Bas.. kenapa dirimu jago bgt bwt ff sih? (nada ga terima) (^^) ajarin gw dong.. (memelas)

  11. bagus bgt kak! :’) dpt pesan kehidupan lagi🙂 kakak emang daebak bgt kalo bwt ff yg keren ya.😀

  12. Pengen nangis tapi malu ah disitu Sungmin aja ga nangis haha.
    Jalan ceritanya memotivasi banget, tapi kayanya agak ngegantung ya endingnya. Kita ga tau itu akhirnya Sungmin sembuh atau ehem yaa begitulah (?) maksudnya menghadap Yg Maha Kuasa #plak hehe
    Cerita buatan Kak Sebas selalu keren deh saluuuuttt..You are a good author haha😀

  13. Eonni… Aku terharu sama perjuangan minnie…
    Kyuhyun.. Kau bandel sekali ya… Untung aja deh, kyu balik jadi anak baik lagi….
    Hehehheheh…
    Fighting…!^^9

  14. hemmmm
    crita eonni slalu bkin q nangis
    crita yang pnuh inspirasi bnget^^
    lanjutannya dong eonni???? *0*

  15. unnie slalu brhasil bikin aq nangis trharu :’)
    makasih unn.. Aq ngerasain ada d posisi kyu walau dlm artian berbeda.. Tp crita ini ngsh aq smangat, tnyata da org2 yg nasibnya kurang dibanding aq.. Thanks for being an inspiration for me..kkk
    o ia, kayaknya butuh sekuel nih..kkk
    happy end y unn.. *maksa* :p

    unnie, Hwaiting! Saranghae..😀

  16. Aishh koment aq sblum’a gak masuk ><

    Ff unnie emang sllu daebak, aq mrinding baca part sungmin ngdrop, kasian bgt,,,😦
    Aq juga bukan KMS tp snng bca ff kyumin, t'lbih nolu itu yg bkin aq cinta sma nih kopel🙂
    Aq ska baca ff sj kopel tapi juga suka bca ff straigh *apadeh*

    Aq bca wish unn tuh, smga nenek'a cpat smbuh, apa yg dcita"kan t'kabul, bsa ktmu seunghwan + bonus ktmu suju (?) #terbalik

    Semngat unn ngetik nolu'a #eh .-.v

  17. eonnie
    kau tau ? di sini aku merinding , hampir aja nangis

    FF eon memang keren !
    selalu memiliki pesan kesan ^^

    o iya , eonnie jangan patah semangat bkin FF
    kami(readers) selalu menyemangati mu ^^

  18. Eonni ini sebenernya mang kisah sedih sih tapi pas gw baca gw malah semangat!
    soalnya min yang sakit parah aja masih bisa berusaha dan gk mau bikin ortunya kecewa masa gw gk bisa sih padahal gw lebih sehat!
    Jadi sadar diri kalo selama ini gw masih kurang berusaha buat apa yang gw pengenin.
    makasih ya sebas eon uda ngingetin gw.Love ur ff…~

  19. cuma bisa bilang satu kta……
    keereeeennn + so sweet abiss dahh #tuh lbih dri1 kta yaa LOL

  20. Aaaaaa!!! tegami keren eonni~ huuuu. . agak sedih juga bacanya, tapi jg pengen ketawa juga bacanya. .wkwkwkwkw. .
    ngebayangin kyuhyun galau mau makan gulali. .wkwkwkwkw. .
    n ngebayangin wajah kyuhyun waktu cerita di depan sungmin. .wkwkwkw. .
    pasti lucu!😄
    seneng deh, 2 orang yg saling membutuhkan akhirnya bertemu. sungmin yg membutuhkan teman u/ mengabulkan permintaan’a akhirnya datang kyuhyun yg lagi tenggelam akibat appa’a meninggal. .sooo sweeett deh eon >o<
    oh, iya, kok udah the end aja eon? aku baca d fb mu ada epilognya juga! n kl gak salah ada prolognya juga! kok di sini gak di publish eon?? padahal menurutku epilognya keren lho eon! o,iya, aku lupa belom comment td eon, td aku bacanya d hp. .jd suka kelupaan komen. .wkwkwkw. .
    ntar aku komen deh eon! hehehe. . :Dv

  21. Akhirnya gantung! Tapi diotak gua akhirnya Ming sembuh terus happy ending deh! Amin.

  22. huaaaaaaaaaaaaa,, kerennya..
    tanggung jawab onn,, bikin aku nangis nih sma deg2an..
    bikin sequel nya dong onn,,
    lope u deh onn,, soalnya aku jadi KyuMin shipper skarang gr2 onn.. hehe..

    trs bikin ff KyuMin ya on.. ^^

  23. Onnie..
    Diriku nangis.. Tanggung jawab.. Sedih banget😥
    sequel nya dong onn pas Sungmin nya udah sembuh onn..
    Si Kyu yg tadi nya nakal jadi baik gitu rajin lagi..pinter banget..
    Sungmin nya kasian..punya penyakit kanker ganas..
    Dae to the bak lah onn!!🙂

  24. Yaikks! Mau comment apacoba gw? Gabisa! Gila sumpah nih ff keren abis! Gabisa komen apa2 gw, mamo!
    Awal2 gw kira ini kayaa fakta2 gitu. Soalnya judulnya Tegami. Gw bingung apaan. Pas gw buka. Ff. Ish. Keren mooo!❤

  25. Hueeeeeeee mitaaaaaaa nangis kejerrr malem2 niieeee.

    Pas part kyuhyun tobat trus di peluk umma nya hueeeee sedih bgt…

    Sederhana tapi cerita nya ngena hiks :’) love u so so so muchhhhh

  26. wah keren onnie,aku hampir aja nangis kebawa bawa. .
    Aku biasanya paling males baca baca FF atau cerita apa lah,tapi kali ini aku baca sampai selesai dan hasilnya DAEBAK aku seneng eon😀

  27. akhirnyaaaa bisa baca juga …

    k sebas … ceritanya ini belom end kan ya ?? *babo ! jelas2 itu udah ada tulisan the end nya*
    abiiiissss masih gantung .. huhuhu
    ya seperti biasanya , cerita bagus dan menarik , lu hebat k .. setiap denger lagu and tau artinya pasti lu buat ff .. *4 jempol buat k sebas ..

  28. waaa… ceritaanya kerennn! hahh,, ide authorr emang bagus2 teruss..
    bikin sequel donk authorr.. endingnya ga berasaaa… hehee

  29. bisakah aku bilang… INI GANTUNG BANGET SEBAS CHINGU……
    aishhhh~ terus giaman tuh KyuMinnyaaaa……>,< aku kan jadi penasaran, cuma acara saling menatap doang sihhh……

    klo bisa ada epilognya yah…^^ #maksa~

  30. eonniiii… Maap baru buka wp eonni!
    Nice ff! Dibuat chapteran dong!
    Eonn, kok ffnya terlalu begitu ya?
    Ini sebenernya sad ending apa happy ending?

  31. EONNI…ih aku sebel sama eonni

    kok eonni bisa sih bikin FF sebagus ini? sedangkan aku nggak pernah bisa? eonni makan aa sih? hayo ngaku!!!

    eonni aku iri sama eonni, eonni tuh hebat banget, aku pingin bisa nulis sebagus ini, aku pingin bisa nulis yang bikin orang tuh nangis, ketawa, seyum-seyum…
    EONNI AKU IRIII

  32. hiks………..onnie FF.a keren abisssssssssssss………
    kasian sungmin oppa hiks hiks

    tapi kayak.a sya belum puas deh onnie………….

    by: ra young

  33. sedihh eon…
    salut ma Minnie masi bisa bertahan mpe skrg dan bisa bertemu ma Kyu yang bisa membuat Minnie lebih baik lagi…
    pi aku masi bingung eon.. suratna koq bisa dikirim ketempat Kyu tanpa alamat.. bnr2 keren.. hehe
    gara2 surat Minnie Kyu jadi anak baik lagi..
    sedih pas Kyu pulang sekolah dan dipeluk Ummana.. mewek dikantor ni jadi na eon.. hehe
    ohya eon pas surat blasan dari Kyu itu Umma Kyu yang taruh atau Kyu yang taruh??
    koq Umma na senyum-senyum gtu sihh..

    koq THE END sihh eon?? buat lanjutanna lagi donk eon?? Squelna gtu.. atau apalahh..
    buat sebuah miracle buat Minnie biar sembuh dan bisa merid ma Kyu.. dan happy ending.. hahaha
    ditunggu lohh eon..

    kapan nihh eon NOLUna.. udh pengen baca nihh.. gimana KyuMin ma babyna?? udh mau melahirkankan?? ma Cupidna eon?? hehe *mian yahh eon byk permintaan.. hehe*
    selalu sukses buatmu Eon Sebastian Mamoru^^
    keep smile eon^^ Ciayo-ciayo^^

  34. Kau membuat q menangis ka sebas…
    Ceritanya sumpah bikin q nangis..
    Pertengkaran kyu. kehilangan appa sampai dia ketemu sama sungmin..
    Secara gak langsung mereka saling menyemangati…

    Buat ka sebas.. moga masalah sama org yg bikin kk kenal m kyumin cepat selesai..

  35. bener-bener pengen nangis T___T
    orang itu psti sneng bnget krna eonni udah mau bkin fanfic special untuknya ^_^
    hehehe
    eonni aku tunggu klanjutan Nolunya~ ^^

  36. Ceritanya sedih😥
    Setelah sekian lama gue ga baca ff GenderSwitch akhirnya baca lagi dan …… Lgsg yg sedeh ! /nangis ngesot

    Afterall bagus kok kak …. Bagus banget /buangingus

    FIGHTING YAA😉

  37. cerita ny cukup sedih *bukan cukup seh*
    ini kehidupan sehari2 bgt..
    tapi aku miris tiap ming senyum padahal hati ny menangis…
    tapi aku seneng kyu bener berkat ming dia berubah..
    padahal kalo mau kyu bis aja enggak nurutin keinginan sungmin di surat..
    tapi mungkin karena aliran takdir…
    yang pasti aku sukaaaaa bgt…
    jodoh emang enggak kemana KyuMin selalu selama ^^

  38. shoocckkk pas tau klo ternyata ibunya kyu itu suster di rs.tmpat sungmin . aku suka kata kata kyu yg tsrakhir onn . yg ini nih “Tenang saja Sungmin….mulai sekarang
    kau tidak perlu meminta aliran waktu
    milikku….karena aku akan langsung
    memberikannya padamu….” itu tttuuhhh sssssoooo sswwweeeetttt bamget . hehehe

  39. eonn .
    aku aku sukaaa bgdhh baca FF Eon , akuu baruu siii tpiie udhh seneng ajjh.

    jadii ikud2an suka KyuMin couple *tanggung jawabb min .

    lohhh (??)

    Eonn FIGHTING .. !!

  40. huweeeee nelangsa,,
    ksian skali ming,,
    akhrnya kyu mau brbah emng brkat ming,,
    pedih bgt ni mta dr td nhan tngis akhrnya jebol(?) juga prthananya,,,

    smangat bkn ff

  41. Aaaaaaaaaaa T___T
    Aku sampe ngedownload lagu tegaminya loh ,, suaranya angela aki bagus banget … Tapi anehnya kenapa ya itu surat bisa nyampe dikotak suratnya Kyunnie … Apakah mungkin emang takdir KyuMin ditakdirkan untuk bertemu aaaaaa >///<
    udah mana ming tegar banget aaaaaa ~~

  42. Sumpaah penasaran abiiss lanjutan nyaa apalagi kata2 kyuhyun yang terakhir.. bisa stress aku bacanya untuung ini udah tamat.. eh udah tamat kaan ?? *belumbacalanjutannya*

  43. kereeeeeeeeennnn :’D
    sumpah dri awal aja udh nangis.. good story.. suka bgt.. feelnya dapet dan ngebuat nangis terus.. :’D
    ming semoga sembuh..
    nolunya di lanjut eonn.. ^^

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s