≈Snow White≈

Ketika kau merasa sendiri, merasa asing, merasa tidak ada seorangpun yang mencintaimu

Ingatlah……

Ada seseorang yang tidak bisa tidur tanpa memikirkanmu

Ada seseorang yang tersenyum hanya dengan membayangkan wajahmu

Ada seseorang yang memujamu lebih dari yang pernah kau inginkan

Dan jika kau beruntung, kau bisa menemui seseorang itu di dalam kehidupanmu….


“Benarkah itu Umma?” seorang anak mendongak ke atas—menatap wajah Ibunya yang tersenyum penuh pengertian

“Benar Sungmin….seorang manusia di ciptakan untuk menjadi pasangan manusia yang lain….jadi ungkapan ini bisa jadi benar” kata Sang Ibu sambil menunjuk buku dongeng di iringi tatapan antusias sang anak

Sang anak tersenyum lebar—menunjukkan giginya yang hampir sempurna karena umurnya baru menginjak 4 tahun, “Apakah Appa adalah ‘Seseorang itu’ bagi Umma?” celotehnya penuh kepolosan

“Hahaha….” Sang Ibu tertawa canggung. Ia memeluk erat anaknya hingga tidak tersadar jika buku dongeng yang ia pegang sudah jatuh ke lantai

“Appamu….itu…ya…..Dia memang seseorang bagi Umma….” Bisik Sang Ibu sambil menerawang jauh ke depan—mengenang pertemuan pertamanya dengan suaminya.

Seseorang yang menjadi pasangan hidupnya hingga saat ini….

 

@FLASHBACK@

“Habis pergi darimana kau!”

“Aku sibuk meeting dengan klien, lagipula kenapa kau harus berteriak seperti itu denganku! Kau sendiri biasanya belum pulang ke rumah jam segini!”

“Ya! Jangan membantahku! Aku suamimu!”

“Dan aku istrimu!!!” erang seseorang wanita paruh baya dengan histeris. Tubuhnya terduduk ke atas sofa sambil mendesah lelah, “Sudahlah….aku mau tidur…lebih baik kita tidak bertengkar lagi”

“Hei siapa yang membuatku ingin bertengkar! Dasar istri tidak bisa di andalkan!” Sang suami beranjak pergi dari ruang tamu, meninggalkan istrinya yang masih terpaku di tempat sementara dia sudah keluar dari rumah lalu pergi entah kemana

Sang istri menggeleng lemas. Kelelahan sehari harinya sebagai pemilik toko perhiasan membuatnya tidak bisa menangis lagi. Ia memilih untuk menyeret tubuhnya masuk ke dalam kamar lalu tertidur lelap—membiarkan semua masalahnya larut di dalam mimpi

Tanpa kedua orang itu ketahui, sepasang mata dari balik kamar tidur telah menonton pertengkaran mereka. Dan untuk kesekian kalinya, sang anak hanya bisa menangis dalam kesendiriannya—merasa dia berada bukan di rumahnya. Tapi merasa berada dalam neraka yang di bangun oleh kedua orangtuanya

*****

“Lihat ini nilai yang keluar di semester terakhir” tunjuk salah satu mahasiswa berbadan ceking yang berebutan tempat melihat papan pengumuman di aula kampus

Temannya mencondongkan tubuhnya—merasa tertarik juga, “Hmm…nilaiku di posisi berapa ya?”

Mahasiswa berbadan ceking itu memutar bola matanya, “Jangan berharap tinggi…lagipula otak pas pasan sepertimu, paling ada di urutan 20 terbawah” ejeknya

“Ya! Daripada kau! Dibanding diriku, kau jauh lebih bodoh tahu!”

“Hahahaha, tapi memang….sepintar apapun kita….kita tidak bisa mengalahkannya” ucapan mahasiswa ceking itu membuat sang teman mengikuti arah pandangnya menuju sosok diam yang sedang berjalan keluar kampus

Bedanya sosok diam tersebut tidak tertarik melihat papan pengumuman nilai

“Iya…dia sih levelnya beda” kata temannya dengan enggan mengakui, “Pinter banget sih Kim Kibum…..ngga kekurangan apapun….wajahnya seputih salju, tubuhnya bagus, anak orang kaya lagi! aishh terkadang dunia ini tidak adil!” sungut temannya merasa iri

“Iya….kurang apalagi tuh anak….” Kedua orang itu mengangguk angguk setuju—melupakan tujuan mereka untuk melihat papan pengumuman dan malah mengikuti sosok Kibum yang berjalan terus hingga ke seberang jalan

Dunia tidak adil?

Dua orang itu tidak tahu, terkadang dunia itu bahkan terlalu adil lebih dari yang bisa kau nilai. Dunia adalah ciptaan Tuhan dan tidak ada mahluk manapun bisa menandingi ke-Maha Adilan milik-Nya

“Aku pulang…” ucap Kibum pelan. Ia segera menutup pintu rumahnya yang megah sambil masuk ke dalam. Kibum bahkan tidak berhenti melangkah meski ruang keluarga rumahnya sudah hancur berantakan lagi

Pasti Appa dan Umma bertengkar sebelum berangkat ke kantor. Pikir Kibum

Ia sudah terbiasa. Sangat terbiasa. Hingga rasanya Kibum sudah tidak bisa menangis lagi. Dia juga menyerah untuk berusaha menyatukan kedua orangtuanya.

Apapun yang Kibum lakukan rasanya percuma…

Kibum bahkan sengaja belajar lebih giat dari siapapun agar paling tidak—kedua orangtuanya bisa melihat bahwa Kibum baik baik saja. Ia tidak akan merengek dan menangis tapi berusaha sekuat tenaga membesarkan hati kedua orangtuanya

Tapi bukannya kedua orangtuanya terharu melihat perjuangan Kibum seorang diri, mereka malah berkata bila sudah sewajarnya Kibum selalu mendapatkan nilai tertinggi karena dia adalah seorang ahli waris

Ahli waris dari dua perusahaan terbesar di kota Seoul

Saat mendengar itu, tubuh Kibum terasa membeku. Ia merasa di kuliti sedikit demi sedikit. Dirinya tidak lagi utuh. Kibum merasa seperti robot yang tercipta untuk menjadi alat—bukan manusia.

“Nilai sempurna….” Bisik Kibum menaruh selembar kertas resmi dari kampusnya yang menyatakan ia berhasil mendapatkan nilai sempurna untuk semua pelajaran.

“Tapi untuk siapa nilai ini…..” Kibum meraih kertas itu, meliriknya sebentar lalu merobeknya kecil kecil kemudian menghamparkan potongan kertas kecil itu keluar jendela kamarnya di lantai dua.

Kertas berbentuk conffeti itu melayang indah di tengah salju pada pertengahan musim dingin ini—tepat di sebelah rumah Kibum yang terdapat sebuah taman kecil di dalam perumahan

Kibum terpaku sejenak sebelum menutup jendelanya kemudian memilih tertidur di kamarnya. Menunggu malam tiba dan menunggu kedua orangtuanya yang akan terus bertengkar jika bertatapan satu sama lain….

“Tidak ada yang menginginkanku….” Lirih Kibum menutup wajahnya dengan bantal sambil meringkuk—memeluk dirinya sendiri dan terlelap dalam hitungan menit

Tanpa Kibum sadari, sebenarnya ada seseorang pria yang mengikuti Kibum mulai dari kampus barusan. Seorang pria yang berdiri tepat di bawah jendela Kibum—kepalanya terkena beberapa kertas kecil hasil ujian Kibum.

Pria itu tersenyum menatap wajahnya meski Kibum tidak melihat ke arah bawah.

“Akhirnya aku bisa mendapatkanmu….” Gantian pria itu berbisik pada angin sore hari yang mulai dingin karena musim salju seperti sekarang. Pria itu mencatat sesuatu pada kertas di tangannya di mana dalam kertas tersebut lengkap semua jadwal Kibum, alamat rumah Kibum, tempat apa saja yang Kibum kunjungi dan semua tentang Kibum

Ya, Pria ini adalah orang yang mencintai Kibum bahkan dari awal mereka bertemu di kuliah dulu.

Hanya sekali bertatapan, Pria itu menyadari perasaan hangat yang menyelimuti relung tubuhnya. Ia terpukau sorot mata dingin Kibum dan raut kepedihan di sana.

Semenjak saat itu, Sang pria berjanji agar bisa mendekati Kibum.

Tapi akibat sifatnya yang bahkan lebih tertutup dari Kibum membuat pria itu susah memulai percakapan dengan Kibum. Apalagi Kibum terkenal dingin pada siapapun.

Sehingga Pria itu akhirnya memutuskan untuk melancarkan rencana gilanya agar bisa mengenal Kibum lebih dekat. Ia tidak peduli kalau ide gilanya ini bisa mengancamnya masuk penjara sekalipun. Tidak! Rasa cintanya membuat semua tindakan menjadi logis bagi dirinya sendiri

“Aku terlalu membutuhkanmu Kibum….” Kata Pria itu sebelum menutup catatannya, mendongak sekali lagi ke lantai dua dari luar rumah lalu tersenyum lembut, “Tenang saja my Snow White….aku akan membuatmu bahagia….” Janji Pria itu sambil berjalan keluar perumahan tempat tinggal Kibum

_________________

“Aku benci salju!” geram Kibum menggosok gosok kedua tangannya sambil mendesah panjang—mengeluarkan uap hangat dari mulutnya tanpa sengaja

Sudah hampir setengah jam ia menunggu taksi di depan perpustakaan umum di balai kota, namun sialnya pada musim dingin seperti ini, semua taksi mendadak hilang di telan malam.

“Apa mungkin karena salju menumpuk di jalanan ya?” kata Kibum melihat gumpalan salju yang menutupi jalan. Mustahil ada mobil bisa lewat di jalan jika dia tidak menaruh rantai salju di setiap bannya—dan tidak mungkin semua taksi mau repot repot seperti itu

“Haa…lebih baik aku jalan kaki saja” Kibum menggerutu sebentar sebelum melangkahkan kakinya ke depan—rumahnya juga tidak terlalu jauh dari perpustakaan umum. Lagipula salahnya sendiri bisa pergi malam malam begini

TIN TIN

Sebuah mobil dari arah belakang Kibum membunyikan klakson ke arahnya membuat Kibum spontan menoleh

Kaca depan mobil tua itu transparan—memperlihatkan sosok pemuda yang tersenyum lebar kepada Kibum. Ia menjalankan mobilnya hingga berhenti di samping Kibum sambil membuka kaca samping jok depan

“Hai…hmm….” Belum apa apa, Pria itu sudah gugup duluan karena Kibum langsung menatap ke arahnya

“Ya?” kata Kibum menyambung ucapan sang Pria

Pria itu menepuk pipinya dengan kasar—menghilangkan rasa groginya sebelum berbicara kembali, “Apakah kau butuh tumpangan? Aku bisa mengantarmu ke rumah…..itu….itupun kalau kau mau….” Ucapnya di akhiri dengan suara terbata bata

“Kau siapa?” Kibum memicingkan mata—jujur, wajah pria ini sepertinya tidak terlalu asing bagi Kibum, “Apa kita pernah saling kenal?”

“Iya!” Sang Pria langsung menyambar kesempatan itu, “Kita teman satu kampus…meski kau tidak terlalu mengenalku…mungkin”

Kibum mengangguk setuju—memutuskan tidak ada salahnya menumpang pada pria itu, maka dia segera membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam, “Tenang saja, aku tidak mengenal siapapun” sahut Kibum berwajah datar

“Aku tahu…” Sang Pria mendesah sekilas—menghilangkan keringat dingin yang tiba tiba muncul dari dalam tubuhnya karena jarak Kibum sangat dekat dengannya sekarang

“Hmm, namamu siapa?” tanya Kibum tidak enak karena dia sudah baik menawarkan tumpangan. Kibum berpikir tidak ada salahnya memiliki satu teman di kampus walaupun dia sudah enggan berhubungan dengan orang lain

Pria itu tersentak dengan perasaan bergejolak. Ia hampir tidak bisa mengontrol wajahnya yang langsung menganga lebar mendengar pertanyaan Kibum

Kibum ingin tahu namanya! Bukankah itu pertanda bagus

“Aku….aku Choi Siwon….” Balas Pria yang bernama Siwon itu menunduk sopan

“Siwon…” Kibum tersenyum untuk pertama kali di depan Siwon membuat Siwon hampir tidak bisa bernapas karena terlalu terpana melihatnya, “Boleh kupanggil namamu seperti itu?”

“Sangat boleh….” Bisik Siwon—nyaris tanpa suara

“Kalau namaku—“

“Kim Kibum kan?” potong Siwon bernada pasti. Kibum menyeringit bingung sementara Siwon menghidupkan lagi mesinnya dan mobil mulai berjalan ke depan.

Jalanan sangat sepi malam ini—tidak ada mobil atau bahkan pejalan kaki lain di sisi kanan kiri jalan

Hanya mereka berdua berada di satu mobil yang menderu sangat pelan di tengah tengah hujan salju

“Bagaimana kau bisa ta—hmpphhh” pertanyaan singkat Kibum telah terbungkam. Ia hanya bisa meronta kesana kemari ketika Siwon menutup mulutnya menggunakan sapu tangan yang sudah di beri alkohol terlebih dahulu. Mata Kibum yang melotot tajam namun perlahan berubah redup dan semakin tertutup ketika alkohol di sapu tangan Siwon mulai bekerja

Siwon tersenyum puas—ada seringai tipis yang membuat senyumnya tampak menyeramkan. Dengan satu tangan yang masih memegang stir, ia menopang kepala Kibum yang lunglai jatuh di lengannya.

Perlahan lahan, Siwon menaruh lembut kepala Kibum di badan jok sebelum berkonstrasi menyetir—kali ini dengan kekuatan penuh melaju kencang—tergesa gesa meninggalkan jalanan sepi.

“Sekarang….kau hanya milikku, Kibum…” bisik Siwon mencium kening Kibum sekilas sambil menyetir dalam kegelapan malam di penuhi salju lebat

*****

“Ugh…” Kibum terbangun dengan kepala terasa berat—sangat berat seperti di hantam sesuatu. Ia mengerang kesakitan di atas sebuah kasur lembut

BRAKK

Siwon yang mendengar rintihan suara Kibum dari luar, datang tergesa gesa sampai menabrak pintu kamar, “Kau kenapa? Kepalamu masih sakit?” tanyanya

Kibum tersadar sempurna. Ingatannya yang masih jelas tentang kejadian tadi malam membuat Kibum langsung mendorong tubuh Siwon hingga terjungkang jatuh di lantai

“Kau! Kau menculikku!!!” teriak Kibum menuduh Siwon, “Apa yang kau inginkan! Uang?? Ha!”

Siwon tersenyum getir. Ia berdiri dengan gaya kasual sambil membenarkan kemejanya yang berantakan di dorong Kibum, “Apa aku terlihat menginginkan uang?” katanya malah balik bertanya

Kibum terdiam sejenak meski ada suara geraman dari balik bibir tipisnya. Jujur, ia tidak bisa menebak motif Siwon sama sekali. Jadi Kibum memilih langsung berbicara saja

“Lantas apa yang kau inginkan!!” suara Kibum terdengar agak takut walaupun ia berusaha sekuat tenaga agar Siwon tidak tahu kalau Kibum sebenarnya sangat terintimidasi

Siwon termenung—menatap lembut kedua mata Kibum yang masih melihatnya dengan rasa was was, mendekat lalu menyentuh wajah Kibum walau Kibum malah mundur ke belakang—menabrak dinding kamar tempat dia di sekap, “Aku menginginkanmu…” bisik Siwon tepat di telinga Kibum

Mata Kibum membulat ngeri menatap Siwon dan refleks tubuhnya bereaksi keras

“Tidak!!!” Kibum menendang, mengepalkan kedua tangannya lalu meninju beberapa bagian tubuh Siwon—melakukan apa saja agar Siwon pergi atau paling tidak Siwon merasa kesakitan akibat pukulannya

Apa saja…..asal Siwon tidak berani menyentuhnya…

“Bummie…” Siwon terus meringis kesakitan tapi dia tetap memenjarakan Kibum di sudut belakang ranjang

Kibum terisak menangis ketakutan dengan kedua tangan dan kedua kaki terus menyakiti Siwon, “Menjauh!! Apa kau mau memperkosaku ha!!! Menjauh kubilang….hiks….kumohon jangan lakukan itu…..aku….tidak….jangan…..kumohon…..” Kibum melemah. Ia benar benar lelah memukul Siwon tanpa efek sama sekali. Pria ini sepertinya kebal dengan pukulan maupun tendangan dari Kibum.

“Jangan….kumohon…hiks….aku punya uang cukup banyak di tabungan…ambil saja….tapi…jangan…menyentuhku….” pinta Kibum di sela isak tangisnya

“Tidak seperti itu!” suara Siwon meninggi. Ia memang mengaku salah telah melakukan hal gila dengan menculik Kibum diam diam tadi malam. Tapi tidak dengan melakukan hal seronok yang di tuduhkan Kibum!

“Aku tidak akan menyakitimu Kibum….aku hanya….” Siwon terus berusaha menenangkan tubuh Kibum yang gemetar karena ketakutan. Bukan ini yang di inginkan Siwon. Ia hanya ingin Kibum bersamanya….di sini….di rumahnya….

“Le…lepaskan aku Siwon…..dan hiks….aku janji…aku tidak akan menuntutmu apa apa…hiks….kumohon…..” Kibum masih saja terus menggumamkan kalimat yang sama

“Bummie….”

“Jangan panggil namaku seperti itu!!!” bentak Kibum jengah karena sikap Siwon sok melembut kepadanya, “Kau sudah melakukan apa padaku?? Apa kau…” Kibum mendadak merasa ngeri. Ia segera memeriksa pakaian kemeja dan celana jeans yang masih melekat erat di tubuhnya.

“Aku tidak menyentuhmu seperti itu Kibum!!” balas Siwon tersinggung, “Dengarkan aku!” Ia memegang kedua tangan Kibum dan memaksa Kibum mengangkat wajahnya yang sembab, “Aku salah telah menculikmu, aku memang salah…..tapi aku tidak bisa berpikir cara lain agar kau bisa kumiliki! Jadi aku….”

“Tunggu” Kibum menyerengit heran ke arah Siwon—sorot matanya berubah tajam, “Apa kau ingin bilang kalau kau…”

“Ya….” Siwon mengangguk tenang sambil menyandarkan kepalanya menempel di atas kepala Kibum, “Aku mencintaimu Kibum….dan aku ingin memilikimu….hanya untukku…..”

Satu kata. Cukup satu kata yang membuat Kibum membeku dalam pelukan Siwon. Ia bahkan tidak bergerak beberapa saat meski Siwon sudah menepuk hangat pipinya yang pucat—sepucat salju putih di luar sana

Ada orang lain…..orang lain yang mencintainya???

Apakah ini tidak terasa mustahil???

*****

“Kibum aku membawakanmu makan siang” sapa Siwon pada sosok yang duduk di pinggir jendela—menatap kosong pada salju yang berjatuhan mengenai kaca transparan di sampingnya

“Jangan di situ, nanti kau kedinginan” Siwon mengangkat tubuh Kibum tapi baru berhasil beberapa langkah, Kibum sudah memberontak lalu kembali memandangi salju. Dalam keadaan apapun, Kibum tetap membenci salju dan kejadian ini malah membuatnya rasa bencinya semakin menguat

“Buat apa kau peduli?? Kau sendiri menyekapku di sini!” sindir Kibum namun di tanggapi datar oleh Siwon.

Lelaki tinggi itu hanya menyerahkan nampan berisi makanan di meja sebelah tempat tidur Kibum lalu mengambil kursi mendekati Kibum, “Apa kau butuh sesuatu yang lain?” tanya Siwon dengan sopan

“Ya, keluarkan aku dari sini” kata Kibum sudah berulang kali setiap harinya. Tidak terhitung berapa kali dia meminta pada Siwon untuk melepaskannya tapi Siwon hanya menggeleng sambil tersenyum lebar. Senyum yang membuat Kibum sedikit takut terhadap Siwon

“Itu tidak bisa” jawab Siwon yang bisa di tebak oleh Kibum

“Lalu kau mau apa Siwon?” Kibum berhenti melihat salju yang turun dan beralih menatap Siwon—menatap sang penculiknya, “Kau tidak memperkosaku, bahkan tidak melakukan sedikit pelecehan padaku! Tapi tetap menyekapku! Kau juga menolak saat kuberitahu rekening tabunganku! Lalu kau mau apa!!!” rasa frustasi Kibum semakin menjadi jadi.

Untuk pertama kali, ia ingin pergi bebas. Kibum sampai bersumpah pada Tuhan kalau dia bisa di bebaskan dari Siwon, ia berjanji tidak akan menuntut lebih pada orangtuanya, ia akan lebih rajin menyantuni orang tidak mampu…asal…..asal dia bebas dari penjara kamar mungil ini.

“Aku mencintaimu Kibum, apa kau tidak mengerti?” tanya Siwon mencoba menjelaskan pada KIbum

Kibum menggeleng pedih, “Aku tidak tahu apa cinta itu….Appa dan Ummaku juga menikah gara gara cinta…tapi buktinya mereka malah bertengkar sepanjang hidupnya….”

Mendengar itu, Siwon tersenyum tipis lalu berlutut tepat di bawah Kibum sambil mencoba memegang kedua tangan Kibum yang sempat memberontak, “Aku tidak seperti mereka, aku janji akan membahagiakanmu Kibum….aku janji akan membuatmu menjadi satu satunya orang yang kuinginkan sepanjang hidupku”

Bohong kalau Kibum tidak bisa melihat ketulusan ucapan Siwon. Tapi bagaimanapun, Siwon adalah penculik! Orang jahat yang tega melakukan apa saja demi mendapatkan Kibum.

 Kibum memilih menutup hatinya yang sempat menghangat dengan ucapan Siwon lalu memberanikan diri menatap lekat lekat Siwon—lebih dekat

“Aku tahu sekarang aku minta apa padamu” ucap Kibum

“Apa?” tanya Siwon antusias

“Aku minta ada TV di kamarku! Aku bosan di sini terus menerus! Kau juga tidak memperbolehkanku ke bagian rumahmu lainnya” pinta Kibum sedikit memaksa. Padahal dia menginginkan TV untuk melihat ada berita orang hilang yang di siarkan, dengan begitu Kibum bisa diam diam mencari cara agar menghubungi kedua orangtuanya ketika Siwon pergi belanja keluar

“Hahaha, baiklah Kibum….besok aku akan menaruh TV di kamarmu, sekarang makanlah….” Siwon mencium kening Kibum sekilas lalu membawa nampan di pangkuannya sementara Kibum melirik takut takut ke arah makanan itu

“Tidak kau racuni kan?” tanya Kibum ceplas ceplos

Sontak tawa renyah Siwon pecah, “Hahahaha aku mencintaimu Kibum! Masa aku ingin membunuhmu”

“Siapa tahu” Kibum mengedikkan bahunya acuh sambil mengambil sepasang sumpit di atas lauk pauk, “Banyak cerita Psikopat sadis yang tetap membunuh orang di cintainya pada akhir buku”

“Aku tidak begitu…aku janji…” bisik Siwon sesekali mengelap ceceran makanan di pipi Kibum, “Aku benar benar mencintaimu sehingga aku rela sekalipun masuk penjara karena telah menculikmu…”

Kibum melahap lebih banyak makanan di depannya saat mendengar bisikan Siwon. Selalu begitu. Siwon berhasil membuat Kibum bungkam seribu bahasa saat ia terus mengatakan cinta pada Kibum. Cinta yang menurut Kibum tidak nyata untuk dunianya yang sangat bertolak belakang.

“Kau sih makannya buru buru, tenang saja makanan masih banyak kalau ingin nambah” ucap Siwon kembali memandang khawatir wajah Kibum

Kibum diam saja. Sudah berapa lama, dia tidak mendapatkan perhatian seperti ini. Kedua orangtuanya yang sibuk bertengkar….dirinya yang tertutup hingga tidak punya teman satupun….namun mendadak muncullah Siwon….

Siwon yang mengucapkan cinta sesering dia mengucapkan selamat pagi pada Kibum. Siwon yang gampang khawatir kalau sedikit saja Kibum mulai menangis, Siwon yang…..

“Kenapa kau diam saja Bummie? Makannya tidak enak?” tanya Siwon menepuk pipi Kibum—khawatir melihat Kibum suka tiba tiba mematung di tempat

“Tidak” elak Kibum memalingkan wajahnya, “Enak kok” Ia mengusir bayangan Siwon yang mulai memenuhi pikirannya. Lebih baik ia berkonsentrasi makan saja.

___________

“Ah berita masih lama lagi” gerutu Kibum sibuk memencet mencet channel TV ketika Siwon menyembulkan kepalanya dari balik pintu Kibum, “Bummie aku akan pergi belanja keluar….kau mau menitip apa?” tanya Siwon sedikit terkekeh melihat wajah kesal Kibum karena acara TV yang tidak menarik

Kibum memutar bola matanya, “Keluarkan saja aku dari sini!” katanya sarkastis

“Tidak bisa Bummie…” Siwon menggeleng sok sedih, “Baiklah karena kau tidak mau menitip apapun, aku pergi saja dulu….”

“Iya iya sana pergi!” usir Kibum masih fokus menggonta ganti channel TV

Siwon tersenyum sebentar sebelum menutup pintu dengan kuat. Kibum langsung memasang telinga tajam tajam bahkan sampai sengaja mengecilkan volume televisi.

BLAMMMM

Siwon menutup rapat rapat pintu rumahnya membuat Kibum sedikit terlonjak kegirangan. Sudah hampir 2 minggu Siwon menyekap Kibum di dalam rumahnya sehingga Kibum bisa hapal jadwal pergi Siwon dan kapan saja Siwon akan meninggalkan rumah.

Siwon dan Kibum tidak pergi ke kampus sementara waktu di karenakan mereka akan libur panjang terkait natal dan tahun baru. Kira kira hampir sebulan lebih universitas memberi mereka jatah libur sehingga tidak ada seorangpun sadar tentang penculikan Kibum

Tapi tidak dengan kedua orangtuanya!

Seacuh apapun mereka, Kibum pasti yakin kedua orangtuanya pasti tetap mencarinya jika hampir 2 minggu anaknya tidak pulang ke rumah. Ya, itu pasti!

“Tapi…tumben Siwon tidak mengunci pintu kamarku?” gumam Kibum saat berdiri dan dengan mudah bisa membuka pintu kamarnya yang biasa terkunci dari luar

Ya, Siwon sudah memikirkan segalanya. Siwon sudah menjeruji jendela kamar Kibum sehingga meski kaca hancur sekalipun Kibum tidak bisa kabur lewat sana.

Sedangkan pintu kamar Kibum di kunci dari luar dan kunci biasanya di bawa kemana mana oleh Siwon.

Kibum juga percuma berteriak meminta tolong—berharap ada tetangga yang mendengar teriakannya karena Kibum baru menyadari rumah Siwon menjorok ke bagian hutan dalam—pedalaman Seoul yang penduduknya hanya beberapa orang.

Jadi sempurna sudahlah rencana penculikan Siwon….

Kibum tidak bisa kabur sama sekali

“Ah sebaiknya jalan jalan ke bagian lain rumahnya……..” Kibum memberanikan diri mengendap keluar kamarnya yang terisolasi dan melangkah ke bagian rumah lain.

Rumah Siwon sederhana. Hanya ada 3 kamar di sana. Kibum membuka kamar satu satu.

Kamar pertama ternyata kamar kedua orangtua Siwon yang berubah menjadi kamar pribadi Siwon karena Kibum tahu kamar Siwonlah tempat ia selama ini di sekap.

KREKK

Kibum membuka pintu kamar kedua pelan pelan. Kamar itu gelap. Kibum terpaksa mencari cari stop kontak dengan meraba raba dinding kemudian

CKELK

Lampu menyala terang bersamaan dengan kedua mata Kibum terpana melihat isi dalam kamar itu

Kamar kedua ini…..bisa di bilang tidak berpenghuni…..Siwon telah merubahnya menjadi sebuah studio sederhana yang memuat berpuluh puluh foto seseorang di setiap sudut kamar tersebut

Foto diri Kibum

“Siwon….dia…” Kibum mendekati satu persatu foto dekat pintu terlebih dahulu. Ini di yakini betul foto Kibum sewaktu masuk universitas pertama kali. Setelah itu, berderet foto Kibum sedang baca buku, makan di kantin, termenung di dalam kelas dan masih banyak lagi…

“Dasar psikopat…” desis Kibum mendengus kesal lalu berjalan keluar dari situ.

Meski berkata seperti itu, Kibum memegang dadanya yang mendadak berdegup kencang. Padahal baru beberapa hari lalu dia menyangka tidak ada seorangpun yang menginginkannya

Tapi lihatlah sekarang?

Siwon begitu memujanya….lebih dari yang pernah Kibum inginkan…..

Apakah ini anugrah atau kutukan? Entahlah Kibum tidak bisa menebaknya

“Lebih baik aku meneruskan rencanaku untuk menonton berita” ucap Kibum seorang diri. Ia masuk ke dalam kamar dan kembali sibuk memencet channel TV

Berhasil. Ada satu saluran yang sedang menayangkan acara berita pada siang hari. Kibum menyimaknya dengan tertarik

30 menit kemudian…..

Kibum hampir mengantuk, tapi ia segera terduduk tegap saat pembawa acara berita mengumumkan berita orang hilang yang masuk laporan mereka

Kibum berharap tinggi. Dia sudah dua minggu menghilang, pasti orangtuanya akan menaruh berita kehilangan di mana mana. Mereka orang kaya—orangtuanya memakai segala cara untuk menemukannya. Ya, pasti begitu….

Namun harapan tulus Kibum menghilang dengan cepat

Satu persatu nama orang hilang di sebutkan tapi tidak ada satupun namanya berada di sana…..

“Tidak! Mungkin di berita channel lain!” pikir Kibum sambil berbicara seorang diri. Salah satu tangannya yang memegang remote kembali sibuk mencari saluran lain

Satu persatu Kibum telusuri dan hasilnya tetap sama

Tidak ada berita kehilangan dirinya

Tidak satupun….

Kibum melepaskan pegangannya dari remote, memandang nanar ke arah TV.

Untuk kedua kalinya tubuhnya merasa seperti tertusuk benda tajam. Merusak setiap sel dalam pikirannya dan membuat Kibum kehilangan kendali….

_____

“Aku terlalu lama pergi….pasti Kibum kelaparan…aishhh” Siwon yang hampir sejam pergi ke pasar untuk membeli lauk pauk selama seminggu—mulai tergesa gesa memasukkan kunci rumah di pintu.

CLKEK

“Bummie…..ini aku pulang!!” teriak Siwon sambil melempar mantel dinginnya sembarangan. Bahkan belanjaannya ia biarkan tergeletak di lantai. Siwon sudah tidak sabar ingin menemui Kibum.

“Kibum—“ Panggilan Siwon teredam oleh bunyi benda berat yang di banting dari dalam kamar Kibum. Pikiran Siwon langsung cemas. Ia segera membanting kasar pintu di depannya

BRAKK

“Kibum!” Siwon terperangah melihat Kibum masih membanting beberapa benda di sekitarnya sementara Siwon mendelik ke sudut kamar—di mana televisi berukuran kecil miliknya sudah di lempar oleh Kibum hingga kacanya bercecer kemana mana

“Kibum berhenti!! Kau kenapa!!!” tanya Siwon segera memeluk Kibum, menangkap kedua tangannya yang masih saja memegangi bantal, beberapa lampu pijar di atas meja dan hendak melemparkannya ke segala arah. Suara seperti isak tangis lolos dari bibir tipis Kibum. Suara yang membuat Siwon tidak tahan lagi untuk tidak menghentikan Kibum

“BERHENTI KATAKU!!” Bentak Siwon kencang.

Kibum spontan berhenti. Ia menatap lama ke arah Siwon dengan pandangan hampa, “Siwon….aku…akh!” Kedua kakinya tidak sengaja terinjak kaca TV yang bertebaran di mana mana

Seketika wajah marah Siwon berubah panik, “Ini gara gara kamu juga Kibum!” Ia cepat menggendong Kibum ke atas ranjang, mengambil cepat kotak P3K di lemari pakaian dan langsung mengobati telapak kaki Kibum

“Arghh…” erang Kibum

“Sebentar lagi….” Jari jari Siwon bergetar ketika membalut luka Kibum menggunakan perban. Ia benar benar heran kenapa Kibum bisa mengamuk hebat seperti itu. Rasanya Siwon ingin memarahi Kibum karena telah membiarkan dirinya sendiri terluka.

Tapi suara marah Siwon tidak jadi keluar ketika melihat wajah Kibum yang memucat

“Kenapa? Kau kedinginan?? Mau kuambilkan selimut lebih tebal Bummie…” tanya Siwon beruntun

Kibum menyeringai lebar sambil mendelik ke arah Siwon, “Kenapa kau begitu perhatian Siwon….buat apa?” bisiknya dengan suara lemah

“Karena aku mencintaimu Kibum” jawab Siwon secara spontan

“Kenapa kau mencintaiku??” Perlahan, Kibum mengangkat kepalanya yang bersandar di badan kasur—condong ke arah Siwon, “Kenapa kau gampang sekali mencintaiku?? Padahal kita baru berkenalan pada saat kau menculikku! Kenapa kedua orangtuaku tidak mencintaiku sepertimu…..kenapa….” Dada Kibum terasa sesak. Ingin rasanya dia kembali mengunci diri di dalam kamarnya, menangis diam diam tanpa seorangpun yang tahu

Siwon memandang Kibum lama, “Jadi gara gara ini kau mengamuk barusan?”

Kibum diam saja. Ia tidak merasa bersalah telah menghancurkan sebagian barang barang milik Siwon.

“Kibum…..” desah Siwon memberanikan diri mengulurkan kedua tangannya, membawa tubuh Kibum mendekat lalu memeluknya dengan erat

Pertahanan Kibum luluh seketika. Ia menjerit sambil menangis sekencang yang dia bisa, “Mereka tidak mencariku Siwon…..mereka bahkan tidak memasang berita kehilangan di surat kabar……mereka……mereka tidak merasa kehilanganku…Siwon…..”

Hati Siwon nyaris hancur mendengar kerapuhan Kibum. Ia mengencangkan pelukannya—membuat Kibum merasa di inginkan, meski sesaat, “Mungkin mereka sibuk…kau kan tahu bagaimana padatnya jadwal seorang presidir perusahaan elektronik terbesar di Seoul dan juga seorang pengusaha berlian seperti Ummamu…” bisik Siwon sambil sesekali mengelus punggung Kibum

“Tapi kau menculikku! Kau menculik satu satunya anak mereka! Dan mereka….mereka….” Kibum makin tersuruk. Ia tidak peduli walaupun Siwon terus berusaha menenangkannya. Kibum terasa tenggelam dalam dunia ini. Dunia yang malah membuatnya bertanya, untuk siapa Kibum hidup?

“Aku ingin mati Siwon..” kata Kibum tiba tiba

“Mwo!” Siwon melepaskan pelukannya dan memenjarakan Kibum dengan tatapan sengitnya, “Jangan pernah berharap Kibum! Aku tidak akan membiarkanmu!” bentak Siwon

“Habis aku harus apalagi….hiks….aku harus apalagi biar mereka memandangku…..biar mereka kembali mencintaiku…..aku sendirian….” Kibum memeluk leher Siwon, menyandarkan kepalanya di atas bahu Siwon. Kibum lelah menangis, dia lelah menjerit kesakitan, tapi kenapa air matanya tidak berhenti mengalir

Entahlah…..mungkin ini rasanya menumpahkan kepahitan dalam satu waktu sekaligus

“Kau tidak sendiri…..ada aku….Bummie” balas Siwon mencium rambut Kibum dari arah belakang

“Tidak ada yang mencintaiku…..” lirih Kibum dengan lemas

“Aku mencintaimu…..” jawab Siwon

“Mereka tidak menginginkanku kembali….” Kibum masih terus terisak—meremas kemeja tipis Siwon dengan kedua tangannya

“Aku menginginkanmu…” sanggah Siwon dengan cepat

“Aku….”

“Masih ada aku Kibum, ingat masa ada aku….” Kata Siwon menenangkan tangisan Kibum yang berubah menjadi isakan kecil dari balik punggungnya, “Jadi tenang saja…selama ada aku, akan selalu ada orang yang menginginkanmu, mencintaimu dan menyayangimu…aku janji…”

Tangis Kibum kembali pecah. Ia terperosot lemah dalam pelukan Siwon. Hanya kedua tangan Siwon yang sigap menyangga tubuh Kibum—menjaganya agar tetap hangat ketika mereka berpelukan

Dalam kehangatan itulah, Kibum lambat laun tertidur. Siwon yang mau membaringkan Kibum, akhirnya menyerah. Kedua tangan Kibum terlalu erat mencengkram kemejanya hingga Siwon tidak bisa bergerak sedikitpun.

Tapi Siwon tidak protes….tanpa sadar sebenarnya Kibum menginginkan keberadaan seseorang di saat seperti ini. Siwon memejamkan mata, menahan mati matian kantuk yang ikut menyerangnya agar tetap bisa menyangga tubuh Kibum.

 “Kau sudah lama menderita Bummie….sekarang gilirannya kau berbahagia….” Gumam Siwon merencanakan sesuatu selagi memeluk tubuh lelap Kibum. Senyum tulus tertera di wajah tampannya. Ya, senyum tulus tanpa seringai tajam menghias di bibir Siwon

“Lihat saja besok Bummie…kau akan merasa di inginkan….”

*****

“Kau mau apa menutup mataku segala! Siwon!” berontak Kibum ketika Siwon menuntunnya dengan mata tertutup ke dekat jendela

Siwon tersenyum berseri seri, “Nanti saja kau lihat…..” Siwon bersikap siaga dan dengan gerakan pelan ia hendak menarik kedua tangannya dari mata Kibum

“1….2…..3!!!” pekik Siwon

Kedua mata Kibum membuka cepat. Ia sedikit mengerjap beberapa kali sebelum bisa menangkap sebuah siluet dari balik jendela kamarnya

Sebuah boneka salju tinggi besar—setinggi Siwon dengan hiasan kepala, mata, hidung tomat dan sebuah senyuman kaku yang terbuat dari ranting patah. Kibum tersenyum mengejek melihatnya—sudah bisa di tebak siapa yang membuat boneka salju sebesar itu

“Apa kau tahu aku benci salju?” tanya Kibum tajam

Siwon mengangguk lembut, “Ingat—aku kan tahu segalanya tentangmu Kibum”

“Yeah, kau stalker-ku…” Siwon terkekeh kecil mendengar suara sengit Kibum

“Kalau kau sudah tahu aku benci salju kenapa kau malah membuat boneka salju untukku?” tanya Kibum tidak mengerti

“Aku ingin membuatmu mencintai salju…” Siwon berjalan mendekat, memeluk Kibum dari belakang, “Aku tahu kau bencinya karena waktu kecil kau membuat boneka salju untuk kedua orangtuamu pada malam natal—berharap mereka akan pulang cepat, tapi yang ada….mereka malah bertengkar…meninggalkanmu sendirian dengan boneka salju yang telah mencair…” cerita Siwon seolah olah ia ikut berada di sana ketika Kibum mengalaminya

Sontak Kibum memberontak dalam pelukan Siwon lalu membalikkan tubuhnya, “Kau terlalu banyak tahu” desis Kibum kembali bersikap dingin

“Itulah aku….aku selalu ingin tahu tentangmu dan ketika aku sudah tahu, aku ingin ingin dan ingin lagi….sehingga aku tersadar bahwa aku telah jatuh cinta padamu…” kata Siwon memandang jauh ke arah boneka salju di luar pekarang rumahnya

Entah karena apa, pandangan Kibum berubah melembut ketika mendengar suara Siwon. Padahal ini sudah kesekian kalinya Siwon menyatakan cinta pada Kibum. Mungkin pengakuan Siwon sesering Kibum bernapas setiap harinya.

“Ada apa melihatku?” tanya Siwon mengelus wajah putih Kibum dari dekat

“Ah tidak” Kibum membuang mukanya lagi, “Aku bingung kenapa boneka salju selalu sendiri….kasihan dia…dia tidak punya siapapun—sama sepertiku…” renung Kibum ketika sedih kembali menerjangnya

“Kau kan punya aku!” protes Siwon tidak terima

“Tapi dia tidak punya siapa siapa!” kata Kibum menunjuk boneka salju di luar dengan kekanak kanakkan sehingga Siwon terpaksa mengepalkan tangan agar tidak mencium Kibum saat itu juga. Ia mudah terpesona ketika melihat sikap Kibum yang suka di luar dugaan

“Lantas kau mau apa?” tanya Siwon sesekali mengalirkan udara segar agar bisa mengatur detak jantungnya yang berdegup kencang

Kibum tersenyum pelan. Tiba tiba sebuah ide aneh mengalir di otaknya yang jenius, “Kita keluar! Dan membuat satu boneka salju lagi sebagai pasangannya! Bagaimana?”

Siwon terpaku saat mau meraih lengan Kibum dari samping. Keluar?? Tidak mungkin Siwon membiarkan Kibum keluar rumah! Tidak! Tidak akan pernah! Bagaimana kalau Kibum kabur dan menghilang dari pandangan Siwon?

Siwon menggeleng keras. Membayangkannya saja membuat dada Siwon mendadak sesak.

Tidak….Kibum sudah menjadi napasnya sekarang…..Ia terlanjur sangat bergantung terhadap kehadiran Kibum……

Siwon tidak akan membiarkan Kibum pergi kemanapun

“Tidak! Tidak boleh!” teriak Siwon agak histeris membuat senyum Kibum menghilang sambil mundur beberapa langkah, “Maaf Kibum….bukannya aku—“

“Katanya kau mencintaiku….cinta itu tidak mengekang Siwon!” sanggah Kibum melotot tajam padanya, “Lagipula daerah ini tidak ramai—kalaupun aku kabur kau masih bisa menangkapku bukan? Apa yang kau takutkan?!”

“Tapi Bummie….” Suara Siwon agak melunak. Kibum segera memotong ucapan lemah Siwon, “Ayolah….hanya membuat boneka salju….setelah itu aku akan kembali masuk ke dalam kamar…” bujuk Kibum dengan selembut mungkin meski ia mulai menyeringai memikirkan beberapa kemungkinan untuk segera kabur dari sini

 Ya! Akhirnya kesempatan telah datang tanpa di sangka sangka. Batin Kibum senang

“Baiklah…..tapi jangan mencoba kabur Kibum! Aku benar benar bisa merasa hampa kalau kau pergi—“

“Ya ya ya aku tahu! Sekarang ayo kita keluar” sela Kibum menyepelekan ucapan tulus Siwon.

Sebaliknya Siwon dengan hati hati—sambil mengamati Kibum lekat lekat, mulai membuka pintu kamar Kibum. Mereka berjalan berdampingan hingga depan pintu rumah Siwon

Kibum mulai dapat merasakan aura kebebasan

Sebentar lagi Siwon memutar kenop pintu, membuka pintu lebar lebar dan Kibum langsung tersenyum lebar melihatnya

“Tunggu!” Kibum yang hendak kabur—lari secepat mungkin segera tertahan karena Siwon memegang telapak tangannya dengan kuat, “Kau bisa kedinginan kalau kita kelamaan membuat boneka salju…jadi pakai ini…”

Siwon memakaikan sepasang sarung tangan tebal dan sebuah jaket tebal di tubuh Kibum. Rasa hangat menjalar seketika hingga ke leher Kibum

“Kau tidak memakainya?” celetuk Kibum secara refleks

Siwon tersenyum minta maaf, “Aku hanya punya satu pasang…..dan aku belum membelikan untukmu….ayolah kita buat boneka salju secepatnya!” Siwon berjalan terlebih dahulu—meninggalkan Kibum di pintu depan. Kedua tangan Siwon masuk ke dalam saku celana sementara bibirnya terus menghela napas yang berbentuk uap karena cuaca begitu dingin

Kibum miris melihat Siwon. Semua rencana kabur dalam otaknya spontan buyar seketika. Yang Kibum lakukan malah berlari mendekati Siwon sambil menyerahkan satu sarung tangan kepadanya

“Pakailah…kau bisa kedinginan Siwon” kata Kibum merasa tidak enak

“Tidak apa apa! Aku ini kuat…ayo kita langsung saja buat!” Siwon jelas jelas menolak sarung tangan itu. Kibum semakin memandangnya sayu. Betapa Siwon selalu memikirkan dirinya bukan yang lain. Bahkan Siwon rela kedinginan karena permintaan egois Kibum untuk membuatkan satu lagi boneka salju

Bagaimana reaksi Siwon seandainya tahu kalau tadi Kibum berencana kabur

“Siwon…pakai saja, kau bisa kedinginan!” seru Kibum memaksa Siwon yang sedang menumpuk beberapa salju tebal membentuk sebuah setengah badan boneka

Siwon berhenti bekerja, “K…kibum….akk..u” Siwon menggertakkan giginya sebentar. Rasa dingin mulai menyerangnya hingga berbicara saja Siwon harus mengeluarkan seluruh tenaga

“Apa kubilang! Kau mulai kedinginan” Kibum melepas sarung tangannya, menggosok gosokkan kedua tangannya lalu menaruhnya di wajah Siwon, “Mulai terasa hangat?” tanya Kibum cemas

Siwon mendesah perlahan, “Lumayan….”

“Lumayan?? Kau pasti masih kedinginan” Wajah Kibum berubah ngeri, “Sudah hentikan! Kita balik ke kamar saja!” katanya menarik tangan Siwon menuju halaman depan

“Tapi bagaimana dengan boneka salju milikmu?”

“Tidak penting! Ayo kita kembali ke dalam rumah” pinta Kibum namun tiba tiba langkah berhenti di salju tebal.

Siwon memandangnya penuh tanda tanya, “Kau kenapa lagi Bummie?” katanya mulai terdengar khawatir, “Kau sakit???”

“Tidak apa apa…tapi…” Kibum menundukkan kepalanya dalam dalam, “Gendong aku!” tuntut Kibum mengulurkan kedua tangannya kepada Siwon

“Ha?” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sikap Kibum hari ini sangat aneh! Sebentar minta boneka salju tambahan, sebentar minta masuk ke rumah dan sekarang malah minta di gendong!

Apa kemarin Siwon salah memasukkan bumbu di makanan Kibum ya??

“Cepat Siwon! Kau mau kita mati kedinginan di sini!” sambar Kibum membuyarkan pikiran kalut Siwon.

Siwon tidak punya pilihan lain. Ia terlalu mencintai Kibum jadi di turuti saja permintaan aneh aneh darinya

DEG

Kembali….reaksi itu timbul lagi..

Siwon sampai perlu memejamkan matanya saat tubuh Kibum menempel erat di dadanya. Lutut Siwon mendadak lemas dan ia menjadi susah berjalan saat Kibum merangkul lengannya di leher Siwon

“Kenapa tidak jalan?? Ayolah Siwon, aku kedinginan” ucap Kibum dengan sapuan napasnya di tekuk Siwon membuat namja tinggi itu semakin susah mengontrol keringat dingin di wajahnya

“Aku….aku…tidak tahu sulit sekali memelukmu sambil berjalan kaki” tutur Siwon terlampau jujur

Kibum tersenyum tipis meski ia tetap membuang muka dari tatapan Siwon—takut jika tertangkap basah wajah pucatnya berubah memerah

“Makanya biasakan! Lagipula kemarin kau kan juga memelukku”

“Tapi itu kan beda….kau sedang dalam keadaan sedih, aku refleks memelukmu…..kalau ini…aishhh”

“Aku kan minta di gendong karena menjaga agar kau tidak kedinginan Siwon bodoh!!!” aku Kibum malu malu.

“EH??” Siwon sukses di buat terkejut setengah mati oleh Kibum hari ini. Ia hampir lupa caranya bernapas mendengar ucapan Kibum. Apa ini berarti Kibum mulai bisa menerima dirinya? Entahlah

“Bummie…..” bisik Siwon pelan pelan berani mendekati wajah Kibum, mencium pipinya dengan hangat, “Aku mencintaimu….” Katanya untuk kesekian kali

Kibum meraba leher Siwon, membenamkan kepalanya di sana sambil terdiam beberapa saat, “Aku tidak tahu Siwon…..mungkin aku tidak tahu jawabannya sekarang”

“Tapi nanti kau akan tahu” kata Siwon menguatkan diri mengangkat tubuh Kibum masuk ke dalam rumahnya yang hangat

“Ya….nanti aku akan tahu…” Kibum menyembunyikan senyum separuhnya ketika Siwon dengan lembut terus membawa tubuh mereka berdua ke kamar tempatnya di sekap, menurunkan Kibum di atas tempat tidur lalu menyelimutinya agar tetap hangat

“Selamat tidur Kibum….” Ucap Siwon

“Selamat tidur Siwon…” Kibum tersenyum sambil menutup mata.

Rasa hangat yang di timbulkan Siwon semakin menjalar kuat. Dan untuk pertama kali, Kibum tahu bagaimana rasanya di cintai….

*****

Butuh berhari hari—ah tidak butuh berminggu minggu untuk membujuk Siwon agar bisa mengabulkan permintaan mustahil Kibum.

Bagaimana tidak mustahil? Kibum meminta Siwon agar memulangkannya baik baik ke rumah.

Terang saja amarah Siwon menggelegar hebat tepat 10 hari menjelang natal tiba

“Aku bilang tidak Kibum! Kau dengar tidak sih!” bentak Siwon menolak mentah mentah

“Tapi kau perlu mengembalikanku!” ujar Kibum dengan suara keras, “Kalau tidak orang akan mulai curiga pada kita! Aku—seorang mahasiswa yang tiba tiba menghilang dan kau! Mendadak kedatangan seseorang yang tinggal di dalam rumah tanpa sebab! Bukankah orang akan bertanya tanya!”

Siwon mendengus tajam—tanda bahwa dia akan memikirkan cara lain untuk tetap memenjarakan Kibum

“Ingat Siwon! Aku harus melanjutkan kuliah juga!!” tambah Kibum

“Tapi liburan kita baru saja di mulai” elak Siwon

Kibum menggeleng kuat, “Demi Tuhan biarkan aku pulang Siwon! Kita…kita….aku…” Kibum mendadak salah tingkah, “Kita bisa mengaku pacaran di depan umum kalau itu membuatmu tenang……”

Siwon berhenti bersikap gusar. Matanya melebar tidak percaya saat kedua tangan Siwon memegang kedua bahu Kibum, “Sungguh kau berkata begitu? Tapi bukannya perasaanmu belum yakin?” tanya Siwon dengan wajah berubah kecewa

“Aku memang belum yakin” ungkap Kibum tanpa menyembunyikan apapun. Jujur sekarang dia memaksa pulang bukan karena ingin kabur dari Siwon, tapi justru karena Kibum ingin bersama Siwon…..

“Aku hanya tidak ingin kau di laporkan ke polisi! Urusan ini terlalu rumit kalau sampai melibatkan mereka…jadi biarkan aku pulang ke rumah, memastikan kedua orangtuaku tidak curiga lalu…..” Kibum melepas kedua tangan Siwon dari pundaknya sebelum berbalik menggenggamnya rapat rapat, “Kalau studi kita sudah beres, carilah pekerjaan….dan kau bisa….kau bisa….” Kibum gugup sekali di tatap lama oleh Siwon di depannya

“Aku bisa apa Bummie?” goda Siwon menatap wajah merah Kibum yang malu malu

“Kau bisa memenjarakanku lagi….” senyum Kibum tulus di bibirnya, Ia mengelus sebentar garis muka tegas Siwon sambil terus berbisik, “Jadi pulangkan aku Siwon……kumohon…”

Siwon berpikir keras. Ucapan Kibum terlalu masuk akal untuk di sanggah

 “Itu solusimu? Baiklah…..” Siwon tidak punya pilihan lain. Dia memang mencintai Kibum, tapi mengurung Kibum seumur hidup di dalam kamar sempit, juga akan membuat Kibum semakin menderita

“Kau akan kupulangkan secepatnya” janji Siwon di iringi senyum puas di bibir Kibum

*****

Kibum memandang nanar kedua orang tua di depannya.

Detik ini juga, ingin rasanya ia memeluk erat tubuh Siwon—memastikan dirinya baik baik saja ketika orangtuanya bukan menyambut kepulangan Kibum yang hampir 3 minggu berada entah di mana tapi malah mengejutkan Kibum dengan berita perceraian mereka

“Kalian sudah pasti akan—“

“Sudah pasti Kibum” potong Appanya dengan tegas, “Appa tidak punya banyak waktu untuk membicarakan tentang hak asuhmu, kami sudah sepakat akan membiarkanmu menempati rumah ini sementara kami….” Ia mendelik sebentar ke arah Ibu Kibum

Ibu Kibum mengangguk mengerti lalu melanjutkan ucapan suaminya, “Kami akan bercerai secepat mungkin, kalau kau butuh sesuatu kau tinggal menghubungi sekretaris Umma atau Appa misalnya kau butuh—“

“Aku tidak butuh APAPUN!” Teriak Kibum menumpahkan perasaan sakitnya selama ini. Ia sontak berdiri dan memandang tajam kedua orangtuanya, “Apakah kalian sadar kalau aku menghilang hampir sebulan dari rumah??” tanyanya menggeleng lemah

Orangtuanya benar benar tidak memperdulikannya lagi….tidak ada yang tersisa. Saat ini, malah wajah hangat Siwon yang melekat di pikiran Kibum

Appa dan Umma Kibum saling berpandangan bingung sebelum Appa Kibum angkat bicara, “Kami kira kamu studi keluar Seoul” jawabnya acuh

Sekali lagi. Kibum merasa tidak berdaya. Tidak….sudah saatnya dia berhenti berharap ada keajaiban yang membuat kedua orangtuanya mencintai Kibum seperti yang selama ini dia cita citakan….

Impian naif Kibum telah berakhir….dan saatnya ia harus bangun dari tidur panjangnya….

“Kalian tidak peduli apapun….kalian bahkan tidak sadar aku menghilang dari rumah….baiklah….aku tidak memaksa apapun…aku menyerah…..Appa…Umma….” Kibum mengangkat tangannya sebelum mengambil sebuah tas besar yang ia bawa dari rumah Siwon

“Ya! Kami berdua belum selesai bicara Kibum!” bentak sang Ayah ikut berdiri karena melihat Kibum sudah bersiap ingin pergi keluar rumah

Kibum berhenti, ia berbalik sambil tersenyum pedih kepada kedua orangtuanya, “Aku sudah selesai Appa…..silahkan kalian coret namaku dari daftar ahli waris sekalipun aku tidak peduli…..kalian tidak memperdulikanku…..lebih baik aku menghilang….”

“Apanya kami tidak peduli padamu!” sekarang giliran Ibu Kibum berdiri dengan perasaan terhina, “Kami mengurus biaya kuliahmu selama ini! Apa itu tidak cukup!”

“Tidak cukup!!!” jerit Kibum kencang, “Kalian selalu membuatku menangis setiap hari mendengar suara bertengkar kalian! Kalian membuatku menunggu setiap malam! Tapi yang ada kalian hanya memikirkan diri sendiri! Aku tidak tahan lagi….aku mau pulang…..” Kibum mulai menangis lagi dan satu hal yang dibutuhkannya saat ini

Hanyalah Siwon

“Tapi….rumahmu di sini….” Bisik Appa Kibum agak melunak. Ia seperti tertampar keras mendengar suara histeris Kibum. Appa Kibum betapa dia naif karena mengira Kibum akan kuat menjalani semuanya ini

Dia lupa kalau Kibum juga rapuh….serapuh manusia lainnya

“Ini bukan rumahku…..kalian membuatnyai seperti neraka bagiku….aku ingin pulang Appa….” Kibum segera menutup rumahnya sehingga terdengar bunyi dentuman hebat

BLAMMM

Kibum berlari kencang, menuju jalanan sepi di sekitar rumahnya saat sepasang lengan hangat telah menangkap tubuh Kibum dan mendekapnya erat

“Aku di sini Kibum…” bisik Siwon menghentikan langkah Kibum dari arah belakang

“Hiks…..” Kibum memutar tubuhnya—memeluk erat Siwon dan merasakan tubuhnya terasa utuh kembali, “Bawa aku pulang Siwon….kumohon…”

Siwon mengangguk sedih. Tadinya ia sudah mau meminta ijin ke dalam mengenalkan diri sebagai kekasih Kibum pada kedua orangtuanya. Tapi mendengar suara bertengkar hingga keluar rumah membuat Siwon mundur dan memilih menunggu di samping pagar

“Kita pulang….” Kata Siwon sependapat. Ia bahkan menggendong Kibum dalam pelukannya di jalanan besar. Tidak peduli beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.

Siwon terus berjalan melewati beberapa tumpukan salju licin di jalanan, mendesah lega ketika mereka berada tidak jauh dari sebuah rumah mungil—amat sederhana di pinggiran kota—dekat hutan

Rumah yang di warisi Siwon semenjak kedua orangtuanya meninggal. Siwon selalu hidup sendiri sampai dia menemukan sosok Kibum selalu termenung di bangku kantin kampus

Tapi sekarang, meski dengan kenyataan pahit. Siwon bisa tersenyum karena anggota rumahnya kini bertambah seorang lagi……

@FLASHBACK END@

“Umma!!! Kok melamun!!!” teriak Sungmin sengaja mengagetkan Kibum karena asyik merenung dari tadi

Kibum terkaget sebentar kemudian mencubit gemas pipi anak sulungnya dengan Siwon itu. Ya, setelah menyelesaikan kuliahnya, Kibum langsung menerima lamaran Siwon dan memilih mengurusi Sungmin yang lahir saat pernikahan mereka baru mau menginjak satu tahun

“Hmm kenapa Sungmin!! Kau ini…aishhh!!!”

Sungmin mengelus pipi chubbynya sebelum menatap pandangan bertanya pada Kibum, “Aku mau cerita sesuatu Umma, tapi Umma jangan menganggapku aneh…..”

“Kenapa Umma harus menganggapmu aneh?” Kibum balik bertanya. Ia mendudukkan Sungmin dalam pangkuannya sambil sesekali mencium pipi anaknya itu, “Apa tadi kau tidak bertemu dengan Kakek waktu main ke perusahaan?”

Sungmin menggeleng imut

*Ya Tuhan!!! Gw boleh nyentuh bentar ga anak lo Kibum!!!*

*Kibum memasang sikap defensif : ngga boleh dasar author pedofil!!!*

*Yah… TAT sebas kecewa*

Ah back to the story

“Kakek ada kok Umma, bahkan tadi Nenek ikut datang waktu Appa meneleponnya hehehe” senyum polos Sungmin mengembang di bibirnya. Kibum ikut tersenyum bersama anak pertamanya itu. Sungmin tidak boleh tahu kalau Kibum butuh hampir 2 tahun untuk memaafkan kedua orangtuanya

Kedua orangtua Kibum mendadak bertamu ke rumah—mau menanyakan kabar tentang anak mereka satu satunya sampai mereka terkejut melihat Kibum sudah berbadan dua saat mereka bertemu kembali

Ya, tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya, Kibum menikah sederhana dengan Siwon. Tidak ada pesta, tidak ada undangan—hanya mereka berdua menghadap pegawai catatan sipil di kantor pemerintah

Siwon dan Kibum yang baru lulus kuliah setelah setahun tinggal bersama tidak punya uang lebih untuk melakukan pernikahan mewah. Kibum bahkan tidak keberatan menikah seminim apapun bentuknya. Asal mereka menikah. Kibum sudah senang.

Dan sewaktu Siwon sibuk mencari kerja, tiba tiba saja nasib mempertemukan keluarga kecil itu kembali. Siwon di terima menjadi pegawai biasa dalam perusahaan Appa Kibum tanpa di sengaja. Tidak butuh lama, dengan di bantu bujukan Siwon—akhirnya hati Kibum luluh. Ia tersenyum lembut dan langsung memeluk kedua orangtuanya

Kebahagiaan dua keluarga milik Kibum semakin sempurna ketika Sungmin lahir di dunia.

Kibum yang terbiasa dengan hidup sederhana, memilih menetap di rumah peninggalan orangtua Siwon meski kedua orangtuanya sudah berjanji akan membantu biaya hidup mereka.

Tidak, Kibum cukup bahagia hidup bersama Siwon—yang dia akui telah menjadi ‘Seseorang’ berarti dalam hatinya

“Umma bengong lagi!!!” protes Sungmin membuyarkan lamunan Kibum untuk kedua kali

“Maaf Sungminnn… kau mau cerita apa memangnya!!!” tanggap Kibum sambil membelai rambut berwarna orange milik Sungmin. Rambut yang mirip sekali mirip dengan Siwon

Sungmin membenamkan wajahnya di dada Kibum sebelum mendesah panjang, “Sudah dua hari ini ada namja yang melihatku terus menerus ketika sedang bermain salju di samping rumah, dia tetangga kita yang baru pindah di depan rumah…..aku takut….tatapannya menakutkan Umma…” cerita Sungmin dengan lancar

“Hahaha” Kibum tertawa lepas.

Untung Siwon belum pulang kerja, coba kalau dia ada di sini. Sudah pasti Siwon akan langsung memarahi bocah lelaki seumuran Sungmin itu karena berani membuat anak kesayangannya ketakutan

“Dia mau berteman denganmu Sungmin, jangan takut…..dia tidak nakal kok” bujuk Kibum sesekali menyerap wangi bedak baby dari leher Sungmin

“Tapi Umma aku serius!” tatapan Sungmin memancarkan rasa takut berlebihan. Maklumlah, dia terlalu polos untuk mengerti tatapan aneh dari tetangga depan rumah mereka, “Anak itu menakutkan! Aku sudah menegurnya tapi dia malah sembunyi, lalu kalau aku mengacuhkannya lagi, dia muncul dan terus menatapku…huuu….aku tidak mau main salju lagi di luar…” racau Sungmin mulai menangis kecil. Kibum buru buru menepuk punggung mungil Sungmin, “Cup cup jangan menangis….kau bukankah sudah janji mau mengejutkan Appa dengan membuat sepasang boneka salju di samping halaman kita? Apa tidak jadi?” tanya Kibum sontak membuat mata rubah Sungmin membulat penuh

Ia menggeleng sambil mengerucutkan bibirnya ke depan, “Tidak! Aku mau mengejutkan Appa! Tapi…dia pasti ada….” Kembali, Sungmin mengkerut ketakutan dalam pelukan Kibum

“Jangan takut….nah Umma punya saran untukmu…”

“Apa?”

Kibum menurunkan Sungmin, menyuruhnya berdiri tepat di depannya lalu Kibum merendahkan diri dengan berjongkok. Senyum keibuannya tidak hilang dari raut wajah hangat Kibum—senyum yang tetap membuat Siwon kehilangan kata kata setiap kali menatap Kibum

“Jika dia melihatmu lagi dan tetap bersembunyi…teriak kalau kau ingin menjadi temannya…..tapi kalau dia tetap bersembunyi tanyakan apa dia tidak mau menjadi temanmu? Begitu….” Nasihat Kibum pelan

Sungmin memiringkan kepalanya—bingung, “Tapi kalau dia tetap bersembunyi Umma?”

“Nah tinggalkan saja dia…..beres kan?” Kibum segera mengambil sepasang baju hangat ukuran Sungmin lalu memasangkannya bersama sepasang sarung tangan tebal di kedua tangan mungilnya

“Kalau kau takut kau boleh teriak memanggil Umma di dapur nanti” kata Kibum mendorong dorong tubuh mungil Sungmin hingga ke depan pintu rumah

KREKK

Kibum mendorong lembut pintu rumahnya yang terbuat dari kayu

Senyum Kibum makin merekah saat menangkap sosok namja seusia Sungmin—rambutnya hitam pekat dan memakai mantel berwarna putih gading sedang mencuri curi pandang ke arah Sungmin—anaknya

“Buat yang bagus ya boneka saljunya…” seru Kibum mengamati gerakan Sungmin yang berlari lari kecil ke samping rumah, berjongkok mengambil setumpukan salju sementara bocah itu masih enggan keluar dari persembunyiannya.

Kibum mengangguk mengerti. Bocah itu pasti malu karena masih ada Kibum di sana. Jadi Kibum memilih masuk dan malah mengintip dari sela sela jendela kamar Sungmin yang dulu menjadi kamar Kibum saat di sekap Siwon

Benar saja, anak lelaki itu akhirnya bersingut mendekat walaupun ia sembunyi sembunyi dari balik pagar kayu di halaman keluarga Kibum

Sungmin merengut sejenak—wajahnya tampak kesal menangkap siluet bocah lelaki tersebut di dekatnya, “Hei kau!!! Kalau mau keluarlah!! Kita jadi teman!!!” tawar Sungmin berbicara sekeras mungkin sesuai ajaran Kibum

Bocah itu bergerak gelisah namun tetap kukuh bersembunyi. Kibum saja sampai gregetan melihat tingkah malu malunya

“Sama seperti Siwon dulu…” gumamnya seorang diri

“Ya! Kalau mau kita berteman, kau keluar!! Tapi kalau tidak! Aku lebih baik masuk ke rumah saja!” ancam Sungmin menghempaskan segumpalan salju di tangannya. Dia tidak peduli lagi kalau Appanya akan kecewa tidak melihat sepasang boneka salju menjelang natal. Toh masih ada hari hari lain. Pikir Sungmin

“Ja…jangan pergi….” Sebuah suara halus membuat Sungmin terpaku. Ia menoleh ke belakang di mana telah berdiri seorang bocah—lebih tinggi darinya beberapa senti sedang menundukkan kepala. Sebelah tangannya memegang sebuah kincir angin terbuat dari kertas putih

Sungmin memberanikan diri berjalan ke arahnya walau merasa sedikit kesal, “Kenapa suka mengintipku!” tuntutnya

“Ma…maaf….” Bisik namja itu belum mau mengangkat wajahnya menatap Sungmin. Tangannya semakin erat memegang kincir angin mainannya itu.

Kibum terkikik senang saat menyadari anak kecil itu gugup berdekatan dengan anaknya. Lihat saja keringat yang membasahi ujung rambut hitamnya, mulai menetes ke atas salju tebal

“Benar benar mirip Siwon…” kata Kibum semakin asyik menonton mereka

“Ha…habis…aku tidak menemukan bunga untuk kupetik…” ucap anak itu mencuri curi pandang sesekali pada Sungmin

“Bunga? Buat apa? Mana ada bunga di musim dingin seperti ini—adanya salju! Aku saja mau membuat boneka salju yang beusaaarrrr untuk Appakuuu” pamer Sungmin sambil membentuk sebuah bulatan dengan kedua tangan mungilnya membuat bocah kecil itu melepas tawa kencang

“Hahahahahha kau lucu sekaliii…..”

“Kenapa kau malah tertawa!!!” Sungmin memasang tampang memelasnya sehingga bocah lelaki itu langsung mengubah tawanya menjadi batuk

“Ma…maaf….” Sahutnya kembali menundukkan kepala

Sungmin menatapnya tertarik, “Kenapa kau suka menunduk sih—ada apa di bawah….ah kau suka salju ya??” tebak Sungmin polos

“Bukan…aku sih biasanya tidak begitu suka salju, tapi…” Namja itu mengangkat kepalanya. Kedua mata gelapnya bertemu dengan sepasang mata cokelat warisan Kibum.

Sungmin sampai tidak berkedip beberapa saat menikmati wajah baru di depannya ini

“Kenapa kau diam??” Bocah itu mendekat, mengulurkan tangannya yang memakai sarung tangan hitam untuk mengelus pipi Sungmin. Jejaknya membuat pipi Sungmin menghangat dan meninggalkan semburat memerah di sana

“Ah sekarang kau memerah….mungkin kau harus masuk ke dalam rumah” ujar bocah lelaki itu sama polosnya dengan Sungmin

“Tidak perlu!” Sungmin menggeleng pelan—matanya tiba tiba saja terfokus pada kincir angin yang di bawa namja di depannya, “Itu apa?” tanyanya

“Ini?” Bocah itu mengangkat kincir angin dekat Sungmin, “Ini hadiah untukmu! Ambillah” katanya sambil menyerahkan kincir angin buatan itu ke tangan Sungmin

“Tapi bukankah itu mainanmu?”

“Bukan…..” Bocah itu menggeleng cepat, “Kata Umma kalau ingin bertamu ke rumah seseorang….kita harus memberi sesuatu pada mereka…..dan aku mau memberimu bunga, tapi kulihat di sini tidak ada bunga yang tumbuh…ya sudah…aku membuatkanmu kincir angin saja dari kertas bekas….ini…” jelas bocah itu sambil memaksa tangan kanan Sungmin menerima kincir angin buatannya

Sungmin tersenyum berseri seri, “Ini bagus sekali…terima kasih!!” ucapnya kencang. Deretan gigi kelincinya menambah keimutan di wajah Sungmin

Namja berumur 4 tahun itu terpana menikmati senyum manis Sungmin. Ia kembali tergagap ketika mengajak berbicara Sungmin, “A…apa….kau menyukainya?” tanyanya penuh harap

“Sangat suka ^^” jawab Sungmin mengangkat ke atas kincir angin miliknya ke atas, “Oh ya namamu siapa? Aku belum tahu dari tadi?”

“A…aku…” Bocah itu mengelap bibirnya gugup, “Na…namaku Cho Kyuhyun….kalau kau?” Bocah bernama Cho Kyuhyun segera mengulurkan tangan yang di tanggapi ceria oleh Sungmin, “Aku Choi Sungmin!! Kita berteman kalau begitu!” Sungmin menggucangkan kedua tangan mereka lalu melepasnya

Sejenak Kibum merasa ada raut kekecewaan dari wajah tampan Kyuhyun ketika tangannya dan Sungmin saling terlepas, “Hmm…..Kyuhyun….Kyuhyun….” gumamnya seorang diri

 “Oh namanya Kyuhyun” Sebuah suara familiar mendadak saja terdengar dari arah belakang Kibum. Ia tersentak sebelum tersenyum lembut melihat sosok Siwon yang sudah berkacak pinggang di sebelahnya

“Awas saja bocah itu! kalau sampai Sungmin menghilang tiba tiba—berarti dialah yang menculik anak kita!” geram Siwon ikut menonton tingkah lugu kedua bocah berumur 4 tahun sambil merangkul pinggang Kibum

 “Jangan begitu—mereka masih polos….masih butuh berpuluh tahun kalau Kyuhyun berani menculik anak kita” sekarang giliran Kibum bersikap posesif.

Semenjak dia memiliki anak. Tidak akan Kibum biarkan anaknya—Sungmin merasakan apa yang dulu Kibum rasakan

Dia ingin Sungmin merasakan di cintai oleh kedua orangtuanya. Dirinya dan Siwon.

“Hahaha Bummie, Bummie…kau tidak berubah….” Siwon menyusuri telinga belakang Kibum—menyesap aroma yang tetap membuatnya jatuh cinta meski sudah bertahun tahun mereka menikah, “Tapi gara gara aku menculikmu—kau jadi jatuh cinta kan?” goda Siwon masih berbisik mesra di balik kepala Kibum

“Itu karena kau bukan psikopat Siwon!” sahut Kibum sambil tersenyum penuh cinta. Ia membalikkan badan, memeluk tubuh Siwon yang penuh keringat karena baru pulang bekerja seharian

“Jadi….” Siwon memegang pinggang Kibum lalu membawanya berputar di sekitar kamar Sungmin, “Apakah sekarang kau mencintaiku Kibum?”

Kibum mendengus sejenak, “Aku mencintaimu Siwon! Sudah bertahun tahun yang lalu aku mengatakannya terus menerus, apakah itu tidak cukup meyakinkanmu?” kata Kibum mendongak ke atas

“Tidak….aku tahu kok bahkan sebelum kau mengucapkannya” balas Siwon mengecup pucuk kepala Kibum

“Lalu?”

“Aku hanya mau terus mendengarnya dari bibirmu Bummie…..mendengarnya itu….membuatku bahagia….” Siwon mengeratkan pelukannya, sengaja menuntun Kibum menjauh dari jendela kamar di mana Kyuhyun sedang membantu Sungmin membuat dua boneka salju di halaman mereka

“Kau mau membawaku kemana Siwon!” erang Kibum saat Siwon menutup pintu kamar Sungmin dan malah menyeret langkah mereka berdua masuk ke dalam kamar utama

Siwon terkekeh senang, “Aku mau menculikmu sekali lagi Kibum!”

“Tidak! Tidak! Aku belum masak makan mala—“

BLAMM

Pintu di tutup dengan kasar

Sementara itu….

Sungmin berhenti membentuk bulatan kecil sebagai lengan sang boneka. Ia melirik rumahnya yang tiba tiba sunyi tanpa suara, “Umma kemana……” bisik Sungmin nyaris mau menangis. Biasanya Kibum pasti akan mengamati Sungmin dari jauh—tapi tidak sampai menghilang entah kemana seperti sekarang

Kyuhyun juga berhenti bekerja, ia menggandeng tangan Sungmin, menghapus air mata di kedua pipinya, “Cup cup jangan menangis….ada aku di sini, kita buat boneka saja yah….” Bujuk Kyuhyun menenangkan Sungmin

“Tapi….aku mau….Umma…..hiks…” Sungmin mulai terisak kalau saja Kyuhyun tidak tiba tiba memeluknya.

Baru kali ini Sungmin merasakan kehangatan berbeda ketika Kyuhyun memeluknya. Umma dan Appanya saja tidak bisa langsung membuat Sungmin terdiam

“Jangan menangis….ada aku…..ayo kita buat boneka lagi…” ajak Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mulai membuat bulatan bulatan lagi di sekitarnya

Sungmin mengusap air matanya lalu tersenyum lebar. Ia membantu Kyuhyun menaruh bulatan kecil terakhir sebagai kepala sang boneka

“Selesai!! Hehehehe, kita berhasil Kyuhyun!” seru Sungmin

Kyuhyun tersenyum saja melihat wajah Sungmin sudah kembali ceria, “Lain kali kita buat lagi…..buat natal…bagaimana? Kau mau?” kata Kyuhyun dengan mata berbinar

“Hm” Sungmin mengangguk imut

*KYAAA BOLEH GW CULIK ANAK LO SIBUM!!!*

*Sibum : NGGA!!! Dasar author pedofil!!!*

“Nah sekarang….” Kyuhyun meraih sebelah tangan Sungmin yang bebas, “Bagaimana kalau ke rumahku….Umma sedang memanggang marshmellow untuk cemilan….mau??”

“Marshmellow??” mata Sungmin mengerjap imut berlipat ganda. Dan sebuah perasaan ganjil telah menyelip di dalam dada Kyuhyun.

Tiba tiba ada perasaan mendominasi ingin menguasai Sungmin—hanya sebagai temannya. Hanya miliknya….Tidak ingin berbagi dengan orang lain

*Wah bahaya anak umur 4 tahun udah mau nyulik! kenapa giliran Kyuhyun mau nyulik boleh, gw ngga TT*

*Sibum : udah jodohnya sebas, biarin aja lah~*

“Ayo Kyuhyun! Kenapa aku bengong! Aku mau marshmellow panggang!” seru Sungmin menarik narik lengan Kyuhyun tidak sabaran

“Ah…iya…ayo….” Kyuhyun diam diam tersenyum saat mereka menyebrang ke jalanan yang tertutup salju dan pelan pelan membuka pintu masuk ke rumah Kyuhyun

Hmm, tampaknya salju tahun ini kembali menghadirkan pasangan baru yang akan membuat natal semakin meriah di tempat tinggal Siwon….

THE END

40 responses to “≈Snow White≈

  1. SEDIH!
    Ama baca OS eonni sambil denger lagu snow white dan berhasil bikin Ama tambah kangen dengan KIBUM! SIBUM!
    Hueee kenapa, kenapa?! Segera kembali kau anakku Kibum *plak!
    But i really love your fanfiction eon, siwon so romantic and kibum too. dan penutupnya c imut sungmin dan evil kyunyuuuuuuu…

    udah komen gaje aja deh =_______=
    bye~ keep writing , fighting! NOLU Ama tunggu=)))

  2. Kok ngerasa aneh yah #plak biasanya baca nolu kibum jadi seme sekarang uke.. Sejujurnya ini pertama kali.a aku baca pair sibum jd masih rada kikuk gitu..hahaha tapi aku suka.. Siwon kadar so sweetnya melebihi batas normal..COOL ! Andai org tua bisa lebih memahami keinginan sang anak,kaya.a ada beberapa anak yang merasa hidupnya di tumbuhi kasih sayang dari ortunya :’) kok umin gak cadel,coba ngomong.a cadel pasti imutnya lebih dari sekedar standar internasional (?) Tuh kan aku sll gak rela kalau harus baca kata the end >< "reader byk maunya nih" sebas onnie fighting~~ aku udh ngantuk,makasih buat ff.a yah :')

  3. Akhirnya gemboknya terbuka sudah…. Menanti dri 2 minggu lalu akhirnya terbuka juga….. Seneng deh akhirnya happy ending Sibum…. Unnie, dilanjutin dong pengen tau kyumin yang kecilnya imut-imut gimana gedenya….. >.<

    Dilanjutin ya unnie jangan ngambek gara-gara ma Sibum gak boleh nyulik si Sungmin… Hehhe… Menanti kelanjutan kyumin neh jadinya

  4. hehehehe bagus eonn,
    entah kenapa aku baca ini ga bisa berhenti senyum-senyum sendiri
    apalagi pas bagian kyumin C: *KYUMIN SHIPPER KUMAT*
    kekekeke xDD
    aih aku jadi ikutan guemes setengah mati, mau liat kyumin mini secara langsung #ngidam
    hahaha,
    anyway, 2 jempol buat eonni😀
    makin bagus aja ceritanya ehehehe
    HWAITING ^^

  5. KEREEEENN !!! sumpah cerita nya bagus baguuuss bangeet !! lo emang author paling keren deh bas !! 4 jempol buat lo ga cukup asli deh! yaampun ini siwon so sweeeeett banget kyakya~ beruntung bgt kibum dicintai sama seseorang seperti siwon🙂 aaah gue pengen nyulik anak sibum, sungmiiin, kyaaaa imut bgt diaaa, senyum2 sendiri gue pas baca part nya Ming hihi.. sebas, ada rencana kah buat bikin lanjutan snow white?? gue nunggu lhoo haha

  6. Kya..! (jejeritan) gw suka bgt nih ff, jd kangen Kibum jg. Cie.. bg Wonwon ampe cinta mati gtu sm Bumie yak ^^) (so sweet)

    gw paling suka scene gendong2anny Sibum (jd pengen gendong Sungmin (?)) hehe.. bg Won, sbr ne jantung lagi diuji tuh (dag dig dug gaje).

    Sibum umma-appa yg cool bgt, eh.. lahir anaknh imut bgt (cubit pipi chubby Umin) (ditampol Kyuhyun) ^^)v

    Kibumie.. kami merindukan mu, saranghaeyo! ^^)

  7. KEREN! gak bosen2nya aku kasi kata keren bwt ff kakak🙂 hueeee! kangen kibum oppa😥
    siwonnya to twiiitt bgt :0 pengen punya cwo kyk siwon #plak#ngayal.com

  8. kkyyaaaaa….
    Co cweeettt…..
    Siwon so sweet niiiiiiiii…. >..<
    sibum keren….
    Aaaaaaa…
    Keren!!….^o^

  9. YA AMPUN!! SIBUM!! Gue culik anak lo ya!!!…gila gemesin bgt!! ToT
    *Kyuhyun: aku yg culik dia duluan!*

    Critanya keren..aku mau kyk Kibum, juara seangkatan…siapa yg gak mau!
    *Sungmin ikut aku yaaaa…* haha

  10. huaaaa….awal bca.a bkin netes air mta liat pnderita’an bum,, tpi untung ad won ya so sweet abiisss…
    si KyuMin lagi….kekekeke, pdahal msih kecil# gleng” kpla,,*plaakkk
    lanjut donk ff.a ni unn,,mau tau crta kyumin,,bkin pnasaran….#cerewet akut
    pkk.a ff sebas eonni is the best dehh…..🙂

  11. Kyaaa, unnie mitha !!!
    Demi apapun ini keuren banget!
    Apalagi bagian kyumin kecil itu, aishhh, pengen ta bungkus ta bawa plg tuh kyumin, kyeopta ><

  12. So sweet bgt ceritax….
    Ihhh sungmin gemesin bgt dch…
    Buat eonni aq ksi 4 jempol dch…
    Cz ceritax selalu keren abisssssss

  13. Jujur, Roro selama jadi ELF ngerasa gak pernah kenal sama Kibum. Roro jd ELF pas Kibum vakum, dan itu negbuat Roro ngerasa gak pernah dan gak tahu sama Kibum

    Bahkan. couple SiBum pun Roro anggap gak ada

    Samoai suatu saat, Roro ngenalin SuJu ke temen Roro. Eh, ternyata dia suka sama Kibum ^^ dia nyyari tahu semua ttg Kibum, video-videonya, CF2nya, bahkan dia juga berusaha buat nyari kaset drama yg dimainin sama Kibum. Dia tentunya nunjukin dan nyeritain Kibum ke Roro

    Roro liat video yang dia download, dan untuk pertama kalinya, Roro nangis buat Kibum :’) Roro mulai ngerasa deket sama Kibum

    Dan sekarang, setelah Roro baca ff manis ini, Roro berubah pikiran. SIBUM itu ada!! Thanks Kak

    Sebenernya tadi Roro nemu ada yang salah di ff ini. Tp Roro lupa, hehehehe ^^a

    OKE, SUKSES KAK!!😀

  14. Ahhhhhh~ so sweeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttt….>,,< pasti lucu banget mereka, ya ampun…..

    Bkin lagi donggg yg kyk gini, aku KyuMinship n SiBumship, heheh~

  15. Onnieeeeeeeeeeee!!!
    Pastii dehhh kalo eoni buat ff jadi’y kerennnn bgt!!!
    Berhasil bgt bkin orang memaknai karakter di ff eoni *alah bahasa’y*
    Kerennn dehhh!!! Dari yg sedihhh baca ff ini sampee yg ketawa2 gajee gara2 sweet bgt sibum +kyumin’y >.<

  16. YAH MAMO UNNIE AKHRINYA LU WARAS #plak *abaikan*
    akhirnya stelah kopel suju lu acak2 di nolu, lu balikin sibum kopel, *tp nolu tetep keren*
    kangen bgt sama nih kopel ><
    ceritanya so sweet, akankah w menemukan seseorg, sprt kibum menemukan siwon🙂

    n kyumin tetep yah nyangkut dimanapun ff mu rirlis XDDDDD
    w juga mau kok nyulik umin,,,, masa umur 4 tahun kyu udah mau nyulik umin sih =="

    nolu tetep di tunggu ^^

  17. Annyeong kak Sebas ^^~~
    hueee SiBum couple!! Kangen Kibummie. Bummie dimana?? *abaikan*
    Kak, unyu lah ceritanya. Salut banget sama usahanya Siwon buat Kibum. Cowok begitu limited lho wkwk
    Dari kemarin aku mikir (?) Snow white SJ yang satu ini gimana? apa kabarnya? kapan balik ke SJ hehe gimana juga sedih kan ngeliat dari 13,12,11,10,9 :(:(
    Kak, lanjut terus nulis ff buat para wonderlander :):)
    Kamsahae eonni🙂

  18. wihhhhh!! ceritanya menyentuhh bangetttt.. jadi makin kangen sama kibumm TT
    kerennn authorr.. bikin yang lanjutannya donkk.. ceritain kyuminnya wkwkkwk

  19. Huwa….
    Ceritanya kak sebas manis banget!!!
    Makin kangen ama Kibum…
    Kasian Kibum ditelantarkan sama ortunya..
    Ku pikir tadi Siwon itu psycho…
    Ternyata bukan..
    Ngebayangin Sungmin m Kyuhyun umur 4 tahun pasti lucu bngt..

  20. Huwa….
    Ceritanya kak sebas manis banget!!!
    Makin kangen ama Kibum…
    Kasian Kibum ditelantarkan sama ortunya..
    Ku pikir tadi Siwon itu psycho…
    Ternyata bukan..
    Ngebayangin Sungmin m Kyuhyun umur 4 tahun pasti lucu bngt.. .

    • yaa. kepotong..
      awal.nya wonppa serem… tapii kebelakangan engga koq… untung bummie ketemu siwon jd ga kesepian lg dech ><
      dan epilog nyaa KyuMin unyuu bnget^^

  21. Kyaaaaaaa kyumin mini ver imuuuuuut>..<
    Gak heran kyu umur 4 taun ja dah mau nyulik minnie.

    Sebas, gak bosen2nya gw bilang FF SEBAS IS THE BEST!!!

  22. sebelum komen thanks ya onn buat fanfic sibum nya .
    i miss kibum soooo mmuchhh^^
    snow white ceritanya bugus onn aku kasian bgt ma kibumnya kya gak di anggep sama orang tuanya , bahkan pas di culik siwon kaga nyadar juga . orang tua yg kejam *lllhhhooo
    awalnya aku kira siwon jahat ngumpetin kibum di rumahnya tapi pas tau ternyata syang bgt ma kibum .apalagi pas kibum minta keluar buat main salju itu aku suka bget . hehehe
    daebaakkk onn ^^

  23. Kyyaaa ~~!! Imut sekali KyuMin😀
    Baru 4 tahun pasti lagi lucu lucu nyaa.. sebass gue culik boleh ga ??
    buat jadi anak gue😛 *plaakk

  24. Ъќ kebayang siwon jadi stalker.. Kekeke..

    Bdw,, satu lagi FF unni yg buat rasa letih, lesu, lemah ķΰ hilang seketika! *bener*

    ‎​:):D=D~Hα᪪Hα᪪••:):D=D!!

  25. cara siwon boleh juga kibum jd tau lo ad org yg bnr2 membtuhkanya,,

    anak bru brusia 4 th dah bsa cita2an aigo,,

  26. wah….ini ceritanya seru….aku suka…

    sifat kibum yg dingin…tp disini dia lumayan blak2an ngadepin sifat siwon yg posesif tp ngegemesin klo udah malu2…nyatain cinta tiap waktu…

    penculikan selama hampir sebulan di musim salju…yg bikin kibum ngerasa g senidirian lg & bikin dia ngebutuhin siwon ^_^

    kyuhyun juga lucu…
    sungmin lucu??? jangan ditanya…itu mah udah hukum alam… tak bisa terelakan lg…

  27. hwaaaa~~~ untung ming gak ngalamin yg dirasain kibum.. sedih bgt kibumnya T.T mungkin, aku yang gak teliti baca, aku gak tau Ming ama Kibum itu cwe ato cwo *plak*
    interaksi Ming kecil dan Kyu bkin senyum2 sendiri.. jdi kyk org gila baca nangis di awal trus ketawa mesum di belakang. hahaaha.. keren bgt deh unnie~~

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s