≈Copy and Paste : Final Chapter≈

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

“Ugh…Lelah sekali hari ini…” gumam Kangin berjalan lunglai menuju tempat tidurnya. Ia setengah terpejam sambil menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dan mulai bergumam pelan, “Hmm, kenyang~”

Selang beberapa menit, tidak ada suara lagi yang keluar dari suara pria tegap itu. Kangin sudah terlelap dari tidurnya. Hawa dingin di malam hari membuat siapapun akan tertidur lebih cepat karena suasana yang mendukung. Apalagi seharian tadi Kangin sibuk mengurusi surat surat untuk keperluannya masuk militer. Tidak dapat di anyal, ia sampai tidak menyadari ada seseorang yang mengincarnya dari luar jendela

KREKK

Orang itu mendorong pelan pelan kaca jendela, memberi jarak supaya tubuhnya bisa masuk diam diam ke dalam kamar Kangin. Tidak butuh waktu lama, lelaki itu berhasil memindahkan tubuhnya ke dekat meja kecil tepat di samping tempat tidur Kangin

Ia menggumam penuh kemenangan, “Kalau perkiraanku tidak salah—dia akan muncul malam ini…” bisiknya merundukkan kepala sambil sesekali mengamati pintu kamar Kangin yang tertutup rapat. Tubuh besar Kangin berhasil menutupi siluetnya dari samping.

“Ng…” Kangin kembali mengigau dalam tidurnya. Tapi itu malah membuat orang di sampingnya semakin yakin kalau rencananya semakin lancar. Ia tersenyum sinis membayangkan seseorang yang sebentar lagi akan datang tanpa di undang ke dalam kamar Kangin

Orang lain yang menjadi targetnya dalam kasus Tuan Kim….

KREKKKK

“Ah..” Kibum merapatkan tubuhnya semakin merendah di samping tempat tidur sambil berusaha mengintip tingkah laku sesosok lelaki tinggi masuk ke dalam ruangan

Ia berjalan pelan—nyaris tanpa suara. Satu tangannya membawa sebuah benda yang langsung bisa di tebak Kibum. Tapi itu bisa menunggu. Sekarang saatnya membuktikan apakah tuduhannya sebagai pelaku pembunuhan adalah benar

Lelaki itu terdiam sejenak melihat Kangin sudah tertidur pulas, kembali berjalan dengan langkah lebar menuju lemari Kangin tak jauh dari pintu masuk

Di buka pintu itu perlahan lahan dan……

Kibum secepat kilat menghidupkan sakelar yang menempel di dinding kamar Kangin

BYARRRRR

“Siapa itu!!” bentak lelaki itu sambil mengerjapkan matanya berulang kali—memastikan sosok yang telah membatalkan niatnya yang hampir berhasil

“Ah—akhirnya kau mengeluarkan tanduk aslimu juga Tuan muda” ejek Kibum bersandar di dinding dengan tangan melipat ke dada. Seringainya makin lebar ketika lelaki itu mendadak gugup—membeku di tempat saat tertangkap basah oleh detektif yang di kirim Ayahnya sendiri

“K..kau….” desisnya maju ke depan—luwes hendak menghajar Kibum kalau saja Kangin tidak terbangun dan berteriak secara spontan, “Apa yang—YA!! KAU LAGI!!!” Ia menunjuk kasar ke arah Kibum, “MAU APA KAU MASUK KE DALAM KAM……” suara Kangin kembali menghilang, keningnya berkerut seiring dengan suara parau yang membuat Kangin nyaris membelalakan matanya tidak percaya, “H..Hyung….kau…kau bisa berjalan lagi….?” Jari kangin bergetar saat melihat di hadapannya Leeteuk sedang memegang kemeja Kibum dengan rasa marah

“Aku….” Leeteuk kehilangan pegangan. Spontan tangannya melepaskan Kibum lalu terduduk lemas di atas lantai

“Kim Leeteuk…..atau yang bisa ku panggil Kwan Leeteuk?” pancing Kibum ikut berlutut di depan Leeteuk dengan perasaan menang. Ada sinar tajam dan tegas di mata Kibum yang membuat Leeteuk terpaksa mengakui perbuatannya

“Panggil aku Kwan Leeteuk, aku tidak sudi memakai marga lelaki brengsek itu lebih lama lagi” suara sinis Leeteuk keluar seketika dan topeng kekejaman itu terbuka sudah. Bahkan Kangin nyaris tidak bernapas saat mendengar penghinaan Leeteuk

“Hyung!! Dia Ayah kita!!!” protes Kangin

“Ya….ya dia Ayahmu—tapi bukan Ayahku, mengerti” Leeteuk meliriknya sinis sambil terus menyeringai. Padahal jelas sekarang dirinya berada dalam keadaan genting. Ia tertangkap dengan tuduhan pembunuhan tingkat satu dan membawa barang bukti bersamanya.

Kangin langsung berdiri tegap—tidak mempercayai telinganya dan meremas kedua bahu Leeteuk secara kasar, “Apa maksudmu Hyung!!! APA??? APA MAKSUDMU DIA BUKAN AYAH KITA??” Tuntutnya bersuara tinggi

Leeteuk hanya terdiam—menundukkan kepalanya meski senyum seringai kemenangan tetap terpatri di wajah tampannya

“Jawab aku HYUNG!!!” sambung Kangin sekali lagi sambil terus mengguncang guncangkan tubuh Leeteuk

“Jawabannya adalah….” Kibum yang dari tadi berdiri di samping Leeteuk akhirnya buka suara. Kangin pun memalingkan wajahnya dengan enggan namun tetap menatap Kibum—menuntut penjelasan, “Karena dia…” Detektif muda itu mengeluarkan sepasang borgol di tangannya lalu menggembok kedua tangan Leeteuk tanpa mengindahkan teriakan amarah dari Kangin

“Dia—Kwan Leeteuk yang telah membunuh Ayah anda dan Ryeowook, Kim Jungsung” jelas Kibum memaksa Leeteuk berdiri tegap—memapahnya dengan sebelah tangan sambil terus melanjutkan ucapannya, “Dia juga bukan Hyung kandung kalian meski satu Ibu” Kibum melirik kecil pada Leeteuk yang tetap tersenyum sinis tanpa memandang satupun dari mereka, “Dia adalah anak kandung dari Ibu kalian dan juga—“

“Kwan Jongri” tambah Leeteuk seolah olah tersadar dari lamunan panjangnya. Dengan berani pelan pelan kepalanya mendongak ke atas, menatap Kangin sambil tertawa hambar, “Hahaha, rasakan itu! Aku anak Kwan Jongri!! Bukan anak Kim Jungsung! Ayah kalian yang biadab, brengsek dan pengecut!!” maki Leeteuk menyembur kata kata menusuk itu tepat di depan Kangin

“Apa yang kau—Shit!” Kangin mengumpat sebentar tapi tetap menahan kedua tangannya yang refleks hendak meninju Leeteuk, “Jangan bercanda Hyung! Kau gila!!! Benar benar gila!!!”

“Ya! Aku memang gila!” balas Leeteuk tidak kalah kerasnya, “Dan aku menjadi gila karena lahir menjadi anak seorang pembunuh!!! Ayahmu telah membunuh Ayahku, kau tahu itu! Dia membuat karangan cerita yang membuat Ibuku akhirnya luluh dan mau menikah dengannya! Dasar lelaki pengecut!! Aku senang sekarang ia sudah bergabung di neraka!! Hahahaha”

Tawa Leeteuk memecahkan kedinginan pada malam itu. Suara ribut ribut dari kamar Kangin berhasil membangunkan seisi rumah. Ryeowook yang kamarnya berada di sebelah kamar Kangin, buru buru masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Di susul Bibi Eun Hye dan Kireun yang masuk masih menggunakan seragam pelayan

Mereka benar benar terkejut melihat Leeteuk dengan tangan terborgol, Kangin yang menatap garang ke arah ‘Hyungnya’ sementara Kibum—orang asing yang kehadirannya tidak di terima di sini, malah berada tepat di belakang Leeteuk sambil mengangguk kecil ke arah Kireun

“An…Anda…..bukannya pria di pasar waktu itu….” Tanya Kireun dengan polos

*****

Semua berjalan sesuai rencana Kibum. Tanpa menunggu waktu lama, satu anggota kepolisian sudah bersiap menjemput Leeteuk di luar pagar rumah Tuan Kim. Tidak banyak pertanyaan, tidak ada publikasi sama sekali. Tampaknya hanya Kibum dan beberapa polisi yang dapat di percaya yang telah mengetahui bahwa Leeteuk adalah pelaku pembunuhan.

Kangin dan Ryeowook sibuk dalam pikiran masing masing. Mereka menjawab seperlunya dengan perasaan hampa. Shock lebih tepatnya. Kangin bahkan bersikap lebih kasar lagi. Ia terus berteriak meminta penjelasan, atau setidaknya sedikit keterangan kenapa dengan mudah Kibum bisa menuduh kakak tertuanya sebagai pelaku.

“Akan ku jelaskan” kata Kibum akhirnya memenuhi permintaan—ah tepatnya pemaksaan Kangin agar tetap berada di rumah dan membiarkan polisi setempat membawa Leeteuk untuk proses pemeriksaan lebih lanjut

“Itu harus” geram Kangin masih bersikap tidak senang pada Kibum, “Hanya gara gara mangkuk sup kau menuduh Hyungku? Apakah itu realistis??”

“Realistis” tanggap Kibum datar, “Sangat realistis kalau saja Anda mengijinkan saya masuk ke dalam rumah sekarang juga…..udara di sini sangat dingin” desisnya merapatkan sepasang jaket tebal yang telah usang di makan usia, membungkus tubuhnya lebih erat

Tidak ada pilihan lain. Kangin hanya membalikkan tubuhnya, mempersilahkan secara tidak langsung supaya Kibum mengikuti langkah panjangnya masuk ke dalam rumah

__________________

“Aku memulainya dari pertemuanku dengan pembantu kalian—Kireun” kata Kibum sesekali menyeruput cokelat panas bercampur rum yang di sediakan dengan ramah oleh Bibi Eun Hye sementara Kangin dan Ryeowook duduk di depan Kibum—yang satu masih bersikap menahan marah sedangkan yang lain menatap kelu ke arah Kibum. Ryeowook sebenarnya sudah bisa menebak sebagian meski tetap menyangkal dalam hati kalau Leeteuk memang sampai hati membunuh ayah mereka sendiri. Itu terlalu tidak masuk akal, apakah hanya dari golongan darah saja Leeteuk langsung tahu kalau dia bukanlah anak kandung Kim Jungsung?

“Dari cerita Kireun dan Bibi Eun Hye, aku bisa meringkas sebuah cerita, tolong kalian koreksi kalau aku salah sangka” Kibum berdeham sejenak sambil memandang jauh ke atas—seperti berkonsentrasi terhadap sesuatu, “Pada bulan Oktober Ayah kalian bertengkar hebat dengan Ibu kalian. Ini bukan pertengkaran biasa mengingat semenjak itu sikap mereka berdua berubah” Detektif ini memberi jeda saat menatap seksama perubahan wajah Kangin dan Ryeowook dari dekat

“Se…sedikit…” jawab Ryeowok terus terang, “Appa berubah jauh lebih kasar…dan kejam….sementara Umma….” Air mata kesedihan mulai turun di wajah sang magnae, “Sakit Umma kambuh lagi dan kali ini lebih ganas…”

Kibum mengangguk simpati, “Ya—aku menebak sesuatu…..kira kira aku bisa menebak kalau sebenarnya di situlah Ibu kalian kehilangan kendali lalu bercerita sebenarnya tentang ketiga anak lelakinya…”

Kangin bisa menangkap nada misterius dari suara halus Kibum, “Bercerita tentang?” desaknya

“Tentang kalau sebenarnya dari kalian bertiga ada salah satu yang bukan anak kandungnya

“Tidak mungkin!” sanggah Ryeowook lebih keras dan lantang. Sejenak Kibum tersenyum pelan menyadari ada sedikit darah Tuan Kim yang menjalar dari setiap urat nadi Ryeowook. Lelaki ini memang benar benar putranya—sayang Tuan Kim malah menyangka sebaliknya

“Tidak itu benar—dengar ini replika kejadiannya menurut versiku….” Kibum menunduk dan bersikap lebih serius, “Ibu kalian memberitahu informasi itu—informasi yang membuat Tuan Kim untuk pertama kali dalam hidupnya, tidak bisa memaafkan istrinya sendiri. Ia mengira jika Nyonya Kim hanya menggertak saja, sampai suatu saat…..aku tidak tahu ini benar atau tidak, tapi perkiraanku saja, Tuan Kim mengetahui kalau memang benar salah satu dari anaknya bukanlah anak kandungnya tapi dia tidak tahu siapa. Dan tentu Nyonya Kim tidak akan memberitahunya sebagai hukuman untuk Tuan Kim atas kejahatan yang telah ia perbuat”

Keterangan Kibum terlalu banyak untuk di serap kedua anak kandung Tuan Kim. Kangin menggeleng frustasi sementara Ryeowook semakin menundukkan wajahnya. Mungkin berusaha menghenyakkan semua berita mengejutkan dari Kibum tentang keluarga mereka sesungguhnya

“Tapi….kejahatan apa yang di lakukan Ayah kami….” Bisik Kangin dengan wajah lelah dan pedih. Ia memijat mijat keningnya pusing saat Kibum mengambil napas panjang lalu menatap kakak beradik itu berempati

“Seperti kata Leeteuk—Ayah kalian, Tuan Kim Jungsung telah membunuh Tuan Kwan Jongri hanya demi Ibu anda, Ibu anda dan Ibu Leeteuk-shi”

“Mem…..membunuh???” ulang Ryeowook dan Kangin secara bersamaan. Entah berapa rahasia lagi yang di ketahui Kibum tapi mereka sendiri seolah olah orang luar yang mendengarkan cerita dongeng secara seksama.

Kibum mengangguk kaku, “Racun Sulfur Mustards katanya dengan enggan, “Aku sudah menyelidiki segalanya. Ayah Anda sengaja membuat surat dokter palsu untuk membantunya menghindari wajib militer yang sedang gencar di lakukan pemerintah. Mungkin ia kira dengan tidak mengikuti wajib militer maka Ibu Anda bisa berpaling padanya yang notabene waktu itu masih menjadi kekasih dari Tuan Kwan. Tapi sayang…Ibu Anda tetap setia menunggu kepulangan Tuan Kwan hingga dua tahun lebih”

Suasana menjadi lebih tegang dari sebelumnya membuat Kibum sedikit merasa bersalah karena orang asing seperti dia malah menjadi juru kunci masa lalu Ayahnya yang kelam

“Jadi…” Kangin menelan ludah dan melanjutkan ucapannya tanpa memandang ke arah Kibum, “Ayah membunuh Tuan Kwan hanya demi Ibu??”

“Ya….mungkin bagi anda ini tampak sepele dan tidak masuk akal, tapi begitulah sikap orang yang sedang jatuh cinta……” renung Kibum sambil memainkan gagang gelas dalam pangkuannya

“Tapi Ibu juga mencintai Ayah!” interupsi Ryeowook belum bisa terima perbuatan kejam dari sosok Ayah yang ia kagumi, “Aku bisa melihatnya selama ini!”
“Ya—selama Ibu anda tidak tahu kalau kekasih sekaligus tunangannya dulu di bunuh oleh sahabat dekat mereka berdua, Tuan Kim!” kata Kibum tajam, “Anda tahu demi merebut Nyonya Lee, Tuan Kim melakukan pembunuhan?? Meracuni Tuan Kwan dengan racun yang biasa di temui pada jaman perang seperti sekarang sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak berwajib! Lalu menikahi Ibu Anda seolah olah ia ikut bersedih dengan kematian Tuan Kwan? Tuan Kim memainkan perannya sedemikian rupa supaya menarik simpati Nyonya Lee! Yah meski Nyonya Lee merasa bersalah karena ikut menyembunyikan sesuatu dari Tuan Kim” suara Kibum tiba tiba berubah kikuk. Pada jaman itu, sangat tabu menyinggung masalah hubungan antara pria dan perempuan secara terbuka.

Tapi Kangin yang tanggap bisa tahu maksud khusus dari perkataan Kibum, “Pasti tentang Leeteuk Hyung….” Ucapnya bernada lirih

“Ya….” Kibum ikut merunduk sedih, “Nyonya Lee hamil di luar nikah, makanya ia segera meminta Tuan Kwan untuk menikahinya tanpa tahu kalau Tuan Kim yang masih mencintainya malah lebih cepat membunuh Tuan Kim dan berbalik menikahi Ibu kalian”

“Tapi bagaimana bisa??” Ryeowook masih belum bisa mengerti benar, “Appa pasti menyadari perbedaan bulannya!”

“Tidak kalau Ibu kalian yang terlanjur menanggung malu meminta Tuan Kim secepat mungkin menikahinya” jawab Kibum tegas, “Ingat Tuan Kim tidak mengindahkan apapun semenjak Nyonya Lee menjadi miliknya—dia terlalu bahagia waktu itu….”

“Lalu Leeteuk Hyung tahu darimana kalau dia bukan anak kandung Appa kami??” Kangin meremas kedua tangannya sendiri dengan perasaan campur aduk

Kibum menukar pandangan tajam dengan Ryeowook, “Dari Ryeowook aku menebak perubahan sikapnya saat ada pemeriksaan golongan darah di sekolah….dia langsung tahu dan sadar, apalagi menurut perkiraanku Leeteuk mungkin mendengar sebagian pembicaraan Ibu kalian yang mengatakan bahwa salah satu dari ketiga anak lelakinya adalah anak kandung orang lain, bukan Tuan Kim”

“Tap—“ Kibum mengangkat tangannya ke atas, menahan ucapan bingung Kangin, “Tuan Kim berdarah O, sedangkan Ibu kalian berdarah AB….itu berarti darah kalian adalah A dan B bukan? Paling tidak sekitar itu” tebak Kibum di ikuti anggukan pelan dari Ryeowook, “Aku B dan Kangin hyung A”

“Apa tidak bisa berdarah golongan O?” tanya Kangin memandang ngeri ke arah Kibum—mengingat kalau Leeteuk Hyung pernah mengatakan kalau golongan darahnya sama seperti Ayah mereka—bukan itu berarti….

“Tidak” Kibum menggeleng pelan, “Itulah ke-khusus-an golongan darah O dan AB jika terjadi persilangan. O dan AB tidak mungkin bisa menghasilkan darah yang sama untuk keturunannya…. Yah terkecuali pada kasus tertentu dan itu biasanya jarang terjadi….”

Kangin tidak bisa menyanggah penjelasan Kibum lagi. Tubuhnya terhenyak di atas sofa sebelum akhirnya berani menanyakan satu pertanyaan terakhir

“Jadi…..Leeteuk Hyung membunuh Appa dengan…racun yang sama ketika Appa membunuh Tuan Kwan?” tebak Kangin nyaris berbisik tanpa suara

Kibum mengangguk tegas sekali lagi, “Bahkan cara meloloskan dirinya pun sama. Leeteuk hampir terbebas dari tuduhan kalau saja malam itu, Kireun tidak sengaja memecahkan pinggir mangkuk dan langsung di bawa oleh Ryeowook ke lantai atas, tapi lagi lagi Leeteuk punya celah. Ia sengaja menjatuhkan sendok ke karpet sehingga Ryeowook harus mengambil sendok yang baru ke dapur. Leeteuk memanfaatkan waktu beberapa menit itu untuk menaruh racun ke dalam sop dan…tinggal menunggu saja Ryeowook membantunya ke lantai atas—kamar Tuan Kim” jelasnya panjang lebar

“Tapi kenapa Leeteuk Hyung mengganti mangkuknya dan sejak kapan kau tahu kalau Leeteuk Hyung tidak benar benar cacat!!” tatapan Kangin berubah curiga. Ia memicingkan matanya sambil menunggu penjelasan Kibum yang diam diam tersenyum di depan mereka

“Mangkuk harus di ganti agar tidak ada reaksi racun yang ditemukan karena Leeteuk tengah memindahkan kecurigaan polisi pada racun dari radiasi udara sedangkan kenapa aku tahu Leeteuk berbohong tentang kakinya itu karena ucapan Bibi Eun Hye waktu aku berkunjung kedua kalinya kemari, Apakah kau tidak ingat Ryeowook? Bibi Eun Hye berkata, ‘Akan menyuruh Kireun untuk membersihkan jejak kaki di kamar mandi bukan jejak kursi roda! Yah itu berarti Leeteuk cukup mampu jalan di dalam kamar mandi tanpa harus pusing memakai kursi roda”

Entah harus berapa kali, Ryeowook dan Kangin harus mengakui kejeniusan pemuda di depannya saat ini. Kibum begitu jeli menangkap setiap informasi yang terlewatkan bagi mata awam seperti mereka

“Lalu? Bukannya tidak sulit membuang mangkuk itu? Toh Kireun tidak akan berani buka mulut sekalipun tahu jika Leeteuk Hyung menyimpannya??”

“Tidak tidak” Kibum menggerakan jarinya di depan wajah Ryeowook—sekarang ia harus menikmati perannya sebagai detektif sungguhan meski baru satu kasus berhasil ia pecahkan, “Mungkin Kireun tidak akan berbuat begitu, tapi tidak bagi Bibi Eun Hye…Bibi kalian itu pasti akan buru buru melaporkan temuannya pada polisi. Dan tentang pertanyaanmu tidak sulit membuang mangkuk itu? Sangat sulit jika kau sedang bersandiwara cacat di tambah lagi pembantu setiamu ternyata sangat menyukai kebersihan. Kireun pernah mengatakannya kepadaku tentang itu”

Setelah berdiam diri sebentar, Kibum berpaling menatap tajam ke arah Kangin, “Kau harus berterima kasih kepadaku malam ini! Untung aku bisa menebak jika Leeteuk harus memindahkan barang bukti secepat mungkin karena takut dengan kehadiranku yang mengusik rumah kalian. Dia ingin melimpahkan tuduhannya kepadamu dengan menaruh diam diam mangkuk itu di lemari pakaianmu tahu!”

“Di..dia setega itu??” Tubuh Kangin semakin lemah saja. Pikirannya berkecambuk hebat sedangkan otaknya berusaha mencerna penjelasan Kibum sebisa mungkin

Tapi tetap saja. Leeteuk….Hyung mereka selama ini ternyata…..

“Tidak ada yang benar di sini” celetuk Kibum tiba tiba—membuyarkan pikiran hampa Ryeowook dan suara teriakan batin dari dalam tubuh Kangin, “Ayah kalian bersalah, Ibu kalian pun bersalah dan….” Kibum menarik napas panjang sebelum berani menatap lekat lekat satu persatu anak Tuan Kim yang tersisa, “Leeteuk juga bersalah…dia akan di adili beberapa minggu ke depan….mungkin…” Kibum menggelengkan kepala—mengira ngira, “Hukumannya di ringankan jika Juri tahu tentang motif pembunuhannya”

“Yah mungkin…..tapi….” Kangin sengaja menatap ke arah Ryeowook sebelum sebuah senyuman lebar menghiasi wajah mereka berdua, “Kami tetap akan menganggap Leeteuk sebagai Hyung kami…..bagaimanapun juga, Kami satu Ibu….dan masalah itu…..yah….semua sudah berlalu…” tambah Kangin agak susah payah. Memang lebih mudah mengucapkannya ketimbang melakukannya. Bukan tidak mungkin, mereka akan canggung satu sama lain ketika bertemu di pengadilan…..apalagi melihat sikap Leeteuk sebelum di bawa polisi tadi

Sikap senangnya sehabis membunuh seseorang serta tawanya yang tidak wajar…..

“Itu sikap lumrah” kata Kibum bisa membaca kebingungan di wajah Kangin, “Sangat wajar bagi seorang pembunuh untuk bersikap gila…..Leeteuk tidak punya pilihan lain….Mungkin dia menyesal telah membuat kalian menderita, tapi menyesal karena membunuh Ayah kalian?” Kibum menggeleng sedih, “Aku tidak melihat itu di matanya”

“Mungkin…..tapi aku tetap berharap! Suatu saat ketika Leeteuk hyung sudah bisa melupakannya, kami bisa berkumpul lagi….” Tambah Ryeowook menepuk pundak Kangin di sebelahnya dengan lembut. Berbeda sekali ketika Kangin membalas tepukan ke tubuh Ryeowook hingga adik bungsunya itu terjungkang ke depan hingga terjatuh

“Hahaha…rasakan kau Ryeogi~” ejek Kangin sedikit mencairkan suasana mereka yang kaku

Ryeowook bangun dengan wajah cemberutnya, “Hyung!!!” ia membalas tindakan Hyungnya sambil melempar bantal sofa ke sebelahnya

“Arghh!! Dasar magnae!!” Kangin berbalik melemparkannya lagi sehingga hujan bantal mengudara di ruang tamu

“Hei hei! Tuan muda!!!” teriak Bibi Eun Hye tiba tiba menghampiri mereka dan langsung mengumpulkan bantal bantal yang berserakan di lantai ruang tamu, “Jangan bertengkar di depan tamu….eh! kemana pemuda pintar itu!!!”

“Kibum maksud Bibi?” tanya Ryeowook belum menyadari sesuatu, “Dia ada di sini ko—eh! Dia tidak ada Kangin Hyung!!!” sekarang giliran Ryeowook yang menatap sofa kosong dengan sebuah cangkir cokelat panas kosong di sana

Kangin tidak menjawab apapun. Ia hanya tersenyum diam diam penuh rasa terima kasih. Kangin tahu jika Kibum lebih suka pergi seperti itu. Pemuda yang aneh. Tidak mengharapkan imbalan sedikitpun meski Kangin sempat berpikir ingin memberinya sesuatu

Tapi begitulah Kibum. Teka teki memecahkan misteri lebih menyenangkan ketimbang setumpuk uang yang hanya membuat otaknya semakin tumpul. Ia lebih memilih pergi diam diam dari rumah megah itu, keluar tanpa permisi sebelum berjalan santai di jalan panjang dalam kawasan perkebunan luas Tuan Kim

“Hmm….menyenangkan juga kasus pertama ini, meski terkesan tragis…..” Kibum berhenti sejenak, memutar tubuhnya ke belakang—mengamati pemandangan indah di sekitar rumah Tuan Kim untuk terakhir kalinya sebelum kembali berjalan keluar dari sana

“Apalagi ya kasusku berikutnya…” gumam Kibum bersiul pelan sambil memandang jauh ke depan—di depannya masih banyak misteri yang harus di pecahkan dan mungkin tantangannya jauh lebih berat dari kasus pertama ini

Kasus Copy and Paste…

THE END

Hutang FF gw berkurang satu! Hehehe, please tinggalkan jejak terutama buat yang sering nagih T_T gw menyelesaikan ini hampir pingsan karena kurang tidur selama seminggu…..maaf banget yah hasil akhirnya kurang memuaskan…..dan tolong komen dong T_T gw jadi males nulis lagi kalau yang nagih banyak tapi yang komen dikit…

Ok ok?😉

Thanks for my lovely reader, Wonderlander ^^ kiss and hug for all of u

44 responses to “≈Copy and Paste : Final Chapter≈

  1. Aaaahhhhhh akhirnya selesaaaaaiiii ini gue udah nunggu dari jaman kapan jugak .

    Mugyaaaaaaaa kibummmm *mati
    Kak sebas lo udah berhasil mengembalikan posisi kibum di hati gua (?) /apadeh /muntah /ditabok
    Hehhehehehehe

    Keep fighting ye kaaakkkk ! Cup cup muah ! /diinjek

  2. Hiyaaaaaah~ gw ampir lupa ama ni fic, abis udah lama bnget g keluar batang idungny heheee~
    Klo buat pelaku entah kenap yg kepikiran di otakku klo bkn ada org laen ya leeteuk 95%:5% juga sih..abisny g mungkin kn Kangin appa ak ngebunuh org ;p
    yg jlas fic onnie keren ^^

  3. Huaaaa~ kereeen.. Ku dah duga kalo teuki pelaku ny.. Tapi tetep ajh dia angel tercinta ku >/////<
    Eonni jgn trlalu maksain diri buat bikin FF.. Hasil karya eonni pasti d tunggu kok selama ap-pun *tp jgn lama2 bgt sh* kekeke~ love your story eon<3

  4. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!
    LEETEUK OPPA GAK MUNGKIN JADI PEMBUNUH!!
    KAU!! DIAJARKAN SIAPA OPPA?! AWS YAH KALO PULANG AKU BILANGIN APPA OMMA .. HUEEEE #lho??
    Hihihihi kasusnya keren banget >….< #Maaf comment panjang :p

  5. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!
    LEETEUK OPPA GAK MUNGKIN JADI PEMBUNUH!!
    KAU!! DIAJARKAN SIAPA OPPA?! AWS YAH KALO PULANG AKU BILANGIN APPA OMMA .. HUEEEE #lho??
    Hihihihi kasusnya keren banget >….< #Maaf comment panjang :p hehehehehe😀

  6. Akhirnya tamat juga ne ff :O
    seru seru, ternyata teuk ajhussi jd gila krna ayahnya dibunuh ckckck
    kibum, kamu pinter bgt sih sini q cium :*

  7. oow~ Teuki kesian~

    Gzz.. gw lebih setuju kalo Teuki ngincar harta *secara dia kan leader matre* #Bugh!

    Bagus! Saya suka kak! ^^d *cuma sad ga ada KyuMin😦 *

  8. omo!!
    Teukie oppa?!!
    Kibum hebat,, ya sesuai az sih ma IQ nya yg segitu..
    eonnie semangat yaah.. two thums up for you.. d^^b

  9. omo!!
    Teukie oppa?!!
    Kibum hebat,, ya sesuai az sih ama IQ ny yg sebegitu..
    eonnie semangat yaah.. two thumbs up for you.. d^^b

  10. woiii kak sebas.. apa yang kau lakukan sama eomma gw Teuki heh???? tapi kereeenn baru kali ini teuki dapet peran jahat biasanya kan dia jadi angel kaleeemmm.. good job kak#ditabok leeteuk

    i wanna love u nya terusssiiinnnn jugaaa yahaa,hehe

  11. hueeeeee… >.< gag nyangka nih yg ngebunuh itu leeteuk😦
    strategi yg d pke kibum bwt ngetahui pembunuh.a keren jga tuh…
    hihi…
    yeobo ku pinter,ihh XDD
    pentes jdi detektif ^^v

  12. wah aku ga kebayang leeteuk yang bunuh T_____T kayaknya ga pas aja gitu, kekekeke.
    malah aku kira ryeowook :p
    tapi bagus unn, aku suka cerita detektif soalnya hehe
    thanks uda rela bikin lanjutan demi reader❤😀

  13. kirain bakalan panjang chap nya….

    uhmmmm
    kereeeeeennnnn
    ^_^

    oia….
    awalny aku kira ni ff crtanya romance kya nolu…
    eheeh ternyata serius amat yah…
    kasus detekif_pembunuhan…
    n yg keren cast pmbnhny teuki yg seorng angel without wind..
    hahahaha

  14. Bwoooo!!! Uri Hello Baby Appa pelakunya….
    Eeteuk-sshi jangan dendam dibalas dgn dendam…
    Nanti uri Kyumin baby nyontoh yg gak baik #Plak

    Mit seru ceritanya…walaupun Kibum disini ky jelangkung
    datang gak dijemput pulang gak dianter hehehe =p

    next ada kasus apalagi? pencurian kah? bikin versi kaito kid versi suju
    Awww yg jd kaito kid sapa yah…pencuri tampan yg jenius *^w^*
    Polisinya uri siwonie dari film poseidon muncul hahahahaha…..

    ditunggu FF yg lainnya ^^9

  15. Keren..
    Kibum kayak Shinichi Kudo aahahahaha
    Setelah sekian lama menunggu menunggu dan menunggu akhir nya rilis juga..😄
    Ternyata part akhir..puyeng ya onn? ahahahaha
    Baguslah onn.. utang nya lunas satu..
    Di tunggu ff nya yang lain terutama NoLu..

    Ayolah onn lanjut.. BTSOL juga lanjutin yg KyuMin ahahah
    Intinya.. ff mu ga ada yg jelek.. semua bagus ^^

  16. keren keren……ditunggu kasus berikutnya….haaa//*permintaannya makin ngelunjak ni..heee ^_^ V

    tp beneran FF disini semuanya keren …kata2nya mudah dipahami…alurnnya mudah untuk dihayati…
    hanya satu kata yg ingin saya sampaikan…

    LANJUTKAN…*pinjem slogan SBY….heee

  17. ternyata yg bunuh Tuan Kim itu Lee Teuk.. tidak bisa dipercaya..
    disini aku agak ribet masalah na eon.. hehehe
    pi ttp keren koq..
    si Kiibum kayak apa gtu… dtg sembunyi2 pulang juga sembunyi2..
    emank la dia tuhh..
    suka bgt sifat KiBum disini Eon.. hehehe
    sesuai bgt ma yg aslina*kyk tau aja yg asli na gimana.. hehehe
    keren Eon..

    masi ada hutang na tuhh eon.. kan tu masi ada kasus kedua na lagi dan seterusnya… hehehe
    wahh eon ngan gtu x la.. masa mpe ga tidur selama sminggu.. muncul mata panda ntar eon.. hehehe

    hwaiting Eon^^

  18. Hwaaaaaaa….onnieeeeeeeeeeeee akuuuuuuuuuuuuu datangggggggggggggggggggggggg…..onnie aku salah satu orang yang sering nagih ff ini ke onnie (Raihan KibumSnowers)…….

    hwaaaaaaaaaaa…onnieeeeeeeeeee ini kasus pertama bearti ada kasus ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 dana ke seterusnya kan onnie…iya kan onn *maksa #plaak*

    hwaaaaaaaaa suami saya emank keren+jeniusnya gak ketulungan….akihir yang menyenangkan. kangin dan ryewook masih mau menerima leeteuk sebagai hyungnya…….. haduh apa ya aku bingung mau bilang apa lagi onnie…keren gila pokoknya…apalagi ada kasus-kasus berikutnya *ditendang onnie ke pelukkan kibum oppa #amin…lol..* hehehe ^_<…..

  19. yaahhhhhhh
    bner2 akhir yg ngak mengenakkan
    tpi akhirnya ngak pnasarn lgi^^
    tpi “And the Story is Begin” nya kpan eonni???

  20. Yey, finally in the post as well ..
    Thanks eonni ..
    Awaited further works .. ^ _ ^
    Fighting!!! #hug + kiss#

  21. eonniiiieeee…..kangen banget ama ini ff juga eonni…
    ternyata bener dugaanku kalo suami aku yg punya muka angel itu yg jadi pelakunya…
    analisa nya kibum keren…
    kangin ama wookie emang dongsaeng yg top bgt deh,ttap mw nerima teuki yg jelas” udah salah jadi hyung mereka selamanya…
    15 thumbs up deh buat eonni *minjem jempol anak” suju*

  22. keyen~ keyen~ keyen~
    Lma gak bca ff yg brhbngan dngn action kyk gni. Hahahaha
    Sebas eon trus kmbngkan bkt mu hehehe
    FF NOLU.a d tuntasin jga yah eon😀

  23. Omo.. Akhirnya stlah kucingku nglagirin 2 kali, ni ff nongol juga #nggak ada hubungannya.

    Bener kan, tu kangin yg ngebunuh tuan kim. Hmm, love is blank😀

    Semngat trus ya oenn, mkasih buat kerja keranya nglunasin nih ff.

    Chu~

  24. waa~ akhirnya lanjutannya ada..:D
    keren banget eonn.. sampe deg deg-an bacanya..XD
    ga nyangka kalo pembunuhnya teuki..
    angelteuki…..:'(

    kibum jenius bgt eonn, kereeenn..
    *hugkibum

  25. Kata2 Yang aku suka “setumpuk uang yang hanya membuat otaknya semakin tumpul” …
    ^^

    kereeen

  26. eonni eonni, ak suka bngt cerita2 detektif seperti ini.
    eonni dpr ide cerita sebenarnya dr mana sih????
    ak klu buat ff selalu mentok loh, ky.a emang gak ada bakat deh T-T #curcol
    wiiiisssss tanya menyangka ternyata teuki pelakunya………..

  27. Wah, keren. Sebenarnya kecurigaan udh ada sedikit waktu pertemuan pertamanya Kibum dan Leeteuk, Kangin, Wook. Tapi entah knp kecurigaan itu jd menguap gara-gara tebakan ngaco di awal *guling-guling*

    Btw, bisa kali unni ini dijadiin series ttg Detektif Kibum :p

  28. eehh.. ternyata yg tadi aku baca belum selesai? *bengong

    yasud deh.. ternyata masih ada n udah END..😀

    hehe.. ternyata tebakkanku tepat😀 bisa kali ya nemenin Kibummie jadi detektif conan #plaak detektif Kibum maksudnya..

    Aku suka gaya Kibum yg nggak mau minta imbalan, tp bang kibummie miskin dong nggak dapet uang mulu? hoho..

  29. Keren unnie ceritanya…. Gak kalah sama detektif Conan deh si Kibum oppa….. Hehhhe bikin lagi donk ff kaya gni unnie….

  30. kereenn unn….gak nyangka terxta leeteuk pelaku.a,,,,,
    4 jeempool dahh buat unn…..:-)

  31. WAAAAAAAAAAAAAAAAAA sepikiran sama si kibum, dari waktu leeteuk ke WC, aku udah nyangka tuh si leeteuk..
    Kak sebas, apa bakal ada FF beginian lagi?😀
    Waaaaaa ayo bikin lagi plisplis, susah ditebak waktu pertama!
    Ayo kaaaaaaaaak~
    Dan gue bener2 seneng kibum jadi cast beginian, emg cocok, dia kan diamdiam menghanyutkan!!
    Kibum ga boleh ganti cast pokonyaaaahhhh~ *pletak.
    Ayoayo bikin kasus baru kaaaaak B-)
    Gue tunggu smpe bangkotan.

  32. FF sebas emang gk pernah asal, ada aja yg bisa dipelajari, jd tau klo darah O ktmu AB gk akan mhasilkan darah yg sm. Jd makin pinter sy:-P
    Tp gk tau knp sy lbh suka crta romance n humor sebas, lbih dpet feel’y…
    Ok, teruslah berkarya sebas, love u…:-*

  33. ff sebas emang jaminaaaaannn
    hiks hiks
    masa teuki angel jd pmbunuh bdarah dingin…
    huwaaa opaaaa..
    tp sebas, untk ur first detective fanfict cukup keren
    lmayan dpt feel’nya,
    mgkin klo nanti dah bkin crita sperti ni lg, d tambah greget n cara pmecahan’nya, biar tmbah seru….
    ( jgn marah ya kalo d kritik, aku pnggemar aoyama gosho soal’nya)
    Sebass JJANNNGGGG

  34. wow bahkan gak ketebak sama aku… aku baru bisa nebak-nebak dikit pas ngomongin masalah jejak kaki, pas gitu aku sedikit agak yakin kalo Leeteuk itu yang jadi pembunuhnya soalnya seinget aku kan dia gak bisa jalan…
    keren banget nih ff ^^

  35. tuan Kim bergolongan darah O istrinya AB,, sementara Eeteuk O.
    Disini yang disangsikan justru ibunya. Gak mungkin seorang begolongan darah AB mempunyai anak bergolongan darah O. Jadi harusnya golongan darah Leeteuk AB aja, soalnya orang bergolongan darah O tidak mungkin mempunyai anak bergolongan darah AB. ya gak eon..? *sory nyerocos,hehe*

  36. ahhhhh kim kibum,,, aigo suamiku *di gampar snowers
    aku kira anak tiri itu ryeowook, ternyata leeteuk toh eum nde nde

  37. woo…leeteuk pasti tertekan banget pas tahu klo dia bukan anak kandung Tn.Kim….
    kebenciannya pada ayah dictatornya itu makin menjadi pasti….

    keren2…..apa ada kasus selanjutnya????

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s