≈All My Heart-{Part 3}≈

Please jangan BASHING GW HANYA KARENA GW BAWA BAWA TUHAN DI SINI!!! JUJUR GW MALAH LEBIH BANGGA NULIS TENTANG TUHAN KETIMBANG NC! JADI JANGAN BASHING APAPUN OK!!!! GA SUKA GA USAH BACA!!! GW GA MAKSA!!!!!

“Bagus sekali!!” puji Tuhan begitu menerima jiwa dari tangan Kibum. Wajahnya berseri seri menatap ke depan di sertai cahaya berpendar menghangat—tidak menyilaukan ketika menimpa Heechul dan Kibum dari kejauhan, “Terima kasih buat kalian berdua” sambungnya memutar pelan jiwa terang tersebut dalam telapak tangan

Kibum merunduk formal. Seharusnya dia merasa senang! Bukankah ini pertama kalinya Kibum bisa menjalankan misi tanpa kegagalan? Tapi kenapa ada sebagian perasaan lain yang tidak sabar ingin dia tanyakan

“Tuan aku—“

“Ng—Heechul, bisa meninggalkan kami berdua dulu?” sela Tuhan membukakan pintu dengan jentikkan tangannya yang berada di belakang Heechul dan Kibum

Heechul sedikit terkejut, “Ah—tidak masalah” jawabnya patuh meskipun tatapan bertanya tanyanya terus melirik Kibum.

Setelah Heechul pergi dari ruangan itu. Sang malaikat pencabut nyawa mendesah lega. Tubuhnya jauh lebih rileks jika tidak ada Heechul di sampingnya

“Tapi kau malah ingin menemuinya nanti” sambung Tuhan dengan tenang sambil menjawab pertanyaan hati Kibum

“Tuan…ini aneh” kata Kibum berwajah frustasi—topeng datar dan tanpa ekspresinya berangsur angsur menghilang semenjak kedatangan Heechul, “Apakah jiwa seperti dia bisa tiba tiba membakarku? Kenapa aku malah memiliki perasaan meledak ledak yang tidak terbendung? Apakah ini biasa terjadi?” tutur Kibum tanpa jeda. Tuhan sampai perlu mengangkat tangan Nya ke atas untuk menghentikan Kibum, “Berhenti!” suruh Nya tegas

Kibum kembali merunduk dalam diam

“Hmm…Kibum, aku tidak bisa menjawabnya sekarang” ucap Tuhan penuh misteri, “Tapi nanti akan Kuberitahu, jadi tenang saja—Heechul adalah orang yang tepat untukmu”

“Maksud Tuan, tepat menjadi partnerku? Begitu?” tanya Kibum kebingungan

“Bukan bukan…” Tuhan tersenyum senang, “Sudahlah kau tidak akan mengerti—pergilah! Jangan kemari jika belum Ku panggil”

Terdengar bunyi dentuman halus ketika pintu ruangan itu terbuka paksa. Kibum mendesah panjang. Dari dulu ‘Tuannya’ memang senang merahasiakan sesuatu tanpa satupun mahluk yang bisa menebaknya. Tapi itulah Dia—sang Maha Pencipta seluruh alam raya

“Huh…..” Kibum mengeluh saat berjalan kaki melewati pintu gerbang lalu menghampiri Heechul yang sedang duduk berselonjoran sambil memainkan awan awan empuk di ujung kakinya, “Ada apa? Apakah Tuhan marah lagi terhadapmu?” tanya Heechul khawatir

“Tidak” Kibum duduk di samping Heechul—pandangannya menerawang jauh, “Kau sedang apa?” tanyanya mengalihkan pembicaraan

Heechul menatap kosong pada kakinya yang ringan, “Tidak ada—kau sendiri, biasanya melakukan apa jika ada waktu senggang?”

Alis Kibum naik sebelah, “Aku?” ulangnya bernada gembira. Tiba tiba Kibum berdiri tegap sambil menarik tubuh Heechul agar ikut bangkit di sampingnya, “Kau mau lihat? Mumpung kita dapat istirahat?” tawar Kibum sambil mengembangkan sayap hitamnya keluar lagi

Tidak perlu di tanya, Heechul memang ingin melakukan sesuatu selain duduk duduk saja. Tapi mana dia menyangka Kibum bersedia mengajaknya sekarang, “Kita mau kemana??” suara Heechul terdengar antusias

“Kejutan” celetuk Kibum langsung meraih kedua tangan Heechul lalu menghentakkan kedua kakinya dari awan. Sayap sayap Kibum yang biasa membawa Heechul dalam kecepatan biasa, sekarang menunjukkan kebolehannya. Kibum membawa Heechul berputar putar tinggi bak peluru tajam yang sedang di tembakkan.

“Aku pusinggggggg” suara Heechul terbelah belah akibat gesekan udara yang menimpa wajahnya. Melihat itu Kibum tertawa kencang, “Bagaimana? Ini mengasyikkan bukan??” sindir Kibum semakin mempercepat putaran sayapnya

“Tidak!!! Kibum!! Kepalaku benar benar pusing!!!!” erang Heechul meremas kedua tangan malaikat itu lebih kuat.

DEG

“Kibum?” Rasa aneh itu datang kembali. Tubuh Kibum di penuhi udara hangat yang menjalar seolah seolah seseorang telah membakar hidup hidup Kibum saat ini, tapi rasa hangat ini tidak membunuh. Malahan Kibum tahu jika rasa hangat ini membuatnya jauh jauh lebih hidup dari sebelumnya….

ZWINGGG

Kedua sayap Kibum lagi lagi menghilang. Heechul yang merasa ada yang tidak beres—memberanikan diri membuka matanya. Dan saat itu semua terjadi bersamaan, “Huaaa Kibum!!! Kita jatuh!!!!” teriak Heechul lebih kencang dari sebelumnya.

Bagaimana tidak? Karena sayap Kibum tidak ada. Alhasil kedua mahluk itu yang tadinya bermain main saja akhirnya betul betul jatuh dari lapisan tertinggi  dan meluncur bebas hingga ke perbatasan antara langit dan bumi

“Kibum lakukan sesuatu!!!!” suara Heechul bercampur dengan desiran aneh di otak dan tubuh Kibum. Malaikat itu hanya terpaku tidak berdaya. Tatapannya hampa dan terus membeku setiap kali Heechul menyebutkan namanya secara langsung

“Kibum!!!!” ulang Heechul untuk kesekian kali dan itu berhasil

Kibum mengerjapkan matanya berulang kali, “Eh?” Ia melihat ke bawah—beberapa meter lagi tubuh mereka akan menyentuh tanah di bumi. Tanpa berpikir panjang, Kibum menarik Heechul ke dalam pelukannya sambil tergesa gesa mengembangkan sayapnya kembali

“Fuih—untung masih sempat” gumam Kibum menjalankan kepakan sayapnya sehingga mereka terbang meninggi di tengah keramaian kota Seoul pada malam hari, “Kau tidak apa apa?” ia merunduk dan mengintip sebagian dari wajah Heechul yang terbenam di dadanya

Heechul mengangguk kaku

“Syukurlah” ucap Kibum menghentikan sayapnya secara perlahan, membuat tubuh mereka berdua hanya melayang saja di antara gedung gedung menjulang tinggi, “Hei kalau kau baik baik saja, kenapa kau malah terdiam?” suara Kibum berubah cemas, “Tadi teriak teriak tidak jelas, sekarang malah….” Kibum menggelengkan kepalanya—heran, “Dasar manusia!” katanya ketus

Kebisuan Heechul mendadak sirna, “Ya! Bisa tidak memanggil namaku malaikat!!! Aku saja sudah mulai memanggil namamu! Kenapa kau masih memanggilku manusia terus!” balas Heechul melepaskan diri dari pelukan Kibum dan juga genggaman sebelah tangan Kibum yang belum di lepasnya dari tadi

“Eh jangan seenaknya saja menarik diri—kau bisa—“ Terlambat, ‘jiwa’ Heechul terlanjur melayang bebas tanpa arah. Memang tidak jatuh, tapi Heechul tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Ia terus saja melayang kemana pun sapuan angin membawanya, “Ini kenapa??!!!” katanya panik

“Aishh!! Sudah kubilang kan!! Jangan pernah pergi dariku!!” bentak Kibum dengan mudah menarik ‘jiwa’ Heechul ke arahnya, “Selama bersamaku—kau punya gravitasi, tapi kalau tidak? jangan harap kau bisa selamat di bumi, mengerti!” wajah marah Kibum yang sudah lama hilang, kembali muncul, membuat Heechul harus mengangguk patuh agar Kibum tidak melaporkannya kepada Tuhan

“Maaf…aku…..”

“Iya iya aku mengerti” tukas Kibum mengibaskan tangannya, “Sudahlah jangan merasa bersalah—hmm…” Kibum mengedarkan pandangannya ke sekeliling langit pada malam hari, “Padahal aku mau mengajakmu bersenang senang tapi malah—“

BRUKK

Heechul tiba tiba saja memeluk tubuh Kibum erat erat. Sekali lagi dia membenamkan wajahnya di dalam tubuh Kibum. Tubuh yang tadinya Heechul kira tidak memiliki hati ternyata lebih baik dari yang ia ketahui

“Terima kasih” bisik Heechul merasa nyaman memeluk tubuh Kibum, “Ini saja sudah cukup”

DEG DEG DEG

Kibum mengumpat dirinya berulang kali dalam hati. Kenapa lagi?! setiap bersama Heechul tubuhnya selalu ingin meledak seperti ini!! Arghh! Aku pasti sedang sakit! Ya itu pasti!! Tapi….Kibum memegang kepalanya yang tidak pusing, Malaikat tidak bisa sakit!!! Kibum bodoh!!!

Lalu ini apa? Apa perasaan yang ingin memiliki Heechul dan perasaan ingin menghabiskan sepanjang waktunya hanya berdiri di langit—tepat di atas jalan raya Seoul, berdua saja dengan manusia ini….

Perasaan yang hanya muncul setiap kali Heechul berada terlalu dekat dengan Kibum…

“Terima kasih” ulang Heechul kali ini mendongakkan kepalanya menatap Kibum. Saat itulah, pikiran Kibum tidak bisa bereaksi secara benar. Kedua tangannya bergerak mengikuti naluri, di lepasnya pelukan Heechul dan berbalik mengangkat Heechul agar Kibum bisa menatapnya lebih dekat

“Heechul?” panggil Kibum berhati hati sambil mengeratkan tangannya di balik punggung manusia itu

Dapat Kibum lihat, wajah Heechul berubah memerah ketika malaikat itu memanggilnya untuk pertama kali. Rasa rasanya Heechul tidak memerlukan tubuhnya kembali supaya bisa merasakan bagaimana jantungnya berdetak lagi…..

Heechul mengatur deru napasnya yang sudah tidak berfungsi, “Ya?” balasnya kikuk dengan rona merah yang belum pernah Kibum lihat sebelumnya

“Aku…” Sejujurnya Kibum tidak tahu harus berkata apa. Semua ia lakukan hanya berdasarkan dorongan aneh yang terlanjur menguasai tubuh Kibum. Mungkin ini penyakit, mungkin juga tidak. Tapi Kibum tidak peduli. Ini terlalu indah untuk di sia siakan

SREKKK

Kedua sayap Kibum yang menjaga keseimbangan mereka—berdiri di tengah tengah langit, tiba tiba bergerak menyelimuti tubuh Kibum dan Heechul rapat rapat

Jelas saja Heechul terkejut ketika tidak bisa melihat apapun kecuali bulan di atas kepalanya, “Ada apa Kibum?? Kau kenap…”

Suara Heechul menghilang, tenaganya melemah dan kedua matanya perlahan lahan meredup ketika Kibum mendadak mencium bibirnya begitu saja

Ciuman halus, bergerak ragu ragu dan untuk sesaat Heechul bisa merasakan perasaan berbeda dari Kibum. Perasaan yang membuat Heechul membalas ciumannya dan merapatkan pelukan mereka lebih dekat

Tapi mereka lupa…..perasaan itu terlarang…..’Jiwa’ dan malaikat tidak mungkin dapat bersatu.

Apalagi mereka juga lupa kalau ada ‘seseorang’ yang sedang mengawasi mereka dari atas sana. Seseorang yang mengangguk penuh arti ketika melihat kejadian di antara Kibum dan Heechul

“Inilah saat yang tepat” lirihnya merasa agak kasihan dengan kedua mahluk ciptaan Nya

Dengan sebelah tangan, Tuhan mengirim sinar terang, melewati beberapa lapisan tertinggi di atas langit hingga sampai ke bumi. Tepat di mana Kibum dan Heechul sedang berpelukan dalam kungkungan kedua sayap hitam yang mengelilingi mereka berdua.

Mereka tidak tahu, kalau akan ada takdir yang Tuhan berikan sebentar lagi…

*****



Di sebuah klinik persalinan

Sepasang suami istri yang tengah berbahagia, duduk di depan Dokter langganan keluarga mereka.

Dokter itu memberikan satu pakaian ganti kepada calon Ibu di hadapannya, “Sebaiknya Anda memakai baju ini dulu sebelum kita melakukan USG” katanya menyerahkan pakaian itu kepada sang suami yang selalu sigap membantu istrinya, “Dengar itu Eunhyuk—ayo kubantu kau berganti pakaian” Suaminya membantu sang istri yang tengah hamil 7 bulan untuk berdiri

Sang istri yang bernama Eunhyuk itu tersenyum malu malu, “Maaf Dokter Ahra, Donghae memang terlalu menjaga saya karena ini anak pertamanya” ujarnya sambil mengelus perutnya yang terlampau besar untuk ukuran Ibu hamil 7 bulan

Dokter Ahra mengangguk pelan, “Tidak apa apa—malahan saya senang kalau ada suami se-perhatian suami Anda, itu akan membantu sang Ibu melahirkan lebih tenang”

Donghae yang di puji seperti itu, hanya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, “Tuh kamu dengarkan Honey, ayo kita ganti bajunya” Ia dengan sigap mendorong kursi Eunhyuk, memapah istrinya berdiri dan menuntun Eunhyuk masuk ke sebuah ruangan kecil di pojok dalam

Setelah beberapa menit, Eunhyuk akhirnya siap terlentang di atas tempat tidur sementara Dokter Ahra mengusap perutnya dengan gel bening agar bisa terbaca jelas. Dokter itu menaruh alat USG di atas perut Eunhyuk lalu menggerakannya pelan pelan.

Donghae menunggu di sebelah Eunhyuk sambil memegang tangannya, “Bagaimana Dok? Apakah anak saya perempuan atau lelaki?” tanyanya penasaran

“Sebentar” gumam Dokter Ahra mencari cari jenis kelamin sang bayi yang tidur menyamping—membelakangi mereka

Tanpa mereka ketahui, ada sebuah mahluk yang berdiri dengan wajah hampa sambil menatap rindu ke dalam perut Eunhyuk. Mahluk itu memalingkan pandangan matanya ketika sang Dokter berkata dengan gembira, “Anak anda perempuan!!! Lihat saja—dia benar benar perempuan!!”

Eunhyuk meremas tangan Donghae dan memandang penuh haru ke layar USG, “Anak kita perempuan Dongdong~ dia perempuan!!” ulang Eunhyuk terenyuh

Donghae mengecup kening Eunhyuk sekilas, “Aku tahu….dia pasti baik baik saja….”

Setelah selesai memeriksakan kandungannya, Eunhyuk dan Donghae keluar dari klinik dengan perasaan berbunga bunga—jauh lebih bahagia dari sebelumnya.

“Aku akan punya anak perempuan!!” pekik Donghae meremas tangan Eunhyuk dalam genggaman tangannya

Sang istri tidak henti hentinya tersenyum lebar, “Dia pasti secantik aku nanti” ujarnya setengah menjulurkan lidah pada Donghae

“Tidak” Donghae menggeleng pelan sambil membukakan pintu mobil untuk Eunhyuk, “Tidak ada yang secantik dirimu” pujian Donghae membuat Eunhyuk memutar kedua bola matanya walaupun ia sedikit tersenyum malu malu, “Aishh~ lebih baik kita kembali ke rumah, aku lelah Hae…” rengek Eunhyuk cepat cepat memasang selt belt sementara Donghae mulai menyalakan mesin

“Baiklah Honey”

Donghae memutar stir ke kanan sambil melirik jalan dari kaca spion karena mereka hendak memotong jalan besar.

Sang malaikat yang sejak tadi terus mengikuti Eunhyuk, turut terbang merendah di sekitar badan mobil—melayang tak tentu arah. Kedalaman matanya hampa, lebih kelam dari sebelumnya saat menatap janin yang berada dalam perut Eunhyuk. Janin yang berdetak keras, menyelimuti satu janin lainnya yang tidak tertangkap kamera USG—satu janin lelaki.

Ya, pasangan suami istri ini akan memiliki anak kembar tanpa mereka ketahui

“Kau pasti bahagia bersama mereka” bisik Kibum tercekat, “Mereka akan menyayangimu lebih dari apapun….bukankah ini mimpimu Heechul? Memiliki keluarga lengkap? Lihatlah, Tuanku sudah mengabulkannya untukmu” Ingin sekali Kibum menyentuh perut Eunhyuk dari dekat, tapi ia takut—sangat takut kalau akan melanggar janjinya pada Tuhan. Janji untuk tidak menganggu kehidupan baru Heechul bersama ‘orangtuanya’

“Hae!!! Hati hati!!!” teriakan histeris Eunhyuk membuyarkan lamunan Kibum yang masih mengikuti mereka. Kibum mendelik ke jalan besar, matanya melebar ketika menangkap ada sebuah truk besar yang berjalan oleng ke arah mereka

“TIDAK!!!” Kibum yang panik langsung menggunakan sihirnya—menahan kecepatan truk besar, membuat sang pengemudi yang tadinya sudah menyerah tiba tiba terdiam. Truk sebesar itu berhenti tepat di depan lampu merah, tanpa menabrak apapun

Setelah memastikan keadaan Eunhyuk selamat, tidak terjadi sesuatu, Kibum melepaskan tangannya. Seketika itu juga Truk bergerak lambat menabrak badan jalan yang memaksanya berhenti sekali lagi

Semua pejalan kaki, orang lalu lalang serta pengendara mobil termasuk Donghae dan Eunhyuk tercengang menyaksikan kejadian ganjil di depan mereka.

“Bukannya tadi…” Eunhyuk menatap ragu ke arah Donghae, “Truk itu hampir menabrak kita?” tanyanya tidak mengerti

“Entahlah” Donghae menggelengkan kepala—sama sama tidak mengerti, tiba tiba perhatiannya berpindah pada Eunhyuk—panik, “Kau tidak apa apa Honey??” ia mengecek keadaan fisik Eunhyuk juga calon anaknya dalam perut sang istri

“Tenang, aku tidak apa apa” jawaban Eunhyuk secara tidak langsung membuat Kibum lebih tenang. Malaikat itu tersenyum lemah ke arah perut Eunhyuk, “Tadi hampir saja….” bisiknya

Donghae kembali menghidupkan mesin mobilnya dan untuk kali ini, dia berjanji akan lebih berhati hati. Mobilnya melaju dalam kecepatan sedang menuju ke jalan besar di persimpangan kota Seoul

“Kita mau kemana Hae? Tidak pulang ke rumah?”

“Tidak” Donghae tersenyum manis, “Kita kencan saja dulu~ sudah lama kita tidak pergi jalan jalan”

“Aishh~ kau” Eunhyuk memukul bahu Donghae pelan karena membuat wajahnya terus merah merona seharian ini, “Memangnya kau mau berkencang dengan wanita hamil?” goda Eunhyuk

“Mau saja—asal wanita hamilnya itu dirimu, tidak masalah” balas Donghae enteng

“Hehehe, tapi kali ini kita kencan bertiga—tidak hanya berdua saja”

Donghae mengelus wajah Eunhyuk dengan sebelah tangannya, “Aku mengerti”

Kibum yang selalu berdiri tidak jauh dari sisi mobil di mana Eunhyuk duduk, tersenyum pahit, “Kalian akan kencan berempat, bukan bertiga” ralatnya percuma—karena tidak satupun manusia yang bisa mendengar ucapan seorang malaikat

Saat mobil Donghae berhenti tepat di sebuah taman kecil, Kibum belum berhenti melayang di samping Eunhyuk. Seolah olah tugasnya sekarang bukan menjadi malaikat pencabut nyawa—melainkan menjadi malaikat penjaga khusus bayi Eunhyuk.

Kibum tidak terusik sama sekali meskipun ia harus memalingkan wajah ketika Donghae mencium lembut bibir Eunhyuk sama persis yang pernah ia lakukan dengan Heechul

Kenangan termanis sekaligus kenangan terakhirnya bersama Heechul

Karena setelah itu tiba tiba saja Tuhan memanggil mereka berdua, menyuruh Heechul mendekat dan menawarkan kehidupan baru di dunia.

“Andai saja aku menahanmu, mungkin saja kita tidak berpisah” gumam Kibum terus mengamati perkembangan janin Eunhyuk dengan pandangan matanya yang bisa menembus lapisan paling dalam. Janin perempuan itu ternyata sedang berdempet dempetan dengan satu janin lagi sambil berbagi makanan dan terus bergerak pelan—menendang perut Ibunya tanpa sengaja

“KIBUM!!!” Teriakan hebat yang membuat bumi bergonjang, sontak membuat Kibum bahkan Eunhyuk dan Donghae berdiri tegak.

“Hae kita pulang saja! sepertinya akan terjadi badai” desak Eunhyuk melindungi perutnya yang besar—takut terjadi apa apa

Hae mengangguk setuju, “Ayo” Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan pergi dari taman itu untuk menghindari cuaca memburuk sementara Kibum berdiri penuh perasaan bersalah.

“Tuan pasti marah lagi” tebaknya seratus persen benar

Dengan lunglai Kibum terpaksa terbang ke atas, menghadapi kemurkaan Tuhan.

Sesampainya di ruangan besar itu, Kibum tidak heran jika jari jari Tuhan yang besar mengetuk tidak sabar di lengan kursi singgasana.

Cahaya dari wajah Tuhan berpendar terang, “DARIMANA SAJA KAU!!!” hardik Tuhan benar benar marah

Kibum langsung berlutut dengan kepala tertunduk ke bawah, “Tuan tugas saya sudah selesai jadi saya pergi…..jalan jalan sebentar ke bumi” katanya terus terang. Percuma berbohong kepada Tuhan, Sang Maha Tahu Segalanya

BUMMM

Untuk pertama kalinya, Tuhan berdiri tegap, begitu tinggi di hadapan Kibum dengan cahaya di wajahnya yang semakin bersinar terang, “Ini sudah ratusan kali aku katakan padamu Kibum!!! Jangan temui Heechul lagi!! dia tidak akan mengingatmu! Tapi kau masih saja menjaganya! Ingat kau sudah menyalahi aturan!!!”

“Saya tahu Tuan” Kibum menekan kepalanya lebih dalam, “Tapi—“

“Tapi apa?!” potong Tuhan dengan amarah meluap luap. Cahaya terang itu berubah menjadi kobaran api merah yang siap membakar siapa saja, “Kau dulu sudah setuju ketika Aku memberi kesempatan kedua untuk Heechul, ingat tidak? Kau bahkan memaksa Heechul supaya menerima tawaranKu!!”

“Aku tahu!!” balas Kibum bernada tinggi sambil mengangkat kepalanya. Kali ini ia berani berhadapan langsung dengan Tuhan, “Aku tahu Tuan!!! Ini yang terbaik baginya!! Keluarga utuh adalah keinginan terbesar Heechul!! Tapi…aku…”

Kedua lutut Kibum terasa lemas. Ia kembali terduduk tidak berdaya. Kedua matanya melayangkan tatapan memohon kepada Tuhan, “Ijinkan saja aku tetap menjenguknya, aku berjanji tidak akan mengacaukan segalanya….kumohon Tuan, biarkan aku menjaganya….aku berjanji tidak akan meminta apapun lagi”

Tuhan terdiam. Pandangan tajamnya menyapu ke arah Kibum, “Kenapa kau masih mau bersamanya? Dia manusia Kibum sementara kau malaikat, suatu saat Heechul akan jatuh cinta dengan manusia lain, berpacaran, menikah dan memiliki keluarga“ Raut wajah Tuhan berubah pedih, “Sampai kapan kau mau menjaganya? Apakah sampai dia meninggal dan setelah itu kau mau mengambil jiwanya untuk diri sendiri?”

Ucapan terakhir Tuhan langsung di tolak keras oleh Kibum, “Tidak akan! Aku berjanji Tuhan, aku tidak akan melanggar perintah Mu, jadi ijinkanlah aku menjaganya…..” Kibum menelan ludahnya dengan susah payah, “Paling tidak sampai aku yakin Heechul bisa lahir dengan selamat! Ya sampai saat itu, aku berjanji tidak akan mencari carinya lagi”

Tuhan menatap Kibum—dalam, “Kau mencintainya Kibum, kau terlalu mencintainya” Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan. Kibum sampai mendongak tidak mengerti ke arah Tuan Nya yang masih berdiri tegak, “Ya, kau memang mencintainya—tidak perlu kau bantah” elak Tuhan melihat mulut Kibum hendak memprotes ucapan Nya lagi, “Kibum-Ku, malaikat yang berhati dingin kini malah memohon mohon demi sebuah jiwa! Sungguh keajaiban!”

Wajah Kibum kembali keruh, ia benar benar tidak mengerti kemana Tuhan membawa pembicaraan ini, “Apa maksud Mu Tuan? Apakah Tuan mengijinkanku atau tidak?” sambung Kibum agak nekat—ia sudah tidak peduli kalau Tuhan menjadi murka lagi

Tuhan menghenyakkan tubuh Nya ke atas kursi, “Apa kau bersungguh sungguh ingin menjaga Heechul? Begitu ingin menjaganya sehingga kau mau menerima tawaranku ini?” ulang Tuhan bermakna ganda di sertai senyuman misterius yang tidak di lihat oleh Kibum

Kibum mengerjapkan mata beberapa kali, “Tawaran? Apa itu?”

TING

Tuhan menjentikkan jari Nya, mengambil sebuah awan putih dengan sebuah bayangan sekumpulan manusia di dalamnya , “Apakah kau ingat Mr Kim dan istrinya?”

“Ingat—istrinya sudah keguguran 2 kali kan? Tuan yang menugaskanku untuk mengambil jiwa calon anaknya” Kibum mengingat betul bagaimana Tuhan menyuruhnya dua kali berturut turut mengambil janin yang bahkan berupa manusia

Tuhan berdecak puas, “Iya—dulu mereka membuatku ragu karena sibuk dengan urusan masing masing, padahal aku sudah mempercayakan sebuah jiwa untuk mereka asuh, tapi—yah itu tidak penting” kata Tuhan tiba tiba membelokkan pembicaraan, “Mereka sudah bertobat, Mr Kim malah melakukan apa saja untuk menjaga kondisi istrinya agar bisa mengandung lagi dan…..” Tuhan memandang lembut ke arah kedua manusia itu dari dalam awan tipis, “Doa mereka berhasil membujuk Ku. Akhir bulan ini aku akan menanamkan benih jiwa ke dalam kandungan istrinya….”

Kalimat Tuhan berhenti begitu saja. Mengisyaratkan Kibum untuk menebak lanjutannya, “Apakah Tuan bermaksud….” Mulut Kibum terbuka ngeri, “Jangan bilang Tuan akan—“

“Kau benar Kibum” Tuhan semakin tersenyum lebar ketika membaca pikiran Kibum di dekatnya, “Di satu sisi kau membuatku susah karena lalai dalam tugas akhir akhir ini dan lebih memilih mengawasi seorang bayi yang bahkan belum lahir ke dunia ini hanya karena kau terlalu mencintainya”

“Tapi Tuan” Kepakan sayap Kibum terbuka lebar saat pemiliknya berdiri tegap dengan kedua mata melebar—tidak percaya, “Aku masih bisa menjadi malaikat!! Apa aku begitu tidak berguna hingga Kau melemparkan aku ke dunia manusia?”

Tuhan tersenyum sedih. Ia mendesah tertahan saat menghapus bayangan kedua manusia dari balik awan kecil di sampingnya, “Kau memang malaikat—tapi hatimu beku, dingin, tidak memiliki belas kasih”

“Itu karena aku malaikat pencabut nyawa!!” bela Kibum tidak terima

“Kata siapa jika malaikat pencabut nyawa sekalipun tidak memiliki hati!” balas Tuhan tegas, “Setiap ciptaanku memiliki belas kasih, pengorbanan dan rasa cinta. Jujur kau tidak memiliki satupun dari kriteria itu, Aku menjadi sangat khawatir dan berpikir untuk mempertemukanmu dengan seseorang yang bisa mengajarimu semuanya….” Tuhan kembali menjentikkan jari Nya, membuat ruangan itu penuh dengan kilas pertemuan Kibum dengan Heechul, “Jiwa ini mengajarkanmu rasa belas kasihan ketika ia menghalangimu mengambil jiwa anak muda waktu itu, “ Kibum memutar kepalanya ketika bayangan wajah Heechul berpendar pendar keluar dari sentakan jari Tuhan, “jiwa ini juga yang membuatmu tersadar pengorbanannya demi seorang teman tidak sia sia” Di sana ada kenangan ketika Heechul menahan tangisnya melihat neneknya akan baik baik saja bersama Rye Rim, “Jiwa ini juga yang membuatmu jatuh cinta….”

Bayangan tipis itu terpampang jelas di depan Kibum—bayangan saat Kibum menutup kedua sayapnya ketika mencium Heechul di atas langit pada malam hari

Kibum tidak bisa berbohong lagi. Dia memang membutuhkan Heechul lebih dari apapun

“Aku…” Kibum terduduk lemas. Bibirnya membeku dan dalam bagian tubuhnya ada rasa pahit yang selama ini ia tahan mati matian di depan Tuhan

“Terimalah tawaranku Kibum” ulang Tuhan berbelas kasih, “Bukan salahmu jika kau tidak menjadi malaikat lagi—ini bukan jalanmu, takdirmu ada di sana” unjuknya memperlihatkan sekali lagi kondisi Istri Tuan Kim yang sedang cemas menunggu hasil dari test pack yang di belinya. Suaminya menggenggam tangan sang istri dan terus berkata pelan pelan, “Tidak apa apa jika kau belum hamil, kita akan berusaha lagi”

“Kebahagiaan keluarga mereka—tergantung pada keputusanmu Kibum” Kedua tangan Tuhan saling berpautan dan cahaya terang itu sedikit meredup ketika melirik sikap diam Kibum yang belum menjawab pertanyaannya, “Waktumu tidak banyak Kibum” kata Tuhan mengingatkan

Kibum memandang nanar pemandangan di hadapannya. Calon Ibu itu mulai terisak pelan saat menyadari jika garis di test pack mulai terlihat hanya satu, “Tidak..” kepala istrinya menggeleng lemah karena harapan untuk hamil sudah mulai musnah

“Bawa aku kesana!!!” pekik Kibum secara tiba tiba, “Tolong bawa aku kesana Tuan!!! Aku bersedia menjadi manusia!!” lanjut Kibum tidak tega menyaksikan bayangan di depannya. Memang benar kata Tuhan, semenjak bertemu dengan Heechul, Kibum menjadi memiliki belas kasih kepada manusia. Tidak peduli siapapun itu

Diam diam Tuhan tersenyum lembut, “Baiklah—mendekatlah Kibum” ajak Tuhan menyuruh Kibum berjalan ke arahnya sementara kedua mata Kibum malah mengawasi keadaan suami istri itu yang saling berpelukan sedih, apakah Kibum masih sempat jika garis itu menyatakan bahwa istrinya sedang tidak hamil?

“Tenang saja” jawab Tuhan ringan, “Aku akan memberikan tanda lain—lagipula hasil dari test pack bisa saja keliru” jawabnya setengah bercanda

Kibum mengangguk kaku. Apa saja bisa terjadi kalau Tuan nya sudah berkehendak

“Nah sekarang kau berlutut” Kibum menurut, ia menekuk kedua lututnya sambil terus menunduk

“Kibum—Aku akan melahirkanmu kembali menjadi manusia!!” Perlahan lahan, Tuhan menengadahkan tangan Nya yang besar di kepala Kibum, “Kau akan lahir dalam keluarga Kim dan menjadi Kim Kibum!” tutur Tuhan terus menarik jiwa Kibum keluar dari raganya yang berupa malaikat

Tubuh Kibum jatuh ke lantai, sayap hitamnya terlepas dan mati di hempas angin. Tidak berapa lama, tubuh itu menghilang dari hadapan Tuhan sehingga tersisa gumpalan cahaya terang di dalam tangan kanan Tuhan, “Nah sekarang—kau tumbuhlah di sana!!”

Sekali hentakkan Tuhan menanamkan sosok Kibum dalam perut Nyonya Kim. Manusia itu spontan terkejut. Tiba tiba saja ia memberontak dalam pelukan suaminya lalu berlari ke dapur dengan rasa mual, “Hoekk…hoekk…” erang Nyonya Kim memuntahkan seluruh makan siangnya

Sang suami menyusulnya ke belakang, “Kau kenapa? Sakit?” ia mengambil handuk kecil untuk menyeka bibir istrinya

“Tidak tahu” Nyonya Kim menggeleng lemah, “Aku pusing dan mual…..hoekkk…”

Selama beberapa menit, Nyonya Kim terus memuntahkan isi perutnya sementara sang suami hanya bisa menepuk pundak istrinya pelan pelan, “Kita ke dokter saja ya—aku takut terjadi sesuatu padamu….” Ujarnya cemas

“Baiklah” Karena takut terjadi infeksi karena sang istri sudah dua kali keguguran, Tuan Kim langsung membawa istrinya pergi ke dokter malam itu juga

Tuhan—yang berada di atas sana, tersenyum bahagia menyaksikan keterkejutan sepasang suami istri itu ketika mendengar kabar baik dari Dokter langganan mereka. Sang istri bahkan menjerit tidak percaya sambil menyentuh lembut perutnya yang masih kecil, “Sa…saya benar benar hamil Dok??” ulangnya entah sudah berapa kali

Sang Dokter mengangguk simpati, “Saya tidak bohong Nyonya”

Tuan Kim memeluk tubuh istrinya penuh rasa syukur namun tidak melihat kalau akal sehat sang istri masih belum bisa menerima ini semua, “Tapi tadi saya sudah test pack dan tidak terjadi apa apa, hanya ada satu garis—dan itu berarti saya tidak hamil Dok” katanya bersikeras

Seolah olah mengulang kata kata Tuhan di atas langit, dengan mudahnya Dokter mengangkat bahu—ringan, “Test Pack kan bisa salah Nyonya, anda benar benar positif hamil” Dia meyakinkan

Dan kali ini tidak ada perlawanan lagi. Sang istri menangis kencang sambil membalas pelukan suaminya. Akhirnya penantian mereka selama 5 tahun tidak sia sia. Tuhan masih mempercayakan satu ‘jiwa’ untuk keluarga kecil mereka. ‘Jiwa’ yang lahir dari seorang malaikat karena begitu mencintai ‘jiwa’ lain yang kelak akan menjadi takdirnya di masa depan

__________

Kibum yang sedari tadi sebenarnya ikut mendengarkan—menepuk pundak Kyuhyun, “Tuh kan apa gw bilang—lo jodoh sama dia.” Ucap Kibum dengan senyum mautnya. 

Kyuhyun menjawab sambil mengeluarkan senyum evilnya, “Sekali lagi lo ngomong kayak gitu—gw kasih tau Heenim kalo lo naksir sama dia, mau?”

 

“Iya iya!! Kejam banget lo sama temen sendiri.” gerutu Kibum sambil menjauhi Kyuhyun

 

 

…………..

 

“Apa!” bentak Heechul melipat kedua tangannya di dada, “Iya lo menang—sekarang lo mau apa dari gw??” tanyanya setengah kesal karena kalah taruhan dari Kibum

 

Kibum tersenyum lebar—inilah impiannya selama ini dan akan terwujud sebentar lagi, “Lo harus jadi cewek gw!!“

 

Mulut Heechul menganga lebar, “Ngga salah!! Lo gila Kibum??” semburnya sambil melotot ke arah Kibum

 

“Ngga boleh nolak—kan perjanjiannya gitu, atau..” Kibum sok mengerling genit matanya, membuat Heechul hampir muntah, “Atau satu sekolahan bakal tahu kalau seorang Cho Heechul ternyata pengecut dan tukang ingkar janji!” ancamnya

 

“Arghh!! Iya iya!!!” Heechul tidak punya pilihan lain, “Iya gw jadi pacar lo, puas?!” sikapnya yang tidak bersahabat bukan penghalang bagi Kibum. Sahabat kental Kyuhyun itu malah berani menggandeng Heechul keluar dari taman belakang sekolah, “Kita pulang yuk sayang~~”

 

“Ngga!! Jangan sok romantis lo!!!” Heechul yang notabene juara taekwondo hendak melayangkan pukulan mautnya pada Kibum, tapi tidak jadi…

 

Ada sesuatu yang menghangat dalam dirinya ketika lelaki itu menggenggam erat tangan Heechul.

 

Rasa rindu yang tidak terkatakan.

 

Heechul akhirnya hanya mendengus kesal tapi tetap membiarkan Kibum menuntunnya lalu mengantarnya hingga ke depan rumahnya dan Kyuhyun

 

 

………..

 

Mereka kembali jatuh cinta dalam kehidupan berbeda dan dalam keadaan berbeda. Tapi kali ini, Kibum bisa bebas mencintai Heechul tanpa rasa bersalah.

Ia juga menepati janjinya kepada Tuhan untuk menjaga Heechul sepanjang hidupnya

“Hmm…..semoga kalian berbahagia” ucap Tuhan secara tulus saat mengintip dari balik awan tipisnya di mana kedua orangtua Heechul dan Kibum merayakan pesta pernikahan.

Heechul yang bersiap melemparkan buket bunganya di tahan oleh seseorang—teman lelaki sekolahnya dulu yang sengaja meminta waktu sebentar kepada mempelai wanita, “Chulie—ijinkan aku untuk melamarnya” bisik sang lelaki separuh memohon

Chulie diam diam menahan senyum jahilnya, “Baiklah, sana lakukan! Keburu dia kabur darimu, namja aneh!!!” Chulie memberikan tempatnya sementara sang pria berdeham penuh rasa kikuk

Suara berat dan canggungnya berhasil menyita perhatian semua undangan, “Anu….” Ia berbasa basi percuma—beberapa orang malah menahan tawanya ketika namja itu berbicara terbata bata

“Hmmm” Tuhan pun ikut menonton dari atas langit, tapi bibir Nya tampak mengulum senyum misterius, “Pria yang baik—tapi sayang, acara lamarannya akan berantakan dalam waktu….” Satu jari Tuhan terangkat ke atas, “Satu…”

“Maukah kau menikah denganku?” tanya sang Pria mengeluarkan seluruh kemampuannya seraya berlutut di depan seorang wanita yang menatapnya tidak percaya

“Dua” Tuhan menghitung lagi

“AKU MAU….” dengan nafas tersengal dan wajah berkeringat dingin, ia masih berteriak terus menerus

Lelaki yang melamar mendesah kesal, “Sungmin aku tidak melamarmu” katanya tanpa maksud menyindir

Sang lelaki yang dari tadi memegang tubuhnya, menatap penuh amarah–ada sekelabat rasa cemburu yang terlihat jelas, “Minnie…..dia bukan melamarmu!!! jadi jangan menjawab ap–“

Sungmin masih terus mengatur nafas sambil mencoba mengumpulkan tenaga untuk bersuara lebih jelas, “Kyu….aku mau….” ia menunjuk perutnya yang membuncit, “aku MAU MELAHIRKAN!!!!!” teriaknya

“Tiga!” Tuhan berhenti menghitung. Ia menikmati pemandangan di bumi, detik detik menjelang kepanikan yang akan terjadi

Spontan semua orang terutama Kyuhyun langsung pontang panting mencari bantuan tenaga medis untuk membantu Sungmin, “Umma!!! Ambulanss!!!!! cepat!!!” Kyuhyun serba salah, ia terus memapah tubuh Sungmin ke tempat duduk yang lebih nyaman dengan posisi setengah berbaring, “sabar Minnie, sebentar lagi ya” bujuk Kyuhyun bernada kalut

“Kyu…..air ketubanku…..” wajah Sungmin penuh peluh keringat, nafasnya pendek saat berkata, “air ketubanku sudah pecah….”

“TIDAK!!!” Kyuhyun langsung menggendong tubuh Sungmin dan memasukkannya ke dalam mobil terdekat—tidak peduli siapapun pemilik mobil itu, yang Kyuhyun tahu sekarang—istrinya akan melahirkan dengan cepat

“Sabar Minnie, aku akan membawamu ke rumah sakit” bisik Kyuhyun sibuk mengelap keringat dingin dari wajah Sungmin. Wajahnya tambah panik melihat air ketuban Sungmin masih terus mengalir dari sela sela pahanya, “Umma!!! Heechul!!!” teriaknya kencang entah pada siapa—rasa rasanya semua tangan sibuk membantu Sungmin di dalam mobil, “Bantu aku!!!” pinta Kyuhyun menurunkan jok mobil supaya Sungmin bisa tidur lebih nyaman

“KYU!!!” Sungmin membanting kepalanya ke belakang, tangannya yang di pegang erat oleh Kyuhyun, mengendur. Kesadarannya mulai meredup sementara suara Kyuhyun terdengar sayup sayup di telinga Sungmin

“Minnie!!! Minnie!!!…”

“Hmm” Tuhan menarik napas panjang, “Sudah tiba saatnya—semoga Sungmin bisa melahirkan mereka dengan selamat” kata Tuhan penuh misteri

 

THE END

36 responses to “≈All My Heart-{Part 3}≈

  1. Arghhhh (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) sedih banget ceritanya tapi endingnya happy semua. Mita gw suka bgt dengan part ke 3 ini beber2 Daebakk!!! Apa lg bag saat dicium dlm sayap so romantic °•(>̯┌┐<)•°. Love U always Penyihir Sebas!!!

  2. NOLU IS HERE. KICHUL ARE COMEBACK.
    LOVE YOU UNNI,
    berkat ff ni jadi makin sayang sm mereka berdua yg bakal dikangenin bgt sama ELF,

  3. Aaaaaaaaaaaaaaa
    daebak unn..!
    Is bener dah..aku…aku…aku…sukaaa sangat ;__:
    sedikit sensitif kalau baca ff ttg ‘Tuhan’ tp karena ini ff unn sebas aku nekat baca sampe akhir ._.
    Itu itu adegan ciuman chul ama bum romantis sangat..kayak di pilem2 fantasy gtu ><
    trus ntu si umin mw ngelahirin..aigoooo #speecless
    g nyangka bakal nyambung ke nolu jg hik hik hik keren sangat dah..ayo unnie sebas buat lg yg keren kayak gini #nyuruh #plakk

  4. Oo.. Jd gini toh asal muasal kisah cintany HeeBum #ngangguk2 So sweeett.. Sebas!! Trus itu! Minnie melahirkaaan!! #teriakpaketoa Aah,ga sabar menanti kelanjutan NoLU ^^

  5. Aaaaahh, sudah kuduga, pasti berkaitan sama nolu :3
    Eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiii, nolu apa kabar? Aduh itu penasaran aku sama Sungminnya~~~~~ lanjutin yah, eonn :3 eonni kan baik~~ *ea xD*

    Terus berjuang ya, eonn! Banyak wonderlander-mu yang menanti ff selanjutnya~ jadi jangan berfikiran kalo ff yang eonni buat*ehm apalagi nolu xD* itu ff yang aneh :3 *soktau*

    HWAITING!!~♥

  6. did u know , unn ?
    That u were one of authors who inspired me for writing and just like support me to feel optimistic about life and love ,

    so meaningful , i had presume that ur other story was always be related with No Other Like U story , just like your other story before like fanfict which told about ice cream , etc.

    sometimes , idk , what should i say after read ur story ? is say thanks ? or say platitude ?
    Maybe, u wouldn’t read this comment , i understand if u had so many fans of ur story , so, i can understand if u not give attention to all of them, maybe just a lil bit of. ^^

    But, I just wanna say I Like this story ^^
    sorry if i have too much talk😥

    Keep Writing ^^

  7. Sapa lagi sih orang2 ababil yg nge-hina U mit??? Ga tau yah kalo nulis suatu cerita ga gampang! Kalo emg ga suka NYANTAI aja donk. Oi org2 yg suka ngehina hidup U semua kaga bisa santai yah??! Ini kan cuma ff ato fiksi belaka. Ngapain jg di anggep serius…kalo ga suka ga usa baca. Ga usa komen2 yg GAK penting. Ngerti,,

    Mit sorry yah jd panas gw. Kesel aja dengan org2 aneh yg ngehina2 U mlulu. Jangan bendung hayalan2 U. Tulis aja apa yg mau U tulis. Org2 aneh itu jgn U pikirin. Walaupun semua org ninggalin ato ngehina U. Inget aja msh ada 1 org yg selalu ngedukung and nunggu cerita2 gila U. MITA keep FIGHTING!!!

  8. pengen nangis :’)
    huwaaaaa itu jadi ceritanya, nolu tuh? hahaha
    eaaaaaaaaaaaaaaaargh aduuh masih panas matanya gara2 kichul x)
    Tuhan baik sekali yaaaa🙂
    once again? DAEBAK!!

  9. T.T eonnie sebas…
    *hug unnie*
    huaaa…… hbat bgt bza nyambung gtu crita’a…
    aduch.. pngen dech blajar buat ff kyk gni.. heehe
    Kichul’a uda keyenn..
    kyumin’a tambaahhhh keyeennn.. ^^
    yg nglamar itu SiMi yaa unn,,
    ato bkan.. hahaha..
    ggal dech acara nglamar’a.. ^^
    tuhan hebat,, bza tw apa yg akan trjadi..*plakk ud jlas kan*
    aq kra minnie yg dlmar.. pdhal suara’a ud mngglegar tuch..^^ eh, tau’a..
    DAEEBBAAKKKKK!!!😀
    hbat..hebatt..hheebbaatttt >,<
    pkok'a gga da tndingan'a ff unnie.. hehe
    unnie.. aq smpet kget bca tlisan yg d awal itu lho unn..
    ada yg bashing lg yaa unn..
    klo aq da slah,, mhon d maafin yaa unn..
    tpi Unn ttep Is The Best.. hehe😀
    *kiss n' hugg unn* #
    dtndang seunghwan😛 #
    love U …

  10. ad sedikit tetesan air mata keluar
    ad sedikit senyuman terulas
    ad sedikit tawa tergambarkan

    dan ad kehebatan yang terkandung di dalamnya ><

    love jung miCHAN ^^/

  11. Ah… akhirnya tetep nyambung ke Mahkaryamu ya Sebas?
    haha…. Bagus kok bagus.
    part ini beda banget kalo dibanding part 1, sisi religiusnya ga diutamain ya?
    tapi mungkin, emmm…. aku kurang suka part ini,

    “Kata siapa jika malaikat pencabut nyawa sekalipun tidak memiliki hati!” balas Tuhan tegas, “Setiap ciptaanku memiliki belas kasih, pengorbanan dan rasa cinta. Jujur kau tidak memiliki satupun dari kriteria itu, Aku menjadi sangat khawatir dan berpikir untuk mempertemukanmu dengan seseorang yang bisa mengajarimu semuanya….”

    Aku ga tau, entah mungkin aku yang slah nangkap makna dari part itu ato gimana, tapi part itu bikin “Tuhan Mahatahu” jadi hilang.
    aduh, susah banget dijelasin lewat tulisan nih.
    gimana ya, menurut aku, jadi kesannya kenapa manusia lebih punya kuasa daripada Tuhan?
    Kenapa Tuhan khawatir dengan apa yang sudah diciptakan-Nya?
    Kenapa seakan-akan Heechul lebih hebat dari Tuhan?

    Hahaha, itu cuma pure pandangan aku.
    Tapi aku apresiasi banget Sebasss..
    Ini tema ff yang beda dan fresh banget, dan bisa kamu ceritain dengan bagus banget juga.
    keep writing, Author~

  12. huwaa, baruu nyadar ternyata ini ff berhubungan ama nolu jugaa..
    ciehh cieehh si kichul akhirnya nikah jugaa XDD..
    tapi cowo yang ngelamar itu siapa eon??
    siwon kah??
    ato hankyung??
    haduuhh penasaraann.
    hohoh ~🙂

  13. Aku suka dah kalo ff eonni begini, pasti nyambung ke nolu..😄 ulla~ulla~ulla ahahah.. Wah kibum berubah demi heechul.. Wkwkwkw

  14. Mita,pintar bgt kamu bikin alur cerita,sampai2 saya tak menduga kalo ini ada kaitannya dgn NOLU.
    Daebak Mita!!
    Jadi kapan NOLU akan dilanjutkan?
    Dah tak sabar menunggu kelahiran anak2nya kyumin.

  15. Onniieeeeeee
    Mantap kali..
    Aku suka kali ffmu dari dulu..
    Hehe
    Maap gk bs sering comment..
    Aku sibuk kuliah soalnya..
    Menurutku org yg ngebash onnie itu iri ama onnie..
    Menurutku ya..
    Hehe
    Pkknya aku selalu mendukung onnie..
    Hwaiting!!!!

  16. kereeenn~~ kirain ini laen ff, ternyata ada sambungannya juga sama NOLU..
    kak sebas memang kereenn!! *v*

  17. Ooi kibum – lo romantis banggeeeeT ,,
    Sinting org yg nge bash ni FF –

    Gila ,, hahay #ngayal ahh

  18. aq SUKAAA!!! (^ ^)ddd
    aq ska banget sama crta yg pke maLaikat2 gitu, unnie
    kesannya mistik tp eLegan, apaLagi maLaikatny Kibum oppa (> <)
    bs bayangin gimana keren ny dy… (^o^)
    unnie, semangat ya…!
    keep spirit bwt cast unnie yg siap beracting n reader yg siap baca Lanjutan crtany (^ ^) *terutama aq*
    hwaiting, unnie sebas! (^ ^)

  19. pingin deh d ajak terbang sama kibum😀
    eonniiii ko bsa sih nyambung ke nolu?! eonni daebak!!😀
    lanjutkan eon, jd pnasaran tuh sama sungmin nglahirin. hhe

  20. unnii… >.<
    daebak banget deh..
    emm.. cowok yg ngelamar itu yesung ya? ngelamar mochi kah?
    and brrti kibum lebih muda 7 bulan dong dari heenim??
    :DDD

  21. Kereeeen bangeeeet….
    Akhirnya minnie melahirkan juga!
    Jd makin gak sabar gue baca nolu selanjutnya.

  22. ka sebas~~~~~~~~~
    akhirnya aku bisa juga baca ff-mu yg ini #nari hula” #ditendang ka sebas
    ka,ini KEREN. banyak kutipan yg harus aku abadikan. pas banget moment-nya waktu aku baca ini, di rumahku lg ada kedukaan. jadi kepikiran, apa ada juga yah malaikat pencabut nyawa di sekitar rumahku saat sodaraku meninggal??
    pendeskripsian tentang Tuhan aku juga suka. setidaknya aku jadi punya gambaran bagaimana itu surga. hehehe…
    yg bashing ka sebas ga usah dipeduliin lah ka… org sirik itu ga bisa bikin ff sebagus yg ka sebas bikin.
    uia, ini berhubungan sama NOLU yah? alesan knp kibum cinta mati sama heechul?
    keren ka…. sering” yah bikin ff ky gini…hehehehe

  23. AAAA anak kyumin kembar kan? iya kan? udahlah iya aja #maksa
    ini kayanya cuplikan nolu edisi mendatang ya haha
    eh kak btw tentang malaikat maut jadi inget temenku yg baru meninggal 2 hari yg lalu nih hmm..
    eh iya kata2nya keren lho kak, berasa denger khotbah pendeta hehe apalagi yg tentang doa (di part sebelumnya)
    Keep writing ya kak😀

  24. aku suka banget part itu jadi merembet ke nolu..hehe
    kichul romantis bgt..tetep bahagia n saling mencintai walaupun di tempat yang beda…
    tapi penasaran juga gimana kabar anaknya minnie..😀

    lanjutkan ka sebas..
    FIGHTING😀

  25. aisshh , ternyata awal2 sebelum terjadi di NOLU , ini dulu yg terjadi , sama ya kayak versi KyuMin di At Least There’s Still You
    kalo ini versi Kichull
    astaga..
    NOLU juga kecampur ya kesini.
    aishhh , air ketuban minnie udah pecah disini ? Tapi blom nongol part NOLU yg ini..
    aisshhh , Tuhan aja udah bilang udh saat nya minnie melahirkan ,
    aduuuhh , deg2an dhe ahh..
    smoga melahirkan dengan selamat..

  26. speeechlessss
    dah baca banyak ff’mu
    tetep gk abis mikir
    setiap kisah greget’nya beda n gk k’ilangan feel n k’khas’an dr seorang sebastian mamoru
    masalah bw “Tuhan” d crita ini, c’mooon its just a story, aneh kalo ada yg nge bash hanya gr2 halni….
    bahkan d film’2 malah mrka mnumjukkan wujud”NYA, tp banyak yg cuek2 aja
    essens critanya yg d nilai dan aku salut sm kamu, sebas
    so, tetep berkarya, ne’…

  27. eonnieeeeeeeeee kenapa sih kalo bikin ff selalu DAEBAAAAAKKKK !!! sukaaaa banget sama ceritanya apa lagi sama endingnya hehehe ini awal dari nolu yaa ? ceritanya nyambung sih sama nolu hehehe
    eonnie terus berkarya yaaaaaa ^^ FIGHTING !!!

  28. Dari eunhyuk sama donghae uah mencurigakan. ditambah bayi kembar tambah mencurigakan, eh ternyata bener NOLU. hahaXD ada-ada aja nih eonni…

  29. eonniiiii😀 seneng banget sama ceritanyaa hihi
    itu sungminnya lanjutin eonn yah yah yah *puppy eyes*
    seneng banget kalo udah ada couple kyumin aaaaaa ><

  30. ah jd ini cerita awal kibum am heechul…aaaaa aku suka cerita ny… kibum tetep sama heechul d kehidupan yg lain :3…

    ad nolu ny XD…eonn nolu lanjut donk…hehe…

    keep writing !! hwaiting eonn

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s