≈No Other Like U-Fifty-{Final Test}≈

“Hehehehe” Hangeng nyengir lebar ketika melihat ke sekelilingnya murid lalu lalang yang sibuk membaca buku pelajaran

“Kamu kenapa Gege?” tanya Wookie berada di sebelah Hangeng

“Itu mereka Wookie—lucu banget! masa pada belajar jam istirahat gini, aneh kan? hehehe” ucap Hangeng lagi lagi nyengir lebar sambil menunjuk salah satu murid di depannya

Wookie menatap lama ke arah Hangeng—mempertanyakan tingkat kewarasan Hangeng yang sepertinya semakin tipis, “Gege—mereka belajar karena seminggu lagi kita bakal Ujian Nasional, apa kau tidak lihat aku juga dari tadi juga sedang belajar??” tanyanya setengah kesal

Pandangan Hangeng beralih ke samping. Benar saja, Wookie memang mencatat beberapa penjelasan penting dari buku Sejarah *Tiba tiba Sebas jadi suka sejarah gara gara di racunin sama Rosita T_T*

“Loh!! Kok kamu ngga ngasih tahu aku Ujian Nasional tinggal seminggu lagi!!” tuduhnya

“Eh?” sekarang giliran Wookie yang terkaget kaget, “Selama ini kamu mengurung diri ngga keluar dari kamar itu karena apa? Aku kira kamu sibuk belajar sendirian tanpa mau di ganggu??”

“Aku ngga belajar tuh” jawabnya ringan

“Terus ngapain di dalam kamar Gege!!!” ulang Wookie sangat gemas, “sampai aku ngga boleh bertamu segalaaa!”

“Aku sibuk benerin Stetoskopku yang rusak” balas Hangeng berwajah lugu

GUBRAKKKK.

Ya, seperti yang di katakan Wookie pada Hangeng barusan, satu angkatan terakhir di sekolah St Christie sedang sibuk menyiapkan diri untuk Ujian Akhir Nasional yang akan di adakan pemerintah. Para guru juga sudah menyiapkan pelajaran tambahan setiap pulang sekolah selama dua minggu berturut turut sebelum ujian di laksanakan dan untuk kali ini seluruh murid XII tidak protes—Ujian Nasional yang semakin menaikkan standar kelulusan membuat mereka mau tidak mau harus belajar lebih giat lagi

“Hmm….” Chulie mengerucutkan bibirnya ketika melirik Sungmin sibuk membenahi buku bukunya dari atas meja, “Enak banget kamu ngga ikut pelajaran tambahan! Terus malah belajar privat berdua sama Kyuhyun!! Aku juga mau kayak gitu tapi sama Bummie~” ucapnya agak manja

Sungmin menghela nafas panjang sebelum kepalanya berputar menghadap Chulie, “Percaya deh Chulie…..ini tuh ngga enak, kamu lupa Kyuhyun tuh suka semena mena ngajarin orang. Huh, aku aja ngga percaya gimana caranya Bu Tukinem bisa ngebiarin aku di ajar sama dia!” keluh Sungmin berbeda 90 derajat dari ucapan Chulie barusan

“Kata siapa aku suka semena mena” desis sebuah suara tepat di belakang tubuh Sungmin membuat gadis yang sedang hami tua itu langsung terlonjak dan bersingut menjauh, “Ya! Kau!!! hentikan sikapmu yang suka muncul tiba tiba!!” protes Sungmin sementara Chulie hanya memutar kedua bola matanya—sudah terbiasa dengan sikap jahil Kyuhyun

Kyuhyun mengedikkan bahu—acuh, “Biarin aja daripada kamu suka gosipin suami sendiri dari belakang. Udah selesai belum? Biar kita langsung pulang” ia mengambil tas Sungmin, menentengnya bersamaan dengan tas miliknya sendiri

“Udah” jawab Sungmin malas lalu mendelik ke arah Chulie yang masih menatapnya dengan iri, “Aku pulang duluan—salam buat Kibum dan…..semangat belajar!!!” teriaknya sambil mengacungkan kepalan tangannya ke atas

“Hehehe makasih Minnie” Chulie sedikit merundukkan dirinya agar bisa melihat ke arah perut besar Sungmin yang di tutupi seragam sekolah, “bye bye baby….ingat kalau Appa kalian terlalu galak mengajari Umma kalian, tendang saja dari dalam perut supaya dia kelabakan” seringai licik Chulie tertera di bibirnya sebelum Kyuhyun buru buru menarik tubuh Sungmin dari depan Chulie, “Kau?! jangan ngomong macam macam Heenim! Mereka belum lahir saja kau sudah meracuninya” protes Kyuhyun cemberut

“Hahaha—iya aku mengerti, sudah sana pulang sebentar lagi pelajaran tambahan mau di mulai” lirih Chulie melihat jam di atas papan tulis

“Baiklah….kami duluan” Sungmin meremas tangan Chulie sebentar sebelum Kyuhyun menarik tangannya lalu menuntunnya keluar dari kelas dan menghilang dari hadapan Chulie

Chulie mendesah seorang diri tapi tak lama raut wajahnya kembali ceria melihat Kibum akhirnya kembali dari kantin, “Maaf lama—aku harus ngantri dulu. Nih aku membelikan makanan kesukaanmu” ucap Kibum sambil menyerahkan satu kotak makanan ke depan Chulie

Namun Chulie tidak bergerak membuka kotak makanan dan malah mengubah posisi duduknya menghadap Kibum, “Bummie~” panggil Chulie manja

Kibum yang tahu kalau Chulie akan begini kalau menginginkan sesuatu, langsung menarik nafas panjang. Cobaan apa lagi yang Kau berikan Tuhan. Batin Kibum. Maklum saja biasanya permintaan Chulie suka aneh aneh! Terakhir kali aja kembarannya Kyuhyun ini minta dicium! Nah loh. Masa dia juga minta ciuman di dalam kelas?!!!

“A…Apa Chulie sayang?” jawab Kibum benar benar gugup bercampur rasa takut

Kedua mata Chulie melebar penuh cahaya sebelum menatap Kibum lebih dekat, “Aku mau hamil juga kayak Minnie!!” katanya tegas

Makanan ringan yang sedang di kunyah Kibum langsung tertelan bulat bulat. Bibirnya bergetar hebat tanpa bisa mengeluarkan satu katapun

“Bummie~” Chulie menarik narik lengan seragam Kibum, “Kau dengar tidak? Aku mau—hmpphhhh” dengan satu tangan Kibum menutup bibir Chulie. Takut keburu ada yang salah paham mendengar ucapan aneh Chulie tadi

“Kau jangan main main sayangku~” desis Kibum merendahkan suaranya sambil menarik kembali tangannya, “aku bisa di bunuh Adjusshi kalau menghamili anaknya sekarang”

Dahi Chulie mengkerut tidak setuju, “Bukan begitu! Aku mau begitu kita menikah, aku langsung hamil! Memangnya kau kira aku mau hamil di luar pernikahan? Aishh—aku kan bukan wanita gampangan” jelas Chulie berdiri tegak lagi sambil membuka kotak makan yang di beli Kibum untuknya

“Oh~” Kibum mendesah lega, “Kirain…” tapi sebentar raut wajahnya berubah bingung saat menatap Chulie, “kenapa kau tiba tiba—“

“Mau hamil?” potong Chulie

Kibum mengangguk pelan

Chulie meletakkan sumpit dari tangannya dengan pandangan menerawang ke atas langit langit kelas, “Entahlah—sepertinya bahagia sekali menjadi Minnie….menikah…hamil….dengan orang yang ia cintai….” Pandangan Chulie turun melihat Kibum—penuh rasa cinta, “Aku mau seperti dia!!!!” pekiknya agak histeris

“Tenang saja sayang….” Kibum mengelus rambut Chulie, “aku akan mewujudkan impianmu” janjinya

“Bummie~” bisik Chulie terlarut dalam dunia mereka berdua sementara Kibum masih menyunggikan senyum lebarnya yang sering membuat para penggemarnya hampir pingsan *Killer Smile mode on*

“Chulie..” balas Kibum mulai melupakan kalau mereka akan memulai pelajaran tambahan dan melupakan kenyataan kalau Bu Tukinem telah hadir di depan meja mereka sambil berkacak pinggang

“EHEM!”

“Eh Bu Tukinem…” kata Chulie dan Kibum sama sama salah tingkah.

Hidung Bu Tukinem kembang kempis saat melotot sangar ke arah dua muridnya itu, “Kyuhyun dan Sungmin ngga ada eh kalian malah gantian mesra mesraan di dalam kelas?!! Kita mau belajar tambahan bukannya bicarain masa depan!! Mengerti!!!”

Kibum dan Chulie menundukkan kepala dalam dalam—bersikap tidak melawan, “Mengerti Bu”

“Huh~ baru mulai mood saya udah rusak” Lagi lagi ia mengedarkan pandangan menyapu ke seluruh ruangan, “Kalian sudah lengkap—baiklah kita mulai pelajaran Biologi!” ucapnya sedikit puas saat kembali ke meja guru lalu menenggelamkan perhatian seluruh murid ke depan papan tulis

*****

Tuk tuk tuk.

Kaki Kyuhyun mengetuk di lantai kamar tidur mereka dengan tidak sabar. Sudah hampir 20 menit Sungmin berkutat mengerjakan satu soal biologi yang menurut Kyuhyun paling mudah

“Argh! Sini coba lihat! Dari tadi kamu nulis apa sih!” tandas Kyuhyun merebut kertas dari Sungmin lalu membacanya dengan kilat

“Ng..” Sungmin hanya bisa menggigit bibir sambil merundukkan kepala—tahu kalau jawaban yang ia tulis pasti…

“Ini salah!!” Kyuhyun membanting kertas ke atas meja belajar lalu melotot ke arah Sungmin, “Masa kamu ngga bisa menyilangkan satu golongan darah dengan golongan darah lainnya??” sindir Kyuhyun melipat kedua tangannya, bergaya otoriter, “sekarang aku tanya kalau misalkan golongan darahku A dan kamu B, besar kemungkinan anak kita yang lahir nanti bergolongan darah apa??”

Sungmin menelan ludahnya dengan susah payah, “Aku mana tahu Kyu—kan anak kita belum lahir…” jawabnya kelewat polos

GUBRAKKK

Kyuhyun langsung berusaha menyeimbangkan tubuhnya dan menatap marah ke arah Sungmin yang semakin merunduk di depannya, “Kau?! Ini bukan main main Minnie!! Ujian kita tinggal seminggu lagi dan kau belum tahu apa apa!!!” teriak Kyuhyun berhasil membuat Sungmin menutup kedua telinganya sambil memasang wajah cemberut, “Aku kan memang belum belajar Kyu” balas Sungmin tidak terima

“Lalu kau kira sekarang kita sedang apa?” sindir Kyuhyun, “Kita sedang belajar! Dan aku tidak mau tahu kerjakan soal ini dari ulang!!!” di ambilnya selembar kertas kosong untuk Sungmin, menaruhnya agak kasar kemudian menyuruh dengan tampang sangar agar Sungmin mulai menulis

1 menit

Sungmin masih berkonsentrasi menulis sementara Kyuhyun tidak berhenti menatapnya sambil sesekali mengecek jam tangan

2 menit

Bibir Sungmin bergerak mengeluarkan suara meringis, wajahnya berubah keruh dan tangan kirinya bergerak mengelus ke arah perut besarnya secara teratur. Posisi duduk Kyuhyun berubah—di tatapnya Sungmin lebih dekat, “Kamu kenapa?” tanyanya agak khawatir

Sungmin menggeleng kecil walaupun sebagian wajahnya sudah banjir oleh keringat, “Bayi kita…” bisiknya terbata bata

“Bayi kita kenapa? Kamu jangan bikin aku takut Minnie??” balas Kyuhyun gusar. Ia bangkit dari kursinya, berlutut di samping Sungmin lalu mencoba menangkap suara sekecil apapun yang ia dengar dari dalam kandungan Sungmin

Suara tendangan kencang, bertubi tubi. Menghantam lapisan perut Sungmin—begitu kuat sehingga Kyuhyun bisa mendengarnya dengan sangat jelas dari luar, “Dia semangat sekali menendang” komentar Kyuhyun tanpa sadar menyunggikan senyum lebar sambil kembali duduk dan langsung mengelap keringat dingin dari wajah Sungmin

“Entahlah…kenapa tiba tiba…” ringis Sungmin masih mengelus perutnya—menyuruh sang bayi supaya lebih tenang, “aku jadi tidak bisa konsentrasi menulis”

Kyuhyun mengambil nafas panjang. Dari dalam hati ia sebenarnya tidak tega memaksa Sungmin untuk belajar lebih lama, tapi kalau tidak begitu—Sungmin bisa ketinggalan jauh. Ujian kan tinggal seminggu lagi!

“Baiklah—sekarang kita belajar lisan saja, tidak usah menulis” Kyuhyun mengambil buku bacaan lalu membalikkan beberapa halaman penting, “Aku akan menerangkan teori teori padamu dan nanti akan kutanya ulang, bagaimana?”

Sungmin mengangguk setuju. Ia masih terus mengelus perutnya lalu menyandarkan tubuhnya lebih nyaman ke badan kursi.

____________________________________________

“Gimana dengan pelajaran tambahanmu?” tanya Siwon yang sudah berada di depan gerbang sekolah St Agatha untuk menjemput Zhoumi

“Biasa saja” jawab Zhoumi datar, “Aku hanya perlu mengulangnya lagi nanti di rumah, huh—kenapa harus ada ujian nasional sih! ujian biasa saja kan sudah cukup!” keluhnya sambil menendang kerikil kecil di jalan

Siwon terkekeh kecil, “Itu kan sudah standar Pemerintah—oh ya bagaimana kalau aku ikut belajar di rumahmu nanti malam….itu pun kalau boleh” kata Siwon buru buru meralat ucapannya karena melihat tatapan aneh Zhoumi, “Aku tidak mau membuang waktu mengajari orang bodoh” balas Zhoumi mengingat pengalaman buruknya mengajar Siwon kemarin kemarin saat mereka belum sedekat ini

“Aku tidak bodoh kok!” elak Siwon membela diri, “Buktinya aku termasuk 5 besar satu angkatan”

“Iya tapi waktu itu—“

“Waktu itu aku sengaja Mimi…” jelas Siwon memasang senyum polosnya

Langkah Zhoumi terhenti dan memalingkan wajah ke arah Siwon, “untuk?”

“Yah buat deketin kamu—habis kalau aku ngga melakukan sesuatu kamu pasti masih judes sama aku kan?” jelas Siwon tanpa sadar telah membangkitkan sikap galak Zhoumi yang sudah mulai luntur semenjak mereka menjadi sedekat sekarang

“Kau??” desis amarah dari sela sela gigi Zhoumi membuatnya memicingkan mata seolah olah ingin menghajar Siwon saat itu juga, “Siwon!!!”

“Eitss—lupakanlah Mimi, itu kan sudah lama..” Meski begitu Siwon mundur selangkah demi selangkah secara teratur seiring dengan langkah Zhoumi yang mendekat

“Awas kau Siwon!!!” teriak Zhoumi hendak menerjang Siwon tapi sayang lelaki tegap itu secepat kilat sudah berlari menyelamatkan diri sambil curi curi pandang ke belakang—di mana Zhoumi malah mengejarnya dengan amarah yang meluap

“Yah alamat gw ga bisa deketin dia lagi deh…” gerutu Siwon terus berlari menjauh lalu menghilang di pertigaan jalan. Lebih baik menyelamatkan nyawa terlebih dahulu baru setelah itu menjelaskannya kembali kepada Zhoumi. Itupun kalau ada kesempatan kedua untuk Siwon nanti.

*****

TOK TOK

“Gege—ini aku Wookie, aku datang buat ngajak kamu belajar bareng” seru Wookie dari depan kamarnya Hangeng. Ia menoleh ke arah seorang perempuan paruh baya yang berada tak jauh darinya, “Dia benar benar ada Adjumma?” tanya Wookie berkali kali—merasa tidak yakin

Wanita yang di panggil Adjumma oleh Wookie atau bisa di bilang Ibu dari Hangeng, menganggukan kepala dengan pasti, “Hangeng tidak kemana mana kok sehabis pulang sekolah. Dia mengurung diri di kamar seharian”

Wookie bergerak makin gelisah. Jangan bilang ke-autis-an Hangeng muncul lagi. Aduh kalau dalam fase seperti itu jangankan Wookie, siapapun yang mengetuk kamarnya tidak akan di bukakan, “Apa aku boleh minta kunci cadangannya Adjumma?” pinta Wookie nekat. Masa bodoh dengan privasi! Si Hangeng bisa ngga lulus kalau ngga belajar soal soal ujian dari sekarang!. Teriak Wookie dalam hati

Dan sepertinya Ibu Hangeng juga berpendapat sama. Ia mengangguk sekali lagi sebelum menghilang dari balik anak tangga dan kembali bersama sebuah kunci cadangan di tangannya

CKELK

Tanpa basa basi Wookie langsung mendorong pintu hingga terbuka lebar lebar lalu memandang ke sekeliling kamar Hangeng yang gelap, “Paling dia tidur—kamu aja yang bangunin dia, Adjumma mau masak untuk makan malam” pinta Ibu Hangeng

“Baik Adjumma” Wookie langsung masuk ke dalam begitu Ibu Hangeng sudah turun ke bawah kemudian meraba raba dinding kamar yang gelap gulita. Ia mendesah lega saat menyentuh kontak menghidupkan lampu.

Baru saja Wookie mau menghidupkannya, tiba tiba sebuah suara berhasil membuatnya kalang kabut, “Wookie….” Bisik Hangeng sengaja memberatkan suaranya

“HYAA!!!” Refleks Wookie menendang tubuh Hangeng hingga terpental sempurna (yang untungnya) ke atas tempat tidur

Lampu menyala terang

“Ughh…kamu tega banget sih—pacar sendiri di tendang” erang Hangeng pura pura kesakitan

Wookie menatap tubuh Hangeng—datar, “Segitu sih ngga sakit Gege, udah ah jangan sok kesakitan! Aku kesini mau ngajak kamu belajar bareng, makanya berdiri sini!!” tariknya menyuruh Hangeng bangkit dari kasur

“Tapi Wookie—“

“Ngga boleh protes! Cuma kamu yang ngga belajar buat Ujian Gegeeee” lanjut Wookie bersikeras, “Yesung aja udah bertobat mau belajar, kenapa kamu sekarang malah males malesan?!”

Kalau sudah begini, Hangeng hanya bisa mengalah. Tidak ada yang bisa menghentikan Wookie jika sudah mulai berbicara, “Jadi kita ngapain nih? Mau belajar apa?” tanya Hangeng malas malasan. Di tatapnya saja Wookie yang sibuk membereskan tempat tidur Hangeng, merapikan bergulung gulung kertas dari atas meja kemudian menaruh pakaian kotor ke tempat seharusnya, “Kamu kapan mau berubah sih!!! ini kamar apa kapal pecah!! Aishh lama lama aku bukan jadi pacar kamu! tapi jadi pembantu pribadi kamu tahu!” sungut Wookie sambil membuang sampah makanan di bawah rak sepatu

“Yah ngga gitu Wookie….aishh” Hangeng menggaruk tekuk lehernya dan memilih membuka buku pelajaran supaya Wookie tidak terlalu marah, “Aku belajar nih! Biar kamu seneng” kata Hangeng setengah ikhlas

Pekerjaan Wookie tiba tiba terhenti. Ia berdiri tegak lalu mencondongkan tubuhnya mendekati Hangeng, “Aku ngga suka punya cowok jorok!”

“Kau—“

“Dan aku ngga suka punya cowok pemalas!!!” tandas Wookie memotong ucapan Hangeng dengan cepat. Kaus kaki Hangeng yang sedang Wookie pegang ke sembarang tempat sebelum ia keluar dari kamar.

“Tunggu!!!” cegah Hangeng berdiri lalu menghampiri Wookie yang berhenti tepat di depan pintu, “Iya iya aku minta maaf—kamu jangan main pergi gitu aja. Nanti aku belajar sama siapa?” bujuknya sambil memutar tubuh Wookie agar mereka saling berhadapan

Bibir Wookie bergerak perlahan—menahan senyum, “Makanya jangan jorok, jangan mal—“

“Iya aku janji!!!” Lebih baik langsung mengiyakan ketimbang harus debat pendapat lagi seperti tadi. Pikir Hangeng, “kita belajar aja yuk—keburu Umma nanti nawarin kamu makan malam”

“Ayo” Setelah keadaan kembali tenang. Dengan sikap riang, Wookie mau saja merapikan tempat tidur Hangeng sebelum kasur itu mereka gunakan sebagai tempat belajar.

________________________

“Soal ini udah beres?”

“Hmm udah dong~ mana lagi yang lain? Aku mau coba ngerjain variasi soal yang beda” pinta Chulie sambil mengambil beberapa catatan milik Kibum dari  lantai kamar tidurnya

“Bentar” Kibum mengaduk isi tasnya—mencari cari setumpuk kertas soal tahun lalu yang sudah ia fotokopy khusus demi Chulie. Dari ujung matanya, Kibum yang tengah duduk berselonjoran di kamar Chulie dengan sebuah meja kayu berkaki pendek milik kekasihnya itu, tiba tiba menangkap sosok bayangan lelaki di depan pintu kamar, “Sayang….” Bisiknya di telinga Chulie

“Hmm?” Chulie menengadah menatap Kibum

“Kayaknya ada orang di depan kamar kamu…” kata Kibum dengan kedua mata terus melihat penuh selidik keluar kamar, “itu siapa?”

Chulie menyeringitkan dahi, “memangnya siapa? sebentar aku periksa dulu” ia bangkit berdiri, berjinjit jinjit hingga ke depan pintu kamar kemudian membukanya lebar lebar, “Siapa itu!!!!” teriak Chulie

“HYAA!!!” Donghae yang ketahuan mengintip—terlambat melarikan diri. Ayah dari si kembar Kyuhyun dan Chulie hanya cengengesan tidak jelas seraya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, “Hei Chulie….kalian sedang apa?” tanya Donghae sok ngga bersalah

“Appa yang sedang apa! Kok pake ngintip!! Malu maluin aku aja!!” bentak Chulie berkacak pinggang di depan Ayahnya sendiri, “sejak kapan Appa jadi bertindak Childish begini! Ha!”

Suara amarah Chulie berhasil membuat nyali Donghae ciut, “Ngg….” Ia memajukan bibirnya—berusaha mencari alasan yang logis, “Itu…Appa…” Donghae kehilangan kata kata

“Appa, aku dan Kibum mau menghadapi ujian nasional, jadi kalau Appa tidak ada kepentingan yang mendesak” Chulie memberi tanda kutip pada kata kata terakhir dengan kedua tangannya, “Lebih baik Appa temenin Umma aja di bawah!!!” usir Chulie tanpa hormat

“Iyaaaaa” Buru buru Donghae turun dari lantai atas—tempat kamar Kyuchul berada dan lalu mendekati Eunhyuk yang duduk di sofa ruang tamu, “Aishh—kan tadi aku udah bilang sama kamu…ngga di dengerin sih” sindiran Eunhyuk hanya di tanggapi cemberut oleh Donghae

“Tapi Honey….aku takut mereka ngapa-ngapain di dalam kamar” bela Donghae masih tidak mau mengaku salah

Eunhyuk menatap jengah dengan sebelah matanya, “Sudah hampir 3 tahun mereka pacaran kenapa kau masih tidak percaya juga pada Kibum! Apalagi sebentar lagi mereka akan menikah—“

“Stop!!!” pinta Donghae sambil duduk di sebelah Eunhyuk. Wajah kekanak kanakannya berubah serius, “Aku ngga mau denger itu dulu!! Ngga!!!” di tutup kedua telinganya ketika Eunhyuk menatapnya penuh simpati, “terima saja Dongdong—tinggal sebulan lagi loh~” goda Eunhyuk dengan tega

“Tidak!!” Donghae menggelengkan kepalanya kuat kuat—masih menutup kedua telinganya, “Tidak! tidak!!!!”

Eunhyuk menghenyakkan diri ke atas sofa, “Padahal dulu waktu Kyu menikah kau tidak sekalut ini” komentarnya

“Itu beda” jelas Donghae akhirnya melepas kedua tangannya lalu merubah posisi memeluk Eunhyuk dari samping, “Kamu tanya saja sama Kangin-shi—gimana susahnya ngelepasin Minnie waktu menikah dengan Kyuhyun, sekarang giliran aku yang harus melepas Chulie…dan rasanya….” Kedua mata Donghae meredup. Ia memilih menyembunyikan wajahnya di bahu Eunhyuk—tidak mau melanjutkan perkataannya.

“Hmmm” Bukannya Eunhyuk tidak mengerti kegalauan suaminya sendiri. Dari sejak Kyuhyun dan Chulie masih bayi. Mereka masing masing telah menyita perhatian Eunhyuk dan Donghae bergantian. Eunhyuk lebih condong pada Kyuhyun sementara Donghae dengan Chulie. Walaupun begitu, Donghae dan Eunhyuk tidak pernah membeda bedakan mereka sama sekali. Mereka menyayangi si kembar dengan sepenuh hati..

“Ya sudah!” suara berat Donghae berhasil membuyarkan lamunan Eunhyuk, “Kalau aku tidak boleh mengganggu Chulie, aku akan mampir ke rumah Kyuhyun saja, bagaimana menurutmu Honey?” Donghae mengguncang guncangkan tubuh Eunhyuk dalam pelukannya, “kau mau ikut tidak?”

Tidak perlu menjawab pun dari wajah Eunhyuk sudah terpampang jelas ketidasetujuannya, “sayanggg…mereka juga pasti ngga mau di ganggu” bisik Eunhyuk, “Apa kau lupa? Kyuhyun itu sama galaknya seperti Chulie, apa kau tidak takut kita di usir..”

“Eh? Enak aja! Dia kan anak kita! Masa kita harus kalah sama anak sendiri!!!” kata Donghae membusungkan dada sambil berdiri tegap, dengan satu tangan ia menarik Eunhyuk supaya bangkit dari sofa lalu menuntunnya keluar dari rumah

“Tapi Dongdong ini percuma…” bujukan halus Eunhyuk tidak di dengar Donghae. Ia terus saja berjalan kaki melawan rasa dingin pada malam hari sebelum berbelok ke beberapa jalan tikungan tempat di mana rumah Kyumin berada

“tenang saja Honey” kata Donghae menengok ke belakang, “mereka pasti suka dengan kunjungan kita”

Sementara itu…..

“Heenim!!! Awas kau!!!” teriak Kyuhyun entah pada siapa, yang pasti nafasnya naik turun dan tatapan kesalnya tertuju pada Sungmin.

*Chulie : HUATCHIMMMMM*

“Kau kenapa sih? ini kan bukan kemauanku atau bayi kita! Mana dia tahu kalau tendangannya mengganggu waktu belajar dari tadi” ucap Sungmin membela bayi dalam kandungannya sambil terus mengelus elusnya secara lembut.

Kyuhyun melirik tubuh Sungmin—menatapnya dari atas ke bawah. Sejam yang lalu, tubuh Sungmin masih bersih dari keringat, tapi sekarang? Rambut dan wajah Sungmin basah akibat keringat dingin sementara tangannya sibuk menenangkan bayi mereka yang entah kenapa bisa terus menendang—memecahkan konsentrasi Sungmin dan juga mengganggu Kyuhyun pada saat terlalu tepat

“Ini kan gara gara omongan Heenim???” pekik Kyuhyun frustasi, “Kamu ngga liat apa dari tadi?? Bayi kita tuh nendang nendang kamu pas aku lagi mau marah doang!!! Itu artinya apa??? Mereka berhasil di racuni sama Bibinya sendiri!! Arghh!” Kyuhyun mengacak acak rambutnya—kesal tapi tidak bisa berbuat apa apa. Masa iya dia mau marah marah sama bayi yang bahkan belum lahir?

Sungmin memasang senyum lemahnya—jujur saja tubuhnya lemas karena harus belajar dalam keadaan seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi?  Sungmin takut Kyuhyun tambah marah kalau ia meminta istirahat terus, “Udah Kyu—kamu bikin dia takut…tuh dia udah ngga nendang aku lagi…kita belajar lagi” bujuknya berusaha menenangkan Kyuhyun

Wajah Kyuhyun berubah melembut , “Maaf aku tidak bermaksud menyalahkan bayi kita—tapi harus kau akui dia sudah bisa mengerjai Appanya sendiri” canda Kyuhyun yang mengulurkan satu tangannya untuk mengelus perut Sungmin, “Mungkin dia kelaparan Minnie” kedua mata Kyuhyun menatap Sungmin dan perutnya secara bergantian, “kita makan saja—belajarnya bisa di tunda besok”

“Aku setuju!!” Sungmin ikut saja saat Kyuhyun menuntunnya pelan pelan keluar dari kamar menuju meja makan. Baru satu suapan masuk ke dalam mulut mereka ketika sudah ada bunyi ketukan dari depan pintu rumah

TOK TOK

“Siapa lagi…” gerutu Kyuhyun akhirnya bangkit berdiri untuk membukakan pintu

Dan ternyata….dua orang yang tidak sudah lama tidak eksis lagi dalam mengganggu hidup Kyumin tahu tahu sudah berada di depan pintu sambil tersenyum manis

“Apa kabar Kyuhyun!!!” sapa Donghae dengan semangat berapi api sementara Eunhyuk yang mulai tahu diri hanya tersenyum melas di samping suaminya

Kyuhyun menatap kejam pada kedua orangtuanya. Tanpa mengucapkan apapun, Kyuhyun segera membanting pintu rumahnya keras keras hingga tertutup rapat

BRAKKKK

“Eits!! Tunggu Kyu!! Kami kan mau bertamu!!! Aishh—kau kenapa bisa tega banget sama orangtua sendiri!!!!” teriak Donghae sambil menggedor gedor pintu dengan brutal

“Sudahlah, kita pulang saja….” bujuk Eunhyuk yang melihat ke sekeliling—siapa tahu ada tetangga mengintip dari samping rumah. Bisa jatuh harga diri Eunhyuk kalau ketahuan menggila bareng suaminya di sini

“Ngga!” tolak Donghae agak keras kepala sebelum kembali menggedor gedor rumah Kyumin, “Kyuhyun!!!! Buka!!!”

“NGGA AKAN!!!” Balas Kyuhyun dengan berteriak dari dalam, “aneh aneh aja si Appa bertamu malam malam terus, bisa ngga sih ngga ganggu orang” dengus Kyuhyun berpikir lebih baik mengacuhkan Ayahnya saja dan kembali makan seolah olah tidak terjadi apa apa

“Eh Minnie kemana?” gumam Kyuhyun melihat meja makan kosong tanpa ada Sungmin, “Minnie??” tanyanya bersuara agak keras

“Di…di sini….” Jawab Sungmin agak susah payah dari arah dapur

Mendengar itu Kyuhyun menyeringitkan dahi. Jangan jangan terjadi sesuatu lagi. Pikirnya

Ia setengah berlari menghampiri Sungmin yang terduduk di bawah wastafel dapur dan sebelah tangannya mencengkram pinggiran meja, “Minnie!!!” suara Kyuhyun berubah panik. Rasa rasanya seharian ini Sungmin berhasil membuat Kyuhyun panik setengah mati. Karena takut terjadi apa apa, Kyuhyun segera menggendong Sungmin dari lantai lalu menidurkannya di kamar mereka, “Kamu kenapa lagi?” desahnya merasa pusing dan frustasi dalam waktu bersamaan, “ini gara gara bayi kita? Hmm?”

Sungmin menggeleng lemah, nafasnya yang tersengal sengal menyapu wajah Kyuhyun yang berjarak terlalu dekat dengannya, “Tadi itu…aku mau….membuat susu….terus…pinggangku….sakit….….aku….” jelasnya terbata bata

“Iya! tidak usah di teruskan” potong Kyuhyun merasa kasihan. Ia mengambil handuk kecil dari laci lemari dekat tempat tidur untuk mengelap wajah Sungmin yang kembali basah akibat mengeluarkan keringat dingin terus menerus, “Apa pinggangmu masih sakit?”

“Tidak…” kedua mata Sungmin melihat ke langit langit ruangan, “aneh….kadang sakit sekali…..kadang tidak….entahlah….padahal bulan kemarin aku masih baik baik saja” lirihnya pelan

Kyuhyun lagi lagi menarik nafas panjang, “Itu tandanya kalau sebentar lagi kau mau melahirkan—Dokter Ahra yang memberitahuku…..usia kandunganmu kan sudah 8 bulan lebih…” jawab Kyuhyun agak kaku. Entah kenapa di sini Kyuhyun merasa sangat bersalah karena tidak memperhitungan bulan bulan terakhir kehamilan Sungmin yang bertepatan dengan Ujian nasional dan serangkaian ujian ujian umum lainnya yang di adakan sekolah. Pasti Sungmin makin susah menghadapi rasa sakit dan ujian dalam waktu bersamaan. Kata Kyuhyun dalam hati

“Oh~ sebentar lagi yah…” gumam Sungmin bahagia. Ia menepuk nepuk lembut perutnya sementara Kyuhyun melayangkan pandangan agak aneh ke arah Sungmin, “Dia akan lahir….hehehehe….pantas saja dia menendangku dari tadi, pasti dia pasti sudah tidak sabar mau keluar…” ucapan ucapan keibuan Sungmin berhasil membuat pikiran kalut Kyuhyun menghilang. Ia ikut tersenyum sambil mengecup kening Sungmin, “Iya sebentar lagi, tahankan ya…” bisik Kyuhyun kembali memeluk istrinya erat erat

“Hmm!” Sungmin mengangguk dalam pelukan Kyuhyun, “Kyu…” panggilnya

“Apa?”

“Aku mau mandi—badanku lengket semua” ucap Sungmin mau melepaskan pelukan mereka tapi Kyuhyun malah merangkul bahu Sungmin dan mengangkat kedua kakinya dari kasur, “Kau mau apa??” tanyanya heran

“Tadi katanya mau mandi” ulang Kyuhyun acuh dan terus saja mengangkat tubuh Sungmin—menggendongnya seperti tadi ke arah kamar mandi, “Iya aku mau mandi tapi ngga harus di gendong Kyu! Aku masih bisa jalan kok!!” protes Sungmin memasang wajah cemberut

Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin lalu menyunggingkan separuh senyumnya, “Kata siapa aku cuma gendong doang? Aku yang akan mandiin kamu!” tutur Kyuhyun secara tegas meski ia menikmati wajah Sungmin yang berubah merah merona, “Ha!!! Ngga!! Ngga Kyu!!! Aku juga masih bisa mandi sendiri!!! Ngga usah di mandiin!!!” teriak Sungmin mau menggunakan teknik lamanya yaitu memberontak dalam pelukan Kyuhyun supaya suaminya itu berubah pikiran.

Dimandiin? Enak saja! meski mereka sudah suami istri, Sungmin lebih suka Kyuhyun tidak melihat keseluruhan tubuhnya! *Bukannya udah pernah ya min?* Apalagi ketika tubuh Sungmin sedang hamil!! *kan Kyu udah biasa gantiin baju lo min?*

*Sebas bingung sendiri sama pikiran anehnya Sungmin*

*Sungmin : Author!! Batalin ga acara mandi mandiannya!!*

*Kyuhyun natap Sebas seolah olah berkata, ‘Berani lo batalin—Seunghwan Hyung gw kirim ke India!!’*

*Sebas : Maaf Umin, gw masih sayang suami T.T*

#AlahAbaikanSaja

Tinggal beberapa langkah ke depan pintu kamar mandi, Kyuhyun terhenti lalu melayangkan tatapan mematikan yang membuat Sungmin berhenti berteriak dan langsung terdiam, “Nanti kalau sakit pinggang kamu kambuh di kamar mandi terus ngga bisa berdiri, gimana? Bahkan kamu ngga akan bisa buka kenop pintu? Ngga lihat tadi suara kamu aja putus putus gitu pas di dapur, gimana kamu mau minta tolong sama aku, kalau terjadi sesuatu di dalam!” ucap Kyuhyun tanpa jeda

Kepala Sungmin menggeleng sekilas, “tapi Kyu—“

“Aku janji ngga akan macam macam…” potong Kyuhyun yang sedikit bisa menebak pikiran polos istrinya

Lagi lagi Sungmin terdiam. Tidak ada lagi hal yang bisa di perdebatkan. Ia hanya mengangguk pelan dan membiarkan Kyuhyun membawanya masuk ke dalam kamar mandi

*****

“Ck ck nih anak! kalau di tungguin aja ngga pernah dateng! tapi kalau ga di inginkan selalu muncul!!!” gumam Zhoumi yang mondar mandir dari tadi di depan rumahnya. Kadang ia melirik sebuah telepon genggam di tangannya—tapi nihil. Siwon belum meneleponnya sejak tadi

“Kalau khawatir telepon aja kenapa sih Kak” sindir Mochi enak enakkan makan malam sambil nonton kartun di ruang depan

Zhoumi melongo lebar mencerna perkataan Mochi barusan, “Aku yang meneleponnya?? Bisa Kege-eran setengah mati tuh anak! ngga! Ngga mau!!”

“Ya udah” Mochi mengangkat bahu—enteng, “silahkan menunggu kak Siwon semalaman di depan rumah hehehe”

“Ih~ siapa bilang aku mau menunggunya semalaman! Tidak sebentar lagi aku juga akan masuk ke dalam rumah!”

“Huh, kakak udah nunggu dia 1 jam loh~” lagi lagi Mochi menggoda Zhoumi yang tidak sadar telah menghabiskan waktunya demi menunggu Siwon

Zhoumi mengerucutkan bibir dan dengan enggan masuk ke dalam rumah, “Tuh lihat! Aku tidak menunggu dia lagi kan!!” meski begitu, Zhoumi tetap saja mengintip dari sela sela jendela—berharap ada sosok heboh yang sebentar lagi muncul dari seberang jalan

“Telepon aja Kak—memangnya kenapa kalau kakak meneleponnya duluan? Masa gara gara gengsi nanti Kak Siwon bisa ngga suka lagi sama Kakak” Sebenarnya Mochi berkata begini bukan menakut nakuti kakaknya sendiri. Tapi kalau tidak seperti ini, bisa bisa Zhoumi makin lama sadar tentang perasaannya terhadap Siwon

“Masa?” suara Zhoumi berubah kalut, “Ngga ah! Siwon bukan orang kayak gitu!!” buru buru, ia memencet sederet nomor dari telepon genggamnya dan langsung tersambung ke seberang sana, “Halo? Siwon?? kenapa dari tadi kau tidak datang!!!” maki Zhoumi tanpa ampun, “Aku menunggumu tahu!!!”

Terdengar bunyi dentuman benda keras jatuh dari tempat Siwon. Siwon menampar pipinya sendiri dengan keras

PLAKKK

“Ouch” rintih Siwon terdengar hingga ke tempat Zhoumi, “Kamu kenapa Siwon??? kamu jatuh??” suara Zhoumi kali ini kelihatan khawatir sampai sampai Siwon berpikir untuk menampar sebelah pipinya sekali lagi

Mimpi apa dia semalam bisa mendapatkan telepon dari Zhoumi. Biasanya kan Siwon duluan yang menghubungi Zhoumi. Bukan sebaliknya. Apalagi suara khawatir Zhoumi, Aishhh jangan bilang ia benar benar sedang alam mimpi sekarang…

“Oh ya! Kenapa kau tidak jadi belajar di rumahku malam ini?? aku menunggumu dari tadi tahu!!” kata kata ketus Zhoumi seperti biasa berhasil meyakinkan Siwon kalau ini semua ternyata kenyataan, bukan sekedar mimpi

“Habis…tadi siang kamu kayaknya marah banget soal aku pernah ngerjain kamu—jadi aku nyari amannya aja….daripada ke rumah kamu pasti di usir…aku mutusin batal pergi” kata Siwon terus terang

Dari seberang giliran Zhoumi memukul jidatnya sendiri—dosa apa dia bisa di sukai sama namja aneh kayak Siwon ini, “Aku kan marahnya ngga terus terusan Siwonn!!! Kayak anak kecil aja cuma gara gara itu kita ngga jadi belajar bareng! Udah ah—aku ngga mau tahu, dalam waktu 5 menit kamu harus sampai ke sini! Titik!” ancam Zhoumi yang langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Siwon. Ia mendesah pelan, menahan tawanya sejenak sebelum bergabung dengan Mochi di ruang depan.

Kurang dari 3 menit….

“Huh….huh…..huh…” Sesosok namja tinggi berpakaian putih dan jaket tebal muncul tepat di depan pagar rumah Zhoumi dan Mochi setelah berlari kencang dari jalan besar, “Huh….Mimi!!!” panggilnya keras

Mochi dan Zhoumi menengok ke arah Siwon secara bersamaan, “Tuh pacar kakak udah dateng…” goda Mochi sambil terkikik kecil melihat Zhoumi sempat sempatnya bersikap gugup ketika berdiri untuk membukakan pintu bagi Siwon

“Kau terlambat” desis Zhoumi kembali judes seperti biasa

Siwon memasang tampang bersalah, “Habis….kau sih….huh…..aku…” ia menelan ludah dengan susah payah—dehidrasi berlari sekencang dan sejauh itu dari rumahnya ke rumah Zhoumi. Sungguh perjuangan yang sangat berat…

*Sebas sok bersimpati, padahal dia paling demen nyiksa castnya sendiri*

Dengan tanggap Zhoumi kembali masuk ke dalam, mengambilkan segelas air dingin buat Siwon lalu membawanya ke depan, “Ini untukmu”

“Makasih” tanpa malu malu Siwon langsung menghabiskan satu gelas penuh sambil menyengir lebar, “Boleh nambah lagi ngga? Haus beneran” pintanya

Raut wajah Zhoumi melunak, ia tersenyum tipis saat berinisiatif membawakan tas besar milik Siwon, “masih banyak air di dalam—kamu masuk aja, aku juga masih punya makanan kalau kamu belum makan” tawaran Zhoumi terdengar amat menggiurkan. Senyum Siwon makin lebar mendapati sikap perhatian Zhoumi yang lambat laun terlihat jelas

Tidak sia sia juga nekat lari malam malam begini. Pikir Siwon masih senyam senyum ngga jelas berjalan di belakang Zhoumi

“Tapi kapan kita belajarnya?” tanya Siwon sambil melambaikan tangan ke arah Mochi yang di balasnya dengan anggukan

“Nanti habis kamu makan aja, sekarang duduk! Biar aku ambilkan piring”

Siwon menurut. Ia membiarkan Zhoumi menghidangkan makan malam ala kadarnya *karena Zhoumi dan Mochi ngga bisa masak* dan mengisi kembali gelas miliknya dengan air dingin, “makanlah” kata Zhoumi duduk di depan Siwon

“Kau tidak ikut makan?” tanya Siwon mulai menyendokkan lauk sementara Zhoumi menontonnya sambil bertopang dagu, “Aku tadi udah makan sama Mochi” jawab Zhoumi singkat

Melihat gerak gerik Zhoumi yang tidak biasa sempat membuat Siwon bertanya tanya. Ia akhirnya berhenti mengunyah, meletakkan sendoknya lalu menatap Zhoumi lekat lekat, “ada apa? Kau mau mengatakan sesuatu padaku?” bujuk Siwon dengan lembut

Kedua bahu Zhoumi mengendur bersamaan, “Kalau aku marah marah seperti siang tadi—itu bukan berarti kau membatalkan rencana kita untuk belajar bersama, aku kan memang suka marah marah tidak jelas” aku Zhoumi setengah berbisik

“Oh. Tidak apa apa, aku hanya takut kau semakin marah kalau aku datang”

“Aku tidak marah!” sergah Zhoumi tidak terima, “datang saja! jangan membuatku menunggu! Mengerti!!”

Mendengar itu Siwon benar benar berhenti mengunyah. Ia menangkap ada sesuatu yang ingin di ucapkan Zhoumi dalam setiap perkataannya, “Kau menungguku? Dari tadi?” ulang Siwon berusaha memastikan telinganya

Zhoumi langsung memalingkan wajah, “Tidak! bukan begitu!!! Aishh—sudah belum makannya, biar kita langsung belajar” potong Zhoumi mengalihkan pembicaraan sedangkan Siwon mendesah kecewa.

“Padahal tinggal sedikit lagi…” gumam Siwon terpaksa melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda

______________________________________

“Arghh!! Bisa gila gw!!”

“Iya nih—pelajarannya kok makin susah aja, ngga semakin gampang” keluh seorang pada yang lain

Kedua namja ini lewat begitu saja di depan Wookie yang termenung melihat dari jendela kelasnya. Sudah dua buku Matematika dan Sosial habis di baca oleh Wookie. Dan untuk mengistirahatkan otaknya, ia lebih baik menunggu Hangeng yang sedang pergi membelikan makanan di kantin

“Wookie!!!” teriak Hangeng riang masuk ke dalam dengan dua bungkusan makanan di tangannya. Wookie tersenyum miris, mungkin di satu kelas ini—hanya Hangeng yang menganggap Ujian Nasional tidak lebih dari ujian biasa. Lihat saja! dari jam masuk sampai jam istirahat, Hangeng bahkan tidak membaca satu buku pun!

“Dulu kau mengejekku suka melamun—sekarang siapa coba yang ketularan” sindir Hangeng menaruh bekal mereka masing masing di meja, menyingkirkan buku milik Wookie yang belum habis di baca, “Jangan di taruh pojok—aku belum selesai Gege!” kata Wookie hendak mengambil bukunya kembali namun di tahan tangan Hangeng, “kita makan saja dulu” perintahnya

“Tapi kalau aku tidak belajar—“

“Wookie!” sergah Hangeng hilang kesabaran, “belajar itu bukan paksaan—kalau kau sudah tidak mencerna dulu yah hentikan saja, lebih baik kita makan” usulnya

“Aku kan bukan pemalas sepertimu” balas Wookie masih kesal dan terus menggerutu sambil memainkan makanannya tanpa memakannya sama sekali

“Hmm” Hangeng menggelengkan kepala. Di ambilnya sendok milik Wookie lalu mulai menyuapi pacarnya sendiri yang memberontak, “Apa apaan ini Gege!!!” tolaknya

“Kalau kau tidak makan, nanti lambungmu akan menganggur sehingga dia terpaksa mengeluarkan cairan asam yang bisa di olah—sementara waktu kau akan terasa kenyang tapi lama kelamaan…”

“Kau akan terkena penyakit maag” sambung Wookie menatap tidak percaya pada Hangeng, “Kau belajar Biologi??” suaranya meninggi—terkejut

Bibir Hangeng membentuk senyum misterius, “boleh di bilang aku memang belajar tapi berbeda dengan cara kalian….biologi, matematika, sosial dan lain lain itu sebenarnya berguna untuk kehidupan kita—jadi aku suka membacanya tapi tanpa rasa tertekan!” kata Hangeng menepuk dahi Wookie, “tidak sepertimu! Belajar seperti di kejar target!”

Wookie mengelus jidatnya perlahan, “habis aku kan memikirkan ujian nasional” belanya

“Sudah sudah! Nanti sepulang pelajaran tambahan kau langsung ke rumahku—aku akan mengajarimu sesuai caraku, gimana?” tawaran Hangeng langsung di iyakan oleh Wookie. Kali ini ia lebih lega ketika mengunyah makanan tanpa rasa bersalah karena menyia nyiakan tiap detik berharga dengan tidak memegang buku

………

“Huh…rasanya otakku ke blender Gege” keluh Wookie sesampainya di depan rumah Hangeng. Mereka berdua habis mengikuti dua jam pelajaran tambahan full tanpa jeda yang berhasil membuat seluruh murid kelas XII tambah stress

Kecuali Kyuhyun dan Sungmin yang belajar berdua di rumah mereka

“Tuh—kalau belajarnya terpaksa kayak gitu…tenang saja belajar sama aku menyenangkan kok” Karena melirik wajah sayu Wookie, Hangeng berinisiatif mengambil beberapa cemilan dan minuman dari dapur yang sudah di siapkan Ummanya

Di dalam kamar, Wookie mengambil kesempatan tidur tiduran di atas kasur Hangeng sementara Hangeng sendiri berganti baju di kamar mandi. Tak lama kemudian Hangeng keluar memakai baju santai lalu menaruh sepiring cemilan di depan Wookie, “makan dulu nih—buatan Ummaku sebelum kita belajar”

“Makasih” Wookie memaksakan diri merubah posisinya menjadi duduk dan mengambil satu kue berbentuk oval tersebut, “Ini kue apa Gege?”

“Kue keberuntungan—di China kami suka makanan ini untuk melihat peruntungan” Hangeng ikut mengambil satu kue dari piring dan langsung menarik kertas dari dalam kue tanpa memakannya terlebih dahulu, “Jangan di makan semua Wookie, kamu bisa dapet ramalan gratis loh!” serunya mulai membuka gulungan kecil dan membacanya dengan suara pelan, “Kamu harus membawa pasanganmu ke…China? Eh??? Sejak kapan ada ramalan aneh kayak gini??” Buru buru Hangeng meremas kertas kecil itu lalu membuangnya ke sembarang tempat, “Umma….” Bisiknya agak kesal, “ini pasti kerjaannya Umma!!! Wookie jangan di baca—ramalannya ngaco semu…a….” suara Hangeng menghilang ketika mendapati Wookie sedang termangu membisu memegang kertas ramalan miliknya sendiri.

Masih berdiam diri, Wookie menyerahkan kertasnya pada Hangeng. Di sana tertulis, ‘Menikahlah dengan pasanganmu sekarang dan kau akan hidup bahagia selamanya’

“Ini—Aishh!! Ini pasti kerjaan Umma!!!” bela Hangeng makin salah tingkah karena melihat wajah Wookie yang biasanya jutek berubah pink—memerah pada saat yang tidak tepat, “memangnya ada apa dengan China? Itu tadi isi ramalanmu?” tanya Wookie berusaha menghilangkan sikap canggungnya

Hangeng mengangkat bahu, “Appa berjanji kalau aku menikah nanti harus merayakan besar besaran di China—kan keluarga besarku berada di sana, maka dari itu Umma menulis ramalan seperti ini!! Dia pasti sengaja!!!”

Secara tidak langsung, Umma Hangeng berhasil membuat Hangeng dan Wookie kehilangan mood belajar, bersikap gugup satu sama lain dan malah makan kue dalam keadaan diam

“Kuenya enak” celetuk Wookie memecahkan keheningan

“Hmm” angguk Hangeng setuju walaupun ia makan dengan perasaan kesal, “kita mulai belajar saja—keburu malam nanti” usulnya bersiap membereskan sisa remah remah kue di atas tempat tidur lalu menggantinya dengan buku buku pelajaran

Kalau biasanya Hangeng sudah terbiasa setengah berbaring di sebelah Wookie selagi mereka belajar (karena meja belajar Hangeng ngga bisa di ganggu gugat! Banyak kertas kertas hasil penelitiannya yang ngga boleh di angkut paksa dari situ, makanya tempat belajar mereka mengungsi ke atas tempat tidur)  kenapa sekarang Hangeng jadi deg degan dan serba salah kayak gini!

Wookie juga begitu. Tiba tiba ia tersadar bahwa selama ini mereka belajar di atas tempat tidur, berduaan saja dalam keadaan kamar tertutup. Perlahan, Wookie menggeser posisinya menjauhi Hangeng.

“Argh!!!!” teriakan Hangeng membuyarkan segalanya, “Udah ah—kamu pulang aja! Kita ngga jadi belajar hari ini, bisa bisa makin aneh lagi keadaannya” usirnya halus

Wookie pun merasa sependapat, “Iya deh, aku juga ngerasa aneh banget…hmmm aku pulang deh” katanya seraya mengambil beberapa buku miliknya dari atas tempat tidur

“Aku anterin” jawab Hangeng memberi jalan kepada Wookie untuk keluar

Untung saja Umma Hangeng sedang berbelanja sebentar keluar—kalau tidak pasti Hangeng sudah marah marah dari tadi. Enak saja bikin ramalan sendiri! Lihat akibatnya! Wookie yang biasanya judes dan suka ngomong mendadak jadi pendiam—ia bahkan tidak mau di pegang tangannya sama Hangeng waktu di antar pulang

“Wookie—aku benar benar minta maaf….Umma memang suka iseng” jelas Hangeng untuk kesekian kali ketika mereka sudah sampai di depan pagar rumah Wookie

“Tidak apa apa, aku masuk dulu” Wookie hendak berpaling namun baru beberapa langkah, ia berhenti, mendesah panjang lalu menengok ke arah belakang—tepat di mana Hangeng berdiri, “Ngomong ngomong aku suka dengan isi ramalanku…” bisiknya

“EH?” Hangeng melongo lebar

“Selamat malam” tanpa mengatakan apa apa lagi, Wookie masuk ke dalam rumah, meninggalkan Hangeng yang sibuk menggaruk garuk kepalanya—sibuk memikirkan perkataan Wookie, “memangnya isi ramalan Wookie tadi itu apa ya??” gumamnya amat polos

GUBRAKKKKK

*****

Siwon, Kibum dan Chulie. Ketiga orang yang kebetulan lagi nongkrong di depan meja Kyumin hampir tidak mengedipkan matanya saat melihat Kyuhyun sedang mengajari Sungmin pada jam istirahat

“Pasti tadi pagi kepala Kyu kepentok dinding” desis Chulie tidak percaya

Kibum menggeleng, “Aku rasa, sayang~ , dia kebanyakan ngga main game jadi stress terus sikapnya berubah kayak gitu” katanya memberi pendapat

Siwon yang duduk di atas meja Kibum ikut menyeringitkan dahi, “Atau Kyuhyun salah makan kali!! Jamur pengubah kepribadian mungkin?” tebaknya sangat ngasal

Chulie dan Kibum sontak melirik aneh ke arah Siwon, “Mana ada jamur kayak gitu Siwon!!” teriak mereka bersamaan, “Kita kan ngga lagi menjelajah hutan, ck ck…” dengus Chulie

Siwon hanya mengangkat bahu sebelum kembali melihat penuh minat ke arah Kyuhyun dan Sungmin. Ternyata tidak hanya mereka bertiga yang menonton Kyuhyun sedang mengajar Sungmin—tapi hampir seluruh kelas!

Ada yang mengucek ngucek matanya—takut salah lihat. Ada yang bisik bisik tetangga ngegosipin Kyuhyun seperti trio SiKichul tadi. Ada yang sampai meminum obat serangga hanya untuk memastikan ini bukan sekedar mimpi

*Oke! Kayaknya kelebaian gw mulai merajalela! Lebih baik gw hentikan keburu yang baca pada muntah*

“Gi..gimana Kyu?” bisik Sungmin ketakutan ketika Kyuhyun membaca hasil jawaban soal miliknya

Dari raut wajah Kyuhyun yang berubah mengkerut ngga enak, Sungmin langsung  komat kamit baca doa—jangan sampai Kyuhyun marah marah lagi, kan malu di liatin teman sekelas.

“Ini salah Minnie…..” kata Kyuhyun sedikit kecewa—tapi nada suaranya tetap terdengar biasanya, tidak meninggi sama sekali, “kamu harusnya menghitung yang ada di dalam kurung terlebih dahulu, mengerti?”

Sungmin tidak menjawab apa apa. Ia hanya menampakkan wajah tidak percaya sebelum  akhirnya mengeluarkan suara, “Kamu….?”

“Aku apa?” Kyuhyun tersenyum tipis sambil menaruh kembali kertas milik Sungmin, “hitung lagi!” suruhnya

“Kamu ngga marah marah terus ngga ngerobek kertas jawabanku?!” tanya Sungmin terheran heran

Kyuhyun tertawa lebar—tapi tak lama tawanya berhenti berganti sebuah senyum manis yang tetap bertengger di wajah Kyuhyun, “kamu mau aku kayak gitu?”

Dengan cepat Sungmin menggeleng kuat

“Ya udah, kerjain ulang aja soalnya Minnie—keburu bel masuk nih!” perintah Kyuhyun mulai kurang sabar.

Sungmin menurut saja. Ia kembali berkutat mengerjakan soal matematika sementara Kyuhyun melipat kedua tangannya sambil terus mengawasi istrinya dari depan. Kedua orang ini bahkan tidak menyadari kalau seluruh kelas tengah menonton mereka dengan rasa penasaran

“Apa sih yang membuat Kyuhyun bisa berubah drastis kayak gitu!!” gumam Siwon, Kibum dan Chulie tanpa sengaja—secara bersamaan

Kejadian aneh ini masih terus berlanjut. Kalau biasanya tiada hari tanpa Kyuhyun mengajak Sungmin berantem di sekolah. Sekarang Kyuhyun malah sabarnya minta ampun, mengalah demi Sungmin dan menuruti semua kemauan Sungmin yang terkadang suka di luar dugaan

Chulie saja sampai di buat geleng geleng kepala oleh sikap Kyuhyun. Gimana ngga? Dia tahu betul saudara kembarnya itu ngga mungkin bisa berubah kayak gini kalau bukan karena sesuatu

“Kami pulang duluan ya” sapa Kyuhyun menenteng tas miliknya dan Sungmin sementara sebelah tangannya yang bebas menggandeng istrinya dari samping

“Eits!! Tunggu!!” cegat Chulie menahan lengan Sungmin, “aku mau berbicara dulu sama Minnie” pintanya

Ternyata sikap lembut Kyuhyun seharian ini tidak berdampak bagi orang lain selain Sungmin. Ia malah menatap tajam dan menakutkan ke arah Chulie, “Heenim…nanti keburu pelajaran tambahan kalian di mulai!” kata Kyuhyun mengingatkan

“Sebentar saja!!” balas Chulie keras kepala. Tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, ia membawa Sungmin menjauh lalu berbisik pelan pelan, “Minnie—kamu apain Kyu sampai jadi aneh kayak gitu??” sebenarnya ini yang dari tadi ingin Chulie tanyakan pada Sungmin—tapi mana sempat! Sejak masuk hingga pulang sekolah, Kyuhyun seolah olah menjadi bayangan Sungmin yang mengikutinya 24 jam.

“Dia mulai aneh pas sarapan tadi pagi” jelas Sungmin mendadak wajahnya di hiasi semburat merah terang di kedua belah pipinya, “Kyu itu—“

“Sudah selesai Minnie?” suara berat Kyuhyun tiba tiba membuyarkan omongan rahasia mereka berdua. Chulie langsung menegakkan badan dan berpaling cemberut ke arah Kyuhyun, “Aku bahkan belum sampai 2 menit mengajak ngobrol Minnie!!” protesnya

Bukannya membalas ucapan Chulie, kedua mata Kyuhyun malah fokus melihat perubahan wajah Sungmin yang mendadak pink cerah pada cuaca dingin seperti ini, “Lihat aja Heenim” geram Kyuhyun mengusap usap pipi Sungmin, “belum 2 menit aja muka Sungmin udah memerah begini! Nanti dia bisa demam!! Udah ah—aku mau ngajak dia pulang aja, jangan protes!!” sanggah Kyuhyun mengangkat jarinya saat Chulie mau membuka mulut lagi

“Ya! Kyuhyun! Kau—aishh!!!” Chulie berhenti berteriak. Toh Kyuhyun tetap jalan tanpa mendengarkannya sedangkan Sungmin hanya bisa melambai ke arah belakang sambil tersenyum menyesal, “Aku kan masih penasarannn!!!!!!” erangnya seorang diri

__________________________

“Kau ngomong apa aja sih sama Heenim?” tanya Kyuhyun selesai berganti baju di kamar mandi

Sungmin yang masih duduk duduk di atas kasur menoleh ke arahnya, “Tidak penting” elaknya sambil mengelus perutnya pelan pelan, “kamu udah selesai? Aku juga mau ganti baju” sambung Sungmin menarik kaus yang sudah di siapkan Kyuhyun di atas kasur lalu berjalan ke kamar mandi

“Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun curiga

“Ke kamar mandilah, mau ganti baju…Aaahhh!!! Kamu ngapain sih Kyu!!!” suara datar Sungmin berubah menjadi teriakan histeris karena lagi lagi Kyuhyun menggendongnya dan membawanya kembali ke atas kasur, “Mulai sekarang kamu ngga boleh kemana mana sendiri, apalagi ke kamar mandi!! Ngerti? Kalau mau ganti baju, di sini juga bisa!” perintah Kyuhyun tidak mau di bantah

“Tapi Kyu aku masih bisa melakukan segala sesuatu sendiri, tanpa di bantu!!!” tubuh Sungmin melemas—menyerah menghadapi sikap keras Kyuhyun, “kau kenapa sih dari kemarin jadi aneh gini…”

Kali ini Sungmin benar benar pasrah melihat Kyuhyun bersikap cuek—tidak menanggapi ucapannya dan malah sibuk membuka kancing seragam Sungmin untuk berganti baju. Sama seperti semalam, wajah Sungmin terus saja memerah sambil berpaling agar tidak tertangkap basah oleh Kyuhyun.

“Aku ngga aneh” jawab Kyuhyun selesai memasukkan kancing terakhir pada baju hamil Sungmin, “Kamu aja yang ngga nyadar situasi genting. Gimana kalau kamu kenapa kenapa kayak kemarin dan aku lagi ngga ada? Repotkan? Jadi mulai sekarang kau akan kuawasi lebih ketat lagi tuan putri, ingat itu” ia mengelus wajah Sungmin, merapikan rambut pendeknya yang agak berantakan sebelum menarik lengan istrinya ke meja belajar, “ayo kita belajar lagi”

________________________

“Aku masih penasaran Bummie~” ulang Chulie untuk kesekian kali sambil berguling guling ngga jelas di atas karpet kamarnya. Kibum hanya tertawa kecil melihat tingkah ajaib Chulie, “Hahaha, ga usah penasaran siapa tahu Kyuhyun berubah begitu karena menjelang bulan bulan terakhir kehamilan Sungmin. Biasanya kan para suami lebih kalut dari istrinya sendiri” kata Kibum bijak

Chulie langsung berhenti bergerak, “Oh gitu—aku baru tahu, memangnya kenapa cowok jadi kalut? Kan bukan kalian yang mau melahirkan?” tanyanya lagi tapi dengan posisi kembali duduk di sebelah Kibum

“Justru itu” tandas Kibum memberi penekanan, “Karena kita ngga tahu rasa sakitnya jadi serba salah—mau gimana juga susah, dan akhirnya malah bersikap tambah protektif sama istri sendiri, bukan begitu Adjushhi?” tambah Kibum sambil melongokkan kepala keluar kamar Chulie yang pintunya sedikit terbuka

“Eh? Adju…” Chulie mendadak mengerti, “Appa ngintip kami lagi!!!” tuduhnya kepada seseorang yang bersembunyi dari luar pintu kamarnya

GUBRAK, KLONTANG, BYURRRR

*Ok, untuk yang terakhir gw ngarang abis T________T maafkan saya*

Donghae nyengir lebar—sok ngga bersalah, muncul di depan Kichul sambil memegang alat pel yang menjadi alibinya untuk membela diri, “Hai Kibum, Chulie—hari yang cerah yah” katanya berbasa basi

“Iya harinya cerah” balas Kibum sopan sedangkan Chulie tidak begitu. Ia melipat kedua tangannya di dada, “Appa ngapain sih?? kurang kerjaan banget ngintipin kami terus! Aku dan Kibum mau belajar tauu, bukannya pacaran!!! Aishh—Ummmaaaa” teriak Chulie membahana hingga ke lantai bawah, tepat di dapur ketika Eunhyuk sibuk memasak.

“Pasti gara gara Dongdong” keluh Eunhyuk terpaksa meninggalkan masakannya lalu pergi ke atas, “Ada apa lagi?” tanyanya berusaha sabar

Chulie menunjuk Donghae yang masih enggan beranjak dari depan kamarnya, “Appa rese banget!!! dia ganggu aku sama Kibum terus!!!”

“Tapi Chulie—Awww” Donghae meringis kesakitan karena Eunhyuk menarik tangannya turun melewati anak tangga, “Honey….”

“Jangan ganggu mereka Donghaeeee, sebentar lagi mereka mau ujian. Dan jangan juga berpikir mau ke rumah Kyuhyun lagi!!” tambah Eunhyuk sudah bisa memperkirakan pikiran iseng Donghae kalau sedang kurang kerjaan

Donghae tertunduk lesu, “kerumah Kyuhyun saja tidak boleh? Aku kan mau menengok Minnie….pasti perutnya tambah besar, terus…” ia berhenti berbicara ketika Eunhyuk tiba tiba membalikkan tubuh ke arah Donghae lalu tersenyum penuh arti, “Nanti ya—selesai ujian, jangan sekarang. Kyuhyun pasti berbuat lebih parah dari yang kemarin kalau kita datang tiba tiba”

“Iya deh…” jawab Donghae pasrah mengikuti langkah Eunhyuk ke bawah dan memilih menemani istrinya melanjutkan masak di dapur

__________________________________

“Gimana?” tanya Sungmin bersemangat ketika menyerahkan hasil jawabannya ke tangan Kyuhyun. Sesaat tidak ada perubahan menakutkan dari wajah Kyuhyun, malah sekarang bibirnya bergerak gerak menahan senyum sambil mengembalikan hasil perhitungan Sungmin, “betul lagi! kau ada kemajuan Minnie” puji Kyuhyun bersungguh sungguh

“Yes!! Hehehehe” Sungmin ikut tersenyum lebar di depan Kyuhyun, “Asal kau baik seperti tadi—tidak berteriak marah marah lagi, aku pasti lebih bisa konsentrasi belajar” kata Sungmin ceplas ceplos

“Aku galak?” ulang Kyuhyun dengan suara meninggi.

Sungmin yang tahu salah omong, langsung menggeser kursinya menjauh, “Ngga Kyu! Galak kamu dikit kok, ngga terlalu galak banget” koreksi Sungmin takut takut

“Hmm…” Kyuhyun diam saja menahan tawanya yang hampir keluar karena berhasil ngerjain Sungmin, “Aku bercanda Minnie, hehehe, kamu udah lapar belum?”

“Tapi belajarnya?”

“Sudah cukup, kau kan tidak boleh terlalu lelah” sanggah Kyuhyun, “ jadi mau makan ngga?”

“Mau!!!” balas Sungmin hendak berdiri mengikuti Kyuhyun ke dapur sebelum tangan kiri suaminya menyuruh Sungmin agar tetap duduk, “Kau di sini saja—aku bawa makanannya ke kamar”

“Tapi—“ ucapan protes Sungmin menghilang. Kyuhyun sudah melesat keluar dan dalam waktu 1 menit kembali membawa sepiring makanan kesukaan Sungmin bersama segelas air putih, “Sekarang buka mulutmu Minnie” perintah Kyuhyun mengangkat sendok ke atas

“Kau mau menyuapiku??” pekik Sungmin menaikkan sebelah alisnya, “Aku bisa makan sendiri Kyu! Kamu jangan mulai berlebihan lagi deh!!!”

“Aku ngga berlebihan! Cepat buka mulutmu Minnie!” perintah Kyuhyun tidak sabaran sambil melotot pada Sungmin

Sungmin tetap bergeming dan menatap jengah ke arah Kyuhyun, “Kamu jadi aneh gara gara kejadian tadi malam, aku beneran ngga apa apa Kyu—aku masih bisa mandi atau makan sendiri!!” ia memberi penekanan kata per kata khusus pada kalimat terakhir, “Kamu ngga usah bersikap seolah olah aku bisa terjatuh dan kesakitan setiap saat Kyu!”

Kyuhyun mematung di tempat. Perlahan ia meletakkan piring yang di pegang ke atas meja belajar lalu membalikkan kursinya lurus ke depan, “ itu makan saja” kata Kyuhyun datar

“Kyu aku—“

“Oh aku belum mengambil minum ya” sergah Kyuhyun buru buru pergi lagi ke dapur sedangkan Sungmin menatap sedih ke arah gelas yang sebenarnya sudah di ambil Kyuhyun dari tadi. Mendadak rasa bersalah menghinggapi dirinya.

Sekembalinya Kyuhyun dari dapur, membawa gelas yang sekarang menjadi dua di atas meja belajar. Sungmin belum juga menyentuh piringnya, “kok ngga di makan? cepet makan sana” suruh Kyuhyun duduk di kursinya sambil pura pura sibuk membaca buku pelajaran

“Kamu marah ya Kyu?” tanya Sungmin pelan

Menurutmu?? Ingin sekali Kyuhyun berteriak seperti itu dan menunjukkan sikap egoisnya. Tapi kali ini tidak bisa. Sejak semalam, Kyuhyun sudah berjanji pada diri sendiri tidak akan galak galak sama Sungmin sampai anak mereka lahir nanti.

“Ngga, udah makan sana terus mandi keburu malem” ucap Kyuhyun separuh berbohong tanpa melirik ke arah Sungmin yang semakin tertunduk penuh rasa bersalah

“Hiks….” Bunyi suara khas Sungmin berhasil membaut Kyuhyun berhenti berpura pura membaca buku, “Hiks…maaf Kyu hiks..hueee….aku ngga maksud….hiks….” bisik Sungmin di sela tangisannya

“Iya iya!! aku ngga marah kok! Aishh kenapa harus pake nangis sih! beneran Minnie aku ngga marah” bujuk Kyuhyun kelabakan. Ini nih curangnya jadi cewek, kalau di diemin sebentar langsung pake senjata air mata segala! mau ngga mau Kyuhyun akhirnya luluh juga (atau terpaksa luluh hahaha)

“Beneran ngga marah?” tanya Sungmin sibuk mengelap air matanya sendiri sebelum tangan Kyuhyun terulur untuk membantunya, “Ngga! Aku ngga marah” jawab Kyuhyun kali ini berkata sejujur jujurnya, “Udah ah kapan kamu makannya—sana makan”

Kedua mata Sungmin menatap Kyuhyun dan piringnya secara bergantian. Ia menyodorkan piring itu ke arah Kyuhyun yang balik melihat Sungmin—ingin tahu. Jangan bilang Minnie ngga napsu makan lagi habis menangis. Pikir Kyuhyun tambah panik. Nanti bayi mereka makan apa kalau Ibunya malah mogok makan!!

“Ng Kyu” gumam Sungmin menundukkan kepala, “mau suapin aku ngga?” pintanya agak malu

Kyuhyun yang masih berkutat dalam pikirannya sendiri, baru bisa mencerna ucapan Sungmin, “Eh? Kamu mau?” tanya Kyuhyun ragu ragu. Tadi nolak sekarang malah minta! Aishh Minnie Minnie….makin aneh aja sekarang! Teriak Kyuhyun dalam hati

“Mau” ujar Sungmin dengan muka mendadak merah merona. Ia setengah mendongak ketika Kyuhyun menyuapinya dari depan. Tidak ada yang berbicara di antara mereka. Kyuhyun sibuk menyuapi sedangkan Sungmin sibuk mengunyah. Ternyata ia lebih lapar dari yang Kyuhyun kira sehingga suaminya itu harus bolak balik dapur – kamar tidur, mengambil tambahan porsi untuk Sungmin

“Aku lupa kamu kan bisa makan sampai 6 piring pake lauk biasa” sindir Kyuhyun saat memberikan suapan terakhir pada Sungmin, “3 kali lipat”

“Hmm, minum Kyu” pinta Sungmin tidak memperdulikan komentar Kyuhyun—yang penting bayi dan dirinya sudah kenyang sekarang, hehehe

“Udah kenyang?” tanya Kyuhyun setengah mengejeknya

Sungmin mengangguk puas sambil mengelap sisa sisa makanan di bibirnya, “Sekarang tinggal mandi!”

“Eits—kalau urusan mandi, kau tidak boleh protes kalau aku yang akan memandikanmu” cegah Kyuhyun sebelum Sungmin mengajaknya bertengkar lagi

“Tidak—aku tidak mau protes kok, daripada nanti kamu marah” gumam Sungmin mengerucutkan bibirnya menatap Kyuhyun

Kyuhyun hampir tidak berkedip melihat wajah Sungmin tampak sangat manis hari ini. Ia menggaruk kepala sambil membaca mantra dari dalam hati setiap kali dirinya mulai berpikir yang tidak tidak tentang Sungmin.

Ingat Kyu, Minnie lagi hamil tua, kau jangan macam macam!! Ingat itu!!!

 

“Er….baiklah….” sekali lagi Kyuhyun menggaruk kepalanya—salah tingkah sebelum ia berbalik menghadap Sungmin, “kau sudah siap kumandikan Minnie?”

“Siap!!” Sungmin mengulurkan kedua tangannya ke depan, membiarkan Kyuhyun mengambil alih berat tubuhnya selagi Sungmin berpegangan pada leher Kyuhyun.

Lambat laun Sungmin mulai menikmati perlakuan di manja oleh Kyuhyun yang jarang terjadi. Kapan tuh suaminya bisa jadi super baik kayak gini? Kan biasanya ngamuk ngamuk dulu baru Sungminnya di baik baikin biar ngga ngambek

Kyuhyun membuka pintu kamar mandi sembarangan dengan kaki kirinya, meletakkan Sungmin dalam posisi terlentang di bath-up sementara dia kembali menutup pintu kamar mandi lalu menguncinya dari dalam

Suara histeris Sungmin yang tiba tiba terdengar, membahana begitu kencang hingga keluar kamar mandi, “Ya!! Kyu!! Kenapa kamu ikutan buka baju!!!” pekiknya merasa terkejut bercampur malu

“Yah aku juga mau mandi, jadi sekalian aja” jawab Kyuhyun agak pelan—tidak berteriak teriak seperti Sungmin, “tenang aja aku ngga bakalan macem macem” sambungnya cuek

“Tetep ngga boleh Kyu!!!” tampaknya teriakan teriakan protes Sungmin di abaikan begitu saja oleh Kyuhyun. Lebih terdengar bunyi suara guyuran air pelan pelan merambat dan meredam entah omongan apa yang ingin di ucapkan Sungmin

*****

 

 

Hari pertama Ujian Nasional

Hari hari yang di takutkan oleh murid murid kelas XII akhirnya datang juga. Ujian Nasional mereka akan di laksanakan di mulai jam 08.00 pagi tepat selama 3 hari berturut turut di sekolah masing masing.

“Hmm…” Siwon mengambil napas panjang sambil terus saja memandangi sosok Zhoumi di depannya—lekat lekat, “Kau gugup?” tanyanya separuh tersenyum

Zhoumi ikut tersenyum kecil meski terlihat sekali sikap kikuknya, “Siapa yang tidak? Ini hari Ujian Nasional~ huh…..” ia menggigit bibir lalu menatap Siwon dan gerbang sekolahnya secara bergantian, “Aku tidak tahu…..huh…..aku takut Siwon…”

“Tenang saja—kau pasti bisa! Kau kan lebih pandai dariku” kata Siwon memberi semangat.

“Ha ha ha ha” ejek Zhoumi, “Kayak itu berpengaruh saja—ck sudah, sana kembali ke St Christie! Sebelum kau terlambat” ia mendorong tubuh Siwon yang berbalik saja belum sejak mengantarnya dari tadi, “Siwon!!! Kau mau telat?!” bentak Zhoumi karena tubuh tegap itu tidak mau bergeser sedikitpun

Siwon menggeleng samar samar, sekarang dia malah menangkap tangan Zhoumi di punggungnya, menggenggamnya lalu menariknya mendekat, “Boleh aku memelukmu—sebentar saja Mimi” pinta Siwon masih terus menatap lekat kedua mata Zhoumi

Raut wajah Zhoumi tidak terbaca. Ada berbagai emosi yang selama ini berhasil ia sembunyikan dari Siwon atau bahkan dari Mochi—adiknya sendiri. Salah satunya, adalah perasaan Zhoumi yang semakin lama semakin bergantung pada Siwon. Rasa aneh yang membuat Zhoumi akhirnya mengangguk dan membiarkan Siwon membawa tubuhnya ke dalam sebuah pelukan hangat

“Terima kasih” bisik Siwon tepat di samping wajah Zhoumi

“Aku…”

“Ssst—aku sudah bilang, kau tidak usah mengatakan apa apa dulu…..aku mengerti” ujar Siwon sekilas mencium harum rambut Zhoumi dari dekat, “Lebih baik kau fokus pada ujianmu ok?”

Entah berapa kali Zhoumi sering mendapat sikap pengertian Siwon mengenai dirinya—seolah olah Siwon sudah mengenalnya sejak lama, bukan beberapa bulan belakangan ini. Spontan, Zhoumi memeluk tubuh Siwon dengan erat sekali sebelum melepaskannya, “Aku yang harusnya berterimakasih padamu” katanya tulus

“Tidak masalah” Siwon mengacak acak rambut Zhoumi ketika melirik tidak sengaja ke arah jam tangannya yang menunjukkan pukul 7.45, “ya Tuhan!! Tinggal 15 menit lagi!!! Aku duluan Mimi!!!” segera Siwon berlari kencang, melesat menghilang dari balik pagar sekolah St Agatha

Bahkan dalam keadaan panik, Siwon sempat sempatnya berpaling ke belakang dan kembali berteriak ke arah Zhoumi, “Pulangnya ku jemput Mimi!!!”

“Hahaha dasar manusia aneh, bukannya memikirkan ujian Aishh….” Gumam Zhoumi berhenti sejenak di depan gedung sekolah kemudian memantapkan diri menghadapi ujian nasional yang sebentar lagi akan di laksanakan

____________________________________________

“Saya ujian sendirian???”

Sungmin dan Kyuhyun yang baru sampai di depan kelas langsung di cegat oleh Bu Tukinem sebelum akhirnya di suruh masuk ke ruang UKS sekolah lalu memberitahukan pengumuman penting khusus untuk Sungmin

“Sungmin ini sudah keputusan Kepala Sekolah dan semua guru—mengertilah, kami memikirkan kesehatan keadaanmu yang sedang hamil tua. Di sini sudah ada Bu Vani yang menjagamu kalau terjadi apa apa sekaligus menjadi pengawasmu.” Jelas Bu Tukinem halus

Kyuhyun dan Sungmin saling bertukar pandangan cemas, “Dia akan mengerjakan ujian di mana Bu?” tanya Kyuhyun tidak melihat sama sekali sepasang bangku di ruangan itu. Hanya ada dua pasang single bed dan sebuah meja bagi sang petugas UKS

Kepala Bu Tukinem menoleh pada salah satu single bed kosong tak jauh dari tempatnya berdiri, “Sungmin akan mengerjakan soal ujian di atas tempat tidur—kami mau ia berada dalam keadaan se-nyaman mungkin tanpa rasa tertekan. Mengingat keadaanmu seperti itu. Bagaimana Sungmin? Kau tidak apa apa bukan?” tanya Bu Tukinem menyimak raut wajah Sungmin yang berubah takut, “Kyu….kalau Kyuhyun dia….ujian dimana Bu?” kata Sungmin balik bertanya

Pertanyaan yang sudah bisa di tebak oleh Bu Tukinem dan inilah kendala terbesarnya, “Kyuhyun terpaksa ujian bersama sama siswa lain di dalam kelas” ucapnya bernada minta maaf

“Tidak!!!” tolak Sungmin defensif, “Kyuhyun di sini aja ya Bu—saya janji kami ngga akan kerja sama kok, Bisakan???” pinta Sungmin setengah memelas. Ia terus mencengkram tangan Kyuhyun agar tidak pergi meninggalkannya seorang diri dalam ruang UKS

“Minnie..”, “Sungmin” ucap Bu Tukinem dan Kyuhyun bersamaan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama berbeda pendapat, Bu Tukinem dan Kyuhyun akhirnya memiliki pandangan yang sama. Kyuhyun yang berbicara duluan, “Kau seharusnya bersyukur di beri tempat istimewa oleh sekolah jadi kau di si—“

“Aku tidak mau di sini!!” tolak Sungmin mentah mentah, “Aku lebih baik di dalam kelas Kyu! Aku bisa tambah tertekan kalau mengerjakan soal ujian sendiri aja!!” ia kembali menatap Bu Tukinem, “Boleh ya—saya di kelas saja Bu…”

“Ngga boleh!!” hardik Kyuhyun mendahului Bu Tukinem yang baru mau buka mulut, “Kamu jangan manja Minnie!! Di sini sudah terlalu nyaman untukmu—kasihan kan bayi kita kalau kamu malah kenapa kenapa di kelas, ayolah. Ini tidak seburuk yang kau bayangkan” bujuk Kyuhyun sekali lagi

Cengkraman tangan Sungmin perlahan mengendur dari lengan Kyuhyun. Apa yang di katakan suaminya memang benar. Sekolah tetap memperbolehkannya tetap belajar sejak hamil saja, Sungmin sudah bersyukur. Dan sekarang, pihak sekolah juga mempersiapkan tempat khusus untuknya saat ujian. Tidak seharusnya ia tetap bersikap egois bukan?

“Baiklah, saya akan tetap di sini Bu” jawab Sungmin mengalah meski berwajah agak masam

Bu Tukinem mendesah lega, “Tenang saja Sungmin—kau akan baik baik saja” katanya menenangkan, “Kyuhyun, kau bawa dia ke sana” perintah Bu Tukinem menunjuk satu single bed yang sudah di pasang meja di atas kasurnya.

Kyuhyun memapah tubuh Sungmin, membukakan sepasang sepatunya kemudian membantu Sungmin bersandar nyaman beralaskan bantal tebal di belakang punggungnya, “anggap saja ini seperti waktu belajar kita, jangan tegang” bisik Kyuhyun yang sibuk menaruh alat tulis Sungmin di atas meja kayu, “kalau kau mulai berkeringat dingin lagi minta saja sama petugas UKS untuk memberimu minum, mengerti?”

Sungmin menatap lama wajah Kyuhyun sebelum akhirnya mengangguk kecil

“Kyuhyun sebaiknya kau kembali ke dalam kelas karena 5 menit lagi ujian akan di mulai” tegur Bu Tukinem membuyarkan fokus Kyuhyun yang belum beranjak dari sisi Sungmin dari tadi.

Mereka berdua hanya terdiam sambil menatap satu sama lain hingga akhirnya Kyuhyun bergerak mengangkat tasnya, “sebentar Bu” ijinnya malah merunduk ke arah perut Sungmin lalu menyentuhnya dengan lembut, “Appa mohon, jangan menendang Umma selama ia mengerjakan ujiannya…..kasihan dia….” Bisik Kyuhyun teramat pelan

Mendengar itu tubuh Sungmin merasa lebih santai lalu tertawa singkat, “Ada ada saja kau Kyu—mereka tidak pernah nakal kok” bela Sungmin mengelus perutnya, “Sudah sana! Kembali ke kelas, aku sudah bisa di tinggal” jawabnya kali ini dengan begitu yakin

“Kyuhyun!” kata Bu Tukinem mengingatkan

“Iya Bu!” merasa enggan Kyuhyun akhirnya bangkit berdiri, berjalan mengikuti Bu Tukinem yang sudah keluar duluan sambil sesekali menengok ke belakang

“H w a i t i n g” eja Sungmin dari jauh

Kyuhyun terkekeh sekilas sebelum membalasnya dengan anggukan pasti

_____________________________________

Rasa rasanya waktu 3 jam yang biasanya bisa berlalu sangat cepat ketika kita bersenang senang dengan orang lain, namun akan terasa begitu lama saat kita menghadapi masa masa sulit dalam suatu kejadian

*Teori Relativitas milik Albert Enstein*

*Maaf author otaknya suka korslet inget pelajaran SMP dulu*

Seperti seluruh murid kelas XII di Korea Selatan yang berkutat sambil berpikir keras menjawab soal ujian dua lembar penuh pilihan ganda. Kerja keras mereka selama 3 tahun hanya di tentukan dalam waktu 3 jam—3 jam penuh penyiksaan dan tanda tanya

Sungmin yang di bantu oleh petugas UKS mulai bisa bersikap santai saat mengerjakan soalnya. Ia berkonsentrasi penuh, sedikit menunduk sambil membaca soal lebih teliti, mencoret coret jawaban yang tidak perlu lalu mengisi pilihan yang menurutnya tepat

Di tempat berbeda. Di dalam ruang kelas yang telah di bagi bagi—seluruh murid juga berusaha keras untuk menjawab soal ujian terlampau sulit tersebut. Kelihatan sekali dari wajah wajah frustasi, gelisah dan terasa mau mati ketika menatap lama kertas di tangan mereka masing masing

Terkecuali….Kyuhyun

Dengan santainya, ia malah bertopang dagu, memandang dari jendela ke arah UKS yang terletak di lantai bawah sambil membisikan satu nama, “Minnie…”

Bu Tukinem yang kebetulan mengawasi ruangan kelas Kyuhyun langsung kembali menegur muridnya tersebut, “Kyuhyun! Apa kamu sudah selesai?” tanyanya sontak membuat satu ruangan melirik ke belakang

“Ah—belum semua Bu” jawab Kyuhyun menggigit pulpennya

Kedua mata Bu Tukinem berkilat penuh bahaya, “Kerjakan sampai selesai Cho Kyuhyun!!! Jangan sampai waktumu habis karena melamun! Ingat itu!!” bentaknya marah

“Iya Buuuu” Kepala Kyuhyun kembali tertunduk membaca soal ujian meski setengah isi kepalanya melayang entah kemana, “moga moga Minnie ngga baik baik aja” gumamnya menyilang satu jawaban dengan ragu ragu

TENG TENG

“Fuih…selesai juga!!” Kyuhyun buru buru mengumpulkan soal beserta jawabannya kepada Bu Tukinem lalu menjadi orang pertama yang keluar duluan dari kelas. Chulie, Kibum dan Siwon bahkan saling bertukar pandangan gemas melihat tingkah Kyuhyun, “Pasti langsung nyamperin Sungmin” ucap Siwon sangat yakin

Memang benar. Kyuhyun berlari tiga lantai ke bawah, menenteng tasnya secara sembarang kemudian masuk begitu saja ke dalam UKS tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, “Minnie!!”

Sungmin yang sedang mengumpulkan soal ujiannya ke tangan petugas menoleh ke arah pintu, wajahnya berubah ceria, “Hai! Kau sudah selesai juga?” tanyanya ketika Kyuhyun menghampirinya di samping tempat tidur

“Sudah dong, gimana? Tadi kau tidak apa apa kan?” Kyuhyun balik bertanya tapi bukan tentang soal ujiannya melainkan kondisi Sungmin, “Apa pinggangmu sakit lagi?” sambungnya lagi

“Dia tidak apa apa” jawab petugas UKS mewakili Sungmin, “Sungmin mengerjakan soal ujian tanpa kendala sama sekali”

“Oh~” desah Kyuhyun lega, “bagus kalau kau baik baik saja” ia mengelus kedua pipi Sungmin sekali lagi sebelum membereskan alat tulis Sungmin dari atas meja, “Sebaiknya kita langsung pulang biar kamu ngga kecapean besok”

“Ayo! Aku juga sudah lapar lagi hehehe”

“Iya—nanti kita makan, sebentar” Kyuhyun berlutut di depan Sungmin, memakaikan satu persatu sepatu Sungmin yang terlepas untuk di ikatkan kembali, “Nah selesai!!! Ayo kita pulang!!” mereka berdua berpegangan tangan saat mau keluar dari ruang UKS, Sungmin dan Kyuhyun berhenti sesaat di pintu, “Terima kasih bu!!!”

Bu Vani tersenyum tulus, “sama sama!!! Hati hati di jalan ya!!!” ia melambaikan tangan kejauhan, melihat pasangan Kyuhyun dan Sungmin dengan sedikit perasaan iri, “Aishh—sepertinya aku mau menikah juga kalau mendapati perhatian Kyuhyun pada Sungmin seperti barusan, hmm….”

_________________________________________

“Kyu kau terlalu memanjakanku”

“Hmm, apa salahnya memanjakan istri sendiri”

“Tapi huahahaha—Kyu! Berhenti menggelitikku!! Besok kita harus ujian pagi!!!” bentak Sungmin di sela tawa lepasnya. Selesai makan malam, Kyuhyun menyuruh mereka agar tidur lebih awal biar tidak terlambat besok. Tapi bagaimana bisa tidur kalau Kyuhyun malah menggelitiknya terus menerus dari dalam selimut.

Kyuhyun tetap meneruskan pekerjaannya yaitu mengganggu jam tidur Sungmin, “kata Umma ini baik untuk membantumu rileks—biar tidak gampang tegang” jawabnya setengah mengarang bebas. Emang sejak kapan Eunhyuk pernah ngomong begitu? Wong authornya sendiri baru denger teori aneh buatan Kyuhyun yang entah berasal dari mana

*Sebas di getok Kyuhyun*

“Hahaha—ayolah Kyu….aku lelah tertawa….ha….ah….” melihat Sungmin kehabisan bahan tertawaan—eh salah, kehabisan napas, Kyuhyun merubah posisi tangannya sehingga memeluk tubuh Sungmin dari belakang, tepat di atas perutnya yang besar, “Apa kau masih ingat bahan pelajaran untuk ujian besok?” tanya Kyuhyun setengah terpejam bersandar di atas kepala Sungmin

“Masih dong” jawab Sungmin membalikkan tubuh ke belakang lalu membalas pelukan Kyuhyun. Hari ini Sungmin senang sekali. Kyuhyun benar benar memanjakannya. Tidak mengajak berantem, tidak bersuara keras, tidak membentak bentak. Kyuhyun malah mengajari Sungmin penuh kesabaran, memandikannya seperti dua hari kemarin, menyuapi makanannya yang berpiring piring.

Aishh—tahu Kyuhyun bakal jadi baik begini semenjak dirinya sakit pinggang, kenapa ngga dari awal kehamilan aja Sungmin pura pura sakit pinggang—biar bisa di manja hehehehe. Memikirkan hal itu saja bisa membuat Sungmin terkikik pelan dalam pelukan Kyuhyun

“Nih anak—aku udah berhenti gelitikin masih ketawa aja, tidurr Minnieee” desis Kyuhyun menepuk nepuk kepala Sungmin

“Hehehe, iya~ malam Kyu” Sungmin berhenti bergerak, mencari sandaran ternyaman agar bisa tertidur pulas. Kedua tangannya telah terlepas memeluk Kyuhyun kemudian berpindah merengkuh perut besarnya sendiri

Kyuhyun mencium pucuk kepala Sungmin sekilas lalu secara hati hati menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal, “Malam juga” desahnya mulai memejamkan mata

 

 

Hari Kedua Ujian Nasional

“Hangeng!!! Wookie!! Tunggu!!!!” teriak Ibu Hangeng dari balik pagar. Ia tersenyum puas karena Hangeng dan Wookie berhenti di tengah jalan karena mendengar panggilannya, “Ini bawalah satu kue keberuntungan untuk kalian—anggap saja sebagai jimat” katanya memberikan masing masing satu kue keberuntungan di tangan Wookie dan Hangeng

Hangeng langsung memutar kedua bola matanya, “Umma jangan nulis aneh aneh lagi deh dalam kertas ramalan! Emangnya aku ngga tahu apa” sindirnya

“Ck” lidah Ibu Hangeng berdecik gemas, “tidak akan Hangeng sayang!!! Udah ah—Umma males berdebat sama kamu, nanti telat lagi. Wookie…” Ibu Hangeng berpaling ke arah Wookie lalu mencium dahinya secepat kilat, “semoga beruntung buat ujiannya”

Wajah Wookie berubah merah terang, “terima kasih Adjumma” jawabnya malu malu

Melihat itu Hangeng jadi iri, “Aku saja belum pernah menciumnya” bisiknya seorang diri

“Apa tadi kau bilang?” tanya Wookie dan Umma Hangeng bersamaan

“Ah ngga!” Hangeng menggelengkan kepala sebelum memperlihatkan jam di tangannya, “20 menit lagi Wookie, ayo! Umma kami berangkat!!!” serunya sambil menggenggam tangan Wookie supaya berjalan lebih cepat

“Hati hati ya!!!!” Ibu Hangeng melambaikan tangannya tinggi tinggi sampai sosok Hangeng dan Wookie menghilang ketika membelok ke arah jalan besar

Untung saja Hangeng memaksa Wookie untuk berlari sehingga mereka sampai tepat 10 menit sebelum ujian di mulai. Maklum saja khusus Ujian Nasional, pihak sekolah sama sekali tidak memberi toleransi bagi siswa yang terlambat dengan alasan apapun. Itu sebagai bentuk kedisiplinan yang harus di tegakkan

Mereka berdua kembali mengambil napas panjang sebelum kembali berlari menaiki tangga hingga ke lantai tiga, “Eh Kyuhyun—lo juga baru dateng” sapa Hangeng sedikit terengah engah saat berpapasan dengan Kyuhyun yang menuju arah berlawanan, “Iya—gw baru nganterin Sungmin ke UKS dulu”

“Sungmin baik baik aja kan di sana?” tanya Wookie belum melihat sosok Sungmin dari hari pertama mereka ujian

Kyuhyun mengangguk singkat, “Dia malah seneng ngga harus naik tiga tingkat buat ujian doang—lagian kasihan juga, jalan aja sekarang harus pelan pelan, hmm” keluh Kyuhyun kembali memikirkan Sungmin di banding ujiannya sendiri

“Sungmin ngga bakalan kenapa kenapa kok—mending kita masuk sekarang, udah mau mulai nih” Hangeng menunjuk dengan kepalanya ketika beberapa pengawas muncul dari anak tangga

“Ok! Gw duluan!!” cepat cepat Kyuhyun masuk ke dalam kelasnya sebelum pengawas itu datang. Ia mengeluarkan satu bolpoin, menaruh tasnya di depan dan menunggu pengawasan mulai membagikan soal soal ujian

.

.

.

Bisik bisik dan gumaman dari sebagian besar siswa St Agatha agaknya membuat Siwon merasa risih. Wajahnya berubah jengkel karena beberapa murid wanita berani menatapnya lama atau bahkan ada yang tidak segan langsung menanyakan keperluan Siwon datang kemari

Untungnya tidak lama kemudian, Zhoumi muncul dari balik gedung sekolah. Siwon bernapas lega kemudian menjawab pertanyaan perempuan itu sambil menunjuk Zhoumi, “Aku menunggunya, wanita itu…”

Perempuan penanya itu mendengus kecil, “Yah…udah punya pacar toh….” Ia bergerak menjauh dan menghilang dari depan Siwon ketika Zhoumi mendekati ke arah gerbang dengan raut muka penuh tanda tanya, “Kamu kenal sama cewek itu Siwon?”

“Ngga kok—yuk pulang” ajaknya menggenggam tangan Zhoumi yang masih kebingungan

“Benar benar tidak kenal?” pancing Zhoumi belum puas dengan jawaban enteng Siwon barusan

Tanpa memalingkan wajah dari jalan raya, Siwon kembali berbicara, “beneran ngga—aduh ngga penting banget nanyain tuh cewek, namanya aja aku beneran ngga tahu. Mending ngomongin masalah ujian terakhir besok” ucapnya membantu Zhoumi menyebrangi jalan sebelum berhenti di depan gang dekat rumahnya

Zhoumi tidak menjawab apapun lagi. Dirinya hanya terdiam saja sampai di depan gerbang, membuat heran setengah mati Siwon yang menuntunnya dari depan—jangan bilang dia salah ngomong lagi??

“Kamu mau mampir?” tawar Zhoumi setengah hati. Itu bisa terlihat dari wajah biasanya yang berubah jutek tanpa menatap langsung kedua mata Siwon.

Aduh pasti ada apa apa nih. Pikir Siwon—panik

“Ngga” tolak Siwon tahu diri, “Aku pulang aja, kamu tenangin diri aja dulu”

Wajah jutek Zhoumi berubah melunak, “Kamu nanti malam ngga jadi belajar bareng lagi kemari??” suaranya yang hanya berubah bisikan kembali membuat Siwon serba salah. Ia mendekati Zhoumi, mempersempit jarak di antara mereka lalu berkata, “Kamu kenapa sih? tadi jutek sekarang malah masang tampang memelas?? Ada masalah? Apa ini gara gara tadi ujian kamu ngga bisa??” tanya Siwon bertubi tubi

Zhoumi mengepalkan kedua tangannya, membuang napas secara sengaja ke samping, “Ngga ada masalah hanya saja lain kali jangan menjemputku lebih cepat, aku kira kau pasti senang menjadi tontonan teman teman sekolahku di depan gerbang?” sindirnya tajam

“Apa sih maksudmu??” ulang Siwon ikut emosi, “aku kan sudah biasa menunggumu tiap pulang sekolah, jadi kalau kau tidak suka seharusnya kau bilang saja dari awal!”

“Aku bukannya tidak suka!!” erang Zhoumi mencoba mendeskripsikan perasaan yang tiba tiba menjadi gampang emosi, “Tapi aku tidak suka melihat waktu kau berbicara dengan murid perempuan tadi siang!!”

Alis Siwon naik sebelah—sebelum akhirnya membuka mulut untuk berbicara, “Memangnya aku salah mengobrol dengannya??” tanyanya tidak percaya

“Salah!!” balas Zhoumi masih dengan suara meninggi, “Aku tidak suka!!!!”

Kepala Siwon menggeleng tidak percaya, “Ayolah Mimi masa hanya karena satu perempuan yang bahkan namanya saja aku tidak tahu, kau jadi cembur…eh tunggu!!!” Siwon menunjuk Zhoumi dengan sebelah tangannya, “Kau cemburu?? Kau bisa cemburu juga??” suara Siwon langsung berubah ceria.

“Tidak!! aku tidak cemburu!” bela Zhoumi dengan wajah memerah terang, “Aku hanya bilang aku tidak suka Siwon!!”

“Hahahaha” kembali, Siwon berani mendekati Zhoumi, memeluk tubuhnya di depan pagar—begitu erat meski awalnya Zhoumi memberontak tidak terima, “Aku beneran ngga ada apa apa sama cewek itu Mimi” jelas Siwon lebih lembut

“beneran ngga ada apa apa? Dia manis loh” suara Zhoumi mencicit kecil dalam pelukan Siwon—pelukan yang entah kenapa memberi kenyamanan tersendiri baginya. Seolah olah Zhoumi telah menemukan tempat yang tepat untuknya…

Kedua tangan Siwon merengkuh tubuh Zhoumi lebih erat, “hmm, anehnya aku suka cewek jutek, pemarah tapi sayang banget sama adiknya….udahlah ngga usah ngomongin masalah yang tadi, mendingan ngomongin bahan untuk ujian besok, gimana? Kamu masih mau kan ngijinin aku kemari nanti malam?” goda Siwon sambil mengayunkan pelukannya sesekali

“Masihlah…” Kali ini perasaan Zhoumi jauh lebih tenang. Ia menghirup wangi seragam Siwon sekilas kemudian bergerak menjauh, “Masuk yuk, kau minum dulu” ajaknya sambil menarik tangan Siwon duluan

Siwon menatap lama ke arah tangan mereka—tanpa mengucapkan apa apa lalu menganggukkan kepala dan mengikuti Zhoumi masuk ke dalam rumah

*****

 

 

Hari ketiga Ujian Nasional

“Aku ngga mau!!! Appa pasti sengaja kan??” pekik Chulie memberontak dari dalam mobil Donghae. Sejak berangkat dari rumah, Chulie menendang, menggerutu dan menyindir Ayahnya sendiri tanpa ampun. Jelas sekali Donghae punya rencana aneh di balik kepura puraannya mengantarkan Chulie hingga ke sekolah

“Appa emang kangen nganterin kamu ke sekolah” jawab Donghae seenaknya

Chulie melipat tangan di dada sambil melirik sinis pada Donghae, “Bohong!! Appa segitu ngga sukanya sama Kibum ya?? Emangnya aku ngga tahu Appa sengaja nganterin ke sekolah karena tahu Kibum pasti nyamperin ke rumah kan??”

Hanya suara mesin mobil yang menderu—menyaingi suara keras Chulie sedangkan Donghae tetap berkonsentrasi menyetir dengan pandangan terus ke depan

“Jadi orangtua serba salah ya” gumam Donghae memutar stir ke arah kiri, “kalau Appa memberi perhatian lebih pada anak anaknya pasti di bilang mengekang, tapi kalau Appa membebaskan kalian, pasti kamu bilang Appa ngga pernah ada untuk anak anaknya….hmmm”

Tanpa nada keras ataupun nada menuduh dalam suara Donghae, tapi Chulie jadi merasa bersalah mendengarnya, “Habis Appa agak aneh belakangan ini…..jadi terlalu berlebihan” aku Chulie bernada halus

CKIITT

Mobil Donghae parkir tepat di samping pagar sekolahan. Donghae memencet tombol yang ada di samping kanannya untuk membukakan pintu Chulie, “Appa tidak membenci Kibum, tapi Appa belum mau melepaskanmu secepat ini…” bisik Donghae sambil meremas tangan Chulie

“Appa” segera Chulie memeluk tubuh Donghae dari tempat duduknya, “Aku ngga akan kemana mana kok—kami…”

“Kau kan akan menikah Chulie” potong Donghae cepat cepat

Chulie melepaskan kedua tangannya dari tubuh Donghae lalu menatap Ayahnya dengan sayang, “Kami bisa tetap di rumah kalau Appa mau, sampai Kibum dan aku bisa mendirikan sanggar bela diri milik kami….” Usul Chulie

“Sungguh?” tanya Donghae separuh tidak percaya

Chulie mengangguk tegas. Ia mengecup pipi kiri Donghae sebelum keluar dari mobil, “Dadah Appa!!! Aku duluan!!” sapanya dari balik kaca jendela mobil

Kali ini sikap Donghae jauh lebih riang dari minggu minggu sebelumnya, “Bye Chulie!!! Semangat buat ujiannya!!!” Setelah memastikan Chulie masuk ke dalam sekolah, Donghae memundurkan mobilnya pelan pelan ke belakang, memutar stirnya ke kanan memasuki jalan besar.

Setengah perjalanan ke kantor, senyum bahagia Donghae terus terpancar, “Ah—benar juga kata Eunhyukie hehehehe……siasatku berhasil!! Chulie akan tetap tinggal di rumah sehabis menikah!! Yippie!!” di angkat tangannya ke atas sambil memutar musik yang sedang ngetren belakangan ini di radio mobil kemudian Donghae ikut bernyanyi, “Because I’m Naughty Naughty…hei…I’m Mr Donghae hahahahha…….”

Chulie malang. Dia lupa darimana sifat licik dan jahilnya menurun. *Licik dari Eunhyuk, Jahil dari Donghae* Mana Chulie tahu kalau tadi Donghae pasang wajah Ayah sok menderita supaya bisa memaksanya tetap tinggal di rumah.

Kembaran Kyuhyun itu hanya terus masuk ke dalam gedung—tanpa curiga sama sekali dan bergegas menemui Kibum yang sudah menunggunya sedari tadi di depan pintu kelas

“Appa mengantarku” jelas Chulie meraih kedua tangan Kibum sambil tersenyum manis

“Aku tahu—Adjumma udah ngejelasin, masuk yuk” ajak Kibum masuk ke dalam ruang kelasnya yang sudah di penuhi separuh murid peserta ujian, “Ng, Kyu di mana Bummie~” tanya Chulie tidak melihat saudara kembarnya itu di kelas

“Paling lagi sibuk bantuin Sungmin di UKS dulu”

“Oh” Chulie duduk di bangku miliknya sementara Kibum mulai kembali duduk di kursinya yang berada agak jauh dari tempat Chulie. Mereka terkadang bertatapan sambil melemparkan mimik lucu selagi menunggu pengawas datang

Dan untungnya Kyuhyun datang tepat di belakang pengawas wanita yang tidak mereka kenal. Ia mulai membagikan kertas jawaban dan kertas soal ujian secara teratur, “Kalian siapkan alat tulis di atas meja. Handphone dan alat komunikasi lainnya silahkan taruh dalam tas. Ingat, berkonsentrasilah penuh pada ujian terakhir ini” nasihatnya bijak

Seluruh murid mengangguk patuh

“Bagus, kalian bisa memulainya dari…” Sang pengawas melirik jam di atas papan tulis, “Sekarang!!!”

Serentak, para murid langsung membuka kertas soal ujian lalu mengerjakannya dengan tenang dalam waktu 2,5 jam ke depan

*****

 

 

Beberapa hari kemudian

“Mimi!!! Bisa berhenti ngga mondar mandir!” celetuk Mochi kesal

Yesung yang berada tak jauh dari Mochi pun mengangguk setuju, “Iya Zhoumi, mendingan lo duduk deh, ntar juga Siwon dateng—daripada ngiter ngga jelas di depan kita, ke ganggu nih belajarnya”

“Aisssh” langkah Zhoumi langsung terhenti. Ia menatap sengit ke arah Yesung, “Gw ngga nunggu Siwon, Yesung jelek!! Gw lagi nunggu pengumuman dari sekolah” aura marah Zhoumi berganti haluan, wajahnya menjadi muram dan tertunduk lesu, “pengumuman kelulusan….aduh gimana nih kalo gw ampe ngga lulus…..”

Jadwal belajar Mochi bersama Yesung pagi ini dengan sukses terganggu oleh kegalauan Zhoumi. Mochi lebih memilih berpindah menepuk nepuk pundak Zhoumi yang jauh lebih tinggi darinya lalu memeluk tubuh kakaknya sekilas, “Tidak akan apa apa Mimi….kau kan sudah berusaha—kata Yesung kalau kita sudah berusaha semampu yang kita bisa berarti kita tidak usah mencemaskan hasilnya, pasti bagus deh hasil ujianmu Mimi!!” kata Mochi penuh semangat

Dari ujung matanya, Zhoumi menyipit curiga ke arah Yesung. Tumben tuh anak omongannya ada yang bener—biasanya ngaco terus. Yesung yang menangkap tatapan aneh Zhoumi malah berani membalasnya dengan cara menjulurkan lidah, “Awas kau berani macam macam sama Mochi” desis Zhoumi pelan

“Tenang saja kok—hanya satu macem doang yang gw mau” jawab Yesung sekenanya

“Kau?!“

“Mimi!!!” teriakan seorang namja dari pintu depan membuat Zhoumi dan Yesung berhenti berdebat dan berpaling melihat ke arah Siwon yang meloncat loncat masuk ke dalam rumah dengan dua amplop di tangannya, “Eh ada lo juga Yesung?” sapanya sadar ada mahluk lain di antara Zhoumi dan Mochi

“Dia mah ngga penting” tukas Zhoumi masih tercengang melihat amplop di tangan Siwon, “Itu—jangan bilang…..” katanya ketakutan

Senyum Siwon makin berseri, “Benar Mimi!! Ini hasil ujian kita masing masing!! Tadi aku lihat Pak Pos nganterin pas aku sampai di depan rumah kamu, ya udah aku ambil aja sekalian hehehe” di taruhnya amplop dengan marga Lee ke tangan Zhoumi, “ini punyamu”

“Tuh kan!! aduh gimana nih!” cecar Zhoumi takut takut membuka surat di tangannya—berbeda sekali dengan Siwon yang langsung menyobek kertas pengumuman tanpa rasa risih, “kamu ngga bisa buka? Mau aku sobekin juga?” tanya Siwon lugu

Zhoumi nyaris menangis melihat sikap Siwon yang kelewat biasa banget, “Kamu ngga takut apa?” katanya heran

“Takut apa?” Siwon malah balik bertanya

“Takut ngga lulus Siwonnnnn”

“Ng…” Siwon menggaruk dagunya dengan pandangan menerawang jauh, “kenapa harus takut? Aku kan udah belajar, udah berusaha keras, udah melakukan semua yang bisa di lakuin, kenapa harus cemas dengan hasilnya?” perkataan Siwon hampir sama dengan perkataan Mochi barusan dan Zhoumi tidak bisa bicara apapun untuk membantahnya. Kan dia juga sudah berusaha sekeras mungkin…..berarti…apa yang harus ia takutkan kalau begitu?

“Baiklah baiklah, buka ini dan bacakan apa isinya” Zhoumi menyerahkan amplopnya ke tangan Siwon yang langsung merobeknya tanpa ada bunyi genderang kematian atau gerakan slowmotion seperti di sinetron sinetron.

SREKKK

Siwon melihat punyanya terlebih dahulu. Kedua matanya melebar dan sebuah senyum manis terbentuk dari bibirnya. Ia mengangkat wajah lalu melihat Zhoumi, Mochi dan Yesung bergiliran, “Gw LULUS!!!! Yeessss” teriaknya di sertai histeris dari ketiga orang di depannya

“Selamat Kak Siwon!!!” ucap Mochi ber-high five ria dengan Yesung, “Selamat lo!!! Gila!! Canggih!!” puji Yesung terus terang (kan dia ngga naik kelas 2 kali jadi yah…..canggih ngeliat kehebatan Siwon bisa ngalahin Ujian Nasional)

*Semua Cloud yang baca ff ini pasti pengen bunuh gw  ^^V piss dong yah..yah…*

Hanya Zhoumi yang agak kecil suaranya memberi ucapan selamat kepada Siwon, “Siwon aku..”

“Ssst, aku tahu kamu masih takut kan” potong Siwon melirik kertas satunya lagi yang masih di lipat tiga sempurna. Dengan luwes Siwon membuka kertas kepunyaan Zhoumi sementara sang pemiliknya malah menutup kedua telinganya erat erat, “Cepetan Siwon!!!” pinta Zhoumi gregetan

“Aishh gimana bisa dengar kalau kamu nutup telinga!! Mimi!!” Meski begitu, Siwon tetap saja segera membuka kertas putih kaku di tangannya. Raut wajahnya berubah total. Ia menatap ngeri ke arah Zhoumi dan kertas itu secara bergantian

“Gimana Siwon??? aduh kok muka lo ga enak banget sih!!” celetuk Yesung membuat Mochi dan Zhoumi mulai berprasangka buruk

“Siwon kenapa??” desak Zhoumi melepaskan kedua tangannya lalu menggenggam tangan Siwon, “Apa sih?? aku ngga lulus ya? Pasti aku ngga lulus!!”

Siwon menggeleng kecil, mendadak ia tersenyum jahil sambil menyerahkan kertas itu pada Zhoumi, “Kata siapa? kamu lulus kok hehehehe”

“EH???” Zhoumi langsung merebut kertas itu untuk di baca ulang. Mulutnya menganga lebar dan air matanya merebak penuh haru ketika menatap Siwon kembali, “Aku Lulus!!! Aku lulus Mochi!~!!”

Siwon yang sudah siap mengangkat kedua tangan, harus menelan ludah. Bukannya memeluk tubuh Siwon, Zhoumi malah berbalik ke belakang lalu memeluk Mochi yang sedang duduk di atas sofa, “Yah….kirain….” Gumam Siwon kecewa

“Hahaha~ makanya jangan berharap lebih woi!!!” sindir Yesung

“Yah….siapa tahu” Karena melihat Zhoumi masih asyik memeluk Mochi sambil berbicara berdua saja, akhirnya Siwon memilih duduk di sebelah Yesung, “Lo ngapain belajar hari libur gini?”

“Yang libur elo—kalo adik kelas kayak gw kan seminggu lagi ujian kenaikan kelas”

“Oh” Siwon tampak bosan, “Kayaknya gw harus pulang deh—mau kasih kabar ke orangtua dulu” katanya beranjak bangkit dari sofa.

Tawa Zhoumi yang sedang bercanda dengan Mochi langsung berhenti, “Kamu mau pulang?” tanyanya agak kaget

Siwon mengangkat surat pengumuman di tangannya, “orangtuaku belum tahu, yah…mau kasih tahu aja biar mereka ngga khawatir” sebenarnya itu hanya alasan Siwon yang keburu bosen di cuekin. Padahal tadi di depan kedua orangtuanya, Siwon udah keburu kabur karena ingin membuka suratnya bersama sama dengan Zhoumi. Tapi sampai sini, malah jadi pajangan di samping Yesung. Mending pulang aja kan?. Pikir Siwon terus berjalan hingga ke depan pintu pagar

“Siwon!!! tunggu!!!” teriak Zhoumi tergopoh gopoh menghampiri Siwon yang hampir saja pergi. Perasaaan Siwon agak melambung tinggi, jangan bilang Zhoumi mengejarnya karena…..

“Kamu kenapa senyum senyum ngga jelas kayak gitu” Zhoumi melambaikan telapak tangannya di depan Siwon, “Ini surat pengumuman kamu ketinggalan” katanya menaruh sebuah amplop di tangan Siwon

Pupus sudah harapan Siwon yang rada kesenangan di kejar sama Zhoumi. Batas waktunya untuk mendekati Zhoumi sudah habis……tidak ada lagi yang bisa di lakukan Siwon jika ternyata Zhoumi memang tidak mencintainya

“Kamu ngga mau ngomong sesuatu?” pancing Siwon salah tingkah, sebelah kakinya memainkan kerikil di jalan dengan wajah tertunduk

“Mau ngomong apa?” balas Zhoumi tanpa berperikemanusiaan

“Ck, yah apa kek!” Siwon sudah tidak bisa menahan sikap sabarnya yang selama ini ia tunjukkan, “Bilang suka kek, cinta atau apalah~” katanya kesal, “Kasih aku satu alasan supaya bisa tetap dateng ke rumah kamu meski sudah lulus nanti, please….”

Permohonan Siwon begitu sederhana dan penuh makna. Tapi entah kenapa yang Zhoumi lakukan hanyalah mengelus pipi Siwon lembut, menggenggam erat pergelangan tangannya lalu menariknya terlampau cepat

Zhoumi tersenyum tipis, “Aku yakin kau akan kemari lagi nanti” bisiknya

“Kau terlalu percaya diri Zhoumi…” balas Siwon agak tajam, “Aku tidak punya waktu mendekatimu lagi saat kuliah nanti, jadi katakan sekara—“

“Katanya kau mau pulang, sana!!” kali ini Siwon benar benar di buat bingung oleh Zhoumi. Kenapa dia malah mendorongnya menjauh tanpa memberikan Siwon sama sekali kepastian. Apa ini artinya Siwon harus berjuang lagi atau apakah ini penolakan halus dari Zhoumi?

“Baiklah….aku mundur…” kata Siwon berjalan menjauh secara teratur, “Terima kasih untuk segalanya—“

“Siwon jangan lupa! Kalau kesini bawa bunga mawar putih ya!! Aku tidak suka mawar merah!!” Lagi lagi Zhoumi memotong perkataan mellow Siwon yang mau mengucapkan say goodbye kemudian masuk begitu saja ke dalam rumah. Membiarkan Siwon termangu menganga lebar di depan pagar

“Eh? Mawar putih??” Siwon menggelengkan kepala tidak percaya, “Kenapa sih Mimi percaya diri banget kalau aku bakal kembali!! Sudah tidak sempat Mimi….aku tidak akan bisa lagi mengejarmu….” Bisiknya penuh penyesalan.

Tanpa Zhoumi ketahui sebenarnya Siwon sudah berjanji pada kedua orangtuanya sendiri. Kalau ia tidak bisa mencari calon istri sendiri maka Appanya akan mencarikan satu menantu terbaik untuk Siwon selagi anaknya itu mempersiapkan diri menjadi sang ahli waris

Kalau begini keadaannya, mau tidak mau Siwon harus mengaku kalah. Langkahnya terseok seok, menyeberangi jalanan ramai pada hari libur seperti ini. Di persimpangan jalan, Siwon mengangkat kepalanya dengan malas dan menarik napas panjang sebelum membelok ke jalan besar menuju rumahnya

_____________________________________

Hangeng dan Wookie duduk terdiam di atas kasur milik Hangeng. Di depan mereka sekarang ada semangkuk kue keberuntungan dan dua buah amplop berisi pengumuman kelulusan.

Mereka berpandangan satu sama lain

“Mau buka yang mana dulu nih?” tanya Hangeng masih menatap Wookie di sampingnya, “makan kue atau buka amplop hasil ujian kita?” pancingnya

Wookie hanya terkekeh kecil sambil pura pura berpikir, “Kita makan kue aja—lumayan bikin kenyang, amplop sih bisa menunggu~” jawabnya cuek

“Setuju!!” Hangeng mengangkat piring itu ke arah Wookie sekaligus ikut mengambil satu kue kecil buatan Ibunya, “mending jangan di baca deh ramalannya—daripada sikap kamu nanti aneh lagi” ucap Hangeng menghentikan niat Wookie yang bersemangat membuka kertas kecil dari dalam kue, “Biarin aja, siapa tahu nasibku beruntung” balas Wookie masa bodoh

Tanpa memperdulikan cemoohan Hangeng, Wookie mulai membaca gulungan kertas tersebut. Dan ia kembali terdiam

“Tuh kan kamu jadi aneh lagi!!” gerutu Hangeng menggeser tubuhnya mendekati Wookie, “Udah di bilang jangan di baca” baru saja tangan Hangeng terulur—ingin tahu isi ramalan Wookie ketika kekasihnya itu malah menarik diri dan menyembunyikan kertasnya di balik punggung, “Gege…” bisiknya pelan dan bersuara parau

“Ada apa?” kata Hangeng sambil memicingkan mata penuh selidik ke arah Wookie, “Emangnya Umma nulis apa lagi di situ!! Pasti dia—“

“Adjumma tidak menulis macam macam kok” sela Wookie sedih. Kedua matanya menghindari Hangeng dan berpindah memandang berlembar lembar kertas di atas meja Hangeng. Kertas bukti keseriusan Hangeng mengenai cita citanya. Menangkap pemandangan itu Wookie tersenyum miris, “Aku menyayangimu Gege, sangat…”

Nada suara Wookie yang terkesan serius dan dalam membuat hati Hangeng was was. Apa sih yang di tulis Ibunya sampai sampai Wookie bersikap semelankolis ini. Wookie bukanlah orang yang suka menunjukkan perasaannya—sama seperti Hangeng

“Wookie ada apa?” balas Hangeng mulai ketakutan. Ia membersihkan tangannya lalu mengelus wajah Wookie di depannya, “Jangan bilang kau minta putus lagi, ayolah…..kau mau aku jadi autis selamanya”

“Hahahaha” Wookie tertawa pelan, “memangnya bisa kau jadi autis selamanya?”

“Bisa. Kalau kau meninggalkanku” jawab Hangeng bersungguh sungguh

“Gege…..” Mendengar itu Wookie terenyuh. Sebelah tangannya mengesampingkan piring kue dan amplop kelulusan yang lupa mereka buka, kemudian Wookie memeluk tubuh Hangeng begitu erat—erat sekali, seakan akan Wookie telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk bisa memeluk Hangeng, “aku…” Wookie sengaja menggantung kalimatnya

“Aku apa??? Wookie jangan buat aku takut!!” kata Hangeng gusar

“Aku—“ senyum aneh Wookie kembali merebak, “Aku hanya mengerjaimu saja!!! kwwkkwwkkwkwkkwkwkww” dengan puas, Wookie melepaskan pelukannya dan berguling guling di atas tempat tidur. Tertawa kencang sambil menunjuk wajah Hangeng yang seperti orang dungu

“Kau…” Hangeng masih tidak mengerti, “Ngerjain….tadi…Arghh!!! emang apa sih tulisan ramalanmu!!!” ia mengambil satu kertas gulungan yang lepas dari tangan Wookie lalu membacanya keras keras, ‘Hari yang baik untuk mengerjai orang paling kita sayang….’

Hangeng berhenti di kata terakhir, wajahnya terangkat, melihat senyum puas Wookie dan kue keberuntungan di atas meja secara bersamaan, “UMMA!!!!!” teriaknya marah, “Ya kau!! kau mengerjai aku Wookie!!!”

“Hahaha….siapa suruh kau lugu gitu wkwkwwk” Tawa Wookie masih terdengar. Ia bahkan terengah engah sambil menarik nafas dalam lalu mulai tertawa lagi ketika melihat wajah marah Hangeng, “Kau polos sekali Gege……hahahahahha”

“Oh~” Hangeng pura pura mengangguk paham, “Aku polos ya”

Tiba tiba Hangeng ikut berbaring di samping Wookie, memenjarakan kedua tangannya begitu sehingga Wookie terpaksa berhenti tertawa. Ia menatap protes Hangeng, “Gege! Lepaskan!!”

“Tidak mau” Hangeng menjulurkan lidahnya, “siapa suruh menertawaiku”

“Iya tapi sekarang lepaskan” desis Wookie masih terus meronta ronta dan mulai menggunakan sebelah kakinya untuk menendang Hangeng, “Eitss—iya aku lepas! Galak banget sih jadi cewek!” Perlahan Hangeng melepaskan kedua tangannya dan merubah posisinya menjadi terlentang—menatap langit langit kamar, “Wookie?” panggilnya

“Hmm”

Hangeng menoleh ke samping, “Mau melihat tata surya terbesar di kamar ini?” godanya sambil tersenyum lebar

Wookie yang mengerti masuk Hangeng langsung mengangguk antusias, “boleh!”

“Sebentar” Hangeng bangun dari atas kasur untuk mematikan lampu kamarnya sekaligus menutup jendela agar tidak satu cahayapun yang bisa masuk.

Dengan begitu, Wookie dapat melihat planetarium kecil yang bersinar terang—tertempel di dinding kamar Hangeng.

Begitu indah dan bercahaya

“Kalau aku punya seperti ini di kamar, pasti aku betah mengurung diri seharian” ujar Wookie secara tidak langsung memuji hiasan mungil berbentuk bulan, bintang bintang mungil dan beberapa planet yang telah di rangkai berurutan oleh Hangeng

Bunyi derik kasur merambat. Hangeng kembali terlentang di samping Wookie sambil membawa bantal kepala untuk mereka berdua, “Memang…kau lihat itu—di sana” unjuk Hangeng ke arah beberapa kumpulan bintang dekat planet Jupiter, “Itu adalah rasi bintang tertinggi dalam fase—“

“Ssst!!” Wookie menaruh telunjuk di bibirnya, “Aku mau menikmatinya Gege—bukan mau di beri pelajaran gratis darimu” katanya sengit

“Baik baiklah” Kali ini Hangeng menahan diri. Ia melihat dalam kegelapan bagaimana samar samar wajah Wookie tampak takjub sekaligus tercengang menatap satu persatu mainan tempel yang bisa bercahaya dalam gelap milik Hangeng

“Kau suka?” celetuk Hangeng kembali mengganggu konsentrasi Wookie

“Suka sekali…siapa yang tidak suka? Ini indah Gege…” bisik Wookie tanpa berpaling sama sekali

Hangeng menggeser tubuhnya mendekat lalu menyilangkan jari jarinya dalam tangan Wookie. Ia diam saja meski Wookie sedikit tersentak—pandangan matanya segera teralih

“Aku menyayangimu Wookie” bisik Hangeng spontan. Tanpa maksud apapun. “Dan aku harap tidak ada yang berubah dari kita sekalipun kita sudah lulus SMA” sambungnya bernada muram

“Tidak akan ada yang berubah—aku janji” Wookie menatap lekat Hangeng—wajah lelaki yang membuatnya tertawa, menangis dan gembira dalam dua tahun terakhir ini. Kehadiran Hangeng terlalu terasa bagi Wookie. Begitupun sebaliknya

“Walaupun aku pergi selama 7 tahun?” tanya Hangeng kembali mengungkit masalah utama mereka berdua

Tangan Wookie meremas genggaman Hangeng lebih kuat. Ia sudah menguatkan hatinya untuk ini, mau tidak mau Hangeng akan tetap pergi. Dan tinggal bagaimana keputusan Wookie menghadapinya.

Melupakan Hangeng atau menunggunya selama itu….

“Ini 7 tahun Wookie….” hembusan napas Hangeng menyapu pipi Wookie dan membuat tubuhnya mendadak tegang. Bukan karena rasa dingin, tapi karena ucapan Hangeng, “aku tidak akan memaksamu, kau boleh….”

“Tidak! aku tidak mau!!” Wookie langsung menolaknya keras, “Aku tidak mau orang lain….7 tahun bukan masalah kok, aku kan kuliah 4 tahun, lalu setelah itu aku akan mencari pekerjaan ya, aku pasti sangat sibuk sampai sampai tidak sadar jika kau sudah kembali” ujar Wookie berbicara panjang lebar. Ia berusaha tegar meski ada ketakutan yang nyata dalam setiap ucapannya, “Jangan bahas lagi Gege, kita sudah pernah membicarakannya….”

“Baiklah….maaf, sudah jangan sedih…” kata Hangeng menepuk nepuk kedua pipi Wookie yang agak pucat, “hmm, gimana kalo kita makan kue lagi? kamu mau??” tawar Hangeng tidak pada tempatnya karena Wookie malah melayangkan tatapan jengah sebelum menarik Hangeng agar tetap terbaring di sampingnya, “Ngga usah makan kue!! Temenin aku ngeliat bintang aja!!” rajuk Wookie memberanikan diri memeluk lengan Hangeng dan bersandar nyaman di pundak lelaki itu.

“Iya iya…..” balas Hangeng mengalah sambil tersenyum memandangi sosok Wookie yang selalu berada di sampingnya hingga hari ini….

____________________________________________

Dag Dig Dug

Donghae dan Eunhyuk saling berpegangan tangan—harap harap cemas melihat Chulie dan Kibum sedang membuka amplop di tangan mereka. Mulut Donghae sudah tidak bisa tenang lagi. Ia hanya komat kamit membaca sederet doa sementara Eunhyuk semakin mencengkram tangan Donghae dalam genggamannya, “Kalian lulus ngga?” tanya Eunhyuk khawatir

“Ini mau di lihat” jawab Chulie santai—tidak seperti kedua orangtuanya yang malah ketakutan setengah mati

SREKKK

Kertas Kibum terbuka lebih dulu. Dengan gerakan luwes, Kibum melebarkan kertas kaku tersebut dan membacanya dalam hati

Eunhyuk, Donghae dan Chulie terlihat menunggu

“Aku lulus Adjumma, Adjushi” jawab Kibum tenang dan sopan

“Selamat ya!!!” ucap Eunhyuk sambil memeluk tubuh Kibum dengan sebelah tangannya sementara Chulie menepuk tangan Kibum sekilas dan ikut tersenyum bersama Ummanya

Donghae diam saja. Ia tidak memberi selamat dan juga tidak mengucapkan apapun.

“Dongdong!” tegur Eunhyuk menyikut tubuh Donghae, “Iya iya selamat ya Kim Kibum….” Nada suara Donghae yang bernada menyindir membuat Chulie dan Eunhyuk langsung melayangkan tatapan menusuk kepadanya, “Apa? Aku salah lagi?” tanya Donghae dengan wajah membulat polos

“Appa!!!” teriak Chulie, “Aishh sudahlah tidak usah pedulikan Appa, Bummie~ dia suka salah minum obat akhir akhir ini” balas Chulie menyindir ayahnya sebelum bergelung manja di tangan Kibum, “Oh ya—gimana kalau kita ke rumah Kyu, kan sekarang kita sudah bebas! Pasti Kyu ngijinin aku main sama Minnie” usulnya tidak memperdulikan mulut Donghae hendak memprotes. Untung Eunhyuk kali ini lebih sigap—ia menutup bibir Donghae dengan sebelah tangannya lalu berkata, “Kalian di rumah dulu, ada sesuatu yang harus Umma dan Appa bicarakan dengan kalian berdua”

Kibum dan Chulie menoleh ke arah Eunhyuk secara bersamaan, “maksud Umma? Sesuatu apa?” tanya Chulie

Eunhyuk tersenyum keibuan, “Ini tentang—“ ia mencabut tangannya dari wajah Donghae secara tidak sadar. Hal ini membuat Donghae tidak membuang kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya sejak tadi, “Pokoknya aku tidak setuju Honey kalau secepat—hmpphjjhhhhppmmhhh” mulut Donghae terpaksa di bungkam lagi dengan bantal sofa oleh Eunhyuk

“Ada apa sihh???” desak Chulie penasaran

“Ini tentang pernikahan kalian” tutur Eunhyuk singkat, padat dan jelas, takut kepotong sama Donghae lagi, “Appa dan Umma akan merencanakannya dalam waktu dekat, kalau bisa secepatnya—“ tambah Eunhyuk bersemangat, “keburu Minnie melahirkan….karena kita pasti sibuk saat itu juga…”

“Menikah!!!” Chulie segera memeluk tubuh Kibum erat erat dan melayangkan tatapan penuh terima kasih kepada Ibunya, “Umma makasih…hehehe, kita akan menikah Bummie~” bisik Chulie bahagia

Kibum yang memang selalu bersikap kalem, ikut tersenyum senang. Kalau saja tidak ada Appa Chulie yang – agak posesif itu – di depannya, Kibum pasti akan langsung membalas pelukan Chulie

“Saya benar benar berterima kasih Adjumma dan Adjushi sudah repot repot mengaturnya untuk kami” ucap Kibum formal

“Emang repot” keluh Donghae yang berhasil menyingkirkan bantal dari wajahnya

“Hae!!! Ck kau ini!!” Eunhyuk merasa tidak enak—kenapa baru bulan bulan terakhir ini, sikap Donghae menjadi kekanak kanakan. Padahal Kangin saja tidak separah itu sewaktu menikahkan Sungmin, “Jangan pedulikan Adjushi-mu Kibum, mungkin benar kata Chulie—mungkin Adjushi belum minum obat sakitnya” ejek Eunhyuk sambil memberi tatapan ‘menyuruh diam’ pada Donghae

Donghae tambah cemberut melihat anak dan istrinya malah memihak pada Kibum. Ia mengubah duduknya membelakangi Eunhyuk seraya memeluk bantal sofa dengan gaya kekanak kanakan

“Appa…Appa….” Chulie menggeleng heran, “Sudahlah, Umma mau bicara apa saja? aku dan Bummie tidak akan meminta macam macam kok! Pernikahannya sederhana juga tidak apa apa”

“Chulie” sela Kibum mencondongkan tubuh ke arah meja, “Kamu belum buka surat kelulusanmu….kamu ngga mau lihat?”

Chulie mengambil kertas itu, melirik tidak tertarik lalu membukanya lebar lebar, “Hmm sudah kuduga, aku juga lulus” tanpa perasaan sentimentil, kertas tersebut di buang ke sembarang tempat, “Ngga penting—ayo Umma lanjutkan!! Apa saja yang sudah Umma persiapkan?” tanya Chulie dengan wajah berseri seri

Dan dalam waktu singkat. Pasangan Ibu dan anak ini sibuk membicarakan tetek bengek mengenai baju, tempat, dan makanan untuk resepsi. Kibum sampai bosan mendengarnya. Ia hanya tersenyum sesekali atau kalau tidak membalas omongan Chulie seperlunya.

Donghae yang sadar benar benar di cuekin dari tadi, menengok ke belakang. Eunhyuk dan Chulie masih asyik saja berbicara sampai tidak sadar kalau wajah Kibum terlihat jenuh di samping Chulie

“Hei?” panggil Donghae

Kibum menoleh, “ya Adjushi?”

Kepala Donghae menggeleng ke arah ruang TV, “Bisa main PS?” tanya memberi isyarat agar Kibum berdiri mengikutinya

Senyum senang Kibum mulai merekah di bibirnya, “Bisa—kan suka main sama Kyuhyun juga” Ia dengan sopan memohon ijin kepada Chulie dan Eunhyuk, “saya ke sana dulu ya”

Pembicaraan mereka pun terhenti sejenak, “Udah sana ngga apa apa, main aja sama Appa” sahut Chulie melempar pandangan penuh arti pada Eunhyuk. Kan bagus kalau Donghae bisa mengakrabkan diri dengan Kibum lewat permainan PS

“Si Kyuhyun itu Adjushi yang ngajarin—dari umur 4 tahun loh!!” kata Donghae bangga sementara Kibum yang tanggap, sudah terlebih dahulu menyalakan PS dan TV secara bersamaan kemudian memberikan satu stick untuk Donghae dan satu stick untuknya, “Pantas saja saya suka kalah kalau tanding dengan Kyuhyun” ujar Kibum sambil tertawa pelan

“Tapi Kyuhyun kelewat maniak, dia pernah di pukul pantatnya oleh Eunhyuk waktu berumur 10 tahun karena tidak tidur dua hari demi menamatkan satu game saja” bisik Donghae takut kedengaran istrinya, “Dan Eunhyuk juga sempat memarahiku gara gara itu”

“Hahahahaha, Kyuhyun memang gila game” balas Kibum sependapat

“Yah syukurlah sekarang ada Minnie…” sambung Donghae kembali duduk dengan tegap sambil menunggu loading game pada layar TV, “aku belum pernah melihat dia lebih mementingkan seseorang ketimbang PS berharganya itu”

“HUATCHIMMMMM” Kyuhyun menutup mulutnya, menjauhi Sungmin lalu bersin bersin lagi, “Huatchimm….hatchimmmm…..” ia menggosok hidungnya dengan tissu di atas meja dekat tempat tidur sebelum berbalik menghadap Sungmin

“Kamu sakit Kyu?” tanya Sungmin cemas

“Ngga, paling ada yang lagi ngomongin aku aja” tebak Kyuhyun asal, “Sebentar aku belum nyisir rambut kamu” ia kembali berlutut di depan Sungmin yang duduk di atas tempat tidur. Akhir akhir ini Kyuhyun mulai menikmati pekerjaannya memandikan Sungmin, memilihkan pakaiannya bahkan sampai mengeringkan rambut Sungmin sehabis keramas.

Karena rambut pendek Sungmin memang tidak bisa di apa apakan. Kyuhyun hanya menyisirnya seperti biasa. Pelan pelan lalu menaburi bedak halus di wajah dan leher Sungmin, “Nah sekarang kamu sudah selesai!!” ucap Kyuhyun senang dengan hasil pekerjaannya

“Hehehe makasih Kyu” ucap Sungmin tersenyum manis.

Aigo—melihatnya saja, Kyuhyun semakin gemas. Ia mencubit kedua pipi gemuk Sungmin agak keras, “Kyu!! Sakit!!” lirih Sungmin sambil memegangi wajahnya

“Biarin aja!! Habis kamu….Aishh…kalau saja dulu barbie Chulie seperti dirimu aku pasti lebih memilih main barbie ketimbang main PS” kata Kyuhyun jujur. Tadinya sih Kyuhyun mau minta cium sama Sungmin, tapi tidak jadi. Bahaya! Bisa bisa Kyuhyun tidak bisa mengontrol dirinya lagi.

“Kyu” ucapan Sungmin membuyarkan lamunan kecil Kyuhyun, “katamu kalau aku sudah selesai mandi kita bisa melihat amplop hasil mengumuman itu, ayolah….aku tidak tenang kalau belum membacanya…” pintanya sambil menarik lengan baju Kyuhyun berwarna putih

“Baiklah” Kyuhyun mendesah panjang dengan kedua tangan membentang di depan Sungmin—menawarkan dirinya untuk menggendong Sungmin, “Ayo! Suratnya aku taruh di depan TV tuh, sekalian kamu bisa nonton Telenovela” ajak Kyuhyun karena Sungmin masih menatap memelas ke arahnya

“Kyuhyun….” Suara Sungmin melengking halus, “Kau…aku benar benar masih bisa jalan sendiri….masa ke depan TV saja aku harus di gendong!!”

Tidak terhitung berapa kali Sungmin protes hal yang sama padahal Kyuhyun sudah sering menjawabnya dengan logis, “karena kamu kalau jalan pelan banget, pake susah payah apalagi kaki bengkak kamu suka kesakitan kan?” jelas Kyuhyun dengan malas, “cepetan ngga Minnie! Nih anak, suaminya udah baik mau gendong malah di ajakin berantem!”

Sungmin merengut cemberut. Belum mau beranjak dari tempat tidur

“Ngga usah masang tampang imut, cepet sini!!!” gertak Kyuhyun mulai keluar tanduk ke-galak-annya yang selama ini ia tahan tahan.

“Aku ngga masang tampang imut!!” balas Sungmin tidak terima

“Ya udah!! Sini ngga?!” ancaman dan suara tinggi Kyuhyun berhasil membuat Sungmin mengalah. Dengan agak enggan Sungmin akhirnya mengalungkan tanganya di leher Kyuhyun sedangkan suaminya itu mulai mengangkat tubuh Sungmin dengan kedua tangan.

Sepanjang jalan dari kamar sampai ruang TV, tidak henti henti Kyuhyun menggerutu—membicarakan Sungmin yang ada dalam gendongannya, “Giliran aku galak kamu nangis, kalau ngga pasti protes, giliran aku manjain kamu dan ngga marah marah lagi eh kamu malah nolak, maunya apa sih!!”

Sungmin merundukkan kepalanya, “Habis aku hampir ngga melakukan apa apa. Makan di suapin, mandi aja di mandiin, terus jalan juga di gendong…..aku bisa jadi pemalas Kyu” jelas Sungmin merasa malu

“Udahlah, ngga apa apa. Lagian kata Dokter Ahra kamu memang ngga boleh capek kan” kata Kyuhyun mengingat dengan seksama nasihat Dokter Ahra—Dokter kandungan Sungmin waktu terakhir kali mereka datang. Dokter Ahra memperkirakan tanggal kelahiran Sungmin tepat 9 bulan lebih 10 hari—itupun kalau tidak ada halangan sama sekali. Tetapi Dokter Ahra sudah wanti wanti agar Kyuhyun terus menjaga Sungmin jika sudah memasuki bulan ke 9. Siapa tahu, Sungmin ternyata melahirkan lebih cepat dari perkiraan Dokter

“Kau memikirkan apa Kyu?” celetuk Sungmin heran karena Kyuhyun belum menurunkannya meski mereka sudah berada di depan sofa ruang TV, “wajahmu kelihatan khawatir” tambahnya

Kyuhyun berusaha mengulas senyum tipis, “Bukan apa apa—hanya saja…….” ia menghela napas panjang

“Hanya apa Kyu?”

“Tidak….” Kyuhyun mencium kening Sungmin sekilas, menurunkan tubuhnya pelan pelan di atas sofa lalu ikut duduk di sebelah Sungmin, “Lebih baik aku bacakan aja nih surat, biar kamu ngga penasaran” ujarnya malas malasan karena Kyuhyun yakin betul mereka tetap lulus. Tapi daripada Sungmin ngerengek ngga karuan lagi, lebih baik dia mengalah

“Aku lulus ngga??” Kedua tangan Sungmin saling bertautan—seperti sedang berdoa. Memang selama ini nilainya bagus bagus saja semenjak di ajar privat oleh Kyuhyun. Tapi entah kenapa soal Ujian Nasional selalu menjadi musuh besarnya. Bahkan bagi Sungmin masih misteri kenapa waktu SMP dulu dia bisa lulus walau dengan nilai yang pas pasan.

Spontan timbul ide jahil Kyuhyun untuk mengerjai istrinya. Ia tersenyum licik sambil membaca tulisan dalam surat yang menyatakan Sungmin lulus Ujian. Tapi….tidak semudah itu Sungmin bisa mengetahuinya…

“Minnie…” bisik Kyuhyun bernada kalut dan agak tercekat

Sungmin meremas baju hamilnya sendiri, “Kenapa? Aku ngga lulus ya?? Bener Kyu??” desaknya takut takut

Perut Kyuhyun hampir sakit karena menahan tawanya melihat wajah ketakutan Sungmin dan dengan gaya sok sinetron Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sungmin sambil mengelus pipinya. Wajah mereka bertambah dekat…

‘Aduh jadi pengen nyium lagi’ pikir Kyuhyun menyimpang dari skenarionya. ;’Ngga Kyuhyun! Ngga boleh! Lo jangan nyium dia sekarang!! Tahan aja!!’, tambah Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri

“Kyuhyun!!!” hardik Sungmin gusar, “Kok wajah kamu malah merah?? Aku lulus apa ngga nih!!!” katanya mengguncang tubuh Kyuhyun

“Eh…itu…” Kembali berakting amatiran, Kyuhyun berlagak menaruh simpati saat memeluk tubuh Sungmin di depannya, “Maaf Minnie….” Bisiknya pelan dan penuh kelembutan

Sungmin menggelengkan kepalanya—tidak percaya, “Aku ngga lulus…..kan…..” ia membenamkan kepalanya dalam tubuh Kyuhyun sambil berusaha keras tidak menangis.

“Siapa bilang” Kyuhyun menutup mulutnya agar tidak tertawa, “kamu lulus kok hahahahaha….” Akhirnya tawa Kyuhyun terdengar keras sampai sampai tubuhnya bergetar saat memeluk Sungmin.

“EH?” karena masih kurang mempercayai pendengarannya, Sungmin langsung merebut kertas miliknya dari tangan Kyuhyun. Ia tercengang dan tubuhnya menegang. Berpikir mau meninju Kyuhyun atau memukul wajah Kyuhyun karena berani mengerjainya masalah serius seperti ini

“Kau!! KYUHYUN!!!!!” Tanpa basa basi, Sungmin menerjang Kyuhyun dengan kedua tangan ingin mencakar, menjambak entah melakukan apa. Yang penting balas dendam!!

“Kau mau apa?? Minnie!!” Kyuhyun kelimpungan menghadapi tubuh Sungmin yang sekarang jauh lebih berat darinya, “Minnie berhenti ngga!!! Bahaya tahu!!!” bentak Kyuhyun baru sadar kalau perut Sungmin tergencet antara tubuhnya dan Sungmin yang masih saja terus berusaha menyerang Kyuhyun

“Masa bodoh!!!” balas Sungmin teramat kesal, “Siapa suruh ngerjain orang! Ini ngga lucu Cho Kyuhyun!!!”

Kyuhyun benar benar kewalahan. Sungmin menarik kausnya, mencubit pipinya dan terakhir mau menarik rambut kesayangan Kyuhyun yang masih belum di potong hingga detik itu.

“Minnie!! Berhenti kataku!!!” bentak Kyuhyun keras. Peduli amat deh sama janjinya buat menahan amarah. Sungmin sudah keterlaluan sekarang, “Tidak mau!!! Ng….” napas Sungmin agak memendek. Tidak dapat di pungkiri, baru bergerak sedikit saja tubuhnya sudah kelelahan. Kedua tangannya yang sampai di pucuk kepala Kyuhyun tertarik ke bawah. Sungmin bersandar pada badan sofa dengan wajah penuh keringat, “Kau…kejam!!! Masa…ng…..hmm….”

“Iya maaf!!! Aku minta maaf!!” ujar Kyuhyun ikutan panik. Ia mengelap wajah Sungmin dengan sebelah tangannya, “Aku kan cuma bercanda Minnie…..udahlah, kita baikan aja…” Kyuhyun menyodorkan jari kelingkingnya ke depan. Sungmin langsung terkekeh melihat usaha Kyuhyun buat minta maaf, “baiklah kita baikan, tapi kamu jangan usil kayak tadi! Masa ngerjainnya bawa bawa hasil ujian?? Aku hampir kena serangan jantung tahu!”

“Iya kita baikan” bujuk Kyuhyun mengaitkan sendiri jarinya dan jari kelingking Sungmin kemudian ikut bersandar pada badan sofa. Bingung mau melakukan apa.

“Minnie gimana kalau kita—“

KRINGGG

“Bunyi telepon tuh” celetuk Sungmin mendelik ke sebelah Kyuhyun di mana telepon rumah mereka berada

“Sebentar” Kyuhyun langsung mengangkatnya, “Halo?”

“Kyu!! Ini aku Chulie!! Kau dan Minnie ada di rumah ya? Ada acara ngga?? Oh iya gimana hasil pengumuman ujian??” tanya Chulie memborong semuanya sekaligus

Kyuhyun mencoba menjawabnya satu persatu, “Kami berdua lulus dan iya aku sama Minnie emang ada di rumah, kenapa?”

“Itu—kata Umma main kesini aja! Appa kangen tuh sama Minnie, mau nengok calon cucunya hehehe”

“Dari Chulie ya Kyu??” timpal Sungmin mengggeser tubuhnya lebih dekat

Kyuhyun melirik Sungmin sejenak, “Iya—bukan kamu Chulie….aku ngga iya-in mau kerumah Appa, nanti nanti saja, aku sama Minnie ada kencan jadi ngga bisa di ganggu” Tiba tiba saja Kyuhyun berkata seperti itu, padahal memang dia tidak punya rencana apa apa hari dengan Sungmin. Tapi yah—daripada pergi ke rumah orangtuanya yang suka berlebihan. Lebih baik mengurung diri di rumah berduaan saja

“Kencan?” wajah Sungmin berubah senang, “aku tidak tahu kau mau mengajakku kencan??”

Kyuhyun tersenyum saja membalas ucapan Sungmin, “Tuh liat—Minnie juga mau kencan, jadi bilang sama Appa kami hari ini ngga mau di datengin tiba tiba kayak kemarin, ok? bye~” tanpa menunggu jawaban dari Chulie, Kyuhyun langsung mematikan teleponnya kemudian merangkul tubuh Sungmin dari samping, “Kita mau kemana Kyu? Sudah lama aku tidak jalan jalan” desak Sungmin antusias sambil mencengkram kaos suaminya

“Kita kencan di rumah aja” ucapnya tegas

“Di rumah?? Mana ada kencan di rumah—ayolah kita jalan jalan Kyu….”

Tapi bujukan Sungmin hanya di tanggapi Kyuhyun dengan gumaman kecil. Ini tanggung jawab Kyuhyun karena sudah asal bicara tanpa berpikir dulu. Mana dia tahu si Sungmin beneran mau kencan?

“Kita bisa kencan di rumah kok” tandas Kyuhyun seraya berpikir keras

Tangan Sungmin sontak berhenti menarik narik baju Kyuhyun. Ia mengangkat sebelah alisnya, “gimana caranya??” tantang Sungmin

Senyum licik milik Kyuhyun sempat membuat Sungmin berpikir yang tidak tidak. Ia bersingut menjauh ketika kepala Kyuhyun merunduk, bibirnya menyapu pipi Sungmin sebentar kemudian Kyuhyun kembali duduk tegak sambil mengambil telepon genggamnya, “Halo? Layanan siap antar?”

____________________________________

“Siwon~ akhirnya kau pulang juga nak” sapa Ibu Siwon yang sedang berada di depan menyambutnya secara berlebihan, “gimana hasilnya?? Kau Lulus??”

Siwon mengangguk lesu

“Aigo—kalau Lulus kenapa wajahnya menderita begini” Ibu Siwon memeluk lengan anaknya sambil mengajaknya masuk ke dalam. Di sana Ayah Siwon yang sedang membaca koran, menengadah—tersenyum melihat Siwon telah kembali, “Bagaimana Siwon, kau Lulus?”

Di tanya kembali seperti itu, Siwon lagi lagi mengangguk. Ia mengambil selembar kertas hasil pengumumannya lalu memberikan ke tangan Ibunya tanpa minat, “Kalian lihat saja sendiri” kata Siwon menyeret langkahnya menaiki tangga menuju kamarnya di atas

Ayah dan Ibu Siwon hanya bertukar pandangan cemas. Mereka buru buru membaca ulang hasil pengumuman Siwon sekedar untuk meyakinkan. Kalau Siwon benar benar lulus, kenapa sikapnya malah sedih bukannya gembira

Baru menaiki setengah anak tangga tiba tiba suara khas Ayah Siwon menggelegar hebat, “Ck kau mau pamer pada Ayah dan Ibu ya? Baiklah—ayah mengaku kalah! Tidak akan memaksakanmu ikut dalam perjodohan” sambung Ayahnya di sertai suara tawa renyah milik Ibu Siwon

“Ha?” Siwon membalikkan diri dengan pandangan bingung, “Apa maksud Ayah dan Ibu??”

Lagi lagi senyum lebar mencurigakan tersungging rapi pada wajah kedua orangtuanya, “Ini apa??” tanya Appanya memperlihatkan isi dari kertas pengumuman milik Siwon

“Apa sih!!” Siwon yang tidak bisa melihat dalam jarak sejauh itu, buru buru menghampiri Ayahnya dan membacanya sekali lagi

Tepat di bawah surat resmi dari sekolah. Ada tulisan kecil—sederet tulisan rapi yang Siwon kenal baik pemiliknya. Tulisan itu berbunyi…

Baiklah…aku mengaku kalah—aku memang mencintaimu.

“Mimi….” Bisik Siwon tidak percaya, “Dia yang menulis….” Wajah muram Siwon berubah drastis. Senyumnya melebar saat memandang Ibu dan Ayahnya dari dekat, “Aku…..bolehkah aku pergi lagi Appa?? Aku yakin ini tidak akan lama”

“Pergilah…” jawab Appa Siwon tersenyum penuh pengertian.

“terima kasih” Ia melangkah lebar lebar, berlari secepat yang ia bisa. Melewati beberapa tikungan tanpa melihat lampu hijau sama sekali.

Nafas Siwon menderu—berbalapan dengan pikiran gembiranya yang sudah tidak terbendung. Zhoumi akhirnya mengatakannya juga!! Walau hanya tertulis, tapi itu sudah cukup bagi Siwon.

“Ops sorry” tubuh Siwon meliuk melewati beberapa penjual bunga di sebuah tikungan jalan, “Eh Bunga!!!! Pak!!!” Siwon berbalik dan berbicara dengan suara lantang, “Saya pesan bunga mawar, mawar putih!!” serunya sambil tergesa gesa mengeluarkan dompetnya

“Anda mau berapa tangkai?” tanya sang penjual tidak melihat raut wajah Siwon yang tidak sabaran

“Anda punya berapa? Saya beli semuanya!!” pinta Siwon mengeluarkan selembar uang ratusan ribu Won dan lalu menyerahkannya begitu saja ketika sang penjual kembali membawa setumpuk bunga mawar putih yang belum di ikat, “Ini—ambil saja kembaliannya”

Seperti sulap, Siwon menukar kedua tangan penjual yang penuh bunga mawar putih dengan uang pemberiannya begitu cepat. Sang penjual sampai menganga lebar ketika menghitung uang lebih pemberian Siwon, “Tuan terima kasih!!!”

“Sama sama” jawab Siwon terus berlari menggenggam erat bunga mawar putih untuk Zhoumi

“Tapi…eh—tuan kembali!!” teriak sang penjual merasa bersalah, “Bunganya belum saya ikat!!!”

Panggilannya tidak berhasil menghentikan laju Siwon. Pikirannya hanya di penuhi oleh Zhoumi. Siwon bahkan tidak sadar kalau sepanjang ia berlari melewati beberapa jalan besar dan beberapa jalan setapak, bunga mawarnya jatuh satu persatu—mengikuti langkah Siwon. Bertebaran dengan indah di sekeliling Siwon seolah olah mempercantik sore hari itu khusus untuknya.

Tak lama kemudian, Siwon berhenti berlari. Tangannya terkepal erat memegang mawar putih yang hanya tinggal belasan saat menangkap sosok Zhoumi menunggunya di pintu gerbang

Senyum Siwon melebar dengan sendirinya sementara Zhoumi berjalan mendekat, “Kenapa lama sekali?” tanya Zhoumi tenang

“Aku—tadi….beli bunga….ini” Siwon mengangkat tangannya. Ia agak kecewa melihat mawar putihnya agak berantakan di tiup angin. Malah ada kelopak mawarnya tinggal setengah karena begitu kencangnya Siwon berlari, “maaf lain kali aku akan membeli yang lebih bagus—ini….”

“Sini berikan padaku” Betapa cepat Zhoumi sampai tepat di depan Siwon, mengulurkan tangannya untuk mengambil alih bunga bunga tersebut, “Ini sudah cantik buatku, terima kasih” ucap Zhoumi memeluk bunga bunga itu

Tidak ada yang berbicara di antara mereka

Siwon hanya tergagap sambil menyaksikan orang berharga yang ada di depannya. Orang yang ia kejar berbulan bulan, orang yang menolaknya berkali kali. Dan lihat sekarang? Siwon malah mendapatkan pengakuan darinya…

“Aku…”

“Aku mencintaimu…” bisik Zhoumi menyela ucapan kaku Siwon, “maaf sudah membuatmu menunggu lama…”

“Sangat lama” desis Siwon langsung membawa tubuh Zhoumi mendekat lalu memeluknya begitu erat. Siwon menyembunyikan kepalanya di bahu Zhoumi dan secara sengaja sedikit mengangkat tubuh Zhoumi hingga ujung kakinya tidak menyentuh tanah, “Siwon! kau membuat bunga mawarku rusak tahu!!” keluh Zhoumi merintih sambil melindungi bunganya dari dekapan Siwon

“Hahaha, nanti akan kuberikan yang baru” bisik Siwon tepat di telinga Zhoumi

“Aku tidak mau yang baru—ini saja sudah cukup….bunga mawar pertama darimu…” Zhoumi mengeluarkan kedua tangannya yang memeluk bunga mawar lalu melingkarkannya di punggung Siwon.

Setelah bertahun tahun Zhoumi bersumpah untuk tidak akan jatuh cinta semenjak perceraian kedua orangtuanya. Kini Zhoumi harus menyerah. Siwon telah memberikan sesuatu berbeda—sesuatu yang membuatnya tersadar, kalau tidak ada salahnya jatuh cinta

Jatuh cinta itu terasa indah jika terjadi pada orang yang tepat dan pada waktu yang tepat

TBC

78 responses to “≈No Other Like U-Fifty-{Final Test}≈

  1. hwahhhhhh eonnieeee daeeeeeebakkkk
    speechless eonn mau ngmng apa
    yg pasti ini dah ngobatin rasa rinduku ma NOLU
    hwah kereeennnnnn eonn kerennnnn bngettttt

    pngen cpet” liat minnie lahiran

  2. onni!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    aku sesak nafas baca tiap paragrafnya. sangat-sangat indah!! you are a good writer!!!
    jadi novelis aja onnie! aku setuju! dan aku bakal beli novel onnie!!!
    aku suka.. anniyo aku cinta FF ini!

    “Baiklah…aku mengaku kalah—aku memang mencintaimu.”

    kalimat ini bagus banget onnie. simpel tapi maknanya dalem.
    aku bisa banget ngerasain gimana zhoumi sama siwon.
    ya ampun, padahal aku kyumin shipper, tapi onnie berhasil narik aku dan ngebuat aku jatuh cinta sama pairing zhoumi-siwon! aku ga pernah suka pair ini sebelumnya sampai aku baca NOLU 50!
    onniee… aku nangis! serius! aku berasa ada di tengah2 FF onnie..
    ngeliat kyuhyun yg perhatian banget..
    ngeliat minnie yang keibuan..
    ngeliat cinta hangeng sama wookie..
    bahkan nangis haru waktu baca eunhae moment..

    padahal onnie nulis humor tapi aku malah nangis..
    aku bahagia banget baca ini! sumpah!

    onnieee.. aku pengen banget belajar sama onniee. onnie ngebuat banyak ELFs bahagia ^^
    jangan pernah nyerah ya onnie, kami semua sayang onnie..
    keep writing,
    xoxo

    big hugs & much kisses!! sarangahe ^^

    • setiap gw baca komen lo, gw nahan mulut, belajar buat ga teriak dan bilang LOVE U gede gede di tengah kamar…….

      *sigh*

      MAKASIH ^^ BIG HUG FOR U AND KISSES ^^ huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa makasih ya udah mau baca, padahal authornya sendiri ga yakin nih ff bagus tapi kalian masih mau baca ^^

      thanks again <333

  3. 54 halaman word..
    lumayan refresh sebelum sidang…
    akhirnya sampae 50 juga
    daebakkk!!!!! dan akhirnya siwon sama zhoumi JADIANNNNNN!!!!!!!!!!!!! w minta traktiran eskrim rasa cabe!!!!!!!!!!#plak

    • MAAF kalo terlalu panjang ^^ gw bakal padetin lagi deh biar ga banyak cincong kekeke~

      thanks ya cassinta <3333

      ps : tuh es krim mah kagak eksis ;P

  4. ya Allah~~~
    akhirnya d’buka juga…
    makasih unn *hug ampe susah napas*

    hahaha,, ngakak pas bagian :
    Because I’m Naughty Naughty…hei…I’m Mr Donghae
    hahaha,, gk kebayang mukanya sii donghae..

    uwaaa~~~ unn tega banget buat sii yesung kyk gtu..
    untung ja Qw cloud yg sabar *sa’elah bahasa Qw..

    soooo~~ sweet nya…
    sii SiMi couple.,, cieeee…

    Hwaiting unn tuka anak kembaranya sii kyumin…
    Nolu daebak..
    sebas unn,, hwaiting…

    • Kamu cloud? huaaa maap saya emang bego T___________T

      aduh kan si hae seksi pas ngomong Mr Donghae #apadeh

      hehehehe

      makasih ya dan satu lagi, anak Kyumin GAK KEMBAR!!! EMAKK

  5. Huaaaaaaa akhirnya bisa baca juga setelah nunggu selama 8 hari “kalo gak salah” enak part ini semua couple.a d bhs kyumin,wonmi,hanwook,bumchul tapi kasian ya kangteuk gak ada hahahaha.. Buat semua.a congrats udh lulus.. Diantara semua kata yg bikin aku ngakak itu pas hae blg “because I’m naughty naughty hei I’m mr.donghae” lanjutan nolu.a di tunggu loh onnie jangan lama-lama terus kalo d protect jangan lama kaya ini yah😀 akhir kata always fighting^^

    • kan dia lagi jalan jalan keluar negeri ;P

      hehehehehe, kwkwkkww kan hae sama gilanya kayak author jadi ketularan deh ;P

      thanks ya udah komen ^^

  6. kyaaa…
    yg ini bguz bgt unn… ><
    aduh jdi bngung mw nliz apa'an…
    abizz.. gga bza d ungkapin pke kta"..🙂
    NOLU IS THE BEST dehh.. ^^
    donghae lucu amat tuh.. haha.. spuluh mnit aq gga brhenti ktwa ampe dkra gla ma adk q ktwa sndiri.. hehe
    lanjut unn,,
    jngn lma" yaa..
    yg pnjang kya gni jga bleh,, gga kdip" bca'a.. *lbay* ^^
    Love u unn.. ^^
    fighting !!!!🙂

    • kwkwkwwkkwkw maap saya membuat si ikan rada rada di sini T___________T maklum kan ayah dari si kembar kekeke ~ thanks ya udah mau baca ^^

      dan ga ada sepanjang ini lagi T____________T

      • sma” unn,, spa sie yg gga mw bca ff s-keyeenn ini..😀
        mkin pnjang mkin bgus koc unn.. ^^
        apalagi klo unnie sebas yg buat.. hehehe.. ^^

  7. eonni sumpah speechless ak baca.a, keren bngt eonn.
    Wah apa lagi bagian ending.a, siwon sosweet bngt deh…
    Eonni, sungmin kok msh d buat gadis sih padahal dy kan udah hamil #plakk…..
    EEehh minnie tau ya anak.a bakalan kembar???
    Dy kyk.a biasa aja tuh waktu chullie dan kyu blng ‘mereka’ ke calon bayi kyumin.
    Eonni lanjutan.a asap yaaaa….. ^^

  8. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! KEREEEEENNN!! AKU SUKA!!
    Si kyu jadi overprotektif gitu! ckckckckc. .ampe sungmin di mandiin segala ama kyu. .*jd pengen(?) hahahhaha. .
    akhirnya semua lulus juga. .wkwkwkw. .cieee. .mimi sama siwon akhirnyaaaaaa. .hahahaha!!
    wookie ama hangeng sedih amat. .hikksss. .masa harus selama itu hangeng perginya? kasian wookie😥

    o,y, ini sungmin kapan lahirannya? gak sabar pengen liat anaknya kyumin!
    belom lahir aja si kyu udah protektif gitu, gimana kalo sungmin mau melahirkan ya? *membayangkan* wkwkwkwkwkw. .😀

    n untuk part selanjutnya jgn di protect lagi ya!! aku janji deh bakal komen! hehehehe! kasian kan bnyk pencinta nolu yg udah nunggu lama, eh pas keluar di protect. .
    jujur deh eon, aku tuh bahkan udah masang alamat blog ini tiap aku buka browser. .
    aku tungguin tiap hari, ini NOLU part 50 udah keluar belom?
    ehhh. .pas keluar di protect.😦
    jd lain kali jgn di protect ya eon. .ok!😉

    • ok gw ga protek tapi mau gimana? nih ff yang ngeliat 1000 orang tapi komen??? T__________T

      akan gw usahakan nge share di fb dulu deh ok ^^

      tunggu aja ^^

  9. kyaa!!!!!!!!!!!!!
    SO SWEEETTTTTTTTTTT!!!!!!!*gling2*
    Eonn., Eonnie mkanx pa sih?? kq bsa bwt crta n idex kreeen gni????
    uuuuhhh q terharu., kpn yy kyu perhatian gtu 5q???*dtbok sparkyu*
    ckckckck ksian Han-ge d kta2in autis mlu., hahahaha ati2 Eonn pra Clouds dah da d blkagx Eonnie noohh smbil bwa wjan, baskom(?).,
    ckckkckkk Donghae pabbo ms’ ankx dri gg percaya???
    kyaaaa!!! wonppa co cweeettt., akhirx dri u baik jga untuk tdak mxiksa cast couple 1 ini n mrka jadian jga.. hfftt lega rasanya(?).,
    ckckckck gg trsa jga q nggalin jjak sgni bxak., smga Eonnie gg bsen bca jjakq ni., hahahaha……..😀😛
    oyy Eonn ttep smngat n trus berkarya krna q sllu mnunngu krya2 dri u n mndkung u mskipun hxa lwat kata2 gg pnting n gj ni okk Eonn semngat!!!!*CHUUU~from SeungHwan**plakk😛

    • aduh mana keren, ini mah ancur ;|

      kwkwwkwkkwkwkw aduh maappppppppppppppppppppppp

      ngga dong karena gw paling sayang sama reader gw ^^ inget itu

      KYAAA SEUNGHWANNNNNNNNNNNNN *kalap*

  10. mereka… mereka…
    aigoo bnyk bnget kata “mereka” bnr-bnr ank kembar kan onnie, ank nya kyumin.. asiik >.o<
    oiya onnie, part yesppa dikit amad… bnykin doong. okok..
    lanjutan nya jgn lama" yaa. hwaiting!!!

  11. ya ampunnn…
    onnie, aq rela ampe tidur malem, padahal besok mau sahur…
    hahahhahaha, like it so much!!!
    gx sabar nunggu anaknya sungmin lahir… kembar gx ya?
    onnie, aku tunggu cerita selanjutnya🙂

  12. ujian selesaii,, huffth,, legaaa..

    Sukaaaaaaaa sukaaaa bangeeettt,,
    gak ada kata2 yang pas buat menggambarkan FF yang satu ini..
    Istilahnya yaaa,, bisa dibilang speechless nanggung..

    Pokokknya sukaaaaaaaaaaa…
    Makasih udah di lanjut, dan makasih udah di bukain pw-nyaa..

    Lanjut kaaaakk😀

  13. Huaaaa…puaaanjjangnyaaa….

    Aigoo…bener2 chap sangat komplit plit plit…
    Cerita yg suaangat panjang..tapi g bikin bosan…
    DAEBAK DAEBAK DAEBAK…

    Ya tuhan,sumpah ya kyu berubah total…beneran ga pernah marah2 lagi malah perhatian bgt…
    Beneran tuh maksudnx mandiin minnie cuma takut mini napa2 ga da maksud lain gitu…:-D padahalkan kdng kyu mesum tuh…*plak*
    Hangeng ma wookie bikin gw ngakak…pa lagi pas ramalanxa itu lho..sumpah eommanx jail bgt..
    Kyuchul mo nikah,simi jadian..aigoo..
    DAEBAK..

  14. ka demi apah suka bgt dong . aigooo semua cast’a bahagia bg disini !! asli gag berhenti senyum baca’a .. heuum buat hanwook . simi . kichul chukaeyoooo~ kkkkk .. Cepet susul kyumin yeee . Hahahaaa .. Aku lupa loh kalo ming dah 9bln /pletak hhhee . sebentar lagi mereka lahir dong .. aigooo bayangin’a ajah dah seneng bgt .. gmna anak kyumin yaaa ??🙂 envy ama ming pengen juga dong dmanjain .. kekekeke asli NOLU daebak ka .. lanjuuut .. eeh ntar dpesta pas kibum lamar heenim ming lahiran kan ka ?? Bentar lagi dong ..

  15. Woaahh panjang eonn!! Aku suka kalo yg beginian..😄 anak sungmin nakal deh, emak nya lagi belajar malah main main.. Ckckck, tapi bagus dong kyuhyun jadi mandiin sungmin *yadong hhahahaaha… Wah semuanya pada luluss!! Chukkae ya😀 itu semua berkat sebas eonn #plak hheee. LANJUTKAN eonn sampe episode beratus ratus!!! Hahahha *evil laugh*

  16. sebas..
    walau lo ga ngaku klo gue tu adek lo *lah??*
    tp gw tetp salut ama lo..
    FF lo emng daebakk..
    gw tnggu next Part’a.. ^^

  17. AAAAAAAAA itu ending nya ngegantuuuunggg !!! tapi tapi siwon nya so sweet sekaliiii .. eonni kapan sungmin melahirkan?? pengen liat anak nya ih, penasaran bangeeett~ beneran kembar ga tuh?? pokoknya lanjuuuuutttinnn NOLU nyaaa , sampe part 100 jg hayu lah hahahaha ..

  18. huah eonnie daebakkk~~
    makin suka deh ama eonn plus NOLU ny hehehe
    oh ya emang org tua kalo anak ny mau nikah gtu yah??
    tapi kok dodong mah lebam yah (Red : lebay)
    ampe pake muka di imut2in lagi buat bujuk chulie…
    eh tapi aq suka yg kayak gtu baik gak marah2 gtu…
    rasa ny liat ny manis hahaha wah minnie kapan lahiran…??
    udah gak sabar liat kyuminjunior deh ….
    eh chukkae deh buat mimi ama siwon akhir ny…
    setelah sekian lama perjuangan berbuah manis (?)
    tapi gmana kabar ny tuh yeye ama mochi ??
    gak nongol di sini eonn??
    tapi kayak ny udah maju pesat yah eonn…??

    ayo eonn lanjut kand…
    aq selalu deh nunggu next chap ny…
    daebakk aja buat sebass eonnie..^^

  19. eooooonnn… kerenn…..d*o*b
    daebaaaaakkkk….
    mantap pokoknya
    pengen punya suami kaya Kyu… enak bener Umin….
    hhhuuuwwweeeee TT
    eooonnn,… minta Kyu dong bwat aku jadiin suami… TT#geplak sparKyu
    ngakak waktu baca ada lirik Mr.Simple nyelip di bacaan,, palagi jadi Mr.Donghae…
    sumprittt ketawa gag brenti2..
    udah eon…. lanjut terus eon.. pgen liat anak2 kyumin.. gag sabar…

  20. Thor sebas – demi apa gue kaga tau kalo ada di wp – gue sengaja ngga baca di fb – ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮.

    Gue suka saat kyu ngambek sm tingkah mini . Aaa feel nya dapet banget . Sama waktu itu tuh .
    Waktu siwon nyerah . Ecie cie – haha –

    Panjang bgt thor #dalem ati suka# pantesan lama .. Haha

  21. kakak!! ffmu bagus bgt. setiap kalimatnya punya makna yg dalam bgt. ini ff pertama yg bikin aku suka bgt sama kyuhyun. klo bca nih ff berasa kita ada di dalamnya. pokoknya stiap ffmu kak, bgus bgt! berkesan bgt. gak bakal bosen baca ff mu kak🙂

  22. omo kyu mandiin umin..!!!
    huaaaa #histerisgaje
    suka banget liat Han-wook…part mereka kurang banyak is is is #ngedumel #ditabok
    mana umin mau melahirkan dlm waktu dekat pula…aku masih pgn umin hamil deh #apasih
    siwon-mimi jug co cweet >////<
    daebak onn..!!

  23. Daebak.. bikin lagi ya onn..
    makin lama ni ff makin rame aja..
    aku perlu 2 hari baca ff ini gr2 panjang banget.. hehe
    HWAITING ONN,,

  24. haaa,,
    di episod ini bwaanya mau senyum mluuu,,,,,,,,,,
    dah lama nunggu akhirrnya,kluarr jga…….

    aq ja yang bru bca setengah dah….
    seneng bgettttt !!!
    hahaaaaaahhhhh………….
    senangnya membaca nolu mu onnie

  25. Eonnie,,,,,
    sumpah ffx keren banget,,,,
    setiap cast dpet porsi ceritax masing”,,,,
    walaupun pnjang tapi gak ngebosenin,,malah seru,,,
    daebak eonnie,,,,,
    eonnie hwaiting,,,^^

  26. ga sabar nih eonn nunggu anak kyumin lahir…
    ditunggu next chap ny ya eonn..

    love u sebas eonni ^^…

  27. umin kyu mandi breng gimanaya?!
    #penyakityadongismenyakumat.
    chulie,bummie,woonei,gege,wokie,dan mimi chukkae!! buat lulusnya.
    gege tambh autis #plak.
    buat sebas unnie DAEBAK.. teruskan karya mu kami mendukungmu..^^

  28. YeeeaaaaaYY .. Horraaay akhirnya di part ini ada Hanwook ^^ *kangen banget ma couple 1 ini*

    Hmm mungkin ini adalah part FF terpanjang yang pernah gw baca, hahahah
    tapi Good Job eonn , bingung mau comment apa yang jelas emang setiap ff eonn itu selalu bagus, adaaa aja yang bikin beda dari setiap part partnya ..
    waahh Kyu juga di sini makin protektip banget da ah ma minnie ..

    “Akhirnya mimpi yang selama ini gw impikan terwujud, punya PACAR, hahahah”
    Siwon says .

    heheheh Chukhae ya Siwon, salahin eonn Sebas noh yang baru buat lu punya pacar pas lulus , heheheh #PISS eonn Cantik ..

  29. kak mamooooooo
    ahhh ~~~ panjang banget NOLU chapter 50 <
    hahahaa
    hmmmm, ini cerita kombinasi sama pemenang kuis NOLU gak kak ?
    soalnya gw ngerasa agak beda sama NOLU NOLU sebelumnya
    tapi tetep asyik bagi gw !!!! heheheh
    satu lagi , gw suka Quotes lo kak "Jatuh cinta itu terasa indah jika terjadi pada orang yang tepat dan pada waktu yang tepat" dalem bangetttt❤

    sukses terus buat kuliah sama fanfict fanfict selanjutnya ya kak !!!!
    cheeeeerrss ^^
    No Other Like You , Sebastian Mamoru <3333333

    Erista Jungsoo ټ

  30. hwaaa ..
    NOLUUUUUU . .
    Akhirnyaaaa di buka jugaa , ,heheh
    tambah so sweet aja tuh KyuMin..
    tp disini aku suka Siwon sama Zhoumi , , si zhoumi gengsi banget, untung luluh,,
    pengen bunga mawar putih nyaaaaa . . siwon so sweet bgt /. .
    kapan yaaa Minie melahirkan,, ga sabar liat anakna (?) ..
    lanjuut eon , ,wkwkwkw

  31. Aaaaa~~ Asiikkkk dimandiin :p

    Aduh, gimana tuh? Di sabunin sama Kyu apa gimana? Yang gak kebayang tuh pas Kyu ikutan mandi >/////<
    Wakakakakakak

    Kak, bosen nih liat si Kyuhyun pemarah mulu, manjain Sungmin kek kaya gini. Sebel sama si Kyuhyun T^T

    Oia, anaknya kembar? Kalo kembar, namanya Roro sama Noa yah. Hohohohoho
    #plakk

    Lanjut Kak!! =)

  32. halo, aku reader baru ^^
    udah baca 3 hari yg lalu tapi baru komen

    waktu liat judulnya, udah fifty –50 kan berarti? kaget. berarti udah panjang banget ceritanya.

    kubaca-baca ceritanya bagus. dan yang bikin aku heran tuh, minnie masih sekolah kan? kok hamil? dari situ akhirnya aku mutusin maraton baca dari part satu. ceritanya seru. hahaha, karakter minnie-nya itu loh. polos banget kayak mukanya tapi diawal-awal gayanya kayak preman pasar, lol

    ceritanya juga panjang, jadi puas bacanya, kkk. sejak tadi pagi aku buka kukira ada apa kok blognya diprotect padahal aku baru baca sampe part 30. penasaran setengah mati.

    ayeyeye. authornya jjang! *tenteng pompom* D to the A to the E to the B to the A to the K

  33. KEREN! DAEBAK!
    SEBAS EONNI IS THE BEST!
    Finally, nolu nongol lagi :’D *nangis bahagia*
    Speechless bngt nih aku~ part ini keren bngt! Bukan berarti part2 yg lain ga keren ya :p

    Sebas eonn~ saranghae deh xD♥

  34. uni!!!!! mianhae^^V aq baru comen di blog sekarang setelah ada surat tagihan hehehe^^
    kirain minnie bakalan ngelahirin di capter ini, aq udh nunggu2 , aq sekarang juga tertarik dengan kichul yang makin lama makin unik aja,, apa?? chul pingin hamil!!omo,sabar ya sayang,,hahahaha uni jangan hiatus lama2 ya ,nanti kl aq kangen gi mana?? huh?? T-T love u unni *hug

  35. onnie, miane bru comment, bru sadar ada nolu hehe
    onnie ! kyuhyun lulus ga sih?? jangan dibuat ga lulus ataupun lulus dengan nilai rata” kasihan minnie sama anaknya, mau dikasih makan apa sama papanya?? yayayayayyayaya *asah golok*

    mimi and siwon makin so sweet aja ><

  36. annyeong eonni,, reader baru n baru comment juga nii. hhehe,,
    eonni NOLU nya keren! semua pasangan di ceritain dg sangat bgus! two thumbs for eonni😉
    tapi, kelulusan nya kyuhyun kok gantung? dy lulus kan eonni??
    tapi SiMi nya keren! coo cweet ><
    ku tunggu chap brikut nya eonni..
    fighting!🙂

  37. huwaa…..yesung kok jd bgono ccc……….
    simi couple hemmmm,,,,,,,,,,,,,,manisnya
    klo dlm msa2 ujian mang semuanx jd setres,,,,tp klo uda tau hasilx ,,leganya

  38. aaaaah aku merinding haduh haduh
    fiuh udah ngga (?)
    50!!! ayo sampe part 300 kak! wehehehhe :p
    makasih udah bikin cerita kak sebaaas. i love nolu🙂

  39. bguzzzzz,krennnn,pkok’a daebakk dehhh..
    ayoo eonni lnjutin NOLU’a..
    klo bza smpe kyumin pnya cucu..
    cba nihh NOLU di bkin novel,wahhh sneng dahh..:D

  40. eonniee..
    mianhaeyoo baru comment sekarang..
    bukannya gak mau comment, tapi tiap kali comment pasti deh gak muncul..
    apalagi selama ini olnya lewat hapee..
    baru sekarang ada kesempatan buka wp dari kompie..
    eonniee,, cerita yang ini ama yang all my heart keren bangeett..
    pengen tau kelanjutannya..
    mian lagi eon jadi koment yang all my heart disini, soalnya ff eon yang all my heart udah keburu di protect sebelom saeng sempet koment..
    mianhae ya eon..
    hayuu keep writinggg..
    ^^..

  41. hwa!!! keyen~~
    aku jadi termotivasi ama siwon oppa😀
    aku mau ngucapin makasih ama onnie😀
    karena FF buatan onnie,, aku jadi termotivasi🙂

  42. eonni!!!!!!!!!!!!! itu minnie sama babynya unyuuuuu ><
    ya tuhan….tuhan…. cepat lahiran lah kau minnie wkwk *abaikan*
    DAG DIG DUG JEGER banget jadi siwon ituuuuuuuuu ^^

    ayoo eonni next chapter ditunggu banget!!!!!!!!!!!! Kamsahamnida~

  43. CTEEERRR CTEERRR
    perasaan saya mah kayak petasan meledak ^^
    senang banget liat semua cast bahagia gini =D
    aduhhh tinggal tunggu anak kyumin melakhirkan, pesaran deh kayak apaan anaknya ^^
    lanjuttttttt!!! mood saya yang droop langsung bangkin full happy baca FF ini ^^
    wahhhh makasihhh atas FF yang keren2 ini ^^
    panjang lagi, jadi puasss bener bacanya =D

    lanjutin ya ching ^^ DAEBAKK BUAT FFnya ^^

  44. hweeeeeeeeee~ siminya so sweeettt…>,<

    uaahhh~ aku ikutan dong kyupil wktu mandiin mingnya…. #plakkk~

  45. Jiaaakaaa, telat dah gw bca NOLU :((
    Part yg ini bner2 lengkap dah, wookie ma gege yg makin romantis, wonnie ma mimi yg malu2 meong tpi akhirnya jdian jga, kyu yg perhatian gila ma minnie n si evil chullie yg month nikah ma kibum😀
    Pokoknya seru dah🙂
    Aaaa, ada bu tukinem d sna, enth knpa gw kangen bgt ma tu org *jiaaah –”
    Hahahahaha, bu tukinem jjang !!
    Bwt sebas, lanjut trus yah jgn patah semangat :*

  46. omonaaaa~ daebaaaakkk
    keren banget ffnya author..
    aku mpe berulang2 bacanya, tapi di page..hehe

    Kyu sweet banget,, enak nih Minnie dimanjain kek gitu,, aku mau Kyuuu..wkwkwk *ditabokyesung
    gpp kan thor aku baca nolunya di blog author ini…>.<
    NOLU nice ff, ff favorite aku…*gatanya

  47. wonmi jadian!!!! akhirny T~T y ampun stlh sekian lm >< hahaha~
    asik"
    kichul jg mw nikah!!! yes undang ak lgi y!! *ehh~

  48. Woow,,, ini panjang banget…kekekek. Lagi lagi, nice~
    hehe.
    Btw,, aku suka SiMi. kkkkkkkkk~

  49. hahhaha kyu sih galak jd anaknya marah. ucapan chulie ampuh juga.
    ciyeeee kyu jadi baik dan manjain minnie ^^
    tapi aneh kalo liat sikap kyu kaya gitu.
    selamat kyumin, kichul, hanwook, simi🙂
    selamat kalian lulus ^^
    aigoo ga nyangka minnie bentar lagi mau melahirkan :’)
    semoga minnie nanti pas melahirkannya lancar.
    beneran ga sabar liat anak kyumin.
    selamat simi akhirnya jadian juga.
    hanwook yang makin mesra.
    dan kichul yang mau nyusulin kyumin bentar lagi.
    huaaaaaa beneran bahagia liat kalian bahagia.
    yery terus belajar.. semangat!!

  50. Aduuuh si Kyu manis’y kebangetan…takutnya ntar Ming diabetes hehe..
    ga kerasa mereka udah lulus aja…rasanya ga rela nich *digebukin*
    chp ini campur2 pokoknya….sedih cemas deg2an seneng jadi satu…
    kok jadi pngn Ming hamilnya dilamain yah biar ni crta makin panjaaaang*digetokSebas*

  51. Hahaha, donghae tipe appa yg overprotectif.., lucu bgt liat klakuannya😀 msk cemburu ama calon mnantu sndiri..wkwkwkw😀

    Akhirnya perjuangan siwon bwat mndptkan mimi berhasil juga..🙂 #chukkae

  52. eaaah minnir dikit lagi melahirkan yaaa .. jadi ga sabar sendiriiii hahaha

    ohya thor saya heran deh semua cast sj ada disini kecuali shindongh.. kenapa thoor??

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s