≈Suju Crazy-{Eunhae is Coming!}≈

Sebas Hospital

Pagi hari yang indah dan berjalan seperti biasa. Sama halnya yang terjadi di dalam sebuah rumah sakit terkenal se Korea Selatan. Di sini, Hanchul—pasangan paling terkenal dan tereksis satu rumah sakit, sedang berada di kamarnya dalam keadaan tenang sambil menikmati sarapan paginya. Sementara Kangteuk sibuk berlarian ke sana kemari sampai sampai manjat ke atas genting kalau saja tidak di teriaki oleh Dokter Sebas (maklum semenjak ngasih hadiah ke reader, author satu ini jadi mendadak miskin dan akhirnya ga punya duit buat bayar kalau ada kerusakan genteng)

“Teuki!!!!” teriak Sebastian dari arah taman, “ajak Kangin turun atau kalian saya masukin ruang isolasi!!! Turun ngga!!!” ancamnya tidak main main

“Yahhh~” keluh Kangteuk bersamaan, “Dokter ngga seru ih! Ganggu orang main aja….ya udah Teuki, kita main di dapur aja yuk—main bakar bakaran” celetuk Kangin menggendong Teuki turun pelan pelan dari tangga yang mendadak berada di sana

*ini rumah sakit atau tempat ajaib sih?*

“Itu juga NGGA BOLEH!!!!!” Pekik Sebastian mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya—semenjak Kangin makin akrab sama Teuki sampai tinggal satu kamar bareng, Sebas merasa itu tidak berdampak baik sama sekali. Malahan sekarang Teuki makin merajalela mengingat Kangin akan selalu ada untuk membelanya (dan menghalau Sebas setiap kali mau memberikan hukuman buat Teuki)

Wajah Teuki berubah cemberut, “terus kami main apa Bu Dokter??”

“Main tak umpet kek, main di kolam ikan juga ngga apa apa! Aishh kalian bisa tenang dikit ngga kayak Kyuhyun sama Sungmin aja! Mereka anteng tuh di kamar ngga ganggu siapa siapa” balas Sebastian sambil menunjuk kamar Kyumin yang tertutup dari tadi pagi—tuh pintu hanya terbuka pada saat Sebastian mengantarkan makan pagi buat mereka

“Yee…Bu Dokter….Sungmin kan ngga keluar karena di racunin pikirannya sama Kyuhyun biar ngga main lagi sama kita” sungut Kangin sinis

“Bener Bu!!!”

Sebastian mengelus dada—berusaha sabar, “sudahlah yang penting mereka tenang tenang saja hampir sama kayak Hanchul, udah ah!! Kangin! Teuki! Kalian ngga mau ngabisin sarapan kalian? Tuh Bu Dokter bikinin cokelat bentuk dino buat kalian” rayunya pada Kangteuk. Dan benar saja, mendadak wajah mereka berubah senang sambil mengangguk cepat, “ada cokelat Kangin!!! Kita kembali ke kamar yuk!!!!”

“Ayo!!!” Kangin menggandeng tangan Teuki lalu mereka berdua berjalan beriringan, menganyunkan kedua tangan ke arah pintu kamar paling pojok

“Ah….” Sebas menghela nafas panjang, “satu pasang orang gila berhasil di amankan—sekarang saatnya bersih bersih” Ia mulai meninggalkan gunting rumput dekat bebatuan untuk pergi mengambil kain pel, biasa tugas harian. Kan Sebastian merangkap segala galanya, tukang masak, tukang bersih bersih dan konsultasi psikologi

Sementara semua pasien rumah sakit jiwa sudah pada anteng di kamar masing masing dan Sebastian sibuk menggulung celana panjangnya serta melepaskan pakaian dokternya supaya lebih gampang mengepel lantai, tiba tiba dari luar pagar terdengar bunyi dentuman heboh

BRAKKKKKK

“Berada di mana kita sekarang Donghae?” tanya seorang lelaki berpakaian rapi—lengkap dengan kacamata hitam masuk ke dalam rumah sakit jiwa

Sesosok perempuan mungil terlihat mengekor dari belakang, “hm, kita berada di rumah sakit—Sebas Hospital pak, ya benar—ini rumah sakit yang akan kita likuidasi” penjelasannya tepat dan jelas

Sebastian yang sedang mengepel koridor, menyipitkan mata penuh rasa ingin tahu—tetapi raut mukanya berubah murka ketika dengan sengaja pria tersebut malah menginjakkan kakinya di lantai bersih mengkilap. Tanpa basa basi, Sebastian berdiri dan menunjuk muka sang lelaki dengan kesal, “maaf, anda siapa bertamu ke tempat saya tanpa meminta ijin sama sekali” tanya Sebas tanpa basa basi

Lelaki itu menghentikan langkahnya dan berpaling ke arah Sebastian—di lirik dari atas sampai bawah. Ia mendengus sejenak, “sebaiknya pembantu ngga usah ikut campur masalah saya—cepat panggil pemilik tempat ini kemari, saya ada urusan penting” suruhnya

Sebastian menggeram penuh amarah, “saya bukan pembantu!!! Sayalah pemilik tempat ini—ngga liat apa name tag saya!!!” unjuk Sebastian agar lelaki itu bisa melihat papan namanya bergelar dokter di saku kemejanya

“Eh?” sang lelaki yang bernama Eunhyuk itu melongo tidak percaya. Ia perlu melihat lebih seksama sebelum mengubah sikapnya yang agak kurang ajar barusan, “Ah—maaf…..saya kira anda siapa, habis mana ada pemilik tempat yang ngepel kayak Office Boy di sini, hehehe”

“Maklum pasien saya aja cuma ada 6 gimana mau ada pemasukan” keluh Sebas sambil memakai kembali jas putihnya, “buat menekan pengeluaran saya merangkap menjadi segala macam—bahkan terkadang saya juga jualan bubur ayam di luar rumah sakit pagi pagi buta—lumayan buat nambah uang saku, hehehe” sambungnya lagi tanpa ada rasa malu sekalipun sampai sampai Eunhyuk agak mempertanyakan tingkat kewarasan dokter Sebastian. Bukankah sudah terkenal kalau banyak dokter ahli kejiwaan ikut gila gara gara kelamaan mendekam bersama pasiennya?

“Oh gitu” tanggap Eunyuk tidak berminat, “Hmm—saya punya maksud tertentu untuk menemui anda, bisa kita bicara di tempat yang lebih privasi?” tanyanya resmi dengan tatapan menyelidik ke sekeliling ruangan karena entah sejak kapan, Hanchul, Kyumin dan Kangteuk sudah melengok dari pintu kamar—menguping pembicaraan mereka—ingin tahu

Sebas mengangguk pelan, “bisa—mari silahkan” ia mengajak Eunhyuk dan Donghae—yang menurut Sebastian adalah sekretaris Eunyuk menuju ruang kerjanya di luar bangsal rumah sakit

Di sanalah mereka duduk saling berhadapan dan mulai membicarakan segala sesuatunya, “saya tidak mau berbasa basi—Dokter Sebastian, jujur saja saya sudah mengetahui kalau anda—seorang Dokter telah memalsukan laporan keuangan rumah sakit ini untuk menipu orang pajak” seringaian lebar terulas sempurna di bibir tipis Eunhyuk ketika menangkap sorot ketakutan dari wajah Sebastian, “jangan di kira anda akan bebas dari jerat hukum, Nona” bisik Eunhyuk dengan ringan merebahkan diri di atas sofa nyaman. Sementara Sebastian mulai mengeluarkan keringat dingin, terbata bata dan membuka mulutnya yang bergetar kuat, “ka….kamu…..tukang pajak?” desisnya terperangah

Eunhyuk langsung menggeleng, “tidak….tapi….saya tahu—saya tahu anda—“

“Huaaaa maapppp” potong Sebastian sambil berlutut penuh isak tangis pilu di depan Eunhyuk, “saya lagi bokek beneran—jangan tangkep saya Pak!!! Nikah aja saya belum!!! Seunghwan sih pake wamil segala! susah kan jadinya buat saya nyulik dia kawin” ucap Sebastian geje, “kan saya sudah bilang—pasien saya ngga nambah nambah!!!! Gimana mau nyari makan dengan enam pasien doangg!!! Huaaa, tolong jangan masukin saya ke penjara!!!!” pinta Sebastian dengan begitu memohon. Di lengkapi air mata, lendir yang mulai berjatuhan dari hidung peseknya dan suara lenguhan sedih mengalun indah dari bibir Sebastian

*pinter kan akting gw?*

“Aisshhh!!! Udah dong jangan pake nangis!!!” Eunhyuk yang merasa tidak enak langsung menyuruh Sebastian bangkit berdiri sambil menyuruh Donghae agar menyiapkan dua gelas teh untuk mereka, “saya memang tidak mau melaporkan anda pada Polisi—tetapi ada syaratnya….” Kata Eunhyuk bernada misterius

Sebastian segera menghentikan aktingnya yang handal, “syarat? Apa nih? Kalau duit saya ngga punya”

“Bukan bukan uang!!! Tapi..” Eunhyuk menengok ke samping—tempat di mana Donghae berdiri dengan raut wajah datar, tanpa eskpresi. Ia menghela nafas berat saat kembali berhadapan dengan Sebastian, “Anda harus bersedia memberikan kuasa rumah sakit ini kepada saya sebagai upah tutup mulut saya, bagaimana?” tawar Eunhyuk

Permintaan mustahil. Pikir Sebastian. Hanya rumah sakit ini yang ia pertahankan sampai sekarang—bahkan Sebas rela menjual bubur ayam di depan guna memberi makan ke enam pasien yang sudah di anggap sebagai keluarganya sendiri

“Maaf…dengan berat hati saya menolak—“

“saya bisa laporin kamu ke polisi loh!” ancam Eunhyuk memotong ucapan Sebastian

“Iya ngga!!! Ngga!!!” elak Sebastian menyerah, “baiklah…..saya akan memberikan seluruh jiwa saya dan perhatian saya saat membuat rumah sakit ini dari awal mula, banyak hal—“ pidato aneh Sebastian langsung di stop oleh Eunhyuk menggunakan tangan kirinya, “Ya! Saya tidak perlu itu! Baiklah berarti…” ia mengedarkan pandangan ke sekeliling—kantor utama Sebastian, “kamu perlu mengeluarkan barang barang kamu dari sini karena mulai besok saya yang akan menempatinya”

Mulut Sebastian menganga lebar, “secepat itukah?” katanya sok mendramatisir keadaan

“Yup!!! Cepet kamu angkat tuh lukisan gede amat!! Siapa sih ngga penting, terus itu…itu juga!!” Eunhyuk mulai menunjukkan otoritasnya. Ia di bantu oleh Donghae langsung menurunkan seluruh kenangan Sebastian tentang sosok Seunghwan dalam bentuk, figuran, kalender, note bahkan gantungan kunci

*Sebas itu fans stalkernya Seunghwan wkwkwkkw*

“Nah kamu juga ga boleh tidur di tempat utama—biar saya dan Donghae yang menempati tempat itu!!” usir Eunhyuk dengan tidak hormat. Namun Sebastian masih bergeming di tempat lalu menatap heran pada Eunhyuk, “Anda dan Donghae?? Tidur bareng???” tanyanya benar benar terkejut

“Eh? Bukan bukan itu maksudku!!!” buru buru Eunhyuk membetulkan kalimatnya, “aku..Donghae……” mendadak ia menjadi salah tingkah saat Donghae dengan begitu polosnya berceletuk tepat di depan Sebastian, “memang kapan kita nikah Hyukkie? Kamu kan cuma—mppphhhhh” Donghae tidak bisa meneruskan ucapannya karena sudah terlanjur di bungkam oleh Eunhyuk dari samping, “Aishh!!! Yang jelas ini bukan urusanmu!!! Terserah saya dong mau tidur bareng Donghae apa bukan!!!” sergahnya dengan sikap berubah posesif sambil meletakkan satu tangannya di pinggang Donghae—menariknya mendekat

Melihat itu, Sebastian memutar kedua bola matanya, “meski saya bukan pemilik lagi, tetapi saya sangat menjunjung tinggi norma Pak, pasien saya aja meski tidur satu kamar bareng ngga pernah berbuat aneh aneh tuh”

“Masa bodoh!! Kamu kan sekarang berstatus pembantu, jadi jangan urusi masalah majikan!!” kata Eunhyuk mendorong tubuh Sebastian keluar ruangan beserta barang barangnya—tidak peduli mendengar raungan protes dari perempuan aneh tersebut

BLAMMM

“Ah selesai juga ngusir dokter gila itu hehehe” Eunhyuk kembali pada Donghae yang menatapnya dengan tatapan sendu, “apa kita tidak keterlaluan Hyukkie….dokter itu kan tidak tahu apa apa….” Bisiknya pelan dan lemah

“tidak kok” Eunhyuk mengelus rambut Donghae lembut, “kamu istirahat aja—pasti kecapean kan, tuh bibir kamu pucat…tidur yuk” ia menggiring Donghae selangkah demi selangkah memasuki kamar milik Sebastian, membaringkannya di atas tempat tidur lalu mengecup kening Donghae sekilas, “tenang saja Donghae….kita akan baik baik saja di sini” bisik Eunhyuk ikut merebahkan diri di samping Donghae, memeluknya erat

“Baiklah, aku percaya padamu” balas Donghae memindahkan berat kepalanya di atas bahu Eunhyuk sambil memejamkan mata perlahan, “aku percaya padamu Hyukkie..”

Eunhyuk hanya tersenyum halus dan kembali meraba raba wajah pucat Donghae, “kau akan baik baik saja…..selama ada aku, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita….”

*****

“MAKAN!!!! TENG TENG!!!” Eunhyuk memukul panci penggorengan sama seperti Sebastian seperti biasa memanggil para pasien buat berkumpul di ruang makan, “AYO MAKAN ANAK ANAK!!!!” teriaknya lagi

“Makan!!!!” Kangin dan Teuki saling berkejaran agar bisa sampai lebih dahulu dari yang lain sementara Hangeng menggandeng tangan Heechul dengan anggun—sudah terbiasa melakoni diri seolah olah mereka akan makan di restoran mewah. Lalu dari ujung ada Sungmin dan Kyuhyun sama sama bertatapan, tersenyum dan berbicara lewat tatapan kedua pasang mata. Benar benar seperti Korea hanya milik mereka berdua deh

“Eh?? Kok bukan Bu Dokter yang masak?” tanya Kangin saat mendapati Donghae sedang membagi satu persatu lauk dan sayuran ke piring masing masing, “Sebastian lagi sibuk saya suruh bersihin tempat sampah di belakang” jelas Eunhyuk kembali ke sisi Donghae—hendak membantu ‘sekretarisnya’ itu, “dan mulai sekarang saya yang akan menjadi pemilik rumah sakit~!! Ingat itu!!!”

Ternyata pengumuman penting Eunhyuk di tanggapi dingin oleh seluruh pasien

“Asal kamu jangan lebih cerewet dari Dokter, jangan suka ngelarang kami ini itu, kami sih siap siap saja ganti kepemimpinan” kata Heechul agak angkuh

“Setuju!!!!” sahut Teuki mengangkat kedua tangannya, “Bu Dokter sering marahin kami ngga boleh main bebas sih…”

“Iya” kali ini Sungmin ikut buka suara, “Bu Dokter pelit!! Jepitannya aja ngga boleh di pinjem”

“Baiklah baiklah!” Eunhyuk menenangkan semuanya sambil memberi isyarat agar seluruh pasien kembali makan dengan tenang, “Kalian bebas apa aja—ngapain aja, selama tidak membahayakan nyawa orang lain dan tidak KELUAR DARI RUMAH SAKIT!! Gimana? Deal?” tawaran Eunhyuk amat menggiurkan seluruh pasien—kapan lagi coba bisa sebebas ini?

“DEAL!!!” Jawab semua orang bersemangat

Tetapi….hanya selang beberapa jam….Eunhyuk sudah menyesali perjanjian yang telah ia buat

Jam 02.00 dini hari

“Aku dan Kamu~ saling mencintai selamanya…huoooo~ Cinta kita abadi!! Selamanya…..!!!!” alunan musik dengan volume paling poll terdengar dari kamar Hanchul. Mereka sengaja berkaraoke ria sampai pagi dengan suara pas pasan dan musik super duper jadul—membuat Eunhyuk dan Donghae yang berada di kamar utama, berjauhan dari bangsal rumah sakit harus menutup kedua telinga mereka, “Argghh!!! Dari siang mereka kok belum berhenti berhenti!!” erang Eunhyuk memindahkan bantal bantal mungil agar menutup telinganya lebih kuat

“tidak tahu…” sahut Donghae lelah, “aku pusing mendengarnya Hyukkie….aku…” helaan nafasnya mulai memendek, di sertai dengan suara lenguhan yang menimbulkan kepanikan bagi Eunhyuk, “Kau tidak apa apa? Donghae?? Sebentar aku akan menyuruh mereka berhenti!!”

Karena takut sesuatu buruk terjadi pada Donghae, Eunhyuk langsung berlari ke arah bangsal tepatnya di depan kamar Hanchul. Di ketuknya kencang, “Woi!!! Ini udah tengah malam! Bisa udahan ngga nyanyinya!” suruh Eunhyuk mulai emosi

“Ngga!!! Kan kata Pak Dokter tadi kita boleh bebas asal tidak keluar rumah sakit dan membahayakan nyawa orang lain! Berarti nyanyi boleh dong~” sahut Heechul dari dalam tanpa mau repot repot buka pintu kamarnya

“Tapi ngga sampai pagi juga!!!” balas Eunhyuk frustasi

“Masa bodoh!” sifat keras kepala Heechul makin menjadi jadi. Dia malah sengaja memasang dua speaker yang tidak terpakai sehingga menambah volume suara pada saat mereka berkaraoke

Seolah olah bentakan Eunhyuk hanya suara angin belaka. Hanchul kembali bernyanyi dengan suara pas pasan yang memekakkan telinga Eunhyuk di depan pintu, “Aku DAN KAMU!! SALING MENCINTAI!!! SELAMANYA~ UOOHHHH”

“Arghh!!!!! Dasar orang gila!!!” maki Eunhyuk teredam oleh suara Hanchul. Belum sempat ia berjalan kembali ke kamarnya dan Donghae, tiba tiba Eunhyuk mendengar suara bercakap cakap di atas genting rumah sakit

Kangin dan Teuki duduk di sana sambil bermain kartu…

“Kamu kalah Teuki!! Hehehe, lihat kartu aku Full House!!! Sementara kartu kamu cuma Straight doang!!” kata Kangin mengambil sebagian batu kerikil yang mereka curi dari taman sebagai ganti uang dalam taruhan permainan kartu

Teuki cemberut sok imut, “masa dari tadi aku kalah terus Kangin…nanti uangku habis dong~ ngga bisa buat beli es krim” curhat melayangkan tatapan memohon kepada Kangin

“tenang saja” Kangin menepuk tangan Teuki secara lembut, “kita kan bisa minta sama Dokter baru buat beliin kita es krim hehehehe”

“Hmm, iya juga hehehe—dia keliatan jauh lebih kaya dari Bu Dokter”

Eunhyuk yang mendengar percakapan sepasang orang gila dari bawah hanya bisa mengelus dada—berusaha menahan amarahnya. Enak aja, mentraktir orang gila? Aishh ternyata begini toh rasanya Sebastian. Pantesan aja dia ngakalin orang pajak—wong duitnya habis buat meneraktir orang gila terus. Kata Eunhyuk membatin

“Kangin! Teuki! Kalian ngapain di atas malam malam. Turun!! Kalian nanti bisa masuk angin!!” bujuk Eunhyuk sambil memberikan tangga yang entah bagaimana bisa muncul pada saat saat di butuhkan. Kangin dan Teuki saling bertukar pandangan murung, “katanya kita bebas ngapain aja Pak Dokter. Kan kita udah ngga nakal ya kan Kangin?” keluh Teuki akhirnya mengalah karena wajah Eunhyuk berubah berang menatap mereka berdua

“Iya…Pak Dokter ngga konsisten nih ngomongnya” sambung Kangin ikut cemberut

“Udah turun sekarang juga!!! Dan masuk ke kamar lalu tidur! Tidak ada tapi tapian!!!” bentak Eunhyuk tanpa ampun. Ia sendiri yang menggiring KangTeuk dari belakang—memastikan mereka tidak kabur lagi ke genteng rumah sakit

“Fuih…..beres deh…..” Eunhyuk mengelap keringat yang membasahi dahinya dan berpaling ke arah kamar Kyumin yang terlalu tenang. Tatapannya menyelidik tajam, “tapi mereka ngga keluar……ngapain aja sih di dalam betah amat” karena penasaran, Eunhyuk mengendap endap menuju depan pintu kamar Kyumin tanpa mengindahkan teriakan ala Gangster Hanchul yang masih membahana hingga detik ini

Di intipnya keadaan dalam kamar dari jendela samping pintu. Kyuhyun dan Sungmin sedang bertatapan tatapan sambil bertopang dagu tanpa berkedip sama sekali.

“Kyu..” bisik Sungmin pelan

“Hmm?”

“Aku lelah, mau tidur—boleh ya?” pinta Sungmin tidak tahan lagi. Apalagi matanya mulai terasa kering akibat tidak berkedip dari tadi

Kyuhyun mengangkat bahunya, “terserah tetapi kau akan kalah dan itu berarti besok aku—“

“NGGA MAU!!!” elak Sungmin sambil menggeleng kesana kemari, “aku mau di atas!!! Ngga mau tahu!!!”

“Masa kamu terus di atas, sekali kali aku dong” rajuk Kyuhyun namun tetap tidak mengedipkan matanya sama sekali

“hmm….” Sikap keras kepala Sungmin agak melunak, “boleh deh, tapi malam ini aku yang di atas, gimana? Besok besok kamu deh—habis capek kalau harus tanding ngga kedip selama 13 jam! Aku kan pasti kalah!”

“Hehehe, baiklah kalau itu maumu—kita berhenti bermain” Kyuhyun menyeringai puas seraya mengatur tempat tidur mereka yang berdempet menjadi satu

Sebenarnya Eunhyuk dari tadi penasaran—apa tuh maksudnya atas dan bawah? Kok agak mencurigakan. Pikiran Eunhyuk yang berating 17 tahun ke atas sudah membayangkan jangan jangan setiap malam Kyuhyun dan Sungmin melakukan…..

Benar saja, posisi tidur Kyuhyun yang terlentang seolah olah siap di apain saja sama Sungmin membuat Eunhyuk hampir berteriak geje.

“Hyaa!!!” dengan semangat menggebu gebu, Sungmin melompat ke atas tubuh Kyuhyun lalu bergelung hangat di sana. Tidak peduli jika Kyuhyun sedikit menggeliat kesakitan, “Aishh bisa tidak jangan melompat Sungmin! Kau tiduran saja seperti biasa” suara protes Kyuhyun tidak di dengarkan Sungmin karena pasien manis satu ini sedang asyik mengatur posisi tidur agar bisa gampang terlelap, “hehehe—kan besok gantian Kyu, jadi aku mau menikmatinya sebisa mungkin” gumam Sungmin sambil menguap lebar, “malam Kyu”

“Fuih…malam Sungmin” jawab Kyuhyun ikut mengantuk dan membiarkan tubuhnya menjadi alas kasur Sungmin untuk malam ini

“Ck…kirain ngapain” kata Eunhyuk sedikit kecewa karena kebenaran kata kata Sebastian—pasien orang gilanya memang terlampau polos, “aishhh udah buang banyak waktu ngintipin mereka, mendingan balik ke kamar…” dengan rasa lelah karena menangani 6 pasien Sebastian yang super ajaib akhirnya Eunhyuk memilih untuk menyerah—besok pagi pagi sekali, ia harus berbicara empat mata dengan dokter wanita tersebut

*****

“Mereka menipuku…” desis Sebastian penuh penekanan. Pagi ini sehabis menjual bubur di depan stasiun, Sebastian yang sudah bersiap siap akan pulang kembali ke rumah sakit di kejutkan oleh berita di halaman depan semua surat kabar yang menceritakan dengan jelas siapa sebenarnya Lee Eunhyuk dan Lee Donghae.

Tangan kanan Sebastian meremas koran itu sampai tidak berbentuk lalu membanting pintu rumah sakit dengan keras

BRAKKK

Hanchul yang berada di taman—sedang menjemur diri dan Kangteuk yang sibuk menangkap ikan peliharaan Sebas di kolam, terkejut melihat dokter mereka satu satunya bertampang garang seperti sekarang

Bahkan Heechul saja sampai bersembunyi di belakang Hangeng karena takut. Belum pernah ia mendapati Sebastian bersikap semarah ini

Mereka membiarkan saja Sebastian terus berjalan ke arah kantor yang dulu ia tempati.

BRAKK

Lagi lagi Sebastian membanting pintu depan. Di sana Eunhyuk sedang mengecek suhu tubuh Donghae dalam dekapannya, “udah selesai mesra mesraanya?” sindir Sebastian bersingut mendekat ke arah mereka berdua

“Anda kenapa?” tanya Eunhyuk agak terkejut dengan suara tajam Sebastian

“saya kenapa?” Sebas mendengus tidak peduli, “Anda berdua yang kenapa! Lihat ini!” di hempaskannya koran pagi ini di depan muka Donghae dan Eunhyuk

Foto mereka berdua menjadi deadline utama di hampir seluruh surat kabar

Donghae dan Eunhyuk bergeming di tempat—terdiam seribu bahasa

“Apa perlu aku yang membacakan?” ejek Sebastian memungut kembali koran dari atas meja dan membacakannya keras keras, “Lee Eunhyuk 24 tahun seorang Dokter Spesialis di rumah sakit Paran International telah membawa kabur pasiennya sendiri yang bernama Lee Donghae 22 tahun! Keluarga korban langsung menghubungi polisi dan terus mencari keberadaan mereka hingga hari ini!” Sebastian sengaja memberi penekanan pada kalimat terakhir sambil memberikan pandangan matanya yang berubah serius, “Kau? kau berani menculik anak gadis orang lalu membawanya ke tempatku!!! Apa kau mau melibatkan rumah sakit ini juga!!” teriak Sebastian dengan amarah meluap luap

Eunhyuk menatap Donghae yang berada dalam pelukannya. Menaruhnya lembut di atas kursi sebelum ia berdiri dan berhadapan langsung di depan Sebastian, “Seharusnya aku jujur padamu dari awal—tapi……” ia menarik napas panjang kemudian mulai menceritakan segalanya, “aku…aku mencintai Donghae, dia menjadi pasienku sudah 7 tahun” Eunhyuk menoleh ke arah Donghae yang berwajah pucat, “dia mengidap penyakit Lupus..”

 “Apa?” meski Sebastian dokter di bagian kejiwaan bukan berarti nama penyakit Lupus terdengar asing di telinganya, “Donghae….” Sekarang giliran Sebas ikutan khawatir. Ia cepat cepat menghampiri Donghae dan memeriksa keadaannya, “apakah dia sudah minum obat siang ini??”

“Sudah—aku memberinya teratur. Tenang saja aku kan dokternya” kata Eunhyuk singkat

“Tapi!” Sebas berpaling dan kembali menatap tajam Eunhyuk, “Kau dokternya! Kau harusnya tahu dia perlu di rawat!! Kenapa malah membawanya kabur kalau kau memang benar benar mencintainya!!”

Tatapan Eunhyuk melemah. Sekejap Sebastian bisa merasakan ada hal lain yang mereka sembunyikan selain identitas dan penyakit Donghae, “Di sana….tidak satupun orang yang membiarkanku mencintainya. Bahkan kedua orangtua Donghae pun memohon kepadaku untuk meninggalkan putrinya seorang diri. Mereka juga sudah merencanakan surat rujukan agar Donghae bisa pindah dari rumah sakit tempatku bekerja setelah mengetahui hubungan kami….aku tidak bisa….dari situlah timbul ide gila untuk menculiknya dan membawanya kabur” jelas Eunhyuk pelan pelan

“Tapi….kenapa harus tempat ini? kalian bisa kabur ke pelosok desa atau kemanapun…kenapa harus..” Sebas kehilangan kata kata karena tidak habis pikir dengan tindakan aneh Eunhyuk

“Aku yang memintanya Bu Dokter” kali ini Donghae berani membuka suara. Sebastian dan Eunhyuk menoleh ke arahnya secara cepat, “Ibu tahu kan kebanyakan setiap pengidap Lupus umurnya tidak panjang….dan aku…….” Air mata Donghae mulai tumpah saat matanya bertatapan langsung dengan Eunhyuk, “aku tidak mau Eunhyuk berbuat bodoh ketika aku sudah tidak ada…….makanya aku…..hiks….”

Melihat keadaan Donghae yang rapuh, Eunhyuk bergegas menghampirinya dan memeluknya dari depan, “tenang saja—kita akan aman di sini, jangan khawatir”

“Kalian berdua memang sudah gila….” Kata Sebastian ikut terduduk dan menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangan, “Kau—Eunhyuk bisa di penjara akibat masalah ini dan Donghae….aishhh……kalian membuatku serba salah”

“Aku mohon…..aku mohon Dokter Sebastian Mamoru” pinta Eunhyuk entah sejak kapan sudah berlutut di depan Sebastian dengan tatapan putus asanya, “aku tidak mau berpisah dengan Donghae bahkan jika aku harus di takdirkan menjadi orang gila sekalipun, aku tetap ingin bersamanya—bukan orang lain. Please, tolong kami….” Lelaki tegap tersebut membungkuk dalam dalam sambil terus memohon

Mau tidak mau, nurani Sebastian mulai terketuk. Ia menatap Eunhyuk dan Donghae secara bergantian untuk meyakinkan keputusannya. Tidak berapa lama, Sebastian meminta Eunhyuk untuk berdiri kemudian mulai membicarakan segalanya, “aku—aku bersedia membantumu” kata Sebastian tegas

“Terima kasih! Terima—“

“Eits! Tunggu dulu” Sebastian memberi isyarat agar Eunhyuk dan Donghae membungkam suaranya, “aku akan membantu kalian dengan caraku sendiri jadi sekarang……kita lakukan sesuai rencanaku” ia tersenyum licik sambil membisikkan beberapa kalimat di telinga Eunhyuk yang terkejut namun susah payah ia mengangguk setuju. Mereka berdua membicarakan hal ini baik baik kepada Donghae yang akhirnya mengalah dan memberikan Sebastian kebebasan agar rencana ini bisa berhasil

“Tenang saja, aku paling pandai mengatur orang gila—jadi kalian akan tetap aman di sini” kata Sebastian penuh percaya diri

Esok harinya

“Apa anda yakin Dokter??” tanya sepasang suami istri berumur separuh baya kepada Sebastian saat mereka semua masuk ke dalam bangsal rumah sakit Jiwa

“Benar—saya membaca koran kemarin dan saya berpikir lebih baik memberitahu anda tentang keberadaan putri anda” Sebastian sok menghela nafas panjang, “saya menemukan mereka di jalan dan…….” Ia membuka pintu depan yang di gembok 13 lapis karena kemarin kemarin entah kenapa Hangeng masih bisa beli jus di luar padahal sudah di kunci rapat rapat oleh Sebastian

Appa Donghae dan Istrinya saling bertukar pandang cemas, “Maksud anda apa Dok? Jangan bilang Putri saya gila?” ucapnya tidak percaya

Sebastian tidak menanggapi apapun, “lebih baik Anda sekalian melihat keadaannya di dalam”

Sebenarnya Sebastian agak gugup dan takut setengah mati. Bagaimana tidak ternyata kedua orangtua Donghae sudah mempidanakan urusan penculikan ini ke pengadilan—alhasil meskipun Eunhyuk rela memulangkan putri mereka, dia tetap akan di penjara. Apalagi sekarang Sebastian juga ikut membantu Eunhyuk dan itu berarti penghuni penjara bertambah satu lagi

“Inilah para pasien saya….Ibu…Bapak…” ucap Sebastian sembari menunjuk Kangin dan Teuki yang tetap manjat genteng sementara Hangeng dan Heechul berjalan jalan di taman meski mata mereka awas melirik ke arah orangtua Donghae. Kalau Kyumin? Mereka biasanya anteng di dalam kamar baca buku cerita seperti biasa

Nampaknya Ibu Donghae tidak peduli atau terkesan dengan pasien Sebastian yang lain kecuali putrinya sendiri, “Dimana dia??? Dimana???” desaknya memohon kepada Sebastian

Sebastian menggelengkan kepala ke kamar di pojok rumah sakit—kamar yang dulu di tempati oleh Kyuhyun seorang diri, “dia di sana…bersama Eunhyuk”

“EH?” Appa Donghae tersentak keras, “kenapa??? Kenapa dia bersama dokter brengsek itu!!!”

“Karena hanya Eunhyuk juga bernasib sama…” bisik Sebastian pedih, “dia juga menjadi gila karena membawa kabur putri anda”

“HA?” Sebastian berhasil membuat mereka terkejut untuk kedua kalinya, “Dokter Eunhyuk…..dia……”

“Lebih baik anda berdua melihatnya sendiri” ia menuntun dari depan—berjalan agak cepat sedangkan kedua orangtua Donghae berusaha mengimbangi langkah Sebastian sampai di sebuah kamar terpencil dan ada suara bisik bisik di dalam sana

TOK TOK

“Hyukie….” Sapa Sebastian lembut, “buka pintunya—Dokter bawa tamu untuk kalian”

“TIDAK MAU!!!” Teriak Eunhyuk dari dalam, “AKU TIDAK MAU BUKA!!! BU DOKTER MAU MEMISAHKAN KAMI KAN!!!”

“tidak….” bujuk Sebastian sekali lagi, “Ibu janji….” Suaranya terhenti sambil menengok ke arah belakang, seolah olah mengatakan memang benar kalau Eunhyuk bisa mengamuk setiap saat, “anda dengar sendiri kan?”

“Tapi kami tetap mau melihat putri kami!!!” sergah Ibu Donghae bersikeras. Ia mencengkram tangan suaminya erat erat

“Baiklah…” desah Sebastian dengan sebelah tangan mengeluarkan kunci cadangan dari balik kemeja putihnya

CKELK

Di dalam ruangan, Eunhyuk memeluk Donghae dengan posesif dan kedua matanya menatap sinis kepada ketiga orang itu—tidak terkecuali Sebastian, “ka…kalian mau apa….” Desisnya menyeringai lebar

“Eunhyuk—kau kenal mereka bukan?” Sebastian mengibaskan tangan ke arah orangtua Donghae yang berdiri agak jauh karena ketakutan melihat sikap ganas Eunhyuk, “mereka datang untuk menjenguk putri mereka, jadi apa bisa kau lepaskan Donghae sejenak?”

 “Tidak!!” Eunhyuk menggeleng kencang sementara kedua tangannya semakin erat memeluk Donghae, “kalian akan membawanya kalau aku melepaskannya? Iya kan!”

Donghae sedikit menggeliat dalam pelukan Eunhyuk, “Umma….Appa….” suara mencicitnya kembali mengeluarkan keberanian bagi pasangan separuh baya itu agar mendekat, “sayang…ini Umma…..ini…”

“Hihihi…Umma….Appa….hahaha…….hihihi” suara pelan Donghae berubah menjadi tawa, “Appa dan Umma akhirnya menemukan kita Hyukie…..hehehe…..dan kalian akan memisahkan kami….hiks…hiks…..”

 Kedua orangtua Donghae tercengang melihat sikap aneh Donghae, “begitulah…perubahan emosional yang cepat adalah salah satu ciri ciri gangguan jiwa—biasanya mereka tidak stabil dalam mengatur emosi mereka” jelas Sebastian memberikan pengertian

“Hiks….aku tidak menyangka….putriku…” Ibu Donghae mulai menangis. Ia membiarkan saja suaminya memeluk tubuhnya dari samping, “kami…”

“Andai….andai anda mengijinkan mereka untuk bersama mungkin tidak akan begini jadinya” kata Sebastian datar

“Mana kami tahu!!” hardik Appa Donghae melampiaskan amarahnya sejak tadi, “Mana kami tahu kejadiannya akan begini!! Aku tidak mengijinkan Dokter Eunhyuk bersama Donghae karena itu akan menyakitinya sendiri. Anda juga tahu kan Putri kami menderita penyakit Lupus?”

“Saya tahu” jawab Sebastian singkat, “dari gelagat Donghae yang mudah lelah dan tubuh kurusnya, saya sudah bisa menebak—tenang saja saya tetap memberikan obat—“

“Bukan itu masalahnya!” bentaknya lagi, “Kami sudah bisa menerima, kami…..” Lelaki tegap itu menatap istrinya nanar dan berpaling ketika menatap wajah putrinya yang kosong, “kami berdua sudah menyiapkan mental seandainya Donghae……meninggal….tapi—apakah kami tega melihat seorang Dokter muda, menjadi Duda karena mengambil resiko menikah dengan putri kami? Tidak! hati nuraniku tidak mengijinkannya” kata Appa Donghae tercekat

Donghae dan Eunhyuk tertegun di atas tempat tidur mendengar pengakuan orangtua Donghae.

“Anda bukan Tuhan” ucap Sebastian pelan pelan, “tidak ada yang bisa menjamin Donghae hidup lama atau singkat—vonis dokter mungkin saja salah. Selama kita adalah manusia, tidak ada sesuatu yang pasti. Anda malah menyakiti Eunhyuk jika tidak mengijinkannya merawat Donghae hingga akhir hayatnya—bukankah itu lebih kejam?”

Kali ini giliran kedua orangtua Donghae yang tertunduk bersalah karena perkataan Sebastian

“Aku mau bersamanya….” Gumam Eunhyuk membuyarkan suasana kaku di antara mereka, “meskipun itu hanya tiga hari, seminggu ataupun hanya sebulan….ijinkan aku bersamanya…..” pintanya, “aku benar benar mencintai Donghae”

“Hyukie..” bisik Donghae kembali menyandarkan kepalanya dalam tubuh Eunhyuk

“Ku mohon….” Ulang Eunhyuk sekali lagi karena kedua orangtua Donghae masih terdiam di sebelah Sebastian. Mereka terus menatap Eunhyuk dan Donghae dalam raut wajah yang tidak terbaca

“Dokter Sebastian?” panggil Ibu Donghae pelan

“ya?”

“Apakah gangguan jiwa Eunhyuk dan Donghae sangat parah? Apa tidak bisa di sembuhkan?” tanyanya lagi

Sebastian langsung memberikan opininya secara profesional, “tidak—gangguan jiwa Eunhyuk dan Donghae lebih mudah ketimbang pasien saya yang lain” Sebastian memutar kedua bola matanya, “karena mereka hanya traumatik dan mengalihkan konstrasi masalah mereka. Namun jika di beri pengobatan intensif, paling lambat hanya beberapa minggu Eunhyuk dan Donghae bisa sehat seperti sedia kala” jelasnya panjang lebar.

“Berarti…” Bapak dan Ibu Donghae tersenyum bersamaan ke arah Donghae dan Eunhyuk meski tidak berani mendekati mereka, “Eunhyuk dan Donghae bisa kembali kepada kami lagi” bisiknya lembut

“EH?” Sebastian melongo tidak percaya, “Ah bisa bisa—tenang saja, itu masalah mudah” lanjutnya berusaha mengatur sikapnya yang hampir membocorkan sandiwara mereka. Tidak ia sangka kedua orangtua Donghae bisa luluh secepat ini.

Donghae ikut tersenyum dalam pelukan Eunhyuk dan menatap orangtuanya penuh kerinduan

“Baiklah—sebaiknya kita biarkan mereka istirahat” Secara halus Sebastian mengusir kedua orangtua Donghae untuk keluar dari kamar Eunhae—maklum kalau ketahuan mereka hanya bersandiwara, penjara menjadi taruhannya

Mereka berjalan jalan di koridor dengan perasaan lebih ringan dari sebelumnya, “pokoknya kami akan mengunjungi mereka setiap minggu—sampai Dokter bisa menyembuhkan mereka…” pinta Umma Donghae yang di setujui oleh suaminya sendiri

“Baiklah—tapi anda harus memberikan saya janji, jangan sampai mereka kembali lagi kesini kalau sampai anda tidak mengijinkan mereka untuk menikah” tantang Sebastian saat membuka pagar depan rumah sakit

“Kami berjanji” ucap orangtua Donghae tegas

Sebastian berbasa basi sebentar sebelum benar benar mengunci pintu gerbang yang menjulang tinggi di depan jalan. Setelah kepergian mereka, Sebastian menarik napas kelegaan, “hampir aja ketahuan” gumamnya segera kembali masuk ke bangsal untuk memberitahukan kabar gembira pada Eunhae

___________________

Malam harinya Sebastian mengadakan pesta makan kecil kecilan di taman. Sebagai bentuk perayaan karena sebentar lagi pernikahan Eunhyuk dan Donghae akan di langsungkan

“Tapi Bu Dokter—mereka kan gila, kalau cepat sembuhnya nanti orangtua Donghae bisa curiga loh” celetuk Hangeng cerdas

“tenang saja” Sebastian mengibaskan tangan ringan, “aku sudah mengatur semuanya agar terlihat lebih alami hehehehe….sudahlah—kita harus berbahagia malam ini untuk calon pengantin!! Selamat ya!!!” teriaknya sambil mengangkat tinggi tinggi minuman jus buah ke atas (maklum Sebas ngga punya uang buat beli wine)

“Selamat!!!” pekik semua pasien kepada Eunhae

“terima kasih…aku mau mengucapkan rasa terima kasih sebesar besarnya untuk Dokter” Eunhyuk melepaskan genggaman tangannya dari Donghae lalu beranjak berdiri dan memeluk Sebastian dengan bersahabat, “terima kasih…”

“sama sama” jawab Sebastian menepuk pundak Eunhyuk, “jaga Donghae baik baik sampai kalian keluar dari sini—lihat sendiri kan, pekerjaanku banyak sekali. Jadi jangan sampai stamina Donghae drop sebelum kalian menikah”

“Baiklah hehehe” Eunhyuk tersenyum khas sebelum berpaling menatap penuh cinta ke arah Donghae

“Eh eh! Kalian mau punya anak berapa??” tanya Sungmin yang sedang melompat lompat bahagia

“kami..” mendengar itu Eunhyuk dan Donghae hanya merunduk malu malu—tidak berani menjawab

“Kalau aku..kalau aku sudah punya anak dong dengan Kyuhyun!!!” teriaknya kencang

“EH?!!” pekik seluruh pasien tidak percaya

Sebastian langsung menghampiri mereka dan hendak mencekik leher Kyuhyun kalau saja Sungmin tidak kembali berteriak heboh, “Ini anak kami!!!” di tangannya ada sebuah boneka Micky Mouse pemberian Sebastian tahun lalu

“Oh~ boneka toh..” Sebas langsung bernafas lega—karena tidak jadi membunuh Kyuhyun yang hanya menatap bingung ke arah Sungmin dan Sebastian

“Hahahaha—sekarang aku tahu kenapa kau awet muda Bu Dokter?” goda Eunhyuk mengedipkan sebelah mata, “pasti karena mereka berenam kan?”

“HA!! Adanya umurku makin pendek mengurusi mereka semua!!!” pekik Sebastian tidak terima

“Ih~ siapa juga mau di urusin sama pelayan ngga beres kayak Bu Dokter” sindir Heechul sombong sambil menggandeng lengan Hangeng

“Iya! Bu Dokter adalah pembunuh kreatifitas! Masa ngga boleh bakar gudang belakang” protes Kangin di ikuti anggukan setuju dari Teuki, “Iya!! main di atas genting juga ga boleh, dasar pelit!!!”

“Terus Bu Dokter kayaknya juga ngga suka aku punya anak dari Kyuhyun!!!” pekik Sungmin salah paham dengan sikap Sebastian yang tadi mau membunuh Kyuhyun, “tenang saja Sungmin—kalau mau, aku bisa memberimu anak yang lain” kata Kyuhyun mengandung arti lain.

“TIDAK BOLEH!!!” untuk yang satu ini Sebastian tidak bisa membiarkannya begitu saja, “kamu ngga boleh—“

“Aku mau memberinya anak ini kok” dengan polos Kyuhyun menunjukkan boneka unicorn yang berada di tempat mainan di ujung ruangan

“Oh~ aduh kalian semua membuatku hampir kena serangan jantung….lama lama, aku ke laut aja deh” kata Sebastian meminum banyak banyak jus terong kesukaannya

“Mau ngapain ke laut bu Dokter?” tanya semua pasien termasuk Eunhae secara bersamaan

“Mau nyebur! Terus nikah sama ikan paus!!! Puas!!!”

Bunyi tawa mereka menghiasi suasana malam yang biasanya tenang ini. Hampir seluruh pasien menghina dan memaki Sebastian sepuasnya—tapi aneh mungkin. Sebastian sendiri tidak marah dan menatap sayang kepada mereka semua.

Benar kata Eunhyuk, merekalah yang menghiburku setiap saat. Renung Sebastian dalam hati

THE END

Penyakit Lupus adalah Penyakit dimana anti body dalam diri kita yang seharusnya bertugas melindungi malah berbalik menyerang kekebalan tubuh kita sendiri sehingga menyebabkan pertahanan melemah

Biasanya penyakit ini di sebabkan oleh virus bernama Lupus atau bisa juga karena garis keturunan

Penderita penyakit Lupus hanya bisa bertahan dengan obat obatan sepanjang hidupnya

48 responses to “≈Suju Crazy-{Eunhae is Coming!}≈

  1. kkkkkkkk,,,,gak brenti ngakak aq bca ini eonn,,,,,,klo aq yg ngadepin pasien macem mreka,,,bsa” stress tngkat dewa aq,,,,,hehehehehe,,,,,^^

  2. huaaa unnie~ B.A.G.U.S. :’) lucu banget >.<
    coba ada orang gila beneran kayak mereka (?), pasti seru deh tuh
    kyumin yaampuuuuun, ngapain coba tanding ga kedip 13 jam?-___- dasar orang gila wkwk
    kangteuk juga hahahaha anarkis banget mau bakar gedung xD
    hanchul kayaknya dimana-mana romantisme mereka tetap terjaga ya -.- *ngiri*
    dan waaaaah eunhae happy ending nih :') hihihihi akhirnya nikah😀

    sarangahe sebas unnie :* fighting!

  3. Annyeong eonni hehe kangen deh sama ff yg ini🙂

    bikin nyengir gajelas, ikutan gila deh aku nya -,-

    sukse deh buat semua karya eonni~ Kamsahamnida

  4. Arrghhh di sini si sayang hitam…sangat2 hitam dan jadi evil dgn nipu sebas xD .Tapi di ending kok ada adegan hyukie meluk sebas!! Curang! Gw jg mau mitaaaaa!!!
    Anddddd semoga nanti hyukie blng begini jg ke gw: “kau akan baik baik saja…..selama ada aku, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita….” awww so sweet my beloved sayang…

  5. hahahhahah sumpah Kocak abis ni ff
    tapi ada bumbu bumbu sweet nya juga dari couple eunhae❤
    Like lah eonn ^^

    • gyyaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,
      wkkwkkwkkwkwkkw
      ahahahhahaha
      kalo aku jadi eonnie,,kayaknya aku udah ikutan gila da,ngadepin pasien kaya mereka smua huhu….

      keren eonnie,,,,,,,,kren banget,,,ff ny huhu

  6. Huahahaha..onnie sumpah kocak lucu bgt..,ngakak bacanya pas yg hanculnya karaoke..lagunya lucu..chukae eunhae mau nikah..^^,kyumin mau bikin anak?ayooo..q sngt mendukung..*ditabok*loh onnie mau nikah ama paus trus seunghwan nya gimana?..wkwkwk

  7. hahahha . .
    pasien baru ,,
    meski nggak gila beneran, tp couple nya lengkap . kekekek
    klo eonnie mw nikah sama paus, seunghwan gmna?? ntar di ambil org lhooo . .kekekekek .. . .

  8. wkwkwkkwkw..
    onnie onnie.. itu pasien kyumin kayaknya ngebet banget pengen punya anak xD
    aduh no comment buat KyuMin mah..
    nah itu si KangTeuk, si kangin oppa ngapa jadi ngidam mau ngebakar gudang??
    kenapa nggak ngebakar teukie aja *ditabok angels*
    hahaha Hanchulll~ suara kalian pas pasan malah nyanyi *onnie sebas bisik2 : maklum orang gila* wkwkkw..
    Aduuuuuuh~ EunHae.. lucu sekali, Amira sama Rizky pura2 nikah, nah ini EunHae pura2 Gila xD wkwkwk lucu deh ini sumpah lucu..
    Dan aku salut sama pengorbanan onnie sebastian disini.. aduuuh~
    bener2 deh aku kasih 15×2+2= 32 jempol wkwk..

  9. dan satu lagi onnie..
    masih adakah satu kamar pasien?
    sepertinya aku mulai gila.. ini semua berkat onnie sebastian wkkw..
    *onnie sebastian : maaf udah tutup lowongannya* kwkwkw..

  10. pertamanya gokil, tapi akhirnya bikin terharu. hahah sebas dikelilingi orang gila. dan mungkin reader gila seperti gue hueee -_- sebas yang sabar ya jadi tukang buburnya~ kyumin so sweet tuh~ donghaenya kasian tapi ._.

  11. tak kirain si unyuk orang gila yang nyasar di rumah sakit kak cubas, tapi bisa gitu orang gila cari rumahnya (?)

    semoga tuhan memberi kesabaran kepada dokter sebas yang merawat orang orang itu . amin .. ^^

  12. woaah gokill!!
    Padahal couple momentnya kenapa gak dibanyakin onn. Biar tambah seru. Hehe
    onn, coba dong ada seunghwannya onn, kayaknya seru berdua ngurus tuh rumah sakit jiwa berdua ama seunghwan!!onn. Biar tambah seru. Hehe
    onn, coba dong ada seunghwannya onn, kayaknya seru berdua ngurus tuh rumah sakit jiwa berdua ama seunghwan!!

  13. uahhh gw sh gak suka eunhae, tp kalao lo yg bikin eunhaenya, gw jadi gak bsa nolak bcanya

    SEBASS .. suju crazy sibum nya gw tnggu

    *gw dtendang sebas kdorm suju karna kbnyakan req*

  14. Keren banget!!! kirain EunHae juga gila. hehehe
    Ortu Donghae ternyata pengertian ya? Selamat buat EunHae yang mau nikah!
    KyuMin belum apa-apa udah punya anak aja. Kyu lagi, bicaranya jauh amat.
    keren Kak! ^_^

  15. yaa elaahhh hyuukk..
    sebegitu sayangnya kah kauu pada donghaee?
    akuu cintaa eunhaee..

    EUNHAE GO.. GOOO !!

    xD..

  16. donghae lupus ._.
    ehm…ini jadi ngingetin momen waktu gue ada pelatihan pajak >.<
    trus itu kyumin maenannya aneh bin ajaib…masa ga kedip2 13 jam????
    ckckckckck………
    keren sebas😉

  17. Hahaha.. Kyumin ngapain 13 jam engga kedip mata..
    bagus banget ceritanya eonni🙂
    penyakit lupus? apaan ya itu ?? #norak bnget ya gua?

  18. unnie jadi tukang bubur keliling??? *jadi kepengen bubur* aku mau satu mangkok yah unn.. #plak.

    ohh.. aku kira si EUNHAE i2 dua orang gila juga.. gk taunya…
    jadi si Kyumin sharian diem dikamar itu bwt tatap tatapan doang? aku kira ngapain sharian betah bgt dalem kamar..
    emang dunia serasa milik HanChul doang…
    mngkn KangTeuk pnya cita cita bwt jadi tukang bngunan jadi main’a diatap muluk hahhaa😀

  19. thor XDDD
    aku nggak berhenti ketawa hahahahahahah XDDDD
    susmpah KYUMIN COUPLE GILA mau punya anak, authornya lansung kaget tingkat dewa gitu XDDDD

    KangTeuk, mau bakar gedung (=.=”) gila aje nyawa nanti ilang semua -.-”
    BUAHAHHHAHAH

    kocak deh thor hahhahaha

  20. Wuahahahahaha xD
    kyumin co cweet deh.,mana mw buat anak lg :3
    ya ampyun onn sebas malang nian nasibmu sampe jualan bubur ayam..napa g jualan kue beras jg #plakk
    agak kaget pas hae jd cwek..biasa kan si kunyuk…tp teteup keren *o*
    onnie onnie akyu mw ff cupid hueeee ToTn bubur ayam..napa g jualan kue beras jg #plakk
    agak kaget pas hae jd cwek..biasa kan si kunyuk…tp teteup keren *o*
    onnie onnie akyu mw ff cupid hueeee ToT

  21. wahahahahah
    aduh. ..teukie suamiku …
    *geregetan

    hahaha napa jadi orang gila gitu.. ckckckc
    aduh onnie baca ini ff bikin geleng gelen kepala..
    sumpah !!! DAEBAK !!!
    ga kebayang si Kangin appa ngajak Teukie umma main bakar bakaran di dapur hahaha aduhhh..bener dah sakit !!
    *plak plak

    hehehe si KyuMin sama HanChul ngapain aja itu diem diem dikamar ?? meditasi? wkwkwk~

    uoooo EunHae dateng..tapi ko Dokter nya di suruh pergi ..
    udah gitu si Eunhyuk malah nge bebasin semua nya lagi..
    jadi makin parah kan hahaha
    masa KangTeuk ma kartu di genteng?? ya ampun..gila..gila..

    nah lo?? itu HanChul nyanyi ga bener banget dah hahaha
    bener bener aku puas baca ini SUJU CRAZY..BENAR BENR CRAZY..
    *caps jebol😄

    huaaa..seru…hwaitting ya onnie !!! ^^

    Saranghae..
    *your fans🙂

  22. Waaww…aku ngakak mpe ahir baca ni ff..
    Pas pertama kirain eunhae gila juga ternyata bukan..kwkwkw
    Itu kyumin ya ampun 13jam g ngedip…hebat kwkwkwk g isa byanginnx..
    Kereeen dah sebagai hadiah q kasih km jus terong 1galon kwkwkwk

  23. hahahahahahahaha ,, kalo aku yang jadi dokternya , bisa bisa aku yang gila ,, hehehehe ,, daebakkkk unnn ^^ endingnya penuh makna ,, :’)

  24. Awww suka foto nya eunhae pas pembukaan😄. Sweett, unyuuu… Kyaaa😄.. Itu si kangteuk bener bener sarap yak.. Ternyata otak yadong eunhyuk keluar dikit pas momment kyumin..😄 hyuk hyuk.. ternyata hyuk dokter spesialis O_O wow.. Hahhaha, kasian bu dokter sebas makin awet muda.. Hahahahaa.. Kasian donghae sakit lupus😥. Semoga eunhyuk sang belahan jiwa terus di sisi nya o:). Dan untung nya bonyok nya hae nge-restuin.. Cieee… Wkwkwk

  25. Sebas, kau tdk henti2nya bikin aku ngakak, terharu, n tersentuh tiap bca ff mu. Four tumbs up for you ^w^

  26. ommo~ knp hae pny lupus T__T kasian kan unn huhu~

    so sweet bgt tp >\\< ak ska hihi
    klu orgil ny gtu sih ak mw jd dokterny ^^ mrk baek" n normal kok hahaha~

    ak jg pny tante yg pnyakit lupus
    tp dia g minum obat"an n smbuh skrg ^^ wlo emg hrs dijaga

  27. rider baruuuu sabila imnida .
    yippeee~ eunhae eksis amet disini .
    wahaha . ini kaya mreka pas lagi biasa aja prasaan *ngga gila* ..
    atw emg pada dasarnya gila yaah jadi udah kebiasa . wkwk ..

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s