≈No Other Like U-Forty Nine-{Festival}≈

Sekolah St Christie

Hari hari menjelang ujian akhir begitu menyita perhatian seluruh siswa—tidak hanya siswa kelas XII saja melainkan juga adik kelas mereka yang akan melaksanakan ujian kenaikan kelas. Namun karena pelajaran tambahan masih di mulai minggu depan, para murid tingkat atas bisa bersantai sejenak saat jam pulang berbunyi

TENG TENG

“Ya anak anak, jangan lupa belajar di rumah, yah…ingat ujian tidak lama lagi” kata Pak Herman sebelum pergi meninggalkan kelasnya

“Baik Pak!” jawab anak anak serempak meski agak sedikit enggan

“Bagus bagus…”

Murid kelas mulai beranjak pergi untuk pulang kecuali beberapa siswi yang menggosip ria di dalam kelas,”kalian mau datang ga ke festival kota hari ini? Cuma berlangsung dua hari loh!” ujar salah satu yeoja yang duduk dua bangku di belakang Sungmin, kepada ketiga teman perempuannya

“Mau dong!!!” sahut temannya yang lain bersemangat, “kapan lagi!!! lumayan buat refreshing sebelum kita mumet mikirin pelajaran tambahan dari sekolah” ia berpaling ke arah sebaliknya, “kalian mau pergi kapan? Jam berapa? Janjian yuk!” ajaknya

Sungmin yang sedang menunggu Kyuhyun kembali dari toilet, tidak sengaja mencuri dengar seluruh pembicaraan teman sekelasnya itu. Ia menahan senyum sambil berbalik ke belakang tempat duduknya, “Eh..kalian membicarakan festival kota tahun ini bukan?” suara halus Sungmin membuyarkan rapat internal satu geng itu. Wajah keempat anak perempuan tersebut mendelik kaget bercampur heran kepada Sungmin, “I..ya Sungmin, ada apa? Kau tertarik juga?” jawab seorang yeoja dengan sopan

Segera Sungmin mengangguk senang, “apakah aku boleh tahu di mana tempatnya?” tanyanya spontan

Anehnya teman teman sekelas Sungmin itu malah saling bertukar pandangan ragu ragu, melihat mereka, Sungmin merasa tidak enak, “apa aku menganggu acara kalian? Ah kalau tidak bisa juga tidak apa apa kok” ungkap Sungmin sebisa mungkin menjaga nada bicaranya yang sedikit kecewa

“Bukan begitu Sungmin!!” sanggah temannya yang lain, “tapi…si Kyuhyun bolehin ngga? Kamu kan di jaga banget selama hamil…..” bisiknya lambat lambat karena takut menyinggung Sungmin

“Dia pasti bolehi—“

“Minnie!!” ucapan Sungmin langsung teredam ketika mendapati Kyuhyun sudah berada di belakangnya sambil menenteng kedua tas mereka, “ayo pulang—tunggu apa lagi” ajak Kyuhyun hendak membantu Sungmin berdiri, “Ng….Kyu….” gumam Sungmin bersikeras tetap duduk lalu sesekali memandang teman perempuannya di belakang, “aku boleh meminta ijin sesuatu kepadamu?”

“Apa?” balas Kyuhyun masih menatap Sungmin lekat lekat

“Ng…nanti malam kan—“

“Hai Minnie!!!” lagi lagi ucapan Sungmin terpotong dengan kehadiran Chulie yang melambai antusias berjalan ke bangku mereka berdua, bersama Kibum, “Kyu!! Kau tahu ada festival Kota!!! Nanti malam aku mau pergi sama Bummie ke sana buat ngeliat kembang api!!!” tutur Chulie tanpa sengaja telah mewakili perkataan Sungmin, “jadi….mau ngga kalian pergi bareng kami? Atau…mau pergi berduaan aja ya?” tanya Chulie penuh harap

“Aku mau—“, “TIDAK!!!” Jawab Sungmin dan Kyuhyun bersamaan. Mereka saling melirik sejenak, “Tidak boleh Minnie!!!” sambung Kyuhyun berkacak pinggang di depan Sungmin, “kamu tuh lagi hamil!!! Ibu hamil mendingan di rumah aja, pokoknya kamu ngga boleh kemana mana! Ngerti!” perintah Kyuhyun tidak bisa di bantah

Ke empat perempuan yang mendengar ucapan Kyuhyun hanya bisa memutar kedua bola matanya seraya melayangkan tatapan sedih ke arah Sungmin, “kasihan banget punya suami suka ngekang kayak Kyuhyun” gumam salah satu dari mereka tanpa terdengar Kyumin

“Iya iya” desis seorang yang lain

“Ya! Kyu!!” giliran Chulie berteriak tidak terima, “kau tidak belajar dari kesalahan kemarin!! Apa salahnya si Minnie lihat dunia luar kek—nanti dia keburu kabur lagi padaku! Lagian kan kandungannya baru 7 bulan!”

“Iya..Kyu…kapan lagi…” suara Sungmin teredam ketika Kyuhyun melihatnya tajam seolah olah menyuruhnya untuk tidak berbicara, “ngga boleh! Sekali ngga boleh tetap ga boleh! Ngerti?” karena tidak mau berdebat lagi, Kyuhyun memegang lengan Sungmin supaya berdiri lalu pergi dari situ tanpa mengindahkan teriakan protes dari Chulie, “ck ck…..dasar kunyuk!!!” sindir Chulie sadis, tatapan sinisnya beralih ke Kibum, “pokoknya awas aja kamu kayak dia nanti pas aku hamil, ngelarang kemana mana….aku akan—“

“Iya iya ngga kok” elak Kibum sambil menggeleng cepat, “kamu bebas kemana aja kok”

“Hehehehe…..” dengan mudah wajah seram Chulie berubah ceria, “gitu dong Bummie~”

*****

Turun dari taksi, Sungmin terus berdiam diri. Ia hanya melirik takut takut ke arah Kyuhyun yang menuntunnya dari depan lalu menghela nafas panjang

“Apapun yang kau katakan—dan meski kau akan menangis semalaman penuh, kau tetap tidak akan kuijinkan pergi Minnie” kata Kyuhyun memecahkan keheningan di antara mereka

Kedua mata Sungmin terbelalak lebar sebelum menunduk dalam dalam mendengar perkataan kejam Kyuhyun

“mengerti?” ulang Kyuhyun tidak menoleh ke belakang—ia hanya terus berjalan meski telapak tangannya meremas pelan tangan Sungmin

“mengerti” ucap Sungmin pasrah

Meski berkata begitu, nyatanya sepanjang hari Sungmin lebih pendiam dari biasanya. Ia bahkan tidak bersemangat menonton kelanjutan telenovela kesukaannya setelah dengan susah payah Sungmin harus berdebat dengan Kyuhyun untuk bisa menonton lagi.

“Gini aja ngga ngerti!!! Berapa kali harus kuulangi Minnie! Pelajaran ini tuh udah gampang!” bentak Kyuhyun sambil menyerahkan kertas kosong di hadapan Sungmin saat mereka berdua belajar di kamar tidur

Sungmin hanya mendesah kecil lalu menuruti semua kemauan Kyuhyun. Ia menghitung dari awal soal ujian tahun kemarin kemudian memberikannya kepada Kyuhyun untuk di periksa

Dan lagi lagi…..

SRETTTTT

Sekali lihat, Kyuhyun merobek kertas kerjaan Sungmin tanpa belas kasihan sambil melirik istrinya dengan sorot mematikan, “Ini salah lagi!! kamu tuh bisa ngga di bilangin kalau akar dari—“ Kyuhyun tercengang seketika ketika mendapati air mata Sungmin turun setetes dan mulai membasahi wajahnya yang agak pucat, “kau menangis?” tanyanya sambil buru buru menghapus air mata itu perlahan, “maaf aku kelepasan lagi…aku—“

“Aku mau tidur” potong Sungmin beranjak bangun dari kursi dan membaringkan tubuh di atas kasur. Pinggangnya terasa amat pegal akhir akhir ini, Sungmin berguling guling sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya. Gerakannya terhenti saat Kyuhyun membawa tubuh Sungmin mendekat, “aku minta maaf….” Bisiknya menyesal

Kedua mata Sungmin terpejam sempurna, ia memalingkan wajah dan tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun bahkan sampai akhirnya Sungmin tidak sengaja telah tertidur pulas

Sekolah St Christie

“Tadi malam keren banget!!!”

“Iya iya!! kau tahu? Aku menang hadiah menebak loh!! Terus dapet boneka Teddy bear yang besar!!! Hehehe”

“Mana kembang apinya mewah banget!! ah nanti malam mau kesana lagi~”

“Iya mau mau!!!”

Ke empat teman sekelas Sungmin tersebut berbicara dengan begitu heboh bahkan saat pelajaran kosong Bu Tukinem yang tidak masuk karena sedang sakit parah. Mau tidak mau, Sungmin ikut mendengarkan dengan wajah murung. Ia juga merasa bersalah pada Kyuhyun karena sejak tadi pagi, sikap mereka berdua canggung

“Minnie, kau kenapa?” tanya Chulie yang menghampiri meja mereka berdua. Di liriknya Kyuhyun yang mendadak acuh sama istrinya sendiri dan malah tidur tiduran di atas meja

Sungmin menggeleng perlahan

“Cerita saja….ada masalah dengan Kyu?” bisik Chulie sambil membelai wajah Sungmin yang tidak tersenyum dari tadi

“Aku….” Sungmin sulit mengatakan apapun sekarang. Di tengah kelas yang ramai, entah kenapa ia malah mau menangis lagi, “aku tahu….kita ke UKS saja…” Chulie membantu Sungmin berdiri sebelum menuntunnya pelan pelan keluar kelas, melewati Kibum yang menatap mereka ingin tahu lalu berjalan menuju ruang UKS di pojok koridor sekolah

“Guru UKS sedang pergi seminar di rumah sakit, makanya ruangan ini sepi” jelas Chulie melihat tatapan heran Sungmin, “di sini kau bisa bercerita….cerita saja….aku akan mendengarkan” bujuk Chulie mendudukan Sungmin di atas salah satu tempat tidur sementara ia sendiri duduk di pinggir ranjang

Dan saat itulah, Sungmin menumpahkan semuanya. Ia tidak jadi berbaring dan malah memeluk tubuh sahabatnya itu erat erat, “Chulie….aku….” Sungmin menangis sambil mengepalkan kedua tangannya di punggung Chulie, “aku…..hiks….”

“Pelan pelan saja ceritanya….tidak apa apa…” kata Chulie yang membalas pelukan Sungmin

“Aku tidak tahu….tapi…” Sungmin memberi jarak agar bisa mulai bercerita, “mungkin bagimu ini sepele…aku….kenapa aku jadi iri….aku benar benar iri saat melihat teman sekelas kita bisa pergi ke Festival kota sementara aku tidak? Apa semua Ibu hamil tidak boleh pergi pergi? Aku….” Ia tertunduk, menatap nanar ke arah perutnya yang berukuran besar, “ingat kan kemarin saja waktu aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, Kyu sudah melarangku macam macam. Apa harus begini?…..aku bingung….” Jelas Sungmin terus terang

“Minnie….” Sekarang giliran Chulie yang merengkuh Sungmin dalam pelukannya, “ini semua bukan salahmu!! Ini salah adikku yang bodoh dan tidak berperikemanusiaan!! Kau tetap boleh pergi kemanapun yang kau mau….tidak akan ada yang melarang…” bisik Chulie menenangkan

“Tapi Kyu bisa marah kalau aku pergi tanpa sepengetahuannya” ujar Sungmin takut takut

Chulie mendengus sebal, “tenang saja—aku akan berbicara dengan mahluk Kunyuk satu—“

“siapa yang kau bilang Kunyuk” tiba tiba ada satu suara berat yang membuyarkan pembicaraan Chulie dan Sungmin di UKS. Sontak mereka berdua melepaskan pelukan masing masing lalu melirik ke arah sumber suara

“Kyuhyun” bisik Sungmin lemah karena melihat Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu dengan wajah datar dan dingin…tidak seperti ia yang biasanya

Sementara Chulie hanya mengangkat sebelah alisnya, “kau bikin kaget tahu ngga! Aku baru mau bicara denganmu”

“terserah..” sekarang Kyuhyun mulai melangkah mendekati tempat tidur di mana Sungmin berbaring, “Heenim tolong tinggalkan aku dan Sungmin sendirian” katanya tanpa memalingkan wajah dari Sungmin

“Tapi—“

“Heenim…ini masalah kami berdua…jadi….” Kyuhyun melipat kedua tangan di dada sambil menunggu Chulie pergi dari UKS

“baiklah baiklah—tapi ingat jangan membuatnya menangis lagi!” ancam Chulie memindahkan tatapannya kepada Sungmin sebelum pergi dari ruangan itu

CKELK

Pintu tertutup

Tinggal Kyuhyun dan Sungmin saja. Dengan ketakutan, Sungmin menengadah ke arah Kyuhyun saat mau berbicara, “tadi aku—“

“Kau menyesal” tukas Kyuhyun membuang muka ke lantai sambil duduk berjauhan dari tempat Sungmin

Mendengar itu, wajah Sungmin berubah bingung, “aku? Menyesal? Menyesal apa?” tanyanya bertubi tubi

Kyuhyun terdiam sejenak. Perlahan lahan, ia mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya Sungmin melihat sorot mata Kyuhyun yang berubah terluka, “kau menyesal kan menikah denganku? Apalagi sekarang…” Kyuhyun menunjuk ke arah tubuh Sungmin yang agak menggemuk semenjak ia mengandung, “kau hamil saat masih duduk di bangku sekolah……tidak bisa menikmati masa SMA dengan leluasa, selalu di awasi oleh suami overprotektif seperti aku” ucap Kyuhyun datar

“CUKUP!!” Bentak Sungmin emosi, “aku tidak pernah menyesal Kyu” sekarang giliran Sungmin yang terluka karena ucapan Kyuhyun yang terdengar tidak masuk akal baginya. Tidak dapat di sangkal, airmatanya kembali turun

“Kau menyesal Minnie…” kata Kyuhyun bersikeras, “aku sudah mendengar semuanya—kau iri, ya kau iri karena semua orang bisa pergi hang out bersama sama, pulang sampai malam, bergosip ria…sementara kau, hanya aku kurung seharian di rumah….ya kan?” sambungnya bernada sakratis, “dan ini semua gara gara Festival bodoh itu!”

“TIDAK!! Kyu…hiks…demi Tuhan aku tidak menyesal….” Suara Sungmin terdengar sayup sayup di antara isak tangisnya, “aku mencintai hidupku sekarang…aku mencintai bayi ini….” di elusnya lembut calon bayinya dari balik seragam sekolah, “dan aku mencintaimu…”

Ucapan tulus Sungmin sempat membuat wajah marah Kyuhyun mengendur perlahan lahan

“Tapi….aku hanya minta kau jangan bersikap terlalu mengekangku…aku—“ dan karena lanjutan perkataan Sungmin kekesalan Kyuhyun malah muncul lagi, “aku mengekangmu?! Kau kira kenapa aku bersikap begitu? Ha? Aku menjagamu Minnie!!” bentak Kyuhyun bernada kesal bercampur pedih, “aku sebisa mungkin menjagamu….berapa kali ada masalah yang kau sendiri tidak tahu itu apa! Aku menutupinya!! Dan itu hanya demi kau!” sejenak, Kyuhyun menarik nafas panjang dan terdiam penuh pertimbangan, “baiklah kalau kau memang menginginkannya…aku tidak akan mengekangmu lagi….kau bebas kemanapun kau mau…”

“Kyu! Bukan itu maksudku!”

“Tidak! Sekarang terserah padamu….aku menyerah…” Kyuhyun mengangkat kedua tangannya lalu berdiri dan melangkah menuju pintu UKS. Ia pergi begitu saja..meninggalkan Sungmin yang termangu tidak berdaya

Dan ucapan Kyuhyun di buktikan pada jam istirahat. Ia dengan acuh malah membaringkan kembali wajahnya di atas meja—mencoba tertidur sementara Sungmin yang sudah kelaparan berjalan ke kantin seorang diri, Sungmin tidak mau Chulie sampai tahu mereka bertengkar hebat tadi di UKS, bisa bisa Sungmin menambah masalah baru

“Penuh banget…” gumam Sungmin bersingut menjauh dari kerumunan orang banyak yang berdesak desakan saling mendorong tubuh sesama manusia *sebas kembali gila, ck ck kapan gw bisa warasnya?*

Back to FF#

Tidak mungkin bagi Sungmin untuk menerobos kerumunan orang kelaparan itu. Ia hanya menunggu di pojok ruangan sambil terus menggigit bibir atasnya—menahan lapar, “sabar sayang…..Umma akan mencari makan secepatnya” kata Sungmin menenangkan sentakan lembut dari dalam perutnya. Ia tahu bayinya juga kelaparan saat ini

“Neng Sungmin!!!!” teriak tukang sate langganan Sungmin dari kejauhan. Anehnya ia melambai menyuruh Sungmin mendekati kedainya yang terlihat eh? Sangat sepi! Bahkan tidak ada satupun yang duduk di bangku depan situ—hanya di sana padahal tempat lain penuh total dengan murid murid lain, “makasih Pak! Saya mau pesan—“ Sungmin melongo—tercengang. Ketika tanpa aba aba sang tukang sate malah sudah menyiapkan 4 porsi sate, 3 sop kambing, 5 sup buah dan 2 jus jeruk kesukaannya dan ekstra nasi satu bakul

“Makan aja…” suruh sang bapak saat berbalik untuk membuatkan pesanan untuk murid lain

Sungmin mengangguk semangat, ia dengan lahap memakan satu persatu lauk di depannya secara ekslusif, bagaimana tidak? Sungmin hanya duduk seorang diri di meja lebar di ikuti tatapan iri dari murid lain meski secara pribadi Sungmin tidak tahu bagaimana keajaiban ini bisa terjadi

Tidak butuh lama, semua piring telah bersih tak bernoda—rupanya Sungmin lebih lapar dari yang ia duga, “Ah~ kenyang…..ng, semuanya berapa pak?” tanyanya sambil mengeluarkan dompet dari saku bajunya

“Ngga usah—tadi mas Ky….” Tukang sate langsung menutup mulutnya rapat rapat, “ngga usah bayar Neng, gratis kok…” lanjutnya salah tingkah

“Eh?” Sungmin mendelik curiga, tapi ia hanya tersenyum tipis saat mengucapkan terima kasih, “ya sudah Pak, saya kembali ke kelas dulu”

Saat berjalan lambat lambat, senyum manis Sungmin tidak terhenti henti menghias wajahnya yang berubah ceria. Sebodoh bodohnya dia—tidak mungkin Sungmin tidak tahu kalau Kyuhyunlah yang sudah memesankan tempat dan membayar makanan untuknya. Toh penjualnya sendiri sudah keceplosan bukan?

“Kyu….” Gumam Sungmin saat menaiki tangga pelan pelan, “aku harus meminta maaf padanya nanti..” entah kenapa, sekarang bagi Sungmin—festival kota tidak semenarik kemarin. Ia hanya ingin berbaikan dengan Kyuhyun. Itu yang terpenting

Tapi sesampainya di kelas, Sungmin tidak melihat ada sosok Kyuhyun di bangku mereka. Ia mendatangi meja Chulie dengan panik, “Kyu di mana?” tanyanya pada Kibum karena Chulie juga sedang tidak ada

Kibum yang sedang menulis mendongak ke arah Sungmin, “lagi ketemuan sama Siwon tadi—terus ga tahu kemana lagi, udah tunggu aja—nanti habis istirahat dia pasti balik”

“Oh…iya…” Semangat Sungmin menurun drastis—tidak biasanya, Kyuhyun tega pergi meninggalkannya sendirian saja. Yah, tapi mereka kan sedang marahan….jadi mungkin saja Kyuhyun bisa bersikap cuek

“Hmm….habis kenyang malah ngantuk….ini nih jeleknya lagi hamil, jadi males malesan…” karena istirahat masih ada 15 menit lagi, Sungmin memilih mengikuti jejak Kyuhyun tadi, tidur di atas meja lalu terlelap dalam waktu teramat singkat

.

.

.

…..

“Ng….” Sungmin merentangkan kedua tangannya lebar lebar—tidur 15 menitnya terasa nyaman, ia bahkan merasa waktu berjalan sangat lambat, “serasa tidur berjam jam…” komentarnya sambil membuka kedua mata mungilnya

“Sudah bangun, Sungmin?” tanya sesosok wanita ramah berbaju putih tepat di atas wajah Sungmin

“EH?” Menyadari posisinya yang terlentang, buru buru Sungmin bangkit dari atas tempat tidur dengan perasaan aneh, “tadi bukannya saya ada di kelas Bu? Kenapa saya malah ada di…” ia mengamati sekelilingnya, “UKS?”

Wanita itu terkekeh sejenak, “tadi itu kamu tidur pulas sekali di kelas—dan karena tidak tega, suami kamu meminta ijin agar kamu di ijinkan tidak mengikuti sisa pelajaran sampai selesai lalu menggendongmu kemari” tatapannya berubah menggoda, “dia memastikan Ibu supaya terus mengawasi kamu sampai terbangun loh, ck ck….si Kyuhyun sayang banget ya sama kamu—dia sudah bisa menjadi calon bapak yang baik buat bayi kalian” jelasnya panjang lebar sementara Sungmin hanya bisa termenung dengan perasaan bersalah yang semakin menumpuk

“Berapa lama lagi sampai jam pulang berbunyi Bu?” tanya Sungmin menyadari suasana sekolah yang agak bising

“Bel pulang sudah berbunyi 15 menit yang lalu—kalau kamu mau pulang, ibu bisa panggilkan taksi” tawarnya

“Tidak tidak usah” Sungmin bergegas turun dari atas tempat tidur lalu keluar dari ruangan untuk menyusul Kyuhyun—sayangnya Kyuhyun sudah pulang dari tadi. Tidak ada sosoknya di kelas mereka

Dengan langkah gontai, Sungmin melangkah keluar sekolah lalu berdiri mematung di dekat gerbang sekolah

Tiba tiba….

TINN TINNN

Sebuah taksi berwarna Biru Sapphire *warna kebanggaan dan kesayangan Sebastian Mamoru* berhenti tepat di depan Sungmin. Kaca di samping supir terbuka sebagian, “Maaf apakah anda yang bernama Sungmin-shi?” tanyanya bernada resmi

Sungmin mengangguk ragu ragu, “saya sendiri—ada apa pak?”

Supir tersebut tidak menjawab, ia malah membukakan pintu secara otomatis dari depan, “silahkan naik Sungmin-shi, saya sudah di pesan untuk mengantar anda sampai di depan rumah” jelasnya menyuruh Sungmin masuk. Entahlah, meski agak sedikit takut, Sungmin akhirnya menurut dan duduk di jok depan—jaga jaga kalau ini penculik yang berniat buruk, Sungmin bisa langsung mencekiknya dari samping

Nampaknya pikiran curiga Sungmin tidak terbukti sama sekali. Mobil taksi ini benar benar mengantarnya ke depan rumahnya bahkan sebelum ia bisa menyebutkan alamat sama sekali. Lagi lagi Sungmin terdiam—ia sudah bisa menduga siapa orang yang rela membayar taksi mahal, memesannya dan memastikan Sungmin sampai di depan rumah dengan selamat

Kyuhyun

“terima kasih Pak” kata Sungmin menunduk formal setelah keluar dari mobil

“sama sama..” Supir itu tersenyum lalu pergi begitu saja tanpa meminta bayaran sedikitpun. Sungmin semakin yakin dengan pikirannya sendiri

TOK TOK

Sungmin mengetuk pintu rumahnya yang terkunci, dari dalam ia mendengar derap langkah mendekat lalu pelan pintu depan terbuka lebar, “masuklah” kata Kyuhyun acuh—masih belum memandang Sungmin

“Kyu…aku—“

“Aku sudah memesankan makan siang untukmu, itu ada di meja makan…dan..” Kyuhyun hanya melihat ke pajangan vas di ruang tamu saat Sungmin terus mengekornya dari belakang, “lebih baik kau makan dulu, aku mau main PS” ujarnya langsung meninggalkan Sungmin

Benar benar beda rasanya. Seharusnya Sungmin merasa senang karena Kyuhyun tetap perhatian dengannya, tetap menjaganya—meski dari jauh…tapi…ini bukan Kyuhyun yang ia sukai. Mendadak, Sungmin malah ingin mendengar suara bentakan Kyuhyun yang biasa

Kali ini Sungmin menurut. Ia berganti baju, pergi ke meja makan dan mulai menyuapi satu persatu sambil sesekali melirik punggung Kyuhyun yang sedang anteng bermain PS.

“Aku sudah selesai” gumam Sungmin tidak bernafsu makan, ia hanya memakan setengah dari porsi normal lalu menaruh piring kotor di atas wastafel dapur

“Jangan mencucinya!” ujar Kyuhyun tanpa menoleh ke belakang. Kedua tangannya terus saja memencet tombol pada stick PS, “biar aku saja—kau boleh tidur…atau…” sesaat Kyuhyun terdiam, “mau pergi juga tidak apa apa”

Sungmin nyaris menangis melihat sikap Kyuhyun yang benar benar acuh tapi tetap saja perhatian kepadanya. Tanpa membalas perkataan Kyuhyun, Sungmin bergegas pergi ke kamar dan mengurung diri di dalam….

“Aku tidak boleh merepotkan Kyu!!” dengan semangat membara, Sungmin mulai membuka beberapa buku pelajaran dan mengulang semua materi kemarin yang di ajarkan Kyuhyun tetapi selalu salah ketika Sungmin mencoba mengerjakannya, “Ini….dan terus…ini….”

Bunyi goresan pena dan berlembar lembar kertas yang di buang oleh Sungmin menghiasi kamar tidur mereka yang biasanya selalu rapi. Sungmin benar benar bekerja keras, ia berkutat penuh tanpa berusaha memikirkan macam macam

Selama hampir beberapa jam, kedua pasangan suami istri ini sibuk dengan kegiatannya masing masing

Sebenarnya Kyuhyun sudah tidak tahan ingin melihat apa sih yang di lakukan istrinya di dalam kamar karena mendengar erangan putus asa Sungmin. Belum sempat, Kyuhyun berdiri dan mengetuk pintu kamar, Sungmin tiba tiba keluar dari dalam lalu perlahan berjalan ke arah sofa

“Kyu…” bisiknya duduk di samping Kyuhyun yang tidak bereaksi sama sekali dengan kedatangan Sungmin

“Hmm..” jawabnya berlagak acuh meski Kyuhyun ingin sekali melihat wajah Sungmin dan bau wangi apa ini? Sungmin pasti sehabis mandi karena ia memakai baju rapi dan juga swetear abu abu kesayangannya

“Aku sudah mengerjakan soal matematika yang kemarin sempat tertunda—dan aku menaruhnya di atas meja belajar, kalau kau sempat tolong periksa” jelas Sungmin masih terus menatap Kyuhyun dari samping. Ia ingin sekali berbaikan dengan Kyuhyun kalau saja sikap Kyuhyun tidak sedingin ini

Kyuhyun menghela nafas sejenak. Sekarang ia malah luluh dengan kerja keras Sungmin yang dari tadi berkutat seorang diri di dalam kamar, “baiklah” katanya kaku

“Dan aku—mau pergi keluar” bisikan Sungmin tersebut sempat membuat Kyuhyun berhenti memainkan gamenya—wajahnya mendadak ngeri.  ‘Minnie mau keluar rumah?!!!’ teriak keras Kyuhyun dalam hati

Bibir Kyuhyun saling mengatup rapat rapat karena tadinya ia hendak melontarkan segudang larangan untuk Sungmin. Tidak mungkinkan dia membiarkan Sungmin keluar rumah? Yang benar saja! Membayangkannya saja Kyuhyun bisa gila! Sungmin tidak boleh pergi tanpa pengawasan dari seseorang!

Dengan susah payah Kyuhyun berkata, “mau….mau pergi kemana?” tanyanya mulai meruntuhkan sikap datar dia sedari tadi

Sungmin menyunggingkan senyum senang yang tertahan, “mau ke festival kota, kan tinggal sehari lagi” jawabnya lugas

APA!! FESTIVAL KOTA?! Tempat seramai itu!!!!! Minnie apa ngga pernah tahu bahayanya tempat yang mengundang banyak pencopet, orang berdesak desakan dan terutama kan dia sedang hamil!!!! Pikiran Kyuhyun berkecambuk.

 Tanpa sadar tangannya meremas stick PS kuat kuat, “oh~ boleh…” Kyuhyun menggeram sekali, “boleh aja…”

“Baiklah…makasih Kyu, aku sangat menghargai kebebasan yang kau berikan” ujar Sungmin sengaja menyindir Kyuhyun yang sekarang tambah kalut namun masih saja tidak mau menatap Sungmin di sampingnya, “tidak apa apa—tapi pulangnya jangan malam malam” balas Kyuhyun masih bisa mengendalikan emosinya yang sudah memuncak

“Janji” ujar Sungmin bernada riang, tapi ia terdiam sejenak dan mengeluarkan segala keinginannya selama ini, “aku bukannya tidak suka di kekang—tidak! kau boleh mengekangku Kyu, kau suamiku. Tapi aku ingin sekali pergi….pergi ke toko buku, pergi ke supermarket, pergi kemanapun….aku tahu—aku tahu pasti kau pasti takut kalau sesuatu terjadi padaku kan? makanya aku akan pergi kalau kau mengijinkan dan itu pasti bersama denganmu…” kedua mata Sungmin menunggu Kyuhyun mencerna seluruh ucapannya, “kau belum dengar semua curhatanku pada Chulie kemarin, aku ingin sekali pergi denganmu ke sana…..berdua….kita berkencan….seperti dulu…” Ia menundukkan kepala—malu malu, “tapi kau terlanjur marah dan tidak mendengarkan omonganku….aishh….sudahlah, lebih baik aku pergi keburu Festivalnya ramai” Sungmin beranjak bangkit dari sofa sambil melirik ke arah jam dinding lalu tanpa menunggu reaksi lamban dari Kyuhyun, ia keluar dari rumah setelah membuka pintu depan

BLAMMM

“kencan…” desah Kyuhyun berusaha mengingat sesuatu, “kapan terakhir aku dan Minnie kencan?”

*mau tahu? Satu tahun lebih 3 bulan yang lalu!!*

“Arghh!!!” Kyuhyun mengacak acak rambutnya yang lebat, “kenapa gw bego sih! gw kan cuma sekali kencan sama dia terus tuh anak gw ajak nikah!!! Aduh!” Kyuhyun makin beringas membuat rambutnya semakin tidak terbentuk, “tapi kenapa baru ngasih tahu sekarang Minnie!! Festival kan—ra….mai..” suara Kyuhyun menghilang begitu sadar kalau istrinya yang sedang hamil besar sudah tidak ada di sampingnya. Sungmin sudah pergi dari tadi

“MINNIE!!!!!” Teriak Kyuhyun secepat kilat pergi ke kamar, mengambil jaket tebalnya dan punya Sungmin, mengunci pintu dan langsung menyusul Sungmin ke Festival Kota

|.Festival Kota Seoul 2011.|

“Huaaaa bagus banget…” itulah kesan pertama Sungmin melihat balai kota sudah di sulap menjadi sebuah tempat hiburan yang tidak kalah megah dengan Disneyland di luar negeri. Beberapa stand berbaris rapi di depan pintu masuk. Sungmin bahkan sudah membeli gulali besar sambil berkeliling melihat berbagai pameran pameran budaya dan wahana di dunia hiburan

Tapi untuk sementara, Sungmin terpaksa menghindari tempat tempat ramai—ia harus bisa menjaga diri agar tidak terdorong oleh orang lain sehingga Sungmin menonton beberapa gerombolan orang yang sedang memain tembak tembakan untuk mendapatkan boneka Teddy bear sebesar ukuran tubuh orang dewasa, “ck ck pasti mahal tuh…” kata Sungmin beralih ke stand yang lain

Di sanalah, Sungmin melihat sebuah stand ramalan yang sedang sepi pengunjung. Tempat itu bagai mengundang Sungmin untuk datang dan melihat lihat

“Hai…..calon Ibu muda, apa kabar?” sebuah suara cempreng namun khas tersebut, terang saja mengagetkan Sungmin

“Iya…saya..baik” jawab Sungmin agak terbata bata dan menatap sesosok yeoja bertubuh pendek dengan cadar tebal menutupi wajahnya, “anda siapa?” tanyanya lagi

Wanita bertudung itu tersenyum tipis, “saya peramal di sini, apakah anda tertarik jika saya membacakan jodoh untuk anda?” tawarnya sambil menyuruh Sungmin duduk pada sebuah kursi yang saling berhadapan

Sungmin tertawa hambar—tidak bermaksud menyepelekan sang peramal, “maaf tapi saya sudah punya suami dan itu berarti dia jodoh saya bukan?”

“Kata siapa?” wanita misterius tersebut mulai menyeringai puas, “banyak yang menyangka begitu—tetapi siapa tahu, jodoh anda adalah orang di luar yang anda kira…yah…siapa tahu….” Gumamnya seorang diri, “baiklah…apakah kau mau aku ramal? Tidak membayar kok” bujuknya seraya meraih tangan kiri Sungmin yang mengangguk setuju

Dalam hati, Sungmin sudah kalut setengah mati—bagaimana kalau penyihir ini malah mengatakan ia dan Kyuhyun sebenarnya tidak berjodoh dan sebenarnya Sungmin berjodoh dengan Hangeng

*Seperti rencana Sebastian awalnya*

*Kyuhyun udah ngebakar skripsi gw sebagai taruhannya*

“Hmmm…” sang peramal menutup matanya rapat rapat seolah olah membaca sesuatu pada telapak tangan Sungmin. Selang beberapa menit, kedua matanya terbuka lebar dan menatap penuh arti ke arah Sungmin, “apakah kau punya rencana naik biang lala nanti sore?” tanyanya di luar dugaan

“Eh…” Sungmin tersenyum malu malu, “iya….rencananya…saya mau melihat keindahan kota Seoul dari ketinggian”

“Tepat sekali!” ia melepaskan tangan Sungmin dan mulai memberikan penjelasan tentang ramalannya, “jodohmu akan kau temui ketika kau menaiki biang lala—ia akan berdiri tepat di hadapanmu saat kau kembali turun dari atas…bahkan sebelum kau sempat menginjakkan kaki ke tanah, ia akan ada di sana” sang peramal ikut tersenyum bahagia, “baru kali ini aku melihat seseorang memiliki jodoh sedekat ini, kau beruntung anakku…”

Tetapi tidak bagi Sungmin. Ia meringis ketakutan membayangkan ada orang ketiga yang akan menjadi jodohnya kelak? Bagaimana nasib anaknya dan pernikahannya kelak?

“saya—“

“Sudah sudah! Nah sekarang selain jodoh ada hal lain yang ingin kau tanyakan?”

Perhatian Sungmin teralih—matanya berbinar mendengar pertanyaan peramal itu, “ada! Bagaimana dengan keadaan kandunganku sekarang?” tanyanya antusias

*aduh Sungmin, itu sih nanyanya ke dokter, bukan ke tukang ramal!*

Sekejap mata sang peramal menyipit penuh selidik, “hmmm keadaan mereka baik baik saja—tidak usah khawatir”

“Oh” Sungmin mendesah lega, “bagus kalau begitu….hehehe”

“kau tidak mau tahu jenis kelamin anakmu kelak?” peramal itu balik bertanya, “laki laki atau perempuan?”

Sungmin menggeleng ringan, “ah tidak usah—suami saya yakin ini bayi laki laki walaupun….saya sendiri merasa bahwa ia adalah perempuan”

“atau bisa keduanya…” bisik peramal wanita itu dengan teramat pelan

“anda bicara apa?”

“ah tidak—bukan apa apa….nah karena kita selesai sebaiknya saya tidak menahan anda untuk pergi melihat lihat tempat lainnya, silahkan” sang peramal beranjak bangkit dari kursi lalu mengantar Sungmin sampai keluar stand—sikapnya agak aneh, seolah olah tidak sabar untuk mengusir Sungmin dari tempatnya.

Sungmin pun merasa demikian, “tapi saya belum—eh kemana dia???” di sekeliling Sungmin berubah ramai. Di sela sela stand makanan dan stand kerajinan makanan tidak ada stand peramal sama seperti yang barusan ia jumpai, “hhuaaa..jangan bilang tadi itu….Kyu aku takut!!!!” pekik Sungmin sambil berjalan menjauh

______________

“Huatchim!!!!! Aishhh ramai banget sih…..” kepala Kyuhyun berputar putar mencari sosok Sungmin di tengah kerumunan orang banyak, “Minnie kamu di mana??? Jangan bikin aku kelabakan gini kek!”

Ia sudah keliling ke semua tempat yang pasti di datangi oleh Sungmin. Tukang penjual gulali, stand boneka bahkan sampai toilet perempuan di tunggui Kyuhyun tapi adanya dia malah jadi tontonan yeoja yeoja yang mengerling genit ke arahnya. Karena tidak tahan, Kyuhyun langsung pindah dari sana dan mengitari satu balai kota guna untuk menemukan Sungmin

Beberapa kilometer dari tempat Kyuhyun yang sedang gusar mencari Sungmin. Tampak Istrinya malah asyik menonton akrobat di tengah lapangan sambil memakan sisa gulali di tangannya. Ia bertepuk tangan gembira di ujung panggung, duduk di batu batu taman dan terus fokus menatap setiap anggota akrobat mempertunjukkan kebolehan masing masing

PROKK PROKK PROKKK

Bunyi tepuk tangan meriah ketika satu group tersebut selesai melakukan atraksi membakar diri sambil dance NU ABO, kan jarang jarang tuh ada yang bisa

*hysteric mysteric…molla…molla… #PLAAKKKK Sebas di tampar karena malah nyanyi nyanyi ga jelas*

“Keren….” desis Sungmin kagum, “sekarang kemana lagi ya?” dengan satu tangan, Sungmin membersihkan baju hamilnya di bagian belakang lalu kembali berjalan menikmati festival kota itu sendirian…

“Minggir!!!permisi!!!” hardik Kyuhyun tanpa sadar memaki semua orang yang menghalangi jalannya, “maaf….aishhh…dimana kamu Minnie..” suara Kyuhyun menggeram marah. Ia sudah sampai di depan salah satu wahana yang menurutnya akan di datangi oleh Sungmin

Wahana komedi putar

*bener ga tuh namanya?*

“Paling Minnie mau naik ini—kan ga begitu berbahaya buat Ibu hamil” pikir Kyuhyun mulai berjalan mengitari satu lingkaran raksasa tersebut dan meneliti satu persatu wajah orang yang naik di atas kuda. Sayang, tidak ada Sungmin di sana

“Arghh!!! Awas kau Minnie!!!! Kalau sampai ketangkep, aku akan—, eh itu kan…” Wajah Kyuhyun menangkap sekelebat orang yang memakai sweater abu abu, berambut cokelat pendek dan memegang setangkai gulali yang hampir habis di sebelah kanan tangannya.

Benar saja, Sungmin berdiri di depan pintu wahana Biang lala dengan perasaan bimbang. Ia menggigit gulali sambil mendongak ke atas langit, “Huaa…..biang lala…akhirnya…….” Gumam Sungmin berjingkrak kesenangan.

Dan tepat saat itu pula—Kyuhyun berjarak 100 meter dari wahana Biang lalu, tercengang melihat wajah Sungmin penuh senyum yang bersemangat menuju depan loket masuk, “TIDAK!!!” teriakannya membuat suasana ramai di sekitar komedi putar mendadak sunyi, “Jangan bilang kau mau naik itu Minnie!!! Bianglala berbahaya!!!!!” tanpa memperdulikan sekitarnya yang mulai mendelik kesal ke arah Kyuhyun, lelaki muda tersebut langsung berlari kencang menyusul Sungmin dengan satu tujuan jelas, istrinya tidak boleh naik Bianglala!

Sementara itu

“satu tiket” pinta Sungmin sambil menyerahkan uang recehannya dari dompet kecil.

“Silahkan” jawab sang penjaga pintu masuk sekaligus tempat operasional yang menjalankan Bianglala, “anda bisa langsung naik ke atas karena hampir semua tempat sepi” jelasnya

“Oh bagus…” Sungmin teringat janjinya pada Kyuhyun untuk tidak pulang terlalu malam. Di ambilnya tiket kertas berwarna kuning lalu masuk ke dalam salah satu tempat kecil yang hanya muat dua orang

DREETTTTTT

Bianglala yang di naiki Sungmin pun mulai berjalan, naik terus menuju puncak gemilang cahaya, mengukir cita seindah asa, menuju puncak!

R A L A T! *kenapa gw malah nanyi theme song AFI? Aish!!!*

Bianglala yang di naiki Sungmin pun mulai berjalan perlahan, naik terus menuju puncak. Berputar sekali, semakin pelan sehingga Sungmin bisa menikmati pemandangan hampir seluruh Seoul dari kejauhan—ia pun terkejut mendapati padatnya festival kota tahun ini. Semua orang berubah menjadi semut semut kecil berwarna warni seperti puzzle. Tetapi alisnya berkerut heran melihat ada satu titik—berwarna putih dengan kepala hitam legam melambaikan tangan ke atas—ah tidak, tepatnya ke arah Sungmin!

“dia siapa?” tanya Sungmin pada diri sendiri, “alah paling orang frustasi yang ngga bisa naik bianglala” tuduhnya salah tempat karena tanpa Sungmin sadari, orang yang berteriak teriak dari bawah itu tidak lain adalah suaminya sendiri, Kyuhyun

“MINNIE!!!!!!” Teriak Kyuhyun kelabakan. Segera ia menuju ruang operator dengan wajah teramat marah, “hentikan Bianglalanya sekarang juga!!” gertaknya serius sambil mengguncang guncangkan tubuh sang asisten dengan kasar, “Dia itu sedang hamil!!!! Kenapa kalian malah mengijinkan Ibu hamil buat naik alat berbahaya ini!!!”

“Hukh….tapi kan wahana ini tidak bahaya Pak…..Ibu hamil….hmm…bisa menaiki bianglala tanpa masalah” jelasnya pendek pendek karena Kyuhyun tidak melepaskan cengkraman tangannya dari kemeja sang operator mesin

Sekarang mereka berdua menjadi tontonan publik, tetapi tidak satupun orang yang mau mencegah Kyuhyun agar tidak membunuh operator malang itu yang mulai kehabisan nafas

“Tidak bahaya gimana!!!” bentak Kyuhyun sekali lagi, “kalau ada guncangan gimana? Terus ngga lihat nih besi udah mulai berkarat! Ha! Bisa bisa di tengah putaran, ada bagian yang patah lalu jatuh ke bawah dan…..” Kyuhyun kehilangan kata kata membayangkan rentetan kejadian mengerikan tersebut kalau sampai benar benar terjadi.

Sejenak wajah sang operator mendadak jengkel, “anda pasti kebanyakan nonton final destination sampai trauma begini, ya kan?”

 Kyuhyun menggeleng cepat cepat dan kembali mempererat cengkaramannya, “Cepat turunkan bianglalanya! SEKARANG!” Hardiknya penuh ancaman

Siapapun, yang di tatap dengan kedua mata Kyuhyun yang berubah mengerikan. Akan langsung kabur seketika. Sama halnya seperti operator malang ini. Ia buru buru mengangguk pasrah sambil mengotak atik mesin supaya berhenti otomatis satu persatu

“Eh?!” Sungmin memegang besi di pintunya dengan cemas, “kok tiba tiba turun begini…..” tempatnya bergerak searah jarum jam, memutar hingga berada di urutan paling bawah secara sengaja—bagaimana tidak? sementara beberapa pengunjung lainnya masih ada di atas, Sungmin sendiri yang pintunya terbuka lebih dahulu, “cepat sekali….” Ia baru mau melangkah keluar ketika satu suara membuyarkan lamunannya

“MINNIE!!!”

“Eh?” satu gerakan cepat, kepala Sungmin berputar mencari sumber suara yang memanggilnya

Di sana—Kyuhyun berdiri dengan aura marah yang terlihat jelas tidak hanya oleh Sungmin, tetapi oleh semua orang di sana

“Kyu…aku tadi—“

“Kita pulang” tukas Kyuhyun singkat setelah memeluk tubuh Sungmin sekilas dan menuntunnya keluar dari keramaian

“tapi aku—“

Kyuhyun berbalik dengan wajah mendelik kesal, “ngga ada tapi tapian!!! Kau sudah hampir membuatku kena serangan jantung tahu! Melihatmu berada di atas ketinggian—seorang diri lagi!! aku…” suara Kyuhyun terputus putus, nafasnya menderu tidak beraturan dan keringat dingin membasahi wajah pucatnya. Bahkan tangannya yang menggandeng Sungmin bergetar sedari tadi, “maaf Kyu—aku membuatmu khawatir lagi” balas Sungmin benar benar merasa bersalah sekarang

Secara buru buru, Kyuhyun meraih Sungmin dalam pelukannya erat erat, “kau boleh keluar….kau boleh pergi ke festival…tapi please…jangan naik benda benda berbahaya…..” bisik Kyuhyun dekat telinga Sungmin

“tapi kan Bianglala tidak berbahaya” kata Sungmin terus terang

“Itu bahaya! Apa aku perlu kasih list apa saja yang boleh kau lakukan saat di festival ha!”

“tidak usah se ekstrim itu Kyu!” Sungmin mendongak untuk menatap suaminya, “aku kan bukan anak kecil lagi!”

Kyuhyun memutar kedua bola matanya, “terserah—mendingan sekarang kita pulang, yuk” ia baru mau menggandeng Sungmin lagi kalau saja langkahnya tidak di tahan oleh Sungmin masih bergeming di tempat, “kau kenapa lagi? jangan bilang mau naik wahana lain?” tanya Kyuhyun sudah memikirkan macam macam

Sungmin menggeleng ringan, “ngga—tapi mumpung kita di sini, gimana kalau kita sekalian kencan? Hehehehe” wajahnya bersemu merah ketika mengatakan hal itu

“kencan?” alis Kyuhyun naik sebelah, “boleh juga—sudah lama kita tidak kencan” ia merubah posisi tangannya sehingga merangkul tubuh Sungmin layaknya orang berpacaran, “nah Minnie sekarang kau mana? Aku akan mengantarmu~” ucap Kyuhyun sok romantis

“Hahaha—ke sana!! Tadi aku lihat stand itu ramai, tapi tidak tahu itu stand apa” unjuk Sungmin pada salah satu stand berwarna warni dengan beberapa coretan kartun di sekelilingnya

“oke kita kesana” selama itu bukan naik wahana, Kyuhyun sih setuju setuju saja dengan pilihan Sungmin. Mereka berjalan pelan sambil berusaha menyelinap dari kerumunan orang banyak yang semakin menumpuk seiring malam tiba

“Ah! Stand Komik!!!!” pekik Sungmin bergegas menghampiri pinggiran meja ketika mendengar ucapan penjual yang terus berteriak lantang, “Ayo beli beli!! Komik murah komik murah!!!!”

Dari tadi, Kyuhyun hanya menatap ingin tahu dan membiarkan Sungmin antusias membeli komik, “jangan terlalu banyak membeli Minnie—aku akan menyita sebagian selama kita belajar tambahan nanti” kata Kyuhyun memperingatkan

“Iya” jawab Sungmin sambil lalu karena tangannya sibuk memilah milih komik mana yang ingin dia beli, “ini saja—berapa semuanya Pak?” tanyanya seraya mengeluarkan dompet kecil kalau saja Kyuhyun tidak menahannya, “biar aku saja yang bayar” kata Kyuhyun mengambil beberapa lembar Won dari dompetnya sendiri

“Makasih kyu”

“Hmm…tolong bungkus Pak” Kyuhyun menyerahkan 4 komik pilihan Sungmin pada penjual, “sebentar….semuanya—eh anda bukannya yeoja yang waktu itu kan?” tanya sang penjual yang berperawakan masih muda sambil menunjuk ke arah Sungmin dengan bersemangat, “anda siapa ya?” kata Sungmin bingung

“Masa tidak kenal—saya penjual komik? Yang membuka stand juga di festival komik waktu itu!” ujar sang penjual yang belakangan di ketahui bernama Minwoo—berdarah Separuh Jepang separuh Korea, “ah ini pasti suami anda!!!” ia tersenyum penuh makan ke arah Kyuhyun yang malah meliriknya tajam, “dia siapa Minnie?” gumam Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin

“Dia….” Wajah Sungmin mendadak ngeri karena terlintas momen mengerikan tentang festival bodoh waktu itu, “Kau! Kau yang menjual komik hentai kepadaku dulu kan!!!” unjuknya di depan muka Minwoo penuh tuduhan

“Iya hehehe—gimana berhasil kan?” balasnya tanpa merasa bersalah sama sekali, tiba tiba tatapannya tertuju pada perut Sungmin yang membesar, “Wow…..bahkan sampai hamil—anda pasti menggunakan buku itu secara benar” ia menepuk pundak Sungmin lembut namun cepat cepat di tepis Sungmin yang mundur dan bersembunyi di samping Kyuhyun, “ayo Kyu kita pergi dari sini! Aku tidak jadi membeli komik!”

Anehnya Kyuhyun tetap berdiri di tempat, “jadi anda yang meracuni Istri saya dengan komik murahan itu” geramnya tajam

“memang” jawab Minwoo ringan, “anda akan berterima kasih pada saya—asal anda tahu, istri anda terlalu polos”

“KAU?!” Kyuhyun melepaskan tangannya dari balik punggung Sungmin, hendak menghajar lelaki di depannya, “Tidak! Kyu! Jangan cari keributan, ayo kita pergi” bujuk Sungmin susah payah menarik lengan Kyuhyun agar menyingkir dari situ

“Tapi dia!!! Aishh!!!” Mereka berdua keluar dari keramaian, berhenti tepat di sebuah bangku panjang yang tertutup beberapa pepohonan lebat, “aku akan mencari minuman—kau di sini saja dulu” kata Sungmin pergi ke stand makanan terdekat sementara Kyuhyun menenangkan diri

Sekembalinya Sungmin, Kyuhyun terlihat sedang menelepon seseorang—wajahnya yang tadinya marah berubah senang. Tidak berapa lama, ia menutup telepon dan menatap lekat lekat istrinya, “semua beres….memang benar! Kau harus ke festival bersamaku!! Bukan orang lain!!!”

“Aku tahu Kyu—maaf…” entah berapa kali sudah Sungmin harus meminta maaf pada Kyuhyun dalam satu hari ini—hanya gara gara dia ingin pergi ke festival

“Tidak tidak kau tidak mengerti!!” Kyuhyun berdiri di depan Sungmin sambil berjalan mondar mandir, “apa enaknya pergi ke festival? Kau lebih baik berada di rumah—aman dan tentram, bukannya malah pergi menjauh dariku lalu naik bianglala dengan ketinggian di atas rata rata” cibir Kyuhyun menatap kesal ke arah Sungmin

“Tapi kan aku!” mendadak Sungmin teringat sesuatu, “aku naik bianglala…untuk membuktikan ucapan peramal bodoh……yang bilang…..” kedua matanya melebar, mulutnya terbuka ketika sebuah petikan percakapan terlintas dalam pikiran Sungmin

jodohmu akan kau temui ketika kau menaiki biang lala—ia akan berdiri tepat di hadapanmu saat kau kembali turun dari atas…bahkan sebelum kau sempat menginjakkan kaki ke tanah, ia akan ada di sana

“Kyuhyun….”

“Ya ini aku—kenapa Minnie?” tanya Kyuhyun mendadak khawatir karena kedua mata Sungmin bergerak gelisah

“Bukan! Aku tadi!” dan ketika ia mendongak, Sungmin mendapati Kyuhyun sudah berlutut di depannya—menyentuh wajahnya halus, “kau sakit Minnie? Ada apa? Ada yang sakit?” tanyanya beruntun merasa cemas

“aku tidak apa apa, aku baik baik saja” jawab Sungmin tersenyum lebar.

Ia tahu—sudah lama Sungmin tahu kalau dirinya memang mencintai Kyuhyun…..tetapi ketika sang peramal malah mengatakan sesuatu di luar logika….itu malah membuat perasaan Sungmin meledak seketika

Kyuhyun adalah jodohnya—berarti pilihan Sungmin menikah dengan Kyuhyun adalah keputusan paling tepat yang belum pernah ia buat sebelumnya

“Oh bagus kalau begitu” ucapan lega Kyuhyun membuyarkan pikiran Sungmin. Ia kembali berdiri tegak—menaruh kedua tangan di pinggang dan siap memarahi Sungmin lagi, “Pokoknya kamu akan kuawasi lebih ketat!! Jangan sampai teracuni sama orang gila itu!!! Mengerti Tuan Putri?” sindir Kyuhyun setengah heran melihat wajah Sungmin berseri seri di marahi olehnya

“Mengerti Kyu” jawab Sungmin menurut

“Dan juga!! Kau tidak boleh pergi!! Kemanapun tanpa ada aku! Chulie atau orang tua kita!!! Sampai kau melahirkan, ngerti!” lanjut Kyuhyun berusaha tetap terdengar marah meski mendadak ia malah salah tingkah karena Sungmin sedang bertopang dagu, tersenyum manis dan terus menatap lekat lekat ke arahnya

Sungmin mengangguk riang

“Kau juga—aishh!! Jangan menatapku seperti itu Minnie!!!” tunjuk Kyuhyun setengah kesal setengah gugup

Senyum Sungmin makin lebar mendengar pengakuan lugas Kyuhyun, “sudah berhenti dulu marah marahnya…kemarilah….” Ia menarik tangan Kyuhyun mendekat, membiarkan Kyuhyun berlutut lagi di depannya kemudian Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun dengan hangat, “aku mencintaimu Kyu….sangat…mencintaimu….aku tidak peduli kau mau semarah apa, segalak apa, aku tetap mencintaimu…”

Kyuhyun langsung melepaskan pelukan Sungmin agar bisa menatap wajahnya, “Kau kenapa hari Minnie? Aneh sekali…” gumam Kyuhyun mengelus pipi Sungmin yang menggemuk selama kehamilan

“Kalau aku aneh apa kau tidak mencintaiku?” goda Sungmin

“tidak….mau kau aneh…ataupun kau tidak normal sekalipun….” Telunjuk Kyuhyun terus menelusuri garis wajah Sungmin sampai ke dagunya, “aku tetap mencintaimu…”

“Hehehehe…”

“Sudah berhenti bicara Minnie….” Kyuhyun melepaskan tangannya dan membawa dirinya terus mendekat ke arah Sungmin, “aku jadi susah menciummu” ia terus menatap kedua mata Sungmin dan bibirnya secara bergantian

Sungmin langsung terdiam gugup. Bukan pertama kalinya ini Kyuhyun menciumnya, tidak—mereka sudah berkali kali berciuman, namun kenapa jantungnya tetap berdegup kencang dan pipi Sungmin tetap merah merona saat melihat Kyuhyun sudah menutup mata lalu menyapu bibir luarnya dengan begitu lembut.

Perlahan lahan, Sungmin ikut memejamkan mata dan menikmati setiap kecupan ringan dari bibir Kyuhyun.

“lihat wajahmu—sudah semerah tomat” kelakar Kyuhyun ketika melepaskan diri dari Sungmin, “kenapa kau tiba tiba menjadi romantis begini sih…sampai membuatku ingin menciummu, aishh! Baby, Ummamu sudah menjadi perayu ulung” sekarang tatapan Kyuhyun beralih ke perut buncit Sungmin—seolah olah mengajak anak mereka bercakap cakap

“tidak!” elak Sungmin tidak terima, “aku kan hanya mengutarakan pendapatku. Jangan dengarkan Appamu!!” kedua tangan Sungmin merengkuh perutnya sambil menjulurkan lidah ke arah Kyuhyun

“Ya! Kau!!” dengan sigap, Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin—menggelitikinya dari samping sampai sampai Sungmin terlonjak penuh tawa, “Hahahaha….Kyuhyun berhenti!!! Geli…!!”

“Aku kan ingin membuat anakku tertawa—bukan kau!” ejek Kyuhyun akhirnya berhenti mendengar ringisan Sungmin akibat kehabisan tenaga untuk tertawa, “sedang apa dia sekarang?” tanya Kyuhyun menyandarkan kepalanya di atas kening Sungmin

“Dia sedang tidur…nyenyak sekali” jawab Sungmin keibuan

“Oh…apa tadi aku menganggunya?”

“tidak kok” Sungmin terus mengelus elus perutnya dengan perasaan damai, “sabar, dua bulan lagi dia akan melihatmu” bisiknya seraya merengkuh wajah Kyuhyun dengan sebelah tangan

“Aku tahu…” Kyuhyun mencium telapak tangan Sungmin, “aku sudah tidak sabar melihatnya….anakku….hahaha…aku akan menjadi Ayah!!! Tidakkah itu istimewa?” ia terlihat bahagia—terlalu bahagia sampai sampai Sungmin hampir menangis terharu mengamati wajah Kyuhyun

“Sangat….sangat istimewa….” Sungmin memejamkan mata, merengkuh kedua tangan Kyuhyun dari tubuhnya dan meremasnya lembut, “tenang saja—aku akan menjaganya baik baik”

Mereka terdiam menikmati nuasana tenang tanpa memperdulikan suara kembang api yang menggelegar begitu menguasai seluruh penutupan festival kota hari ini.

TBC

51 responses to “≈No Other Like U-Forty Nine-{Festival}≈

  1. AAAAAAAAAAA ONNIEEEEEEE!!! BAGIAN AKHIRNYA ROMANTIIIIIIIIS BANGEEEEEEEEET >.,,< 2 bulan lagi!! Kyaaa.. Kyaaa… Aiisshh jangan jangan.. kata2 peramal itu bner lagi.. Apakah anak kyumin bakalan kembar??? O.o haha mari kita tunggu.. Lanjuuuut onn😄 semangaaaat!!! ^o^9 aku akan selalu mendo'akan mu🙂 berjuaaaaang!!! \(^o^)/

  2. onniee…..NOLU makin daebak ajj,,,
    kayaknya minwoo bakalan kena deh ma kyuhyun tinggal tunggu tanggalnya ajj
    dan juga kyuhyun yang over bikin gregetan,,,
    biarpun marah ma minnie tetep ajj perhatiannya itu loh,,,bikin gemes…lanjut onn,,,

    sarange onniieeee

  3. SUMPAH GUA PENGEN CERITA HIDUP GUA KAYA KYUMIN ajegilee romantis banjets thor,lanjutan di tunggu thor huhuhuhu😀.

    *bow

  4. hwaaaaaaa kerennya..
    kyuhyun kya yang udah ga punya semangat hidup klo ga ada sungmin..
    pngn deh jadi sungmin hoho..

  5. HUAAAAA EONNI!!! Kenapa TBC?! Kurang panjang!!! *dibacok!*😀

    » naik terus menuju puncak gemilang cahaya, mengukir cita seindah asa, menuju puncak!

    Ngakak bgt ini eon! Ama aja lupa theme song AFI wkwkwkwk ..

    Aaaa senang sekali sudah tak diprotek nih🙂

    Ah! Tuhkan, perkiraan Ama bener! Minnie cuma ngejailin Kyu doang, kirain mau beneran haha .
    Btw, di NOLU Minnie kasian amat eon? Di kekang mulu haha😀

    Anaknya kyumin pasti kembar ya eon? *sotoy*

    Udahlahh, mau komentar apa ya? Kritik? Mau kritik apa? Bingung Ama haha ..
    Ditunggu aja lanjutannya^^

  6. Kyaaa….
    Soooo Romantix….
    >.<
    Makin mencintai NOLU jadinya..
    mita onnie keren…
    heehehehe
    ^^
    Onnie..
    aku tebak keknya anaknya sungmin sama kyu kembar..
    terus kembarnya cew sama cow…
    hehe..
    PS.
    Cuma tebak…
    klo betul pasti seru…
    =D

  7. to tweeettt…. hehehe~

    apa nya eonni ga bisa bikin ff romantis, ni romantis gini…
    ah,,, suka.. suka…suka…

    dua bulan lagi ya?
    aha~ berarti nti pas Vio pulang kkn Minnie udah lahiran ya hehehe~

    Keep writting

  8. huwaa eonniieee,,
    akhirnya dibuka jugaa..

    aku sih udah baca dari facebook..
    tapii bacaa darii blognya eon langsung lebihh puass..
    heheheh..

    kereen amat eonn..
    gak sabar nunggu kelanjutannya..
    heheh ~

  9. Huaaa Puas Eonn .. aku puas sama chap ini , masalahnya makin berfariasi .. Lanjutkan eonn ..
    eonn itu minwoo no minwoo ya ? huaaa itu bias saya😦

    eonn nissa kangen deh ma couple Hanwook .. ceritain mereka lagi dong atau hadirin mereka lagi di chap selanjutnya ..
    kangen Han yang Oon tapi pinter #PLAKK
    kangen Wookie yang jutek & bawel .. hehe

    gamsahamnida eonn ceritanya menghibur❤

  10. wahhhhhhhhhhhhh kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn daebak,,!!!
    kyuhyun jangan terlalu mengekang sungmin ya
    btw, minwoo itu no minwoo member boyfriend bukan??

  11. ya elah ..
    Kyu jahat bener sama Minnie ..
    dasar overprotektif banet si Kyu jadi orang ..
    istri nya mau ke festival aja sampe ga boleh,kan kasian minnie nya..
    sukurin di tinggal ke festival sama minnie .. hahaha
    *plak

    wah? siapa tuh peramal? ko tiba tiba ga ada si ?
    sumpah deh onnie ganjel banget sam dialog yang ini ..

    >>>>

    Sekejap mata sang peramal menyipit penuh selidik, “hmmm keadaan mereka baik baik saja—tidak usah khawatir”

    “Oh” Sungmin mendesah lega, “bagus kalau begitu….hehehe”

    “kau tidak mau tahu jenis kelamin anakmu kelak?” peramal itu balik bertanya, “laki laki atau perempuan?”

    Sungmin menggeleng ringan, “ah tidak usah—suami saya yakin ini bayi laki laki walaupun….saya sendiri merasa bahwa ia adalah perempuan”

    “atau bisa keduanya…” bisik peramal wanita itu dengan teramat pelan

    >>>>>>

    jangan” anak KyuMin kembar?? O.O
    huaaa penasaran..
    ya ampun Kyu si minnie naik bianglala aja ga boleh.. ==’
    hehehe akhir romantis ><
    aku tunggu part selanjut nya onnie..
    HWAITTING !!!!!!!!!!!! ^^

  12. waaaaaaaahhhhhhhhhh . .

    tambah keeren aja niih ceritanyaaaa .. . .
    mudahäh kata peramal itu benar , ,, nggak sabar nunggu anak kyumin lahir .. hahaha

  13. Cool… It’s the best chapter ever…. Aigoo~ kayaknya ‘feeling’ aku mulai menunjukkan ‘titik terang’…. Pas duu baca NOLU yg chapter.. berapa ya ==a ,, lupa hehehe😛 Pokoknya pas KyuMin “bekelana” ke masa lalu nya KangTeuk n HaeHyuk… kayaknya anaknya KyuMin dimasa depan bakalan kembar… kekeke~ Semoga benarr… Sampai menitikan air mata😥 baca chap ini.. tp akhirnya senyam senyum gaje gara2 KyuMin yg romantis gile… wkwkw I’m waiting for ur another great story, Sebas eonni!! \\(^0^)//

  14. yes,,komen lagi ah di sini biar puas… sebas unni aq benar2 tambah suka dengan part ini bagus banget,, hwaiting,, eh iya,,, tetep jaga kyumin tetep romantis >< bisa gila aq liat mereka berantem terus,,tapi seru juga sih,,,, fighting k sebas!! ^^d ingat ,,,tambahin panjang ff nya heheheheheheh

  15. ya ampun baca NOLU dr chapter awal sampe chapter skrg byk kejadian yg ga d duga sama sekali..
    2 bulan yah bakalan ada peran baru..
    semoga aja ada kyu n chullie wanna be… hehehe

  16. NOLU nya udah ampe bilangan kuadrat nih…
    gw tunggu kelanjutannya ya…
    bdw, gw suka BG blognya😉 plus piccu angelnya😉
    lanjutkan sebas X)

  17. 2 bulan lgi!! UuUuUuUuUuUu yeaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh~
    #nari gaje

    ngak sbar pngen cpet2 umin lahiran!! >3..<), pnya anak lgi..
    #Maksa Mode On

    Hohohoho, eon sebas hrus bkin crita lnjutan ankny kyumin kyk gtu!? HARUS!! Krna ni sbuah TUNTUTAN!!
    Mwahahahahahahaha
    #plak!! Lmpar sndal ma eon

    nanggung eon, ujung2ny jga nympe chap 50,, lbih pula..
    Itung2 bkin sequelny lah..
    Tserah ma eon.. Mw nympe mana ni nolu..

    Tpi yg pling ak pngin yaa kyak crita yg di atas ntu…
    Hehehehe..^_^
    *readers yg laen jga pasti pda seSUJU*

    Keep Writing ya, eon..
    *hug n' kisseu eonni*
    \^o^/

  18. hwee~
    T^T
    kok komenny ada yg kpotong?!!
    *nunjuk komen yg diatas*

    di ralat ya, eon.. Dri sni nih..

    >> ngak sbar pngen cpet2 umin lahiran!! >3..<), pnya anak lgi..
    #Maksa Mode On

    tuh kn, kpotongny pnjang bngt!!

  19. di EDIT lgi ni eon,,
    dri tadi kpotong mulu!!

    >> ngak sbar pngen cpet2 umin lahiran!! >3..<.. pnya anak lgi..
    #Maksa Mode On

    #mudah2an ngak kepotong lagi..

  20. Aaaaiisshhh!! ^////^ romantis bgt!!!!😄
    HWAITING..!!😀

  21. kyaaaaaaaaaaaaa endingnya terlalu romantis aku g tahan(?) >///o<
    #ikutposesif
    keren keren gak terasa next part uda chapt 50 ya onn ;____:
    rasanya baru aja baca ff ini dari awal pas digrup fb dulu *nangis haru #apasih

    • yaiks coment aku kepotong -..-
      wah wah anak kyumin pasti kembar ne +__+
      pantes umin makannya 3x lipat .___.
      ntar anaknya sama epil deh kayak bapaknya tapi imut kayak minnie pasti mancaabbbb ^^b
      minnie..lagi hamil kok naik bianglala sih,..kan bahaya >o<,
      #ikutposesif

  22. so sweet! josss! bagus banget eonnie aaaaaa berharap bisa jadi istrinya kyuhyun *plaaaak *ngarep hahahaaa😀
    oke deh eonnie, keep writing! sukses terus :))

  23. So sweet abis… Anak mereka kembar cewe-cowo kaya Kyu dan Chulie? KyuMin juga jodoh! Kyaaaaaa senyum-senyum sendiri baca ni ff. ^^

  24. Apa wanita berkerudung hitam itu sebas, lalu si penjual ice cream itu seunghwan?*asal tebak*

  25. huah
    satu kata “R-O-M-A-N-T-I-S” yang cocok buat kyumin..
    wah 2 bulan lge mudah”an anak na kyumin kembar..
    waiting buat sebas unnie..

  26. keren banget….*o*
    lanjutkan terus ya,thor..
    eoh? authornya eonni ‘kan ya? ==”a *mian agak bingung*
    hahahahaha
    pkokya hwiting dan terus dilanjutkan ya,eon…ceritanya makin KEREEENNN!! xD

  27. onnie ..
    y ampuun aku nyari” lanjutan ff.a, t’nyata ada di sinii ..

    huuaaa,,
    bnar” t’haru dgn part ini !!
    kata”.a minnie sblm pergi nnton festival ngena bangeeeet .
    pokok. so sweeeet bngeet ..🙂
    2 bulan lagi anak.a kyumin lahir, gak sabaar !!

    hwaiting y onnie !!
    :))

  28. wahhhh,,,,,aku penasaran nie endingnya,,,,
    sampe berapa part sie,,,?????
    masih lama gag lanjutannya,,,?????
    aku sampe merelakan skripsi dan tugas makalah ku berantakan nie karna ketagihan baca NOLU?????
    ceritanya keren,semuanya lengkap,,ada romantisnya ada comedy’y……
    ditunggu bgt nie cerita selanjutnya……

  29. i-ini udah tamat belum?
    belum ya? belum yaaa?
    lanjut! lanjut!
    ffnya DAEBAKK! DAEBAKKK!!!! ><

  30. aduhhh….
    so sweet abis….
    smpe bikin saia mewek tau gak….
    semoga bsok saia bsa kaya mereka…
    menjadi keluarga yang bahagia….
    aminnn….:)

  31. aaa,,,,,so sweet romantis banget pas akhirnya..hwaaa..masih tergiang2..haduhhh.
    romantis bangettttt

  32. Aaaaa romantisssss sumpaaah :3
    Kyaaaaaaaaaa ga sabar mau liat ade nya, pasti kembar…

  33. so sweet!!! emg jodoh min am kyu it :’)
    kyu jg overprotektif bgt !! haha tp ak ska! ak
    pgn pny suami gtu😦

  34. Aduh chp ini awalnya bkin nyesek..tapi akhrnya romantis abissss
    Minnie,km tuh d kekang bukan tanpa alasan, emang Kyu terlalu over tp itu karena dia terlalu mencintai Minnie…jd terharu T.T
    eh…peramalnya…serem,ilang sendiri!

  35. aiihh sempet sakit hati ama kyu pas dia marahin minnie dan ga ngijinin buat ke festival.
    tapi jadi ikut terharu juga, walaupun kyumin lagi marahan tapi kyu tetep ngasih perhatian ke minnie.
    sempet juga ama peramal itu. takut jodoh minnie bukan kyu tapi ternyata jodohnya minnie itu kyu.
    aneh juga aku kenapa sempat terkeco ama peramal, pasti udah jelas kyumin itu jodoh.
    makasih ya peramal.. secara ga langsung bikin minnie atau kyumin jadi romantia gitu.
    semoga calon baby mau nunjukkin tendangan halus di perut ibunya ke kyu, kasian kyu ga pernah dengerin anaknya.
    seneng banget ama chapter ini apalagi pas bagian akhirnya u.u

  36. Kyu mana bisa sich nyuekin minnie, walau di luar ngomong nya gitu tp dlm hati nya udah berontak tu nyuru minnie biar d rmh aja.. Hahaha dasar kyu posesif..

    Suka ama akhirnya.., kyu emang jodoh yg ditakdirkan bwat minnie…🙂
    Aigooooo, romantis bgt sich mrk..

  37. awwwww kyumiiin romatiiis bgtt kaliaaan berduaaa eh salah bertiga deeng maksud nyaa hahhaha

    aku sukaa bgt sama karakyer kyu disiniiii … thoooor cariiin aku jodooh doong yang kayak kyuhyuuun😉

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s