≈No Other Like U-Special Part-{Yenry and Simi}≈

“Zhoumi!! Di manapun kau berada, aku akan selalu bersamamu!!!” teriak Siwon dengan salah satu tangan memegang kertas puisi sementara satu tangannya yang menganggur memegang bagian dadanya—seperti ingin menunjukkan, hati ini hanya untukmu Zhoumi~

Tetapi sayang beribu sayang, Zhoumi keluar dari rumahnya—berkacak pinggang dan menatap horor ke arah Siwon, “Lo ngapain di sini!! Sana balik!! Ga sekolah apa!!” bentak Zhoumi separuh malu karena di lihat tetangga rumahnya yang ketawa ketiwi melihat tingkah aneh bin ajaib Siwon—kalau di hitung hitung, ini udah hari ketiga di mana Siwon menyatakan cintanya menggunakan puisi

Hari pertama dia bawa bunga mawar satu buket, tetapi ternyata Zhoumi alergi serbuk bunga dan jadinya dia malah Huatchim huatchim ga jelas.

Rencana ke satu gagal

Hari kedua Siwon memainkan biola pada waktu subuh—tetapi yang ada, malah di pukulin sama tetangga dekat rumah Zhoumi karena Siwon memainkan lagu kematian—lah mau gimana, cuma himne itu doang yang dia bisa?

Rencana kedua gagal total

Dan sekarang ketiga….

Puisi—tetapi ada yang aneh deh, karena puisinya Siwon terkesan alay dan agak agak gimana gitu. Yah, sepertinya dia salah minta tolong—lah nyuruh Yesung buat bikin puisi? Pelajaran bahasa Korea aja Yesung ngga lulus lulus, ck ck Siwon siwon….

“Pergi ga??” usir Zhoumi tanpa ampun, “atau mau gw siram air panas!!” ancamnya benar benar tidak segan segan menghakimi Siwon dengan kejam

“Iya iya…tapi besok boleh berangkat bareng ya?” pinta Siwon meminta imbalan yang langsung di tolak mentah mentah sama Zhoumi, “Ngga!!! Enak aja!!! Sana pulang!!!”

“Ya udah, kalau ngga mau janji, gw mau di sini terus—di depan rumah lo!” kata Siwon keras kepala

Zhoumi makin sangar menanggapi Siwon, “Eh malah ngelunjak!! Gw siram air panas nih!!!” ucapnya bergegas mengambil satu gelas teh panas—benar benar panas lalu mengangkatnya di depan wajah Siwon

Tetapi memang dasarnya cinta, kekuatannya lebih kuat daripada kekuatan usagi si sailormoon—Siwon malah membusungkan dada layaknya prajurit rela mati di tangan musuh, “siram aja, gw ngga takut sampai lo mau janji besok berangkat bareng!!” tantang Siwon tanpa rasa takut

*itu beneran panas loh Siwon*

Zhoumi yang dasarnya cuma niat ngancem langsung terdiam, ia mendengus kesal—tahu kalau bakalan kalah debat dari manusia satu ini, “iya iya besok—gw janji kita berangkat bareng” katanya amat tidak rela

“YES!!!!” Pekik Siwon kegirangan, “sampai besok Mimi!!! Dadah!!!” tidak sampai, sepuluh menit, Siwon sudah berlari kencang dengan suara teriakan khasnya membuat Zhoumi hanya bisa mengurut dada, “dosa apa gw malah di taksir sama cowok aneh begitu” gumamnya kembali masuk ke dalam rumah untuk pergi ke sekolah

Kalian pasti nanya kenapa sekarang tekad Siwon kuat banget buat ngedapetin Zhoumi? Itu karena pendapat Kyuhyun yang super duper ngasal tapi di tanggapin serius sama manusia tampan satu ini. Jadi Siwon berpikir kalau dia terus mendekati Zhoumi dengan semangat ’63 (kenapa 63? Karena sebas bego ga tahu kapan Korsel merdeka, dan dia hanya ngasal nebak, maklum Sebas buat soal sejarah—setiap di tanya guru, Sebas cuma jawab gini, ‘ya elah bu~ sejarah tinggalah sejarah, ngapain di ungkit2 lagi, pamali ngebahas masa lalu harusnya kita songsong masa depan kita bu! Merdeka!! *alhasil Sebas sewaktu SMP dan SMA di musuhi sama semua guru sejarah di sekolahnya*)

Back to FF

Jadi Siwon berpikir kalau dia terus mendekati Zhoumi dengan semangat 45 (sebas cari amannya aja deh) maka Zhoumi akan luluh dan ta da~ mereka jadian seperti di film film hehehe, kan enak tuh

Tetapi nampaknya bukan hanya Siwon yang butuh perjuangan untuk mendapatkan Zhoumi sang wanita dengan tipe serba ideal. Mochi yang masih berhubungan darah sama Mimi pun perlu jurus jitu Sungmin yang di turunkan kepada Yesung supaya tuh anak dapat di taklukan

“Aduh?? Tom and Jerry? Apa ngga ada acara lain yang lebih elit apa?” ujar Yesung masih sibuk membereskan uang di meja kasir, “udah kelas X masih tontonannya anak kecil banget, spongebob gitu—kan lebih berbobot” sambungnya lugu

*Tom and Jerry sama Spongebob kan sama aja +___+*

“Lagian harus ngapain gw sama tuh mahluk kucing dan tikus, beli DVDnya aja apa—terus ngundang Mochi nonton berdua” belum apa apa, Yesung udah senyum malu malu kucing membayangkan Mochi dan dirinya berbagi popcorn sambil menonton kartun serba ga jelas itu *ini bagi Yesung*

“Ah romantisnya..”

Selagi Yesung melamun aneh ternyata Mochi sedang mampir ke supermarket Yesung untuk membeli makan siangnya dengan Zhoumi. Tidak sampai 5 menit Mochi sudah menaruh belanjaannya di meja kasir, ia sempat malas pas melihat Yesunglah yang sedang menjaga kasir, namun Mochi juga heran, nih anak ngelamunin apa sampai bisa ngga berkedip kayak gitu?

“Yesung???” Mochi memanggil sekali, “YESUNG!!!” Teriaknya keras membuat Yesung kembali ke dunia nyata. Ia tergagap lalu mengubah raut wajahnya menjadi amat ramah ketika melihat Mochi lah yang mengacaukan lamunannya, “hai? Mau beli apa hari ini?” tanyanya beruntun

“Ng—ngga ini, gw mau beli mie ramen aja” balas Mochi sekenanya sambil mengeluarkan uang ribuan Won

Senyum aneh Yesung makin tidak jelas, ia memindai satu persatu mie ramen namun tatapan matanya hanya tertuju pada Mochi—dan entah kenapa, kok Mochi bukannya muntah darah atau kabur seribu langkah seperti biasanya, tapi dia malah membalas tatapan Yesung—agak bingung kemudian berubah segan, lalu salah tingkah dan pipinya yang tembam malah merah merona. Yah, meski dalam hati Mochi tetap mengutuk diri sendiri—bisa bisanya dia salting sama namja aneh satu ini, apa karena Yesung tatapannya tulus kayak gitu…entahlah, hanya Mochi yang bisa menjawabnya

“Elo kenapa Yesung?” suara Mochi memecah keheningan canggung di antara mereka—dia udah mengantisipasi supaya wajahnya tidak bertambah merah lagi, nanti Yesung bisa ge er setengah mati

“Ng—itu…” tangan Yesung menunjuk gigi depannya sendiri—sebagai peragaan, “ada sisa cokelat di gusi kamu, hehehe”

“EH?” muka Mochi mendadak berubah sangar, ia segera merampas kasar kantung belanjaan kemudian membanting uang ke atas meja kasir, “ambil aja kembaliannya!! Dasar Yesung aneh!!!” maki Mochi bergegas keluar dari supermarket meninggalkan Yesung yang garuk garuk kepalanya seorang diri, “aduh padahal gw kan cuma jujur, kenapa masih di omelin, Aish!!!”

Kepolosan dan keluguan Yesung ternyata salah satu kelemahannya untuk mendapatkan hati Mochi

Jadi bisakah dua namja yang tampan namun agak agak *sebas memutar kedua bola matanya* yah pembaca tahulah—bisa mendapatkan hati kedua kakak beradik itu?

Kita lihat saja…

*****

“Yes!!!” Siwon terlihat tidak sabar di depan rumah Zhoumi. Ia sudah bolak balik 456 kali sampai akhirnya Zhoumi keluar rumah dengan muka di tekuk sejutek juteknya—sambil mengutuk Siwon dalam hati. Tadinya Zhoumi mau ke komplek sebelah buat beli jimat santet biar ketua basket St Christie berhenti merecokinya terus menerus, tetapi ngga jadi—takut dosa

“Udah siap Mimi?” tanya Siwon sok jadi pacar

Zhoumi mengangguk dengan sikap dingin

“Bagus” mood Siwon tidak terganggu sama sekali, ia berusaha mensejajarkan langkahnya yang di tinggal jauh oleh Zhoumi, “eh hati hati jalannya—nanti bisa ketabrak” Siwon berusaha mengajak mengobrol wanita angkuh tersebut

*Sebas di bom sama Zhoumi Lovers*

“ketabrak gimana—kan kita di trotoar” balas Zhoumi mencibir kebodohan Siwon yang rada rada di ambang batas kewajaran

“Tapi—eits, itu ada kucing sangar! Hus hus, jangan ganggu Mimi-ku” mendadak Siwon sibuk berantem sama kucing jalanan yang entah dosa apa pagi ini ketemu sama namja aneh itu. Zhoumi malah geleng geleng kepala, pura pura ngga kenal sebelum berjalan lebih cepat, meninggalkan Siwon di belakangnya

“Eh Mimi!! Tunggu!!!” tidak sampai beberapa langkah panjang, Siwon kembali berjalan di sisi kanan Zhoumi sambil nyengir lebar, “nanti pulang sekolah mau aku jemput? Hehehe, terus kita bisa pergi berduaa—

“Ngga bisa! Aku harus pulang lebih dahulu sebelum Mochi, kasihan dia di rumah sendirian” balas Zhoumi terus terang—itulah alasannya sampai saat ini Zhoumi malas mencari pacar, Mochi—adiknya adalah prioritas utamanya

“Oh ok” sikap ramah Siwon benar benar kebal atas penolakan demi penolakan Zhoumi, “tapi aku boleh jemput kannnnn???”

Zhoumi mengumpat dalam hati. Langkahnya terhenti lalu menatap tajam Siwon, “kau bisa tidak berhenti mengangguku tidak? Sungguh! Aku benar benar—“

“kau mau kujemput?” ulang Siwon pura pura tidak mendengar ucapan protes Zhoumi

“Tidak” balas Zhoumi melotot kejam

Siwon mengangguk paham, “baiklah….” Baru beberapa jalan dekat gerbang sekolah, Zhoumi bisa bernafas lega namun tidak lama kemudian….

“Nanti ya—aku pasti menjemputmu dadah my darling~” ujar Siwon tidak tahu malu

“HA??” Zhoumi menatap tidak percaya Siwon yang sudah melambai dari kejauhan, “gila tuh cowok terbuat dari apa sih!!!! aishh!!!”

Ia memilih masuk ke dalam sekolah—membiarkan pelajaran menyita waktu dan konsentrasinya sampai bel masuk berbunyi nyaring

________________________

“Tapi Sungmin aku harus ngapain?”

“Yah berusaha—ngajak ngobrol tentang Tom and Jerry atau membeli DVD limited editionnya kek, kreatif dikit dong Yesung—lo harus berjuang” petuah Sungmin panjang lebar sambil mengelus elus perutnya yang semakin lama semakin besar—sempat Yesung berpikir, itu Sungmin apa ngga takut perutnya bisa meledak.

Yesung hanya bisa termenung—belum beranjak dari tempat duduk Kyuhyun di sebelah Sungmin, “yang gampangan ga ada Sungmin? Susah banget sih dapetin dia….hmmmm”

Sungmin menahan tawanya, “habis lo sama Siwon suka aneh sih kalau deketin Zhoumi sama Mochi, kalau agak normal pasti mereka berdua mau deh” tanpa sengaja aku lewat depan rumahmu, di hiasi tenda biru~

*loh kok gw malah nyanyi lagu Desi Ratnasari sih? aishh dia kan kakak kelas gw di Atma #pamer*

Back back to FF

Tanpa di sengaja, Sungmin sudah menghina Yesung dengan kebodohannya, begitu juga Siwon. Tadinya Yesung sudah mau berteriak protes tapi tidak jadi ketika melihat sosok menyeramkan yang muncul tiba tiba dari pintu depan kelas, “ngapain lo di bangku gw? Sana! Gw mau ngasih makan Sungmin!” bentak Kyuhyun sambil menenteng satu nampan besar berisi makanan makanan kesukaan Sungmin yang tidak boleh berjalan jauh lagi karena kehamilannya sudah menginjak bulan ke 7

Yah sebenarnya sih Sungmin masih sanggup sanggup aja jalan jauh—apalagi salto, roll depan roll belakang pas olahraga. Tapi u know lah, authornya udah bosan hidup kalau memaksa ada adegan itu di nolu—gw juga takut sama suaminya bo~

“Ck…” Yesung menurut. Dia memang bangkit berdiri tapi malah kembali duduk di bangku Kibum yang ada di depan Kyumin sambil menghadap ke arah Sungmin, “terus gimana nih Sungmin?”

“Hmpphh…Hmphhh” mulut Sungmin penuh makanan—nampaknya Kyuhyun sengaja terus menyuapi Sungmin supaya tidak bisa menjawab pertanyaan Yesung, “Kyu!! Berhenti sebentar!! Aku jadi susah bicara!” protes Sungmin ketika Kyuhyun mengulurkan segelas jus buah kepadanya

“Biarin aja” jawab Kyuhyun cuek dan bersiap menyuapi Sungmin kembali

“Ya elah, Kyuhyun—masa sama gw juga cemburu!!” kata Yesung bisa menebak jelas sikap protektif Kyuhyun, “gw kan lagi konsultasi masalah Mochi!!! Aishh, kalau gw ga bisa dapetin Mochi, bisa bisa Sungmin gw embat nih!” canda Yesung sambil tertawa lebar tapi sayang, Kyuhyun tidak menganggap ucapan lugas Yesung sebagai perkataan sambil lalu. Ia berdiri tegap, menatap tajam ke arah Yesung sebelum berkata, “apa tadi lo bilang?” ulang Kyuhyun penuh penekanan

“Ng….ngga” tahu nyawanya terancam, Yesung segera ngibrit keluar kelas Sungmin dan kyuhyun. Ia hanya berani memaki ke-posesifan Kyuhyun dalam hati sambil memikirkan cara lain untuk bisa mendekati Mochi, “aduh…susah juga ya dapet satu pacar aja…..” gumamnya hendak kembali ke kelasnya sendiri di lantai bawah hingga tatapan Yesung tertuju kepada satu namja yang sedang mengenakan topi aneh di atas kepalanya—topi berbentuk satu binatang imut bernama Tom….

“Itu kan topi kartun Tom and Jerry!!!!” ujar Yesung antusias, “kok bisa di pake sama Hangeng ya?” karena penasaran, Yesung segera menghampiri Hangeng yang pede pede aja memakai topi itu tanpa merasa di lihat dengan tatapan mencemooh oleh sebagian besar murid kelas XII

“Hangeng!!” panggil Yesung ramah

“Ya?” jawab Hangeng menengok ke belakangnya—di mana Yesung sedang berlari kencang menghampirinya, “ada apa Yesung? Tumben main ke lantai 3?”

“Hehehe, itu—“ dia menunjuk ke topi aneh bin ajaib milik Hangeng—kalau anak kecil yang  lihat sih pasti Hangeng di bilang imut imut menggemaskan. Tapi kalau Hangeng memakainya pas jam istirahat, di sekolah tingkat SMA maka hal itu udah ga imut lagi—tapi menjurus kegilaan

*Sebas di hajar sama Gege Fans*

“Oh ini?” Hangeng mengelus topi berbentuk kepala Tom dengan bangga, “bagus ya? Hehehe—ini itu salah satu jenis Alien langka yang berada pada kawasan Mars loh hehehe, gw dapet dari pasar malam kemarin pas jalan jalan sama Wookie”

“MWO? Alien?” ulang Yesung tidak percaya—antara tidak percaya dengan apa yang di dengarnya atau tidak percaya dengan kelogisan pikiran Hangeng

Tom alias si kucing biru sapphire *author amat sangat ngarang* kok di bilang Alien?

“Itu bukan Alien Hangenggggg” jelas Yesung merasa gemas, “itu mah tokoh kartun di televisi—lo di tipu tuh sama penjualnya”

“Ah lo sama aja kayak Wookie, dia juga protes gitu sama gw—ck ck, gini nih kalau punya cewek sok tahu, baru belajar Alien setahun aja dia kira lebih ngerti dari gw” dengus Hangeng kesal

Mendengar itu, Yesung sempat merasa kasihan sama Wookie—kasihan punya pacar gila bercampur keras kepala, “bener kata Wookie Hangengggg, itu emang tokoh kartun, aishh!! Eh daripada lo pake di tengah sekolah gini kan bisa bikin Wookie malu jalan sama lo, gimana kalau buat gw aja” tawar Yesung mendadak mendapat ilham dari topi milik Hangeng—boleh tuh jadi alat pedekatenya sama Mochi

Hangeng menyeringitkan dahi—heran, “kok lo tahu si Wookie ngga mau jalan sama gw ke kantin gara gara topi ini?”

“Yah..itu sih semua orang tahu..” gumam Yesung pelan

“Apa lo bilang?”

“Ah ngga” Yesung langsung menggeleng kuat, “makanya itu buat gw aja deh—ya ya…..” bujuk Yesung setengah merengek, kayaknya tuh topi jadi ajang penentuan dirinya untuk mendapatkan hati Mochi—seakan akan itu akan menjadi kartu Asnya nanti

“No no no” tolak Hangeng tanpa menghiraukan puppy eyes andalan Yesung, “ini langka tahu—udah sana, gw mau balik ke kelas” katanya hendak jalan ke depan kalau saja tekad gigih Yesung tidak menghalanginya, “ayolah Gege—tega nian dirimu sama aku” bujukan Yesung malah membuat bulu kuduk Hangeng berdiri, “He! Yang boleh manggil gw Gege cuma Wookie!!! Iih~ serem lo!!!” elaknya sambil berusaha melepaskan diri dari Yesung tapi lagi lagi gagal—bukan namanya Yesung kalau tidak bisa mendapatkan topi Tom tersebut

*beli aja kenapa sih!! ga modal amat si Yesung*

*Para Cloud udah menyingsing lengan baju kanan dan kiri buat nge gampar Sebastian*

“Ngga mau!! sampe lo ngasih tuh topi buat gw!! Ayolah Hangeng, topi itu buat gw kasih ke cewek idaman gw, dia suka banget sama Tom!!!” rayu Yesung sekali lagi

“Eh?” Hangeng berhenti memberontak, “dia juga suka Alien? Wow ternyata selera cewek gebetan lo tinggi juga….hmmm ya udah deh” dengan teramat mudah, gampang dan simpel, akhirnya Hangeng melepaskan topi kebanggaannya lalu menyerahkannya ke dalam tangan Yesung yang belum percaya dengan keberuntungannya kali ini, “tuh buat lo”

“Huaaaaa” mulut Yesung menganga lebar, “MAKASIH Hangeng!!!!!” teriaknya mau memeluk tubuh Hangeng kalau saja lelaki itu tidak buru buru kabur lari terbirit birit, “iya!! gw ikhlas Yesung!! Dadah~” ujar Hangeng menyelamatkan diri dari sikap aneh Yesung

Meski begitu Yesung tidak perduli—dia tidak sabar menunggu jam sekolah berakhir untuk memberikan topi keramat itu kepada Mochi, “kali ini aku pasti berhasil hehehe…”

*****

“Mimi!!! Selamat siang—hehehe, lihat kan aku tepatin janji buat ngejemput kamu” kata Siwon dengan senyum manis sambil berdiri tegap di depan gerbang sekolah Zhoumi. Tidak dapat di pungkiri keberadaan Siwon yang ternyata terkenal sampai ke sekolahnya membuat Zhoumi agak bangga karena bisa membuat seorang Siwon tergila gila kepadanya—tapi ah andai seluruh siswi tahu sikap anehnya, pasti langsung jengah sama seperti Zhoumi sekarang

“Iya..” jawab Zhoumi kehilangan tenaga buat ngusir Siwon, nanti kalau bosen—dia pasti pergi sendiri. Gumam Zhoumi dalam hati

“Eh gimana kalau kita beli es krim dulu? Di toko depan jalan” ajak Siwon riang gembira

“Siwon..udah gw bilang—“

“ikut aja dulu” tanpa meminta ijin sang pemilik tangan, Siwon langsung menarik Zhoumi mengikuti langkahnya hingga ke depan tukang es krim keliling yang suka nongkrong di situ, “Pak beli es krimnya dong, hmm Mimi mau rasa apa?”

“rasa cabe super pedas” sindirnya tajam, tapi Siwon hanya tertawa pelan sambil mengelus rambut Zhoumi, “ngga ada lah rasa kayak git—

“Eits, kata siapa” potong penjual es krim santai, ia menyerahkan selembar kertas panjang yang berisi daftar menu berbagai macam variasi rasa es krim, “bahkan es krim rasa merica juga saya punya hehehe” jelasnya merasa amat sangat bangga

“MWO?” Siwon dan Zhoumi yang belum (tentu) percaya, melihat daftar menu es krim—di sana tertera rasa rasa aneh yang tentunya ngga akan pernah ada di tukang es krim manapun di dunia ini

*of course, hal ajaib kan cuma terjadi di dalam nolu gw hahahaha*

“Gimana jadi pesan rasa apa?” tawar penjual es krim yang membuat Zhoumi semakin salah tingkah—dia kan hanya bercanda pas bilang mau es krim rasa cabe!

Dan begonya lagi, Siwon malah mengangguk lega sambil melemparkan senyum gejenya ke arah Zhoumi, “tuh rasa keinginan kamu ada, ya udah pak itu satu, saya rasa almond aja deh hehehehe….oh ya satu lagi—di bungkus es krim rasa cokelatnya juga”

“Baik! Anda berdua silahkan duduk dulu” sang penjual es krim misterius yang tidak di ketahui namanya itu, segera membuka beberapa boks dingin di dalam gerobaknya sementara Zhoumi berdoa dalam hati supaya rasa cabenya itu ngga pedes pedes amat—dia kan paling ga tahan pedas! Aishh, kenapa sial banget sih hari ini!

“Ini dia…silahkan..” Siwon berdiri, mengambil pesanan es krimnya. Setelah menyerahkan bagian Zhoumi, ia menenteng satu bungkus lagi sebelum kembali berjalan kaki menuju rumahnya Zhoumi

“Ng…Siwon….” panggil Zhoumi belum memakan es krim berwarna merah cabe di tangannya, “itu buat siapa? es krim satu lagi?” tanyanya berharap Siwon menyisakan satu rasa lagi untuk mentralisir lidah Zhoumi nantinya—kalau sampai tuh rasa pedes malah membuatnya tersiksa

“Oh, nih—nanti kamu kasih ke Mochi di rumah” kata Siwon menyerahkan bungkusan es krim ke tangan Zhoumi. Zhoumi sendiri menerimanya dengan menaikkan sebelah alis, “kenapa kamu malah inget Mochi, suka juga ya sama dia—aishh cowok emang ga bisa di percaya” celetuk Zhoumi agak kesal

“Ya! Jangan menuduhku jelek terus!!” balas Siwon tidak terima, “kau kan tadi bilang—kalau kau tidak bisa meninggalkan Mochi di rumah sendirian. Coba kalau kau pulang membawa es krim, dia pasti iri kan? jadi aku belikan saja sekalian” jelas Siwon sambil mulai memakan es krimnya perlahan

Zhoumi diam saja mendengarnya—bagaimana mungkin Siwon mengingat setiap kata yang dia ucapkan, tadi kan Zhoumi hanya asal menyeletuk?

“Hei? Kok malah bengong?” Siwon mengibaskan tangannya di depan wajah Zhoumi, “hati hati—nanti es krim mu jatuh tuh”

“iya iya” Zhoumi tertunduk, mengigit bibirnya lalu berusaha mencoba memakan es krim rasa aneh bin ajaib tersebut. Walaupun ia tahu betapa pedasnya rasa es krim, dan betapa lambungnya pasti tidak akan kuat namun bukan itu yang Zhoumi pikirkan…..kenapa sekarang ada perasaan menghangat saat melihat Siwon perhatian seperti tadi….atau jangan jangan?

“Tuh bengong lagi—kamu kenapa sih hari ini, lihat kita udah sampai di depan rumah tapi bengong kamu masih berlanjut” tegur Siwon membuyarkan lamunan Zhoumi yang sudah melayang entah kemana—untung saja Siwon tidak tahu kalau Zhoumi melamunkan dirinya, bisa ge er setengah mati ntar

“Iya ngga bengong lagi” Zhoumi memilih bersikap ketus untuk menyembunyikan rasa tegangnya di depan Siwon

“Ya udah—aku pergi dulu hehehe” Siwon menggaruk tekuk lehernya seolah olah menunggu sesuatu, “Ng…besok mau aku jemput lagi tidak?” tanyanya merunduk malu

“Boleh aja” jawab Zhoumi spontan sampai sampai ia menutup mulutnya tidak percaya. Pasti karena kejadian barusan deh, sikap Zhoumi agak luluh kepada Siwon. Aishhh—bisa kesenangan tuh anak

Wajah Siwon mendongak ke arah Zhoumi—sama tidak percayanya mendengar dua kata keramat itu, “hehehe….ok deh, besok aku jemput lagi ya Mimi!! Dadah~” ia melayangkan kiss bye setelah berjingkrak tidak karuan di jalanan depan rumah Zhoumi hingga Zhoumi menepuk keras kepalanya sendiri, “Aishh…besok harus ketemu dia lagi…ck ck” daripada memusingkan masalah Siwon lebih baik dia masuk ke dalam rumah, membuatkan cemilan sebelum Mochi pulang nanti

Sementara itu

“Mochi!!! Tunggu!!!” teriak Yesung berlari mengejar sosok mungil yang terengah engah minta menyelamatkan diri—dan sialnya sore hari itu, tidak banyak orang yang lalu lalang—makin paniklah Mochi, “Mimi…” gumamnya penuh rasa ketakutan

Yesung yang notabene bertenaga laki laki, hanya dengan menambah kecepatannya bisa mengejar langkah Mochi. Ia meraih jaket Mochi dari arah belakang lalu menyuruhnya berhenti, “Mochi!!!”

“Yesung! Please jangan ganggu gw kenapa!!!” erang Mochi berusaha melepaskan diri—ia memutuskan lebih baik berhenti di sebuah taman dalam komplek perumahan Kyumin lalu membalikkan tubuh dengan tampang super memelas

“Aishh, siapa yang mau ganggu! Ini belanjaan lo ketinggalan!!” jawab Yesung setengah jengkel, “begitu tahu gw gantian jaga kasir lo langsung lari, Umma sampai nyuruh gw buat ngejar lo nih!” jelasnya sambil menaruh satu plastik besar ke tangan Mochi

“Aduh, maaf..” pinta Mochi baru sadar akan kesalahannya sendiri, “gw—“

“Udah, gw mau balik ke supermarket, bye” tumben—amat sangat tumben, biasanya di dalam tokonya yang selalu ramai saja Yesung pasti menyempatkan diri untuk menggoda Mochi dengan gaya lebaynya—eh sekarang, di tempat sepi nan sejuk begini, Yesung malah bersikap cool dan malah meninggalkan Mochi dengan tumpukan rasa bersalah karena udah nuduh Yesung macam macam

“Yah…Yesungie…” Mochi menatap nanar ke arah punggung Yesung, “besok aja deh gw minta maafnya…hmm—harus buru buru pulang sebelum Mimi marah” ia merogoh isi kantung belanjaan untuk mengecek apakah semuanya barang yang di beli lengkap atau tidak, “sabun ada…mie ramen ada….shampoo….ng—ini…?” Mochi menemukan sebuah topi—topi lucu berbentuk wajah Tom sang kucing berwarna biru sama seperti warna topi itu, “gw ga mungkin beli kayak gini…berarti….” Senyum polos Mochi mengulas lembut, ia mengelus topi itu dengan sayang, “huaaa…Mimi!!! Aku dapet topi gratis!!!” dengan tingkah lugunya, Mochi berlari kencang sambil jingkrak jingkrak ga jelas menuju rumahnya yang berada tidak jauh dari situ

“Mimi!!! Lihat aku dapat apa??” teriakan riang Mochi terdengar hingga ke dalam kamar tidur Zhoumi yang sedang berbaring tidak berdaya sambil sesekali mengompres keningnya sendiri, “Mimi…kamu kenapa??” suara Mochi berubah khawatir mendapati kakak satu satunya itu, berwajah merah padam karena demam tinggi, “kakak sakit?”

Zhoumi mengangguk lemah, “ini pasti gara gara es krim cabe sialan itu—aishh…perutku sakit sekali…Mochi, bisa kau belikan aku obat lambung?” tanyanya bersuara serak

“Baik aku akan kembali ke tempat Yesung sekarang” Mochi segera menaruh belanjaannya sembarangan di dapur sambil kembali berlari menuju supermarket untuk membeli obat

“Selamat data…ng, eh Mochi” sapa Yesung tersenyum penuh arti. Ia mengira Mochi datang untuk berterima kasih tapi betapa kecewanya Yesung ketika melihat gadis pujaannya itu malah sibuk memilih beberapa obat di pojok ruangan, “banyak amat—kau kan sehat sehat saja” komentar Yesung ketika Mochi sudah siap membayar

“Ini buat Mimi—dia sakit….katanya sih tadi sempat makan es krim apa gitu…cepat Yesung!!” suruh Mochi panik, ia mengeluarkan uangnya dengan terburu buru sehingga Yesung menghela nafas kemudian membantunya, “tenang saja kakakmu pasti sembuh, pakai saja obat ini—kata Umma ini paling berkhasiat” kata Yesung memberikan salah satu obat ke tangan Mochi yang di terima dengan anggukan pelan, “makasih Yesung” ucap Mochi tulus

“sama sama—salam buat Zhoumi” Yesung melambaikan tangannya menjauh sambil menghela nafas panjang. Namun pikirannya langsung terhubung pada satu orang, “ngomong ngomong Siwon tahu ngga ya Zhoumi sakit? Ngg…ngga ada salahnya ngasih tahu dia” Yesung mengambil handphone dari kantung celananya lalu mengirimkan sebuah pesan singkat

Won, Zhoumi sakit tuh

Hanya beberapa kalimat—tapi berhasil membuat seseorang di seberang sana, gempar. Tidak peduli sudah selarut apa, Siwon segera berganti pakaian, membawa beberapa alat penurun panas sebelum pergi ke rumah Zhoumi

*****

“Ini gara gara kamu!!! aku kan cuma bercanda pas minta es krim rasa cabe!!” ulang Zhoumi ratusan kali ketika Siwon datang dengan wajah super kalut. Mochi bahkan sudah angkat tangan untuk bisa mengusir Siwon yang datang terlalu malam. Ia membiarkan Siwon menggantikan dirinya yang sudah tertidur dari jam 10 tadi untuk mengganti kompres Zhoumi atau memberinya minuman hangat

“Iya maaf, ini memang salahku…perut kamu udah mendingan atau kita perlu ke rumah sakit?” tanya Siwon khawatir

Zhoumi menggeleng samar samar, “aku ngga suka rumah sakit—kalau aku di rumah sakit, siapa nanti yang menjaga Mochi, tidak tidak…” elaknya sambil meracau tidak jelas

“Iya iya…” kata Siwon menenangkan, “kamu tidur aja—aku ambil minuman dulu ya di dapur” di bersihkannya sisa sisa kompres, air yang tercecer di lantai sambil mencuci semua itu di belakang. Setelah rapi, Siwon kembali ke dalam kamar Zhoumi lalu meletakkan gelas di samping tempat tidur. Ia mengecek suhu tubuh Zhoumi di keningnya, “udah mulai turun”

“Si..won….sana…pulang…ini…” kata Zhoumi pendek pendek

“Tidak, tenang saja aku akan menemanimu” tolak Siwon lembut

“Tidak…tidak..” Zhoumi bahkan tetap keras kepala meski dia sedang sakit, “kau lelaki—itu bisa berbahaya….ada Mochi….aku…”

Siwon memutar kedua bola matanya, “kau ini! aku tidak akan mengambil kesempatan waktu kau tertidur—lagipula kenapa Mochi yang kau khawatirkan, aku kan menyukaimu—bukan dia. Aishh, dasar kakak overprotektif, kamu pasti bisa nyambung kalau ngomong sama Kyu—dia kan juga over sama istrinya”

Zhoumi tersenyum pelan dengan matanya yang setengah terpejam,

“hanya….dia…..dia…yang…aku…miliki….aku….tidak…punya…siapa….pun…”

“Ssst, kau tenang saja” Siwon merengkuh punggung tangan Zhoumi secara perlahan, “kau masih punya aku….” Ujarnya tulus, “tidurlah..” bujuk Siwon mengelap keringat dingin yang mulai membanjiri wajah Zhoumi—ini menandakan demamnya sudah mulai turun. Kedua tangannya yang berada dalam genggaman Siwon mengendur, obatnya sudah bereaksi. Siwon tersenyum lega ketika Zhoumi sudah tidak mengerang kesakitan lagi.

Ia bersandar nyaman di pinggir ranjang—menatap lama wajah damai Zhoumi pada saat tidur, “selamat malam Mimi” ujarnya merosot ke bawah—duduk di bawah ranjang sambil menggenggam tangan Zhoumi hingga Siwon ikut tertidur pulas.

___________

“Siwon?” kata Zhoumi ketika terbangun dari tidur, “aneh—kenapa aku bermimpi dia merawatku semala—“

BRAKK

“ Pagi Mimi!!” teriak seseorang namja menendang pintu kamar dengan keras karena kedua tangannya sibuk menenteng satu nampan besar

“SIWON!! Jadi itu benar, tadi malam kau yang?” teriak Zhoumi merasa syok

“ng—wajahmu sudah cerah, tidak pucat lagi” kata Siwon mengamati keadaan tubuh Zhoumi tanpa mengindahkan ucapan protes Zhoumi barusan, “bagus—tadi aku sudah menyuruh Mochi untuk menggantikan pakaianmu sebelum dia berangkat sekolah, nah sekarang saatnya kau sarapan, buka mulutnya…” Siwon sudah memegang semangkuk bubur dan berniat menyuapi Zhoumi kalau saja yeoja itu tidak melihatnya dengan pandangan membunuh

“Ini gara gara kau!! aku jadi sakit kan!!! sana sana!! Pergi!!!” usir Zhoumi sambil menendang tubuh Siwon dengan kedua kakinya

“Aw! Aku kan sudah minta maaf Mimi! Serius!!” balas Siwon menghindari tendangan Zhoumi tetapi tetap tidak beranjak dari sisi ranjang Zhoumi, “sudahlah kamu makan dulu—aku sudah meminta ijin sakit ke sekolahmu, jadi tenang saja”

Tetapi perkataan Siwon malah membuat Zhoumi semakin marah, “APA? Gara gara kau aku juga tidak sekolah?!!! Ha?! Sana pergi!!!!”

“tidak!! Sampai kau makan dan meminum obatmu—“

“Apa sih pedulimu Siwon!!” sekarang Zhoumi beranjak berdiri, hingga sejajar dengan tinggi Siwon yang di atas rata rata, “kenapa sih kau tidak bisa mengerti!!! Aku tidak menyukaimu!!! Apa kau tuli!!! Aku tidak—“

Kali ini giliran Zhoumi berhenti berbicara—ia segera memalingkan muka ketika melihat wajah Siwon yang selalu ceria berubah terluka, “baiklah aku akan pergi, tapi kau makan dulu dan minum obat….itu aku sudah menaruhnya di nampan..” gumam Siwon belum berani memandang Zhoumi

“Nanti aku akan memakannya” balas Zhoumi canggung

“tidak tidak! Kata Mochi kau itu paling susah di suruh minum obat, jadi aku baru akan pergi kalau kau sudah makan dan minum obat—ayolah Zhoumi” bujuk Siwon menuntun Zhoumi duduk di atas ranjang sambil meletakkan mangkuk bubur di tangan Zhoumi—untuk kali ini, Siwon tidak memaksakan diri untuk menyuapi Zhoumi

Zhoumi menurut. Ia hanya memakan beberapa sendok setelah itu meminum obat dengan kilat membuat senyum pedih Siwon semakin terlihat, “kau ingin sekali aku pergi ya….sampai makan terburu buru begitu, baiklah! Aku pergi sekarang, kau istirahat saja” bahkan sampai saat itu, Siwon masih perhatian kepadanya. Ia menyuruh Zhoumi berbaring lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal, “tidurlah dan…” Siwon berdeham sejenak, “selamat tinggal”

Dia berpaling, menutup pintu kamar Zhoumi pelan pelan dan ketika sosoknya sudah menghilang. Zhoumi segera menutup tubuhnya hingga ke kepala dengan selimut itu, “bagus dia sudah pergi…pergi sana, dasar cowok pengganggu….tidak tahu malu…dia kira aku akan tersentuh karena perhatiannya semalam menjaga…” pikiran Zhoumi melayang, ketika Siwon setiap beberapa jam sekali mengganti kompresnya sambil terantuk antuk, atau ketika Siwon mengelap keringat dingin setiap kali Zhoumi mengigau karena demam….

“Tapi itu kan salahnya!!” teriak Zhoumi bertengkar dengan pikirannya sendiri, “kalau tidak gara gara es krim sialan itu..aishh…” namun anehnya, ia tidak bisa berkata kata lagi. Zhoumi terus saja menutup mata dan merasakan ada rasa sakit yang tidak terlihat dari tubuhnya…

____________

“Aku harus cepat pulang—kasihan kalau Siwon terus yang menjaga Mimi” gumam Mochi mempercepat langkahnya pulang sekolah. Tetapi baru beberapa langkah keluar gerbang, ada kerumunan orang ramai di pojok sana, mereka seperti sedang mengitari seseorang, “ada apa sih?” Mochi yang penasaran, berjalan mendekat. Kedua matanya terbelalak lebar melihat ada seseorang berkostum Jerry sedang membagikan brosur kepada siswa sekolahnya, “HAAAA!!! Kemarin aku dapet topi Tom!! Sekarang bisa langsung ngeliat Jerry!!!”

Sifat kekanak kanakan Mochi muncul lagi. Dia bersiap mengambil handphonenya untuk mengambil gambar sang Tikus imut yang menjulang tinggi melebihi tinggi badannya sendiri—tanpa rasa malu, Mochi mendekat dengan senyum lebarnya, “boleh tidak aku meminta ijin untuk memfotomu?”

Badut Jerry itu mengangguk setuju. Segera saja, Mochi mengambil ancang mengambil foto close up tanpa peduli jika beberapa siswa mencemooh tingkah lakunya yang maniak kartun itu, “heheehe makasih” ucapnya masih tersenyum manis, “boleh minta brosurnya? Nanti aku pasti akan mampir ke tokomu deh”

Lagi lagi Badut Jerry itu hanya menganggukkan kepala, namun bukannya memberikan brosur di tangannya—dia malah mengambil sesuatu dari balik tasnya yang tersembunyi di belakang kostum. Di berikan sebuah benda tersebut ke tangan Mochi, “EH? Ini kan??” Mochi melihatnya setengah terkejut, setengah tidak percaya, “DVD limited edition!!!! Serial klasik Tom and Jerry!!! Aaa makasih—kenapa kau bisa tahu aku suka kartun ini!!” ujar Mochi kelewat lugu. Ia mengelus elus sayang DVD itu dengan gembira, “makas..sih…yah..badutnya malah pergi..”

Mochi hanya bisa menatap sosok badut Jerry dengan murung, bahkan dia belum sempat berterima kasih untuk DVD ini, meski Mochi sendiri bingung kenapa akhir akhir ini ia selalu mendapatkan barang kesukaannya secara cuma cuma?

“Kemarin topi….sekarang DVD….hmm..ah sudahlah, lebih baik aku pulang, kasihan Mimi sendirian di rumah” ucap Mochi santai dan dengan perasaan berbunga bunga ia menaruh DVD itu ke dalam tas lalu berjalan riang ke arah perumahan tempatnya tinggal

Sesampainya di rumah, Mochi bingung melihat tingkah kakaknya yang bergelung kesana kemari dalam selimut, “Mimi sudah sembuh?” tanya Mochi memeriksa kening Zhoumi

Zhoumi mengangguk lemah

“Oh terus Siwon kemana? Kok dia pulang cepat ya?” pertanyaan ceplas ceplos Mochi kembali membangkitkan rasa bersalah dan rasa aneh lain yang ada dalam hati Zhoumi, “ng—kenapa sih kamu biarin dia ngerawat kakak semalam?? Ngga takut apa dia bisa macem macem?” tegur Zhoumi mengalihkan pembicaraan

“Ngga lah—dia itu udah ketakutan setengah mati pas tahu kakak sakit, apalagi gara gara es krim yang dia beli” Mochi melepaskan tasnya sambil duduk duduk santai di ranjang Zhoumi, “tadi malam dia hanya tidur tiduran karena selalu terbangun setiap kali kakak meracau tidak jelas, dia juga yang tadi pagi membuatkanku sarapan, enak loh kak masakannya” pujian Mochi semakin membuat perasaan Zhoumi campur aduk. Ia merasa sudah kejam sekali memaki Siwon sebelum dia pergi

“Tapi gara gara dia kakak jadi ngga sekolah!!! Awas aja tuh anak!” sahut Zhoumi berusaha menemukan kesalahan Siwon yang lain

“Ha? Tapi kan dia juga ngga sekolah tadi pagi karena mau nungguin kakak sampai bangun, padahal aku udah bilang ngga apa apa, tapi Siwon ga mau ninggalin kakak sendirian di rumah…” Mochi melayangkan tatapan sendunya ke arah Zhoumi, “Siwon sangat sayang kepadamu kak”

DEG

“Sayang?” ulang Zhoumi tidak yakin, “kakak kira dia paling hanya main main—tidak mungkin dia bisa sayang dengan begitu mudahnya…..”

“Hm..Kakak memang susah buat di ajak ngomongin masalah ini—sudahlah, aku mau ganti baju dulu terus nonton ini, hehehe” Mochi memperlihatkan DVD kebanggaannya hasil pemberian badut Jerry, “aku di kasih gratis loh!! Padahal ini original, baik juga badut itu”

Dahi Zhoumi berkerut, “badut? Kamu kenal sama badut Jerry itu?”

Mochi menggeleng cepat

“Aishh—berapa kali kakak bilang! Jangan terima barang dari orang yang tidak di kenal! Mana sini biar kakak balikin!” Zhoumi buru buru mengambil DVD dari tangan Mochi yang berteriak protes, “nggaaaa…..jangan di balikin!! Itu susah di cari, Mimi!!” teriak Mochi karena Zhoumi malah mengambil sweater untuk menutup piyamanya lalu bergegas keluar rumah, “Kakak kan ga tahu dia dimana!! Udah buat aku aja!!!”

“Ngga!!!” balas Zhoumi tegas, “bisa aja isinya film porno buat ngeracunin otak remaja sekarang! Kamu di bilangin nurut dikit kenapa! Udah kamu jaga rumah, jangan pergi sebelum kakak kembali, mengerti?” Zhoumi menutup rumah dengan gaya mengancamnya sebelum pergi menuju sekolah Mochi

Memang benar, akan susah mungkin mencari si badut Jerry yang sudah memberi DVD gratisan buat Mochi, tapi Zhoumi tidak menyerah—kalau dia tidak bisa menemukan badut itu, lebih baik nih DVD dia buang ke tempat pembuangan sampah, daripada adiknya mendapat tontonan diluar batas!

“Hmm….kepalaku kok pusing” baru beberapa langkah menuju sekolah Mochi, tubuh Zhoumi kembali lunglai. Ia memilih bersandar pada salah satu pohon dekat taman kota yang sedang sepi pengunjung.

“huh panasnya…..” gumam seseorang namja dalam balutan badut tokoh kartun berwarna cokelat lumpur. Zhoumi yang bisa mendengar jelas langsung terperangah melihat orang yang di cari carinya ketemu juga, “itu dia si badut Jerry—awas aja!!”

“Woi ngapain lo di sini!” suara Badut Jerry yang menyapa salah seorang namja di bangku taman berhasil menghentikan langkah Zhoumi. Ia mendelik sejenak sebelum mengamati orang yang di sapa sang badut…loh itu kan SIWON!

“Lagi ngelamun—lo sendiri gimana? Berhasil?” tanya Siwon masih berpakaian sama sewaktu di rumah Zhoumi

Badut itu mengangguk senang sambil melepaskan topeng kepalanya yang besar, “berhasil sih—tapi gw ngga ngasih tahu kalau gw—Yesung yang ngasih tuh DVD”

“kenapa?” tanya Siwon bermalas malasan dengan menyandarkan tubuh kekarnya di belakang bangku. Sedangkan Zhoumi terus mendekat karena tertarik mendengar nama Mochi, DVD itu di bawa bawa

Yesung mengangkat bahu—keringatnya mengalir deras membahasi rambutnya yang tebal, “entahlah—kalau gw kasih tahu, nanti bisa bisa dia keburu kabur sebelum bisa ngasih hadiahnya, hahaha—eh lo sendiri gimana? Zhoumi udah sembuh?” kata Yesung ganti bertanya

“Mungkin” jawab Siwon seadanya, ia terus tertunduk dengan lemas tanpa menghiraukan tatapan ingin tahu dari Yesung

Keadaannya seperti itu semakin membuat Zhoumi kembali di rundung perasaan bersalah.

“Dia marah banget sama gw, katanya gw itu tuli apa, ngga bisa dengar penolakan penolakannya selama ini….” kata Siwon hampa

“Siwon….” Yesung merasa sangat simpati dengan penderitaan teman satu perjuangannya ini, “yah terus jangan bilang lo mau nyerah?”

Siwon menoleh ke arah Yesung—penuh arti, “gw bukan nyerah Yesung, tapi kalau tindakan gw malah bikin dia ngga nyaman berarti gw harus ngejauh kan?”

“terus lo mau gebet siapa lagi? hahahaha—keburu lulus loh! Ingetkan tekad lo buat dapetin Zhoumi itu apa?” tanya Yesung yang tahu keinginan Siwon sesungguhnya

“Iya iya inget” jawab Siwon malas malasan, “karena gw mau jadiin dia calon istri—bukan sekedar pacar”

DEG DEG

“Istri???” desis Zhoumi kehilangan udara. Ia terpaksa menarik nafas dalam dalam sebelum bisa menerima ucapan aneh Siwon. Masa iya, namja aneh itu mau serius dengannya???

“Tuh! Udah tahu!! Sana di coba lagi!! besok dateng ke rumahnya aja lagi—kalau dia masih nolak lo, ya…terserah deh mau nyerah apa ngga, tapi kalau dia mau di ajak ngomong baik baik—usaha terus aja, lagian siapa tahu dia marah karena masalah es krim kemarin kan?” kata Yesung memberi nasihat panjang lebar yang kebetulan sangat berguna buat Siwon saat ini

“Bener juga kata lo” kata Siwon merenung sebentar, “aishhh Mimi!!! Kenapa sih keras kepala banget!!! cowok seganteng gw aja lo tolak!!!” teriak Siwon berusaha menumpahkan unek uneknya

“karena lo aneh” gumam Zhoumi menjawab pertanyaan Siwon seorang diri tanpa di dengar siapapun

“udah udah” Yesung menepuk nepuk pundak Siwon, “besok usaha lagi, ok? Tapi beruntung lo ya bisa bermalam di kamar Zhoumi, gw aja bisa berdiri di samping Mochi tanpa di tinggal kabur sama dia aja udah bersyukur”

Senyum hangat Siwon tertera di bibirnya yang tipis, “Jangan deh—godaannya berat, semaleman gw berusaha keras buat ngga memeluk Mimi tahu! Habis dia terus ngigau terus sih”

“ngigau apa?” tanya Yesung penasaran

Pandangan Siwon berubah sayu, “Mochi, Mochi dan Mochi….dia khawatir banget sama adiknya, tiap kali gw bilang dia supaya tenang, Mimi malah makin kalut, terus bilang kalau dia ngga punya siapa siapa kecuali adiknya itu…..mereka kasihan ya” kata Siwon terdiam mengingat peristiwa semalam, “makanya awas aja! Lo berani mainin si Mochi!!” sambung Siwon mengancam Yesung

“Yee…jangan bersikap lo udah jadi kakak ipar gw!! Tenang aja, gw juga ga bermaksud mainin dia—mana pernah gw seserius ini sama cewek, ampe bela belain ngerayu Hangeng buat ngedapetin topi sama DVD kartun itu”

“hehehe…gw juga…..sebentar lagi gw pasti sibuk kuliah—dan waktu gw tersita buat belajar di perusahaan Appa, ngga mungkin gw punya kesempatan buat deketin yeoja. Kalau ada Zhoumi gw kan tenang….dia dewasa, pengertian dan sayang sama keluarga, kurang apa lagi coba?” puji Siwon tanpa sadar berhasil membuat wajah Zhoumi bersemu merah di balik pepohonan

“Mochi juga—dia imut ya….aishhhh pipinya memang seperti kue mochi…” sekarang giliran Yesung yang tersenyum lebar membayangkan sosok wanita yang dia sukai hingga detik ini, “Ah! Ya udah, gw mau balik ke supermarket—bentar lagi giliran gw jaga” kata Yesung bangkit berdiri sambil menenteng kepala Jerry di tangannya, “jangan patah semangat, besok coba kerumahnya aja lagi! ok?”

“Ok, makasih ya!” Siwon melambai tanpa beranjak bangun lalu melanjutkan lamunannya seorang diri

Mendengar semua percakapan itu, Zhoumi makin merasa jauh jauh lebih bersalah daripada sebelumnya. Ia baru sadar sudah menganggap remeh perasaan Siwon kepadanya

“Arghh!!!!” teriakan frustasi Siwon membuat Zhoumi bersiap siap memasang telinganya lagi, “ah lihat besok aja deh” kata Siwon sebelum meninggalkan taman kota. Untung hingga detik itu, Siwon tidak menangkap basah Zhoumi. Dia hanya berjalan menjauh dengan bahu terkulai

“Siwon…maaf…”

*****

“Mimi….” Mochi ternyata menunggu kedatangan Zhoumi dari tadi—ia menatap penuh harap kepada kakaknya itu dan rasa jenuhnya terbayarkan sudah. Zhoumi tersenyum lembut sebelum menyerahkan DVD itu kembali pada Mochi, “itu memang untukmu”

“Hehehe…makasih Kakak tidak membuangnya” balas Mochi bergegas ke ruang TV untuk menyetel DVD. Zhoumi hanya mengekor adiknya dari belakang, “Mochi?”

“Hmm?”

“Kau tidak mau tahu siapa orang yang rela memberikan DVD dan topi itu untukmu?” pancing Zhoumi berhasil membuat Mochi menoleh ke belakang, “memangnya kakak tahu?” balas Mochi heran

“Tahu” ujar Zhoumi sok misterius, “dia namja yang suka menggodamu tapi sebenarnya dia bermaksud baik—dia bahkan rela menyewa pakaian badut Jerry karena tahu kau menyukai kartun itu”

“siapa sih yang kakak maksud?” sekarang Mochi menghadap langsung ke Zhoumi penuh rasa ingin tahu

Zhoumi hanya mengangkat bahu, di ambilnya beberapa lembar uang dari saku sweeternya, “belikan Kakak es krim cokelat di supermarket langganan kita—maka kau akan menemukannya tepat di depan kasir”

Mochi yang keluguannya bisa bersaing ketat sama Sungmin hanya mengangguk angguk mendengar perintah kakaknya. Ia mem-pause kartun di layar TV lalu bergegas pergi ke supermarket Yesung

“Es krim…es krim….aishh kakak lagi sakit kok makannya es krim…lagian kalau mau memberitahu kan tinggal menyebutkan namanya saja” gerutu Mochi seraya mengambil dua buah cup es krim—satu untuknya satu lagi untuk Zhoumi kemudian pergi ke meja kasir untuk membayar, “semuanya berapa?”

“Hai Mochi, apa kabar?” sapa Yesung seperti biasa

Mochi meliriknya tanpa minat, “baik baik saj—“

Pergilah ke supermarket langganan kita dan kau akan menemukannya di meja kasir

 

“Yesung…” desis Mochi terkuar begitu saja

“Ya?” jawab Yesung mendongak dari mesin kasir, “ada lagi yang kau butuhkan?”

Mochi tidak menjawab apa apa. Ia terus menatap tidak percaya ke arah Yesung—tapi memang benar, kalau di pikir pikir Mochi mendapatkan topi di dalam belanjaannya dari tangan Yesung, terus juga, pas di sekolah…..Mochi ingat beberapa brosur tentang diskon besar besaran dari Supermarket ini….

“Mochi…kau kenapa??” kata Yesung mulai khawatir, ia bermaksud mengguncang guncangkan tubuh Mochi namun tidak jadi—takut Mochi malah makin takut terhadapnya

“tidak….aku….berapa semuanya?” tanyanya gugup

“320 Won” jawab Yesung masih mencuri curi pandang ke arah Mochi

“Ini” Mochi mengeluarkan uang receh dari dompet kecilnya, “dan terima kasih….” Wajahnya merunduk dalam sekali sehingga membuat Yesung makin penasaran dengan sikap aneh Mochi, “terima kasih buat…itu…topi dan DVDnya….”

“EH?” sekarang giliran Yesung yang terkejut

Mochi buru buru pergi dari situ, membuka pintu supermarket dengan tergesa gesa. Sampai mendengar suara Yesung memanggilnya dari belakang, “Mochi!!!!”

“aduh kenapa dia ngejar lagi sih” gumam Mochi mendadak salting di depan Yesung, “ya?” tanyanya perlahan sambil menghindari tatapan mata Yesung

“Kau ini! udah jadi kebiasaan ya belanja di tempatku selalu meninggalkan apa yang di beli! Ini es krimmu ketinggalan! Aishh!” Yesung menyerahkan plastik mungil itu pada Mochi meski dia belum pergi juga dari sana

“ada apa lagi?” tanya Mochi setengah gugup setengah malu karena Yesung malah menatapnya terus terusan

“Kau suka dengan hadiahku?” kata Yesung dengan suara lembut—beda dengan suara Yesung yang berlebihan selama ini. Mochi merutuki diri karena jantungnya mulai berdetak tidak karuan

“Suka…” balasnya singkat

“mungkin lain kali, kalau kau tidak keberatan…yah…” Yesung berusaha menyusun kata katanya sedangkan Mochi memberanikan diri untuk mendongak ke atas—ia terkikik pelan melihat Yesung yang gantian gugup sama seperti dirinya, “apa aku boleh ikut menonton DVD itu di rumahmu?” akhirnya Yesung bisa mengatakan itu juga

“Boleh!” jawab Mochi tersenyum lebar, “tapi aku minta ijin sama Mimi dulu”

“Hehehe…” Yesung membalas senyum manis Mochi, andai di sini tidak ada orang sama sekali—dia pasti sudah berjingkrak kesenangan karena Mochi tidak lagi bersikap jutek kepadanya

“Baiklah—sampai nanti….”

“sampai nanti”

Mereka berdua melambai dengan canggung lalu berbalik bertolak belakang namun merasakan satu hal yang sama

Rasa bahagia yang tidak terkatakan….terjadi pada Yesung dan Mochi

 

*****

 

 

Pagi hari, di rumah Zhoumi dan Mochi

“kakak ngga pergi ke sekolah?” tanya Mochi heran melihat Zhoumi malah berdiri di depan pagar seperti sedang menunggu kedatangan seseorang

Zhoumi menggeleng kecil, “nanti Kakak sedang ada urusan, kau duluan saja sana”

“Oh ok—tapi Kak, nanti siang boleh ngga aku undang Yesung nonton di rumah?” tanya Mochi takut takut tetapi ada sebersit nada penuh harap dalam suaranya yang membuat Zhoumi menahan senyum senangnya, “boleh saja—makanya sana, cepetan sekolah, nanti telat lagi”

“Makasih Kak!! Hehehe, oh iya—Kakak juga jangan menunggu Siwon terus, siapa tahu dia udah jalan duluan” sindir Mochi melirik Zhoumi yang bersikap 90 derajat berbeda dengan kemarin sore. Zhoumi hanya menggeram kesal dan memilih kembali melihat ujung jalan—siapa tahu ada sosok aneh yang mulai berteriak memanggil namanya seperti kemarin kemarin

4 menit….

Zhoumi mengetuk ngetuk sepatunya dengan tidak sabar

13 menit….

“Aish!! Ternyata dia memang tidak berani muncul lagi!” desis Zhoumi entah harus merasa senang atau merasa sedih karena Siwon tidak menganggunya lagi, “huh….lebih baik aku cepat berangkat keburu masuk” dengan lunglai, Zhoumi jalan lambat lambat—kehilangan semangat ke arah ujung jalan.

“aduh….minta maaf ga ya…gimana nih….” Sesosok namja—berseragam St Christie mondar mandir tidak jelas tepat pada belokan gang, tempat yang biasa di lewati Zhoumi untuk ke sekolah. Ia terus menggumam seorang diri sampai sampai tidak sadar ada orang lain yang terkejut melihatnya berada di sana

“Siwon?” suara serak Zhoumi sehabis sembuh dari sakit berhasil menghentikan tingkah aneh Siwon yang sedang menghitung daun semanggi di tangannya, “kau sedang apa?” tanya Zhoumi menahan tawanya

“Mimi…” Buru buru, Siwon menyembunyikan bunga semanggi berdaun empat—tanda keberuntungan ke balik punggungnya sambil membalas senyum hangat Zhoumi, “aku tadi—itu….ngg….”

“ada yang mau kau katakan?” sambung Zhoumi agak ramah—tidak jutek seperti kemarin kemarin

“Aku……” Siwon menyerah, ia menatap sayu ke arah Zhoumi berusaha berbicara sejujur mungkin, “aku benar benar minta maaf karena sudah membuat lambungmu sakit seharian kemarin…..kau boleh minta es krim lagi sebagai gantinya…tapi apa aku tidak boleh menjemputmu lagi?” suara Siwon semakin mengecil ketika mengucapkan kata kata terakhir—tidak dapat di pungkiri, Siwon takut dengan penolakan Zhoumi

Ia takut belum siap jika yeoja ini mengatakan tidak padanya

Zhoumi mengulur waktu sejenak. Ia melipat kedua tangan di dada saat mengintrogasi Siwon, “jawab dulu pertanyaanku, kau sedang apa di sini? Biasanya tiap pagi kau sudah ribut ribut memanggilku dari ujung jalan?”

“Aku sebenarnya sudah tiba setengah jam yang lalu—tapi aku terlalu takut bertemu denganmu, bagaimana kalau kau membenciku” gumam Siwon sambil menundukkan kepala, “makanya aku tadi mencari daun semanggi dulu, kata orang daun semanggi yang berjumlah 4 bisa membawa keberuntungan…jadi…aku….”

“Kau? hahahahahaha…..” Zhoumi tertawa keras—ternyata di balik sikap anehnya, Siwon juga sama polosnya dengan Mochi

Siwon agak murung mendengar tawa Zhoumi, “memangnya ada yang lucu? Aku kan benar benar takut kau tidak memaafkanku”

“aku tidak marah…sungguh…” kata Zhoumi setelah berhenti tertawa, “tapi mungkin lain kali kau tidak membelikanku rasa cabe—aku lebih suka rasa cokelat” lanjutnya seraya berjalan kembali. Sesaat Siwon hanya termangu memandang sikap Zhoumi yang mendadak bersahabat, tetapi ia menggeleng kuat—tidak peduli. Apa mungkin keajaiban ini berkat daun semanggi tersebut?

“Oh tenang saja…aku pasti membelikanmu rasa lain..” jawab Siwon hampir meledak rasa gembira dalam dadanya. Ia berjalan bersebelahan dengan Zhoumi sambil terus mengajaknya mengobrol, “jadi nanti siang mau aku jemput lagi?” tanyanya lebih berani

“Boleh…” balas Zhoumi berusaha menjaga senyumnya agar tidak terlihat terlalu antusias karena ajakan Siwon.

Mereka kembali terdiam sampai di depan pintu gerbang sekolah Zhoumi

“baiklah…sampai nanti…” kata Zhoumi melirik Siwon sesekali

Siwon mengangguk senang, “sampai nanti….”

Zhoumi membalas senyum Siwon seperlunya lalu membalikkan tubuh hendak masuk ke dalam pekarangan sekolah ketika suara namja itu memanggilnya lagi, “Zhoumi!!”

“ya?” tanya Zhoumi menengok ke belakang sambil menghentikan langkahnya

Dengan satu langkah lebar, Siwon mendekati Zhoumi, menundukkan kepalanya kemudian berbisik pelan, “saranghae….” Katanya tulus

Kedua mata Zhoumi membulat. Ia tercengang seribu bahasa seraya memandang wajah Siwon yang begitu dekat dengannya.

“Kau tidak usah menjawab apa apa….aku akan menunggu…” kata Siwon mengelus kepala Zhoumi lembut.

Sementara Zhoumi hanya terus mematung tidak percaya. Tubuhnya sulit di gerakkan bahkan hingga Siwon berlari menghilang dari hadapannya. Ia butuh sepuluh menit supaya bisa bernafas normal dan menenangkan jantungnya yang berdetak terlalu cepat

“Dia…..aku……aishhh….” Zhoumi menggelengkan kepalanya. Pikirannya terus mengulang layaknya tape recorder yang meneriakkan kata kata Siwon dengan tepat dan jelas, saranghae….

“tidak tidak!!! Aku bisa aneh sama seperti dia nanti!!!” gerutu Zhoumi hingga masuk ke dalam kelas

“Mimi!! Eh? Kau kenapa?” tanya salah seorang teman perempuannya, “masih sakit? Kok wajahmu merah sekali—sini biar aku periksa” katanya khawatir sambil menaruh telapak tangannya di kening Zhoumi

“wajahku merah?” tanya Zhoumi kembali terkejut

Temannya mengangguk tegas, “merah sekali—kau masih demam ya? Aduh Mimi Mimi…”

Namun Zhoumi tidak mendengarkan temannya tersebut, “wajahku memerah dan itu gara gara seorang Siwon? aishh……jangan bilang aku mulai jatuh cinta kepadanya…” lirih Zhoumi mati matian menahan perasaan aneh setiap kali dirinya mengingat wajah, perilaku atau semua yang berhubungan dengan Siwon

TENG TENG

“eh pak Guru udah dateng….” temannya langsung duduk tegap sambil menunggu kehadiran wali kelasnya yang tidak menenteng satupun buku di tangannya, membuat sekelas pada bertanya tanya (kecuali Zhoumi yang tanpa ia sadari mulai melamunkan Siwon)

“Anak anak—karena ada rapat guru mengenai Ujian Nasional yang akan di adakan dua minggu lagi, jadi kami terpaksa memulangkan kalia—

“HYAAAA PULANG CEPET!!!” Teriakan kudeta dari seluruh siswa kelas Zhoumi ketika mendengar itu. Mereka bahkan tidak mendengarkan ucapan amarah dari wali kelasnya yang kesal setengah mati. Begini nih kalau murid di kasih tahu libur mendadak—bahagianya sama seperti mendapatkan tiket Kimchi gratis

#Sebas mulai galau + gila

“Eh pulang cepet?” Zhoumi baru sadar, ia buru buru memasukkan buku pelajarannya dan pergi keluar kelas sampai seseorang temannya memanggil nama Zhoumi, “Mimi ngga mau ikut kita karaokean dulu? Kan Mochi juga masih sekolah” ajak teman teman sekelasnya

“Ngga…maaf…aku ada janji dengan orang lain…” jawab Zhoumi tanpa rasa menyesal. Ia setengah berlari keluar gerbang dan melangkahkan kakinya riang menuju sekolah di tempat yang berbeda

Sekolah St Christie

THE END

34 responses to “≈No Other Like U-Special Part-{Yenry and Simi}≈

  1. waaah, keren onn >.<
    hbat y, tkang es krim ntu dmn onn??
    klo ngasih tau guru aq dpt nilai tmbah nih
    ngidam ibu ntu kn aneeh =.=

    waah galau jga y, sma ma aq T^T

    mimi dah mnunjukkn love sign y
    cuma pas adegan mereka jln b2 agak gimana~gtu
    mimi kn tinggi 1/2 mmpus, jln ma wonnie as namja.. =.=a

  2. Huweeee..,onn besar bgt pejuangannya siwon ama yesung buat dapatin mimi ama mochi,beruntung2,es krim rasa cabe super pedas,mau dong..,q kan suka makan yg pedas2*plaak g tanya*,ahkirnya perjuangannya mereka g sia2 juga..,terharu q bacanya pas siwon bela2in ngerawat mimi pas sakit..,bgs,keren bgt onn..the BEST,tetap hwaiting onn..^^

  3. kak sebas pengen tau kapan korea merdeka,,, aq liad di tipi waktu itu tenteng sejarah korea,, jadi korea merdeka dua hari sebelum indonesia merdeka,, tepatnya 15 AGUSTUS 1945 …kekekekek

  4. SEBASSS

    curang neh, spesial kichul nya mana..
    argghh

    gw nunggu kichul bas

    tp yenry ma shimi nya bgus bgd..
    gw suka bgd bas

  5. buahahah~ ada2 aja kelakuan para cast NOLU, gila semua *Siwon: woiii~ ini mah authornya yang gila! bukan gw!**ga pa2 eonni , Vio malah sangat menyukai kegilaan anda, hehehe~*

    mau masuk dunia NOLU, biar ketemu sama abang2 yg jual eskrim segala rasa, pengen rasa rujak ato petisan da ga ya??

    Keep Writting eonni🙂

    ps:ditunggu kegilaan eonni yang lainnya wkwkwkwk~ *digorok Seba eonni*

  6. sebas lo ga pa pa keadaan lo gimana?
    pasti babak belur deh di bom zoumi lover trus di hajar gege fans dan di gamparin ma could ~~~ck ck kc

    lo pasti lebih keren dari pada comedinya sule tau…. sule lewat nyebur dah kelaut

    lucu roman jg tp naggung klo ga ampe jadian duh geregetan dwehhhhh
    “stalker sakit jiwa”o,Ov

  7. hahahaha
    Siwon sama Yesung ga pernah nyerah ya ngejar” mochi sama mimi
    jadi iri sama mochi sama mimi ..

    untung si mimi nyadar kalo siwon serius sama dia,so sweet banget !!! ciee… SiMi..
    hehehe

    mochi sama yesung juga makin deket hahahaha
    semoga mochi bisa nerima yesung amin..

    makin bagus onnie,aku suka..aku ucapin suka jujur ya onnie bukan mau buat onnie seneng tapi aku memang bener” suka ^^

  8. Hidup simi !! Hahah kasian wonnie ih, ngejar2 zhoumi terus ! Gak di terima2 lg ==” ckckcck Mendingan ngejar2 aku aja *plaaakk*

    eonnie bikin ver kichul dong ! Bkin kichunya nikah gitu ! Hehehe😀

  9. lho ?! the end ??
    ini kahn masii gantung eon . mrk belom jadian .
    tp senangnya ahirnya perjuangan yesung n siwon mulai memunculkan tanda2 berbuah . hahahhahaha
    zhoury luluh juga . >.<
    eonnie, jgn lupa ceritain ttg mereka lg yaaa . simi n yenry kahn bisa dibilang couple yg terlupakan . hihihihihihi

  10. aku pengen nangis loh waktu Zhoumi marah sama Siwon.
    ga tau deh, pdahal gak sedih2 amat, cuma, ga tau kenapa, malah pengen nangis. hehe…
    hebat ya Sebas. aku padahal awalnya kurang tertarik sama dua couple ini loh, cuma malah, gara2 ada edisi spesialnya jadi keren…
    jadi suka.

    Egh.. Sebas, boleh gak aku minta KyuMin yg manis kaya gini? udah agak lama kayaknya NoLu yg KyuMin momentnya ga cuma di rumah.
    kalo diperhatiin mereka jarng kemana2 loh…
    pengen baca KyuMin romantisssss banget gitu~

  11. keren onnie.. yah padahal harusnya blm END tuh..
    Zhoumi blm jawab perkataan nya Siwon trs Yesung jg blm nembak Mochi…

  12. huwaaaa,,
    wonnie oppa hwaithingg!!!!
    sungie oppa hwaithing..
    ttp brusaha buat dapetin yeoja yg kalian sayangi heheh#gaje#

    seruuu eonnie
    seru banget huhu

  13. Daebak…>//<
    Keren….
    Kkkkkk
    Siwon oppa.. Yesung oppa.. Jia you…….
    Siwon oppa.. Kalahkan zhoumi….
    Yesung oppa….. Dapatkan hati mochi..
    Jia you..
    Jia you…

  14. thorrr sebasss ..
    Gua kangen llu .. #sumpah malu gua ..

    Knp ngga share nolu d grup lagi ..
    Maaf ,, baru tau wp nya hehe .. #kunjungan pertama dpet apa ? *digaplok abiss xD

    Makasih ya udah liatin saya muka melas abang siwo *walaupun dalam halusinasi :p

    Kabarin eoon klo ad yg bru . Hehe

  15. siwon sama yesung keereen , ,
    prjuangannya mendapatkan zhoumi dan mochi eeren bgt ,, heheheh

  16. wkwkwk , ngakak pas baca petugas es krim xD
    aneh aneh aja nih .
    tapi beneran dah . two tumbs up buat sebash😀
    cerita nya bagus oonniee >.<

  17. aigooo simi simi ckckck kalian berdua cocok kok.
    mimi udah tau ga suka pedes malah sok iya makan pedas pedas. makannya jangan sembarangan ngomong ama siwon, siwon kan polos *polos dalam pacaran, atau bisa di bilang ga ngerti keadaan*
    tapi akhirnya mimi sadar siwon emang baik untuknya.
    ni yesung sama henry juga cocok. akhirnya yesung ‘agak’ normal juga sikapnya sama si henry.
    sedikit sedikit mulai bisa deket sama henry.
    secara ga langsung ucapan kyu dan nasehat minnie manjur juga😀
    lanjuutt~

  18. Waaach cinta yesung dan siwon udah mulai ada tanda2 bakalan diterima tuch ama kakak beradik mochi n zhoumi..😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s