≈Really, No Other Like Her!!!-{Kyuhyun PoV}≈

Kyuhyun PoV

Selama ini baru sekarang aku melihat mahluk ups maksudku yeoja seperti dia, Lee Sungmin. Yah namanya memang agak sedikit aneh untuk seorang perempuan. Tapi bukan itu yang membuatnya berbeda dari wanita lain. Dia begitu—bagaimana yah aku menggambarkannya. Jujur aku sendiri bingung. Ah aku tahu lebih baik aku beri contohnya saja yah.

“Minnie itu Otaku” kata Heenim, saudara kembarku.

Ia bersedia membantuku untuk membujuk Sungmin agar mau membantuku membatalkan pertunanganku nanti malam.

Heenim dan Sungmin sudah bersahabat sejak masuk sekolah, apalagi mereka memang duduk bersebelahan. Namun masih merupakan misteri kenapa Noona-ku ini begitu sayang kepadanya.

“Aku berani jamin—Minnie akan menuruti kemauanmu kalau kau memberikan apa yang dia sukai” jelas Heenim sekali lagi

Aku berpikir sambil menekuk wajahku, “Aku tidak tahu apa yang dia sukai.” Kesalku

Susah sekali membujuk wanita seperti dia, padahal aku yakin perempuan lain pasti luluh jika aku yang meminta bantuan hanya dengan menatap wajah mereka saja.

“Nih.” Heenim menyerahkan kepadaku sebuah DVD dengan gambar jadul sebagai covernya. Pria sekolahan tetapi berambut gondrong ala 80-an.

“Apa ini?” tanyaku penasaran.

“DVD yang sangat berharga buat Minnie—sebenarnya aku ingin memberikannya sebagai kejutan, tapi yah sudahlah kau gunakan saja pasti dia mau membantumu.” Jelas Heenim seraya kembali duduk diranjang milikku.

Aku menatap sangsi masih memegangi DVD itu dengan tidak yakin, “Heenim, aku rasa—“

“Aku yakin pasti berhasil.” potongnya sambil menatapku tegas. ”Lagipula aku ikut bertanggungjawab karena Minnie ikut terlibat”

Ia menghela napas, ”aku kasihan padanya, coba waktu itu aku tidak memberitahu alamat rumahnya padamu, pasti akhirnya tidak seperti ini..”

Aku menyeringai licik, ”iya, akhirnya kau kena karmanya kan? Sekarang kau malah pacaran dengan Kibum, hahaha.”

Heenim menoleh lalu menyipitkan matanya dengan sengit, ”Ya!! Kau Kyuhyun!!! Kau pasti juga kena karma, karena sudah memanfaatkan orang sebaik Minnie!!”

”Baik darimana?” tanyaku heran

Heenim menggelengkan kepalanya, ”dia memang sedikit aneh tapi dia bukan orang jahat—paling tidak dia setia kawan..sudahlah,, ini tidak akan ada habisnya, sebaiknya kau cepat pergi ke rumahnya sana.” Heenim mengangkat tangannya seperti gerakan mengusir.

Aku menghela napas lega ”Aku percaya padamu.” Ucapku sambil bangkit berdiri keluar kamar, ingin secepatnya membuktikan ucapan Heenim barusan

######


“Arghh ‘My boss My Hero’!!!! ini langka banget, jadul sih filmnya tapi ampun deh lucu banget!!! Gw udah nyari kemana mana ngga ketemu, dapet darimana lo?” cerocosnya girang.

“Gw.” Kataku dengan bangga. “Ngga penting dapet darimana, pokoknya inget nanti malam jangan lupa, ntar gw jemput.”

“Ok boss, tapi gw ke rumah lo ngga lama kan? Soalnya gw mau nonton DVD ini.” ucap Sungmin sambil mengelus sayang DVD kesayangannya.

“gw usahain ngga lama. Udah gw balik dulu ya.” Kataku sambil melangkah keluar.

“Yo.” Dia menjawab dengan cuek—seakan akan dia tidak peduli dengan nanti malam.

Aku hanya bisa geleng geleng kepala melihatnya. Betul kan memang tidak ada orang aneh seperti dia.


Malamnya~

“Kyu..” panggil Heenim seraya masuk kedalam kamarku.

”Hmm…” aku hanya berdeham membalas panggilannya—masih sibuk bermain PSP ditanganku.

“Kyu, kau tidak menjemput Minnie?” tanyanya sekali lagi

Aku menengadah menatapnya sambil tidak melepaskan kedua tanganku di PSP, “Dia kan tau rumah kita—buat apa aku menjemputnya.”

Heenim yang gemas melihat sikapku, langsung merebut PSP, ”Heenim” protesku

“Kyu aku sarankan sebaiknya kau menjemputnya, kau tahu sendiri dia itu rajanya ngaret.” jelasnya, sekarang malah dia yang gantian memainkan PSPku.

Aku menepuk dahi—lupa, “Iya juga, Thanks ya.”

Aku sudah bersiap pergi menjemputnya saat Heenim kembali memanggilku, “Jangan lupa Kyu—cek pakaian yang dia kenakan.”

Aku bingung dengan ucapannya, “haruskah?”

Heenim melepaskan PSPku sebentar lalu wajahnya berubah serius, “Asal kau tahu yah—Minnie akan mengenakan pakaian yang pertama kali ia ambil dari lemari. Dan biasanya itu buruk.”

Aku tertawa melihat mimik wajah Heenim, “Aku juga tidak begitu peduli soal penampilan kok” balasku cuek.

Berhadapan dengan dirinya saja sudah pusing, masa aku juga yang harus memperhatikan penampilannya

Heenim tersenyum mengejek, “Kau tidak akan bilang begitu saat melihat Minnie nanti.” balasnya.

Dan benar saja. Saat aku sampai kerumahnya, lalu naik ke atas—di kamarnya aku melihat sosok Sungmin yang sedang berdandan.

“Selesai.” kata Sungmin puas mematut diri dikaca—ia hanya mengenakan pakaian kasual. Kaos oblong dengan celana jeans

Ya Tuhan. Benar seperti kata Heenim. Ini bencana.

“jelek banget.” Suaraku terdengar olehnya.

Akhirnya aku terpaksa mencarikannya baju yang ’lebih pantas untuk dipakai’, awalnya ia menolak pilihanku—tapi sekali lagi aku bisa memaksanya, aku sudah tahu kelemahan Sungmin.

“Lo pake, atau DVDnya gw ambil lagi.” Ucapku mengancam

“Iya iya, gw ganti.” wajah Sungmin merengut tetapi ia tetap menurut

Argghh….kenapa aku malah repot sendiri menghadapinya sih!!

Tak lama ia keluar setelah selesai berganti pakaian, ”Tuh begini lebih cantik” ucapku dengan spontan.

Ups..kenapa aku ini?? Tapi ia memang terlihat berbeda saat ini, agh mungkin ini efek dari bajunya—yah bajunya yang membuatnya begitu cantik—aku baru sadar kalau matanya membulat heran mendengar perkataanku.

”Bentar” aku menahannya, kulepaskan ikat rambutnya yang jelek. Kusisiri pelan rambut cokelat Sungmin. Hmmm halus juga rambutnya.

”Selesai.” Aku tersenyum puas.

Sungmin nyengir lebar, “Lo berbakat nih jadi tukang salon hihihi.”

“udah,,ayo keburu kemaleman.” Entah kenapa aku tersinggung mendengar pujiannya itu. Aku kan bukan seperti banci banci salon!!.


#####

”Lo siap?” tanyaku sambil menggenggam tangannya.

”Ngga.” kelihatan sekali dia grogi, aku mengeratkan genggamanku untuk menenangkannya.

”Ayo.” ajakku masuk kedalam rumah.

Aku mengajaknya menuju ruang keluarga. Disana sudah ada kedua orangtuaku dan Wookie—tunanganku.

Sialnya, Heenim malam ini tidak bisa membantuku—dia sudah ada janji dengan Kibum.

”Malam Appa, Umma, kenalkan ini Sungmin kekasihku.”

Sungmin yang tadinya bersembunyi dibelakangku—memberanikan diri untuk menyapa kedua orangtua ku, ”Selamat malam, perkenalkan nama saya Lee Sungmin.”

Aishhh..kenapa mereka memandangi Sungmin seperti itu, kelihatan sekali mereka mulai berpikir untuk membandingkan Sungmin dengan Wookie.

”Ne, silahkan duduk Sungmin-shi.” untung Umma masih bisa bersikap adil dengannya.

Aku langsung duduk di sofa lalu menarik Sungmin agar duduk dekat denganku.

”Gw gugup banget Kyu.” Suara Sungmin terdengar jelas ditelingaku meskipun ia berbisik.

“Tenang aja, orang tua gw ngga bakal marahin lo kok.” balasku.

“Sungmin—namamu seperti nama seorang namja, bukan begitu?” tanya Appa untuk pertama kalinya.

“Iya, pertama saat ibu saya mengandung, dokter memperkirakan kalau saya berjenis kelamin laki laki, tapi ternyata prediksi dokter salah—orang tua saya sudah terlanjur menyukai nama itu—jadilah saya tetap memakainya hingga sekarang.” jelasnya—sepertinya Sungmin sudah mulai tenang.

“Oh…” hanya itu tanggapan Appa.


Suasana kembali hening.

Masih hening.


”Sate…sa…te……” suara tukang jualan di depan rumahku terdengar hingga ke dalam.


Aishhh sepertinya aku harus memulai pembicaraannya.

“hmm..Adjumma dan Adjushi seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, saya ingin membatalkan pertunangan ini.” suara Wookie memecahkan keheningan. Wajahnya masih tanpa ekspresi.

Yes, akhirnya ia duluan yang memulai pembatalan ini.

“Saya tidak bisa berada diantara mereka berdua, tadinya saya mengira masih punya kesempatan untuk mendapatkan Kyuhyun, tapi….selama saya bersekolah disana…saya dapat melihat betapa mereka berdua saling mencintai.” ucapnya panjang lebar.

’Saling mencintai’ ha?! Tidak salah? Aku berusaha untuk tidak muntah mendengar kalimat itu.

Saat aku melirik ke Sungmin, kulihat ia juga hampir muntah seperti diriku.

”Apa benar itu Kyuhyun?” tanya Appaku tiba tiba.

Dengan sigap aku mulai berbicara, ” Iya Appa—seperti yang Appa dan Umma ketahui, selama ini aku selalu menghindari bertemu dengan Wookie kan? Karena sebenarnya aku sudah memiliki Sungmin. Tadinya kekasihku ini sudah merelakanku untuk tetap mengikuti perjodohan ini, tapi akhirnya aku tahu Appa..Umma.”

Kau pasti bisa Kyuhyun, kau pasti bisa mengucapkan kalimat aneh itu. Aku berusaha meyakinkan diri,, dan dengan pasti aku meneruskan ucapanku “Aku hanya mencintai Lee Sungmin.”

”Uhuk.” suara batuk Sungmin terdengar jelas.

’Dia pasti sengaja’ pikirku.

”Kau tidak apa apa?” tanyaku basa basi kemudian aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dekat sekali.

’Jangan ngerusak akting gw.’ bisikku pelan.

”Iya aku tidak apa apa.” balasnya.

Bagus. Batinku. Sepertinya malam ini akan berakhir dengan baik—sesuai perkiraanku.

Aku mendongak menatap wajah Appa dan Umma yang berubah, sepertinya mereka sudah menyerah tentang perjodohkanku.

Aku belum pernah melihatmu begitu perhatian dengan seorang yeoja Kyuhyun.” kata Umm tersenyum lembut.

Aku senang mendengar itu, langsung saja aku meneruskan berakting, kupandangi Sungmin dengan mesra sambil memainkan tangannya yang berada dalam genggamanku.

Minnie membalasku dengan senyum memelasnya.

’hmm dia memang tidak bisa akting sepertiku’ batinku.

Tiba tiba Wookie beranjak dari tempat duduk, raut mukanya yang semula dingin berubah menjadi sedih.

“Adjumma, Adjushi keputusanku sudah bulat—biar nanti aku yang bilang kepada Appa.”

“Wookie…” Lirih Appa pelan.

Ryeowook tersenyum sedih, “Aku akan yakinkan Appa ini bukan kesalahan Adjushi, ini memang kemauanku.”

“Sekarang aku pamit dulu,” katanya sambil menundukkan kepala. Ia berlalu tanpa melihat ke arah kami berdua.

Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ”Appa” panggiku.

”Biarkan aku memilih calonku sendiri….bukankah Appa juga bertemu dengan Umma secara tidak sengaja? Bukan karena dijodohkan.”

Appa mencerna perkataanku, ia kelihatan berpikir keras.

“Apakah dia pilihanmu?” tanya sekali lagi.

Aku mengangguk yakin, “Iya, aku mencintainya.” Seraya menatap tajam ke arah Sungmin yang seperti mau batuk lagi.

Appa dan Umma bertukar pandangan sejenak, “Kalau itu keinginanmu, jalani saja. Appa dan Umma hanya bisa merestui kalian berdua.” Ucap Umma dengan ikhlas.

Aku tersenyum senang ‘akhirnya bebas juga dari perjodohan konyol ini!’

“Sungmin-shi?” panggilan Adjushi tiba tiba kepada Sungmn.

“Ya?”

“Orangtuamu sedang sibuk?” tanyanya lagi.

Sungmin menggeleng bingung, “Sebenarnya sih tidak, tetapi Papa lagi ada rapat penting di London sehingga baru minggu depan pulang.” Jelasnya

“Lalu Ummamu?”

“Mama menemani Papa kemarin lusa, kemungkinan Mama baru pulang bersama sama seperti Papa.” kata Minnie. Ia kelihatannya curiga tiba tiba diintrogasi seperti ini.

“Memangnya ada apa dengan orang tua Sungmin, Appa?” tanyaku—ikut ikutan curiga.

Kenapa firasatku tidak enak ya?

Appa menyandarkan tubuh ke belakang sofa dengan nyaman sementara Umma sedang ke dapur untuk mengambilkan minum, “Yah buat menjodohkan kalian lah.” Ucapnya enteng

Apa???!!.

“HA??!!!” Teriakku bersamaan dengan Sungmin.

“Kita?!!!” sambung kami lagi secara serempak.

Dan perkiraanku meleset, malam ini tidak berakhir dengan baik. Malam ini malah menjadi awal dari segala bencana.

TBC

16 responses to “≈Really, No Other Like Her!!!-{Kyuhyun PoV}≈

  1. yes,komen pertama.
    Kirain ini lanjutan,ternyata POV nya Kyu.
    Bagus Ta,bs mengenang awal mereka jadi pasangan.

  2. heenim baik ya mo bantuin adik’a.
    minnie disogok kaset langsung mau ya,,bn2 polos nih org,,
    seperti’a kyuppa dah jatuh hati ma minnie,cie,,ciee
    lanjut,,,,,,,,,,,,,,,

  3. Pov Kyu yg ini nyambung ma chp 5 ya eon?chp 5’y ga bsa dbuka sih~ jd nyimpulin sendiri hehehe
    aaaahh si Kyu, senjata makan tuan ini mah^^

  4. ckckck kyu kyu hahahha😄
    bencana atau bencana nih?
    bencana cinta iya..
    mudah mudahan kyumin makin mesra deh.. dan ga ada yang halangi cinta mereka.
    aigoo aku kok jadi mau gabung para orang tua yang pengen cucu ya?
    para orang tua kan tadi mau bikin rencana, aku ikut dukung ah..
    kyumin hwaiting!!!

  5. Biar tau rasa tu kyu.., kekeke
    Spa suruh dia sok2 berakting klo dia cinta ama ming (tapi kan emang beneran cinta).. Hahaha😀

  6. Wahh Kyu hebat banget dalam per-ektingan,sampe semua org percaya.
    Ini pov nya kyu di previous chap ternyata.

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s