≈Of Course I Love U-Chapter Two≈

Eunhyuk bersemangat keluar dari kelas saat bel pulang berbunyi. Ia langsung melangkah menuju ruang perpustakaan di lantai 2.

“Siang, Bu Yankumi” Eunhyuk bergegas mendekati pegawai perpustakaan yang sudah akrab dengannya. “Eh kamu—ini sudah datang kiriman buku baru, tolong kamu sortir dan pilah sesuai abjad ya” pinta Bu Yankumi, “Ibu ada rapat guru—bisa Ibu tinggal?”

“bisa”

“Baiklah, selamat bekerja”

Bu Yankumi meninggalkan Eunhyuk seorang diri di perpustakaan yang sepi apalagi jam pulang seperti ini

Eunhyuk berlutut dan mengeluarkan buku baru satu persatu. Di lihat judulnya lalu di bawa ke meja belakang untuk di hardcover terlebih dahulu, saat Eunhyuk bangkit berdiri sambil membawa buku tebal ditangannya tiba tiba seorang yeoja masuk ke dalam perpus, kepalanya tertunduk

“Selamat siang” sapa Eunhyuk—matanya tetap mengikuti yeoja itu—heran

Eunhyuk menaruh buku buku di meja dan mengikutinya. Wanita itu tertunduk di salah satu bangku panjang, bahunya bergetar. Eunhyuk yakin seratus persen kalau dia sedang menangis

“Kau tidak apa apa?” Eunhyuk menarik bangku di sebelah lalu mengelus bahunya pelan, “ada apa?” tanya Eunhyuk lagi

Sang wanita mengangkat wajahnya—kesedihan dominan tergambar jelas di sana, melihat Eunhyuk yang simpati—dia terenyuh lalu menghambur dalam dekapan Eunhyuk, “hiks…hikss” isaknya

Eunhyuk yang terkaget kaget hanya bisa menenangkan siswi ini, “ada apa? Kau bisa bercerita kepadaku” bisiknya

“Aku…aku…”

__

“Aishh, kenapa sih aku di suruh kemari?” Donghae kesal karena Bu Yankumi menghukum dia untuk membereskan buku di perpustakaan. Tadi waktu Bu Yankumi berjalan menuju ruang guru—bola yang ditendang Donghae pas bermain futsal sepulang sekolah melayang indah di kepala guru itu—alhasil Bu Yankumi tidak bisa mengikuti rapat dan berbalik menghukum Donghae

Donghae masuk ke Perpustakaan sambil mencari cari soalnya kata Bu Yankumi ada teman sekelasnya yang juga sedang membereskan buku

“Eunhyuk? Wanita kutu buku itu? Ck ck ck” Donghae mendengus, terus berjalan ke dalam, melihat ke sekeliling rak rak menjulang tinggi di sebelah kanan dan kirinya

“Aku..aku..”

Suara seorang yeoja—membuat Donghae mendekat—ia mengintip dari samping rak persis tempat Eunhyuk dan perempuan itu duduk

“Kau kenapa?” Eunhyuk masih berusaha menenangkan, wanita itu menghapus kedua matanya lalu mulai bercerita, “Aku baru saja putus dengan pacarku” bisiknya

Eunhyuk kembali mengelus pundaknya, “Sudahlah—tidak usah kau pikirkan”

“Bagaimana bisa? Aku sudah berpacaran cukup lama dengannya” Wanita itu masih menangis terseduh seduh, Eunhyuk tersenyum menenangkan, “kau pasti bisa—lihat,” Eunhyuk menyibakkan rambut temannya ini dengan rapi, “besok kau dandan cantik lalu pergi ke pusat perbelanjaan—kau boleh protes kepadaku kalau tidak ada seorang lelaki pun mendekati dan mengajakmu jalan” perempuan itu terdiam, memikirkan nasihat Eunhyuk, “benar?”

Eunhyuk mengangguk tegas, “kau boleh kembali kemari dan memarahiku” janjinya

Wanita itu mulai ceria kembali, “aku pegang janjimu” Ia melirik jam di dinding perpustakaan, “Arg—sudah jam segini, aku harus pulang” sang wanita menghapus bekas air mata dan menatap Eunhyuk sembari memeluknya lagi, “terima kasih”

“sama sama” Eunhyuk membalas pelukannya

Dari balik rak, Donghae masih menguping hingga perempuan tadi bangkit dan meninggalkan Eunhyuk di meja. Donghae bergegas keluar dan menemui Eunhyuk

“Bukankah seharusnya nasihat itu untukmu?” suara Donghae yang tiba tiba muncul mengagetkan Eunhyuk.

“Kenapa kau kemari?” Eunhyuk menaikkan alis sambil berjalan ke depan perpustakaan—melanjutkan pekerjaannya

Donghae mengekor dari belakang, “Aku dihukum oleh Bu Yankumi membantumu di perpustakaan, hei, kau belum menjawab pertanyaanku?” Eunhyuk tidak mempedulikan ucapan lelaki itu—ia malah menyerahkan beberapa buku ke tangan Donghae, “bawa ke belakang untuk di hardcover”

“tapi—“

“bawa ke belakang” Eunhyuk tidak mau berkompromi. Donghae menyerah—ia pergi ke sana dan mulai membantu Eunhyuk membungkus buku baru satu persatu

Tanpa terasa mereka sudah bekerja selama 2 jam penuh.

“selesai” Eunhyuk mengibaskan tangan, Donghae masih terengah engah kecapekan. “Terima kasih atas bantuannya” ucapan formal Eunhyuk membuat Donghae jengah, “kau selalu bersikap se kaku ini?” sindirnya

Untuk kesekian kali Eunhyuk mengacuhkan Donghae. Ia meraih kunci dan menutup perpustakaan lalu berlalu di depan Donghae

“Kau?!”

Eunhyuk berjalan santai keluar sekolah yang sudah sepi karena mereka pulang terlalu sore—dibelakangnya Donghae mengikuti Eunhyuk hingga mereka sampai di jalan Te Amo

Eunhyuk mendesah kesal dan berbalik, “kenapa kau membuntutiku sih?”

Donghae terkejut di tuduh seperti itu, “apa? Enak saja—ini jalan umum, mata empat?! Aku memang sering lewat sini” Donghae berbelok ketika mereka sudah sampai di penghujung jalan

Eunhyuk hanya menatap Donghae sekilas—mengangkat bahu lalu berjalan ke arah sebaliknya

————-~^of Course I Love U^~————–

Sungmin melihat penasaran ke dua orang di hadapannya. Mereka memakai seragam yang sama dengan Sungmin

“Kenapa kau membuntutiku sih?”

Nada kesal itu membangkitkan protes namja disebelahnya, Sungmin menatap dengan wajah tidak tertarik—sudah sering dia melihat pertengkaran sehebat itu kalau melewati jalan ini. Pikirnya

“Mereka aneh ya? Padahal aku lihat sendiri dari tadi ke dua orang itu pulang bersamaan” Sungmin terkejut mendengar suara namja yang mengajaknya berbicara—ia mendongak, sosok pria tinggi dengan earphone terlihat ramah, “ya kan?” pria ini masih nimbrung di sebelah Sungmin

Sungmin bengong lalu berjalan lebih cepat, “Hey? Kok cuek sih” Kyuhyun menyeringitkan dahi, “bukannya dia juga satu sekolah denganku” gumamnya masih memandang punggung Sungmin yang menjauh lalu menghilang

————-~^of Course I Love U^~————–

Di sebuah Universitas

“Salah” Siwon menyerahkan kembali laporan anggaran yang sudah di revisi berkali kali oleh Kibum, “perbaiki lagi”lanjutnya

Kibum menganga dengan sikap tidak percaya—punya dendam apa Siwon padanya? Ini sudah kelima kalinya Kibum menghadap, namun tidak satupun yang lolos.

“Tapi, Siwon-shi, saya mau pulang” Kibum tidak bisa menyembunyikan nada kesal dari suaranya. Siwon mendongak, ia menatap Kibum lama.

“Kalau kamu mau laporan itu lama di Acc oleh badan mahasiswa, silahkan” sindir Siwon sambil meneliti laporan dari UKM lain. Kibum mendengus—ia menarik laporan dari meja dengan kasar lalu pergi keluar ruangan Siwon

Kibum setengah berlari ke UKM Wushu, di sana ada Zhoumi yang sedang merapikan jadwal latihan. “Eh, bagaimana? Berhasil?” Pertanyaan Zhoumi terjawab dengan wajah kusut Kibum, “Zhoumi?”

“Ya?”

Kibum memeluk Zhoumi kilat baru berteriak kencang, “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….Ketua itu ngeselin!!!!!”

Zhoumi hanya bisa menenangkan dengan mengelus punggung Kibum, “sudah sudah”

“Ngga bisa!!! Zhoumi!!! Dia tuh bener bener rese!!! Masa cuma salah tanggal aja suruh ketik ulang” Kibum menumpahkan segala eneg enegnya kepada Zhoumi—sahabatnya dari kecil

Zhoumi menarik tubuh Kibum agar bisa menatap wajahnya, “lebih baik kau sekarang mengetik ulang, kau mau klub ini tidak bisa jalan karena tidak ada dana kas?” terbesit nada tegas di suara Zhoumi—karena dia lah ketua Wushu

Kibum merengut, ia melepaskan diri dari Zhoumi, “kau ada benarnya juga” Kibum merenung sejenak, “aku akan merivisi sekali lagi” Zhoumi senang karena meskipun Kibum gampang uring uringan, dia termasuk orang yang bertanggung jawab—cocok sebagai sekretarisnya, batin Zhoumi

Kibum membereskan buku dan laptop bergegas pulang, ia menoleh, “mau bareng?” tawar Kibum

“tunggu—yuk” Zhoumi membawa beberapa dokumen untuk pertandingan wushu lalu mengikuti langkah Kibum keluar.

Siwon mengurut dahinya sendiri, ada rasa penat karena terlalu banyak memaksa banyak sekali laporan anggaran tiap UKM. Siwon melirik jam di tangan—ia langsung berdiri saat sadar sudah terlalu sore pulang ke rumah

Siwon beranjak menutup pintu ruangan, menyapa beberapa staf staf BPM kemudian melangkah keluar kampus

Tak jauh di depannya ada Kibum dan Zhoumi yang berjalan ringan, searah dengan Siwon

Siwon mengulangi jadwal untuk besok—sepertinya Siwon bisa bangun siang karena jadwalnya tidak begitu padat. Ia begitu asyik hingga berjalan terlalu cepat—hanya beda beberapa langkah di belakang Kibum

“Eh, Zhoumi kedai kopi disini enak loh” suara Kibum yang khas membuat Siwon menengadah—ia baru sadar kalau sekretaris UKM tadi suka berpapasan dengan Siwon di jalan ini—jalan Te Amo

“hmm” Zhoumi melihat takjub kedai kopi milik Kangin, “mungkin lain kali kita harus mampir” ucapnya tertarik

Kibum menoleh—separuh wajahnya terlihat jelas dari belakang, “benar kan? nah kalau itu, toko okonomiyaki di sebrangnya toko ramen—dua duanya enak juga” mata Kibum berbinar binar menatap Zhoumi—sifat antusias Kibum membuat Zhoumi mengelus pucuk kepalanya sayang, “iya Kibum—nanti kita juga coba itu”

Siwon semakin tertarik melihat tingkah laku mereka berdua dari belakang. Siwon menyimpan buku saku di belakang jaket dan memperhatikan Kibum dan Zhoumi lebih seksama

Kibum terus melangkah sambil menghentakkan kaki, ia berjalan cepat ke sebelah toko okonomiyaki, “kalau ini Zhoumi—tidak ada yang lebih indah dari bunga bunga milik dewi Venus” puji Kibum seraya menunjuk tumpukan pot bunga segar

Zhoumi kembali menggeleng sabar dan mendekat ke toko bunga lalu mengambil salah satu bunga, “Chrysanthemum, merah!! Ini kan jarang ada!”

Kibum mendekat, di raih bunga dari tangan Zhoumi, “bunga ini bagus—tapi aku lebih suka bunga Daisy” Kibum tersenyum lembut

Zhoumi kembali meremas bunga Chrysanthemum, “kau tidak tahu artinya..”gumam Zhoumi

“Apa artinya?” kata Kibum tertarik

“artinya aku cinta kamu” balas Zhoumi

Siwon terperangah heran bercampur segan karena sudah mengintip privasi orang, tapi saat Siwon berbalik menjauh, suara tertawa Kibum terdengar kencang.

Kibum mengambil bunga Daisy dari pot, “kau tahu arti bunga ini?” kali ini Zhoumi yang menggeleng

“Cinta yang setia” bisik Kibum

Zhoumi tersenyum lebar—dia dan Kibum menaruh bunga itu kembali. Mereka berjalan menjauh dari Siwon yang masih berada di belakang.

Wajah Kibum menengadah, di sebelahnya Zhoumi hanya menatap Kibum penuh arti

Zhoumi meraih tangan Kibum dan menggenggamnya lembut—mereka berjalan santai keluar dari arena toko lalu berbelok ke kanan—jalan besar menuju perumahan mereka

“mereka berpacaran?” kata kata Siwon yang terlempar begitu saja. Siwon sendiri terkejut dengan ucapannya—ia mengusir bayangan Kibum dari kepalanya. Siwon meraih kembali buku jadwal lalu berusaha menyibukkan diri

————-~^of Course I Love U^~————–

Dari arah berlawanan dengan Siwon, Teuki datang seperti biasa ke toko bunga milik Heechul. Teuki mengetuk tiga kali tetapi tidak ada jawaban dari dalam, karena penasaran Teuki mencoba membuka pintu namun sayang, pintu terkunci

“Maaf” Kangin datang dari seberang—melihat pelanggan Heechul datang. “Heechul, sedang membeli sesuatu di supermarket di sebelah” Teuki menengadah, “Oh saya mau membeli bunga, tapi…” Teuki sibuk merenung, “tidak usah saja, besok saya kemari lagi”

Kangin kelihatan bersalah, “Maaf sekali lagi” ujarnya sambil menunduk

“Tidak apa apa” nada suara Teuki terdengar meremehkan masalah sekecil ini, Ia naik ke sepeda mungil miliknya, “kan masih ada lain kali” gumam Teuki kemudian tersenyum ramah kepada Kangin

“kalau masih ada lain kali….” Kata kata Kangin hilang di terpa angin ketika Teuki mengayuh sepeda. Teuki tidak sempat mendengar ucapan itu tadi

“yah, kalau ada lain kali…” Kangin berbalik masuk ke dalam kedai dan mulai melayani tamu seperti biasa

————-~^of Course I Love U^~————–

“Memangnya kemana Adjumma penjual bunga di depan?” tanya Hangeng tertarik saat melihat Kangin menjawab pelanggan Heechul yang pergi

Kangin yang baru kembali langsung melayani pesanan Hangeng, “Heechul sedang pergi ke supermarket, dan Hangeng-shi?”

“Ya?”

“Jangan memanggil Heechul dengan sebutan Adjumma, umurnya hanya lebih tua beberapa hari denganmu” Kangin bercanda sambil menghidangkan pesanan Hangeng seperti biasa

Hangeng terkekeh kecil, “habis aku tidak pernah kenal dengannya” Hangeng sekarang sibuk menyantap roti Crossant dan kopi hitam di meja—ia mulai melakukan ritual seperti biasa. Menikmati makanan sambil melihat keindahan bunga bunga di toko Heechul

“Aku memang tidak tahu dia, tapi satu hal yang aku tahu—dia pintar memilih bunga.” Hangeng menghirup pelan tanpa melepas pandangannya sedikitpun

Kangin menjawab sambil mengelap gelas gelas yang baru di cuci, “mungkin Hangeng-shi bisa sekali kali beli bunga di sana?”

Hangeng tersenyum misterius, “boleh….ah Kangin-shi pintar sekali berpromosi” goda Hangeng, matanya melirik Kangin

Kangin menyeringai kecil, “tidak—tapi bunga yang di jual oleh Heechul sangat ampuh untuk mendapatkan kekasih, hal itu sudah terkenal di daerah sini. Tidak terhitung lagi berapa pasangan yang berhasil berawal dari membeli bunga di situ, nah itu Heechul sudah kembali”

Hangeng menoleh ketika Heechul mengeluarkan kunci dan mulai membuka tokonya lagi

Hangeng cepat cepat menghabiskan isi cangkirnya kemudian menaruh beberapa uang ratusan won di meja, “Ini Kangin-shi, aku mau bertemu Dewi cinta dulu” selorohnya sambil bangkit berdiri

Seringai Kangin makin lebar, “baik….semoga berhasil Hangeng-shi” ia menunduk kecil saat Hangeng keluar dari pintu dan benar benar langsung menghampiri toko bunga Heechul

“permisi” sapa Hangeng di depan pintu, Heehul yang sedang merapikan tatanan mawar, berdiri mengintip ke luar, “silahkan” sahutnya

Hangeng membuka pintu dan menghampiri Heechul di susunan bunga mawar tepat di pojok ruangan

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Heechul ramah

————-~^of Course I Love U^~————–

BRUKKKK

Ryeowook menaruh baki baki, sedikit membantingnya. Ia kecapean karena harus mengantar pesanan orang satu persatu. Belum lagi harus mencuci tumpukan mangkuk dari tadi pagi, Ryeowook menghela nafas sejenak.

Ia duduk di salah satu bangku—wajahnya tanpa sadar memandangi Yesung yang juga sedang bersih bersih di tokonya. Ryeowook menatap tanpa minat seraya menaruh kepala di atas meja—tubuhnya lelah. Sangat lelah

“Ya!! Kenapa dari tadi kau melihatku???” teriakan Yesung menyadarkan Ryeowook dari lamunan, kepalanya menegak.

Namja ini tidak bosan mencari masalah denganku. Batin Ryeowook

“Siapa yang melihatmu terus???? Tidak lihat apa aku sedang capek??!!” suara Ryeowook melemah—ia mengatur nafas dan memilih duduk lagi daripada melayani amukan Yesung. Ryeowook mengistirahatkan tubuhnya

Yesung menaikkan alis sebelah, tidak yakin. Tapi kalau dipikir pikir, memang wajah Ryeowook lebih pucat dan ia terus menerus menghela nafas.

Yesung berjalan mendekat—tadinya dia ragu tapi ketika yakin Ryeowook benar benar sakit, Yesung kaget. Ia menepuk pipi Ryeowook pelan, karena tidak ada reaksi Yesung memegang dahinya—panas

“Woi!!! Bangun!!!!” Yesung setengah berteriak lagi

Tidak ada respon

“Woi—“ akhirnya Yesung sadar, Ryeowook sudah tidak sadarkan diri

————-~^of Course I Love U^~————–

Di mana ada cinta selalu ada cerita.

Mungkin salah satu cerita di atas sudah pernah kau dengar—atau malah familiar dengan kisahmu?

Tenang saja, mereka sama seperti kita—kisah mereka hanya cerminan betapa orang bisa bodoh, benci, terpaku dan salah dalam menilai cinta

Duduk dan tunggulah kisah ini selanjutnya

6 cinta dalam 6 cerita


TBC

9 responses to “≈Of Course I Love U-Chapter Two≈

  1. Jadi ini cerita’a series ya chingu ?
    Wah keren cerita’a nyeritain perjalan cinta mereka ..
    Bagus banget ^^

  2. kereeeeennnn…
    unnie kata kata unnie bagus banget
    ya ampunnn~ apapagi yang akhir itu.
    kalo aku di suruh bikin kata kata kaya gitu perlu waktu berjam jam dan berhari hari tapi tetep aja gagal hahhaha
    kyaaa suka ><

  3. aku gak ngerti dgn kalimat ini…
    ‘ Kibum membereskan buku dan laptop
    bergegas pulang, ia menoleh, “mau
    bareng?” tawar Kibum’
    kibum ngajak kibum???
    semua udah mulai berinteraksi. eaaaa.. tinggal tunggu selanjutnya.
    hwaaa.. kuoikir yg di perpus nangis itu ming.. ternyata bukan.
    aku mau terbang di bab selanjutnya. gomawo~~

  4. seru…seru…
    masing2 punya cerita tersendiri…masing punya jalan sendiri…dan masing masing terhubung oleh satu benang merah…. cinta??? ^_^ atau takdir?

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s