≈Of Course I Love U-Chapter Three≈

Teuki begitu bersemangat pagi ini. Bagaimana tidak? Teuki akan mendapatkan bunga idamannya lagi, bunga tulip.

Ia mengayuh kencang, senyum di wajahnya tidak berhenti henti terlihat—sesekali Teuki menyapa orang lewat yang di kenal. Tak berapa lama sampailah Teuki di toko bunga Heechul

“Pagi Heechul-shi” suara Teuki membuyarkan Heechul yang sedang melamun, “Er—pagi juga Teuki-shi, pesanan seperti biasa?” tanya Heechul, Teuki mengangguk cepat

Heechul pergi ke belakang lalu kembali dengan 3 tangkai bunga tulip yang sudah rapi di bungkus, “Ini” Heechul menyerahkan bunga itu pada Teuki dan menerima uang sebagai bayarannya, “terima kasih” Teuki berbalik naik ke sepedanya untuk kembali pulang

Heechul menatap sayang kepada pelanggan setianya itu

“Aku bingung”

Suara khas itu terdengar sangat dekat dari samping Heechul—spontan saja ia langsung terperanjat kaget, “Kangin!! Jangan mengagetkanku terus!” sergah Heechul setengah kesal

Kangin hanya tersenyum sekilas dan masih memandangi Teuki yang semakin menjauh, “Aku hanya bingung dengan pelangganmu itu” lanjutnya

“Kenapa?”

Kangin mengangkat bahu, “dia selalu membeli bunga yang sama dalam jumlah yang sama—setiap hari pula, untuk apa coba?”

Heechul menatap Kangin dengan pandangan menyelidik, “kenapa kau begitu ingin tahu?” Jari jari Heechul menari di wajah Kangin, “jangan bilang kau suka kepadanya ya” goda Heechul

Kangin menangkap jari jari Heechul, “bukan, aku hanya ingin tahu…sudah lama aku melihatnya—tapi nama yeoja itupun aku tidak tahu”

“Teuki, namanya Teuki” Heechul masih senang menggoda Kangin

“Aishh, kau ini?! terus kenapa dia selalu membeli bunga yang sama?” meskipun di cemooh, rasa penasaran Kangin jauh lebih besar makanya dia masih berani bertanya terus

Wajah Heechul mendadak serius—tidak ada senyum jenaka di sana, “Aku tidak berhak memberitahu siapa siapa, kali ini kau terpaksa cari sendiri” Heechul menepuk Kangin lalu masuk, membiarkan Kangin bertanya tanya seorang diri di luar.

————-~^of Course I Love U^~————–

“Dan dan dan dan” Kyuhyun berdendang senang sambil membalik catatannya sendiri—dia sedang belajar di perpustakaan, Ipod tergeletak manis di saku, buku fisika Kyuhyun baca seolah olah itu bacaannya sehari hari. Maklum nanti ada ulangan mendadak di kelasnya

BRUKKKK

“Maaf” bunyi buku buku jatuh mengagetkan Kyuhyun. Ia melepas Earphone dan melihat ke sumber suara. “Aku kenal dengan wanita itu” bisik Kyuhyun

Tak jauh dari tempatnya duduk, Sungmin bertabrakan dengan Eunhyuk yang sedang berbenah buku, alhasil buku buku itu jatuh dan hampir mengenai tubuh Eunhyuk kalau Sungmin tidak segera menariknya

“Tidak apa apa, aku yang seharusnya berterima kasih kau sudah menolongku” Eunhyuk merapikan buku berserakan di lantai—Sungmin ikut membantunya karena merasa tidak enak

Kyuhyun hanya menaikkan alis lalu kembali sibuk dengan teori fisikanya.

“Kau kenapa?” Eunhyuk mengibaskan tangan di hadapan Sungmin

“Chingu?” Eunhyuk meyakinkan sekali lagi

Kedua mata Sungmin terbelalak kaget—ia menganga lebar saat berpindah menatap Eunhyuk lekat, “Kau kenal dengan namja bernama Donghae?” pertanyaan Sungmin berbalik mengagetkan Eunhyuk, “kenal—dia namja yang terkenal itu kan? kami sekelas” jawab Eunhyuk mulai mengerti, mungkin Sungmin salah satu penggemar fanatik Donghae

Eunhyuk hendak bangun ketika lengan Sungmin menahannya, “bukan itu maksudku—akhir akhir ini kalian lebih sering berinteraksi?”

Eunhyuk sebenarnya bingung harus menjawab apa tapi demi rasa aman sebaiknya Eunhyuk jujur kepada Sungmin, “Donghae hanya membantuku selama seminggu ini di perpus karena telah membuat Bu Yankumi gegar otak kemarin, kau puas?” desah Eunhyuk kesal

“Puas?” Sungmin menatap tidak percaya

“Ya, kau salah satu penggemarnya kan?” ucap Eunhyuk takut takut

Sungmin menaikkan alis lebih ke atas, “itu sudah pasti mustahil” Sungmin bangkit berdiri sambil menyerahkan sebagian buku buku kepada Eunhyuk, “selamat” ucap Sungmin tersenyum kecil

“Selamat? Kenapa?” Pertanyaan Eunhyuk tidak terjawab, Sungmin sudah menghilang lagi—menghilang dari hadapannya

————-~^of Course I Love U^~————–

“Ugh”

Ryeowook menggeliat di atas tempat tidur. Ia terbangun karena cahaya matahari menembus ke arahnya dari luar jendela

“jam 9 pagi” Ryeowook bangkit dari tempat tidur, ia bingung melihat ada bantal kompress di meja sebelah lengkap dengan segelas air dan termometer

Ryeowook mengusap dahinya—ia baru sadar tubuhnya berkeringat tetapi itu membuatnya makin segar, “kemarin itu aku memang agak tidak enak badan” gumam Ryeowook sambil mengingat ingat lagi kejadian setelah ia tidak sadarkan diri di tokonya sendiri

Mata Ryeowook membulat, “setahuku ada suara Yesung samar samar….jangan jangan” Ryeowook melesat berlari ke bawah—masuk ke dalam toko miliknya

Ryeowook membuka pintu depan yang terkunci lalu menuju kedai okonomiyaki, “Yesung?”

“Ya? Eh kamu?? Ngapain ke sini!” bentak Yesung sambil membenahi bekas piring kotor para pelanggan

Ryeowook mengacuhkan sindiran Yesung, ada hal lebih penting yang ingin dia tanyakan, “kemarin itu—kau yang menolongku?” suaranya terdengar pelan, takut salah sangka

Yesung mengangkat kepala dan meneliti wajah Ryeowook seksama, “bukan” jawabnya singkat

“Ow” Ryeowook mendesah lega

“Kenapa memangnya?”

“Aku bisa lega, berarti aku tidak akan pernah punya hutang budi padamu!!!” semangat Ryeowook untuk bertengkar mencuat setelah memastikan bukan Yesung yang repot mengurusnya kemarin, mungkin saja itu Heechul

“Ya!!! Kau!!! Lebih baik kau kembali ke toko sana!! Jangan berkeliaran disini,” usir Yesung

“Aku juga tidak mau lama lama” Ryeowook berbalik senang, dia tidak sadar Yesung tersenyum kecil melihat Ryeowook sudah sehat seperti biasa

“Untung saja demamnya sudah turun” gumam Yesung. Ia kembali berkonsentrasi membereskan piring piring kotor lalu menaruh di bak cucian

————-~^of Course I Love U^~————–

“Salah”

“Apa lagi yang salah? Aku sudah membuatnya sesuai hasil koreksimu kemarin”

“Tapi sekarang tanggal 23 bukan 24”

“Ha? Aku harus mengetik dari awal hanya karena salah tanggal??!!”

“Iya, kau tahu ini akan di tanda tangani oleh badan kampus, apalagi masalah uang—bukan urusan sepele”

“……….”

Kibum dan Siwon kembali berbeda pendapat. Untuk ke 7 kali, ia harus bolak balik ruangan Siwon hanya untuk merevisi anggaran kas UKM yang tidak kunjung cair karena belum di setujui oleh Siwon

Dan sekarang Kibum hanya berdiam diri, mengatur nafsu membunuhnya. Masalah ini lama lama bisa membuat Kibum gila ditambah lagi Siwon sepertinya senang melihat Kibum susah

“Baik aku akan mengetik ulang” Kibum tidak tahan untuk berada lama lama di situ, ia berjalan keluar

“Tunggu” panggil Siwon

“Apa lagi?” jawab Kibum jutek

Siwon menyeringai jelas, “aku mau laporan itu selesai sore ini” Ia tidak terkejut melihat Kibum melotot mendengar perkataannya barusan

“Ha? Tapi—aku mau pulang, tidak bisa besok” suara Kibum memohon

“Tidak” Siwon mencondongkan tubuhnya ke depan, “Kau mau tanggalnya berubah lagi?”

Kibum menimbang nimbang perkataan Siwon, “baik, akan ku selesaikan” Kibum membuka pintu dan keluar dari situ

“Itu hukuman untukmu, karena membuatku pusing kemarin” bisik Siwon masih menyeringai, ingat ekspresi kesal Kibum barusan

————-~^of Course I Love U^~————–

KLING

“Selamat datang” sapa Heechul ramah saat pintu depan tokonya terbuka. Muncullah sosok Hangeng masuk ke dalam, “Hai” ia tersenyum manis kepada Heechul

“Ada yang bisa kubantu?” tanya Heechul profesional

Hangeng mengangguk, “ada, aku mau bunga yang berbeda dengan kemarin—bunga yang lebih segar dan menggambarkan perasaan yang menggebu gebu” terang Hangeng

Sebenarnya Heechul heran melihat customernya yang satu ini. Pesanan lelaki ini selalu berbeda beda setiap saat, kalau memang ini untuk kekasihnya berarti memang sang wanita suka berganti ganti bunga namun menurut Heechul itu jarang terjadi, wanita selalu loyal dalam memilih bunga

“Mistletoe” Heechul menunjuk beberapa bunga tersendiri kepada Hangeng, “bunga itu menggambarkan semua yang anda inginkan—orang barat biasanya menggunakan bunga Mistletoe sebagai hiasan natal karena indah dan begitu bercahaya” jelas Heechul

Hangeng melihat bunga itu lebih dekat, “baik—bolehkan aku minta di rangkai?”

“Bisa, sebentar” Heechul mengambil sekelompok Mistletoe dan mulai membungkusnya dengan kertas baru di lapisi dengan bungkus khusus bunga dan di beri pita supaya tampil cantik

“Selesai”

Hangeng mengambil beberapa uang kertas dari dompetnya, “ini terima kasih” ia menunduk sekilas dan langsung pergi keluar toko

Heechul melihat kepergian Hangeng dengan pandangan menyelidik, “ada yang aneh dengan namja itu” bisik Heechul

————-~^of Course I Love U^~————–

Apa yang di sembunyikan Teuki? Apa yang diketahui oleh Sungmin? kenapa Yesung menyembunyikan kenyataan dari Ryeowook? Apa yang di rencanakan oleh Siwon? dan apa yang membuat Heechul curiga dengan Hangeng?

Temukan jawabannya di chapter selanjutnya

Apa yang membuat mereka begitu berkaitan dan terhubung satu sama lain?

Ingat—terkadang cinta lebih rumit dari yang kita kira. Cinta bisa membuatmu terbang melayang ke angkasa namun di saat yang sama, bisa menjatuhkanmu ke dasar bumi.

Ya, cinta memang sulit di terka. Tapi ingatlah cinta tetap indah pada akhirnya yang membuatmu tetap menunggu agar cinta datang dan menciptakan kisah untukmu

TBC

9 responses to “≈Of Course I Love U-Chapter Three≈

  1. Kalo di liat ini cerita’a rada rumit ya #menurut aku ..
    Tpi keren bsa nyeritain 6 pasangan sekaligus , biasa’a ff kan suka fokus ke satu pasangan ..

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s