≈Of Course I Love U-Chapter One≈

-Jln Te Amo-

Seperti biasa, pagi yang cerah menyinari jalan ini—semua pertokoan sedang bersiap siap memulai aktivitas

Seorang namja berpakaian serampangan berlarian kencang melewati ruko ruko di samping kiri kanan—ia berlari tanpa henti menyusuri jalan Te Amo lalu melewati lampu penyebrangan menuju sekolah yang berada tidak jauh dari sana

“Huh untung masih sempat” gumamnya dalam hati. Ia tersenyum lebar ketika sudah melewati pagar sekolah—dia menengadah ke atas awan, berusaha menikmati cerahnya pagi ini.

“Kyaaaa…itu Donghaeeeeee” pekikkan beberapa gadis di lorong gedung sekolah tidak di indahkannya. Ia terus saja berjalan masuk ke ruang kelas dan menaruh tasnya disana.

Donghae melirik dan menyapa teman teman sekelasnya sekilas sebelum mengeluarkan buku PR nya dan meminta contekan dari salah satu mereka.

Di bangku tak jauh dari tempat Donghae—ada seorang yeoja yang sering melewati jalan yang sama dengan Donghae—gadis ini tidak pernah sekalipun terlambat ke sekolah. Ia sekarang sedang membaca sebuah buku tebal yang mungkin tidak seorangpun akan menyentuh buku itu

Sebuah kacamata minus bertengger di hidung mungilnya. Ia tidak peduli dengan kebisingan kelas—terlalu berkonsentrasi membaca hingga tidak mendengar salah satu siswa memanggilnya
“Eunhyuk”

Ia mengangkat kepala enggan, “ada apa?” tanyanya malas

Siswa itu menghampiri bangkunya, “jangan lupa—kata Bu Yankumi kau harus membereskan buku yang baru di antar ke dalam perpustakaan”

Eunhyuk yang tadinya tidak semangat berubah antusias, “sudah datang?” Eunhyuk lalu mengangguk cepat, “baik bilang kepada beliau—pulang sekolah aku akan langsung menyusunnya” suara Eunhyuk begitu bahagia

Bagi Eunhyuk buku mungkin adalah salah satu hal terpenting dalam hidupnya—tidak peduli jika satu sekolah mengenalnya sebagai orang nerd yang kaku. Eunhyuk cuek menghadapi itu, Eunhyuk senang dengan keadaan ini sekarang

Kedua orang yang tidak berhubungan secara langsung ini—sebenarnya saling mengenal, tapi hanya sebatas nama saja. Donghae yang populer dan lugas—dicintai oleh banyak orang karena sikapnya supel, sedangkan Eunhyuk? Seisi sekolah tahu betapa tersisihnya ia. Kacamata tebal dan selalu berbicara dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh sebagian orang membuat Eunhyuk jarang memiliki teman, hanya buku, ya hanya buku yang ia punyai saat ini

Donghae masih asyik mencatat PR sambil bercanda canda dengan teman teman lain—mejanya selalu ramai dengan orang lain—ia bagaikan magnet bagi semua orang. Dan Eunhyuk masih membaca tekun dengan senyum tersungging di bibirnya, ia senang karena ada bacaan baru nanti sepulang sekolah

Teng Teng.

Bunyi bel sekolah menyadarkan mereka berdua. Mereka dan teman sekelas bersiap siap menyambut pelajaran mereka. Dan di mulailah semuanya

***

Di dalam toko bunga—ada seorang wanita sedang sibuk membereskan bunga bunga yang datang tadi pagi pagi buta. Ia menyiram dan memotong akar akar agar bunga lebih tahan lama. Selesai itu barulah ia menyusun satu persatu sesuai dengan namanya lalu menaruh di masing masing pot.

Wanita ini tersenyum karena bunga bunga ini selalu berhasil membuatnya bahagia saat memulai hari. Ia mendesah kecil—melepas celemek yang sudah kotor dengan bekas bekas tanah lalu membalikkan papan ‘open’ di pintu toko

KLIK

Heechul lagi lagi tersenyum—ia berjalan keluar toko dan melihat susunan bunganya—masih se indah biasa. Heechul merasa puas, ia kembali ke dalam untuk membersihkan sampah sampah yang berserakan

Heechul tidak sadar ada seorang namja di depan—lebih tepat di seberang tokonya selalu terhibur dengan pemandangan indah di hadapannya. Pria ini selalu memilih tempat duduk di sini setiap memesan kopi. Ia masih memandang bunga bunga itu ketika pesanannya datang

“Hangeng-shi ini pesanan anda, coffe latte” kata pemilik kedai kopi, langsung melayani pelanggan

“Ah iya—terima kasih Kangin-shi” ucap Hangeng menyeruput kopi—menghirupnya pelan pelan lalu kembali mendesah. Pagi ini sempurna untuk Hangeng.

Kangin kembali ke dalam dapur untuk membuatkan pesanan yang lain, ia sibuk sekali pagi ini. Kangin mengelap keringat di dahi dan berkutat lagi dengan mesin pembuat kopi.

“Mungkin aku harus mencari pegawai paruh waktu” gumam Kangin sambil membuat coffe latte dengan corak burung rajawali di atasnya.

Semenjak setahun yang lalu Kangin membuka kedai kopi—ia tidak menyangka secepat ini usahanya berkembang pesat. Malah sekarang Kangin kewalahan melayani semua pembeli, ia sudah bertekad untuk memasang papan lowongan kerja di depan kedainya nanti siang

***

Sungmin melangkahkan kaki dengan malas. Wajahnya yang datar membuat semua orang agak menjaga jarak dengannya, kecuali pemilik toko bunga di Jln Te Amo

“Pagi Minnie, mau berangkat sekolah?” sapa Heechul ketika membereskan karangan bunga di luar toko

Sungmin menoleh dan tersenyum tipis—ia sangat menghormati Heechul, orang yang masih begitu ramah terhadapnya padahal tidak terhitung sudah berapa kali Sungmin mengacuhkan sapaannya waktu awal mereka bertemu. Tapi sekarang? Hanya Heechul yang bisa membuat seorang Sungmin tersenyum—meski hanya sekilas

“Iya, Mari” Sungmin permisi dan kembali berjalan menuju sekolahnya—sekolah dimana Donghae dan Eunhyuk berada
Heechul melepaskan gunting tanaman, ia melambaikan tangan, “hati hati ya” balasnya

10 meter di belakang Sungmin ada seorang namja berjalan ke arah yang sama dan dengan tujuan yang sama

Ia menggunakan headphone, mendengarkan music sambil menghentakkan kaki ke sana kemari. Sesekali namja ini berjalan ala moon walk dan berputar putar dengan lihai.

“Sudah hentikan Kyuhyun! Hehehee, nanti kau terlambat sekolah” Heechul memperingatkan—ia menggelengkan kepala melihat namja ini.

Kyuhyun melepas headphone dari telinga, “Hai…Venus! Bagaimana pagi mu? Sudah adakah orang yang kau jodohkan sepagi ini?” selorohnya—Heechul yang tahu Kyuhyun bercanda hanya tersenyum manis, “belum—tapi tunggu saja mungkin berikutnya giliranmu” Heechul menunjuk Kyuhyun dengan dramatis

Kyuhyun hanya tertawa mendengar ucapannya, “itu tidak mungkin Venus…aku belum butuh cewek!! Yang kubutuhkan Ipod baru hahahahha” balas Kyuhyun sambil berjalan menjauhi toko Heechul, “ bye byeeee Dewi Cintaaa” serunya

“Bye” Heechul heran melihat tingkahnya, Kyuhyun selalu memanggil Heechul begitu karena berkat bunga bunganya banyak orang yang menjadi pasangan—memang ini bukan kemauan Heechul, hanya saja Kyuhyun sudah terlanjur memanggilnya begitu

“Dewi cinta? Ck ck ck Kyuhyun sekali kali harus merasakan jatuh cinta supaya tidak mengejekku terus” desah Heechul yang sudah membereskan karangan bunga lalu menaruhnya di atas pot khusus bertuliskan ‘Special Today’

***

Kibum masih mematung di seberang jalan, sedang menunggu lampu merah menyala. Kibum tidak menyembunyikan wajah putus asa nya. Ia sudah beberapa kali menghela nafas dan menjambak rambutnya sendiri

“ARGHHH, ada apa dengan dia?!!! Memangnya tidak bisa lain kali ya!!” teriak Kibum dengan kencang. Untung saja keadaan jalan belum ramai—kalau tidak, dia bisa disangka gila oleh orang orang.

Kibum menepuk pundak dan menghela nafas berat, di belakang pundak—ia memikul tas berat sedangkan tangan kanannya memegang tas laptop. Kibum frustasi karena di hari sepagi ini dia harus ke kampus untuk menghadari rapat padahal libur panjang telah menantinya

Namun rapat ini tidak bisa Kibum batalkan begitu saja. Dia kan sekretaris, wajib hadir. Sebetulnya Kibum malas ikut organisasi kampus namun demi nilai mata kuliah yang diharuskan untuk ‘aktif’ dan ikut mempengaruhi akademis, mau tidak mau Kibum melamar menjadi Sekretaris di UKM Wushu. Masalahnya sekarang Kibum harus membuat surat permohonan ke badan Mahasiswa agar rancangan anggaran Ukm diterima—tapi yang Kibum kesalkan, ketua barunya itu. Ketua Perhimpunan Mahasiswa itu susah sekali menyetujui rancangan yang sudah ia buat dengan tidak tidur selama 2 hari, siapa yang tidak kesal?

“Dasar namja aneh!!!!” teriak Kibum ulang

“kenapa kau teriak teriak disini?”

Suara berat terdengar dari arah belakang. Kibum langsung memutar tubuhnya—ucapan protes itu membuat dari lelaki itu membuat Kibum agak tersinggung. Kibum ingin memaki lelaki ini barusan tapi saat melihat wajahnya Kibum terdiam

“Siwon?” tanyanya ngeri

___

“Ha………………” Lelaki tegap berjalan lurus ke depan—ke arah lampu merah untuk menyebrang. Ia sibuk mencoret coret catatan agenda hari ini. Wajah tampannya terlihat letih, namun sekali lagi dia berusaha menyembunyikan itu

Ia menepuk pipi pelan dan kembali sibuk mencatat ulang jadwalnya. Lelaki ini masih terfokus sampai seorang yeoja di depan jalan dekat lampu merah berteriak keras, “Dasar namja aneh!!!!” suara gadis ini tidak terlalu asing buatnya

Karena sudah menganggu ketentraman umum Ia menegur perempuan yang berteriak tadi, “kenapa kau teriak teriak disini?” ucapnya se sopan mungkin

Yeoja itu berbalik, “Siwon?!” Matanya membulat lucu—mulutnya membuka lebar. Kalau bukan karena wanita ini kenal namanya pasti Siwon sudah tertawa kencang

“Kau mengenalku?” Siwon berusaha mengingat wajah cewek ini tapi gagal—terlalu banyak orang di universitas yang mungkin mengenalnya

“Ah-itu..tida….tidak aku tidak mengenalmu” Kibum nyengir sengaja—seperti ada yang disembunyikan. Ia berbalik dan hendak menghindari Siwon ke depan jalan

“Hei! Kau mau mati apa?! Lampu jalan masih hijau!” untung Siwon menarik jaketnya cepat, kalau tidak….

“Ah tidak kok” Kibum lagi lagi kikuk. Ketika lampu merah di jalan muncul—ia cepat cepat berlari meninggalkan Siwon di belakang. Siwon agak sedikit kaget dengan sikap Kibum, namun ia menghempaskan pikiran itu lalu kembali larut dalam jadwalnya sendiri

***

“Kau?!! Ngapain buang air got di depan warungku!!!” bentak seorang wanita kepada pria di depannya

“Cuma segini aja, kenapa marah?” tantangnya pria itu balik

Wanita bernama Ryeowook itu adalah pemilik warung ramen di sebelah kedai kopi Kangin sedangkan sang pria, Yesung adalah pemilik warung okonomiyaki di sebelah toko bunga Heechul.

Bukan hanya sekali ini mereka bertengkar gara gara masalah sepele. Sebelumnya hanya gara gara sebuah sendok yang hilang di warung Wookie mereka berantem hingga Heechul harus turun tangan untuk menyeret Wookie masuk ke dalam warung sedangkan Kangin membantu menenangkan Yesung

Tidak jelas darimana semua ini berasal—mereka berdua adalah pemilik toko terlama ditempat ini sebelum Heechul dan Kangin datang. Sehingga tidak satupun orang yang tahu apa masalah yang menjadi dasar semua masalah mereka.Tapi para penghuni jalan sudah biasa dengan teriakan teriakan Yesung dan Wookie setiap harinya malah mereka meledek jangan jangan Yesung dan Wookie itu berjodoh. Ucapan bodoh itu ditanggapi murka oleh keduanya

“Aku lebih baik di makan Beruang kutub daripada harus hidup dengan lelaki seperti dia!!!!” itu kata Wookie

Kalau Yesung?

“Ihh~ kayak stock cewek di muka bumi habis aja—emang ngga ada yang lain apa, hingga aku harus berjodoh dengan wanita aneh angkuh seperti dia~~~~~~” balas Yesung tak kalah pedas
“kau?!”

Dan kembalilah mereka bertengkar tak berujung

***

Leeteuk mengayuh sepeda pelan ketika ia sudah sampai di depan toko Heechul. Leeteuk turun dan masuk ke dalamnya, “Pagi….saya minta bunga tulip 3 ikat yah” pintanya sopan. Heechul yang sudah hapal betul pesanan itu langsung menyerahkan Tulip segar yang sudah dibungkus rapi, “Ini dia” Leeteuk mengambil bunganya dan memberikan beberapa lembar uang. Setelah itu dia keluar lalu menaruh bunga itu di keranjang sepeda, Leeteuk mengayuh sepeda kembali ke arah yang tadi membawanya kemari

***

Kalian tahu terkadang manusia tidak berpikir jika mereka sudah menemukan apa yang mereka cari, tepat berada di depan sendiri. Semua hanya masalah waktu, dan seberapa besar keinginanmu untuk tahu dan ketika kamu sudah meraihnya…

Bisikkan bahwa, ‘Of Course I love u’ kepada seseorang yang nantinya akan menjadi milikmu—selamanya


TBC

19 responses to “≈Of Course I Love U-Chapter One≈

  1. Wah cerita’a keren ..
    Semua couple di jelasin satu2 ..
    Jadi gk buat bingung readers ..

  2. wowww~ jadi inget film, apaan yah, lupa judulnya, kakakaka~

    kisah cinta yg berbeda, tapi penuh warna.. #malah puitis…

    lanjut..

  3. woa…ini ffnya udah lama yah !! Kkk #gakpenting
    oy oy lanjut baca chap 2 hihi

  4. one of great series i’ve ever read
    keep writing chingu
    scr gk langsung, tuisan2mu mwenginspirasi hidup’ku
    jeongmal gomawo..

  5. satu kata yang bisa menjelaskan ini semua~Keren~eonnie kok bisa sih dpt ide namain jlnnya jl.Te Amo~itu artinya kan aku cinta kamu~keren eonnie~

  6. bedanya kedai ama warung apa??
    hihihih cuma nanya.
    itu ming kok datar ya???
    aku udah penasaran sma takdir mereka kedepan. hehehe. gomawo

  7. takdir hidup..??? jodoh…??? nasib???
    semuanya saling terkait satu sama lain…
    ya hidup… esok, bahkan 1 menit kedepan adalah misteri yg meskipun kita sudah punya rencana…tp kita tdk tahu apa yg benar2 akan terjadi ^_^

  8. oooooh ini tooh maksudnyaa pas intro yaaa huaaaa ga sabar lanjutannyaaa~ mirip short drama gituuu yaaaa baguus deeh

    *baruu bacaa wkwkwk abiss try outt doain un + ptn luluus ya thooor hehe amiiin

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s