≈No Other Like U-Twenty Three-{I Wish..}≈

Sepulang dari Swiss, sekolah tetap berjalan seperti biasa. Murid XI-3 saling bertukar cerita tentang perjalanan mereka, tapi raut kebahagiaan yang tergambar di wajah para murid sirna saat menyadari bahwa sebentar lagi akan ada ujian tengah semester

“Minnie?” Kyuhyun menjinjing tas besar selain tas sekolah miliknya

“Ya?”

“Aku latihan basket dulu, kan pertandingannya dua minggu lagi. Kamu mau nemenin atau langsung pulang ke rumah?”

Sungmin yang mengingat kejadian dulu langsung menggeleng, “Ng..ngga deh, aku pulang aja” tolak Sungmin

Alis Kyuhyun bertautan, “Tumben…ya udah, pulangnya hati hati, aku ngga nganter, bisa sendiri?”

“Bisa” ucap Sungmin meyakinkan

__

Dari siang tadi sepulang sekolah, Sungmin sibuk membereskan rumah. Memasak makan malam lalu mencuci pakaian mereka yang masih menumpuk sepulang dari Swiss kemarin
Sungmin menyiapkan piring di meja makan ketika Kyuhyun pulang dan masuk ke dalam rumah

“Masak apa?” tanya Kyuhyun letih, dia langsung duduk di meja tanpa mengganti baju basketnya yang basah

“Tom Yam, agak pedas sih” gumam Sungmin, “eh gimana tadi latihannya? Lancar?”

Kyuhyun mencomot keripik di tolpes, “yah gitu deh, aduh mana lawannya berat lagi” keluh Kyuhyun

“Siapa?”

“Mereka juara basket tahun lalu, kalau kita cuma jadi runner up doang” Kyuhyun mendongak dengan mulut penuh cemilan, “tahu SMA Star High ga?”

Sungmin menggeleng, ia sibuk menyendokkan kuah Tom Yam untuk Kyuhyun

“Sekolah mereka terkenal sebagai sekolah Basket karena berturut turut menjadi juara bertahan tingkat Nasional” jelas Kyuhyun sembari menerima mangkuk dari Sungmin

“Ow” Sungmin bingung ingin menanggapi apa. Dia benar benar buta tentang Basket, bahkan sampai sekarang Sungmin tidak tahu apa posisi Kyuhyun di tim

“Kamu pasti bisa” kata Sungmin memberi semangat

Kyuhyun berhenti mengunyah, ia tersenyum, “tahu tidak—apa impianku selama ini?”

“Apa?”

“Menjadi MVP, Pencetak skor terbanyak selama pertandingan” Kyuhyun termenung membayangkan piala MVP yang selama ini di idam idamkannya

“Emang ada?” tanya Sungmin baru dengar

“ada Minnie, kayaknya kamu harus belajar seluk beluk basket” keluh Kyuhyun sambil mengaduk aduk makanannya, tiba tiba senyum Kyuhyun merekah—teringat sesuatu, “Aku juga punya satu impian lagi”

Sungmin menatap Kyuhyun, “satu lagi?”

Kyuhyun menangguk—di tatap Sungmin lekat lekat, “nanti kalau aku bisa menang MVP, aku kasih tahu deh”

Wajah Sungmin tampak protes, “kok? Ga bisa sekarang ngasih tahunya?”

“Ngga, makanya semangatin aku biar bisa menang baru aku kasih tahu apa impian satu lagi” Kyuhyun mengangkat mangkuk lalu menelan sisa kuah Tom Yam sekaligus

“Slruuppp…kenyang” Kyuhyun menaruh piring kotor ke bak cuci di dapur lalu kembali untuk mengambil tasnya, “aku ke kamar duluan”

“Ok” balas Sungmin yang masih menghabiskan makan malamnya

___

“Kamu ngga papa selama dua minggu pulang ke rumah sendirian?” tanya Kyuhyun berusaha meyakinkan

“Iya, beneran ngga apa apa…” jawab Sungmin yang sudah bersiap siap pulang ketika sekolah telah usai

Kesibukan Kyuhyun sebagai pemain inti membuat dia harus wajib mengikuti latihan selama dua minggu ke depan hingga hari pertandingan

Sebelum Kyuhyun bertemu dengan Sungmin, sekolah mereka sudah berhasil masuk babak final tingkat nasional.

*inget ga waktu Sungmin di suruh ngepel lapangan basket dan di situ anak anak basket ngusir dia karena lapangan mau di pakai?*

“Aku pulang, good luck buat latihannya” Sungmin menepuk pundak Kyuhyun sebentar, “thanks” Kyuhyun tersenyum sebelum menghambur keluar untuk mengantar Sungmin

Setelah memastikan Sungmin dapat angkot, Kyuhyun berjalan kembali ke dalam sekolah menuju lapangan basket, tempat timnya berkumpul

…..

“hmmmm” Sungmin asyik membaca komik sambil tiduran malas di atas tempat tidur. Semua pekerjaan rumah telah dia selesaikan, bahkan PR sekolah sudah di kerjakan juga

Tinggal menunggu Kyuhyun pulang untuk makan malam—kalau telat, soalnya sekarang baru sore hari. Sungmin punya banyak waktu luang hingga Kyuhyun datang

DRRTTTT

Telepon seluler Sungmin bergetar

“Halo?” tanya Sungmin tidak melepaskan komik di tangannya

“Kenapa Chulie?”

“Ha?” Sungmin terkaget kaget dengan berita yang dia dengar. Langsung saja Sungmin bangkit dari tempat tidur, mengambil tas dan kunci rumah lalu berlari kecil keluar—ke arah sekolah

“Mana Kyuhyun?” tanya Sungmin nafasnya masih belum teratur ketika sudah sampai di depan lapangan basket, tempat Chulie menunggunya

“Dia tidak mau pulang” bisik Chulie miris, matanya menghadap Kyuhyun yang tertunduk lesu di tengah lapangan

Sungmin bisa melihat beberapa anggota tim berusaha membujuknya untuk berdiri, tetapi Kyuhyun menepis tangan mereka semua, kepalanya tertunduk. Sungmin belum pernah melihat Kyuhyun yang seperti itu

“Biar aku yang bicara dengannya” bisik Sungmin. Dia berjalan melewati Chulie dan masuk ke dalam. Melihat kedatangan Sungmin, Siwon mendesah lega, “aku minta tolong..bujuk dia—bilang padanya jangan memaksakan diri” ucap Siwon pelan

Sungmin hanya mengangguk tanda mengerti, dia tidak memindahkan pandangannya dari sosok Kyuhyun

Siwon memberi isyarat supaya anggota tim meninggalkan lapangan basket. Semua menurut, bahkan Kibum pun tidak bisa mengucapkan apa apa

“Kyu” panggil Sungmin mendekat

Pundak Kyuhyun naik turun tidak teratur, nafasnya memburu. Sekujur tubuhnya penuh peluh keringat, suara berat Kyuhyun membahana ke penjuru ruangan, “Minnie?”

“Apa?” Sungmin memberanikan diri berdiri di hadapan Kyuhyun, Wajah Sungmin terkejut melihat Kyuhyun terisak pelan, menahan rasa sakit yang sejak tadi ia tahan

Spontan Sungmin memeluk tubuhnya, merengkuh erat erat—mencoba untuk memahami penderitaan yang di alami Kyuhyun

“Minnie, tangan kananku terkilir parah” suara Kyuhyun pecah, dia semakin menunduk—menyembunyikan air mata yang jatuh begitu saja

“Kyuhyun” bisik Sungmin lagi—tidak tahu harus mengatakan apa, kedua tangannya semakin memeluk punggung Kyuhyun erat

“kata Dokter tadi, aku lebih baik tidak usah ikut pertandingan” Kyuhyun terisak lagi, “Aku….aku tidak…mau itu terjadi…” suaranya terbata bata—mengimbangi dengan isakan pelan

Sungmin ikut menangis.

Belum pernah dia melihat Kyuhyun kelihatan begitu lemah. Sungmin tahu, Kyuhyun terluka karena impian dia selama ini untuk menjadi juara Nasional kandas di tengah jalan

Kyuhyun terus saja menunduk sambil memegangi tangan kanannya yang sudah di perban. Kepalanya tersandar di bahu Sungmin

Kyuhyun masih menangis, di tumpahkan segala yang dia rasakan kepada Sungmin.

“Aku ingin piala itu Minnie…..aku ingin sekali….itu cita cita ku ketika kita pulang dari Swiss” ucap Kyuhyun

“Kau baru menginginkannya ketika kita kembali?” tanya Sungmin heran

“Tidak—aku memang sudah lama mengincar itu….tapi kepergian kita kemarin membuatku semakin bersemangat memilikinya” Kyuhyun dengan hati hati memindahkan tangannya—mengelusnya pelan, menyesali kejadian tadi siang ketika dia terlalu bersemangat latihan hingga terkilir lalu terinjak oleh anggota lain saat tubuh Kyuhyun oleng dan tersungkur ke lantai

Sungmin hanya bisa memeluk suaminya erat erat, meyakinkan Kyuhyun kalau dia ada dan akan selalu ada untuk mendukungnya

Sungmin tahu, Kyuhyun tidak butuh kata penghiburan…. hanya ini yang bisa Sungmin lakukan untuknya

….

Sepanjang perjalanan Kyuhyun hanya diam saja. Dia melirik sesekali ke arah Sungmin, tersenyum miris—senyum yang membuat Sungmin malah semakin tersiksa.

“Makan yuk” ajak Sungmin ketika mereka sudah sampai rumah

“Ngga aku ngantuk” tolak Kyuhyun namun Sungmin menahan tubuhnya lalu memaksa Kyuhyun duduk di kursi

“Kau harus makan” kata Sungmin memaksa

“Aku tidak lapar Minnie” suara Kyuhyun semakin berat akibat menangis tadi, kedua matanya juga sembab

“Harus, kamu belum makan dari tadi….” Sungmin menyendokkan beberapa hidangan, “biar aku suapin ya” bujuk Sungmin setengah bercanda—berharap Kyuhyun kesal atau marah marah seperti biasa

Tapi tidak ada, Kyuhyun hanya mematung di depannya.

“karena kau tidak menolak berarti memang pengen di suapin” Sungmin memaksakan diri untuk tersenyum

Hanya beberapa suap. Sungmin sudah menyerah—wajah Kyuhyun benar benar membuatnya tidak tahan untuk tidak menangis lagi, namun Sungmin sadar dia tidak mungkin menangis di depan Kyuhyun—itu malah membuat keadaan semakin parah

Sungmin juga tidak memaksa Kyuhyun untuk ganti baju atau mandi. Dia membiarkan Kyuhyun langsung berbaring di tempat tidur. Setelah mencuci piring di dapur, Sungmin masuk ke kamar lalu mendekati Kyuhyun, “kau belum tidur?” tanyanya lembut

Kyuhyun menggeleng, “aku tidak bisa tidur tanpa bantalku” ucapannya membuat Sungmin bisa bernafas lega, “kau kenapa? Sepertinya senang mendengarku berkata begitu?” meskipun belum pulih betul, Kyuhyun sudah mulai bisa tersenyum kecil

“bukan apa apa, hanya saja….mendengarmu berbicara seperti itu, paling tidak aku berguna” kata Sungmin bahagia

Kyuhyun menatapnya tajam. Di ulurkan kedua tangan untuk mencapai tubuh Sungmin lalu menariknya ke dalam pelukan Kyuhyun, “aku tidak suka dengan kata katamu!” hardiknya

Kyuhyun mengelus kepalanya kemudian membenamkan wajah ke pundak Sungmin, “aku akan selalu membutuhkanmu, ingat itu” kali ini Kyuhyun berbicara dengan nada lebih lembut

Sungmin memejamkan mata, terharu. Ia merapatkan tubuhnya lagi dalam dekapan Kyuhyun, “apa yang harus kulakukan agar kau tidak bersedih? Beritahu aku” ucapnya pelan

“Tidak ada”

“Tidak ada?” tanya Sungmin terkejut

“Iya, kamu hanya cukup di sini—selalu di sampingku” Kyuhyun menahan kepedihan yang bergemuruh di dadanya. Namun dia patut bersyukur karena ada seseorang—orang yang tepat datang ketika Kyuhyun membutuhkannya

Seseorang yang tidak meninggalkannya ketika seluruh dunia menjauh atau ketika impiannya hancur seketika, ya—Kyuhyun harus berterima kasih. Sungmin selalu ada….dia selalu ada untuk meringankan seluruh beban yang menghimpit Kyuhyun

***

Tiit….Tiittt

Sungmin memencet sederet nomor lalu memasukkan kode luar negeri. Ia menunggu hingga telepon tersambung

Klik

“Halo?” suara dari seberang sana—suara yang amat Sungmin rindukan

“Umma!!!” pekik Sungmin tertahan, dia melirik ke arah tempat tidur—selamat! Kyuhyun tidak terbangun karena teriakannya

“Aaaaa, Minnie!!! Bagaimana kabarmu??” tanya Teuki gembira

“Umma udah ngga inget Korea di sebelah mana? Kok ngga pulang pulang” Protes Sungmin, hampir 2 bulan kedua orangtuanya jalan jalan keliling dunia bersama orang tua Kyuhyun dan hingga kini mereka belum kembali

“Sayangg, kapan lagi kami bisa jalan jalan?? Mumpung Appamu menghabiskan jatah cutinya tuh” elak Teuki lembut, “memangnya ada apa?” Firasat Teuki mengatakan ada sesuatu dengan putrinya sampai sampai sepagi ini menelepon

“Kyu…” Sungmin melirik lagi ke belakang, “Kyuhyun tangannya terkilir parah—kata Dokter dia tidak boleh ikut pertandingan, padahal Umma tahu sendiri Kyuhyun pemain inti…dan dia ingin sekali meraih MVP di pertandingan itu” jelas Sungmin panjang lebar, “apa yang harus kulakukan Umma??? Aku tidak tahan melihatnya menderita setiap hari karena tidak bisa ikut latihan basket”

“Dasar dokter bodoh” kata Teuki dari seberang

“Ha?”

“Iya! kata siapa tidak bisa sembuh, hmmm sebentar Umma ingat ingat….”

“Ingat ingat apa?”

“Resep supaya tangan terkilir cepat sembuh, tunggu…” suara Teuki menghilang, Sungmin menunggunya dengan sabar

“Ini…ikuti kata Umma..”

Sungmin mengambil buku telepon dan mencatat setiap petuah dari Teuki

“Kyuhyun, kemarikan tanganmu” pinta Sungmin

“Untuk apa?” tanya Kyuhyun yang sedang duduk di tempat tidur, “sudah menurut saja” Sungmin membuka perban di tangan kanan Kyuhyun. Memang benar lebam biru terpampang jelas—agak bengkak, Sungmin yakin Kyuhyun akan makin kesakitan jika memaksakan tangannya untuk bermain basket

Sungmin mengambil handuk hangat lalu mengusapkan perlahan, di pijat pijat lebam biru itu, “kau sedang apa?” Kyuhyun menaikkan kedua alisnya

“Aku akan membuatmu sembuh dalam 2 minggu!” ucap Sungmin bersemangat

Kyuhyun menepis pijatan Sungmin, membuat handuk basah itu terlepas dari tangannya, “Kamu jangan membuatku berharap, itu tidak mungkin Minnie, kata dokter—

“Kata dokter?” nada suara Sungmin meninggi, “kenapa kamu tidak mau mencoba dulu!” dia sekarang berdiri di depan Kyuhyun, “Aku saja tidak menyerah! Kenapa kamu malah begini!” Mata Sungmin mulai berair, “aku tidak tahan melihatmu terluka, ku mohon…biarkan aku membantumu, sekali ini saja” Sungmin memungut handuk yang terjatuh dan mulai mengompress telapak tangan Kyuhyun lagi.

Sungmin tidak melihat tatapan mata Kyuhyun, tatapan penuh rasa haru

Keesokan harinya

“Kita mulai sekarang pulang pergi naik angkot aja, kasian tangan kamu di paksain megang motor” petuah Sungmin sebelum mereka berangkat sekolah

Kyuhyun menatap Sungmin tidak percaya, “sejak kapan kamu jadi sok tua kayak gini?” goda Kyuhyun

“Sejak nikah sama kamu” Sungmin mengamit lengan Kyuhyun dan mengajaknya berjalan keluar dari pekarangan rumah mereka

Tak lama kemudian mereka sampai di depan gerbang sekolah

“Cho Kyuhyun, XI-3 Sang Ice Breaker tim Basket, tidak bisa ikut bertanding!!!!!”

Berita mading terpampang jelas di tiap jendela pengumuman. Padahal Sungmin sudah sengaja berangkat sepagi ini supaya dia dan Kyuhyun tidak terlambat, tetapi malah membaca pengumuman yang membuat Kyu makin tertunduk kaku

Emosi Sungmin memuncak. Dia melepas genggaman Kyu lalu pergi ke Eksul Majalah Sekolah yang pasti sudah datang pagi pagi buta untuk menempel berita super tidak penting ini

“He!!!!” Sungmin mengebrak meja, dua orang siswa lelaki terkaget kaget mendengarnya

“Siapa yang nempel berita seperti itu?! Ha?!” bentaknya ulang

“A…aku” pria yang berada di depan komputer mengangkat tangan. Sungmin menghampirinya lalu menatap garang, “copot berita itu sekarang juga, atau kau tidak akan bisa menulis berita selamanya” ancam Sungmin

“Lah? Kenapa? Berita itu memang kenyataan kan?” elaknya

Sungmin makin marah, “kau?” dia menunjuk nunjuk lelaki itu, “kau tidak tahu dampak apa yang timbul akibat perbuatanmu” Sungmin mengatur nafas, “cepat cabut atau..”

“Atau apa?” tantang lelaki itu balik

Sungmin melirik layar komputer di depan penulis mading, “atau aku akan melapor kepada Bu Tukinem kalau editor majalah sekolah suka baca komik yadong online menggunakan Wi-Fi gratis dari yayasan St Christie” Sungmin tersenyum menang

“Eh” siswa itu dengan tanggap menghapus alamat website lalu menutupnya, “baik baik aku akan cabut berita itu sekarang”

“Bagus, ingat janjimu” Sungmin melenggang penuh kemenangan—dia baru sadar kalau dari tadi Kyuhyun melihat kejadian itu dari luar ruangan

Sungmin mendadak malu, Kyuhyun hanya melipat tangan di dada, “aku aneh yah?” tanya Sungmin salah tingkah

Kyuhyun mengigit bibir bawahnya, dia tersenyum sebentar kemudian tertawa terbahak bahak, “Minnie..Minnie…hahahahha”

“Ya!! Kenapa kau malah tertawa?!”

Kyuhyun memegang perut ketika melihat Sungmin agak tersinggung, “aku tidak pernah melihatmu semurka itu, padahal kita kan sudah biasa masuk koran sekolah”

Sungmin lega karena Kyuhyun sudah mulai menjadi dirinya sendiri lagi, “siapapun akan marah kalau itu menyangkut orang yang kita sayang”

Kyuhyun berhenti tertawa, di lihatnya Sungmin dalam dalam, “sejak kapan kamu jadi puitis begini?” tanya Kyuhyun curiga

“Ya!! Kau tidak bisa memujiku saja apa?!!” protes Sungmin

“Tidak bisa” mood Kyuhyun membaik. Dia menarik tangan Sungmin lalu berjalan ke kelas mereka

__

“Ayo”

“Tapi Minnie…”

“udah, ayo”

Sungmin memaksa Kyuhyun pergi ke lapangan basket sepulang sekolah. Sungmin berhasil menyeret Kyuhyun agar tetap melihat anak lain latihan, “untuk apa aku kemari?” kata Kyuhyun enggan

“Kamu mau ketinggalan latihan basket?”

Alisnya mengkerut, “kamu gimana sih? aku kan memang ga bisa latihan dulu” Kyuhyun mengucapkan kata kata itu dengan pahit

“Bisa, kamu nonton mereka main aja dulu” Sungmin tetap menyeret Kyuhyun masuk

Beberapa anggota tim termasuk Siwon dan Kibum tersenyum senang melihat kedatangan Kyuhyun. Mereka menyambutnya dengan antusias

“Aish, kemana aja?! Ngga nongol nongol terus” Kata Siwon kesal

Kyuhyun nyengir lebar—baru sadar kalau keberadaannya memang di butuhkan di sini, “maaf”

“Gapapa, kamu nonton aja kita latihan—gimana tangannya, udah lumayan?” tanya Kibum sambil merangkul Kyuhyun ke kursi penonton, di sana ada Chulie yang sudah melambai lambai ke arah mereka

“Udah, tuh berkat Sungmin” unjuk Kyuhyun pada istrinya yang terlebih dahulu menghampiri Heenim

“Bagus, gw latihan dulu” Kibum berlari ke tengah lapangan. Kyuhyun ikut duduk di sebelah Sungmin yang asyik berbicara dengan saudara kembarnya

Kyuhyun fokus memperhatikan permainan teman temannya, dia melihat perkembangan permainan mereka meningkat pesat—ada sedikit rasa iri karena tidak bisa bergabung bersama mereka, tetapi Kyuhyun tetap bersemangat karena tim basket masih memiliki peluang untuk menjadi juara pertama

__

“Kita ke pasar dulu” ajak Sungmin sepulang dari latihan basket. Kyuhyun menurut. Sungmin membeli beberapa tumbuh tumbuhan aneh yang tidak pernah Kyuhyun lihat.

“Minnie”

“Ya?” Sungmin menoleh sambil memberikan beberapa lembar uang untuk membayar

“Itu” Kyuhyun menunjuk bungkusan yang di tenteng Sungmin, “itu semua…bukan untuk makan malam kita kan?” suara Kyuhyun terdengar ketakutan

Maklum saja, tumbuhan super aneh itu belum tentu enak untuk di jadikan sayur

“Bukan” Sungmin tersenyum kecil, “Ini untuk tanganmu”

“Ha?”

Pulang dari pasar, Sungmin sibuk mengeluarkan belanjaannya dan mencuci satu persatu tumbuhan tumbuhan itu. Setelah selesai, Sungmin mengambil alat tumbuk sambil memasukkan satu persatu daun hijau sesuai petunjuk yang di berikan Teuki—Ummanya

Kyuhyun hanya sesekali melengok ke dapur, bingung dengan apa yang di lakukan Sungmin. Ia mengangkat bahu lalu menghidupkan TV untuk menonton sambil menunggu makan malam

“Kyuhyun sudah siapppp”

“Apa makan malamnya?” tanya Kyuhyun dari ruang keluarga

“Bukan” Sungmin datang tergopoh gopoh, tangannya memegang baskom berisi racikan tumbuhan hijau yang tadi di haluskan

“Sini” Sungmin mengambil tangan kanan Kyuhyun, membuka perban lalu menaruh beberapa sendok ramuan kemudian Sungmin kembali menutupi dengan kain perban yang baru

“Selesai” Sungmin meletakkan tangan Kyuhyun hati hati

“Itu apa?” tanya Kyuhyun heran

“Aku kan sudah bilang..akan membuatmu sembuh dalam 2 minggu, sudah sekarang kita makan yuuk” ajak Sungmin, menuntun Kyuhyun ke meja makan

***

Awal minggu pertama Kyuhyun hanya menuruti semua tindakan Sungmin yang menurutnya tidak masuk akal

Bisa menyembuhkan telapak tangan terkilir hanya dalam dua minggu? Itu mustahil. Dokter saja bilang tidak mungkin Kyuhyun tetap ikut bertanding, tetapi Sungmin? Dia masih saja berusaha keras menyembuhkan luka Kyuhyun dengan cara yang aneh

Yah, menurut Sungmin itu adalah pengobatan herbal, tetapi tetap tidak mengubah pandangan Kyuhyun. Dia masih skeptis—pesimis

Tetapi melihat Sungmin begitu telaten dan bersungguh sungguh dengan ucapannya, Kyuhyun akhirnya membiarkan Sungmin mengobatinya dengan berbagai macam tumbuhan aneh

….

“Kamu lagi ngapain?” bisik Kyuhyun yang muncul tiba tiba dari belakang. Sungmin yang sedang memasak spontan terkejut dan melepaskan mangkuk dari tangannya

HUPP

“Untung ngga pecah” Kyuhyun menangkap mangkuk yang hampir menyentuh lantai, “Kamu sih!! udah di bilangin berapa kali, jangan ngagetin orang dari belakang!!” kata Sungmin marah marah

Kyuhyun terkekeh pelan, “Ya, maaf…..kebiasaan” dia menaruh mangkuk ke atas meja makan sambil mencicipi masakan Sungmin yang sudah selesai sebagian

“Kyu..”

“Hmm” Kyuhyun menoleh dengan mulut penuh Kimchi

Mata Sungmin menyipit, “tadi kamu menangkap mangkuk itu pakai tangan kanan kan?” tanya Sungmin perlahan

“Iya, emangnya kenapa?” tanya Kyuhyun tidak sadar

Sungmin mendekat, dia meraih tangan Kyu yang terkilir lalu memijatnya pelan, “sakit?”

Kyuhyun terdiam.

Sungmin memencet lebih keras, “gimana?”

Wajah Kyuhyun terperangah, “tidak terasa apa apa” jawabnya tidak percaya

“Huaaaaa” Sungmin berjingkrak kegirangan sambil memeluk tubuh Kyuhyun, “tanganmu sembuh!!! Bahkan lebih cepat dari perkiraanku” Dia berhenti melompat lalu melihat wajah Kyuhyun yang masih berdiam diri

“Kau kenapa?” tanya Sungmin takut, jangan bilang kalau tangannya masih sakit

“Aku….” Kyuhyun mengerjapkan mata berkali kali—berusaha meyakinkan kalau ini bukan ilusi semata, “kita ke dokter sekarang”

Di sebuah Klinik

“Bagaimana Dok?” desak Kyuhyun ingin segera tahu hasil tes lab

“Tangan anda sudah sembuh total, coba lihat” Dokter Kenichi memasang hasil rontgen di papan White Board, “urat tangan tidak bergeser dan sudah kembali ke posisi semula” ucap Dokter Kenichi tersenyum, “sebenarnya anda tidak perlu datang kemari, lihat saja bengkak di tangan Anda, lebamnya sudah hilang bukan?”

Kyuhyun memeriksa tangan kanannya yang sudah seperti sedia kala. Sungmin sendiri tidak berhenti tersenyum senang di sebelahnya

“Tapi Dok, waktu itu saya di beri tahu jika secara medis, tidak mungkin sembuh secepat ini.” Kyuhyun bersikeras

Dokter Kenichi dengan tenang menanggapi keluhan Kyuhyun, “Terkadang ada sesuatu yang tidak bisa kita prediksi secara tepat. Coba beritahu saya, anda pasti berusaha sendiri sehingga luka ini sembuh lebih cepat bukan?”

“Iya, istri saya” Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin, “dia memijat tangan saya secara teratur dengan handuk panas kemudian mengompresnya dengan ramuan dari tumbuh tumbuhan” jelas Kyuhyun

“Nah” Dokter Kenichi bersandar ke belakang bangku, “pengobatan Herbal, lebih hebat dari pengobatan secara kimiawi” Ia mengalihkan pandangan ke Sungmin, “Anda harus berterima kasih pada Istri anda, dialah yang membuat ini terjadi”

Kyuhyun spontan menoleh, di lihatnya wajah Sungmin baik baik. Kyuhyun tersenyum lama. Dokter Kenichi menatap pasangan di depannya dengan seksama. Masih muda, tetapi mereka terlihat matang sebagai suami istri, pikirnya

…..

“aaaaaaa Kyu!!!! Turunkan aku!!!” pekik Sungmin kencang. Kyuhyun tidak mengindahkannya. Dia menaruh Sungmin di atas pundak ketika mereka turun dari angkot. Kyuhyun tidak peduli, tetangga heran melihat mereka, Sungmin hanya bisa menutup muka—malu atas perbuatan Kyuhyun

Kyuhyun membuka pintu dengan satu tangan, dia terus membawa Sungmin melewati ruang tamu menuju kamar mereka, “Hupf” Kyuhyun menjatuhkan Sungmin tepat di atas ranjang

“Ya! Kau kenapa sih?!!” ucap Sungmin agak mempertanyakan kewarasan Kyuhyun.

“Itu ungkapan rasa terima kasihku” ucap Kyuhyun sambil tersenyum lebar

“Tapi ngga usah bikin malu kayak tadi!!” bentak Sungmin tidak terima, “Lah? Bukannya itu romantis?” tanya Kyuhyun balik

“Ha?” Alis Sungmin naik sebelah, “romantis darimana??” nada suaranya masih tinggi

“Kok jadi marah!!” Kyuhyun membanting tubuhnya ke atas tempat tidur tepat di sebelah Sungmin, “aku kira itu bikin kamu senang” bisik Kyuhyun pelan

Sungmin memutar kedua bola matanya, “gimana aku senang, kamu gendong kayak nyulik anak orang gitu” dengusnya kesal

“Iya iya lain kali ngga” Kyuhyun mendekat. Memeluk Sungmin seperti biasa, “tapi..” Kyuhyun menghembuskan nafas terakhirnya

*author di bunuh reader karena mulai ngaco*

RALAT

Kyuhyun menghembuskan nafasnya tepat di wajah Sungmin, “aku benar benar berterimakasih”

Kali ini Sungmin terenyuh. Kyuhyun mengatakan dengan tulus. Sungmin menaruh kedua tangannya di wajah Kyuhyun. Kepalanya menyentuh dahi Kyuhyun, Sungmin memejamkan mata sejenak, “hanya ini yang bisa kulakukan” bisiknya

Kyuhyun menggeleng, tanpa melepaskan tangan Sungmin, “masih ada yang harus kamu lakukan” balas Kyuhyun

“Apa?” Sungmin membuka mata, menatap Kyuhyun dengan bertanya tanya

“selesai pertandingan akan ku beritahu” ujar Kyuhyun misterius

***

“APA???” teriak seluruh anggota basket tidak percaya

“Tanganmu sudah sembuh?” Siwon untuk kesekian kalinya memeriksa tangan Kyuhyun—benar saja lebam biru yang ada di sana sudah sirna tanpa bekas

“Hehehe” Kyuhyun bisa tersenyum lebar sekarang. Belum pernah dia merasa selega ini, Kyuhyun akhirnya dapat bergabung kembali di atas lapangan bersama teman temannya

Pelatih mereka, Mr. Kyo menepuk pundak Kyuhyun sekilas, ikut senang dengan berita ini, “kau boleh ikut latihan lagi, tempatmu masih sama”

“Baik pak” ucap Kyuhyun hormat. Kyuhyun berlari ke arah Sungmin, dia mengambil handuk lalu kembali bergabung di lapangan

“Kau berhasil Minnie…beritahu aku, bagaimana bisa kau menyembuhkan Kyuhyun hanya dalam waktu seminggu?” tanya Chulie penasaran

“Aku bertanya pada Umma lalu di beritahu pengobatan untuk tangan terkilir” Sungmin melihat Kyuhyun yang sudah bisa bermain basket dengan perasaan bahagia, “Appa kan dulunya suka berantem dan Ummalah yang selalu mengobatinya tanpa harus pergi ke dokter malah kalau tidak salah Appa dan Umma bertemu ketika mereka sedang taruhan antar sekolah” jelas Sungmin sambil tersenyum lebar

“Ha? Serius” Chulie malah balik terkejut dengan kisah kedua orang tua Sungmin, “masih mending, kedua orangtuaku malah lucu—udah saling suka semenjak SMA eh malah baru jadian waktu kuliah tingkat akhir. Bahkan katanya Appa melamar Umma sambil marah marah hahaha” Chulie tertawa mengingat kisah Donghae dan Eunhyuk—orangtuanya dan Kyuhyun

“Hahaha, tapi tahu tidak, aku ingin seperti Appa dan Umma, mereka tidak bisa terpisahkan..aku ingin selamanya hanya memiliki satu orang di sampingku” Sungmin menunduk lalu menatap Kyuhyun lekat

“Aku juga, aku ingin bersama Kibum hingga tua nanti” balas Chulie memandang sosok Kibum di tengah lapangan

Seminggu kemudian

Tim basket St Christie sudah sampai di Gelora Seoul *sumpah authornya ngarang banget, ngga tahu tempat basket di sana sih hehee*

Karena ini pertandingan final, penonton yang datang makin banyak. Bahkan lawan lawan sebelumnya yang kalah ikut hadir untuk menyaksikan babak akhir. Sungmin dan Chulie datang belakangan. Mereka mencari tempat duduk strategis untuk menonton

“Mereka bisa menang ngga ya?” tanya Sungmin ragu ragu

“Pasti bisa, kan kemampuan mereka maju pesat” jelas Chulie yakin

“Tapi kata Kyu, lawan mereka mantan juara bertahan”

“tenang, kan kamu tahu secara individual Kyu pemain terbaik tingkat nasional” Chulie menerangkan sambil memakan cemilan

Mata Sungmin melebar, “Kyu—pemain terbaik??” tanyanya tidak percaya

“Iya, kamu…” Chulie menoleh ke Sungmin, “jangan bilang tidak tahu?”

Sungmin menggeleng, “ngga—mana aku tahu” elaknya

“Ck ck ck…Makanya pas tangan Kyu terluka, dia depresi berat—gimana ngga? Kyuhyun jadi kartu As buat sekolah kita”

“Oh” Sungmin baru tahu itu, pantas saja Kyuhyun begitu displin berlatih basket bahkan ketika mereka masih libur sekolah, belum lagi menu makanannya—Kyuhyun tidak mau terlalu sering makan makanan instan, tidak baik buat tubuh katanya

PRRIIITTTTT

Bel wasit berbunyi. Dia mengangkat tangannya, menyuruh kedua tim berhenti melakukan pemanasan.

Kedua tim berkumpul di tengah, sekolah St Christie memakai seragam berwarna biru sedangkan sekolah Star High memakai seragam berwarna putih

“Pertandingan di mulai” Wasit memberi ancang ancang, dia melempar bola basket ke atas. Semua pemain dari dua kubu saling meloncat tinggi untuk meraihnya

Siwon berhasil mengambilnya. Dia berlari sambil mendrible bola, di lemparkan ke arah salah satu anggota tim bernomor punggung 4. Mereka saling berhimpit dengan tim lawan. Kibum yang notabene menjadi guard berhasil menangkis tembakan si nomor 4

“Kok Kibum ga ikut lari seperti yang lain, malah ketinggalan di belakang?” tanya Sungmin, dia benar benar buta tentang basket, yang Sungmin tahu hanyalah siapa tim yang berhasil memasukkan poin dialah yang menang

“Kibum posisi Guard, menjaga pertahanan, Siwon center, pemain tengah sedangkan Kyuhyun ‘Ace’ sekolah, dia pencetak angka terbanyak musim ini” jelas Chulie sambil berkonsentrasi menonton, “Ah, sayang sedikit lagi” gumamnya

Sungmin kembali fokus. Sekarang keadaan terbalik, semua berjalan begitu cepat—tidak ada waktu untuk bertanya tanya lebih lanjut, Kapten lawan berhasil mengunci Kyuhyun 1 by 1 dengannya

Tubuh Kyuhyun sedikit merendah, dia mendrible sambil menatap lawannya dengan garang, kembali mendrible sampai—

“Ckittt” Kyuhyun berhasil menipu lawannya, arah tolak Kyuhyun begitu gesit. Dia bergeser ke kiri dan langsung mengoper sebelum Kapten itu menghadangnya lagi

“Hup” Siwon menangkap bola. Dia berlari cepat menuju ring basket, melompat tinggi—beberapa Guard lawan berusaha menepis lemparannya namun…

Lagi lagi itu hanya tipuan. Siwon mengoper bola di menit menit terakhir kepada Kyuhyun yang bebas, tidak di jaga siapapun

Kyuhyun menerima bola dan langsung memasukkannya ke ring

PRITTTT, “3 poin untuk St Christie” teriak Wasit

“HAAAAAAAAAAAAAAAAA” semua pendukung tim ini bersorak gembira, Sungmin memekik gembira sambil berpegangan tangan dengan Chulie

Kyuhyun ber high Five dengan Siwon

“Kau lebih bersemangat sekarang” keluh Kapten lawan

“Soalnya aku harus menang” balas Kyuhyun menepuk pundak lelaki yang di kenalnya itu

Mereka balik pada posisi semula

Kyuhyun meningkatkan pola permainan. Tahu kalau dirinya akan di jaga ketat, dia sengaja tidak menerima operan dan hanya membayang bayangi Ace dari tim lawan. Kyuhyun bergerak cepat dengan anggota lainnya—tanpa memberikan celah untuk lawan

Siwon berhasil memasukkan bola, poin bertambah dua untuk sekolah mereka

“Kok poinnya cuma 2? Tadi Kyu yang lempar 3?” tanya Sungmin bingung, “soalnya Siwon melempar di daerah dekat ring jadi poinnya kecil kalo tadi Kyu melempar tepat persis di garis lengkung itu—tempat 3 point jadi nilanya lebih besar” jelas Chulie dengan sabar

“Oh, jadi makin jauh makin tinggi nilainya?”

“Yup”

Mereka berdua kembali menonton jalannya pertandingan

Anggota tim lawan benar benar hebat. Mereka tadinya ingin bermain santai di babak pertama, tapi setelah melihat penyerangan tim Siwon yang semakin membabi buta—tim lawan memutuskan untuk melancarkan defense mereka lebih ketat

Kyuhyun langsung di sergap oleh dua anggota lawan yang membentangkan tangan—mencegah Kyuhyun untuk mengoper pada teman di depan ring lawan

Kyuhyun mencari cari celah. Mustahil. Siwon juga di jaga ketat langsung oleh center nomor punggung 10, terlalu jauh dan beresiko jika melempar dari sini, Kyuhyun mulai berpikir cepat.

Dia melihat ke atas lalu tersenyum, di lemparnya bola melengkung ke samping. Anggota yang tadi melakukan defense langsung tidak terfokus, mereka mengincar bola itu tanpa melihat Kyuhyun sudah berlari cepat lalu menangkap bola itu dan memasukkan ke dalam ring

Poin bertambah

“Maju terus St Christie!!!!!” teriak para cheerleader mengimbangi sorak sorai pendukung yang lain

“23-19” poin mereka sementara, St Christie jauh lebih unggul.

PRIITTTT

“Babak pertama selesai” ucap wasit keras

Semua pemain kembali ke luar lapangan kemudian menuju bangku masing masing tim, “pokoknya kita tidak boleh lengah—memang sekarang posisi kita di atas mereka, tapi ingat!!! Jebakan mereka selalu ada, ok?” perintah sang pelatih

“Baik!!” jawab mereka serempak

“Pak pelatih” Siwon mengangkat tangan, “ada apa?” tanyanya balik

“Saya punya usul, bagaimana kita serang mereka terus menerus seperti tadi—melakukan beberapa tipuan, buat selisih 20 angka baru melakukan defense hingga waktu berakhir, bagaimana?” Siwon menatap Pak pelatih lalu melihat timnya secara bergantian

“Hmm, tidak buruk tapi berarti tugas berat ada di Kyuhyun dan Kibum” Pak pelatih menoleh ke arah mereka, “pasti bisa!” kata Kyuhyun meyakinkan, “saya masih harus mencetak 19 angka lagi sebelum menjadi MVP” jelas Kyuhyun mantap

“Bagus, kondisimu memang sedang prima sekarang” puji sang pelatih, “bagaimana denganmu Kibum?”

“Itu bukan masalah—lagipula guard kan ada dua disini?”

“tapi mereka lebih suka menjagamu” Pelatih memperingatkan

“Tenang saja, kita punya rencana sendiri ya ngga?” Kibum mendelik sebentar pada Guard no 9, teman satu timnya. Mereka nyengir sejenak—sepertinya memang ada kejutan yang sudah di persiapkan untuk menghadapi lawan berat seperti Star High

PRITTTT

“Babak Kedua”

Kedua tim perlahan masuk ke dalam lapangan. Sorak sorai terdengar kencang saling menyemangati satu sama lain. Mereka bersiap siap dan pertandingan di mulai

Kyuhyun benar benar bersemangat, dia tidak merasa capek meskipun tidak berhenti bergerak. Kyuhyun melempar bola dengan timnya bernomor 7 secara bergantian lalu berhenti tepat di garis 3 point, melempar bola dengan indah lalu..

“3 point untuk St Christie” teriak Wasit

“St Christie!!!! St Christie!!! St Christie!!!!” teriak Cheerleader setiap kali tim mereka berhasil memasukkan bola

“Kyu beda sekarang” gumam Chulie sambil melihat pertandingan—kentara sekali Kyuhyun bersinar sebagai “Ace” di sini

“beda apanya?” maklum Sungmin baru kali ini menonton pertandingan basket Kyuhyun

“Beda…dia menyerang terus menerus—dan kamu sadar ngga Minnie, 80% poin tim di cetak oleh Kyu sendirian” jelas Chulie—dahinya mengkerut, “darimana dia dapat semangat sebesar itu”

Kyuhyun tersenyum senang. Pertandingan ini miliknya. Tidak sia sia Kyuhyun berlatih setahun penuh, tidak sia sia dia rela bangun pagi ketika latihan intensif waktu liburan, Mungkin piala MVP bukan impiannya semata

“31-23” poin sementara yang tertera di papan pertandingan

Tim Christie membuat tim lawan kewalahan, bukan hanya soal Kyuhyun—tapi juga stamina mereka yang tidak habisnya—sudah setengah pertandingan namun nafas mereka masih teratur

Ini semua berkat latihan keras dari pelatih Kyo

Kibum menepati ucapannya. Dia dan teman sesama Guard menjaga benteng dengan sigap. Setiap kali lawan ingin memasukkan bola, Guard St Christie menjaga satu persatu lalu bergerak tinggi sebelum tim lawan menjalankan serangan ke arah ring

Walau kecolongan beberapa kali—tetap saja Defense mereka patut di puji

“Kyaaaaa, Kyuhyun!!! Saranghae!!!” kali ini anggota Cheerleader mulai menampakkan wajah aslinya, cewek cewek ini ternyata penggemar berat Kyuhyun, “go Kyuhyun!!!! Go Kyuhyun Go!!!!”

Benar apa yang Chulie pikirkan, Kyuhyun memang menjadi bintang di lapangan basket sekarang

Bayangkan saja—Kyuhyun hanya sekali gagal melempar operan bola, selebihnya? Shoot yang di hasilkan Kyuhyun berhasil menambah poin bagi tim mereka

“Kyuhyun keren” gumam Sungmin yang duduk jauh dari lapangan

Secara tidak sengaja Kyuhyun menoleh ketika Sungmin berbicara seperti itu. Kyuhyun tersenyum lalu melambaikan tangan pada Sungmin sebelum kembali pada posisi semula

“Dia lihat kamu tuh Minnie” goda Chulie

“Tapi…kok bisa??” Sungmin terperangah, “tempat duduk kita kan terpencil begini”

“Itu yang namanya jodoh” Chulie melihat Kibum lembut, Kibum membalas pandangan Chulie dengan ciuman jarak jauh

“Wow, tapi kayaknya kamu lebih berjodoh deh” sahut Sungmin menatap kejadian barusan

Kembali ke Game eh salah pertandingan, Game mah judul lagunya BoA *author numpang promosi heee*

Berkat Defense dari Guard dan lemparan demi lemparan Kyuhyun yang berpartner Siwon, makin sempurnalah permainan mereka. Bahkan tim Star High sudah mulai letih menghadapi perlawanan mereka terus menerus

Tidak ada kejutan hingga pertandingan berakhir—Tim Siwon bahkan sudah menang telak di menit ke 23

PRIITTTTT

“56-34, St Christie pemenangnya!” kata Wasit memberi tahu keputusannya

“YESSSS!!!! KITA BERHASIL” Teriak anggota satu tim—mereka saling menepuk pundak lalu memberi salam pada tim yang kalah, Star High

“Kinerja kalian menurun” sindir Kyuhyun setengah bercanda

Kapten lawan tersenyum sinis, “Kau yang kesetanan!! Memasukkan bola sebanyak itu,” dia menjabat tangan Kyuhyun, “tapi permainanmu benar benar hebat, apa rahasianya?”

Kyuhyun melirik ke arah Sungmin sebentar, “mau tahu?” Kapten itu mengangguk, “cepat cepat menikah” bisik Kyuhyun

“Ha??” alis orang itu bertautan, “jangan gila, masih muda be—tunggu dulu. Berarti kau??”

Kyuhyun mengangguk cepat, dia pergi meninggalkan lelaki itu untuk menerima piala MVP

“Selamat!!!!!!!! Kyu!!!!!” teriak para Cheerleader

Kyuhyun menerima piala itu dengan bangga, menatapnya lama, lalu mengangkat piala tinggi tinggi

“Aku berhasil!!!” teriak Kyuhyun

***

Tim basket pulang sambil tidak henti hentinya membicarakan soal pertandingan. Chulie dan Sungmin mengikuti dari belakang, juga berbincang—hanya saja topiknya jauh berbeda

“Bagaimana kalau kita makan makan? Bapak yang traktir deh” usul Pak pelatih

“Setuju!!!” teriak mereka serempak

“Ng…Kyu” panggil Sungmin

“Hmm?” Kyuhyun menoleh lalu menghampiri Sungmin, “aku pulang duluan yah”

“Lho? Ngga mau ikut makan makan?”

Sungmin menggeleng, “aku capek, kamu aja deh” tolaknya

Kyuhyun termenung sejenak, “Pak pelatih?”

“Ada apa?”

“Saya pulang duluan, Sungmin udah capek katanya” jelas Kyuhyun

“Ngga! Kyu, aku ngga papa pulang sendiri” Sungmin benar benar tidak enak—paling tidak ini adalah hari bersejarah untuk seluruh tim. Menang sebagai juara nasional sehingga harus di rayakan

“bahaya! Udah malem gini” jelas jelas Kyuhyun menolak ide itu

“Hmmm, baiknya kalau besok lusa setelah pulang sekolah kita makan makan? Benar kata Kyuhyun—sekarang sudah malam dan kalian besok masih harus masuk sekolah” Pak Pelatih melihat jam yang menunjukkan setengah delapan malam

“Boleh, boleh, asal makannya masih gratis di tunda agak lama saya sih rela pak” canda Siwon yang membuat seluruh anak anak tertawa

“Berarti semua setuju? Ya sudah, sampai besok lusa!!”

Mereka berpisah satu sama lain lalu pulang ke rumah masing masing

“Sungmin” panggil Kyuhyun ketika masuk ke dalam rumah yang masih gelap

“hmm? Aaaaaa kamu mau ngapain????” Kyuhyun menggendong Sungmin di dadanya kemudian melangkah ke arah kamar tidur

Kyuhyun menurunkan Sungmin dengan selamat, “nah itu romantis kan?”

Sungmin menghela nafas secara teratur, “lumayan—kenapa kamu tiba tiba mau jadi romantis sih?” selidik Sungmin

“Karena” Kyuhyun mendekatkan wajahnya—dia berlutut di depan Sungmin yang duduk di atas tempat tidur, “aku mau mengucapkan terima kasih, ini semua berkatmu Minnie” ucap Kyuhyun tulus

“Kyu…”

Kyuhyun meraih piala MVP dari balik tas lalu memberikannya kepada Sungmin, “Ini untukmu” katanya sambil tersenyum lembut

“Ha? Untukku?”

Kyuhyun mengangguk, “Iya, ingat ngga waktu di Swiss kamu bilang aku belum pernah memberikanmu apa apa, jadi…” Kyuhyun menatap Sungmin dalam, “Piala ini memang untukmu”

Air muka Sungmin berubah, dia hanya bisa terdiam kemudian membalas tatapan mata Kyuhyun, “jadi..ini semua?? Kegigihan bermain basket, sikapmu yang begitu ingin menang karena…”

“Karena aku ingin memiliki piala itu untuk di berikan kepadamu” kata Kyuhyun meyakinkan

“Dasar bodoh” tanpa sadar air mata haru Sungmin jatuh perlahan, “kamu kan bisa beli kalung atau tas”

Sungmin memeluk Kyuhyun erat erat, “terima kasih” suara Sungmin terdengar halus di telinga Kyuhyun, “sama sama” balasnya

“Kau mau tahu impianku satu lagi? Yang aku janji akan memberitahumu selesai pertandingan”

Anggukan kepala Sungmin menandakan ia mengingat ucapan Kyuhyun dulu. Kyuhyun melepas pelukan Sungmin—mengelus wajahnya pelan, ia meraih tangan Sungmin kemudian menggenggamnya erat, “Aku….” Kyuhyun agak gugup berbicara

“aku?” ulang Sungmin

“Aku” Kyuhyun mendongak—memberanikan diri menatap langsung kedua mata Sungmin, “Aku ingin menjadi seorang Ayah” pintanya

“Apa????”

TBC again

18 responses to “≈No Other Like U-Twenty Three-{I Wish..}≈

  1. tuh kan… lagi-lagi ini couple bikin orang ngiri sama keromantisannya… n.n

    pengen jdi ayah?
    APA?!! #teriakbarengminnie

  2. uhuhuhhuhuhu~ sumpeh nih couple bkin aku envy berattttt….>,<

    kyaaaaaaaaaaa~ KYUMIN IS REALLL… #gk dahubungannyaaa~~~

    lanjutttt..lanjutt..

  3. APA ?!? *gaje
    Kyu minta anak noh Minn, kasih ya…wkwk

    Daebaaaakkk.. Bisa bikin epep kaya gni… *salut

  4. *akhirnya gw komen lagii karena gregtan tingkat tinggi*

    KYAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!! Kyu pengen jadi ayah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *teriak pake toa mesjid*
    lah,, lo kan udah pnya gw pa… anak lo semta wayang…… #plaaaaaaakkkkkk *ditimpuk elfs*

  5. minnie emg istri daebak deh,beruntung’a kyuppa,,

    eeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhh kyuppa mnta ank,hayooooo gmn tuh tggpan minnie.
    lanjutlah

  6. ternyata Kyu pngn bngt menang demi Minnie toh~ jd terharu T.T
    resep teukie hebat dah, lebih ampuh dari resep Dokter ^^
    knp Kyu tiba” pngn jd ayah???

  7. hueee sedih banget pas tau kyu tangannya terkilir. tapi berkat minnie kyu jadi sembuh.
    minnie emang segala galanya bagi kyu.
    dan kyaaa selamat kyu akhirnya kepengenan kamu dapet piala mvp terkabul juga.
    oh ternyata pialanya buat minnie toh? aiihh kyu kok jadi romantis gini.
    hah? apa?? kyu pengen jadi seorang ayah? dia kerasukan setan apa sih? kok pengen punya anak gitu?
    tapi aku tetep dukung kok kyu.
    kyumin…. Fighting!!!
    cepet cepet punya anak ya? biar rame rumahnya.

  8. Ahhh…… Kyuhyun….. Aku padamu!!! Sungmin juga hahaha

    Aku dukung bgt impian Kyuhyun yg ke dua tuh hahaha

  9. Chukkae bwat sma st christie yg udah memenangkn prtandingan🙂

    Awwwww…. apa katanya.., kyu pengen jd ayah ?????? Waachhh gk sabar menunggunya😀 ternyata impian kyu pengen punya anak toh..
    Aq dukung 100% dech🙂

  10. Yeey tim nya kyu menang😀
    Berkat ming tangannya kyu jdi cepet smbuh gitu🙂
    Waw kyu mau jadi ayah, ayo ming kabulkan keinginan kyu😉

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s