≈No Other Like U-Twenty-{Stage}≈

PRANGGGGGG

Kyuhyun memandang Sungmin tajam. Kyuhyun tidak peduli jika semua orang di ruang kelas terperangah kaget, Chulie dan Kibum hanya bisa menahan nafas sedangkan Hangeng dan Wookie menatap hampa kepada kedua orang yang berada di depan kelas

“Kyuhyun aku tidak bisa” bisik Sungmin panik, Kyuhyun tersenyum sinis, “Kau harus bisa” Ia menggertakan gigi, “Aku bisa membuatmu melakukannya” Kyuhyun mengancam Sungmin

Wajah Sungmin panik, “Tapi—

Kyuhyun kembali melayangkan pandangan yang membuat Sungmin terdiam, “ku bilang bisa! Kenapa sih kau tidak bisa menurut sebentar saja?” bentak Kyuhyun

Selama hidup bersamanya, Sungmin tahu dan bisa membedakan bentakan Kyuhyun—dan Sungmin mengerti kalau Kyuhyun sekarang benar benar marah

Kyuhyun mengatur nafasnya yang memburu akibat amarah yang selama ini ia tahan meluap, “Kau?!” Kyuhyun menunjuk tepat di wajah Sungmin dengan kurang ajar, “aku selalu menuruti maumu, tapi apa?! Apa?! Kau selalu saja membuatku makin susah?!!!” bentaknya lagi

Sungmin yang belum siap ternganga lebar—matanya membulat sambil menatap Kyuhyun miris, “Kau serius mengatakan itu?” Sungmin mengigit bibir—berusaha menahan tangis yang akan keluar

“Sudah kita harus hentikan ini—“ pinta Chulie kepada Kibum, “tidak—sayang biarkan mereka memilih sendiri, ini bukan urusan kita” Kibum menahan tangan Chulie dalam pelukannya, “aku tidak akan membiarkan kau ikut campur” Kibum serius dengan ucapannya, “sekali ini—sekali saja biarkan Kyuhyun memilih yang terbaik untuk mereka berdua” Chulie menatap Kibum lekat lalu beralih ke Sungmin.

Mereka berdua sekarang menjadi tontonan satu kelas.

Kyuhyun kembali melancarkan serangan, “Aku tahu kalau kau anak yang lugu dan baik hati” Ia maju beberapa langkah—Sungmin yang ketakutan mundur sejalan dengan Kyuhyun yang mendekat, “Tapi kenapa kau selalu saja—meremehkan hal kecil, tentang rak buku, tentang catatan pengeluaran tentang la la la!!!!” Kyuhyun menggeleng kesal, “ini bukan pernikahan yang aku bayangkan” ucapnya

Sungmin menahan sesuatu yang ingin keluar dari kedua matanya, ia menghela nafas pelan—meyakinan diri kalau Kyuhyun tidak sungguh sungguh, “Kyu—aku tahu kau— ini cuma….kau tidak serius kan?” Sungmin hampir menyerah—entah kenapa Kyuhyun seperti menyindirnya barusan

Kyuhyun melangkah lebih dekat—wajahnya dan Sungmin hanya berjarak beberapa senti, “Aku serius” bisik Kyuhyun tajam

Kedua alis Sungmin bertautan, ia mencoba mencari jawaban dari mata Kyuhyun. Tapi sia sia, ini memang terlalu nyata di bandingkan drama, Kyuhyun berbalik membenci Sungmin

Bibir Sungmin bergetar hebat, “Kau—kau tidak serius kan…” Semua pertahanan Sungmin runtuh, ia memejamkan mata dan butir butir air mata mengalir di wajahnya.

“Katakan kau bercanda?” pinta Sungmin sekali lagi, ia memegang dadanya yang sakit—tapi kali ini rasa sakit itu beda…rasa sakit ini terasa menusuk diri Sungmin—amat menyakitkan
Kyuhyun terenyuh melihat Sungmin menangis. Sudah dua kali ia membuat Sungmin menangis, tapi tidak pernah se parah ini—Kyuhyun ingin sekali memeluk tubuh istrinya tapi Kyuhyun menahan tangannya..ia harus bisa, ya Kyuhyun harus kuat hingga akhir. Ini semua baru permulaan

“Aku serius Sungmin” ucap Kyuhyun datar.

Sungmin menengadah—sekali lagi menatap Kyuhyun, semenjak menikah Kyuhyun tidak pernah memanggil nama aslinya kecuali dalam keadaan marah—dan ternyata Kyuhyun kali ini benar benar tidak bisa memaafkan dirinya lagi

Mereka saling menatap, merasakan perasaan masing masing lewat hubungan ini. Siapa yang tidak miris melihatnya? Pasangan terkenal ini ternyata……….

“Aaargh, aku paling tidak kuat melihat wanita menangis, sudah sebaiknya kita tidak usah memaksakan mereka” kata Hangeng dari bangku belakang—tadinya ia sudah mau berdiri dan menghentikan Kyuhyun tapi tangan Wookie menahan Hangeng, “biarkan saja” Wookie menatap nanar ke depan kelas, “ mereka yang mau—mereka yang menanggung akibatnya” Wookie kembali membaca buku, berusaha tidak mencampuri segala sesuatu tentang Kyuhyun lagi

Hangeng terlihat ragu ragu, ia menatap Sungmin lama—untuknya ini kedua kali Sungmin menangis sehebat itu, dan semua itu karena Kyuhyun. Hanya Kyuhyun yang bisa menyakiti Sungmin sedalam itu

“Angkat wajahmu” kali ini suara Kyuhyun terdengar lebih lunak, Sungmin tidak menurutinya, ia sibuk menghapus air mata yang tidak kunjung berhenti mengalir, “Ku bilang angkat!!” Kyuhyun memaksa Sungmin menatap wajahnya langsung, Kyuhyun terperangah—ia kaget. Tidak menyangka seberapa luka yang ia torehkan kepada Sungmin, secara spontan Kyuhyun menghapus air mata tersisa yang masih mengalir. Sesudah itu ia menarik tangannya kembali

“Aku bahagia hidup denganmu, sangat. Tapi masalah yang bagimu sepele ternyata sangat berarti untukku begitu juga sebaliknya” Kyuhyun mengatakannya perlahan—membuat Sungmin mencerna dalam dalam, “tapi Kyu—ini cuma…..” Sungmin kehilangan kata kata. Ia hanya bisa terus menangis—menangis dalam diam

Wajah Kyuhyun keras—tidak ada nada usil seperti biasa, “Sungmin terkadang masalah kecil itu yang kita anggap angin lalu bisa memecahkan hubungan yang paling kuat sekalipun, contohnya…” Kyuhyun membuang muka, tidak berani menatap Sungmin

“pernikahan” sambung Sungmin hampa

Kyuhyun terkejut, akhirnya Sungmin bisa mengerti dan memulai semuanya. “Ya contohnya pernikahan” balas Kyuhyun

Sungmin membisu—kehilangan kata kata. Ternyata kesedihan itu lebih luas dari yang ia kira—kesedihan bisa membuat Sungmin menjadi bukan dirinya. Sungmin hanya mematung, tidak ada isakan, tidak ada airmata.

Ia hanya menunggu—menunggu keputusan yang diberikan oleh Kyuhyun

Kesunyian melanda mereka berdua, teman teman sekelas terlampaui serius menanggapi masalah ini hingga tidak seorangpun tidak sadar kalau Sungmin benar benar terluka bahkan Chulie sahabatnya—tidak ada disamping Sungmin untuk membantu semua ini

Chulie masih saja berada disana—di tahan oleh Kibum
Sungmin membutuhkan seseorang, seseorang yang mengerti dirinya, kesedihannya, kesakitan yang dialaminya…tapi…tidak ada …..tidak ada seorangpun

Ya. Tidak ada satu pun.

Sungmin sendirian menghadapi semuanya

Kyuhyun kasihan menyiksa Sungmin secara tidak langsung seperti ini—tetapi tidak ada jalan keluar, ini harus bisa diatasi olehnya dan Sungmin

“Sungmin” panggil Kyuhyun

Sungmin berbalik menatap Kyuhyun sebagai jawaban

Kyuhyun menguatkan hati untuk mengatakan ini—kata kata yang tidak pernah ia pikirkan, kata kata yang tidak mungkin ia ucapkan jika tidak dalam keadaan terpaksa.

Keadaan ya keadaan membuat semua orang mengambil keputusan yang salah, amat salah dan menyakiti banyak orang

“Aku ingin kita bercerai?!” Kyuhyun mengatakan itu dengan amat pelan namun karena seisi kelas terdiam melihat mereka, Sungmin dan mereka semua bisa mendengar itu

Sungmin menurunkan pandangan matanya—ia menatap lurus ke depan, berusaha terlihat tegar tapi gagal

Air mata malah turun deras di wajah polosnya

“Aku tidak tahu harus mengatakan apa” jawab Sungmin hampa

Kyuhyun meraih wajah Sungmin—menariknya lebih dekat, “Please—aku..” Kyuhyun melemaskan pundak, Sungmin benar benar terluka karena dirinya

Kyuhyun tahu kalau ia mengucapkan itu dengan satu alasan yang jelas—satu alasan yang Sungmin ketahui, tapi kenapa Sungmin masih tidak bisa menerimanya dan menganggap semua hal menjadi begitu serius—apa karena ini dia terlalu polos? Entahlah

Kyuhyun menghapus lembut air mata Sungmin lalu mengelus pipinya pelan. Kalau bukan begini keadaannya mungkin Kyuhyun tidak pernah melihat Sungmin sedekat dan sejelas ini

Sungmin tidak mengalihkan pandangan dari Kyuhyun malah terus menatapnya untuk mencari jawaban. Kyuhyun yang terhanyut mendekatkan tubuh ke Sungmin—ia turun lebih dekat ke wajahnya, matanya terpejam

Ia mencium Sungmin lembut—berusaha memasukkan semua yang Kyuhyun rasakan selama ini, ia mencintai Sungmin..ya sangat mencintainya

Sungmin yang bingung dengan sikap Kyuhyun hanya bisa kembali menangis—ia mencium bibir Kyuhyun pelan, andai bukan begini keadaanya mungkin Sungmin akan sangat gembira

Kyuhyun yang memulai, Kyuhyun juga yang harus mengakhirinya. Ia melepaskan bibir mereka berdua, ditarik nafasnya sebentar kemudian..

Kyuhyun membuang topeng tenang di wajahnya—ia juga sedih harus mengatakan ini sekali lagi…sekali lagi…

“Lebih baik kita bercerai”

Satu kata—cukup satu kata bisa menghancurkan semuanya. Sungmin tersungkur menahan luka yang tidak terlihat di dada dan hatinya

TBC

20 responses to “≈No Other Like U-Twenty-{Stage}≈

  1. bingung… #tweweng~

    tapi kyknya mereka maen drama, bener gak tuh?!

    wkakakaka…:-D lanjut…!!

  2. Hyaaaaaa~ Kyu bo’ongan kan bilang cerai ? Masa baru be”rapa minggu kawin udah mau cerai aja.. Nanti jadi duda n janda dund.. Wkwk

  3. apa2an ni,pa coba mksd kyuppa mo cerai ma minnie.HUWEEEEEEEEE POKOK”A GA RELA.

    lanjut ah

  4. yaaa..knpa dg kyumin,sblmny kn lg ngtawain hanwook yg lg ngmgn alien kok jd brntem truz nangis2 n minta cerai sih..akting lg nih pasti

  5. apa apaan ini? kok kyu minta cerai ama minnie?
    itu chulie kok di tahan sama kibum? chulie kan mau bantuin kyumin.
    nah itu lagi hangeng juga di halangin ama wookie. padahal hangeng bener bener ga tega ama minnie yang nangis kaya gitu.
    sebenernya ada apa sih?? kenapa? kenapa kyu minta cere?
    apa jangan jangan minnir di jebak nih? lagi di kerjain pasti. tapi gimana kalo beneran kyu minta cere?
    lanjut lagi..

  6. Ada apa sich ini.., kok tiba2 kyu n minnie brantem.. Sampe2 kyu mo ceraikan minnie lgi.. Gk iklhas bgt klo emang beneran trjadi..😥
    Mudah2an ini cuma mimpi.. #fiuuuh

  7. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa gue sedih
    oke cerita ini benar2 menyedihkan
    aaaaaa kyumin jangan piasahhhhh doongggggggg

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s