≈No Other Like U-Twenty Six-{Future}≈

“Iya bye”

KLIK

“Bagaimana?” tanya Donghae sambil mendekat ke arah Eunhyuk lalu memeluk tubuhnya dari samping, “mereka sudah kuberitahu—tidak enak kalau mereka mencari cariku sama seperti Chulie” Eunhyuk bersandar pada Donghae

Mereka berdua sekarang sedang berada di dalam kamar seraya memandangi langit di malam hari

“Untung tadi siang kau menjemputku, kalau tidak….” Kata Eunhyuk tanpa mengalihkan wajahnya yang menghadap langit, “kalau tidak kenapa?” goda Donghae berbisik di telinga istrinya

“Kalau tidak aku akan menceraikanmu” timpal Eunhyuk sakratis, “hahahahaha…hmmm, aku rasa kau tidak sanggup melakukannya” Donghae menempelkan wajahnya di bahu Eunhyuk

“kenapa tidak?”

“Karena kau mencintaiku” Donghae mencium pipi Eunhyuk yang membuat wajahnya merona merah seketika. Ternyata waktu tidak membuat cinta mereka berdua menjadi hambar—malah waktu adalah saksi betapa kuat rasa cinta itu

“Bintangnya tetap indah yah” komentar Eunhyuk setelah beberapa lama mereka terdiam, “ck ck ck kau tidak berubah, bagiku bintang tidak lebih dari benda langit, kecil dan tidak berarti” Donghae berbicara blak blakan, “kenapa sih dari dulu kau tidak suka bintang?” Eunhyuk memalingkan wajah ke samping—menatap langsung Donghae

Donghae mengulas senyumnya yang khas, “karena aku sudah memilikimu” jawabnya romantis

Eunhyuk menatap Donghae lama, “sejak kapan kau jadi gombal seperti ini?”

“Ya! Kok ngajak bertengkar lagi sih sayang” ucap Donghae merajuk lalu kembali memeluk tubuh Eunhyuk erat, “habis—aku sudah 3 minggu merindukanmu, terang saja sikapku menjadi aneh..”

“Iya iya” Eunhyuk menyetuh pipi Donghae dan terdiam lagi menikmati pemandangan langit

Dari luar kamar

“Huh mereka udah baikan, bikin cemas saja” Chulie dan Kibum yang sedari tadi mengintip, bersingut menjauh—membiarkan pasangan ini menikmati waktunya berdua

Kibum menuntun tangan Chulie turun ke ruang tamu, “sudah sudah, dengan begini kamu ngga pusing lagi kan?” tanyanya sambil sesekali mengelus tangan Chulie

“Iya juga sih, kamu sudah mau pulang?” tanya Chulie ketika mengantar Kibum ke luar rumah, Kibum mengangguk, “udah malam, besokkan kita masih harus sekolah” Kibum mengacak acak rambut Chulie sayang, “aku pergi dulu” ucapnya

Wajah Chulie agak menekuk, “kamu tidak ingin menciumku?”

Kibum berhenti membuka pagar

Ia berbalik dan melihat wajah Chulie yang berharap.

Kibum kembali mendekati Chulie, “Muach” Kibum mencium dahi kekasihnya sebelum beranjak pergi, “udah—sana masuk, ngga baik gadis cantik di luar begini” kilahnya

“Dasar! Ya sudah, malam Kibum”

“Malam”

Chulie mengunci pintu rumah lalu naik ke lantai atas—ke kamarnya, “kenapa sampai sekarang Kibum tidak pernah menciumku” tiba tiba ia sedih jika terus berpikiran aneh sebab di balik tindakan Kibum itu, “banyak yang bilang kami pasangan romantis, tapi apa? Di bandingkan Minnie dan Kyuhyun……………. Aku yakin si Kunyuk itu!! Sering mencium Minnie di rumah!” tebak Chulie seratus persen benar

“HATCHIMMM” Kyuhyun mendadak bersin bersin di dalam kamar ketika ingin pergi tidur, “Kau kena flu?” tanya Sungmin yang berbaring di sebelahnya

“tidak tahu” Kyuhyun mengelap elap hidung, “kayaknya ada yang ngomongin aku” Ia ikut merebahkan diri, “pasti si Heenim nih” tebak Kyuhyun lagi lagi seratus persen juga benar

“Ha? Kok yakin banget?” mata Sungmin membulat, “dari aku kecil emang kayak gini, salah satu dari kami akan bersin bersin jika saling ngomongin di belakang” jelas Kyuhyun sambil menyilangkan kedua tangan di belakang kepalanya

“Hatchimmmmm” giliran Chulie yang bersin, “Kyuhyun pasti balik ngomongin aku!!!! Awas kau besok!!!” maki maki Chulie di dalam kamarnya

“Ow mungkin karena kalian anak kembar” timpal Sungmin berargumen, “mungkin” jawab Kyuhyun, matanya masih menerawang ke atas langit langit kamar

“Aku juga mau punya anak kembar” tiba tiba Sungmin menyunggingkan senyum bahagia membayangkan ada sepasang anak balita di dalam pangkuannya

Kyuhyun berhenti melamun, “bukannya kamu mau anak lelaki? Kok berubah lagi?” alis Kyuhyun naik sebelah

“Aku kan cuma berangan angan” kata Sungmin membalas tatapan Kyuhyun, “kan semua belum pasti”

Kyuhyun tersenyum sok misterius, “kayaknya kalau impianmu untuk memiliki anak lelaki itu sudah pasti deh” Kyuhyun mendekati tubuh Sungmin, mengelus wajahnya pelan.

“Kok kamu yakin banget?” dahi Sungmin mengkerut tidak mengerti, “ck ck ingat ngga namja yang tadi menolongmu?” tanya Kyuhyun

“Ingat, kenapa?” Sungmin mendekat penasaran, “dia tampan tidak?” Kyuhyun mengatakan itu sambil tersenyum lebar

Sungmin agak bingung menjawabnya. Kalau jujur nanti Kyuhyun marah, tapi kalau bohong…

“dia memang tampan” ucap Sungmin, ia memejamkan mata takut melihat reaksi marah dari Kyuhyun. Tetapi senyum Kyuhyun malah tambah lebar mendengar pernyataan Sungmin, “ah dia memang anakku, tampan seperti ayahnya” Kyuhyun mengeluarkan jurus kenarsisan tingkat tinggi

Nah sekarang giliran Sungmin yang bingung, “kok malah kamu yang bangga kalau aku muji dia? Memang apa hubungannya?” tanya Sungmin masih tidak ‘nyambung’

Kyuhyun menatap Sungmin gemas, “Minnie…namja tadi anak kita”

“MWO?” mata Sungmin membelalak

“Hu uh, telat banget sih jadi cewek, makanya dia tadi manggil kamu Umma dan aku Appa” jelas Kyuhyun lebih lanjut

“Tapi—tapi gimana ceritanya?! Umur namja tadi hampir sama seperti kita, dan aku juga belum pernah mengandung” Sungmin semakin tidak mengerti. Kyuhyun menghela nafas panjang meratapi nasibnya punya istri sepolos Sungmin, “kalau begitu kenapa kita bisa ketemu Appa dan Umma padahal mereka belum menikah?” pancing Kyuhyun

“Yah karena kit—kita kembali ke masa lalu..” Sungmin terdiam, “maksudmu dia dari masa depan!!” pekiknya kencang

“akhirnya dia mengerti juga” Kyuhyun memutar kedua bola matanya. “Ya Tuhan..pantas saja aku tidak asing melihatnya tersenyum” Sungmin mengingat ingat kejadian tadi sore, “senyumnya mirip denganmu” kata Sungmin kembali menatap Kyuhyun sendu

Kyuhyun membalas tatapan Sungmin dengan lembut, “tetapi bibirnya mirip dengan milikmu” ujarnya sambil menyusuri garis bibir Sungmin lalu berhenti di sudut kanan—tempat luka itu berada, “kenapa ya hari ini aku ingin menciummu terus” bisik Kyuhyun deduktif

Sungmin tertawa kecil walaupun pipinya masih merona jika Kyuhyun mulai bersikap romantis, “aku juga tidak tahu” balas Sungmin

Kyuhyun menyeret tubuhnya mendekati Sungmin, ia sudah merundukkan kepala agar sejajar, Sungmin mulai membuka bibirnya—bersiap menyambut Kyuhyun

Namun……

Di sisi lain

“Kyuhyun kok enak banget sih!!!! udah menikah!!! Bisa tinggal bareng!!! Huhuhu, aku juga mauuuuu!!!” pekik Chulie sendirian di dalam kamar

“HUATCHIIMM”

Kyuhyun bersin bersin tepat di depan wajah Sungmin, “kayaknya ini bukan di omongin Chulie, kamu sakit beneran” Sungmin beranjak bangun untuk mengambil obat namun di tahan oleh tangan Kyuhyun, “ngga usah, ini udah pasti Heenim, ganggu aja!!!” gerutu Kyuhyun kesal

“Hahahaha, kalian kembar yang unik” Sungmin kembali berbaring, Kyuhyun memeluk istrinya seperti biasa, “aku masih penasaran Kyu..” bisik Sungmin

“apa?”

“siapa nama namja maksudku anak kita itu, coba kalau tadi aku berani bertanya” keluh Sungmin

“mmm” desah Kyuhyun, “aku tahu kok namanya”

“Serius? Kok bisa??” pertanyaan dari Sungmin yang super duper bodoh

“Kan nanti kita yang memberinya nama” jelas Kyuhyun dengan sabar, “oh iya juga hehehe” Minnie terkekeh pelan, “Kau ingin memberi nama apa? Kalau dia yeoja?”

“kalau yeoja akan ku beri nama Sebastian Mamoru”

*gw di hajar massa, di kubur idup idup dan di muntahin keluar bumi karena narsis tingkat tinggi!!! Wkwkkwkwkwkwk, iya iya gw ralat ^^V*

“Jangan ah, nama yang jelek, kok kayak nama dukun beranak di kompleks sebelah” tolak Sungmin tegas

*author nangis di pojokan, mencari cara untuk namatin no other lebih cepat, efek kesal gara gara perkataan Sungmin*

“oh cewek yang kalo jalan di siang bolong suka pake hoodie kan, kayak nenek lampir?” tanya Kyuhyun

tuh, makanya…jangan deh” elak Sungmin

*mami…..hueeeee…..gw di katain sama main cast sendiri T_T*

Back to topic

Kyuhyun memicingkan mata untuk berpikir, “bagaimana kalau namanya Min Hyun?” kali ini Kyuhyun yakin kalau Sungmin akan menerima usulannya, “Min Hyun?” selidik Sungmin

Kyuhyun mengangguk, “iya gabungan dari nama kita berdua? Sungmin dan Kyuhyun”. Sungmin mendesah gembira, “bagus, aku suka” Ia mengadah menghadap Kyuhyun, “kalau namja?”

Kyuhyun tersenyum sekilas lalu berbisik di telinga Sungmin, “gimana? Bagus juga kan?” Sungmin nyengir lebar, “bagus…aku sukaaaa”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya, “nah kita tidur, besok harus bangun pagi lagi” Sungmin membalas pelukan Kyuhyun, “selamat malam suamiku” celetuknya

“selamat malam istriku” balas Kyuhyun sambil mencium rambut Sungmin

***

Pagi hari yang indah di sekolah St Christie

“Anak anak, karena sebentar lagi kalian akan ada kenaikan kelas, ibu akan membagikan selembaran tentang cita cita kalian kelak, apakah kalian ingin melanjutkan ke perguruan tinggi atau malah langsung mencari pekerjaan. Ingat harus di isi dengan serius karena ini menyangkut masa depan kalian! Mengerti?” ucap Bu Aida memberi pengumuman di kelas XI-3

“Mengerti bu guru” jawab anak sekelas

“Bagus, Siwon, bantu ibu menyebarkan ini ke semua anak” Bu Aida menyerahkan setumpuk formulir pada Siwon yang segera membagikan dari depan ke belakang

“Wookie, kamu mau mengisi apa?” Hangeng mengintip kertas yang sedang di tulis kekasihnya, namun dia kecewa saat Wookie juga sama sama bingung

“Aku tidak tahu” Wookie menatap Hangeng yang sedang melamun, “Ya! Kamu kebiasaan deh melamun terus! Itu cepet di isi” perintah Wookie keras

“Aku kan belum tahu cita citaku apa?” jawab Hangeng dengan menekuk mulutnya ke depan, “lah…bukannya impianmu selama ini ingin menjadi astronot?” Wookie jelas jelas kaget, masa iya Hangeng lupa sama cita citanya sendiri

Hangeng meringis saat mendengar kata kata ‘astronot’, “aku sedang memikirkan ulang tentang itu” Ia menundukkan kepala tidak berani menatap Wookie

“Ha?!” Wookie langsung menaruh telapak tangannya di dahi Hangeng, “kamu ngga lagi demam? Atau tadi pagi kejedot tembok?” tanyanya bertubi tubi

“Kok jadi menghina aku sih?!” ujar Hangeng sambil menepis tangan Wookie, “lah kamu…kenapa jadi berubah…” suara Wookie melembut, “itu cita cita kamu dari dulu kan”

Hangeng hanya bisa menghela nafas. Matanya menerawang ke langit langit kelas, “itu dulu, sekarang beda….” Bisik Hangeng yang membuat Wookie makin bingung

ada apa dengan Hangeng? tanya Wookie dalam hati

“Kamu nulis apa? Tentang cita cita?” Kyuhyun melongok ingin tahu ke kertas Sungmin

‘Menjadi istri yang baik’

Tulis Sungmin sederhana

“itu bukan cita cita namanya” tegur Kyuhyun. “maksudmu?” Sungmin berbalik melihat isi formulir milik Kyuhyun

‘Menjadi Pengusaha yang sukses’

Tulis Kyuhyun singkat

“Pengusaha?” Sungmin mendelik tidak percaya, “ada yang aneh?” Kyuhyun heran dengan sikap Sungmin—seakan akan meremehkannya. “Bukan begitu Kyu, cuma kamu lebih pantes jadi atlit basket deh, kan jago” usul Sungmin terus terang

Kyuhyun berpikir keras, “Minnie, kalo aku jadi atlit basket, anak kita mau di kasih makan apa?” Kyuhyun meraih tangan Sungmin sambil mengelusnya memutar, “kita kan ngga bisa bergantung dari uang Appa seumur hidup, aku harus mencari pekerjaan untuk menghidupimu dan anak kita nantinya” jelas Kyuhyun bijak

Kedua mata Sungmin meredup, “mungkin seharusnya kita ngga usah nikah dulu” ia mendesah kecil. Perkataan Sungmin kontan membuat Kyuhyun marah, “tidak! Bukan begitu maksudku, aishhh…” Kyuhyun bingung bagaimana menjelaskannya, “aku menikahimu adalah sesuatu yang seharusnya ada, dan aku tidak menyesal” Kyuhyun menatap tajam Sungmin, “jadi jangan ngomong ngelantur kayak tadi, mengerti?”

“Mengerti” Sungmin mengulas senyum terbaiknya. “Nah sekarang ganti cita citamu itu” Kyuhyun menghapus tulisan Sungmin kemudian menyuruhnya menulis ulang, “memang kenapa sih dengan cita citaku yang ini?” tanya Sungmin heran

“karena kamu udah jadi istri yang baik untukku” jawab Kyuhyun tenang

Spontan wajah Sungmin memerah karena ucapan Kyuhyun barusan. Ia menggeleng kecil dan lanjut menulis ulang….

Chulie mencoret coret kertas angket itu dengan lemas, tidak di tanggapi panggilan Kibum dari samping. Setelah selesai Chulie mengedarkan pandangan ke Kyuhyun—menatapnya lama

ZINGGG

“Iya, iya” jawab Kyuhyun tanpa menoleh ke Chulie. “ha? Kamu ngomong sama siapa?” tanya Sungmin sambil mengangkat wajahnya

Kyuhyun mengedik ke depan, “Itu Heenim, pasti mau curhat ke aku” jelas Kyuhyun. Sungmin makin mengerutkan dahi, “tapi aku ngga denger Chulie ngomong?”

Kyuhyun memutar mata ke atas, “gimana jelasin ke kamu, dari dulu kami biasa begini jika salah satu ada masalah pasti curhat ke yang lain, entah semacam hubungan batin” Sungmin mulai mengerti, “kembar—memang tidak terpisahkan” gumamnya

“Tapi pasti ada masalah serius” Kyuhyun mulai cemas, “dia ngga biasa kayak gini, semenjak aku punya kamu dan dia punya Kibum, kami ngga pernah membagi masalah lagi” Kyuhyun makin tidak konsentrasi untuk mengisi lembaran miliknya—karena memikirkan Chulie

“Ya anak anak, kumpulkan semua isian ke Ibu, Siwon tolong kamu tagih ke anak anak” perintah Ibu Aida dari depan

Siwon dengan segera menarik kertas dari meja ke meja, tak butuh waktu lama kertas telah terkumpul rapi di tangan Bu Aida

Bu Aida meneliti satu persatu jawaban yang di berikan murid muridnya, ia membalik balik dengan sikap tidak percaya, “Kalian!!” ucapnya dengan suara bergetar marah

“Apa ini??? Kyuhyun, Sungmin, Kibum, Heechul, Ryeowook, Hangeng!!! Kenapa cuma kalian yang nulis ngawur begini?!” bentak Bu Aida emosi

Mereka—yang namanya di panggil hanya bisa menunduk, sepertinya memang jawaban yang di tulis asal asalan—alias tanpa berpikir panjang

“Kyuhyun! Kamu nulis, jadi apa saja asal bisa ngasih makan istri dan anak?!!!” Bu Aida membaca satu persatu hasil tulisan mereka

Kyuhyun semakin menunduk, belum pernah ia di permalukan di depan umum seperti sekarang

“Ini lagi!! Istrinya kompak banget, Aku akan mendukung apapun cita cita suamiku!! Ya!! kalian berdua??” Bu Aida kehabisan kata kata untuk mengomeli pasangan pasutri muda ini

Sungmin tersenyum pasrah—habis memang itu kenyataan yang sebenarnya

“Kibum! Kamu juga! Jawab apa ini : liat nanti aja, kedepannya gimana” Bu Aida melotot ke arah Kibum, “apa maksud kamu??”

Kibum cuek saja menanggapi teguran Bu Aida, mungkin ia sendiri kesal karena dari tadi Chulie mendiamkannya tanpa tahu apa ada yang salah

“Chulie!!!! Kenapa kamu tulis, ngga jelas?Kamu memangnya ga punya cita cita apa??” Bu Aida menarik nafas berat—capek juga marah marah ke mereka

Chulie hanya melirik sesekali pada Kibum dan kembali menunduk

“Hangeng sama Wookie?!!! Ibu tahu kalian berdua pacaran, tapi ga usah serasi begini dong!!! Masa sama sama nulis BLANk??!! Aaaarrgghhh” Bu Aida menahan diri supaya tidak menjabak diri sendiri karena stress

*sama bu saya juga stress* #author curhat

“Pokoknya kalian berenam harus tulis ulang!! Dan ingat besok kembali dikumpulkan kepada saya!!! Dan harus serius mengisinya?!!!!” Bu Aida terengah engah seolah dia berlari radius 60 km

“Ngerti?!!!!”

“Ngerti bu” jawab mereka serempak

Jam istirahat

“Ada apa Heenim?” tanya Kyuhyun ketika mereka telah sampai di pojok kantin. Chulie sengaja meninggalkan Kibum di kelas sendirian sedangkan Sungmin sedang makan di seberang—memberi privasi buat mereka berdua

Chulie memajukkan bibirnya, “Kyu” panggilnya kecil—Chulie mendekap tubuh Kyuhyun, “aku mau curhat” kata dia masih dengan nada pelan

“iya apa?” tanya Kyuhyun sabar, Chulie melepaskan pelukannya, “Kibum….” Ia memulai bercerita, “Kibum kenapa? Dia nyakitin kamu??” Kyuhyun langsung mengambil kesimpulan

“Ngga” Chulie langsung menggeleng

“terus apa?”

Chulie menimbang nimbang sejenak, “Kibum belum pernah menciumku” curhatan dari Chulie malah membuat Kyuhyun tertawa terbahak bahak

“Hahahahaha, Heenim…Heenim, ku kira ada masalah serius, ternyata hanya ini toh” Kyuhyun mengelap air mata yang merembes saking lepasnya ia tertawa. Chulie menatap murka pada Kyuhyun, “maksudmu ini sepele??? Bayangkan gimana jadinya kalau Minnie mengelak setiap kau memintanya berciuman? Apa kamu ngga curiga??” Chulie membalikkan keadaan.

Kyuhyun spontan langsung terdiam membeku, “aku akan meminta alasannya sampai jelas” ucapnya dingin, “tapi aneh juga, ku kira kalian lebih sering melakukannya di banding kami” Kyuhyun mulai berpikir, “nanti akan kutanyakan pada Kibum”

“Tapi,” Chulie melihat ke sekeliling, “jangan bilang dari aku—aku malu”

“Iya iya” Kyuhyun berlari menghampiri Sungmin yang masih makan sendirian, “Minnie aku mau ketemu Kibum, nanti balik ke kelas duluan aja”

“Hmmpph” Sungmin hanya mengangkat jari jempolnya karena mulut Sungmin penuh dengan makanan dan tidak bisa berbicara

Kyuhyun segera kembali ke kelas untuk menemui Kibum, dari ujung dekat UKS, Hangeng malah berjalan menuju ke arah Kantin. Ia yang sedang galau melihat Sungmin sendirian langsung ikut duduk di depannya

“Boleh ikut makan bareng ngga?” tanya Hangeng sambil tersenyum manis, “boleh kok” jawab Sungmin setelah berhasil menelan dua bakso urat ukuran besar sekaligus

“Wookie mana?” tanya Sungmin heran karena Hangeng sendirian sama seperti dirinya, “ke perpus” jawab Hangeng cuek

“Kenapa sih dengan kalian, Chulie diam diam an sama Kibum nah sekarang kamu sama Wookie juga begitu” Sungmin menyelidik ingin tahu

Hangeng mengaduk makanannya sebentar, “aku berhenti meneliti alien” jelas Hangeng tanpa menatap Sungmin. “Apa??? Kok bisa?!” Sungmin menjatuhkan sendok ke pinggir mangkuk

__

“Hangeng berubah” gumam Wookie dalam hati

Padahal baru kemarin mereka berjalan jalan, berkencan sambil meneliti fosil fosil alien, tapi kenapa Hangeng mendadak berubah haluan ketika mengisi lembar yang tadi di berikan

Selama ini Wookie menghormati keinginan Hangeng meskipun rasanya mustahil. Tetapi Wookie tahu, kalau Hangeng serius dengan cita citanya. Namun sekarang….kenapa semua begitu cepat menguap, hilang..

Wookie terus bergelut hingga sampai di depan Kantin

“Aku memikirkan Wookie”

Suara Hangeng tidak sengaja tertangkap oleh Wookie. Segera saja ia berhenti melangkah dan malah sembunyi di balik dinding tidak jauh dari tempat Hangeng dan Sungmin berbicara

___

“Memangnya ada apa dengan Wookie?” tanya Sungmin heran—namun kembali melanjutkan menghabiskan makanannya.

Hangeng menatap sendu jauh, “aku beruntung memiliki yeoja seperti dia” katanya jujur

Wookie yang mendengar itu tersentak tidak percaya

“Dia mendukung seluruh yang aku inginkan, menemaniku kemanapun, melakukan hal konyol bersama” Hangeng tertawa bahagia ketika memutar kembali memorinya

Namun sedetik keceriaan Hangeng hilang, “tetapi aku harus berpikir tentang masa depannya juga” ucapnya mulai masuk ke inti pembicaraan

Sungmin meneguk habis kuah bakso, mengelap mulut dengan punggung tangannya baru kembali fokus dengan curhatan Hangeng, “maksudmu?”

Wookie juga menunggu nunggu jawaban di balik sikap aneh Hangeng tadi siang

“Aku serius dengan Wookie” lirihnya sedih

Wookie terperangah dari balik tembok

“Coba bayangkan Sungmin, di satu sisi aku ingin sekali menjadi astronot dan menemui alien di luar angkasa, tapi di sisi lain, aku harus bisa memberi kepastian masa depan dengan Wookie” Hangeng menatap lurus ke depan— ke arah Wookie, walaupun ia sendiri tidak sadar akan hal itu

Hangeng menghela nafas berkali kali, “menjadi astronot itu butuh waktu yang lama—aku mungkin baru menikahi Wookie 12 tahun kemudian..ck ck…keburu di ambil orang nanti” Hangeng menarik rambut serta menggaruknya frustasi

“Oh jadi ini yang bikin kamu ngasal ngisi jawabannya” celetuk Sungmin paham

“Iya, eh si Wookie malah ngambek karena aku ngga mau jadi astronot lagi, dan ikut ikutan nulis Blank di kertas angket” dengus Hangeng kesal

“Dasar, kenapa semua lelaki itu bodoh” Sungmin geleng geleng kepala menanggapi curhatan Hangeng, “Ya!! Kau kok malah balik mengataiku!!” rasa percaya diri Hangeng sebagai lelaki terhina.

Sungmin menatap lekat lekat ke arah Hangeng sambil mencondongkan diri ke depan, “kenapa ngga diskusiin ini sama Wookie? Siapa tahu dia memang tulus ingin membantumu menjadi astronot? Kenapa sih kalian—para pria suka mengambil keputusan sendiri tentang kami” Sungmin ingat dengan sifat Kyuhyun yang terkadang keras kepala

“Kasian Wookie, kalau tahu kau menyembunyikan hal ini darinya” bisik Sungmin membujuk.

“Menyembunyikan apa?” tanya Hangeng balik

“Fakta kalau kau memang mencintainya dan ingin menikah dengannya” jelas Sungmin. Ia berdiri untuk membayar kemudian beranjak pergi hendak meninggalkan Hangeng, “sudah sana, beritahu dia” masihat Sungmin

“Sekarang?” mata Hangeng membulat lebar, “sekarang!” balas Sungmin gemas, ternyata ada orang yang lebih bodoh darinya meskipun dalam arti tertentu

Sementara itu di kelas XI 3

“Kibum” Kyuhyun menepuk pundak Kibum dari belakang, “eh?” suara Kibum pelan—ternyata dia dari tadi sedang melamun tidak jelas

“kenapa sampai sekarang lo ngga mau nyium Heenim?” tanya Kyuhyun blak blakan sambil duduk di kursi Chulie

“Huatchimmmm” Chulie mengusap hidungnya, “Kyu!!! Kau ingkar janji!!! Katanya ngga bawa bawa nama gwwww!!” teriak Chulie kencang

“Mwo??” Kibum membelalakan matanya—kaget tiba tiba di tanya seperti itu, “pasti Chulie yang cerita” Kibum tertarik dengan pertanyaan Kyuhyun, “jadi itu alasannya Chulie nyuekin gw seharian?” selidik Kibum

Kyuhyun mengangguk setuju, “Iya…dia…agak curiga sih” Kyuhyun tidak enak menjelaskannya, “dia kira….lo….ya gitu..” ia menggerakkan tangan tidak beraturan—mengharap Kibum mengerti maksud ucapannya

“Oh” Kibum tertawa miris, “jadi cuma gara gara itu?” Kibum memandang Kyuhyun serius, “Kyuhyun, asal lo tahu. Gw tuh gugup banget deket sama Chulie, apalagi kalo di suruh mencium dia” Kibum merasa ironis, padahal di depan orang banyak ia dan Chulie kelihatan romantis tetapi ternyata…

“Pas ngelamar Chulie di Swiss aja, lutut gw langsung lemas pas harus ngomong ‘Would you marry me?’” jelas Kibum lebih lanjut

“Hahaha, serius lo?” tanya Kyuhyun asyik mendengarkan curhatan Kibum—kan biasanya dia yang bercerita

“serius” ucap Kibum meyakinkan, “gw sih mau aja nyium dia tapi…” Kibum mendelik sekilas, “yang ada gw malah lari nanti—kabur saking gugupnya”

“Hmmm, aneh” kali ini Kyuhyun yang merasa heran, “kok gw ngga kayak gitu ya sama Sungmin? Gw mau nyium nyium aja, ngga pake gugup atau gimana”

“Hahahaha, enak banget lo!!” Kibum meninju pelan pundak Kyuhyun—iri dengan sahabatnya itu, “kasih tahu gw dong rahasianya?” tanya Kibum setengah bercanda

“mau tahu?”

Kibum mengangguk pasti

“Nih rahasianya” Kyuhyun berbisik di telinga Kibum

“bener berhasil ngga?” wajah Kibum mulai menampakkan sikap percaya diri setelah selesai mendengar ‘nasihat’ Kyuhyun

“Berhasil! Buktinya Sungmin sering gw cium, hahaha” Kyuhyun tertawa licik

TING TONG

Bel masuk berbunyi

Wookie dan Hangeng berbarengan datang walau tidak saling menyapa, sedangkan Chulie bersenda gurau dengan Sungmin sambil melangkah masuk kelas—namun Chulie berhenti ketika melihat wajah Kibum

“Kyu, ada apa dengan Chulie?” tanya Sungmin duduk di kursinya, Kyuhyun mengangkat bahu lalu balik menatap Sungmin, “itu urusan mereka” bisiknya

Mereka semua sejenak melupakan masalah masing masing dan kembali berkonsentrasi mendengarkan pelajaran selanjutnya

***

“Hangeng” panggil Wookie ketika mereka pulang sekolah

Hangeng biasa mengantarkan Wookie hingga depan rumah, tetapi kali ini Wookie menyuruhnya untuk menunggu di depan gerbang sekolah yang mulai sepi karena anak anak sudah pulang semua

“ya?” tanya Hangeng menoleh ke arah Wookie

PLAKKK

Tamparan keras dari Wookie berbekas di wajah Hangeng

“Kenapa kau menamp—

PLAKKK

Wookie menampar pipi satunya lagi

Wajah Hangeng memancarkan rasa amarah, “Kau—?!” ia menunjuk keras ke arah Wookie

“gimana, sudah sadar?” Wookie malah bersikap tenang—seolah olah tidak terjadi apa apa, “sadar? Kenapa sih kamu bersikap aneh begini?!” suara Hangeng meninggi

“Kenapa kamu ngga ceritain semuanya, kenapa harus aku menguping dulu di kantin tadi, baru bisa dengar apa yang kamu pikirkan” jerit Wookie meluapkan semua perasaannya, “kukira kita pacaran, ternyata…eh” ia menghela nafas—mengejek Hangeng

“Wookie…” bujuk Hangeng merasa bersalah

Wookie terluka, rasanya ingin sekali menampar Hangeng berkali kali, supaya tidak berbuat bodoh seperti tadi, “kamu masih mau jadi astronot?” selidiknya

“Aku mau…tapi—

“ya sudah, kamu harus mengejar cita cita kamu” ucap Wookie tegas

“Tapi Wookie” ujar Hangeng memelas

“Tidak ada tapi tapian” Wookie memainkan jarinya di depan wajah Hangeng, “aku juga akan mengejar impianku” Wookie melirik Hangeng yang semakin bingung dengan sikap kekasihnya, “menjadi co pilot, agar bisa bersamamu terbang ke luar angkasa” celetuk Wookie bersemangat

“EH?” giliran Hangeng yang terkejut. “Iya, makanya kamu tuh jangan ngasal mengambil keputusan” sekarang Wookie menggandeng tangan Hangeng sambil mengajaknya keluar sekolah, “siapa tahu kita bisa menikah di planet Mars” Wookie mengedipkan sebelah mata, membuat Hangeng tertawa keras, “Hahahahaha, mungkin”

Hangeng menatap Wookie sambil tidak berhenti tersenyum lalu berjalan mengimbangi langkahnya, “aku memang tidak salah memilihmu” bisik Hangeng

Wookie menyandarkan kepalanya ke pundak Hangeng dengan manja, “kan kita pasangan teraneh abad ini” ia mengulas senyum—senyum bahagia karena telah menemukan mimpinya sendiri

Rumah kediaman keluarga Cho

Ruang tamu penuh dengan canda tawa dan suka cita, hal itu di sebabkan orang tua Chulie dan Kyuhyun yaitu Donghae dan Eunhyuk mengundang orang tua Sungmin, Kangin dan Teuki untuk makan malam bersama. Memperingati hari ‘baikan’ mereka berdua

Chulie yang tidak mau bergabung berdiam diri di kamar sedang kalut karena Kibum biasa biasa saja menanggapi ‘mogok bicara’ Chulie

“Telepon ngga ya?” Chulie mondar mandir di kamar, tangannya menggenggam handphone. Bingung—apakah menunggu Kibum duluan menghubunginya atau Chulie yang membatalkan perang diam ini?

“Aisshhh Kibum bodoh!!!! Cepat telepon aku” Chulie terduduk sambil menahan tangis karena rindu dengan Kibum

Derai tawa di lantai bawah seakan akan mengejeknya, walaupun Chulie tahu ayah ibunya tidak sengaja melakukan hal itu—tetapi…..kok dia merasa sepi sendiri

“Tapi Teuki-shii” Eunhyuk memotong pembicaraan tentang teman teman mereka yang sudah memiliki cucu, “kapan nih giliran kita?” tanyanya merajuk

“Iya, Eunhyuk-shii” Teuki menyeruput tehnya sebentar, “padahal aku tidak sabar ingin menggendongnyaaa” ujarnya frustasi

Kangin berselonjor di sebelah Teuki dengan nyaman, “ah tapi aku dan Donghae-shii sudah pesimis” ia bertukar pandang dengan mereka bergantian, “kalian tidak tahu saja kalau Kyuhyun dan Sungmin tidak melakukan apa apa, Paling mereka sedang belajar atau tertidur pulas kalau malam” Kangin dan Donghae saling mendelik sambil menghela nafas pasrah

“tapi” kata Eunhyuk dengan pandangan mengerling, “kita kan tidak tahu—kalau belum melihat langsung, ingat tidak waktu kita pulang kemarin” Ia menaikkan alis sebelah, Teuki yang tahu langsung menyambung ucapan Eunhyuk, “mereka berdua pasti sedang….hehehehhe” katanya tertawa senang

Donghae langsung duduk tegak, “maksud Teuki-shii mereka ada kemajuan begitu?” tanyanya kaget, Eunhyuk mengangguk sebagai jawabannya, “benar sayang”

Kangin ikut tersenyum sumringah, “bagaimana kalau kita lihat sendiri, daripada harus berprasangka tidak jelas kayak sekarang” usulnya

“Berarti kita sekarang harus ke rumah Sungmin dan Kyuhyun” tanpa ba bi bu Eunhae dan Kangteuk bersiap siap menuju ke rumah anak anak mereka

Chulie yang melihat tingkah orangtuanya hanya bisa geleng geleng kepala, Chulie tadinya ingin menelepon Kyuhyun untuk memberitahu tetapi tidak jadi karena tiba tiba bel rumah berbunyi

Tiing

“Masa mereka balik lagi” gumam Chulie, “sebentar” suara Chulie agak berteriak. Ia turun dari lantai 2 untuk membuka pintu

KREKK

“Kibum?” Chulie terkejut, “tumben malam baru main kesini” ucapnya sambil menunduk salah tingkah

Kibum hanya tersenyum kecil melihat tingkah Chulie tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Hening

“Kamu ngapain ke sini kalo cuma diem doang” Chulie mulai jengkel—karena Kibum tidak juga berbicara

Kibum menghela nafas sambil mengingat ingat ucapan Kyuhyun tadi siang waktu istirahat

=Lo harus memastikan kalau dia tidak siap di cium=

Itu pelajaran pertama dari Kyuhyun

“Ng, hehehe, Orang tuamu kemana? Kok sepi banget” ucap Kibum berbasa basi. “Oh—mereka mau mengunjungi Kyuhyun bersama orang tua Minnie juga” jelas Chulie seraya melirik ke meja tamu yang berantakan

Pelajaran kedua dari Kyuhyun

=panggil nama dia, memastikan agar wajahnya sejajar denganmu=

“Chulie” panggil Kibum dengan suara gugup

“Ya?” Chulie kontan menoleh tepat ke arah Kibum

Pelajaran ketiga masih dari Kyuhyun

=karena lo gugupan, cepat cium dia dengan kilat=

Kibum langsung meraih wajah Chulie mendekat, Ia mencium bibir Chulie dalam dalam

“saranghae” bisik Kibum ketika dia melepaskan tautan bibir mereka, mata Chulie membulat reaksi akibat tindakan Kibum

“Kibum” Chulie keliatan syok

Kibum yang gelagapan malah mundur perlahan, “aku pulang dulu” balasnya. Tanpa menunggu jawaban dari Chulie, Kibum berlari kencang. Meninggalkan Chulie yang masih mematung di depan pintu rumah

“Dia menciumku?” tanya Chulie sambil menyentuh bibirnya, “dia akhirnya menciumku!!!!!” Chulie berteriak keras dan menari nari bahagia di teras rumah, Chulie baru berhenti ketika handphone di sakunya bergetar

One message

From : My Kibum

‘Maaf aku langsung pergi, menciummu adalah pelajaran tersulit seumur hidupku. Mudah mudahan besok kamu tidak ngambek lagi dan mau ku jemput ke sekolah. From your prince—Kibum^^’

Chulie tersenyum riang, tangannya dengan lincah membalas message dari Kibum

‘dan aku menyukainya…mungkin lain kali aku tidak akan menyulitkanmu lagi. Besok ku tunggu di depan rumah seperti biasa. From your lady—Chulie^^’

-Message Sent-

___

“Selesai” Sungmin meletakkan lembar angketnya di sudut meja, di sebelah Sungmin, Kyuhyun masih fokus menulis

“aku selesai” Kyuhyun menukar angket mereka masing masing untuk di baca, “ck ck ck Minnie…Minnie….cita citamu tetap tidak berubah, hanya bertambah satu…” Kyuhyun mulai menyerah untuk memaksanya kali ini

“Aku suka dengan cita cita mu Kyu” Sungmin mengambil angket mereka berdua kemudian menaruhnya dengan rapi di atas buku buku pelajaran

Kyuhyun menatap penuh arti ketika Sungmin sedang sibuk mengatur meja belajar. Sungmin yang sadar di tatap lama langsung menoleh, “kamu kenapa lagi?” tanyanya sangsi

Tanpa basa basi Kyuhyun mendekat lalu mencium Sungmin sekejap

“Hmm, kok aku ngga gugup juga” gumam Kyuhyun, Sungmin yang sadar sehabis di cium mendelik heran, “kamu kenapa sih?”

“Kibum, dia gugup banget pas mau mencium Heenim” Kyuhyun meneliti wajah Sungmin seksama, “padahal aku juga sayang sama kamu…tapi….” Kyuhyun melihat lebih dekat

“tiap orang kan beda beda Kyu” Sungmin kembali sibuk membenahi alat tulis, “jangan di samakan” ujarnya

CKLEK

Bunyi pintu depan terbuka

“Kyu, kamu denger ngga bunyi barusan?” pekerjaan Sungmin terhenti—matanya membelalak ketakutan karena mengira rumah ini berhantu

Kyuhyun melongok ke arah dapur, “ngga ada siapa siapa, kucing tetangga kali” tebaknya.

“Mungkin” Sungmin memasukkan buku buku untuk besok ke tasnya dan Kyuhyun bergantian. Kyuhyun duduk lagi sambil menatap Sungmin kembali

“Cita cita kamu tuh terlalu dangkal Minnie” celetuk Kyuhyun tiba tiba

Sungmin menaikkan sebelah alisnya, “kenapa?” Kyuhyun menarik bangkunya ke arah Sungmin, “kalau cuma ingin punya anak sih aku bisa mengabulkannya” goda Kyuhyun sambil tersenyum lebar

Sungmin diam membeku di tempatnya

Kyuhyun memainkan pulpen di tangan, senyumnya makin lebar karena Sungmin mulai mengerti maksud Kyuhyun sebenarnya

“Gimana, mau ngga?” Kyuhyun mencari cari mata Sungmin yang melirik ke samping kanan terus menerus

Sungmin tidak berani menatap Kyuhyun, wajahnya mulai merona merah sedangkan tangannya mengeluarkan keringat dingin

“Aku mau!!!!”

“Eh?” terang saja Kyuhyun kaget—padahal ia cuma menggoda Sungmin, tapi ternyata Sungmin sendiri….

“Kyu, itu bukan suaraku” ucap Sungmin membuyarkan lamunan Kyuhyun. “Bukan kamu? Terus siapa??” tanya Kyuhyun keheranan

“Aduh, Minnie tinggal bilang ‘aku mau’ kok susah, ngga kasian sama Umma nih yang ngebet mau nimang cucu!!!” ceplos Teuki—kepalanya menyembul dari luar pintu kamar Kyuhyun dan Sungmin

“UMMA???” teriak Kyumin bersamaan

“Aishhh, kau sih, kita jadi ketahuan kan” bisik Kangin di sebelah Teuki

“Iya” Donghae setuju, “padahal sedikit lagi tadi”

“APPA, UMMA????” Dengan kasar Kyuhyun membuka pintu kamar lebar membuat Eunhyuk, Donghae, Teuki, Kangin terjatuh ke lantai

Mereka nyengir sambil bangkit berdiri, “kami tadi mau mampir kemari” elak Eunhyuk, “ngga sengaja ngintip kok” ucap Kangin yang sudah pasti di tolak mentah mentah oleh Kyuhyun

“Kalian???? Kenapa bisa masukk??” Suara Kyuhyun emosi, orangtuanya kali ini benar benar keterlaluan

“Kan rumah ini kami yang beli, jadi ada kunci cadangan deh hehehe” jawab Donghae ngga tahu malu

“Ke…Keluar?!!!!!” tanpa rasa hormat Kyuhyun mengusir ke dua orang tua mereka dari rumah dan langsung mengunci pintu

“Minnie, besok ingetin aku untuk ganti seluruh kunci rumah, gila aja…masa anak sendiri pake di intip!!” jerit Kyuhyun ketika menghambur kembali ke dalam kamar. Sungmin sebenarnya merasa lucu dengan tindakan orang tua mereka, hanya terdiam, takut kalau Kyuhyun tambah marah melihat Sungmin yang tidak mau ambil pusing

“Jangan begitu Kyu, kan maksud mereka baik…mereka hanya ingin memiliki cucu, apa yang salah dengan itu?” bujuk Sungmin dengan pelan

Kyuhyun mendengus lalu membanting diri di atas kasur, “tapi ngga pake ngintip segala”

Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin, bibirnya berbisik tepat di telinga Sungmin, “aku juga ingin punya anak secepatnya” Ia mencium kepala istrinya dengan lembut, “tetapi kalau sudah waktunya nanti” kata Kyuhyun tenang

“Hmm….aku setuju denganmu” Sungmin bergelung hangat di tubuh Kyuhyun. Mereka tidur dengan damai sambil menunggu datangnya pagi

***

“Kumpulkan semua angket yang tersisa sekarang ke atas meja Ibu!” perintah Bu Aida. Segera Kyuhyun menyerahkan lembar angketnya dan Sungmin, di belakang Kibum dan Hangeng menyusul

Bu Aida langsung membaca formulir itu—berusaha meyakinkan jika kali ini mereka tidak main main menulis lembar cita cita sebagai panduan di kelas XII nanti

Bu Aida tersenyum membaca satu persatu tulisan anak anak didiknya, “Gini dong, bagus—tidak ngasal seperti kemarin” Bu Aida menaruh angket itu di atas map lalu bersiap mengajar matematika pada jam pertama

“Kita mulai belajar”

Kertas kertas itu mencuat sedikit, menggoreskan tulisan dari sebagian kecil murid Kelas XI-3 tentang masa depan mereka

Kyuhyun

‘Aku ingin meneruskan usaha Appa sekaligus menjadi pelatih Timnas Basket’

Sungmin

‘Aku ingin mempunyai anak dan menjadi ibu serta istri yang baik untuk keluarga’

Kibum

‘Aku dan Chulie ingin mendirikan sanggar Taekowondo berdua’

Chulie

‘Aku akan menjadi pelatih sekalgus manajer di sanggar yang akan kami bangun berdua’

Hangeng

‘Aku akan belajar keras supaya menjadi astronot lebih cepat lalu menikah dengan Wookie’

Wookie

‘Aku ingin menjadi co pilot khusus untuk Hangeng biar dia tidak terbang sendiri ke luar angkasa, ps : siapa tahu kami bisa berbulan madu di sana’

Kertas kertas itu kembali tertata rapi, namun ada satu kertas yang terbang agak tinggi jika Bu Aida tidak menahannya langsung di bawah tempat pensil

Tulisan rapi terpampang jelas di angket itu

Siwon

Aku ingin menjadi Manajer Keuangan di Bank Devisa, tetapi cita cita dalam waktu dekat….aku ingin sekali punya pacar..

TBC

15 responses to “≈No Other Like U-Twenty Six-{Future}≈

  1. hey…. bukankah cita2 mereka itu romantis… itu gurunya aja yg sirik..

    wkwkwkwk
    apaan tuh cita2 terakhir siwon? pengen punya pacar??

  2. kyaaaaaaaaaaaaaaa~ mereka *nunjuk2 kyumin* dewasa banget yah.. seneng bangettt…>___<

    kasiannya won2, ckckckckc~ hahaha.. kpok tuh ukenya *lirik kibummie* jadi cownya chillie, hahaha…

  3. Omoo~ Cita”nya Wonie pengen punya pacar, ama aku aja bang..wkwk
    Ngakak dah…xDD
    Nice ff..

  4. wuaww!!! keren” y cita”ny🙂 sng deh ahhaha~ ^^
    siwon kasian y😦 sma ak aj yu won

  5. kyumin,hanwook,kichul pda kompak ya,
    pra ortu sng bgt ngintip kyumin,,
    kpn ya kyumin punya ank,ga sbr jga sih.

    wonppa pgn punya pcr,kacian msh jomblo ya

  6. kasian Chullie….mesra’y dah ga ketulungan eh ga prnah ciuman ckckck kalah ma KyuMin!
    yg udah nikah~ cita” lain yah ama yg msh pacaran*lirik KyuMin*hehe
    pada aneh” tapi seru hahaha

  7. aigooo kibum ternyata orangnya gugupan.. tapi akhirnya heenim di cium juga ama kibum.
    hangeng hangeng jadi itu masalahnya? tapi untung juga wookie orangnya pengertian🙂
    tuh umma sama appa kok seneng banget gangguin kyumin. makannya kyumin cepet cepet punya anak biar ga di gangguin terus ama orang tuanya.
    kyumin semoga apa yang di cita cita kalian terkabul🙂
    siwon juga semoga dia cepet cepet punya pacar..

  8. hahaha.. …cita2 siwon yg terakhir lucuuuuuu

    ayo donk kyumin bwt anak
    biar para orang tua senang

  9. Aigooo… Lucu bgt liat tingkah pasangan kichul…😀 kibum grogi gitu mo nyium chullie…

    Ortunya kyumin kurang kerjaan bgt sich, msk ank sendiri diintipin, jd jgn salahkan kyu yg ngeluarin evilnya tuk ngadepin mrk.. Kekekeke🙂

    Lucu bgt liat cita2 siwon, hahaha😀
    Aku ingin menjadi Manajer Keuangan di BankDevisa, tetapi cita cita dalam waktu dekat….aku ingin sekali punya pacar..
    Hahaha, ngakak baca nya😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s