≈No Other Like U-Twenty Seven-{Mature}≈

Sungmin jalan maju mundur. Ia ketakutan karena hingga kini Bu Aida belum memanggil namanya. Kyuhyun yang dari tadi diam saja, mulai jengah, “duduk aja kek” ucapnya jengkel

Sungmin menggigit jari dan mengintip ke dalam kelas, “ngga bisa! Sebelum keluar hasil raport! Aku takut ngga naik kelas!”

Kyuhyun hanya bisa memutar kedua bola mata, kekhawatiran Sungmin terlalu berlebihan. Bagaimana mungkin—oke memang ada peluang tidak naik kelas, tetapi itu sangat kecil. Mengingat semenjak menikah Kyuhyun tidak pernah absen mengajari dan menyuruh Sungmin mengulang pelajaran tiap hari

“Kubilang duduk!” karena tidak sabaran, Kyuhyun menarik tangan Sungmin. Bahkan dia masih tidak tenang meskipun Kyuhyun memegang tangannya erat erat. “Kamu sih enak, masih peringkat pertama satu angkatan” ucap Sungmin mendelik, ia mengayunkan kedua tangan mereka yang tertaut untuk menghilangkan kepanikan, “kalau aku……”

“di bilang tenang aja!” suara Kyuhyun agak meninggi, “kamu pasti naik kelas, kalau Yesung tuh, dia sih mungkin banget tinggal kelas untuk kedua kalinya” Kyuhyun tersenyum jahat ketika berbicara seperti itu

__

Yesung berjalan gelisah di dalam ruang kelasnya. Ia memegang sebuah kertas rapor yang harus di tandangani oleh orang tua. Yesung menatap nanar sambil mulutnya tidak berhenti komat kamit, berharap tulisan di raport itu salah besar. Bagaimana bisa, untuk kedua kalinya Yesung gagal naik kelas?, aisshhh padahal dia tidak menyon—maksudnya tidak menyontek sebanyak dulu, paling dua tiga kali…itu pun tidak ketahuan. Apa Yesung benar benar bodoh? Lebih dari Sungmin?

“Pasti ibuku akan memukul pantatku lagi” keluh Yesung, sampai saat ini dia tidak berani pulang membayangkan wajah Ibunya yang mengkerut marah. Yesung berjalan ke atas—mau ke loteng untuk menenangkan diri. Tidak sengaja ia lewat beranda ruang kelas Kyuhyun dan Sungmin yang berada di lantai 2, dan Yesung mendengar ucapan Kyuhyun yang membawa bawa namanya

“kamu pasti naik kelas, kalau Yesung tuh, dia sih mungkin banget tinggal kelas untuk kedua kalinya” ucap Kyuhyun yang terdengar merendahkan. Yesung sontak bergetar marah—masih dendam karena berkat mereka berdua, Yesung jadi bulan bulanannya Bu Tukinem.

“Tapi Kyu, tetap saja aku takut tidak naik kelas” Sungmin gugup memegang tangannya di dalam tangan Kyuhyun, sesekali mengintip ke dalam ruangan, menunggu gilirannya tiba. Yesung yang dari dulu ingin membalas Sungmin dan Kyuhyun, punya ide bagus, “hmm, mungkin kau harus merasakan yang namanya tidak naik kelas itu, Lee Sungmin” bisiknya licik

Yesung berputar, tidak jadi naik ke atas loteng buat bunuh diri. Dia menempelkan tubuh ke arah tembok, berusaha supaya tidak terlihat oleh mereka berdua. Setelah memastikan Kyuhyun dan Sungmin tidak melihat kedatangannya, Yesung langsung masuk ke dalam kelas XI-3, di sana ada Bu Aida yang baru selesai memberikan hasil raport pada Hangeng

“Ada apa kamu kemari?” tanya Bu Aida heran melihat Yesung, “Ini bu, Ibu di panggil sama Bu Tukinem, ada hal penting yang mau beliau bicarakan” ucapnya berbohong dengan lancar

“Baiklah” Bu Aida mendesah perlahan lalu bangkit berdiri menuju ruang guru yang terletak di lantai dasar—dekat UKS

Yesung yang melihat kesempatan itu tidak membuangnya sia sia, Ia mencari raport Sungmin di atas meja sambil melirik keluar agar tidak ketahuan. “Ini dia” Yesung membuka file lalu menggoreskan sesuatu di situ

‘Tidak naik kelas’

Yesung tersenyum licik, “kita lihat, siapa yang sebentar lagi akan berduka” selesai itu Yesung pergi diam diam ketika menutup pintu kelas Sungmin

__

“Lee Sungmin”

“Ya?”

“Selamat ya” Bu Aida menyerahkan file raport Sungmin dengan senyum sumringah

“Tuh kan, apa ku bilang kamu pasti naik kelas, khawatirnya berlebihan banget sih” sindir Kyuhyun ketika Sungmin selesai menerima raport, “iya iya” ucap Sungmin yang langsung menaruh file ke dalam tas tanpa di lihat terlebih dahulu

“Kita pulang yuk, aku tidak sabar ingin memberitahu Appa dan Umma” ajak Sungmin, moodnya sudah mulai membaik

Kyuhyun dan Sungmin berjalan keluar ruangan hingga ke tempat di mana motor Kyuhyun di parkirkan, “jadi nanti kita ke rumah Appa?” tanya Kyuhyun sambil menyerahkan helm pada Sungmin

“Ya, aku ingin membanggakan hasil nilai ini” celetuk Sungmin ketika naik ke belakang motor. Kyuhyun langsung melaju meninggalkan sekolah yang memang sedang di liburkan untuk pembagian raport dan pembagian kenaikan kelas

Mereka tidak menyadari jika ada seseorang *melirik Yesung* yang sudah membuat hari mereka buruk nantinya

***

“Wah, Kyuhyun! Kamu pintar sekali” ucap Teuki saat melihat raport menantunya, “Iya…peringkat pertama, berarti kamu juara umum?” tanya Kangin—kebetulan hari ini memang hari sabtu sehingga ia berada di rumah seharian bersama Teuki

Kyuhyun yang di puji puji, nyengir lebar—Sungmin hanya mendelik kesal, orangtuanya ternyata lebih semangat melihat raport menantu dulu ketimbang raport anaknya sendiri

“Umma, tidak mau melihat punyaku?” tanya Sungmin merajuk

Teuki yang sedang konsentrasi ke raport Kyuhyun, buru buru mengangkat wajahnya, “eh…iya sayang…mana sini?” jawab Teuki menyadari nada kesal dari suara Sungmin

“Ini” ucap Sungmin bangga—yakin seratus persen kalau isi raportnya jauh lebih baik dari yang dulu karena sering di ajari tiap malam oleh Kyuhyun, meskipun Sungmin tidak menjadi juara umum paling tidak nilainya bagus bagus dan tidak mengkhawtirkan

Teuki membuka raport Sungmin bersama Kangin, wajah mereka yang semula senang berubah sekejap. Mereka berdua mengerutkan dahi lalu melayangkan pandangan tajam ke arah Sungmin, “Apa apaan ini Minnie!!!!!” pekik Teuki histeris sambil bangkit berdiri

“ha?” Sungmin terkejut karena Ummanya malah marah marah, “ada apa memangnya?” tanya Sungmin heran

Teuki mengangkat raport Sungmin tinggi tinggi, ia menghadapkan tepat di wajah Sungmin. Di sudut kanan bawah ada tulisan huruf cetak yang terpampang dengan jelas

‘Tidak naik kelas’

“Ha?” teriak Kyuhyun dan Sungmin bersamaan

“Ini ga mungkin” lirih Sungmin sambil meraih kertas itu dari tangan Ibunya. Ia melihat berkali kali tulisan itu—namun tetap saja tidak berubah. Sungmin benar benar terkejut

“Minnie! Kamu pasti ga belajar ya! Kebanyakan santai di rumah?! Kok bisa ngga naik kelas?!” Teuki menghardik, ia menaruh kedua tangan di pinggang—Kangin hanya bisa mendesah sedih di sofa depan mereka

Sungmin menghindari tatapan Teuki, ia kelihatan bersalah, “tapi..Umma…aku udah belajar terus kok” suaranya semakin memelan—percuma membela diri di saat seperti ini

Teuki tetap menatap tajam ke arah Sungmin, “tapi apa hasilnya??”

Kyuhyun yang masih tidak percaya, meneliti lebih jelas semua hasil kalkulasi nilai Sungmin

“Umma minta punya cucu, tetapi kamu ngga ngasih karena sibuk sama sekolah, ya sudah Umma dan Appa turuti, eh ternyata malah begini hasilnya?!” Teuki menarik napas sejenak, “tahu begini lebih baik kamu kasih Umma cucu kan!!”

Sungmin yang tadinya bersedih, menaikkan sebelah alis, “Umma…kok topiknya jadi melenceng sih?!”

Sekarang giliran Kangin berbicara, “ya apa perkataan Umma tidak salah…coba kalau sekarang kamu sedang ‘isi’…kamu punya alasan kenapa nilaimu hancur semua di raport” katanya dengan nada kecewa

“Appa…” bisik Sungmin, baru kali ini Appanya tidak membela Sungmin—padahal biasanya Kangin lebih memanjakan anaknya ketimbang Teuki

“Ng..Umma Appa…sepertinya ada kesalahan di sini” Kyuhyun menunjuk nilai Sungmin dengan jelas, “lihat, nilai Sungmin rata rata 7,2 masa dengan nilai segini dia tidak bisa naik kelas? Mustahil kan?” Kyuhyun berargumen

“APA?!” ucap Lee sekeluarga

Kangin mengambil kertas dari tangan Kyuhyun, dia melihat lebih teliti, “hmm, benar juga…nilainya bahkan tidak ada yang merah sama sekali…” Teuki dan Kangin saling bertukar pandangan

Kyuhyun mengulas senyum, berusaha menenangkan istrinya yang masih kalang kabut, “besok kita ke sekolah, minta penjelasan dari Bu Aida, gimana?” tawar Kyuhyun

Sungmin menatap Kyuhyun setuju, “iya!”

Esok hari

Kyuhyun dan Sungmin buru buru datang sepagi mungkin karena ini hari terakhir di mana guru guru berkumpul untuk membereskan semua hasil pelajaran sebelum mereka berlibur seperti murid murid yang lain. Kyuhyun dan Sungmin masuk ke ruang guru—di sana hampir seluruh guru ada, tetapi mereka hanya berbincang bincang sambil membenahi kertas kertas yang tidak terpakai lagi untuk tahun ajaran baru. Bu Aida sendiri hanya sedang mengutak atik komputer di meja kerja

“Bu Aida” panggil Kyuhyun sambil menarik lengan Sungmin supaya ikut duduk di kursi depan meja Bu Aida

“Ya?” tanya Bu Aida mengangkat kepalanya dari layar, “kenapa kalian balik lagi kemari?” ucapnya ramah

Sungmin sedikit salah tingkah—tidak enak, “Ini Bu, saya cuma mau memastikan” Sungmin menaruh raport miliknya di atas meja, “memang benar saya tidak naik kelas?” tanyanya takut takut

“Ha?” Bu Aida segera melihat isi raport Sungmin lebih teliti, ia berjengit ketika melihat tulisan di bawah parafnya, “kamu naik kelas kok! Ini memang tulisan saya…’Naik kelas’ tetapi kata ‘tidak’ itu bukan” Bu Aida menggeleng tidak percaya

Wajah Sungmin mendadak lega, “jadi saya naik kelas?!” ulangnya sekali lagi. Bu Aida mengangguk, “iya” katanya sambil tersenyum

Sungmin memandang Kyuhyun dengan senyum yang masih terukir di wajah, “aku naik kelas Kyu”

Kyuhyun memutar bola mata, meskipun ia juga ikut senang kalau ini semua hanya salah paham, “makanya jangan menarik kesimpulan dulu” perkataan Kyuhyun memang kasar tetapi ia mengelus pipi Sungmin perlahan—senang karena istrinya tidak bersedih lagi

“Tetapi” Bu Aida melirik raport Sungmin tajam, “siapa yang tega ngerjain raport orang sembarangan seperti ini?!”

“Ada masalah?” suara Bu Tukinem dari belakang meja Bu Aida. Ia penasaran dengan kedua murid ini yang datang pagi pagi meskipun hari sudah libur

“Ini, ada yang mengutak atik raport Sungmin” jawab Bu Aida—masih serius memikirkan siapa pelakunya

“Mungkin orang itu ada dendam sama Sungmin atau……” Bu Tukinem ikut berpikir, “eh, kemarin kenapa Bu Aida mencari saya?” Bu Tukinem mengedarkan pandangan bertanya ke arah Bu Aida, “ha? Bukannya Ibu yang memanggil saya ke ruang guru?” Bu Aida malah berbalik bingung

“Tidak” Bu Tukinem menggeleng, “siapa yang bilang begitu?”

“Yesung” jawaban Bu Aida membuat Kyuhyun tiba tiba mendapat pencerahan, “Ah!” pekiknya cukup kencang

“ada apa Kyuhyun?” perhatian Bu Aida terpecah, ia melirik kembali ke depan, “siapa tahu Yesung pelaku insiden ini Bu” tebak Kyuhyun seratus persen benar

“ jangan asal nuduh orang” kilah Sungmin tidak enak, “tapi Minnie, siapa tahu dia masih dendam gara gara taruhan yang dulu” Kyuhyun beralasan

“Yesung? Yesung murid yang ngga naik kelas lagi itu kan?” tanya Bu Tukinem lebih lanjut

Kyumin mengangguk mengiyakan

Bu Tukinem berdiri tegap—matanya mendelik keras, seperti elang mencari mangsa, Sungmin saja sampai takut melihatnya, “Saya akan mendatangi rumahnya!! Tuh anak benar benar keterlaluan!” gertak Bu Tukinem tertahan

“Tapi Bu” tahan Bu Aida, “kan belum tentu benar benar dia pelakunya”

“Udah pasti dia, kebetulan sekali Yesung yang manggil kita berdua ke ruang guru padahal sama sekali panggilan itu tidak ada, dan Yesung memang pernah saya hukum berat akibat nilainya yang anjlok..ck ck nih anak ngga ada kapoknya” jelas Bu Tukinem

Kyuhyun mengangkat sebelah senyum—seperti seringai lebar, “sebentar lagi Yesung akan semakin dekat dengan ajalnya sendiri” bisik Kyuhyun ke telinga Sungmin

__

“Masalah kok ngga ada habisnya” keluh Kyuhyun ketika mereka sudah sampai pulang ke rumah. Musim sudah berganti, hujan salju bertebaran di mana mana. Kyuhyun terpaksa mendorong motornya karena takut licin akibat salju menutupi badan jalan hingga di depan teras rumah. Kyuhyun menaruh jaket di gantungan dekat pintu depan dan langsung menyalakan penghangat ruangan

“Minnie, kok dari tadi kamu diam aja” Kyuhyun berbalik menghadap Sungmin, dia lihat wajah Sungmin memerah semua, tatapannya agak sayu dan bibir Sungmin pucat

“Kamu!” Kyuhyun memeriksa kening Sungmin, benar saja—badannya panas tinggi. “Ini pasti karena cuaca yang berubah” ucap Kyuhyun gusar

“Aku mau tidur dulu, nanti juga turun sendiri” Sungmin melangkah lunglai masuk ke dalam kamar. Untung saja Kyuhyun ikut membantu memapah Sungmin kalau tidak, bisa bisa jatuh tersungkur tadi

“Sebentar, aku panaskan air hangat untukmu” selesai membaringkan tubuh Sungmin dan menyelimutinya, Kyuhyun pergi ke dapur, menghidupkan kompor untuk memasak air. Ia mengambil beberapa obat penurun panas dari kotak atas lemari lalu membawa semua itu kembali ke dalam kamar

“Minum” perintahnya sambil memberikan segelas air hangat dan obat. Sungmin menurut, selesai itu Sungmin kembali berbaring meringkuk di dalam selimut, panasnya sama sekali belum turun. Kyuhyun hanya bisa mengecek sesekali wajah Sungmin yang memerah semua hingga pangkal leher

“Kayaknya harus di bawa ke dokter” gumamnya pelan

Tetapi bagaimana bisa membawa Sungmin ke dokter? Hujan badai baru saja menghantam seisi kota termasuk daerah rumah mereka. Kyuhyun bahkan ikut tidur tiduran di sebelah Sungmin karena begitu dingin suhu di luar meskipun sudah menyalakan penghangat

Suara gertak gigi Sungmin menggema halus, Kyuhyun berbalik—menatap kasian, Ia mengelus kepala Sungmin berharap panasnya akan turun tetapi Kyuhyun malah kaget ketika punggung tangannya menyentuh Sungmin, “kok tambah panas?!” kali ini Kyuhyun benar benar kelabakan. Padahal sudah di beri obat tetapi tidak berkhasiat sama sekali

Kyuhyun bangkit dari tempat tidur, mengambil beberapa selimut tambahan serta baju tebal untuk musim sedingin ini. Ia mengangkat tubuh Sungmin, memakaikannya lalu menyelimuti lagi. “Ck, coba ngga ada badai…..” desah Kyuhyun perlahan

Kruyukkkkk

“Aish, pake bunyi lagi nih perut” Kyuhyun turun dari tempat tidur, dengan malas ia berjalan ke arah meja makan. Kosong. Tadi pagi Sungmin belum sempat memasak apapun karena terburu buru mengurus nilai raportnya. Dan di cuaca begini, tidak bisa memesan makanan deliver. Kyuhyun menggumam meratapi nasib dengan terpaksa ia harus memasak mie instan—sesuatu yang amat di hindari Kyuhyun selama ini

“daripada kelaperan” ucap Kyuhyun memantapkan diri sambil menyuap mie ramen langsung dari panci

Selesai makan dengan mengenaskan, Kyuhyun mengganti kompres di kepala Sungmin, mengecek apakah tubuh Sungmin sudah mulai mendingin apa belum. Tanpa sadar Kyuhyun tertidur di pinggir ranjang sebelah Sungmin hingga pagi menjelang

***

“Masukin air 100 cc di dalam rebusan nasi”

“100 cc itu berapa banyak Umma?”

“Yah kira kira aja, Umma sih kalau masak semua serba di kira kira”

“Aishh, aku mana tahu..aku kan ga pernah masak?!”

Kyuhyun sekarang sedang berkutat di dapur, mau memasakkan bubur untuk Sungmin. Sudah dari kemarin malam hingga tadi pagi, panasnya belum turun juga dan badai masih menghantam lebat—terpaksa Kyuhyun meminta bantuan Teuki via telepon. Badai salju membuat semua orang tidak bisa kemana mana, Kyuhyun pun belum bisa memanggil dokter untuk Sungmin

Namun Kyuhyun cukup cekatan dan terampil untuk orang yang baru belajar masak, meskipun gagal total dalam pembuatan bubur pertama, tetapi saat percobaan kedua dia berhasil. Kyuhyun langsung menyendokkan ke mangkuk kecil sambil membawa obat yang harus di minum oleh Sungmin

“Minnie bangun” Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin. Menyandarkan bantal di dinding kasur lalu mendudukkannya. Wajah Sungmin masih setengah tersadar—ia benar benar sakit panas. Sungmin tidak berhenti menggigil dari kemarin malam

Kyuhyun menyuapi Sungmin pelan pelan di selingi dengan memberinya air hangat. Sebenarnya dalam keadaan sakit, Sungmin sama sekali tidak nafsu makan. Tetapi berkat petunjuk dari Umma Teuki yang berkata, orang sakit harus di paksa makan biar cepat sembuh dan Kyuhyun menuruti semua perintah dari Teuki

“Cukup”tolak Sungmin sambil kembali berbaring, “tapi Minnie ini baru 3 suap” ucap Kyuhyun memelas, “2 suap lagi ya” bujuknya. Sungmin menggeleng. Akhirnya Kyuhyun membiarkan Sungmin tidur kembali sedangkan ia sendiri sibuk membereskan semua perabotan masak yang berantakan di dapur

Sepanjang hari Kyuhyun sibuk mengganti pakaian Sungmin, mengompres lalu menyuapinya makan. Tetapi panas Sungmin masih tidak turun juga, Kyuhyun khawatir jika badai ini masih berlanjut hingga dua hari ke depan karena persediaan obat untuk Sungmin sudah habis. Tidak mungkin pergi keluar rumah dalam cuaca seperti ini, berbahaya

“Minnie…cepet sembuh…” bisik Kyuhyun ketika menatap wajah istrinya yang menyembul dari balik selimut tebal

Drrtttt

Telepon genggam dari saku Kyuhyun bergetar, “halo? Heenim…kenapa?…..panasnya belum turun juga” kata Kyuhyun seraya mengelus kepala Sungmin, “gw juga mau bawa ke dokter, tapi liat aja cuacanya” Kyuhyun melirik ke luar jendela kamar—badai salju begitu tidak bersahabat dari kemarin

“Ok…thanks ya” Kyuhyun menutup telepon dan berbaring di sebelah Sungmin—masih menatap wajah Sungmin yang memerah akibat suhu tubuh yang terlalu tinggi

“Kyu” bisik Sungmin, matanya setengah terpejam

“Ada apa?” Kyuhyun langsung panik karena takut penyakit Sungmin semakin gawat, “dingin” keluhnya—gigi Sungmin tidak berhenti bergeretak

“Tapi selimutnya udah kamu pake semua” jawab Kyuhyun

“Tetep dingin” balas Sungmin sambil mengeratkan tubuhnya

“Sini” Kyuhyun masuk ke dalam gumpalan selimut tebal yang mengelilingi tubuh Sungmin lalu memeluknya sambil merapatkan kembali selimut yang membungkus mereka berdua

“Udah mendingan?” tanya Kyuhyun

“Hmm” Sungmin menjawab dengan anggukan

“Wah panas badan kamu bisa bikin masakan matang dalam sekejap” canda Kyuhyun ketika merasakan panas Sungmin yang di luar batas wajar

“Ha ha ha..lucu sekali” cibir Sungmin seraya mengeratkan tangannya di punggung Kyuhyun, “ternyata kalau kamu sakit, ngga bisa di ajak bercanda…”

Kyuhyun mendelik ke wajah Sungmin, “nih anak malah udah tidur”. Kyuhyun menaruh dagu di atas kepala Sungmin, memikirkan rencananya besok pergi ke apotek untuk membeli obat Sungmin yang sudah habis

“semoga, besok badai sudah berlalu” gumam Kyuhyun. Ia memejamkan mata—lalu tertidur pulas, lelah sehabis menjaga Sungmin seharian

***

“Yah badainya masih kencang” keluh Kyuhyun ketika bangun pagi, “tapi..” ia menoleh ke arah Sungmin yang masih terlelap—kondisinya tidak berubah dari 3 hari yang lalu, “pokoknya harus beli sekarang!” Kyuhyun beranjak bangun dan mulai membuat bubur dan masak air hangat untuk Sungmin sarapan

“Kamu mau kemana Kyu, kok rapi banget?” tanya Sungmin dengan suara lemah ketika Kyuhyun menyuapkan bubur putih padanya

“Aku mau beli obat, kan obat kamu udah mau habis” jelas Kyuhyun sambil memberikan suapan ke dua, “tapi masih badai kencang Kyu!” Suara Sungmin meninggi, di benaknya ia berpikir ngeri jika Kyuhyun tetap nekat membeli obat pada cuaca seburuk ini

“Ngga papa, khawatir banget, apotiknya deket kok” Kyuhyun kembali menyuapi Sungmin—anehnya Sungmin tidak membuka mulutnya, “Minnie…cepat makan ini kalau mau sembuh” dengus Kyuhyun kesal

“Aku ngerepotin ya” tanya Sungmin tiba tiba, “ha? Ngerepotin? Ngga” jawab Kyuhyun enteng, “tapi kamu udah beberapa hari ini cuma makan mie instan kan gara-gara aku sakit, belum lagi ngurusin aku” wajah Sungmin terlihat bersalah

Kyuhyun menghentikan tangannya yang memegang sendok, “Itulah gunanya pernikahan, kan aku akan selalu menerima kamu dalam keadaan sakit maupun sehat…” Kyuhyun tersenyum tulus, “sekarang makan ini…” Sungmin membuka mulutnya lalu mulai menelan bubur pelan pelan

__

“Kyuhyun, hati hati” ujar Sungmin ketika Kyuhyun ingin membuka pintu depan

“Lho? Kok kamu malah turun dari tempat tidur!!” Kyuhyun buru buru mengangkat tubuh Sungmin, menggendongnya dan merebahkan Sungmin di atas kasur.

“Jangan turun!! Di situ aja! Nanti tambah parah lagi” kata Kyuhyun cemas, ia kembali melilit tubuh Sungmin dengan semua selimut tebal, “mengerti?” tanyanya

“Iya pak” canda Sungmin melihat Kyuhyun begitu khawatir

“Ck” Kyuhyun mencium pucuk kepala Sungmin kilat, “aku pergi dulu”

“Hati hati” balas Sungmin sedikit berteriak ketika Kyuhyun hendak menutup pintu kamar

“sip” Kyuhyun mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan, tak lama kemudian Kyuhyun pergi keluar ruangan

Kyuhyun berjalan lamban sambil mengeratkan jaket tebal yang di pakainya. Ia juga mengenakan sepasang sepatu boot agar bisa berjalan di jalan yang tertutupi salju tebal. Ia baru merasakan dingin salju ketika keluar dari rumah, badai kali ini tidak main main, jika tidak hati hati Kyuhyun bisa saja terjengkang jatuh karena sapuan salju kencang

“grr..dikit lagi” gumamnya perlahan seraya terus berjalan lurus ke depan—ke arah Apotek di seberang

“Fuih” Kyuhyun membuka hoodie dan langsung masuk ke dalam, “Permisi, saya mau beli obat penurun panas” pinta Kyuhyun pada apoteker di balik meja

“Untuk anak kecil atau orang dewasa?” tanyanya profesional

“orang dewasa, untuk istri saya” jelas Kyuhyun lagi

Apoteker tersenyum mengerti, “Ini, di minum 3 kali sehari” Kyuhyun mengambil dompet untuk membayar, “tetapi kemarin saya sudah memberinya obat, tetapi kenapa sampai sekarang panasnya tidak turun turun juga?”

“Hmm, itu mungkin pengaruh cuaca juga…sudah di bawa ke dokter?”

Kyuhyun menggeleng, “nanti jika badai salju berhenti, Ini uangnya” Kyuhyun menyerahkan beberapa lembar uang ribuan, “terima kasih” ucap Apoteker dengan ramah

WUIHHHHH

Terpaan salju lebat menyambut Kyuhyun ketika keluar dari Apotek. Ia dengan segera memakai kembali hoodie dan berjalan cepat menuju rumah, Kyuhyun sedikit khawatir meninggalkan Sungmin yang sedang sakit sendirian

“Minnie?” panggil Kyuhyun ketika membuka pintu kamar, “Ini ada obatnya, sekarang kamu minum dulu baru tidur lagi” Kyuhyun sibuk mengeluarkan obat satu persatu, Sungmin hanya menatap Kyuhyun iba. Sungmin mengulurkan tangan menyapu salju tersisa di rambut Kyuhyun, “kau pasti kedinginan” tebak Sungmin tepat

Kyuhyun mengangkat bahu, “sedikit, sekarang minum obatnya..jangan banyak protes!” Sungmin menelan obat sedangkan Kyuhyun membereskan pakaian kotor yang berserakan di bawah, “Kamu harus sembuh, sebentar lagi kan liburan kenaikan kelas berakhir, mau mendekam di dalam rumah terus?” cecar Kyuhyun panjang lebar

“Iya iya Cho Kyuhyun” jawab Sungmin malas

Kyuhyun menaruh semua pakaian itu ke dalam mesin cuci di dekat dapur lalu kembali ke kamar, Ia meneliti wajah Sungmin—sudah lebih baik, tidak sepucat kemarin. Kyuhyun tiba tiba memeluk tubuh Sungmin erat, “maaf aku tidak bisa membawamu ke dokter” bisiknya menyesal

Sungmin yang tadinya merasa menjadi beban, terharu, Kyuhyun ternyata benar benar mengkhawatirkan dirinya

“Tidak apa apa” balas Sungmin—entah kenapa tubuhnya membaik jika merasakan panas tubuh Kyuhyun, “aku akan sembuh sehingga tidak perlu ke dokter segala” ucap Sungmin ringan

Kyuhyun tertawa kecil, “semoga saja” balasnya—memainkan tubuh Sungmin ke samping, “sekarang tidur, istirahatlah” bisik Kyuhyun mengangkat selimut menutupi tubuh Sungmin

***

“Kamu ngga boleh ke sekolah dulu!”

“Ngga! Ini kan hari pertama, penting Kyu! Lagian kalo cuma ke dokter doang kan bisa nanti siangnya pas pulang sekolah”

Kyuhyun bergumam tidak jelas, ia menimbang nimbang sejenak. Kalau Sungmin di biarkan di rumah terus, nanti siapa yang ngurusin—tapi jika ikut ke sekolah, nanti nih anak malah pingsan lagi.

“Ya udah kamu boleh sekolah” Sungmin tersenyum girang, “tapi….harus pake jaket 2 lapis, suhunya masih dingin Minnie” lanjut Kyuhyun ketika Sungmin membuka mulut untuk protes

Padahal ini sudah hari ke 6 Sungmin sakit, tetapi panasnya tidak turun turun. Kyuhyun sudah membuat janji ke dokter langganan keluarganya nanti siang—bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. Sungmin bersikeras tidak mau di tinggal karena mereka sudah kelas XII, tingkat akhir, jadi penting untuk datang dalam pertemuan awal—lagipula jangan sampai kejadian dulu terulang, mereka malah di hukum Bu Tukinem di hari pertama

“Dah kita berangkat” ucap Kyuhyun ketika melilitkan syal tebal di leher Sungmin, “Kenapa wajahmu cemberut begitu?” tanyanya

Sungmin jengah sambil mengedikkan bahu, “apa ngga ketebalan ini?” kata Sungmin sangsi

Kyuhyun menggeleng pasti, “Ngga! Panas kamu cuma turun 2 derajat Minnie! Udah nurut aja kenapa, kalau ngga kamu di kunci di rumah” ancam Kyuhyun kesal

“Iya iya” Sungmin akhirnya mengalah

Karena bahaya membawa Sungmin yang masih sakit naik motor di tambah lagi kondisi jalan yang tertutup salju dengan sempurna, Kyuhyun memutuskan untuk naik bis menuju ke sekolah—mereka sengaja berangkat lebih awal, maklum takut telat

“Kita kelas di mana ya?” Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin ke depan papan pengumuman, ternyata di sana sudah penuh dengan anak baru dan beberapa teman mereka yang sama sama melihat kelas mana yang di tempati

“Aku kelas di XII-1, kamu di…XII-2??” Kyuhyun segera menoleh ke arah Sungmin, “kita beda kelas???” ucapnya tidak percaya

Sungmin mengelap lendir yang turun dari hidungnya, “ kenapa Kyu? Waktu kelas X kita juga beda kelas?” Kyuhyun yang kasian melihat istrinya mengambil tissu lalu mengelap lendir itu lembut, “kamu sih maksa datang, tambah parah kan!” tegur Kyuhyun

“Kyu! Minnie!” teriak Chulie yang datang bersama dengan Kibum, “kamu masih sakit?” Chulie memeriksa kening Sungmin—ia tersentak merasakan suhu tubuh Minnie yang di atas normal

“Dia udah di bilangin di rumah aja ngga mau” Kyuhyun menyindirnya, “eh kalian di kelas berapa?”

Chulie dan Kibum tersenyum penuh arti dengan saling memandang, “kami berdua sekelas lagi, di XII-1!!! Kalian di mana?” Chulie bertanya balik

“gw sekelas sama kalian, tapi Minnie sendirian di XII-2” Kyuhyun melayangkan pandangan iri pada pasangan di hadapannya ini

Kibum menyeletuk, “Sungmin ngga sendirian kok, nanti di sana ada Hangeng juga”

“Ada Hangeng? Tuh kan aku ngga bakalan kenapa kenapa di sana” balas Sungmin lega

Kyuhyun memandang Sungmin agak lama, “lebih baik aku mengantarmu ke kelas sekarang”

Di kelas XII-2

Kyuhyun ikut masuk ke dalam kelas, melihat lihat anak anak yang sebagian di kenalnya—namun mata Kyuhyun langsung tertuju pada Hangeng yang sedang duduk bersama dengan Wookie di tengah kelas

“Hai” sapa Kyuhyun ramah, Hangeng dan Wookie menoleh dan membalas salam Kyuhyun, “woi gimana liburannya?” tanya Hangeng

“Berantakan, nih gara gara Minnie sakit” kelakar Kyuhyun sambil membantu Sungmin duduk di salah satu bangku, “Lo kelas sini juga?” tanya Wookie

“Ngga, gw kelas di XII-1, makanya gw mau minta tolong sama lo Hangeng, jagain si Minnie—lagi sakit nih anak” ujar Kyuhyun cemas

Hangeng dan Wookie melihat Sungmin lebih seksama, wajahnya agak pucat dengan jaket lapis 2, hmm…Sungmin benar benar sedang sakit parah

“Ok, duduk di sebelah gw aja Sungmin” tawar Hangeng

Ucapannya sontak membuat Kyuhyun, Sungmin dan Wookie kaget, “Lah itu bukan tempat duduk Wookie?” tanya Kyuhyun tidak mengerti

“Bukan, Wookie sekelas sama lo…dia juga cuma main doang kemari”

Kyuhyun dan Wookie saling melirik kecil. Dengan berat hati Kyuhyun menginjinkan Sungmin duduk bersama Hangeng—ia meletakkan tas Sungmin di sana sementara Wookie memasang tampang kesal

“Kalau begitu bolehkan aku duduk di sebelahmu Kyu?” tanya Wookie sengaja

“Ha?” kali ini Sungmin berteriak agak kencang, Ia menatap penuh protes pada Kyuhyun sedangkan Hangeng terlihat biasa saja

“Err…iya deh” jawab Kyuhyun tidak enak—masih menghindari tatapan Sungmin

TING TONG

“Udah bel tuh, sana balik ke kelas kamu!” bentak Sungmin sambil pura pura sibuk mengambil buku dari tasnya, Kyuhyun hanya bisa mendesah kecil—nanti pas istirahat dia harus bicara hal ini dengan Sungmin. Wookie langsung meninggalkan kelas Hangeng tanpa berbicara apapun

“Yah tuh anak ngambek pasti” desah Hangeng

Di Kelas XII-2

Kibum dan Chulie tercengang melihat Kyuhyun malah duduk berdua dengan Wookie—padahal Kyuhyun bisa saja meminta duduk di sebelah Siwon yang masih kosong. Tetapi mereka batal menanyakan alasannya karena wajah Kyuhyun dan Wookie sama sama di tekuk

Sepanjang pelajaran keduanya sama sama tidak konsen. Kyuhyun sibuk memikirkan keadaan Sungmin yang belum membaik sedangkan Wookie terus mengutuki Hangeng yang terkadang amat cuek dengan hubungan mereka

“Bisa berhenti bergumam ngga?” sindir Wookie ke Kyuhyun

“Ck..siapa suruh dengerin, gw khawatir banget, Sungmin belum turun panasnya dari tadi pagi” kali ini Kyuhyun berbicara cepat sambil melirik jam setiap 5 menit sekali—berharap jam bergerak maju hingga bel istirahat berbunyi

“udah bawa ke dokter?” tanya Wookie simpati

“Belum, rencananya nanti” Kyuhyun mengalihkan pikirannya dengan mencoret coret kertas tanpa tujuan yang jelas. Wookie sekarang benar benar iri—kenapa Hangeng tidak pernah begitu perhatian seperti yang di lakukan Kyuhyun dengan Sungmin

“Kenapa Hangeng?” bisik Wookie seorang diri

Kesabaran mereka berdua terbayar, bel berbunyi tepat jam 10. Kyuhyun melesat cepat ke kelas Sungmin dan Wookie mengikutinya dari belakang—sama sama masuk kelas XII-2

“gimana?” tanya Kyuhyun sambil mengecek kening Sungmin

“Dia bener bener sakit Kyuhyun, lo bawa dia ke UKS, ijin sama guru” jelas Hangeng ikutan cemas.

“Ngga usah, tanggung” Sungmin berbicara dengan susah payah, hidung dan tenggorokannya tidak bisa di ajak kerja sama, “kan sekolah cuma setengah hari” ucapnya masuk akal

Kyuhyun hanya bisa mendesah berkali kali—kenapa Sungmin jadi keras kepala kalau sedang sakit sih, batinnya

“Aku beli bubur dulu di kantin, buat makan siang kamu..tunggu di sini” Kyuhyun berlari secepat kilat—takut istirahat keburu berakhir. Wookie masih mematung di depan pintu kelas—ia akhirnya memberanikan diri masuk menuju bangku Hangeng dan Sungmin

“Hai, udah baikan?” tanya Wookie basa basi, Hangeng menatapnya lama, “lumayan, si Kyuhyun aja yang suka berlebihan” jawab Sungmin

“Berarti dia itu perhatian sama kamu, ngga kayak seseorang” sindir Wookie dengan jelas—bahkan Sungmin, orang yang polos pun mengerti kalau Wookie marah pada Hangeng

“Wookie ikut aku” Hangeng bangkit berdiri lalu menarik tangan Wookie, “Sungmin aku tinggal sebentar” ucapnya seraya berjalan dengan menarik paksa Wookie

“Ok” Sungmin tersenyum puas—Wookie ternyata pencemburu juga sama seperti dirinya

“Eh nih anak malah senyum senyum sendirian” ucapan Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin—ia sudah kembali dengan satu mangkuk bubur hangat dari kantin

“Buka mulutmu” perintah Kyuhyun sambil menyendokkan Sungmin telaten, Ia tidak mempedulikan jika teman sekelas Sungmin banyak yang memperhatikan mereka berdua sekarang

“Aku masih kuat jalan ke kantin daripada di bawa ke kelas kayak gini” ujar Sungmin dengan mulut penuh bubur, “udah makan aja, jangan ngurusin yang lain” Kyuhyun mengeluarkan botol mineral yang dia bawa dari rumah. Selesai makan, Kyuhyun memberikan obat penurun panas lalu menyuruh Sungmin untuk meminumnya

Sementara itu~

“Kok kamu cemburu sama Sungmin sih? kamu kan tahu dia lagi sakit, kasian kalau dia duduk sendirian tadi..makanya aku nawarin sebangku, eh kamu malah marah” kata Hangeng panjang lebar ketika mereka berada di pinggir lapangan upacara, Wookie masih saja membuang muka dari Hangeng

“Aku marah bukan gara gara itu kok” jawab Wookie sambil mendelik ke arah Hangeng, “terus gara gara apa?” tanyanya balik

“Kyuhyun aja sayang banget sama Sungmin—dari tadi di kelas, dia cuma sibuk mikirin Sungmin kenapa kenapa….” Wookie berjalan, matanya melayang kejauhan, “Kibum dan Chulie juga…kok kamu ngga gitu, kamu ngga pernah khawatir aku sama Kyuhyun, apalagi cemburu” tuduh Wookie menumpahkan seluruh kegelisahannya

“gitu aja cemburu, buat apa? Kan berarti aku percaya sama kamu” ucap Hangeng seraya mengelus kepala Wookie, “emang aku bukan orang romantis kayak mereka berdua…kamu nyesel?” goda Hangeng sambil menyeringai lebar, “siapa suruh pacaran sama pecinta Alien”

Wookie tak kuasa menahan senyum saat Hangeng berbicara seperti tadi, “hahahaha…emang ga seharusnya kita berdua jadian” Hangeng langsung membantahnya, “bukan gitu juga! Ck ck udahlah lebih baik kita kembali ke kelas, yuk”

Hangeng menggandeng tangan Wookie menuju ke dalam ruangan, XII-2

Di sana Kyuhyun masih cemas memeriksa keadaan Sungmin—dia bahkan tidak peduli ketika bel masuk sudah berbunyi

“Aku mau ke toilet” Sungmin berdiri lemah, “aku antar ya?” Kyuhyun hendak mengikuti Sungmin tetapi langsung di stop, “aku mau ke toilet cewek Kyu, masa kamu mau ikut?” tanyanya sangsi—khawatir Kyuhyun benar benar melebihi batas

“Tapi…”

“Aku saja yang menemani Sungmin” celetuk Wookie ketika mendekat ke meja Hangeng, “Makasih, tolong ya” ucap Kyuhyun tulus—paling tidak dia tidak cemas jika mendadak Sungmin lunglai terjatuh ke lantai kamar mandi

“Ga apa apa” Wookie memegang lengan Sungmin keluar kelas lalu berbelok ke samping, tidak jauh dari kelas XII-1 ada toilet murid di sana

“Aku tunggu di luar”

Setelah selesai mereka keluar dalam diam, tidak ada yang bisa di bicarakan—Wookie dan Sungmin memang masih kaku sebagai teman akrab. “Oh ya, jam pemberianmu bagus juga” ujar Sungmin berusaha mencairkan suasana

“Jam, jam tangan?” tanya Wookie ketika mereka berjalan menuju kelas masing masing, “Iya yang di pakai Hangeng, sepanjang pelajaran dia melihat jam itu terus tersenyum lebar” Sungmin menoleh ke Wookie, “sepertinya Hangeng senang sekali dengan jam pemberianmu” jelasnya

“tersenyum?”

Sungmin dan Wookie sampai di dekat kelas XII-2, tidak sengaja Wookie mengintip dari jendela luar—di lihatnya Hangeng membetulkan jam sambil sesekali tersenyum tanpa henti. Melihat itu Wajah Wookie menghangat, “huh..padahal pertama kali ku kasih dia malah tidak suka..ternyata…” Ia meninggalkan Sungmin yang bingung menuju kelasnya, di sana sudah ada Kyuhyun yang duduk sambil termenung

“Ya! Sekarang giliran lo yang gila, ngapain senyum terus?!” sindir Kyuhyun saat Wookie mendekat

“Bukan urusanmu” Wookie menaruh dagu di telapak tangan dan mulai membayangkan kejadian tadi

***

“Inget apa kata dokter tadi!”

“Minum obat teratur dan makan yang banyak seratnya” ulang Sungmin malas

“Kamu sih, pasti ngga makan teratur makanya sakit, lihat aku—sehat sehat aja sampai sekarang” Kyuhyun duduk, melepas jas dingin lalu mulai memasak bubur lagi untuk Sungmin

“Iya iya…” Sungmin hanya bisa pasrah ketika melihat Kyuhyun datang membawa semangkuk bubur tidak berasa dan tidak enak ini

“Aku harus sembuh! Aku mau makan enak, bosen bubur terus?!” gerutu Sungmin sambil di suapi Kyuhyun di atas tempat tidur

Kyuhyun tertawa kencang, “iya iya…aku juga kangen sama masakanmu, bosen makan mie instan terus” Sungmin tersenyum bersalah, “pasti! Aku akan sembuh cepat, buat apa kita bayar dokter mahal mahal kalau ngga pulih juga” ucap Sungmin saat menghabiskan suapan terakhir

Kyuhyun menepis rambut Sungmin dari kening dan mengecek ulang, “udah turun, sekarang kamu tidur” Kyuhyun menyelimuti Sungmin, lalu beranjak ke dapur, mencuci semua piring kotor baru setelah itu kembali ke dalam kamar. Sungmin sudah terbaring pulas, ia cepat tertidur setelah meminum obat. Kyuhyun tersenyum lega karena kondisi Sungmin berangsur pulih

___

CKREKKK

“Ng…” dengan mata setengah terpejam, Kyuhyun meraba raba sampingnya, “Minnie?” panggilnya ulang

Kyuhyun langsung mengerjap bangun ketika menyadari Sungmin sudah tidak ada di tempat tidur, “Minnie?!” Kyuhyun tergopoh gopoh keluar kamar mencari sosok Sungmin

“Ada apa sih pagi pagi udah teriak” tukas Sungmin sedang sibuk memasak di dapur, “kamu udah sehat?” tanya Kyuhyun sambil memeriksa wajah Sungmin baik baik, “udah kok, segar banget rasanya” Sungmin menatap Kyuhyun dengan penuh terima kasih

“Oh syukurlah” Kyuhyun berpindah duduk di meja makan, matanya masih sedikit lelah, “kamu mandi sana, biar sempet sarapan sebelum ke sekolah” Sungmin sekarang sibuk menggoreng telur untuk di taruh di roti panggang

“Ah udah lama ngga liat makanan” Kyuhyun mencomot satu lalu berlari ke kamar mandi sebelum di protes Sungmin, “Ya! Kyu! Kamu belum cuci muka!!!!!” meskipun begitu..Sungmin melihat punggung Kyuhyun yang menghilang dari pintu dapur dengan sayu, “terima kasih Kyu” bisiknya pelan

Drrttt

Ponsel Sungmin bergetar dari atas kulkas, “halo?” sapanya

“Ah Chulie ada apa?”

‘Minnie!! Kamu mau ngasih apa untuk ulang tahun Kyu minggu depan? Aku sih rencananya mau membeli stick PS, kamu apa? Biar hadiah kita tidak sama’ cecar Chulie dari seberang sana

Wajah Sungmin terlihat kaget, “Ha? Ulang tahun?” Sungmin langsung menghambur mencari kalender, “emang kapan Kyuhyun ulang tahun?” tanyanya ulang

‘Kau tidak tahu? Ultah Kyu tepat minggu depan..aigo, jadi kau belum mempersiapkan apa apa?’ nada suara Chulie terkejut

“Yah aku juga baru tahu dari kamu” Sungmin memegang kepalanya yang tidak pusing—dia sama sekali tidak terbayang ingin memberikan Kyu apa untuk ulang tahunnya

“Dari siapa sih?” bisik Kyuhyun tiba tiba muncul dari belakang. Spontan Sungmin menekan tombol untuk memutuskan sambungan telepon, “dari Chulie, dia tanya keadaanku sudah membaik atau belum” ujar Sungmin berbohong dengan lancar

“Oh” Kyuhyun sudah berganti baju, memakai seragam sekolah. Ia duduk di meja makan dan segera mengambil satu roti panggang lagi, “kenapa menatapku seperti itu?” tanya Kyuhyun melihat Sungmin yang masih berdiri tegang

“Eh…engga…” Sungmin berjalan gontai ke dalam kamar—mengganti baju seragam sama seperti Kyuhyun, “lalu aku harus menghadiahinya apa?” lirih Sungmin bingung

TBC

16 responses to “≈No Other Like U-Twenty Seven-{Mature}≈

  1. Aaaaa~ pengen punya nampyeon kek abangKYU….kkkkk~ romantis banget ih, bikin iri, aku ama Yesung aja ga seromantis KyuMin *APA INI

  2. wuah cpt y smbuh ny hahah suami ny sih yg ngurus dgn hati hahaha
    ==” msa ultah suamk sndri g tw min?? leyerlaluan *humph

  3. kyuppa bnr2 suami idaman deh,perhatian bgt sih ma minnie,

    kyuppa ultah n mnnie g tau,waduh gmn nih?
    lanjut

  4. akhirnya minnie sembuh juga🙂
    ini berkat kyu yang terus perhatian ama minnie.
    kyu?? ulang tahun?
    minnie harus ngasih sesuatu yang berharga atau yang ga akan pernah di lupain ama kyu.
    hemm penasaran apa hadiah yang di kasih minnie buat kyu ya? lanjut lagi..

  5. ko yesung tega banget ya
    tapi sebenernya kasian juga sama yesung
    harusnya dia punya pacar yg pinter supaya bisa belajar bareng
    minnie aja tadinya peringkat terakhir bisa meningkat jauh
    kyu so sweet banget deh jagain minnie yg sakit
    gege juga sama wookie hehehe
    lanjut baca

  6. Pengen dong di perhatiin kaya gt waktu sakit hehehehe

    Ya ampun, kapan suami ulang tahun aja ga tau… *geleng2 kepala…

    Next ah~

  7. Aigooo.., kyu perhatian bgt ama minnie, ampe bela2in ke apotek padahal cuaca lg buruk gitu..🙂

    Knpa kyu gk sekelas aja ama minnie sich, trus hangeng sekelas ama wookie.. Itu baru cocok..

    Kira2 minnie mo ngasi kado apa ya ke kyu ??

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s