≈No Other Like U-Twenty Five-{Especially for You}≈

Beberapa hari setelah kepulangan kedua orang tua Sungmin dan Kyuhyun dari keliling dunia, bertambahlah masalah yang menimpa pasangan muda ini.

“Huh, sial banget sih?! Baru aja baikan sama kamu, udah muncul masalah baru!” Kyuhyun mencoret coret buku pelajaran tanpa minat

Minnie berhenti menulis lalu menatap heran ke arah Kyuhyun, “masalah apa?” tanyanya tidak mengerti

“Itu Umma!!!! Coba ngapain dia malah tinggal di rumah kita?!!!! Ganggu aja” dengus Kyuhyun masih terus mencoret dengan kekuatan penuh—alhasil buku catatannya berantakan dan tidak bisa di baca

“Udahlah Kyu, masa kamu ngga mau ngasih tumpangan sama Umma” Minnie mencoba menenangkan Kyuhyun

“Hmm….daripada pusing mikirin, nanti siang mau beli eskrim ngga? Aku traktir deh” kata Kyuhyun senang

Minnie menggeleng cepat, “ngga bisa. Aku kan harus belanja makan malam untuk Umma—kamu aja deh yang beli”

“Yah…tuh kan Umma emang bikin masalah aja!! Berantem sama Appa ampe segininya, pake kabur dari rumah lah” Kyuhyun kembali bad mood. Minnie yang tahu betul sifat Kyuhyun hanya bisa mendiamkannya—nanti dia juga baik sendiri, pikir Sungmin

__

Sebenarnya beberapa hari yang lalu, kedua orang tua mereka pulang dan langsung menghampiri rumah Sungmin dan Kyuhyun sebagai tempat berkunjung mereka. Namun tidak di sangka sangka….

“Kalian masih malu malu ya, kalau dulu kami malah langsung punya anak hanya dalam kurun waktu dua bulan setelah menikah” jelas Eunhyuk ketika berbincang di tengah malam—tanpa melihat mata Sungmin dan Kyuhyun yang sudah mulai mengantuk

“Kalau Umma, pas mengandung Minnie hanya jeda beberapa minggu dari pernikahan” celetuk Teuki tak mau kalah

Eunhyuk duduk santai dan mulai mengoceh layaknya ibu ibu kekurangan bahan pembicaraan, “Itu tuh Appamu maksa Umma supaya menikah muda! Padahal kami berdua masih tingkat dua, ck ck mana ngelamarnya pake marah marah lagi”

“Jinja???” tanya Teuki penasaran

“Hu uh” Donghae yang mendengar itu dari arah dapur mulai menggerutu, “Kan kamu juga yang ngejar ngejar aku segala, inget ngga?” keluhnya
“Ya! Waktu SMA kan kamu duluan yang suka sama aku??” Eunhyuk tidak terima di tuduh begitu langsung mencak mencak

“He? Ngga salah? Kamu kan yang setiap malam nengok dari jendela sebelah buat ngeliat aku” Donghae menghampiri meja di ruang tamu dan mulai beradu mulut dengan istrinya sendiri

“Eitss, udah jangan sampai bertengkar gini” lerai Kangin sadar bahwa keadaan mulai memanas, Teuki bangkit lalu berjalan mendekati suaminya, “Iya…kan kita baru aja senang senang kok malah berantem” bujuknya

“Ngga ada!! Pokoknya kamu duluan yang suka sama aku!!” bantah Donghae tidak terima

“Ngga!!!! Kamu tuh!!! Inget ngga kamu ngga rela waktu Jae Bum menembakku??” Eunhyuk ikut berdiri seakan akan menghadapi Donghae dengan tatapan garang

“Kamu juga sengaja menjelek-jelekkanku supaya ngga ada satupun cewek deketin aku!!” Gertak Donghae

“Udah udah, kok jadi berantem hebat” Kangin serba salah. Kalau dia melerai berarti mencampuri urusan rumah tangga orang tetapi kalau tidak di hentikan, bisa bisa mereka berdua adu mulut hingga pagi

“Kau?!” Eunhyuk hilang kesabaran, “Pergi dari sini?!!” Eunhyuk mendorong tubuh Donghae ke luar rumah sambil melempar barang barangnya

BRAKKK

Eunhyuk membanting pintu rumah dengan kasar, “jangan kembali lagi!!!” suara Eunhyuk naik 5 oktaf sehingga terdengar jelas hingga ke telinga Donghae

Donghae malah tertawa menanggapi ucapan istrinya, “Eunhyuk bodoh, ini kan rumah Kyuhyun—kok malah ngusir aku hahahaha…itu berarti kamu yang ngga bisa pulang ke rumah” sindir Donghae, ia memungut koper besar di lantai, “bye…” Kali ini Eunhyuk benar benar marah—tidak pernah selama mereka menikah, Donghae tidak peduli seperti ini

“Dasar bodoh” celetuk Eunhyuk pelan—ia menatap miris kepergian Donghae dari balik gorden

__

“Padahal seumur hidup aku tidak pernah melihat mereka bertengkar” jelas Kyuhyun sambil membuka kunci rumahnya, Eunhyuk sendiri sedang shopping untuk menghilangkan jenuh karena seharian terus mendekam di rumah

“Masa?”

Kyuhyun langsung mengiyakan, “Malah Appa dan Umma sering membuatku muak dengan sikap mereka yang terlalu mesra”

Sungmin mengangkat bahu, “orangtuaku juga begitu” Sungmin menaruh bungkusan belanjaan di atas meja dapur dan mulai memasak untuk makan malam, Kyuhyun yang tidak ada kerjaan masuk ke dalam kamar lalu bermain PS3 sendirian

“Aku pulang” sapa Eunhyuk ketika membuka pintu, tetapi tak satupun yang menyahutnya—Sungmin sedang menggoreng ikan sambil mengiris bawang sedangkan Kyu masih konsentrasi bermain game

“Huh, orangtua pulang kok ngga di peduliin” keluh Eunhyuk

“AAAAAAAAAAAAA” suara Sungmin dari dapur

Eunhyuk yang terkejut langsung menuju dapur—dari arah samping Kyuhyun lebih cepat datang, ia panik mendengar teriakan Sungmin

“Kenapa?” tanya Kyuhyun gusar—Sungmin memegang kulit jarinya yang mengelupas berdarah saat memotong bawang, “Heehehe, ngga papa, cuma keiris dikit kok” katanya salah tingkah—tidak seharusnya Sungmin berteriak kencang hanya karena masalah sepele

“Makanya masak tuh hati hati!!!” bentak Kyuhyun, dia mengambil tangan Sungmin yang terluka lalu mengeratkan plester dari kotak obat, “Lihat nih” unjuk Kyuhyun ke tangan kanan Minnie, “luka kamu udah nambah—yang kemarin aja belum sembuh ck” decaknya kesal

Sungmin mengelus luka bakar di telapak tangan, “ngga kok, ini udah mulai kering” Kyuhyun menghela nafas berat, “kita beli makan di luar aja deh” ia menatap luka dan wajah istrinya bergantian—tidak tega

“Ngga, belum tentu sehat” Sungmin mengangkat ikan yang sudah matang dari penggorengan, “udah sana balik main, nanti kalau udah siap aku panggil”

“Ok” Kyuhyun mengacak rambut Sungmin sebentar sebelum kembali ke dalam kamar. Eunhyuk yang melihat adegan itu—merasa iri, “Donghae” bisiknya pelan

“Aku kangen sama kamu”

***

Di rumah kediaman Cho

Donghae berjalan hilir mudik tanpa arah yang jelas, sudah dua minggu Eunhyuk bersikeras tidak mau pulang. Sebenarnya tadi Donghae sengaja memantau rumah Kyuhyun dari jauh tetapi ketika melihat Eunhyuk malah enak enak belanja seharian, hati Donghae miris—ternyata hanya dia yang masih peduli dengan rumah tangga mereka

“Appa!! Daripada kayak gini lebih baik jemput Umma sana!! Kasian Kyu sama Minnie ikut terseret dalam masalah kalian” ucap Heenim tidak tahan melihat orangtuanya bertengkar hebat

Ini baru pertama kali terjadi dengan alasan yang amat sepele

Donghae berhenti melangkah, “Appa juga maunya gitu, tapi Umma mu tuh! Malah senang senang saja di sana, sudah lupa punya suami kali”
Heenim menggeleng keheranan, “aduh sama sama ngga mau ngalah” ia masuk ke dalam kamar tanpa mempedulikan Appanya yang semakin gusar

“Eunhyuk” lirih Donghae, matanya memandang foto pernikahan di atas meja hias, “Aku merindukanmu” Donghae mengambil foto itu lalu mengelus sorot wajah Eunhyuk yang begitu bahagia di sana

Malamnya

“Umma”

“hmm?”

“Apa tidak sebaiknya Umma berbaikan dengan Appa? Ini sudah hampir 3 minggu loh”

“biarin aja! Siapa suruh dia ngga mau ngalah!”

Eunhyuk bersungut sungut sambil masuk ke dalam kamar tamu lalu membanting pintu dengan keras. Ia membaringkan tubuh—mencoba untuk tertidur walaupun sulit. Pikiran Eunhyuk selalu tertuju pada Donghae, “Apa yang kamu lakukan DongDong, kenapa sampai sekarang tidak menjemputku?” Eunhyuk menghela nafas sejenak, matanya beralih keluar jendela tepatnya atas langit. Melihat betapa indah bintang bintang nan jauh di sana. Eunhyuk tersenyum kecil mengingat ia sering kali menyalahkan bintang ketika ketahuan mengintip Donghae dari dalam kamar dulu

…..

“Kau mengintipku???”

“Jangan kepedean jadi orang”

“Terus kenapa kau melihat kemari?”

“Ka…karena dari arah sini lebih jelas melihat bintang—tuh di atas sana”

“Huh, cewek aneh—suka sama bintang”

“Ya! Jaga mulutmu! Kau kan tidak tahu kan bintang itu cantik dan indah bersinar”

“Tidak, menurutku ada yang lebih indah dari itu”

“Apa?”

…..

“Aisssh kenapa aku malah ingat kenangan malam itu?? Sudah lupakan saja Hyuk…” wajah Eunhyuk berubah sedih, “DongDong tidak peduli terhadapmu lagi” Ia berbicara dengan dirinya sendiri—3 minggu, waktu yang terlalu lama untuk menjaga gengsi. Pertanyaan dan tuduhan dalam pikiran Eunhyuk membuat ia semakin ragu—apa jangan jangan Donghae sudah tidak mencintainya lagi?

Pagi hari

“Umma, tidak apa apa kami tinggal di rumah sendirian?” Sungmin mengantungi kunci rumah, bergegas menyusul Kyuhyun yang sudah memencet klason motor dari tadi. Sebenarnya Sungmin tidak enak sering meninggalkan mertuanya seorang diri, tapi mau apa lagi, Kyuhyun suka menyuruh Minnie ikut menemani saat latihan basket akhir akhir ini

Eunhyuk mengibaskan tangan, “tidak masalah—Umma nanti bisa kok nonton TV atau jalan jalan lagi, sudah sana..kasian Kyu menunggumu” usirnya halus

Sungmin mulai lega, “baiklah, aku jalan dulu ya Umma” Sungmin memeluk Eunhyuk sekilas lalu berhambur menghampiri Kyuhyun di depan pagar, Kyuhyun menekan gas dan melaju dengan kecepatan tinggi, “Aissh..anak sendiri malah ngga ngucapin salam..ck ck ck Kyu..Kyu..sifatmu sama persis seperti DongDong! Huh” gerutu Eunhyuk ketika ingin menutup pintu rumah

“Mirip dengan siapa maksudmu?” tiba tiba suara yang familiar terdengar dari balik pintu. Langkah Eunhyuk terhenti—ia berbalik ke belakang, Donghae sedang bersandar santai di dinding, “Kau?! Bagaimana caramu bisa masukkk???”

__

“Kyu! Bujuk Umma dong buat pulang, kasian Appa…tiap malam kerjanya menginggau terus manggil manggil nama Umma” Chulie duduk di meja kantin—tepat sebelah Kyuhyun dan Sungmin yang sedang menghabiskan makanannya. Kibum menyusul dari belakang dengan membawa nampan penuh makanan untuk mereka berdua

“Gimana caranya?” selidik Kyuhyun—masih asyik mengunyah, “tiap aku singgung dikit masalah itu, Umma langsung marah dan masuk ke dalam kamar, kayak anak kecil aja”

“Ya! Kyuhyun, kamu ngga takut kena karma!! Kok ngatain Umma sendiri!!” bela Sungmin mendelik ke arah Kyuhyun

“Bukannya gitu, cuma kok gara gara masalah sepele doang—mereka sampai ngga mau ngomongan lagi” Kyuhyun menyeka sudut bibir yang belepotan kuah mie dan kembali berbicara, “Tapi ada yang sadar ngga sih, kalau ulang tahun Appa tuh sekarang?” Kyuhyun menatap penuh arti kepada Heenim—yang di tatap terkejut, sedetik kemudian ia salah tingkah, “maaf..Kyu, aku lupa” Heenim menyengir lebar, Kyuhyun mengangkat alis sebelah, “Aku tahu kok” suara Sungmin mengejutkan saudara kembar itu, termasuk Kibum

“Kamu tahu?” ucap Kyuhyun tidak percaya, Sungmin menghabiskan suapan terakhir lalu meletakkan sendok dengan rapi, “makanya Umma akhir akhir ini suka belanja banyak kan? pas aku lihat kok kebanyakan kemeja pria dan kaus santai, itu sudah pasti bukan ukuranmu, jadi jelas—semua itu untuk Appa-mu”

“Oh” Kyuhyun dan Heenim baru sadar

“Jadi” Kyuhyun mengambil alih pembicaraan, “kita mau ngasih hadiah apa?” tanyanya ke hadapan Chulie, “Hmmm, gimana kalau dasi?” tawar Heenim

“Jangan” bantah Minnie

“Kenapa?”

“Udah di beli Umma”

“Ow, kalau sepatu? Sepatu untuk kerja aja Kyu!!”

“Jangan!”

“Aduh Minnie kenapa lagi?? Umma udah beli juga??”

“Hu Uh” Sungmin mengangguk

“Ini aja deh, tas kerja” Chulie kehabisan ide

“Jangannn” bantah Sungmin *lagi*

“Apa Minnieee?? Umma udah beli juga gitu??” Chulie geleng geleng kepala—berpikir berapa uang yang di habiskan Umma untuk belanja sebanyak itu

“Tuh udah tahu kan hehehe…”

Mereka semua terdiam, memikirkan hadiah apa yang cocok untuk di berikan, “gw boleh usul ngga?” kata Kibum memecah keheningan, “boleh kok” tanggap Kyuhyun, “Nih gimana kalo kita bikin mereka berdua baikan lagi?? Itu pasti jadi kado terindah buat Adjushi” Kibum mengedarkan pandangannya—menatap Kyu, Minnie dan Chulie bergantian

“Gw setuju” mata Kyuhyun berbinar—ide Kibum, benar benar brilian.

“Sama!!!” Minnie memekik senang, “Aku apa lagi” jawab Chulie sambil menggelayut mesra tangan Kibum

“Gw sama Kyuhyun nyusun rencana, nah kamu sama Minnie—

“EHEM”

Kibum menatap Kyuhyun sekilas, “Oh maaf, maksud gw Sungmin berdua bujuk Adjumma buat datang ke tempat yang nantinya kita siapin gimana?”

“Setuju!!”

“Oke—ingat rencana kita berhasil, kalo ngga bakal seumur hidup gw di ganggu sama Umma” Kyuhyun berkeluh kesah, Chulie memandang penuh tanda tanya, “memangnya Umma ngapain?” godanya

“Umma mergokin Kyu waktu mau menciumku di dapur kemarin malam” tanpa sadar Sungmin berbicara lugas pada Chulie. Mendengar itu Chulie dan Kibum tertawa keras hingga seisi kantin menatap ke arah mereka. Kyuhyun melototi Sungmin penuh murka, “Kau?!! Aishh” ia membuang muka. Malu, kesal bercampur jadi satu

“Sudahlah Kyu huahahaha, masa gitu aja marah hehehehe” Heenim berhenti tertawa, takut kalau nanti Sungmin di marahi habis habisan oleh Kyuhyun, “Tau tuh—kan emang bener” sanggah Sungmin heran, kenapa sikap Kyuhyun malah marah tidak jelas seperti ini

“Sudah sudah, sebaiknya kita menjalankan rencana ini secepatnya, ok?” tanya Kibum mengembalikan fokus yang lain, “Ok” jawab mereka serempak

***

“Tapi” Sungmin berhenti melangkah, ia menatap Kyu yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, “bagaimana caranya meyakinkan Umma? Nanti dia pasti curiga”. Kyuhyun menaruh sepeda motor seperti biasa di dalam bagasi, ia berbalik mendengar pertanyaan Sungmin, “pokoknya kita coba dulu, yuk” ajaknya sambil mengandeng Minnie masuk ke dalam rumah

Kyuhyun bingung karena keadaan rumah yang sepi, “Umma??” panggilnya

Tidak ada jawaban

“Umma???” sekali lagi Kyuhyun meyakinkan diri

Hening

“Kyu? Umma ngilang?” Sungmin mulai panik—maklum Eunhyuk tinggal di rumah sendirian, siapa tahu terjadi sesuatu terhadap mertuanya itu

“Ngga tahu, sekarang kamu cari di sekitar sini, siapa tahu dia cuma jalan jalan” Sungmin mengangguk sebelum pergi ke luar rumah. Kyuhyun mencari di dalam kamar tamu. Bersih, bahkan semua pakaian Umma sudah tidak ada, “Umma, jangan bikin khawatir dong” bisik Kyuhyun mulai panic

Karena Eunhyuk tidak ada di dalam, Kyuhyun menyusul Minnie yang masih mencari di sekitar rumah mereka, “Minnie?” ia menghampiri Sungmin yang hendak pergi lebih jauh, “Umma tidak ada di rumah, barang barangnya juga tidak ada” gumam Kyuhyun, “aku juga belum menemukannya, ah”

Sungmin melihat ke pojok taman terpencil, ada sebuah gang kecil yang belum pernah dia lihat, “coba kita cari ke sana” usul Sungmin. “itu? Sejak kapan ada jalan di taman? Bukannya jalan buntu?” Kyuhyun nampak enggan tetapi Sungmin menarik tangannya, “sudah kita coba saja”

Mereka masuk ke dalam taman yang sepi menuju gang kecil di pojokan. Sungmin melongo ke dalam, agak gelap. Namun karena dia bersama Kyuhyun maka Sungmin memberanikan diri masuk lebih dalam—jauh ke dalam

“Tambah gelap ya” Minnie sengaja mengajak Kyuhyun berbincang untuk menghilangkan ketakutannya, “siapa suruh masuk ke sini? Udah di bilang ga ada apa apa, paling kita nemu tembok di ujung sana” Kyuhyun menggerutu dari belakang

Namun beberapa langkah ke depan, Sungmin menemukan cahaya—cahaya matahari yang terang. Ia mendesah lega, “Kyu tuh ada jalan keluarnya kok, ini bukan jalan buntu” dengan semangat penuh Sungmin menarik tangan Kyuhyun keluar dari gang.

Suara bising menyambut mereka. Jalan raya terbentang di hadapan Sungmin dan Kyuhyun, beberapa toko toko kelontong berjejer rapi sepanjang jalan

“Lho? Ini di jalan mana? Ngga pernah liat” Kyuhyun melihat ke sekeliling. Ia melihat setiap orang lalu lalang, tetap saja Kyuhyun merasa aneh—bagaimana bisa gang kecil di dalam taman terhubung dengan jalan besar yang tidak pernah dia lihat sebelumnya

“Kyu sini!!!” sikap Sungmin berbeda, ia antusias di depan sebuah toko mungil tepat di samping gang, “Ada mainan gundu!!! Udah lama ngga main, ini berapa Adjumma?” tanyanya kepada penjual toko mainan yang lumayan berumur, “hanya 5 sen untuk gadis manis seperti dirimu” ucapnya ramah

“5 sen? Murah banget” gumam Kyuhyun dan Sungmin bersamaan, “Adjumma yakin? Ini bukannya 5 won?” tanya Kyuhyun agak tidak yakin

“Ne—itu memang cuma 5 sen, kalian jangan bercanda, mana ada mainan anak anak semahal itu” Adjumma tertawa kecil, “sepertinya kalian bukan berasal dari kota ini” tatapannya beralih pada pakaian seragam sekolah Kyuhyun dan Sungmin yang belum di ganti, “dari mana kalian?”

“Kami ada di sebelah gang itu kok Adjumma” unjuk Sungmin, “Gang? Di sana tidak ada gang, lihat” Adjumma mengisyaratkan mereka untuk ikut dengannya, “ini hanya tiang listrik” tangan mungilnya yang tua menepuk nepuk halus tubuh Sungmin yang mematung, “kalian kesasar ya?”

“APA???” Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan kepanikannya sekarang, ia maju ke depan untuk memastikan, “benar benar cuma tiang listrik, tapi Adjumma kami tidak berbohong..” ucapan Kyuhyun makin pelan, ia tertunduk lesu

Adjumma yang merasa iba, menanyakan alamat mereka, “kalian tinggal di mana?”

“di Jln Autumn, Seoul” jawab Kyuhyun cepat sementara Sungmin masih saja membatu tidak percaya

“Ha? Ini memang Seoul, tapi aku belum pernah dengar nama jalan itu mungkin di tempat lain” Adjumma itu masuk ke dalam toko—ia mengambil beberapa uang kecil untuk di berikan kepada Kyuhyun, “ini ambillah untuk ongkos kalian pulang” tadinya Kyuhyun ingin menolak—tapi tangan Adjumma tetap mendekap erat, ia beralih pada Sungmin, “bawalah istrimu cepat, kasian nanti dia kelelahan kalau terlalu malam” ucapnya sambil tersenyum

Kyuhyun kaget, “Adjumma tahu dia istriku?”

“Lihat dari cincin kalian, sudah cepat kalian kembali—keburu hari malam”

“Terima kasih Adjumma” Kyuhyun mengguncang tubuh Sungmin pelan, “Minnie kita pulang yuk” bisiknya lembut, “tapi Kyu—jalan keluar—

“Kita naik bis saja”

Kyuhyun menuntun Sungmin ke arah yang tadi di tunjukkan Adjumma, mereka sampai di sebuah halte sederhana tak jauh dari daerah pertokoan

“Kau sebaiknya duduk, capek?” tanya Kyu khawatir

“Ngga” Sungmin memaksakan dirinya tersenyum

“Tenang aja Minnie, paling kita beneran kesas—

Ucapan Kyuhyun terhenti ketika melihat sosok dari seberang jalan melintas di hadapannya.

“Umma?”

Sungmin ikut berdiri, “mana—tidak mungkinn, Kyu kamu salah lihat—wanita itu masih muda, mungkin saja dia orang yang mirip Umma” walaupun berkata begitu sebenarnya Sungmin juga yakin kalau itu benar benar Umma Kyuhyun

“Ayo kita ikuti dia” dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Sungmin, berlari lebih cepat saat sadar Eunyuk mulai hilang dari kerumunan orang banyak

“Ah itu dia Kyu” Sungmin melihat sosok Eunhyuk yang berbelok ke kanan. Mereka berdua kembali mengikutinya tanpa mempedulikan tatapan aneh orang sekitar

Eunhyuk melangkah ringan sambil bersiul kecil sambil menggenggam kunci di jarinya, ia berhenti di sebuah rumah agak besar, membuka pintu pagar dan masuk ke dalam

Kyuhyun dan Sungmin sampai di depan rumah itu dengan terengah engah, “Itu benar benar Umma, Minnie” kata Kyuhyun sekali lagi

“Tapi buat apa dia kemari?” Sungmin mengatur nafas sambil ikut melihat rumah itu lebih seksama

Tiba tiba terdengar suara teriakan dari lantai dua di dalam rumah

“Kau mengintipku???” teriakan seorang namja dari jendela rumah sebelah,

“Jangan kepedean jadi orang” balas yeoja yang tadi mereka ikuti, “tuh Minnie, ini memang suara Umma” suara Kyuhyun gusar

“Terus kenapa kau melihat kemari?” suara Pria itu makin tegas membuat Sungmin dan Kyuhyun terperangah, “Appa?” bisiknya tidak pasti

“Ka…karena dari arah sini lebih jelas melihat bintang—tuh di atas sana” Eunhyuk berkilah

“Huh, cewek aneh—suka sama bintang” Donghae mencondongkan tubuhnya ke luar sehingga Kyuhyun dan Sungmin bisa melihat dengan jelas wajahnya, “Ya Tuhannn” bisik Sungmin terkejut

“Ya! Jaga mulutmu! Kau kan tidak tahu kan bintang itu cantik dan indah bersinar” Eunhyuk membuka kaca jendela kamar—siluet tubuhnya makin meyakinkan tebakan Kyuhyun

“Tidak, menurutku ada yang lebih indah dari itu” Donghae setengah berbisik sambil menarik kaca jendela ke dalam

“Apa?” tantang Eunhyuk penasaran

Donghae tersenyum kecil, “rahasia” jawabnya

KREKK

Bunyi keras tercipta dari bantingan Donghae—seolah olah mengejek Eunhyuk dari seberang, “Aish dasar cowok” Eunhyuk pun ikut menutup jendela karena hari semakin malam

“Itu Appa” tunjuk Kyuhyun ke rumah di samping, “Itu Umma” tangannya beralih ke rumah di depan, “tapi—ada yang aneh”

“Kyu” Sungmin menarik lengan Kyuhyun tidak sabar, “Apa Minnie?” tanyanya sambil berbalik ke arah Sungmin, “Lihat ini”

Sebuah pengumuman sayembara yang tertempel di dinding

“Memangnya apa hubungan isi berita ini dengan Umma dan Appa barusan?” tanya Kyuhyun tidak mengerti

“Bukan isinya tapi ini” Sungmin menunjuk tanggal yang berada di sisi atas kertas, “tanggal 15 oktober 1993!!!!” Kyuhyun berteriak kencang selesai membacanya

“Ini ngga mungkin!!!!” Kyuhyun berjalan maju mundur, “jadi kita ada di masa lalu tepatnya 17 tahun yang lalu??!!!” ia berteriak frustasi

Sungmin mengangguk lemah, “tapi semua jadi masuk akal Kyu, kenapa Appa dan Umma mu berada di rumah yang berbeda, kenapa harga mainan tadi hanya 5 sen…sepertinya gang tadi menuju masa lalu” Sungmin menyandarkan tubuh ke belakang dinding—lelah

Langit semakin malam, tapi sekarang mereka malah berada di antah berantah tanpa tahu bagaimana cara untuk kembali

“kita tidak bisa masuk ke gang itu lagi juga” sekarang Kyuhyun benar benar frustasi, ini bukan masalah enteng—bahkan mungkin kedua orang tua mereka akan tertawa kencang jika Kyuhyun memaksa untuk menceritakan kejadian ini

“Maaf Kyu” Sungmin merasa bersalah, “coba tadi aku tidak memaksa untuk masuk ke sana”

“hmm” Kyuhyun berdiri kemudian berkacak pinggang di depan Sungmin, ia menghela nafas berat, “Ini memang salah kamu!! Lain kali pokoknya jangan cepat mengambil keputusan sebelum aku setuju! Ngerti?!” Kyuhyun menaikkan suaranya

Sungmin mengangguk cepat, “mengerti”

“Bagus” Kyuhyun melihat ke sekeliling, “sekarang kita harus cari tempat untuk tidur—sudah malam”

“gimana kalau di hotel?” usul Sungmin

Kyuhyun langsung menggeleng, “uang yang di berikan Adjumma tidak akan cukup dan uang yang kita pegang tidak akan laku di sini”

“Terus gimana?” tanya Sungmin takut takut

“Itu di situ” Kyuhyun melihat ada sebuah pondok kecil tidak terurus tak jauh dari rumah Eunhyuk, Kyuhyun memastikan tidak ada orang di sana baru mengajak Sungmin masuk

Hanya ada satu ruangan dengan satu sofa panjang yang agak besar, mungkin ini bekas ruang pertemuan untuk warga setempat namun tidak terpakai lagi

“Kau di sini, aku bisa tidur di bawah” Kyuhyun membersihkan debu di atas sofa, “Ini muat untuk kita berdua kok” kata Sungmin, memang bangku itu lebih lebar

“Tapi pasti sempit banget”

“Ngga papa, di bawah jauh lebih kotor” Sungmin mengerling ke lantai putih yang tertutup debu tebal

“ok”

Kyuhyun berbaring lebih dulu baru setelah itu Sungmin tidur di tepi sofa. Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin erat, menjaganya agar tidak terjatuh ketika terlelap

“Angkat kepalamu” kata Kyuhyun

Sungmin menurut, Kyuhyun merentangkan tangan kirinya sebagai bantal untuk istrinya, “sekarang tidur, besok pagi kita harus cari jalan pulang”

“hmm” balas Sungmin kecil

Karena kelelahan, mereka berdua langsung tertidur nyenyak meski dalam keadaan terdesak seperti ini

***

“Ngg” Sungmin menggeliat ke depan. Untung saja tangan Kyu melingkar kuat di pinggang Sungmin, kalau tidak sudah pasti wajahnya sudah mencium lantai yang kotor

Ia melepas pegangan Kyuhyun hati hati kemudian membuka tirai di jendela, “Aku harus membelikan makanan untuknya” desah Sungmin sambil menoleh kebelakang. Meskipun selalu memaki, Kyuhyun selalu bisa menjaga Sungmin di saat saat seperti ini. Sungmin tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang damai ketika sedang tertidur

“Aku cari makanan dulu ya” bisik Sungmin ke telinga Kyuhyun

Ia berdiri lalu melangkah ke luar ruangan

TIIN TIIIN

Suara klakson mobil ‘mewah’ untuk ukuran jaman itu parkir di depan rumah Donghae, suara itulah yang membuat langkah Sungmin terhenti

TIIN TIIN

“Ya sebentar” Donghae keluar berpakaian rapi. Kaca pintu mobil terbuka, sosok perempuan cantik terlihat dari tempat Sungmin berdiri terpaku, “halo sayang” sapa wanita itu, “ayo cepet nanti kita telat loh” bisiknya mesra

“Ayo” balas Donghae sambil masuk ke mobil. Dari rumah sebelah, Eunhyuk ternganga lebar melihat suguhan pandangan itu. Matanya mengikuti arah mobil yang berputar tepat di depannya

“dasar playboy!” maki Eunhyuk meski tidak bisa di dengar siapapun terkecuali Sungmin. Eunhyuk menutup pagar sebelum pergi berangkat kuliah lalu menghilang dari depan Sungmin

“Aku harus beritahu Kyu” Sungmin tidak jadi mencari makanan, ia segera kembali masuk untuk membangunkan Kyuhyun

“Kamu yakin?”

“Iya”

“Aduh, kalau gini bahaya dong!”

Kyuhyun beserta Sungmin berkeliling di dalam sebuah Universitas tempat Eunhyuk dan Donghae kuliah. Kyuhyun jelas kaget mendengar ucapan Sungmin yang melihat Donghae sudah memiliki kekasih dan itu bukan Eunhyuk—Ummanya. Kyuhyun khawatir, jika mereka tidak kunjung bersatu bisa bisa….

“Tidak mungkin Kyu” Sungmin menolak mentah mentah usul Kyu untuk membuntuti kedua orang tuanya, “Kita harus cepat mencari jalan pulang, bukannya malah menguntit mereka berdua”

“Tapi Minnie, kalau ngga begitu bisa bisa mereka ngga menikah, terus aku ngga lahir kan” Kyuhyun gusar sekali—ia masih berjalan mencari sosok Eunhyuk di dalam kampus sebesar ini

“Pasti nanti mereka menikahlah” kata Sungmin berusaha menenangkan tapi percuma—Kyuhyun sudah menghambur ke dalam kampus mencari ibunya atau bisa di bilang ‘calon ibunya’

Sungmin yang tertinggal di belakang berusaha menyusul langkah Kyuhyun, “Tunggu!! Kyu” panggil Sungmin keras

“APA??”

Teriakan dari arah samping membuat Sungmin berhenti di tempat, ia menoleh ke arah sumber suara

Beberapa lelaki saling berbicara dengan menggebu gebu, “Iya! masa anak Teknik mau ngajak kita tawuran di belakang kampus nanti siang! Gimana?” tanya salah satu dari mereka

“HARUS! Tuh anak Teknik emang harus di kasih pelajaran biar ga belagu! Gw ikut!” balas cowok yang membelakangi Sungmin—menghadap ke teman temannya yang lain

“Ok Teuki jangan lupa ya! Ntar siang!” ucap lelaki yang tadi

“Teuki???” untung Sungmin hanya berbisik—kalau tidak sosok ‘Teuki’ tahu jika ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka

“Yo!! Gw cabut dulu—ada kelas hukum perdata nih” Teuki ber-high five dengan semua teman cowoknya baru melangkah ke arah tempat Sungmin berdiri

“Umma” panggil Sungmin tanpa sadar saat melihat wajah Teuki lewat di depannya, “Itu benar benar Umma” Sungmin mengikuti Teuki berbelok masuk ke gedung sebelah

Sungmin berhenti di depan kelas—masih menatap sayang pada Teuki yang mengambil bangku lalu duduk dengan malas

“Umma”

Sungmin bersingut menjauh ketika ada dosen yang masuk ke dalam kelas. Ia bersedia menunggu selama 2,5 jam hingga pelajaran selesai. Sungmin bahkan sudah lupa kalau dia berpisah dari Kyuhyun, yang ada di pikirannya sekarang adalah Teuki—sosok ibunya yang masih muda

Teuki keluar paling akhir, masih tidak sadar di ikuti oleh Sungmin. Teuki berbelok ke belakang taman—melihat ke sekitar, “aman” gumamnya sebelum berkumpul dengan beberapa puluh temannya

“Jadi ngga?” tanya Teuki sangar

“Jadi dong, yuk cabut!!” gerombolan siap tempur itu beranjak berjalan ke depan—tak jauh dari kampus mereka

Sungmin yang sedari tadi mengintip mulai cemas, bagaimana kalau Ummanya terluka nanti?

“sebaiknya aku ikuti mereka terus”

Sungmin kembali menguntit Teuki sambil tetap menjaga jarak agar tidak ketahuan

Sementara itu

Kyuhyun berlari kecil saat menemukan sosok Eunhyuk yang sedang berbincang dengan seorang gadis di depan perpustakaan

“Lebih baik kamu jangan dekat dekat Donghae” Eunhyuk menatap sinis yeoja itu. “Kenapa? Bukannya Donghae masih ‘single’?” rupanya perempuan ini juga tidak mau diam saja di ancam oleh Eunhyuk

“Tapi dia tidak mungkin mau denganmu??” Eunhyuk menunjuk kasar ke arah wajahnya, “lalu? Dia mau denganmu begitu??” mata yeoja itu mendelik tajam, “aku dengar kau adalah tipe perempuan yang di jauhi oleh Donghae karena kasar dan kejam, he—“

“Gila tuh cewek! Berani berani nghina Umma gw!” Kyuhyun yang emosi maju mendekat, namun ia berhenti saat melihat dua sosok lelaki datang menghampiri Eunhyuk

“Ada apa lagi ini?” Donghae dan satu pria asing melihat Eunhyuk dan perempuan itu bergantian

“Donghae, masa Eunhyuk mengancamku untuk tidak mendekatimu” perempuan itu bergelayut manja di lengan Donghae—tidak dia lihat mata Eunhyuk melebar menatap tindakan agresifnya

“Eunhyuk, kau lagi kau lagi” Donghae menggeleng, “bisa tidak kau berhenti mencampuri urusanku” pinta Donghae sedikit menyindir

“Aku hanya kasian padanya karena tidak tahu kalau seorang Donghae adalah playboy cap duren” Eunhyuk membuang mukanya yang memerah sambil melipat tangan di dada

“Kau?!!” Donghae melepas pegangan yeoja itu lalu menatap Eunhyuk marah, “jangan seenaknya menghakimku!” bentaknya

“Sudah sudah, kalian suka sekali bertengkar. Stop!” lerai seorang namja yang datang bersama dengan Donghae

“Dia duluan yang mulai Jae Bum” Eunhyuk memutar bola mata mendengar perempuan itu mengadu

“ya udah” Jae Bum tersenyum menenangkan, “Hyukie” ia memanggil Eunhyuk dengan lembut

Donghae dan Eunhyuk terkejut

“Kenapa memanggilku begitu?” tanya Eunhyuk heran—soalnya dia dan Jae Bum tidak kenal dekat. Jae Bum mencondongkan tubuhnya ke arah Eunhyuk lalu berbisik di teilnga—dari sudut Kyuhyun mengintip mereka kelihatan seperti sedang berciuman

“Itu siapa lagi?” gumam Kyuhyun gusar

“Ku tunggu nanti di taman belakang yah” suara Jae Bum yang merdu menyapu wajah Eunhyuk dari samping

“Untuk?” Eunhyuk menyesal sudah menoleh karena wajah mereka ternyata hanya berjarak beberapa senti sekarang

Sekilas ada bunyi geraman tidak jelas dari arah Donghae

“Nanti akan ku jelaskan” Jae Bum menarik tubuhnya, “Yuk Hae, nanti kita telat masuk kelas” Jae Bum beranjak pergi—melambai pada Eunhyuk masih tersenyum lebar. Dia tidak melihat wajah Donghae yang mengkerut menahan amarah yang sejak tadi di tahannya

___

“LO BERANI KALAU MAJU”

“OH NANTANGIN ANAK TEKNIK?? MAJU LO!!!!”

“AAAAAARRRGHH”

Sungmin tidak berani mendekat. Ia hanya bersembunyi dari dinding di samping jalan. Toko toko yang berada tidak jauh dari tempat tawuran juga sudah tutup. Berpuluh puluh orang saling baku hantam satu sama lain meski tanpa alat berbahaya

Mata Sungmin terfokus melihat Teuki yang ikut bertempur di dalam kerumunan, “emang tahun segini ngga ada polisi ya? Kok ngga ada yang datang dari tadi??” Sungmin ingin sekali membantu tapi—pasti bahaya banget

Teuki terlihat membantu teman temannya untuk mengalahkan anak Teknik—tidak jarang ia sendiri berhasil memukul mundur beberapa lelaki yang berusaha mengepungnya dari belakang

“Hahaha, siapa lagi, majuuuuu” Teuki kembali menghajar salah satu musuhnya di depan, tetapi pukulan dia di tahan oleh namja tersebut

“Kau??!” bentak namja itu tidak percaya

Lelaki tinggi tegap yang memegang tangan Teuki, terlihat ngeri—ia menatap Teuki lebih teliti lalu mendadak mengangkat tubuh Teuki ke atas pundaknya

“huaaa” Teuki memberontak, tapi percuma. Lelaki ini jauh lebih kuat darinya

“LEPASKANNN AKU” akhirnya ia melepaskan Teuki ketika mereka berhenti di tepi jalan, tak jauh dari tempat Sungmin bersembunyi

“Appa?” bisik Sungmin seorang diri

“Siapa kau?? Berani beraniny—

“kau perempuan” Lelaki itu menatap Teuki tajam, “ngapain ikut tawuran kayak gini??? Bahaya!! Sana pulang” Kangin berbalik meninggalkan Teuki untuk kembali bertempur . Teuki yang tidak terima malah berjalan lebih cepat dari Kangin

“aku memang perempuan, tapi aku bukan penakut” usai mengucapkan itu Teuki masuk dalam barisan anak yang saling memukul

“Hee!! Ck” Kangin berlari menyusul Teuki—menarik lengan bajunya untuk segera mundur. Namun terlambat, tiba tiba salah seorang teman Kangin memukul Teuki dari belakang

BRUKKK

“Umma!!!!” Sungmin kini berteriak—ia ingin berlari menghampiri tubuh Teuki yang rubuh ke samping, tetapi tidak jadi karena Kangin sudah menangkap Teuki sebelum menyentuh jalan lalu membawa Teuki ke samping jalan

Kangin memutuskan untuk menggendong Teuki ke arah klinik di ujung jalan, “sudah kubilang kan” Kangin menggerutu merasa bersalah

__

“Ada apa kau menyuruhku kemari Jae Bum?”

“ada yang ingin kubicarakan denganmu”

“Apa?”

“Maukah kau menjadi pacarku?”

“EH?”

Mulut Eunhyuk menganga lebar, “kau bilang apa tadi?” tanyanya ulang

Jae Bum tersenyum manis, “aku mencintaimu, maukah kamu menjadi pacarku?”

Eunhyuk mengerjapkan mata berulang kali—berusaha meyakinkan diri kalau Jae Bum tidak bercanda, “aku tidak tahu, bagaimana bisa kau menyukaiku?? Kita bahkan jarang bertegur sapa kan?”

Jae Bum mengangkat bahu, “so?” Ia berjalan mendekat, “memangnya ada alasan yang jelas jika kita mencintai seseorang” Jae Bum berdiri tegak lurus di depan Eunhyuk

Kyuhyun yang masih mengintip dari luar terhalang oleh tubuh Jae Bum, “Aisssh, Appa kemana sih?? kok belum muncull!!!!”

Kyuhyun sendiri masih belum mengerti, bagaimana dua orang bertolak belakang seperti orang tuanya bisa menikah??

“Maaf…aku sudah menyukai seseorang” Eunhyuk mundur selangkah—agak tidak nyaman sedekat itu dengan Jae Bum

Jae Bum meraih kedua tangan Eunhyuk lalu menggenggamnya lembut, “Aku tahu, Dongh—

“Ngapain kalian di sini?” tanya Donghae muncul tiba tiba dari arah samping. Kyuhyun merapatkan dirinya ke rerumputan agar tidak ketahuan

“Akhirnya” desah Kyuhyun lega

Donghae menatap Jae Bum dan Eunhyuk bergantian, matanya terhenti pada tangan mereka yang saling berpegangan

“Jae Bum?” Donghae menaikkan alis heran

“Ya, aku meminta Eunhyuk untuk menjadi pacarku” kata Jae Bum tenang, wajah Eunhyuk memerah saat mendengar itu

Donghae melepaskan tangan mereka secara kasar lalu berkata pada Jae Bum—sahabatnya, “Kau salah memilih dia untuk di jadikan pacar. Eunhyuk kan aneh, suka menghakimi orang lain” sindir Donghae sinis

“Dia juga mau menang sendiri, ngerjain orang lain dan yang lebih penting suka melihat ke langit malam malam” Donghae mendelik ke arah Eunhyuk yang masih diam, “lebih baik kau nyari cewek lain deh”

Eunhyuk berbalik menghadap Donghae, matanya penuh amarah

PLAKKKK

Ia menampar wajah Donghae, “Kenapa sih kau suka sekali menghinaku!!! Segitu jeleknya diriku hingga tidak pantas di jadikan pacar, begitu??” Eunhyuk menghela nafas sejenak, ia menoleh ke arah Jae Bum, “maaf..aku tidak bisa…aku mencintai seseorang” Eunhyuk melirik Donghae, “aku mencintai orang bodoh!” Ia kemudian pergi meninggalkan Donghae yang merasa bersalah di belakang

“Kejar sana” ucap Jae Bum tiba tiba

“Ha?” balas Donghae kaget

“Iya, kejar sana! Kau mencintainya juga kan??”

“Tapi kau…” Donghae menunjuk Jae Bum, “Aissh, aku hanya tidak tahan melihat kalian berdua!! Sama sama suka, tapi tidak berani mengatakannya” Jae Bum menepuk pundak Donghae, “kau sudah menyukainya sejak SMA kan? cepat susul dia dan katakan perasaanmu, kalau tidak….”

“Kalau tidak apa?” tanya Donghae takut takut

“Kalau tidak akan ada orang seperti diriku yang menembaknya—dan kau akan menyesal jika itu sampai terjadi” Jae Bum memberi peringatan

“APA?? Tidak!! Dia tidak boleh menjadi milik orang lain” Donghae benar benar ketakutan sekarang, ia melepas pegangan Jae Bum lalu berlari mengejar Eunhyuk ke depan

“Sebaiknya aku mengikuti mereka juga” Kyuhyun berdiri tegak kemudian menyusul Donghae yang mencari cari sosok Eunhyuk

__

“Lebih baik?”

“Hmm”

Kangin memapah tubuh Teuki duduk di depan bangku klinik sambil memastikan kalau Teuki tidak terluka parah

“Kan sudah kubilang, bahaya! Kenapa kamu nekat ke sana lagi sih!!” tegur Kangin kesal

“Biasanya aku juga tidak apa apa, mungkin lagi sial doang” balas Teuki meremehkan, “itu lukamu sendiri? Kenapa tidak di obati tadi?” Teuki melihat luka di punggung tangan Kangin yang membiru, “Ini sih dua hari juga sembuh sendiri” kali ini giliran Kangin yang cuek

“Ck..kemarikan tanganmu” Kangin mengulurkan tangannya. Teuki merobek kaus bajunya sendiri lalu di balut kencang di atas luka itu, “nah beres kan”

“Tapi bajumu…”

“tidak apa apa, kau tadi sudah menolongku, sekarang giliranku untuk balas budi” Teuki tersenyum lebar—senyum yang membuat Kangin mendadak diam

DEG

“Kau kenapa?” Teuki menatap Kangin lekat lekat

Kangin bersingut menjauh, “Tidak” ia menggeleng cepat, “tidak ada apa apa”

“Ya!! Kau seperti ketakutan terhadapku” Teuki mendekat ke arah Kangin—ia melihat lebih seksama perubahan wajah pria ini, “kau sakit?” tanyanya sambil menaruh telapak tangan di dahi Kangin

Kangin menepis tangan Teuki kemudian malah menggenggamnya erat, “tidak tahu kenapa, tapi….” Kangin menatap Teuki lebih lama, “jantungku tidak beraturan setiap kali kau bergerak, berbicara atau menyentuhku seperti tadi”

Sekarang giliran Teuki yang mematung—diam seribu bahasa

“Aneh kan?” mata Kangin membulat polos tanpa sadar ucapannya membuat Teuki terkejut, “Apa aku salah bicara?” nada bicaranya sedikit ketakutan

“Tidak” Teuki tersenyum—senyum yang amat di sukai Kangin, “Oh ya, kita belum berkenalan” Teuki mengulurkan tangannya, “namaku Teuki”

Kangin ikut tersenyum senang, ia menyambut tangan Teuki, “Kangin—panggil saja aku Kangin” balasnya

“Kangin” ulang Teuki masih tersenyum

Sungmin yang melihat dari jauh—merasa terharu, “so sweet” bisik Sungmin. Ingin rasanya menghampiri mereka dan mengenal mereka lebih dekat, tetapi…pasti kedua orang tuanya tidak percaya jika Sungmin adalah anak mereka di masa depan

“Ku antar kau pulang” Kangin berlutut di depan Teuki dengan posisi membelakangi, “naik ke punggungku” tawarnya

“Dengan senang hati” Kangin membantu Teuki pelan pelan berdiri lalu membawa tubuhnya naik ke belakang Kangin, “Hup” Perlahan Kangin berdiri dan jalan dengan langkah teratur ke depan, Teuki menyandarkan tubuh di punggung tidak lupa tangannya melingkar di leher Kangin, “di sini rasanya nyaman” bisik Teuki

Kangin terkekeh kecil, “kau boleh tidur kalau mau”

“serius?” tanya Teuki sambil menyampingkan kepalanya agar bisa menatap Kangin, “iya” balas Kangin lembut

Teuki mengeratkan tangannya kemudian bersandar dengan lega, tidak butuh lama, Ia tertidur lelap

Suara nafas Teuki yang teratur menyapu leher Kangin, “sweet dream Teuki” ia mendelik ke belakang sebentar sebelum melanjutkan perjalanan yang masih setengah jalan menuju rumah Teuki

“Umma…Appa….” Sungmin diam diam bahagia karena tahu bagaimana kedua orang yang di cintai akhirnya bertemu, “sifat mereka tidak berubah—masih sama seperti dulu”

Dari seberang jalan, Eunhyuk berjalan cepat sambil menundukkan wajah. Sesekali Eunhyuk mengusap matanya—seperti habis menangis.

“Lah itu Umma Kyu” Sungmin melongo ingin tahu, “Ah! Kyu di mana?!!! Kalau tidak salah kami berpisah di kampus” Sungmin mencoba mengingat ingat, “aduh, gimana nih pasti di marahi lagi nanti” ucapnya ketakutan

Sungmin sibuk berpikir sedangkan Eunhyuk menunggu sampai lampu merah untuk pengendara setelah itu melangkah ke seberang jalan

TIIINNNNN “Minggir!!!” salah satu pengendara mobil hilang kendali saat ingin membanting stir ke kanan, dia tidak bisa mengerem ketika sosok perempuan muda terlihat di depannya

“Minggir!!!” teriak pengemudi itu keluar jendela

Eunhyuk menoleh—semua terjadi secepat kilat

Sungmin yang sadar langsung menghambur ke tengah untuk menolong Eunhyuk,

BRUKKK

Sungmin jatuh ke pinggir dengan tubuh Eunhyuk menimpa di atasnya, “Umma tidak apa apa?” tanya Sungmin sambil bangkit berdiri

Beberapa orang mengerumuni mereka, memastikan kalau kedua wanita ini tidak terluka parah. Mobil yang hampir menabrak itu berhasil di berhentikan di ujung jalan. Untung saja tidak ada yang terluka

“Aku tidak apa apa, Ah kau terluka” Eunhyuk menyentuh pinggir bibir Sungmin yang berdarah akibat terjatuh barusan, “ini hanya luka kecil kok”

“Permisi” Bunyi derap langkah menyeruak masuk ke dalam kerumunan. Wajah Donghae condong untuk melihat apa yang terjadi—tetapi matanya kaget saat menangkap sosok Eunhyuk di sana

“Eunhyuk!!!” Donghae membantunya berdiri lalu membawa Eunhyuk duduk di bangku jalan. Mengira sudah ada orang yang bertanggung jawab, kerumunan orang itu mulai berbaur dan kembali beraktivitas seperti biasa

“Kau?? Kau bikin aku ketakutan saja!!! Tahu kah betapa cemasnya aku mendengar ada kecelakaan yang menimpa seorang gadis?!!” Donghae menatap penuh amarah, “Aku juga sedang melamun tadi” Eunhyuk menunduk tidak berdaya—masih shock dengan kejadian tadi, “tapi ada seorang yeoja yang menolongku”

Eunhyuk beranjak dari tempat duduk—mencari Sungmin yang berada di atas trotoar, namun rupanya dia sudah tidak ada

“Tadi yeoja itu ada, aneh” gumam Eunhyuk masih melihat ke sekeliling

“Fuh, untung saja aku sudah menarikmu dari tadi” Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dari belakang sambil membungkam mulutnya agar tidak mengeluarkan suara

“Mphhhh” Sungmin berusaha melepaskan diri, “Ngomongnya nanti aja! Kamu bisa bikin kita celaka memperlihatkan diri seperti itu” Kyuhyun akhirnya menarik tangannya yang menutup mulut Sungmin, “Udah tuh!! Ja—

Kyuhyun melihat telapak tangannya lebih seksama. Ada noda darah kecil. “Ini dari mana..” Kyuhyun beralih menatap Sungmin, melihat sudut mulutnya yang terluka. Kyuhyun langsung mendekati Sungmin lalu menyentuh luka goresan itu, “Aw” Minnie meringis kesakitan.

“Baru ku tinggal sebentar kamu sudah terluka lagi!!!” Kyuhyun marah besar, “maaf tapi kalau tadi aku tidak menolong Umma kan bahaya” kilahnya. Ia hanya menunduk pasrah di bentak bentak oleh Kyuhyun

“Hmm, sampai di rumah aku akan mengobatimu” Kyuhyun kembali mengintip EunHae yang masih beradu mulut tidak jelas

“Pokoknya kamu ngga boleh sembarangan kayak tadi, ngerti?!” Donghae berdiri di depan Eunhyuk sambil berkacak pinggang, “Kok kamu ngatur ngatur?” balas Eunhyuk tidak terima. Donghae mengatur nafasnya yang memburu, “Ya haruslah! Kamu hampir buat aku kena serangan jantung!”

Eunhyuk menaikkan sebelah alis, “aku yang hampir kecelakaan tapi kamu yang mau stroke? Ngga nyambung mas” sindirnya

Donghae menganga tidak percaya, “Aku mati matian mengejarmu kemari untuk mengatakan perasaanku tapi malah begini sikapmu” suara Donghae sumbang—ada nada terluka yang terselip

Wajah Eunhyuk berubah, “Apa katamu barusan?” Ia menarik lengan Donghae agar menatap matanya langsung, “bilang sekali lagi?!” tuntut Eunhyuk

“Tidak ada ulangan” Donghae malah memalingkan wajah, Eunhyuk menyerah kemudian kembali menunduk kesal, “hanya itu yang ingin kau sampaikan kan? kalau iya aku mau pulang” ucap Eunhyuk merajuk

“Lho?!” Donghae berhasil menahan kepergian Eunhyuk sambil di tariknya mendekat, “Aisshhh, aku seperti orang bodoh saja” Eunhyuk tertawa kecil melihat Donghae begitu gugup

“Ya! Jangan tertawa! Aku tidak mau punya istri yang egois sepertimu!!!” ceplos Donghae tanpa sadar. Spontan saja Eunhyuk berhenti tertawa, “kau bilang…istri?”

“Iya!! sudah jelas aku akan menikahimu!! Memangnya siapa lagi??” Donghae makin kehilangan kata kata, ia mencuri curi pandang ke arah Eunhyuk. Wajahnya tidak terbaca

“Kau mau kan?” selidik Donghae takut di tolak mentah mentah

Eunhyuk mengangkat wajahnya—keras, “kau mencintaiku?”

Helaan nafas Donghae berat saat mendengar pertanyaan bodoh itu, “kalau tidak buat apa aku mau mengambilmu menjadi istri”

Eunhyuk mengerutkan dahi, sedetik kemudian ia memukul tubuh Donghae, “Kenapa kau membiarkanku menunggu 4 tahun?!! Kenapa baru sekarang, Donghae Pabo!!!!”

Donghae menangkap tangan Eunhyuk lalu menggenggamannya, “maaf” bisik Donghae, “aku janji tidak akan membuatmu menunggu lagi” kali ini Donghae bisa berkata halus, biasanya ia dan Eunhyuk hanya bertengkar sepanjang hari

“Janji?” Eunhyuk membalas genggaman tangan Donghae

“Janji”

“Mereka serasi ya” bisik Sungmin melihat perubahan kedua orang yang mereka intip sekarang. Kyuhyun ikut tersenyum puas, ia mendesah tenang karena ketakutannya tidak terbukti sama sekali

Eunhyuk dan Donghae memang tetap bersama hingga akhirnya

“Kita pulang sekarang” usul Kyuhyun menarik Sungmin yang masih asyik mengintip Eunhae, “Tapi Kyu—gang kemarin kan tidak ada lagi”

“Kita coba saja”

Kyuhyun berjalan menuju arah pertokoan yang mereka lewati. Adjumma di toko sebelah sudah tutup karena hari yang mulai gelap. Hanya ada beberapa kendaraan lewat lalu lalang. Kyuhyun meneliti tiang listrik—tempat gang yang muncul tiba tiba kemarin

“Eh?! Ada Minnie!!!!” Kyuhyun menyibakkan beberapa daun dari pepohonan yang menutupi badan jalan di depan gang. Kyuhyun dan Sungmin memekik lega dan langsung masuk ke dalam sebelum tertutup lagi

“Cepat” Kyuhyun berlari dengan memegang tangan Sungmin supaya bisa mengimbangi langkahnya

“Huh..untung bisa ya Kyu, aduh!” Sungmin keluar dengan jari jari kaki terantuk batu kecil di taman. Kyuhyun sudah bersiap menangkap tubuh Sungmin terjatuh tetapi keduluan dengan sosok namja yang kebetulan lewat.

“Anda tidak apa apa?” Ia memeluk pinggang Sungmin lalu membantunya berdiri tegak. Namja itu terkejut ketika melihat wajah Sungmin

“Terima kasih” ucap Sungmin seraya menundukkan kepala

“Umma?” balas namja itu terkejut

“EH? Umma?” Sungmin menunjuk dirinya sendiri. Kyuhyun yang tidak mengerti, mendekat sambil menatap namja di depannya dengan tajam. Ia melingkarkan tangan di pinggang Sungmin dengan gaya menantang, “terima kasih sudah menolong ‘istri saya’ “ Kyuhyun menekankan nada tegas pada kata kata terakhir

Namja itu tersenyum—senyum yang mengingatkan Sungmin pada seseorang, “Appa tidak berubah, tetap saja pencemburu” ia tertawa sejenak, tidak mempedulikan dua orang yang bingung dengan ucapannya yang ngawur

“Tunggu” Sungmin mengangkat tangannya, “Kau panggil dia Appa” katanya menunjuk ke arah Kyuhyun, “dan aku Umma? Sepertinya anda salah orang”

Kyuhyun mendadak mengerti, ia melebarkan kedua mata sebelum menatap wajah namja itu, “Kau?!” ucapnya terperangah

Namja itu tersenyum, ia menundukkan kepala, “aku pergi dulu” Namja itu berlari kecil ke sudut taman, menghilang dari hadapan Kyuhyun dan Sungmin

“Kyu, kamu kenal siapa dia?” tanya Sungmin masih tidak mengerti.

“Nanti kau akan bertemu juga dengannya” tiba tiba Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin lebih erat sambil menaruh kepalanya di atas kepala Sungmin

“Apa maksudmu Kyu??” desak Minnie

Kyuhyun menimbang nimbang sebentar, “hmmm, nanti saja……” dia mengelus perut Sungmin dengan lembut saat namja itu pergi menjauh

Drrttttt, handphone di saku Kyuhyun bergetar, “halo?” sapa Kyuhyun ketika mengangkatnya, “Ah Umma” jelas Kyuhyun pada Sungmin sekaligus, “oh sudah baikan dengan Appa!! Aduh bilang bilang kek, kami khawatir tadi..hmmm…baiklah…..bye”

KLIK

“Umma sudah berbaikan?” tanya Sungmin mendongakkan kepalanya ke atas, “sudah” Kyuhyun menatap wajah Sungmin yang berjarak hanya beberapa senti, “bibirmu masih sakit?” Ia sedikit meringis karena luka Sungmin masih belum kering

“tidak apa apa” Sungmin menggeleng pelan masih menatap Kyuhyun ke atas, “eh mau tahu cara cepat untuk menyembuhkan lukamu?”

“gimana?” tanya Sungmin penasaran

“gini caranya”

Kyuhyun menundukkan kepala lalu mencium bibir Sungmin. Pertama tama Kyuhyun hanya mengecup bagian luka itu tapi kemudian ia berpindah mencium bibir Sungmin lebih lama

Sungmin tiba tiba melepaskan diri, “leherku sakit” keluhnya. “Kalau begitu berbaliklah” Kyuhyun memutar tubuh Sungmin supaya menghadap ke arahnya, “nah begini kan lebih gampang untukku” kata Kyuhyun senang

“Lebih mudah untuk apa?” Sungmin menatap polos ke depan

Kyuhyun menghela nafas panjang, “untuk mengobati lukamu” tanpa menunggu jawaban dari Sungmin, Kyuhyun kembali memeluknya dan menciumnya jauh lebih intens

“Kyu nanti ada yang lihat” elak Sungmin malu

“Tidak akan” Kyuhyun jelas jelas menolak alasan Sungmin, “tidak akan ada yang melihat” bisiknya seraya kembali mendaratkan ciuman lembut di bibir Sungmin

“Ck ck ck, ternyata memang benar, Appa sangat mencintai Umma” gumam namja yang tadi bertabrakan dengan Sungmin, ia tersenyum senang melihat kedua orang yang di cintainya begitu mesra dan saling melengkapi

“sebaiknya aku kembali ke masa depan sekarang” namja itu bersingut menjauh tanpa menghadap ke belakang lagi

Ia terus berjalan dengan senyum mengembang di bibirnya

TBC

19 responses to “≈No Other Like U-Twenty Five-{Especially for You}≈

  1. mereka pergi ke masa lalu yah???
    huaaa…. keren…. mereka kaya nonton film… kkke~
    namja yg nolong sungmin pasti anak mereka dimasa depan.. ya kan thor?
    #sotoy

  2. sempet bingung,,,,

    tapi akhirnya ngerti juga, wooowww~ mereka so sweet banget tohhhh… #ngiri tingkat dewa…..!!!

  3. Aaaaaaaa~ romantis banget >.<
    Speechles
    Keren banget nih epep…
    God job author.

  4. astga bsa y ank kyumin sma kyuminnu balik ke masa lalu🙂 sng deh pasti ankny ckp!! haha kyu ampe tua ttp posesif trnyt hahaha dan ttp syg sma min🙂

  5. Ini de javu ?????
    omo . . . .
    Kymumin ketemu sama Eunhae n Tukgin,
    sekarang Kyumin ketemu sama anak mereka ????
    2 ??? laki2 dan perempuan ???
    Hmmmm . . . . kita lihat sejauah mana nolu ini berlanjut

  6. kyumin kembali ke msa lalu toh n ketemu haehyuk,kangteuk,romantis’a pra ortu di msa lalu
    kyumin ketemu ank’a,wah yeoja or namja?

    lanjjut

  7. tu HaeHyuk ma KangTeuk masalalu’y seru…bener” ga nyangka.
    eh…KyuMin balik k masa lalu…truz anak’y juga…ckckck ga mau ktinggalan ternyata~
    woow tampilan blog’y baru lagiyaa^^

  8. oh jadi itu masa lalunya haehyuk dan kangteuk..
    kok agak mirip kyumin ya? maksudnya sama sama suka marah marah sebelum pacaran.
    huaaahhh ada anak kyumin dari masa depannn…
    anaknya namja ^^
    tapi aku maunya anaknya kembar :c
    tapi ga apa deh cowo juga nanti gampang nambah anak cewe hehhehe

  9. mereka bisa kejebak ke masa lalu
    ternyata ortu kyumin satu kampus tapi engga saling kenal
    kangteuk romantis banget…so sweet hehehe
    haehyuk berantem mulu tapi emang dasar jodoh hahaha
    kyumin ketemu sama anak masa depannya
    minie masih engga ngerti juga hohoho
    lanjut baca

  10. Baca kisahnya eunhae seru… Ngelamar sambil marah2. Kalau Kangteuk…. So sweet….

    Apa tuh anaknya Kyumin….

  11. Kyumin terjebak di masa lalu kedua ortunya.. Begitu toch asal mula perkenalan kedua ortu mrk..

    Cowo itu anak kyu n minnie ya ?? Dia dtg dr masa dpn…, aigoooo.. Ternyata anak kyu n minnie ntar cowo..
    So sweet bgt sich🙂

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s