≈No Other Like U-Twenty Eight-{Surprise!}≈

“Kenapa sih kamu suka mencari masalah dengan Sungmin dan Kyuhyun! Apa salah mereka?!” bentak Bu Tukinem kepada namja di depannya

Namja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “ternyata aku ketahuan juga” selorohnya pelan—namun Bu Tukinem tetap bisa mendengar itu, “pastilah ketahuan! Yesung, kamu akan Ibu hukum membersihkan lapangan basket selama satu minggu penuh setelah tim basket selesai latihan!” perintahnya

Jelas Yesung menggerutu tidak setuju, “Bu, anak basket kan selesai latihan bisa ampe jam 8 malam, saya pulang jam berapa dong? Ibu saya juga sedang menghukum saya menjaga supermarket kami” curhatan terdalam Yesung

Bu Tukinem tidak peduli, dia menyerahkan kunci lapangan basket kepada Yesung, “tiap pagi mulai hari ini, Ibu akan mengecek kebersihan lapangan, awas saja kalau kamu berani mangkir” Bu Tukinem terduduk dan mulai berkonsentrasi dengan perkerjaannya lagi, “sana, kamu balik ke kelas, bikin saya pusing saja” Bu Tukinem memegang pelipis mata lalu mengurut perlahan, dia benar benar sakit kepala

“hmmm” Yesung keluar dengan rasa sedih yang amat dalam, sial banget dia selama ini. Semalam Ibu Yesung sudah melempar panci kreditan karena raport Yesung merah semua, Yesung ingat banget perkataan ibunya waktu itu

“Nih anak, raport kebakar semua….kayaknya ga usah hidupin kompor buat masak, udah pake raport aja, pasti nyala juga!” sindir Ibunya

Yesung tertunduk, menyesal udah ngerjain Sungmin. “Tapi entah kenapa, gw kok bahagia ya ngeliat Sungmin dan Kyuhyun sengsara hihihihi” Yesung yang sudah tidak waras lagi, pergi kembali masuk ke dalam kelas X-1

___

“Hangeng?” panggil Sungmin sesampai di bangku kelas, “ada apa Sungmin?” balas Hangeng yang sedang asyik mengutak atik sebuah alat pemancar sederhana

“Kamu waktu ulang tahun, di kasih jam sama Wookie? Itu kamu yang minta apa emang Wookie yang niat ngasih jam?” Sungmin mengadakan riset lapangan buat kado Kyuhyun nanti

“Hmmm” Hangeng berhenti, ia memicingkan bibirnya ke depan, “Ngga juga, Wookie yang inisiatif—aku sih di kasih apa aja mau, kan dari orang tersayang” ucap Hangeng tersenyum lembut membayangkan Wookie

“Oh” Sungmin mengangguk, tetapi jawaban Hangeng tidak menjawab rasa ingin tahu Sungmin. Apa lebih baik aku tanya sama Chulie aja, kan saudara sendiri tuh. Sungmin membatin

Sungmin lagi lagi menggumam tidak jelas, ‘dia yang ulang tahun, kenapa jadi repot begini?’ lirih Sungmin sepelan mungkin

Jam Istirahat

“Kyu? Suka apa? Bukannya udah jelas dia suka banget sama game?” jawab Chulie ketika Sungmin menanyakan kado yang cocok buat Kyuhyun. Untung saja Kibum sudah mengajak Kyuhyun pergi sehingga siasat Sungmin untuk memberi kejutan tidak sia sia

“tau sih, tapi tuh anak koleksinya udah lengkap, apa lagi yang harus kubeli?” suara Sungmin putus asa, padahal seumur hidup belum pernah dia sepeduli ini dengan yang namanya ulang tahun orang lain. Ulang tahun sendiri aja suka lupa kalau ngga di ingetin sama kedua orangtuanya. Lagipula di keluarga Sungmin, tidak ada pemberian kado, mereka terbiasa untuk mengadakan makan malam sederhana. Jadi bisa di bilang baru kali ini Sungmin menghadiahi kado untuk seseorang—dan itu Kyuhyun. Sial banget, pikir Sungmin

Chulie berdecak penuh pikiran, “Minnie..Minnie…pantesan waktu ulang tahun aku dulu, cuma kamu yang ngga dateng dan ngga peduli” sindir Chulie tepat sasaran. Sungmin yang udah bingung setengah mati tambah merasa bersalah, “aduh maaf Chulie, nanti deh ultah kamu berikutnya, yah…sekarang bantu aku dulu buat ngadoin tuh anak” pinta Sungmin

“Hmm, aku dan Kibum patungan buat beliin di Stick PS, gimana kamu kasetnya aja? Game PS3 terbaru kan banyak, dan pasti si Kyuhyun belum punya semua” nasihat Chulie sambil mengemil keripik

Sungmin berpikir sebentar, “boleh deh, nanti aku liat harganya berapa”

“Lihat harga apa?” bisik seseorang tepat di belakang tekuk Sungmin. Membuat bulu kuduknya merinding, “Kau?! Berapa kali kubilang! jangan mengagetkanku seperti itu!!” hardik Sungmin yang anehnya membuat senyum Kyuhyun makin lebar, “udah tahu aku biasa begini, masih aja bisa ketipu hahaha” tawanya kesenangan

Kibum dan Kyuhyun kembali dari kantin, “Ini ada beberapa kue untukmu” ia menyerahkan makanan ringan untuk Chulie, “makasih” balasnya tulus

“sama sama sayang” Kibum duduk dan ikut makan sambil bersenda gurau sedangkan Sungmin baru sadar kalau dia belum makan dari tadi, “Kyu, kamu ngga bawa sesuatu untukku?” tanya Sungmin iri melihat kue kue yang di bawakan Kibum

Kyuhyun mengangguk, “ada, ini” Kyuhyun menyerahkan beberapa pisang, apel dan jeruk dari kantin, “ini mana kenyang???” protes Sungmin, ia menatap pedih ke Kyuhyun, “Ya! Kamu tuh baru sembuh! Makannya buah buahan dulu, lagian kan kantin belum tentu bersih,” jelas Kyuhyun sambil membuka kulit jeruk satu persatu, “sekarang makan! Jangan ngeluh!” ucapnya sedikit mengancam

“Ugh” Sungmin diam saja ketika Kyuhyun menjejalkan satu persatu makanan ke mulutnya. Dalam hati Sungmin berpikir, apakah tindakannya benar untuk memberikan pesta kejutan untuk Kyuhyun? Apa di batalin aja? Nih anak galaknya ngga ilang ilang.

***

“Ng, Kyu aku mau ke pasar dulu, bahan makanan udah habis” Sungmin bersiap siap pergi dengan memberikan alasan palsu, maklum si Kyuhyun suka curiga kalau Sungmin bilang mau pergi ke tempat aneh sendirian

“Ok” kali ini Kyuhyun sedang sibuk main PS, waktu yang tepat. Sungmin langsung pergi keluar rumah menuju mall terdekat—mengecek berapa harga kaset PS untuk hadiah Kyuhyun, maklum semenjak menjadi istri, Sungmin perhitungan banget masalah uang, apalagi untuk belanja barang yang ga penting seperti ini

Sungmin celingak celinguk, menanyakan kepada salah satu satpam mall tempat game center. Setelah menemukan tempatnya, Sungmin masuk dan di sambut ramah oleh salah satu pegawai di sana, “ada yang bisa saya bantu?”

“Ya, saya ingin membeli kaset game PS3? Ng…kalau boleh tahu harganya berapa ya?” tanya Sungmin bijak—bisa bahaya beli tanpa punya uang yang cukup

“Harga game PS3 rata rata memang agak mahal karena baru keluar” jelas pegawai itu

“Berapa?” Sungmin agak sangsi dengan kata ‘agak mahal’ jangan jangan ‘sangat mahal’ lagi

“Kira kira 46000 won sampai 70000 won” jawab pegawai game center

Sungmin menutup mulut secara otomatis

“Harganya setengah dari uang belanja” bisik Sungmin masih menganga lebar tidak percaya

“Arghh, susah banget sih mainin game ini” keluh Kyuhyun, ia mem-pause layar di TV dan menuju dapur untuk mengambil minum. Kyuhyun sedikit menggeliat pegal akibat kebanyakan duduk kaku di sofa, ia minum air sambil membuka lemari es, “lho?” Kyuhyun mengacak acak isi kulkas yang masih penuh dengan bahan makanan, “Minnie mau beli bahan makanan? Padahal masih banyak begini? Aish pasti tuh anak kelupaan” gumam Kyuhyun tidak curiga sama sekali

CKELK

Kyuhyun spontan menoleh ketika melihat Sungmin berjalan gontai ke arah dapur, Ia dengan cepat menghampiri Sungmin, “kenapa? Kau sakit lagi?” ucapnya cemas seraya memeriksa wajah Sungmin

Sungmin menggeleng lemah, “ngga..aku ngga sakit, yang sakit..dompetku” ucapnya dengan nada menyindir

“Ng?” Kyuhyun menaikkan sebelah alis, “kau kehabisan uang buat belanja?” tanyanya sabar, lagi lagi Sungmin menggeleng, “ngga..bukan apa apa…sudah sana—balik main, aku mau masak”

Kyuhyun masih bingung dengan sikap Sungmin, “kau kenapa sih?? pasti ada yang di sembunyiin kan?” tebakan yang seratus persen benar

Sungmin mendadak terdiam saat mencuci sayur, ia tidak berani menghadap ke belakang, “ti..tidak, sudah sana, aku mau masak dulu” sanggahnya sambil pura pura sibuk memotong bumbu dapur

Kyuhyun masih berdiri agak lama—ia memicingkan mata dengan pandangan menilai, namun Kyuhyun menyerah karena Sungmin tetap bergeming bersikap acuh lalu kembali ke dalam kamar, “jangan di kira kau bisa menyembunyikan sesuatu dariku Minnie” bisiknya kesal

Mereka berdua makan malam dalam diam. Kyuhyun mengunyah perlahan sambil melirik wajah Sungmin yang sedang memikirkan sesuatu yang lain—dan Kyuhyun makin jengah karena tidak tahu itu apa

“Aku selesai” tandas Kyuhyun agak sedikit mengagetkan Sungmin, “Kamu…” ucap Sungmin heran

“aku mau tidur” Kyuhyun masuk ke dalam kamar, membanting tubuh ke kasur lalu mengusap wajahnya yang penasaran, “argghhh, kenapa dia jadi aneh begitu!!”

Sungmin hanya mengangkat bahu—tidak peduli, nanti juga baik sendiri, pikir Sungmin. Ia mengangkat semua piring kotor dan menyimpan makanan sisa ke dalam kulkas. Dalam waktu yang cukup lama, Sungmin selesai membersihkan semua isi dapur. Setelah itu Sungmin mematikan lampu dapur, ruang tengah baru masuk ke kamar, di sana Kyuhyun telah tertidur pulas

“Tumben Kyuhyun bisa tidur tanpa aku” Sungmin tanpa sadar merengut kesal, ia berbaring memunggungi tubuh Kyuhyun

GREPPP

“siapa bilang” bisik Kyuhyun dengan tiba tiba, tangannya sudah melingkari pinggang Sungmin dari belakang. Sungmin masih membeku dan berusaha menenangkan reaksi tubuhnya yang memburu, “kau bikin kaget!” hardiknya dengan suara gugup

“mmm, Minnie…Minnie…kamu tetap ngga berubah” Kyuhyun menaruh kepalanya di pundak Sungmin, “tadi kau kenapa sih? ketus banget?”

Sungmin mengatur nafas, lalu mengelus dada pelan. Reaksinya tetap sama meski sudah berkali kali Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin

“Ngga…cuma lagi dapet aja” lagi lagi Sungmin berbohong. Kyuhyun menggerakkan kepalanya, “Oh, kirain ada yang kamu sembunyikan” bisiknya mendekat

DEG

Sungmin memutar kedua bola matanya yang panik—kenapa Kyuhyun selalu bisa menebak dengan tepat, “aku ingin tidur” ucap Sungmin untuk mengalihkan pertanyaan Kyuhyun

“Baik, nona” Kyuhyun menyelimuti tubuh Sungmin sambil tetap memeluknya dari belakang. Kyuhyun menunggu hingga Sungmin terlelap duluan, “aku akan mencari tahu, jangan sampai aku tidak mengetahui apa apa” kata kata terakhir di beri penekanan. Kyuhyun tidak suka jika Sungmin berahasia apapun darinya.

__

Sungmin memutuskan untuk melihat uang yang dia simpan di rumah orang tuanya, siapa tahu cukup untuk membeli kaset PS3 buat Kyuhyun.

“Kenapa sih aku mau repot repot untuk orang seperti dia” keluh Sungmin sambil memajukan bibir. Ia sengaja melamun di belakang taman—supaya tidak bertemu dengan Kyuhyun dulu. Sungmin masih pusing karena hari ulang tahun makin dekat, tapi belum menyiapkan apa apa

TENG TENG

“ck ck udah masuk lagi” Sungmin beranjak dari atas rumput dan mulai berjalan menuju ruang kelasnya—dari arah koridor Sungmin bisa melihat sosok Kyuhyun yang berkeliling, setengah berlari. Matanya mencari cari ke seluruh penjuru sekolah

“Kyu!” panggil Sungmin

Langkah Kyuhyun terhenti. Ia menangkap sosok Sungmin dari kejauhan, Kyuhyun berlari lagi lalu menghampirinya dengan segera. Nafasnya terengah engah, peluh keringat Kyuhyun membanjiri wajahnya, “Kau kenapa? Lari lari kayak tadi? Lagi di hukum guru?” tanya Sungmin lugu

“Kau?” Kyuhyun menajamkan mata, kemarahan amat terpancar di sana, “Kemana saja dari tadi! Aku mencarimu tahu!!” bentak Kyuhyun kencang

“Ha? Mencariku?! Untuk apa?” ucap Sungmin terus terang, Kyuhyun menarik nafas agar kembali normal, “aku mencari..aku mencarimu karena ingin bertemu, memangnya tidak boleh!” suara Kyuhyun meninggi, ia menatap Sungmin dengan tatapan menilai—sorot mata Kyuhyun terluka melihat sikap Sungmin yang terlalu cuek, “kenapa selalu aku yang peduli….kau tidak…” bisik Kyuhyun melemah

Sungmin tersontak mendengarnya, “Kyu..bukan..” namun dengan cepat Kyuhyun mengangkat kedua tangan, “aku menyerah…..terserah sekarang kau bebas kemanapun” selesai mengucapkan itu Kyuhyun berbalik dalam langkah gesit masuk ke ruang kelas XII-2

Meninggalkan Sungmin yang terguncang, mematung di tempatnya berdiri

…….

Sepanjang pelajaran Sungmin benar benar tidak berkonsentrasi. Ia menatap nanar ke arah papan tulis. Sesakit inikah rasanya di acuhkan oleh Kyuhyun?

Padahal selama ini Kyuhyun merawatnya dengan telaten, tidak pernah menggerutu sekalipun, tetapi Sungmin? Menyiapkan kado untuk Kyuhyun saja harus berpikir ribuan kali. Sungmin baru sadar kalau kado bukan hal penting—tapi bagaimana ia bisa memberi dengan tulus—setulus Kyuhyun selama ini memperlakukannya

“Maafkan aku Kyu” bisik Sungmin

Sepulang Sekolah

Sungmin sengaja keluar kelas duluan, ia ingin mendinginkan kepala seorang diri. Sungmin tidak berani mendatangi kelas Kyuhyun—takut Kyuhyun menolaknya seperti tadi, “tapi memang aku yang salah” Sungmin berjalan pelan keluar gerbang

TIN TIN

Suara klakson terdengar nyaring dari arah belakang. Sungmin berbalik, Kyuhyun memberhentikan motor tepat di samping Sungmin, “kau kenapa pulang sendiri?” kata Kyuhyun sambil membuka kaca helm, “aku takut kau masih marah” ucapnya sedih, Kyuhyun terdiam sejenak, “kita marahan juga bukan berarti aku biarin kamu pulang sendirian, naik” perintah Kyuhyun

Sungmin naik ke belakang, memakai helm dan memeluk punggung Kyuhyun, “maaf” bisiknya kecil

“Ngga apa apa, mungkin aku terlalu mengekang kamu” balas Kyuhyun seraya fokus ke arah jalan pulang

“Aku ngga peduli, kamu boleh kok mengekang, daripada di cuekin” Sungmin ngeri membayangkan sosok Kyuhyun yang pergi meninggalkannya seorang diri

“Hahahaha, sebaiknya kita pulang”

Kyuhyun menjalankan motor, meninggalkan kepulan asap di belakang

***

Sungmin pusing tujuh keliling sekarang. Bukan hanya masalah kado Kyuhyun yang over budget tetapi juga membeli bahan makanan untuk pesta surprise nanti. Sungmin berencana mengundang teman teman mereka lalu mengejutkan Kyuhyun di lapangan basket. Pada acara puncak, Sungmin datang memberikan kue ulang tahun untuk Kyuhyun

“Astaga, Kue!!!! Arghhh bengkak lagi deh nih biaya!!” Sungmin mencoret coret ulang semua list dan menulis ulang. Kyuhyun sendiri sedang pergi ke rumah Kibum untuk mencoba game terbaru—moga moga dia ngga pulang cepat, doa Sungmin dalam hati

“Omo!!!” Sungmin nyaris pingsan ketika mendapatkan hasil perhitungan untuk ulang tahun Kyuhyun. Ia menggeleng sedih, “aku harus mengambil uang di kamarku yang dulu, ck ck” dengan setengah pasrah Sungmin melenggang keluar menuju rumahnya yang lama

Ternyata mereka berdua selisih jalan. Kyuhyun baru saja tiba, membuka jaket dan bergegas masuk ke dalam rumah

“Minnie” panggil Kyuhyun santai, “kok sepi?” Kyuhyun menyisir seluruh ruangan, kosong. Sungmin tidak ada di manapun. “Minnie kok pergi ngga bilang bilang sih??” Kyuhyun mengambil telepon genggam dari saku dan langsung memencet tombol dial up 2

“Halo?” jawab Sungmin dari seberang

“dimana?” tanya Kyuhyun singkat

“Ini di pasar, iya di pasar! Tadi ada bumbu yang kelupaan beli!! Emangnya kamu udah nyampe rumah?” suara Minnie terdengar gugup di pertengahan kalimat

Kyuhyun menghela nafas berat, Sungmin bukan orang yang bisa berbohong terus terusan, “mau ku jemput?” pancing Kyuhyun. Kalau Minnie jawab ngga berarti tuh anak emang boong, pikir Kyuhyun sambil menunggu jawaban dari Sungmin

Agak lama, “ngga…ng..ngga usah, aku udah di angkot kok, dah”

Klik

Kyuhyun menggenggam telepon keras. Untung saja dia tidak sekuat Heenim, kalau tidak telepon ini sudah jatuh berserakan dalam kepingan kecil

“Awas kamu Minnie” geram Kyuhyun tajam

Dddrrrttt

Telepon Kyuhyun bergetar, “halo?” suaranya masih kasar

“Kyu? Apa kabar ini Umma!” suara riang dari Ummanya membuat Kyuhyun agak luluh. “ada apa Umma?” tanyanya balik, “Ini…minggu besok kan ulang tahunmu, kamu mau apa? Nanti Umma berikan deh”

“Oh, ulang tahun doang” Kyuhyun memang berjodoh dengan Sungmin, sama sama tidak peduli masalah pesta atau semacamnya untuk merayakan ulang tahun. Kalau Umma Eunhyuk tidak bertanya langsung, mungkin Kyuhyun tidak pernah meminta. Bagi Kyuhyun pesta hanyalah pemborosan belaka

“Jangan begitu Kyu, kau mau apa?” desak Ummanya tidak sabaran

Kyuhyun berpikir sejenak—ia menekan kedua pelipis, entah kenapa bayangan Sungmin yang terus muncul di sana

“Ah..aku tahu! Aku ingin merayakan berdua dengan Minnie, Umma..” sahut Kyuhyun bersemangat

Umma Eunhyuk sedikit tersentak, padahal selama ini Kyuhyun selalu menolak untuk di rayakan, “hmm, ide yang bagus, nanti Umma transfer uangnya, ingat! Ajak Sungmin dinner yang romantis” nasihat Eunhyuk

Kyuhyun tersenyum ringan, “baiklah—khusus untuk ulang tahun aku tidak akan mengajaknya bertengkar, hahaha” kelakar Kyuhyun

“dasar, ya sudah, sering sering main kemari, Sungmin saja rajin mengunjungi kedua orangtuanya, tapi kau? Ck ck ck” ucap Eunhyuk kesal

Kyuhyun hanya menangkap kalimat terakhir, “tunggu Umma, sering? Kapan, aku tidak pernah ingat pernah mengantar Minnie ke sana” tiba tiba pikiran Kyuhyun kembali suram, jangan bilang selama ini Sungmin sudah berbohong kepada Kyuhyun

“Lah, baru saja, siang tadi, Teuki-shii yang memberitahu Umma kok”

Kyuhyun terdiam. Pikirannya mulai terarah—memang benar tebakan Kyuhyun, Sungmin menyembunyikan sesuatu

“Aku pulang” Sungmin membuka pintu dengan sikap biasa—ia tidak menyadari ada sepasang mata yang memandang tajam dari ruang tengah

“Umma, nanti aku telepon lagi, Bye” Kyuhyun segera mematikan telepon. Ia menghampiri Sungmin di dapur

“Minnie?” Kyuhyun mengetes tingkah laku Sungmin, “ya?” Sungmin berbalik, senyum masih terukir di wajahnya—senyum yang membuat Kyuhyun makin marah

Tega teganya Sungmin bisa tersenyum setelah berbohong padaku. Batin Kyuhyun berteriak

Kyuhyun memutuskan untuk tidak memusingkan hal itu terlebih dahulu, ia sudah berjanji tidak akan bertengkar dengan Sungmin, apalagi Kyuhyun sebentar lagi berulang tahun—bisa bisa Sungmin merajuk tidak mau di ajak makan malam

“Kau tahu kan sebentar lagi aku berulang tahun, Umma sudah menyiapkan rencana makan malam untuk kita berdua? Kamu mau kan?” tanyanya—mata Kyuhyun masih tajam menatap Sungmin, seolah olah itu bukan permintaan tetapi tuntutan yang harus di penuhi

“Mianhe, minggu ini aku tidak bisa” kata Sungmin gugup

Kyuhyun tidak bisa menahan amarahnya lagi. Ia mengeluarkan segala kekesalan yang di tahan dari tadi

“Kau mau kemana??” gertak Kyuhyun keras membuat Sungmin mundur menempel ke dinding dapur, “Aku…akk..kau kan ada rapat basket” sergah Sungmin mengalihkan pembicaraan. “itu bisa ku batalkan” Kyuhyun mendekat—wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari Sungmin, “Kumohon datang saja ke rapat basket…sehabis itu kita bisa makan malam berdua” bisik Sungmin menciut karena sikap Kyuhyun yang masih tegang penuh dengan amarah

“Beritahu aku…beritahu aku apa yang kamu sembunyikan?” kali ini Kyuhyun harus menanyakan langsung kepada Sungmin. Kyuhyun tidak punya pilihan lain, pikirannya sudah mulai membayangkan sesuatu yang buruk

Sungmin menahan nafas—ternyata lebih susah merahasiakan sesuatu dari seseorang yang sudah mengenalmu begitu dalam. Sungmin memang tidak bisa membohongi Kyuhyun terus menerus, tetapi…

“Aku tidak menyembunyikan apa apa” balas Sungmin lemah—orang bodoh sekalipun tidak akan percaya dengan ucapan Sungmin, semua terlalu jelas

Nafas Kyuhyun memburu dan menyapu wajah Sungmin.

“Terserah, apa maumu sekarang”

Selesai mengucapkan itu, Kyuhyun pergi. Masuk ke dalam kamar lalu membanting pintu keras keras. Kedua mata Sungmin mencair—udara hangat membanjiri wajahnya, tanpa terasa air mata sudah merembes keluar. Sungmin terisak kecil di dapur sambil menekuk di atas meja makan

__

Sepanjang malam. Kyuhyun berdiam diri, ia tidak datang ketika malam makan tersedia meskipun Sungmin sudah memanggil Kyuhyun berkali kali. Waktu tidurpun Kyuhyun bersikeras tidak memeluk tubuh Sungmin sebagai bentuk rasa marah akibat pertengkaran tadi siang. Sungmin melengos—ia menyerah mengajak Kyuhyun berbicara, Sungmin hanya bisa menatap punggung Kyuhyun yang berbalik menjauh

“Tahankan Sungmin, ini tidak akan lama” bisiknya menguatkan diri sendiri

__

Ternyata Sungmin salah sangka. Kyuhyun bahkan tega meninggalkan Sungmin sendirian ke sekolah, ia juga tidak datang ketika istirahat menjelang. Sungmin semakin takut—takut kalau pesta kejutannya berakhir tragis karena Kyuhyun tidak akan datang dan tetap membenci Sungmin

Sungmin terpaksa datang ke kelas Kyuhyun untuk bertemu dengan Chulie dan Kibum—siapa tahu mereka bisa memastikan Kyuhyun tetap datang ke ‘rapat basket’ supaya pesta yang membuat mereka berdua bertengkar, tidak sia sia

“Chulie aku ingin berbi—

Omongan Sungmin terhenti. Begitu melihat dia datang, Kyuhyun keluar tanpa memandang ke arah Sungmin

“Kau ada apa lagi, dengan Kyu?” tanya Chulie gusar. Kibum yang mengerti langsung mengikuti Kyuhyun dari belakang.

“dia marah, karena aku menyembunyikan pesta kejutan kita, aku takut kalau Kyuhyun tidak akan hadir” lirih Sungmin pedih

Chulie mengelus lengan Sungmin, “tenang aja, kan ada aku” senyum Chulie mematikan—senyum yang bisa meyakinkan Sungmin langsung yakin kalau Kyuhyun pasti datang meskipun harus di seret sama Chulie

“Makasih” beban Sungmin berkurang satu, paling tidak semua jerih payahnya tidak sia sia.

***

“Belanjaan lo banyak amat” kata Yesung sambil memasukkan satu persatu semua barang ke dalam plastik. Semenjak ketahuan tidak naik kelas dan mengerjai Sungmin dengan menuliskan fakta palsu, Yesung mendapatkan hukuman berat. Ibunya menghukum Yesung untuk membantu menjaga kasir di supermarket milik keluarga setelah pulang sekolah, dan kebetulan Sungmin sering berbelanja di sini karena harga yang lebih murah di banding tempat lain

Sungmin menghela nafas berkali kali, memikirkan wajah Kyuhyun saja membuatnya tidak nafsu makan. Sekarang Sungmin sudah tidak bersemangat lagi membuat pesta kejutan—gimana kalau hubungan mereka malah memburuk sebelum pesta diadakan

“Ya!! Kok melamun!! Semuanya 56000 Won” tunjuk Yesung ke papan kasir. Sungmin mengeluarkan dompet, menghitung sisa sisa uang sehabis membeli kaset game buat Kyuhyun

“Permisi, Ramen rasa rumput laut sudah habis?” tanya seorang gadis mungil tepat di sebelah Sungmin. Yesung menoleh—ia sedikit terkejut, “hmm kebetulan memang sedang habis Nona, soalnya hanya seorang yeoja yang sering membeli ramen itu secara rutin” jelas Yesung dengan senyum lebar. Sungmin memutar kedua bola matanya—bisa tidak Yesung bersikap lebih profesional dalam menghadapi pembeli, jelas jelas Sungmin saja belum selesai melakukan pembayaran

Gadis itu mengangguk cepat, “itu kakak perempuan saya…dia baru sakit dan hari ini boleh memakan mie instan lagi…dan saya terpaksa membelikannya”

“Oh itu kakak kamu, pantes sama sama cantik” ujar Yesung menggombal

Gadis itu tidak terpengaruh sama sekali—malah ia mundur tiga langkah karena takut pada Yesung. Maklum kalau di lihat dari wajahnya, gadis itu lebih muda beberapa tahun, di bandingkan Yesung yang bisa di kira Om Om mesum

“Kalau tidak ada, saya permisi” pamitnya terburu buru, “Nona! Yah..padahal namanya saja aku tidak tahu” gumam Yesung menyesal

Sungmin membuyarkan lamunan Yesung, “mau di bayar tidak?”

“Eh, maap Sungmin.” Yesung menerima uang dari Sungmin baru menyerahkan semua bungkusan belanjaan

“Kau yakin bisa membawanya? Mau kubantu?” tawar Yesung

“Boleh? Tapi agak jauh dari sini, nanti siapa yang menjaga kasir?” tanya Sungmin tidak enak

“Gampang” Yesung mengedarkan pandangan ke belakang toko, “Umma, aku mau mengantar belanjaan tamu dulu” teriaknya kencang

“Baik! Cepat kembali ya” balas Umma Yesung dari dalam. Yesung mengangkat hampir sebagian kantung berat dan menyuruh Sungmin membawa belanjaan belanjaan kecil

Mereka berjalan ke arah perumahan tempat kedua orang tua Sungmin tinggal—rumahnya yang dulu

__

“kemana sih Minnie, naik angkot juga ngga sampe dua jam kayak gini” Kyuhyun kelihatan gusar menunggu di depan pintu. Rasa penasaran bercampur amarah membuat Kyuhyun tetap teguh mendiamkan Sungmin hingga tidak memberi tumpangan untuk pulang. Kyuhyun tahu dia memang sedikit kelewatan tapi setiap dia ingat Sungmin tetap membungkam mulut tentang ‘entah apa itu’ Kyuhyun makin marah dan makin lama menjalankan aksi mogok pada Sungmin

Mana tadi, Siwon, Kibum menyuruh Kyuhyun untuk wajib hadir ke rapat!! Aishh…Kyuhyun hampir berhasil menolak jika Heenim tidak ikut campur. Kyuhyun paling takut pada Heenim, bukan takut kena pukul…tapi….sejak kecil Kyuhyun sudah begitu…apa karena mereka saudara kembar? Soalnya Heenim suka pake senjata pamungkas wanita sih, yaitu tangisan…dan sudah menjadi rahasia dunia jika satu anak kembar menangis kembaran yang satu pasti ikut bersedih.

“Batal deh rencana makan malam, plus ulang tahun sama anak anak cowok bukan sama Minnie, bagus!” dengus Kyuhyun mengutuki angka 18—angka yang sebentar lagi menjadi jumlah umurnya

“Mungkin Minnie ngambek, terus pulang ke rumah orangtuanya lagi” Wajah Kyuhyun berubah pucat, “Aku harus memeriksa ke sana” Kyuhyun melesat naik ke atas motor dan pergi dengan kecepatan penuh

Tetapi yang ada rumah itu kosong. Kyuhyun sudah menghubungi Umma Teuki dan dia ternyata sedang spa bareng Umma Eunhyuk, “berarti Sungmin kemana dong???” Kyuhyun makin pusing. Ia menuntun sepeda motor keluar kompleks, otaknya berpikir, “jangan jangan Minnie selingkuh lagi? Makanya dia berahasia di belakangku….” Kyuhyun bergumam takut sambil berpegangan kencang ke stang motor, “ah tidak mungkin! cuma orang bodoh yang mau sama Minnie” sanggah Kyuhyun menenangkan diri

“Eh, berarti aku orang bodoh dong?! arghh kenapa aku jadi aneh gini…” Kyuhyun tidak sadar jika di depan, ada dua orang yang dia kenal sedang menuju rumah lama Sungmin

“Makasih Yesung” suara Sungmin terdengar hingga ke tempat Kyuhyun melangkah

“Minnie??” Kyuhyun sontak berbalik dengan motor dan tercengang melihat pemandangan yang ada di depan rumah mertua Kyuhyun

Istrinya dengan Ye..Yesung!

“Tidak masalah, aku bawa sekalian ke dalam, ini terlalu berat” Sungmin membukakan pintu pagar agar Yesung lebih mudah lewat, mereka masuk ke dalam tanpa mengira ada orang lain melihat mereka berdua dengan amarah yang tak terkira

“Minnie benar benar selingkuh? Dengan Yesung pula??” Kyuhyun berjalan cepat, ia memarkir motor pelan—tanpa suara, agar Sungmin tidak curiga, “Kenapa?? ah Aku lupa kan Yesung orang bodoh….hanya orang bodoh yang mau sama Minnie” ulang Kyuhyun sambil ikut masuk ke dalam

Ini termasuk keahlian Kyuhyun. Tiba tiba muncul tanpa terdeteksi—sudah berapa kali Sungmin terperanjat karena kebiasaan iseng Kyuhyun, dan sekarang keahliannya dipakai dengan benar

Yesung menaruh semua belanjaan di atas meja dapur sedangkan Sungmin mulai menaruh bahan bahan pembuat kue di dalam baskom besar

Kyuhyun ingin sekali menghardik mereka berdua tetapi celetukan Yesung membuat langkahnya terhenti

“Lo niat banget sih bikinin si Kyuhyun pesta? Ngga cape apa? Mendingan beli kue jadi di supermarket gw, ada loh hehehe” ucap Yesung sekalian promosi

Pesta? Tanya Kyuhyun dalam hati

Sungmin memecahkan 4 butir telur lalu memasukkan gula seperempat, “gw juga tadinya ngga mau” curhat Sungmin, “tetapi gw sadar, Kyuhyun udah baik banget” Sungmin menghidupkan mixer sambil tersenyum lembut, “walaupun dia suka marah marah, tetapi gw tahu itu semua demi kebaikan gw, Kyuhyun tuh sabar banget ngadepin semua kebodohan gw” senyum Sungmin hilang ketika mengingat dirinya malah bertengkar hebat dengan Kyuhyun

Yesung mengangguk mengerti, “mungkin karena lo cinta sama dia….gw juga mau jatuh cinta” mata Yesung menerawang—mengingat paras gadis mungil yang datang di supermarket, “pokoknya misi gw, harus kenalan sama tuh cewek!” ucap Yesung semangat

“Hahaha, gw doain deh, tapi jangan lupa doain gw juga…si Kyuhyun masih marah,,,,gw takut pesta kejutan malah jadi mimpi buruk buat kita berdua” kata Sungmin mulai menyerah

Yesung tersenyum penuh arti, “tenang aja bakal gw bantuin..emang di mana sih pesta yang mau lo gelar?”

“Di lapangan basket, kalo mau lo dateng aja?! Banyak kok ada Kibum, Heechul, Hangeng, Wookie dan Siwon” Sungmin masih berkonsentrasi membuat kue dan sekarang ia memasukkan tepung terigu seperempat dari bungkusan

“Hmmm, liat nanti deh” Yesung mulai memikirkan sebuah rencana untuk Kyuhyun. Ia juga ingin memberi kejutan untuknya

Dari balik dinding

Semua rasa penasaran, gelisah dan amarah Kyuhyun meluap. Rasa penyesalan malah merasuki hatinya setelah mendengar semua rencana Sungmin……

Kyuhyun hanya bisa menahan diri untuk tidak masuk dan merusak semua yang telah Sungmin susun. Kyuhyun ingin sekali memeluk Sungmin dan meminta maaf berkali kali, tetapi dia mengurungkan niat itu

Kyuhyun tersenyum lebar—dia punya sesuatu…sesuatu untuk membalas semua jerih payah Sungmin untuk pesta ulang tahunnya

“Surprise…” bisik Kyuhyun menjauhi mereka berdua dan pergi dari situ tanpa di ketahui siapapun

Malam hari

“Aku pulang” kata Sungmin pelan, ia tahu tidak mungkin Kyuhyun membalas, kan mereka sedang marahan

Sungmin menaruh jaket di samping pintu depan lalu berjalan hati hati ke dalam kamar—Kyuhyun pasti akan berteriak keras mengingat Sungmin pergi lama sekali

“Kau sudah pulang?” tanya Kyuhyun mengalihkan pandangan dari buku pelajaran, ternyata dia belum tidur

“Hmm, sudah” jawab Sungmin dengan suara kecil, “Aku mau tidur” kata Sungmin masih menghindari tatapan tajam Kyuhyun

“silahkan” balas Kyuhyun acuh

Pundak Sungmin melemah, dia merebahkan diri di atas kasur—mencoba tidur meski susah karena Sungmin terbiasa tidur dalam dekapan Kyuhyun

Saat Sungmin mulai bisa terlelap, kecapean membuat kue. Kyuhyun menghampiri tubuh istrinya. Mencium kening Sungmin dan membawanya ke dalam pelukan Kyuhyun

“kita lihat nanti, siapa yang akan terkejut” bisik Kyuhyun sambil mencoba tertidur

***

Hari Ulang tahun

Hari minggu, hari yang bertepatan dengan ulang tahun Kyuhyun. Sejak mereka bertengkar hingga detik detik menjelang malam, Kyuhyun sama sekali tidak menampakkan perubahan sikap dalam mendiamkan Sungmin. Kyuhyun terus membiarkan Sungmin melakukan apa apun dan pergi kapanpun tanpa di omelin atau di tanya macam macam. Jujur Sungmin sedikit merasa terluka—ternyata begini rasanya tidak di perhatikan

Tetapi untuk hari ini—hari yang sudah dia nantikan, Sungmin bersabar hingga saat terakhir

“Aku ingin pergi ke rumah Chulie dulu” pamit Sungmin ketika malam menjelang

Kyuhyun hanya memencet remot asal asalan, “Aku juga ingin menghadiri rapat basket, jadi sebaiknya jangan tunggu aku” Kyuhyun tetap memperlakukan Sungmin baik, tetapi berbeda. Tidak ada Kyuhyun yang ketus, atau tempramental yang Sungmin rindukan

“Baik” Sungmin menarik nafas—lelah. Ia keluar dan menutup pintu depan dengan perlahan

Ddrrrt

Sungmin mengangkat ponsel dari tas sekolah, “Chulie? Iya dia akhirnya mau juga” kata Sungmin sambil tersenyum tipis, “Hmm…kalian sedang menghias di lapangan? Ok…beritahu aku jika Kyuhyun sudah tiba…dan eh, ingatkan Hangeng untuk tidak mencomot makanan duluan…ok, thanks Chulie” Sungmin memutuskan sambungan dan melangkah pasti—menuju markas rahasia, rumah orangtuanya

Saat yang bersamaan di tempat yang berbeda

Lapangan basket

“Hangeng! Dengar apa kata Minnie, jangan mengambil makanannya duluan!! Kan belum selesai pekerjaan kita” untung saja Chulie bertindak lebih cepat, Hangeng sudah bersiap siap membawa kabur sepiring penuh Bulgogi untuk dirinya sendiri

Wookie menepuk tangan Hangeng kasar, “dengar tuh! Kok malah makan, bantu Siwon memasang balon dekat ring basket sana” perintah Wookie galak

Hangeng terpaksa bangkit berdiri dan pergi menjauhi tempat makanan, “padahal aku laper” sungutnya sambil berjalan ke arah Siwon

Kibum sendiri sibuk meniup balon warna warni seraya duduk di lantai basket yang sudah di bersihkan oleh Yesung. Chulie dan Wookie menata makanan pesta di salah satu meja untuk pertandingan, di sudut depan Siwon dan Hangeng yang tinggi memasang balon yang selesai di tiup Kibum ke langit langit lapangan

Mereka masih fokus mengerjakan pekerjaan masing masing ketika bunyi pintu luar terbanting keras

BRAKKKKK

Semua berhenti. Sosok lelaki tinggi yang mereka kenal baik—seseorang yang harusnya belum berada di situ, paling tidak untuk saat ini

“Kyu” bisik Chulie tidak percaya

“Kyuhyun!” pekik Kibum, Siwon, Hangeng dan Wookie bersamaan

Kibum bahkan masih menaruh balon karet di mulut sedangkan Siwon memegang balon balon seperti ketangkep maling ayam tetangga sebelah—salah tingkah

Kyuhyun mendekat, mengedarkan pandangan ke arah mereka satu persatu.

“Yah, batal deh ngagetin kamu!” dengus Chulie pasrah—buat apalagi di sembunyikan, toh Kyuhyun tidak sebodoh itu untuk di tipu, “kenapa datangnya cepet banget?” ujar Siwon ikut ikut kecewa—jarang banget bisa ngerjain nih anak

Kyuhyun menggeleng puas, semua persis seperti yang ia bayangkan—dan rencanakan, “aku sudah tahu dari jauh jauh hari tentang pesta ini kok” kata Kyuhyun santai

Tetapi wajah mereka malah berbalik menegang. Mereka semua melirik satu sama lain dan berujung pada Hangeng, “Kok gw?? Bukan gw kok yang ngasih tahu Kyuhyun” belanya tidak terima di sudutkan

“Aku ngga yakin” sahut Wookie—pacarnya sendiri

“Ya! Kau?! Bukan di bela, malah nuduh lagi” kata Hangeng berbalik marah

“Sudah sudah” lerai Chulie pusing sama pasangan aneh di belakangnya

Kyuhyun menyunggikan senyum penuh arti, “Aku minta kalian melakukan sesuatu” bisiknya sambil mengisyaratkan mereka semua untuk mendekat

“Apa?” tanya mereka bersamaan

__

Sungmin sekarang sibuk menyelesaikan tahap akhir. Menghias kue dengan tulisan Happy b’day Cho Kyuhyun ke 18. Karena space masih lebar, Sungmin berinisiatif menggambar muka Kyuhyun di sebelah tulisan.

Wajah bulat dengan mata bulat serta rambut yang sedikit acak acakan. Sungmin terkekeh dengan hasil ukiran tangannya, namun lagi lagi wajah Sungmin kembali sedih mengingat sudah 2 hari Kyuhyun tidak berbicara seperti biasa. Tanpa sadar, Sungmin menggambar alis Kyuhyun miring ke atas—seperti orang yang sedang marah

“Ini semua gara gara kau sih!! niat baikku jadi ternoda kan” lirih Sungmin kecil

Sungmin masih saja memandangi ‘Kyuhyun’ di atas kue saat handphonenya mendadak bergetar, “Halo? Chulie? Bagaimana?” tanya Sungmin gugup

“Datang cepat!! Kyuhyun sebentar lagi akan masuk ke dalam!” jerit Chulie panik, Sungmin langsung mengangguk dan menutup telepon. Ia menutup kue dengan kotak plastik dan bergegas keluar rumah

“Umma, Appa aku pergi dulu” pamit Sungmin buru buru

“Iya, titip salam hangat untuk menantu kami!” jawab Teuki dari arah ruang TV, “Honey…kok firasatku mengatakan ada yang terjadi dengan mereka berdua” kata Teuki dalam pelukan tubuh Kangin yang duduk di sebelah

Kangin merunduk, “dalam artian bagus atau buruk?”

Teuki mendongak, ia memperlihatkan senyum bahagia, “bagus…hehehe” Kangin ikut tersenyum dan mengeratkan pelukannya di bahu Teuki, “berarti impianmu akan segera terwujud” bisik Kangin

“Itu juga impianmu, sayang” Teuki menyadarkan kepala dengan nyaman, mereka kembali berkonstrasi menonton televisi

Di Lapangan Basket

Sungmin sedikit berlari kecil sambil memastikan kue yang dia bawa tidak ikut hancur akibat guncangan ringan dari kaki Sungmin.

Sungmin membuka pintu Lapangan yang tertutup rapat. “Fuih” ia menghela nafas berkali kali untuk menenangkan diri, “sekarang saatnya” Sungmin membuka bungkusan kue tart, menyalakan lilin yang berjumlah 18 batang dan mendorong pintu berat itu dengan tangan yang bebas

KREKKKK

“Sela…mat ula…. kok sepi..” Sungmin mengedarkan pandangan ke lapangan yang luas, hanya ada sebuah meja kecil dengan satu bangku, yang membuat Sungmin mengerutkan dahi adalah hidangan yang tersedia di atasnya

Ada 2 porsi daging steak dan sebotol anggur putih di sana

“Ini kan bukan makanan yang ku masak” gumam Sungmin ketika berada di samping meja beralaskan taplak putih itu

“Mungkin sebaiknya aku menelepon Chulie” Dengan susah payah Sungmin merogoh kantung di celana jeans, mengambil handphone lalu memencet sederet angka

“Halo? Chulie?”

KLIK

Semua lampu lapangan mendadak redup, hanya ada cahaya yang berasal dari lilin di atas kue tart. Sungmin merapatkan diri ke sudut ruangan

“Chulie?? Kau di mana???” tanya Sungmin ketakutan…sendirian di tempat seperti ini, mana suhu tiba tiba menjadi dingin. Pikiran Sungmin liar—mengira jika ada arwah gentayangan yang usil

“Apa? Minnie?” jawab Chulie pelan, suara dia teredam dengan nyanyian cempreng milik Siwon, “kau ada di mana??? Bagaimana dengan rencana kita???” suara Sungmin mengecil

Entah kenapa dia merasa ada udara yang bergerak mendekat ke tempatnya berdiri sekarang

“Aku…dan yang lain sedang di karaoke, kami juga membawa makanan yang kamu buat” jelas Chulie dengan susah payah—karena sekarang Hangeng menyanyikan lagu rock sehingga Chulie semakin susah mendengar ucapan Sungmin

“Terus aku gimana????” Sungmin benar benar tidak habis pikir, kenapa mereka semua bahagia di atas penderitaan temen sendiri, “nikmati saja—kami sengaja tidak mau mengganggu kalian” bisik Chulie menggoda

“Ha? Kami? Apa maksud—

“Hai” sapa Kyuhyun mendadak tepat di wajah Sungmin

“Haaaaaaaaa” teriak Sungmin spontan dan bergerak mundur. Untung saja ia tidak terjengkal karena melihat penampakan suaminya sendiri, “Huaaa, ada setan mirip Kyu!!!!!” pekik Sungmin seorang diri, suaranya teredam oleh dinding Lapangan yang lebar

“Ngaco! Ini memang aku tahu!” Kyuhyun berjalan ke depan lalu membantu Sungmin berdiri tegap, “Ini kamu?” tanya Sungmin sambil meraba raba lengan Kyuhyun untuk memastikan

“Iya Minnie…” jawab Kyuhyun sambil memutar kedua bola mata. Sungmin mengangkat kue agar sejajar dengan wajah Kyuhyun, “iya deh, ini beneran kamu” suara Sungmin tidak ketakutan lagi

Tiba tiba suasana hening

Sungmin sebenarnya ingin bertanya kenapa Kyuhyun bisa tahu dia ada di sini, dan kenapa yang lain malah tidak memberitahu apa apa tentang kedatangan Kyuhyun yang serba dadakan

Tetapi pikiran Sungmin mempunyai kesimpulan. Kyuhyun pasti sudah menyelidiki semuanya terlebih dahulu, ya itu cukup menjelaskan keadaan serba terbalik seperti sekarang

“Kenapa kau punya ide bodoh untuk membuatkanku pesta kejutan?” tanya Kyuhyun menatap tajam, suaranya ketus mengimbangi sikap cuek sepanjang hari tadi

Sungmin balas memandang Kyuhyun lewat cahaya lilin, “Karena aku ingin memberikan sesuatu yang special di hari ulang tahunmu” katanya terus terang

Kyuhyun membisu—matanya tidak berhenti melirik tajam sambil menimbang nimbang sesuatu, “Terima kasih” kata Kyuhyun tulus—mendengar hal itu Sungmin terkejut bukan main

Padahal dia kira Kyuhyun akan marah marah tidak jelas, tapi ternyata…

“Makasih” ulang Kyuhyun sekali lagi

Sungmin menatap Kyuhyun penuh haru, ia mulai tersenyum senang, “aku kira kau tidak akan suka” balas Sungmin sambil tertawa—mencairkan suasana canggung di antara mereka

“Kata siapa? cuma aku tidak suka jika kau menyembunyikan sesuatu dariku” Kyuhyun dengan mudah meraih tangan Sungmin di dalam kegelapan lalu menariknya ke arah meja kecil di dekat mereka. Bangku hanya ada satu, Kyuhyun duduk terlebih dahulu lalu menyuruh Sungmin untuk duduk di pangkuan Kyuhyun, “sini” karena Sungmin tidak yakin—maka Kyuhyun harus memaksa Sungmin naik di atas pahanya

“Sekarang aku akan memberikan kue pertama untuk istriku” Kyuhyun mengambil pisau steak dan memotong pinggiran kue dengan hati hati, “tetapi kamu belum mengucapkan permintaan dan meniup lilin, Kyu” kata Sungmin mengingatkan

“nanti kita bisa bisa tidak melihat apa apa Minnie” ucap Kyuhyun masih fokus memotong kue, “lah? Aku kira kau yang mematikan lampu?” Sungmin memegang bahu kursi—takut terjatuh dari pangkuan Kyuhyun

“Bukan aku, entah siapa,……..Ini” Kyuhyun memberi suapan kue pada Sungmin yang langsung membuka mulutnya, “enak?” tanyanya

“Enaklah, kan aku yang masak ” Sungmin susah payah berbicara karena mulutnya penuh kue, “Hmm…aku juga ingin mencicipi kue buatanmu” bisik Kyuhyun

“Oh, aku potongin juga” Sungmin meraih gagang pisau steak namun tangan Kyuhyun langsung menepisnya, “tidak perlu, aku tahu cara yang lebih baik” balas Kyuhyun sambil meraih tekuk leher Sungmin supaya menunduk, “apa…” mulut Sungmin terkunci. Kyuhyun menahan Sungmin agar tidak menjauh, ia mencium bibir Sungmin lembut namun tiba tiba Kyuhyun memaksa Sungmin untuk membuka mulutnya. Langsung Kyuhyun meraih sebagian kue dari dalam tanpa menghentikan ciuman mereka

Sungmin menelan kue yang tersisa ketika Kyuhyun berhenti mengambilnya. Selesai itu Kyuhyun hanya mengecup sisa sisa krim cokelat di bibir Sungmin lalu melepaskan ciuman mereka

“Kau benar, kue ini memang enak” ucap Kyuhyun ketika menarik tubuh Sungmin agar duduk di posisi semula. Sungmin agak terengah engah, “kenapa tidak makan sendiri, kan ada banyak tuh kue” protes Sungmin—masih terkejut dengan ciuman Kyuhyun yang tiba tiba

Tangan kiri Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin sedangkan tangan yang satu membuka tutup botol anggur putih dan menuang ke gelas masing masing, “Tetapi lebih enak makan seperti tadi, rasanya lebih manis” Kyuhyun berbicara dengan nada biasa—seolah olah kalimat itu tidak membuat jantung Sungmin berdetak lebih cepat saja

Kyuhyun menyerahkan satu buah gelas bergagang panjang untuk Sungmin, “Ini anggur putih terbaik, coba minum” ucapan Kyuhyun di turuti, dalam sekali teguk Sungmin menghabiskan isi gelas

“Bukan begitu cara minumnya Minnie! Anggur adalah minuman penuh tata krama, pertama kamu harus mencium aromanya, menghirup wangi dari anggur baru menggoyang goyangkan gelas setelah itu meminumnya perlahan” jelas Kyuhyun seraya mencontohkan di depan Sungmin

Sungmin mengangkat bahu—tidak peduli, “buat apa? Tidak ada gunanya, tapi…” Lidah Sungmin berdecak, “Ini beneran enak Kyu, aku mau lagi” pintanya

Kyuhyun menjauhkan botol dari tangan Sungmin, “kau bisa mabuk Minnie?” kata Kyuhyun memberi peringatan, Sungmin langsung menggeleng, “tidak—lihat saja, aku sudah minum satu gelas tetapi belum mabuk, ayolah” bujuk Sungmin sekali lagi

Kyuhyun menggerutu tidak jelas, tetapi saat melihat wajah Sungmin yang masih normal, Kyuhyun menuangkan wine ke dalam gelasnya, “tuh udah”

Sungmin meminum persis seperti yang Kyuhyun peragakan, “ini benar benar enak, tuan” candanya

“sama sama Nyonya” Kyuhyun mengangkat gelas lalu membenturkan ke gelas Sungmin, “Cheers”

BLAMM

“eh?” Kyuhyun dan Sungmin menoleh ke arah pintu di depan, suara kunci terdengar jelas

CKLEKK

Mereka saling berpandangan sambil memegang gelas—tidak jadi bersulang, “Kyu, kita di kunci!!!!” Sungmin langsung panik, dia ingin berdiri namun tangan Kyuhyun malah semakin erat melingkar di pinggang Sungmin

“Sudah biarkan saja” Kyuhyun mendengus kesal namun jauh lebih tenang di bandingkan Sungmin, “nanti pagi juga di buka” cecarnya seraya menuang kembali gelas mereka dengan wine

Sungmin mendelik..namun akhirnya dia menyerah juga—benar kata Kyuhyun percuma meronta ronta dari dalam, soalnya Sungmin sudah pernah menginap sekali akibat terkunci

“Kau tahu tidak?” suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin, “apa?” tanyanya balik

Kyuhyun mengaitkan kedua tangan di tubuh Sungmin, matanya menerawang ke atap bangunan, “pertama kali kita berkenalan dan saat aku meminta bantuanmu menjadi pacarku juga di lapangan ini kan, ingat?”

Sungmin meneliti ingatannya satu persatu. Ia dan Kyuhyun sama sama membayangkan awal mereka bertemu

Pertengkaran demi pertengkaran

Sikap simbolis mutualisme satu sama lain

Dan berujung dengan cinta

“Aku ingat” bisik Sungmin menikmati keheningan hangat yang tercipta di antara mereka. Kyuhyun membalikkan tubuh Sungmin agar menghadap persis di depannya, “tetapi aku tidak menyesal pernah bertemu denganmu” Sungmin terdiam. Mata mereka saling menatap lama dan dalam.

“Aku mencintaimu Lee Sungmin”

Wajah Sungmin berubah, ia menutup mulutnya dengan punggung tangan agar tidak terisak, namun Kyuhyun menarik itu, membiarkan Sungmin menitikkan air mata bahagia

“Aku juga mencintaimu Cho Kyuhyun”

Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun—mencoba memasukkan semua yang ia rasakan selama ini. Sungmin juga bersyukur pernah mengenal dan menjadi istri dari lelaki dalam pelukannya sekarang

Kyuhyun merenggangkan pegangan tangan Sungmin di punggung dan memberi jarak bagi mereka, “karena aku berulang tahun, bolehkah aku meminta satu ciuman lagi?” pinta Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah mata—membuat Sungmin malah tertawa terpingkal pingkal

Sungmin mengalungkan tangan ke leher Kyuhyun serta membawa wajahnya mendekat, “sebanyak yang kau mau” bisik Sungmin sebelum Kyuhyun mencium bibirnya

Sungmin tidak pernah berciuman secepat ini, dia sedikit tertinggal karena Kyuhyun terus saja mengecup bibir Sungmin lebih lama, membuat udara di sekitar mereka menipis

“Selamat ulang tahun Kyu” erang Sungmin tanpa sadar ketika Kyuhyun berhenti tepat di ujung bibir Sungmin untuk menarik nafas, “terima kasih” balasnya seraya mengelus wajah Sungmin

“Berarti aku harus meniup lilin sekarang”

Kyuhyun memejamkan mata, mengucapkan permohonan dalam hati lalu meniup lilin lilin di atas kue tart

FUHHHHH

Suasana menjadi gelap gulita

Sungmin bahkan tidak bisa melihat wajah Kyuhyun di dekatnya, “Ya! Kyu!!! Kita sekarang tidak bisa melihat apa apa!!!” protes Sungmin sambil memegang bahu Kyuhyun erat

“Tidak masalah, kan ada aku” suara Kyuhyun—harum nafasnya hampir menyapu wajah Sungmin yang sedang mencari cari dalam kegelapan

Kemudian….

“Hmmphhh” suara Sungmin mendadak terputus—lenguhan itu malah hilang tanpa jejak, seolah olah tidak ada orang di dalam sana

Keadaan hening dalam jangka waktu yang lama

Dari luar pintu lapangan

Yesung bersiul siul riang sambil memainkan kunci lapangan basket yang di berikan oleh Bu Tukinem semenjak dia di hukum. Yesung berjalan dengan langkah mantap ke arah gerbang sekolah

“Sudah beres nak Yesung?” sapa Satpam sekolah ramah

Yesung mengangguk, “sudah pak, tenang saja..lapangan sekarang….beres..” ucapnya dengan arti ganda

“baik, hati hati pulangnya” Yesung melambai sebagai jawaban, ia tak berhenti tersenyum lebar. Yesung memainkan jaket seraya menatap ke atas langit—udara memang terlalu dingin pada malam hari

“Anggap saja itu sebagai hadiah plus ucapan permintaan maaf karena sering mengerjai kalian berdua” Yesung bergumam sendirian ketika melangkah ke depan, “semoga malam ini terjadi sesuatu hahahaha” Yesung memuji ide briliannya dan menggeleng senang

TBC

16 responses to “≈No Other Like U-Twenty Eight-{Surprise!}≈

  1. jadi itu yesung yg ngunci??

    bukannya kyuhyun yg terkejut, malah sungmin yg kaget… hahaha

  2. Hiyaaaaaa Yesungie rencana’a bagus… Wkwk semoga t’jadi ‘sesuatu’…
    Ahh demen deh ama pasutri ini…kkkk~

  3. uwooo~ hahaha so sweet y :’) ak bnr”
    pgn pny pcr kaya gtu!! huhuhu pgn bgt suami gtu🙂
    yesung baik y ^^

  4. mang ya minnie tuh ga akn bsa nyembunyiin sesuatu dri kyuppa,

    bgs yeppa kunciin ja kyumin,hehehehe
    saengil chukkae kyuppa

    lanjut

  5. aduuuh Minnie, niat bkin surprise bwt Kyu eh mlh dia sendiri yang kena ckckck emang km tuh ga bakat bo’ong yah^^
    ga usah pikirin hadiahnya…yg pnting niatnya,OK

  6. walaupun pestanya gagal tapi srlamat ya minnie itu sedikit sukses juga.. karna udah buat kyu terharu.
    aiihh kyumin kok romantis gitu..
    ckckck mereka kayanya seneng banget di kunci di lapangan gitu.
    ciumannya lama pula..
    iya mudah mudahan terjadi sesuatu *ngikut dukung yesung*
    eh tapi perbuatan yesung yg ngunci kyumin di lapangan baik atau buruk ya?
    penasaran juga sama kelanjutannya..
    baca lagi~

  7. Kok jd malah kebalik gini ya?? Seharusnya kan kyu yg dikasi surprise, eeh malah kebalik jd minnie yg yg dikasi surprise oleh kyu…

    Kyu pervert, mencari kesempatan dlm kesempitan, smpat2 nya mkn kue ala mesumnya itu.., hahahaha😀

    hahahaha, yesung..yesung,, gw setuju ama ide lu yg ngekunci kyumin dilapangan basket..😀

  8. Akhirnya rencana ming udah ketahuan sama kyu..
    Tumben yesung disini agak bener otaknya#dibomclouds
    Aaaa suka sama idenya yeye😀
    Huoo apa yang bakal terjadi di ruangan basket itu?😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s