≈No Other Like U-Thirty Two-{Honeymoon}≈ PG-13

Sekarang memang bukan hari tenang untuk semua murid di St Christie. Namun mereka bisa bernafas lega karena sekolah memberikan libur selama satu minggu sebagai ganti waktu istirahat terutama untuk kelas XII sehabis ujian percobaan kemarin

Dan seperti yang kita tahu beberapa siswa telah merencanakan kemana mereka akan pergi, tidak terkecuali….

~0~

Hangeng duduk dengan santai di sebuah sofa empuk, tanpa sedikitpun merasa tegang karena ada dua pasang mata yang sedang memandang penuh penilaian. Tak lama, Wookie ikut bergabung—duduk di samping Hangeng setelah membawakan minuman dari arah dapur

“Jadi…” Ayah Wookie memulai pembicaraan, suaranya bernada tegas dan resmi, “kau mau membawa putriku satu satunya pergi ke luar negeri berduaan saja begitu?” dia berbicara perlahan seolah olah ingin memberitahu Hangeng betapa serius permasalahan ini

Hangeng berhenti melamun, dia tersenyum, sedikit meragukan, “Iya Adjushi, Wookie sendiri sudah setuju” katanya singkat

Wookie hanya bisa merunduk, dia berharap kedua orangtuanya memberi ijin pergi dengan Hangeng

“Tapi…”kali ini Ibu Wookie ikut menyela, “kalian cuma berdua, apalagi kalian juga berpacaran..kami takut….” Dia tidak melanjutkan kalimat itu, tidak enak jika Hangeng tersinggung

Senyum Hangeng makin tertarik lebar—membuat kedua orang tua Wookie makin ragu menyerahkan anaknya yang berharga di bawa liburan, jangan jangan malah nyasar lagi

“Tenang saja Adjushi dan Adjumma, aku akan menjaga Wookie, kami di sana tidak sekedar liburan saja, kami juga mengadakan penelitian mendalam tentang Alien kok” jelas Hangeng mulai waras

Hilang sudah kekhawatiran kedua orang tua Wookie. Mereka malah tersenyum dan bersandar rileks di sofa sambil melirik penuh sukacita ke arah Hangeng, “baguslah kalau begitu, ya sudah sana, Wookie kamu siap siap, besok kan perginya?” usir Ibunya ketika menggandeng Wookie yang kebingungan melihat sikap kedua orangtuanya yang berubah 90 derajat, ke arah kamar sedangkan Ayahnya mengajak Hangeng mengobrol lebih jauh, “jangan lupa, nanti bawakan kami oleh oleh habis tangkapan kalian tentang Alien ya” ujarnya bersemangat

GUBRAKKK

Hangeng menyeringai penuh arti lalu mengangguk setuju, “sip Adjushi” janjinya

Sebenarnya kedua orang tua Wookie tidak menerima Hangeng pertama kali. Mereka masih trauma membiarkan Wookie di dekati lelaki lain semenjak insiden pembatalan perjodohan dengan Kyuhyun—tetapi memang untung tidak dapat di sangka, ternyata kedua orang tua Wookie juga menyukai benda benda luar angkasa yah meski tidak sefanatik Hangeng. Itulah yang membuat mereka membuka tangan dan membiarkan Wookie berpacaran dengan Hangeng sampai saat ini

Dan gara gara mereka bertiga, Wookie juga ikut ketularan suka dengan semua hal berbau Alien. Mereka berdua sudah tidak sabar memulai liburan mereka dengan ekspedisi bebas di luar sana

“memangnya kamu mau kemana?” tanya Ayah Wookie lupa menanyakan tujuan mereka

Hangeng meminum habis jus yang di sediakan Wookie sebelum berbicara, “Jepang Adjushi, tepatnya di Okinawa”

__

“Aku mau liburan!!!!!” teriak Chulie menghentakkan kaki di depan kedua orang tua mereka, “ya sudah sana liburan, Appa tidak melarang kok” jawab Donghae cuek dan tetap fokus menonton TV berdua dengan Eunhyuk

Wajah cantik Chulie merengut, dia berpikir keras untuk membujuk orang tuanya, “aku mau liburan kayak Kyu!!! Keluar negeri!! Masa di Seoul doang, ya Umma….” Pinta Chulie sekali lagi

Eunhyuk yang jiwa keibuannya terpanggil—mulai tersentuh, memang selama ini dia dan Donghae hanya mengurusi Kyuhyun dan Sungmin saja. Mereka lupa kalau masih ada Chulie di sini, “iya cantik….Umma masih punya sepasang tiket ke Paris…sisa jalan jalan kami kemarin nih” Eunhyuk membuka laci di meja depan dan mengambil sebuah amplop tebal tanpa melihat terlebih dahulu, “ini untukmu dan Kibum” Chulie menganga tidak percaya, dia mengambil amplop dari tangan Ummanya dan mulai menari kegirangan, “yeee….yeee…aku jalan jalan…..mau telepon Kibum ah” dengan langkah cepat Chulie masuk ke dalam kamar di lantai atas meninggalkan Donghae yang geleng geleng melihat kelakuan ajaib putrinya

“Halo, sayang…kita liburannnnnn..Umma memberikanku tiket keluar negeri….ke pa..” perkataan Chulie mendadak berhenti, dia membalikkan amplop tidak percaya, “kata Umma ini ke Paris, tapi tulisannya Okinawa Jepang, Kibum…ha? Tidak apa apa? Hehehe..iya yah yang penting kita kan pergi berdua” Chulie tidak memusingkan hal itu lagi, dia tersenyum dan matanya berbinar binar, “iya…aku juga suka Jepang, ok? Bye..Love u”

KLIK

Chulie menutup telepon lalu mulai membereskan semua pakaian yang akan dia bawa

“Jepang, I’m coming!!!”

DEG

“Kamu kenapa Kyu?” Sungmin menoleh cemas karena Kyuhyun tiba tiba terdiam ketika mereka sedang bertengkar masalah jumlah koper yang akan di bawa

Kyuhyun memutar kedua bola mata agar dapat bertatapan langsung dengan Sungmin, “firasatku bener bener ngga enak deh, apa kita batalin aja pergi ke Jepang?” tandas Kyuhyun tidak peduli

Sungmin menggeleng cepat sambil mendengus kesal, “aduh Kyu, kapan lagi kita dapat tiket gratis plus penginapan mewah dan kartu kredit unlimited dari Appa Donghae” Kyuhyun kelihatan sedang menimbang nimbang ucapan Sungmin, memang ada benarnya juga—bukankah mereka berdua memang butuh liburan sebelum masuk Ujian tengah Semester dan berentet ujian lain untuk kelulusan nanti

“iya juga” Kyuhyun mengangguk bersamaan dengan lenguhan lega dari suara Sungmin, mereka kembali sibuk mengepak barang dan dokumen dokumen penting lainnya

***

“Lihat Kyu, pulau Okinawa sudah terlihat” Sungmin menunjuk keluar jendela pesawat—mereka memang sebentar lagi akan sampai lalu mendarat di bandara Okinawa. Kyuhyun yang sedang asyik bermain PSP menoleh ke arah telunjuk Sungmin, “iya, lihat pantainya biru banget, keren” sambung Kyuhyun membayangkan bagaimana rasanya ber-snorkling sambil berjemur di sana

Kyuhyun menunduk dan berkutat lagi dengan PSP sementara Sungmin masih sibuk mengagumi pemandangan Okinawa yang begitu bersih—hampir sama dengan negara Swiss

Karena bosan, Sungmin menyadarkan tubuh ke belakang kursi pesawat, ia tertarik melihat Kyuhyun yang begitu serius bermain game. Sungmin bergeser ke samping lalu menonton di layar PSP, “emang seru banget?” tanyanya

“Ser..u” Kyuhyun menoleh, dia mendapati wajah Sungmin condong terlalu dekat dengan wajahnya. Tiba tiba fokus Kyuhyun berpindah dari PSP ke arah Sungmin, “hei?” Sungmin mengayunkan tangan kanan di wajah Kyuhyun yang kosong, “kamu kenapa?”

Mata Kyuhyun mengerjap berulang kali

“ngga…” meskipun berkata begitu, Kyuhyun menundukkan kepala dengan sedikit miring—sedetik Sungmin memang belum mengerti, namun ketika nafas Kyu menyapu wajahnya, ia memejamkan mata kemudian mereka saling berciu—

“Permisi, anda butuh sesuatu…ah…” suara pramugari menyadarkan Kyuhyun dan Sungmin. Mereka duduk tegak—kembali ke posisi masing masing, salah tingkah, “maaf, saya…” sambung pramugari itu

“tidak apa apa” sergah Kyuhyun mengalah, “anda paling tidak sudah menyelamatkan saya” lanjut Kyuhyun sedikit lega—ini kedua kali dia kehilangan kontrol ketika berada terlalu dekat dengan Sungmin

Sang pramugari mengundurkan diri setelah Kyuhyun bilang mereka belum membutukan apa apa

“Ng?” Sungmin langsung melirik tajam ke arah Kyuhyun, “memang aku ngapain kamu? Aneh” bisik Sungmin sambil mengambil majalah dari laci di depan kursi

Kyuhyun memencet PSP dengan asal asalan—ia mendengus dan membalas tatapan sinis Sungmin, “terserah….” Sebenarnya sudah 2 hari yang lalu, Sungmin curiga gara gara sifat Kyuhyun menjadi berbeda—ia suka mendadak kaku kalau mereka duduk atau bersentuhan terlalu dekat. Padahal biasanya Kyuhyun tidak pernah begitu, ada apa ini? batin Sungmin heran

Beberapa jam kemudian, pesawat yang di tumpangi oleh Kyuhyun dan Sungmin mendarat selamat di bandara Okinawa. Udara yang bersih dan pemandangan laut membentang luas menyambut kedatangan mereka—untuk kali ini Kyuhyun tidak menyesal menyetujui ajakan Sungmin. Liburan memang menyenangkan

Kedua orang tua mereka telah menyiapkan segalanya, termasuk penginapan sehingga Kyuhyun tanpa basa basi memanggil taksi, mengangkut barang bawaan mereka lalu bertolak ke arah barat—arah hotel yang akan mereka tempati

Warga di pulau Kyushu dan Okinawa amat beragam, tidak hanya ada orang Jepang asli, namun perantau dari China, Thailand dan tidak ketinggalan Korea juga ada di sini. Jadi tidak heran jika Kyuhyun dan Sungmin tidak kesulitan beradaptasi di Okinawa—supir taksi yang orang Jepang ternyata fasih berbahasa Hangul, ia dengan ramah mengantarkan Kyuhyun dan Sungmin ke sebuah hotel yang terletak di dekat pantai

Hotel Ikuta

Kyuhyun dan Sungmin turun dari taksi di bantu oleh bell boy ramah yang mengambil koper dari bagasi mobil. Ketika mereka masuk, Sungmin tercengang melihat asri dan apik nuansa di dalam hotel—berbeda dengan hotel yang selama ini dia lihat. Bukan mewah, namun begitu alami—seolah olah ingin bersatu dengan alam. Hiasan bebatuan berbagai warna menjadi pemandangan indah tersendiri di dinding, tidak hanya itu, ada sebuah air terjun buatan menjulang tinggi ke atas langit langit gedung

“keren” desis Sungmin masih terpukau oleh keindahan hotel dan untuk kedua kali, mereka harus berterimakasih kepada kedua orang tua yang telah memesan tempat seindah ini

Kyuhyun tersenyum melihat reaksi Sungmin, dia melepaskan genggaman tangan Sungmin untuk mengurus penginapan mereka di meja resepsionis, “kami sudah memesan kamar atas nama Donghae-san” pinta Kyuhyun

Sang resepsionis tersenyum hangat, “sebentar” ia mengecek di layar komputer lalu mengangguk, “ini kunci kamar, dan anda akan di layani oleh room boy kami” Seorang pelayan dengan tanggap langsung mengantar mereka berdua ke arah lift sambil mendorong troli berisi koper koper mereka

TING

“Lantai 5, nomor kamar 23”

Room boy melangkah keluar lift terlebih dahulu, dia menuju sebuah pintu kamar paling ujung kemudian menggesek sebuah kartu sebagai kunci, “silahkan” katanya ramah

Kyuhyun dan Sungmin masuk ke dalam—mereka lagi lagi tercengang karena kamar ini terlalu mewah. Sebuah ranjang besar yang bulat berada di tengah ruangan. Dari samping dua jendela panjang dengan gorden berwarna gading menjuntai lembut—di sana Sungmin bisa melihat pantai secara jelas, belum lagi ada bar sekaligus dapur kecil dekat kamar mandi dengan sebuah kaca berukuran besar transparan

“Ini bagus banget!!! aku suka Kyu” pekik Sungmin ketika selesai menjelajahi kamar mereka—yang aneh adalah Kyuhyun, dia merasa jika kamar ini tidak terlalu asing, mirip seperti saat mereka menikah dulu

Kyuhyun melemaskan pundak, dia berpikir jika Sungmin suka kenapa tidak? Toh orang tuanya memang bermaksud baik memberikan jalan jalan gratis—meski Kyuhyun tetap memiliki firasat tidak enak

Room boy menatap pasangan muda itu sambil tersenyum lebar, dia bahkan langsung mengundurkan diri tanpa menunggu Kyuhyun memberikan tips terlebih dahulu, “tidak, saya tidak mau mengganggu anda berdua, silahkan menikmati layanan kami” ujarnya saat menutup pintu

“ini aneh” bisik Kyuhyun—namun tetap saja Sungmin tidak peduli, dia sudah lama tidak berjalan jalan, apalagi ke Okinawa Jepang. Sayang kalau harus terus bersikap curiga seperti Kyuhyun

“aku beresin pakaian dulu” Sungmin membongkar koper satu persatu kemudian menaruh di dalam lemari. Kyuhyun hanya menonton pekerjaan Sungmin sambil bersandar di atas kasur

Lantai 4 kamar 18…..

“Bagus banget!!!!!! Kibum, lihat deh lautnya” Chulie membuka jendela kamar dan menghirup udara bersih, panjang. Kibum yang menyusul dari belakang ikut terpana saat di suguhi pemandangan laut biru dengan pasir putih yang begitu sempurna

“iya…eh kamu tidur di kasur, aku di sofa aja ok?” tawar Kibum saat mengajak Chulie untuk membereskan barang bawaan mereka masing masing

Chulie mengangguk setuju, inilah yang membuat Chulie begitu sayang kepada Kibum. Dia bukan lelaki yang mencari kesempatan di saat saat seperti ini walaupun mereka sekamar, Kibum menjaga Chulie dengan caranya sendiri

“Kok bengong?” Kibum menepuk pipi Chulie lembut, “ngga…lebih baik kita cepat beres beres, biar bisa main di pantai” ujar Chulie bersemangat

“ok sayang” Kibum membantu Chulie mengangkut koper ke arah lemari sedangkan dia hanya sebuah tas besar yang lebih mudah untuk di letakkan di mana saja

Mereka tertawa dan bercanda sambil menyusun rencana pergi seharian

Lantai 3 kamar 12…..

“Ya, letakkan di dekat jendela saja, terima kasih” Hangeng memberikan beberapa uang dalam yen kepada room boy sedangkan Wookie sibuk membetulkan perlengkapan mereka untuk ekspedisi nanti malam. Hangeng dan Wookie sudah merencanakan melacak keberadaan jejak jejak alien yang menjadi rumor terkenal di Okinawa—bahkan katanya, Alien suka mampir ke sini karena penduduknya ramah dan bisa menjaga kerahasiaan mereka

“Gege, ini belum di pasang” kata Wookie memberitahu, maklum hanya Hangeng yang bisa memasang teropong dengan tepat. Hangeng menghampiri Wookie di dekat jendela dan mulai memasang semua perangkat dengan benar

“Aku kelarin ini, kamu mandi, biar kita bisa pergi secepatnya” jelas Hangeng sambil mengutak atik teropong

Wookie mengambil beberapa peralatan mandi dari dalam koper kemudian langsung menuju kamar mandi

***

“Selesai, huh” Sungmin merebahkan diri di samping Kyuhyun, “aku lelah” suaranya lemah dan keringat dingin membanjiri wajah Sungmin hingga ke leher

Kyuhyun menunduk sambil melipat tangan di dada, “gitu aja cape, ck ck” sindirnya dengan nada bercanda, “aku….aku…ngga tahu Kyu, pinggangku sering sakit kalau kerja rumahan gini” Sungmin memejamkan mata kemudian memijat tubuhnya sendiri, tanpa sadar ia mengelus perut—bergerak memutar

“Harusnya kemarin itu kita ke dokter sebelum liburan” Kyuhyun menyeka keringat di wajah Sungmin—iba, “ngga apa apa deh…aku mau tidur, kamu jalan jalan aja sendiri” kata Sungmin masih terengah engah sambil membenarkan letak tubuhnya. Kyuhyun lalu membantu Sungmin dan merebahkan diri di sampingnya, “ngga enak jalan sendiri, nanti malam aja kita keluar”

Tidak butuh waktu lama, Sungmin terlelap dalam pelukan Kyuhyun

“semoga Minnie ngga ada apa apa” desah Kyuhyun yang masih terjaga sambil mengelus wajah Sungmin sesekali.

Dari kamar KiChul

“Aku udah selesai, ayo kita jalan jalan” seru Chulie sekaligus mengalungkan tangan di lengan Kibum, mereka keluar dari kamar dengan wajah berseri seri tanpa tahu jika ada Kyumin dan Hanwook satu hotel dengan mereka

Kibum meneliti brosur perjalanan di tangannya sambil sesekali membalas ucapan Chulie, “eh gimana kalau kita pergi ke Naha, Ibukota prefektur Okinawa? Di sana banyak kuil kuil tua, kamu suka itu kan?” Kibum sudah hapal betul kalau Chulie memang gemar mengoleksi dan melihat barang antik, apalagi yang berasal langsung dari sumbernya

“suka!!! Ayo kita kesana” ajak Chulie menyuruh Kibum supaya bergegas ke arah halte bis beberapa meter dari letak hotel mereka

Dari kamar Hanwook

Hangeng masih berkutat dengan teropong bahkan setelah Wookie sudah selesai mandi, “gimana kita pergi nanti malam aja, kamu belum selesai tuh” usul Wookie karena melihat Hangeng kerepotan, “huh, benar juga” Hangeng mendongak lalu tersenyum, “kamu pesan makan duluan di antar kesini, dari kita berangkat kamu belum sarapan kan?” ujar Hangeng hapal kebiasaan Wookie yang lupa makan

“hehee, iya..kamu mau juga?” tawarnya sambil mengangkat gagang telepon di samping kasur, “mau” jawab Hangeng kembali berkonsentrasi membetulkan alat ajaibnya itu

“Halo, layanan kamar? Iya, saya pesan makanan…ramen 4 porsi sama teh hijau, makasih” Wookie menutup telepon lalu beralih ke meja panjang di samping Hangeng, ia menggelar rancangan pesawat mereka seraya mendesain ulang

Hangeng dan Wookie terus asyik dengan pekerjaan masing masing, sehingga lupa tujuan awal mereka kemari untuk berlibur

__

“Ng”

Sungmin menggeliat melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun lalu duduk di pinggir ranjang. Ia mengedarkan pandangan ke sekitar kamar kemudian terbelalak ketika melihat langit berubah gelap dari balik jendela kamar

“Kyu!!! Ini udah malam, bangun!!” pekik Sungmin sambil mengguncangkan tubuh Kyuhyun yang masih terlelap

Kyuhyun bersingut sejenak sebelum terpaksa membuka mata, “apa sih Minnie….” Dia sudah mau tertidur lagi jika Sungmin tidak menahan tangannya, “udah malam Kyu!! Kita kan tadi mau jalan jalan” Sungmin kesal karena mereka malah seharian di kamar tanpa kemanapun

Setelah mengusap mata berkali kali, Kyuhyun akhirnya bangun lalu menatap Sungmin lama, “kan masih ada besok Minnie….kita cari makan aja sekarang, gimana?” Sungmin menimbang nimbang sejenak dan langsung mengangguk setuju, “ok, aku mandi duluan” katanya seraya mengambil pakaian ganti ke arah kamar mandi yang berhadapan ke arah tempat tidur

Kyuhyun mengangguk lemah lalu bersandar ke bahu kasur. Ia mengambil sebuah remote untuk menyalakan TV, namun bukan itu yang menyala—sebuah stereo malah memutar alunan sebuah lagu jazz santai. Kyuhyun mengangkat bahu, acuh, menikmati musik itu walaupun bukan seleranya

Bunyi siraman air mandi terdengar, Kyuhyun menunggu Sungmin selesai mandi sambil menguap beberapa kali—ia ingin melanjutkan tidur sebentar namun ketika Kyuhyun membaringkan tubuh, matanya menatap terperangah ke arah kaca besar di depan kamar mandi

Kyuhyun bisa melihat dengan jelas Sungmin memunggunginya sambil membuka sweeter, setelah itu baju dan….

“TIDAKKKKK” Dengan gelagapan Kyuhyun menutup matanya lalu beranjak dari atas kasur. Sungmin yang mendengar teriakan Kyuhyun, tidak jadi membuka baju. Ia keluar dari kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi pada Kyuhyun

“kamu kenapa??” tanyanya khawatir

Kyuhyun berdiri terengah engah, ia mengacak rambut sambil berjalan bolak balik tanpa membalas ucapan Sungmin

“aku bisa lihat kamu waktu lagi mandi” jawab Kyuhyun dengan tangan teracung ke arah kaca besar yang menjadi masalah, “ha??? Kok bisa?” Sungmin menghampiri kaca itu dan meraba permukaan atas, “ini kaca dua sisi” ia berbisik ngeri

Wajah Sungmin merona saat berpaling menatap Kyuhyun, “kamu udah lihat semua?” tanyanya takut takut

“Ngga” Kyuhyun menutup wajahnya sendiri, “untung aku terlanjur teriak tadi” Sungmin tidak tahu jika wajah Kyuhyun sekarang juga semerah dirinya

“siapa tahu, mereka lupa ngasih tahu kita, atau memang semua kamar mandi di set kayak gini,” kata Sungmin ketika duduk di samping Kyuhyun—dia bingung, kenapa Kyuhyun yang panik padahal kan Sungmin yang di intip, ck ck ck

Kyuhyun menghela napas lalu melirik ke arah Sungmin, “kita jangan mandi dulu, aku mau telepon pelayan hotel ini!!” dengusnya marah

“Ok, aku mau nonton TV aja, siapa tahu ada telenovela kayak di Seoul” dengan sikap biasa Sungmin meraih remote yang di hempaskan Kyuhyun di atas kasur, dan kali ini Sungmin berhasil menemukan tombol menghidupkan TV sementara Kyuhyun mengambil telepon dari samping tempat tidur, ia memencet sederet nomor ketika mendapati Sungmin menganga lebar ketika sedang menonton

“kamu kena…pa?” Kyuhyun ikut terkejut saat mengikuti arah pandang Sungmin, sontak Kyuhyun melepaskan telepon dari tangan kemudian langsung menutup mata Sungmin sambil berusaha mematikan tayangan TV

KLIK

“itu tadi..” lirih Sungmin takut, Kyuhyun sudah melepaskan kedua tangan dari wajah Sungmin, “ini benar benar keterlaluan!! Aku akan memanggil mereka kemari!!” Kyuhyun sudah tidak bisa menahan amarah lagi, ia meraih telepon yang terjatuh sambil mengatur nafas, “halo, bisa hubungkan saya langsung dengan manajer hotel ini?” kata Kyuhyun dengan nada meninggi

__

“maaf” ujar salah seorang bapak berpakaian rapi, “tetapi itu memang layanan khusus dari kami” katanya sabar menghadapi Kyuhyun yang berkacak pinggang di depan pintu kamar. Sungmin hanya mengintip sesekali dari balik punggung Kyuhyun

“Layanan khusus??” suara Kyuhyun makin marah, “kaca transparan di bathroom dan film dewasa plus musik jazz murahan, itu namanya service???” bentaknya—Kyuhyun tidak peduli meski lelaki ini jauh lebih tua darinya

Wajah Manajer hotel menyeringit bingung, ia membuka mulut untuk membela diri, “tetapi itukan yang anda berdua pesan?” tanyanya balik

“kami tidak akan pernah memesan itu” bantah Kyuhyun menekankan kata per kata dengan tegas

“Tetapi di sini, Mr Donghae memesan layanan kamar istimewa dari kami sebagai bentuk dari paket bulan madu yang beliau pinta” Manajer meneliti rincian fax dari Seoul lalu memberikan ke tangan Kyuhyun

“HA? BULAN MADU?” Kyuhyun benar benar murka sekarang. Pantas saja kedua orang tua mereka tiba tiba berbaik hati memberikan tiket pesawat, penginapan bahkan di pinjami kartu kredit unlimited, ternyata ini…

“Kyu, kamu kenapa?” tanya Sungmin tidak menangkap wajah Kyuhyun yang terlihat kesal bercampur frustasi, “aku tidak apa apa” Kyuhyun menyerahkan kembali data itu sambil menutup pintu kamar dengan tidak sopan—dia tidak peduli jika manajer itu tersinggung di perlakukan seperti tadi

“Bulan madu? Siapa yang bulan madu, Kyu?” Sungmin terus mengekor di belakang Kyuhyun—meminta penjelasan. Tetapi Kyuhyun bersikeras menutup mulut, bisa bisa Sungmin malah marah kalau tadi apa yang sebenarnya terjadi

“aku mau telepon Appa dulu” Kyuhyun meraih telepon lalu memencet sederet nomor

TIIT

Tidak tersambung

“pasti sengaja” geram Kyuhyun pelan, dia mencoba nomor telepon kedua orang tua Sungmin

Sama saja

Kyuhyun menghela nafas lelah berkali kali. Dia meratapi wajah Sungmin yang ingin tahu dari atas sofa, “sekarang kita mau gimana?” tanya Kyuhyun frustasi, “pindah hotel aja, mau?”

“apa ngga sayang? Kan Appa udah bayar untuk 1 minggu?” ucap Sungmin polos

Kyuhyun memegang wajah Sungmin dengan kedua tangan, “bahaya kalau kita di sini terus” bisiknya lemah, mata Kyuhyun terlihat memohon

Sungmin yang masih belum mengerti terus bertanya kepada Kyuhyun, “bahaya apa?”

Kyuhyun menajamkan tatapannya ke arah Sungmin—dia harus bicara terus terang agar Sungmin paham dan mau di bujuk, “kita bisa bulan madu beneran” tutur Kyuhyun jujur

Mata Sungmin membulat, wajahnya berubah ngeri ketika mendengar ucapan Kyuhyun, “jadi maksud manajer tadi…yang bulan madu itu kita????”

__

“Huh, aku heran deh sama tamu tamu kita dari Seoul itu” keluh salah seorang room boy kepada wanita di balik meja resepsionis

Wanita itu mendongak dan siap mendengarkan gosip baru tentang tamu mereka itu, “kenapa?? Ada yang aneh?” tanya antusias

Room boy itu menggeleng tidak percaya sambil mulai bergosip, “nih pasangan lantai 5, tau kan yang tadi itu, dia marah marah karena tidak tahu kalau orangtuanya memesan layanan honeymoon di hotel kita…ck ck ck, terus sepasang anak muda di lantai 3, lebih aneh, tadi pas aku masuk kedalam untuk mengantarkan makanan, mereka tuh asyik banget merancang sesuatu” Room boy memikirkan sejenak, “jangan bilang mereka itu teroris lagi” ujarnya paranoid

Sang resepsionis melambaikan tangan tidak sabar, “bukan mereka saja, ada satu la…gi” suaranya terhenti ketika Chulie dan Kibum kembali dari jalan jalan. Kibum membungkuk ramah kepada pelayan hotel di ikuti senyuman dari Chulie. Mereka terus melangkah, masuk ke dalam lift

“itu dia!!! Bayangkan saja, mereka seperti sedang bulan madu, kebalikan dari tamu lantai 5 bukan? Hmmm…aneh aneh” bisiknya sambil menerawang jauh

Room boy itu mengangguk setuju, “iya…mereka semua aneh”

***

“HE EH” Wookie bersendawa kencang

Mendengar itu, Hangeng hanya terkekeh sambil menyingkirkan semua mangkuk ramen dari atas meja.

“aku kekenyangan Gege” Wookie menepuk perut sayang

Hangeng duduk di samping Wookie, “sudah..nanti saja ini kita kerjakan lagi…bagaimana kalau kita jalan keluar?” Hangeng menengok ke arah jendela—suasana Okinawa tetap enak di nikmati pada malam hari

“zz..zzz” terlambat, Wookie sudah meletakkan kepala di atas meja dan tertidur tepat saat Hangeng menoleh, ia tersenyum mendapati Wookie pulas. Di angkat tubuh Wookie berbaring di atas kasur lalu di tarik selimut dari tepi ranjang agar tidak kedinginan

Hangeng mencium dahi Wookie sekilas—ia mengambil selimut cadangan dan bantal dari samping Wookie lalu menggelar tepat di bawah ranjang. Hangeng merebahkan diri sambil tersenyum

Dia menggenggam tangan Wookie yang tergantung ke bawah lalu menutup mata, mencoba tertidur lelap

 

Ke esokkan harinya..

Secercah cahaya masuk ke dalam sebuah kamar, berkat jendela berkerangka tinggi—pagi begitu bersinar hingga menyilaukan mata. Sungmin menyeringit ketika seluruh wajahnya terkena sinar matahari—dia menopang kepala di atas lengan Kyuhyun dan menggoncangkan tubuh suaminya yang masih terlelap

“bangun, udah siang” bisik Sungmin pelan—dia sebenarnya tidak tega membangunkan Kyuhyun, mengingat bagaimana mereka uring uringan memikirkan masalah tadi malam. Tetapi ternyata Kyuhyun terjaga, perlahan matanya terbuka yang langsung bertatapan dengan Sungmin

“pagi” suara serak Kyuhyun keluar, “jadi ngga keluar dari hotel ini?” canda Sungmin sambil tersenyum simpul. Kyuhyun terkekeh kecil mendengar itu, di taruh kedua tangan ke pinggang Sungmin lalu membawa tubuh mereka berdua semakin mendekat, “aku tahu cara lebih baik untuk membalas ‘kebaikan Appa’ “tukas Kyuhyun tajam, dia menyeringai licik. Sungmin yang tidak mengerti apa apa hanya bisa mengangkat bahu

Kyuhyun mendesah saat wajah Sungmin sedang lengah, “kamu mandi, aku mau tunggu diluar, begitu juga sebaliknya, ok?” ujar Kyuhyun mengakali siasat kamar ini. Sungmin mengangguk paham

“sana mandi” perintah Kyuhyun—melepaskan tangannya lalu membiarkan Sungmin beranjak bangun. Kyuhyun menopang kepala dengan tangan kanan ketika melihat Sungmin berjalan ke dalam kamar mandi

Saat itulah Kyuhyun mengangkat kaki dari kamar dan menunggu di luar. Ia berjongkok seperti orang linglung, bahkan dari luar sekalipun suara pancuran di dalam tetap terdengar, “apa aku intip aja?” mendadak Kyuhyun berpikir aneh, dia sesekali berdiri, jongkok lagi, berdiri lagi dan kembali jongkok

“arghhhhh” pekik Kyuhyun masih berdebat dengan diri sendiri di luar kamar

KREKK

Kyuhyun berhenti bergerak

“Kyu, aku udah” Sungmin menyeka wajahnya yang basah menggunakan handuk lalu sekarang gantian Kyuhyun masuk untuk mandi, “iya iya” keluhnya ketika menutup pintu

Setelah selesai Kyuhyun berganti baju, Sungmin masuk ke dalam dan membereskan semua pakaian kotor mereka, “sekarang kita mau kemana, jalan jalan yuk??!!” pinta Sungmin dengan tangan menarik lengan Kyuhyun, “hmmm, boleh” Akhirnya Kyuhyun dan Sungmin bisa melupakan masalah ‘bulan madu’ mereka lalu keluar dari kamar hotel

Tak lama sebelum mereka keluar, Chulie dan Kibum juga sedang merencanakan jalan jalan sedangkan Hangeng dan Wookie sudah membereskan semua perlengkapan mereka untuk mencari jejak jejak alien di sekitar pesisir pantai Okinawa

Tetapi Kyuhyun menyesal sudah membiarkan Sungmin berjalan di sekitar hotel yang penuh dengan pedagang cinderamata dan juga penjual barang surfing. Bukan itu tempat yang Sungmin tuju, melainkan….

“Kyu!!! Aku belum pernah mencicipi Belut bakar, tuh disana ada” dengan tidak sabar, Sungmin menarik lengan Kyuhyun yang berwajah masam, “Minnie..kamu baru makan 2 porsi ramen seafood dan 4 tingkat sushi salmon” Kyuhyun sendiri menganga lebar ketika menyadari bentuk tubuh Sungmin yang sedikit menggemuk

“Tapi aku mau itu!!” Sungmin begitu keras kepala jika menyangkut makanan, membuat Kyuhyun mengalah untuk kesekian kali dan menyeret langkahnya masuk ke dalam kedai belut karena permintaan Sungmin

“Selamat datang” sapa pegawai muda di depan pintu menggunakan bahasa Jepang. Kyuhyun balas menunduk sedangkan Sungmin langsung duduk di bangku kosong sambil membaca buku menu dengan tidak sabar

Jika tidak ingat kalau Sungmin suka sensitif akhir akhir ini, Kyuhyun pasti sudah menjitak kepalanya dari tadi. Tetapi buat apa dia bertengkar, bukankah mereka harusnya berlibur bukan? Hal itulah yang membuat Kyuhyun menahan egonya untuk menyenangkan Sungmin

“sekarang kemana lagi?” tanya Kyuhyun sedikit jutek, dia bahkan membiarkan Sungmin berjalan ketinggalan di belakang, “kita sekarang, kesana!!” tunjuk Sungmin saat melihat sebuah pondok es serut yang ramai di kunjungi oleh wisatawan terutama para perenang dari arah pantai

Kyuhyun berkacak pinggang dan membalikkan tubuh ke belakang, kesabarannya telah habis, “ngga boleh makanan lagi!!!! Ngerti?? Kalau cuma mau menggemukkan diri, di Seoul juga bisa!! Buat apa kita jauh jauh ke Jepang!” hardik Kyuhyun tajam—tidak peduli jika orang yang lalu lalang berhenti untuk menonton mereka

Dan seperti biasa, Sungmin menekukkan leher—ia membuang wajah dari tatapan keras Kyuhyun dengan rauh muka menyedihkan, “aku mau itu!” dengusnya pelan, mulutnya mengerucut dan menggumam kalimat tersebut berulang kali

Kyuhyun menarik nafas panjang, matanya terpejam sambil mengelus dada, “ini terakhir” balasnya mengalah, “iya!” Sungmin berseri seri sekarang, dia menarik lengan Kyuhyun ke arah pondok es serut tersebut

Karena suasana yang begitu ramai, Kyuhyun dan Sungmin kesulitan mencari tempat duduk—apalagi sebagian besar pesanan dapat di bawa ke arah pantai. Meski Kyuhyun sudah membujuknya, Sungmin tetap bersikeras mau makan di dalam, ia mengedarkan pandangan mencari kursi kosong untuk mereka berdua

“Eh?” Tatapan Sungmin terhenti ke arah meja di belakang kasir—dekat dapur, “Kyu, itu bukannya Chulie dan Kibum?” Kyuhyun sedikit terkejut dan ikut melihat kedua orang yang sedang bercengkrama sambil memakan es

“Ha?? Itu…..” Kyuhyun mengerjapkan mata—berusaha memastikan kalau itu benar kembarannya

“Bagaimana kalau kita hampiri mereka” wajah Sungmin senang sambil membuka mulut untuk meneriakkan nama Chulie, tetapi Kyuhyun membungkam mulut Sungmin dan menyeretnya keluar dari situ

Kyuhyun baru melepaskan tangannya saat mereka sudah pergi menjauh, “huaahhh..kenapa sih kamu kayak gitu!” sengit Sungmin merasa kesal, “aku heran aja ada Heenim sama Kibum…udahlah kita jangan sampai bertatap muka sama mereka” jelas Kyuhyun merapikan jaketnya yang kusut

“kok? Kan bagus ada teman di sini?” ujar Sungmin keheranan

Kyuhyun menatap Sungmin lama, entah kenapa ada raut tidak senang ketika Sungmin berkata seperti itu, “kita mau liburan berdua, kalau kamu mau samperin Heenim, sana, aku ngga ngelarang” sindir Kyuhyun, ia berdiri tegak dengan memalingkan muka dari Sungmin

“Iya iya, kita liburan berdua” bujuk Sungmin yang baru mengerti perasaan Kyuhyun, ia mendekat Kyuhyun lalu meraih tangannya dalam genggaman. Kyuhyun yang sudah mulai tenang, tersenyum saat menoleh ke arah Sungmin, “sekarang kita kemana?” tanyanya lembut

Wajah Sungmin berseri seri, dia menunjuk salah satu papan bertuliskan huruf hiragana tak jauh dari tempat mereka berdiri, “aku mau makan itu!!!” Kyuhyun berdecak—kembali kesal, kenapa dari tadi Sungmin ngga kenyang kenyang juga, “Minnie….” ancam Kyuhyun serius

“please Kyu..” suara Sungmin bernada halus dengan raut wajah begitu memohon membuat Kyuhyun akhirnya mengalah untuk kesekian kali, “ini terakhir…”

Sungmin mengangguk semangat lalu menyeret tubuh Kyuhyun ke arah tempat makan yang tidak jauh dari pantai

__

“Semua peralatan sudah siap?”

“siap”

“oke, kita berangkat!!!”

Hangeng dan Wookie keluar dari kamar hotel dengan berbagai atribut berat seperti teropong besar kepunyaan Hangeng , teropong kecil, alat pemancar hasil rakitan mereka berdua serta beberapa buku petunjuk

Semua orang di lobby terperangah melihat kedua pasangan aneh bin ajaib ini keluar dari lift, apalagi tampang Hangeng dan Wookie begitu serius, mengakibatkan beberapa orang menyingkir untuk memberi jalan ketika Hangeng dan Wookie lewat

Room boy yang semalam bergosip tentang mereka, menutup mata—ngeri, “ya Tuhan, semoga kedua orang itu bukan teroris beneran” doanya dalam hati

Hangeng dan Wookie memang sengaja keluar ketika menjelang malam, maklum menurut penelitian Hangeng—alien baru akan keluar dari sarangnya saat semua orang sudah tertidur

“nah kita memantau dari arah pepohonan saja” kata Hangeng sambil mereka jalan ke sana

Memang ada sebuah hutan bakau di samping kiri pantai untuk mencegah irigasi ke arah daratan. Mereka menggelar semua peralatan yang ada dan mulai mengamati keadaan sekitar menggunakan teropong besar

“kita mulai” bisik Hangeng tersenyum menang seraya terus melihat jika ada gerakan mencurigakan dari arah manapun

__

“Sekarang kita kembali ke hotel!” kata Kyuhyun sambil mempercepat langkahnya tanpa mempedulikan Sungmin yang kesusahan menyusul di belakang

“tapi Kyu” sahut Sungmin terengah engah—dia tidak kuat jalan karena kekenyangan

“apa??” balas Kyuhyun tanpa menoleh ataupun menunggu Sungmin

“aku masih mau makan” perkataan Sungmin itu membuat Kyuhyun membalikkan tubuh lalu menatap Sungmin tidak percaya, “kau masih mau makan? Apa perlu aku jabarkan satu persatu porsi yang kamu habiskan?!! Itu cukup untuk 15 orang, Minnie!!!!!” kali ini Kyuhyun benar benar emosi, Sungmin bersikap keterlaluan

Untung saja sekarang hari sudah malam, udara terlalu dingin sehingga hanya sedikit orang yang melintas di sekitar sini.

“tapi….” Sungmin menunduk, ia sendiri tidak tahu, kenapa menjadi kelewatan begini

“ngga ada tapi tapian!!!! Kamu ngga boleh makan lagi sampai besok, ngerti?!!” suara Kyuhyun meninggi—nafasnya memburu, keluar seperti embun karena cuaca begitu dingin

Sungmin masih terdiam, ia memainkan kancing jaket naik turun. Merasa bahwa Sungmin tidak membantah, amarah Kyuhyun mereda, “kita kembali ke kamar” bujuknya—Kyuhyun mulai mau menggandeng tangan Sungmin lagi. Namun Sungmin tidak bergerak, dia tetap tertahan meski Kyuhyun jelas jelas menariknya, “ada apa lagi?” tanya Kyuhyun jengkel

Mata Sungmin melirik terus ke arah samping, ia menggigit bibir—menahan ucapan yang bisa membuat Kyuhyun marah, tapi apa daya Sungmin harus mengatakan ini, “aku mau makan ikan fugu” katanya dengan nada ketakutan yang amat jelas terdengar

Kyuhyun tercengang lalu sedetik kemudian memicingkan mata dan menghempaskan tangan Sungmin dari genggamannya, “kau??!!” suara Kyuhyun bergetar karena begitu marah, “Ini sudah malam, kamu udah makan terlalu banyak lagipula di sini tidak ada restoran yang menyediakan ikan langka itu” jelas Kyuhyun bernada mematikan—tidak ada kompromi lagi

Anehnya Sungmin tetap diam di tempat, raut wajahnya tidak mau mengalah sama sekali, “aku mau ikan itu sekarang” berbeda dengan yang tadi, ada nada putus asa di dalam suara Sungmin—seolah olah dia tidak bisa jika tidak memakan ikan fugu saat ini juga

Kyuhyun tidak tahan lagi, dia memijat keningnya sebelum berteriak, “Tidak ada ikan ikanan!!!!!! Kita balik ke kamar sekarang juga!!!! Mengerti?!!” Sungmin hanya bisa menunduk lebih dalam, ia menciut ketakutan

“aku…hiks…Kyu..” tangan Sungmin sibuk menahan air matanya yang mulai tumpah, “aku mau ikan….hiks…fugu…hiks” suara Sungmin melemah karena terisak kencang

Tetapi Kyuhyun tidak peduli, Sungmin terlalu egois hari ini, “cari saja sana!! Terserah” Kyuhyun memunggungi Sungmin lalu berjalan lurus ke depan—ia terlalu emosi sehingga tega meninggalkan Sungmin sendirian di pinggir pantai

“Kyu…Kyu” Sungmin yang sadar jika Kyuhyun sudah pergi mengusap air mata dan mencari sosoknya yang menghilang, “Kyu…maaf…..maafkan aku…hiks” Sungmin bergegas mengejar ke dalam gelap terus menerus. Ia kehilangan arah dan kehilangan Kyuhyun dalam waktu bersamaan

Sungmin terus berlari sambil melihat ke sekelilingnya yang sepi, tiba tiba dia ketakutan. Sungmin menyesal sudah keras kepala tidak mengikuti perintah Kyuhyun untuk kembali ke hotel dan sekarang Sungmin bingung mau kemana

“Ini..dimana…hiks…Kyu…” Sungmin terus berjalan setelah lelah berlari, ia mengedarkan pandangan ke depan berharap ada sosok Kyuhyun di sana, tetapi nihil.

Sungmin menyeret langkahnya yang lunglai, wajahnya melamun tanpa sadar kaki Sungmin terantuk batu kerikil besar, “AAAA” Sungmin berteriak kesakitan ketika terjatuh dalam keadaan terlentang, lututnya sedikit tersayat karena menggesek bebatuan lain, namun bukan itu yang membuat ia panik. Sungmin memegang perutnya yang sakit sampai sampai mencengkram pasir di dalam tangan karena rasa sakit yang luar biasa

“kenapa…aaw..” Sungmin susah payah bangkit berdiri dan duduk di salah satu bangku kosong, beberapa tetes darah mengalir dari lutut sebelah kanan, namun sekarang yang menjadi perhatian Sungmin adalah perutnya yang serasa di cengkram kuat oleh sesuatu dari dalam, entah apa itu, spontan Sungmin memeluk perut untuk mengurangi rasa sakit

Sungmin melihat sekali lagi, ke daerah sekitarnya—berharap ada sebuah toko 24 jam atau apalah yang bisa membuat kesakitan ini berkurang, namun tidak ada. Di sini ada beberapa tempat makan yang sudah tutup dan sebuah gedung kecil agak jauh di sebelah kanan, Sungmin menyipitkan mata agar bisa melihat lebih jelas ke sebuah tulisan di atas gedung

“Hotel Kapsul? Itu hotel?!” Sungmin agak lega, ia bangun dari kursi dan berjalan tertatih—agak pincang ke arah hotel tersebut

Sementara itu…

Kyuhyun menghentakkan kaki berkali kali di dalam kamar hotel sambil melirik ke arah jam setiap 3 detik setelah itu menatap pintu, berharap Sungmin segera datang. Tetapi Kyuhyun makin cemas ketika sudah setengah jam semenjak mereka berpisah dan hingga sekarang Sungmin belum muncul juga

“aduh jangan jangan dia di culik lagi” gumam Kyuhyun sambil mengacak acak rambutnya sendiri. Saat emosinya sudah hilang, Kyuhyun baru sadar ia sudah kelewatan meninggalkan Sungmin sendirian di tempat sepi tetapi karena dia kira Sungmin tetap kembali, Kyuhyun berpikir lebih baik menunggu di dalam kamar dan hingga sekarang sosoknya belum muncul juga

“Atau..dia di ganggu sama lelaki iseng…” Kyuhyun ngeri membayangkan hal itu, dia mengambil kunci kamar serta kembali memakai jaket dan keluar dari kamar untuk mencari Sungmin

Sebelum keluar dari Hotel Kyuhyun memberi pesan kepada resepsionis terlebih dahulu, “kalau nanti istri saya masuk ke sini, suruh tunggu, ok? Kalau perlu iket aja biar ngga kemana mana, makasih” terang saja resepsionis melongo tidak percaya mendengar perkataan Kyuhyun, “di iket? Ck ck ck pasti mereka habis bertengkar tuh” ucapnya setelah Kyuhyun pergi keluar

Tidak butuh waktu lama untuk Kyuhyun sampai ke tempat tadi, namun sosok Sungmin tidak ada juga, “kamu kemana sih” bisiknya makin cemas. Kyuhyun terdiam dan menutup wajah—kesal pada diri sendiri, “pasti Minnie ngga hapal jalan pulang” kata Kyuhyun baru tersadar, “alamat rumahnya sendiri aja dia ngga tahu, aduh….” cemas dan panik menjalar ke dalam pikiran Kyuhyun, dia duduk di salah satu bangku yang tadi di duduki juga oleh Sungmin

“hei, kau mencari pacarmu yang tadi?” suara namja asing membuyarkan lamunan Kyuhyun, “iya, dia istriku…kau tahu dia dimana??” sergah Kyuhyun mencari tahu. Lelaki itu tersenyum, umurnya hanya berjarak beberapa tahun dari Kyuhyun—ia ikut duduk di bangku sebelah, “perempuan itu, dia terjatuh di sini, kakinya terluka lalu berjalan agak pincang ke arah hotel kapsul di ujung jalan sana” jelasnya panjang lebar, “aku mau saja menolongnya tadi tetapi takut…sepertinya istrimu akan kabur jika di hampiri lelaki asing”

Kyuhyun tersenyum paham, “jadi dia kesana? Ah aku sangat berterimakasih” balas Kyuhyun menunduk dalam dalam, lelaki itu menggeleng sopan, “tidak apa apa, aku juga mendengar soal ikan fugu itu” katanya sambil mengedipkan sebelah mata—membuat Kyuhyun semakin salah tingkah karena malu, “iya…Minnie memang suka aneh aneh”

“tidak, bukan itu maksudku” ia menggerakkan tangan ke kiri—menunjuk ke arah laut biru, “kau bisa mendapatkan ikan itu besok, kalau kau mau…dengan usaha sendiri tentu” jelasnya dengan senyum ramah

Kyuhyun mengkerut, ia menimbang nimbang perkataan lelaki itu dan masih saja belum mengerti, “aku….

“biar aku beritahu kau sesuatu” Lelaki itu menjelaskan semuanya—semua tentang tradisi di Okinawa

__

Sungmin belum tertidur, ia menonton tanpa minat ke arah TV mini di dalam kamar. Hotel ini memang unik, setiap kamar berbentuk kapsul dan berukuran 1 x 1 x 2 meter—cukup luas untuk 1 orang dan terlalu pas jika di paksa 1 orang lagi. Tetapi itu bukan masalah bagi Sungmin, dia hanya berpikir bagaimana caranya pulang ke Seoul jika Kyuhyun tidak memaafkannya juga….

KREKKKK

Pintu kamar Sungmin terbuka, dia menoleh ke samping. Betapa terkejutnya Sungmin mendapati Kyuhyun masuk seraya menundukkan kepala lalu mendesah lega ketika melihat Sungmin baik baik saja di pojok kamar. Kyuhyun menggeser tubuhnya—mendekati Sungmin. Mereka sama sama diam sambil saling bertatapan

Wajah Kyuhyun masih setajam tadi, dia terus menatap Sungmin yang menunduk, tangannya mengambil sesuatu dari balik jaket, botol kecil. Kyuhyun mengangkat lutut Sungmin yang tergores lalu meneteskan beberapa obat antiseptik di atas luka sedangkan Sungmin hanya menonton Kyuhyun bekerja, masih berdiam diri

Setelah tetesan itu mengering, Kyuhyun mengambil sapu tangan lalu mengikatnya di lutut Sungmin. Kyuhyun menatap lagi wajah Sungmin, ia mengelus pipi lalu mengusap kepala Sungmin perlahan. Melihat betapa Kyuhyun masih peduli dan tidak berbalik memarahinya lagi membuat air mata Sungmin tumpah, ia terisak sambil memeluk tubuh Kyuhyun, “maaf..aku janji ngga akan minta macam macam lagi…maaf….” Bisik Sungmin berulang kali

Kyuhyun membalas pelukan Sungmin sambil ikut duduk di atas kasur khas Jepang, “sst…udah, aku juga salah ninggalin kamu sendirian, kamu ngga apa apa? Mana lagi yang sakit?” tanya Kyuhyun melepaskan pelukan mereka berdua untuk mengamati tubuh Sungmin baik baik. Sungmin menggigit bibir ketika merasakan hentakan dari dalam perutnya—sama seperti tadi, “kamu kenapa? Beritahu aku bagian mana yang sakit?” tanya Kyuhyun cemas ketika melihat wajah Sungmin mengkerut seperti menahan sesuatu

“Tadi pas aku jatuh, perutku menyentuh pasir duluan, tetapi kenapa sakit banget” jawab Sungmin seraya mengelus perutnya, “kamu mau kita ke dokter?” tanya Kyuhyun ikut menaruh tangannya di atas perut Sungmin, “ngga udah malam, aku capek, besok aja” meski berkata begitu, Kyuhyun tidak bisa di bohongi, dia tahu pasti sakit sekali sampai sampai Sungmin sempat tersentak ketika Kyuhyun menekan perutnya

“tapi besok kita ada acara” Kyuhyun tersenyum misterius, “sekarang kamu tidur..aku…apa aku boleh tidur di sini juga?” tanyanya melihat hanya ada satu kasur di ruang sesempit ini

“boleh” Sungmin menarik lengan Kyuhyun agar berbaring tepat di sebelahnya, “muatkan?” Kyuhyun mengangguk, dia memeluk tubuh Sungmin erat, “kamu masih mau ikan fugu?” tanya Kyuhyun sambil mengamati wajah Sungmin dari dekat

“mau…” bisik Sungmin takut takut

Kyuhyun mengusap kepala Sungmin lembut, “besok aku akan menangkap satu untukmu” janjinya kepada Sungmin

|.Festival Laut Okinawa.|

Semenjak jaman dahulu kala, di perairan pulau utama Okinawa sering diadakan acara perayaan untuk menghormati laut yang selalu memberikan hasil tangkapan bagi para nelayan sebagai mata pencaharian utama penduduk di sini

Festival ini hanya di gelar setahun sekali, acara terdiri dari tarian dari anak anak kecil yang memakai kostum hewan laut serta ada lomba untuk umum seperti adu cepat balap kapal menggunakan kayu dan lomba menangkap ikan ke dalam perairan

Khusus untuk festival ini, para peserta di perbolehkan menangkap ikan langka yang biasa di lindungi, seperti fugu, udang biru bahkan piranha

Dan dalam kesempatan seperti ini, Kyuhyun mau mencoba peruntungan mendapatkan ikan fugu untuk Sungmin—meskipun itu sangat susah, mengingat Kyuhyun bukan penyelam handal seperti lelaki Okinawa yang memang tumbuh dewasa di laut apalagi menangkap fugu—ikan beracun

“Kamu batalin aja Kyu” Sungmin menjadi khawatir sekarang. Semua peserta terlihat jauh lebih tangguh di bandingkan Kyuhyun, malah tadi panitia menertawakan Kyuhyun karena memilih ikan fugu sebagai sasaran penangkapan

“hahaha, lebih baik tidak usah anak muda, ikan itu terlalu sulit di tangkap” lelaki setengah baya tersebut mendelik angkuh, “lagi pula kau tahan berlama lama di dalam air tanpa bantuan oksigen” ejeknya

Kyuhyun tidak peduli, dia tetap bersikeras mau ikut perlombaan ini, “aku pasti bisa Minnie..tenang saja” Kyuhyun mengelus wajah Sungmin sebelum berlari karena peluit sudah mulai berbunyi

“Ya, kalian para peserta, bersiap siap!” perintah wasit

Sekitar 17 orang berjejer rapi di pinggir pantai, menanggalkan baju masing masing hingga tersisa celana pendek. Para panitia mengatur mereka naik perahu kecil berkelompok ke tengah lautan. Setiap peserta hanya di bekali sebuah alat penyelam sederhana yang biasa di gunakan untuk snorkling

“BERSIAP, YA”

PRIIIT

Satu persatu pemuda dan beberapa lelaki paruh baya, meluncur terbalik ke dalam lautan luas, penonton di pinggiran hanya bisa menggunakan teropong untuk melihat mereka dari jauh

Sungmin mainkan kedua tangan—gelisah, “kalau tahu begini, aku ngga akan minta deh” sesal Sungmin, ia benar benar khawatir Kyuhyun tenggelam lalu tidak muncul lagi di permukaan

*itu mau author wkwkwkkww*

“Kibum, itu ada apa sih? kok rame banget” Chulie dan Kibum berjalan ke arah kerumunan orang yang sedang mengadakan festival, mereka tidak dapat melihat Sungmin karena terlalu ramai bahkan Chulie menyerah untuk melihat lebih lanjut dan menyuruh Kibum supaya pergi dari situ, “udah ah, kita jalan jalan lagi aja…lagipula ngga ada yang seru” ujar Chulie acuh tanpa tahu jika kembarannya sedang bertaruh nyawa di bawah laut

Kyuhyun mengambil nafas panjang ketika menyembul ke atas, ia kembali masuk ke dalaman tanpa menggunakan alat pernapasan karena tidak banyak membantu. Kyuhyun menelusuri karang karang indah di bawah laut—jernih, ia mengitari beberapa tumbuhan dan sekelompok ikan kecil. Untung saja Kyuhyun sudah mendapat petunjuk dari lelaki tadi malam yang ia temui

“menangkapnya memang terdengar mustahil, tetapi bukan tidak mungkin” lelaki itu menceritakan semua strategi para nelayan, “ikan fugu hanya ada di perairan lapis dua, kau tahu? Kedalaman lebih dari 5 meter, sekitar 10 atau 11 meter itu berarti kau harus bisa menahan nafas sekitar 4 menit untuk sampai kesana”

Kyuhyun mencoba hingga ketiga kali, baru bisa masuk lebih dalam ke perairan

“ikan fugu sangat beracun, dia bersembunyi di sekitar karang berwarna sejenis untuk menghilangkan jejak, kau harus mengamati dengan cermat, setelah itu tangkap dia pakai jaring karena jika tidak, fugu akan menggembung dan duri durinya akan melukai dirimu, mengerti?”

Semua petuah itu Kyuhyun lakukan, ia berkonsentrasi mengamati terumbu karang berwarna kuning gading—amat banyak, tidak mungkin jika Kyuhyun mengecek satu persatu, ia mencoba peruntungan dengan mendekati sebuah tumbuhan karang yang menjorok ke pinggir seperti membentuk kemah kecil

‘ah’ Kyuhyun melihat ada sebuah ekor kecil yang mengembang kempis di sana, ia mendekati perlahan kemudian

ZEPP

Dengan sekali ayun, Kyuhyun berhasil menangkap satu ekor fugu. Ia membuka mulut—bermaksud bersorak, tetapi yang ada Kyuhyun tersedak dan buru buru kembali ke permukaan untuk mengambil nafas

“FUHH..AHH…” Kyuhyun menyembul sambil memegang kuat ikatan dari jaring, dia memang orang ke 4 yang naik ke atas perahu namun semua orang terkejut ketika Kyuhyun memperlihatkan tangkapannya

“EH? FUGU!!!!” serempak semua pesaing tercengang dan mengerumuni jaring Kyuhyun

Kyuhyun tidak berhenti tersenyum, ia melambai dari kejauhan—berusaha menangkap sosok Sungmin yang memakai baju putih, “MINNIE!!!! AKU BERHASILL!!!! YATTA!!!!” teriak Kyuhyun setengah berbahasa Jepang

“Apa?? Kyuhyun berhasil!!!!” Sungmin ikut bersorak, beberapa orang ibu ibu turut memberikan selamat kepada Sungmin, “suamimu betul betul perhatian, ini berkah” kata salah satu ibu pemimpin festival, “bagi kami, menangkap ikan langka di perayaan adalah pertanda baik..mudah mudahan itu yang terjadi padamu” ujarnya tulus

“Arigatou” jawab Sungmin masih terus tersenyum dan menunggu hingga kapal yang mengangkut Kyuhyun kembali ke bibir pantai

Dan sudah sangat jelas jika Kyuhyun memenangkan perlombaan sehingga dia berhak atas tangkapannya sendiri, setelah menyerahkan secara simbolis Kyuhyun langsung menghampiri Sungmin lalu memeluknya erat, Sungmin tidak protes meski tubuh Kyuhyun masih basah oleh air laut, “ini untukmu” bisik Kyuhyun di telinga Sungmin

“makasih” Sungmin betul betul terharu, di tangannya sekarang ada seekor ikan yang masih menggembung lucu dengan duri durinya yang khas

“Nah sekarang kita masak” Kyuhyun mengambil jaring dari tangan Sungmin lalu mengganti dengan tangannya sendiri, setelah itu mereka berdua berjalan melewati kerumunan orang banyak ke dalam sebuah kedai belut bakar

Seorang lelaki muda menyambut Kyuhyun dengan senyum sumringah, ia menepuk pundak Kyuhyun sekilas untuk memberi selamat, “aku tahu kau pasti bisa” ujarnya saat menerima ikan dari Kyuhyun

“aku yang harus berterimakasih itu berkat nasihat darimu” Kyuhyun lalu mengajak Sungmin duduk di dekat jendela sambil menunggu lelaki itu memasak ke belakang

“Namja itu yang memberitahu kau di mana semalam dan sekaligus memberi bantuan untukku menangkap ikan, dia lelaki yang baik” jelas Kyuhyun karena melihat wajah Sungmin yang heran, “oh…tapi apa dia punya lesensi?” Sungmin tahu jika perlu lisensi dari pemerintah semacam ujian khusus untuk memasak ikan fugu—karena susah sekali memisahkan racun dari tubuhnya yang lunak, hanya sedikit koki yang mendapatkan sertifikat tersebut

Kyuhyun mengangguk enteng, “tenang saja, makanya dia tahu sekali tentang fugu” Sungmin bertopang dagu seraya melihat laut biru di luar, Kyuhyun sendiri sibuk memakai baju dan jaket kembali. Tak lama lelaki itu datang dari dapur, ia membawa dua piring hasil masakannya, “ini dia Sukiyaki Fugu ala Matsuyama” ulasnya bangga

“Terima kasih” Sungmin mengambil sumpit dan mengapit di kedua tangan, “Itadakemashu” ucapnya seperti orang jepang sebelum mereka makan. Kyuhyun dan Matsuyama tertawa melihat tingkah Sungmin

Hanya butuh waktu sebentar, mereka bertiga terlibat dengan perbincangan akrab seperti sahabat lama

__

Kyuhyun dan Sungmin baru beranjak pergi dari kedai Matsuyama setelah malam datang, mereka begitu asyik mengobrol hingga tidak ingat waktu. Karena Matsu juga ingin kembali ke rumah, maka Kyuhyun dan Sungmin keluar dari situ dan melangkah ke arah hotel kapsul—tempat mereka semalam menginap

Kyuhyun membukakan pintu kecil lalu menyuruh Sungmin masuk terlebih dahulu. Mereka kemudian bergelung hangat dalam satu kasur. “Udah kenyang?” olok Kyuhyun bernada penuh canda

Sungmin menyeringit tidak setuju, “aku mau ikan fugu karena lapar Kyu, aku juga tidak tahu..tiba tiba ingin sekali memakannya, aishhh susah bagaimana menjelaskan kepadamu yang pasti aku lega udah makan hehehe” Sungmin tersenyum tulus—ia meraih tangan Kyuhyun di dalam selimut, masih dingin karena berenang tadi siang, “aku benar benar egois ya?”

Kyuhyun memutar bola mata seolah olah mengatakan bahwa itu sudah jelas, “lagian kamu suka aneh aneh sih sekarang” dengus Kyuhyun memainkan jari jari Sungmin—berusaha merasakan hangatnya genggaman tangan mereka

“maaf” Sungmin nyengir bersalah, “sekarang boleh deh giliran kamu untuk egois, aku pasti akan melakukannya, gantian gimana?” tawar Sungmin

Mata Kyuhyun melebar, sekarang tubuhnya mengejang saat tahu Sungmin serius dengan ucapannya, “boleh? Apapun?” selidiknya sambil mengangkat sebelah alis. Sungmin mengangguk bersemangat, “aku sungguh sungguh, kau terlalu baik, kemarin…..” Sungmin merunduk sedih jika mengingat punggung Kyuhyun yang pergi menjauh, “aku benar benar takut kau tidak ada…padahal semua salahku, jadi untuk menembus semuanya…” lagi lagi senyum manis Sungmin terukir di bibir mungilnya, “katakan apa maumu?”

Kyuhyun meraih tekuk leher Sungmin, mengelusnya dan membawa wajah Sungmin mendekat, “biarkan aku menyentuhmu” bisik Kyuhyun sambil memejamkan kedua mata, melihat itu Sungmin tercengang namun tidak memberontak. Mereka berciuman lembut namun kali ini berbeda, Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun menjauh ketika tangan Kyuhun masuk ke dalam bajunya, “Kyu?” suara Sungmin tersentak namun ia justru heran karena raut wajah Kyuhyun yang sedikit terluka, “katamu aku boleh egois?” tuduh Kyuhyun sedikit kecewa

“aku….” Sungmin tidak bisa menarik kata katanya kembali, tetapi dia sendiri tidak siap, “aku takut melakukan itu” desis Sungmin mencoba jujur, “aku masih terbayang adegan sadis di komik waktu itu Kyu…” sekarang mereka berdua malah kelihatan canggung. Kyuhyun merengkuh wajah Sungmin dengan kedua tangan—memaksanya menatap mata Kyuhyun secara langsung, “aku berbeda, sudah pernah kubilang bukan? Aku tidak akan menyakitimu” bujuknya

Pikiran Sungmin bergelut—ia sudah mau menolak sekali lagi, namun pertahanannya runtuh ketika lambat laun raut muka Kyuhyun berubah drastis. Kyuhyun memaksakan senyuman lalu memeluk Sungmin seperti biasa, “anggap saja aku tidak pernah bicara, kita tidur saja” bisik Kyuhyun berusaha sebiasa mungkin walaupun Sungmin yakin Kyuhyun terluka di tolak seperti itu

“Kyu” suara Sungmin terdengar dari dalam dekapan Kyuhyun, “hmm? Kamu belum tidur?” jawab Kyuhyun seraya mengelus elus kepala Sungmin, “aku mau” karena begitu kecil Kyuhyun tidak bisa mendengar jelas

“mau apa?” tanyanya sekali lagi

Sungmin menarik nafas panjang , tangannya bergetar hebat di balik pundak Kyuhyun, “aku mau melakukannya” kali ini suara Sungmin agak keras. Terang saja Kyuhyun terkejut dan sontak melepaskan pelukan Sungmin—di tatap Sungmin lama sambil meraba wajahnya yang sudah memerah dari tadi

“Kau serius?” Kyuhyun mengerjapkan mata berkali kali—memastikan kalau Sungmin tidak bercanda.

Ini kenyataan, Sungmin mengangguk sekali lagi

“tatap aku” nada suara Kyuhyun tegas membuat Sungmin langsung mendongak, mencari wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum—dada Sungmin yang bergerumuh menjadi tenang dan hangat, “aku akan melakukannya perlahan” tangan Kyuhyun kembali masuk ke dalam selimut dan meraih pinggang Sungmin agar mendekat

Kyuhyun menunduk lalu mendaratkan ciuman kedua ke bibir Sungmin. Kyuhyun menciumnya seperti biasa hanya lebih lama dan hangat, setelah merasa Sungmin mulai bisa tenang Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka

“Sekarang tutup matamu” pintanya dan Sungmin langsung menurut ia memejamkan mata sementara Kyuhyun perlahan membuka baju Sungmin—meskipun Sungmin tadinya sedikit memberontak, Kyuhyun berbisik lagi, “percayalah padaku” ujarnya menenangkan

Sungmin mengalah—dengan mata masih terpejam, tubuhnya bergetar hebat ketika menyadari Kyuhyun telah melepaskan semuanya—tidak ada satupun pakaian yang ia kenakan. Kyuhyun kemudian melepaskan baju juga lalu setelah itu mendekatkan tubuhnya ke arah Sungmin

“sekarang buka matamu” kata Kyuhyun sambil mengelus punggung belakang Sungmin. Kedua mata Sungmin bergerak pelan dan terbuka sempurna—dia melihat wajah Kyuhyun yang tersenyum, sorot matanya begitu bahagia. Entah kenapa itu malah membuat Sungmin makin tenang dan berhenti menggigil

“saranghae” itu kata terakhir sebelum Kyuhyun kembali mencium Sungmin lembut namun perlahan lahan memperdalam ciumannya. Tubuh Sungmin melemah, Kyuhyun berhasil melepaskan kedua tangan Sungmin yang masih mendekap di dada lalu memindahkannya ke belakang tubuh Kyuhyun

Sekarang tubuh mereka saling menempel tanpa ada jarak sama sekali

“Kyu dingin” sela Sungmin

Kyuhyun menggumam kecil dan menarik selimut tanpa melepaskan ciuman mereka. Kemudian mencari remote kecil untuk mematikan lampu kamar

KLIK

Semua gelap gulita, sama seperti kamar kamar lainnya jika terlihat dari luar tanpa ada yang tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan di dalam sana

-Jam 08.00, bertempat di sekitar hutan bakau-

“Huaaaaaaa, Wookie udah pagi lagi!!” Hangeng meracau saat melihat mereka malah tertidur di tengah hutan. Wookie bertumpu pada sketsa dan kamera di tangan sedangkan Hangeng memeluk kaki teropong ketika sedang tertidur

“ha??” Wookie mengelap mulutnya yang terbuka lebar sambil kelabakan setengah mati, “udah pagi??? Yah, gimana dong Gege, padahal semalem aku udah berhasil menemukan sosok alien perempuan, nih buktinya” Wookie mengutak atik kamera antik yang memperlihatkan siluet tubuh seorang yeoja sedikit membungkuk tanpa terlihat jelas wajahnya karena Wookie memotret dari samping

“Aku lihat sendiri, dia jalannya pincang gitu ke arah sana, tuh dekat hotel kecil tetapi aku terlalu takut untuk mendekatinya, gimana kalau dia bawa senjata??” keluh Wookie, Hangeng mengelus kepala Wookie senang, “bagus…ngga apa apa kok, nanti kita cetak terus di perlihatkan di sekolah hehehe” mereka berdua tertawa gembira karena bermalam di hutan ternyata menghasilkan sesuatu

“Nah sekarang kita beres beres, kembali ke hotel untuk penelitian lebih lanjut, yuk” Hangeng membawa sebagian besar benda benda berat di dalam ransel sambil menggenggam tangan Wookie keluar dari pepohonan besar

Siapapun yang melihat mereka berdua, pasti menyangka kalau Hangeng dan Wookie baru kembali dari perang dunia ke 2, bayangkan saja dengan wajah kusam dan baju kotor akibat duduk bersileweran di tanah yang basah serta tidak berganti baju apalagi tidak mandi selama 2 hari

Ck ck ck

Untung mereka bersikap acuh ketika masuk ke dalam hotel. Hangeng baru menekan lift untuk naik ke lantai 3 ketika Chulie dan Kibum di saat yang sama malah sudah bersiap keluar dari lift lain. Mereka masih tetap terlihat mesra sambil mengamit sebuah keranjang besar di tangan Kibum

Rencana mereka hari ini berenang di pantai dan makan sandwich di siang hari sambil berjemur. Kibum dan Chulie sempat bertengkar ketika melihat Chulie mau memakai bikini, jelas saja Kibum tidak setuju, ia berhasil meyakinkan Chulie untuk membatalkan niatnya karena cemburu jika tubuh kekasihnya di lihat orang banyak

Chulie menganggap tindakan Kibum begitu perhatian sehingga setuju untuk menggunakan kaus biasa dan celana pendek saja di sana, ah mereka seperti orang yang berbulan madu sekarang di depan lobby hotel

Sedangkan pasangan satu lagi…

“bayangkan aja Kyu, kita cuma nginap 2 hari masa sampai beratus ribu yen!! Mahal banget hotel kecil begitu” dengus Sungmin sambil menghentakkan kaki sesekali. Kyuhyun hanya menggandeng tangan Sungmin penuh rasa sabar, mereka kembali ke hotel awal karena Sungmin marah saat melihat tagihan kamar tadi pagi

“udah lah, kan ada kartu kredit Appa ini” gumam Kyuhyun menyeringai jelas. Sungmin yang curiga melihat Kyuhyun tidak berhenti tersenyum, merasa risih, “ada apa?” tanyanya penasaran

Kyuhyun mengercutkan bibir—pura pura berpikir, “aku kira kamu minta kesini lagi karena mau lanjutin bulan madu kita tadi malam” tuturnya sengaja

BLUSHH

Spontan wajah Sungmin kembali memerah, matanya mengerjap berkali kali membuat seringai Kyuhyun makin lebar, “aku…bukan…a..aishhhh, aku kan sayang kalau kamar yang sudah di bayar mahal tidak di pergunakan sama sekali, kamu ngga tahu rasanya jadi ibu rumah tangga sih” jawab Sungmin bersikap seolah olah tidak terjadi apapun

TING

Mereka masuk ke dalam lift. Sungmin tiba tiba sibuk melihat ke arah lain—dia belum pernah gugup seperti sekarang berduaan saja dengan Kyuhyun, mungkin ini efek kejadian tadi malam

“masih ada 3 hari lagi…” gumam Kyuhyun

Sungmin memberanikan diri menoleh, “3 hari kita di Okinawa maksudmu?” ujar Sungmin bertepatan dengan lift terbuka di lantai 5

Mereka keluar dan langsung menuju pojok sebelah kiri, “bukan..bukan itu” sergah Kyuhyun bersandar di depan pintu menunggu Sungmin menggesek kartu sebagai kunci kamar

CKLEKK

“Terus apa?” tanya Sungmin masih tidak mengerti sambil membuka pintu lebar lebar

Kyuhyun menatap Sungmin penuh arti dan menahan sebuah senyum yang membuat Sungmin menaikkan sebelah alis, “ya!! Kyu kau kenapa lagi?!!” bentaknya, jantung Sungmin kembali tidak beraturan

Tiba tiba Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin lalu menaruhnya di atas pundak

“aaaaa!!” teriakan Sungmin di acuhkan dan terus melangkah masuk ke dalam kamar, Hupp. Kyuhyun menjatuhkan Sungmin dengan lembut di atas kasur, “kamu tuh ngapain sih??”

Kyuhyun menjatuhkan diri di atas tubuh Sungmin, “bagaimana sisa hari kita gunakan untuk bulan madu, seperti katamu kan sayang kalau kamar mahal begini tidak di gunakan” godanya membolak balikkan fakta. Sungmin terdiam, dia tidak menolak tetapi juga tidak mengatakan apapun, Kyuhyun sedikit kesal saat menunggu pendapat Sungmin. Jujur dari saat mereka terbangun, Sungmin berusaha keras menghindari topik tentang malam pertama mereka—tidak peduli berapa kali Kyuhyun bertanya sehalus mungkin

“apa aku menyakitimu?” suara Kyuhyun berubah ngeri, ia mengoncangkan tubuh Sungmin—meminta jawaban, “tidak” Sungmin memberanikan diri untuk mengeluarkan suara, ia berpaling dari pandangan Kyuhyun, “kau sangat lembut malah” Kyuhyun bisa lihat betapa malunya Sungmin membicarakan hal ini—semburat merah dari keningnya menjalar hingga ke leher

Kyuhyun mengulum senyum di bibir melihat tanggapan istirnya yang polos, “jadi, Minnie, kamu keberatan kalau kita berbulan madu di kamar ini?” tanya Kyuhyun dengan nada resmi

Sungmin spontan tertawa pelan—raut wajahnya kembali rileks, “tidak”

“bagus” Kyuhyun mulai menatap bibir Sungmin, perlahan mulai mendekat, “ng…Kyu?” mulut Sungmin terbuka, “ya?” Kyuhyun berhenti sejenak

Sungmin sedikit mengangkat kepalanya dan melirik lewat samping kepala Kyuhyun, “kau belum menutup pintu”

“Oh” Kyuhyun bangkit berdiri, ia meraih gagang kecil lalu menghempaskan pintu tidak sabar, tetapi baru beberapa langkah Kyuhyun kembali membuka pintu, lalu memasang salah satu palang yang tersedia di dekat meja depan

‘Don’t Distrub’

***

TENG TENG

Bunyi bel istirahat menggema ke seluruh penjuru sekolah, membuat suasana gaduh seketika karena semua murid dapat melepaskan penat sehabis belajar. Terutama bagi kelas XII, mereka tidak bisa bernafas lega sekarang, tugas semakin menumpuk dan banyak pelatihan pelatihan dasar untuk lebih mematangkan mereka karena sudah berada di tingkat akhir masa SMA

Bahkan liburan seminggu, di rasa kurang oleh sebagian murid.

Contohnya….

“huh capek” keluh Sungmin menidurkan kepalanya di atas meja, ia melihat Hangeng yang sedang menunggu kedatangan Wookie dari kelas sebelah dengan senyum sumringah, “kamu liburan kemarin gimana Hangeng?” tanya Sungmin berbasa basi

Hangeng berhenti melongok keluar ruangan, “ha? Aku? Ah aku belum pernah cerita ya” Hangeng merogoh saku tas di bagian depan lalu mengeluarkan selembar foto sedikit berkabut kepada Sungmin, “di Jepang..aku mengabadikan sebuah penampakan misterius alien” bisiknya merendahkan nada suara. Sungmin yang sedikit meragukan keterangan Hangeng, meraih foto tersebut sambil meneliti lebih jelas, “HA?? Ini kan….”

Ucapan Sungmin terpotong, Wookie datang membawa kotak makan lalu menggelarnya di meja Hangeng, “Hai Sungmin, bagaimana liburanmu? Kau sudah dengar cerita Hangeng tentang ekspedisi kami yang membuahkan hasil” ujarnya bersemangat, tanggapan dari Sungmin hanya sebuah anggukan enggan seraya menatap nanar ke dalam foto itu. Ia membiarkan Hangeng dan Wookie fokus menyantap makanan, tanpa berkomentar lebih lanjut

“Ini kamu kan?” sebuah suara dari arah belakang, membuat Sungmin tersentak serta langsung menoleh, “Kau?!! Sudah kubilang berapa kali!!! Ngga pake nga…aduh” lagi lagi Sungmin mengeluh perutnya yang di cengkram kuat dari dalam

Kyuhyun yang tadi nyengir lebar berubah, dia menunduk dan memeriksa kondisi Sungmin. Wookie dan Hangeng juga berhenti mengunyah dan menatap Sungmin ingin tahu, “kamu ngga apa apa? Masih sakit? Nanti siang kita pasti ke dokter”

Sungmin mengangguk, “harus, aku udah ngga tahan lagi, perutku seperti bergerak sendiri” katanya masih meringis kesakitan

“apa kamu tiduran aja di UKS?” Kyuhyun menuntun Sungmin agar sedikit merebahkan diri di kursi kayu, bulir bulir keringat dingin membahasi dahi Sungmin yang langsung di seka Kyuhyun dengan punggung tangannya

Sungmin menggeleng, “ngga usah” jawabnya sambil mengelus perutnya pelan

__

Kyuhyun bersabar hingga bunyi bel terakhir, ia sedikit berlari kecil ke kelas Sungmin

“Minnie?”

“ng?” Sungmin mengangkat kepala dari atas meja, wajahnya begitu pucat sehingga Kyuhyun harus bergegas menghampiri Sungmin untuk membantunya berdiri, “kita naik taksi, aku akan titip motor sama satpam dulu, ok?” Sungmin tidak membantah, ia juga sudah tidak sabar di periksa oleh dokter—ada apa dengan dirinya?

“bentar….” Sungmin menghela nafas berat, baru beberapa langkah tetapi Sungmin sudah terengah engah kelelahan. Kyuhyun yang semakin cemas, terpaksa mengangkat tubuh Sungmin, memindahkan berat tubuhnya ke dalam genggaman tangan Kyuhyun. Dia bahkan tidak peduli jika beberapa murid yang masih berada di sekitar halaman sekolah melihat dengan rasa ingin tahu

Di bantu oleh pak Satpam, Kyuhyun berhasil mendapatkan taksi, Kyuhyun merebahkan Sungmin ke dalam jok belakang terlebih dahulu baru setelah itu ia masuk lalu menutup pintu

“rumah sakit” pinta Kyuhyun sambil memeriksa suhu badan Sungmin, “kalau bisa agak cepat Pak, istri saya sedang sakit” kekhawatiran Kyuhyun makin memuncak karena bibir Sungmin sudah memutih sempurna, ia takut kalau istrinya mengidap penyakit mematikan

“Minnie” desah Kyuhyun sambil mengalungkan kedua tangan di tubuh Sungmin

Hanya butuh 13 menit mereka sampai di rumah sakit terdekat, ternyata supir taksi juga khawatir melihat kondisi penumpangnya yang begitu lemah, ia juga membantu Kyuhyun membopong Sungmin masuk ke dalam lobby hingga beberapa suster membawa kasur dorong untuk Sungmin

Mereka masuk ke dalam ruangan besar di mana seorang dokter telah menunggu Sungmin—ia memeriksa tekanan jantung serta nadi terlebih dahulu. Lalu menyuruh beberapa suster membawa alat alat yang di butuhkan

Kyuhyun hanya bisa menunggu di luar, ia menengok ke dalam sekali kali—menunggu jika dokter sudah memanggil dirinya

CKELK

“Anda…” ujar Dokter itu bernada pertanyaan kepada Kyuhyun, “saya suaminya” jawab Kyuhyun tegas, “istri saya kenapa Dok?? Apa dia mengidap penyakit mematikan?” tanya Kyuhyun bertubi tubi—ia merasa gusar karena dokter itu malah terlihat biasa saja, “tidak..tidak, malah ini ada kabar gembira” Dokter itu menuntun Kyuhyun masuk ke dalam kamar—di sana ia mendapati Sungmin sadar sepenuhnya, “Minnie..kamu udah baikan?” Kyuhyun begitu cemas hingga menatap dalam dalam mata Sungmin yang mulai bercahaya—tidak seperti tadi

“Iya” kata Sungmin menenangkan suaminya yang kalut

Dokter itu ikut tersenyum lebar ketika mendekati Kyuhyun di tepi kasur, ia menepuk pundak Kyuhyun sambil berkata, “selamat, anda sebentar lagi akan menjadi Ayah” ujarnya

“MWO?” Kyuhyun dan Sungmin teriak bersamaan, mereka melirik satu sama lain—Kyuhyun terperangah lalu menatap ke arah perut Sungmin, “kamu hamil?” ulangnya tidak percaya, “tapi dok, kami baru saja berbulan madu minggu kemarin” Kyuhyun menggeleng, berusaha memikirkan semua hal dengan logika

Sungmin memutar bola matanya—dia jauh lebih tenang di banding Kyuhyun, “gimana aku ngga hamil, kamu nyekap aku di kamar tiga hari…..mpphhhhh” Kyuhyun buru buru menutup mulut Sungmin, dia salah tingkah karena sekarang dokter itu tertawa keras mendengar ucapan Sungmin

“Hahahaha, kalian pasangan yang aneh…minggu kemarin…hmmm” Dokter itu memeriksa hasil tes laboraturium Sungmin, “tetapi di sini, Istri anda sudah memasuki kehamilan minggu ke 5”

“apa??” Kyuhyun berdiri dan ikut membaca kertas di tangan sang Dokter, “5 minggu, usia kandungan kamu, udah lima minggu……” Sungmin mendadak mengerti ucapan Kyuhyun, dia tidak mungkin sudah hamil selama itu, bukankah Kyuhyun baru menyentuhnya seminggu yang lalu…

“Berarti….” Mata Sungmin bergerak gelisah, “aku hamil anak siapa??” suara Sungmin panik

TBC

21 responses to “≈No Other Like U-Thirty Two-{Honeymoon}≈ PG-13

  1. apa?! hamil?!!! #lebe

    author… kau harus bertanggung jawab!

    author: lah? knp gw yg mesti tanggungjawab?
    me : ya iya lah… kan kamu yg bikin ff ini! katakan itu anak siapa?

    *reader sarap

  2. Pantes aja si Minnie cengeng mulu, makan’a rakus,sensitif pula, t’nyata dia lagi ngidam..kkkk~

  3. wakakak sungmin polos bgt ihh gemes wakaka ad” aj dia
    eh 5 mggu?!!! kok?!!
    hanwook it nangkep foto minnie ==” hahaa

  4. kenap aku jadi inget sama inseiden di lapanagn basket ya ??? itu lo pas dikunci semaleman sam Yesung,
    jangan2 aku bener, mereka memamng ngapa-ngapain lagi …

  5. ga nyanglka kok liburan bsa bareng gt.1 hotel pula,tpi mereka ga pda tau ya,,,,

    wah akhir’a penantian kyuppa ga sia2,akhir’a kyuppa bsa nyentuh minnie,,
    eeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhh minnie hamil,gmn tuh?5 minggu pula,

    lanjut ah

  6. tuhh kan aku juga udah curiga kalo minnie hamil.. soalnya perutnya kaya di tendang tendang gitu.
    jangan jangan permintaan aneh minnie itu karna nyidam.
    tapi kata kyumin kyu baru nyentuh minnie pas di jepang sedangkan minnie udah lima minggu.
    itu anak siapa?
    tapi selama ini kan minnie selalu ama kyu kemana pun pergi, mana mungkin kalo itu anak orang.
    kyu kan over banget sama minnie. minnie juga over ke kyu.
    aduuhh penasaraannn… lanjut~ hwaiting!!

  7. Huhu sadisme nih di sekap 3 hari whahahahaha……

    Mereka 1 hotel g ketemu.. Kalau ketemu bisa2 Kyumin ga begituan hahaha

  8. Hahaha..,hanwook lucu bgt sich, photo minnie malah dikirain photo alien cewek.. Hahaha😀

    Jiaaaaaaah, kyu..kyu.. Udah dikasi lampu hijau ama minnie, kyu gk nyia2’in ksmpatan nich, ampe2 minnie disekap ampe 3 hari dikmr.. Kekeke😀

    Tp knp minnie hamilnya udah 5 minggu ?? Kan mrk bulan madunya baru 1 minggu yg lalu.. Kok bisa ya ???

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s