≈No Other Like U-Thirty Three-{Pregnancy}≈

BRAKKK

Kyuhyun membanting pintu rumah dengan kasar, dia tidak peduli jika Sungmin mengkerut ketakutan dan bersandar ke dinding—berdiri menjauh dari Kyuhyun

Berlembar lembar kertas di hempaskan oleh Kyuhyun ke atas meja ruang tamu, sorot matanya terlihat amat marah bercampur sekelibat perasaan terluka, “Sudah 3 rumah sakit dan 5 dokter kandungan yang memastikan kamu hamil 5 minggu…..ini…” wajah Kyuhyun yang di paksakan tenang sejak tadi—hilang, ia duduk sambil memencet kepalanya dengan kedua tangan

“Kyu……” Sungmin bermaksud menghampiri Kyuhyun di sofa, namun langkah tertahan ketika Kyuhyun mendongak—memandang penuh tuduhan ke arah Sungmin, “jujur saja Minnie, itu anak siapa?” akhirnya Kyuhyun berani mengungkapkan pertanyaan yang dari tadi ingin dia tanyakan. Sungmin membuka mulut dengan ngeri namun wajahnya tertunduk menahan tangis, tega sekali Kyuhyun menuduh seperti itu

“Ini anak..kamu..” bisik Sungmin memelan, ia hanya bisa mengelus perutnya yang kian membesar—ada sentakan lembut setiap kali Sungmin meraba raba.

Tess

Air mata Sungmin jatuh mengenai telapak tangannya yang memeluk perut, ia benar benar tidak sanggup menatap Kyuhyun saat ini. Padahal tadinya Sungmin bahagia, bisa mengabulkan permintaan Kyuhyun untuk menjadi Ayah—tetapi jika kejadiannya terbalik

Mereka berdiam di tempat masing masing, bahkan Kyuhyun sama sekali tidak memeluk Sungmin yang mulai menangis—tidak, dia tidak peduli lagi

“Aku keluar, jangan tunggu aku….mungkin saja aku tidak pulang” kata Kyuhyun dingin sambil mengambil kunci rumah di atas TV lalu pergi meninggalkan Sungmin yang semakin merasa bersalah di dalam rumah

Dengan perasaan kalut, Kyuhyun hanya punya satu tujuan, Kibum. Ia sengaja tidak mau memberitahu siapapun—apalagi kedua orang tua mereka yang pasti senang setengah mati kalau tahu Sungmin telah mengandung

Tanpa peduli, jika Kyuhyun merasa itu bukan anaknya

“Argh, sial!!!” Kyuhyun memukul tembok pagar rumahnya seraya melayangkan pandangan sendu ke arah dalam, tanpa sadar Kyuhyun juga terluka dengan kejadian ini. Mata Kyuhyun mulai menggenang hangat, air mata turun cepat ke wajahnya

Kyuhyun mengelap mata sekilas dan menarik nafas terus menerus. Untuk kali ini, Kyuhyun tidak bisa berbalik lagi, ia terus melangkah pergi—mengusir bayangan Sungmin dari dalam pikirannya sendiri

“Hiks…..hiks…” Sungmin berusaha bangkit berdiri—tubuhnya masih belum pulih benar. Dia menyeret langkah masuk ke dalam kamar tidur lalu duduk di bawah ranjang, dekat rak komik miliknya.

Sungmin melipat tangan untuk menutupi muka lalu kembali menangis, tapi tangisan ini berbeda. Terdengar amat menyakitkan, Sungmin mengukuti kebodohannya sendiri karena tidak tahu, siapa ayah dari bayi yang ada di perut sekarang. Bukankah ia yang mengandung? Kenapa bisa serumit ini yang terjadi

Pantas saja, Sungmin sudah lama tidak datang bulan, sifatnya suka berubah ubah dan membuat Kyuhyun jengkel. Namun meskipun begitu, Kyuhyun tetap tidak menyerah, ia tetap memperlakukan Sungmin seperti biasa, menjaganya setiap hari…tapi sekarang…..

“Hiks…aaaa” Sungmin meringis kesakitan ketika hentakan itu memukul kembali, “sabar ya sayang…..nanti Appa juga pulang” bisik Sungmin ragu dengan ucapannya sendiri

Dengan kepala merunduk, Sungmin berusaha tertidur, siapa tahu ketika ia bangun, ternyata semua hanya mimpi. Sungmin ternyata tidak hamil dan Kyuhyun tidak jadi meninggalkannya

Ya, siapa tahu…..

___

“Elo kenapa sih??” Kibum duduk di samping Kyuhyun—heran melihat kelakuan Kyuhyun yang berdiam diri dan langsung menguasai PS 3 milik Kibum tanpa basa basi lalu bermain hingga malam tiba, “ga pulang? Kasian Sungmin sendirian di rumah”

Sepintas tubuh Kyuhyun menegak namun ia menggeleng cepat dan melanjutkan permainan game lagi, “dia ngga apa apa sendiri, eh gw boleh nginap ga?” tanya Kyuhyun bernada datar, Kibum tahu jika Kyuhyun pasti begini kalau lagi ada masalah, lagipula dia juga ngga mau mencampuri urusan rumah tangga orang. Biarkan Kyuhyun tenang dulu baru menyuruhnya pulang

“boleh kok” jawab Kibum sambil menepuk pundak Kyuhyun—lalu berjalan keluar kamar menuju dapur untuk mengambilkan beberapa cemilan sebagai teman main game

Jari jari Kyuhyun bergerak lincah di stick PS yang baru di beli Kibum, namun wajahnya terlihat tidak fokus—sudah berapa kali Kyuhyun kalah atau kehabisan darah padahal baru masuk level 1. Ia memejamkan mata dan menggerakkan kepala—pusing. Entah kenapa wajah Sungmin yang menangis terus terbayang di dalam pikiran Kyuhyun

___

Sungmin terjaga. Ia membuka mata lalu mencari sosok Kyuhyun yang biasa selalu ada di dekat Sungmin, tetapi kali ini sosok itu menghilang. Air mata Sungmin kembali tumpah karena mengingat ucapan Kyuhyun tadi siang

Sungmin mengangkat tubuh dengan susah payah lalu berjalan lunglai ke arah pintu depan. Mengunci semua celah lalu masuk lagi ke dalam kamar. Sungmin tidak peduli pada perutnya yang minta di isi, bayinya pasti kelaparan sekarang

Karena tidak tahan perut Sungmin terus di tekan kuat, dia terpaksa merebus air untuk memasak ramen. Sungmin melamun hingga tidak sadar kuah ramen menyeruak keluar panci, buru buru Sungmin menekan tombol off pada kompor lalu memakan tanpa selera langsung dari dalam panci

Satu demi satu suapan Sungmin paksakan menelan, air matanya belum kering benar. Sungmin memakan ramen sambil menangis lagi. Ia terisak kecil saat menyuap beberapa sendok ramen ke dalam mulut. Andai di sini ada Kyuhyun yang menemaninya, pasti Sungmin lebih bersemangat makan.

Setelah selesai Sungmin begitu saja meninggalkan dapur berantakan untuk kembali tidur—ia memang masih sedikit lelah sehabis pulang dari banyak dokter. Di rebahkan tubuh di atas kasur, Sungmin bergelung ke samping, meraba sisi tempat tidurnya yang kosong karena orang itu sudah tidak ada lagi di sini

“Kyu” bisik Sungmin menahan perih di dada, ia menarik nafas panjang sebelum memaksakan diri untuk mulai tertidur

Di tempat yang berbeda, Kyuhyun juga tidur gelisah karena tidak ada seseorang yang biasa ia jadikan bantal untuk tidur. Hingga dini hari, Kyuhyun masih terjaga sedangkan suara dengkuran halus dari mulut Kibum menandakan jika ia hanya sendiri malam ini

Kyuhyun menutup matanya rapat rapat, dia sudah memutuskan semua jalan keluar untuk masalahnya dengan Sungmin, ya mungkin besok Kyuhyun harus meminta pendapat Kibum terlebih dahulu sebelum menemui Sungmin lagi

“mungkin ini yang terbaik” desis Kyuhun sedikit terluka dan sama seperti Sungmin, ia tidur dalam keterpaksaan yang tidak menentu

***

Hari ini adalah hari minggu. Sebenarnya hari ini Kibum sudah punya janji untuk mengajak Chulie nonton film Harry Potter and Deathly Hallows, tetapi ada Kyuhyun di rumah, kayaknya ngga apa apa kalau meninggalkan Kyuhyun sendirian, kan udah biasa. Pikir Kibum

“Kyu”, “Kibum” mereka memanggil bersamaan

“Hahahaha” Kibum tertawa sambil duduk di samping Kyuhyun, “lo duluan deh” katanya

Kyuhyun menarik nafas dalam dalam lalu melihat Kibum tegas—walaupun sahabatnya itu malah terlihat bingung dengan sikap Kyuhyun, “gw mau bercerai sama Sungmin” ujar Kyuhyun bernada final

Jelas saja Kibum tersentak sambil meneliti perubahan wajah Kyuhyun baik baik, “eh, ini ngga bercanda kan?? Ah serius lo??!!” kali ini Kibum amat penasaran, masalah separah apa yang bisa membuat Kyuhyun tega mengambil keputusan itu, siapapun bisa melihat kalau Kyuhyun amat sayang terhadap Sungmin

Kyuhyun mengangguk lemah namun tegas, “serius gw” ia memalingkan wajah dan menatap keluar kamar Kibum tanpa arah

Kibum melipat tangan di dada, memang tidak dapat di sanggah baru kali ini Kibum melihat Kyuhyun seperti kehilangan tujuan, pasti mereka bertengkar hebat dan itu bukan masalah sepele, ada hal lain yang belum Kibum ketahui

“ada apa? Berat banget masalahnya sampai elo harus ngambil jalan itu?” tanya Kibum berusaha menekan rasa ingin tahunya—takut jika Kyuhyun tidak mau bercerita juga

Kyuhyun menyeka wajahnya dan menutupnya perlahan, “sebenarnya gw ngga mau orang lain tahu, tapi gw butuh pendapat lo,” Kyuhyun menatap Kibum tajam, “asal lo janji jangan ngomong apa apa sama Heenim?” syarat Kyuhyun kepada Kibum

“Sip, gw janji” kata Kibum meyakinkan

Kyuhyun menyangga tubuhnya bangkit berdiri lalu duduk di bangku tidak jauh dari tempat Kibum, “Sungmin hamil” tuturnya sedih

“HA?” Reaksi Kibum sama seperti reaksi Kyuhyun waktu pertama kali di beritahu, “tapi kan….apa lo berdua udah…” Kibum menunggu Kyuhyun menyelesaikan kalimat yang dia katakan

“udah sih, kemarin—pas liburan gw sama dia…ya lo tahulah…tapi yang jadi masalah, berapa usia kandungannya Kibum” Kyuhyun menumpahkan semua rasa frustasi yang ia tahan dari kemarin

Wajah Kibum menyeringai—bermaksud menggoda Kyuhyun tetapi tidak jadi karena pernyataan itu belum selesai, “emang berapa?” tanyanya ragu

“5 minggu…..padahal gw ngelakuinnya baru baru ini..” kedua tangan Kyuhyun menarik narik rambutnya sendiri—kesal, sedih dan rasa di khianati bercampur menjadi satu, namun hingga detik ini Kyuhyun masih mencintai Sungmin. Jika saja Sungmin mau jujur siapa yang menghamilinya, Kyuhyun rela memaafkan dan menerima Sungmin kembali

Tetapi, kemarin Kyuhyun terluka karena Sungmin tetap bersikeras kalau itu adalah anaknya, anak mereka berdua

“5 minggu?” Kibum menganga lebar, kalau ucapan Kyuhyun benar…berarti…

“maksud lo, Sungmin hamil sama orang lain??”

Kyuhyun mengangguk lemah

“Ngga!!!! Gila aja!!! Itu ngga mungkin Kyuhyun!!” sanggah Kibum langsung berdiri tegap, ia menatap sahabatnya tidak percaya, “lo bego atau gila sih?? ya ngga mungkinlah” ulang Kibum sambil mempertanyakan tingkat kewarasan Kyuhyun

“Kenapa ngga mungkin??” tantang Kyuhyun kesal—kenapa Kibum malah berbalik menghakiminya sekarang

Dengan satu langkah lebar, Kibum menghampiri Kyuhyun dan menepuk pundaknya, “pikir aja pake otak, Mas….kapan Sungmin pernah hilang dari pengawasan lo?? Inget ngga waktu dia mau bikin pesta kejutan? Lo aja udah curiga kan? apalagi ini, masalah bayi!! Lo kan tahu Sungmin paling ngga bisa berbohong, kalau dia bilang itu anak lo, ya emang anak lo” jelas Kibum kesal, “ini nih, makanya jangan kemakan emosi dulu…untung lo cerita ke gw sekarang”

Tiba tiba, secercah harapan berputar di kepala Kyuhyun, beban permasalahan terangkat sejenak, namun….

“kalau gitu, kenapa udah 5 minggu!!!! Gw kan baru nyentuh dia seminggu kemarin??” tanya Kyuhyun balik

Kibum mengedikkan bahu cepat, “mana gw tahu…mungkin pas malam malam kemarin, lo berdua ngga sadar terus…buat anak” ujarnya enteng. Kibum melihat jam tangan lalu terperanjat, “aishh gw udah telat buat jemput Chulie nih…lo tenangin diri dulu di rumah, baru bicara baik baik sama Sungmin, ok” Kibum meraih jaket dan dompet di atas lemari—tanpa sengaja tatapan mata Kibum terhenti pada kalender yang tergantung menjuntai di sebelah

“Kyu” panggilnya masih mematung di depan kalender

“hmmm” jawab Kyuhyun yang sedang bertopang dagu memikirkan kata kata nasihat Kibum barusan, “tadi kata lo Sungmin hamil 5 minggu?” karena suara Kibum yang terdengar sedikit aneh, Kyuhyun akhirnya berdiri dan mencari tahu kenapa Kibum malah mematung di tempat
“iya terus” suara Kyuhyun mendekat, Kibum memberi isyarat Kyuhyun agar melihat tulisan yang ada di kalender Kibum

Tulisan Kibum dengan bentuk hati melingkar di tanggal tersebut

Tanggal ulang tahun Chulie

“itu emang anak lo, Kyuhyun bego” Kibum meninju pelan tubuh Kyuhyun seraya menunjuk dengan jarinya supaya Kyuhyun merasa lebih jelas, “lihat ini…5 minggu, dan lo meriksa kemarin kan, tepat banget…5 minggu kemarin pas di tanggal ulang tahun lo dan Chulie…” Kibum berkacak pinggang—pura pura kesal karena ternyata ini semua cuma salah komunikasi

Kedua mata Kyuhyun terbelalak lebar, ia memikirkan semua hal dalam waktu bersamaan, “pas tanggal itu gw sama Minnie ke kunci di lapangan….jangan jangan…..” tiba tiba sekilas ingatan membekas di memori otak Kyuhyun

FLASHBACK

Malam itu mereka tertawa sambil menghabiskan wine dan sebuah kue tart besar, mendadak Kyuhyun kehilangan keseimbangan lalu terjatuh ke lantai dengan Sungmin berada di pelukannya. Kyuhyun yang terbawa suasana mencium Sungmin kemudian mengubah posisi mereka sehingga tertidur di lantai lapangan

Kyuhyun terus menciumi Sungmin dan membawa tubuh mereka menjadi lebih dekat. Sungmin membiarkan semua terjadi karena kesadaran yang mulai menipis, ia hanya tersenyum sesekali saat bibir Kyuhyun berpindah ke bagian lain tubuhnya

Kyuhyun melakukannya dengan Sungmin karena pengaruh alkohol

Karena tubuh Sungmin menggigil kedinginan dalam pelukan Kyuhyun, sehingga Kyuhyun memasangkan kembali pakaian mereka lalu tertidur hingga esoknya Bu Tukinem membangunkan Kyuhyun dan Sungmin sambil berteriak marah

FLASH BACK END


“Ya Tuhan!!! Kenapa gw baru inget itu sekarang!!” Kyuhyun mendesah lega namun wajahnya berubah panik setelah tahu ia sudah terlanjur menuduh Sungmin

Kibum tersenyum simpati, “udah rahasia umum kalau orang mabuk suka lupa kejadian kemarin, itu biasa kok…tapi..” kali ini Kibum mengambil jaket milik Kyuhyun, “lo berarti udah nyakitin Sungmin, sana pulang! Minta maaf sama dia” perintah Kibum

Kyuhyun dengan cepat merampas jaketnya dari tangan Kibum lalu berlari secepat mungkin keluar rumah, “itu anak gw!!!!” teriak Kyuhyun perasaan lega menguar dan memenuhi seluruh tubuh

“Minnie tunggu aku” bisik Kyuhyun tidak sabar—ia bahkan sengaja mencegat taksi supaya bisa sampai lebih cepat, maklum berlari dari rumah Kibum cukup lama dan membuang tenaga

___

Pikiran Kyuhyun terus berpacu, bagaimana jika Sungmin malah pergi dari rumah atau berbuat hal aneh karena kejadian kemarin? Ah sudah pasti Kyuhyun menyalahkan diri sendiri

Benar kata Kibum, Kyuhyun kurang bisa berpikir jernih jika sudah emosi sehingga salah paham seperti ini bisa menjadi masalah besar

“Sudah sampai pak” sahut Supir taksi

Kyuhyun mengangguk pelan lalu memberikan semua uang yang ia punya tanpa peduli berapa banyak. Mata Kyuhyun hanya tertuju pada pintu rumahnya yang masih tertutup, apakah ada Sungmin di sana?

Kyuhyun membuka pintu dengan amat pelan, seperti keahliannya selama ini. Ia menyapu pemandangan ke sekeliing rumah, Sepi. Kedua alis Kyuhyun bertaut—panik, takut jika Sungmin benar benar sudah keluar dari rumah, hingga ia mendengar sebuah suara seperti benda jatuh

BRAKKKKK

Kyuhyun langsung melesat menuju sumber suara—berasal dari kamar tidur mereka berdua, Kyuhyun menggeser pintu kamar yang tidak tertutup rapat. Di sana Sungmin terjatuh tepat di atas tempat tidur sambil mengelus perutnya lembut, wajah Sungmin menahan sakit luar biasa karena tekanan dari dalam berulang kali sejak kemarin

“Pelan pelan sayang, Umma kesakitan..” bisik Sungmin susah payah bersandar ke bahu tempat tidur sambil memegangi pinggang. Kyuhyun hanya bisa melihat dari jauh tanpa berusaha membantu Sungmin di dalam, dia terlalu merasa bersalah hingga hanya mematung di depan pintu

Sekarang suara Sungmin bercampur aduk, ia meringis kesakitan hingga meneteskan air mata dari kedua matanya, wajahnya mendongak ke atas—menahan semua rasa perih yang berasal dari cabang bayi, Wajah Sungmin beralih ke samping—ia menatap keluar jendela seperti sedang mencari sesuatu

“Kyu benar benar tidak pulang” rintih Sungmin di sela sela rasa sakit itu. Kyuhyun tersentak namanya terucap, ia tidak tahan lagi. Kyuhyun membuka pintu lebih lebar dan bergegas mendekati Sungmin yang beristirahat di sana. Dia tidak peduli jika mulut Sungmin menganga lebar dan air matanya kembali mengalir deras

“Maaf…aku—

“aku yang harusnya minta maaf” potong Kyuhyun sambil memeluk tubuh Sungmin, Kyuhyun melepaskan kedua tangan lalu menciumi kedua mata Sungmin turun ke pipi baru terakhir ke bibirnya

Kemudian Kyuhyun melayangkan tatapan penuh penyesalan karena membuat Sungmin begitu menderita, “maaf….maaf” bisiknya berulang kali

Sungmin tertawa gembira meski rasa sakit masih menguasai tubuhnya, “kenapa kau terus menerus minta maaf…kan aku yang salah”

“Tapi…” Kyuhyun menunduk, “aku sempat menuduhmu hamil anak orang lain bukan? Padahal ini..” tangan kanan Kyuhyun menyentuh perut Sungmin lembut membuat Sungmin tersentak keras, “kau kenapa? Masih sakit?” tanya Kyuhyun panik

“tidak…” Sungmin memejamkan mata dan menyuruh Kyuhyun terus mengelus perutnya, “ahh….rasanya lebih baik” memang benar, sekarang wajah Sungmin tidak sepucat tadi

“Ini anakku, anak kita” suara Kyuhyun bernada penyesalan mendalam bercampur rasa bangga, Sungmin hanya tersenyum senang mendengar itu, “sudah kuduga….ini memang anakmu….aduh….tapi kau tahu darimana?” selidik Sungmin sedikit menyerengitkan dahi

Kyuhyun menceritakan semuanya—semua hal yang membuat Sungmin juga menganga tidak percaya lalu wajahnya bersemu merah karena tiba tiba Sungmin baru ingat kejadian itu sekarang

“Jadi?” Sungmin menunjuk perutnya dengan kedua mata mengedip ngeri, “kita di lapangan basket…tengah malam….” Kyuhyun mengangguk cepat—ia menyeringai lebar karena Sungmin juga tidak menyangka sama sekali jika malam itu mereka berbuat lebih dari sebuah ciuman

“berarti bayi ini hasil ‘kecelakaan’? begitu?”

Tawa Kyuhyun membahana ke penjuru kamar, ia lega karena semua masalah berat telah terlewatkan—bahkan Sungmin tidak balik marah kepada Kyuhyun, tidak sama sekali

“Ngga juga, aku menginginkannya, kamu menginginkannya, kedua orang tua kita” Kyuhyun memajukkan bibir sekilas, “juga menginginkannya…jadi bayi ini hadir di saat yang tepat” suara Kyuhyun terdengar begitu bahagia, senyum tidak henti hentinya merekah dari wajahnya sambil terus menerus mengelus pipi Sungmin lembut

Sungmin ikut tersenyum lebar, ia memainkan kancing jaket Kyuhyun, tetapi mendadak wajahnya teringat sesuatu, “Kyu….” Panggilnya cepat

“hmm?”

“sekolahku bagaimana?” Sungmin menelungkupkan wajah—pusing, “pasti makin lama perutku akan membesar…apakah pihak sekolah tetap membiarkanku masuk terus hingga lulus?” Kyuhyun ikut berpikir, padahal ia juga tidak tahu bagaimana kehamilan Sungmin bisa di sembunyikan

Tetapi itu bukan masalah bagi Kyuhyun—ia begitu bahagia menjadi calon Ayah sehingga mampu menenangkan Sungmin supaya tidak khawatir, “besok kita melapor ok? Tenang saja” Kyuhyun menggeser posisi duduknya di samping Sungmin, “kan ada aku, kau tidak perlu takut apapun” janji Kyuhyun yang membuat Sungmin segera melupakan semua itu.

Apapun yang terjadi mereka pasti bisa menghadapinya bukan?

***

“Sudah siap?”

Sungmin mengangguk

Kyuhyun menutup pintu rumah lalu membantu Sungmin keluar dari rumah sambil berjalan kaki ke depan gerbang perumahan

“Eh? Kita tidak naik motor?” sergah Sungmin sambil melihat ke dalam garasi, “ngga bahaya buat kamu” kyuhyun menarik lengan Sungmin untuk terus berjalan, “kita naik taksi aja” kalau di daerah sini, Kyuhyun tidak terlalu kesulitan mendapatkan taksi, tak lama mereka pergi menuju ke sekolah St Christie

Kyuhyun sengaja berangkat sepagi ini, supaya bisa cepat menyelesaikan permohonan ijin kepada Ibu kepala Sekolah, atau paling tidak dengan dewan guru. Semalam, Kyuhyun sudah meneliti semua peraturan di sekolah, dan tidak ada satupun pasal yang melarang Sungmin untuk terus masuk dan mengikuti Ujian akhir

Itu sudah bisa di tebak, memang belum pernah ada kejadian di mana anak semuda mereka menikah dini dan langsung hamil saat masih duduk di bangku sekolah. Baru kali ini, dan mungkin hanya Kyumin yang berani melakukannya

Sepanjang bersekolah di St Christie, Kyuhyun baru dua kali melihat Kepala Sekolah dari dekat, saat mereka menikah dan saat penerimaan hadiah festival budaya tahun lalu. Selain itu, kepala sekolah jarang berada di kantor—ia melakukan perjalanan keliling dunia untuk menemukan metode pengajaran terbaru

“Kyu, aku takut bakal di keluarin” desis Sungmin saat mereka sudah sampai di depan pintu kepala Sekolah

“tenang saja, ada aku” ulang Kyuhyun meyakinkan

TOK TOK

Kyuhyun memejamkan mata, berharap beliau ada di ruangan sekarang

“silahkan masuk”

Permohonan Kyuhyun terkabul, ia membuka pintu lebar lalu menyuruh Sungmin untuk masuk terlebih dahulu

Ibu Kepala Sekolah sedang berdiri dan menikmati pemandangan dari luar jendela. Ia kelihatan begitu anggun untuk wanita seumurannya

“duduklah” pintanya bernada ramah

Kyuhyun dan Sungmin duduk di depan meja besar yang berhadapan langsung dengan kursi kepala sekolah

“ada apa ini? pagi sekali Kyuhyun” ia menoleh ke arah Kyuhyun, “lalu Sungmin datang kemari” Ibu itu bersandar santai ke belakang kursi

“Ibu tahu nama kami?” Kyuhyun terdengar heran, Ibu kepala Sekolah sedikit terkekeh kecil, “aku hapal semua muridku, nah ada apa kalian kemari?” tanyanya langsung ke pokok permasalahan

Sungmin melirik kecil ke arah Kyuhyun—matanya tidak berani menatap ke depan, “saya hamil” ujar Sungmin bernada ketakutan

Kyuhyun meraih tangan Sungmin lalu mengajukan pembelaan, “menurut peraturan sekolah, tidak ada yang sala—

“Stop” tangan Kepala Sekolah memberi isyarat kepada Kyuhyun, ia memandangi Sungmin agak lama lalu turun ke arah perut Sungmin—memang agak membesar, “sudah berapa bulan?” tanyanya penasaran

“5 minggu” jawab Sungmin sambil melirik sesekali ke arah Kyuhyun

Ibu kepala Sekolah bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri Sungmin, ia berlutut di depan Sungmin dengan tatapan keibuan, “boleh aku menyentuhnya?” Sungmin mengangguk—walaupun dia tidak mengerti, Ibu kepala Sekolah mengelus perut Sungmin lalu mendongak ke atas, “masih sakit?”

“tiap malam” jawab Sungmin seperti sedang berbincang dengan ahli kandungan

“Aigo~…..” Bu Kepala Sekolah berdiri kemudian duduk di ujung meja dekat dengan kursi Sungmin, “masa awal kehamilan memang perut akan terasa mulas dan sakit, tapi kamu harus tetap memaksakan makan, dan sering olahraga! Biasanya para ibu hamil malas melakukan itu, padahal berguna lho saat melahirkan nanti”

Sungmin dan Kyuhyun hampir tidak berkedip melihat reaksi kepala sekolah yang di luar dugaan. Bukannya memarahi mereka malah memberikan tips kehamilan

“Jadi Ibu” potong Kyuhyun mulai gusar, “menginjinkan Sungmin untuk tetap bersekolah dan mengikuti ujian akhir kan?” tanyanya to the point

Kepala Sekolah melirik Kyuhyun sambil tersenyum miris, “sudah jelas bukan? Apa alasanku untuk menghalangi Sungmin terus bersekolah, hanya..tadi aku khawatir jika Sungmin sudah memasuki bulan ke 4 atau 5 dia tidak mungkin ikut ujian—kandungannya kan memasuki tahap melahirkan dan itu bahaya” Ia mengelus kepala Sungmin seperti anak sendiri, “jaga istrimu baik baik, kau janji Kyuhyun?” ia berbalik dan menatap tajam Kyuhyun, “ne…terima kasih Bu” Kyuhyun dan Sungmin sudah bisa bernafas lega—masalah yang mereka takuti dari kemarin ternyata tidak terbukti

“Ingat, jangan galak galak, Sungmin tidak boleh stress, menangis apalagi jika keinginannya tidak terpenuhi, jadikan ia ratu selama masa kehamilan” itu petuah terakhir sebelum Kyuhyun menggandeng Sungmin keluar dari ruangan dengan tidak henti hentinya berterima kasih

Ibu kepala Sekolah mengantar kepergian mereka dengan senyum merekah di bibir, ia mengulum senyum—menunggu hingga Kyuhyun menutup pintu ruangan baru setelah itu meloncat gembira

“Ye!!!! Akhirnya mereka punya baby!!!! Aku harus beritahu, Eunhyuk dan Teuki!!!!” Ibu kepala Sekolah memencet sederet nomor dan langsung berteriak kencang, “Hai!!! Ini aku, iya…aku punya kabar gembira untuk kalian” katanya sambil menuturkan pertemuan dia dengan Kyumin tadi pagi

Sebenarnya tanpa Sungmin dan Kyuhyun tahu, Ibu kepala Sekolah adalah teman lama kedua ibu mereka. Karena itu ketika Kyuhyun menikah dengan Sungmin—pihak sekolah memberi ijin bukan? Apalagi tanpa mereka berdua sadar, Ibu kepala Sekolah suka melaporkan tindak tanduk mereka kepada Eunhyuk dan Teuki

Yah, untuk kali ini Kyuhyun harus berterimakasih kepada kedua orang tua, yang berhasil meracuni sekolah agar tetap menerima Sungmin

“Hati hati” Kyuhyun mengantar Sungmin hingga ke dalam kelas, di sana Hangeng sudah datang dan sedang berbicara seru dengan Wookie. Kyuhyun menaruh tas Sungmin dan mendudukannya, “kalau sakit, minta ijin saja ke UKS, mengerti?”

“iya” jawab Sungmin diam diam menahan senyum, ia senang karena Kyuhyun tidak akan bersikap galak lagi terhadapnya

Bel masuk berbunyi

Kyuhyun mendesah dan dengan berat hati harus kembali ke kelas, ia sedikit khawatir meninggalkan Sungmin lepas dari pengawasan, “aku akan kembali nanti” janjinya sambil berjalan keluar ruangan bersamaan dengan Wookie yang menekukkan wajah—sama sama menderita karena terpisah kelas

“Kyuhyun?” panggil Bu Aida ketika ia masuk untuk mengabsen, langkah Kyuhyun terhenti di depan pintu kelas, “iya bu?” Kyuhyun berjalan mendekat ke meja guru di depan

Bu Aida tersenyum penuh arti sambil menyerahkan sebuah kertas keterangan kepada Kyuhyun, “Sungmin akan pindah ke kelasmu, Ini perintah langsung dari Kepala Sekolah” Bu Aida menyikut lengan Kyuhyun lalu menjabat tangannya, “selamat..kamu sebentar lagi menjadi Ayah” ucapnya tulus

“HA???” Serempak satu ruang kelas Sungmin gaduh mendengar perkataan Bu Aida, seisi kelas sekarang menatap ingin tahu ke arah Sungmin yang menunduk karena malu

Bahkan Wookie juga terhenti saat mendengar teriakan satu kelas, ia mendapati Hangeng menggeleng tidak percaya sambil menatap kagum ke Kyuhyun

Kyuhyun menggaruk kepala—salah tingkah namun senyum sumringah terlihat jelas di wajah, ia mengangguk lalu membantu Sungmin supaya berdiri dan ikut Kyuhyun masuk ke kelas sebelah, “tapi Bu, nanti di sana Minnie duduk sama siapa? kan muridnya kelebihan satu orang?” tanya Kyuhyun bingung

Bu Aida tersenyum lagi lalu memberi isyarat kepada Wookie agar masuk ke dalam, “biar Wookie yang menggantikan Sungmin jadi murid di sini, kamu mau?” tanya Bu Aida memastikan

“aku mau!!!!” teriak seseorang yang berada tepat di samping Sungmin

“Eh?!” kali ini seisi kelas berpindah dari melihat Sungmin lalu melihat ke arah Hangeng, “saya tidak bertanya dengan kamu, saya bertanya kepada Wookie?” walaupun begitu Bu Aida dan murid lainnya tidak bisa menahan tawa, mereka terkekeh melihat tingkah aneh Hangeng

“hm” hanya anggukan kecil dari Wookie keluar sebagai jawaban, ia melirik malu karena sikap Hangeng barusan

“sekarang masalah beres, Kyuhyun kamu bawa Sungmin—hati hati jalannya, Wookie kamu bawa tas lalu pindah kemari, saya sudah meminta ijin dari wali kelas kalian” Bu Aida menunggu hingga pertukaran siswa itu selesai baru mulai mengabsen di depan kelas

Jelas saja Chulie berteriak kegirangan melihat Sungmin pindah ke kelasnya, ia melambai penuh semangat sambil sesekali melihat penuh tanda tanya, “Kibum, kenapa Sungmin pindah? Masa Kyu segitu memaksa mereka sekelas lagi?” tanyanya tidak mengerti

Kibum menggeleng pelan, ia sudah terlanjur janji kepada Kyuhyun untuk tidak memberitahu siapapun. Tetapi itu tidak butuh waktu lama, dengan cepat berita menyebar dan pasangan Kyumin kembali masuk ke mading sekolah

“Lee Sungmin hamil!!!!!!, padahal sebentar lagi dia akan menghadapi ujian akhir semester, akankah kehamilan itu menjadi penghalang buat Sungmin??”

Hampir seluruh siswa gempar mendengar kabar itu, apalagi ternyata berita Sungmin hamil bukan isapan jempol belaka. Kyuhyun begitu telaten menjaga Sungmin bahkan sampai ke pintu kamar mandi wanita, Kyuhyun juga baru saja membujuk Sungmin tidak ke kantin dahulu—ia sendiri yang menyuruh penjual kantin langganan Sungmin untuk membawa semua pesanan masuk ke dalam kelas

Kali ini Kyuhyun juga tidak protes atau menggeleng penuh amarah melihat porsi makan Sungmin yang semakin banyak, karena Sungmin makan juga untuk bayi mereka berdua

“Ya!!! Cho Kyuhyun!!!!” bentak Chulie sambil di pegangi Kibum dari belakang, kembarannya sekarang berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah Kyuhyun, “kamu kenapa lagi? Aku ngga salah kok…..ini kan hasil campur tangan kalian juga membiarkan kami berdua saja di lapangan basket” bela Kyuhyun sebelum Chulie melayangkan tendangan bebas

Sungmin sendiri sedang memakan tulang ayam sambil menonton kakak beradik itu sedang adu mulut

“Bukan itu yang ku maksud!!!” Wajah cantik Chulie melayangkan tatapan mematikan—sama seperti mata Kyuhyun ketika sedang marah, “aku kan sudah bilang, aku tidak mau menjadi Adjumma dalam waktu dekat!!! Dan gara gara kau, 7 bulan lagi aku akan di panggil Adjumma oleh anakmu” teriak Chulie frustasi

GUBRAKKKKK

Kibum sibuk menahan tawa sambil terus menahan tangan Chulie di belakang sedangkan Kyuhyun terbahak bahak tanpa ampun hingga memukul meja kelas

“ya ampun” Kyuhyun menghapus air mata karena terlalu banyak tertawa, “ku kira ada apa?? Heenim cemberut dengan gaya di buat buat hanya Sungmin yang tertipu dengan candaan Chulie, “nanti kalau bayiku lahir, aku akan menyuruhnya memanggilmu Kakak, bagaimana?” usul Sungmin supaya Chulie tidak marah lagi

Chulie tersenyum senang lalu memeluk sahabatnya itu, “itu hanya lelucon Minnie sayang…selamat ya” kali ini Chulie benar benar tulus mengatakannya

“makasih” Sungmin mengelap sisa kuah sop yang tertinggal di bibir kemudian menoleh ke arah Kyuhyun, “aku mau nambah lagi” pinta Sungmin membuat Kyuhyun geleng geleng kepala

__

“Bagaimana perasaanmu? Hmm?” Kyuhyun menuntun Sungmin berjalan ke arah rumah—mereka sengaja turun dari taksi tadi, mengingat ucapan Bu Kepala Sekolah supaya Sungmin tetap olahraga meskipun sedang hamil untuk mempermudah saat melahirkan nanti

Sungmin merunduk dan mengelus perutnya—sekarang sang bayi mulai bisa tenang, tidak menghentak terus menerus seperti kemarin, “baik baik saja” balas Sungmin sambil melihat ke depan—rumah mereka sudah terlihat walaupun dari ujung jalan

“Kyu, itu apa?” tunjuk Sungmin ketika melihat rumah mereka terbuka lebar

Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dari genggamannya lalu berlari kencang ke dalam rumah, ‘jangan bilang di bobol maling lagi’ pikir Kyuhyun kalut

Kyuhyun masuk perlahan dan melihat ke sekeliling, apa ada gerak gerik yang mencurigakan atau tidak

Ia terus berjalan ke dalam tanpa tahu ada 4 orang sedang mengangkat sebuah terompet lalu meniupnya tepat ke arah Kyuhyun

TREEEETTT

“SELAMATTTTT” Teriak ke empat orang itu serempak

Terang saja Kyuhyun menutup telinga rapat rapat dan tersentak begitu tahu siapa ke empat orang itu sesungguhnya

“Umma, Appa” Kyuhyun menghela nafas lega namun tak lama ia malah mendelik kesal kepada mereka semua, “kalian tidak perlu sampai seperti ini, untung aku masuk duluan, gimana kalau Minnie, dia kan tidak boleh kaget Umma” protes Kyuhyun malah berbalik marah

Teuki dan Eunhyuk menaruh terompet ke atas sofa, “iya juga, kami lupa—ah tapi tenang mana calon Ibu??” tanya Eunhyuk bersemangat melirik ke belakang Kyuhyun

“aku di sini, Appa Umma” berbeda dengan Kyuhyun, Sungmin senang sekali di kunjungi oleh ke empat orang tua mereka. Eunhyuk, Teuki, Donghae dan Kangin bergantian memeluk tubuh Sungmin penuh sukacita

“terkadang aku merasa tidak punya anak seperti Kyuhyun” Sindir Donghae pura pura marah, “kapan kau pernah menyambut kami baik baik?” sergahnya sambil menyuruh Sungmin duduk agar tidak terlalu lelah

Kyuhyun terkekeh kecil lalu duduk di samping Sungmin—menjaganya, “habis Umma dan Appa datang selalu mengejutkan” ujarnya menaikkan kedua alis

Kangin duduk santai dan menatap Sungmin lembut, “putri Appa sudah besar” Sungmin meraih tangan Kangin dari sebelah kemudian menggenggamnya kuat, “aku sayang Appa” bisik Sungmin tulus

Donghae hanya mengkerutkan bibir—kebiasaannya jika sedang iri hati, “aku saja tidak pernah begitu dengan Chulie…” tukasnya sambil menatap hubungan Kangin dan Sungmin

“hahahaha, habis mereka berdua tidak pernah terpisahkan, Chulie kan hanya bergantung kepada Kyuhyun dulu” jelas Eunhyuk seraya mengajak Teuki ke dapur untuk menyiapkan makan siang

Donghae yang sedang merenggangkan tubuh tiba tiba berceletuk, “Oh ya Kyu, kenapa tagihan di kartu kredit Appa, hingga ratusan ribu yen?? Kau pakai untuk apa?” selidiknya

Kyuhyun mengarahkan tatapan ke Sungmin, “Minnie hampir membuat kaya semua restoran di sana, Appa tidak akan bisa membayangkan porsi makan Minnie selama hamil” jelas Kyuhyun

“Jangan di batasi” ujar Teuki selesai menyiapkan sesuatu di dapur, “biarkan Minnie mendapatkan apa yang dia mau, kalau kamu kurang atau perlu uang bilang sama kami, ok?” Teuki dan Eunhyuk kembali duduk di samping Kangin dan Donghae

“Iya Umma, makasih” Senyum manis Sungmin merekah tulus—mengakibatkan tidak hanya Kyuhyun yang terpesona, tetapi kedua orang tua mereka

“Aigo! Kenapa kau jadi tambah menawan begitu” Eunhyuk bertukar pandangan kepada Teuki, “pasti karena bawaan bayi” sambung Teuki jelas

“Honey, yuk” ajak Kangin pada Teuki dan memberi isyarat kepada Donghae bersama Eunhyuk, “kami harus pergi dulu” jelas Donghae seraya bangkit berdiri, “mau kemana?” suara Sungmin sedikit kecewa—dia masih kangen kepada orang tuanya dan juga Kyuhyun

“Biarkan aja mereka pergi Minnie” sahut Kyuhyun tanpa memelankan nada suaranya—membuat Eunhyuk ingin menjitak kepala Kyuhyun, “Ya! Kau memang anak durhaka! Malah senang kami pergi” sergahnya, Kyuhyun hanya tertawa sambil menjulurkan lidah—menggoda, “habis kalian suka mengerjai kami sih” sindir Kyuhyun mengingat pengalaman mereka di hotel waktu liburan kemarin

“Ya! Kalau bukan gara gara kami, kalian mungkin baru bulan madu, 20 tahun kemudian..aish sudahlah tidak akan selesai” Kangin menggandeng tangan Teuki keluar, “tenang saja Minnie kami akan kembali..kami mau berbelanja dulu perlengkapan bayi” kata Kangin di ikuti oleh anggukan yang lain

“Kalian urus saja masalah sekolah, biar kami menangani segalanya” Eunhyuk mengikuti langkah Donghae keluar rumah, “dan ingat makan siang untuk kalian sudah ada di belakang…Kyu!!!” teriak Eunhyuk khas

“Iya Umma” jawab Kyuhyun tidak beranjak dari samping Sungmin

Eunhyuk mendengus sengaja namun senyum keibuan terulas di wajahnya, “Jaga cucu kami!! Jangan membentak Minnie terus!!”

“Iya iya” Dengan tega, Kyuhyun menutup pintu ketika mereka berempat keluar dari rumah. Sungmin ikut kesal melihat sikap Kyuhyun yang terlalu kelewatan, “mereka bermaksud baik Kyu” bela Sungmin

“iya iya aku tahu…..” Kyuhyun berjalan ke arah dapur dan menyiapkan makan siang yang sudah di sediakan oleh Umma mereka, “Minnie makan” kali ini Kyuhyun membantu Sungmin berdiri dan memapahnya ke dalam ruang makan

“usia kandunganku baru 5 minggu Kyu, bukan 5 bulan” sungut Sungmin di perlakukan berlebihan oleh Kyuhyun, “aku masih sanggup memasak, mencuci baju bahkan mengangkat jemuran” Sungmin membiarkan Kyuhyun menyendokkan lauk ke atas piring

“Tidak boleh” tolak Kyuhyun tegas, “kau memasak saja, yang lain urusanku” Kyuhyun memegang sendok sayur lalu menatap Sungmin tajam, “untung kandunganmu kuat—aku ngeri jika ingat kau pernah jatuh atau kecapean karena terlalu lelah mengerjakan pekerjaan rumah, tidak tidak” geleng Kyuhyun cepat, “aku tidak mau itu terulang” Kyuhyun lalu menuangkan segelas air minum untuk Sungmin, “sekarang makan” perintahnya

Mereka makan dalam diam, sambil sesekali Kyuhyun memastikan Sungmin tidak mulas mulas lagi, setelah itu Kyuhyun menyuruh Sungmin berbaring di atas tempat tidur selama dia bergantian mengerjakan pekerjaan rumah—menggantikan Sungmin

Di sebuah Departement Store

“Ini lucu Honey, aku mau cucuku memakai sepatu kets seperti ini” usul Kangin sambil memperlihatkan sepatu pink mungil yang pernah ia belikan untuk Sungmin ketika masih kecil

Teuki melihat dan menyetujui pilihan Kangin, “iya…ini cocok untuk cucu kita” balas Teuki sayang, ia memasukkan sepatu itu ke dalam troli

“Sayang..” Donghae kembali membawa seperangkat bola basket mini, lengkap dengan papan ring kepada Eunhyuk, “aku mau membelikan ini untuk cucu kita” Eunhyuk berhenti melirik baju di tempat anak lelaki lalu melihat barang bawaan Donghae, “ini juga bagus sayang.. aku suka” bisik Eunhyuk memasukkan benda itu ke dalam troli

Kangin dan Teuki se kembali dari melihat lihat terkejut mendapati mainan anak lelaki ada di belanjaan mereka, “Eunhyuk, ini kau yang mengambil?” tanya Teuki heran

“Iya” Eunhyuk dan Donghae tersenyum lebar, “kami suka membelikan itu ketika Kyuhyun masih kecil”

“Tapi..” Kangin dan Teuki saling bertukar pandangan, “kami kira calon cucu kami perempuan?”

“Ha??” teriak Eunhyuk dan Donghae bersamaan, “bukan lelaki ya?” tanya mereka balik

“Lah…terus gimana mau belanja, kalau kita tidak tahu?” Teuki mengambil ponsel dari tas dan memencet nomor handphone Kyuhyun

“Halo” Sungmin yang mengangkatnya

“Halo cinta…Begini kami mau bertanya…anakmu lelaki atau perempuan?” tanya Teuki langsung

Dari seberang sana terdengar suara Kyuhyun mendekat sehingga bercampur dengan suara Sungmin, “perempuan”, “laki laki” jawab mereka berdua di saat yang sama

“Lah??? Kok beda jawabannya” selidik Teuki makin ragu

“Minnie…anak kita laki laki, kan aku sudah pernah bilang” tegur Kyuhyun, “tidak…aku yakin sekali dia bayi perempuan” balas Sungmin tidak mau kalah

“Laki laki!!!”

“Perempuan!!!”

Lalu mereka bertengkar tidak ada habisnya

TBC

17 responses to “≈No Other Like U-Thirty Three-{Pregnancy}≈

  1. omo~~~ kasiannya minnie…

    oh. jadi itu anaknya kyuhyun..
    dasar kyu… bikin anak aja bisa lupa.!

    *kyu: gw kan lgi mbuk..

  2. astagaaaaaaaaa~~~~~~~~~~~~~~ mereka ini, lagian kn msih 5 minggu, 5 buln ajah blm tentu keliatan jenis kelaminnya apa,ckckck~ para ibu2 hiper aktif.. *lirik teukie, hyukkie*

  3. gatak Kyu!! BABO!! bisa2nya bikin anak sampe lupa!!
    aishh, dosa ap qm min pnya suami kek gitu kkk~

    jagain yg bener kyu, jgn mpe knapa2 tuh umin!!

  4. annyeong eonnie
    bru ktemu blognya ni
    q ngikutin trus ff u yg ini
    daebak licu bgt q mpe ngakak sendiri baca ni ff dikira q gila ktawa sndiri hahaha
    q bca ff u ni dri salah satu page di fb
    q btul” pnasaran ma critanya ini jdi aku ubek” deh
    mianhae ya
    tpi ff u ni bner” daebak bgt g tau lagi dah komennya apaan
    pasangan yg aneh bin ajaib tapi romantis hehehe

  5. Aaaaa~ guru” nya juga perhatian ama Minnie… Ckckck
    Sedih pas Minnie dituduh Kyu… Untung Kyu minta pendapat Kibum…
    Aura Minnie keluar pas lagi hamil…kkkk~
    DAEBAAAAKKK

  6. huahahhaa~ tp kok g ketauab gtu ad darahny?? kan kalau pertama
    kali ngelakuin kdg ad drh kdg gk?? cuman biasanya kbnykan berdrh kan?? emg mrk g sdar?? ==”
    hahaha it kembar!!! yes

  7. huweeeee T_T kasian minnie,,uuggghhh knp kyuppa ga mau ngakuin itu ank’a,,,tpi untung ja kyuppa cpt sdr klu itu bnr ank’a,
    hahaha chullie da2 ja,krain knp?
    han ge2 seneng bgt yg sekelas ma wookie,

    pra ortu dah blnja bju bayi ja,pdhl bru 5 mggu.
    kira2 ank’a laki2 atau pr ya????
    lanjut

  8. thnx to Kibum~ dah nyadarin si Kyu…hampir aj,
    gubraaaakkk ternyata kepsek’y temen EunTeuk sendiri ckckck
    wah para orang tua beraksi nich!^^

  9. untung Kibum ngeh sma keadaan, kyu sih terlalu terbakar emosinya gk dipikir2 dulu..jelas itu anakmu lah, orng ngejaga min aja 24jam nonstop, gk bisa jauh lama2, mna mungkin min selingkuh,,selingkuh sma hangeng maksudmu??biar aneh hangeng spertinya type yg setia tau😀 semua bersekongkol y gk ketinggalan tuh ibu kepala sekolah sma2 anehnya kya ortu kyumin :)) ini kenapa udah pada belanja2 orang kandungannya bru 5minggu -__-” bener2 rempong

  10. hueeee nyesek banget pas kyu marah dan belum percaya kalo itu anaknya hiks
    kasian minnie di rumah nangis nangis..
    wahh gara gara itu toh minnie hamil.
    ckckck emang ya kalo orang mabuk ga sadar ngelakuin apa aja.
    untung kepala sekolahnya temen orang tua kyumin jd boleh boleh aja minnie lanjut sekolah
    akhirnya kyumin satu kelas lagi🙂
    itu para orang tua belanjanya beda beda -__-
    yang satu belanja serba yeoja, yang satunya namja.
    dan liat kyumin jadi berantem gara gara masalah anak. udah mendingan anaknya kembar cewe cowo aja biar adil dan ga berantem lagi.

  11. Baru 5 Minggu ributnya hahaha ampe berantem gitu. Apalagi kalau udh gede perutnya hahaha

  12. Kyu tega bgt, nuduh minnie bukan hamil anaknya.. Tpi untung dech mslhnya udah kelar😀 awas aja klo kyu macem2 lagi.., bakalan tak getok tu kepalanya..kekeke🙂

    Aigooo kyu n para tetua pada brlebihan semua dech, minnie kn hamil bru lima minggu bukan lima bln..
    Kyu bakaln bertambah overprotectif ne..

  13. yang waktu itu ketemu kan laki lakiiii wkwkwk ga nyangka deeeh kyuhyun marah2 duluaan pas sungmin hamiil.. bukannya mikir duluuu wkwkwkwk

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s