≈No Other Like U-Thirty One-{Prepared}≈

“Ini Minnie” Kyuhyun bergegas menghampiri Sungmin yang sedang menenangkan Ryun, bayi itu menangis kencang setelah 2 jam tertidur pulas. Sungmin mengira jika Ryun haus makanya menyuruh Kyuhyun membuatkan susu ke dapur.

Saat Sungmin mengambil botol susu dari tangan Kyuhyun…

“Kyu!!! Ini panas banget!!” Sungmin menjatuhkan botol ke atas sofa karena tidak tahan memegangnya, “kalau mau buat susu, ukur dulu panasnya..ini sih bisa bisa lidah Ryun terbakar” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil mengerucutkan bibir, “aku kan tidak mengerti Minnie, kamu yang buat deh” sergahnya

“iya, tapi kamu gendong si Ryun nih” Mereka berdua saling berganti tugas, Sungmin pergi ke dapur untuk membuat susu dari awal sedangkan Kyuhyun berdiri sambil mengayun ayunkan Ryun supaya berhenti menangis

“Ryun…cup cup….anak baik…” tangan Kyuhyun menepuk tubuh mungil itu dalam pelukannya dan terus saja mengucapkan kalimat menenangkan. Ryun akhirnya bisa tenang dan tertawa menatap wajah Kyuhyun, “aigoo, manis sekali….” Pujinya seraya membuat mimik muka lucu sehingga Ryun kembali tertawa

“Kamu bisa menenangkan anak bayi” ujar Sungmin takjub ketika menghampiri mereka berdua. Kyuhyun langsung menyerahkan Ryun dalam dekapan Sungmin untuk di beri ASI, “aku kan udah berpengalaman” ujar Kyuhyun bangga

“dari mana?” tanya Sungmin sambil memegang botol di tangan kanan dan Ryun di tangan kiri karena melihat Sungmin kewalahan, Kyuhyun membantu Sungmin duduk kembali ke sofa depan

“Aku kan sering menenangkanmu, apa bedanya? Kamu kalau lagi nangis juga kayak anak kecil” ejek Kyuhyun menggoda, Sungmin hanya bisa cemberut tidak setuju, “aku tidak seburuk itu kok” tolaknya

“Iya..iya kamu ngga buruk” Kyuhyun mengamati wajah Ryun yang makin lama makin mengendur dan terlihat tenang. Ryun melepaskan bibirnya dari dot kemudian tertidur pulas

“fuih” Sungmin dan Kyuhyun menghempaskan tubuh ke badan sofa—kelelahan

Kepala Sungmin bersandar hati hati takut jika gerakan itu bisa membangunkan Ryun di dalam dekapannya, ia menoleh ke samping, mata Kyuhyun menerawang ke langit langit rumah, “masih mau punya anak?” selidik Sungmin geli

Kyuhyun tertawa lebar mendengar ucapan Sungmin barusan, “masih, lagian anggap aja Ryun jadi latihan kita hahaaha”

Karena sudah yakin kali ini Ryun akan tertidur lama, Sungmin mulai mengerjakan tugas rumah tangga, dia memasak makan malam, membersihkan rumah dan mencuci pakaian di belakang. Kyuhyun sendiri asyik main PS di ruang TV.

Di luar matahari bersinar terik, waktu yang pas untuk menjemur pakaian. Sungmin mengangkat sebuah ember besar ke belakang rumah, tetapi baru berjalan beberapa langkah ia terhenti. Nafas Sungmin memendek dan ia…..meninggal

*gw bercanda reader*

Nafas Sungmin terengah engah, entah kenapa ia malah memegang bagian pinggang yang kesakitan. Karena merasa tidak sanggup mengangkatnya, Sungmin berteriak memanggil Kyuhyun, “Kyu, bantu aku!”

Lalu bunyi derap langkah terdengar mendekat, Kyuhyun menghampiri Sungmin yang sedang terduduk di lantai, “kamu kecapekan?” tanyanya sambil jongkok di depan Sungmin

“Bukan” Sungmin menggeleng kuat, “badanku lemas” suaranya parau. Kyuhyun yang khawatir memindahkan ember dari tangan Sungmin dan menggendong tubuhnya masuk ke dalam kamar, “Hupp…Minnie kamu harus diet, tambah berat” benar saja, baru kali ini Kyuhyun membopong tubuh Sungmin sampai berkeringat

Dia membawa Sungmin tiduran di dalam kamar—di samping Ryun sambil menyeka wajahnya yang penuh peluh, “kamu istirahat aja, aku yang menjemur” kata Kyuhyun mengambil alih pergi ke belakang dan mengerjakan sisa kain di ember

Setelah selesai, Kyuhyun mengambilkan segelas air dan membawanya ke kamar, di berikan kepada Sungmin yang sedang duduk di bahu ranjang, “masih sakit?” tanya Kyuhyun cemas sekaligus memastikan dari mimik wajah Sungmin

Wajah Sungmin meredup, bagaikan kehilangan pegangan, “Kyu…aku rasa ada yang aneh…ini beda..aku jadi gampang lelah, gampang nangis, makan berlebih dan yang terakhir…” Sungmin memandang Kyuhyun ketakutan, “kok aku takut banget kehilangan kamu, tuh kan” ia terpejam kuat sambil membayangkan sesuatu, “Kyu…jangan jangan aku…”

“Kamu?” sambung Kyuhyun was was

“aku punya penyakit mematikan lagi….hiks” belum apa apa Sungmin sudah mengeluarkan air mata dan terus terisak, kalau Kyuhyun tidak menenangkannya bisa bisa Ryun bangun karena terganggu, “ya enggalah!” namun suara Kyuhyun juga terdengar tidak begitu yakin, bagaimana jika memang itu kenyataannya…

Pikiran Kyuhyun yang mulai kalut membuatnya mengeratkan pelukan di tubuh Sungmin, “jangan ngomong gitu dong…nanti kita ke dokter, hmm?” kata Kyuhyun seraya mengusap air mata Sungmin menggunakan punggung tangannya

Sungmin hanya bisa mengangguk lemah, “iya—

“OEKKK…OEKKK”

Ryun benar benar terbangun. Ia menangis kencang—membuat ruangan gaduh seketika, Sungmin dan Kyuhyun buru buru menenangkan Ryun—membawa mainan dan juga botol susu, namun tidak berhasil, bayi itu terus saja menangis kencang

“bau apa ini Kyu?” Hidung Sungmin mengendus endus ke sekitar mereka dan berhenti di bahu Kyuhyun, “kamu belum mandi??” tanyanya dengan tangan menutup hidung, “Ya!! Itu bukan aku tahu, tapi Ryun!” unjuk Kyuhyun tidak terima ke arah popok Ryun yang ‘penuh’

Mereka berdua terdiam, saling melirik lalu…

Sungmin berdiri dan mulai mundur selangkah, “aku kan lagi sakit, kamu aja ya yang ganti popoknya” ucap Sungmin memelas

Untung Kyuhyun lebih cepat—dia menangkap lengan Sungmin yang berusaha kabur, “kamu dong…kan belajar jadi Ibu” ujar Kyuhyun terus menaik turunkan alisnya membujuk

“Tapi..” Sungmin mulai melunak—nanti ketika dia punya anak, mau tidak mau memang harus melakukan hal ini. Mungkin Ryun cobaan untuk bisa praktek langsung

“Udah…” Kyuhyun menarik tangan Sungmin supaya mendekat dan memaksanya mengangkat Ryun ke arah kamar mandi, “kamu bersihiin dia dulu, aku ada urusan di depan” Kyuhyun dengan cepat kabur dari situ dan kembali ke ruang TV melanjutkan permainan gamenya yang tertunda

“Ihh..gila tuh orang…gimana nanti aku beneran punya bayi!!” namun begitu melihat wajah polos Ryun, Sungmin luluh—dia akhirnya mulai memberanikan diri membuka celana yang menutupi popok dan membersihkan tubuh Ryun, “mungkin sekalian aja aku mandikan dia” lambat laun Sungmin tidak jijik lagi dan malah senang memandikan Ryun yang tertawa terus menerus karena bermain di dalam air

Setelah bersih, Sungmin dengan telaten menggantikan baju, mengoleskan bedak bayi serta memasang popok baru. Ryun sesekali mengeluarkan suara lenguhan pelan, membuat Sungmin semakin gemas. Untuk ukuran bayi kurang dari 1 tahun, Ryun termasuk bayi yang tenang—dia hanya akan menangis jika lapar atau popoknya kotor.

Sekarang Sungmin menyusul Kyuhyun di depan televisi—masih bermain game, “pegang dia, aku mau membuatkan bubur dulu” Kyuhyun mendudukkan Ryun di dalam persilangan kaki, menjaganya agar tidak terjatuh, “Ryun..mau main PS? Sama Hyung?” tanya Kyuhyun seraya memberikan stick PS ke dalam tangan mungil Ryun

“Ya! Jangan ajarkan dia seperti itu! Nanti kalau kita punya anak, awas saja dia penggemar PS sepertimu” sahut Sungmin dari arah dapur, “kalau dia anakku, malah harus di ajarkan sejak dini, supaya jauh lebih jago di banding ayahnya” kelakar Kyuhyun sambil tertawa

Sungmin kembali dan membawa mangkuk kecil untuk makanan Ryun, “sini sayang, kita makan dulu” ajaknya mau mengangkat tubuh Ryun dari pangkuan Kyuhyun—tetapi tidak bisa, Ryun mengelak dan terus menepuk nepuk tombolan di stick dengan sembarangan, “tuh kan! dia menjadi sepertimu!” tuduh Sungmin terheran heran membuat suara tawa Kyuhyun makin keras

“Sudah suapi saja dia dari sini” usul Kyuhyun. Akhirnya Sungmin menyuapi Ryun di dalam pelukan Kyuhyun sekali kali sambil melihat tingkah lincahnya yang senang bermain PS berkat ajaran sesat Kyuhyun

“untukku mana? Aku juga lapar” keluh Kyuhyun saat Sungmin menyeka sisa bubur di bibir Ryun, “ya! Ambil sendirilah” sahut Sungmin acuh

“Tapi kau lihat, tanganku memegang Ryun, kalau aku bangun nanti Ryun menangis lagi” Kyuhyun melihat Sungmin dengan tatapan memohon, “tolong” ujarnya lembut

Dengan agak enggan Sungmin kembali ke belakang, menyendokkan makanan untuk Kyuhyun, “Ini” dia meletakkannya di meja dan fokus untuk menyuapi Ryun lagi.

“Makannya gimana?” suara Kyuhyun terdengar di buat buat—seperti sengaja membuat Sungmin repot, “Kamu kan…” Sungmin mendengus kesal ketika melihat tangan Kyuhyun yang tidak bisa di gerakkan sama sekali karena sedang memegang Ryun, “Iya iya” ia akhirnya mengambil piring itu dan menyuapi Kyuhyun juga, “makasihh istriku” ucap Kyuhyun dengan mulut penuh

“sama sama suamiku” balas Sungmin gemas—dia menggeleng jika benar nanti anak mereka menuruni sifat Kyuhyun yang buruk..bisa bisa Sungmin gagal menjadi Ibu nanti

Dengan serius, Sungmin bergantian menyuapi mereka dan memberikan minum jika Ryun atau Kyuhyun mulai tersedak, sedangkan kedua namja itu malah kompak bermain PS tanpa sadar sudah membuat seseorang repot setengah mati dari tadi. Saking fokus bermain game, Kyuhyun dan Ryun baru selesai menghabiskan sisa makanan dalam waktu 1 jam

Untunglah Teuki dan Ibu Ryun kembali tepat waktu, mereka berbelanja banyak sambil tertawa tawa, “Ryun tidak merepotkan bukan?” selidik Teuki dengan nada tidak enak

“Tidak Umma, aku malah merasa Kyuhyun yang merepotkan” sindir Sungmin jelas, Kyuhyun malah nyengir dan mengusap kepala Sungmin sebagai balasannya

Karena takut kemalaman, Teuki dan sang Adjumma yang tidak diketahui namanya pamit pulang. Sungmin agak berat melepas Ryun yang sudah mencuri perhatiannya sepanjang hari, bahkan Sungmin sampai mengantar mereka hingga keluar rumah

“Jangan sedih gitu…” Kyuhyun pun tahu jika Sungmin benar benar kecewa Ryun pergi dari sini. Ternyata kehadiran bayi memang tidak terlalu buruk, pikir Kyuhyun

“Tapi…” bisik Sungmin masih memandang ke arah mereka bertiga yang berjalan menjauh. Kyuhyun menarik Sungmin masuk ke dalam rumah karena sudah menjelang malam, “kalau mau anak, ayo bikin satu” goda Kyuhyun separuh tersenyum—tangannya masih memegang daun pintu di depan

Sungmin menoleh cepat lalu menggelengkan kepala, “jangan bercanda” namun Kyuhyun tidak peduli—dia makin tersenyum lebar ketika wajah Sungmin memerah hingga tekuk leher, “aa..aku mau mandi dulu” elak Sungmin mengalihkan pembicaraan, meninggalkan Kyuhyun yang tertawa terbahak bahak di depan TV

***

Sungmin memilih beberapa bahan makanan untuk satu minggu di supermarket Yesung. Beberapa barang bulanan seperti keperluan kamar mandi turut di beli, namun yang membuat Yesung—saat itu menjadi kasir, heran dan tercengang—bahkan tidak berkedip selama 5 menit adalah banyaknya bahan makanan yang di taruh Sungmin dalam troli. Orang bodoh seperti Yesung juga tahu, jika itu jatah untuk satu bulan, bukan satu minggu

“Sungmin?” tanya Yesung ragu ragu ketika mau menghitung belanjaan Sungmin

“Hmm?” Sungmin yang sedang menaruh belanjaan ke meja kasir, mendongak, “ini beneran buat kamu berdua doang kan?” selidik Yesung tidak yakin seraya mulai meng-scan barcode satu persatu

“Iya” kata Sungmin berseri seri. Yesung angkat tangan—bagaimanapun ia harus profesional dalam bekerja. Bukan urusan dia jika Sungmin menghabiskan setengah isi supermarket untuk diri sendiri, kan pelanggan tetap nomor satu

Yesung baru setengah jalan menghitung belanjaan ketika Kyuhyun masuk dengan tatapan kesal bercampur marah. Dia berhenti di depan Sungmin sambil berkacak pinggang, “Ini semua apa?” tunjuk Kyuhyun meninggikan nada suara satu oktaf

“Makanan” jawab Sungmin mencicit ketakutan—Kyuhyun beneran bakal marah besar kalau begini, “aku tahu ini makanan, tapi kenapa harus sebanyak ini!!!” bentak Kyuhyun

Sungmin benar, Kyuhyun sudah kehilangan kesabaran

“Tapi aku..”

Belum selesai Sungmin berbicara, Kyuhyun mengembalikan sebagian makanan ke dalam troli, “Kyuhyun!!” sekarang terjadi tarik menarik antara Kyuhyun dan Sungmin di depan meja kasir. Karena takut barang rusak, Yesung melerai mereka berdua, “Woi jadi beli ngga!!” gertaknya ikut marah

“Ngga!!!” teriak Kyuhyun tidak mau kalah. Dia menatap tajam ke arah Sungmin seperti mengancam, mungkin biasanya Sungmin akan mengalah namun kali ini tidak—dia benar benar memerlukan makanan berlebih
Sungmin menarik lengan Kyuhyun—agar berhadapan langsung dengannya, “Kyu, aku ingin memakan semua itu” tunjuk Sungmin sambil berbicara mengeluarkan suara sehalus mungkin, bernada membujuk, “boleh kan?” Sungmin menatap Kyuhyun lekat lekat

Wajah Kyuhyun mendadak memerah dan langsung berpaling dari Sungmin, “pokoknya ngga boleh” namun suara Kyuhyun kali ini malah terdengar tidak tegas seperti tadi

Sungmin terus menatap Kyuhyun lama, membuatnya semakin salah tingkah. Kyuhyun menghentakkan kaki beberapa kali, Sungmin tersenyum diam diam. Ia yakin kali ini Kyuhyun akan meluluhkan permintaannya

“Iya, tapi ini untuk terakhir kali aja” kata Kyuhyun melemah. Sungmin berteriak gembira dan mengeluarkan kembali semua belanjaan ke atas meja kasir

Yesung menghitung semua dari awal sambil menggeleng tidak percaya, “gw ngga nyangka, lo takluk juga sama Sungmin” ejeknya kepada Kyuhyun ketika Sungmin menukar beberapa bungkus makanan ke rak belakang

“Bukannya gitu, cuma gw…ah lo sendiri gimana sih, kalau cewek yang lo sayang, memohon kayak tadi..” elak Kyuhyun sambil menggaruk garuk kepala sementara Yesung termenung membayangkan wajah Mochi yang kemarin ia lihat di taman, “iya…mungkin gw juga ga tega” balas Yesung sependapat

“Udah? Berapa?” tanya Sungmin sekembalinya dia dari dalam, Sungmin membayar lalu Kyuhyun membawakan semua belanjaan keluar Supermarket

“Aku kira, uang kamu tinggal sedikit” Mereka berdua berjalan kaki menuju rumah—karena memang tidak terlalu jauh jarak yang di tempuh

“Ngga tahu kenapa, Umma tadi memberikanku uang tambahan, baik kan” ucap Sungmin tersenyum senang

“Hmm, tumben..jangan jangan mereka merencanakan sesuatu lagi” terawang Kyuhyun tidak sengaja

Jauh—jauh dari tempat mereka berjalan, dua sosok Ibu sedang berbincang seru sambil sesekali tertawa riang. Mereka berkali kali menyebutkan nama Sungmin dan Kyuhyun lalu tersenyum lebar, mereka yakin jika rencana kali ini akan berjalan sukses dan keinginan mereka cepat terwujud

Namun ucapan Kyuhyun tidak terbukti. Sudah beberapa minggu semenjak kejadian itu, Kedua orang tua mereka tidak berulah macam macam, dan membiarkan Kyuhyun dan Sungmin menjalani sekolah seperti biasa

Akan tetapi karena mereka berdua sudah tingkat akhir di SMA, Sungmin dan Kyuhyun semakin tertekan akibat banyaknya ujian remidiasi dan beberapa ulangan untuk ujan akhir nanti.

Beberapa murid malah sudah mengambil bimbingan belajar di luar sekolah atau membentuk kelompok kerja agar bisa lebih fokus menghadapi ujian. Tidak terkecuali….

“Kyuhyun!! Kita belajar bareng yuk” ajak Siwon ketika sekolah bubar. Dahi Kyuhyun menyeringit heran, “lo kan udah pinter buat apa kita belajar bareng?”

“Maksud gw kita belajar bareng, lo, gw, Kibum, Chulie, Sungmin, Hangeng sama Wookie gimana? Kan biar lebih serius ok ok?” bujuk Siwon dengan seringai yang membuat Kyuhyun makin curiga

Karena melihat Kyuhyun menimbang nimbang, Siwon makin gencar membujuknya, “ayolah…di rumah gw ini”

“Ok” jawab Kyuhyun

Siwon makin tersenyum lebar—memperlihatkan sederet gigi depan, “gw tunggu nanti malam ya” suaranya agak kencang karena Kyuhyun sudah berjalan menjauh untuk menjemput Sungmin di kelasnya

__

“Ngga!! Aku ngga mau!!” tolak Sungmin mentah mentah

“Kok ngga mau? kan belajar bareng?” Kyuhyun pusing tujuh keliling, sejak kapan Sungmin malas belajarnya kumat lagi. Padahal dulu dulu, berkat ajaran Kyuhyun, dia mau belajar dengan rajin setiap malam

Sungmin melotot kepada Kyuhyun, “kamu tuh pasti galak banget kalau belajar buat ujian!! Nanti di rumah Siwon adanya kita bukan belajar kelompok tapi mereka nonton aku di pukulin sama kamu saat belajar” padahal Sungmin serius berbicara seperti itu tetapi Kyuhyun malah tertawa terbahak bahak

“Hahahaha, ngga kok Minnie” Kyuhyun membentuk tanda ‘peace’ di tangan kanan, “aku janji”

“janji?” ulang Sungmin tertarik—Kyuhyun bukan orang yang ingkar janji

“Janji Minnie..sekarang kamu mandi sana,” kata Kyuhyun sambil membereskan beberapa catatan pelajaran untuk di bawa

___

Mereka berdua tiba agak terlambat. Teman teman mereka, Hangeng dan Wookie malah sedang berkonsentrasi menulis sesuatu, Kibum dan Chulie juga sudah mulai belajar sedangkan Siwon terlihat menunggu orang lain selain Kyuhyun dan Sungmin yang sudah datang tentunya

“Emang siapa lagi yang datang?” tanya Kyuhyun menatap Siwon aneh—ia duduk dengan gelisah dan melihat terus ke arah jam, “ng….salah satu temen baru gw” balas Siwon—nada suaranya mengandung kesan tidak enak terhadap Kyuhyun, entah apa itu

TING TONG

“nah itu dia datang” Siwon bersemangat membuka pintu dan membawa seorang yeoja masuk lalu bergabung dengan mereka semua—Zhoumi

Tentu saja, tubuh Sungmin mendadak kaku, matanya menatap tajam ke arah Zhoumi yang berdiri di sampingnya. Sungmin sudah memperlihatkan sikap bermusuhan sejak awal. Sebenarnya tidak hanya Sungmin yang bersikap tegang, Chulie, Kibum dan Kyuhyun juga tidak enak jika malah terjadi perang di sini—mereka semua serentak menatap Siwon seolah olah mengatakan ‘ngapain lo bawa dia!’

Beda halnya dengan Hangeng dan Wookie, mereka bersikap netral dan lebih memilih untuk menulis sesuatu di kertas—bahkan mereka tidak menyadari ada orang lain yang datang selain Kyuhyun dan Sungmin

“gw ngga bakal ganggu kalian kok, terutama Kyuhyun jadi tenang aja” suara tenang Zhoumi meluncur dari bibirnya—seakan bisa membaca isi hati yang lain

Gaya wanita anggun yang selama ini ia tunjukkan, membuat Sungmin yakin jika Zhoumi serius dengan ucapannya, hanya dalam 5 menit mereka akhirnya kembali berkonsentrasi mengerjakan latihan ujian akhir 6 bulan lagi

Tetapi ini tidak mirip dengan belajar kelompok, karena Kibum akhirnya mengajari Chulie, Kyuhyun mengajari Sungmin sedangkan Siwon pura pura menanyakan pelajaran kepada Zhoumi dan Hangeng serta Wookie masih autis berdua di tempatnya

Tak lama kemudian, sifat asli mereka semua muncul

“Ini bener ngga Kibum?” tanya Chulie setelah selesai mengerjakan perhitungan jurnal untuk Account Receivable terhadap Note Receivable. Kibum mengangkat wajahnya dari perhitungan Income statement dan melihat jawaban Chulie

Kibum tersenyum lalu mengelus pipi Chulie refleks, “bener kok sayang” katanya dengan suara lembut

“makasih” Chulie kembali menghitung jurnal yang lain—wajahnya nampak berseri seri setiap kali Kibum memujinya

Di sisi lain

“Gini aja ngga ngerti ha?! Udah berapa kali harus ku ulang Minnie!!!” teriak Kyuhyun tidak sadar membuat yang lain mengangkat kepala dan melihat ke arah mereka berdua (kecuali Hangeng dan Wookie)

Sungmin spontan mengangkat tangan untuk melindungi kepalanya dari amukan Kyuhyun, “iya iya..ini mau aku hitung ulang” Sungmin mengutuk dalam hati—Kyuhyun bikin malu aja di depan orang banyak, kalau di rumah sendiri ngga apa apa..ini di rumah orang lain pula sekaligus menjadi tontonan umum

Kyuhyun melipat tangan di dada sambil menatap garang ke arah Minnie agar tidak melakukan kesalahan lagi. Sementara itu, Siwon berulang kali menanyakan hal tidak penting dan itu malah membuat Zhoumi kehilangan kesabaran, “lo kan peringkat kedua? Kok pertanyaan gampang aja ngga tahu” cemooh Zhoumi terang terangan, meskipun Siwon salah tingkah tetapi ketua OSIS ini tetap saja mengulang ulang perbuatannya sehingga dia berkali kali juga di marahi oleh Zhoumi

Untuk Hangeng dan Wookie. Sebenarnya bukan hanya Sungmin yang mencuri pandangan ke arah mereka, tetapi hampir semuanya—cuma mereka sudah menyerah karena Hangeng dan Wookie terlalu fokus sehingga tidak bisa di ganggu sama sekali

*jangankan kalian, gw aja authornya penasaran tuh anak dua nulis apa?*

Tanpa terasa hari sudah malam, Kibum sudah berjanji akan mengantar pulang Chulie di bawah jam 10 malam, minta ijin kepada Siwon, “gw duluan ya, ngga enak nih sama calon mertua” canda Kibum selagi Chulie membereskan buku buku pelajaran

“Ok..ok.” Siwon melirik jam 09.48 malam, tanpa terasa mereka sudah belajar hampir 3 jam, “mau aku antar pulang?” tawar Siwon pada Zhoumi yang sudah bersiap ingin keluar dari ruang belajar

Zhoumi menggeleng, “gw bisa pulang sendiri” namun lagi lagi Siwon bersikeras, “kamu cewek, bisa bahaya” desaknya ulang

“Gw—

“Ngga pokoknya bakal gw anterin” Siwon terlanjur mengikuti Zhoumi keluar rumah setelah Kibum dan Chulie pamit duluan

“Itu Siwon gimana sih?! ini kan rumahnya, kok malah dia yang pergi” kata Sungmin nyaris tertawa, “udah nanti kita kunci aja, mana orang rumahnya pergi semua” jelas Kyuhyun yang biasa menginap di sini, ia membantu Sungmin berdiri dan menatap ke arah Hangeng dan Wookie

“Ngga mau pulang?” ucapan Kyuhyun membuyarkan konsentrasi mereka

Hangeng maupun Wookie tidak menjawab sama sekali, mereka terus mencoret coret. Kyuhyun menganggap itu sebagai jawaban, “ya udah nanti kalian kunci ya rumah Siwon” pesannya sebelum menggandeng Sungmin pulang

“Itu ngga apa apa Kyu?” selidik Sungmin kurang percaya sama Hangeng dan Wookie, agaknya mereka ngga mendengar ucapan Kyuhyun yang terakhir, “udah biarin aja..”

Namun setelah setengah jam berselang, Hangeng akhirnya mengeluarkan suara

“aku selesai!!!” dia mengangkat kertas tinggi tinggi dengan bangga, “kamu udah belum?” Hangeng melirik ke arah Wookie, “bentar”

Wookie menggores sesuatu sebagai penghias dan ia juga berteriak, “selesai!!!” mereka berdua saling berpandangan dengan senyum berseri seri dan saling menukarkan gambar satu sama lain

“Bukan gini, seharusnya tombol navigasi sama tombol auto mobil ada di sisi berlawanan” kata Hangeng memberi kritik pada desain roket luar angkasa milik Wookie

“Kamu juga salah! Memang ada kandungan oksigen di planet Mars, tetapi terlalu tipis, apalagi atmosfer di sana cuma 4 lapis, berbeda dengan bumi” Wookie mengambil pensil dan menghitung ulang semua kalkulasi yang sudah di buat Hangeng

“Kita harus mengkalikan kecepatan cahaya dan mengukur tingkat radiasi matahari karena planet Mars yang berjarak lebih dekat dan mempersentasikan berapa banyak oksigen di habiskan dalam jangka waktu sehari, kalau terlalu banyak, kita pindah planet aja” usul Wookie cerdas

Hangeng tersenyum lebar mendengar penjelasan Wookie, “aku ngga salah pilih kamu jadi co-pilot” bisiknya mesra

“hehehe” Wookie tersenyum menunduk hingga tatapannya terhenti pada jam tangan yang di pakai, “Gege, udah jam 10!!! Aku harus pulang” kata Wookie spontan membereskan semua desain mereka ke dalam tas

Ternyata dari tadi, mereka membuat bayangan mereka untuk hidup di planet Mars. Hangeng yang serius dengan mimpinya meyakinkan Wookie kalau kemungkinan itu selalu ada, apalagi Wookie sudah teracuni dengan alien semenjak berpacaran dengan Hangeng. Alhasil mereka bukan belajar untuk ujian akhir seperti yang lain—malah menyempurnakan rancangan saat belajar kelompok tadi

“Iya…aku antar kamu pulang” ajak Hangeng keluar dari rumah Siwon. Mereka tidak sadar jika meninggalkannya dalam keadaan terbuka dan Siwon pun belum kembali dari mengantar Zhoumi

Rumah Zhoumi

“terima kasih” kata Zhoumi berbasa basi dan langsung berbalik menuju pintu jika tangan Siwon tidak menahannya

“besok mau belajar bareng lagi ngga?” tanya Siwon berharap, namun harapannya langsung pupus ketika Zhoumi menggelengkan kepala tegas, “buat apa? Aku juga mau karena kamu bilang bisa melihat sosok Kyuhyun yang sebenarnya, tapi aku tidak tertarik. Sudah kubilang, aku tidak menyukainya secara langsung, aku hanya menyukai tipe pria seperti dia” mata Zhoumi terlihat dingin, dia benar benar tidak peduli

“Lalu…kenapa kamu kemarin ngotot mau berpacaran dengan Kyuhyun” suara Siwon pecah—semua sifat Zhoumi belum ia mengerti hingga sekarang. Siwon juga bingung bagaimana bisa dia jatuh cinta dengan wanita yang lebih mementingkan image ketimbang sifat seseorang

Jari jari lentik Zhoumi mulai memutar knop pintu, ia berbicara tanpa menoleh kepada Siwon, “aku berpacaran untuk status…” Pintu terbuka kemudian Zhoumi masuk ke dalam, “bukan karena hati” selesai mengatakan itu, Zhoumi menutup pintu rumah tepat di depan Siwon

Di rumah Kyumin

“Nah sekarang kita belajar lagi!” Kyuhyun membanting tas ke atas meja belajar, dia segera duduk lalu menepuk bangku di sebelahnya untuk Sungmin, “Besok aja, ini udah malam” tolak Sungmin setengah kesal—entah kenapa kali ini Sungmin ingin menangis jika Kyuhyun berubah galak seperti tadi

Kyuhyun tidak peduli, dia menarik lengan Sungmin sehingga dengan terpaksa duduk berhadapan langsung di depan Kyuhyun

“Kamu tuh udah lupa dasar dasar Integral yang dulu, jadi harus di ulang sekali lagi” kalau sudah seperti ini, susah untuk membantah Kyuhyun—tetapi Sungmin tidak menyerah, ia malah tersenyum penuh arti mengingat kejadian kemarin siang. Sungmin sekarang punya senjata rahasia untuk menaklukan Kyuhyun

“Kyu” panggil Sungmin bernada halus sekali, Ia meraih salah satu tangan Kyuhyun lalu memulai siasatnya, “aku capek banget hari ini, bisa ngga belajar besok aja” Sungmin menatap kedua mata Kyuhyun lama, lalu merunduk dan memainkan jari jari Kyuhyun di tangannya, “ bolehkan?” dan saat Sungmin mengangkat kepala, ia melayangkan tatapan memohon

Jujur, Sungmin sendiri tidak mengerti—kenapa dia bisa senekat ini menjebak Kyuhyun, padahal sejak dulu, Sungmin paling tidak bisa bersandiwara seperti sekarang. Namun Sungmin tidak peduli toh dia bisa lihat tubuh Kyuhyun mendadak kaku dan membalas tatapan Sungmin dengan tajam

“bolehkan?” bujuk Sungmin sambil mengulas senyum semanis mungkin

Kyuhyun mengangkat tubuh dari senderan kursi dan mendekat ke arah Sungmin, “sejak kapan Minnie-ku bisa bersikap merayu seperti ini?” suaranya pelan dan rendah—hanya ada rasa penasaran di sana bukan tuduhan

“tidak tahu” Sungmin tertawa kecil—memang susah membohongi Kyuhyun, “aku gagal membujukmu” kata Sungmin menyerah

“kata siapa” Kyuhyun menggeser kursi sehingga mengunci Sungmin dari depan, ia menunduk dan mendekatkan wajah ke arah Sungmin, “kau malah terlalu berhasil” bisik Kyuhyun sambil terus menatap bibir istrinya

Sungmin sempat tersenyum mendengar ucapannya sebelum Kyuhyun mencium bibirnya dengan agresif, perlahan Sungmin memejamkan mata dan membiarkan Kyuhyun menciumnya intens. Tangan Kyuhyun memegang kepala Sungmin agar tidak menggeser ke belakang sedangkan Sungmin hanya bisa mengerjap beberapa kali lalu membalas ciuman Kyuhyun, dadanya berdegup lebih kencang. Sadar jika Sungmin mulai terengah engah kehabisan nafas, Kyuhyun melepaskan bibirnya—dia juga menarik nafas panjang namun tetap memegang tekuk leher belakang Sungmin

“kita tidur” bisik Kyuhyun, Sungmin mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya yang masih memerah akibat perlakuan Kyuhyun tadi

Mereka berbaring di atas tempat tidur tanpa mengganti baju dengan piyama, Seperti biasa Kyuhyun membawa tubuh Sungmin mendekat lalu memeluknya

“Jangan pernah merayuku lagi” ucap Kyuhyun setelah beberapa lama mereka berdua terdiam namun masih dalam keadaan terjaga

“kenapa?” tanya Sungmin seraya mendongakkan kepala ke atas untuk menatap Kyuhyun, “bisa bisa aku kehilangan akal dan malah menguncimu seharian di kamar” Kyuhyun sudah kembali ke sifat aslinya, dia menggertak serta mengancam Sungmin secara langsung

Tetapi yang Kyuhyun lupa, sifat Sungmin yang polos masih utuh sepenuhnya. Kedua alisnya bertaut—tidak mengerti mendengar ucapan Kyuhyun, “memangnya kita ngapain seharian di kamar? Ngga bosen?”

GUBRAKK

“Udah!!! Tidur sekarang!! Kalau ngga aku cium lagi!!” bentak Kyuhyun tidak sabar

Sungmin langsung memeluk tubuh Kyuhyun, memejamkan matanya dan mencoba untuk tertidur dengan cepat. Kyuhyun hanya bisa terkekeh melihat sikap istrinya yang ketakutan, “dasar aneh, di cium ngga pernah nolak tapi kalau di ancam malah nurut”

Tidak lama, tangan Sungmin di punggung Kyuhyun mengendur, kedua mata Sungmin juga sudah terpejam sempurna. Ia terlentang di samping Kyuhyun yang masih terjaga. Wajah Kyuhyun selalu melembut setiap menatap Sungmin, dia menyelimuti tubuh Sungmin hati hati lalu menaruh lengan kiri sebagai alas bantal untuk Sungmin, “kamu membuatku semakin gila Minnie….susah sekali menciummu tetapi tidak menyentuhmu” bisik Kyuhyun terus terang

Ajaib, Sungmin menggumam tidak jelas dan berbalik kembali memeluk tubuh Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa tertawa melihat wajah Sungmin yang damai, “aku tahu.….aku akan menunggumu”

Itu kata terakhir yang di ucapkan Kyuhyun sebelum dia juga terlelap di dalam pelukan Sungmin

***

“Terima kasih, lain kali kembali” Yesung hari ini sangat bersemangat, bagaimana tidak? Sekolah meliburkan semua siswa kelas X karena XII sedang mengadakan ujian percobaan untuk UTS. Sudah terkenal jika standar kelulusan di St Agatha tinggi, bayangkan saja Ujian Nasional baru akan diadakan 6 bulan kemudian, namun dari sekarang semua murid di tekankan untuk giat belajar. Tetapi tidak hanya itu yang membuat Yesung semakin senang. Sekolah juga memberikan libur selama 1 minggu untuk semua murid terutama angkatan Kyuhyun dan yang lain agar bisa beristirahat sejenak

Yang artinya, Yesung hampir libur 2 minggu berturut turut

*author iri mode on!!! Gila gw aja ngga ada istirahat, senen ampe kamis kuliah dan jumat,sabtu,minggu ngetik ff!! gw mau liburan!!!!*

*maaf, abaikan saja author terkena rabies seperti sebastian*

“Sela…mat datang” ucapan Yesung sempat terhenti dan pandangannya melebar ketika melihat siapa orang yang baru datang di toko

“Mochi?” lirih Yesung tanpa suara—maklum bisa bisa Mochi kabur seperti waktu itu jika Yesung terlalu agresif dan menggombal, salah satu sifat aslinya

Mochi melangkah ke rak kedua dari ujung, dengan cepat dia membawa 10 bungkus mie ramen rasa rumput laut di dalam keranjang—tidak lupa membeli beberapa kebutuhan kamar mandi seperti sabun dan sikat gigi

“berapa semuanya?” tanya Mochi seraya mengeluarkan dompet dari dalam tas mungilnya, kaca mata Mochi terlalu besar sehingga beberapa kali dia membetulkan letaknya seraya melihat papan penunjuk jumlah di atas mesin kasir

“Semuanya 7600 won” Yesung tersenyum ramah, “Ini untuk Kakakmu ya?” tanyanya basa basi untuk memulai pedekate. Yesung tidak menyangka kalau Zhoumi masih gemar memakan mie ramen rasa rumput laut ini—padahal Yesung pernah mencobanya dan berusaha keras untuk tidak membuang sisa ramen ke tempat sampah, rasanya agak aneh untuk lidah orang korea seperti dia

Zhoumi dan Mochi adalah kelahiran Jerman-Korea. Makanya mereka pasif bahasa Inggris hanya saja Zhoumi menuruni ayahnya yang tinggi tetapi Mochi malah berwajah korea seperti ibunya. Hanya saja rambut Mochi pirang asli sedangkan Zhoumi hitam legam dan memanjang hingga ke pinggang

Kabarnya mereka hanya tinggal berdua karena orang tua mereka sudah bercerai setahun yang lalu. Dan Zhoumi memilih untuk melindungi Mochi lalu tinggal berdua di Seoul—meninggalkan kedua orang tua mereka yang sibuk bekerja

Mochi memicingkan kedua mata seraya membetulkan letak kacamata, “iya…terimakasih” ucapnya langsung pergi dari hadapan Yesung

“Yah, gagal lagi” Semangat Yesung mengendur ketika melihat mochi keluar dari Supermarket secepat kilat—sama sewaktu mereka pertama kali bertemu

Sekolah St Christie

“Akhirnyaaaaa” Sungmin merenggangkan tangan ke atas, menggelengkan kepala supaya tubuhnya kembali rileks. Teman sebangku Sungmin—Hangeng, malah sebaliknya, dia hanya menopang dagu sambil melamun seperti biasa

“lo tadi bisa?” tanya Sungmin membuyarkan ke-autis-an Hangeng, “biasa aja” balas Hangeng masih menatap udara kosong di depan, “oh gw lupa, lo kan emang pinter” Sungmin menyesal sudah nanya—toh Hangeng tidak akan kesulitan bukan

“gw lagi mikir” bisik Hangeng masih dengan tatapan hampa dan penuh horor, “apa?” balas Sungmin yang menoleh dan menunggu perkataan dari Hangeng

Memang selesai mereka ujian, sudah tidak ada lagi yang bisa di kerjakan. Seluruh angkatan atas malah di perbolehkan untuk pulang lebih awal selesai istirahat ini berakhir

Hangeng melirik Sungmin, masih memegangi dagu, “lo kalau dapet jalan jalan gratis keluar negeri, mau di ambil ngga?” jelas sekali Sungmin mengekerutkan dahi—tidak percaya, buat apa Hangeng bertanya hal yang sudah pasti jawabannya, “pasti! Kan gratis!! Emang lo dapet darimana??” ucap Sungmin sedikit antusias bercampur iri

“Dari majalah UFO, gw kan langganan dan iseng ikut kuisnya, eh menang” namun Sungmin sama sekali tidak menangkap hiruk pikuk kegembiraan dalam suara Hangeng

“terus?” Sungmin masih tidak mengerti—apa yang salah dengan hadiah itu

Mata Hangeng berputar ke atas seperti sedang berpikir keras, “aku ngajak Wookie ngga ya? Soalnya aku emang dapet tiket itu sepasang?” tanyanya lagi dengan nada frustasi

“Ya ajaklah Hangeng” kata Sungmin gemas, “gitu aja pake mikir!!”

Hangeng hanya menampakkan wajah kosong dan mengangguk paham, “bener juga, pas banget kita liburan tapi gw takut Wookie nolak” suaranya merajuk—dan melayangkan tatapan ‘minta bantuan’ kepada Sungmin

Sungmin membalas tatapan Hangeng sambil menaikkan sebelah alis, “iya iya” tanpa aba aba, langsung saja Sungmin berdiri dan pergi ke kelas sebelah—kelas dimana ada semua teman temannya

Sesampainya di dalam kelas, Kyuhyun sedang asyik bercanda dengan Siwon sementara Kibum dan Heechul berbicara sesuatu yang serius hingga tidak sadar dengan kedatangan Sungmin. Wookie sendiri seperti biasa—fokus membaca buku tebal

“Wookie?” panggil Sungmin pelan

“hmm” jawabnya tanpa mengangkat kepala dari dalam buku

“aish” Sungmin menarik paksa tangan Wookie dan menyeretnya keluar ruangan—terang saja Wookie meronta ronta dan menarik perhatian semua murid termasuk Kyuhyun

“istri lo ngapain si Wookie tuh?” celetuk Siwon geli

Kyuhyun nyengir sengaja sambil mengedikkan bahu, “biarin aja” sahutnya cuek dan itu membuat Siwon langsung menganga lebar. Sejak kapan seorang Kyuhyun bisa acuh sama istri kesayangannya itu, Siwon juga baru sadar kalau Kyuhyun sedari tadi tidak menghampiri Sungmin ke kelas sebelah

“Lo berantem sama Sungmin?” kata Siwon terus terang

Kyuhyun langsung menggeleng dan membulatkan kedua mata, “ngga..emang harus?” katanya geli

“tapi..ini tumben lo ga ke sana!! Malah ngajak gw ngobrol” Siwon terdengar histeris, jangan bilang kalau Kyuhyun sekarang malah naksir dia dan meninggalkan Sungmin

“hahaha, sekarang bahaya deket deket Sungmin” Kyuhyun melirik ke balik punggung Siwon—menatap Sungmin yang sedang berbicara serius dengan Wookie di depan pintu kelas, siapa bilang dia ngga mau menghampiri Sungmin, hanya saja….

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala sambil menutup wajahnya yang mulai memerah. Semenjak kemarin malam, Kyuhyun takut kalau dia bisa kehilangan kendali menghadapi sikap Sungmin yang semakin lama semakin tidak bisa di tebak—sikap yang membuat Sungmin terlihat manis di depan Kyuhyun

Kyuhyun mendesah lelah berkali kali dari sela sela jari tangan yang menutupi wajah, ia lalu bergumam pelan—amat pelan, “lama lama gw beneran bisa memperkosa Minnie” ujarnya stress

Sementara itu

Wookie dan Sungmin langsung masuk ke dalam kelas dimana Hangeng masih asyik melamun dalam dunianya sendiri. Wajah Wookie yang ceria membawa perubahan dalam diri Hangeng, ‘pasti kabar baik nih’ pikirnya

Tetapi ternyata

BRAKK

Tangan kiri Wookie menggebrak meja dan membuat seisi kelas kaget, Hangeng saja sampai melongo tidak percaya, “Wo…wookie” cicitnya ketakutan

Namun tak lama kemudian, wajah Wookie berubah, seringai lebar dan matanya yang membulat karena keisengannya berhasil, “hahahaha, becanda Hangeng, lagian kamu ngga berani banget sih ngajak aku langsung tanpa melalui Sungmin” sekarang Wookie pura pura berkacak pinggang namun wajahnya masih tersenyum berseri seri, Hangeng lega kalau itu hanya pura pura—dia berdiri untuk berbicara langsung dengan Wookie, “aku takut kamu nolak, kan pergi cuma berdua..nanti takut ngga di ijinin”

“Ngga apa apa, kan di sana kita mau neliti kan?” kata Wookie enteng

“Iya..di sana ada fosil dan pusat pengembangan artikel mengenal pesawat dan beberapa penemuan langka UFO” nah kalau sudah begini Sungmin hanya bisa duduk dan melihat sepasang kekasih yang bukan berbicara tentang liburan mau ke tempat wisata mana tetapi malah mau neliti tentang UFO lagi

“Aku sama Kyuhyun paling di rumah kalau liburan” baru kali ini Sungmin terlihat kecewa—bukan masalah sih kalau mereka tinggal di rumah namun…entah kenapa ada dorongan dalam diri Sungmin yang menyuruhnya untuk pergi jalan jalan juga—menikmati liburan sekolah

Sungmin melihat Hangeng dan Wookie masih dengan tatapan iri, “aku juga mau pergi” bisiknya putus asa

__

“Hueeeeeeee”

“Eh?” Kyuhyun mengangkat wajah dari atas wastafel, ia memicingkan telinga untuk mendengar lebih jelas

“Hiks…hiks” suara itu lagi

“Minnie?” Kyuhyun buru buru mengelap wajah setelah selesai berganti baju dan langsung mencari sosok Sungmin di seluruh penjuru rumah. Tidak lama, Kyuhyun mendapati istrinya sedang memeluk bantal sambil menangis sesungukan di depan TV

“Kenapa? Nonton telenovela lagi?” tanya Kyuhyun kesal—sekarang Sungmin tidak pernah ketinggalan drama itu tiap hari dan terus menangis kencang jika sedang menonton. Padahal menurut Kyuhyun adegan itu tidak layak untuk di hayati—terlalu berlebihan

Sungmin mengelap air matanya yang masih mengalir dan membalas tatapan sengit dari Kyuhyun, “kok kamu jutek banget sih, hiks…hiks..ini sedih loh”

Dan seperti biasa, Kyuhyun hanya bisa duduk di sebelah Sungmin kemudian memeluk tubuhnya dan ikut menonton sambil sesekali menenangkan Sungmin ketika adegan ‘sedih’ itu muncul

“Aku ngga tahan lagi!! Kamu harus ke dokter” sergah Kyuhyun marah—dia sudah muak menonton acara kacangan yang menjadi kegemaran Sungmin akhir akhir ini, padahal Kyuhyun tahu betul kalau Sungmin tidak suka film drama yang penuh air mata. Kenapa semua jadi serba kebalik begini, pikir Kyuhyun gusar

Sungmin memisahkan tangan Kyuhyun dari pundak lalu duduk menjauh, “aku ngga maksa kamu buat nonton kok, kalau ngga suka bilang aja….masa sampai harus bawa ke dokter segala” ini nih sifat Sungmin kedua yang bikin Kyuhyun pengen ngejambak rambut sendiri. Sungmin jadi sensitif—ngga bisa di singgung dikit, ngambek dan nanti bersikap acuh sama Kyuhyun

“Bukan gitu, Minnie…tapi, kamu sadar ngga, sikap kamu terlalu aneh….kita ke dokter ya” bujuk Kyuhyun perlahan mungkin.

Sungmin memutar wajahnya dari TV ke arah Kyuhyun yang berada di ujung sofa. Tiba tiba Sungmin tersenyum—senyuman yang membuat wajah Kyuhyun kembali merona merah. Tangan kanan Sungmin mengelus lutut Kyuhyun dari jauh, “nanti habis aku nonton ini” pintanya dengan mata mungil yang membulat dan sebuah senyuman mematikan—paling tidak mematikan untuk Kyuhyun

Mendadak timbul pikiran Kyuhyun untuk mencium Sungmin lagi

‘Ya Tuhan lama lama aku bisa gila!!!!! Kenapa Minnie bisa menjadi cengeng, sensitif dan…..menggoda dalam waktu bersamaan’ teriak Kyuhyun dalam hati

“Kyu” suara Sungmin yang mendekat membuat Kyuhyun kembali ke dunia nyata, “kamu kenapa?” tanyanya khawatir karena melihat wajah Kyuhyun pucat seketika

“Aku gila” ucapan itu meluncur begitu saja dari bibir Kyuhyun tanpa ia sadari

“gila?? Kamu kenapa???” kali ini Sungmin tidak peduli dengan telenovela padahal sedang ada adegan sedih, yang dia cemaskan Kyuhyun. Suaminya tiba tiba terlihat lelah—seperti kerja rodi dua hari tanpa istirahat

Kyuhyun menarik nafas, mengisi penuh paru paru di dada, ketika melihat Sungmin malah mendekat ke wajahnya—terlalu dekat

Ini bahaya

Sungmin mengibaskan rambut Kyuhyun yang menutupi dahi lalu memeriksanya—dia tidak sadar jika Kyuhyun malah menunduk sambil terus menatap bibir Sungmin

“Hmm”

Sungmin terbelalak kaget ketika Kyuhyun sudah menciumnya. Ia akhirnya melepaskan tangan dari wajah Kyuhyun lalu menutup kedua mata dan membalas kecupan Kyuhyun

Tadinya Sungmin juga ikut terbawa suasana—namun karena dadanya sesak dan sulit untuk bernafas, ia berusaha menarik diri. Tetapi yang ada Kyuhyun tidak membiarkan bibir mereka terlepas dan malah menidurkan Sungmin di atas sofa

“Kyu” bisik Sungmin di sela sela ciuman mereka

“hmm?” balas Kyuhyun tidak sadar

“Aku perlu udara” suara Sungmin terputus putus—susah sekali berbicara ketika sedang berciuman

Kyuhyun mengangkat wajahnya, dia membiarkan Sungmin menarik nafas panjang. Kyuhyun berbaring di atas tubuh Sungmin dan membenamkan wajahnya di samping, “maaf” bisik Kyuhyun bersalah

Benar, dia sudah hilang kendali

“kenapa kamu minta maaf, aku kan tidak jadi meninggal kehabisan nafas” jawab Sungmin polos, alhasil ucapannya membuat Kyuhyun terkekeh dan mulai bisa bersikap seperti biasa. Sungmin tidak tahu—jika Kyuhyun hampir saja menyerangnya tadi

“Kau memang tidak bisa merasakan bahaya” kali ini nada jail Kyuhyun kembali

“Bahaya apa?” ulang Sungmin tidak mengerti, “aku” Kyuhyun bertumpu dengan satu tangan supaya bisa melihat wajah Sungmin yang berada di bawahnya, “kau bukan bahaya, kau kan suamiku” bisik Sungmin dengan bijak

Kyuhyun merendahkan kepalanya turun tepat di telinga Sungmin, “kamu jangan terlalu yakin Mrs Cho” namun senyuman penuh ejekan terpantri di bibir Kyu—dia sepenuhnya sudah sadar

“aku yakin Mr Cho” balas Sungmin kekanak kenakan

“Hahahaa” mereka tertawa pelan masih berbaring di atas sofa

BRAKKKKKKKK

“Kami datang!!!!” teriakan 4 orang pengganggu di siang hari, siapa lagi kalau bukan Kangteuk dan Eunhae

Kyuhyun yang gelagapan langsung bangkit berdiri dan membantu Sungmin merubah posisi menjadi duduk kembali. Tetapi terlambat, Teuki dan Kangin yang terlebih dulu melihat itu langsung teriak kegirangan, “kami menganggu ya?” goda Kangin sedangkan Teuki menutup mulut dengan kedua tangan—sikapnya tidak percaya

“Tidak” ucap Kyuhyun gugup seraya mempersilahkan mereka duduk.

“ada apa Teuki-shi?” tanya Eunhyuk yang agak tertinggal di belakang. Kangin dan Teuki malah berpandangan dan terkikik tertahan, “lihat saja” unjuknya berbisik

Kyuhyun dan Sungmin makin grogi di lihat 4 pasang mata dengan teliti. Kyuhyun berkali kali berdeham dan membuang muka ke luar jendela, sedangkan Sungmin memang tidak punya bakat menyembunyikan apa apa. Dia tersenyum malu, melirik Kyuhyun sesekali dan wajahnya merona merah

Baju mereka juga sedikit kusut, membuat Kangteuk dan Eunhae berteriak histeris

“AKHIRNYAAAA”

Kangin dan Donghae bertos ria seperti menang dalam judi bola sementara Teuki dan Eunhyuk berpelukan penuh haru

“kalian kenapa?” tanya Sungmin tidak mengerti

“Tidak, apakah kedatangan kami mengganggu kalian?” selidik Teuki sambil mengerlingkan mata

Sungmin menggeleng pelan lalu mengatakan sesuatu yang membuat Kyuhyun tercengang dan para orang tua gempar

“kami sudah selesai ketika kalian datang kok” ucapnya tanpa maksud apa apa

“TUH KAN!!!” kata Eunhyuk tidak bisa berucap apa apa lagi

“Bukan Umma!!!! Maksud Minnie itu….aku dan dia..cuma sedang berciu—

Donghae langsung memotong perkataan Kyuhyun, “sudah sudah Appa mengerti, tampaknya kalian tidak butuh ini lagi” Donghae menghempaskan sebuah amplop tebal yang mengalihkan perhatian Kyuhyun, “ini apa?” tanyanya seraya membuka isi di dalam

“Itu tiket liburan untuk kalian berdua….refreshing sehabis ujian, tetapi” Donghae bertukar pandangan dengan Kangin, “tampaknya kalian tidak perlu” ujarnya dengan seringai lebar

“Liburan??!!!” sekarang giliran Sungmin yang teriak, “aku mau” rengeknya kepada Kyuhyun, “yang lain liburan masa kita ngga”

Kyuhyun tadinya sudah curiga jika ada maksud di balik niat baik kedua orangtuanya dan orangtua Sungmin, tetapi Kyuhyun berpikir ulang—bukankah mereka sudah salah paham? Jadi nanti pas mereka liburan, pasti ngga bakal di ganggu lagi, Kyuhyun membatin dan tersenyum dalam hati

“Ok, kalau Minnie mau, aku juga mau” kata Kyuhyun memberi keputusan

“Makasih Kyu” senyum gembira tidak henti henti terukir di wajah Sungmin dan juga ke empat orang di hadapan mereka, tentu dengan alasan yang berbeda pula

“Memang itu tiket liburan kemana Umma?” Sungmin duduk rileks sambil melihat tiket pesawat di dalam amplop

Teuki menggenggam tangan Kangin dan tersenyum lebar ke arah Sungmin, “Ke Jepang”

“Jepang?!” teriak Sungmin dan Kyuhyun bersamaan

“Tenang saja, semua sudah kami urus, dari hotel sampai tiket jadi kalian tinggal jalan saja” timpal Eunhyuk lembut

Sungmin menoleh dan mengguncang guncangkan tubuh Kyuhyun, “kita ke Jepang, aku sudah lama mau kesana” katanya dengan mata berbinar binar

Kyuhyun membalas senyum Sungmin namun sedikit ragu ragu, “aku malah merasakan ada yang tidak beres di sini” desis Kyuhyun—namun sayang Sungmin tidak mendengarnya dan malah asyik membicarakan segala keperluan akomodasi kepada orang tua mereka

Kyuhyun mendesah kecil—bukannya dia tidak senang pergi liburan, akan tetapi….

“semoga nanti disana, aku tidak berbuat macam macam pada Minnie” doa Kyuhyun dalam hati

TBC

17 responses to “≈No Other Like U-Thirty One-{Prepared}≈

  1. huaaaaaaaaaaaa~ pengen baca mereka bulan madu, sumpah tuh minnie dulu di kaish makan apa sih, kok bisa polos gituuuuuuuu..>,<

    geregetan bacanya….

  2. Hyaaaaa~ aura mini keluar pas senyum…wkwk makanya Kyu jadi pengen nyium terus…

  3. hurayy!!!! kyumin hanimun!! hahaha anggap aj deh hanimun yee hihi~
    sungmin smgt bnr ^^ haha kaya ank kcil ihh~

  4. huahhh kyumin mau liburan ke jepaaannggg..
    huaaa huaaa mau dongg??
    ini minnie kok tambah ke sini tambah buat kyu luluh yah? ada apa dengan minnie?
    kyu sampe kualahan sama tingkah minnie yang manja itu.
    gimana nanti liburan kyumin di jepang ya???
    apa nanti orang tua mereka bakal ngikut juga?

  5. Hahahaha, kyu..kyu..
    Kasian bgt sich nasib mu yg punya istri sepolos minnie😀

    Sepertinya para tetua sudah merencanakan sesuatu bwat liburannya kyumin.. Kira2 apa yg direncanakan ya ??

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s