≈No Other Like U-Thirty-{It’s Complicated}≈

Terkadang segala sesuatu tidak berjalan seiring dengan apa yang kita mau atau apa yang kita inginkan. Mungkin ini juga yang terjadi kepada dua orang lelaki—saling berhadapan. Tatapan mata mereka sinis dan menyiratkan suatu permusuhan yang tiada akhir.

“Dia milikku” desis salah satu dari mereka—lelaki berperawakan lebih tinggi dan berwajah tampan, sosok sempurna untuk ukuran yeoja

“Tidak, aku yang menemukannya duluan” balas lelaki—matanya yang tajam membuat wajah lelaki ini terlihat gagah.

“Ku bilang aku!” kali ini gertakan serius di balas oleh sang pria tampan

Mereka berdua menggeram penuh amarah. Tatapan di antara kedua orang tersebut malah lebih banyak berbicara, tidak ada kata mengalah untuk kasus ini

Suara angin malam menyapu wajah mereka satu persatu, namun tetap tidak bergeming—berdiri mematung, berharap ada penyelesaian dari masalah tidak berujung yang menyeret mereka—ini masalah hati

Namun tiba tiba….

“WOI! Ngapain kalian di depan rumah orang!! Ganggu Minnie lagi tidur tau ngga?!” gertak Kyuhyun ketika keluar dari pagar. Dia masih menggunakan piyama sambil berkacak pinggang menatap kedua orang yang saling bersebrangan satu sama lain

“Ini nih si Yesung! Dia yang salah!” tunjuk pria tinggi itu tidak terima. Yesung mengangkat sebelah alis tidak setuju, “kau?! Ya! Siwon!! aku yang salah?! Kau tuh bersikap terlalu playboy sama cewek?”

“Kau!!!” Siwon sudah mau mulai adu mulut lagi jika Kyuhyun tidak melerai mereka berdua, “Stop!” suaranya membahana. Siwon dan Yesung berhenti lalu diam seketika.

“Kalian…ini udah jam setengah 12 malam, aku dan Minnie capek abis dari pesta Chulie dan besok masih harus sekolah” Lingkarang hitam memang terlihat di kedua buah mata Kyuhyun, “nah lanjutin besok aja berantem..sekarang PULANG!” usirnya tanpa ampun—tangan Kyuhyun menunjuk ke arah luar komplek

Melihat Kyuhyun membentak, mereka berdua ketakutan—sebelum Kyuhyun melakukan tindakan lebih lanjut, Siwon dan Yesung langsung berhambur ke arah berlawanan—memisahkan diri dan pergi dari depan rumah Kyuhyun dan Sungmin

“Huh…tapi tumben tuh anak dua bisa berantem” Kyuhyun menggerutu sambil kembali masuk ke dalam rumah

“Hiks” isak tangis dari arah kamar membuat Kyuhyun langsung menghampiri Sungmin, “kamu kenapa?” tanyanya heran—jam segini kok Sungmin malah nangis

Sungmin mengelap kedua mata yang sembab dan lendir dari hidungnya, “aku ngga bisa tidur hueee…hiks…hiks…” kata Sungmin di antara suara tangis

“ck…tapi ngga usah pake nangis kali!!” meskipun berkata sinis, Kyuhyun tetap menenangkan Sungmin dan memeluknya, “cup ..cup…Minnie kamu tidur” usap Kyuhyun seperti membujuk anak umur 5 tahun

Sungmin masih menangis hebat dalam pelukan Kyuhyun, “aku masih ngga bisa ti…dur…..zz” suara tangisannya melemah, tangannya yang memeluk tubuh Kyuhyun mengendur. Sungmin tiba tiba tertidur pulas. Melihat itu Kyuhyun geleng geleng kepala—tidak habis pikir. Ia menidurkan Sungmin hati hati lalu baru ikut berbaring di atas kasur

Tidak dapat di sangkal hari ini adalah hari melelahkan untuk seorang Cho Kyuhyun

***

Pagi pagi betul, Sungmin sudah bangun untuk menyiapkan sarapan. Ia memasak semua bahan yang ada di kulkas. Menghidangkan sebagian dan menaruh sisanya ke dalam kotak makan—bekal mereka di sekolah. Kyuhyun saja sampai terheran heran, dia menggeleng tidak percaya melihat betapa banyak makanan terhidang padahal ini baru pagi hari

“Minnie…” panggil Kyuhyun—masih menatap meja makan

Sungmin membalikkan badan dan mengangkat panci panas berisi sop ikan, “ya? Ayo sarapan, nanti bisa terlambat kita” Ia menaruh panci tersebut di tengah tengah makanan lain

Kyuhyun menarik salah satu kursi dan duduk. Sungmin mengambilkan nasi untuk Kyuhyun lalu duduk saling berhadapan. “Kita kan cuma sarapan! Ini sih cukup buat makan untuk sehari penuh” wajah Kyuhyun penuh tanda tanya, “kau yakin kita bisa menghabiskan semua ini? berdua?” selidiknya masih terperangah

Sungmin menaruh mangkuk nasi di sebelah sumpit Kyuhyun, “bisa”. Dia lalu mulai mengambil sayur bening di dekat hotplate rebung lalu baru menyendok sepotong daging tebal dari piring yang lain. Kyuhyun hanya bisa menganga lebar saat satu persatu piring mulai berkurang setiap Sungmin menambah lagi dan lagi

Dia sendiri hanya makan seadanya—tidak berlebih. Bahkan Kyuhyun selesai setengah jam lebih cepat di bandingkan Sungmin yang masih sibuk menyeruput kuah sop ikan.

“Huah, kenyang” Sungmin menaruh semuanya ke belakang. Kyuhyun hanya bisa geleng geleng kepala. Ia menyerah. “Aku ngga ikutan kalau kamu tambah gemuk” sindir Kyuhyun ketika memanaskan mesin motor, mendengar itu Sungmin mengangkat bahu—tidak peduli, “bukan masalah besar..aku memang pemakan ulung” Sungmin malah menepuk dada dengan bangga. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas berkali kali—ternyata Sungmin belum berubah, masih se aneh dulu sewaktu mereka pertama kali bertemu

“Yuk”

Kyuhyun menggas sekali dan melaju kencang ke perbatasan—tempat sekolah mereka berada. St Christie. Memang semenjak di hukum terlambat ketika mereka kelas XI, Kyuhyun berjanji akan datang tepat waktu—kredibilitasnya sebagai murid teladan bisa sirna hanya karena kesalahan sepele. Untung saja Sungmin bisa di ajak kerja sama, dia tidak mengomel atau protes jika Kyuhyun memaksa bangun lebih pagi. Apalagi jika memakai motor—alhasil seperti sekarang, mereka sampai lebih awal 10 menit dari jam pertama

“Kyu, ada apa tuh rame rame di depan gerbang” celetuk Sungmin dari arah belakang. Segerombolan murid—kebanyakan laki laki mengerumuni sosok yeoja yang berdiri anggun di depan sekolah. Dari bajunya, Sungmin bisa menebak kalau yeoja tersebut berasal dari sekolah tak jauh dari sini, St Agatha

Kyuhyun menggumam tidak jelas sambil memelankan motor untuk menghindari kerumunan orang yang menghalangi jalanan. Tetapi sosok yeoja itu malah bergerak saat motor Kyuhyun masuk ke dalam parkiran.

“Kau Cho Kyuhyun kan?” tanyanya langsung tanpa basa basi.

Kyuhyun turun dari motor, membantu Sungmin baru membuka helm yang ia kenakan. Wajah Kyuhyun menyipit—mencoba mengingat ingat siapa wanita ini, “kau?”

Yeoja itu mengulurkan tangan semangat, “aku Zhoumi! Manajer klub basket di St. Agatha—tempat kalian latihan intensif tahun lalu” jelasnya panjang lebar

Mata Kyuhyun melebar—ia ingat sekarang, “oh, kau Mimi! Ya ya, ada apa mencariku?” tanya Kyuhyun ulang masih tidak mengerti. Sementara Sungmin hanya bisa melirik mereka bergantian—tadinya Sungmin memutuskan ingin masuk kelas terlebih dahulu tetapi ucapan Zhoumi membuatnya berhenti melangkah

“Aku menyukaimu, bagaimana kalau kita pacaran?” ucap Zhoumi to the point

“MWO!” suara Sungmin tertahan.

Semua murid ternyata masih mengekor mereka bertiga dari belakang secara diam diam. Suara gumaman dan keterkejutan tidak hanya berasal dari suara Sungmin tetapi dari semua orang. Hanya Kyuhyun yang masih membeku di tempat ia berdiri

Zhoumi mengangguk berkali kali—dia tidak peduli jika semua pasang mata memandangnya sengit, “aku menyukaimu, kita pacaran sekarang?” selidiknya tidak mengerti

Mulut Kyuhyun terbuka lebar, ia mengerjap berkali kali—namun tetap tidak menemukan suara untuk berbicara

Sungmin yang menganggap Kyuhyun mulai mempertimbangkan tawaran Zhoumi langsung berlari masuk ke dalam kelas. Amarah yang tertahan membuat mata Sungmin memanas dan tanpa sadar setetes air mata mulai turun di kedua sisi wajahnya

“Kyuhyun?” Wajah yeoja itu mendekat—semua murid menahan nafas sambil menunggu keputusan Kyuhyun yang masih berdiam diri

Kyuhyun mendelik seketika, “Minnie” bisiknya

Zhoumi mengkerut tidak suka, “aku Mimi bukan Minnie..kau salah sebut” tukasnya percaya diri

Beberapa murid mendesis kesal namun mereka tidak berani ikut campur masalah ini. Bukankah menonton adalah jalan tengah terbaik?

“Bukan..bukan kau..” Kyuhyun menunjuk ke arah sebelahnya yang sudah kosong. Sungmin sudah tidak ada di sana. Spontan Kyuhyun panik baru sadar jika Sungmin pergi meninggalkannya dengan Zhoumi, “istriku mana? Aishh pasti dia marah” keluh Kyuhyun seraya mengunci ganda motor lalu menaruh helm di atas kemudi, “kau lihat dia tidak?” Kyuhyun malah berbalik menanyakan kepada Zhoumi

DEG

Zhoumi mendesis tidak jelas namun beberapa kata seperti “Minnie” dan “Istri” dia ulang beberapa kali, “istri? Kau sudah punya istri?” suara Zhoumi melemah

Padahal Zhoumi sudah meyakinkan diri berkali kali sebelum datang kemari dan mengutarakan perasaannya. Kyuhyun tidak mungkin menolak Zhoumi—wanita yang amat serasi untuk di jadikan pasangan

Kyuhyun melepas jaket sambil menatap Zhoumi seakan akan mengatakan bahwa itu sudah semestinya, “ya iyalah—aku kan sudah menikah, jadi maaf aku tidak bisa—ck ck ck aku kira tadi kau bercanda” kata Kyuhyun enteng lalu berlari kencang menuju kelas XII-2, kelas Sungmin

Meninggalkan Zhoumi terpaku di belakang. Mata Zhoumi berkilat ketika menyadari salah satu hal yang dia yakini malah tidak terbukti. Tangan Zhoumi tergenggam penuh amarah—Kyuhyun bukan hanya menolaknya saja tetapi mempermalukan Zhoumi di depan umum

“Aku belum pernah tidak mendapatkan apa yang aku inginkan” wajahnya setengah menunduk sambil menatap sosok Kyuhyun yang semakin menghilang, “aku bisa melakukan apa saja, Cho Kyuhyun” desis Zhoumi sebelum membalikkan badan dan menghilang dari kerumunan orang

Sementara itu~

Hangeng duduk sambil melamun seperti biasa. Kedua telapak tangan memangku wajah tampannya. Mata Hangeng memutar searah jarum jam—mungkin terdengar aneh, tetapi itulah kebiasaan Hangeng jika tidak punya hal lain untuk di pikirkan

“HYA!” Wookie datang tiba tiba sambil menghentakkan meja Hangeng dengan keras

Wajah Hangeng bergidik, ia menatap Wookie agak jengah, “ini masih terlalu pagi untuk membuat orang jantungan” sindirnya namun Wookie malah cuek dan duduk di kursi milik Sungmin, “lagian..pagi pagi udah melamun, ngga ada kerjaan lain?”

“Ngga…” Dengan mengacuhkan Wookie, Hangeng kembali larut dalam lamunannya.

“ada! Ini” Wookie mengeluarkan sebuah kotak makan ke depan Hangeng, “kau?” Hangeng memutar arah pandangannya, “kau memasak?” tanya Hangeng tidak percaya

“Iya..habis kau suka sekali makan, jadi kupikir lebih baik membuatkan satu untukmu” ucap Wookie sambil membuang muka dan memainkan bungkus plastik di tangan.

Kedua tangan Hangeng menangkap wajah Wookie agar berbalik dan menghadap ke arah Hangeng, “Makasih” katanya tulus. Wookie merasa senang karena perjuangannya bangun pagi tidaklah sia sia, “udah makan sana” Wookie membantu Hangeng membuka bekal buatannya lalu melahap dengan antusias

“gimana? Enak?” desak Wookie penasaran

Sebelum Hangeng berhasil menjawabnya, Sungmin tiba tiba datang sambil menangis. Ia berjalan lunglai ke arah mereka berdua, “hiks…Wookie…Hangeng….huee…….HUEEEEE” Sungmin menelungkupkan wajah di atas meja sambil berlutut di lantai

Wookie menoleh dan langsung menunduk, “Sungmin? Ada apa?” Wookie mengelus pundak Sungmin menenangkan. Sungmin masih terisak pelan, tubuhnya agak bergetar dengan wajah terkulai lemas.

Begitu mengenaskan keadaan Sungmin hingga Wookie bergegas mengangkat tubuh Sungmin namun tiba tiba Sungmin kehilangan kesadaran dan pingsan di pelukan Wookie, “Sungmin!!! Yah….nih anak kenapa lagi! Hangeng bantuin aku dong” pekiknya panik. Terlihat wajah Hangeng tegang dan membiru—ia tersedak sebentar lalu membantu Wookie mengangkat tubuh Sungmin keluar—ke arah UKS

Kyuhyun yang baru sampai tidak langsung masuk ke dalam kelas, ia terkejut karena Hangeng malah membawa istrinya yang tidak sadarkan diri. Kyuhyun menghampiri mereka berdua dengan wajah penuh kecemasan, “Minnie…” sekarang Kyuhyun berkeringat dingin, “dia sakit? Terus kenapa pingsan? Hangeng??” tanyanya bertubi tubi sambil mengambil alih untuk membawa Sungmin ke UKS

Hangeng dan Wookie menggeleng bersamaan, “dia masuk lalu menangis dan waktu gw tanya udah pingsan aja” jelas Wookie dengan mata penuh arti, “pasti ini gara gara lo ya Kyuhyun?” tebaknya seratus persen benar.

Kyuhyun gelagapan menjawab pertanyaan Wookie, “itu..gw..” di saat seperti itu, Sungmin malah sadar, ia menggeliat tertahan dan langsung melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun, “Kau selingkuh!” tuduh Sungmin lalu pergi meninggalkan tiga orang yang ternganga dengan kejadian barusan

Hangeng yang pertama kali bereaksi, “lo bisa selingkuh??”

***

Sepanjang hari di sekolah Kyuhyun berusaha meyakinkan Sungmin setiap saat. Tetapi Sungmin ujung ujungnya hanya terus menangis dan mengulang kata kata yang sama

‘Selingkuh’

Untung saja Kibum menahan tangan Chulie ketika ia ingin memukul Kyuhyun karena berani menyakiti Sungmin. Chulie amat marah ketika mendengar berita heboh tadi pagi, “Ya! Kau! Baru semalam aku bilang! Malah berulah?! Kasian Minnie tau ga?!” bentak Chulie di depan kelas saat jam istirahat. Kyuhyun hanya bisa menunduk kalah—dia kan memang tidak pernah menang jika saudara kembarnya sudah marah besar seperti ini, “tapi Heenim….aku tidak selingkuh..Zhoumi cuma menyatakan perasaan dan sudah kutolak juga” sanggah Kyuhyun tidak terima

“Zhoumi?! Manajer klub basket St Agatha?” cecar Kibum yang dari tadi diam di belakang Chulie. Kyuhyun mengangguk, “aishh pantas saja dia menanyakan nomor te…le…” ucapan Kibum terputus ketika Chulie berganti menatapnya dengan tatapan menusuk. Kyuhyun menahan napas lalu Chulie berbalik memarahi Kibum sambil berkacak pinggang, “kenapa malah kamu kasih ha?!”

Hingga sekolah usai, Sungmin terus menghindari sosok yang bernama Kyuhyun. Jangan di tanya berapa kali Kyuhyun mencari cari Sungmin saat jam istirahat, saat pergantian pelajaran tetap saja Sungmin dapat menghilang sekejap.

Bahkan Hangeng tidak mau membantu Kyuhyun kali ini, “bukannya gw mau ikut campur..tetapi lo keterlaluan..mata Sungmin udah bengkak gara gara lo” lapor Hangeng teman sebangkunya

Akhirnya Kyuhyun sengaja keluar cepat saat bel pulang berbunyi dan mengeluarkan motor lalu menunggu di depan gerbang. Sungmin tidak bisa kabur kali ini, pikir Kyuhyun

Namun alam berkehendak lain sesuai dengan keinginan sang Author gila yang senang sekali membuat Kyumin menderita

*hahahha*

*masa authornya terus yg sedih, sekali kali cast juga dong!*

#gila

Bukan Sungmin yang datang menghampiri Kyuhyun tetapi Zhoumi.

Wanita ini tergopoh gopoh datang bahkan sedikit berlari kecil ketika melihat sosok Kyuhyun di depan gerbang. Berarti Zhoumi tidak harus mencari Kyuhyun ke dalam sekolah. Ia tersenyum berseri seri lalu menepuk pundak Kyuhyun dari belakang, “hai” sapanya bersemangat

“EH?” Kyuhyun spontan mundur 5 langkah ke samping. Agaknya takut jika kali ini Zhoumi berbuat macam macam. Zhoumi tersinggung melihat sikap Kyuhyun tetapi dia buang pikiran itu jauh jauh dan kembali mengajak Kyuhyun berbicara, “masih ingat aku?” candanya—berusaha mencairkan suasana

Biarpun begitu, Kyuhyun tetap mengacuhkan Zhoumi sambil tetap mencari sosok Sungmin yang tak kunjung datang. Sekarang mereka berdua malah kembali menjadi tontonan murid lain di depan gerbang

“Mau apa sih lo?! Jangan berdiri dekat gw! Nanti bisa bisa..” perkataan Kyuhyun terhenti ketika seorang yeoja yang amat di tunggunya dari tadi sudah berada di dekat dia dan Zhoumi.

“Minnie..” lirih Kyuhyun putus asa. Sungmin tidak peduli, ia makin kesal—menatap marah ke arah Zhoumi kemudian berlalu meninggalkan mereka sekaligus beberapa orang yang berkerumun di sana

“Minnie, aku bilang tunggu!” teriak Kyuhyun tidak terima—ia hendak pergi mengejar Sungmin jika tangan Zhoumi tidak menahannya, “itu toh istri kamu? Ngga jauh lebih baik dari aku” sindir Zhoumi tajam. Kyuhyun berbalik dan menoleh tidak percaya—ia menghempaskan tangan Zhoumi yang melingkar di lengan, “belum pernah seumur hidup gw kasar sama cewek, tapi lo udah keterlaluan! Dia istri gw! Kalau lo menghina dia sama aja lo menghina gw! Ngerti!” bentak Kyuhyun keras. Lagi lagi Kyuhyun mempermalukan Zhoumi di depan umum, saat Zhoumi ingin berteriak protes tiba tiba datang sosok dua lelaki yang kemarin bertengkar di depan rumah Kyumin

“Mimi?” panggil Siwon sambil menyeruak masuk ke dalam kerumunan. Ia berdiri tepat di hadapan Zhoumi yang masih menatap penuh geram ke arah Kyuhyun berlari, sebaliknya Yesung terburu buru menyusul Siwon mendekat—ia bertatapan sinis satu sama lain sambil mengajak Zhoumi berbicara, “Mimi..kamu kan pelanggan di supermarket kami?” tanya Yesung tidak penting.

Siwon dan Yesung tidak tahu jika sekarang bukan saat yang tepat untuk mengajak Zhoumi berbicara, wanita anggun itu berbalik—wajahnya yang cantik mengkerut hingga memperlihatkan kemarahan tak terkira, “berani…beraninya…dia…” suara Zhoumi bergetar penuh emosi

Siwon meletakkan tangannya di pundak Zhoumi—sok akrab, “kamu kenapa?” katanya peduli. Yesung yang tidak terima langsung melepaskan tangan Siwon, “jangan pura pura kenal!” bantahnya kesal

“KAU! Apa urusanmu?! Ha?!” ucap Siwon sambil melotot ke arah Yesung

“Urusan gw dong!!”

Mereka berdua terus berdebat hingga….

“WOI! Bisa berhenti ngga?!” teriak Zhoumi ala preman pasar. Wajahnya yang anggun berubah menakutkan terang saja Siwon dan Yesung mundur beberapa langkah sambil menundukkan kepala, “maaf” koor mereka terpadu. Kompak kalau udah di marahin sama seperti tadi malam
Zhoumi pergi keluar dengan nafas menggebu—menahan amarah yang sebentar lagi akan keluar. Melihat itu, Siwon langsung menyalahkan Yesung dengan menyikut lengannya, “kau sih? gw kan ngga mau di benci sama Mimi” Yesung melongo tidak percaya, “ kau?! Jangan bilang dia dengan nama kecil! Sengaja banget tuh?!” sungutnya kesal

Siwon dan Yesung kembali adu mulut dengan kencang.

Semua murid yang sadar dengan tontonan tidak bermutu ini akhirnya membubarkan diri dan membiarkan kedua orang bodoh berantem tidak jelas. Memperebutkan sesuatu yang tidak pasti

Kyumin Place

Sungmin membanting pintu depan keras kemudian berlari masuk ke dalam kamar, menguncinya lalu duduk di meja belajar sambil menangis kembali.

KREKK

Pintu depan rumah terbuka lagi. Kyuhyun berjinjit pelan ke arah kamar, ia mengetuk pelan, “Minnie…buka dong” bujuknya

“Hueeeee…..” suara tangisan Sungmin terdengar hingga keluar. Mendengar itu Kyuhyun makin panik. “Minnie buka! Atau aku dobrak!!” bentaknya tidak sabar. Ancaman Kyuhyun berhasil, Sungmin berhenti terisak dan mengangkat kepala dari atas meja, “kalau aku ngga buka terus di dobrak, berarti harus bikin pintu baru…duit dari mana…” Sungmin menimbang nimbang. Bukan karena pelit atau apa, cuma Sungmin sedang menghemat uang belanja yang tinggal sedikit akibat membuat pesta untuk Kyuhyun kemarin

Mau tidak mau, suka tidak suka Sungmin membuka pintu sambil memasang muka perang. Dia tidak segampang itu memaafkan orang yang telah menyakitinya—terutama jika orang itu adalah orang yang paling dekat dan paling di percaya

Ketika pintu terbuka lebar, Kyuhyun langsung merengkuh wajah Sungmin dan menatapnya baik baik, “kenapa menangis? Kan aku sudah bilang maaf” kali ini Kyuhyun melembutkan suaranya agar Sungmin tidak lagi salah paham

“Hueeee..hiks…hiks..” Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun dan menangis kencang sambil membenamkan wajahnya ke dalam, “kamu suka sama dia?” tanya Sungmin teredam

“Ngga!” jelas Kyuhyun seraya berbalik memeluk Sungmin, kepala Kyuhyun menunduk dan mencium pucuk kepala Sungmin, “kamu kenapa sih Minnie..kok jadi cengeng gini, waktu ada masalah sama Wookie…kamu ngga sampai menangis?” Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin dan menghapus bekas bekas air mata di kedua sisi, “aku juga ngga tahu..akhir akhir ini aku ngga mau kehilangan kamu..aku ngga tahu kenapa” bisik Sungmin sambil menyeringit

Kyuhyun tertawa lebar sambil menggoyangkan tubuh Sungmin ke samping, “itu berarti kau mencintaiku” kelakar Kyuhyun namun Sungmin tetap menggeleng, “bukan..ini beda….aku…” Sungmin menunduk dan meredupkan pandangan dari Kyuhyun, “entahlah…tapi awas kalau kau berani selingkuh!” ancam Sungmin serius

Lengan Kyuhyun mendarat mulus di dahi Sungmin—memeriksa kondisi tubuh istrinya yang semakin lama semakin aneh, “tidak panas…”

“Ya!!! Aku serius?!” kata Sungmin melotot kesal. Kyuhyun menarik nafas berat dan mengangguk perlahan. “aku janji”

Mereka terus berpelukan hingga..

“Kyu?” panggil Sungmin dengan suara lemah

“hmm?”

Wajah Sungmin menyembul dari balik tubuh Kyuhyun, ia menyengir lebar sengaja, “aku lapar lagi”

GUBRAKKK

Karena Sungmin tidak sempat memasak makan siang (akibat menangis terus menerus) Kyuhyun terpaksa memesan makanan cepat saji. Kali ini Kyuhyun juga tidak habis pikir bagaimana mungkin porsi makan Sungmin bertambah terus kian hari, lihat saja dia sudah menghabiskan 4 dus Pizza ukuran keluarga seorang diri sedangkan Kyuhyun hanya kebagian seperempat dus sebagai jatah.

“Kenyang” Sungmin menselonjorkan kaki dan menepuk perutnya dengan sayang. Siapapun yang melihat keadaan meja makan sekarang pasti mengira jika Kyuhyun dan Sungmin baru mengundang beberapa orang untuk makan bersama—bukan makan berdua

Keadaan Kyuhyun yang melamun sambil terus menatap Sungmin membuat Sungmin agak heran, “Kyu, ngga mau makan tuh pizza? Kalau ngga mau buat aku aja?” tawar Sungmin tidak tahu diri

Kedua mata Kyuhyun mengerjap seketika, dengan sikap kekanak kanakan Kyuhyun menyimpan bagiannya dari pandangan Sungmin, “enak aja! Kamu bisa bikin aku bangkrut sekaligus kelaparan dalam waktu bersamaan tau ngga?!” baru dua kali mentraktir Sungmin makan namun Kyuhyun sudah menghabiskan 15000 won untuk istrinya seorang

Ck ck ck boros amat

TING TONG

“Biar aku aja yang buka” Sungmin berdiri membiarkan Kyuhyun menikmati makan siangnya yang tersisa, “siapa Minnie?” tanya Kyuhyun dari arah ruang makan. Namun tidak ada jawaban sama sekali dari Sungmin

Suasana Hening

Kyuhyun melap mulutnya yang belepotan dan menyusul Sungmin ke depan, “kok ngga di jawab si…”ucapan Kyuhyun terhenti ketika melihat sosok Zhoumi di depan rumah mereka

Seperti biasa Sungmin berdiam diri—menatap Zhoumi tajam. Kedua mata Sungmin mulai berkaca kaca. Kyuhyun segera menenangkan Sungmin sebelum terjadi perang dunia ke 4, “Minnie kamu ngga apa apa kan?” tanyanya khawatir

Tetapi Sungmin malah mengacuhkan Kyuhyun, “ngapain kamu kemari?” tanya Sungmin singkat padat dan jelas. Zhoumi mendongak sombong, “aku mencari Kyuhyun, bukan kau” bisiknya sedingin perkataannya tadi pagi

“Kau?!” tangkas Sungmin kesal

Berusaha menghindari kekacauan, Kyuhyun langsung melerai mereka berdua, “ya! Stop! Zhoumi, aku bukan mau bermaksud kasar sekali lagi, tetapi kan aku sudah bilang, tidak..susah sekali untuk meyakinkanmu” ucap Kyuhyun kehabisan akal

“tapi….” Zhoumi mengepalkan kedua tangan—menahan amarah, “biarkan aku bicara berdua denganmu” kali ini tidak ada paksaan, suara Zhoumi melemah. Kyuhyun akhirnya hanya bisa mengiyakan permintaan Zhoumi, namun sekarang masalahnya Sungmin agak sensitif

Kyuhyun berbalik dan menaruh kedua tangan di pundak Sungmin, “Minnie ijinkan aku ngobrol bentar sama dia..sebentar aja, biar masalah ini bisa beres, please..” tampang Kyuhyun memelas.

Tidak ada reaksi. Wajah Sungmin yang biasa ceria mendadak diam dan langsung masuk ke dalam rumah lalu membanting pintu di depan Kyuhyun

“Aish..lihat kan? ini gara gara lo! Udah kita bicara di taman aja” dengus Kyuhyun. Walaupun begitu Zhoumi menyeringai karena setidaknya berhasil membujuk Kyuhyun. Mereka berdua tidak tahu—jika ada dua orang namja yang mengikuti mereka dari belakang

“gila! Si Kyuhyun udah punya Sungmin masih mau nerima Zhoumi!! Awas!!” gerutu Siwon kesal di belakang Yesung malah termangu mendengar ucapannya itu, “elo naksir sama Zhoumi?” kata Yesung untuk penjelasan, “iyalah! Dan elo juga suka kan, makanya tadi sok akrab” Siwon meremehkan Yesung seraya menatap dari atas ke bawah, “pokoknya dia milik gw!” gertaknya tidak takut

“tunggu!” Yesung menghentikan pertengkaran..wajahnya memancarkan kebingungan, “gw ngga suka dia..”

“ha? Terus kemarin kita berantem abis ketemu di pesta Chulie itu…” Siwon terkaget kaget. Yesung mengingat ingat kejadian semalam

Memang benar Zhoumi di undang oleh Chulie karena merupakan tetangga baru di komplek mereka—apalagi mereka seumuran meski beda sekolah sehingga Chulie tidak enak jika tidak mengundang Zhoumi ke pesta

“Gw marah gara gara…lo ngomong sama dia” jelas Yesung membuat Siwon makin tidak mengerti, “terus…berarti lo cemburu kan?”

“Bukan..bukan…gw kira..karena lo ngomong mau deketin adik Zhoumi, soalnya gw pertama juga ngomong gitu sama dia—eh malah di marahi terus tiba tiba lo datang mendekat, gw kira lo juga mau deketin adeknya” masalah rebut merebutkan menjadi clear, Siwon tertawa hambar, “jadi kita cuma salah paham?? Berantem semaleman, berebut pas pulang sekolah??? Aaaaaaaaaaa”

Berbeda dengan Siwon, Yesung malah terlihat berseri seri, “berarti gw ngga punya lawan untuk menaklukkan si Mochi dong”

“emang adeknya cantik?” selidik Siwon—sekarang mereka berdua malah ngobrol layaknya teman akrab, “cantik—imut gitu hehehe, tapi hati hati Siwon..si Zhoumi kan suka sama Kyuhyun tuh..saingan berat” Siwon baru sadar jika mereka sudah kehilangan jejak Zhoumi dan Kyuhyun

“Arghh, mereka…”

Dengan panik Siwon berlari sambil melihat ke sekeliling karena tidak ingin ketinggalan Yesung pun mengikuti Siwon dari belakang

Langkah kedua namja ini berhenti ketika melihat Kyuhyun dan Zhoumi berbicara di dalam taman. Mereka saling berhadapan, biar tidak ketinggalan Siwon dan Yesung mengendap endap masuk ke rerumputan dan mulai menguping

“Apalagi mau lo?” tanya Kyuhyun malas

“Aku kan udah bilang kita harus pacaran” tegas Zhoumi tidak tanggung tanggung

“Ngga bisa” selesai menjawab Kyuhyun hendak segera pergi tetapi kali ini Zhoumi menghalaunya, “kasih tahu aku alasannya?”

“Alasan?” Kyuhyun menaikkan sebelah alis—tidak percaya, “banyak! Aku sudah menikah, aku tidak mencintaimu, aku tidak punya perasaan apa apa…ok? Kau hanya buang buang waktu” sindir Kyuhyun keras

“Tapi…” Zhoumi mencari cara agar bisa menahan Kyuhyun, “kita serasi! Aku wanita anggun berpendidikan dan merupakan juara umum di sekolah..dan kau…kau juga tampan dan murid terpintar..see? kita serasi untuk menjadi pasangan” kata Zhoumi terus terang

Kyuhyun berbalik dan memainkan cincin pernikahan di jari manis, “apakah kau mencintaiku?” Zhoumi tersentak dengan pertanyaan itu, “untuk apa? Kita sudah sempurna…terkadang cinta itu tidak penting” kali ini Kyuhyun berkali kali membuang helaan nafas dan memandang kejauhan—entah kenapa pikirannya hanya berpusat pada Sungmin

“Cinta membuatku sempurna, dan Sungmin orang yang tepat..bagaimana bisa kau memaksakan aku menjadi kekasih jika tidak saling mencintai, mustahil” ejek Kyuhyun

Tatapan Zhoumi mendelik, “dari dulu aku percaya jika keserasian adalah tolak ukur pertama dalam hubungan pria dan wanita, cinta bisa di pupuk”

“Nah” Kyuhyun mengangkat kedua tangan, “kalau begitu kita berbeda..aku tidak se sempurna yang kau kira, Minnie maksudku istriku, bisa menunjukkan seribu kelemahanku kepadamu…meskipun begitu dia bisa menerimaku…utuh..” Kyuhyun menatap dengan rasa kasihan kepada Zhoumi,  “kau tidak mencintaiku, berarti aku tidak menyakitimu jika sekarang pembicaraan ini sudah selesai dan satu lagi”

Kyuhyun melangkah dan ketika matanya bertatapan langsung kepada Zhoumi, ia terkejut. Untuk sesaat Kyuhyun terlihat berbeda—jauh…jauh lebih menakutkan, “aku tidak suka sikapmu pada Minnie…jika sekali lagi, kau datang mengganggu kami terutama Minnie…kau akan tahu akibatnya” ancam Kyuhyun tanpa ampun

Keadaan tiba tiba hening

Meskupun begitu Siwon dan Yesung yang berada di balik rerumputan tahu betapa serius gertakan Kyuhyun barusan, “tuh anak kalau udah urusan Sungmin pasti galak banget” pendapat Yesung—berkaca dari pengalaman, “iya…eh Mimi gimana?” Siwon mengintip dari sela sela daun

Sosok Zoumi yang anggun berubah. Dia memaki maki dengan suara keras, “baru kali ini!!! aku di tolak!!!! Ya!! Kyuhyun!!! Aku bisa mencari namja yang jauh lebih tampan darimu!!! Memangnya di kira hanya kamu lelaki di dunia ini ha?!!” sesudah menumpahkan segala kekesalannya Zhoumi menendang salah satu tempat sampah hingga terpental membuat Siwon dan Yesung yang masih menyaksikan dari belakang layar ternganga lebar

“Siwon, masih yakin mau deketin cewek monster kayak gitu, cantik sih cantik…tapi..ganas..” mata Yesung yang sipit membulat ketika Zhoumi meninju salah satu tiang listrik di dekatnya

Siwon mengangkat pundaknya, “udah terlanjur naksir gimana dong?? Tapi bakalan susah deh…iya bener kata lo, ganas”

Nafas Zhoumi tidak teratur, penghinaan yang di berikan oleh Kyuhyun terlalu menyinggung harga dirinya sebagai perempuan terhormat. Dia ingin sekali mematahkan ranting ranting sebuah pohon kecil, tak jauh dari tempat Siwon dan Yesung bersembunyi tetapi panggilan seseorang membuat Zhoumi menoleh

“Mimi?” sosok yeoja yang kelihatan jauh lebih muda beberapa tahun menghampiri Zhoumi, “ngapain kakak di sini?” tanyanya sambil membetulkan letak kacamata di hidung

“itu dia” bisik Yesung senang

“siapa?” tanya Siwon

“itu Mochi-ku adik Zhoumi” Yesung menatap sayang sosok perempuan mungil yang sedang mengajak Zhoumi berbicara

“Mochi!!!! Kyuhyun menolakku..” Zhoumi memeluk tubuh adiknya namun tidak ada setetes air mata yang keluar. Mochi memutar kedua matanya—tidak terkejut, “habis kakak aneh aneh aja, udah di bilang jangan! Kakak kalau mau nembak orang liat dulu latar belakangnya, udah tahu suami orang tetap aja..” nasihat Mochi jujur

Zhoumi mengangguk angguk kemudian melepaskan pelukan mereka berdua, “aku kan mau punya pacar yang serasi—sama sepertiku..tapi Kyuhyun bilang..cinta..apa itu cinta…omong kosong” gerutu Zhoumi mengejek

Mochi duduk dan menggandeng kedua tangan Zhoumi, “nanti kakak juga tahu rasanya jatuh cinta” dia tersenyum manis lalu melihat ke sekeliling taman yang berantakan akibat perbuatan kakaknya, “Mimi!!!! Kok jadi kotor!!! Bereskan! Ngga enak kalau ketahuan orang lain…..” cecar Mochi tegas

Tubuh Zhoumi melemah, “iya deh, putri kecil” sindirnya sayang dan mulai memunguti sampah yang berserakan di sekitar mereka

Siwon yang melihat perubahan sikap Zhoumi makin terheran heran, “singa gunung takluk sama anak panda” perumpamaan kepada kedua kakak beradik tersebut

“Siapa dulu dong, Mochi….” Suara Yesung melembut ketika menyebutkan nama sang pujaan hati

Siwon merangkul pundak Yesung saat mulai berbicara, “tapi jalan kita ngga mulus…kayaknya susah naklukin mereka” Yesung melirik Siwon penuh arti, “saling bantu gimana?” tawarnya

Siwon mengulurkan tangan kepada Yesung yang langsung di sambut hangat, “teman?”

“teman” balas Yesung semangat

Kyumin Place

“HUEEEEE”

Sungmin terisak isak duduk di sofa sambil menonton telenovela. Satu kotak tissu sudah ludes untuk mengelap air mata dan lendir yang keluar dari hidung Sungmin. Setiap ada adegan sedih, Sungmin spontan mengambil tissu lalu mulai menangis lagi, dia bahkan tidak sadar jika Kyuhyun sedang mengendap endap dari belakang

“Hiks…hiks..hiks…” Sungmin masih berkonsentrasi menonton sedangkan Kyuhyun menyeringai jahat, meraba pundak Sungmin halus.

“Eh?” Spontan tubuh Sungmin merinding—ketika dia menengok ke belakang tidak ada siapa siapa, dengan cepat Kyuhyun jongkok untuk bersembunyi. “Mungkin cuma perasaanku” pikir Sungmin sambil lanjut menonton telenovela

“hihii” Kyuhyun mengangkat tubuh dari balik sofa dan menepuk pundak Sungmin agak keras dan saat Sungmin berbalik untuk menoleh, Kyuhyun berteriak penuh horor, “HAAAA”

“Hyaaaaa” karena kaget Sungmin terlonjak dan berdiri di atas sofa.

“hahahahhaha” tertawa penuh kemenangan keluar dari mulut Kyuhyun, “misiku berhasil hahaha”

“Kau?! Aku sedang serius nonton tahu, ini ceritanya sedih banget!!!” karena tidak mau ketinggalan, Sungmin membiarkan Kyuhyun menertawakan dirinya dan kembali duduk

Kyuhyun yang sadar jika Sungmin tetap acuh, akhirnya memaksakan diri menonton telenovela, “sejak kapan seorang Sungmin suka film romantis, bukannya kita berdua paling anti?” selidik Kyuhyun sambil menaruh tangannya di pundak Sungmin

Adegan di tv memperlihatkan seorang wanita yang di usir oleh suaminya karena melahirkan anak yang tidak dia inginkan—membuat Sungmin bersiap siap mengambil tissu saat menangis, “aku juga ngga tahu..hueeee…liat Kyu…tega banget suaminya hue…hiks..hiks..” Sungmin menangis di dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa menepuk nepuk tubuh Sungmin supaya lebih tenang, “iya emang sedih banget” ejeknya terus terang

Pikiran Kyuhyun berkutat melihat Sungmin yang semakin lama semakin aneh. Ada sesuatu hal—Kyuhyun tidak tahu itu apa, tetapi membuat Sungmin terlihat beda.

“Kenapa melihatku terus?” selidik Sungmin ketika menatap mata Kyuhyun yang agak kosong, “ngga..cuma…aku rasa kamu—

TING TONG

“Hmm, biar aku saja, kamu lanjutkan menonton” kata Kyuhyun seraya bangkit berdiri membukakan pintu

“hai!!!”

“Umma?”

Teuki datang bersama seseorang adjumma yang menggendong sebuah bayi. Kyuhyun mempersilahkan masuk lalu memanggil Sungmin, “Minnie, Umma datang”

“Umma!!!” Sungmin datang berlari kecil menyambut mereka, “kenapa tiba tiba datang? Kami bisa ke sana kok” ucapnya tidak enak karena jarang sekali Sungmin dan Kyuhyun main ke rumah orang tua mereka

Teuki menggeleng sambil melambaikan tangan, “tidak usah repot repot..sebenarnya Umma kemari mau minta tolong” katanya salah tingkah. Teuki bertukar pandangan dengan Adjumma yang datang bersamanya

“Ini teman Umma waktu SMA dulu, kami mau belanja untuk keperluan reuni lusa besok, tapi..” Pandangan Teuki beralih ke arah bayi yang sedang di gendong, “boleh tidak Umma titip Ryun kepada kalian” pinta Teuki dengan wajah memelas

“Tidak”,  “Ya” jawab Sungmin dan Kyuhyun bersamaan

Mereka saling melirik sekarang

“Ngga apa apa Kyu, aku senang anak kecil kok” kata Sungmin, ia menggoda wajah bayi yang sedang tidur di pangkuan ibunya, “umurnya berapa Adjumma?”

“Ryun baru berumur 10 bulan” jawab sang Adjumma ramah

*ps : itu Adjumma bukan gw ok? Wkwkkww*

“Oh” wajah Sungmin berseri seri ketika mengelus pipi Ryun yang masih merah, “Kyu…” suara Sungmin terdengar membujuk

Lagi lagi Kyuhyun hanya bisa mengalah, “iya deh, kami mau tapi Umma, ngga lama kan?” tanyanya sangsi

Teuki menunggu temannya menyerahkan sang bayi dengan hati hati kedalam pelukan Sungmin kemudian mereka beranjak dari atas sofa, “ngga kok, paling sampai sore”

Sungmin menggendong anak itu serta berayun pelan supaya Ryun makin pulas tertidur. Melihat ketertarikan Sungmin, Teuki diam diam tersenyum penuh arti. Di balik punggung dia berhigh five dengan teman ‘SMA’ nya itu

“Kami pergi dulu, semua kebutuhan Ryun ada di tas ini, jangan lupa dia harus di kasih makan, mandi dan ganti popoknya Minnie” pesan Teuki ketika terburu buru berjalan keluar, tadinya Kyuhyun hendak mengantar mereka namun Teuki langsung menolak, “tidak usah repot repot Kyu, kamu dampingi Minnie saja, nanti dia pasti kerepotan” ujarnya sedikit bersemangat saat menutup pintu depan

Kyuhyun menggaruk garuk kepalanya, “aduh…yang satu beres…eh ini ada lagi” ia bersungut sungut sambil masuk ke dalam ruang tamu. Kyuhyun bersandar ke dinding, melipat tangan di dada seraya menatap sosok Sungmin yang sedang sibuk menidurkan Ryun dari jauh

Wajah Sungmin terus tersenyum, dia terus bersenandung lagu nina bobo sambil mengelus elus sayang

Tanpa sadar bibir Kyuhyun mengulas sebuah senyuman, “tapi tidak buruk juga” Kyuhyun berjalan menghampiri Sungmin, duduk di sebelahnya dan ikut melihat wajah Ryun dari dekat, “dia tampan Kyu” bisik Sungmin

“Tapi pasti lebih tampan anak kita nanti” balas Kyuhyun yang malah mencubit pipi Ryun gemas

Dari luar rumah

Teuki dan temannya berjongkok di depan kaca rumah Kyumin. Wajah mereka berseri seri ketika melihat Kyuhyun dan Sungmin duduk bersama dengan seorang bayi di tengah tengah mereka.

“Ah..aku bisa membayangkan jika itu adalah cucuku” ujar Teuki rindu

“tenang saja, aku yakin naluri keibuan Sungmin akan keluar dan membuatnya ingin punya anak” bisik temannya terkikik

Teuki menoleh lalu tersenyum licik, “plan A sudah berjalan, sekarang tinggal menghubungi Eunhyuk untuk menjalankan plan B, ayo” Mereka berdua mengendap endap keluar dari pekarangan rumah dan berjalan girang sambil meributkan rencana mereka yang berikutnya

Apa itu?

TBC

13 responses to “≈No Other Like U-Thirty-{It’s Complicated}≈

  1. “……… menggendong sebuah bayi.”
    sebuah?
    Author…..!!!!!
    bukan sebuah thor.. salah….
    tapi seekor….!!! #jderrr

    *author+reader sama2 sarap*

  2. pensaran banget nih sama perubahan sikp ming..

    masak hamil sih?! tapi kpn ngelakuinnya coba, msk di lap basket?! #pusingsendiri~

  3. waahhh..minnie kenapa jd nambah porsi makannya..
    waahhh..ada bayi nih di tengah2 kyumin

  4. minnie hamil nih!!! haha pasti!! msa bsa brubah drastis gtu? kan g mgkin🙂 asyik”
    y ampun serem y si mimi tkt boo~ tp mochi ttp manis!! ska !! hahaa

  5. da pa nih ma minnie,kok porsi mkn’a mkn byk’kyk org hamil ja,tpi msa sih?kpn ngelakuin’a ya,,

    wah pra ortu pda buat rncna?
    lanjut

  6. Minnie jd aneh ==a
    Zhoumi….relain Kyu yah, ga usah d kejar” lagi…tuh masih ada Siwon hehe
    aduh ni para ibu pnya rencana apa lagi dah! pake bawa” bayi segala~

  7. aduhh zhoumi padahal tau kyu udah punya istri tapi tetep aja mau nembak. lihat tuh malah di tolak mentah mentah sama kyu.
    orang kyu cinta mati sama minnie jadi mana mungkin ninggalin minnie hanya demi zhoumi.
    udah mending sama siwon cocok kok.. yesung sama henry? boleh lah.
    wahh apalagi rencana orang tua kyumin nih?
    sungmin beneran suka anak kecil ternyata.
    udah cepetan punya anak biar keluarga kecil kalian tambah lengkap. biar orang tua kalian seneng dan ga ngerencanain rencana yang aneh aneh lagi.

  8. Sbenarnya ming kenapa ?? Knpa sifat nya bisa berubah jd mellow begitu ??

    Renacana teuki umma boleh juga tuch.., biar minnie jd pengen punya ank juga.. Kekeke😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s