≈No Other Like U-Thirty Four-{Flaming Charisma}≈

“Masa gini aja masih ngga bisa!!! Inget besok kita udah UTS?!!!” gertak Kyuhyun tidak bisa menahan diri lagi. Sungmin menunduk, tangan kanannya memainkan pensil sambil melirik ke buku tulis—berusaha mencari jawaban yang benar

Kyuhyun merobek hasil pekerjaan Sungmin lalu menaruh lagi di atas meja, “kamu cari sampai betul!! Masa rumus Net Present Value aja ngga tahu????!!!” Kyuhyun melipat dada, melayangkan tatapan mengancam kepada Sungmin yang langsung menulis ulang

“Ini” Sungmin menyerahkan hasil pekerjaannya, Kyuhyun meneliti rumus yang ada di situ, ia berdecak kesal sambil menatap Sungmin, “masih salah!!!! Kamu tuh—

Baru saja Kyuhyun mau marah marah, Sungmin malah melihat Kyuhyun dengan sedih. Kedua mata Sungmin melirik ke samping kanan kiri, mulutnya maju ke depan dan kedua bahu lunglai ke bawah, “aku bego banget” bisik Sungmin menyalahkan diri sendiri

“Ngga….” Bujuk Kyuhyun malah merasa bersalah, “gampang kok”

Sungmin bertatapan langsung kepada Kyuhyun, bibirnya terulas sebuah senyum—senyum yang membuat Kyuhyun mau bunuh diri karena bisa luluh seketika apapun kemauan Sungmin, “Sini..kamu hapalin dulu rumus di dalam akar, satu minus satu per satu plus n pangkat r baru di luar akar di kurang satu lagi baru setelah itu semua di bagi dengan r, ngerti?”

Sungmin menguap lebar, ia meselonjorkan tubuh agar bisa bersandar di belakang bangku, “aku capek Kyu, kita tidur aja” pinta Sungmin

“tapi—

“please” kali ini Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun sambil tersenyum manis

Kyuhyun mendadak kaku, ia menyipit curiga—Sungmin sengaja melakukan itu, dia tahu jika Kyuhyun akan menurut kalau Sungmin sedang tersenyum seperti tadi

“Kenapa sih semenjak kamu hamil, kamu lebih….” Kyuhyun berhenti, ia berusaha menemukan kata yang tepat

“Lebih apa?” goda Sungmin menyeringai lebar

Kyuhyun menaikkan sebelah alis, “lebih terlihat cantik” kata kata itu terluar begitu saja saat Sungmin kembali mengeluarkan senyum khasnya

“hehehehe….” Sungmin tersenyum lagi. Melihat itu Kyuhyun kesal, ia mengangkat tubuh Sungmin, menggendongnya lalu menidurkan Sungmin di atas kasur, “kamu sangat berbahaya malam ini Nona, jadi cepat tidur” sungut Kyuhyun yang berdiri untuk mematikan lampu kamar kemudian bergabung di sebelah Sungmin

Sungmin tertawa keras, ia mencari cari tubuh Kyuhyun dalam gelap. Setelah meraih lengan Kyuhyun—Sungmin menggeser posisi tubuh lalu menghadap ke samping. Tetapi wajah Sungmin menabrak sesuatu—sesuatu yang lembut, sesuatu seperti….

“maaf, aku tidak sengaja” Sungmin langsung menarik diri saat sadar itu apa. Kyuhyun terkekeh senang, “ternyata kau agresif juga sekarang, berani menciumku duluan”

“Tidak! Aku kira itu tubuhmu!!” elak Sungmin malu malu—untung keadaan kamar gelap kalau tidak Kyuhyun akan semakin tertawa keras jika melihat wajahnya yang memerah

“Iya, sekarang kita tidur nanti bisa terlambat besok” Kyuhyun memeluk Sungmin, ia sedikit kaget mendapati perut Sungmin yang agak membuncit. Kyuhyun berpikir apakah Sungmin akan malu kalau bersekolah dengan perut yang semakin membesar setiap bulan.

“Semoga saja tidak” helaan nafas Kyuhyun semakin berat—ia pasti selalu melindungi Sungmin supaya calon ibu ini tidak stress jika hal itu sampai terjadi. Tidak ada yang boleh membuat Sungmin merasa enggan pergi ke sekolah, walaupun mungkin ada beberapa orang yang akan mencemooh mereka

Tetapi tebakan Kyuhyun meleset. Dia tidak tahu ternyata kehamilan Sungmin malah membalikkan semua fakta yang ada

***

“Kyu kita telat!!!!” Sungmin keluar dari kamar setelah mandi dan berganti baju seragam, dia sudah berlari keluar kalau saja Kyuhyun tidak menahan lengan Sungmin, “bahaya!! Kamu hamil malah lari lari!!” bentak Kyuhyun mencoba lebih tenang, “kita ngga akan telat, aku akan memanggilkan taksi dulu” Baru beberapa langkah Kyuhyun ke arah telepon, Sungmin cepat membantah, “tidak sempat Kyu!! Tinggal 5 menit lagi, kita naik motor aja gimana?” usulan yang langsung di tolak Kyuhyun

“Nggaa!!!” tampang Kyuhyun terlihat ngeri, namun perkataan Sungmin ada benarnya juga—sebentar lagi. Tidak akan sempat memesan taksi lalu baru berangkat, mereka bisa di pastikan telat

“Ayolah” bujuk Sungmin sekali lagi

Kyuhyun berpikir keras, “iya…tapi kamu pegangan kuat” Kyuhyun menarik tangan Sungmin ke arah garasi. Kyuhyun menggas motor perlahan sebelum melaju keluar kompleks

“Ini terlalu pelan Kyu” protes Sungmin dari arah belakang, “ck, ini sudah 40 km/ jam Minnie” sahut Kyuhyun tidak sabar

“Lebih cepat! Keburu…..yah!” di depan mereka, Minnie sudah bisa melihat gerbang sekolah yang sedang di tutup oleh Satpam. Kyuhyun dan Sungmin sampai tepat 4 menit setelah bel masuk berbunyi

Mereka terlambat di hari pertama Ujian tengah Semester

“Aduh, pak!! Ijinin dong, kan cuma telat 4 menit doang” bujuk Kyuhyun sambil menggedor besi besi pagar, sayangnya sang satpam malah mengacuhkan mereka lalu sibuk menonton TV dan bersantap kopi hangat

Sungmin tidak mau menyerah, ia turun dari atas motor lalu menghampiri sisi pagar yang mendekati pos satpam, “Pak Satpam” panggil Sungmin ke dalam

Pak Satpam itu menengok malas, ia bertatapan langsung dengan Sungmin, “apa?” tanyanya jutek

“Bapak kan tahu, kita terlambat sebentar doang, lagian ini hari ujian” bibir Sungmin terulas sebuah senyum tipis—senyum yang membujuk

Pak Satpam mengedipkan mata terkejut, ia mendelik tidak percaya—sesaat wajahnya terlihat hampa

“boleh ya?” tanya Sungmin menahan senyum manis—dia yakin sekali kalau Pak Satpam mau membukakan pintu

“Er…iya” Sang Satpam menggeser pintu gerbang lalu mempersilahkan Kyuhyun mendorong motor hingga ke tempat parkir, Sungmin mengucapkan terima kasih sebelum ikut menyusul Kyuhyun

“Kamu apain dia?” introgasi Kyuhyun dengan pandangan menusuk

Senyum Sungmin makin lebar, ia pura pura berpikir sambil melirik ke atas, “aku kira senyumku itu hanya berpengaruh untukmu, ternyata tidak juga” teori Sungmin seratus persen benar

Kyuhyun menarik lengan Sungmin agar bergegas masuk ke dalam kelas, ia masih tidak bisa menghilangkan raut wajah kesalnya akibat kejadian tadi, “nanti kita bicara! Dan jangan berani sekali lagi tersenyum seperti itu ke orang lain” ancam Kyuhyun

Sungmin menekuk wajah—tidak terima, “kalau tidak ada aku, kita bisa kena hukuman dan tidak boleh ujian Kyu! Kau malah tidak bersyukur” sindir Sungmin tanpa sadar jika mereka sudah sampai di dalam ruang kelas di mana semua murid sedang berkonsentrasi belajar—tetapi buyar karena mendengar pertengkaran suami istri pagi pagi

“Kau?!” unjuk Kyuhyun—ia baru mau membalas perkataan Sungmin ketika Pak Herman berdeham tertahan, “kalian mau ikut ujian tidak?” tanyanya dari meja pengawas

Beberapa murid terkikik, Sungmin dan Kyuhyun yang malu langsung menunduk dan duduk di meja masing masing. Mereka larut dalam konsentrasi mengerjakan soal ujian dan melupakan masalah di gerbang tadi

“Akhirnya selesai juga!!!!” Sungmin berteriak lega. Mereka memang baru selesai ujian Logaritma, masih ada Tata Negara nanti selesai jam istirahat. Kyuhyun terlihat sedang asyik berbicara dengan Siwon sedangkan di meja belakang Chulie bersama Kibum mau bersiap siap keluar kelas menuju ke arah kantin, “Chulie ikut” pinta Sungmin sambil menghampiri mereka

Chulie menoleh lalu mengangguk, “tapi Kyu gimana?”

“Ngga…” Sungmin terlihat salah tingkah, “aku ngga mau bareng dia dulu, soalnya pasti di ajak bera…

“Minnie! Kamu mau kemana?” panggil Kyuhyun dari jauh

Sungmin berhenti berbicara dan melayangkan pandangan sebal ke belakang, “sudah, bareng sama dia aja, nanti marah lagi” kata Chulie memberi nasihat—dia langsung pergi berdua dengan Kibum tanpa menunggu tanggapan dari Sungmin

Melihat sahabatnya sudah pergi, Sungmin tidak punya pilihan lain—ia berjalan malas ke meja Siwon, “apa?” ketusnya

Kyuhyun menaikkan sebelah alis, “aku ngga ngajak berantem kok, mau ke kantin bareng atau mau aku panggil pengurus kantin supaya nganter makanan ke sini” tawar Kyuhyun

Wajah Sungmin berubah, ia tersenyum berseri seri lalu mengangguk penuh semangat, “aku mau ke kantin aja, ayo sekarang!” dengan cepat Sungmin menarik lengan Kyuhyun, “eh..tunggu” Kyuhyun memalingkan muka ke arah Siwon yang geleng geleng kepala melihat pasangan ini, “nanti kita bicarain lagi masalah pertandingan” jelas Kyuhyun

“ok” jawab Siwon sambil membereskan alat tulis

“Ngga mau ke kantin bareng?” ajak Sungmin bingung Siwon masih anteng di dalam kelas yang sudah mulai sepi

Siwon menggeleng, “gw ngga laper”

“Oh ok” Sungmin tersenyum manis sebagai tanggapan—tetapi reaksi itu datang lagi. Siwon terpana dan tidak berhenti menatap Sungmin, Kyuhyun yang melihat temannya mendadak kaku itu, berjalan di antara jarak mereka berdua

Mengertilah Kyuhyun sekarang, dia menarik tubuh Sungmin menjauh lalu menyeretnya keluar kelas. Kyuhyun mengumam kecil dengan tatapan penuh amarah, “kamu ngapain sih?!! Siwon aja pake di godain?! Ha?!” gertak Kyuhyun sambil mereka berjalan kaki

Sungmin belum menangkap perkataan Kyuhyun tiba tiba membelalak kaget, “eh?! Tadi aku tidak sengaja Kyu! Kan aku memang suka senyum. Beneran” bela Sungmin lemah, tetapi dalam hati Sungmin merasa heran—padahal selama ini dia selalu bersikap sama, tetapi kenapa baru sekarang mereka bereaksi aneh, apa mungkin karena ia sedang mengandung?, entahlah. Sungmin mengangkat bahu—berusaha mengacuhkan sindiran sindiran Kyuhyun dari tadi

“Dengar itu!” bentak Kyuhyun untuk terakhir kali tepat saat mereka sampai di kantin, “dengar apa?” tanya Sungmin tersentak dari lamunan panjang

Kyuhyun menghela nafas—sabar lalu mengulang perkataan barusan, “mulai detik ini! kamu ngga boleh senyum sama siapapun kecuali aku, Heenim dan Kibum mengerti!!!”

“ha? Ngga salah?” Sungmin mempertanyakan kewarasan Kyuhyun, “nanti aku bisa di kira sombong tahu!” tolak Sungmin ketika menghampiri warung langganannya, “Pak, aku minta Sate Ayam 4 porsi, Nasi Uduk 3 piring, Ramen 5 mangkuk dan Jus Alpukat, Mangga, Strawberry, Apel masing masing 2” pesan Sungmin lalu menoleh ke arah Kyuhyun yang masih marah sambil melipat tangan di dada, “kamu pesan apa?” bujuk Sungmin—namun selera makan Kyuhyun hilang mengingat kejadian tadi, dia sendiri tidak habis pikir kalau Sungmin menjadi amat berbeda sekarang. Bukan…bagi Kyuhyun, Sungmin tetap Sungmin namun jauh lebih menarik.

Dan ini pertanda bahaya

Kyuhyun mencari tempat duduk kosong kemudian ia menggandeng Sungmin untuk duduk. Mereka masih terdiam bahkan sampai makanan pesanan tiba. Karena menyerah mengajak Kyuhyun bicara, dengan acuh Sungmin mulai makan tanpa peduli jika Kyuhyun malah menontonnnya sekarang

“Huh” Sambil menghela nafas, Kyuhyun mengelap pinggir bibir Sungmin yang belepotan nasi dengan tissu lalu berdiam diri lagi. Sungmin tadinya ingin mengatakan sesuatu—tetapi tidak jadi. Lebih baik dia menunggu sampai mood Kyuhyun membaik

“Sudah selesai?” tanya Kyuhyun melihat semua piring dan gelas di atas meja bersih total—seolah olah tidak perlu di cuci karena tidak ada setetes nasi pun yang tertinggal. Sungmin benar benar kelaparan tadi

“Hmm” angguk Sungmin

“kita bayar” Kyuhyun mendatangi warung tadi lalu menanyakan jumlah semuanya, “berapa pak?”

“sebentar” Pemilik warung mengambil kalkulator untuk menghitung, sementara itu Sungmin berdiri di samping Kyuhyun, melihat bapak itu kesusahan, Sungmin memberitahu kalkulasi jumlah, “semuanya 2300 won kan?” tanyanya memastikan—Sungmin bisa tahu dengan tepat karena sudah biasa memesan porsi seperti itu tinggal di kalikan 3 kali lipat

“Eh bener Neng, makas…ih” Bapak itu mendongak dan menatap takjub ke arah Sungmin yang sedang tersenyum lebar, “kan saya sudah langganan hehehe” tawanya membuat bapak itu menatap penuh kerinduan—seakan akan Sungmin adalah jelmaan istrinya yang telah bertahun tahun meninggal

“Eh? Pak!!” Kyuhyun menggerakkan tangan kanan di depan wajah pemilik warung, “Bapak kenapa??” karena masih tidak ada jawaban, Kyuhyun mengguncang-guncangkan bahu bapak itu agar kembali ke alam nyata, “WOI!!” teriak Kyuhyun kasar

“Ng, sampai di mana tadi Neng?” Bapak itu malah mengacuhkan Kyuhyun dan berbalik ke arah Sungmin, “ngga tadi…jumlah untuk kita bayar bener ngga?” Sungmin mengatupkan mulut karena Kyuhyun sudah melayangkan tatapan mematikan ke arahnya

Bapak itu memainkan kedua tangan—salah tingkah, “ngga usah Neng, gratis kok…tapi lain kali makan di sini lagi yah” pinta Bapak itu malu malu

Kyuhyun sampai merinding melihatnya, “oh makasih kalau begitu” tanpa basa basi Kyuhyun melarikan Sungmin dari kantin dengan sedikit berlari—Kyuhyun bahkan sampai lupa jika Sungmin tidak boleh lelah karena sedang mengandung

“Kyu…sebentar….” Kata Sungmin terengah engah

Kyuhyun melepaskan tangannya lalu berkacak pinggang di depan Sungmin. Sorot matanya dingin dengan bibir terkatup rapat, Sungmin tahu sekali kalau sebentar lagi Kyuhyun bakal membentak dia seperti biasa

“Kamu!! Udah Pak Satpam!! Siwon!!! sekarang ampe penjaga kantin juga kamu godain!!!! Mau kamu apa sih???!!” Kyuhyun menyembur Sungmin tanpa ampun. Memang Sungmin tahu ini kesalahannya tetapi mau gimana lagi, dia benar benar tidak sengaja melakukan semua itu

“Aku ngga tahu Kyu!!” sekarang Sungmin menatap nanar ke arah Kyuhyun, “mungkin benar kata Umma—ini bawaan bayi, lagipula…..” Sungmin mengelus perutnya sambil menghindari tatapan dingin Kyuhyun, “aku kan memang tidak cantik dari dulu, entah ada apa sekarang sampai kalian—para namja bersikap begitu aneh” kata Sungmin merendahkan diri

Nah sekarang Kyuhyun malah merasa bersalah—Sungmin telah salah paham, “bukan begitu,” Kyuhyun merengkuh wajah Sungmin agar menatap dirinya, “kamu memang ngga cantik” ejek Kyuhyun setengah bercanda

“Kau—“ baru Sungmin mau protes, Kyuhyun sudah berbicara lagi, “kamu juga biasa aja” ucap Kyuhyun berusaha jujur

“Tapi…” Mata Kyuhyun berubah lembut saat menatap Sungmin, “Kau hanya milikku, aku tidak suka jika lelaki lain terpesona olehmu”

Aliran darah mengalir deras hingga ke wajah Sungmin—membuat semburat merah tertera di sana. Sungmin bahkan tidak menyimak bagian kalimat lain yang di ucapkan Kyuhyun, “kau cemburu?” tanya Sungmin baru sadar

Kyuhyun menggeram gemas bercampur kesal, “apalagi selain itu!! Udah” tiba tiba Kyuhyun tertarik melihat barisan semut berjalan di dinding sekolah—ternyata sekarang wajahnya semerah Sungmin, “pokoknya kamu ngga boleh senyum senyum lagi!!! Selain padaku, mengerti!!!” perintah Kyuhyun kembali ke sifat awal

“Iya deh” jawab Sungmin pasrah—daripada Kyuhyun tambah marah lebih baik dia menuruti semua kemauan sang suami

Kyuhyun menghembuskan nafas panjang lalu menggandeng Sungmin ke arah kelas mereka di lantai 3 soalnya istirahat akan segera berakhir. Sungmin menatap punggung Kyuhyun dari belakang—dia tersenyum senang karena sifat Kyuhyun yang begitu protektif

Kyuhyun terus berjalan, melewati sekumpulan siswa kelas 3 lain yang masih berada di koridor di depan kelas.Tetapi Kyuhyun bingung karena mereka semua serentak melihat ke arah satu titik—dengan pandangan terbelalak seolah olah ada benda berkilau di belakang Kyuhyun

“Memangnya ada apa…” Kyuhyun menengok ke arah yang mereka tuju—ternyata itu Sungmin

Wajah Sungmin menunduk, bibirnya bergerak menahan senyum tanpa sadar bahwa Kyuhyun sudah berhenti melangkah serta semua orang sedang melihat terpukau ke arahnya

“EH? Ada apa?” tanya Sungmin mendongak heran—namun matanya hanya tertuju kepada Kyuhyun yang kembali menatap tajam, “aku salah apa lagi?” selidik Sungmin mulai kesal

Kyuhyun mengedikkan kepala ke sekeliling, “lihat saja”

Pandangan Sungmin menyapu ke koridor sekolah, “MWO?” Semua orang—tidak perempuan ataupun lelaki fokus menatap Sungmin, seperti terhipnotis

Suasana mendadak hening

“Kyu, sebaiknya kita ke kelas” Sungmin menggenggam lengan Kyuhyun ketakutan agar menjauhi mereka semua. Sesampainya di dalam kelas, Chulie menghampiri meja mereka, “Minnie kamu kemana aja?? Aku cari di kantin tidak ada??” desak Chulie

“Itu nanti aja Heenim, ada yang gawat sekarang” Kyuhyun membisikkan sesuatu ke telinga Chulie—semua kejadian yang berakibat oleh senyum mematikan Sungmin, “hahahaha..tidak mungkin itu Kyu!!! Masa sih” selidik Chulie agak ragu, “coba aku tes, Kibum” panggilnya

Kibum datang dan menghampiri Chulie, “ada apa sayang?”

“Coba kamu menatap Sungmin, Minnie..sekarang kamu tersenyum” pinta Chulie

Sungmin menatap tidak enak namun tetap mengulas senyum manis

Tidak ada reaksi dari Kibum, wajahnya mengkerut—menunggu sesuatu lalu berpaling, “ini ada apa sih?” tanyanya bingung

“Kok lo ngga mempan ya?” Kyuhyun memanggil korban percobaan berikutnya—Siwon

Berhasil, wajah Siwon tercengang sama seperti tadi dan terus menatap Sungmin, ia malah ingin menggapai Sungmin lebih dekat, “kamu cantik banget hari ini” gombal Siwon tanpa sadar kepada Sungmin

Untung saja lengan Kyuhyun di pegang oleh Kibum sehingga tidak jadi memukul wajah Siwon karena sudah berani merayu istrinya sedangkan Sungmin berlindung di belakang Chulie, “ini bukan salahku” elak Sungmin merajuk

“Tapi memang sih, kamu kelihatan tambah manis” Chulie meneliti dengan seksama, “auramu keluar Minnie—mungkin itu yang buat mereka bersikap aneh” jelas Chulie masih memegangi wajah Sungmin

“Pokoknya” Kyuhyun sudah berhasil menenangkan diri, “kamu ngga boleh kemana mana, tanpa bersamaku, Umma dan Appa atau Heenim, ngerti??” nada suara Kyuhyun sedikit meninggi

“Iya” walaupun dalam hati Sungmin tidak setuju—hidup Sungmin akan semakin di kekang selama kehamilan ini berlangsung

___

Sepulang sekolah raut muka Kyuhyun semakin datar—ia menarik Sungmin keluar kelas ke arah parkiran dengan terburu buru, tidak peduli jika beberapa orang *ralat* semua orang melihat ke arah mereka, tercengang

Bisik bisik mereka terdengar beberapa ke telinga Sungmin dan Kyuhyun

“Sungmin kok berubah ya?”

“Iya jangan jangan dia oplas lagi”

“Mungkin aja, tapi kok ngga ada yg berubah, hanya…..”

Beberapa lelaki malah melambaikan tangan kepada Sungmin, meskipun sudah di pelototin oleh Kyuhyun yang semakin mempercepat langkah mereka berdua

“Kyu” panggil Sungmin merasa bersalah

“Apa?!” hardik Kyuhyun sambil menghidupkan motor

“Ini bukan mauku” pembelaan Sungmin berkali kali karena melihat Kyuhyun malah jadi panik sendiri selama ujian tadi—dia takut jika Kyuhyun bukannya konsentrasi malah terbuyarkan sama masalah super tidak penting seperti ini

“Hmmm” tubuh Kyuhyun naik turun—mencoba lebih rileks, “aku tahu, hanya saja aku tidak suka mereka melihatmu….ini pasti gara gara jagoan kecil kita” Kyuhyun meletakkan telapak tangan di perut Sungmin membuat Sungmin sedikit menggeliat geli, “kata siapa dia lelaki, aku yakin sekali dia perempuan” kata Sungmin tidak mau kalah

“Laki laki!” balas Kyuhyun protes

Wajah Sungmin terlihat tidak setuju, “perempuannnnnnnn” katanya yakin

“Aissshh sudah tidak akan selesai, kita pulang sekarang!” Kyuhyun menyudahi pertengkaran mereka lalu mulai menjalankan motor keluar kompleks sekolah

***

“Bagaimana enaknya yah?” Kyuhyun bergumam sendiri sambil terus menatapi Sungmin yang sedang asyik menunggu telenovela kesukaannya dengan semangkuk es krim ukuran large di meja

“Ah sudah mulai” Sungmin bersiap siap mengambil mangkuk es krim dan menyendokkan ke dalam mulut sambil menonton. Kyuhyun masih terus memandangi Sungmin dengan segudang pikiran tentang fenomena aneh ini

Drrrtttt

Ponsel Kyuhyun bergetar, dia memencet tombol hijau untuk mengangkat telepon, “Halo? Umma, baik baik saja..ini dia lagi nonton TV bersamaku…hmmm…periksa ke dokter, belum..iyaa nanti” Kyuhyun dengan seksama mendengarkan segala nasihat dari Umma Eunhyuk

“Er…Umma aku mau bertanya sesuatu” Kyuhyun melirik Sungmin yang sedang tidak memperhatikan dirinya sedang menelepon, “memang benar kalau orang hamil itu bisa membuat auranya keluar? terus terlihat lebih…”Kyuhyun menggigit bibir bagian bawah, “Lebih cantik?” bisiknya perlahan

Kyuhyun bisa mendengar Ummanya tertawa dari arah seberang, “Kyu, itu mungkin saja—ada apa? Sudah berapa orang yang tergila gila pada Minnie?” canda Eunhyuk masih tertawa terbahak bahak, “ah…Umma jadi ingat saat mengandung kamu dan Chulie…kalian berdua sempat membuat Umma dan Appa bertengkar karena banyak lelaki yang menggoda Umma di jalan hahahaha”

“Oh” Kyuhyun mendesah lega, “kukira itu tidak normal…..asal Umma tahu saja, satu sekolah—tidak hanya lelaki tetapi juga perempuan melihat Sungmin takjub, aku sampai ngeri sendiri” ucap Kyuhyun sambil membersihkan sisa sisa es krim dari sudut bibir Sungmin yang masih sibuk menonton

“Itu berarti bagus Kyu! Anakmu pasti tampan atau cantik nantinya, percaya deh sama Umma…eh sudah dulu, Appa mau mengajak Umma kencan!! Ingat jangan lupa periksa kandungan Minnie ke dokter, ok?”

“Iya Umma”

“Bye”

“Bye”

Klik

Kyuhyun mematikan telepon lalu menggeser posisi duduknya di sebelah Sungmin, “Minnie habis nonton kita ke dokter, kamu kan belum pernah periksa kecuali waktu itu?” ajak Kyuhyun seraya menaruh lengan di bahu Sungmin

“Ok bos” ucap Sungmin bersemangat—ia tersenyum sekilas sebelum kembali menonton telenovela. Sungmin tidak tahu kalau tindakan dia barusan telah berdampak kuat terhadap Kyuhyun

Kyuhyun mengerjapkan mata berulang kali sebelum mendekati Sungmin, “lihat tuh, es krim kamu belepotan lagi” jari jari Kyuhyun menyapu bibir atas Sungmin yang tersisa gumpalan berwarna coklat

“Mana?” Sungmin ingin membersihkannya namun tangan Kyuhyun terlebih dahulu menyapu bibir Sungmin, “biar aku saja” bisik Kyuhyun sambil menunduk

“Kyu, wajahmu menghalangiku…..aku…”

Sungmin berhenti berbicara karena mulutnya terkunci oleh bibir Kyuhyun. Mereka berciuman cukup lama kalau saja Sungmin tidak mendorong tubuh Kyuhyun menjauh

“Yah, gara gara kamu tuh!!! Telenovelanya keburu abis!!!!!” protes Sungmin padahal hari ini adalah episode di mana sang kakak akhirnya mengaku telah membunuh kekasih adik dari paman angkat kakek buyut yang masih saudara dari sepupu jauh mertua sang ibu, kan seru tuh

*reader otaknya ke blender baca kalimat gw*

Kyuhyun menegakkan bahu—berusaha bersikap acuh, “itu salahmu, menggoda suami sendiri, ya udah sana ganti baju! Kita ke dokter aja sekarang keburu malam” kata Kyuhyun bangkit berdiri lalu melangkah menuju dapur

Di sana Kyuhyun menepuk pipi berkali kali lalu menggeleng tidak percaya, “gw kehilangan kendali lagi” lirihnya putus asa

__

“Bagaimana Dok?”

“Kondisi janin berkembang normal, tidak ada masalah berarti” Dokter menyerahkan beberapa hasil pemeriksaan kepada Kyuhyun sementara Sungmin masih berganti pakaian di kamar sebelah

“Tetapi memang penting untuk memeriksakan kandungan 1 bulan 2 sampai 3 kali” kata Dokter itu mengajurkan, ia menulis beberapa vitamin Ibu hamil di secarik kertas resep. Sungmin yang sudah selesai lalu duduk di sebelah Kyuhyun—ikut menunggu Dokter menginjinkan mereka pulang

“Nah hanya itu saja untuk hari ini” Dokter itu tersenyum ramah sambil mengulurkan tangan ke arah Kyuhyun kemudian kepada Sungmin. Dokter itu menaikkan alis sejenak saat kedua mata bersinggungan dengan Sungmin yang mengulas senyum tipis, ia malah mengeratkan genggaman seraya menyeringai lebar, “cantiknya” bisiknya memuji

Kyuhyun langsung menarik tangan Dokter secara kasar baru kemudian menarik tubuh Sungmin menjauh, “DOKTER LIHAT LIHAT DONG!!! INI ISTRI SAYA!” bentak Kyuhyun keras

Dokter itu tersentak—seperti tersadar lalu menggeleng gelengkan kepala, “maaf..saya..”

“Kami tidak akan kesini lagi, ayo Minnie” Kyuhyun bahkan tidak jadi mengambil resep di atas meja. Dia begitu marah sampai sampai berdiam diri lama—di depan klinik sambil melihat ke sekeliling. Sungmin hanya bisa menunggu hingga Kyuhyun tidak emosi lagi

“Maaf” desis Sungmin untuk yang kesekian kali. Awal pertama memang menyenangkan karena ia menjadi magnet bagi orang lain—tetapi lama kelamaan hal ini malah merepotkan Kyuhyun dan membuatnya menjadi lebih mudah marah. Sungmin tidak suka itu.

Amarah Kyuhyun mereda saat menatap Sungmin yang tertunduk seperti orang di hakimi, ia berjalan mendekat lalu memeluk tubuh Sungmin, “tidak apa apa, ini memang bukan salahmu…aku saja terlalu berlebihan tadi” bisiknya tenang

“Lain kali kita ke dokter kandungan perempuan saja, aku rasa Umma punya salah satu kenalan yang bekerja di bidang itu” kata Kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan.

“aku terserah kamu deh” ungkap Sungmin halus, “aku akan menurut mulai sekarang—jujur saja aku juga takut tadi” bisik Sungmin ngeri

“Tuh kan!!! udah udah, jangan takut, ada aku…kita pulang saja sekarang” ajak Kyuhyun sambil menggenggam tangan Sungmin keluar daerah perkantoran di sana

Esoknya di Mading Sekolah

“LEE SUNGMIN MENJADI PRIMADONA DADAKAN!!! ENTAH PELET APA YANG DIA PAKAI HINGGA BEBERAPA SISWA BERANI UNTUK MENGATAKAN CINTA KEPADA SUNGMIN YANG SUDAH BERSTATUS ISTRI ORANG”

Kyuhyun orang pertama yang merobek kertas dinding, ia menghempaskan hasil robekan ke dalam ruang ekskul koran sekolah. Jari telunjuk teracung—mengancam, “sekali lagi, kalian berani memasang kabar seperti itu” suara Kyuhyun bergetar penuh amarah, “aku tidak segan segan menyuru—

Ucapan Kyuhyun terpotong oleh kedatangan seseorang yang juga marah mendengar kabar burung mengenai Sungmin

“YA!!! Apaan kalian ini?!!! menulis Minnie pake pelet segala??” suara kembaran Kyuhyun membahana ke seluruh ruangan, “Kalian mau pulang dengan organ tubuh tinggal setengah ha?!” ancam Chulie serius

Semua anggota ekskul mengkeret di pojok ruangan sambil menggeleng lemah—tidak berdaya melawan si kembar

“Bagus!!! Awas saja!!!” Chulie menyeringai licik sambil menepuk pundak Kyuhyun untuk mengikutinya keluar dari situ

Mereka berjalan tegap meski beberapa orang melihat kagum ke arah Kyuhyun dan Chulie, “eh Minnie mana?” tanya Chulie heran—Kyuhyun seharusnya tidak meninggalkan Sungmin sendirian dalam situasi berbahaya—berbahaya bagi Sungmin

“aku titipin sama Hangeng tadi di depan kelas, kasian Minnie kalo kepikiran sama Mading murahan itu” jelas Kyuhyun sambil berjalan

Dahi Chulie berkerut, “loh ngga takut Hangeng…

“Ngga” Kyuhyun menggeleng cepat, “entah kenapa dia dan Kibum masih biasa aja sama Minnie” bisik Kyuhyun sama sama tidak mengerti

“Kibum kan udah punya aku” sahut Chulie lembut, “sedangkan Hangeng udah punya Wookie…jadi sama sama tidak terpengaruh heheehe” Chulie bangga dengan teori yang ia buat sendiri

Kyuhyun dan Chulie mampir terlebih dahulu ke dalam kelas Wookie dan Hangeng. Di sana terlihat Wookie mengusir beberapa namja yang berusaha mendekati Sungmin yang bersembunyi di belakang Hangeng

Kali ini Chulie lebih cepat—ia tahu kalau Kyuhyun bisa cepat emosi lalu bertindak gegabah. Chulie menggebrak meja keras keras, serentak mereka semua terdiam sambil menoleh ke arah sumber suara

“Jangan ganggu Minnie” nada Chulie mematikan dengan memberi tekanan ke setiap kata yang dia ucapkan

Terang saja semua namja itu lari terbirit birit karena tahu Chulie serius—mereka masih sayang nyawa hingga tidak berani mengganggu Sungmin dan malah menghambur keluar

“Tenang aja Kyu, ada aku…..sekarang ngga akan ada seorangpun dekati Minnie” janji Chulie yakin

Kyuhyun mengangguk lalu meraih Sungmin yang ketakutan—mereka berjalan dalam diam sesudah mengucapkan terima kasih kepada HanWook

“Kamu ngga apa apa?” tanya Kyuhyun lembut

Sungmin langsung menggeleng, “aku ngerti perasaanmu sekarang waktu masih di kejar kejar cewek dulu” perkataan Sungmin berhasil mengembalikan mood Kyuhyun—ia tertawa lebar seraya memegangi perut, “gimana rasanya?” goda Kyuhyun masih sibuk tertawa

Chulie yang mengekor di belakang hanya tersenyum senang melihat Sungmin baik baik saja apalagi Kyuhyun bisa ceria, tidak seperti tadi—Chulie bisa bayangkan bagaimana keadaannya jika tidak ada dia. Kyuhyun bisa mengamuk hebat di sana

“mengerikan” keluh Sungmin, “lebih baik jadi Sungmin yang biasa aja, aku udah bersyukur” katanya menyesal

“Sama” Kyuhyun kini tersenyum sambil melirik Sungmin penuh arti, “aku juga jatuh cinta sama orang yang biasa aja”

“hehehe, makasih” Sungmin mengulas senyum bahagia untuk Kyuhyun

“aishh, seharusnya kamu ngga tersenyum di sini?!” protes Kyuhyun sambil berhenti sejenak, di belakang Chulie ikut stop karena terhalang mereka di koridor

Sungmin mengubah posisinya menghadap Kyuhyun, “kenapa?”

Kyuhyun menunduk agar bisa sejajar dengan wajah Sungmin, “aku jadi mau menciummu lagi”

BLUSHHH

Wajah Sungmin memerah, ia membuang muka ke arah lain tetapi terlambat Kyuhyun meraih dagu Sungmin lalu membawanya mendeka…

“EHEM”

Kyuhyun menghentikan aksinya, ia menoleh kemudian menepuk dahi—kesal karena lupa di sini sekolah dan ada Chulie yang menonton mereka di belakang

“Iya aku tahu” Kyuhyun menjawab tatapan sengit Chulie, mereka berjalan masuk ke dalam kelas untuk memulai ujian di hari kedua

***

Beberapa hari ke depan, hidup Sungmin mulai tenang. Berkat ancaman serius dari ahli taekwondo tingkat nasional—Chulie serta gertakan mematikan milik Kyuhyun. Tidak ada seorang namja berani mendekati apalagi menggoda Sungmin. Walaupun mereka masih suka melirik setiap langkah Sungmin yang sedang tersenyum—Sungmin benar benar magnet bagi semua orang

Setelah UTS berakhir, sekolah St Christie memberikan libur selama tiga hari terutama untuk anak kelas XII yang akan mempersiapkan berbagai Try Out dari berbagai lembaga pendidikan sebagai prasyarat kelulusan

Kyuhyun memutuskan meliburkan diri di rumah saja berdua dengan Sungmin. Bukan apa apa, tetapi Kyuhyun masih paranoid mengingat setiap kejadian yang terjadi saat ia membawa Sungmin jalan keluar rumah

Beberapa pedagang, tukang kue atau penjual es krim menganga lebar serta bersikap menggoda Sungmin di depan Kyuhyun. Hingga akhirnya Kyuhyun terpaksa membelikan masker untuk menutup separuh wajah Sungmin—dengan begitu Sungmin juga bebas tersenyum tanpa ada seorangpun terpengaruh akibat senyum mematikan itu

Sekarang Kyuhyun bisa bebas bermain PS setelah menjaga Sungmin setiap hari—memang sih, Kyuhyun bertekad untuk mengurangi jam main saat tahu Sungmin mengandung, tetapi dia pikir tidak ada salahnya main game sejenak sementara Sungmin memasak makan malam di dapur

“Kyu, garam dan tepung tempura habis, aku beli dulu ya di toko Yesung” jelas Sungmin sambil melangkah ke pintu depan

Kyuhyun yang terlalu fokus hanya menjawab dengan anggukan dan meneruskan bermain PS

BLAMM

Pintu tertutup

Kyuhyun tersentak, melepaskan stick PS lalu menengok ke belakang.

Sungmin sudah tidak ada

“Ya ampun!!!! Dia keluar sendirian???” Kyuhyun menghambur bangkit berdiri, ke depan rumah—mencari Sungmin, Kyuhyun bahkan lupa mengenakan sendal untuk pergi—ia masih menggunakan sendal rumah untuk berlari ke tempat supermarket Yesung

Sementara itu

“Selamat datang” Yesung berteriak lebih keras saat menyadari gadis pujaannya yang masuk ke dalam, Mochi

Ia sendirian ke sini, setelah mengambil keranjang kecil—Mochi berputar ke sekeliling sambil memilah jenis makanan instan yang dia beli

Sebenarnya ini membuat Yesung miris—ia tahu mereka memang hidup berdua, tetapi Mochi dan Zhoumi seperti tidak mengurus diri mereka lebih baik. Bayangkan saja sehari hari mereka berdua makan instan, kopi instan bahkan bubur instan. Mochi tidak suka memesan makanan di restoran karena harus mencuci piring juga nanti—sedangkan jika membeli ramen instan, ia tidak perlu menyediakan mangkuk, cukup makan langsung dari cup ramen

Yah, Yesung bisa menyimpulkan kalau Mochi tipe perempuan yang pecinta kejorokan. Andai bukan karena cinta, Yesung pasti sudah menyodorkan shampo kesehatan kepada Mochi—berbeda dengan Zhoumi yang galak setengah mati, melebihi Chulie, Mochi tipikal wanita cantik tapi kotor. Yesung bahkan berani bertaruh Mochi punya peternakan kutu di kepalanya

Yesung terus melamun tanpa menyadari kedatangan Sungmin yang langsung mengambil garam serta tepung dari rak belakang, ia bergegas kembali ke depan meja kasir, “Yesung ini berapa?” tanyanya

“Eh? Sungmin? Belanja?” tanya Yesung begitu bodoh

“Iyalah apalagi, ini berapa???” kata Sungmin tidak sabar

Tepat selagi Yesung menghitung belanjaan Sungmin, Mochi ikut mengantri di samping—menunggu giliran.

“Hai Mochi” sapa Yesung tidak bosan meski seperti biasa—Mochi akan bersikap acuh

Yesung yang sadar diri, tertunduk lesu, ia memasukkan belanjaan Sungmin ke dalam plastik, “semuanya 320 won”

“Ok..ini” Sungmin menyerahkan uang sedangkan Yesung memberikan belanjaan ke tangan Sungmin, “makasih ya Yesung” ucap Sungmin spontan tersenyum manis

Yesung mengalihkan wajah secepat kilat lalu menatap Sungmin lama, ia bahkan tidak peduli jika ada Mochi yang terkaget kaget dengan tingkah aneh Yesung

“Lo kok jadi cantik?” kata kata itu terkuar begitu saja tanpa Yesung sadari ada kedua pasang mata yang bersiap siap membunuhnya

Salah satu adalah…

“YA!!!!! Ngapain merayu istri orang ha?!” bentak Kyuhyun masih terengah engah habis berlari, tangan Kyuhyun menarik paksa Sungmin keluar toko tanpa menunggu pembelaan dari Yesung

Yesung menepuk pipi, ia menggeleng cepat dan baru tersadar dengan tindakan bodoh barusan. Namun saat Yesung sedang berusaha mengendalikan diri, Mochi sudah melayangkan tangan mungilnya ke arah wajah Yesung

PLAKKK

“Aw” jerit Yesung kesakitan

Mochi menatap Yesung penuh kebencian, “ternyata benar kata Mimi! Kamu hanya playboy cap kampung yang ingin mempermainkanku!!” dia beranjak pergi ketika tangan Yesung menahan lengan Mochi

“Please..jangan pergi” rintih Yesung di sela sela rasa sakit

Mochi tetap bersikeras, “lepaskan!! Aku tadinya mulai mau menerimamu menjadi teman, tapi ternyata…” Mochi berusaha melepaskan cengkraman Yesung tetapi sulit

“Bukan itu” geleng Yesung masih memegangi pipi, “maksudku belanjaannya jangan di bawa pergi” tunjuk Yesung karena Mochi keluar dengan tentengan keranjang yang belum di bayar

Mochi mengkerut kesal dan….

PLAKKKK

Pipi sebelah kiri Yesung yang nganggur tertampar—hingga kedudukannya seri antara samping kiri dan kanan

“Ini!! dan jangan berani menyapaku lagi!!” kali ini Mochi benar benar pergi tanpa membawa apapun

Yesung sibuk mengelus wajahnya yang kesakitan sambil menaruh keranjang di lantai, “sial banget gw” dengusnya sebal

Rumah Kyumin

“Ngga boleh keluar sendiri lagi!!!” bentak Kyuhyun kesal—hampir saja kejadian itu terulang kembali hanya saja Yesung yang menjadi korban ‘karisma di masa kehamilan Sungmin’

“Iya aku janji” tegas Sungmin cepat—takut Kyuhyun marah marah lagi

“Huh….cape….” Kyuhyun merebahkan diri di atas sofa—terlalu lelah hingga tidak mau melanjutkan game di PS sedangkan Sungmin sibuk menyiapkan makan malam mereka yang tertunda

“Kyu bangun” kedua tangan Sungmin mengguncangkan tubuh Kyuhyun yang tidak sengaja malah tertidur lelap, “makanan sudah siap” jelas Sungmin saat Kyuhyun membuka matanya perlahan

“Hmm” Kyuhyun menggeliat terlebih dahulu sebelum menyusul Sungmin ke meja makan. Karena masih terlalu lelah, Kyuhyun hanya makan sedikit sementara Sungmin seperti biasa—menghabiskan seluruh jatah makanan untuk seminggu, dia memang makan dua kali lipat semenjak mengandung

Kyuhyun membiarkan Sungmin membenahi dapur seorang diri sambil bersandar dengan meja sebagai alas, Kyuhyun hanya menonton selagi Sungmin bekerja. Setelah selesai membereskan semuanya, Sungmin duduk di kursi kemudian mengukur suhu badan Kyuhyun, “tidak panas” gumamnya heran

“emang, aku baik baik aja kok” sergah Kyuhyun dengan mata terpejam, “hanya sedikit lelah” Kyuhyun membenamkan wajah di atas meja, karena tidak tega Sungmin bergegas memasak air panas namun Kyuhyun malah berbalik menahannya supaya tetap duduk, “aku mau tidur” pinta Kyuhyun lemah

“Ayo” jawab Sungmin sambil membantu Kyuhyun berdiri dan masuk ke dalam kamar tidur. Sungmin juga yang memapah Kyuhyun agar merebahkan diri di atas kasur sebelum mengunci semua pintu, mematikan lampu di ruang tamu, keluarga dan dapur kemudian menutup pintu kamar mereka

“Minnie…” bisik Kyuhyun terdengar hingga keluar kamar

“apa?” tanya Sungmin balik

Hening

“Ya!!! Kyu kau bukannya lagi sakit?!” teriak Sungmin protes

“kata siapa, aku sengaja supaya kamu mau aku ajak tidur” ada nada jahil di suara Kyuhyun

“Tapi..” suara Sungmin melemah

“sekali saja” bujuk Kyuhyun dari dalam

“aku kan sedang mengandung”

“tenang…bukankah waktu bulan madu, kamu juga sedang hamil? Itu tidak apa apa” kata Kyuhyun bernada menang—Sungmin tidak bisa menolak lagi

“tapi….mmppphh” ucapan Sungmin terbungkam sempurna

Dari luar rumah angin berhembus cukup kuat dan membantingkan beberapa ranting ke arah jendela kamar Kyuhyun dan Sungmin

Tetapi mereka sama sekali tidak terganggu—entah apa yang di kerjakan hingga butuh konsentrasi penuh sampai tidak tersadar jika langit berganti biru—dan matahari mulai menampakkan diri seterang warna yang terlukis indah, tersulam rapi dalam balutan awan putih

“Tidak!!!!! Kyu kita telat lagi!!!!” teriak Sungmin menegakkan kepalanya dari tempat tidur, di samping Sungmin—Kyuhyun malah cuek, menggumam sebentar lalu bergelung hangat di dalam selimut

“Kyu!!!” desak Sungmin sambil menarik selimut dari wajah Kyuhyun—tetapi tidak jadi saat Sungmin sadar Kyuhyun belum mengenakan pakaiannya

Kedua mata Kyuhyun terbuka—ia menyipit melihat cahaya yang menembus hingga ke dalam kamar, “Minnie kita kan libur 3 hari….ngga inget?” jelas Kyuhyun kembali terpejam

“Oh…..” Sungmin menepuk dahinya, “aku baru inget” kata Sungmin lega

Kyuhyun menggeleng dari balik selimut, “kalau ngga libur aku juga ngga bakal nyentuh kamu tadi malam” Kyuhyun mengulurkan tangan untuk menarik tubuh Sungmin agar terbaring di sampingnya, “perutmu semakin besar yah” gumam Kyuhyun sambil mengelus perut Sungmin lembut

“Iya….bayi kita tidak menyentak nyentak lagi..dia anak yang manis” suara Sungmin sendu—naluri keibuan Sungmin keluar. Kyuhyun tersenyum bahagia kemudian menyelimuti tubuh mereka berdua, “lebih baik kita tidur lagi saja—enakkan bangun siang” ucapan Kyuhyun membuat Sungmin terkekeh senang

Ia menggeser tubuh lebih dekat kepada Kyuhyun lalu terpejam pelan—membiarkan cahaya matahari tetap menggoda mereka dari jendela

Kyuhyun dan Sungmin menghabiskan waktu pagi hari di dalam kamar, tidak peduli jika ada ketukan keras dari pintu depan atau beberapa teriakan nama agar mereka terbangun, tetapi tidak, Kyuhyun dan Sungmin terlalu lelah hingga masih tertidur lelap meski hari semakin siang

“Mungkin mereka pergi” gumam Kangin dari depan

“Iya…ya sudah kita pulang saja, yuk” Eunyuk menggandeng lengan Donghae sedangkan Kangin menggenggam jari jari tangan Teuki di dalam tangan

Untuk kali ini, author tidak tega membiarkan ke empat orang tua paling penyayang ini mengganggu Kyumin

*baikkan gw?*

TBC

19 responses to “≈No Other Like U-Thirty Four-{Flaming Charisma}≈

  1. pas baca judulnya ku kira castnya nambah sama si keroro shinee..
    ternyata itu karismanya sungmin tooo…

  2. jiahhh… aq gak kuat adegan romancenya..
    ngiri bgt pnya suami kyk Kyuppa, aq jg mauu doonggg🙂

  3. huaaa…kakak…ini al komennya loncat2 g pp y? saking ga sabarnya baca next part ampe lupa komen.
    asyik banget punya suami kaya kyuppa. *Q*
    tapi klo over protektif jg lama2 bs bete jg…semoga minnie gak bakal bete ama sikap kyuppa.
    amien.
    #berdoa selesai.
    (??)
    daebak deh…gak berani berenti baca(?)
    ^^b

  4. mauu dong jadii istrinyaa Kyu~~
    umin : eh,, enak aja lo!!!! istri Kyu itu cuma gue!!
    ney : kita berbagi suami aja min.. otte? *tampang polos*
    umin : *asah golok*

    #kabuuuuurrrrrrr

  5. kyuppa dah mulai keluar sikap protectif’a.aaahhhh sng’a deh punya suami kyk kyuppa,

    kacian yeppa dah dimrhin kyuppa n ditampar jga ma mochi,

  6. ck.jgn bangga thor baikin kyumin cuma sekali bangga *digetok author biasanya nyiksa mreka -___-” aah sungmin gk hamil jga cakep kali, cma pas hamil cakepnya nambah berkali lipat, tuh overprotective makin jadi juga si kyu. yeah skrang kyumin gk malu2 lagi ber’this&that’😀

  7. aura kecantikan minnie bener bener kuat.. semua yang liat minnie jadi takluk atau terpana.
    kayanya bener kata eunhyuk anak mereka pasti cakep atau cantik nantinya.
    aigoo ternyata semalem kyumin ncan toh ckckck
    sampe ga denger pintu di ketok sampe keras gitu.
    sekarang kyu mulai berani nyentuh minnie ya? emm kayanya bukan sekarang tapi dari liburan di jepang.
    minnie juga jadi mau di sentuh sama kyu.
    hahh berbahagialah kyumin🙂

  8. Pesonamu Ming… Tak tertandingi hahhaha

    Kyumin melakukan ‘itu’ lagi ampe capek gitu hahaha

  9. Hahahaha…, kyu kelabakan ngadepin aura flaming charisma minnie sejak hamil..
    Keluar dech sifat cemburuannya, stiap ada yg melototin minnie, pasti kyu melototin balek, plus ditambah aura evilnya kyu.. Kekeke😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s