≈No Other Like U-Thirty Five-{school at night}≈

“Ga usah sebanyak itu!!! Kita kan cuma menginap semalam?!”

“Tapi keperluan kamu banyak Minnieee”

“Ngga!! Udah aku yang beresin, kalau kamu—udah kayak orang pindah rumah aja”

Sungmin menyingkirkan tangan Kyuhyun dari lemari lalu mengepak barang mereka berdua. Hanya dalam hitungan menit, Sungmin dapat menyelesaikan semuanya tanpa harus menggunakan koper besar—yang tadi mau di pakai Kyuhyun

“tapi..itu” Kyuhyun menatap semua baju miliknya, “kok ngga ada baju kamu, itu sih baju aku doang” kata Kyuhyun heran

Sungmin nyengir lebar, “aku udah ngga muat pake kaos sendiri, jadi aku pinjem ya…”pintanya membujuk

Kyuhyun melirik tubuh Sungmin—pinggang dan pipi yang sedikit gemuk serta bagian depan perut membuncit walau tersamarkan jika Sungmin menggunakan seragam sekolah

“mau kita belanja baju ibu hamil?” tanya Kyuhyun masih menatap tubuh Sungmin dari depan, “nanti saja..aku kan belum hamil besar” sanggah Sungmin menggampangkan masalah

“Ya udah, kamu siapin makan sana, aku lapar” suruh Kyuhyun sambil tidur tiduran di atas kasur

“iya” Sungmin bergegas keluar kamar menuju dapur dan mulai memasak

__

Khusus untuk anak kelas XII, sekolah menyelenggarakan hari dimana mereka akan belajar seharian penuh. Ini sudah biasa di lakukan setiap kali menjelang ujian percobaan yang akan di selenggarakan 2 bulan lagi.

Karena terhambat masalah transportasi dan keamanan bagi siswa yang pulang larut malam, maka pihak sekolah memberi ijin agar semua siswa berkepentingan menginap selama satu hari, sekaligus langsung bersekolah ke esokkan harinya

Kyuhyun yang sadar jika mereka akan menginap sehari—mulai panik. Ia meributkan segala macam kebutuhan Sungmin selama masa kehamilan. Jika Sungmin tidak mencegah, mungkin Kyuhyun berniat membawa serta seluruh isi kulkas dari rumah mereka

“nanti kamu bisa kelaparan gimana? Makan kita di jatah Minnie, kamu bisa ngga kenyang?” ujar Kyuhyun cemas

Sungmin menahan senyum karena sifat Kyuhyun ini, “ngga apa apa….aku udah siapin 2 lusin mie ramen instan di tas, bereskan?”

“oh” ujar Kyuhyun pelan

Entah kenapa sikap Kyuhyun memang terlalu berlebihan jika sudah menyangkut masalah Sungmin.

___

“selamat datang” sapa Yesung terlampau ramah, seperti biasa Mochi datang membeli ramen instan untuk sarapan—tetapi kali ini wajahnya ketus dan melirik Yesung dingin

Tanpa basa basi Mochi mengambil beberapa bungkus lalu membayar di meja kasir—ia tidak mau berlama lama di sini, apalagi pengunjung sedang sepi. Takut Yesung bertindak aneh, kan dia agak agak gimana gitu

“maaf—

Baru Yesung ingin mengatakan sesuatu sudah di potong oleh Mochi, “jangan bicara denganku lagi!” gertaknya

“lah itu barusan kamu ngomongkan?” pancing Yesung sambil memasukkan barang belanjaan Mochi ke dalam plastik

Mochi terlihat bingung, “aku…aku cuma memperingatkanmu!!” bantahnya tidak mau kalah

Bibir Yesung bergerak membentuk senyum mengejek, “itu ngomong lagi” sindirnya terang terangan

“Kau?!” Mochi merampas barang belanjaan dari tangan Yesung dan hendak pergi keluar—namun seperti biasa, Yesung langsung menahan Mochi

“Bayar dong..dari kemarin suka kabur??” protes Yesung profesional—suka sih suka, tetapi bukan berarti Mochi bisa dapat barang gratis di supermarket keluarganya

“Eh?” Mochi menunduk malu lalu mengeluarkan beberapa uang Won dari balik jaket, “ini” katanya menyerahkan uang tersebut kepada Yesung

“Kemarin itu..aku tidak tahu salahku apa sampai kau menamparku, tapi” Yesung mendongak dari depan mesin kasir lalu memberikan bon serta kembalian untuk Mochi, “aku tidak bohong….kalau…”

“kalau?” tanya Mochi penasaran—jangan bilang Yesung mau menembaknya sekarang

Memang selama ini Yesung selalu berkelakar di depan orang lain kalau dia jatuh cinta pada Mochi, tetap jika Yesung bertatapan langsung dengan Mochi—hanya ada sapaan sok akrab. Yesung tidak berani mendekati Mochi secara agresif

Tatapan Yesung melayang jauh—seperti membayangkan seseorang

“Kalau Sungmin cantik banget kemarin” bisik Yesung dengan nada memuja

Mochi menyisingkan lengan baju ke atas lalu membuka semua jari jari di tangan lebar kemudian…

PLAKKKK

“Aw” pekik Yesung kesakitan

“Kali ini aku serius! Jangan pernah menyapaku lagi!!!” teriak Mochi keras di hadapan Yesung sebelum keluar pergi sambil membanting pintu

Yesung hanya bisa menggumam tidak jelas sambil mengelus pipinya yang memerah—akan tetapi beberapa detik kemudian wajah Yesung berubah sumringah. Ia menatapi kepergian Mochi dengan gembira

“dia cemburu…berarti kau mulai menyukaiku Mochi” kata Yesung terkikik pelan

Mochi berjalan cepat menuju rumahnya yang berada di ujung blok—ia membelok dua kali baru menemui sebuah rumah sederhana, rumah Mochi dan Zhoumi tinggal beberapa tahun belakangan ini

“permisi” sahut Mochi memberi salam dari depan, tetapi tidak ada yang menjawab

Hanya ada teriakan marah dari arah ruang tamu, suara Zhoumi

“Kamu kenapa bisa tiba tiba bego matematika begini??? Kan kemarin baru aku ajarin?!” tanya Zhoumi menyerah, bagaimana tidak—semenjak mereka belajar bersama, Siwon mulai menganggu ketentraman hidup Zhoumi

Siwon sengaja datang ke rumah Zhoumi—meminta untuk di ajari pelajaran pelajaran tertentu, apalagi sekarang mereka berdua sudah berada pada tingkat akhir masa SMA, meski berbeda sekolah

Zhoumi yang tidak tega, mempersilahkan Siwon belajar di rumah, namun semakin lama mereka belajar, semakin Zhoumi sadar kalau Siwon tambah bodoh—tidak ada kemajuan sama sekali
“hehehe, bagian yang ini ulang dari awal dong” pinta Siwon tidak tahu diri karena membuat Zhoumi stress ngajarin dia dari tadi

“oke, ini itu……..” Zhoumi mengulang semua dari awal

Sementara Siwon tersenyum penuh arti. Sebenarnya selama ini Siwon hanya pura pura bego—setaraf dengan Sungmin agar Zhoumi mau belajar bersamanya. Apalagi alasan Siwon selain karena dia ingin berduaan terus dengan Zhoumi. Bagi Siwon tidak masalah di bentak atau di hina Zhoumi setiap hari—asal Siwon bisa melihatnya, apapun akan ia lakukan

“ngerti?” tanya Zhoumi selesai menjelaskan rumus elastisitas

“ha?” Siwon mengangkat wajah dari siku, “belum, bisa ulang sekali lagi?” pintanya sok manis

Zhoumi melayangkan pandangan mematikan kepada Siwon, ia membanting beberapa buku di atas meja, “belajar sana sendiri!!!” usir Zhoumi tidak sabar

“Tunggu!! Kita makan dulu, kamu pasti lapar kan” Siwon bangkit berdiri, “aku masakkin mie ramen rasa rumput laut kesukaanmu deh” bujuk Siwon tepat—Zhoumi paling lemah jika udah di kasih suap mie favoritnya sepanjang masa

Benar saja, mata Zhoumi mulai melunak dan menarik nafas panjang, “ya udah sana buat, aku lapar” titah sang ratu

“siap” Siwon keluar dengan persaaan senang—tidak jadi di usir lalu mulai memasak, Mochi yang melihat kelakuan mereka berdua, hanya bisa menggelengkan kepala

“ck ck ck, kakak di manfaatin mau aja” sindir Mochi sambil langsung masuk ke dalam kamar—tidak mau ikut campur, lagipula diam diam Mochi penasaran apakah Siwon bisa menaklukkan kakaknya yang paling menyukai lelaki berstandar high class

***

“Minnie!!!! Nanti kamu tidur di samping aku, nih aku udah ambil kantung tidur dari depan” cerocos Chulie semangat—semenjak Sungmin menikah dengan Kyuhyun, mereka tidak pernah menginap bersama lagi, apalagi Chulie hapal betul kelakuan Kyuhyun yang amat protektif kepada Sungmin

Sungmin membalas senyum Chulie lalu menaruh tas di atas kantung berwarna biru muda itu. Kyuhyun yang masih berjalan di belakang—garuk garuk kepala ngga jelas, “aku tidur di samping kamu berarti” katanya hendak mengambil satu kantung tidur di depan koridor

“EH? Kyu! Mau cari mati apa?” tandas Chulie menghentikan langkah Kyuhyun, “ruang kelas buat para cewek, kalau laki laki tuh—di tengah lapangan basket sana” usir Chulie seraya menunjuk Kibum yang tengah menunggu Kyuhyun di depan kelas

Kyuhyun memalingkan wajah—dengan gaya mendramatisir, “aku ngga tidur sama Minnie? Ngga bisa!!” Kyuhyun tidak terima—dia berjalan ke depan di mana ada seorang guru piket malam yang akan menjaga anak anak ini semalaman—tentu setelah selesai pelajaran tambahan

“Bu Tukinem?” kali ini Kyuhyun harus berpikir ulang kalau mau protes sama beliau

Chulie menahan senyum sambil menunggu apa yang akan di lakukan Kyuhyun, Kibum sendiri geleng geleng kepala keheranan

“Bu?”

“Ya? Ada apa Kyuhyun?” tanya Bu Tukinem tegas—dia dan Pak Herman sedang sibuk membantu OSIS membagikan kantung tidur di koridor

“Er…itu” Kyuhyun berdoa dalam hati—siapa tahu Bu Tukinem lagi kesambet malaikat baik sehingga mengabulkan permohonannya, “saya kan harus jaga Sungmin yang sedang hamil, jadi boleh kan kami tidur bersebelahan?” kata Kyuhyun sedikit ketakutan

“Ha??? Apa?!! TIDAK!!!” sanggah Bu Tukinem sambil melotot, “kamu kira kita lagi jalan jalan apa seperti di Swiss dulu?? Ngga ada! Lagian Sungmin emang ga bisa tidur sendiri?? Pokoknya Tidak!!” tolaknya mentah mentah

“Tapi—

“TIDAK!!! Kembali ke lapangan sana!?! Pelajaran mau di mulai!!” usir Bu Tukinem berteriak keras, terang saja Kyuhyun langsung lari kencang meninggalkan Kibum di belakang yang ikut mengejarnya

“hahaha, rasain tuh” olok Chulie puas

Sungmin yang sedang merapikan isi tas—baru sadar dia belum minta baju ganti sama Kyuhyun, “aishhhh Kyu..aku mint…a” Sungmin mencari cari sosok Kyuhyun tetapi di sebelahnya hanya ada Chulie yang masih sibuk menertawakan sesuatu yang Sungmin tidak tahu itu apa

“Chulie, Kyu mana?” tanya Sungmin bangkit berdiri

“Ha? Dia di sana, di lapangan basket, kenapa?” Chulie memeriksa keadaan Sungmin seksama—sebenarnya tanpa Chulie sadari, dia juga kelewat over protektif terhadap Sungmin

“Itu, aku mau minta baju ganti, bajuku udah kekecilan semua” Sungmin nyengir geje, “jadi selama ini aku pake baju Kyuhyun deh”

“Hmmm, bentar aku sms dia” Setelah memastikan ada balasan dari Kyuhyun, Chulie dan Sungmin mulai merapikan semua barang lalu mengobrol santai—tidak lama ruang kelas penuh teman teman perempuan mereka yang juga menunggu jam 6 petang—saat pelajaran tambahan di adakan

“Minnie?” panggilan Kyuhyun dari depan kelas membuat tidak hanya Sungmin dan Chulie yang menoleh—tetapi hampir seisi kelas. Para perempuan terpekik pelan, meski Kyuhyun sudah berstatus suami orang tetap saja penggemarnya tidak berkurang dari hari ke hari

Kyuhyun tidak bisa masuk ke dalam, maklum ada singa eh salah Bu Tukinem yang menjaga ruangan perempuan dengan ketat—maklum takut terjadi apa apa

Sungmin berdiri untuk menghampiri Kyuhyun, “ini baju untukmu, kalau perlu apa telepon aja, ya?” Sungmin mengangguk, tetapi Kyuhyun belum pergi dari situ—dia terus menatap wajah Sungmin lama

“Ehem” tegur Bu Tukinem sengaja

“Iya iya” ujar Kyuhyun memutar kedua bola mata, pasrah di usir dengan tidak langsung dari situ

Sungmin hanya tertawa melihat tingkah Kyuhyun, kemudian kembali ke kantung tidur untuk berganti baju

“hihii” bunyi tertawa Chulie membuat Sungmin agak merinding, “jangan gitu dong malam malam begini” maklum Sungmin takut tidur di dalam sekolah kalau tidak ingat mereka bersama sama sekarang

“aku berani taruhan Minnie” wajah Chulie mendekat, “kalau Kyuhyun malam ini akan menjadikan Kibum sebagai bantal menggantikanmu”

“ha?” Sungmin tidak jadi mengganti baju, gerakannya terhenti seketika mendengar ucapan Chulie, “kok?” katanya masih ragu

“iya” Chulie mengangguk cepat, “bayangin aja, kalau di rumah Kibum tuh ada bantal kan, nah malam ini? hahahaha…entah Kibum, Hangeng atau Siwon yang di peluk sama Kyu hahaha” Chulie terlihat berpuas diri, melihat itu Sungmin keheranan—kok malah senang pacar sendiri di peluk cowok lain, bukannya khawatir

Tidak lama bunyi bel sekolah berdentang, menandakan pelajaran tambahan akan di mulai. Seluruh murid XII serentak meninggalkan ‘asrama sementara’ mereka dan bergegas masuk ke dalam kelas masing masing—belajar seperti biasa, hanya kali ini bahannya jauh lebih berat dan ada latihan latihan materi yang biasa di ujikan oleh negara

Kyuhyun mendesah lega saat melihat Sungmin sudah duduk manis di kursi mereka. Ia meneliti keadaan Sungmin terlebih dahulu sebelum menaruh buku pelajaran di atas meja

“Kamu udah lapar?” selidik Kyuhyun memastikan

Sungmin menggeleng

“haus?” tanyanya lagi

Sungmin hanya menggeleng

Kyuhyun mengelus pipi Sungmin—ia jauh lebih tenang sekarang tanpa tahu semua murid di kelas sedang menonton mereka berdua sambil menahan ketawa karena Bu Aida sudah berdiri tepat di depan meja Kyumin dengan berkacak pinggang

“Kyuhyun!!!!!” bentak Bu Aida marah, “Ini bukan rumah kalian berdua?! Kita mau belajar, jadi stop! Mesra mesraan kayak tadi” ancam Bu Aida ketika berjalan ke tempat duduk guru di depan muka kelas

Karena tidak terima Kyuhyun membela diri, “saya ngga mesra mesraan Bu, kan Sungmin lagi hamil….ntar kalau dia kenapa kenapa gimana?”

Sungmin hanya mengulum senyum simpul melihat Kyuhyun di marahi

“Hmmm” Bu Aida tidak membantah, dia tahu betul bagaimana kondisi orang hamil seperti apa karena Bu Aida juga seorang Ibu, “baiklah tetapi tidak lagi! Sekarang kita mulai belajar?!” Bu Aida membagikan beberapa contoh soal sambil menuliskan penjelasan rumus di papan tulis

Selama dua jam murid mengalami keadaan di mana neraka masuk ke dalam bumi. Bagaimana tidak, dalam waktu sesingkat itu mereka harus menelan beratus ratus materi dan puluhan latihan soal pada masing masing mata pelajaran.

*author inget pas UN SMA dulu! Gila gw malah baca komik plus main game Online di warnet, hahaha untung lulus selamat hahaha…gimana ngga gw belajar ampe nginep di sekolahan*

Tidak ada kepalsuan ketika mereka mendengar bunyi bel selesai. Seluruh murid bersorak gembira dan mulai mengobrol satu sama lain—pasti semua bahan yang telah di pelajari menguap begitu saja seiring dengan rasa capek yang mereka rasakan

Selesai belajar, Sekolah telah menyediakan makan malam di ruang serba guna—sebelah lapangan basket. Guru dan beberapa petugas kantin membagikan makanan secara bergiliran sambil menjatah satu persatu, maklum anak sekolah kalau ngga di awasi bisa bisa ngga bersisa tuh makanan terutama anak lelaki

Kyuhyun, Sungmin, Kibum, Chulie, Hangeng, Wookie dan…tadinya Siwon bersama sama mereka—namun saat Kyuhyun mendapati Siwon mau menyentuh wajah Sungmin, ia langsung mendepak Siwon jauh jauh dari mereka

“Inget di habisin!! Jangan bersisa! Nanti baru minta tambah” teriakan seorang guru yang sangat eksis ini membuat Kyuhyun melengok ke atas kepala Sungmin

“Bu Tukinem itu jadi apa sih? pengawas iya, guru iya..jagain makanan juga iya…dia ada dimana mana” Kyuhyun menggerutu kesal—masih marah soal masalah tidur tadi

“Hahaha, kan guru tersohor satu sekolah” kelakar Kibum mengejek Kyuhyun

“aisshhh” sekarang giliran Sungmin mengambil piring dan menunggu di tuangkan setiap menu—seperti yang biasa kita temui di tempat tempat pengungsian

“Kok masih di sini?? Udah geser sana, kasian temen kamu numpuk di belakang” kata Bu Tukinem melotot karena Sungmin masih berdiri padahal nasi sudah tertuang dalam piring

“hehe, saya boleh minta tambah ngga bu?” tanya Sungmin memelas

“ngga boleh! Tunggu semua kebagian baru boleh nambah” tolak Bu Tukinem tega

“Tapi” Sungmin melirik nasi yang hanya satu seperempat puluh dua dari porsi yang biasa dia makan, “pasti kurang…” gumaman Sungmin terdengar jelas di telinga Bu Tukinem dan Kyuhyun yang berdiri di belakang Sungmin

Kyuhyun serta Bu Tukinem berniat membuka mulut untuk menyanggah dan membela Sungmin bersamaan tetapi mereka terhenti saat Sungmin mulai melayangkan senyum manisnya

“boleh kan?” Sungmin mengulas senyum tipis tetapi tertarik lebar hingga membuat lesung pipinya terkuar sempurna

Bu Tukinem mengedipkan mata tidak percaya, tanpa berbicara—ia menuangkan beberapa sendok nasi di atas piring Sungmin

“makasih Bu” ujar Sungmin langsung bergeser ke tempat sayuran dan daging.

Tidak menemui kendala yang berarti, Sungmin berhasil mendapatkan 4 sendok nasi, 4 macam sayur sayuran dan piring tersendiri untuk daging panggang.

Kyuhyun hanya bisa menggeleng kesal karena Sungmin mulai menggunakan pesonanya untuk meminta makanan—tetapi Kyuhyun juga tidak bisa protes atau memarahi Sungmin seperti biasa, karena tujuan Kyuhyun memastikan istrinya tidak kelaparan selama mereka menginap

Hangeng memandu mereka semua ke sebuah kursi panjang yang masih kosong

“Eh habis ini kita tidur?” tanya Wookie mulai menyendokkan makanan, Kibum mengunyah dengan mulut penuh saat menjawab pertanyaan Wookie, “tidak, kita di kasih jam malam sampai pukul 10, jadi selama dua jam ini, semua murid boleh makan atau sekedar main, ngobrol gitu”

“Hmm” Wookie mengangguk paham

Tiba tiba Hangeng mendapat ide, “gimana kalau kita main? Sambil bercerita di taman?” tawarnya kepada yang lain

“main apa?” Kyuhyun menatap Hangeng walaupun tangannya sibuk merapikan sisa sisa makanan di mulut Sungmin

“main truth or dare” suara Hangeng menggema dengan nada horor yang dibuat buat

“Ngga! Kok pake Dare?? Ngga usah ada tantangannya lah” pinta Chulie, “udah malem juga kan ngeri kalau di suruh macem macem”

“betul” kata Kyuhyun mendukung Chulie—ia hanya mengkhawatirkan keadaan Sungmin kalau yang lain menyuruh Sungmin melakukan tantangan macem macem

“Cuma Truth? Tanpa hukuman?” Hangeng terdengar kecewa, “ngga seru dong”

“Udah, gitu aja seru kok” kata Kibum menengahi

Selesai makan, mereka berpindah ke dekat taman—tetapi tidak jadi karena banyak nyamuk sehingga Hangeng mengajak kembali masuk ke dalam kelas mereka yang sudah kosong, tidak ada orang sama sekali

“Apa ngga serem?” tanya Sungmin berlindung di belakang Kyuhyun. Wookie dan Hangeng masuk duluan, di susul Kibum yang menggandeng tangan Chulie yang sama ketakutannya dengan Sungmin

Maklum, Chulie lebih berani menghadapi mahluk bernyawa ketimbang mahluk yang kakinya menyentuh tanah aja ngga

“Udah sini duduk” Kyuhyun dan Kibum menenangkan pasangan masing masing—mereka berdua memang sudah terbiasa dengan keadaan sekolah di malam hari karena dulu sering latihan basket hingga larut

Hangeng memutar beberapa bangku di dua meja yang telah di satukan kemudian memutar sebuah pulpen di tengah mereka

“kita mulai” Hangeng memberi aba aba

“Tunggu!!” teriak Sungmin dengan raut wajah penuh kepanikan

“apa?” balas Wookie

Sungmin melirik Kyuhyun lalu ke seluruh ruangan, “ini ngga apa apa? Nanti kita di kejar hantu lagi karena udah ganggu ketenangan mereka” suara Sungmin menghilang—ia merengkuh lengan Kyuhyun, berpegangan erat

“Ngga!! Minnie!” sanggah Kyuhyun tidak sabar, “udah lanjutin aja, kita kan cuma main truth or dare doang kok pake takut”

Karena tidak ada yang protes lagi, Hangeng memutar bolpoin

Setttt

Ujung bolpoin mengarah ke arah Kyuhyun

“nah sekarang, siapa nih yang mau nanya apa aja ke Kyuhyun, dan lo harus jawab dengan jujur” ajak Hangeng berusaha mencairkan suasana—dia sendiri heran karena Chulie dan Sungmin masih saja terlihat ketakutan padahal Wookie malah anteng di sebelah Hangeng, menunggu giliran untuk di tunjuk

“Gw!!” tunjuk Chulie langsung lupa dengan rasa takutnya tadi, ia malah menggebu gebu ingin menanyakan sesuatu kepada Kyuhyun

“apa?” balas Kyuhyun enggan—pasti Heenim pengen mempermalukan gw deh, batin Kyuhyun berteriak kencang

Memang mereka semua berpikir, kenapa Chulie yang sudah pasti tahu seluk beluk tentang Kyuhyun malah ingin bertanya sesuatu?

Chulie tersenyum misterius lalu berseru, “kasih tahu kita…siapa cinta pertamamu Cho Kyuhyun”

“Mwo?” mata Kyuhyun terbelalak kaget, “jangan! Yang lain aja kek?!” melihat penolakan Kyuhyun, semua orang di situ termasuk Sungmin menjadi makin penasaran

“emang siapa?” kali ini Sungmin tidak bisa menutupi rasa kekecewaannya. Apa alasan Kyuhyun tidak mau memberitahu, jangan bilang..

“kau masih mencintainya??” pertanyaan Sungmin bersifat menuduh, terang saja Kyuhyun berbalik dan menatap Sungmin sedikit merasa bersalah bercampur kesal, “er….itu….” Kyuhyun terbata bata sekarang

Chulie tersenyum makin lebar melihat Kyuhyun salah tingkah

“Siapa??!!!” kali ini suara Sungmin meninggi—dia tidak sabar karena dari tadi sikap Kyuhyun makin mencurigakan, terlalu menutup nutupi sesuatu

Kibum dan Hangeng yang sadar bisa ada perang dunia ke 3, langsung mengalihkan pembicaraan, “kita main yang lain aja yuk” tetapi sayang pembicaraan mereka tidak di dengar

Chulie dan Wookie malah bertopang dagu, menikmati pertengkaran Sungmin dan Kyuhyun yang makin memanas

“Udahlah Minnie, itu ngga penting sekarang” Kyuhyun melayangkan pandangan mematikan ke arah Chulie yang malah pura pura memasang tampang tidak bersalah

Wajah Sungmin mengerut pilu, ternyata Kyuhyun yang selama ini dia kenal masih menyukai wanita lain

“Memang kalau kamu Sungmin” suara Wookie menghentikan pertengkaran mereka sejenak, “siapa cinta pertama kamu?”

“Ha?!” Sungmin menganga lebar—ia menggigit bibir berusaha mencari jawaban yang tepat tetapi sayang, kali ini Kyuhyun yang mendapati Sungmin juga menyembunyikan sesuatu

“Bagus, tadi nuduh aku, sekarang kamu sendiri?? Ha?! Masih mikirin cowok yang entah-siapa-namanya itu!” balas Kyuhyun membentak

“Aduh” Hangeng menyerah, ia menepuk pundak Wookie, “kenapa kamu malah bikin keadaannya makin keruh sih???” tegur Hangeng

“ha?” Wookie menoleh enggan, “kan seru ngeliat mereka bertengkar hehehe” seruannya di setujui oleh anggukan Chulie. Mereka saling bertos ria—membiarkan kekasih masing masing menggelengkan kepala, bingung mau melakukan apa

“Udah, berhenti” lerai Hangeng di tengah Kyumin. Ia merenggangkan kedua tangan lalu memutuskan untuk duduk di antara mereka berdua supaya tidak melanjutkan pertengkaran lagi

“Pokoknya ini belum selesai, kita lanjutkan nanti di rumah” ancam Kyuhyun

Sungmin hanya membalas gertakan Kyuhyun dengan senyuman sinis lalu memalingkan wajah

Hangeng menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian—mereka sudah bisa tenang meski enggan saling menyapa satu sama lain, “lebih baik aku bercerita sesuatu daripada ngelanjutin permainan” Hangeng menggeser kursi agar lebih dekat dengan yang lain

“tahu tidak ada cerita seram di sekolah ini” suara Hangeng merendah—menciptakan suasana mencekam di sekitar mereka

Dan itu berhasil

Chulie menggeser kursi agar merapat dengan Kibum sedangkan Sungmin tadinya ingin merangkul lengan Kyuhyun tetapi tidak jadi—mengingat pertengkaran mereka apalagi ada Hangeng yang memberi jarak antara dia dan Kyuhyun

Hanya Wookie yang bersikap biasa saja, ia malah memancing Hangeng bercerita lebih jauh, “yang mana Gege?”

“Itu…ada seorang anak perempuan” Hangeng memicingkan mata—berusaha berkonsentrasi, “dia meninggal akibat menggugurkan kandungannya di WC, kekasih yang menghamili wanita ini tidak mau bertanggung jawab sehingga mau tidak mau pilihan yang ada hanya mempertahankan janin itu atau membunuhnya”

Hangeng menatap mereka bergantian, “sang wanita tidak punya pilihan lain, dia takut orang tuanya akan menanggung malu akibat perbuatan yang ia lakukan hingga perempuan ini mengambil jalan pintas”

Sekarang suasana benar benar mencekam

Chulie merapat dalam pelukan Kibum yang merengkuh pinggang Chulie agar tidak ketakutan sedangkan Sungmin mati matian menahan tangannya di pinggir kursi—dia hampir saja meneriakkan nama Kyuhyun kalau tidak ingat gengsi

Hangeng melanjutkan bercerita

“Dia menggugurkan kandungannya yang baru berusia beberapa minggu, yah jaman dulu kan tidak ada tempat aborsi…dan langsung meninggal karena prosedur yang tidak aman”

Hangeng mengakhiri cerita sambil berdeham. Tubuh Sungmin melemas, ia bahkan tidak mendengarkan suara ramai di luar sana—hanya ada hembusan nafas memburu dari Sungmin dan Chulie

Kyuhyun melipat tangan di dada dengan bosan—bagi Kyuhyun cerita seram Hangeng tidak bisa mengusik pernyataan Sungmin tadi. Kyuhyun bahkan mendengus penuh ejek ke arah Sungmin yang memeluk tubuh sendiri karena ketakutan

“udah Hangeng!!! Aku mau tidur aja, kita kembali keluar yuk” ajak Chulie memelas, Kibum mengangguk setuju dan langsung menggandeng tangan Chulie

“Ha, gitu doang ngga serem Gege” kritik Wookie beranjak dari kursi, Hangeng ikut berdiri sambil terkekeh senang, “kamu kan emang ngga takut apapun” tukas Hangeng mengelus kepala Wookie sayang

Sekarang di dalam ruangan tinggal Sungmin dan Kyuhyun

Mereka saling melirik tanpa berkata apapun

“Wookie” panggil Sungmin ketakutan—bukan pada cerita seram Hangeng tetapi pada Kyuhyun, “aku ikut kalian” dengan langkah tergesa gesa Sungmin mengekor pasangan itu dari belakang. Kyuhyun menggeram tertahan kemudian berdiri—dia mengikuti Sungmin diam diam, “awas kau Minnie” gumam Kyuhyun perlahan

Sungmin jadi patung asmat karena di acuhkan oleh Hangeng dan Wookie. Mereka berdua tertawa senang ketika berbicara tentang divisi amerika yang di bentuk sebagai penelitian terhadap alien, jelas saja Sungmin tidak bisa mengikuti topik itu—tahu aja ngga

“Gege, tunggu aku mau ke toilet”

“ok” Hangeng dan Sungmin berhenti di anak tangga paling tengah saat Wookie dengan berani masuk ke dalam kamar mandi wanita di samping tangga. Hangeng bersiul pelan sedangkan Sungmin mengedarkan pandangan ke sekeliling. Memang seram sekolah pada malam hari

Tiba tiba

SINGG

Sesosok perempuan berjalan cepat, wanita itu menoleh dan bertatapan langsung dengan Sungmin—matanya melotot marah, namun saat perempuan itu ingin berbicara—dia malah melangkahkan kaki meninggalkan mereka berdua. Melesat cepat.

Sungmin yang melihat itu, lututnya lemas. Sungmin memeluk tubuh Hangeng ketakutan, “Hange….Hangeng…tadi…..ada…” suara Sungmin menghilang di tengah tengah

“Ha? Kamu kenapa Sungmin?” Hangeng kebingungan karena tubuh Sungmin menggigil, “itu…tadi…ada….ha..AAAAAA!!!!” Sontak teriakan Sungmin makin kencang saat melihat sepasang mata tajam melihat ke arahnya, membuat Sungmin memeluk tubuh Hangeng lebih kuat

“ada apa sih?” Hangeng memutar tubuh ke belakang, “Sungmin…itu suami lo?!” sindirnya sambil geleng geleng kepala

“Eh?” Sungmin mendelik, benar saja Kyuhyun bersembunyi di balik tangga paling atas sambil melihat Hangeng dan Sungmin bergantian—Kyuhyun jelas jelas menatap penuh amarah ke arah tubuh mereka berdua yang masih berpelukan dari tadi

Hangeng tersadar, ia melepaskan cengkraman tangan Sungmin lalu meminta maaf, “istri lo cuma ketakutan doang, ntah apa yang di lihat” kata Hangeng tidak enak

Kyuhyun masih berdiam diri, tatapannya menusuk Sungmin—seperti menunggu jawaban dari dia

“Itu tadi..”

“ada apa?” tanya Wookie selesai kembali dari kamar mandi, ia bingung karena mereka bertiga berdiam diri dan hanya saling berpandangan aneh

“tidak, aku pergi deh” Hangeng melarikan Wookie dari situ—tidak mau ikut campur.

Kyuhyun menggeser tubuhnya mendekat lalu berdiri tepat di anak tangga lebih tinggi dari tempat Sungmin, “apa pembelaanmu?” tanyanya dingin

“Aku benar benar ketakutan tadi, ada perempuan…tampangnya serem Kyu…dia hantu yang di ceritakan Hangeng” suara Sungmin kembali gagap…dia tidak berani lagi menatap ke arah bawah

Kyuhyun memainkan bibir bawah, menimbang nimbang penjelasan Sungmin, “sekarang kamu masih ketakutan?”

“masih” bisik Sungmin panik

“Terus…” Kyuhyun melepaskan kedua tangan dari dada, “kenapa aku ngga di peluk?” tanyanya deduktif

Mendengar itu Sungmin langsung melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun—dengan wajah bersembunyi di balik bahu Kyuhyun, tidak berani menatap belakang

“kurang erat!” perintah Kyuhyun mengerjai Sungmin

Sungmin mengeratkan pelukan tangannya bahkan ia berdiri di satu anak tangga bersama Kyuhyun. Kyuhyun balas merangkul pinggang Sungmin mendekat

Setelah beberapa lama mereka berpelukan, Kyuhyun merenggangkan pelukan Sungmin agar bisa menatap wajahnya, “aku ngga marah kamu pelukan sama Hangeng” nafas Kyuhyun menyapu di depan Sungmin karena wajah mereka hanya berjarak beberapa senti

“bohong” tolak Sungmin mentah mentah

“iya” Kyuhyun memutar kedua bola mata, “sedikit! Aku sedikit marah, tetapi di bandingkan masalah hantu, kau belum jawab pertanyaanku tadi” suara Kyuhyun berubah ketus, “siapa lelaki itu?!”

Dahi Sungmin berkerut, “lelaki yang mana? Aku kan lihat hantu perempuan bukan lelaki” jawab Sungmin tidak nyambung

“bukan hantu, nih anak!” Kyuhyun melotot marah, “lelaki yang menjadi cinta pertamamu itu!” suara Kyuhyun penuh ejekan, mendengar itu Sungmin malah menunduk—menghindari tatapan Kyuhyun, wajah Sungmin berangsur angsur merah merona mengakibatkan sikap Kyuhyun makin memanas

“siapa???” desaknya ulang

Sungmin makin tidak berani melihat Kyuhyun sekarang, “itu….dia…kamu” jawab Sungmin terbata bata

Kyuhyun menaikkan sebelah alis, “siapa Minnie, jangan sampai aku ninggalin kamu sendirian di tangga!” kata Kyuhyun dengan nada tinggi

“Iya jangan” suara Sungmin terdengar putus asa, “lelaki itu kamu, puas?”

“Eh?” Kyuhyun melongo ke arah Sungmin, “aku?” unjuknya ke arah diri sendiri

Sungmin mengangguk masih memalingkan wajah dari Kyuhyun

Tubuh Kyuhyun yang sempat menegang marah kembali rileks, Kyuhyun tersenyum senang sambil terus memandangi wajah Sungmin yang tertutupi semburat merah terang

“kenapa tidak kamu katakan dari tadi?” suara Kyuhyun pun berubah—nada amarah berganti nada halus yang membujuk

“habis, kamu menolak memberitahu wanita pujaanmu itu” sindir Sungmin tertahan

Kyuhyun tertawa hambar sambil terus memegangi pinggang Sungmin agar tidak terjatuh, “kalau bukan karena Heenim mungkin aku tidak akan bersikap begitu tadi” jelasnya

“kenapa?” tanya Sungmin tidak mengerti

Kyuhyun tersenyum begitu lembut saat menatap Sungmin lebih dalam, “kaulah wanita itu, Heenim sudah tahu dari saat kita masih berpacaran” Wajah Kyuhyun berubah jenuh, “tetapi itu jadi tidak lucu ketika Heenim memintaku mengatakannya di depan semua orang”

“kenapa? Kau malu menyukaiku?” kata Sungmin malah salah paham. Kyuhyun menghela nafas dan berusaha menjelaskan lebih perlahan agar Sungmin mengerti, “bukan itu—hanya saja…pasti tadi nanti aku akan menjadi bulan bulanan mereka jika di ceritakan, aku kan tidak mau” Kyuhyun bersikap wanti wanti menunggu reaksi Sungmin

“oh kau belum pernah menyukai perempuan lain sebelum bertemu denganku?” selidik Sungmin masih belum yakin

Kyuhyun menggeleng tegas

“Jadi…” Sungmin mengeratkan rangkulan tangannya di leher Kyuhyun, “kita berdua punya persamaan” bisiknya senang

“Iya” balas Kyuhyun, “dan itu bagus…kau hanya milikku” Kyuhyun merunduk—mengangkat tubuh Sungmin sedikit ke atas, mensejajarkan dengan wajahnya

Kyuhyun bersiap mencium Sungmin sambil memejamkan matanya. Ia lengah karena melepaskan salah satu tangan dari pinggang Sungmin kemudian berpindah untuk memegangi wajah. Kyuhyun tidak tahu kalau Sungmin mulai kehilangan keseimbangan karena mereka berdiri pada satu anak tangga yang sempit

“Kyu” Sungmin sempat memanggil namanya saat tubuhnya terlepas dari pelukan Kyuhyun dan mencari pegangan anak tangga, tetapi sayang tidak sampai

“Minnie!!” Kyuhyun berteriak panik, ia mengulurkan tangan untuk mengangkap tubuh Sungmin namun tidak berhasil. Sungmin terpelanting ke bawah

“Ups” sebuah tangan dingin menangkap Sungmin tepat saat tubuhnya menyentuh lantai. Perempuan itu membantu Sungmin berdiri tegak, dari anak tangga Kyuhyun meluncur cepat lalu meraih Sungmin dalam pelukannya

“ya Tuhan, maafkan aku Minnie” desis Kyuhyun ketakutan setengah mati, ia memegangi wajah Sungmin—memastikan dia tidak apa apa. Sungmin baik baik saja

“terima kasih” ujar Kyuhyun dan Sungmin bersamaan. Perempuan itu tersenyum manis dan menggeleng ringan, “tidak masalah, lain kali jaga dia, istrimu sedang mengandung bukan?”

Kyuhyun mengangguk sambil tidak henti hentinya menunduk dalam, “kalau tidak ada kamu….aisshhhh…terima kasih” kata Kyuhyun berulang kali

Perempuan itu tersenyum kembali dan pergi ke arah berlawanan

“dia baik ya” gumam Sungmin sambil mengelus perutnya, “iya…” Kyuhyun menuntun tubuh Sungmin keluar dari situ, kembali ke ruang kelas anak perempuan.

Mereka tidak tahu ketika berbalik, perempuan itu sudah menghilang ke arah kamar mandi yang tadi di masuki oleh Wookie

“Nah, kamu tidur sana” kata Kyuhyun membuka pintu ruangan perlahan. Untung Bu Tukinem dan Pak Herman yang bertugas meronda sudah ketiduran di ruang guru sehingga Kyuhyun dan Sungmin tidak kena marah karena melanggar jam malam

“Iya…malam Kyu” balas Sungmin masuk ke dalam

Kyuhyun mengangguk lalu pergi dari situ, ia bergegas ke arah lapangan basket. Di sana semua lelaki berkumpul—membentuk barisan rapi dan teratur. Kyuhyun membuka kantung tidur di tengah tengah Kibum dan Hangeng

Tanpa menunggu lama Kyuhyun dan Sungmin mulai terlelap secara bersamaan dalam tempat yang berbeda

***

Ke esokkan harinya

“AAAAAAAA”

Teriakan dari arah lapangan basket membangunkan seluruh siswa maupun siswi dari tidur. Teriakan itu amat lantang terdengar, namun sangat membantu karena Bu Tukinem tidak harus membangunkan murid satu persatu lagi. Mereka langsung terjaga saat mendengar suara lelaki yang membahana

“itu kan suara Kibum” gumam Chulie keluar dari ruangan dan mengintip dari kerumunan orang banyak di tengah taman—penghubung antara ruangan mereka dan lapangan basket

Kibum bersingut menjauh sambil terus memegangi pipi dan melirik kesal ke arah Kyuhyun yang meminta maaf tidak berhenti

“maaf..” bujuk Kyuhyun lagi

Beberapa murid tertawa termasuk Hangeng yang memegangi perut—tega melihat temannya bertengkar tanpa berusaha melerai dari tadi

“ada apa sih?” selidik Sungmin yang sudah berada di samping Chulie

Chulie tersenyum menang sambil mendelik ke arah Sungmin, “tebakanku benar” katanya

“apa?”

Chulie menggeleng, “lihat saja, kau pasti tahu”

Sekarang Kibum berjalan mendekati Chulie kemudian melihat Sungmin—sedikit marah, “aduh beneran deh, lo sama Kyuhyun satu kamar aja lain kali, ga lagi lagi deh gw” gerutunya masih memegangi pipi

Kyuhyun berhasil menyusul Kibum, ia menggaruk kepala—tidak berani menatap Sungmin, “ada apa sih??!!” tanya Sungmin polos

“masih belum jelas?” Kibum memiringkan wajah dan memperlihatkan pipinya yang penuh bekas…

“Kau menciumnya?” pekik Sungmin tidak percaya

Kyuhyun makin malu—ia menunduk karena semua pandangan tertuju ke arah mereka

“bukan hanya itu?!” kata Kibum mengadu, “dia memelukku semalaman!!! Tidak!!! Adikmu tidak normal Chulie!!”

“Hahahaha, tenang saja aku tidak marah kok, selama yang menciummu bukan yeoja, itu bukan masalah” Chulie berusaha menenangkan Kibum seraya menatap Sungmin dengan pandangan ‘apa ku bilang’

“maaf deh” bujuk Kyuhyun tidak enak

Kibum memutar wajahnya, baru mau memaki Kyuhyun—Bu Tukinem sudah datang dan mulai membubarkan barisan, “ada apa ini?! Kyuhyun kamu itu bikin masalah aja pagi pagi gini?! Kalian semua, mandi dan berganti baju sana?! Sekolah masuk 1 jam lagi” titah Bu Tukinem lalu beralih ke arah Kyuhyun dan Sungmin, “kalian berdua kemarin ngapain di tangga?! Jangan bilang saya ngga tahu apa?!” bentaknya keras

Mata Sungmin membulat dan mulutnya menganga lebar, “oh jadi Ibu toh yang aku kira hantu semalam! Pantes aja, ngga kalah seram sih” ujarnya ceplas ceplos

“Hantu?” sekarang Kyuhyun mengerti, “ini toh..ampun deh, gara gara Ibu—istri saya ketakutan tuh” Kyuhyun dan Sungmin tidak tahu kalau mereka menabuh genderang perang dengan Bu Tukinem

“Kalian?? Kalian bilang saya Hantu?!!” bibir Bu Tukinem bergetar begitu hebat, Kibum dan Chulie tahu kalau sebentar lagi akan ada yang mengamuk, cepat cepat melarikan diri

“KYUHYUN, SUNGMIN!! KALIAN SAYA HUKUM, MENCUCI SEMUA KANTUNG TIDUR MILIK SEKOLAH, DAN BESOK HARUS SUDAH BERSIH DAN WANGI!!!!!! MENGERTI?!” perintah Bu Tukinem tanpa ampun

“Tapi Bu, kantung tidurnya kan ada 256, itu banyak banget” protes Sungmin tidak terima

Bu Tukinem melayangkan pandangan menyuruh diam kepada Sungmin, “saya tidak mau tahu?!!! Sekarang kalian BUBARRRRR”

Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin pergi dari hadapan Bu Tukinem sebelum dia menyuruh hal hal aneh lainnya

TBC

19 responses to “≈No Other Like U-Thirty Five-{school at night}≈

  1. wkwk,,, kasian kibum >< dicium ama kyuhyun + dipeluk ^o^ kita tukaran aja kibum oppa?? #duagh *ditendang sungmin dengan jurus martial art*

  2. astaga, kibummieku di cium n’ di peluk kyupil?! huaaaaaa~ andweeeeeeee… #tabok kyupil…

  3. hantunya baik, wkwkwk kalo ga ada hantu itu mungkin ming udah jatuh aja..*apacoba

    tambah seru aja……

  4. yahh ad horony!! ak bcany mlm” lg
    pas smua dh gelap n tdur brr~ ngerinding tw thor !! hahaha~
    yg nyelamatin min it hantu it kan .___. baek y!!! \^o^/ hahaha~
    huahaha kibum” jd tumbal dipeluk n cium kunyuk hahaa

  5. harusnya gw nyempil tidur d antara kyu sama kibum… gw rela jdi korban~~~~~~~~~ HHHAHAHAAHAHA *death glare from umin*

    btw thor.. beneran tuch pas UAN belajar ampe nginep di sekolah??? o.O?
    seruu dong… bareng2…… kkkkkk

  6. lucu deh kyuppa,minnie lgi ketakutan,eeeehhhh mlh kyuppa mnta dipeluk.
    wkwkwkwk kibum dicium n dikelonin kyuppa,,asik dong,,,
    waduh bu tukinem murka dikata setan ma kyuppa,

  7. hiiii…yg nolongin min wktu jatuh d tangga itu hantu cewe yg diceritain hangeng >.< tapi baik juga, coba klo gk nolongin wah gk tau deh gmna sma min & bayinya. kyu siapa aja disosor ye klo pas tidur -__-", ini bu tukinem kejem bener min kan lgi hamil masa dihukum suruh nyuci 256 kantong tidur sih, tegaaanya

  8. itu hantu beneran kan?? tadi yang nyelamatin minnie hantu yang gugurin kandungan itu kan?
    aihh serem juga.
    itu bu tukinem kok ga tobat tobat ya? tetep aja ngasih hukuman yang aneh aneh ckckck
    hahhahaha kyu meluk dan nyiumin kibum??? dia kira kibum itu minnie apa hahahaha
    si chulie seneng banget liat kyu malu gitu hahahhaha

  9. Itu yg nolong Sungmin…….hantu ya…. Hiiiii……

    Hahaha kasian Kibum jadi korban Kyuhyun hahahaa

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s