≈No Other Like u-Ten-{Oh No!}≈

“Minnie sayang, bangunn dong!! Nanti kamu telat lagi!!” nyanyian Ibunya bergema dan tangannya menggendor pintu kamar Sungmin keras.

“Sungmin!!!” Teriaknya lagi

Minnie menggeliat sejenak—ia merenggangkan kedua tangannya dan bangun dari tempat tidur, “Iya, ma ini lagi mau mandi” jawabnya saat berdiri menuju kamar mandi

Di meja makan

“Minnie belum turun?” tanya Ayahnya yang sedang sarapan, ketika melihat istrinya turun tanpa Sungmin, “Belum—itu baru mandi..huh apa ngga takut dihukum lagi sama Nenek sihir itu” jawab Ibunya Sungmin, ternyata ia juga tidak menyukai Bu Tukinem

“Sayang?” panggilnya lagi

“Iya ma, ini udah selesai” Minnie turun lalu duduk di meja makan, “wuih makanan kesukaanku semua nih” tanpa segan segan, Sungmin mengambil beberapa roti bakar panggang dan 5 sosis goreng—hmm..kedua orangtuanya sudah terbiasa dengan porsi ‘makan’ Sungmin—jadi tidak heran setiap pagi pasti Nyonya Teuki memasak untuk porsi lima orang.

“Hmmm, lezatnya…makasih yah mama” Sungmin menengadahkan kepalanya sambil tersenyum dengan mulut penuh, “sama sama, udah cepetan sarapannya” Nyonya Teuki mengelus sayang anak satu satunya itu, Ayah Kangin juga menatap lembut melihat putrinya begitu sehat.

“HOEKKKKKK”

Sungmin berhenti mengunyah, ia lalu berlari ke kamar mandi disamping dapur, kedua orangtuanya melihat Sungmin memuntahkan kembali semua makanan yang tadi ia makan

“Hoekkk…aduh kok jadi eneg yah” Sungmin mengelap keringat dinginnya, seraya membasuh mulutnya dengan air keran, “Hoekk…kok ngga abis abis muntahann…hoeekkkk”

Ayah Kangin cemas menyaksikan kejadian itu, “Honey, kenapa dengan anak kita?”

“Biar aku periksa” Nyonya Teuki berjalan ke arah wastafel—mendekati tubuh Sungmin, “kamu kenapa? Salah makan?” tanyanya cemas—tidak biasanya Sungmin begini, ia anak yang kebal dari penyakit.

Sungmin menoleh berusaha menjelaskan, “ kemarin aku makan terlalu banyak dan langsung menaiki wahana bermain di Central Park ma, jadinya begini— aku juga udah muntah muntah ditaman” Sungmin berhenti berbicara, Ia memutar tubuhnya lalu muntah muntah lagi

“Apakah kamu yakin karena itu?” selidik Ayahnya ketika mendekati anak dan istrinya di kamar mandi

“Maksud Appa?”

“Yah—bukan gara gara Kyuhyun kan?” Seru Ayahnya—ada nada sedikit curiga disuaranya

Kedua mata Sungmin membulat mengerti, “Appa!! Hubunganku dengan Kyuhyun tidak seperti itu!! Kami bahkan baru berpelukan!” bela Sungmin, disampingnya Mamanya mulai ikut menuduh, “Tapi, malam itu kan kamu? Sedang berduaan di ruang tamu saat kami pulang dari London”

“Kok mama ikut ikutan, kami ngga ngapa”in kok” Jelas Sungmin putus asa, “Sudah ah! Lebih baik aku berangkat ke sekolah” namun mendadak Appa dan Ummanya menghalangi langkah Sungmin, “Kamu dirumah saja—sampai kita menyelesaikan masalah ini” kata Ayahnya tegas

Wajah Sungmin terlihat bingung, “masalah apa?”

“Itu” Ayahnya menunjuk perut Sungmin, “ ‘isi’ perutmu yang bermasalah”

“Ha? Tapi Ayah—“

“Sudah tidak ada tapi tapian, Honey hubungin keluarga Kyuhyun segera,” perintah Appanya, Mama Sungmin langsung bergegas mengambil telepon dan memencet sederet angka, “Halo selamat pagi—apakah ini dengan Donghae-shi, ah Eunhyuk-shi? Ah maaf menganggu pagi pagi begini, hmm sebenarnya ini masalah Sungmin dan Kyuhyun, bisakah nanti kita bertemu?—

“Ma!! Aku tuh cuma salah makan!!” teriakan Minnie tidak digubris, ibunya masih terus berbicara untuk mengadakan pertemuan sedangkan Ayahnya melihat ke arahnya dengan ekspresi aneh, “Appa…” rengek Minnie

Ayahnya menggeleng kepala kecil lalu merunduk ke bawah, sedetik mengangkatnya, “Minnie, Appa dan Ummamu memang segera ingin memiliki cucu—tapi paling tidak kalian bisa menunggu hingga selesai SMA kan?” kata Ayahnya dengan nada kecewa

“Appa!! Umma!! Berhenti!!” teriak Sungmin kesal bercampur marah, paling tidak suaranya berhasil menyita perhatian Ibunya dan Ayahnya, “Nanti kita bicarakan lagi” Ibunya menutup telepon lalu mendekati Sungmin dan suaminya

“Ada yang mau kau bicarakan?” tanya ibunya

“Ma,,,kan aku sudah bilang aku cuma masuk angin, salah makan atau apalah—tapi bukan hamil!!” Sungmin kembali berteriak

“Kau berani membuktikannya” Ibunya mulai memakai logika—tidak mungkin anaknya bersikeras ini kalau Sungmin tidak merasa bersalah

“Aku berani di cek di dokter kandungan sekali pun” tantang Sungmin balik

“Oke, tapi kita tunggu nanti sore—kita semua akan ke dokter kandungan bersama sama” jelas Ibunya seraya duduk disofa—menyandarkan kepalanya di pundak suaminya, Kangin membalas dengan memeluk bahu Teuki erat.

“Kita semua?”

“Keluarga kita dan Keluarga Kyuhyun, tadi kami sudah membicarakannya” jelas Ibunya enteng

“Apa?!!!”

***

Di Sekolah saat jam istirahat

Kyuhyun bergegas menuju ruang kelas Sungmin namun ia harus kecewa melihat bangku di samping Heenim masih kosong—sama saat Kyuhyun menungguinya tadi, sebelum masuk sekolah.

“Minnie mana? tanyanya kepada Heenim, saudara kembar Kyuhyun.

“dia ngga masuk, tadi orang tuanya nelepon kok” jawab Chulie ketika bangkit berdiri mau keluar dari kelas, “aku ke kantin dulu yah sama Kibum” ujarnya sambil berlalu meninggalkan Kyuhyun sendirian.

“ngapain tuh anak pake acara ngga masuk segala?” Kyuhyun akhirnya pergi dari kelas Minnie untuk kembali ke dalam kelasnya.

————————————
Panggilan untuk Cho Kyuhyun siswa kelas X-2, agar cepat menghadap ke ruang guru, sekali lagi panggilan untuk Cho Kyuhyun siswa kelas X-2
————————————

“Kyuhyun, namamu dipanggil tuh” sahut Hankyung teman sebangkunya, “Woi! Nih anak istirahat malah tidur, bangun! Dipanggil ke ruang guru tuh” Hankyung menepuk keras punggung Kyuhyun.

“Aw! Napa sih?! Gw ngantuk Hankyung!!” pekik Kyuhyun—mengelus punggungnya yang sakit, “Itu lo dipanggil keruang guru” Hankyung menunjuk ke arah pengeras suara di atas papan tulis

‘Kepada Cho Kyuhyun….’

“Tuh, bener kan gw!”

Kyuhyun mendelik keheranan, “ada apa lagi nih?” namun ia pergi juga menuju ruang guru.

Sesampainya disana, “Ibu memanggil saya?” tanyanya kepada guru piket—dan sialnya hari itu yang sedang piket adalah Bu Tukinem

“Iya! Tuh orang tuamu menelepon dan meminta ijin sekolah agar kamu dipulangkan lebih cepat!” suaranya terdengar sangat tidak bersahabat, Bu Tukinem masih kesal dengan perlakuan keluarga Kyuhyun kemarin. *sabar ya bu^^*

Raut wajahnya Kyuhyun makin tidak mengerti, “memangnya ada apa bu?” tanyanya khawatir

Bu Tukinem kembali melotot ke arahnya, “mana saya tahu! Pas saya tanya, Ibu kamu malah menuduh saya mau ikut campur masalah keluarga kamu?!!” Ia berusaha menurunkan emosinya yang meledak ledak, “tapi katanya sangat penting, menyangkut masa depan kamu”

“Ha?” Kyuhyun menaikkan alisnya, “masa depan?”

“Pokoknya ibu benar benar tidak tahu, tapi kamu harus ingat Kyuhyun—sebentar lagi ada ujian kenaikan kelas, jadi apapun masalah didalam keluargamu, tidak membuat kamu jadi kehilangan semangat belajar, mengerti?” tambahnya, ia menyerahkan sebuah surat ijin kepada Kyuhyun, “pakai ini untuk di taruh dikelas sebelum kau pulang”

“Makasih bu” Kyuhyun menerima itu lalu berbalik ke kelasnya

‘Kyuhyun kamu sebaiknya menemui kami di rumah Sungmin. Segera’ itulah isi pesan singkat yang dikirim orangtuanya lewat handphone

“Ada apa sih sebenarnya? Apa jangan jangan Minnie??” Kyuhyun mempercepat laju motornya menuju rumah Sungmin.

Tidak sampai 15 menit kemudian, ia sampai—diparkirnya motor disamping mobil orang tuanya yang sudah sampai terlebih dahulu, “Permisi” ujarnya sambil mengetuk pintu rumah

Krek, “Masuk” ucap dingin Ibunya sendiri—ia menarik Kyuhyun ke ruang tamu, disana sudah ada kedua orang tua Sungmin, Sungmin dan kedua orangtuanya

“Ada apa ini Ayah” Kyuhyun menoleh bingung ke arah Ayahnya yang menatap anaknya dengan tajam

Melihat ia tidak mendapat jawaban, Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke arah Sungmin—anehnya ia kelihatan sangat jengkel

“Ini sebenarnya ada apa?” tanya Kyuhyun frustasi karena tidak ada satupun yang berusaha menjelaskan duduk permasalahannya

“Kyuhyun?” panggil Ayahnya Sungmin

“ya? Adjushi?”

Ayah Sungmin juga menatapnya tajam, “Apakah kamu dan Minnie…” ia menggantungkan kalimatnya

“Ha?” Kyuhyun masih belum mengerti

“Appa! Sudah aku bilang…ini cuma salah makan….” Jawab Sungmin gemas melihat tingkah over kedua orangtuanya

“Salah makan, kok kamu muntah terus dari tadi, Kedua orangtuanya Kyuhyun juga melihat kalau dari tadi kamu bolak balik ke kamar mandi” sergah Ibunya kesal, “apa salahnya jujur pada kami?”

“Ha?” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya—masih tidak mengerti

“Maaf adjumma—aku masih—“

Omongannya terhenti saat mendengar pintu didepan ada yang mengetuk, “Iya sebentar” Ibu Sungmin bangkit ke depan, “Ah—akhirnya kau datang juga..silahkan masuk..” Ia mempersilahkan seorang wanita setengah baya masuk.

“Perkenalkan ini Temanku, Dokter ahli kandungan—Kim Ara” jelas Ibunya Sungmin sambil mempersilahkan wanita itu duduk bersama mereka

“Dokter kandungan? Memang siapa yang hamil?” tanya Kyuhyun

“Itulah yang mau kami tanyakan kepadamu? Sejauh mana hubunganmu dengan Sungmin?” tanya Ayahnya tu de poin

Raut Wajah Kyuhyun kaget—tiba tiba ia mengerti semuanya, Kyuhyun melihat ke arah Sungmin tidak percaya, “Kau hamil?!” ia terperangah lalu menatap perut Sungmin lebih lama

“Ya! Aku tidak hamil! Tapi orangtuaku dan Adjumma, Adjushi tidak ada yang percaya!” pekik Sungmin kesal

“Tapi gejalamu seperti orang hamil” bela Ibunya Kyuhyun

Sungmin menggeleng, mulutnya sedikit meringis pasrah, “bukan begitu—“

Kyuhyun syok, ia tidak bisa berkata apa apa

“Kyu—bantu aku dong” bisik Sungmin

Untungnya Kim Ara langsung menghentikan debat panjang ini, “daripada tidak jelas seperti ini, lebih baik saya memeriksa kondisi Sungmin sebenarnya, ayo” Ia menggiring Sungmin ke dalam kamar diikuti para ibu ibu.

Kyuhyun, Appanya dan Appa Sungmin tetap tinggal di ruang tamu dalam diam.

“Kyuhyun kalau memang itu benar terjadi, kau harus bertanggung jawab. Mengerti?” kata Appanya seraya menepuk pundak putranya itu

“Aku? Tanggung jawab? Appa—aku benar benar tidak pernah melakukan apa apa dengannya” jelas Kyuhyun bingung dengan situasi ini

“Memangnya siapa lagi?? Putriku hanya pergi denganmu saja akhir akhir ini!” timpal Ayahnya Sungmin—ia mendelik kesal ke arah Kyuhyun, namun ditenangkan oleh Ayah Kyuhyun. “Tenang Kangin-shi, aku yang akan menyeretnya kalau perlu”

Pintu kamar tempat Sungmin diperiksa berderik terbuka, Minnie yang pertama kali keluar dengan wajah bahagia

“Sudah kubilang kan ini cuma salah paham” suara Sungmin riang setelah diperiksa oleh dokter Ara, “Aku tidak hamil” jelasnya lagi

Kyuhyun menghela nafas lega, “untung saja”

Kyuhyun dan Sungmin terlihat senang mereka bebas dari tuduhan tetapi kondisi berbeda terjadi kepada kedua orang tua mereka masing masing.

Mereka tidak terlihat bersemangat, Ibu Sungmin malah menunduk lesu, “Aku kira Minnie benar benar hamil” ucapnya kecewa

“Iya aku juga sama Leeteuk-shi, aku sudah tidak sabar ingin punya cucu” balas Ayahnya Kyuhyun sambil mengerutkan dahi

“Lho? Kok kalian malah sedih?” Ia dan Kyuhyun menatap heran ke kedua orang tua mereka.

Mereka tidak menjawab—malah mereka semua masih terdiam sambil melirik satu sama lain, tiba tiba Ibunya Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun dan Sungmin, “Kami ingin berdiskusi dulu tentang masalah ini, kamu dan Kyuhyun sebaiknya ke kamar dulu sana” usirnya sambil mendorong tubuh anak dan menantunya keluar dari ruang tamu

Kyuhyun dan Sungmin menurut, mereka segera ke lantai atas—tempat kamarnya berada, “jadi itu alasannya kamu ngga sekolah tadi” kata Kyuhyun ketika memasuki kamar

“Iya, dan kau tahu—mereka langsung menuduhku hamil” Sungmin memutar bola mata, ia duduk di bawah kasur sambil mengambil komiknya lalu membacanya

Kyuhyun pun ikut duduk disampingnya, “gimana bisa hamil, kita aja baru pelukan. Ck ck ck” sahutnya, ia menatap ke sekeliling kamar sambil menggelengkan kepala, “Kapan kamu terakhir kali beresin kamar? Kotor banget” Kyuhyun menarik lengan Sungmin, “apa si?” ucap Minnie kesal. “Lihat itu” tunjukknya ke sudut jendela, “itu sarang laba laba, Minnieee” kata Kyuhyun gemas.

“Ow, biarin aja malah kasian kan kalo dibersihin ntar tuh laba laba ngga punya tempat tinggal lagi” jawab Minnie asal—masih asyik membaca komiknya

PLETAKK

“Aw! Ya! Kenapa kau pukul kepalaku lagi!” jerit Sungmin sambil mengelus kepalanya, “Kamu jorok banget sih! Ntar kalo kita menikah dan kamu masih sejorok ini gimana??” jelas Kyuhyun—ia bangun dan mengambil kemoceng untuk membersihkan sarang laba laba itu

Sungmin mengibaskan tangan tidak peduli, ”tenang aja Kyu—itu masih lama, lagian aku janji ntar kalo udah nikah, aku pasti jadi orang yang lebih bersih” ucapnya enteng

“Awas ya kalo ngga, aku ngga mau punya istri jorok” ancam Kyuhyun—ia membersihkan sarang laba laba dengan amat teliti sedang Sungmin? Ketawa cekikan membaca komik gokusen kesukaannya

Sementara itu diruang tamu

Keempat orang itu masih terdiam, mereka mencoba mendiskusikan sesuatu sesaat setelah Dokter Ara pamit pulang

“Yah..ternyata Minnie tidak hamil…” desah Ibunya Sungmin menyesal, suaminya segera memeluknya, “honey mungkin bukan saatnya” ia berusaha menenangkan

“Saya tahu ini salah, tapi tadinya saya juga berharap jika Minnie beneran hamil, kalian tidak tahu betapa bahagianya kami saat Leeteuk-shi menelepon memberitahu hal itu” timpal Ayahnya Kyuhyun, istrinya ikut mengangguk setuju

“Tapi kalau melihat tingkah mereka—sepertinya impian itu harus kita kubur dalam dalam, Donghae-shi dengar sendiri kan? hubungan mereka bahkan baru masuk tahap B!” Ayah Sungmin menjelaskannya

“Padahal tadi saya dan Leeteuk-shi sudah mulai membicarakan membeli baju baju bayi yang lucu” Eunyuk—istri Donghae ikut menimpali, ia sama kecewanya dengan suaminya

“Iya—padahal ada baju bayi yang lagi diskon, huuu” ratap Leeteuk seraya memeluk kembali suaminya

“Ah—saya tahu!” pekik Ayah Sungmin semangat, “Apa?” tanya mereka bersamaan

“Kita nikahkan saja mereka! Kan nanti kita juga akan punya cucu tuh!” serunya

“Tapi sayang, mereka masih sekolah—bulan besok baru mau naik kelas XI kan?” Ibu Sungmin menggeleng, tidak mungkin memakai ide itu walau sebenarnya ia juga menginginkannya

“tapi..” Ayah Kyuhyun ikut memberi ide, “kita nikahkan mereka setelah kenaikan kelas saja gimana? Umur mereka berdua sudah menginjak 17 tahun kan?” suara Donghae antusias, namun sekarang giliran Eunhyuk—istrinya yang menggeleng, “Pa, itu menurut hukum—tapi bagaimana dengan sekolahnya?”

“Tapi kita dulu juga menikah umur 17 kan?”

“Itu jaman dulu, pa”

Ayah Kyuhyun kembali diam

“Kita sembunyikan pernikahan mereka” tawar Kangin sekali lagi

*aduh kok malah orangtuanya yang ngebet nikahin mereka sih*

“Tapi misalnya kalau Minnie hamil saat lagi sekolah gimana?” tanya Leeteuk frustasi

“Yah—itu gampanglah kita carikan alasannya….bagaimana?” Kangin melihat istrinya, lalu kedua orang tuanya Kyuhyun bergantian.

Wajah Leeteuk berubah ceria, sedangkan Eunhyuk dan Donghae saling menatap satu sama lain sambil menahan senyum

“Kami setuju” ucap mereka bertiga bersamaan

Dikamar Sungmin

“Huaaa capeknya” Kyuhyun merebahkan diri dikasur empuk Sungmin—ia kelelahan membersihkan sarang laba laba di sudut-sudut ruangan, dibawahnya Sungmin masih asyik membaca komik

“Minnie?” bisik Kyuhyun

“Apa?”

“Aku numpang tidur dikasurmu yah”

“ok”

Kyuhyun memejamkan matanya—tak lama ia sudah tertidur pulas, “cepet amat—dasar tukang tidur” gumam Sungmin, ia melanjutkan membaca komik, sesekali merenggangkan kakinya kedepan.

Zzzz

*sumpah authornya ikut ketiduran ngetik ini*

*reader : bangun woi!!*

*Author : Hoammm sampai mana tadi ceritanya?*

“Minnie?” panggil Ibunya dari bawah

“Ya ma!” balas Sungmin berteriak

“Kamu sama Kyuhyun sekarang turun kemari”

“Iya” Sungmin meletakkan komiknya, dilihatnya Kyuhyun yang masih tertidur pulas, “Kyu..bangun!!” teriaknya pas ditelinga Kyuhyun

Kyuhyun langsung bangun sambil membelalakan matanya—terkejut, “Apa sih? Hoamm masih ngantukkkk” jelasnya. Kyuhyun sudah siap merebahkan diri di kasur kalau Sungmin tidak memegang bahunya, “Kyu, kita disuruh ke bawah”, “Ayo” Sungmin menarik tangan Kyuhyun—mau tidak mau Kyuhyun bangun dan mengikuti Minnie ke bawah

“Ada apa ma?” tanya Sungmin sambil duduk ke sofa, Kyuhyun dengan mata setengah mengantuk duduk disebelahnya, “Hoamm” kuapnya lebar.

“Kyuhyun jaga sikapmu” tegur ayahnya seraya melotot ke arah Kyuhyun

Kyuhyun hanya mengangguk angguk, lalu menyandarkan kepalanya dibahu Sungmin.

Deg. Jantung Minnie lagi lagi tidak beraturan.

“Maaf yah Minnie, Kyuhyun itu memang kalau sudah mengantuk—susah dibangunkan. Soalnya tiap malam pasti begadang main game tuh” jelas Eunhyuk

“Ngga apa apa Adjumma”

Terlepas dari itu, kedua pasang orang tua itu senang melihat kedekatan mereka, “Kayaknya gapapa tuh kalau cepat cepat kita nikahkan” bisik Eunhyuk ke Leeteuk

“Iya” jawab Leeteuk, keduanya lalu cekikan bareng

Sedangkan para Ayah ikut ikutan berbisik penuh rahasia, “Kangin-shi kau saja yang menyampaikannya…” bisik Donghae

“Ah—tidak kau saja”

“Hmm, baiklah” Donghae menarik nafas panjang, “Kyuhyun!”

“Ngg” Kyuhyun berhasil mengangkat kedua matanya yang berat—namun tidak mengubah posisi badannya

“Appa mau bicara dengan kalian berdua” Donghae mengeluarkan wibawanya, disampingnya Kangin hanya bisa membantu dengan doa

“Apa…hoaammmm” jawab Kyuhyun masih mengantuk, sekarang ia meneggakkan tubuhnya, Sungmin sendiri sudah menyimak pembicaraan ini dengan serius.

*beneran authornya lagi ngantuk…kita lanjutin besok aja yah hoaaamm*

*Reader : eh! Cerita belum selesai!!*

*zzzz*

*ngambil sendal jepit kreditan, PLakk!!*

*Auhtor : gelagapan panik, iya deh gw lanjutin*

Back Again

“Kami semua sudah memutuskan untuk menikahkan kalian berdua” jelas Appa Kyuhyun lalu diikuti anggukan oleh yang lain

“Eh!” Sungmin dan Kyuhyun terkaget kaget, bahkan Kyuhyun seratus persen bangun sekarang

“Nikah?!” teriak mereka lagi

“ck ck ck, bahkan kalian kini kompak banget yah” kata Eunhyuk seraya tersenyum, “berarti mereka emang udah cocok nih” tambah Leeteuk ketika melihat anaknya kaget

“Papa! Yang bener aja! Kami masih sekolahhh….lagian kami belum cukup umur” kata Sungmin pusing—dia tahu kalau orangtuanya suka membuat rencana rencana aneh, tetapi bukan yang seperti ini.

“Betul! Lagipula kalian ini kenapa sih? Tadi nuduh Minnie hamil sekarang malah mau menikahkan kami, ngga! Aku menolak.” Kata Kyuhyun tidak terima

“Tapi Kyuhyun—ini semua demi kebaikan kalian” jelas Appanya lagi, kali ini lebih halus supaya putranya tidak menolak rencana mereka

“Kasih aku satu alasan kenapa aku harus menikah dengan Sungmin?”

“Kan kalian saling mencintai. Apa lagi yang ditunggu? Kalau soal sekolah itu biar ditutupi dahulu, sudah itu urusan kami nantinya” Kangin ikut meyakinkan Kyuhyun

Sungmin menggeleng sejenak, “kali ini aku menolak, sama seperti Kyuhyun. Menikah ngga segampang itu”

“Tapi—sayang” desah Leeteuk

“Ngga!” balas Sungmin jutek

“Sudah jelaskan kami berdua menolak, sekarang aku mau pulang saja” Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya lalu membungkuk hormat kepada tetua dihadapannya

“Aku pamit dulu, Adjushi, Adjumma, Ma, Pa, aku duluan” Kyuhyun keluar diantar Sungmin yang mengikutinya, “Mereka kenapa yah?” tanya Sungmin saat diluar rumah, Kyuhyun mengangkat bahu, “tidak tahu, aneh tiba tiba menyuruh kita menikah” Kyuhyun memakai helmnya, “sudah yah aku pulang dulu, sampai besok” ujarnya seraya mengeluarkan motornya dari pekarang rumah Sungmin.

“Bye” ucap Sungmin, Ia masih memikirkan ucapan orang tuanya tadi, Menikah? Sedini ini? ngga deh..makasih! batinnya

Didalam ruang tamu

Mereka berempat masih berembuk meributkan masalah penolakan mereka berdua.

“Bagaimana ini mereka malah tidak mau??” Leeteuk bersungut sungut, soalnya tadi ia sudah membayangkan gaun pengantin yang akan dikenakan Sungmin, namun impiannya tandas saat anak dan calon menantunya malah menolak mentah mentah niat baik mereka.

“Hmmm…tenang dulu Leeteuk-shi” Eunhyuk memicingkan matanya yang sudah sipit—berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini

“Kau ada ide, ma?” tanya Donghae kepada istrinya itu
Eunhyuk masih berpikir keras—Ia sekarang menjadi pusat perhatian dari 3 orang tua lain, “Ah aku tahu!” ucapnya bersemangat

“Apa?” ia membisikkan ke telinga mereka secara berantai, setelah mendengar rencana Eunhyuk, Leeteuk, Kangin dan Donghae—suaminya tersenyum lega, “Kau memang jenius sayang” pujinya seraya menggenggam tangan istrinya

“Siapa dulu, suaminya” Ia melirik sayang ke Donghae diikuti senyum liciknya.

*sekarang tahu kan? darimana sifat liciknya Chulie dan Kyuhyun? Hehehe*

TBC again

23 responses to “≈No Other Like u-Ten-{Oh No!}≈

  1. ya ampun… ortunya kyumin heboh banget deh..
    semangatnya terlalu menggebu-gebu buat nikahin kyumin.. heran -,-”
    ide licik apalagi tuh yg bakal mereka pake?

  2. astaga.. #tepok jidat kangteuk sama haehyuk..

    ckckckc~ gila punya ortu kyk mereka, ngeriiii~

    lanjut ajah..^^

  3. nikah!!! yeyy~ pasti mrk nikah dan hrs nikah hahaha~ y ampun trnyt sifat licikny kyuchul dri eunyuk!! hahaha

  4. wkwkwk keluarga over bgt >,< jadi keinget adonis . umin satu kelompok ama kangteuk😀 keluarga bahagia *plak

  5. hadoooh bener” ni umma sama appa nya kyuchul ..ada aje ide gilanya, pantesan aja anak”nya (kyuchul) ajaib gt, org umma sm appa nya aja begitu ..jd pensaran gmn y jalan kisah cintanya eunhyuk sama donghae, pasti gokil abis ..kekeke
    bikinin dong onnie cerita pacaran mrk berdua😛

  6. ini para orang tua kekeuh banget sih?? kenapa ga mereka aja yg menikah dan punya anak *mereka udah nikah woy.. mereka jg maunya cucu bukan anak*
    oh iya ya? hehehhe ^^
    aduhh tapi sabar napa nanti juga ada waktunya kyumin nikah dan punya anak.
    lanjut..

  7. Ini sebenarnya yg ngebet mo nikah spa sich ??? Kok malah org tua nya yg heboh, sedangkan kyu n minnie malahan gk mau tuch nikah muda.. Weleh..weleh..😀

    Kira2 apa tuch rncana eunhyuk ya ?? Pasti dech rncana nya gokil..

  8. Kobarkan semangat nikahin Kyumin nya hahaha *dukung para org tua…

    Apaan tuh rencananya…

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s