≈No Other Like U-Sixteen-{Moving}≈

-Sungmin PoV-

“Hoaaammmm” aku membuka mata lebar lebar. Pandanganku teralih oleh langit langit ruangan yang cantik.

Aku tersenyum sambil berbalik badan

“Pagi” sapa Kyuhyun yang berbaring disebelahku

“Ngapain kamu disini?” tanyaku heran, kuangkat sedikit tubuhku lalu menyandar ke dinding kasur—masih berusaha mengingat kejadian kemarin

Kyuhyun bangkit meraih telepon disamping tempat tidur, “Halo room service? Ya saya memesan paket breakfast diantar ke kamar saya..mmm…untuk dua orang..ok terimakasih”

Kyuhyun berbalik melihatku, “sudah ingat ngapain kita disini?” kedua alisnya terangkat, Aku memicingkan mata, melihat ke langit langit ruangan lagi lalu menatap Kyuhyun, “Kalo ngga salah kemarin kita nikah kan?” tanyaku tidak yakin

Kyuhyun menghela nafas, diambil sepasang piyama untukku, “Ini ganti baju—Ampun deh nih anak, upacara pernikahan sendiri lupa” Kyuhyun menggeleng tidak percaya.

Aku mengerucutkan bibir—malu, saat aku menerima piyama itu aku baru sadar masih menggunakan gaun pengantinku, “Maaf, habisnya capek banget sih nikah itu” sungutku sambil masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian

Lama juga waktu yang kubutuhkan untuk membuka gaun ini—ugghh susahh, apalagi pas membuka korset yang menempel ditubuhku selama 2 minggu ini. Ah lega juga akhirnya

Setelah selesai aku keluar. Kyuhyun sedang sibuk meletakkan sarapan kami di tempat tidur, “makannya disini aja yah—males kalo makan di sofa” jelasnya seraya memberiku satu piring penuh roti coklat

“Makasih Kyu!!!!!” Ternyata dia masih ingat betul porsi makanku—hihihi, jujur saja kalau orang awam yang melihat mereka pasti mengira makanan ini untuk 5 orang.

Kyuhyun ikut tersenyum kemudian memakan rotinya, “Mau kemana hari ini?” tanya sambil mengunyah, Aku mendongak dengan mulut penuh roti, “Ng, memangnya kau mau pergi?” balasku bertanya

Kyuhyun mengangkat bahunya, “Orangtua kita sudah memberikan kita tiket Seoul-Jakarta untuk berlibur sambil bulan madu” Ia menyerahkan sebuah amplop tebal yang kukira isinya pasti tiket pesawat

Aku meringis, “Bulan madu? Ngga ah—cape! libur sekolah cuma 1 minggu lagi” Aku menggeleng tidak setuju, “Lagian aku berencana tidur seharian, masih ngantuk” Kyuhyun berpikir sebentar, “Aku juga sebenarnya malas—tapi kau tahu mereka kan?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arahku, “mereka itu—bisa bisa mencekcoki kita terus…” nada suaranya dibuat sedramatis mungkin, membuatku tertawa, “bagaimana caranya? Sekarang kan mereka jauh dari sini” tungkasku kembali mengambil satu roti lagi

Kyuhyun mengambil segelas jus untukku, “Kau seperti tidak tahu mereka saja” ucapnya lagi

Kami makan dalam diam—ternyata kami berdua sama sama kelaparan dari kemarin

Tok Tok.

Pintu kamar kami di ketuk agak kencang, “biar aku saja” tawarku seraya bangkit dari tempat tidur untuk membuka pintu, CKLEK.

“Kejutan!!!!” pekik Umma, Appa dan Orangtua Kyuhyun serentak

Apa? Batinku menjerit

“Ngapain kalian kemari?” tanyaku sambil membelalakan mataku, Mereka terus saja menghiraukanku lalu masuk kedalam kamar kami, mulai mengadakan investigasi

Kyuhyun sama terkejutnya denganku, “Umma…Appa..ngapain pagi pagi kalian kesini?” ada nada tidak suka saat dia berbicara

Kedua orang tua kami yang sudah kebal—dengan santai langsung duduk di sofa dekat kasur, Ummaku melihat melihat ruangan itu, teliti.

“Bagus kan kamarnya—kami sengaja memesan kamar kelas satu buat malam pertama kalian” Umma mengedipkan sebelah matanya—diikuti oleh suara tertawa yang lain, membuatku merinding.

“Makasih Umma” ucap Kyuhyun malas—ia kembali menghabiskan sarapannya. Aku berbalik dan duduk di kasur lagi, ikut memakan sisa rotiku, “Untuk apa kalian kemari?” jujur bukannya aku tidak sayang dengan mereka, tapiii firasatku tidak enak melihat mereka tersenyum senyum tidak jelas seperti sekarang

Appa Kyuhyun bertukar pandangan dengan Umma—mereka berdehem dehem, mungkin sakit tenggorokan, aku menebak nebak

“Kapan nih kami punya cucu?” tanya Appa Kyuhyun malu malu

HUKK,UHUKKK. Aku dan Kyuhyun tersedak bersamaan

“Aigo—malu malu banget sih,” kata Umma genit, dia dan Umma Kyuhyun ikut tersenyum ngga jelas

Ampun deh, mereka lupa yah kalau kami berdua baru 17 tahun!!!!!!! Masih berani minta cucu?! Pekikku dalam hati

“Kayaknya masih lama banget tuh” Kyuhyun berkata santai sambil meminum jus, aku pun ikut mengiyakan, “Iya toh kami masih sekolah ini” jelasku

Tawa mereka reda—wajah mereka menampakkan ketidakpercayaan dengan perkataan kami barusan, “Tunggu dulu biar kutebak” Umma Kyuhyun mendekat kearah kami berdua. Dilihat wajah kami seksama, “Apaan sih Umma??” ucap Kyuhyun gugup

Umma Kyuhyun bergantian melihat kami lalu raut wajahnya berubah—ngg mengerikan? Pikirku

“Jangan bilang….” Umma Kyuhyun menggeleng tidak percaya, “Kalian belumm…” ucapnya seakan akan aku dan Kyuhyun melakukan kesalahan yang besar

“Belum apa Umma?” tanyaku tidak mengerti.

Aku mendongak menatap mereka satu persatu—anehnya tiba tiba mereka terdiam mendengar pernyataan itu, aku menoleh dan bertemu pandang dengan Kyu—aish kok dia ikut ikutan diam terus menudukkan kepala, “Ada apa sih?” desakku, “Kyuhyun??!!!” kusentuh lengannya perlahan

Umma berdiri lalu mencengkram kedua tanganku, “katakan jujur Minnie, kau tadi malam dengan Kyuhyun…” Ia menggantungkan kalimatnya—menyuruhku untuk menyelesaikannya, “Kami tidur karena kecapekan kemarin” jawabku jujur

GUBRAKKKKKKKKKKK

“Tidakkk” Umma menjauh—lari kepelukan Appa sedangkan Umma dan Appa Kyuhyun menghela napas berkali kali, ada apa sih ini?

“Kyuhyun mereka kenapa?” tanyaku, anehnya Kyuhyun masih terdiam—dia berdecak kesal mendengar pertanyaanku, “Kau bodoh atau kelewat polos sih” gumamnya

“Ya! Kau tidak berubah! Masih saja menghinaku!” aku menghardiknya namun kali ini Kyuhyun tidak membalas perkataanku, dia malah garuk garuk kepala—salah tingkah

“Pantas saja…huhu tadi malam kami tidak mendengar apa apa dari luar” kata Appa Kyuhyun keceplosan, “Apa!!!” pekikku dan teriakan Kyuhyun selaras

Sekarang mereka yang nyengir sendiri, “Eh..kebetulan kami juga menyewa kamar disebelah kalian untuk menginap sehabis pesta kemarin” jelas Appa tersenyum lebar, melihat ke yang lain—layaknya calon DPR meminta dukungan

“Ya!! Bisa tidak kalian mengatur kami terus!! Kami sekarang sudah menikah!! Jadi kalian lebih baik jangan ikut campur!!!” teriakku kehilangan kesabaran. Kyuhyun melihatku takjub sedangkan kedua orang kami mengkerut ketakutan, “Minnie, kami tidak sengaja kok” bela Appa Kyuhyun, disampingnya Umma Kyuhyun ikut mengangguk

“Ah tidak bisa!! KELUARRRRR” pekikku sambil menunjuk nunjuk pintu depan, segera mereka semua berebutan keluar dari kamar kami.

*Minnie ternyata bisa marah juga yah*

CKELK. Pintu tertutup rapat

Aku mengambil nafas panjang, benar benar deh—mereka kok bisa keterlaluan begitu sama anaknya sendiri, masa ngintip??!!!!! Batinku kesal

“Huahahhahaahhaahahaha”

Ng? Aku melihat kesebelah—Kyuhyun tertawa lepas saat kuusir mereka dengan tidak hormat, “bagaimana aku keren kan?” Kyuhyun mengangkat kedua jempolnya, masih dalam keadaan tertawa, “aku tidak menyangka kau bisa semurka itu” kata Kyuhyun sambil menghapus air mata karena kebanyakan ketawa

“Hehehe, siapa suruh mereka begitu?” Aku kembali memakan sarapan yang masih tersisa, “lagian ngapain coba ngintip?” Kyuhyun mengangguk setuju, aku melanjutkan ucapanku, “Masa mereka mau ngintip kita tidur sih? orang tidur aja di intipin..ck ck ck apa enaknya coba?” Aku terus menyerocos tanpa mempedulikan Kyuhyun yang menaikkan kedua alisnya, “Minnie” panggilnya, “iya?”

Kyuhyun memicingkan mata—curiga, “kau tahu kan kenapa mereka nguping kita diluar?” tanya pelan sekali—aku kesal. Kyuhyun memperlakukanku seperti bocah SD yang tidak mengerti apa apa, “karena mereka penasaran ngeliat kita tidur” jawabku terus terang

GUBRAKKKKKK

“Kyu!!!! Ada apa sih!!!!” seruku sambil menggoncangkan tubuhnya yang terhempas ke kasur saat mendengar perkataanku barusan

“Kyu!!!!!”

***

Aku sudah menanyakan berulang kali kepada Kyuhyun sepanjang hari, namun ia menggeleng lalu asyik berkutat dengan PSP. “Nanti kau tanya sama Heenim saja, ok” hanya itu jawabannya setiap aku bertanya

Ah sudahlah, nanti sehabis pulang dari hotel aku akan menanyakannya pada Chulie, pikirku.

“Minnie, kita makan dibawah aja” Kyuhyun sudah berganti pakaian, aku mengangguk sambil membenarkan kerah bajuku, “Aku siappp” ucapku seraya mengikuti Kyuhyun keluar dari kamar hotel. Sebenarnya bisa saja kami memesan makanan dikamar—tapi bosan!

Siang tadi aku dan Kyuhyun hanya mengurung diri di kamar, dia bermain game sedangkan aku menikmati jam tidurku yang tertunda, hehehe.

Kami sampai di resto Hotel. Memang benar kalau Hotel ini berkelas—lihat saja tamu tamunya orang penting, apalagi makanannya!!! Wuihh, lengkap dari sajian tradisional Korea hingga mancanegara, ck ck untuk yang ini, aku harus berterima kasih pada orang tua kami

*hotel gw bagus kan? wkwkwk #promosi*

Kyuhyun sudah mengantri di meja prasmanan, aku mengikuti dibelakangnya. Segera saja isi piringku tertutup penuh. Kemudian aku menghampiri Kyuhyun yang sudah sampai disalah satu meja tak jauh dari sini, “Selamat makan” ujarku riang. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala karena porsiku yang tidak berubah. “Apa?” tantangku mengikuti arah pandangannya

“Tidak” gumam Kyuhyun lalu mulai menikmati hidangannya.

Sekarang hanya terdengar dentang bunyi garpu dan sendok. Mungkin karena kami terlalu lapar sehingga perut terisi adalah prioritas utama sekarang

“Hai” suara seseorang yang sangat kukenal dan betul saja saat aku menoleh kebelakang, mereka semua sudah berdiri—ingin bergabung di meja kami

“Appa” sapaku dingin, masih kesal dengan kejadian siang tadi, “Kami boleh bergabung kan Minnie?” tanya Umma Kyuhyun takut takut—melihatnya aku tidak tega, “boleh kok Umma” ucapku langsung luluh

Kyuhyun hanya mengangguk lalu memperbolehkan mereka duduk, kami kembali makan dalam suasana hening

“Ng” Umma membuka pembicaraan, “kalian mau berapa hari berada disini?” tanyanya basa basi, “aku sih rencananya mau seminggu disini” kata Kyuhyun

“Seminggu??” mereka bertukar pandangan heran, “kalian tidak bulan madu?” tanya Appa melihat kami bergantian

“Aku kecapekan” jawabku,

“kalau aku tidak akan bulan madu sampai Minnie mendapat pelajaran tambahan dari Heenim” Kyuhyun memutar bola matanya saat mengatakan itu

Ku majukan bibirku—mungkin secepatnya aku harus bertemu dengan Chulie sepulang dari sini. Orangtua kami menampakkan wajah tidak mengerti, namun kemudian mereka mendesah—berusaha untuk tidak mencampuri urusan kami lagi, “itu terserah kalian, cuma Appa sarankan sebaiknya kalian beres beres di rumah baru, dibanding hanya berdiam diri di Hotel ini” saran Appa Kyu panjang lebar

“Eh? Rumah baru?” tanyaku penasaran, Umma langsung bersemangat dan menjelaskan semuanya, “kami sudah memutuskan untuk membiarkan kalian tinggal berdua sendiri” Ia dan Umma Kyu melirik sengaja, “supaya kalian bisa mandiri—tenang saja kami masih akan memberikan uang saku hingga nanti lulus sekolah bagaimana?” tawarnya dengan senyum bahagia. Jujur saja aku masih curiga ada niat lain dibaliknya—walaupun itu orang tuaku sendiri

“Kyuhyun bagaimana menurutmu?” tanyaku sambil menoleh ke Kyuhyun—ia berpikir keras. Wajahnya mendadak cerah, dirangkul pundakku lalu membisikkan sesuatu, “sudah setuju saja—dengan begitu mereka tidak akan bisa memaksa kita lagi berbuat macam macam”, “benar juga” balasku.

Kami menegakkan diri, Kyuhyun berbicara mewakili kami berdua, “boleh—kami setuju” Mereka tersenyum senang, “Baik—besok kalian check out dari sini” Appa memberikan sebuah kunci dan alamat dari tangannya, “semuanya ada disini, rumah itu memang kecil tapi cocok untuk kalian berdua, kemasi barang kalian lalu tinggalah disitu hingga libur sekolah berakhir” Appa duduk bersandar sambil memeluk lengan Umma—disebelah mereka, orang tua Kyu menatap kami sayang

Sebenarnya mereka niatnya baik kepada kami, mungkin perkataanku tadi siang agak tidak pantas, “Umma, Appa semua—maafkan ucapanku yang membentak kalian yah” Aku menunduk bersalah, Umma Kyu mendekatkan tubuhnya ke arahku, “tidak apa apa—tadi kami memang agak keterlaluan” Ia tersenyum tulus, “sudah lebih baik kalian tidur lebih awal jadi besok tidak terlambat kesana”

Aku mengangguk senang, disampingku Kyuhyun berdiri sambil menarik tanganku, “Baiklah, kami ke atas dulu yah” katanya ketika berpamitan dengan mereka keluar dari restoran hotel

-Sungmin PoV end-

“Aduh lugu banget yah Minnie—maafkan Ummamu ini” bisik Teuki saat menatap punggung Minnie dan Kyuhyun yang beranjak meninggalkan restoran

Kangin mengelus istrinya sayang, “kan ini satu satunya cara agar kita lebih cepat punya cucu hehehe” Donghae dan Eunhyuk mengangguk bersemangat, “Betul itu Teuki-shi dengan membuat mereka tinggal bersama akan memudahkan untuk hehehhehe” timpal Eunhyuk—biang kerok dan otak dibalik semua rencana ini

Kedua pasang orang tua itu tersenyum penuh makna—mengingat rencana mereka hanya menunggu hitungan waktu agar bisa terwujud, “sekarang kita bisa liburan dengan santaiiii” ucap Teuki senang, “Iya sudah lama kita tidak berpergian sayang” Donghae menarik Eunhyuk kedalam pelukannya. “Tenang saja, untung ada Kangin-shi mengajak kita ikut serta” Eunhyuk berterima kasih secara tidak langsung, Kangin menggeleng, “tidak usah sungkan—kita tinggalkan dulu pasangan muda itu, siapa tahu pulang dari sana, kita dapat kabar gembira” mendengar itu mereka ikut larut dalam kebahagiaan sambil tertawa senang

***

“Ini rumahnya Kyu?” tanya Sungmin sambil menurunkan barang barang miliknya dari mobil Kyuhyun, “betul ini tempatnya” Kyuhyun memasukkan kunci yang kemarin diberikan lalu membukanya

CKLEKKK

“Wah bagus yah Kyu” Sungmin terperangah—rumah ini sesuai harapannya. Tidak terlalu besar, sederhana adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya. Kyuhyun meletakkan barang miliknya di sofa rumah, Sungmin masih asyik melihat lihat ruang tamu. “Apa yang perlu diberesin, ini sih udah bagus” gumam Kyuhyun, “Minnie? Kamu dimana?” teriak Kyuhyun sadar Sungmin tidak ada didekatnya, “disini!!” suara Minnie berasal dari kamar tidur, “Kyu lihat!! Ada rak besar disini!! Ugh ternyata Umma tahu persis kalau aku akan membawa koleksi komikku” Sungmin berbalik ke arah Kyuhyun, “bagaimana? Bagus kan?” tanyanya lagi

“Hmmm, ini juga cocok untuk kaset game milikku” gumam Kyuhyun sambil meraba raba rak kayu itu, “Ya! Tidak bisa aku menemukannya duluann!!” sergah Sungmin tidak mau kalah, “Tapi ini terlalu luas—komikmu paling memakan 2 rak ini” Kyuhyun mengerutkan dahi, “nanti mau kutambah Kyuhyun” Sungmin membalasnya gemas

Kyuhyun menepuk dahi Sungmin, “Ya! Kita bagi dua saja biar adil, gimana?” Sungmin berpikir keras lalu berkata, “Hmm, setuju deh”

“gitu dong, sekarang kita taruh pakaian sama barang barang disini—baru nyari makan, lapar nih” usul Kyuhyun seraya keluar dari kamar lalu kembali keruang tamu, “ok” timpal Sungmin

Mereka perlu 2 jam untuk membereskan pakaian, menaruh komik dan kaset kaset game dan mulai menata kamar tidur.

“Fuih, selesai” Kyuhyun mengusap peluhnya—diamati kamar barunya baik baik, dia tersenyum puas, “sempurna” gumam Kyuhyun

Kyuhyun berbalik dan melihat Sungmin yang langsung meniduri kasur mereka, “Woi!! Mandi dulu!! Jorok banget sih jadi cewek” Kyuhyun menarik Sungmin lalu menyeretnya ke dalam bathroom, “Iya, iya” dengan pasrah Minnie mengambil handuk lalu pergi mandi sedangkan Kyuhyun main game sambil menunggu gilirannya mandi

Malamnya

“Kita mau pesen atau masak?” tawar Sungmin yang duduk santai di depan Televisi, di ruang keluarga. Kyuhyun yang baru selesai mandi langsung duduk di samping Sungmin—dia mengambil remote TV lalu mengganti ganti channel dengan bosan, “pesen aja, lagian gas belum datang, mau masak pake apa?” Sungmin manggut manggut, “Kamu mau apa?”

“Aku mau Pizza aja”

“Oke”

Sungmin menghubungi salah satu restoran cepat saji, “Halo,,ya saya mau memesan Pizza ukuran besarnya 2….ngg sama spagethi meetbalnya satu dannn” Sungmin berpikir sebentar, “udah itu aja deh….makasih” Sungmin menutup telepon dan melihat Kyuhyun heran, “Kenapa tampangmu bosan begitu?” Kyuhyun mengangkat bahu, “ngga tahu—mungkin baru sekarang aku ngerasain capeknya” katanya, jari jari Kyuhyun mengganti ganti tv sebagai mainan

“Oh” hanya itu jawaban Sungmin, ia kemudian kembali tenggelam dari dunia khayalnya—membaca komik.

“Ya! Suami lagi capek, bukannya diurutin kek! Eh ini malah dicuekin” Kyuhyun menghempaskan komik Sungmin kesamping, tadinya Sungmin ingin protes tapi saat melihat kalau Kyuhyun beneran marah—ia takut, “Iya deh, sini tangannya” Kyuhyun tersenyum menang, ia mengulurkan tangannya ke arah Sungmin, “urutin yang benar” Sungmin mengangguk pasrah, dia memijit lengan Kyuhyun dengan serius, “UHUK” Kyuhyun berdahak, “Oh kamu masuk angin” ucap Sungmin, dilepaskan tangan Kyuhyun dan pergi ke arah dapur, “tunggu sebentar” katanya

Kyuhyun menoleh—menunggu Sungmin keluar dari dapur, “Ini dia” Sungmin membawa dua cangkir, diberikan satu kepada Kyuhyun lalu di hirup pelan pelan untuknya, “Teh?” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, “Iya..Umma selalu membuatkanku itu kalau sedang masuk angin” jelas Sungmin, Kyuhyun meminumnya perlahan, rasa hangat menjalar ke tubuhnya—sejenak pusingnya mereda, “Hmm hangat” gumamnya, “mendingan?” tanya Sungmin, Kyuhyun mengangguk sambil menghabiskan isi cangkirnya

“Mau lagi” Kyuhyun menyerahkan cangkirnya yang kosong ke arah Sungmin, “bentar” Sungmin kembali ke dapur seraya menaruh termosnya sekalian, “masih banyak kok” Ia menuangkan teh ke cangkir Kyuhyun yang langsung diminum olehnya

“Fuhhh” wajah Kyuhyun membaik—wajahnya kembali merah, tubuhnya mulai berkeringat dan yang terpenting dia tidak marah marah lagi seperti tadi. Sungmin tersenyum melihatnya.

Ting Tong

“Itu makan malam kitaaaaa” Sungmin berdiri lalu membuka pintu, “terima kasih”. Sungmin kembali dengan tangan penuh kardus Pizza, “selamat makan” katanya sambil membuka bungkus itu satu persatu

__

“Kyuhyun, mau kemana?”

“Mau nutup pintu garasi”

“Oh” Sungmin berbaring sendiri sambil membaca komiknya yang tertunda—ia menunggu hingga Kyuhyun kembali dari depan.

“udah?” Sungmin mendongak melihat Kyuhyun masuk kedalam kamar lalu menguncinya, “beres, pintu depan, garasi belakang, udah ke kunci semua” jawab Kyuhyun sambil menghempaskan dirinya berbaring disamping Sungmin, “hmm leganya” gumam Kyuhyun masih dalam posisi menelungkup

Sungmin tersenyum sekilas, dimatikan lampu bacanya dan menselonjorkan tubuhnya—sejajar dengan Kyuhyun, “ tidur yuk Hoaammm udah malam” ajak Sungmin seraya mengangkat selimut yang tertimpa Kyuhyun, “Malam Kyu” ucap Sungmin—ia memberikan sebagian selimut itu kepada Kyuhyun, “Malam” jawab Kyuhyun yang langsung terlelap akibat kelelahan.

***

Kyuhyun bersandar di meja dapur, senyum mengembang tak berhenti melihat Sungmin sibuk di dapur dari jam 8 pagi. Ia menghela napas dan mendekati istrinya itu, “sudah kubilang kita pesan saja, aku tidak keberatan kok” walaupun Kyuhyun berkata begitu, ada nada menyindir dari suaranya. Sungmin pasti tidak bisa memasak. Pikirnya

“Ta da” Sungmin menunjukkan hasil masakannya. Sebuah mangkuk besar berisi mie kuah dengan berbagai macam sayuran, hasil kreasinya. Melihat itu Kyuhyun agak sangsi, “sudahlah Minnie—pesan saja yah” wajah Kyuhyun sedikit memelas. Sungmin menggeleng keras, “ini bisa dimakan kok” kata Sungmin sambil meletakkan masakannya ke meja makan, Kyuhyun akhirnya pasrah, ia duduk disebelah Sungmin yang menyendokkan mie itu untuk Kyuhyun

“Makanlah” kata Sungmin

Kyuhyun memejamkan mata seperti berdoa, “mudah mudahan ngga beracun” gumamnya pelan

“Apa?” tanya Sungmin menoleh

“Ngga” Kyuhyun menyendokkan sedikit sekali ke mulutnya, dia memejamkan mata dannnnn

Wajah Kyuhyun terbelalak, “enak” katanya takjub

Sungmin tersenyum lalu terkekeh, “makanya jangan dilihat dari bentuknya aja…enak kan” Kyuhyun mengangguk lalu mulai lahap menghabiskan sarapan buatan Sungmin

“Ah” Kyuhyun tidak menyangka dia dan Sungmin bisa menghabiskan mie itu hanya berdua—padahal porsinya besar, mungkin karena dia sendiri menambah empat kali.

“Kenyang, makasih istriku” ucap Kyuhyun, “sama sama suamiku” balas Sungmin, beranjak dari kursi dan mulai membereskan piring piring kotor

“Tapi kalau bisa lain kali masak yang lebih banyak sayurnya yah—jangan mie instan. Soalnya aku mau ada pertandingan basket dalam waktu dekat. Jadi harus makan yang bergizi” saran Kyuhyun

“Memangnya kapan pertandingannya?” tanya Sungmin sambil mencuci piring, “2 minggu setelah masuk sekolah” balas Kyuhyun dari luar dapur

“Baiklah” Sungmin kembali sibuk mencuci lalu membereskan dapur—bekas sampah sampah masakannya

Sehabis itu Sungmin sibuk membereskan rumah, mencuci baju dan merapikan rumput rumput dihalaman rumah.

Kyuhyun yang heran melihat sifat Sungmin langsung menariknya ketika dia berjemur di luar saat membenahi taman kecil mereka, “kenapa kau jadi tiba tiba rajin begini sih?” tanya Kyuhyun heran

*jangankan lo Kyuhyun, gw juga heran sama nih anak—kok tiba tiba jadi pinter masak..ck ck ck*

“Habis, ngga ada yang bisa dikerjain” Sungmin bersungut sungut—dia benar benar kurang kerjaan. Komik sudah selesai dibaca, ditambah lagi Kyuhyun dan dirinya malas keluar rumah buat jalan jalan—capek

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, “ Ada kok, ikut aku sekarang” Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin agar mengikutinya masuk ke dalam rumah. “Ngapain kita ke kamar, kan masih siang?” tanya Sungmin, “sudah masuk saja” kata Kyuhyun

Kyuhyun menghidupkan TV dan PS3nya bersamaan, Ia memilih milih game—sibuk sendiri, disampingnya Sungmin hanya menunggu aba aba dari Kyuhyun

Mau ngapain sih? masa aku disuruh ngeliat dia main ps? Batin Sungmin

“Nih” Kyuhyun menyerahkan salah satu sticknya ke Sungmin, “kita bermain sekarang” Kyuhyun tersenyum licik, “tapi kan aku udah bilang—ngga bisa main game” bantah Sungmin ingin mengembalikan stick ke Kyuhyun tapi ditahan, “sudah coba dulu—gampang kok cuma game Silent Hill” kata Kyuhyun sambil menyuruh Sungmin diam karena game akan segera dimulai

Selama setengah jam mereka bermain dan bisa dipastikan siapa yang selalu memenangkan pertandingan. Sebenarnya ini bukan tentang siapa yang menang dan yang kalah karena dalam game ini pemain dituntut untuk menembak mati nenek tua yang seram itu.

“Kok ngga mati mati Kyu” ujar Sungmin ketakutan—tampilan PS3 yang semakin real membuat sosok nenek itu juga semakin nyata bagi Sungmin

“Ngga tahu—makanya aku nyuruh kamu ikut, siapa tahu kamu tahu dimana senjata buat menghancurkan nih nenek” kata Kyuhyun, kedua matanya masih fokus menatap ke layar TV

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Sungmin saat avatarnya menjelajah hutan dan tertangkap oleh nenek tua itu, tidak sengaja Sungmin melemparkan stick ditangannya dan naik ke kasur.

“Kau kenapa sih? ini kan cuma game” sindir Kyuhyun karena sikap Sungmin yang dinilainya terlalu berlebihan, “Ya! Itu menyeramkan Kyuhyun!!!! Aku ngga mau main lagi!!” ujar Sungmin, ia keluar kamar dengan kasar, “Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun masih fokus bermain, “Mau menyiapkan makan malam saja” jawab Sungmin sambil menutup pintu kamar, meninggalkan Kyuhyun sendirian

“Tuh anak apa ngga tahu betapa seramnya nenek itu,” gumam Sungmin sambil mencuci beras, “ Mana mukanya rusak, giginya ngga ada dan matanya itu…iiih” Sungmin bergidik, ia menepuk pipinya pelan, “sudahlah lebih baik aku memasak” katanya—seraya memotong motong sayur hijau untuk makan malam

__

“Kyuhyun makannnnnn” teriak Sungmin ketika menyiapkan makan malam di meja, kali ini dia menuruti kemauan Kyu—masak sayur hijau dan ikan rebus, sehat kan. pikir Sungmin

Kyuhyun keluar dari kamar—lagi lagi ia terkejut melihat masakan Sungmin, “aku tidak tahu kau bisa masak” ucapnya terus terang.

Sungmin meredam kesalnya—dia membagi bagi makanan untuk Kyuhyun dan dirinya, “Kau tidak tahu kalau Umma suka sekali meninggalkanku dirumah sendiri, makanya aku jadi mandiri—kalau hanya memasak mudah seperti ini sih, kecil” kata Sungmin bangga

“Kalau biasa sendiri kenapa ketakutan seperti tadi?” kata Kyuhyun sambil memakan ikan dengan lahap

“Ya! Aku tidak ketakutan kok” Sungmin memutar kedua bola matanya ke kiri—Kyuhyun yang tahu dia berbohong hanya mengangguk, “Oh” katanya

Tiba tiba suasana menjadi hening

“Aku selesai” ujar Kyuhyun, ia bangkit berdiri lalu meninggalkan Sungmin yang terheran heran, “tumben Kyu makannya cepet” ucap Sungmin curiga

Dan benar saja ternyata Kyuhyun berganti baju keluar dari kamar, “kau mau kemana?” tanya Sungmin

“Aku mau ke rumah Kibum—mau nanya gimana caranya membunuh nenek itu” Kyuhyun membenarkan jaket tebalnya, “penasaran nih” lanjutnya

“Tunggu” Sungmin yang belum selesai makan bergegas menghentikan langkah Kyu saat mau keluar rumah, “ngga bisa ditunda? kan udah malam” Wajah Sungmin jelas jelas terlihat ketakutan tapi Kyuhyun tetap ingin pergi, “Aku ngga bisa tidur sebelum menyelesaikan game itu Minniee, udah ah” Kyuhyun menyingkirkan tubuh Sungmin yang menghalangi pintu depan lalu bergegas ke garasi

Tak lama terdengar deruman motor, Kyuhyun tega meninggalkan Sungmin malam malam disaat dia masih terbayang sosok nenek menakutkan itu

“Kok dia tega sih?!!!” pekik Sungmin kesal, ditutup pintu depan lalu dikuncinya, “Biarin Kyuhyun tidur diluar sekali sekali!!” Sungmin kembali duduk lalu menghabiskan makan malamnya

……

“kok tiba tiba jadi hening begini yah” ucap Sungmin padahal dirinya sedang menonton TV dengan volume keras—tapi tetap saja, ada nuansa aneh menyelimutinya

“Apa karena ini rumah baru?” gurauannya terdengar garing—Sungmin sudah berusaha menenangkan diri sendiri dari tadi….namun….”Kyu kamu dimana sih? udah dua jam nih” lirih Sungmin ketakutan

Akhirnya Sungmin memutuskan untuk tidur duluan—apalagi jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tambah malam tambah menakutkan buatnya

Sungmin berhambur ke kasur empuknya dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut, “Ugh kok dingin banget hari ini?” Ia bergelung didalam selimut, mencoba memejamkan mata agar bisa tertidur lebih cepat—tiba tiba……

Wajah Sungmin ketakutan, sekarang ia benar benar mengigil, keringat dingin membasahi dahinya. Ada sebuah tangan dingin melingkar perlahan di pinggangnya dari belakang.

Sekarang seluruh tubuh Sungmin bergetar hebat, ia tidak bisa bergerak dalam pelukan itu. Bisa dirasakannya tubuh yang menempelnya itu juga dingin—seperti bukan manusia

Kyuhyun!!!!! Tolong!!!! Jerit Sungmin dalam hati.

“Hmmmm” nafas ‘sosok’ itu berhembus dan menyapu bagian telinga Sungmin, membuat Sungmin semakin ketakutan, ia mengucapkan nama Kyu berkali kali saat sosok itu mempererat pelukannya.

“memangnya ada apa denganku?” balas suara itu yang bersumber dari belakang Sungmin

Sungmin menoleh dengan cepat, “Kau?!!” kata Sungmin marah, langsung saja di jauhkan tangan Kyuhyun dari tubuhnya lalu menimpuki Kyuhyun dengan bantal, “aduh sakit Minnieee” Kyuhyun berhasil menangkap bantal yang mengenai wajahnya, “Kenapa kau tega mengerjai aku seperti itu?!”

“Eits” Kyuhyun berhasil memegang kedua tangan Sungmin agar berhenti melemparkan bantal, “Aku bukannya mengerjaimu, tadi aku langsung memelukmu karena kedinginan habis mengendarai motor, nih kalau tidak percaya” Kyuhyun menempelkan kedua tangannya ke wajah Sungmin—benar saja tangannya memang terlalu dingin. Batin Sungmin

“Terus? Bagaimana caranya kau bisa masuk?? Kan aku sudah mengunci semua pintu” kata Sungmin masih kesal ditinggal sendirian

Kyuhyun menarik sesuatu dari saku jeansnya, “Kita kan memang punya kunci masing masing” kata Kyuhyun, Sungmin mendesah kesal—berusaha mencari cari kesalahan

“Sudahlah tidak usah marah lagi” Kyuhyun menyeret tubuhnya mendekati Sungmin, dipeluk lagi tubuh istrinya dengan erat, “Aku kedinginan” bisik Kyuhyun ke telinga Sungmin. “Sebentar kuambilkan selimut cadangan dari lemari” kata Sungmin ingin berdiri—namun ia sekarang tidak bisa bergerak sesenti pun karena dipeluk oleh Kyuhyun, “Tidak usah—tubuhmu sudah cukup hangat kok” bisiknya lagi

“Makanya jangan pergi malam malam, apalagi disituasi sedingin ini—nanti kalau masuk angin lagi kan aku juga yang repot”

“Bisa tidak kau diam sebentar” gumam Kyuhyun tidak peduli, “tidak” balas Sungmin.

Saat Sungmin ingin melanjutkan bicara—mendadak bibirnya terhenti, Kyuhyun membungkam semua kata yang ingin diucapkan Sungmin.

Ia menciumnya. Secara perlahan dan lembut. Merasa Sungmin tidak merespon, Kyuhyun melepaskan ciumannya, “Kenapa? Kau tidak suka?” Sungmin menggeleng, “Terus?” Kyuhyun sekarang kesal karena Sungmin malah mematung—tidak menjawab pertanyaannya, “Aku….dadaku sesak….” Lirih Sungmin—wajahnya memerah saat mengatakan itu.

Kyuhyun tersenyum, “Oh, tidak apa apa, nanti kau juga terbiasa” bisik Kyuhyun. Kemudian ia kembali mendekatkan bibirnya—kali ini Sungmin memejamkan mata, bersiap siap.

Kyuhyun mencium Sungmin pelan, dibiarkannya Sungmin bernafas sesekali. Kyuhyun mengecup lembut bibir istrinya sambil mendekatkan tubuh mereka berdua.

“hmm” Sungmin bernafas lega saat Kyuhyun melepaskan bibirnya. “Sebaiknya kita tidur” kata Kyuhyun memejamkan mata—tangannya masih melingkari pinggang Sungmin, tadinya Sungmin ingin melepasnya namun ditahan Kyuhyun, “biarkan aku memelukmu—dingin Minnieee” Kyuhyun menggertakkan bibirnya, di peluknya Sungmin lebih erat.

“Minnie?” panggil Kyuhyun

“Ya?”

“Jantungmu baik baik saja kan? kok bunyinya keras sekali?” goda Kyuhyun—dia bisa mendengarnya karena tubuh mereka saling menempel satu sama lain

“Ini gara gara siapa ya” balas Sungmin menyindir. Ia menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun—kehangatannya menjalar. Sungmin menghela nafas kemudian menutup mata—tertidur lelap sambil memeluk suaminya

TBC

22 responses to “≈No Other Like U-Sixteen-{Moving}≈

  1. hueeeeeeeee~ pengen kyk kyumin, mesra. tapi polos.. #bingung sendiri bilangnya~

    sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

    lanjuttttttt…^^

  2. apa aq tidak salah baca tuh? kyu minta dimasakin sayuuuuuuur? sekali lagi kyu minta dimasakin sayur? (aq lebay), kemungkinan hanya di ff nih ada scane kyu minta dibikinin sayaur, god job thor🙂
    umin lugu terus polos banget sih^^^^

  3. ommo!!! mrk so sweet bgt!! ak ska !! hahaha g sgka bgt ihh ampe sgtu ny kyuu romantis

  4. Sungmin polos’a badai nih, masa bgtu ajah gk tau,,, :))
    Minnie: emang apaan sih?
    W: sini aq kasih tau ! Asdfghjklm
    Minnie: O_O
    W: *ngakak*

    Pas di ranjang kyu so sweet bgt, suka bgt sma skinship’a kyumin disini >,<

  5. Kyaaaaaaaaa~~~~~~~~ ♥♥Seru banget ceritanya oenni Sebas~(~♥_♥)~ the best of the best Story~~ i ♡ Kyumin😄

  6. minnie bnr2 deh polos’a,sabar ya kyuppa,

    aiihhh kyumin nempatin rmh bru,wah smg menjdi keluarga yg ttp harmonis

  7. ini kok kyumin tambah romantis?
    ihh sumpah pas baca bagian akhir ketawa ketawa sendiri.
    kyu manjanya ke minnie.. minnie juga tanpa sadar manja ke kyu.
    ckckck semoga tambah romantis deh

  8. aduh si min polos banget
    itu si kyu juga engga berani ngapa2in sama istri sendiri
    kayaknya si kyu ditahan2in tuh hahaha
    lanjut baca dulu

  9. Aigoooo, ming polos bgt… Bener2 romantis nich pasangan..🙂
    Kyu nyium minnie…, so sweet bgt sich..

  10. kyu ga berani nyentuh… hmmmm…. kenapa ga langsung aj bikin anak #plak *ketauan yadong

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s