≈No Other Like U-Seventeen-{New Life}≈

Kyuhyun PoV

Sudah hampir seminggu kami pindah rumah dan memulai kehidupan yang baru. Hahahaha, aku baru sadar kalau aku kena karma atas perkataanku dulu kepada Minnie. Dulu aku mencemoohnya karena ingin menikah muda—dan lihat aku sekarang? Aku menikahinya saat baru duduk dikelas XI!

Tapi satu hal yang tidak kumengerti tentang Minnie, apa ada orang sepolos dia?!

Aku hampir pingsan pas mendengar jawabannya tentang malam pertama, Ya Tuhan! Kenapa kau memberikan cobaan begitu berat terhadapku. Belum lagi sifatnya yang tiba tiba berubah, kapan aku pernah melihat Sungmin peduli kebersihan seperti sekarang ini?

“Kan aku pernah janji Kyuhyun, kalau sudah menjadi istrimu aku akan berubah. Ingat?” jawabnya saat ku naikkan alisku melihatnya sudah merapikan ruang tamu tadi pagi

Tapi diluar itu aku beruntung mendapatkannya, paling tidak dia tidak menuntutku macam macam seperti cewek lain. Sungmin tidak memintaku untuk menyatakan cinta tiap hari, atau minta diberikan surprise satu waktu—tidak, dia tidak seperti itu. Mungkin sifatnya yang membuatku memilihnya sebagai istriku

Dia juga tidak curiga saat aku meninggalkannya sendiri pergi ke rumah Kibum kemarin malam. Aku tahu sebenarnya dia ketakutan setelah memainkan Silent Hill—aku juga begitu awal awal, tapi yang membuatku ingin mengerjainya adalah sikapnya yang tidak mau bergantung kepadaku. Minnie merasa bisa mengatasi semuanya sendiri. Hmmm—-kita lihat saja bagaimana wajahnya kemarin

“Kau mau kemana?” tanyanya heran melihatku yang sudah bersiap ingin pergi

“Aku mau ke rumah Kibum—mau nanya gimana caranya membunuh nenek itu” ku betulkan jaket tebal ditubuhku, “penasaran nih”

“Tunggu” Sungmin yang belum selesai makan bergegas menghentikan langkahku saat mau keluar rumah, “ngga bisa ditunda? kan udah malam” Wajah Sungmin jelas jelas terlihat ketakutan

Hahahaha, anehnya aku senang melihat wajahnya ketakutan

“Aku ngga bisa tidur sebelum menyelesaikan game itu Minniee, udah ah” aku menggeser tubuh Sungmin yang menghalangi pintu depan lalu bergegas ke garasi

Ku nyalakan motor dan menggas dengan kencang, “selamat malam Minnie” bisikku kemudian melaju dengan kecepatan tinggi

“Woi! Apa kabar?!” sapa Kibum agak kaget melihatku nangkring malam malam didepan rumahnya, “baik—mana orangtua lo?” tanyaku sambil melepas jaket lalu mengikuti Kibum ke kamarnya

“Biasa lagi pergi, eh gimana malam pertamanya? Soalnya gw denger dari Chulie, lo berdua ngga mau bulan madu” Wajah Kibum jelas jelas menggodaku—berusaha mengorek lebih jauh

Aku hanya bisa menarik nafas panjang saat berbaring malas di kasurnya, “Ngga akan bisa lo bayangin deh” aku menggeleng kepala

Kibum yang tertarik mendekat ke arahku, “Kenapa? Cerita dong, siapa tahu jadi pengetahuan berharga buat gw ntar kalo nikah sama saudara lo” desak Kibum—disebelahku. Dia melepaskan permainan di PS3 nya karena penasaran dengan ceritaku

Aku menoleh ke arah Kibum, “Kami ketiduran gara gara kecapekan ngurus pernikahan” kataku terus terang

“Ha?” Kibum sedikit melongo—tidak percaya dengan ucapanku, “serius!” tambahku

Kibum mendelik, dia menahan tawa dari mulutnya, “lo ngga akan percaya betapa polosnya Sungmin” kataku

Aku tidak pernah memanggilnya Minnie didepan orang lain—soalnya aku tidak suka kalau orang lain juga memanggilnya begitu, kalau cuma Heenim sih tidak apa apa

Kibum mengangkat bahu, “ngga heran, Chulie pernah keceplosan bilang ke gw kalau si Sungmin tuh ciuman aja belum pernah”

“Ha? Serius? Jadi gw orang pertama yang nyium dia dong” Entah kenapa hatiku lega mengetahui hal itu—Minnie belum pernah ciuman? Hmmm, pantas saja dia begitu kaku waktu aku cium pertama kali

“Woi udah ngelamun joroknya!!” tandas Kibum membuyarkan lamunanku, Ia menyeringai antara kasihan dan senang melihatku seperti ini, “udah tunggu aja—nanti kalau udah waktunya dia juga ngerti kok, lagian apa lo ngga kasihan kalau dia tiba tiba hamil pas masih sekolah” nasihat Kibum

Aku menyerengit, “tumben lo jadi bijak gini—ada angin apa?” tanyaku—sekarang giliran aku yang penasaran dengannya

Kibum menoleh lalu tersenyum lebar, “gw mau ngelamar Chulie nanti pas kita lulus dari sekolah, hehehe”

Aku terperangah—ikut senang, “bagus dong! Berarti lo serius sama si Heenim, gw dukung deh!” ku tepuk pundak Kibum pelan, “thanks ya, lagian Chulie beneran kepengen ngeliat Sungmin kemarin pake gaun putih—lo ngga denger dia ngerengek udah kayak apa” Kibum pusing dengan tingkah laku ajaib Noonaku itu

“Iya yah terkadang cewek ngga bisa dimengerti” gumamku setuju

___

Ternyata tidak ada salahnya tadi aku pergi menemui Kibum—yah paling ngga kami masih sempat main sebentar, yang aku lupakan adalah Kibum tidak jauh lebih jago bermain PS dibandingkan diriku, jadinya dia juga ngga tahu gimana caranya namatin tuh game.

Aku lihat rumah sudah dikunci, ck ck ck Minnie Minnie tega banget jadi istri—baru hari ke 2 aku disuruh tidur diluar.

Aku tersenyum licik, ku keluarkan kunci cadangan yang memang ada ditanganku. CKELK. Lampu ruang depan semuanya sudah mati—apa nih anak tidur cepat ya? Aku melirik jam ditangan, hmm sudah jam 11 sih.

Pasti Sungmin masih ketakutan deh, makanya dia tidur cepat. Pikirku. Segera saja timbul ide untuk mengerjainya, aku langkahkan kaki pelan pelan—berusaha tidak menimbulkan suara. Kubuka pintu kamar yang juga sudah dikunci

Ah itu dia—bergelung didalam selimut, bisa ku bayangkan betapa hangat badannya—kan dingin banget diluar. Bahkan jaketku saja tidak bisa menghalau angin dingin yang menerpaku diperjalanan pulang

Aku berjinjit naik dari arah belakang lalu memeluknya dari belakang, hmm benarkan hangat.

Ku eratkan pelukanku—anehnya Minnie bergetar hebat, mungkin dia kaget karena tiba tiba aku memeluknya. Polos banget nih cewek

“Kyuhyun” bisiknya—suara Minnie terdengar aneh—seperti meminta bantuanku

“memangnya ada apa denganku?”

Sungmin menoleh dengan cepat, “Kau?!!”wajahnya kelihatan marah, dia menjauhiku, mengambil bantal disebelahnya lalu melempar bantal itu ke arahku, “Aduh sakit Minnieee”

“Kenapa kau tega mengerjaiku seperti itu?!” katanya masih dengan wajah penuh amarah

“Eits” kutangkap kedua tangannya, ““Aku bukannya mengerjaimu, tadi aku langsung memelukmu karena kedinginan habis mengendarai motor, nih kalau tidak percaya” kuraih wajahnya dengan kedua tanganku yang membeku, perlahan raut mukanya berubah.

“Terus? Bagaimana caranya kau bisa masuk?? Kan aku sudah mengunci semua pintu” kata Sungmin sepertinya dia masih kesal ditinggal sendirian

“Kita kan memang punya kunci masing masing” jelasku, ““Sudahlah tidak usah marah lagi” sekarang aku memeluknya lebih erat, ternyata tubuhnya jauh lebih hangat daripada selimut tebal. Bahkan aku menolak ketika dia mau mengambil selimut tambahan—untuk apa? Dia sudah cukup hangat untukku

“Makanya jangan pergi malam malam, apalagi disituasi sedingin ini—nanti kalau masuk angin lagi kan aku juga yang repot”

Aduh ini nih sifat dasar cewek—ngga bisa kalo ngga bawel sehari. Ucapan Minnie mengingatkanku kepada Umma, “bisa tidak kau diam sebentar” gertakku

“Ngga” balas dia

Aku menghela napas, kumiringkan kepalaku dan mencium bibirnya agar dia bisa terdiam.

Aneh—Sungmin benar benar terdiam sekarang, tapi juga tidak merespon ciumanku, jangan jangan…

“kenapa? Tidak suka?” tanyaku was was, mungkin tindakanku kelewat batas untuknya

Sungmin menggeleng—masih tidak mau berbicara, “terus?” desakku. Paling ngga kalau terganggu ngomong kek

“Aku….dadaku sesak….” Lirih Sungmin—wajahnya memerah saat mengatakan itu.

Kenapa dia bisa kelihatan semanis ini?

Aku tersenyum—ingat perkataan Kibum tadi, “Oh, tidak apa apa, nanti kau juga terbiasa” bisikku. Kudekatkan wajahku ke arahnya, Sungmin memejamkan matanya

Ku cium bibirnya pelan, amat pelan. Bisa aku rasakan kali ini dia merespon—membalas ciumanku. Tanpa sadar aku kembali meraih pinggangnya agar lebih dekat denganku

“Hmm” Sungmin mengambil nafas panjang saat kulepaskan bibirnya. Ya Tuhan kenapa aku ingin melakukan lebih? Apa karena aku lelaki disini?

Arghh sebaiknya ku hempaskan pikiran burukku, kuraih dia agar lebih dekat. “Sebaiknya kita tidur” kataku—mencoba untuk memejamkan mata

Sungmin berontak dalam pelukanku, ampun deh masa meluk aja aku ngga boleh.

“biarkan aku memelukmu—dingin Minnieee” aku mengarang alasan itu, agar dia berhenti bergerak. Yes, akhirnya tubuh Minnie terdiam juga

“Minnie?” panggilku

“Ya?”

“Jantungmu baik baik saja kan? kok bunyinya keras sekali?” aku menggodanya—detak jantung tidak beraturan ck ck, ternyata dia memang masih polos

“Ini gara gara siapa ya” balasnya menyindir. Ia menyandarkan kepalanya di dadaku dan mulai terlelap

***

DRRRRTTTTTT. Handphoneku bergetar, dengan setengah sadar kuraih lalu mengangkatnya, “halo?” tanyaku sedikit mengantuk

“Kyuhyun! Kau tidak lupa kan hari ini ada latihan basket ekstra!!!” suara Siwon dari seberang langsung membangunkanku

“Ah ya, aku tidak lupa—jam berapa kita ngumpul disekolah?” tanyaku sambil berdiri dan mengambil handuk mandi, “Jam 10, jangan telat” serunya seraya menutup sambungan

Aku melihat ke jam di dinding, masih jam 8! Ini nih kebiasaan Siwon—selalu membangunkan orang lebih pagi agar tidak ada satu pun anggotanya yang terlambat

“Mau kemana?” tanya Sungmin yang ikut terbangun

“Ke sekolah—aku lupa ada latihan basket buat pertandingan nanti” Aku langsung mandi kilat—takut telat.

Seusai mandi, langsung kumasukkan handuk bersih, pakaian basket, sepatu olahraga kedalam tasku. “Minnie aku berangkat ya” kataku melihat dia masih tergeletak di atas kasur

“Iya—eh nanti aku boleh nonton ngga? Bosen dirumah terus” tanyanya

“Boleh” jawabku tersenyum, “jangan lupa bawain makan siang” ujarku setengah berlari ke arah garasi—mendingan aku memakai motor saja, biar lebih cepat sampai kesekolah

Di Sekolah, Lapangan basket

“Ya! Perhatikan Speed! Speed! Lempar!!!” teriak sang pelatih

Hari ini kami benar benar dikuras habis, maklum pertandingan ini akan ikut menentukan nama sekolah di tingkat kota. Hari ini kami baru pemanasan sehabis liburan 3 minggu, jadinya hanya disuruh lari keliling lapangan dan saling mengoper bola berpasang pasangan

“Kyaaa semangat Siwon!!!! Saranghae!!” teriak geng cewek fans club ketua kami—Choi Siwon

“Kibummmmmmmmmm…Kibum Kibum” nah kalo yang ini penggemarnya sahabatku, walaupun satu sekolah tahu dia dan Heenim sudah berpacaran, tidak membuat para fansnya mundur

“Ya! Berhenti menyoraki dia!” nah baru kubilang, Heenim bangkit berdiri dari kursi penonton dan memarahi para fans itu—anehnya mereka semua menghiraukan teriakan Heenim dan kembali memberi semangat kepada Kibum

“Kyuhyun!!!!!! We Love u!!!”

Ha?

“Makanya jangan menyindirku—lihat penggemarmu sendiri tambah banyak padahal lo udah merid ck ck” sindir Kibum yang berada disebelahku—sedang sparing dengan Siwon

Itulah yang tidak aku mengerti dari cewek. Jelas jelas kedua orangtua kami mengundang seluruh murid pas pesta pernikahan kami—tapi lihat? Mereka tetap tidak berhenti meneriakiku seperti itu. Apa ada yang salah dengan otak mereka?

“Ya, cukup! Kita istirahat dulu 15 menit!” pelatih meniup peluitnya, serentak kami semua melepas dribelan bola lalu menghambur ke samping lapangan. Kulihat Siwon disambut meriah oleh penggemarnya yang sudah menyiapkan minuman untuknya, “makasih ya” ujarnya sopan

“Kyaaaaaa ngga papa kok” balas mereka

Siwon memang selalu baik dengan siapa pun, dia satu satunya anak basket yang tidak pernah marah diteriaki oleh fansnya saat sedang latihan, kalau aku? Aku malah sudah sering mengusir mereka

“Kibummm ini minum untukmu” Heenim memberikan botol mineral untuk Kibum sambil melirik sinis ke arah fans fansnya yang kecewa

“Thanks Chulie sayang” Kibum mengelus kepala Heenim lembut, hmm sesuatu hal yang tidak akan bisa kulakukan dengan Minnie. Habis melihat kepalanya aku malah ingin memukulnya terus, hehehe

Eh ngomong ngomong dimana dia? Katanya mau nonton kok ngga dateng? gerutuku dalam hati

Aku mengedarkan pandangan ke arah pintu masuk lalu ke kursi penonton—Minnie tidak ada!

Awas saja kalau aku pulang! Jangan jangan dia ketiduran sampai sesiang ini! aku menyapu ke arah penonton—memastikan sekali lagi, dimana kamuuu Minniee?

Tiba tiba aku melihat ujung kepalanya yang menyembul dari kerumunan ramai di sebelah barat, aku bangkit berdiri lalu menghampirinya. Tidak kupedulikan para cewek cewek itu berteriak kesenangan mengira aku kesana untuk mereka

Aku menyibak kerumunan dan benar saja, Minnie terjebak di tengah tengah, “kenapa baru datang sih!” bentakku sambil menarik dia keluar dari situ lalu mendudukkannya disebelah Heenim

“Hai Minnieee udah lama ngga ketemu” Heenim menyapanya senang, “Hai” tidak dipedulikan aku yang masih gregetan melihat sifatnya itu

“baru datang?” tanyaku—masih ada nada kesal disuaraku, Minnie menggeleng, “dari mulai latihan aku sudah ada disini” aku menyeringitkan dahi, “kenapa kau tidak langsung masuk kesini?” tanyaku tajam

Minnie berusaha membela diri, “aku terjebak Kyuhyun, sudahlah kamu senang sekali marah marah sih” Aku benar benar gemas kepadanya—aduh dosa ngga ya kalo kepalanya ke getok sekali lagi

“Udahlah Kyu—kalian ini jadi suami istri kok masih berantem aja” lerai Heenim disebelah Minnie, Kibum hanya tersenyum senyum—menahan ketawa

Minnie menoleh, perhatiannya langsung teralih, “Oh yah Chulie aku mau bertanya sesuatu kepadamu” ucapnya dengan antusias

Aku melipat tangan didada, memangnya apa yang mau nih anak tanyakan?

“Apa?”tanya Chulie

“Itu tentang malam pertama, kata Kyuhyun aku disuruh bertanya kepadamu” kata Minnie dengan amat lugas

Spontan aku membungkam mulutnya dengan tangan kananku, kubiarkan Minnie meronta ronta kesakitan. Nih anak polos juga ada batasnya!!! Jeritku membatin

“Kok tiba tiba lapangan sepi” gumamku

Aku melihat kesekeliling—arghh kenapa kalian semua melihat ke arah kami!!!!!

“Apa?!!” kata Chulie kaget dan menoleh kepadaku tidak percaya, Kibum sudah tidak bisa menahan tawanya—ia tertawa kencang sekali, memecahkan keheningan

Minnie masih bisa mengangguk dalam gengamanku, “Ngga Heenim—dia bukan mau ngomong apa apa” Aku menggeleng keras, Ya Tuhan aku cuma bercanda waktu mengatakan ituuuuu mana kutahu kalau ia benar benar mengatakannya kepada Heenim

Priiiittttt. Bunyi peluit Pelatih menganggetkanku, “Ayo semua kembali ke lapangan!!!” dengan pasrah aku terpaksa melepas Minnie lalu beranjak bersama Kibum ke tengah tengah lapangan

“Ehem—pengantin baru nih….” goda Siwon kepadaku

Aku menggeleng sambil menundukkan kepala, malu—arghh tahu begini ngga kuajak tadi dia kesini

Aku memberanikan diri melihat ke arahnya lagi—dia berbicara lancar sambil sesekali Heenim melihatku tajam, mati aku—nanti pasti aku dilibas sama kembaranku itu pake jurus karatenya

Selama 2 jam pemanasan, kami sudah mulai bersemangat lagi. Aku beserta anggota yang lain mulai bisa merenggangkan diri dan siap untuk menyiapkan strategi untuk pertandingan 2 minggu lagi

“Sudah cukup untuk hari ini! besok jangan lupa, jam masih sama!” teriak Pak Pelatih

“Baik Pak” teriak kami serempak

“Kalian boleh pulang”

Satu persatu dari kami bersingut keluar lapangan untuk berganti pakaian dan bersiap siap untuk pulang. Aku menatap nanar ke arah bangku penonton—masih belum sepi, bahkan fans fans klub kami masih betah bertenger disana

Aneh, mahluk yang namanya cewek itu emang aneh

“Kyaaa Kyuhyunn!!!!” pekik mereka saat aku menghampiri bangku penonton tepat disamping Minnie, aku melayangkan pandangan tajam ke arah mereka—menyuruh diam. Tapi yang ada mereka tambah keras berteriak, “Kyuhyunnnnnn Love uuuuu”

Ah, mau mati rasanya. Batinku

“Kau capek?” tanya Minnie disampingku

“Ngga, mau bunuh diri” selorohku, tiba tiba Heenim bangkit lalu berdiri didepanku, “Apa maksudmu ngomong gitu sama Minnie, ha?!” Tuh kan bener, induknya marah.

Ini masih merupakan misteri bagiku kenapa Heenim sayang sekali kepada Minnie, lebih lebih dari aku yang notabene adik kandungnya

“Bukan apa apa kok” Latihan tadi menguras tenagaku untuk membalas perkataannya, “Ikut aku!” Heenim menarik lenganku ke pojok lapangan yang sepi—di belakang kursi penonton

“Kau tahu kan betapa polosnya Minnie” suara Heenim memang pelan—tapi ada nada setajam pisau didalamnya

“Maaf—abisnya dia bodo—maksudku masa dia ngga ngerti sih orang nikah ngapain” belaku

“Kau tahu—dia benar benar penasaran tentang itu, menurut perkataannya dia belum bisa jadi istri yang baik kalau itu saja tidak tahu—Minnie sudah berubah demi kamu” jelas Heenim lagi

Aku mengerutkan dahi, “memangnya apa sih yang kalian bicarakan dari tadi?” tanyaku penasaran

Heenim melirik sayang ke arah Minnie yang sedang ngobrol dengan Kibum, “dia barusan menanyakan ‘hal itu’ kepadaku, aku sudah bilang tidak usah memikirkannya karena memang belum waktunya” Heenim mengucapkan itu sambil melotot—salah tepatnya mengancam diriku, “tapi dia takut—Minnie takut kau berpaling kalau dia tidak mengetahui ‘hal itu’, bisa kau lihat kan penggemarmu makin banyak hari ini—apalagi saat mendengar ucapan Minnie barusan, mereka makin semangat mengejarmu karena tahu kalian belum melakukan apa apa” jelasnya panjang lebar

Aku terperangah mendengarnya, “berarti aku harus minta maaf kepadanya” kataku menyesal

Heenim mengangguk, “HARUS, dan ingat lupakan tentang malam pertamamu itu! Aku dan Kibum saja masih menunggu kelulusan baru menikah—masa kalian tidak bisa” nasihat Heenim sambil menepuk pundakku, “sudah yuk kita kembali—aku jengah melihat penggemar Kibum mengambil kesempatan ketika aku tidak ada” ucapnya saat melihat Kibum tidak berdaya dikelilingi oleh fansnya

“Ya! Kalian semua menjauh darinya!!!” teriak Heenim mengusir mereka semua, aku hanya tertawa kencang melihat saudaraku ini

Kibum malah tersenyum terima kasih karena terbebas dari kepungan itu, “ah untung kau kembali sayang” ujarnya menyambut Heenim

Aku masih tertawa ketika duduk kembali disamping Minnie, “gimana? Masih mau bunuh diri?” tanyanya

“memangnya aku punya pilihan lain?” aku mendelik dan melihat wajahnya tersenyum karena aku sudah tidak jutek lagi kepadanya, “ada, makan! Nih aku bawakan makan siang untukmu” serunya sambil membuka kotak makan besar yang dibawanya

“Wow!” Aku terkejut melihat isi kotak makan itu, “Kau yang membuat ini semua?” ujarku masih tidak percaya—Minnie memang sepintar ini masak ya? Bukannya cuma pinter makan doang?

Minnie mengangguk, “Kubuatkan Kimbap untukmu dan untuk Chulie, Kibum juga” Di edarkannya kotak makan ke arah mereka berdua

“Enak” aku benar benar takjub sekarang—padahal kukira aku sudah mengenal Minnie luar dalam, ternyata ck ck

Langsung saja dalam sekejap Kimbap buatannya habis tak tersisa karena semua pemain yang masih berada dilapangan ikut makan bersama kami

“Ini enak banget” puji Siwon ketika mengambil untuk ke 5 kalinya, Ia melirik ke arahku penuh arti, “kau beruntung Kyuhyun” godanya sekali lagi

Aku hanya bisa membalas dengan senyuman—ya aku memang beruntung

__

“Ng Kyuhyun” panggilnya

“Ya?” Aku sedang mengeluarkan motor dari ruang parkir sekolah, untung saja aku bawa helm cadangan untuknya

“maaf”

Ucapannya membuatku langsung menoleh. Kulihat dia tertunduk seolah olah melakukan hal yang besar—yang membuatku marah, “untuk?” tanyaku tidak mengerti

Minnie mengangkat wajahnya, ada semburat rasa bersalah disana, “Aku sudah menanyakan itu ke Chulie, tapi katanya—belum saatnya aku tahu tentang itu” Ia mendelik—berusaha melihat reaksiku

“Aku yang seharusnya minta maap” Aku mendekatinya sambil meraih tangannya kedalam gengamanku, “Chulie benar, kau tidak usah memusingkan tentang itu” Aku tersenyum tulus—buat apa aku memikirkan hal dasar seperti itu, sekarang, dimataku. Minnie sudah menjadi istri yang baik untukku

“Tapi aku tetap penasarannn” katanya, Aku hanya mengelus jari jarinya di tanganku, “nanti aku yang akan langsung memberitahumu” Aku menariknya mendekati motor.

Kuhidupkan motorku, dan menyuruhnya untuk lekas naik, “kapan?” tanya Minnie dari belakang

Lagi lagi aku menyeringai licik, “nanti sehabis kelulusan” jawabku seraya menjalankan motor dan kembali pulang—ke rumah kami

TBC

18 responses to “≈No Other Like U-Seventeen-{New Life}≈

  1. ternyata sungmin beneran serius sama perkataannya jadi istri yg baik buat kyu…
    salut..!
    sayang dia terlalu polos… wkwkwk
    yg sabar ya kyu…

  2. wah g nyangka ternyata minnie nurut ma suami n dy mo jdi istri yg baik buat kyuppa,
    yah tgg tgl main’a ja untuk minnie mengetahui hal itu”

    lanjut

  3. ya ampun minnie terjebak di antara fansnya kyu..
    kasian minnie, dia pasti kecapean berdiri lama tapi untung kyu langsung liat di antara kerumunan itu.
    kyu keseringan mukul kepala minnie kali ya jadi tau kepala minnie yang mana hahhaha
    minnie memang istri idaman. walaupun polos tapi dia punya daya tarik sendiri.
    aigoo pasti di luar sana banyak fansnya minnie hihhihi

  4. ÁĎÚh MĨŃŃĨĔ ĶŃP ĤÁĹ ßĔĞĨŤÚÁŃ ĶÁÚ ŤÁŃŶÁĶÁŃ,,,, ĨŤu ĶÁŃ ĤÁĹ PŔĨßÁĎĨ

  5. ampun deh minnie polos engga ketulungan
    anak2 smp aja udh pada ngerti zaman skrg hehe
    pasangan kichul so sweet banget sih
    si chulie yg tadiny engga mau malah nempel terus skrg
    lanjut baca lagi

  6. chulie kyknya da cinta bgt sm my snow white,nempel truz…..
    ne pertama kalinya suka crack pair.

  7. Ya ampuuun, sifat polos ming bwat gregetan dech..😀
    Kasian juga liat kyu harus bersabar sampe kelulusan, kyu suuami yg pengertian.. #poor kyu🙂

  8. Ming kau polos sekali >_<

    Dia d cium aja dadanya sakit. Apa lagi kalau……..

    Next ah~

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s