≈No Other Like u-Nine-{Dating}≈

Sungmin kembali ke kelas dengan perasaan hampa, “itu tidak mungkin terjadi” gumamnya berulang kali.

Tidak dihiraukannya Chulie yang bergegas menyambutnya dengan rasa khawatir, “bagaimana keadaaanmu? Apa kata dokter?” tanyanya

Sungmin menoleh ke arah Chulie, membuka mulut untuk pertama kalinya sejak meninggalkan UKS, “aku didiagnosa jatuh cinta” lirihnya menahan tangis

“Ha? Kok jadi jatuh cinta?” Wajah Chulie mendadak mengerti, “Oh kau jatuh cinta—pasti dengan adikku” katanya tersenyum puas

“Kenapa kau yakin kalau aku jatuh cinta dengan si maniak game itu?” tanyanya masih merengut tidak terima

“Minnie…” Chulie mengelus rambut Sungmin lembut, “Siapa lagi lelaki yang mendekatimu kecuali Kyuhyun”

Wajah Minnie makin cemberut, “maksudmu—tidak ada lelaki yang mau denganku kecuali dia, begitu??”

“Bukan begitu Minnieeee…cuma pakai logika deh, siapa yang akhir akhir ini pulang bareng denganmu?” Chulie mulai mengintrogasi Sungmin

“Kyuhyun” jawab Minnie

“Siapa orang terakhir yang memelukmu atau memegang tanganmu?”

“Kyuhyun—tapi waktu itukan cuma pura pura!” kata Sungmin—masih tidak terima

Chulie mengacuhkan teriakan protes Minnie, “Siapa orang terakhir bisa kau ajak ngomong dari hati ke hati?”

“Kyuhyun sih, tapi—“

“Tuh—itu artinya…..” Chulie menggantungkan kalimatnya

Mulut Sungmin menganga ngeri, pada akhirnya ia harus enggan mengakui kalau dirinya benar benar jatuh cinta kepada Kyuhyun

*Tenang aja Minnie gw juga ngga rela kok..huhuhu*

***

Jam pulang sekolah

Minnie membereskan buku bukunya dengan perasaan lesu, tadi saat istirahat ia berusaha keras menghindari Kyuhyun yang menghampirinya ke dalam kelas

Sungmin lagi lagi sengaja bersembunyi di lapangan basket—tempat favoritnya, Ia tidak habis pikir kenapa Kyuhyun begitu senang menyiksanya, setelah menertawakan dirinya habis habisan di ruang UKS, tadi dia juga memanggil namanya dengan embel embel Honey— huekkkkk….

“Aku harus cepat cepat pergi sebelum si Kunyuk itu kemari” Sungmin secepat kilat membereskan bukunya lalu berlalu tanpa mempedulikan Chulie yang memanggil dirinya

“Hei—Minnie tadi Kyuhyun—“

“Sudah yah aku duluan” sahut Sungmin setengah berlari keluar gerbang sekolah, “Hya, akhirnya aku bebas juga” gumam Sungmin puas seraya mencari cari bus tumpangannya

“Kata siapa kau bebas?” ujar seseorang dari balik pohon disebelah kanannya

“Kyuhyun!!”

“Kau? Ngapain ngumpet dibalik pohon?” Sungmin berbasa basi, selangkah demi selangkah ia mundur menjauhi Kyuhyun

“Kau sendiri? Ngapain jalan mundur kayak gitu, mirip undur undur” Kyuhyun menahan tawanya

“Ya!! Ini semua gara gara kau??!” Kata Sungmin setengah berteriak, “Kenapa harus kau orangnya?? Kenapa aku ngga jatuh cinta sama Kenichi Matsuyama kek…kok jadi nya malah sama kamu..” sungut Sungmin *auhtor mengangguk setuju*

“Hmm, kenapa yah…” gumam Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin

“Jangan dekat dekat!!” Minnie ketakutan, ia ingin sekali kabur—tapi kayaknya nanti bakal ketangkep juga deh sama nih anak

“Kok jadi balik marah marah sih” protes Kyuhyun, ia menghentikan langkahnya—dilihatnya Sungmin yang malah ketakutan seakan akan Kyuhyun begitu jahat pada Minnie.

Bibir Kyuhyun merengut, “Ya sudah—aku tidak akan menjahilimu, aku menunggumu disini karena ada satu hal yang ingin kutanyakan” jelasnya

Sungmin berpikir keras lalu mengangguk kecil, “nanya apa?”

“Hari minggu besok ada waktu ngga?”

“Ngga”

“Ya udah kita pergi yuk” jelas Kyuhyun dengan wajah sumringah, ia mengeluarkan 2 lembar tiket bermain, “aku dapet ini dari Heenim, katanya buat kita. Mau ngga? Tawarnya

Mata Minnie membelalak senang, “tiket bermain? Di central Park itu? Mau!!!!” Sungmin langsung mendekati Kyuhyun lalu melihat tiket tersebut.

“Sip! Tapi kita sebelum kesana makan dulu yah baru setelah itu kita nonton film—si Heenim juga udah beliin tiketnya nih” Kyuhyun menyodorkan sepasang tiket satu lagi ke tangan Sungmin

Sungmin menerima tiketnya itu lalu membaca judulnya, “hmm..ini film tentang apa?”

Kyuhyun mengangkat bahu, “tidak tahu—tapi katanya film ini cocok buat kita berdua, jadi gimana? Mau?” tanya sekali lagi

Sungmin berpikir, ia memicingkan matanya, “jadi besok kita makan-main-nonton, gitu?”

“Yup”

“Oke, setuju”

***

“Permisi” sapa Chulie mengetuk pintu rumah Sungmin, tidak beberapa lama keluar Ibunya membukakan pintu, “eh ada Chulie? Ayo masuk” ucap Ibu Sungmin seraya membukakan pintu lebih lebar

“Terima kasih Adjumma—eh Sungminnya ada?” Chulie duduk di sofa ruang tamu, Ibunya Sungmin ke dapur untuk menyiapkan minuman, “Ada dikamarnya—lagi siap siap,” Ibunya menyerahkan secangkir teh kepada Chulie, “dia mau pergi dengan Kyuhyun” Ibunya tersenyum senang

“Iya, saya sudah tahu dari Kyuhyun—ini saya kesini mau membantu dia bersiap siap,” ujar Chulie yang sudah menghabiskan teh dicangkir, kehausan. Ia berdiri ingin menuju kamar Sungmin di lantai atas, “saya ke atas dulu yah Adjumma”

“Ne-“ jawab Ibu Sungmin

“Teuki, Honey..dimana dasiku?” suara Kangin setengah berteriak dari balik kamar, “di laci lemari” Ibu Sungmin a.k.a Teuki bergegas menghampiri suaminya.

Di kamar atas, Wajah Chulie terlihat ngeri ketika Sungmin dengan seenaknya memakai kaos oblong, celana jeans yang sepertinya belum dicuci seminggu. “Nah sempurna” ujarnya puas sambil mematut diri di depan kaca

Chulie menggelengkan kepala, “Minnie…Minnie..” Ia berjalan menghampiri Sungmin, ”Hai Minnie” Chulie memeluk sahabatnya itu dari belakang.

“Eh ada Chulie, kapan datangnya?” Sungmin memutar bahunya, agak kaget melihat Chulie muncul tiba tiba

“Baru saja, aku sudah dengar dari Kyuhyun—katanya hari ini kalian mau kencan yah” godanya, ia memainkan rambut panjang Minnie yang berantakan—belum disisir

Sungmin memutar bola matanya, “bukan…aku tuh cuma mau main sama dia”

Chulie melangkah ke arah lemari, sesekali memilah baju Sungmin, “itu namanya kencan Minnie, Ia sengaja tidak mengatakannya, takut kau menolaknya” sahut Chulie tanpa mengalihkan pandangannya, masih asyik memilih baju

“Oh iya yah” Minnie mengangkat bahu, tidak peduli, “Tidak apa apa kok—toh sepertinya menyenangkan hehehe, sudah lama aku ingin bermain di Central Park itu” Sungmin mendongakkan kepala, ingat sesuatu. “Eh—bukannya itu tiket darimu? Terima kasih yah…” balas Sungmin tersenyum

Chulie memutar kepalanya, “tidak apa apa…er.. apa tidak sebaiknya kau pake baju yang ini dan bawahannya jeans yang ini saja” Chulie menyerahkan baju berkerah sabrina, warna krem lalu jeans berwarna putih. “Ini jauh lebih bagus, percaya padaku”

Sungmin merengut tidak setuju, “tapi….”

“Sudahlah” Chulie menariknya lebih dekat, “kalau tidak mau ganti—aku ambil kembali tiketnya” sekarang giliran Chulie mengancam Minnie

“Huh” Minnie mendengus kesal, “ngga kakak ngga ade nya kerjanya cuma bisa ngancem” walaupun begitu Sungmin tetap menuruti kemauan Chulie, ia menyeret kakinya—malas ke arah kamar mandi

“Minnie sayang, Kyuhyun sudah datang tuh menjemputmu” teriak Ibunya dari arah bawah

“Iya ma, suruh dia nunggu bentar—aku lagi ganti baju” balas Sungmin dari dalam kamar mandi, Chulie yang mendengar Kyuhyun sudah datang tersenyum kecil, “kali ini kau berhutang banyak padaku Kyu”

“Ya, aku siap” ucap Sungmin keluar dari kamar mandi, “Yuk” Chulie menarik tangan Sungmin menuju ruang tamu

Kyuhyun berdiri mondar mandir sambil melihat keluar jendela, “Kyuhyun ayo kita berangkat” suara Sungmin membuatnya berbalik arah, Ia sedikit terperangah menatap Sungmin, “Tumben cantik” bisiknya pelan namun tetap kedengaran Sungmin

“Yee..kok malah nyindir sih” kata Sungmin kesal

“itu tuh pujian tahu” balas Kyuhyun tidak mau kalah

Chulie geleng geleng kepala melihat mereka berdua

“Sudah, sudah kok malah bertengkar sih” lerai ibunya, “sebaiknya kalian segera pergi biar nanti pulangnya tidak terlalu malam.” Ibu Sungmin mendorong mereka ke arah pintu luar, “hati hati yah” Ia melambaikan tangannya ke arah Sungmin dan Kyuhyun yang semakin menjauh, sambil sedikit terisak, “akhirnya anakku punya pacar juga” bisiknya

***

“Kita mau makan dimana Kyuhyun?” tanya Sungmin saat memasuki mobil Kyuhyun, sebenarnya Kyuhyun tidak diperbolehkan memakai mobil oleh kedua orangtuanya. Tapi saat mereka tahu bahwa Kyuhyun mau kencan dengan Sungmin, dengan mudah kedua orang tuanya memberi ijin—bahkan ia disuruh memakai mobil yang paling bagus.

“Ngga papa bawa aja, akhirnya anakku mau juga mengajak perempuan pergi kencan, biasanya kan dia pacaran sama komputer” itulah alasan dibalik peminjaman mobil.

“Hmmm…Heenim memberikan tempat rekomendasi sih, katanya makanannya enak dan suasananya nyaman” jawab Kyuhyun yang sedang berkonsentrasi menyetir
“Ok deh, kebetulan udah laper berat nih” kata Sungmin sambil mengelus perutnya sayang.

Sesampainya di Restoran Galaxy *sorry authornya lagi naksir berat nih sama Samsung Galaxy hehehe*….*peringatan ini bukan iklan terselubung kok*

Kyuhyun dan Sungmin turun dari mobil, lalu berjalan masuk ke dalam restoran—memang tidak bohong kalau restoran ini bergaya glamour, di sampingnya taman asri dikelilingi bunga tulip bertebaran. Kyuhyun saja sampai takjub menatap betapa mewah restoran ini.

“Maaf, apakah anda sudah pesan tempat sebelumnya?” tanya salah satu Waitress sopan saat menyapa mereka berdua

“Hmm, sudah atas nama Chulie”

Waitress itu memeriksa daftar tamu, “Ah ya, sebelah sini” Ia berjalan ke arah pojok restoran, keduanya pun mengikuti dia.

“Silahkan Pak, Ibu” Waitress itu menarik meja untuk Sungmin, lalu meletakkan serbet makan dipangkuan mereka dan menyerahkan buku menu, “kalau sudah siap memesan, bisa langsung panggil saya” katanya dengan ramah ketika ingin meninggalkan meja mereka

“Kyuhyun…”

“Ada apa?” Kyuhyun masih berkonsentrasi dengan buku menu

“Kenapa tempatnya begini yah? Pake ada tirai tirai segala?” kata Sungmin risih. Memang benar, setiap meja di beri sekat pembatas tirai yang menjulang dari atas—tipis berwarna putih

Kyuhyun mengangkat bahu, “Entahlah, lebih baik kau cepat memesan bukannya tadi bilang sudah lapar?” kata Kyuhyun berusaha mengalihkan perhatian Sungmin, “oh iya hmm…aku mau mesan apa yah” kata Sungmin mulai melihat lihat buku menu

Kyuhyun menghela napas lega, sebenarnya ia juga kaget melihat restoran seperti ini—apalagi Sungmin tadi belum sadar kalau sepertinya restoran galaxy dikhususkan untuk acara dating.

’Ya sudahlah sebaiknya kami cepat cepat memesan lalu pergi dari sini’ keluhnya dalam hati.

“Hmm..aku sudah mau memesan” Sungmin mengangkat kepalanya, tersenyum. Kyuhyun pun lalu mengangkat tangannya, “pelayan”

Salah seorang pelayan pria datang menghampiri mereka, dengan sopan ia membungkuk singkat lalu berkata, “Anda sudah mau memesan?”

“Ya, aku mau steak cheese blue dan satu jus tomat, kalau kau mau apa?” tanya Kyuhyun berbalik kepada Sungmin

Sungmin melihat kembali ke daftar menu, “Aku mau 2 shirloin steak, 1 steak cheese blue, 2 kentang bakar keju, 1 chicken soup dan 1 tangkup roti bakar, ah yah minumnya 3 orange juice” kata Sungmin seraya menyunggingkan senyum lebar.

Mulut Kyuhyun dan pelayan itu menganga lebar saat Sungmin membacakan pesanannya. Kyuhyun langsung bisa menguasai keadaan, “yah itu saja pesanan kami” sedangkan pelayan itu mencatat dengan cepat, “baik, kami akan segera mengantarnya” ucapnya sambil berlalu

“Kau itu? Makan apa makan? Banyak banget?” Kyuhyun menggeleng pasrah

“Ya! Ingat tidak..dari dulu kan aku makannya memang banyak” Sungmin merengutkan bibirnya kedepan, “Iya inget— gara gara pesananmu itu, aku sama Kibum sampai ngga makan di kantin kan” Kyuhyun amat sangat mengingatnya. Itulah pertama kali ia mengenal Sungmin

“Itu udah tahu” Ia masih merengut

Kyuhyun melihat Sungmin sambil tertawa kecil, “untung saja tadi Appa memberi uang lebih untukku—jadi tenang saja, kau akan makan enak hari ini hehe” katanya

Tak lama kemudian, pesanan mereka berdatangan, meja mereka yang kecil hampir penuh tertutupi piring piring hidangan, Kyuhyun yang melihat itu semua menjadi sangsi, “Apa bisa kau menghabiskan semuanya?”

Sungmin mengambil alat perangnya, sendok dan garpu, “tenang saja Kyu, ini sih masih standar, selamat makan!!” ucap Sungmin bersemangat seraya mengambil piring berisi Sirloin Steak terlebih dahulu

==30 menit kemudian==

“hugh” Sungmin membelai perutnya sayang, “aku udah kencang banget Kyu”

“ ck ck ck..ya sudah, aku minta Bill-nya dulu yah, baru nanti kita ke taman bermain” Kyuhyun kembali mengangkat tangannya, tak lama sang pelayan menghampiri meja mereka sambil menyerahkan buku yang berisi tagihan itu

“Simpan saja kembaliannya” ucap Kyuhyun lalu bangkit berdiri, “ayo” ia melihat Sungmin yang masih kekenyangan

“Susah bangun Kyu” Sungmin masih terduduk—ia butuh waktu untuk bangun setelah makan sebanyak itu, “Ayo” Kyuhyun mengangkat tangan Sungmin—membantunya berdiri

“Thanks” ujar Sungmin, mereka lalu berjalan beriringan menuju tempat mobil Kyuhyun diparkirkan

-Central Park-

Suasana amat ramai saat mereka sampai disana, semua wahana yang ingin dinaiki harus mengantri terlebih dahulu, tetapi itu tidak menyurutkan semangat Sungmin. Ia berlari kencang sambil menggenggam tangan Kyuhyun sambil menunjuk wahana yang ingin dinaikinya.

“Kyu, aku mau naik itu” tunjuknya—wahana semacam Tornado, dimana mereka akan dilempar tinggi sambil di guncang-guncangkan ke samping kiri dan kanan, wahana yang amat menegangkan buat Kyuhyun.

“Eh Minnie yang lain aja—bagaimana dengan itu?” Kyuhyun menunjuk wahana kuda putar yang ada di sebelahnya. “Ah tidak, itu sih mainan anak kecil” balas Sungmin, ia malah menarik tangan Kyuhyun mendekat ke antrian di depan Tornado, “Ayo kita ikut mengantri Kyu”

“Tapi…”Kyuhyun kelihatan enggan, mesikpun begitu Minnie tetap semangat menariknya.

Hanya beberapa menit, antrian mereka sudah berkurang banyak. Bahkan sekarang Kyuhyun dan Sungmin sudah berada tepat di bagian paling depan antrian

“Minnie, kita batalkan saja” pintanya

“Ngga”

“Ayolah” kata Kyuhyun dengan nada memohon

“Ngga! Sayang udah didepan begini, eh tuh udah selesai” Sungmin berjinjit melihat Tornado yang berhenti berputar, “sekarang giliran kita” Petugas wahana membukakan pintu antrian lalu mempersilahkan mereka untuk naik di atas.

“Pasang sabuknya erat erat” perintah sang petugas dengan nada bosan, Ia menutup pintu antrian lalu masuk kedalam mesin kemudi disamping wahana

“Siap!!” teriaknya dari pengeras suara

“Ngga” bisik Kyuhyun sendirian, sedangkan para pengunjung lainnya malah berteriak sebaliknya, Sungmin juga.

“Minnie” bisiknya lagi

“apa?” Minnie menoleh melihat Kyuhyun yang berkeringat dingin disebelahnya, “boleh aku pegang tanganmu?” pintanya—kali ini nada suaranya ketakutan

“Ha? Memangnya ke—wuaaahhh” ucapannya terhenti saat tornado mulai berputar putar lalu melempar mereka tinggi ke angkasa

“WOAHHHHH!!!” teriakan Kyuhyun ikut teredam dengan teriakan yang lainnya, Tangannya menggenggam tangan Minnie erat erat.

Saat berada di ketinggian 20 kaki, tiba tiba tornado berhenti mendadak, ada kesalahan mesin? *ngga deng Authornya belum tega bunuh Kyuhyun kok*

“Minnie? Kok berhenti” ucap Kyuhyun masih menutup matanya

“Ntah” Sungmin mengamati ke sekelilingnya banyak pengunjung yang histeris—reaksi akibat tornado terhenti

“Waahahhhhhhhhhhhhhhhhh” teriakan terdengar lagi, ternyata Tornado hanya memberikan mereka sport jantung sesaat, sekarang Wahana ini malah memutar hingga 90 derajat ke kanan kiri, ke atas lagi lalu tiba tiba melempar mereka semua kencang ke bawah

“Tidak!!!” Kyuhyun merasakan dirinya seperti jatuh dari lantai tujuh, Ia ketakutan jika tubuhnya akan menghantam keras di bawah. Namun Tornado mengerem tepat dalam jarak 2 kaki sebelum menyentuh tanah

“Fuih~ ini terlalu menger Wuaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh” pekiknya lagi.

Tornado itu membalikkan tubuh Kyuhyun dan menduduknya ke posisi semula, “Terima kasih telah menikmati wahana ini” salam perpisahan dari petugas

“Akhirnya selesai juga” Kyuhyun melepaskan seat beltnya lalu menyeret kakinya dari arena itu, tidak dipedulikannya Sungmin yang ketinggalan di belakang

“Huh…itu hal tergila dalam hidupku” Kyuhyun menyandarkan kepala ke belakang pohon sambil duduk di pelataran sekitar Central Park

Sungmin menghampirinya, anehnya wajahnya pun tidak kalah pucat dengan Kyuhyun—bahkan ia memegangi mulutnya seperti…

“Hoekkkkk!!” Sungmin tidak tahan lagi, ia memuntahkan isi perutnya di sela sela pohon, samping Kyuhyun, “HOEKKK”

“Ya!! Kau kenapa, Minnie” Kyuhyun spontan berdiri takut kotoran muntah itu mengenai bajunya

Nafas Sungmin terengah engah, ia menyapu keringat di dahinya, “seharusnya aku tidak makan sebanyak tadi kalau tahu mau naik wahana seperti itu” jelasnya di sela sela muntahan

“Kau sih!!” Kyuhyun mencari cari ke sekitar, ia meninggalkan Sungmin tapi tak lama kembali, “Ini minum, sekaligus membersihkan mulutmu” Ia menyerahkan sebotol air mineral, “terima kasih” jawab Sungmin, ia kumur kumur sebentar baru meminum sisa airnya

“Lalu sekarang kita naik apa?” tanya Sungmin setelah merasa badannya sudah sembuh, “tidak boleh seperti yang tadi!! Nanti kau muntah lagi, bagaimana kalau itu saja?” Kyuhyun tetap bersikeras ingin menaiki komedi putar di samping wahana Tornado

Sungmin menatap heran ke Kyuhyun, Ia sebenarnya malas naik wahana anak kecil itu, tapi melihat wajah Kyuhyun yang memelas akhirnya ia mengalah, “baiklah, ayo kita kesana”

Kyuhyun memilih kuda berwarna putih disamping Sungmin dengan kuda birunya, “ini baru asyik” katanya gembira

“Iya, tapi ngga seru” kata Sungmin enggan

“Tapi ngga bikin muntah..wee” ledek Kyuhyun, ia tambah gembira lagi saat komedi putar mulai berjalan, mereka menikmati wahana ini dalam diam

“Kau sudah lebih baik?” tanya Kyuhyun

“Sudah, kenapa?” tanyanya balik

Kyuhyun menyentuh wajah Sungmin, mengelus pelan pipinya—gerakan Kyuhyun itu spontan membuat jantung Sungmin berdetak lebih kencang. Deg.

“Lepaskan” Sungmin menjauhkan tangan Kyuyun dari wajahnya, “Ya! Kau sinis sekali sih, aku kan hanya heran kenapa wajahmu masih memucat seperti itu!” bentaknya—namun sedetik kemudian Kyuhyun menyeringai, “wajahmu sudah kembali berwarna, malah sekarang kok makin merah yah” godanya

“Ya!! Jangan mengerjaiku terus!!” balas Sungmin, mengalihkan wajahnya. Ia menarik nafas panjang, menenangkan jantungnya yang masih berdetak lebih cepat

Kyuhyun menarik tangannya, ia masih tersenyum mengingat reaksi Sungmin, “ternyata kau betul betul jatuh cinta kepadaku” bisiknya amat pelan, hingga Minnie pun tidak mendengarnya

“Habis ini kita jadi nonton?” tanya Sungmin mengalihkan pembicaraan, “jadi dong—sayang Heenim sudah susah payah memberikan kita tiket, bagus kok filmnya” jelas Kyuhyun

“Oh”

“Yuk” ajak Kyuhyun sesaat ketika wahana ini berhenti berputar, “sebaiknya kita pergi sekarang, aku janji dengan orang tuamu tidak akan memulangkan anaknya larut malam” Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin, lalu menuntunnya keluar dari taman bermain itu.

***

“Kita di teater berapa?” Sungmin celingukan mencari pintu teater, bioskop ini adalah bioskop terbesar di Seoul jadi tidak heran kalau teaternya mencapai 20 teater, *ini author ngarang abis, maklum belum pernah nonton di Seoul, hehehe pernahnya nonton layar tancep dekat empang*

Back again

“Hmm, teater 13..” Kyuhyun ikut mencari palang angka 13 di sekitar hall bioskop, “ah itu dia..” Ia menunjuk ke arah selatan barat daya bioskop *authornya lemah geografi*

Ia dan Minnie berlari kecil menuju pintu itu, sebenarnya mereka belum telat masuk, cuma mereka penasaran dengan film yang kata Chulie amat wajib di tonton, sebagus itukah filmnya?

“Menurutku pasti ini film tentang mafia mafia amerika gitu” tebak Minnie bersemangat setelah ia dan Kyuhyun menempati kursi masing masing

“Kalau aku sih maunya film tentang—imajinatif gitu..kayak alien atau tentang hacker—manipulasi data, ck kan jarang ada film begituan” balas Kyuhyun

“boleh juga, aku sih suka nonton film apa aja”

“sama” kata Kyuhyun

“asal..”

“Bukan film percintaan” ucap Sungmin dan Kyuhyun bersamaan

Mereka menoleh lalu tertawa, “ternyata kita sama sama alergi yah” tandas Sungmin memegangi mulutnya—menahan tawanya makin kencang

“Ngga deh, gampang ketebak—ah paling standar yah itu, jatuh cinta ditinggal sang pacar lalu menemukan pacar baru dan bahagia~” ejek Kyuhyun.

“Sssttt, filmnya mau dimulai tuh” tegur salah satu penonton dibelakang mereka, “Oh…maaf” Mereka berdua berdiam menunggu layar yang makin dibuka lebar—dan film pun mulai di putar.

Judulnya

JET’AIME

Pemain

Shin Sawada

Shun Oguri

Mizushima Hiro

Noda Megumi

………..

Kyuhyun dan Sungmin melongo melihat layar dihadapan mereka, sepertinya harapan mereka terlalu tinggi. Tidak bakal ada mafia mafia, apalagi tukang manipulasi data, yang ada cerita cinta 3 sahabat lelaki memperebutkan seorang wanita yang jelas jelas lebih sayang pianonya dibandingkan mereka.

“Kyu” bisik Minnie—lemas

“Awas, kau Heenim” kata Kyuhyun menatap tajam film itu

“Huh” Sungmin menghempaskan tubuhnya kesandaran bangku, bisa dipastikan ia akan bosan setengah mati nonton film beginian, “ini sih bisa nonton dirumah, koleksi punya mama lengkap!!” dengusnya

“Maaf—aku tidak tahu kalau Heenim suka film beginian…mau pulang aja?” tawar Kyuhyun—tidak enak dengan Sungmin

“Minnie..” Kyuhyun melihat lebih dekat, “Yah dia ketiduran, mungkin kecapekan kuajak pergi seharian” Kyuhyun membiarkan Sungmin terlelap sementara ia mengeluarkan PSP dari kantong belakangnya.

2 jam kemudian

“Minnie..bangun..Minnie, filmnya udah selesai” Kyuhyun mengguncang pelan tubuh Sungmin. Tak lama Sungmin menggeliat lalu mengucek kedua matanya, “udah selesai?” tanyanya sambil menguap

“Udah” Kyuhyun membantu berdiri tegap, kemudian berjalan ke pintu keluar.

“Bagaimana endingnya?” tanya Sungmin bergurau, “Kau sih ketiduran seru sekali loh filmnya” balas Kyuhyun tertawa

“Oh yah?” balas Minnie

Kyuhyun mengangguk—sok serius, “Kau tahu baru kali itu aku bisa menonton film sambil menyelesaikan game PS ku ck ck ck keren kan”

“Hahahaha, dasar kau ini, Hoammm aku masih ngantuk” ucap Sungmin

“Baiklah, nona, aku akan mengantarmu pulang”

***

Mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan gerbang rumah Sungmin, Mereka turun dari mobil. Kyuhyun melirik cemas kedalam rumah, “Adjushi tidak marah kan?” tanya Kyuhyun pelan

“Tidak, lagipula ini baru jam 9 malam—belum terlalu malam kok” ujar Sungmin, ia membuka pintu gerbang rumahnya, hendak masuk ke dalam rumah, “terima kasih untuk hari ini—yah meskipun banyak kejadian tidak mengenakkan” kata Sungmin, “tapi aku tetap berterima kasih” ia pun tersenyum tulus.

Kyuhyun membalas senyumnya, “tidak masalah, cuma lain kali kita harus menentukan tempatnya sendiri deh” ia berdecik kesal, “ngga lagi lagi gw minta bantuan Heenim” ujar Kyuhyun, tanpa sadar membongkar rahasianya sendiri.

“Ha? Kau minta bantuan Chulie?” Sungmin agak terkejut mendengar itu, “eh..hmmm..bukan begitu…” Lagi lagi Kyuhyun menggarukkan kepalanya—salah tingkah, “Aku sebelumnya tidak pernah mengajak pergi seorang wanita, jadi aku minta rekomendasi darinya”, “maaf” ucapnya menyesal

Sungmin merengut menahan senyum, “sudahlah—itu tidak masalah, lagian tidak buruk buruk amat kok hari ini, tapi lain kali kita pergi ketempat lain aja”

Kyuhyun lega melihat Sungmin tetap ceria, “sip”

“Aku masuk dulu yah” Sungmin berbalik memasuki pagar—namun Kyuhyun menahan lengannya, “sampaikan salamku kepada orang tuamu” katanya

“Ok” Sungmin memutar tubuhnya lagi, tapi Kyuhyun belum melepaskan pegangannya, “apa lagi?” tanya Sungmin mulai kesal walau sebenarnya detak jantungnya mulai tidak beraturan lagi

Kyuhyun kelihatan makin salah tingkah, “besok kau sekolahkan?”

“Iya lah, memangnya kenapa?”

“tidak apa apa, besok ke kantin bareng yuk” tawar Kyuhyun

“ok”

“Jangan menghindariku lagi” Kyuhyun sedikit membentak, “iya” janji Sungmin

Ia kembali ingin memasuki rumah tapi—

“Ya!! Kyuhyun bisa tidak kau lepaskan tanganmu, aku ingin masuk nih” hardik Sungmin seraya menatap tajam Kyuhyun

Raut wajah Kyuhyun sulit ditebak, “hmm, boleh aku memelukmu?” pintanya dengan suara amat pelan

*author : ngga!*

*tapi apa mau dikata Sungmin berkata lain*

Anehnya Sungmin tetap bisa mendengarnya, Ia bingung harus menjawab apa—tapi saat melihat wajah Kyuhyun entah kenapa kepalanya mengangguk pasrah, “boleh?” tanya Kyuhyun sekali lagi

Sungmin mengangguk, Kyuhyun berjalan perlahan ke arah Sungmin, ia mendekatkan tubuh Sungmin dengan tubuhnya lalu mengalungkan kedua tangannya di punggung Sungmin, Ia menunggu reaksi Sungmin.

“Kau tidak suka aku peluk?” bisik Kyuhyun tepat ditelinganya

“Bukan begitu”

“lalu?”

“Aku jadi sulit bernafas, Kyu” suara Sungmin makin mengecil, spontan Kyuhyun melepaskan pelukannya, “maaf, aku tidak sadar memelukmu terlalu erat” Kyuhyun memeriksa wajah Minnie, “kau tidak apa apa?” ia mendekatkan wajahnya—sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa senti

“Makin sesak” lirih Sungmin

“Lho?” Kyuhyun yang bingung akhirnya melepaskan tangannya, “kau kenapa sih? Aku kan sudah tidak memelukmu?”

“Entahlah, setiap kau menyentuhku atau memelukku seperti tadi—dadaku sesak dan membuatku sulit bernafas” jelas Sungmin mengelus dadanya

Kyuhyun mulai mengerti, ia ingin tertawa—tapi takut Sungmin marah seperti kemarin, ia berusaha menahannya, “oh—penyakit jatuh cintamu itu”

Kedua mata Sungmin mendelik menatap Kyuhyun, “secara tidak langsung ini kan salahmu juga” tuduhnya

“Ya sudah, aku mengalah, sudah lebih tenang?” tanya Kyuhyun

Sungmin menarik nafas lalu menghembuskannya, “masih belum” gelengnya pelan

“Sini aku sembuhkan” Ia kembali menarik Sungmin dalam pelukannya, “Ya!! Kau mau apa? Ini sih malah membuatku makin sesak napas” berontak Minnie di dada Kyuhyun

“Diam dulu, sekarang kau tarik nafas coba” Sungmin mengikuti nasihat Kyuhyun, “udah?” tanyanya, “hmm” Sungmin mengangguk

“Lalu kau hembuskan perlahan, sambil memelukku” Kyuhyun mengucapkan itu seraya menahan senyum

“ngg” Sungmin mencoba protes

“coba saja, pasti kau akan lega, percaya” Kyuhyun meyakinkannya

Sungmin menghembuskan nafasnya perlahan lalu merenggangkan kedua tangannya keluar dari pelukan Kyuhyun kemudia mengalungkannya di punggung lelaki ini.

“Bagaimana?”

Sungmin menghirup udara segar dan tanpa sadar menyandarkan kepalanya ke dada Kyuhyun, “kau benar, semakin lega” ucap Sungmin—lebih rileks

“Tuh kan apa kubilang” Kyuhyun tersenyum puas melihat Sungmin menikmati pelukannya. Bahkan sekarang tangannya lebih erat memeluk tubuh Kyuhyun

“Kyu”

“Hmm”

“Kayaknya kamu perlu mandi deh, bau tahu!!” kata Sungmin

“Ya!! Enak saja, aku tidak sebau itu” Kyuhyun mencium sekitar pundaknya, “tidak sebau itu kok” belanya

“Hihi, becanda kok” kata Sungmin, “aku tidak tahu badanmu sehangat ini”

Kyuhyun mengecup puncak kepala Sungmin dengan spontan, “terima kasih”

“Untuk?” Sungmin mendongakkan kepalanya, “membuat penutup hari ini menjadi begitu indah” ucap Kyuhyun kembali mengeratkan pelukannya.

TBC

29 responses to “≈No Other Like u-Nine-{Dating}≈

  1. ahhhh… makin sweetttt aja deh nih couple…
    sama thor, aku juga blum pernah nonton di Seoul… pernahnya nonton layar tancep dihalaman kantor kelurahan pas acara 17an, film perjuangan pula… wkwkwkwk

  2. Aaaaaa~ So sweet banget >.<
    Aku juaga mau dund dipeluk, tapi ama kakak Yesung…wkwkwk *sarap kumat

  3. ya tuhan, udah tiga kali aku baca chapter ini tapi tetep aja sensasi deg”an pelukan manis ini tetep berasa dgn hebatnya…sumpah, meleleh aku bayangin ni adegan terakhir … kyyaaaaaaaaaaaaaaaaa ga kuat aku

  4. lucunya kencan kyumin hihhihi
    jadi itu beneran pendapat dari heechul?
    ya udah lain kali kencan dengan cara sendiri aja.
    aigo romantisnya kyumin..
    minnie minnie.. kyu seneng tuh di peluk peluk minnie
    next chap~

  5. kyaaa kyumin so sweet sekali
    itu min polos banget
    penyakit jatuh cinta hahaha
    lanjut baca

  6. Kyaaaaaaa…, so sweet bgt tuch mrk berdua.. Minnie knp kamu polos sekali nak.. #plakkk

    Sepertinya benih2 cinta udah mulai tumbuh nich..🙂

  7. so sweeettt.ceritanya standar.tp karakter kedua tokoh yg bikin episode ini sweeet ^^ keren sebas

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s