≈No Other Like U-fifteen-{Wedding}≈

Pernikahan itu neraka

Itulah yang ada dipikiran Sungmin dan Kyuhyun sekarang, bagaimana tidak? 3 minggu waktu liburan mereka setengahnya dihabiskan hanya untuk menyiapkan pernikahan.

Ny. Teuki dan Ny. Eunhyuk memaksa mereka terlibat dalam setiap detail pernikahan, padahal ujung ujungnya merekalah yang menentukan apa yang harusnya ada dan tidak ada

“Kalian mau pernikahan yang seperti apa?” tanya Teuki ketika mereka semua berada di rumah Sungmin

Sungmin mengangkat tangan, “Ma, aku mau pernikahan yang sederhana—ngga ribet, malah kalo bisa kita dateng ke pendeta tanpa pakaian pengantin” Kyuhyun juga mengangguk setuju, “Kan ngga repot dan memakan waktu, Adjumma” timpal Kyuhyun

Teuki menggeleng keras, ia dan Eunhyuk langsung menolak mentah mentah usul anak anak mereka, “No..no…Pernikahan itu sakral!” Eunhyuk menjelaskan dengan menggebu gebu, “Masa kalian hanya menginginkan pernikahan untuk diri sendiri?! Ingat pernikahan itu penyatuan dua keluarga!!” tandasnya seraya menatap tajam ke arah Minnie dan Kyuhyun yang ketakutan

“Iya deh,,terserah kalian saja” ucap mereka bersamaan—pasrah

Teuki dan Eunhyuk saling bertukar pandangan, “baiklah….karena kalian sudah setuju, ayo!” Teuki berdiri diikuti Eunhyuk, “Kalian cepat bersiap siap, kita vitting baju sekarang, aku sudah pesan tempat” Eunhyuk sangat bersemangat—diraihnya telepon gengam lalu berbicara dengan seseorang, “Hai Jeng! Iya…sekarang kami mau kesana…hmm…ok thanks yah” Eunhyuk menutup telepon senang, “mereka sudah kosongkan tempat butik khusus untuk kalian” katanya

Informasi itu tetap tidak membuat semangat Sungmin dan Kyuhyun meledak seperti para ibu ibu ini, mereka malah lebih kelihatan frustasi dan lelah

Melihat itu Teuki menatap tajam ke arah mereka, “Mana ucapan terimakasih kalian?” ucapnya seperti mengancam

“Makasihhhh” balas Sungmin dan Kyuhyun lagi lagi bersamaan dengan nada bosan

*segitu ngga semangatnya menikah..*

Eunhyuk menghela napas, tidak puas, “ya sudah lebih baik kita cepat kesana!!!” Dia dan Teuki kelihatan jauh jauh lebih tertarik dibanding kedua anak mereka

“Yuk” Sungmin menyeret lengan Kyuhyun masuk ke dalam mobil

“Tahu begini aku ngga minta nikah sama kamu waktu itu” gumam Kyuhyun kelepasan karena kesal diseret kesana kemari oleh Ummanya

Sungmin langsung menoleh—matanya kelihatan agak sedih, “Kamu menyesal?” dia menurunkan bahu dan melepaskan cengkraman tangannya dari Kyuhyun

Kyuhyun yang baru sadar efek dari ucapannya, cepat cepat meluruskannya, “bukan begitu Minnie…” Kyuhyun menggaruk kepalanya—dia akan begitu kalau sedang salah tingkah, melihat itu Sungmin menjadi tambah bingung, “Maksudmu?”

“Yah..” Kyuhyun mendekatkan bibirnya ketelinga Sungmin, “Kalau tahu akan seribet ini lebih baik kita menikah diam diam baru memberitahu mereka kemudian” Kyuhyun menarik tubuhnya dari Sungmin, “Kan lebih mudah dan gampang” Sungmin yang mendengar itu tersenyum lebar, “Iya juga, kenapa kemarin ngga kepikiran” Kyuhyun membukakan pintu belakang mobil Honda Jazz milik Teuki lalu mempersilahkan Minnie untuk masuk duluan, “tapi karena sudah terlanjur….jalanin aja deh” kata Sungmin menenangkan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum simpul disemangati seperti itu, “Kan sudah kubilang asal itu kamu—aku mau” gumamnya seraya melihat keluar jendela

Butik La Dedu

“Selamat datang” sapa seorang perempuan setengah baya ramah melihat rombongan dua keluarga itu

*eh maaf authornya lebai—cuma 4 orang dibilang rombongan*

“Hai BoA!! Lama tidak bertemu!!” Eunhyuk langsung menghambur ke hadapan BoA—pemilik tunggal Butik pernikahan yang terkenal di Seoul ini

“Apa kabar” sapa Teuki bergantian, BoA dengan mudah dapat mengakrabkan diri dengan para ibu ibu. Kyuhyun dan Sungmin hanya mengekor mereka dari belakang tanpa berusaha ikut dalam pembicaraan

“Mana pengantinnya?” BoA menyelidik ke belakang bahu Teuki, wajahnya terperangah, “Aigo—manis dan tampan sekali mereka berdua.” BoA melihat lebih detail setiap jenjang tubuh Kyuhyun dan Sungmin

Walau agak risih, mereka berdua masih diam tak bergerak. BoA mengambil meteran dari tangannya dan mulai melingkari pinggang Sungmin, “Kau harus ku ukur dulu ya” dengan profesional dia mulai menghitung dan mengukur lebih lanjut.

Kyuhyun mundur dan duduk disalah satu sofa sambil mengamati Sungmin yang bosan—sama seperti dirinya sekarang

“Yak, selesai! Kau mau pakai gaun seperti apa?” tanya BoA dengan ramah—dilambaikan tangannya memanggil seorang asisten mendekat, “Tolong kau ambilkan gaun terbaik untuk nona ini..mengerti” perintahnya. Tak lama asisten itu menghilang ke balik lemari kaca di ujung kanan.

Sungmin meringis sebentar, “kalau bisa yang sederhana saja” pintanya.

“Tidak!!” pekik Teuki dan Eunhyuk bersamaan

“Eh?” Sungmin menoleh ke mereka berdua—wajahnya terlihat jengkel, “Sayang, kau harus pakai gaun yang agak memperlihatkan bentuk badanmu,” Teuki menatap Eunhyuk dan BoA penuh arti, “dia cocok pakai gaun model mermaid” BoA mengangguk kecil, “dia memang cocok, aku ada satu untuknya” BoA berjalan ke balik kaca lalu menghilang

“Mermaid? Model apa itu Ma?” tanya Sungmin, namun sebelum dijawab BoA sudah muncul membawa satu gaun putih sutra yang membuat lekuk tubuh menjadi jelas, ekor gaun menjuntai indah di belakang kaki—seperti ekor mermaid

“Oh My God” wajah Sungmin melongo ngeri, “bagaimana?” tanya BoA antusias, “Kau akan suka” bujuk Eunhyuk begitu melirik menantunya yang tidak senang

“Ngga” Sungmin menggeleng tegas, “Aku sudah pasti tidak mau” ulangnya tanpa mau berkompromi lagi

Gila! Baju itu akan membuat tubuhku dibungkus ketat hingga bawah—kalau aku memakainya, pasti akan sulit untuk berjalan, tidakkkk. Teriak Sungmin dalam hati

“Tapi Sung—“

“Tidak” suara Sungmin yang sedikit tinggi membuat ketiga ibu ibu itu terdiam. Yah kesabaran juga ada batasnya lah

“Ada masalah?” tanya Kyuhyun mendekat karena melihat Sungmin siap siap akan murka.

“Kyu—bantu kami membujuk Minnie” Eunhyuk masih tidak setuju dengan penolakan Sungmin

Kyuhyun menatap wajah tunangannya dan gaun mermaid itu bergantian, Dia langsung menggeleng kesal, “pantas saja, tidak aku juga tidak mau Minnie memakai baju seperti ini di hari pernikahan” lanjut Kyuhyun seraya kembali duduk, menghempaskan dirinya di sofa

“Hehehee” cengiran terima kasih Sungmin diikuti helaan nafas kecewa para wanita setengah baya didepannya

“Baiklah, kita cari yang lain saja” BoA memutuskan membawa lebih banyak gaun yang bermodel biasa saja untuk Sungmin. Dicoba coba, diukur lebih lagi,, dan pasangkan dengan sepatunya dan bla bla bla

2 jam kemudian

“Ini juga bagus kok Umma, Adjumma” bujuk Sungmin ketika mencoba gaun yang ke 14 kali. Dia kelihatan sudah lelah dan lapar—bahkan cemilan yang disediakan oleh BoA sudah disikat habis olehnya

Kyuhyun juga tertidur di sofa karena kelamaan menunggu mereka memilih gaun untuk Sungmin

“Hmmm” Eunhyuk dan Teuki menopang dagu dengan tangan mereka, melirik ke Sungmin tajam—berusaha melihat kekurangan dari gaun itu.

“Bagaimana?” tanya Sungmin lagi—dia sudah tidak sabar untuk keluar dari tempat ini

“Ini juga boleh, kan Eunhyuk-shi?” Teuki puas melihat tidak ada cacat dari gaun ini, “Betul Teuki-shi aku setuju denganmu” Eunhyuk menoleh kebelakang—memanggil BoA, “Kami ambil yang ini” tunjuknya pada gaun di tubuh Sungmin

“Akhirnya” gumam Sungmin senang, Ia menghela nafas lega ketika para asisten butik ini melepas gaun itu dari tubuhnya, “sekarang aku bisa makannnnnn” ujar Sungmin riang

“TIDAK BOLEH” tiba tiba Eunhyuk, Teuki dan BoA menjerit mendengar ucapan Sungmin barusan, “memangnya kenapa?” wajah Sungmin terlihat bingung—jangan bilang masih ada vitting baju lain lagi. Pikir Sungmin

“Kau harus Diet sayang sebelum pernikahan, supaya gaun ini tetap muat dibadanmu” jelas BoA

“Apa? Diet?”

Teuki yang tahu porsi makan Sungmin—menghampirinya seraya mengelus rambutnya lembut, “cuma 2 minggu sayang, sampai pernikahan selesai…mau kan?” bujuknya sekali lagi

“Tapi Umma!” protes Sungmin mau menangis, “mana bisa aku mengontrol nafsu makanku sendiri?”

BoA tersenyum lebar—dijentikkan jari jarinya, muncullah asistennya membawakan sebuah kain yang elastis kehadapan Sungmin

“Ini biasa dipakai wanita jika ingin mengecilkan perut mereka, kau boleh memakainya selama 2 minggu untuk menahan nafsu makan” BoA dan Eunhyuk melingkarkan kain panjang itu ke perut Sungmin

“Apa ini Umma?” tanya Sungmin yang diam saja dipasangkan kain itu

“Itu Korset” Teuki menggigit bibir bawahnya, “Tahan yah sayang” katanya lagi

“Tahan ap—“ mata Sungmin membelalak lebar, mulutnya pun ikut menganga, “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Sungmin kencang

***

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun ketika mereka semua sudah pulang kerumah. Kyuhyun heran melihat perubahan Sungmin yang mendadak diam lalu menjutekkan semua orang. Bahkan Teuki dan Eunhyuk ikut ikut diam dan tidak mau memberikan alasan dari sikap aneh Sungmin ini

“Ada sih Umma? Adjumma?” tanya Kyuhyun kesal karena dia sendirian yang tidak tahu apa yang terjadi tadi di butik

Eunhyuk menggeleng kencang, “ngg…kau tanya langsung saja yah” Ia menyengir kecil disampingnya Teuki mengangguk setuju

Sungmin langsung naik ke atas—ke kamarnya tanpa menghiraukan panggilan Teuki dan Kyuhyun

“Sayang kau makan dulu, kita kan belum makan siang” bujuk Teuki

“Bagaimana aku bisa makan kalau perutku diiket kayak gini!!!!!” Sungmin berteriak kencang dari atas, mendengar itu Teuki mendadak diam—rasa bersalah menyelip di relung hatinya *ampun deh bahasa gw ck ck ck*

“Di iket? Perut?” Kyuhyun mengulang kata Sungmin barusan—masih tidak mengerti.

“Kyu, coba kau lihat ke atas” suruh Eunhyuk yang juga sedikit merasa bersalah kepada Sungmin

Kyuhyun mengangguk, dia langsung naik ke atas lalu membuka kamar Sungmin tanpa mengetuk dulu

“Sungmin?” panggil Kyuhyun ketika melihat Sungmin duduk di meja belajar, Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun, “Hiks” dia memeluk tubuh Kyuhyun kencang kemudian menangis

“Hiks” isak tangis Sungmin membuat Kyuhyun semakin penasaran, di tarik lengan Sungmin yang melingkar dilehernya, “ada apa?” tanya Kyuhyun lembut

Wajah Sungmin kembali mengkerut, dibuka kaos nya yang menutupi perut, “Lihat ini..mereka mengikat perutku!” pekik Sungmin kesal sekaligus marah

Kyuhyun mengangkat kaos itu lebih tinggi, Kyuhyun bisa melihat ada kain putih tipis yang diikat sedemikian rupa, “pantas saja” Kyuhyun kembali menatap Sungmin, “sakit banget?”

Sungmin mengangguk—masih sedikit terisak kecil, “aku ngga bisa makan banyak kalo kayak gini..hueeee” membayangkannya saja Sungmin sudah mau pingsan tadi, 2 minggu! Dia harus dipaksa diet hanya demi gaun itu!! Ugh menangis juga rasanya percuma

“ya udahlah” dipeluk tubuh Sungmin lagi supaya lebih tenang, Kyuhyun berpikir sejenak, “gini aja biar adil, aku ikutan diet deh gimana?” Minnie mendongak tidak percaya, “Kau mau?” tanya Sungmin ulang

Kyuhyun menangguk sambil tersenyum, “jadi aku ngga makan enak sendirian” Sungmin tersenyum girang mendengarnya, “thank uuuuu..ternyata kau baik juga yah” gumam Minnie pelan

“He! Aku tuh orang paling baik untukmu—masih untung ada cowok setampan dan sepintar aku yang mau menikahimu!” balas Kyuhyun tidak terima

“Ya! Kau ngajak perang! Banyak kali cowok yang mau sama aku ha!” Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun lalu berkacak pinggang

“Hei Nona-pede-tingkat-tinggi, siapa lelaki sebodoh itu coba??” tanya Kyuhyun melotot kesal, “Hmmm” Sungmin berpikir keras, “bilang aja ngga ada—kalo aku sih satu sekolahan juga tahu kalau aku pria idaman disana” Kyuhyun membusungkan dada—merasa berada diatas angin angin

“Hankyung?, dia mau tuh sama aku!” Akhirnya Sungmin berhasil menemukan satu nama untuk dijadikan tumbal pertengkaran mereka

Kyuhyun langsung menatap tajam ke Sungmin, “Hei! Kau bawa bawa dia lagi sih! Kamu masih sering ngobrol sama dia?” tanya Kyuhyun jutek, “kadang kadang” jawab Sungmin polos

“lewat telepon?” desak Kyuhyun lagi—wajahnya sedikit kesal, “Iya” Sungmin mengangguk jujur

Kyuhyun menengadahkan tangannya, “mana handphone kamu?” perintah Kyuhyun

Sungmin menyerahkan handphone itu, “Ini” ditaruhnya ditelapak tangan Kyuhyun, “kamu mau apa?” tanyanya belakangan

Kyuhyun dengan cuek mengecek isi handphone Sungmin, “Kok?” Kyuhyun menatap tajam, “kenapa inbox kamu penuh dengan nama Hankyung?” ujarnya, sekarang Kyuhyun menjadi marah

“Eh, emang iya yah? Ow ngga kami cuma saling bercerita tentang festival komik yang diadakan bulan depan, Hankyung melihat pengumuman itu lalu memberitahuku begitu” jelas Sungmin dengan muka polosnya

“Terus ini apa?  ‘Oh ya udah kita pergi sama sama aja kesana’  “ Kyuhyun menunjukkan salah satu sms Sungmin ke Hankyung

“Oh yang ini” Sungmin menjulurkan kepalanya ke monitor kecil itu, “Aku mau pergi sama dia ke festival itu, eh seru lho Kyuhyun” Sungmin tersenyum membayangkannya, “Kau akan kubelikan oleh oleh deh” katanya seraya menyentuh tangan Kyuhyun

Mata Kyuhyun menyipit, “Kenapa bukan aku yang kau ajak?” dia memang berbicara pelan namun nada suaranya mematikan—anehnya Sungmin masih nyengir nyengir melihat sms itu tanpa melihat ada bahaya dihadapannya

“Kan kau tidak suka komik” jelas Sungmin

Kyuhyun menahan amarahnya, “Pokoknya sekarang aku batalin pertemuan kencan kalian bulan depan itu” Kyuhyun memencet isi sms yang dikirim ke Hankyung

“Itu bukan ken—“ Sungmin baru mengerti kenapa Kyuhyun bersikap se aneh ini, “Kau marah?” tanyanya lamban

“Iya” Kyuhyun masih asyik mengotak atik handphone Minnie, kemudian memberikannya kepada Sungmin, “Ini…sudah kuhapus semua isi sms mu yang ga guna itu dan sudah kuhapus kontak Hankyung. Mengerti” kata Kyuhyun tegas

Sungmin melongo sambil menerima handphone itu, “tapi kalau aku butuh apa apa, aku minta siapa dong?” Sungmin kesal karena kehilangan orang yang bisa diandalkan, Hankyung

“Ya sama aku—kamu kan mau nikahnya sama aku bukan sama si Hankyung!” bentak Kyuhyun, “kamu jadi orang jangan terlalu lugu deh”

Sungmin mengangkat kedua alisnya, “Tapi kan aku belum punya nomormu?”

“Eh?” Kyuhyun segera meraih handphonenya disaku, diteliti kontak person miliknya dan…..

“Iya” Sekarang giliran Kyuhyun nyengir lebar, “aku baru sadar kita memang belum tukeran no handphone, tapi kamu tetap salah” bela Kyuhyun tidak mau disalahkan, “sini biar kumasukkan nomorku” mereka baru saling bertukar nomor 1 minggu 6 hari menjelang pernikahan…

*Benarkan mereka benar benar pasangan serba lamban*

***

“Disini kita akan mengadakan upacara pemberkatan, disampingnya ada gedung aula yang cukup luas sebagai resepsinya” jelas Kangin—Appa Sungmin panjang lebar.

Sekarang mereka semua ikut untuk memantau tempat tempat yang menjadi lokasi pernikahan Kyuhyun dan Sungmin

“Indah yah” kata Chulie menatap rumput rumput halus disekitar jalan masuk kedalam gereja, “memang indah” balas Kibum yang berdiri disebelahnya. Chulie tersenyum lembut ke arah Kibum yang memeluk pinggangnya dari belakang

“Nah perkenalkan ini Pak Gong yang akan mengurus gereja dan aula itu untuk kita” Kangin mengenalkan sosok pria tegap—yang sudah mengurus gereja ini bertahun tahun.

“Selamat siang” Pak Gong menunduk formal menyambut dua keluarga besar ini

“Selamat siang” balas mereka semua bersamaan

“Ah, ini pasti pasangan berbahagia itu” sapa Pak Gong ramah ke arah Kibum dan Chulie.

“Ah itu bukan kami” Kibum dan Chulie salah tingkah karena dikira merekalah calon pengantinnya

“itu mereka Adjushi” tunjuk Kibum ke arah Sungmin dan Kyuhyun tak jauh dari mereka, “Oh maafkan saya” ucapnya tidak enak

Kedua orang tua Kyuhyun dan Sungmin hanya terkikik pelan, tidak heran dengan sikap Pak Gong yang salah mengenali pengantin, “Tidak apa apa Pak Gong” kata Donghae, “mereka memang terlihat seperti teman dibanding kekasih” jelasnya lebih lanjut

“Iya tidak apa apa Adjushi” kata Kyuhyun pelan

“Ya sudahlah—agar anda semua tidak pulang kemalaman…mari kita berkeliling ke arena ini” ajak Pak Gong sambil menyusuri bagian bagian dalam gereja dan aula tempat pesta pernikahan dilaksanakan

__

“Bagaimana indah kan tempatnya tadi?” tanya Appa Sungmin kepada mereka semua.

Sekarang kedua keluarga itu sedang asyik menikmati makan malam disebuah restoran tak jauh dari situ

“Tapi apa tidak terlalu terjal jalan ke sananya” Donghae berbincang sambil memakan steak miliknya

“Hmmm…tetapi tidak terlalu kok, memang konsep gerejanya diatas bukit seperti itu” tambah Kangin.

Mereka terdiam kembali masih asyik menikmati makanan meja, Kibum dan Chulie malah sepiring berdua memakan steak dan chicken soup, sedangkan Teuki dan Eunhyuk masih asyik membicarakan detail tempat aula tadi yang sangat cocok menjadi tempat resepsi

“Minnie kau sudah kencang?” tanya Kyuhyun melihat piring steaknya masih tersisa setengah namun Sungmin sudah meletakkan sendok dan garpunya dipinggir.

Sungmin menggeleng, “sebenarnya sih tidak tapi daripada usus ku keluar gara gara stagen ini” lirih Sungmin—menatap sendu daging sapi yang nganggur didepannya. Bisa dilihat tetapi tidak bisa disentuh

Kyuhyun pun menyudahi santapannya, “aku juga sudah kenyang kok” diambil gelas disamping lalu meminumnya

“Tapi Kyu—dagingmu juga masih ada setengah piring” Sungmin melihat piring Kyuhyun yang belum bersih

“Kan aku sudah janji menemanimu diet sampai hari pernikahan” Sungmin tersenyum sambil menatap Kyuhyun lekat

“Aih mesra sekali mereka” bisik Eunhyuk ketelinga Teuki

“Iya Eunhyuk-shi, ternyata tepat yah keputusan kita untuk menikahkan mereka secepat ini” balas Teuki terkikik geli

Mereka kemudian asyik membicarakan bagaimana konsep pernikahan yang sesuai dengan Sungmin dan Kyuhyun

***

“Hmm” desah Sungmin. Akhirnya setelah 3 hari sibuk dengan urusan pernikahan, dia masih bisa bersantai sejenak sekarang. Dibaringkan tubuhnya lemas diatas tempat tidur sambil memainkan kedua kakinya dibawah.

Braaakkkk. Pintu kamarnya dibuka sembarangan oleh Kyuhyun, “bisa ketok pintu dulu ngga?” Sungmin mengangkat kepalanya kesal

“Ngga” Kyuhyun ikut berbaring di tempat tidur disamping Sungmin, “ngapain kemari?” tanya Sungmin menghadapkan tubuhnya ke Kyuhyun, “Kau lupa? Hari ini kita harus memilih konsep untuk pesta resepsi” jelas Kyuhyun, “Itu Umma sudah ada dibawah—aku ke atas karena disuruh membangunkanmu” jelas Kyuhyun, “kenapa matamu?”

Sungmin menatap Kyuhyun lelah, “Aku kurang tidur—tadi malam kan kita sampai jam 11, dan tadi pagi Umma sudah membangunkanku jam 8. Padahal aku mau balas dendam karena jam tidurku kamu potong buat belajar kemarin” kata Sungmin sambil menutup wajahnya—ia benar benar butuh tidur sekarang

Kyuhyun mengangkat tubuhnya lalu berdiri tegak, “Kau tidur saja, biar aku yang kebawah ok?” Kyuhyun beranjak pergi ketika Sungmin memanggilnya, “ Tunggu—aku ikut deh” Sangmin memaksakan tubuhnya bangun—waktu keseimbangannya sedikit lunglai, Kyuhyun segera menangkapnya, “tuh…sudah kau istirahat saja biar aku saja”

Kyuhyun menidurkan Sungmin kembali, diselimuti tubuh Sungmin sampai ke atas kepalanya, “Woi! Aku belum meninggal!” teriak Sungmin keras, Kyuhyun hanya tertawa melihat Sungmin menjadi semangat lagi, “sudahlah kau tidur saja” Kyuhyun mengelus kepalanya sekilas lalu menutup pintu dan turun kebawah

“Mana Minnie Kyu?” tanya Eunhyuk yang masih asyik berkutat dengan kertas kertas penting tentang katering, dokumen, art dekor dan lain lain. Disebelahnya Teuki juga menghitung pengeluaran mereka secara teliti

“Dia kecapekan Umma, sudah biarkan dia diatas yah” Kyuhyun duduk di depan mereka—melihat kertas kertas itu malas

Teuki mendelik ke arah Kyuhyun, “kau juga—istirahat sana sama Sungmin” kata Teuki sambil melepaskan kalkulator dari tangannya, “ng?” Kyuhyun tidak mengerti

“Kau pasti tambah bosan melihat rincian rincian ini—lagian mana semangat kamu tanpa Minnie, kau pasti capek” Eunhyuk tersenyum sayang ke anak lelaki satu satunya itu, “sudah sana” usir mereka halus

Wajah Kyuhyun kelihatan tambah ceria, “terima kasih Umma, Adjumma” Kyuhyun berlari gesit kembali ke atas seraya membuka kembali pintu kamar Sungmin dengan kasar

“Kau kok kembali?” ujar Sungmin yang sedang berdiri di depan cermin, “Tidak jadi tidur?” tanya Kyuhyun heran melihat wajah Sungmin—seperti habis cuci muka, “Aku tadinya mau kebawah menyusulmu, yuk” Sungmin sudah bersiap siap namun Kyuhyun malah menariknya ke tempat tidur, “Kok?” tanyanya bingung

“Kita boleh istirahat! Tadi Umma dan Adjumma menyuruhku kesini untuk istirahat berdua denganmu” Kyuhyun kelihatan senang sambil menyandarkan kepalanya di bantal empuk Sungmin, “Tidur yuk, Hoammm” Kyuhyun menyuruh Sungmin berbaring disebelahnya sambil menyelimuti tubuh mereka berdua, sejenak Kyuhyun dan Sungmin tidak mengatakan apa apa, tak lama kemudian keduanya menutup mata lalu terlelap pulas

***

“Ha? Ngga!!” Sungmin sampai bangkit berdiri tidak setuju

Kyuhyun menarik tubuhnya agar kembali duduk, “sudalah Minnie..mau gimana lagi?”

Sungmin mendelik kesal ke arah kedua orang tua mereka, “Ummaa, Adjummaa kok jadinya kayak gini?! Bukannya sekolah ngga boleh tahu tentang pernikahan kita?” Sungmin terduduk walau wajahya masih menekuk tidak setuju

“Umma sudah bertanya kepada kepala sekolahmu, katanya itu bukan masalah—malah bagus katanya” ujar Teuki menjelaskan seraya meminum teh

Hari ini Sungmin dan Kyuhyun baru tahu kalau kedua orangtua mereka juga menyebarkan undangan ke seluruh siswa angkatan mereka juga guru guru bahkan kepala sekolah itu sendiri

“Ha?”

Eunhyuk mengangguk mengiyakan, “betul kok Minnie, kamu tahu ngga—sekelas pada heboh ketika kami menyampaikan undangan pernikahan kalian hehehe” dia tersenyum senang

“Tidakkkk” Sungmin menutup kedua wajahnya, “Aku malu dilihat mereka semua pas pernikahan nanti!!” dia menjerit pelan

Kyuhyun hanya bisa mengelus lengan Sungmin untuk menenangkannya, “Sudahlah—kamu tahanin aja toh kita udah biasa digosipin kok”

Sungmin mengangkat wajahnya—ia masih kelihatan syok, “Baru kali ini aku tahu, ternyata pernikahan itu benar benar menyiksa”

___

Selama seminggu penuh Sungmin dan Kyuhyun berkeliling menemani ibu mereka untuk mengecek ulang tempat resepsi dan gereja tempat pemberkatannya. Ketempat katering mencoba berbagai macam panganan kue kue cantik untuk pernikahan—yang tentunya Sungmin tidak boleh ikut mencicipi. Mereka begitu kelelahan, belum lagi mereka harus ikut menentukan detail detail kecil seperti…..

“Ampun deh Adjumma” Sungmin yang sudah lelah setengah mati—sehingga gampang terpancing emosinya, “ngapain aku sama Kyu harus bangun pagi pagi cuma buat ngeliat sendok apa yang cocok. Apa aja bolehhhhh dehhh” Sungmin kelihatan frustasi menghadapi kedua ibu ibu super ini—bayangkan saja mereka tidak pernah mengeluh sama sekali mengurus pernikahan ini, bahkan kalo Sungmin ngga minta pulang—pasti Eunhyuk dan Teuki masih berjam jam di toko kue untuk mencicipi 1302 jenis pastry.

Eunhyuk menggeleng tidak setuju, “beda sayang—sendok yang ini lebih tipis dan agak runcing kedalam” Eunhyuk menunjuk sendok pilihannya sendiri, “kalau yang ini dia agak lebar dan ada motif bunga mawar didalamnya, lihat” Dia mendekatkan sendok itu ke Sungmin dan Kyuhyun, “cantik kan” puji Eunhyuk seraya meminta pegawai toko itu membungkuskan pesanannya

“Kyu” bisik Sungmin pelan

“Hm” Kyuhyun menoleh, “Ada apa?”

“Kita kawin lari aja yuk” usul Sungmin frustasi

“Huahahhahahaha” Kyuhyun tertawa lepas mendengarnya—sudah lama dia tidak melihat Sungmin se-sengsara ini, “tidak boleh Sungmin” Kyuhyun mencubit pipi Minnie, “sudahlah tinggal seminggu lagi kok—baru semua akan berakhir” Kyuhyun menyemangati Sungmin dengan caranya sendiri, dipegangnya tangan Sungmin lalu memainkan cincin di jemari manisnya, “seminggu lagi kau akan jadi istriku” gumam Kyuhyun masih menatap lurus ke cincin mereka berdua

***

Beberapa hari kemudian

“Untung saja masih muat” ujar BoA—pemilik Butik La Dedu girang. Dihadapannya Sungmin baru dapat menghela nafas lega karena diet mati matian dia seminggu kemarin tidak sia sia, gaun ini jatuh sempurna ditubuhnya

“Kau cantik sekali lho” ucap Teuki bangga—dielus kepala anak semata wayangnya itu. Lembut. “Sebentar lagi Umma tidak akan bersama denganmu” nada suara Teuki tiba tiba berubah sedih, Ia memalingkan wajahnya dari Sungmin, “Umma..” dia ikut terenyuh melihat Ibunya menangis. Sungmin baru sadar kalau nanti dia tidak bisa bermanja manja lagi kepada Ummanya—tidak bisa seperti anak kecil yang selalu Sungmin lakukan dirumah. Dia nantinya menjadi tanggung jawab Kyuhyun, suaminya.

Eunhyuk yang menyaksikan pemandangan itu ikut tersentuh, “jangan begitu Teuki-shi, kan kita masih bisa menengok mereka sesekali” hiburnya

“Atau aku dan Kyuhyun membatalkan pernikahan ini saja dulu” usul Sungmin tidak tega meninggalkan ibunya

“Tidak!” Teuki berbalik kesal ke arah Sungmin, “Umma malah tambah sedih kalau kau melakukan itu!” dengan cepat wajah Teuki kembali bersemangat,

“Kalau kau memang segitu sayangnya kepada Umma—cepatlah beri kami cucu” kata Teuki sambil menyeringai

“Betul itu” Eunhyuk ikut menggoda Sungmin

“Ha? Ck ck ck” Sungmin memalingkan wajahnya malu—aduh bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Mereka kan masih mau bersenang senang dulu—belum siap menjadi orang tua

“Sudah belum” kata Kyuhyun dari balik pintu ruangan vitting baju. Sudah menjadi tradisi jika pengantin lelaki tabu melihat pengantin wanita memakai gaun pengantin mereka kecuali saat upacara, entah siapa yang menyebarkan mitos itu—tapi satu hal yang pasti, katanya pernikahan mereka bisa batal ditengah jalan

“Ya sebentar lagi” balas Sungmin seraya melepaskan gaunnya hati hati dibantu beberapa pegawai butik ini

___

“Undangan udah lengkap, katering sudah siap untuk esok, bunga bunga juga sudah siap di antar langsung..hmm kurang apa lagi yah”

Teuki mengangguk serius sambil berbicara sendiri—di hari terakhir ini dia dan Eunhyuk memang sudah mengecek satu persatu keperluan untuk besok. Teuki tidak mau satu kelalaian bodoh bisa menghancurkan pernikahan anaknya—Sungmin.

“Sudah selesai?” tanya Kangin saat meletakan segelas teh untuk istrinya itu

Teuki mendongak sebentar lalu tersenyum menatap suaminya, “sudah, thanks ya untuk tehnya” Teuki menghirup pelan teh dan menyeruputnya, “ah teh buatanmu selalu enak Honey” pujinya

Kangin membereskan kertas kertas itu lalu menyimpannya rapi, “maaf—aku dan Donghae-shi jarang sekali membantu kalian”

“Tidak apa apa” Teuki tersenyum lagi, “Kau kan sibuk dengan Donghae” Ia menyandarkan kepala ke pundak Kangin, “Aku sedih memikirkan Minnie akan pergi dari kita” Teuki mulai menceritakan kejadian di butik kemarin, Kangin mendengarkan dengan seksama, “Honey—cepat atau lambat Minnie memang harus pergi” Kangin mengelus pipi Teuki, “Yang penting ada aku” dia mencium kening Teuki sayang.

“Iya” desah Teuki tenang, “bagaimana setelah urusan Minnie selesai kita berlibur berdua?” tawar Kangin untuk mengurangi rasa kehilangan istrinya itu

“Sungguh?” Kangin mengangguk pasti, “Aaaa aku mau” Teuki memeluk erat tubuh Kangin.

“Sudah kita harus tidur, besok adalah hari besar kita semua” Kangin membantu Teuki untuk berdiri dan menggandengnya masuk kedalam kamar mereka

“Fuih akhirnya Appa dan Umma tidur juga” Sungmin berjinjit jalan kebawah tanpa menimbulkan suara sedikitpun, “Kenapa aku tidak bisa tidur ya?” gumam Sungmin sambil mengintip isi lemari es—diambilnya beberapa cemilan lalu membawa itu semua kembali ke kamarnya

Sungmin membuka jendela kamarnya yang lebar menghadap beranda—dia duduk disitu sambil memakan keripik kentang kemasan, “Indah sekali bintangnya malam ini” bisiknya

“Iya memang indah”

Sungmin terpaku dan membalikkan badannya kesamping, “Ya! Kau~ selalu menganggetkanku terus!” disebelahnya sudah ada Kyuhyun yang ikut duduk di beranda

“Itu masalahmu—nyatanya kau tidak kena serangan jantung kan” tangan Kyuhyun ikut mengambil cemilan Sungmin

“Eh tunggu dulu” Sungmin baru menyadari sesuatu, “bagaimana kau masuk kesini? Aku tidak melihatmu masuk lewat beranda lagipula pintu depan dikunci..” Sungmin menggantungkan kalimatnya—tiba tiba wajahnya ketakutan melihat Kyuhyun, “jangan bilang kau hantu?” bibir Minnie bergetar ketakutan

Kyuhyun mengerutkan mulutnya kesal, “Aku hantu? Ck aku tadi masuk lewat beranda waktu kau ke bawah untuk mencuri cemilan, ngerti?”

“Lalu mau apa kamu kemari malam malam?” tanya Sungmin lagi

Kyuhyun berhenti mengunyah, ia menundukkan kepala lalu melirik ke arah Sungmin, “Kok aku merasa kau akan meninggalkan aku besok di depan altar ya?”

Sungmin melongo namun sedetik kemudian ia tertawa terbahak bahak, “itu tidak mungkin Kyu—untuk apa? Ck ck ck” kata Sungmin meremehkan

Kyuhyun memutar bola matanya, “Aku serius Minnieee” ujarnya gemas, “Aku takut itu terjadi—makanya aku kemari untuk memastikanmu tidak kabur diam diam” ejek Kyuhyun

Sungmin tersenyum senang, “Aku janji akan berada disana besok” diangkatnya kelingking Kyuhyun lalu menyatukan dengan kelingkingnya sendiri, “Janji”

Mereka tersenyum sambil kembali menikmati keindahan galaksi dimalam hari

***

Hari pernikahan
Cho Kyuhyun & Lee Sungmin


“MINNIEEEEEEE” Teuki sudah menampar berulang kali anaknya itu tetapi Sungmin tetap berada dalam dunia mimpi

“nih anak masa hari sepenting ini masih telat juga” Teuki mengambil segayung air dari wastafel kamar mandi dan mengguyurnya tanpa ampun

“Huaaaaa” Sungmin akhirnya terbangun sepenuhnya, dia mencari udara untuk bernafas, “Ya Tuhan—aku kira tadi ada banjir” gumamnya masih kaget

“Minnie ayo cepat mandi—kamu belum dirias dan memakai gaun pengantin!! Ayo cepat!!” perintah Teuki kesal

“Iya..iya”

Untung saja Sungmin bisa dibangunkan lebih cepat dan untung lagi Kangin bisa menyalip nyalip kendaraan disekitarnya waktu menuju butik La Dedu.

Memang sekarang baru jam 8 dan upacara dimulai jam 10 pagi namun yang membuat Teuki gusar adalah Minnie belum ber rias dan memakai gaun—dimana kedua hal itu membutuhkan waktu lebih dari satu jam

“Bisa lebih dipercepat tidak” pinta Teuki tidak sabaran melihat para penata rias baru selesai membuat alas dipermukaan wajah Sungmin

“baik bu” jawab penata rias se-profesional mungkin, Sungmin sesekali menahan kantuk akibat begadang berdua tadi malam dengan Kyuhyun

“Ma, mana keluarga Kyu?” tanya Sungmin untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa ngantuk, “Mereka sudah sampai dari tadi di gereja—kan memang begitu tradisinya pengantin lelaki sampai lebih dulu dibanding pengantin perempuan” jelas Teuki masih khawatir mereka terlambat

===Tik Tok 08.30===

“Yak selesai” para asisten perancang gaun dan penata rias selesai mendandani Sungmin.

“Yuk Ma” kata Sungmin dengan cepat berbalik keluar dari butik La Dedu, namun Teuki masih terpana melihat anaknya, “Kau cantik sekali” bisiknya—tanpa sadar sebutir air mata turun di wajah Teuki

Sungmin tersenyum lebar—dihapus airmata dari wajah Ibunya, “Sudah nanti kita bisa terlambat” Sungmin menarik lengan Teuki ke pintu keluar—Appanya sudah menunggu dalam mobil mereka

“Aish cantik sekali putri kecil Appa ini” Kangin mengelus halus wajah Sungmin—kagum, “Ayolah Appa, nanti ngga keburu lagi” rengek Sungmin—wajah cantiknya seketika berubah menjadi wajah kekanak kanakan

“Lihat Ma, Minnie segitu penginnya menikah” Kangin geleng geleng kepala melihat tingkah laku putrinya itu. Ia masuk ke dalam pintu kemudi lalu mempersilahkan Teuki masuk.

Minnie ingin membuka pintu dibelakang tetapi tidak bisa, “Appa buka pintunya” Sungmin agak menggendor gendor pintu mobil

“Sayang kamu naik mobil belakang—oke? Nanti kita ketemu di depan gereja” jelas Kangin menunjuk mobil dibelakang mobil mereka

Limosine mewah dengan pita pita bunga ala pernikahan

“Ha?” awalnya Sungmin heran—kenapa seribet ini orang menikah, ngapain coba dia sama orangtuanya harus beda naik mobil apa karena dia pengantin perempuan? Tanya Sungmin dalam hati

“Sudahlah—lebih baik aku mendengarkan perkataan Kyu, sebentar lagi semua ini akan selesai” gumam Sungmin kepada diri sendiri, ia masuk ke pintu belakang mobil itu dengan hati hati.

“Jalan pak” perintahnya

===Tik Tok 09.27===

“Arghhhhh” Sungmin menggeretu—di lihat ke sekeliling mobil mewah yang dinaikinya ini.

Hanya satu kata, Macet.

Padahal orang tua mereka sudah mempersiapkan pernikahan pada hari minggu untuk menghindari hal ini—tapi ternyata, “Pak memangnya tidak bisa dipercepat yah?” Sungmin benar benar jengkel sekarang. Ternyata naik Limousine tidak membuat jalan lebih lancar.

“Nona lihat sendiri deh—mobil depan juga tidak maju maju dari tadi” kata sopir itu

Wajah Sungmin kesal bercampur panik, “tapi pak saya ada pernikahan!” pekiknya, Sopir itu hanya menoleh dan melihat Sungmin—ikut prihatin, “Mau gimana lagi” gumamnya

Di Gereja

“Ah akhirnya Adjushi datang juga” Kyuhyun menyambut kedatangan Kangin dan Teuki dengan senyum sumringah, dia, Chulie dan Kedua orang tuanya sudah sampai dari 2 jam yang lalu, mereka agak panik karena keluarga Sungmin belum datang juga namun sekarang semua bisa bernafas lega

“Minnie mana?” Kepala Chulie mencari cari sosok pengantin wanita yang ditunggu tunggu dari tadi

“Lha bukannya dia sudah sampai dari tadi?” Teuki berbalik dan melihat tidak ada Limousine yang parkir dihalaman gereja, “Ya Tuhan—jangan jangan mereka terjebak macet lagi” kata Teuki gusar

“Apa? Macet?” ucap Kyuhyun kaget—dia menutup wajah dengan kedua tangannya, Donghae dan Eunhyuk saling bertukar pandang—cemas

“Lebih baik coba kita telepon Sungmin” Kibum menengahi kebingungan mereka, dengan segera Chulie menghubungi nomor handphone Sungmin, “Halo Minnie? Kamu dimana kami semua nungguin kamu? Apa? Macet banget…..Ini Adjumma dan Adjushi sudah sampai dari tadi” Chulie memberikan handphonenya ke tangan Teuki, “Halo sayang kamu masih jauh? Oh kami tunggu ya” Teuki memutuskan sambungan telepon

“Dia benar benar terjebak macet” Teuki memberikan pengumuman kepada semuanya

“Arghh” lirih Kyuhyun pelan

===Tik Tok 09.45===

“Nona” Sopir itu mengguncang tubuh Sungmin pelan

“Nona!!!” teriaknya agar Sungmin terbangun, “Ya!” Dia mengerjapkan mata sesekali, “Ampun deh pak bikin kaget aja, saya ngantuk nih” kata Sungmin bersiap siap menyandarkan kepala di jok empuk dibelakangnya, “Nona sebentar lagi jam 10!” balas Sopir itu mengingatkan

Sungmin membuka matanya enggan, “emang ada apa jam 10?”

Sopir itu terperangah mendengar jawaban dari Sungmin, “Nona akan menikah jam 10 kan?” tanyanya balik

Sungmin langsung duduk tegap, “Oh iya Kyuhyun!” dia melihat wajah sopir itu kemudian berpaling ke arah jalanan—masih macet

“gimana nih pak?” Sungmin menepuk nepuk pelan pipinya, berusaha berpikir. “Mendingan jalan kaki aja non, udah deket sih tapi sayang kalau pake gaun sih” saran bapak sopir, “ngga papa deh” dengan segera Sungmin keluar dari mobil dan mulai berjalan kaki ke arah gereja

“Tunggu aku Kyu” bisiknya seraya memegang ekor gaun agar tidak menyapu jalanan yang kotor

===Tik Tok 09.55===

“Dia dimana sih?!!” Kyuhyun hilang kesabaran, tidak menyangka apa yang ditakutkannya semalam terjadi hari ini.

Sungmin meninggalkannya di altar

“Tenang Kyu—aku yakin Minnie sedang naik kendaraan lain kemari soalnya kata pak sopir dia sudah pergi 10 menit yang lalu” jelas Kibum menenangkan Kyuhyun

Kyuhyun mengangkat wajahnya yang berantakan, “gw ngga akan tenang sebelum tuh anak nongol disini”

Sementara itu

“Aduh udah separuh jalan nih tapi” Sungmin mendongak, dari atas sana terlihat puncak gereja—tempat pernikahannya dilangsungkan. Tapi apa Sungmin sanggup menanjak sejauh itu dari tempatnya berdiri sekarang

“Kenapa yah aku selalu tersiksa begini—kalau sudah berurusan dengan Kyu” Sungmin agak menyerah melihat panjangnya jalan yang harus ditempuh, “kalau naik sepeda sih terkejar—tapi jalan kaki? Pake hak 15 senti? Ngga deh” gumam Sungmin pasrah

Sungmin menyapu pemandangan sekitar—disampingnya terbentang luas kebun kebun memanjang yang membuat daerah ini makin asri, sedangkan di sebrang sana ada sebuah lapangan kecil tempat anak anak bermain skateboard

Sungmin terus berjalan lunglai, tidak ia pedulikan semua pengendara mobil melongo keluar jendela melihat ada pengantin wanita yang nyasar di pinggir jalan

“Ihh ada kakak cantik” tunjuk salah satu anak anak kecil itu, Sungmin membalasnya dengan senyum tulus. Melihat Sungmin yang ramah—mereka memberanikan diri mendekatinya, “Kakak cantik mau menikah ya?” tanya salah satu anak disitu sambil memegang gaun Sungmin yang halus, “Iya di gereja tuh tempatnya” Sungmin menunjuk ke puncak gereja di atas bukit

“Terus kakak kok malah jalan kaki?”

Sungmin menggeleng, “Jalanan macet jadinya kakak harus jalan kaki supaya tidak telat sampai disana…tapi” Sungmin mengambil nafas panjang, “sepertinya tidak akan sempat” Ia menunduk, mengepalkan kedua tangannya—kesal karena semua ini terjadi akibat kelalaiannya sendiri

Anak anak kecil itu terenyuh melihat kepedihan Sungmin, “Kakak jangan menangis, ah aku tahu” salah satu anak itu menyodorkan sebuah benda untuk Sungmin

“Skateboard?”

Anak anak itu tersenyum, “Ini jauh lebih cepat dari jalan kaki, paling lambat 3 menit Kakak sudah sampai di gereja” tawar anak itu seraya memberikan skateboard miliknya

“Tapi—aku tidak bisa”

“Daripada jalan kaki? Coba saja dulu” teman temannya yg lain mengangguk setuju. Terpaksa Sungmin membuka ikatan High Heels miliknya dan mulai menjalankan skateboard pelan pelan

“Huaaaa” Sungmin agak kehilangan keseimbangan namun dengan sigap dia kembali menaiki Skateboard, “Aku harus bisa! Eh” Dia menoleh kebelakang, “terima kasih ya,” ucap Sungmin tulus sambil kembali menjalankan skateboard ke arah gereja

===Tik Tok 09.57===

“Teleponnya tidak diangkat angkat, sedangkan pak Sopir yakin sekali harusnya Sungmin sudah sampai dari tadi” jelas Kangin gusar, Teuki berjalan mendekatinya, “dia akan baik baik saja”

“Apa kita minta dimundur sebentar?” tawar Donghae—dia berusaha menghilangkan kepanikan yang semakin menegang apalagi melihat anak lelakinya yang sedari tadi melihat kepintu gerbang, “Kyu…”

“Argh aku tidak tahu Appa” Kyuhyun bangkit berdiri—sekali lagi melihat ke arah luar,” aku harap kau muncul sekarang” bisik Kyuhyun kepada angin kecil yang berputar di sekelilingnya.

“Aku datanggg” teriak Sungmin yang melesat—bergerak anggun sambil memegang bagian bawah skateboard.

CKITTTTT

“Untung aku masih selamat” Wajah Sungmin agak berantakan tertiup angin, gaun putihnya kusut di depan belum lagi rambutnya yang keluar dari jepitan kerudung putih miliknya

“Kau! Kenapa lama sekali sih?” Kyu menarik lengan Sungmin—ditatap baik baik Sungmin.

Segera saja mereka semua menghambur karena kedatangan Sungmin yang tepat waktu, “Untunglah—kau kesini pakai apa?” tanya Kangin melihat keadaan anaknya yang agak awut awutan, “Aku datang naik ini” tunjuk Sungmin ke papan skateboard milik anak anak tadi

“Skateboard?” tanya mereka semua bersamaan

“Hmm” Sungmin mengelus papan beroda itu dengan sayang, “ternyata aku berbakat juga main ini”

“Sudah! Tidak ada waktu lagi, cepat bersiap siap!” Kyuhyun yang masih marah membubarkan mereka dan masuk kedalam gereja

“Maklum dia tadi sudah takut kau tidak datang” jelas Donghae menatap sikap Kyuhyun yang marah marah dari tadi, “tidak apa apa Adjushi” balas Sungmin mengerti

“beberapa jam lagi kau akan memanggilku dengan sebutan Appa” Donghae mengamit lengan istrinya lalu menyuruh Kibum dan Chulie ikut masuk kedalam

“Kita bertemu didalam sayang” ucap Teuki mengikuti mereka semua, tinggal Kangin dan Sungmin diluar.

Kangin membantu Sungmin yang sedang merapikan gaun pengantinnya, “Siap?”

Sungmin melingkarkan tangannya dilengan Kangin, “Siap”

Mereka jalan beriringan kedalam gereja, mata Sungmin hanya terpusat pada Kyuhyun. Tidak dihiraukan bisik bisikan dari para siswa yang mereka undang

“Ng” Sungmin menaikan sebelah alisnya melihat Kyuhyun masih bersikap semarah tadi, sekarang mereka malah saling menatap tajam satu sama lain

“Kyuhyun—jaga putriku” ucapan Kangin membuyarkan kemarahan non verbal mereka berdua. Kangin menyerahkan tangan Sungmin kedalam genggaman Kyuhyun

“Kau masih marah” bisik Sungmin dari sudut mulutnya, “pastilah” balas Kyuhyun tidak menatapnya. Kyuhyun menarik Sungmin agar berlutut didepan pendeta untuk pemberkatan.

“Kan aku sudah minta maaf” Sungmin merengut kesal karena Kyuhyun tidak tahu perjuangannya yang berat hingga sampai kemari

“Saudara Cho Kyuhyun apakah anda bersedia menjadi Suami—-

“Tapi aku tetap marah” kata Kyuhyun

“Bagi saudara Lee Sungmin baik dalam suka maupun dalam duka—

“Memangnya begitu sikapmu seharusnya ha?” balas Sungmin kesal

“Dalam sakit maupun sehat—

Wajah Kyuhyun mendekat, “Kau tidak tahu betapa paniknya aku tadi”

“Hingga maut memisahkan kalian—

“Aku juga….lihat saja betapa berantakannya aku” Sungmin tidak mau kalah

“Ya!” Pendeta itu kehilangan kesabaran, dia berteriak menghentikan perdebatan Kyuhyun dan Sungmin, “Kalian mau saya nikahkan apa tidak!! Kenapa malah bertengkar didepan sini!! Kalau ragu ya sudah kita hentikan saja upacara ini!!” kata Pendeta itu tegas

Kyuhyun dan Sungmin akhirnya terdiam malu—dibentak bentak pendeta didepan orang banyak lagi.

“Iya deh Pak pendeta—kita akan diam” kata Sungmin membujuk Pendeta untuk melanjutkan mengucapan janji pernikahan mereka, disebelahnya Kyuhyun mengangguk setuju

“Huh, baru kali ini dapat pasangan seperti kalian” Pendeta itu menggeleng sebentar, “sampai dimana tadi saya?” tanyanya

“Sampai maut memisahkan kita” ujar Yesung kencang dari arah bangku jemaat, “Ah iya terima kasih anak muda” Pendeta itu membenarkan letak kacamatanya, “Nah Cho Kyuhyun apakah kau bersedia?” tanyanya ulang

“Saya bersedia” Kyuhyun menganggukkan kepala mantap

Pendeta itu memalingkan wajahnya ke arah Sungmin, “dan Kau Lee Sungmin?”

“Saya bersedia” balas Sungmin

Pendeta itu tersenyum, “Nah begitu dong—jangan bertengkar lagi, Aku sahkan menjadi suami istri.” Ia berbalik melihat Kyuhyun, “Kau boleh mencium pasanganmu” katanya

Kyuhyun mendekati Sungmin ragu ragu, “masa kita ciuman didepan umum?” bisik Kyuhyun ditelinga Sungmin, “ya udah cium di pipi aja kalau begitu” suruh Sungmin

“Kalian ini! disuruh ciuman aja kok susah ya!” bentak Pendeta tidak sabaran akibat tingkah Kyuhyun dan Sungmin yang malah berbisik bisik

Para audience tertawa kecil melihat pengantin baru yang masih malu malu itu.

“Kyu cepetan” Sungmin melirik ke arah bangku undangan, “malu nih” Wajah Sungmin memerah mendengar suara tawa mereka, “Iya iya” desah Kyuhyun

Kyuhyun mendekatkan bibirnya di pipi Sungmin.

Chu~ hanya kecupan sekilas dan Kyuhyun langsung melepasnya. Ditatap Sungmin lama—sudut sudut mata Kyuhyun melembut, “Kau sekarang istriku” ucapnya gembira sambil menggenggam erat tangan Sungmin lalu mereka berdua membaur dengan para kedua orang tua yang saling mengucapkan selamat, tidak ketinggalan para teman teman bahkan guru seperti Bu Tukinem memberi selamat tulus untuk pernikahan mereka

___

“Kau bahagia?” tanya Kyuhyun ketika mereka turun dilantai dansa saat resepsi pernikahan digelar

Sungmin tersenyum simpul, matanya sedikit tertutup—masih mengantuk, “Iya…hoaamammmm” Sungmin mendekatkan dirinya lebih dekat lagi ke Kyuhyun lalu mengalungkan kedua tangan dileher Kyuhyun. Kepala Sungmin terkulai dibahunya, “Aku benar benar mengantuk…hmm” bisik Sungmin setengah sadar

Kyuhyun merasa tubuh Sungmin memberat, “woi! Jangan tidur disini!!! Pestanya belum selesai!!” Kyuhyun yang panik mengangkat angkat bahunya agar kepala Sungmin tersentak bangun, “Ng…”

“Jangan tidur sekarang—tahankan yah..”bujuk Kyuhyun sambil menjauhkan tubuh Sungmin yang berpegangan dengannya

Sungmin bersungut sungut kecil, “baiklah—kita duduk yuk, capek nih” ajaknya. Kyuhyun menurut dituntun Sungmin ke atas tempat duduk kedua mempelai berada. Kyuhyun mendudukkan Sungmin sambil menggenggam tangannya, “tenang saja paling setengah jam lagi pesta ini usai” Kyuhyun duduk santai, matanya lalu lalang melihat orang orang yang mereka kenal seraya mengajak Sungmin berbincang—agar dia tidak ketiduran di pesta ini

Malam harinya

“Kyu, kita ngga kemana mana lagi kan? tidur aja yuk” rengek Sungmin yang duduk disebelah Kyuhyun di dalam Limousen

Mereka berdua memang sedang menuju hotel berbintang lima—yang sudah dipesan khusus untuk malam pertama mereka sebelum nantinya pergi berbulan madu

Kyuhyun menyodorkan kepala Sungmin dibahunya, “Iya…tuan putri sabar yah, sebentar lagi sampai kok” Kyuhyun mengetuk kaca didepannya, “Pak, bisa lebih cepat? Istri saya sudah tidak sabaran ingin tidur” perintah Kyuhyun

“Oh” Pak Sopir itu melirik Sungmin penuh arti, “Beres….segitu ngga sabarnya..ck ck ck ck..pengantin baru” gumamnya sambil mempercepat laju mobil ke arah Hotel yang tidak jauh dari sana

“Selamat datang di Hotel Sebastian” sapa pegawai hotel seraya membukakan pintu buat mereka, Kyuhyun mengangguk sambil memapah Sungmin yang mengantuk berat, “Kami sudah memesan atas nama Cho Kyuhyun” ujarnya

“Oh, sebelah sini pak” Kyuhyun mengikuti karyawan itu untuk mengambil kunci.

“Nih anak—udah dibilang sabar, eh malah ketiduran” Kyuhyun memegang bahu Sungmin lalu memutar tubuhnya kesamping, “Hupp” Kyuhyun berhasil menggendongnya tanpa membuat Sungmin terbangun

“Ini pak kuncinya” Kyuhyun mengambil kunci kamar dengan tangan kanannya, diangkat sedikit tubuh Sungmin agar tidak terjatuh lalu berjalan menuju lift, “perlu saya antar?” tawar pegawai itu melihat Kyuhyun sedikit kewalahan, “tidak perlu” ujar Kyuhyun sambil menutup pintu lift

TING!

Lift terbuka di lantai 12, Kyuhyun melenggang ke sebelah kanan—kamarnya dan Sungmin di 1234—kamar Suit President.

Dengan hati hati dimasukkannya kunci berbentuk kartu itu dipintu depan

CKLEKK

“Ah Akhirnya” desah Kyuhyun lunglai, tubuh Sungmin langsung dilemparkan ke atas ranjang berukuran King Size di dalam kamar.

Kyuhyun mengatur agar Sungmin bisa tidur lebih nyaman. Diangkat tangan dan kaki Sungmin lurus, melepas sepatu high heels milik Sungmin dan menaruh bantal di bawah kepalanya. Sungmin menginggau sebentar lalu menelungkup ke samping.

“Huh capeknya” Kyuhyun melepaskan ikatan sepatu pantofelnya kemudian ikut bergabung di sebelah Sungmin yang sudah tertidur pulas, Kyuhyun menarik selimut tebal dibawah kakinya untuk menutupi tubuh mereka berdua.

Kyuhyun menatap wajah Sungmin seksama, tanpa sadar Kyuhyun mengelus pipi Sungmin perlahan—ditelusuri bentuk mukanya dan berhenti di hidung Sungmin.

Ia tersenyum

Kyuhyun menarik tubuh Sungmin mendekat lalu mendekapnya, menaruh kepalanya diatas kepala Sungmin, “selamat malam Istriku” Kyuhyun mengecup kepala Sungmin seraya memejamkan matanya—tertidur lelap dengan rasa lega luar biasa

TBC

20 responses to “≈No Other Like U-fifteen-{Wedding}≈

  1. romantis bas…
    trus pemilihan nama2 pemeran pembantu…ngakak aku…
    adoh..BoA La Dedu…
    trus hotel sebastian???
    wakakakakakakak
    BoA emang perancang asli bas..dy perancang perhiasan merk RAMEE
    itu perhiasan n perusahaannnya pny dy

  2. ya ampun… itu emak dua ga ada matinya… semangat banget..

    wkwkwkwkwk #ketawatiba2
    kyumin bnar2 menarik…
    saat pemberkatan bahkan mereka masih sempat cekcok-,-
    rasanya kata unik blum cukup untuk mereka..
    mereka bisa romantis dan konyol dalam waktu bersamaan.. ckckck
    author hebat…^^

  3. hikz…:'(

    sumpah terhau banget.. *ngelap air mata*

    aku suka banget nih chap,semuanya dapet, seneg, sedih, romantis, lucu….

    lanjut dahhhh

  4. hufft~ Kyu romantis juga, meskipun galak…
    I like that..
    Really really Daebaakk..
    Keren, lucu, bagus… Ah semuanya ding…

  5. ampun!!!! so sweet!!! ampe sni ak ru sdr kyu g bsa ngom kta” manis🙂 tp perlakuan dia k min nunjukkin dia it cinta bgt sma min :’) so sweet

  6. akhirnyaaaaaaa……….. *senyum lega* KyuMin nikaaaah!!!!!!! yeeeeee……. chukhaee!!! :O

    tapiii,, sumpah dech rempong amaat yak si Umin… hahhaha

  7. keren zga dateng ke pernikahan pake keatboard, kalo dah nikh coba akhhhh . . . . . . .

    napa saya kebayang yerus ma BoA jadi designer perfesional ya????? hmmmmmmmm

    hotel Sebast !!!???? author gokil !!!

  8. Yeay akhir’a kyumin nikah juga,,,, congrats ^^
    Ini emak”a pada heboh bgt,,,
    Really nice ff, sdrhana gk bikin pusing, yg jelas bikin snyum melengkung🙂

  9. possesiv kyu,

    bahagia’a aq akhir’a kyumin nikah yaaahhh wlupun ada kendala tpi ttp terselesaikan dg baik.kyuppa romantis’a drimu,
    I LIKE IT

  10. seperti kmrn” tuh orang tua pada heboh sendiri ckckck

    aduh perjuangan Minnie yang mau nikah~ udah ketar ketir aj takut telatttt!!!
    untung aj,tepat waktu!^^

  11. hueeee akhirnya kyumin nikah juga.. hiks jadi terharu.
    perjuangan minnie buat nepatin janjinya ke kyu ternyata membuahkan hasil🙂
    kyu bisa romantis juga ckckck

  12. akhirnya mereka nikah juga
    walau perjuangannya berat banget…
    tapi min masih polos aja
    gimana rumah tangga mereka?hahaha
    lanjut baca

  13. Akhirnya kyu jdi juga merit ama minnie, walaupun sbelum merit diribetkan dg hal2 sepele ama kedua ortu mrk.. #fiuuuh..🙂

    Kyu romantis bgt sich..,🙂

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s