≈Behind The Scene of Love-Special Part-{Zhoury}≈

Huaaaaiiiiiii

Aku kangen kalian semuaaaaa, hueeeee *cupid nangis karena udah ngga makan cokelat dalam kurun waktu tidak terhingga*

Aku ingin pergi—tapi,

Ijinkan aku untuk menceritakan kisah yang terlewatkan untuk kalian

Hmmm, anggap saja ini bonus karena kalian sudah terlalu baik kepadaku selama ini

*Cupid sayang reader*

Baiklah—kita mulai yah


©FLASHBACK©

Aku berputar putar tak tentu arah. Hari ini tugasku sudah selesai—hmmm, mungkin aku akan libur panjang terlebih dahulu, habis capek banget *megang kepala, belagak pusing*. Aku minta cuti sama dewi ah—ucapku dalam hati

Saat itu aku berada di dalam perguruan tinggi Seoul. Suasana di sini amat menyenangkan dan begitu segar—angin berhembus kencang, aku melayang layang seperti bermain dengan hembusan udara. Tugasku sudah selesai—kini bolehkan kalau aku sesekali bermain dan bersenang senang, hihihi

“eh ada Zhoumi”

Bisikan para yeoja itu membuatku menoleh ke bawah. Zhoumi? Siapa?

Aku terpaksa menukik dan berhenti tepat di lorong koridor itu. Kulihat sosok lelaki tinggi, memakai kacamata berjalan cepat ke arah sebaliknya—dia tidak mempedulikan panggilan yeoja yang menggilainya itu, Zhoumi tetap berjalan lurus—matanya tidak teralih sama sekali

Meskipun tampan, bukan berarti kau boleh sesombong itu kan? Aku mengangkat bahu tidak peduli tentang namja ini—lebih baik aku kembali menikmati waktu luangku yang jarang ada

“Aduh, maaf..maafkan aku” suara kecil yeoja di belakang membuatku berpaling. Tubuh mungilnya bertabrakan dengan orang lain—ia menjatuhkan buku buku besar yang dibawa. Yeoja itu memungutnya dan kembali menunduk minta maaf baru berjalan lagi.

Ceroboh sekali, pikirku.

Yeoja itu kerepotan membawa buku buku pelajaran tebal, ia berusaha menyeimbangkan langkah kaki dan bawaan yang tidak sebanding dengan tubuh mungilnya

BRUKKK

Ck, ck, baru saja menabrak orang—sekarang dia nabrak lagi. Keluhku

“Maaf…aku..benar benar minta maaf” Dan sekali lagi perempuan ini harus memungut bukunya satu persatu—eh tunggu dulu pria yang ditabraknya, bukankah ini Zhoumi? Lelaki tadi?

Zhoumi ikut membantu wanita itu, “bukumu” katanya seraya menyerahkan buku tebal itu, perempuan ini sudah ingin mengucapkan terima kasih sampai dia melihat wajah orang yang di tabraknya

Mata perempuan itu terbelalak, ia terperangah. Sikapnya gugup ketika menerima buku itu dari tangan Zhoumi, “terima kasih” suaranya mengecil

Dan ada suara lain—suara yang biasa aku dengar kalau orang sedang jatuh cinta

Detak jantung

Detak jantung mereka berdua tidak beraturan….

Zhoumi membetulkan letak kacamatanya lalu menyisir belakang tekuk leher, “tidak apa apa” bisiknya halus

Tunggu?

Aku terbang mendekat ke arah mereka—jangan bilang kalau orang ini juga…..

Kulihat wajah Zhoumi lebih dekat, mata tirusnya menyipit, ia menghembuskan nafas seiring dengan gerakan tangan yang masih memegangi leher

Oh My God, mereka berdua saling jatuh cinta

Jujur aku kaget—baru kali ini aku melihat orang bisa sejelas ini jatuh cinta—biasanya akibat pengaruh panah cintaku? Tapi ini, ck ck ck

*Cupid memegang kepalanya—berpikir* apa aku jodohkan mereka saja?

Aku menimbang nimbang keputusan itu—tapi kalau mereka benar benar berjodoh? Siapa tahu mereka hanya cinta dalam pandangan pertama, lagi pula jika benar Zhoumi dan perempuan ini berpasangan kenapa mereka belum ada dalam daftarku hingga sekarang?

Aku sedang berpikir sambil melirik ke arah Zhoumi.

5 menit.

Waktu yang cukup lama untuk di tabrak cewek dan belum beranjak pergi

Aku benar—ada cinta di antara mereka

Sang wanita mengalihkan wajahnya tiba tiba, “terima kasih sekali lagi” Ia merunduk dan pergi meninggalkan Zhoumi seorang diri di lorong sepi ini. Zhoumi masih memandangi punggung wanita itu yang pergi menjauh

Hmmm. Rencana liburanku batal deh aku harus mencari tahu tentang kedua orang ini. Aku menggeleng kecil lalu terbang ketika Zhoumi juga mulai beranjak—melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi

Ya, aku harus menemui Dewi sekarang. Aku langsung melesat ke awan langit—tahta paling tinggi.

Menembus awan awan kecil satu persatu kemudian berputar ke langit barat, tempat Dewi Cinta berada

“Dewwiii aku datang lagiiiii” teriakku lantang ketika membelok dan berhenti tepat di depan pintu ruangannya

Oh kalian belum pernah ku ceritakan tentang Dewi Cinta ya?

Dewi Cinta bertugas mengatur setiap manusia kapan, di mana, usia berapa mereka berhak mendapatkan pasangan—tentunya itu dengan pertimbangan tertentu. Hanya Tuhan saja yang tahu siapa yang di pasangkan dengan siapa, kami berdua tinggal menjalankannya.

“Cupid…sudah berapa kali kubilang, jangan berteriak masuk kesini!” Dewi terdengar ketus, rambutnnya yang panjang sedikit berantakan

“Ada masalah lagi dewi?” tanyaku takut takut, mungkin aku datang pada saat yang tidak tepat. “Ck ck ck ini ada cewek namanya sebastian mamoru, dia itu berjodoh dengan Jonghyun tetapi ternyata mereka berdua saling membenci!!! Ah—kenapa Tuhan bisa memasangkan
kedua orang paling keras kepala yang pernah kulihat di muka bumi ini” tanpa sadar Dewi curhat colongan denganku. Ia memegang ber rak rak daftar riwayat hidup seseorang, melihat kehidupannya dan meneliti lebih lanjut. Jika Dewi sudah menetapkan siapa jodohnya, baru deh aku di beri jadwal sesuai daftar itu

“Sabar Dewi” aku menghiburnya, “panah cintaku akan meruntuhkan rasa benci paling dalam sekalipun” aku membusungkan dada—bangga

Dewi tersenyum tipis, suasana hatinya membaik, “ngomong ngomong soal panah cinta….bukankah kamu sedang berlibur? Terus kenapa kemari?” tanyanya heran

Aku sedikit salah tingkah—tidak enak menambah beban dewi lagi, “ngg…jadi begini Dewi, tadi pas aku sedang jalan jalan di atas sebuah universitas ada sepasang muda mudi kalau tidak salah namanya Zhoumi dan Aisssh aku tidak tahu nama yeoja yang di tabrak Zhoumi” gerutuku kesal

“Zhoumi? Rasanya tidak asing” Dewi mengacak acak kertas putih yang berhamburan di meja mencari nama yang ku pinta

“Ini dia” Dewi mengangkat sebuah kertas lalu menyerahkannya kepadaku

Kim Zhoumi


Aku membaca riwayat hidupnya sekilas, hmmm mahasiswa tingkat 2 fakultas musik jurusan piano. Wow musisi ternyata

“Dewi, siapa yang akan menjadi jodohnya?” tanyaku ingin tahu, “hmmm kalau tidak salah nama pasangannya Lee yoouri, ini profilenya” Dewi kembali menyerahkan kertas lain

Lee Yoouri


Dia bukan yeoja yang di cintai oleh Zhoumi tadi, “fuih untung saja” aku mendesah lega, “ada apa cupid?” tanya Dewi berhenti bekerja, “soalnya tadi aku melihat Zhoumi mencintai eh bukan menyukai salah seorang yeoja di kampusnya, tapi bukan Yoouri” jelasku

Benarkan? Coba aku tidak kemari, ck ck entah hukuman langit apa yang akan kuterima jika menjodohkan dua orang sembarangan

Raut muka Dewi berubah sedih—ada kepahitan yang nampak dengan jelas, “maksudmu Mochi—Heunry?” selidik Dewi kepadaku

“Eh? Aku tidak tahu namanya”

Dewi menimbang nimbang sejenak. Dia lalu mengambil kertas dari dalam laci meja, “Ini kan yeoja yang kau maksud?”

Aku mengambil riwayat hidup itu

Heunry Lau, Mochi

Mahasiswa tingkat 2, fakultas musik jurusan violin

“Ya!!! Ini dia orang yang aku lihat” ucapku antusias, namun aku terdiam ketika dewi cinta malah menundukkan kepala, “dewi? Ada apa?” tanyaku pelan

“Hmm, Mochi, dia……” Dewi berhenti berbicara, mungkin tidak sanggup untuk mengatakannya sendiri

Aku memutuskan untuk membaca riwayat hidup Heunry lebih lengkap. Di sini tertera ia tinggal sementara di rumah neneknya untuk penyem—

“Ha?” aku menggenggam kertas itu erat erat, “Dia….” Aku menatap Dewi masih tidak percaya, “Ya, Heunry lemah jantung sejak kecil” kata Dewi pedih

“Lalu?” aku tidak sanggup membayangkan kalimat selanjutnya

Dewi mencoba untuk mengatakan kebenaran tentang Heunry kepadaku, “dia di jadwalkan meninggal tanggal 21 juni tahun ini”

Aku kaget mendengarnya, “itu hanya 3 hari lagi?!” pekikku

“cupid” Sekarang Dewi bangkit berdiri. Raut wajahnya yang sempurna mendadak terpancar kesedihan amat dalam, bukan hanya aku yang merasa kehilangan….

“Itu sudah menjadi takdirnya” bujuk Dewi menenangkanku

“tapi mereka saling mencintai?!!” aku bersikeras

Dewi menggeleng, “tidak ada yang bisa kita lakukan cupid! Tidak ada….” Dewi melepaskan tangannya dari pundakku. Dia berbalik menjauh, “aku akan menugaskanmu untuk menjodohkan Zhoumi dengan Yoouri 1 minggu setelah kepergiaan Heunry supaya Zhoumi bisa bangkit seperti sedia kala” Ia menoleh ke arahku, “kau mengerti?”

Bibirku bergetar—keputusan seutuhnya ada di tanganku, “aku tidak bisa janji” bisikku

“Kau?!” Dewi kaget mendengar perlawananku—tidak biasanya aku bersikap kurang ajar begini, aku selalu menghormatinya namun sekarang, entah kenapa ada yang salah di sini

“Jangan berbuat lebih dari yang kau tahu?! Jangan mengubah jalinan takdir” kali ini suara Dewi mengiba—ia memohon padaku

Aku menghela nafas berat, “tugasku adalah menyatukan dua orang untuk bersatu dan membantu mereka agar bahagia” aku melafalkan dengan sempurna, “tapi—

“Kau bisa kena hukuman berat” Sikap wibawa Dewi runtuh, ia memelukku erat, “please demi aku…” bisikknya kecil

Dapat ku rasakan tetesan air mata hangat di pundakku, di luar segala macam masalah, Dewi adalah salah satu sahabat terbaikku, bersama dia lah kami bahu membahu menyatukan setiap keping hati dengan kepingan yang lain

“Maaf” balasku

Aku melepaskan pelukannya lalu langsung terbang ke arah belakang. Aku menahan diri untuk tidak melihat Dewi terakhir kali

“Semoga yang kulakukan ini adalah benar”

Aku memantapkan hati kemudian melesat menuju ke tempat Zhoumi

***

‘Hmm, kenalkan namaku Zhoumi, kudengar kau lihai bermain biola yah?’ aishhh terlalu blak blakkan, bagaimana….” ku lihat Zhoumi berjalan maju mundur di dalam kamar. Sesekali dia memperagakan cara berkenalan yang tepat tetapi Zhoumi kembali tidak yakin dan malah melakukan hal konyol

‘Hai aku Zhoumi, sudah lama aku menyukaimu, aku tahu kalau kau suka bermain biola di belakang sekolah, makanan kesukaanmu pancake dengan selai strowberry dan…aarghhh kok aku berbicara seperti penguntit!!!!! Dasar Zhoumi bodoh!!” Ia mengusap wajah dengan kasar lalu menepuk nepuknya pelan, “pokoknya aku harus bisa mendekatinya besok! Hwaiting Zhoumi!!!!”

Zhoumi merebahkan diri di atas kasur. Ia tersenyum lembut, mungkin membayangkan wajah Heunry siang tadi

“Dia cantik dan aku menyukainya” bisik Zhoumi

Ucapannya seolah olah menjadi kekuatan untukku—kekuatan karena ternyata aku tidak salah mengambil keputusan membantu mereka berdua

“Ya aku begitu mencintainya” Zhoumi menutup wajah dengan bantal—rasa bahagia karena pertemuan tadi, tapi…apakah Heunry merasakan hal yang sama?

Lebih baik aku ke tempatnya sekarang, batinku. Secepat kilat aku mengepakkan sayap tinggi tinggi menghilang ke balik awan hitam sambil sesekali melirik ke Zhoumi yang terlelap dengan wajah penuh senyum

___

“Hoekkkk”

Heunry berlari ke kamar mandi lalu memuntahkan semua tablet yang ia telan. Sosok perempuan renta datang ke kamar Heunry, “kau tidak apa apa?” tanyanya khawatir

Heunry menggeleng pelan, “tidak, aku baik baik saja..mungkin karena aku sudah muak dengan obat obat ini hehehe” candanya mencoba agar neneknya tidak panik

“Ya sudah, lebih baik kau tidur dulu” Neneknya memapah Heunry ke atas tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal, “malam sayang” Nenek Heunry mengecup dahinya penuh cinta

“Malam nek” balas Heunry. Ia tidak tidur. Heunry menunggu hingga pintu kamarnya tertutup lalu dia bangkit berdiri, dia mau apa?

“Ah sekarang aku bisa melanjutkan lagu ini” Heunry duduk menghadap meja belajar kemudian mulai menulis sebuah kalimat…ah salah puisi, puisi yang berirama

Aku menangis sendirian, kesepian di lautan suara membahana di tengah kota

Begitu bising namun adakah yang mengena untukku? Tidak ada

Namun duniaku berubah ketika kau menyentuhnya, membuatku semakin kuat.

Kuat untuk bangkit, kuat untuk percaya, kuat untuk tahu…

Bahwa cinta itu ada

“Na…..na…..na…..” Heunry mengira ngira nada dasar untuk lagu ini tanpa menggunakan bantuan alat musik. Mungkin takut ketahuan neneknya lagi

“Selesai” Heunry mengangkat kertas nadanya dengan antusias, “ah tapi belum ada judulnya, apa yah judul yang tepat?” Heunry mengetuk ngetuk pensil ke atas kepala—berpikir

“Ah aku tahu” Heunry langung menulis beberapa kata di atas bait bait nada dan syair. Aku melongo dari atas langit berusaha membaca apa judul yang tepat untuk lagunya itu

‘Behind the Scene of Love’

Wow, aku suka judulnya!!! Bagus! Menggambarkan setiap perasaan yang Heunry rasakan saat ini, jatuh cinta…

Heunry meletakkan kertas itu di dalam tempat file baru setelah itu ia kembali naik ke tempat tidur untuk beristirahat

“Hmm, akhirnya aku bisa menyelesaikan lagu itu,,” Heunry mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang, “Ini semua berkat Zhoumi” ucapnya sangat pelan—hampir aku sendiri tidak bisa mendengar kata terakhir

“Zhoumi” desahnya lagi, Heunry menatap jauh ke atas langit kamar, “aku mencintaimu” ucap Heunry hampir tertidur

Hmm…aku hanya punya waktu 2 hari sebelum…..tidak! jangan lakukan ini! aku hanya menyakiti Zhoumi nantinya..tapi melihat Heunry bergelung tenang di sana, membayangkan wajah Zhoumi yang bahagia, apa lagi yang aku ragukan?

Kenapa tidak aku memberikan kebahagian terakhir untuk Heunry?

Ah, aku memejamkan mata erat. Aku harus bisa..yah aku pasti bisa!! Aku kan cupid tertangguh abad ini hahahaha

‘aku bisa membuat kalian berdua bersatu’ gumamku dalam hati

Berharap keputusanku kali ini tidak salah

Pagi hari

Aku menunggu di depan taman hall A—gedung kampus yang paling ujung. Meskipun mereka berdua beda jurusan namun gedung inilah yang di pakai untuk fakultas musik seluruhnya—jadi kemungkinan besar mereka akan bertemu di sini

Aku sih sudah melihat Zhoumi berpakaian kemeja agak rapi, jalan sambil bersiul dari sayap barat sedangkan Heunry tadi masih asyik mendiskusikan sesuatu dengan teman temannya di depan kelas Score

Lama banget!!! apa perlu aku memakai kekuatan sihirku supaya mereka bertabrakan seperti kemarin?

Ternyata tindakan itu tidak perlu. Zhoumi benar benar berniat untuk menyapa Heunry hari ini, dia jalan mendekati kerumunan Heunry—di saat yang tepat, Heunry menghentikan diskusi karena teman teman yang lain ingin pergi ke kelas berikutnya. Hmmm, situasi sempurna, gumamku

BRUKKK

Ck ck ck kenapa setiap bertemu harus ada adegan ini? seperti di film film saja, aku menggerutu tidak jelas

“Maaf” semua barang barang Heunry berserakan, buku, file lagunya dan juga…..

“Ah…” Heunry berhenti memunguti yang lain dan langsung beralih mengambil tablet tablet kecil yang jatuh berseberan di mana mana

Mata Zhoumi menyipit ingin tahu sambil membantu Heunry. “Ini bukumu” katanya ketika menaruh buku itu di pelukan tangan Heunry, “terima kasih” ucapnya. Tangan Heunry dengan cepat menyembunyikan botol obat di dalam tas

“Aku dengar kamu pintar main biola ya?” tanya Zhoumi dengan tenang. Rupanya dia sudah bisa mengendalikan situasi untuk berkenalan

Heunry mengangguk, “iya” ia menunduk lebih dalam saat mata mereka saling beradu

“Aku Zhoumi” katanya sambil mengulurkan tangan, “Aku Heunry” balas Heunry sambil tersenyum kecil

Gemuruh di dada Zhoumi makin tidak beraturan, “ah ya, aku mau berbicara beberapa tentang pertunjukkan tunggal yang di adakan lusa”

“aku memang di undang untuk bermain biola di acara itu” jawab Heunry tertarik

“Aku juga!” Zhoumi terlihat lega karena rencananya berhasil seratus persen, “aku bermain piano, ng.. bagaimana kita membicarakan ini sambil makan?” suara Zhoumi agak gugup karena secara tidak langsung dia mengajak kencan Heunry

Wajah Heunry memerah, “boleh” jawabnya

“Ok” Zhoumi berusaha menyembunyikan luapan rasa bahagia yang merasuki seluruh bagian tubuhnya, ia mengisyaratkan agar Heunry berjalan lebih dahulu, “kita makan di kantin saja, aku traktir deh hehehe” sikap canggung di antara mereka mulai menghilang

Bisa ku lihat tarikan nafas keduanya mulai teratur dan seimbang

“Kamu mau main lagu apa untuk acara nanti?” tanya Heunry saat pesanan mereka sampai, “hmm…aku di ijinkan memainkan lagu ciptaan sendiri tapi….belum siap, kalau kau?” Zhoumi berbicara dengan mulut penuh makanan, terang saja Heunry terus terusan tersenyum geli melihat tingkah Zhoumi

“Ya! Kok malah tertawa!!!” meskipun Zhoumi pura pura marah, tapi dia senang bisa melihat tawa lepas Heunry yang selama ini hanya bisa Zhoumi lihat dari kejauhan

Orang yang di cintai ada di depanmu sekarang, apalagi yang kau butuhkan? Segala yang kau inginkan di dunia ini ada di dalam dirinya

Kau sempurna karena dia ada

Ah, itulah yang terjadi kepada mereka berdua saat ini

Heunry berhenti tertawa, “ah maaf…kalau aku memang punya satu lagu untuk kumainkan” Heunry mengaduk isi file, di ambil selembar kertas—lagu yang semalam ia buat akibat terinspirasi dari Zhoumi sendiri

“Behind the Scene of Love, aku suka judulnya” Zhoumi mengamati setiap nada dan lirik lebih seksama

Well, untuk urusan kayak gini aku buta sama sekali, maklum tidak mengerti not balok hehehe

“Bagaimana sehabis makan kita berlatih?” tanya Zhoumi masih menganggumi cerita dari lagu itu.

Aku menoleh ke Heunry karena tak kunjung menjawab pertanyaan Zhoumi. Wajahnya agak pucat, jangan jangan dia belum meminum obatnya?

“Heunry?” Zhoumi memanggil ulang

Mata Heunry mulai tidak fokus. Tangan kanannya memegang bagian dada—aku menajamkan pendengaranku

Jantung berdetak sangat lemah

“Zhou…mi…”

BRUKKK

Tubuhnya oleng jatuh menyentuh lantai kantin.

“Heunry!!” Zhoumi yang panik mengangkat tubuh Heunry dan menggendongnya keluar dari kantin. Zhoumi sedikit berlari ke arah barat—mungkin ada tempat semacam UKS di sini

Ah benar, ada sebuah klinik pengobatan mahasiswa. Zhoumi langsung membaringkan tubuh Heunry yang masih tidak sadarkan diri.

“Tolong dia” kata Zhoumi panik, beberapa petugas—entahlah dari pakaiannya mereka bukan dokter yang biasa kulihat, memeriksa keadaan Heunry, “Jantungnya tidak normal” jelas petugas itu

“Ja..jantung?”

“Iya” Petugas itu memeriksa isi tas Heunry dan mengeluarkan botol kecil yang tadi terjatuh di tabrak Zhoumi, “ini dia” Petugas yang lain mendudukkan tubuh Heunry lalu memasukkan obat obat itu seluruhnya???? Apa dia tidak overdosis???

“Tunggu! Apa dosisnya memang sebanyak itu?” tanya Zhoumi sama awamnya denganku, “bukan, dia hanya boleh minum satu tablet setiap harinya” jelas petugas itu masih memaksa Heunry menelan butiran obat yang jumlahnya mencapai belasan

“Tapi—“

Petugas klinik menatap Zhoumi simpatik, “memang gadis ini hanya minum satu tablet satu hari, tapi itu hanya satu obat—gadis ini butuh 12 obat yang di minum setiap hari”

“separah itukah keadaannya?” Zhoumi syok mengetahui penyakit Heunry yang baru ia ketahui

Petugas itu mengangguk, “dia punya kelainan jantung”

Zhoumi menutup mulutnya—tidak percaya. Ia menatap tubuh Heunry yang kurus dan mukanya yang selalu pucat. Betapa rapuhnya gadis ini sekarang

Selesai memberikan obat, Zhoumi mendekat duduk di depan tempat tidur. Ia menatap Heunry sayu, tangan Zhoumi refleks mengelus wajahnya

“Ng”

Heunry mulai siuman. Zhoumi menarik tangannya kembali, “bagaimana perasaanmu?” Zhoumi melihat Heunry masih sangat lemah, “apa tadi aku pingsan?”

“Iya, tapi kau sekarang sudah baikan”

Wajah Heunry memancarkan kesedihan, “huh sekarang bertambah lagi orang yang tahu penyakitku” ia tertawa miris

“memangnya itu buruk jika aku tahu?” nada suara Zhoumi terdengar rapuh—mungkin dia terluka karena begitu tidak di percaya oleh Heunry

“Bukan begitu Zhoumi!” sanggah Heunry langsung, “hanya saja….aku lelah di kasihani oleh semua orang” walaupun wajahnya masih pucat—tapi ku akui Heunry terlihat lebih—lebih hidup sekarang

Zhoumi membungkuk ke arah Heunry, “aku tidak akan pernah begitu…aku….” Zhoumi menarik udara masuk ke paru paru

Heunry menunggu

Aku menatap mereka berdua. Penuh pertimbangan. Tapi aku yakin dengan keputusanku ini. yah..aku harus yakin

Ku ambil salah satu busur di balik punggung. Busur tegak lurus dengan pola sasaran yang tepat

1, 2, 3,

BLESSS

“Aku mencintaimu” Zhoumi melihat ke dalam mata Heunry—berusaha menemukan apa yang selama ini dia cari

DEG DEG

“aw” Heunry meringis kesakitan, “Kau kenapa??” Zhoumi mulai panik, “apa perlu aku memanggil petugas lagi?”

“tidak…” Heunry malah tertawa kecil, “kau sih berbicara seperti itu pada orang yang berjantung lemah” ia meninju dada Zhoumi pelan, “hehehe, mian” jawab Zhoumi ikut tertawa

“Jadi bagaimana jawabanmu mochi?” selidik Zhoumi mengerlingkan kedua matanya, “Aku akan menyusahkanmu terus” elak Heunry meskipun aku tahu betapa bahagianya ia saat Zhoumi mengatakan cinta

Zhoumi tersenyum, “tidak masalah—aku bahkan rela di repotkan olehmu seumur hidup”

“Aku harus check up tiap satu minggu”

“tidak masalah” kata Zhoumi meremehkan

“Aku minum 12 tablet dalam satu hari” entah kenapa Heunry masih ragu terhadap perasaan Zhoumi padanya

“Aishh Mochi..sudah ku—

“Aku suka pingsan tiba ti..” telunjuk Zhoumi berada di depan bibir Heunry, “sudah ku bilang aku mencintaimu..itu semua tidak berarti jika kita bisa bersama sama” kali ini nada suara Zhoumi terdengar tegas

Heunry menyandarkan kepalanya di dalam tubuh Zhoumi, “sama, aku juga mencintaimu” bisiknya merdu

“Begitu dong” Zhoumi memeluk tubuh Heunry sambil tertawa bahagia—tawa yang bisa berubah menjadi tangis kesedihan dalam beberapa hari ke depan

Ya Tuhan, apakah jalan yang kuambil ini salah?

***

“kita ulang lagi dari awal”

“satu…dua…tiga…”

Zhoumi memainkan nada awal lalu menyimbangkan dengan petikan biola dari Heunry. Zhoumi mulai bernyanyi merdu tiap bait lantunan lagu Heunry, terdengar begitu indah bagiku. Zhoumi bisa menghayati setiap pesan yang ada di lirik.

Tanpa sadar aku menggumam senada dengan alunan lagu ini.

Heunry memang jenius

“HOEKK” Heunry berhenti menggesek biolanya. Ia berlari ke belakang panggung—tempat mereka latihan, Zhoumi menyusul tak lama kemudian

“Mochi kau kena..pa…” Zhoumi membeku ketika melihat darah segar keluar dari muntahan Heunry

Penyakitnya tambah parah, lirihku

“Tidak apa apa, udah biasa kok kayak gini” Berbeda dengan Zhoumi, Heunry agak meremehkan kejadian ini, dia tidak tahu kalau……

“Kita berhenti latihan lalu ke rumah sakit” Zhoumi bergegas untuk beres beres ketika tangan Heunry menahannya, “jangan…ini tidak seberapa kok, pertunjukan di mulai besok lho” bujuk Heunry. Ampun deh memangnya lebih penting pertunjukan musik ketimbang kesehatanmu yang semakin memburuk??

“tapi” Zhoumi mulai ragu, “tidak apa apa! Ayo kita latihan lagi” Zhoumi menggenggam tangan Heunry lalu menghadap tepat di depannya, “pokoknya kalau kamu kayak gitu sekali lagi, kita rumah sakit!”

Heunry setuju dengan ucapan Zhoumi, “baik boss” padahal keadaan Heunry begitu lemah, tetapi semangat hidupnya sangat tinggi—Tuhan kenapa kau membiarkan dia meninggal sedini ini…

Malamnya

Zhoumi mengantar Heunry pulang selesai latihan sampai di depan gerbang rumah neneknya. Ia membawa biola dan barang bawaan Heunry sampai di teras, “sampaikan salamku untuk Halmoni”

“iya” jawab Heunry tersenyum

“Dan ingat, besok kau harus memainkan lagu terbaikmu” Zhoumi mengelus pipi Heunry sekejap—membuat wajah Heunry merona merah

Zhoumi mengecup pucuk kepala kekasihnya, “aku mencintaimu” bisiknya

“aku juga mencintaimu” balas Heunry

“sebaiknya aku pergi….bye…” Zhoumi keluar dari beranda rumah lalu berlari kecil menyusuri jalan yang semakin gelap, sepanjang jalan Zhoumi terus menerus tersenyum bahagia sambil membisikkan sebuah nama—nama yang melekat di hati dan pikirannya

“Heunry”

Hari Pertunjukan

Aku kurang mengerti tentang acara musik klasik seperti yang diadakan oleh universitas Zhoumi, namun aku bisa menangkap kalau acara ini penting untuk penilaian musisi. Selain Zhoumi dan Heunry yang berduet ada banyak pemusik yang ikut berpartisipasi dalam pertunjukan musik

Kalau tidak salah Zhoumi dan Heunry mendapatkan nomor urut 10 deh, tadi aku mengintip banner nomor yang di tempel di baju mereka

“Kau gugup?” tanya Zhoumi pada Heunry saat berada di ruang belakang panggung, sebentar lagi giliran mereka

“bukan…ntah kenapa firasatku tidak enak” bisik Heunry ketakutan

Aku meredupkan pandangan mataku, kalau hitunganku benar—Heunry hanya punya waktu 5 jam lagi…sebelum………..

Zhoumi beralih, ia berlutut di depan Heunry, “tenang saja, tidak akan terjadi apa apa” kata Zhoumi menenangkan—padahal aku tahu pikirannya juga resah

Bagaimana tidak? Wajah Heunry lebih pucat dari yang biasa, tubuhnya juga menggigil kedinginan walau sudah memakai jas milik Zhoumi

“Kau sudah minum obat?” Heunry menggeleng, “belum siang ini” jawabnya

Zhoumi dengan cekatan mengambil tablet obat Heunry dan sebotol air mineral. Ia memberikan satu persatu sambil menunggu Heunry meminumnya pelan pelan. Hatiku teriris karena tahu beberapa jam lagi semua akan berubah

Ya….semua akan berubah

‘Cupid’

Dewi?? Aku langsung menoleh kebelakang, benar saja. Sosok Dewi yang anggun turun lalu melayang sejajar denganku, ‘sudah kubilang untuk tidak ikut campur kan?’ aku tahu Ia benar benar kecewa padaku karena aku memanah tanpa seijinnya

‘Aku hanya menegaskan pertalian yang sudah jelas’ sanggahku

‘Kau hanya akan membuat mereka bersedih! Bayangkan Zhoumi terlanjur mencintai Heunry! Bagaimana hidupnya kemudian saat Heunry tidak lama lagi akan—

‘tapi!’ aku memotong ucapannya, ‘Zhoumi’ bisikku sambil menatap sosok namja yang begitu tegap dan tampan di depanku, ‘Zhoumi bahkan sudah mencintai Heunry sebelum ku panah, tidak itu yang dinamakan takdir?’ lirihku sedih

‘Cupid…’

Ucapan Dewi terhenti ketika Heunry kembali muntah darah di hadapan kami


“UHUK…HOEKK…” Zhoumi mengambil handuk bersih, menyeka mulut Heunry yang masih mengeluarkan darah segar. Beberapa peserta lain menengok ingin tahu, mereka memandang kasihan pada Heunry—tatapan yang tidak kusukai

“Lebih baik kita hentikan saja! Kali ini dengarkan aku, kita kerumah sakit yah” bujuk Zhoumi setengah memohon, dia sama sepertiku tidak tahan melihat Heunry menderita terus

“Tidak! Kau yang dengarkan aku!” Heunry masih bisa bersikap keras kepala di saat situasi genting, “kita sama sama tahu, pertunjukan ini akan menjadi ajang uji bakat para krtikus terhadap bakat kita, apa kamu mau membuang impian menjadi pianis?” Heunry meminum air putih untuk membersihkan mulutnya, “tidak…” jawab Zhoumi enggan

“Nah” Heunry memaksakan diri untuk tersenyum, “sekarang kejutkan mereka dengan permainan kita” ucap Heunry pada Zhoumi. Ia mengangkat wajah Zhoumi yang masih galau lalu menatap wajahnya lekat

“Sekarang sambut duo pasangan Zhoumi dan Heunry!!!” suara MC membahana, tanda bahwa ini giliran mereka untuk tampil

Zhoumi menyerah, ia membantu Heunry berdiri lalu menggandengnya hati hati naik ke atas panggung

Zhoumi memulai nada awal sama seperti latihan. Beberapa chorus kemudian Heunry memainkan biolanya dengan indah. Mereka selaras satu sama lain

‘sudah waktunya’ bisik Dewi di sebelahku

Spontan aku menoleh ke arahnya, ‘apa maksud—

“HEUNRY!!!” Teriakan Zhoumi membuatku kembali menoleh ke arah panggung. Tubuh Heunry jatuh tiba tiba hampir menyentuh lantai kalau Zhoumi tidak refleks menangkapnya

Jangan bilang

‘DEWI!’ Aku memekik tidak percaya

‘cupid…’

Aku mengacuhkan panggilan Dewi, aku terbang tinggi ke atas kerumunan orang yang mengelilingi Zhoumi dan Heunry

Aku terbang lebih dekat


“Heunry..sadar…Heunry…please” Zhoumi menepuk pipi Heunry yang membisu. “Panggil ambulans” perintah beberapa panitia ikut membantu Zhoumi. Seisi panggung heboh akibat kejadian tadi. Nenek Heunry terperangah lalu ikut naik ambulans yang mengangkut cucunya itu

Wajah Zhoumi tambah kalut ketika menggendong Heunry ke mobil, tidak ada detak jantung

Jantung yang lemah itu telah berhenti

“Tolong dia” suara panik bercampur sedih membaur, Zhoumi tidak bisa berpikir tenang lagi. Sepanjang perjalanan ia hanya menatap wajah Heunry—wajah yang tidak berubah.

“Kumohon, bertahanlah demi aku” Zhoumi tidak berhenti berharap meski dia sama tahunya denganku, kalau Heunry sudah tidak bernyawa lagi

BRAKKKK

Beberapa suster dan dua orang dokter langsung menyambut kedatangan mereka, tubuh Heunry yang masih hangat di bawa di ruang operasi untuk di periksa lebih lanjut

Garis lurus langsung terlihat ketika dokter itu ingin memacu jantung sang pasien

TIIIIIIIIIINN

Tidak ada harapan lagi

Benar kata Dewi, tidak ada yang bisa melawan kehendak sang pencipta

Dokter yang menangani Heunry menunduk sedih ketika harus memberitakan kabar ini, “bagaimana dok? Dia bisa selamat kan?” tanya Zhoumi bertubi tubi—ia merengkuh tubuh nenek Heunry untuk mendengar lebih lanjut

“Maaf sekali, tapi..pasien sudah di nyatakan meninggal”

“Apa?? Tidak tidak dokter??!” Zhoumi mulai hilang kendali, “anda belum mencoba semua yang anda bisa!!!! Tolong tolong” pertahanan Zhoumi tumbang, ia berlutut di hadapan dokter itu, “tolong dia…aku mohon….” Air matanya tumpah—berharap ada keajaiban yang membuat kekasihnya kembali hidup

Nenek Heunry jauh lebih kuat, “Zhoumi, sudahlah ikhlaskan dia pergi…..relakan…..” bujuknya agar Zhoumi bangkit berdiri

Dengan langkah lunglai, Zhoumi masuk ke kamar jenazah, tubuh Heunry terbujur kaku di hadapannya, “kau meninggalkanku……kau tega melakukan ini” derai air mata membanjiri wajahnya yang tampan, Zhoumi mengelus wajah Heunry—hangat, “beritahu aku…..beritahu aku caranya hidup tanpamu…..” Zhoumi berlutut di depan Heunry, dia berpegangan pada ujung tempat tidur. Halmoni bahkan membiarkan Zhoumi menangisi cucunya, mungkin dia butuh waktu untuk bisa menerima semua ini

‘Kenapa…kenapa dua orang yang saling mencintai tidak bisa bersatu?’ aku ikut menangis melihat kondisi Zhoumi yang masih terpukul

‘Karena itulah hidup’ jawab Dewi tiba tiba muncul, ‘manusia harus belajar untuk menghargai hidup’ ucapnya datar

‘Apakah yang kurang dari Heunry?? Dia belajar menghargai hidup!! Dia baru saja menemui orang yang mencintai dirinya yang seperti itu??’ Aku kembali menatap nanar ke arah mereka berdua

‘Aku harus melakukan sesuatu’ tegasku

‘tidak! Kau tidak boleh melakukannya!!!! Cupid berhenti!!! Berhenti kataku!!!’ kali ini Dewi benar benar murka karena tahu apa yang akan kulakukan

Aku menoleh lalu menatap lembut kepada dewi, ‘aku bisa melakukan sihir terakhir’ bisikku

Dewi melayang mendekatiku, ‘aku tidak menginjinkanmu!’ katanya dengan nada final

Aku menangis terisak, ingat bagaimana aku sering mengecewakan Dewi—tetapi dia tidak pernah marah, ‘Dewi, ku mohon..’ aku mengemis padanya

‘tidak’ ia menggeleng keras, ‘cupid’ kali ini suaranya malah berubah sedih, ‘kenapa kau selalu memperhatikan setiap orang yang kau pasangkan? Cupid cupid lain tidak seperti kau!!’

‘hahaha’ aku tertawa sambil terisak, ‘itu karena aku bisa merasakan cinta yang mereka miliki’ aku kembali melihat Zhoumi yang mematung, ‘aku akan bertanggung jawab karena telah membuat mereka menjadi pasangan’

Kali ini aku terbang tepat di atas jenasah Heunry, Dewi tidak mengejarku lagi, ‘aku akan menghidupkannya’

‘tapi kau akan mati sebagai ganti gadis ini’ kata Dewi mengingatkanku

‘tidak—aku tidak akan mati’ Aku tersenyum pada Dewi, ‘aku akan hidup di dalam dirinya’

‘cupid, pikirkan lagi, please…’ bujuk Dewi dengan suara pelan—aku tahu ia ingin menangis untukku..walaupun tidak bisa…


Aku memejamkan mata kuat kuat, jujur aku sendiri takut kematian—tetapi aku sendiri sudah membuat seorang namja berada dalam ke hampaan akibat tindakanku….

Ku arahkan jemari mungilku ke tubuh Heunry, Ting!

Aku menjetikkan jari keras—agak sulit melakukan ini, tetapi aku pasti bisa…Sekejap aku merasa udara berputar mengelilingi tubuhku. Seperti badai besar. Angin angin ini mengiris kulitku—apa begini rasanya mati itu?

Badai itu semakin menyelimutiku hingga aku susah bernafas. Aku hanya bisa pasrah menunggu takdirku sendiri

SRRKKKK

Badai itu memecah mecah bagian tubuhku. Sakit rasanya—namun samar samar aku bisa mendengar suara lenguhan Heunry dan pekikkan Zhoumi yang berteriak kencang karena keajaiban ini

Aku tersenyum sendiri, anggap saja ini sebagai ucapan permintaan maaf dariku

SINGGG

Tubuhku hilang—pikiranku terpecah, aku tidak merasakan apa apa lagi

……

“Kenapa kau berbuat ini? kau tahu kesalahanmu amat besar!! Melawan takdir, membuat garis kehidupan berubah!! Kesalahanmu amat besar!!!” Malaikat di persimpangan antara surga dan neraka, membentakku keras

“maaf” Aku hanya bisa pasrah—toh memang sepenuhnya salahku kan?

“Tapi aku tidak menyesal” kali ini aku berani menatap langsung wajah Malaikat sangar itu, “mereka bisa berbahagia, itu yang terpenting” balasku tanpa bermaksud melawan

“hmm” ia mengambil nafas panjang lalu menatap kembali daftar di tangannya, “sebaiknya aku memasukkanmu kemana ya?”

Aku gugup mendengar vonis yang akan di bacakan

“Ck, kembali ke dewi cinta sana!” bentaknya tajam

“EH?” Aku terperangah tidak percaya, “kembali..maksudmu…aku kembali menjadi cupid begitu??” tanyaku sekali lagi

Ia memutar kedua bola mata, “memangnya apa lagi yang kau harapkan???”

“Tapi—

“Sudah sana, sebelum aku berubah pikirannnnn” usirnya


“Baikkk” aku terbang kembali ke balik awan—menuju ke tempat sang Dewi cinta

“Dewi?” panggilku

“Hai!!! Akhirnya kau kembali juga” Dewi langsung memelukku erat, “aku bingung? Kenapa aku bisa kembali menjadi cupid?? Bukannya aku melakukan kesalahan yang fatal?” tanyaku masih penasaran. Aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa mendapat kesempatan kedua

Dewi cinta tersenyum manis, “karena cupidku satu ini melakukan semua dengan penuh cinta” Dewi mengambil buku catatanku, “pasangan pertama, kau berusaha keras hingga akhirnya mereka bisa bersatu, kedua—kau membuat ending jauh lebih indah dan membuat orang bisa berubah” Dewi tersenyum

“Ah, Dewi jangan berlebihan memujiku” jujur aku malu jika ingat ingat masa menjodohkan pasangan aneh bin ajaib seperti mereka


*Kyumin : Hatchim!*

*Yewook : Hatchim!*

*Eunhae : Hatchim!*

*Hanchul :Hatchim!*

*Sibum : Hatchimm!*

“Pasangan ketiga, kau memberi seorang wanita kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya, ke empat…kau menyelamatkannya dari keterpurukan, ke lima…..kau membantu mereka untuk saling melengkapi….dan yang terakhir….kau rela menukar semua milikmu agar mereka bisa bersatu…” Dewi menutup kembali catatanku, “alasan yang sangat jelas untuk menerimamu kembali karena kau adalah cupid penuh rasa cinta” ucap Dewi lembut

“Terima kasih” aku berhambur memeluknya sekarang, “aku janji akan bekerja lebih baik lagi!”

Dewi melepaskan diri, “hmm tugasmu kali ini bukan untuk menjodohkan orang lagi”

“ha? Terus?” tanyaku heran

“Kau harus melaporkan kembali kehidupan mereka—pasangan pasangan tersebut! Bantu mereka” Dewi menatap catatannya yang semakin bertambah, “kudengar mereka punya masalah dan hanya kau yang bisa membantu”

“Ha? Kembali lagi ke mereka???? Ngga salahhh???” aku memicingkan mata, stress

Dewi berhenti menulis, “kau mau aku serahkan pada malaikat penjaga gerbang tadi?” ancamnya

“Iya deh” lebih baik aku pasrah

“sana, lanjutkan tugasmu!!!” Dewi mengusirku dengan tidak hormat

“Iyaaa” aku terbang tinggi melesat cepat menuju bumi, tempat aku bertugas


©FLASHBACK END©

Jangan tanya betapa aku pusing menghadapi mereka lagi…ck ck ck…..*cupid asyik mengambil coklat ke 34 dari reader* *banyuak amat, bagi atu kek* #author iri

Apa? Menceritakan kisah mereka??

Arghhh nanti saja ya, kalau aku sudah siap—soalnya aku baru melihat dari kejauhan..soalnya rada males ketemu mereka lagi hehehe

*cupid di hajar semua couple*

Ya coklatnya habis….*cupid manyun*

Hmm, mungkin artinya aku harus kembali bertugas…eh kapan kapan main lagi…tapi mungkin agak lama karena authornya fnafnafnasoifaoif *gw bekep si cupid, seenaknya ngatain penciptanya*

Ok ok, kapan kapan lagi deh, ok ^^

Salam cinta dari cupid ^^ *hug+popo reader*


THE END

25 responses to “≈Behind The Scene of Love-Special Part-{Zhoury}≈

  1. aku baru tahu behind the scene of love ada yg zhoury.heheh sekali-kali behind the scene of love nya anatar seunghwan sama kak sebas gitu..kan unik tuh.hheh

    • gw paling ga bisa nulis adegan romantis kalau gw yang jadi castnya…pasti berakhir komedi deh T__________________________________T

  2. liat2 list jadi pengen baca lagi,,
    respon yang tak terduga, dulu ga nangis bacanya, sekarang nangis bombay hueeeee~~ TT_____TT

    Sebas eonni kok sama Jonghyun ga sama SeungHwan??
    hehehe~

    hwaiting eon, keep writting

  3. ekh!!!
    eonnie2,, katanya ad lanjutannya BTSL
    koq gk prnah k’dengeran yah???

    pasti sibuka ama Nolu yahhh??
    kalo ad waktu lanjutin cerita sii cupd yahh unn…
    kangen jg ama dy…

  4. Kirain sad ending, untung aja nggak😀

    Haah.. kak sebas bikin dag dig dug iih.. >_<

  5. pdhal ne k’2 kli.a bcaa…..tpi ttap ajj bkin nangis…huhuhuhu
    tpi akhir.a so sweet..salut daahh am cupit..kekeke

  6. Huaa, akhirnya bisa baca yg ini…
    makasih eon,,udah bikin aku nangis terharu lagi. T.T
    Hwaiting eon, aku rasa eonni emang punya bakat nulis.

  7. kkk ini ff lama sekali ~~ jaman dulu pernah baca lewat hape orang, jadi gabisa ninggal jejak. mianhe… pengen chapternya ………. aiigooooooooo zhoury is cute :3

  8. OMO~! OMO~! OOOOMMMMMOOOO~~~!!!😄
    It’s a nice thing that I’ve ever read~ Love it~!

    errr… bentar.. itu ada couple-couple lain.. jadi..jadi…jaaaddddiiii~ AYAM KU?!#plak
    kidding.. jadi… aku baca yang series akhir nih ceritanya? bener?! *frustasi*
    tapi tenang… di setiap cerita aku komen kok.. I hate being SIDER.. so… nantikan komen ku di cerita mu yang lain *lagaknya* karena…

    I LOVE THIS STORY~ kyyyaaa… jadi pengen jadi cupidnya deh..

  9. edan apik tenan
    gak kuat pas bc ini nangis pas kata” sudah waktu nya
    wah edan gila dramatis ten T___T
    tp untung deng semua happy ending yey \(^o^)/

  10. Eonni, teganya kau membuatku nangis tengah malam bacanya hueeeeeee T.T
    Syukurnya happy ending, Heunrynya Bangun lagi kan Huh syukur lah *ngelus dada sambil menghalang napas lega*
    Ditunggu squel yang ini okeeeeee?
    Gomawooo aku selalu suka FFnya eonni hehehe

  11. eonnie~aku baca ini ampe beruraian aer mata~sedih banget~cupid nya keren mengorbankan dirinya buat kebahagiaan ZhouRy kereen~dan henry sadar~kirain saya cupidny bakal digimanain gtu,eh ternyata cupidnya dibalikin lgi ke dewi cinta ~~ kereen~

  12. baru baca yang ZhouRy hueeeee aku nangis bacanya T^T

    biasanya aku cuma baca ff kyumin sama yewook, cuma onnie yang bisa bikin aku baca ff dengan cast selain kyumin sama yewook ^O^

    keep writing onnie, jangan lupa NOLU!! haha

  13. Sumpah gue mau mewek.. Mata sudah berkunang2 eh, berkaca2… T.T
    Syukurlah mereka bersatu…

    Cupid, aku padamu❤

  14. Sumpah gue mau mewek.. Mata sudah berkunang2 eh, berkaca2… T.T
    Syukurlah mereka bersatu…

    Cupid, aku padamu :*

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s