≈Of Course I Love U-Chapter Five≈

“Kau berbicara sendiri?”

Teuki berbalik. Ia sadar jika ada orang lain dari arah belakang.

Kangin berjalan ragu, wajahnya penuh pertanyaan karena melihat seorang wanita di tengah padang rumput seperti sekarang, “Teuki-shii?” tanyanya ulang

Wajah Teuki terlihat datar, “Anda sudah mengganggu saya, sebaiknya sekarang Anda pergi” usir Teuki terang terangan

Kangin tersenyum sekilas—tidak sedikitpun ia merasa bersalah. Rasa penasaran Kangin mengalahkan etikanya, “Tidak baik seorang wanita pergi seorang diri ke tempat sepi, apalagi sekarang sudah malam” Teuki hanya melamun lama—menghindari tatapan ingin tahu Kangin, “aku masih mau di sini” jelasnya sekali lagi

“Baiklah, saya permisi dulu” ucap Kangin menyerah. Teuki menyapu sosok tubuh Kangin dari belakang, “andai yang tadi menyapaku itu kamu” bisiknya perlahan

Suara Teuki tersamarkan oleh desah angin yang mengelus tubuhnya dalam kedinginan malam.

————-~^of Course I Love U^~————-

“Kau sudah siuman?” tanya Kyuhyun lega ketika melihat tubuh Sungmin menggeliat sadar. “Kau?! Menjauh dariku!” bentak Sungmin kencang

Kyuhyun mengerutkan dahi—tidak setuju, ia menggerutu dalam hati, menyesal sudah menolong Sungmin saat pingsan tadi, “tidak tahu terima kasih” sungutnya

Sungmin terus memegangi kepalanya yang pusing, matanya menatap sosok Kyuhyun di depan dengan pandangan menilai. Karena tidak ada yang bisa di kerjakan lagi, Kyuhyun berdiri—meninggalkan Sungmin di belakang meja, “kau istirahat saja, biar aku yang melayani para tamu” ucap Kyuhyun masih kesal

Sungmin menutup kedua mata, lelah, ia berharap hal ini tidak terjadi lagi padanya, “Ya Tuhan,,kenapa harus dia?!!!” bentak Sungmin, meratapi nasib karena kelebihan yang ia miliki

————-~^of Course I Love U^~————-

Ryeowook tutup lebih cepat. Dia tidak peduli dengan sindiran sindiran yang di layangkan Yesung dari depan kedainya. Jika Yesung jujur dengan ucapan tadi—berarti ada orang lain yang berhasil masuk ke dalam rumah Ryeowook, dan itu bisa siapa saja

Ryeowook memikirkan segala kemungkinan yang ada, apalagi dia tinggal sendirian di kota Seoul. Tidak ada orang yang bisa di mintai tolong pada saat saat seperti ini

“Aku harus mengunci pintu dua kali” pikir Ryeowook

Ia menggebok ulang, dan memastikan semua pintu keluar tertutup rapat. Ryeowook duduk kelelahan. Ia meminum beberapa gelas untuk menenangkan diri, “Andai Appa dan Umma masih hidup” bisiknya

Hati meringis ketika mengingat tidak memiliki siapapun yang bisa membantunya saat ini—Ryeowook sendirian. Sudah 12 tahun ia menanggung semuanya, kenapa rasanya masih se hampa ini. Berdiri sendirian, menangis sendirian, bahagia juga sendirian. Ryeowook sendirian….

KREKKKK

Ryeowook terkejut. Ia mengusap wajahnya yang sembab lalu berjalan tanpa suara ke pintu depan

Suara langkah orang—langkah kaki berat, laki laki

Jantung Ryeowook berdegup kencang, jangan bilang lelaki ini yang kemarin macam macam terhadapnya. Ryeowook memberanikan diri melangkah sedikit demi sedikit, tangan Ryeowook memegang panci panjang—tempat merebus air sebagai senjata

Langkah itu terhenti

Ryeowook menahan nafas, matanya mencari cari sampai di mana lelaki itu—atau jangan jangan…

GREPPPPP

“Mphhhhh” mulut Ryeowook di bungkam—tangan lelaki itu melepaskan panci dari tangan Ryeowook

“Hai sayang, kita bertemu lagi” suara berat yang tidak Ryeowook kenal menyapu tepat di pinggir wajahnya

Ryeowook terkejut dan panik ketika sadar dirinya sedang dalam bahaya

‘tolong aku’

————-~^of Course I Love U^~————-

Sorak sorai terdengar begitu lepas di sudut café. Donghae dan beberapa teman dari klub sepak bola sedang mengadakan nonton bersama final piala champion antara Chelsea dan Liverpool

“Aisshh, bego banget sih Kaptennya—bukan malah nyerang eh kena kartu kuning gara gara maki maki pemain lawan” desah salah satu teman Donghae

Donghae tersenyum menanggapi, “maklum sekarang peraturannya makin ketat, maki orang aja udah kena kartu hahaha—tapi ngga lucu juga kalo di usir cuma gara gara ini ck ck, tapi kenapa tuh kipernya Chelsea bonto banget—bagusan yang dulu” jelasnya sambil mengambil minuman di atas meja

*curhatan terdalam author—kesel sama permainan Chelsea yang rada jelek kemarin kemarin* #abaikan

Donghae sekarang malas melihat permainan tanpa perlawanan, seolah olah sudah jelas kalau Liverpool yang akan keluar jadi pemenang. Ia menatap keluar jendela. Hanya ada orang lalu lalang seperti biasa, tid—eh itu bukannya Eunhyuk? Bisik Donghae dalam hati

Eunhyuk berjalan cepat dari arah berlawanan. Kedua tangannya memeluk satu buku yang amat tebal—wajahnya yang tirus semakin lelah karena keberatan dengan beban di dalam tas—Donghae bisa membayangkan berapa banyak buku di tas Eunhyuk

Tanpa sadar Donghae tersenyum terus sambil menatap sosok Eunhyuk yang akan segera menghilang dari hadapannya

Eunhyuk berjalan menunduk hingga tanpa sadar menabrak beberapa kawanan lelaki tinggi tegap di sudut jalan—tempat yang terlalu sepi untuk pejalan kaki. Salah satu dari kawanan itu hendak marah marah—namun ketika melihat yang menabraknya seorang yeoja—ia malah bersikap kurang ajar dan menyuruh teman temannya yang lain mengepung Eunhyuk

“dasar” desis Donghae tertahan, “mau kemana Hae?” tanya temannya karena sekarang Donghae sudah meloncat pergi keluar café, “ada urusan bentar—nanti gw kembali” ujarnya kencang sambil menutup pintu keluar

“Ma..mau apa kalian?” suara Eunhyuk mencicit, para lelaki itu makin senang menggodanya, “tenanglah manis, kita hanya ingin bersenang senang sebentar” Lelaki itu memberi isyarat untuk menarik Eunhyuk masuk ke dalam gang—agar tidak di ketahui orang lain

Eunhyuk yang ketakutan hanya bisa mundur, salahnyalah pulang selarut ini—habis mau bagaimana? Donghae sudah kabur duluan dari perpustakaan sehingga Eunhyuk harus membereskan buku seorang diri hingga sekolah bubar

Eunhyuk tahu, percuma melawan 4 lelaki besar di depannya—tapi…Eunhyuk memejamkan mata…mengambil resiko untuk kabur

DUAKKKKKK

Eunhyuk memukul salah satu kepala pria yang berdiri paling dekat dengan buku setebal 12378 halaman, hard cover *jangan bayangin setebel apa, percaya sama gw, tuh buku lawan anak anjing aja mah lewattt, soalnya gw punya buku itu…Accounting Principle Jilid one*

“Aw..Kau?!” gertaknya kesakitan

Eunhyuk tidak menyia nyiakan kesempatan itu, ia kembali melayangkan pukulan ke arah 3 preman yang lain

DUAKK, DUAKKKK, DUAKKK

Tanpa menunggu lama—keempat preman sangar jatuh tersungkur sambil memegangi kepala mereka yang cidera

“Ha ha ha, makanya jangan kurang ajar sama perempuan” ujar Eunhyuk senang

Donghae yang terlambat datang—terkejut karena Eunhyuk berhasil mengalahkan semua lelaki besar ini, “kau…..kau memukul mereka?” tanyanya sangsi

Eunhyuk melirik Donghae, “kau?? Ya!!! Ini semua gara gara kau?!! Kenapa meninggalkanku di perpus sendirian, coba tadi kau tidak kabur, pasti aku tidak pulang larut malam!!!” Eunhyuk malah membentak Donghae

“Aku tadi berusaha menolongmu, tapi kau malah..” Donghae kelihatan menyesal sudah mencemaskan orang seperti Eunhyuk

“Terlambat!!!” hardik Eunhyuk tidak peduli, “seharusnya kau menolongku tadi siang! Bukan sekarang!!” Eunhyuk hendak mendekati Donghae untuk memarahi lebih lanjut

Salah satu dari preman yang masih tersungkur di lantai, menarik ujung jeans Donghae, “Mas, mendingan mas kabur deh, daripada di getok kayak saya,,,sakit banget mas…”

Donghae mendelik heran, namun melihat langkah Eunhyuk yang mendekatinya sambil membawa buku tebal, Donghae mengangguk paham, “iya deh..makasihhh”

Donghae mengambil langkah seribu—kembali ke arah café di belakang suara cempreng Eunhyuk berteriak memakinya, “Ya! Awas kau Lee Donghae—aku akan membuatmu tidak tenang!!!!”

Donghae sampai di dalam café sambil mengambil nafas panjang, “huh…tuh cewek apa monster, galak amat” Donghae seratus persen mengutuki dirinya sendiri karena sudah mengkhawatirkan Eunhyuk, “harusnya tadi aku tidak kesana” bisiknya dalam gumaman tidak jelas

————-~^of Course I Love U^~————-

KLONTANG

“Selamat datang” sapa Kyuhyun dengan ramah, Hangeng tersenyum membalas ucapan pegawai baru itu, “Coffe latte seperti biasa” pesan Hangeng sambil duduk di kursi favoritnya

Hangeng melayangkan pandangan ke arah depan—toko bunga Heechul, “huh padahal bunganya bagus sekali, tetapi pemiliknya orang yang ikut campur urusan orang lain”

Tiba tiba Heechul keluar, memakai baju lusuh—terkena kotoran pupuk, mungkin sehabis menata ulang tanaman mawarnya di belakang toko. Heechul memasukkan satu persatu bunga lalu menata hati hati agar bunganya tidak terjatuh—benar kata Kyuhyun, Heechul memang terlampau protektif dengan bunga bunganya

Hangeng hanya mendelik, memperhatikan setiap gerak gerik Heechul yang terampil.

“Ini pesanan anda, Tuan” Kyuhyun meletakkan segelas kopi di meja Hangeng, “terima kasih” kata Hangeng masih menatap sosok Heechul dari balik kaca depan

“Anda tertarik dengan bunga, atau dengan orang yang menjual bunga?” tanya Kyuhyun dengan lancang—sebetulnya ia tahu betul tidak sopan jika mengajak bicara seorang pelanggan selama bukan pelanggan yang meminta di temani ngobrol terlebih dahulu

Untung Hangeng bukan orang yang gampang tersinggung, Ia melirik ke Kyuhyun, “hanya dengan bunganya…yeoja itu sih….” Hangeng menyeringai mengingat pertemuan terakhir ia dengan Heechul, “dia terlalu mengerikan” tukas Hangeng terus terang

Kyuhyun tersenyum penuh arti, “baguslah kalau begitu—soalnya Heechul sudah memiliki tunangan” kata Kyuhyun sambil berlalu dari hadapan Hangeng

“Tunggu?! Tadi kau bilang apa?” spontan suara Hangeng meninggi ketika mendengar kata terakhir dari kalimat Kyuhyun

“Tunangan” Kyuhyun separuh tersenyum, “Kangin-shii, pemilik kedai ini adalah tunangan Heechul”

“Kangin?” Hangeng terbelalak, ia lalu memutar kembali arah pandang, keluar—melihat Heechul yang sudah selesai membereskan tanaman di luar dan menutup pintu toko rapat rapat

“Dia?”

————-~^of Course I Love U^~————-

Kibum memainkan bunga Acacia di tangannya, ia lalu menaruh bunga itu di vas kecil yang sudah di beri air gula agar tidak gampang layu. Seumur hidupnya baru kali ini Kibum mendapatkan bunga dari seorang pria dan itu bukan Zhoumi

Yang membuat Kibum bingung, kenapa Siwon menjadi aneh begitu, menanyakan hubungannya dengan Zhoumi adalah pertanyaan terkonyol yang pernah ia dengar. “Dasar bodoh, tapi Siwon baik juga memberiku bunga” Kibum lagi lagi mencium pucuk bunga—meresapi wanginya yang khas

TOK TOK

“Siapa?” tanya Kibum dari dalam

“Aku, Zhoumi”

“Zhoumi!” Kibum berjingkak kegirangan dan langsung membukakan pintu, “Zhoumi!!! Aku punya berita bagus!!!” pekik Kibum menyombongkan diri

“Oh ya?” Zhoumi tersenyum sayang dan menjatuhkan diri di kasur Kibum, “beritahu aku dong!” pintanya, bersiap mendengarkan curhatan Kibum hari ini

Kibum duduk di sebelah Zhoumi, matanya berbinar binar, “laporan keuangan kita sudah aku selesaikan, dan…..” Kibum menggantung kalimat terakhirnya

“dan….” Terus Zhoumi makin penasaran

Kibum menarik wajah Zhoumi ke kiri, agar bisa melihat sekuntum Acacia yang belum mekar bertengger di dalam vas, “ada seorang namja yang memberiku bunga” ujarnya bahagia

“Mwo?” Zhoumi benar benar terkejut sekarang, “siapa? apa dia menyukaimu?” tanyanya bertubi tubi

Senyum sumringah Kibum menghilang, “dia hanya memberiku, dia tidak menyukaiku” suara Kibum menciut ketika mengucapkan kalimat terakhir

Zhoumi berdecak kesal lalu mencubit kedua pipi Kibum, “sayanggg, buat apa dia memberimu bunga, jika tidak menyukaimu???” jelas Zhoumi gemas, “pantas saja sampai sekarang kau tidak punya pacar—kau saja tidak sadar ada yang menyukaimu”

“Tapi tadi Siwon memberiku begitu saja, jadi ku kira—

“Siwon! ketua badan Mahasiswa itu?! Dia yang memberimu bunga!” Zhoumi terkejut untuk kedua kali

Kibum mengangguk kecil, “segitu anehnya kah?” tanyanya sangsi, kenapa reaksi Zhoumi seheboh ini

Zhoumi mengalungkan kedua tangan di pundak Kibum, “sebelum kau cerita tadi, aku masih percaya kalau Siwon lelaki tanpa hati! Dia tidak pernah berpikir untuk berkencan tahu! Bahkan ada gosip kalau dia gay” giliran Kibum yang tercengang, namun tak lama kemudian ia tertawa lebar, “ ngga mungkin Zhoumi!! Dia normal kok, buktinya dia membeli bunga—katanya untuk orang lain….hmmm mungkin Siwon sedang jatuh cinta dengan seorang Yeoja” pikir Kibum sambil bertopang dagu

Zhoumi menekuk wajahnya di depan Kibum, “dan Yeoja itu kamu” lanjutnya

“Ngaco!” tolak Kibum mentah mentah

“Kalau begitu kenapa dia memberimu bunga?” pancing Zhoumi

“karena iseng” jawab Kibum sekenanya

Zhoumi kali ini kehilangan kesabaran, “kenapa sih kau menolak kenyataan kalau dia mulai menyukaimu, Kim Kibum!” hardik Zhoumi tegas

“Karena Zhoumiii…dia terlalu sempurna untuk jatuh cinta denganku” Kibum memutar kedua matanya—tidak masuk di akal ucapan Zhoumi barusan, seorang Siwon jatuh cinta dengannya? Ngga salah, batin Kibum

“Bagaimana kalau kita buktikan besok?” tantang Zhoumi sambil menyeringai khas ke arah Kibum, “Boleh, tapi caranya?”

“Sini” Zhoumi mendekatkan bibirnya di telinga Kibum dan mulai membisikkan rencana mereka

TBC

7 responses to “≈Of Course I Love U-Chapter Five≈

  1. kelebihan sungmin?? apaan tuh maksudnya?
    penasaran ama teuki yg ngomong sendiri, heechul yg sama kangin katanya tunangan.
    beneran mereka tunangan?
    wookie yg di datengin cowo yg ga tau siapa.
    haehyuk yg belum akur.
    penasaran perasaan siwon juga ke kibum gimana.
    lanjut lagi..

  2. itu ming kenapa??? dan yg datengin ryeowook siapaaaaa???
    kangin heechul??? mwo???!!!
    *pusingsendiri* makin bingung dan penasaran. hwweeee.
    aku mau ke sebelah ya.. gomawo

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s