≈No Other Like U-Thirty Eight-{Christmas Eve}≈

“Ugh”

“Tidak bisa Minnie, jangan di paksakan kasihan bayi kita”

“tapi ini satu satunya seragam yang masih muat”

Sungmin terus memaksakan kancing seragam di atas perutnya yang semakin membesar. Ia menyerah dan harus mengakui kebenaran perkataan Kyuhyun

Perut Sungmin terlalu besar untuk memakai seragam sekolah

“memang berapa usia kandunganku?” tanya Sungmin lelah

“10 minggu”

“seharusnya masih bisa tertutupi dong..kan baru 3 bulan kurang” Sungmin tetap ngotot ingin memakai seragam sekolahnya. Untuk kali ini Sungmin tidak bisa meminjam atau memakai seragam Kyuhyun—desainnya sangat berbeda antara seragam perempuan dan lelaki

Kyuhyun berjalan menuju lemari pakaian mereka, “iya juga tapi kamu inget dong seragam cewek di sekolah kita kan pas dengan badan, pantes udah ngga muat lagi” Kyuhyun mencari sesuatu yang bisa di pakai Sungmin ke sekolah

Mereka bisa telat lagi kalau meributkan masalah baju yang ngga selesai selesai

Tangan Kyuhyun mengacungkan sesuatu, “pakai baju ini aja gimana?” tawarnya

Sungmin menghampiri Kyuhyun, ia menggeleng perlahan, “aku ngga mau pake baju ibu hamil” sergahnya langsung menolak pilihan baju Kyuhyun

“Mau pake apa lagi coba?? Udah pake aja!” bentak Kyuhyun gusar

“Tapi, aku malu” ungkap Sungmin mencoba jujur

Mendengar itu Kyuhyun menghela nafas—akhirnya hari ini datang juga. Wanita manapun akan malu kalau pergi ke sekolah dengan kondisi sedang hamil, tetapi tidak untuk Sungmin. Selama ini dia tidak pernah mengeluh ataupun merasa canggung. Namun sekarang…

“Minnie…” bisik Kyuhyun sambil melepaskan baju seragam yang masih di pakai Sungmin, “ada aku, Chulie, Kibum dan yang lainnya. Mereka tidak akan menertawaimu”

Setelah selesai Kyuhyun membungkukkan badan, mencoba memasukkan baju ibu hamil dari bawah tubuh Sungmin, “masukkan kakimu ke sini”

Sungmin memindahkan kedua kakinya kemudian Kyuhyun membawa baju itu hingga jatuh lembut di kedua bahu Sungmin lalu mengancingkannya dari balik punggung

“Nah! Kita berangkat” bujuk Kyuhyun berusaha ceria karena wajah Sungmin masih terlihat murung, “ayo?”

“Iya” jawab Sungmin pasrah—paling tidak masih ada Kyuhyun yang akan menemaninya jika terjadi apa apa nanti

..Di Sekolah..

Dugaan Sungmin benar. Hampir semua siswa yang berada di luar kelas, maupun yang baru datang seperti dia dan Kyuhyun melihat ke arah mereka berdua. Sebagian berbisik bisik satu sama lain—entah bermaksud negatif atau sebaliknya, hanya saja Sungmin merasa tidak nyaman. Ia melirik ke arah Kyuhyun dengan tatapan memelas. Andai saja Kyuhyun tidak ada, Sungmin yakin ia akan menjadi bulan bulanan satu sekolah

Sama seperti waktu SMP dulu

“Tenang saja, ada aku” ulang Kyuhyun sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Sungmin. Ini berbeda, Kyuhyun malah nyaman berjalan dengan Sungmin—ia terlihat hati hati menuntun Sungmin naik ke atas gundukkan tanah tebal yang membentang luas di depan lapangan saat memasuki koridor sekolah

Melihat itu Sungmin tersenyum lebar, benar kata Kyuhyun. Buat apa memikirkan orang lain. Selama ada Kyuhyun, Sungmin tidak akan memusingkan apapun lagi

“Kenapa kau malah tersenyum?” Kyuhyun menunduk agar bisa lebih teliti menatap wajah Sungmin, “ck ck ck, aneh. Tadi di rumah khawatir, sampai di sini malah ketawa…istriku sudah tidak waras” ujar Kyuhyun bercanda

“Aku hanya—

“SUNGMIN!!!”

Belum selesai Sungmin menyelesaikan kalimatnya tiba tiba terdengar bunyi hujan uang dan berbagai duit lembaran berjatuhan dari atas langit

*sorry reader authornya lagi dalam bokek mode on, jadi kepikiran duit terus*

RALAT

Belum selesai Sungmin menyelesaikan kalimatnya tiba tiba sebuah suara wanita melengking tinggi dari arah ruang guru. Sejenak Kyuhyun dan Sungmin berhenti lalu menoleh ke sumber suara

“Bu Tukinem” desis Sungmin dan Kyuhyun bersamaan

Wajah Bu Tukinem memerah—karena marah. Ia berjalan cepat menghampiri tempat Sungmin berdiri, “Kau? Pakaian apa ini???” cecarnya tanpa ampun

“Tapi Bu” Kyuhyun langsung membela Sungmin, “Istri saya sedang hamil, baju seragamnya sudah tidak muat lagi” jelas Kyuhyun sambil menghalangi tubuh Sungmin dari Bu Tukinem

Bu Tukinem menggeleng seolah olah penjelasan Kyuhyun tidak akan membatalkan niatnya untuk menghukum Sungmin

“Sekarang kau ikut aku!!” secara sigap, Bu Tukinem menarik lengan Sungmin tetapi kali ini Kyuhyun tidak mau kalah, ia malah menahan Sungmin dengan tangannya yang bebas

“Eh? Kok kamu ngga jalan?” kata Bu Tukinem heran lalu melihat ke arah Sungmin dan Kyuhyun, “Kau? Berani melawan guru!! Ha!” gertak Bu Tukinem marah

“Biar saja jelaskan dulu” ujar Kyuhyun masih tidak mau melepaskan tangan Sungmin

“Tidak! Lepaskan tangannya” Bu Tukinem dengan lihai memutuskan pertalian antara tangan Kyuhyun dan tangan Sungmin terus menarik Sungmin masuk ke dalam ruang UKS.

Sungmin sendiri tidak punya pilihan lain, ia kenal bagaimana watak Bu Tukinem—dia tidak akan bisa di lawan jika sudah keras kepala seperti sekarang

“Duduk!” titah Bu Tukinem menyeret tubuh Sungmin duduk di atas ranjang UKS sementara dia mengunci pintu ruangan itu

Sungmin semakin bingung karena Bu Tukinem malah menutup tirai jendela—di mana Kyuhyun terlihat sedang berusaha mengintip dari luar. Ia lalu menyalakan lampu UKS

“Kau ini! kenapa tidak pernah bosan membuat Ibu repot” gerutu Bu Tukinem sambil membuka lemari di pojok ruangan—seperti mencari sesuatu

“Maaf Bu tetapi benar kata Kyuhyun, baju saya sudah tidak ada yang muat” jelas Sungmin merasa bersalah

“Hmm” Bu Tukinem mengambil sebuah baju seragam wanita—berukuran paling besar dan seperangkat alat jahit sederhana

“Kau! Dari pertama masuk sekolah, sudah terlambat. Terus hari kedua hingga seterusnya selalu telat. Kau tidak telat hanya saat kedua orangtua mu berada di Seoul” Bu Tukinem mengungkit semua kesalahan Sungmin dari awal sambil menjahit sesuatu di tangannya—yang membuat Sungmin mendelik heran

Inikah hukumannya, di cerewetin sampai Bu Tukinem selesai menjahit?

Bu Tukinem merombak bagian tengah di belakang seragam—menaruh karet pakaian yang biasa ada di baju perempuan agar bisa tertarik elastis, seraya berkata, “kau juga memberi julukan kepada Ibu, ingat tidak? Waktu itu Ibu sampe ngejar ngejar kamu keliling sekolah! Aduh ga bosen banget sih bikin masalah!”

Setelah selesai menjahit bagian belakang, Bu Tukinem berpindah ke depan—bagian kancing. Di sini Bu Tukinem membuat kerutan juga tepat di bagian bawah dada pada kancing kedua.

Ia terus menjahit sambil mengungkapkan segala kesalahan Sungmin. Sungmin sendiri hanya bisa manggut manggut menekan kepala semakin dalam. Mau tidak mau, Sungmin harus mengakui ia memang agak keterlaluan waktu kelas X dulu kepada Bu Tukinem

“Maaf” bisik Sungmin kecil

“Ck ck ck, setelah 2 tahun kamu sekolah di sini baru minta maaf?! Dasar anak jaman sekarang!” ujar Bu Tukinem masih menggunakan suara tinggi

Sungmin tidak melihat kalau pekerjaan tangan Bu Tukinem hampir selesai—ia menyatukan semua kancing dengan jahitan permanen sehingga seragam itu terlihat seperti blus biasa dengan kerutan elastis di sisi depan dan belakang.

“Selesai!” Bu Tukinem melepaskan jarum pentul dari berbagai sisi baju kemudian berkata, “Sungmin! Buka bajumu sekarang!”

“Eh?” Sungmin mendongak—ia sekarang bisa melihat jelas apa yang di kerjakan dari tadi oleh Bu Tukinem, “itu…” Sungmin menunjuk seragam sekolah di tangan Bu Tukinem, “itu buat saya Bu?” tanyanya tidak percaya

Bu Tukinem menatap tajam, “memangnya buat siapa lagi” Bu Tukinem membantu Sungmin membuka baju hamil yang tadi di pilihkan Kyuhyun hingga hanya tertinggal kaus dalamnya saja

“Peraturan sekolah tidak boleh di langgar walaupun kau sedang hamil sekalipun, maka dari itu..” meski mengeluarkan suara tinggi, Bu Tukinem sangat berhati hati memakaikan baju seragam yang baru ia jahit di tubuh Sungmin, “pakai saja, Ibu berani jamin hingga kandunganmu tujuh bulan nanti—seragam ini masih muat karena sudah Ibu tambah kerutan supaya bisa menyesuaikan dengan seberapa besar perutmu nanti” ucap Bu Tukinem tersenyum tulus

Sungmin tidak tahan lagi, ia langsung memeluk Bu Tukinem setelah selesai berpakaian. Sungmin tidak pernah menyangka kalau guru yang selama ini menghukumnya ternyata sayang kepadanya

“Terima kasih Bu” bisik Sungmin penuh haru

“Ssst, Ibu hamil tidak boleh banyak menangis, kasian bayimu” Bu Tukinem mengelus kepala Sungmin dalam pelukannya, “Kau memang nakal, lupa mengerjakan PR, suka telat masuk, memberi julukan kepada para guru!”

Sungmin tertawa dari balik punggung Bu Tukinem

“Tetapi…” Bu Tukinem menarik nafas panjang, “kau tidak pernah sekalipun kabur atau lari saat Ibu memberi hukuman hukuman aneh kepadamu. Kau pasti menyelesaikannya meski itu mustahil di lakukan…hal itu membuktikan kalau kau orang bertanggung jawab” Kini Bu Tukinem tersenyum walaupun tidak bisa di lihat oleh Sungmin, “kau pasti bisa jadi Ibu yang baik” puji Bu Tukinem

“Terima kasih” ucap Sungmin kehabisan kata kata

“Iya iya” Bu Tukinem melepaskan kedua tangan Sungmin dari tubuhnya, “jangan pernah merasa sungkan, Guru itu orang tua kedua siswa” ujar Bu Tukinem lembut sambil membantu Sungmin menghapus jejak air mata di wajahnya, “sekarang kita keluar—aku yakin Kyuhyun pasti mau mendobrak pintu ini dari tadi”

“Hahaha…”

Bu Tukinem membereskan sisa sisa pakaian kemudian membuka pintu UKS

Benar saja, Kyuhyun dari tadi mondar mandir seraya komat kamit tidak jelas. Ia sangat lega melihat Sungmin dan Bu Tukinem sudah keluar dari dalam, “kau tidak apa apa kan? apa yang sakit?” tanyanya panik

“Ya! Kau Cho Kyuhyun! Memang kau kira Ibu menyiksa istrimu di dalam ha?!aishhh sana masuk ke kelas! Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi!” sergah Bu Tukinem tidak membiarkan Sungmin menjelaskan semuanya kepada Kyuhyun terlebih dahulu

Mendengar itu Kyuhyun mengangguk lalu menggandeng Sungmin ke dalam kelas, “kau ngapain aja di UKS?”

“Kau harus minta maaf nanti, Bu Tukinem baik tahu!! Dia menjahitkan untukku pakaian seragam” ucap Sungmin menunjuk ke arah bajunya yang sudah berubah

Kyuhyun baru menyadarinya, ia meneliti sambil menyipitkan mata, “iya…….ada lambang St Christie di kemejamu”

“Tuh kan” jujur saja Sungmin tidak enak dengan Bu Tukinem. Padahal guru killer itu sudah mau susah payah menjahitkan baju untuknya, eh malah di curigai sama Kyuhyun

“Iya nanti aku akan minta maaf..tapi kita sekarang masuk kelas dulu” ajak Kyuhyun melihat ke sekeliling koridor sekolah yang mulai sepi

***

Sepulang sekolah Kyuhyun dan Sungmin mampir dulu ke ruang guru untuk bertemu dengan Bu Tukinem. Tetapi Bu Aida memberi tahu kalau Bu Tukinem sudah pulang lebih awal karena ada urusan keluarga

“Pokoknya kamu berhutang maaf sama beliau!” kata Sungmin tidak mau tahu, “pantang Kyuhyun, aku sedang mengandung—jadi kalau kamu ngga melunasi hutang kamu, anak kita bisa kenapa kenapa”

“Iya…besok deh, ok? Kita pulang aja” Kyuhyun menuntun lengan Sungmin hati hati sambil menerawang ke langit

“Kamu sadar ngga sebentar lagi natal?”

Sungmin menoleh, “natal? Tapi kok belum turun salju?” katanya mengikuti arah pandang Kyuhyun

“Entah” Kyuhyun mengangkat bahu, “Eh? Kita hias pohon natal aja, di keluargaku sering melakukan itu waktu natal, gimana?” katanya antusias

“Aku juga suka melakukannya, tetapi hanya saja seorang diri” Sungmin merunduk lalu memainkan kerikil di jalanan dengan kakinya, “kamu tahu orangtuaku sering pergi keluar negeri. Sudah dua tahun berturut turut aku selalu sendiran saat malam natal” bisik Sungmin memalingkan wajah

Kyuhyun terdiam, ia berhenti sambil mengangkat wajah Sungmin, “tetapi sekarang tidak bukan? Kita hias berdua saja pohon natalmu itu”

Bibir Sungmin bergerak—mengulas senyum manis, “boleh..kita mampir dulu ke rumah Umma dan Appa, mereka tidak akan membutuhkannya”

Tubuh Kyuhyun mematung—ternyata senyuman Sungmin masih berdampak kuat terhadapnya, “Ya sudah kita ke sana sekarang” buru buru Kyuhyun menarik lengan Sungmin dari gerbang sekolah sebelum dia melakukan hal yang tidak di inginkan di sini

Kyuhyun dan Sungmin berbincang bincang membicarakan tentang hari natal mereka—berapa kue yang akan di beli (tadinya Sungmin ingin membuat sendiri tetapi langsung di bantah Kyuhyun karena takut dia kecapekan) atau apakah mereka perlu memesan makanan khusus saat malam natal.

Apa saja mereka perbebatkan hingga tidak sadar telah sampai di depan rumah orang tua Sungmin

“Benar kan, mereka pergi lagi” desis Sungmin sambil memutar kedua bola mata—untuk kali ini Sungmin bersyukur telah menikah dengan Kyuhyun. Ia sudah bisa membayangkan akan sendirian lagi tahun ini tanpa ada siapapun di sampingnya

Kyuhyun membukakan pintu pagar yang tidak terkunci, lalu masuk ke dalam pekarangan rumah.

Namun di sana sudah ada tamu tidak di undang sedang berdiri di depan pintu rumah

Seorang Lelaki tegap membelakangi Kyuhyun dan Sungmin—belum sadar kalau ia tidak sendirian lagi

“Permisi, anda siapa?” tanya Kyuhyun ragu ragu

Mendengar itu sang lelaki yang sedang gusar langsung menoleh. Ia baru mau minta maaf karena telah lancang membuka pagar ketika kedua matanya bertemu dengan Sungmin yang berada di belakang Kyuhyun

“Sungmin!!” panggilnya senang

Sungmin meneliti wajah lelaki itu seksama—mata Sungmin membulat penuh mengenali dia, “Jungmoo????” pekiknya tertahan

“EH? Jungmoo?” alis Kyuhyun naik sebelah. Ia terperangah sambil melayangkan pandangan menilai

Jungmoo memang lebih pendek beberapa senti daripada Kyuhyun. Wajahnya terlihat ramah dan sepertinya sebaya dengan mereka berdua.

“Aku Jungmoo, kenalkan…” Jungmoo memindahkan fokus kepada Sungmin, “aku mencarimu” katanya jujur

“Mwo??! Buat apa?” tanya Kyuhyun dengan segera memberi jarak antara Jungmoo dan Sungmin. Sifat over protektif Kyuhyun mulai keluar

Jelas saja Jungmoo kebingungan dan menatap Kyuhyun agak takut, “aku cuma mau minta tolong”

“Kyu! Lepaskan! Itu temanku” Sungmin menggeliat dari belakang lalu menghampiri Jungmoo yang masih belum mengerti situasi dan kondisi mereka

“Ini ada ap—“ pandangan Jungmoo beralih, ia dapat melihat tubuh Sungmin lebih jelas, “Kau hamil?” teriak Jungmoo terkejut

Sungmin mengangguk bahagia, “iya aku memang sedang mengandung 10 minggu”

Jungmoo tersenyum mendengar itu, ia memegang kedua tangan Sungmin tanpa mendeteksi ada aura membunuh dari arah Kyuhyun, “selamat…maaf aku bahkan tidak tahu kapan pernikahanmu”

“tidak—itu salahku juga tidak memberi undangan, soalnya Appa dan Umma yang melakukan segalanya, oh ya katanya kau mau minta tolong, apa yang bisa ku bantu?” tawar Sungmin polos

Jungmoo melepaskan salah satu tangannya untuk menggaruk kepala, “bolehkah aku menginap di rumahmu? Soalnya aku mau membeli sesuatu di Seoul sebelum natal tiba”

“TIDAK!” Suara Kyuhyun membuyarkan nostalgia kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu itu. Untung saja Jungmoo masih belum menyadari tatapan menusuk dari Kyuhyun yang seolah olah mengintimidasinya

“Apa aku merepotkan?” tanya Jungmoo tidak enak

Sungmin jelas langsung menggeleng, “tidak apa apa kok, jangan dengarkan dia—kau boleh mengin—

“Minnie!” bentak Kyuhyun lagi, berada lebih dekat karena berdiri tepat di sebelah Sungmin

Sungmin meringis dalam senyuman, “sebentar Jungmoo” ia menarik Kyuhyun lebih jauh hingga jarak aman di mana Jungmoo tidak bisa mendengar pembicaraan mereka

“Kyu sekali saja, Jungmoo itu temanku” pinta Sungmin sambil sesekali melirik ke arah Jungmoo

“Tapi dia itu lelaki” sanggah Kyuhyun tidak menerima pembelaan apapun

“Tapi dia temanku!” balas Sungmin tidak mau kalah. Ia menghentakkan kaki beberapa kali—merajuk kepada Kyuhyun

Kyuhyun memejamkan mata, berusaha berbicara lebih lembut, “Minnie aku tidak mau tahu sekali tidak boleh tetap tidak boleh”

Sungmin menggigit bibirnya—matanya menatap Kyuhyun dengan penuh selidik, “kau cemburu?”

“Tidak” seratus persen Kyuhyun jelas berbohong sambil memalingkan wajah dari Sungmin.

“Kyu lihat wajahku!”

Kyuhyun menggerakan kepala lalu dengan enggan melihat kedalam mata Sungmin, ia akhirnya menyerah, “Iya aku cemburu, terus maumu apa? Aku suamimu, jadi aku tidak menginjinkan ada lelaki lain di rumah!!” Sekarang Kyuhyun malah bersikap layaknya diktator, “Kibum saja orang yang paling ku percaya belum tentu aku bolehkan menginap..apalagi Jungmoo”

Sungmin terdiam

Kyuhyun yang merasa tidak enak sudah membentak Sungmin untuk kesekian kali, menghela nafas panjang, “sudahlah kita tidak usah berdeb—

“Kau tidak percaya padaku?” bisik Sungmin memotong ucapan Kyuhyun

Mendadak Kyuhyun gelagapan, “tidak…Minnie jelas aku percaya, hanya saja—

Sungmin mendongak—ia melirik Kyuhyun, memancarkan pandangan terluka, “kalau kau benar benar percaya, harusnya kau membiarkan Jungmoo menginap di rumah kita. Aku tahu kau sudah termakan omongan Miiju tentang hubungan kami berdua, sudah aku bilang tidak ada apa apa” Wajah Sungmin berubah, bibirnya bergetar dan pandangannya redup. Refleks Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dengan perasaan bersalah, “iya iya, dia boleh menginap” kata Kyuhyun mengalah

“Beneran kamu ijinin?” Sungmin mendongak sambil memasang ekspresi terbaik yang membuat Kyuhyun luluh lagi

“Iya”

“Yes! Jungmoo!” Sungmin dengan lincah menghampiri Jungmoo yang masih asyik di depan pintu rumah

“Ya?”

“Kau boleh menginap di rumahku dan Kyuhyun, ayo”

..Kyumin Place..

“Kamu boleh tidur di kamar tamu, dan kalau butuh apa apa jangan sungkan, minta saja kepada kami” Sungmin mengajak Jungmoo masuk ke dalam kamar, dari belakang Kyuhyun mengikuti mereka masih dengan wajah tertekuk—setengah ikhlas telah membiarkan Jungmoo menginap beberapa hari

“Terima kasih Sungmin, Kyuhyun” sahut Jungmoo yang hanya di balas oleh Sungmin

“tidak apa apa, kamu istirahat dulu”

Sungmin menutup pintu kamar—ia mendesah melihat Kyuhyun berdiri seperti patung, tidak bergerak sama sekali. Bedanya, Kyuhyun memiliki tatapan menusuk yang ia layangkan kepada Sungmin

“Kyu…sudah ku bilang..

Semua ucapan Sungmin tertelan kembali ketika Kyuhyun tiba tiba mencium bibir Sungmin. Ciuman yang terburu buru dan penuh kekhawatiran

“Aku..” Kyuhyun memejamkan mata sambil bersandar pada dahi Sungmin, “akan berusaha bersikap baik kepada Jungmoo, anggap saja ciuman tadi upahku karena mau bersabar” celetuk dengan nada jahil seperti biasa

Sungmin tersenyum—memberi waktu untuk menenangkan detak jantungnya kembali normal dahulu.

“Kau terlalu berlebihan, Jungmoo itu orang baik jadi tenang saja” bisik Sungmin

___

3 hari menjelang malam natal sekolah St Christie meliburkan seluruh siswa. Hal itu di karenakan St Christie memang berbasis sekolah keagamaan Kristen. Kyuhyun dan Sungmin yang memiliki waktu luang lebih, mengambil pohon natal dari rumah kedua orang tua Sungmin lalu membawanya ke rumah mereka

Di sana Jungmoo membantu Kyuhyun menurunkan pohon dari mobil sekaligus menyusun seluruh ranting pohon natal satu persatu. Setelah lengkap, Jungmoo berdua dengan Kyuhyun menggotong pohon berukuran raksasa itu ke dalam ruang tamu

“Nah tinggal menghiasnya saja” pekik Sungmin gembira. Ia menggunakan hiasan yang lama karena belum sempat berbelanja apapun. Lagipula itu masih bisa di gunakan, pikir Sungmin.

Kyuhyun dan Jungmoo menaruh beberapa pita dan sebuah lonceng besar di pucuk pohon sementara Sungmin menggantungkan bola warna warni di bagian bawah. Mereka sedang asyik mendekorasi pohon natal ketika handphone dalam saku celana Kyuhyun bergetar

“Halo?” ujar Kyuhyun sambil turun dari atas kursi

“Kyuhyun! Kita ada latihan sekarang, mianhe dadakan. Pelatih memang baru ngasih tahu” sahut Siwon dari seberang sana. Kyuhyun bisa menebak jika Siwon sudah sampai duluan di sekolah

“Latihan? Di hari libur natal? Lo ngga bercanda kan?” tanya Kyuhyun berentetan—sesekali ia menengok ke belakang, melihat Jungmoo dan Sungmin masih tekun menghiasi pohon

“Serius gw Kyuhyun! Ngapain boong! Udahlah cepetan, keburu Pelatih marah marah ke gw” kali ini suara Siwon sedikit berwibawa membuat Kyuhyun kalah telak. Ia dengan enggan menghampiri Sungmin yang bingung melihat ke arahnya

“Aku di suruh latihan basket” jelas Kyuhyun merasa bersalah—padahal Kyuhyun sudah janji akan menghias pohon bersama Sungmin hari ini

“Oh” benar saja, Sungmin terlihat kecewa, “ga apa apa, aku bisa hias sendiri”

“tenang saja, aku akan membantu Sungmin” tiba tiba Jungmoo ikut nimbrung ke dalam pembicaraan mereka berdua

“EH?” Kyuhyun baru mau mengeluarkan suara protes—tidak setuju kalau Jungmoo malah menggantikan posisinya. Tetapi lagi lagi ponsel Kyuhyun bergetar

“Ya?” tanyanya malas

“Kyuhyun cepetan!! Pelatih Kyo udah datang!!!” teriak Siwon kelabakan

“Iya iya!!” jawab Kyuhyun langsung memutuskan sambungan telepon

Dengan amat sangat terpaksa Kyuhyun mengambil tas berisi perlengkapan basket sekaligus mengganti baju latihan. Ia bahkan tidak sempat untuk mandi dahulu

“Minnie aku berangkat” Kyuhyun berusaha menghilangkan pikiran negatif karena meninggalkan Sungmin dengan lelaki lain. Walaupun itu sahabat Sungmin sekalipun

“Jangan pulang malam malam”

“Ok”

Selama latihan pikiran Kyuhyun melayang jauh—tidak terfokus pada permainan basket. Tidak terhitung berapa kali, Pelatih Kyo marah marah dan memberi hukuman Kyuhyun keliling lapangan selama 10 menit

Setelah 2 jam berkutat di sana akhirnya Pelatih Kyo mengijinkan mereka untuk pulang.

“Besok kita kumpul lagi, pada jam yang sama! Ingat khususnya untuk angkatan atas” mata Pelatih langsung melirik Kyuhyun, Siwon dan Kibum, “pertandingan nanti adalah pertandingan terakhir kalian sebelum ujian nasional, jadi berikan yang terbaik! Mengerti?”

“mengerti Pak” jawab mereka serempak

Pelatih Kyo mengangguk puas, “sekarang kalian boleh bubar!”

“Huh, akhirnya” dengan cepat Kyuhyun berganti baju langsung di tengah lapangan lalu memasukkan handuk, baju kotor dan sepatu basket ke dalam tas secara serampangan. Kibum dan Siwon melihat tingkah terburu buru Kyuhyun, heran

“Ada apa sih lo? Tadi latihan ngga konsentrasi, eh terus mau buru buru pulang” tanya Kibum sambil berdiri di samping Kyuhyun—mereka bertiga bersama dengan Siwon keluar lapangan bersamaan

“Minnie” Kyuhyun mencari cari kunci motor yang entah berada di mana—dia lupa menaruh sembarangan saat masuk lapangan tadi, “di rumah cuma berdua sama cowok, gw takut kenapa kenapa” jelas Kyuhyun sambil mengumpat pelan, kunci motor pun tidak bisa di ajak kerja sama. Hingga di pelataran parkir—Kyuhyun masih belum menemukannya

“Cowok? Siapa?” kata Kibum makin heran—gimana ceritanya si Kyuhyun bisa nginjinin hal itu terjadi. Bukankah Kyuhyun super over protektif terhadap Sungmin

Siwon ikut memberi pendapat, “bahaya tuh, gw aja suka lupa diri kalau deket sama Sungmin akhir akhir ini, gimana tuh cowok..cuma berdua di dalam satu rumah” terkadang ucapan seseorang itu bisa membangkitkan macan tidur paling ganas jika tidak di kontrol

Dan saat ini Kyuhyun tersentak mendengar omongan Siwon yang terlalu menghasut pikiran Kyuhyun. Terang saja, ia makin panik mencari kunci motor. Tangan Kyuhyun merogoh saku kecil di depan tas, “Ah ini dia”

Kyuhyun menghidupkan motor dan tanpa basa basi langsung meninggalkan Kibum dan Siwon di tempat parkir. Sekarang pikiran Kyuhyun hanya satu, secepatnya sampai di rumah

..Kyumin Place..

“Minnie!!!” teriak Kyuhyun sambil membuka pintu depan kasar. Ia membanting pintu dan berlari kecil mencari sosok Sungmin ke dalam rumah

Terdengar suara tawa dari arah meja makan.

Sungmin sedang tertawa mendengar lelucon yang di lontarkan Jungmoo. Mereka begitu larut dalam pembicaraan yang entah apa itu tanpa menyadari bahwa Kyuhyun sudah datang dengan aura mematikan melihat mereka berdua

“EHEM” Kyuhyun sengaja tersedak

“Eh? Kyu kau sudah pulang?” tanya Sungmin menoleh, Jungmoo pun tersenyum ramah sambil mempersilahkan Kyuhyun duduk, “kita menunggumu untuk makan malam” jelas Jungmoo masih belum melihat raut wajah Kyuhyun yang menatap Jungmoo tajam

“Kyu kita makan” Sungmin langsung berdiri dan menarik tangan Kyuhyun agar duduk di sampingnya. Walaupun awalnya enggan, akhirnya Kyuhyun menarik nafas panjang dan mau terbujuk untuk makan malam

Sungmin yang tahu suaminya sedang marah hanya terdiam. Ia membiarkan Kyuhyun selesai duluan lalu masuk ke dalam kamar tanpa permisi pada Jungmoo

“Kyuhyun kenapa?” tanya Jungmoo lugu

Sungmin jadi tidak enak—untung Jungmoo tidak merasa tersinggung dengan perlakuan Kyuhyun, “tidak apa apa, dia hanya kecapekan. Kamu makan saja”. Walaupun berbicara seperti itu, Sungmin tetap cepat cepat menghabiskan makanannya—bahkan Sungmin sengaja tidak menambah lagi. Ia tahu, Kyuhyun dalam keadaan siaga satu. Jangan sampai besok, Kyuhyun melempar keluar koper Jungmoo dari rumah

Setelah berbasa basi mengucapkan selamat malam. Sungmin membereskan meja makan lalu berdoa tanpa suara agar Kyuhyun tidak akan marah kepadanya nanti

KREKKK

“Kyu?” kepala Sungmin menyembul terlebih dahulu—mengecek keadaan sekitar. Gelap. Karena tidak bisa merasakan di mana Kyuhyun duduk atau sudah tidur, Sungmin mencari tombol penghidup lampu yang melekat di dinding

“Sudah selesai makan malam berduanya?” suara halus dengan nada penuh amarah menyapu tekuk Sungmin dari belakang. Tubuh Sungmin jelas merinding ketakutan, ia berbalik dan melihat—tidak begitu jelas siluet tubuh Kyuhyun yang sedang berkacak pinggang

“Kau! bisa tidak hentikan kebiasaan burukmu itu?!” bentak Sungmin sambil menenangkan jantungnya

Kyuhyun tidak peduli, ia sekarang melipat tangan di dada, “jangan mengalihkan pertanyaan, sepertinya kau bahagia sekali aku tinggal pergi kan? apa saja yang kalian lakukan sepanjang hari? Ha!” balas Kyuhyun—suara meninggi

“Aku dan Jungmoo hanya menghias pohon natal, kemudian aku berbelanja sedangkan Jungmoo nonton TV di rumah, hanya itu. Ketika kau datang, Jungmoo bercerita tentang sapi peliharaannya yang bisa jalan mundur” mengingat itu, tawa Sungmin kembali pecah. Tetapi ia berhenti karena Kyuhyun sama sekali tidak merasa ada yang lucu di sini

“Iya aku salah” bisik Sungmin menundukkan kepala

“Huh” Kyuhyun menghela nafas berat. Entah kenapa hari ini ia bersikap terlalu kekanak kanakan, “aku yang salah, Minnie..maaf”

“Eh?” Sungmin terkejut—sejak kapan Kyuhyun bersikap baik begini? Padahal Sungmin sudah menyiapkan diri untuk menerima amukan Kyuhyun, namun tampaknya semua itu tidak perlu

“Sudah kita tidur saja, aku lelah” ajak Kyuhyun menarik tangan Sungmin menuju tempat tidur mereka. Berusaha mengacuhkan pikiran buruk yang menghantui Kyuhyun dari tadi.

Bagaimana pun Kyuhyun sudah berjanji belajar percaya kepada Sungmin dan itu harus di buktikan

***

“Ya Tuhan, dua hari lagi udah malam natal Siwon. Masa lo tega banget sih ada latihan intensif segala??”

Suara di seberang sana juga terdengar gusar, “elo kira cuma lo doang yang mau protes? Ini Chulie malah udah mencak mencak sama gw buat ga maksa Kibum, elo lagi! Gw juga mau liburan, mau ketemu sama Zhoumi! Tapi lo tahu watak Pelatih kan”

“Aishhhh” Kyuhyun mondar mandir di depan ruang TV dengan telepon genggam yang dia pegang—rambutnya sedikit berantakan karena sudah tidak terhitung berapa kali, Kyuhyun menjambak rambut sendiri. Stress

“Tapi gw ngga mau ninggalin Minnie sendirian lagi di rumah!” pembelaan terakhir Kyuhyun yang amat sangat tidak penting untuk Siwon

“Terserah lo mau datang apa ngga! Tapi jangan salahin gw kalau lo kena skors ga boleh turun pas kita tanding, ok!” Siwon malah balik mengancam

“Iya! gw bakal dateng” dengan kesal Kyuhyun memutuskan telepon dan melangkah lunglai ke arah kamar untuk bersiap siap pergi ke sekolah

Di dalam kamar, Sungmin belum beranjak dari atas kasur. Ia masih tidur tiduran sambil membaca komik dari balik selimut. Sungmin mendongak saat melihat Kyuhyun masuk lalu mengambil beberapa kaus dari lemari, kemudian menaruhnya ke dalam tas.

“Kau mau pergi lagi?” tanya Sungmin mendongak ke atas buku

“sayangnya, iya” Karena sudah mandi pagi tadi, Kyuhyun tinggal berganti baju langsung dari rumah. Dia berharap kalau latihan ini jauh lebih cepat daripada kemarin.

Setelah selesai mempersiapkan semuanya, Kyuhyun menenteng sepatu basket dan menoleh ke arah Sungmin, “aku pergi dulu”

“hati hati”

“ok”

BLAMM

Sebenarnya Kyuhyun masih belum rela meninggalkan Sungmin berduaan (lagi) dengan Jungmoo. Tetapi mungkin benar kata Sungmin, dia agak berlebihan—toh Jungmoo tidak menunjukkan gelagat aneh, mereka seperti teman biasa.

PRITTTT

“Kyuhyun! Berapa kali kamu kehilangan konsentrasi!! Siwon sudah mau ngoper tapi tampang kamu kayak orang melamun!!” teriak Pelatih Kyo—kali ini nyawa Kyuhyun yang masih tertinggal setengah di rumah telah terkumpul utuh di lapangan basket

Kyuhyun pasti tampak konyol tadi, “maaf Pak”

Pelatih Kyo mendengus kesal—berusaha mengontrol emosi agar tidak memarahi yang lain juga akibat ulah Kyuhyun, “Khusus kau! Kyuhyun, tinggal di sini—berlatih shoot hingga tidak satupun meleset mengerti?”

What? Aduh pasti bisa sampe malam, pikir Kyuhyun

“Eh itu….”

“ISTIRAHAT 5 MENIT!” Teriak Pelatih Kyo mengacuhkan suara protes Kyuhyun. Serempak semua anak basket menepi keluar dari lapangan.

Kibum dan Siwon berdiri di samping Kyuhyun dengan tatapan simpatik, “lo sih cari mati, mikirin apa lagi?” tanya Siwon yang mengambil botol minuman dari balik tas

Penggemar mereka—yang biasa menonton, memberi dukungan sampai memberi makanan dan minuman gratis tidak ada. Para fans saja lebih memilih meliburkan diri menjelang natal ketimbang harus menemani anak basket latihan

“Siapa lagi, Sungmin lah” jawab Kyuhyun cuek

Kibum hampir tersedak, “aishh, sejak kapan lo jadi melakonis gini sih? ga bisa ninggalin Sungmin sebentar doang”

“Kan udah gw bilang kemarin, temannya dari desa dateng—namja! Gimana gw ngga khawatir!” keluh Kyuhyun sambil ikut meminum air yang di bawa dari rumah

“telepon aja, gitu aja repot” nasihat Siwon, “buruan, istirahat kita cuma 5 menit”

Mendengar itu Kyuhyun buru buru mengambil handphone yang dia taruh di kantung kecil bagian depan tas lalu memencet speed dial 2

“halo?” sapa Sungmin dari seberang

“Halo Minnie?? Kamu lagi ngapain di rumah? Jungmoo gimana?” tanya Kyuhyun terlalu cepat—maklum Pak Kyo mulai memberi tanda bahwa sebentar lagi mereka akan melanjutkan latihan

“aku mau nonton telenovela, Jungmoo penasaran pas aku bilang ceritanya bagus banget. nih kami lagi nunggu di ruang TV, ah Kyu udah mulai..dadah” Sungmin menutup telepon

KLIK

“Apa?? Minnie!!!” Kyuhyun kurang beruntung. Sungmin yang tidak suka di ganggu saat menonton acara TV kesukaannya langsung me-silent handphonenya dan tidak mendengarkan panggilan dari Kyuhyun

Pikiran Kyuhyun kembali melayang jauh. Sungmin kan kalo udah nonton suka nangis bombay—selama ini yang merangkul lalu memberikan tissu buat Sungmin adalah Kyuhyun

Nah Kyuhyun membayangkan kalau posisinya di rumah tergantikan oleh Jungmoo. Jungmoo yang memberikan tissu untuk Sungmin sambil memeluk tubuh Sungmin dari samping. Mereka berdua nonton dengan penuh keromantisan

“TIDAK!!!!” Pekik Kyuhyun mencoba menghapus reka adegan tersebut.

“Ada apa Kyuhyun?” tanya Pelatih Kyo sambil menyuruh anak anak lain diam. Mereka menunggu hingga Kyuhyun bisa berbicara dengan jelas

“Pak, saya boleh ijin pulang ngga?” Kyuhyun mengelap keringat dingin—wajahnya penuh kepanikan bercampur rasa takut.

“Kamu tenang dulu” bujuk Pak Kyo tidak tega melihat anak didiknya gelisah setengah mati seperti itu, “ada apa? Istri kamu lagi sakit?”

“Bukan” Kyuhyun menggeleng cepat, “ini lebih buruk” bisiknya. Kyuhyun bahkan sudah membereskan semua bajunya—suka tidak suka, Pelatih Kyo harus menginjinkan Kyuhyun pulang saat ini juga

“Apa? Apa yang lebih buruk Kyu!!” Kedua tangan Pelatih Kyo mengguncang guncang pundak Kyuhyun—ikut panik

Kyuhyun memalingkan wajah, ia menelan ludah sambil menatap pelatihnya dengan serius, “Minnie berduaan sama lelaki di dalam rumah!!! Dan bisa saja lelaki itu memanfaatkan situasi” jelas Kyuhyun benar benar ketakutan setengah mati—takut Jungmoo menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Kyuhyun tahu betul kepolosan istrinya di luar batas—mungkin Jungmoo ngaku hanya mau berteman sebagai kedok untuk merebut Sungmin dari Kyuhyun

Pelatih Kyo dan semua anak basket cengo—mereka terpaku mendengar penjelasan Kyuhyun

Bahkan Kibum menepuk jidat sendiri, ia menggumam pelan berdoa agar Pak pelatih ngga mencincang tubuh Kyuhyun saat itu juga

“Kyuhyun” akhirnya Pelatih bisa menemukan suaranya yang sempat menghilang tadi

“Ya? Saya boleh pulang kan pak?” Kyuhyun tidak sadar—kalau Pak pelatih sedang membusungkan dada, mengumpulkan tenaga dalam, kemudian…

“KAU LARI LAPANGAN 20 MENIT! PUSH UP 200 KALI DAN KAU DAPAT KUPASTIKAN PULANG PALING AKHIR! MENGERTI!” sembur Pak pelatih sedikit terengah engah—hari ini Kyuhyun sangat menguji kesabarannya

“Tapi pak!!” bantah Kyuhyun bersikeras

“NGGA ADA TAPI TAPIAN!! LAKSANAKAN” Naluri militer Pelatih Kyo bangkit lagi.

Aneh, Kyuhyun masih berdiri tepat di hadapan Pelatih—tidak bergerak, “Pak ijinin saya pulang ini beneran penting! Amat sangat penting! Lagipula materi hari ini tentang 3 point bukan? Saya sudah menguasainya di luar kepala”

Semua murid tercengang—belum pernah ada yang berani melawan Pelatih Kyo yang tingkat kekillerannya dalam dunia perbasketan hampir menyamai Bu Tukinem di sekolah

“Oh” mata Pelatih Kyo menyipit berbahaya, “kau sudah pintar begitu, baiklah” Ia menunjuk ke arah ring basket sebelah pojok kanan, “kau boleh pulang kalau bisa menshoot bola dalam arena 3 point sebanyak 20 kali” tantang Pelatih Kyo kepada Kyuhyun

“Baik, saya terima” memang untuk pemain tingkat nasional sekaligus pemegang MVP seperti Kyuhyun, itu bukan perkara besar

“tapi” Langkah Kyuhyun terhenti, “kau harus memasukkan hanya 20 kali—tidak boleh ada ulangan, tidak ada boleh kesalahan. Satu saja shootmu tidak masuk, kau harus menjalankan hukuman yang bapak berikan tadi bagaimana?”

Kyuhyun memejamkan mata—nah kalau peraturannya begitu, tingkat kesusahannya meningkat. Bahkan pemain MVP sekalipun akan susah melakukan 20 tembakan tanpa meleset satupun

Tapi saat Kyuhyun ragu, sekelebat bayangan di mana Sungmin sedang menangis tersedu sedu di dalam pelukan Jungmoo semakin memantapkan keinginan Kyuhyun

“baik Pak, saya terima”

Siwon dan Kibum menggeser keranjang besar tempat bola bola basket di taruh ke samping Kyuhyun yang sedang melakukan sedikit pemanasan sebelum melakukan tembakan

20 kali, tidak boleh meleset atau kau tidak bisa pulang ke rumah. Ancam Kyuhyun kepada diri sendiri

“Siap?” tanya Siwon memberi aba aba

“Ya” jawab Kyuhyun

Kibum memberikan bola yang di dirble Kyuhyun berulang kali agar bola lebih lentur lalu mengangkat tangannya tinggi

BRUKK

“Satu shoot” suara Siwon menghitung pemasukan bola Kyuhyun

Kyuhyun memejamkan mata, membayangkan wajah Sungmin terus menerus. Ia bersiap siap kembali, lalu….

BRUKK

“dua”

Kyuhyun tidak bohong saat bilang sudah hapal di luar kepala tentang 3 point. Pelajaran terpenting adalah penyeimbangkan berat tubuh agar bertumpu pada kedua lutut. Berusaha melemaskan kedua tangan dan ketika ingin menembak Kyuhyun harus bergerak dari bawah, meloncat sambil mengalirkan tenaga dari bagian kaki ke arah tangan

Kalau sudah tahu tekniknya, memasukkan 3 point sudah bukan masalah besar lagi

“19”

Kyuhyun semakin menikmati menyelesaikan tantangan ini

BRUKK

“20”

Kyuhyun mendesah lega. Ia membantu Kibum memasukkan semua bola dalam keranjang lalu berbalik mengambil tas basket dari kursi penonton, ia tersenyum sekilas kepada Pelatih Kyo yang harus mengakui kehebatan Kyuhyun

“Sesuai janji bapak, saya sekarang boleh pulang…” Kyuhyun sengaja melambaikan tangan pada anak anak yang lain, menikmati kemerdekaannya sambil berlari keluar gedung indoor

Pelatih Kyo menatap kepergian Kyuhyun dengan perasaan campur aduk. Bangga, kesal, kagum bersatu padu. Tanpa tahu mana yang lebih mendominasi

“Saya kasih tahu aja Pak, Kyuhyun itu kalau udah urusan Sungmin, pasti bakal bisa melakukan apa aja” kata Siwon memberitahu. Ia sendiri sudah terbiasa dengan sikap Kyuhyun yang terlampau over protektif

“Aishh, sudahlah kita latihan lagi, Ayo!” Pelatih memberi isyarat agar semua pemain berkumpul dan melakukan Defense di wilayah masing masing

..Kyumin Place..

“Hueeeee”

“Udah dong, nangisnya..ini ada tissu”

“tapi..hiks…tapi film ini beneran sedih HUEEE….”

“Iya tapi tenang dong”

CKELK

Dengan kasar, Kyuhyun membuka pintu lalu bergegas ke ruang TV—tanpa basa basi lagi Kyuhyun duduk menyelip di antara Sungmin dan Jungmoo

“Loh, kamu udah pulang?” kata Sungmin terkejut sambil menggeser tubuhnya ke kiri agar Kyuhyun muat duduk di sebelahnya, “kata kamu bakal pulang malam?”

Kyuhyun memutar bola matanya, ia sengaja mengalungkan tangan ke pundak Sungmin sedangkan tubuhnya merapat terus ke arah Sungmin—tidak memberikan kesempatan sedikitpun untuk Jungmoo mendekati istrinya

“aku sengaja pulang cepet, mau nemenin kamu nonton telenovela” sahut Kyuhyun masih mengamati baik baik wajah Sungmin—aneh tidak ada sama sekali jejak air mata di sana

“Kamu ngga lagi nangis?”

Sungmin menggeleng

Kyuhyun menegakkan posisi duduknya, “terus siapa yang dari tadi menangis?”

Sungmin sedikit menahan tawa, ia menunjuk ke sebelah Kyuhyun

Jungmoo—mungkin belum sadar bahwa Kyuhyun sudah datang. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan dengan wajah berlinang air mata

Tiba tiba

“HUEEEEE…sedih banget sih” Jungmoo mengambil tissu yang biasa di sediakan Kyuhyun khusus buat Sungmin. Jungmoo tidak tahu kalau ada dua orang yang sedang tertawa pelan tepat di sampingnya

“Jadi dari tadi suara nangis itu” Kyuhyun masih tidak percaya—baru kali ini ada yang bisa menyamai tingkat akut Sungmin dalam menonton telenovela

“Iya…liat dia nangis aku malah ketawa hehehhe” jawab Sungmin tersenyum simpul, “berarti kamu pulang percuma dong, aku kan ngga nangis”

“Ngga sia sia” Kyuhyun merebahkan kepalanya yang lelah ke pundak Sungmin, “aku senang kau baik baik aja”

“Lah emangnya aku kenapa?” selidik Sungmin berusaha menatap wajah Kyuhyun yang terbenam di pundaknya, “ngga usah di pikirin Minnie, bagaimana kandunganmu? Sudah minum susu?” Kyuhyun mengangkat kepalanya kemudian mengelus perut Sungmin lembut

“Udah kok” Sungmin meletakkan telapak tangannya di atas tangan Kyuhyun. Berdua mereka merasakan adanya kehidupan di dalam tubuh Sungmin. Mata Kyuhyun menghangat, dengan hati hati di pindahkannya kedua tangan lalu memeluk Sungmin seutuhnya, “hari ini terasa panjang sekali…” bisik Kyuhyun sambil mencium kening Sungmin

“Masa? Baru sebentar kok” jawab Sungmin polos

“Hahaha, hmm” Kyuhyun hanyut dalam ketenangan ini hingga..

“Hhueeee…liat deh Sungmin, masa kakak iparnya tega banget…hueeee” Jungmoo tiba tiba mengganggu momen Kyumin yang berada satu sofa dengannya

“Aishhh” gerutu Kyuhyun

~0~

Untuk hari ini, karena hari terakhir mereka latihan satu hari menjelang hari natal *well*. Pelatih Kyo tidak membolehkan dan tidak memberi kesempatan sama sekali kepada Kyuhyun ijin membolos. Apalagi kalau alasan super tidak penting seperti kemarin

Pelatih Kyo sengaja balas dendam, ia menyuruh Kyuhyun berlatih defense melawan guard Kibum serta center Siwon. Ck ck, Kyuhyun memang ice terbaik—tetapi urusan defense dia bukan ahlinya. Selama ini penjagaan Kyuhyun dan kawan kawan di jaga ketat oleh Kibum. Nah sekarang malah di tandingkan dengan ahlinya sendiri.

Sudah jelas, Kyuhyun kelabakan mencari celah saat berhadapan langsung, one by one di depan Kibum

Beberapa kali foul, hingga Kyuhyun hampir terkena pelanggaran fatal karena mendorong tubuh Kibum. Itu menyalahi aturan perbasketan. Latihan yang cukup melelahkan dan memakan tenaga bagi semua pemain

Baju semua anak basket sekarang terasa berat—keringat mereka bahkan menetes hingga ke lantai. Beberapa pemain yang sudah tidak tahan akhirnya berganti baju baru melanjutkan latihan lagi

Ini mengerikan

Untung saja berkat kejadian kemarin, rasa curiga Kyuhyun mulai berkurang kepada Jungmoo. Ia malah bisa mempercayai Sungmin hanya berdua saja di dalam rumah. Toh memang tidak terjadi apa apa bukan

Malah konsentrasi Kyuhyun memuncak, ia betul betul total hari ini—melihat itu Pak Kyo merasa puas.

Setelah hampir 4 jam mereka melakukan gerakan dasar, defense dan penyerangan berkala. Pak Kyo memutuskan untuk memperbolehkan mereka pulang lebih awal

Mendengar itu, semua berteriak gembira—padahal baru jam 5 sore, biasanya kan sampai jam 8 malam. Kali ini Pak Kyo telah memberikan kado natal secara tidak langsung, jujur selama ini, selain Kyuhyun tidak ada yang berani cabut atau bolos latihan. Pelatih Kyo tidak segan segan memberikan hukuman fisik yang cukup berat

“Akhirnya!” Kyuhyun mungkin orang pertama yang dengan cepat membereskan seluruh perlengkapan basket agar bisa pulang ke rumah lebih awal. Kyuhyun tersenyum memikirkan cara untuk mengejutkan Sungmin nanti, tetapi ia merengut—semenjak Sungmin hamil, Kyuhyun takut melakukan hobinya tersebut, bisa membahayakan kandungan Sungmin

Ddrrrtttt

Telepon genggam Kibum bergetar, “Halo? Hai Chulie sayang…eh Kyuhyun? Masih ada, mau bicara?” Kibum menyerahkan telepon genggam ke tangan Kyuhyun, ada apa? Tumben Heenim nelepon dia

“hal—

“Kenapa kau tidak mengangkat teleponku dari tadi!!” bentak Chulie tidak sabar

“Hei, kami baru selesai latihan tanya saja pada Kibum, memangnya ada apa Heenim?”

“Aku melihat Minnie berjalan di mall dengan seorang namja!!! Tadinya aku kira itu kau makanya tidak mau ku ganggu, tapi saat aku tatap lebih teliti, dia itu bukan kau!!!” Heechul sedikit berteriak, suara latar belakang yang berdengung menandakan ia sedang berada di dalam pusat pertokoan

Kyuhyun membeku masih memegangi handphone Kibum. Nafas Kyuhyun menderu karena emosi yang tiba tiba melanda dirinya

“namja?” bisik Kyuhyun rendah—penuh dengan penekanan, “Minnie…”

___

“thanks ya Sungmin” ujar Jungmoo penuh rasa syukur saat mereka sudah sampai di depan rumah. Jungmoo membukakan pintu, mengijinkan Sungmin masuk terlebih dahulu

“Tidak masalah, aku harap nanti dia akan suka” Sungmin ikut tersenyum melihat kebahagiaan Jungmoo—ia menaruh kantung belanjaan berisi bahan makan malam di atas meja dapur, mulai bersiap siap untuk memasak

Jungmoo mengangguk kemudian meminta ijin masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Sungmin sendirian di dapur yang sedang memotong beberapa sayur kegemaran Kyuhyun sambil menumbuk bumbu kimchi. Panci tempat merembus sayur—bergeletuk kecil menandakan air sudah mendidih, Sungmin langsung memasukkan potongan sayur kemudian menyiapkan penggorengan di kompor sebelah

Karena sudah terbiasa memasak, Sungmin dapat menyelesaikan semuanya hanya dalam waktu setengah jam. Setelah hidangan sudah siap, Sungmin melepaskan celemek sambil melihat jam di atas kulkas, “sudah jam 6. Kyu pulang jam berapa?” gumam Sungmin masih berada di dapur

Takut Kyuhyun pulang terlalu larut, Sungmin berpikir untuk menyuruh Jungmoo makan duluan—biar nanti Sungmin menyisakan makanan untuk Kyuhyun bila sudah sampai di rumah

“Jungmoo!! Makan malam sudah siap!!” teriak Sungmin dari ruang dapur

“Eh, iya Sungmin” Jungmoo duduk di meja makan yang berada satu ruangan dengan dapur—ini adalah salah satu konsep minimalis pada rumah Kyumin

“Kamu makan saja dulu, aku mau ganti baju”

“baiklah”

Jungmoo menyendokkan sayuran ke dalam mangkuk kecil lalu makan dengan lahap sedangkan Sungmin berjalan pelan—ke arah samping, tempat kamar utama berada

“Huh” Sungmin sedikit mengeluh kelelahan, ia mencari tombol stop kontak untuk menghidupkan lampu

“Bagaimana jalan jalan berduanya tadi siang, Minnie” bisik sebuah suara bernada dingin tepat di belakang tubuh Sungmin

Tekuk leher Sungmin spontan merinding, ia berbalik dan terkejut mendapat sosok Kyuhyun sedang melipat tangan di dada, matanya menyorot tajam pada Sungmin—seakan akan Sungmin sudah melakukan kesalahan yang amat fatal

Pantulan cahaya bulan, di sertai keadaan kamar yang sedikit gelap membuat sosok Kyuhyun terlihat lebih menyeramkan

“Kau sudah pulang?” suara Sungmin bergetar—bukan karena merasa bersalah tetapi lebih cenderung ketakutan

Kyuhyun tidak menjawab. Tubuhnya mematung sambil melayangkan pandangan setajam belati kepada Sungmin

“Kau” suara Kyuhyun penuh penekanan, “pergi ke mana tadi siang sama Jungmoo?”

“Ha?” kata Sungmin menganga lebar. Jadi ini toh yang membuat Kyuhyun marah besar.

“Aku cuma nganterin dia ke toko cincin di mall, Jungmoo kan ngga tahu jalan Kyu” jelas Sungmin mendesah lega—ternyata Kyuhyun hanya cemburu, Sungmin kira ada masalah serius apa sampai sampai Kyuhyun terlihat begitu marah

Sungmin tidak tahu, kalau ini masalah serius buat Kyuhyun

“Emangnya ga bisa nunggu aku pulang!” suara Kyuhyun meninggi, “kenapa harus pergi berdua?? Kamu tahu, ini bisa jadi pembicaraan orang tahu!!”

Sungmin menyerengitkan dahi, “kami tuh belanja doang, lagian aku belum selesai ngomong..Jungmoo minta pendapatku untuk membeli cincin buat tunangannya di desa!” balas Sungmin sedikit kesal—sikap Kyuhyun terlalu berlebihan sekarang, cenderung egois malah

Ketegangan di tubuh Kyuhyun sedikit memudar, “tunangan? Dia sudah punya tunangan?” tanyanya memastikan

“Iya! makanya Kyu, jangan nuduh Jungmoo terus, dia orang baik tahu” Sungmin masih berusaha mencari tombol menghidupkan lampu di sekitar dinding, “lebih baik kita berdua makan aja, ayo. Aku sudah masak sayur kesukaanmu tuh” ajak Sungmin menarik tangan Kyuhyun namun ia heran karena Kyuhyun masih mematung, “apa lagi?”

“Kau harus janji, tidak boleh pergi lagi dengan lelaki manapun kecuali aku” ujar Kyuhyun egois

“Ha?” Sekarang giliran amarah Sungmin yang meluap, “kau kenapa sih??? aisshhh sudah, aku tidak mau membicarakan hal bodoh” Sungmin melepaskan tangannya dari Kyuhyun, beranjak mau membuka pintu

BLAMM

“Jawab dulu pertanyaanku” tangan Kyuhyun menahan pintu kamar.

“Kyuhyun itu sangat tidak penting, sudah aku mau makan saja” sergah Sungmin berusaha melepaskan genggaman Kyuhyun pada daun pintu

“Tidak mau” Kyuhyun menarik tubuh Sungmin menjauh dari depan pintu dan sedikit mengangkat tubuhnya, “janji dulu, baru kamu boleh makan” ancam Kyuhyun kerepotan menahan Sungmin dalam pelukannya

“Ngga!! Kamu tuh jadi suami ego banget” karena kesal di perlakukan seperti anak kecil, Sungmin berontak—ia berbalik menghadap ke wajah Kyuhyun kemudian menarik rambutnya

“AW”

Berhasil, Kyuhyun yang kesakitan mengelus kepalanya sehingga tubuh Sungmin terbebas. Sungmin melangkah cepat ke arah pintu keluar

Tetapi

SRETTT

“Di bilang ga boleh!! Kamu jahat juga, suami sendiri di jambak!!” Sungmin lupa satu hal, Kyuhyun terlampau gesit—hanya dalam satu langkah, Kyuhyun bisa menyusul Sungmin lalu menariknya lagi agar menjauh

“Biarin aja! Biar botak kepala kamu!!” seru Sungmin makin kasar. Ia mendorong tubuh Kyuhyun dengan kedua tangan meski hal itu percuma. Kyuhyun lelaki dan tenaga Sungmin tidak seberapa di bandingkan Kyuhyun

“He? Sudah berani ngelawan suami sendiri?!” Kyuhyun sedikit menarik baju Sungmin untuk mengekang kedua tangannya agar tidak memberontak lagi.

Dari luar kamar

BUKK, PLETAKKK

“Aw”

Jungmoo yang sedang asyik asyik makan, mau tidak mau tersentak mendengar suara ribut dari kamar Sungmin. Ia meletakkan sumpit lalu berjalan ke samping.

Jungmoo mengetuk pintu kamar pelan

“Sungmin, kau tidak apa apa?” tanyanya khawatir—Jungmoo berpikiran kalut, takut kalau Sungmin terpeleset di kamar mandi. Dia kan sedang hamil muda

Tidak ada balasan

Hanya ada suara gumaman kencang yang mengimbangi teriakan protes Sungmin

“kok ada suara cowok?” Jungmoo makin panik, jangan bilang ada pencuri masuk lewat kamar Sungmin

Karena masih tidak ada tanggapan dari dalam, Jungmoo berniat mendobrak pintu kamar

“Tunggu sebentar Sungmin” bisik Jungmoo mengambil ancang ancang

Tepat saat Jungmoo mau melakukan tendangan bebas ke arah pintu, tiba tiba pintu terbuka kasar

Sungmin yang membukanya—wajahnya berantakan, nafasnya terengah engah sedangkan Kyuhyun muncul di belakang Sungmin—rambutnya amat berantakan karena habis di jambak Sungmin

“Lho? Ada Kyuhyun?” Jungmoo melirik mereka penuh selidik, “maaf, tadi aku mau mendobrak pintu soalnya aku mendengar ada suara aneh dari dalam…ku kira ada apa” ia tertunduk malu

“tidak apa apa” Sungmin mengelus dada—ia menajamkan matanya melirik Kyuhyun yang di balas dengan tatapan mengancam

“Eh Sungmin” Jungmoo terlihat salah tingkah, “itu kancing bajumu terlepas” unjuknya sambil memalingkan wajah

Sungmin terkesiap, ia buru buru mengancingkannya, “Ini gara gara kau!! ngapain sih bajuku di tarik segala?” bentak Sungmin kepada Kyuhyun

“Biarin, kamu jadi istri ngga mau nurut apa kata suami!” balas Kyuhyun masih melotot ke arah Sungmin

“Kalian” Jungmoo memandang Sungmin dan Kyuhyun bergantian. Pakaian yang agak berantakan, rambut yang terlihat tidak rapi dan nafas yang tersengal. Mendadak mulut Jungmoo membulat paham, “ah maaf..aku pasti mengganggu kalian berdua” Ia lalu menundukkan kepala, “mianhe”

“HA?” Pekik Sungmin dan Kyuhyun serempak

Bibir Jungmoo menyeringai penuh arti, “aku mengerti kok kalian memang mau berduaan bukan?” sekarang Jungmoo malah mendorong tubuh Sungmin dan Kyuhyun kembali masuk ke dalam kamar, “sudah tenang saja aku tidak akan mengganggu kok, sampai besok” sesudah berkata demikian Jungmoo lah yang menutup pintu kamar Kyumin—membiarkan Sungmin masih dalam keadaan ternganga lebar tidak percaya

“Aishhh kok dia bisa salah paham” Sungmin menggerutu, “kita lagi berantem di kira bermesraan, aneh aneh aja” ujar Sungmin dengan segera mau membuka pintu lagi

Tetapi terlambat, Kyuhyun sudah menguncinya terlebih dahulu

Pandangan kesal dari Sungmin melayang ke arah Kyuhyun, “Kyu, jangan main main..aku mau keluar!”

Kyuhyun tersenyum manis—sikap yang amat berbeda saat mereka bertengkar tadi, “mumpung orangnya udah ngijinin yah kita lakuin aja sekalian”

“Ha? Ya! Kyuhyun kau jangan AAAAA” Belum selesai Sungmin berbicara, tubuhnya sudah terangkat dalam pelukan Kyuhyun yang melangkah ke tempat tidur

Hupp, Kyuhyun menurunkan Sungmin terjatuh lembut kemudian menggesernya agar memberi tempat Kyuhyun di sebelah Sungmin

“Kyu! Kau tega memperkosa istrimu sendiri??” ungkap Sungmin masih menolak tegas. Ia sibuk memukul bagian tubuh Kyuhyun yang terbaring di sampingnya

“Eits” Kyuhyun berhasil memegang kedua tangan Sungmin—ia kembali tersenyum puas meski Sungmin masih melayangkan tatapan perang, “aku tidak mungkin memperkosamu”

“Kalau salah satu pihak tidak mau, dan kau memaksakan kehendak itu namanya permerkosaan” erang Sungmin berusaha melepaskan kedua tangannya—dan lagi lagi gagal

Alis Kyuhyun naik sebelah, “kata siapa aku memaksa?” katanya sambil mencium kening Sungmin, “dan kata siapa kau akan menolak” bibir Kyuhyun berpindah menyentuh bibir Sungmin.

“a..” suara Sungmin teredam, walaupun mati matian menolak ciuman Kyuhyun—tetapi seperti biasa, Sungmin menyerah. Dia membiarkan Kyuhyun menciumnya lebih dalam, kedua tangan Sungmin yang berada dalam genggaman Kyuhyun ikut mengendur

“Tuh kan” Kyuhyun melepaskan ciuman dari bibir Sungmin, “kamu ngga merasa terpaksa” merasa Sungmin sudah bisa tenang, Kyuhyun memindahkan tangannya ke arah wajah Sungmin yang sudah merah merona. Di elusnya perlahan lalu Kyuhyun memegangi leher Sungmin untuk mengulang ciuman sekali lagi

Dan kali ini, Sungmin tidak menolak

Ciuman itu berlangsung lama bahkan tanpa jeda

Sementara itu

Jungmoo yang sudah selesai makan, membereskan sisa sisa makanan di atas meja. Butiran nasi atau tumpuhan kuah, ia bersihkan semua. Setelah itu Jungmoo mencuci piringnya sendiri supaya tidak merepotkan tuan rumah

Ia berjinjit ketika melangkah ke kamar tamu—melewati kamar Kyumin.

Suara teriakan dari dalam telah menghilang, malah Jungmoo merasa kalau ada suara lain yang terdengar lebih halus

“Ah, itu bukan urusanku..hehehee” gumam Jungmoo terkekeh kecil, “pantesan Kyuhyun jutek sama aku, ternyata gara gara waktunya berdua sama Sungmin terpotong toh…” Jungmoo manggut manggut sendiri—bangga dengan hipotesisnya yang salah prediksi

“biarin. Dengan begini, Kyuhyun pasti baik sama aku hehehe” Jungmoo meninggalkan kamar Kyumin lalu masuk ke dalam kamar tamu untuk beristirahat mengingat besok ia akan balik lagi ke kampung halaman

***

“Pagi Jungmoo”

“Eh?” Jungmoo jelas jelas kaget, sejak kapan Kyuhyun memanggilnya dengan nuansa keakraban? Ada angin apakah ini? atau gara gara semalam. Kalau iya berarti Jungmoo tidak salah bertindak

“Pa..pagi” balas Jungmoo seraya memakai jaket tebalnya. Semua koper Jungmoo sudah tertata rapi di depan pintu. Rencananya memang setelah membeli cincin untuk calon tunangan, ia harus segera balik. Bukankah nanti adalah malam natal, waktu yang cocok di mana Jungmoo mau melamar kekasihnya itu

“Nanti kami antar, kamu sarapan dulu” kata Sungmin dari arah dapur

Jungmoo berpaling, ia membalas dengan sedikit berteriak, “ah iya”

Setelah merapikan seluruh isi kamar tamu, Jungmoo bergabung dengan Kyuhyun dan Sungmin yang berada di meja makan sedang sarapan pagi

“Jam berapa bus kamu tiba?” tanya Kyuhyun sambil sibuk mengunyah roti

“Jam 10, tetapi tenang saja…Luna nanti akan datang menjemputku jadi kalian cukup mengantarku sampai halte saja” jawab Jungmoo ramah

“Luna?” selidik Kyuhyun baru mendengar nama itu

Sungmin mengambilkan minuman hangat untuk mereka semua, “tunangan Jungmoo—kau sih jarang di rumah, makanya tidak tahu apa apa”

“Aku kan sibuk latihan” pandangan Kyuhyun menguar ke luar halaman rumah, “cuaca mendung. Benar kata Minnie, sebaiknya kami mengantarmu”

Jungmoo tertunduk penuh rasa terima kasih, “baiklah kalau tidak merepotkan”

Setelah selesai sarapan. Sungmin dan Kyuhyun berganti baju. Mereka berdua menggunakan mantel tebal dan sebuah syal panjang yang terlilit rapi di leher. Memang terlihat berlebihan, namun Kyuhyun bersikeras—takut Sungmin kedinginan saat mereka berjalan kaki nanti

“Sudah lengkap semuanya?” tanya Kyuhyun mau menutup pintu rumah

Jungmoo mengangguk

“Baik” Kyuhyun mengunci pintu lalu membantu Jungmoo menyeret koper keluar melewati pagar, “kita berangkat”

Jarak antara rumah Kyumin ke arah halte bus tidak begitu jauh. Tetapi cuaca buruk yang menjadi penghalang mereka. Angin berhembus terlalu kencang di sertai rintik rintik hujan membuat Kyuhyun mengajak Sungmin dan Jungmoo mempercepat langkah ke depan halte yang mulai bisa kelihatan dari jauh

“terima kasih sekali lagi” Jungmoo kembali menunduk dalam ketika mereka telah sampai dengan selamat di dalam halte Bus, “kalian mau menerimaku dengan baik selama 3 hari, aku harap itu tidak merepotkan kalian berdua” ujarnya

“Tidak apa apa, lain kali ajak tunanganmu ke Seoul” balas Sungmin ikut senang

“Hmm” Jungmoo tersenyum mengiyakan

TING

Sebuah bis berjalan melambat dan berhenti tepat di depan halte. Berbondong bondong orang keluar dan mulai berpencar satu sama lain. Di antara kerumunan orang, ada sesosok yeoja—berambut pirang, berbadan mungil dan wajahnya begitu ceria

Pandangan yeoja itu mencari cari ke sekeliling dan matanya tertuju ke arah Kyuhyun, Sungmin dan Jungmoo sedang berdiri. Ia tersenyum sambil terus berjalan mendekat

“Jungmoo!” Yeoja itu langsung memeluk tubuh Jungmoo, “kau kemana saja?! Janjimu hanya 2 hari, kenapa begitu lama baru kembali?” tanya yeoja itu bertubi tubi

Jungmoo tersenyum simpul, “maaf Luna, aku harus mencari sesuatu yang penting—dan itu tidaklah mudah” mata Jungmoo sedikit berkilat saat mengucapkan kalimat terakhir

“Oh iya, Luna kenalkan ini kedua temanku. Sungmin dan suaminya Kyuhyun” Jungmoo memperkenalkan mereka berdua dengan tunangannya itu

Luna menunduk formal, senyum di wajahnya makin terlihat cerah, “terima kasih kalian mau membantu Jungmoo—aku khawatir sekali karena dia tidak punya banyak kenalan di Seoul”

“tidak masalah” sanggah Sungmin enteng, “lain kali mampir ke rumah kami” ajaknya tulus

Kyuhyun mengangguk—menyetujui usul tersebut

Luna tersenyum kembali, kali ini Sungmin mengerti kenapa mereka berdua cocok—Luna dan Jungmoo sama sama orang yang tulus dan terbuka, tipe yang sangat baik

“mungkin lain kali” Luna menggandeng tangan Jungmoo, “ayo kita pulang, Adjushi dan Adjumma sudah menunggumu”

“Iya” Jungmoo berpaling kepada Sungmin dan Kyuhyun, “maaf kalau aku hanya mengucapkan terima kasih untuk kebaikan kalian dan kalau bisa” Ia merunduk—lebih dekat, sambil berbisik, “doakan aku untuk malam ini”

Sungmin dan Kyuhyun menahan senyum mendengar permintaan Jungmoo, “baiklah”

TING

Tepat setelah saling mengucapkan salam perpisahan, Bus yang akan di tumpangi Jungmoo dan Luna sudah datang—tepat jam 10

*impian terbesar Author, Bus di Jakarta juga kayak di Seoul, tepat waktu! Supaya sang author ngga telat ngampus lagi. Amin!*

Kyuhyun terlebih dahulu membantu Jungmoo menaikkan koper ke bagasi Bus, kemudian ia tersenyum tulus saat Jungmoo dan Luna melambai keluar jendela

“Ah, aku pasti akan merindukan mereka” desah Sungmin sambil keluar dari halte bersama dengan Kyuhyun

“Nanti mereka pasti main lagi” ujar Kyuhyun seraya menatap kepala Sungmin, “Minnie lihat ada putih putih di rambutmu” Kyuhyun menyingkirkan itu—tetapi gumpalan putih itu malah makin banyak, berjatuhan dari atas langit

“Salju! Salju pertama tepat menjelang malam natal!!” seru Sungmin antusias

Mereka berhenti sebentar. Menikmati hujan salju di tengah jalan. Beberapa kendaraan terhenti dan orang lalu lalang ikut berdecak kagum melihat salju lembut—seperti kapas turun menghujani sekeliling mereka

“Indah banget Kyu” bisik Sungmin masih terpukau

Kyuhyun tersenyum—ia membetulkan letak syal Sungmin lalu mengikatnya lebih rapat, “kita pulang. Kamu bisa lihat salju dari dalam rumah” ajak Kyuhyun sambil menggenggam tangan Sungmin lalu di masukkan ke dalam saku mantelnya

“Hangat” kata Sungmin terus terang

“makanya, kita buru buru pulang sebelum wajahnya ikut kedinginan” Kyuhyun mengamati Sungmin seksama, “aku lebih suka melihat pipimu memerah ketimbang pucat seperti itu”

“Hehehe, ayo kita kembali ke rumah”

Sesampai di rumah, Kyuhyun langsung menyalahkan penghangat ruangan kemudian memesan bebek peking yang sudah ia pesan khusus untuk malam natal

“Kyu! Acaranya udah mau mulai” panggil Sungmin dari ruang TV

“Sebentar” Kyuhyun masuk ke dalam kamar, mengambil selimut paling tebal lalu di bawa saat menyusul Sungmin yang duduk di atas sofa

“Begini akan lebih hangat” ujar Kyuhyun menyelimuti kaki Sungmin dan kakinya sendiri. Sekarang mereka berdua bersiap siap menonton acara kesukaan Sungmin

Kyuhyun dan Sungmin menghabiskan malam natal dengan tangisan penuh haru ketika sedang menonton telenovela, sehabis itu menghabiskan 7 porsi bebek peking utuh yang sengaja di pesan Kyuhyun sebagai kado natal untuk Sungmin

Kyuhyun hanya kebagian satu ekor, 6 lagi di habiskan Sungmin seorang diri

Setelah itu menikmati hujan salju sambil bergelung hangat di atas tempat tidur.

“Minnie”

“Hmm”

Kyuhyun tersenyum lembut lalu mencium kening Sungmin, “Merry Christmas”

Sungmin menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun—masih terpesona melihat salju dari balik jendela, “Merry Christmas Kyuhyun”

Jauh, berkilo kilo meter dari sana, di sebuah padang rumut yang asri ada sepasang kekasih sedang berdiri. Sang lelaki—bersikap gugup sambil mengeluarkan sebuah kotak dari balik kemeja. Ia menarik nafas panjang lalu berkata, “Luna…aku mencintaimu—kau sudah tahu itu, tetapi biarkan aku mencintaimu seumur hidupku, sebagai seorang istri.” Jungmoo merunduk. Sekarang jantungnya tidak beraturan ketika mengulurkan cincin dengan tangan kanannya, “maukah kau menikah denganku?” pintanya lembut

Sang gadis menutup mulutnya—terkesiap tidak percaya. Ia tidak bisa mengeluarkan kalimat apapun, akhirya Luna hanya bisa mengangguk menyetujui lamaran Jungmoo

Jungmoo memasangkan cincin itu ke dalam jari manis kemudian membawa Luna ke dalam pelukannya, “ini kado terindah di hari natal untukku” bisiknya terharu

Luna mengalungkan tangan di punggung Jungmoo—ia membalas pelukan dengan begitu erat, “aku juga..kaulah kado natal itu Jungmoo” balas Luna bahagia

TBC

19 responses to “≈No Other Like U-Thirty Eight-{Christmas Eve}≈

  1. 🙂 cmburuan ih si
    kyu hahaha
    jungmoo baek y🙂 mw deh jd istri dia g dpt kyu jungmoo pun jd hahaha
    it luna fx kah?

  2. tuh kan jungmo baik, si kyu curigaan nih.
    tapi itu tanda cinta(?)
    hidup minnie jadi lebih bahagia pas nikah ama kyu.
    seneng kalo liat kyumin bahagia kaya gitu🙂
    apalagi kalo nanti anak mereka lahir aduhh pasti tambah bahagia keluarga kecil mereka.
    ternyata bu tukinem perhatian juga ya?
    bu tukinem juga sayang ke minnie walau minnie sering buat bu tukinem marah marah tapi bu tukinem sayang sama minnie.
    aduh ga nyangka deh bu tukinem baik gitu🙂

  3. Untung jungmo salah paham. Coba kalau kagak makin panjang tuh berantemnya Kyumin hahahaha

    Ternyata Jungmo sama Luna…. Selamat!!

  4. Kyu cemburunya gk ketulungan dech.. Haduuuh emang suami super over protectif.., kyu kelabakan bgt ngadepin sikap cemburuannya ke minnie Kekeke😀

    Suasana malam natal yg romantis, ditemani salju pertama.. So sweet🙂

  5. sumpah… aku salah baca T.T
    aku kan terus ikutinn nih… yg itu nafigasi tulisan. ternyata bukan itu..
    sumpah… langsung bleng… pantas gak ngerti… T.T
    mianhae… aku bca dua cerita skaligus.. T.T

  6. maaf untuk koment gaje yg sebelumnya… sumpah berasa jadi keledai.. ku pikir mash flashback… aaaaa… bener2 lngsung bleng…

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s