≈No Other Like U-Special Part≈

“Hueee” Chulie menangis sambil berlari kepelukan Kyuhyun

“sudah sudah, kau jangan menangis lagi Heenim” bujuk Kyuhyun, ia mengelus tubuh Chulie yang bergetar hebat

Chulie menangkat wajahnya—kedua mata masih sembab akibat terlalu banyak keluar air mata, “habis mereka selalu menjahatiku kalau tahu kita bersama” Chulie merengut menatap Kyuhyun, “mereka suka padamu tahu!” dengusnya kesal

Kyuhyun membulatkan mata tidak percaya, “Jinja? Ah aku tidak peduli” Kyuhyun kembali memeluk tubuh Chulie hangat, “aku akan selalu bersamamu, kan kita kembar” janji Kyuhyun sambil menggandeng tangan Chulie masuk ke dalam kelas

Chulie kembali tersenyum senang dan mengayunkan tangan mereka berdua. Ia mendelik sombong ke arah cewek cewek yang menjahati tadi sambil memamerkan genggaman tangan Kyuhyun, “dia milikku tahu!! Weeee” ejek Chulie menarik kelopak mata kebawah

Kumpulan cewek cewek itu melipat tangan di dada, mereka tidak berani membalas ucapan Chulie karena Kyuhyun melayangkan tatapan diam ke arah mereka

Siapapun yang melihat Kyuhyun dan Chulie pasti mengira sepasang kekasih

Bahkan sejak mereka SD—seperti sekarang.

Chulie sering di kerjai oleh para cewek penggemar Kyuhyun, tanpa peduli berapa kali Chulie bilang bahwa Kyuhyun adalah saudara kembarnya

“Kalian tidak mungkin saudara kembar! Wajah kalian tidak mirip!” sergah salah satu pemimpin geng itu sambil menjambak rambut panjang Chulie

Chulie hanya bisa menangis, untung saja Kyuhyun mencari Chulie saat snack time. Betapa terkejut Kyuhyun mendapati Chulie basah kuyup sedang menangis di pojok kamar mandi

Semenjak itu Kyuhyun benar benar menjaga Chulie—dia tidak peduli jika semua orang mengira mereka benar benar berpacaran walaupun masih sekecil ini

Chulie dan Kyuhyun saling menjaga

***

“anak anak, sekarang kita membuat karangan tentang orang yang paling kita sayang…bisa orang tua, bisa sahabat atau” telunjuk Bu Guru menari nari di depan kelas, “kalian sudah punya orang yang di sukai?? Ayo ngaku??” godanya

Serentak sebagian murid di kelas itu menjerit tertahan lalu melirik ke meja Kyuhyun bersamaan

Kyuhyun sedang tertidur sedangkan Chulie yang duduk di sampingnya—memainkan rambut Kyuhyun lalu mengikat kecil di puncak kepala

Bu Guru bertolak pinggang melihat kedua muridnya itu, “Kyuhyun bangun!!!! Kamu juga Chulie!! Jangan malah jahil” tegurnya

Kyuhyun mengangkat wajah, mengelap lendir dari mulut dengan rambut terkuncir satu di samping membuat Chulie terkekeh senang

Beberapa murid perempuan cemburu melihat keakraban mereka, tetapi kali ini mereka tidak bisa berbuat jahat lagi. Kyuhyun selalu bersama Chulie

Setelah menegor mereka, Bu Guru kembali ke topik pembicaraan, “nah kalian mulai dari…sekarang!” ia melihat arloji di tangan—semua murid serempak mengambil alat tulis. Beberapa dari mereka ada yang bersemangat menulis, ada juga yang bermalas malasan

Hanya 15 menit waktu yang di berikan

Bu Guru berkeliling mengambil semua karangan mereka, memberi nilai lalu mengembalikan ke tempat masing masing. “ada yang maju? Membacakan hasil karangannya?” mata Ibu Guru menyapu ke sekeliling ruangan, tampak anak kelihatan malu malu

“tidak ada?” tanya Ibu Guru pura pura kecewa

Kyuhyun mengacungkan jari, “saya mau bu!” serunya

Semua mendadak menoleh ke arah Kyuhyun, beberapa murid terkikik kecil ada pula yang melihat kagum, maklum untuk ukuran anak kecil—maju ke depan kelas adalah hal yang perlu keberanian besar

Kyuhyun mengangkat tinggi tinggi kertas putih lalu mulai membaca

“Aku paling sayang dengan Heenim”

Baru baris pertama, bunyi komentar yang tidak sedikit

Semua murid menatap tajam ke arah Chulie, sedangkan empunya nama hanya tersenyum bangga sekaligus terharu. Kyuhyun bukanlah orang yang bisa mengungkapkan sesuatu dengan jelas dan inilah adalah pertama kali ia berbuat begitu

Kyuhyun membuka mulutnya lagi, “kami selalu bersama sama sejak lahir—tidak terpisahkan”

Penjelasan Kyuhyun membuat sekelas tercengang

“Mereka betul betul kembar?” Bisik bisik anak sekelas

“Sejak dulu, Heenim menjagaku, bukan sebagai adik tetapi teman sepermainan..walau..” Kyuhyun melayangkan tatapan kesal bercampur gemas ke arah Chulie, “ia suka sekali menyuruhku ini itu” sindir Kyuhun

Chulie tertawa kencang

“ssttt” bisik teman temannya ingin mendengar kisah Kyuhyun lebih lanjut

Wajah Kyuhyun terangkat ke atas, “kami sama sama melengkapi, Heenim adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat sedangkan ia selalu bilang aku sangatlah tampan” narsis Kyuhyun keluar

Tetapi sekelas tidak ada yang bisa menyanggah

Kyuhyun dan Chulie memang terlalu sempurna jika menjadi pasangan

Kyuhyun berdeham menahan batuk lalu melanjutkan ucapannya, “aku belum pernah bilang ini sebelumnya tapi….” Kyuhyun melipat kertas karangan terbagi dua lalu melayangkan tatapan menakutkan ke seluruh kelas, “Aku akan selalu bersamanya” janji Kyuhyun sambil melangkahkan kaki duduk kembali

Chulie menyambut Kyuhyun dengan sukacita lalu mengalungkan kedua tangan di lengan Kyuhyun—kepalanya bersandar lembut di bahu, “terima kasih…MyKyu” bisiknya bahagia

Kyuhyun tersenyum membalas ucapan Chulie, “sama sama Heenim”

Bu Guru hanya bisa menggeleng geleng lelah. Bukan pertama kali, Kyuhyun dan Chulie bersikap seolah olah mereka hanya berdua di dunia ini—tidak lebih. Kyuhyun hanya mau bermain dengan Chulie begitupun sebaliknya

Bukan hanya teman sekelas yang mereka acuhkan namun juga kedua orang tua. Entah sudah berapa kali Donghae mencoba memisahkan Kyuhyun dari Chulie supaya mereka bisa belajar mandiri—tetapi yang ada Chulie terus merengek lalu jatuh sakit berikutnya Kyuhyun yang demam dua hari

Mereka begitu unik karena mereka anak kembar

Entah berapa kali, Chulie bisa menebak dengan tepat keinginan Kyuhyun saat ulang tahun, atau betapa Kyuhyun tahu kelemahan Chulie yang terlalu memuja kecantikan sehingga pada saat mereka berumur 6 tahun, Chulie berani meminta ulang tahun di rayakan berbeda dari Kyuhyun

Waktu itu Kyuhyun sempat tidak mengajak ngobrol Chulie selama 2 bulan—ia sakit hati karena mengira Chulie sudah tidak sayang lagi terhadapnya, namun saat Kyuhyun mendengar alasan Chulie, ia tertawa keras

“Ya Tuhan Heenim” Kyuhyun menggeleng tidak percaya, “kenapa kau segitu ingin terlihat muda sih?” Chulie menggembungkan pipinya—pura pura marah, “tua itu menakutkan tahu” elaknya

Mereka selalu bersama sama, ya selalu—hingga suatu saat…

SMP St Yohanes

“KITA TIDAK SEKELAS!” Teriakan Chulie di tengah papan pengumuman begitu kencang, tidak sedikit para orang tua dan murid baru tercengang melihat Chulie

Chulie masih melotot—shock, Kyuhyun menunduk sedih. Baru kali ini mereka terpisahkan setelah selama 13 tahun bersama

“tenang Heenim, kita masih ketemu pas jam istirahat kok” hibur Kyuhyun sambil menarik tangan Chulie menjauh, “tidak akan ada apa apa” Chulie terpaksa menyanggupi keadaan ini meski dengan berat hati

___

Hari pertama sekolah merupakan hari terburuk bagi mereka berdua, Donghae dan Eunhyuk saja sampai heran melihat kedua anaknya pergi tanpa semangat sambil menunduk lesu. Mereka baru tahu alasannya saat melihat kertas penerimaan murid baru di meja belajar Chulie

“Apa kita minta sama pihak sekolah untuk membuat mereka sekelas?” tanya Eunhyuk ikut sedih, ia takut jika Chulie dan Kyuhyun jatuh sakit lagi seperti dulu ketika Donghae memisahkan kelas mereka berdua di SD

Donghae duduk di tempat tidur Chulie, ia melengkungkan punggung agar bisa berbicara lebih dekat dengan Eunhyuk, “tidak sayang..biarkan, mereka tidak mungkin selamanya begitu?” Ia menatap foto Chulie yang tersenyum manis sambil menggandeng Kyuhyun saat mereka bermain di taman, “mungkin ini langkah awal supaya mereka mulai bisa berinteraksi dengan orang lain” Donghae mencoba optimis meski dalam hati ia juga khawatir

“Nanti aku akan datang” janji Kyuhyun, Chulie mengangguk—masih tidak bersemangat. Beberapa murid di kelas Chulie menatap Kyuhyun penasaran, mereka terkikik pelan ketika Kyuhyun beranjak pergi ke seberang

Chulie mengedarkan pandangan lesu dan menempati kursi yang pertama kali ia temui

“Kau mau duduk bersamaku?” suara seorang yeoja membuyarkan lamunan Chulie, “eh?” Chulie mendongak—ia terperangah melihat teman sekelasnya yang ramah, “boleh” Perempuan itu mengantar Chulie ke tempat duduk di sebelahnya

“Aku Seung Ri, kau siapa?” katanya sambil mengulurkan tangan, Chulie tersentak—belum pernah ada teman wanita yang bersikap baik kepada Chulie, biasanya mereka selalu jahat apalagi menyangkut Kyuhyun

“Aku…aku Chulie” kali ini dia mencoba tersenyum, ‘mungkin aku bisa berteman dengan Seung Ri’ batin Chulie mulai lega

Mereka bisa mengobrol santai hingga tak terasa bel pelajaran pertama telah berbunyi. Chulie membuka buku sambil tidak berhenti tersenyum, ternyata tidak seburuk itu di kelas sendirian tanpa ada Kyuhyun

TENG TENG

“Heenim” panggil Kyuhyun dari pintu luar, Chulie masih asyik berbincang dengan Seung Ri—karena merasa di acuhkan, Kyuhyun masuk ke dalam dan duduk di depan Chulie, “mau ke kantin bareng ngga?” ajaknya

Seung Ri dan Chulie menoleh, mereka berdua sama sama tersenyum lebar hingga Kyuhyun mendelik curiga, “ada apa?” ketusnya

“Ngga, aku baru berbicara tentang kamu sama Seung Ri” Chulie menarik lengan Kyuhyun, “Seung Ri, ini Kyuhyun—kembaranku, Kyu..ini Seung Ri….teman pertamaku” kata Chulie mengenalkan mereka berdua

“Kyuhyun” katanya asal asalan, ia malah bersikap dingin terhadap Seung Ri, “jadi kau tidak mau ke kantin bersamaku” nada Kyuhyun agak sedikit membentak

Chulie merengut kesal namun ia akhirnya paham jika Kyuhyun cemburu terhadap Seung Ri, “ayo….maaf..aku duluan ya” sahut Chulie sambil cepat cepat mengajak Kyuhyun keluar sebelum ia meledak

“Dia baik Kyu” bisik Chulie merasa bersalah, ia mengamit lengan Kyuhyun berusaha membujuknya, “tapi aneh Heenim—aku tidak suka pada teman barumu” elak Kyuhyun masih marah

“Hahaha, bilang saja kau cemburu, tenang saja kau akan selalu menjadi orang nomor satu untukku” Karena Chulie bisa tersenyum lagi, Kyuhyun mengalah—mungkin benar jika ia benar benar cemburu

Selama 3 bulan, sikap Chulie berubah. Dia selalu memuji Seung Ri di depan Kyuhyun, di depan Donghae dan Eunhyuk. Mereka ikut senang karena ini pertama kali Chulie memiliki teman perempuan yang baik hati

Namun perubahan sikap Kyuhyun masih sama, entah kenapa dia tidak menyukai Seung Ri—bukan karena dia sister complex atau apalah yang di bicarakan oleh kedua orang tuanya, namun…firasatnya mengatakan lain,

Kyuhyun sedang bermain PS 2 saat bunyi gemuruh anak tangga terdengar hingga ke dalam. Kyuhyun sendiri tidak tertarik melihat siapa yang datang—Chulie sudah memberitahunya kalau ia akan mengajak Seung Ri menginap di rumah

Suara tawa dan cekikikan ala perempuan itu membuat Kyuhyun kesal, ia sengaja membesarkan volume TV untuk menyindir mereka berdua

CKELK

“Kyu” panggil Chulie—kepalanya menyembul sedikit

“hmm” gumam Kyuhyun

Sekarang Chulie membuka pintu lebih lebar, ia mengajak Seung Ri masuk ke kamar Kyuhyun, “Wow rapi banget ya” puji Seung Ri kagum

Kyuhyun mendelik angkuh lalu kembali konsentrasi bermain, “biasa aja” balasnya ketus

Mendengar itu Chulie diam diam mencubit pinggang Kyuhyun hingga ia meringis kesakitan, “Ya! Kau kenapa Heenim!” kata Kyuhyun sengit

Chulie melayangkan tatapan mengancam, Kyuhyun menghela nafas sebentar, “iya iya, selamat datang Seung Ri” kali ini Kyuhyun berusaha keras berbicara dengan nada lebih halus

Seung Ri tersenyum sumringah lalu ikut duduk—bergabung di bawah bersama Chulie dan Kyuhyun, “kamu di sini dulu, aku mau mandi” Chulie bangkit berdiri lalu meninggalkan mereka berdua, “baik baik sama dia Kyu” ulas Chulie sebelum keluar kamar

Karena sudah tidak ada Chulie, Kyuhyun bersikap seperti biasa—ketus dan tidak peduli

Seung Ri menggeser tubuhnya agar berdekatan dengan Kyuhyun, “Seru ya?” tanyanya

“gw kasih tahu lo juga belum tentu ngerti, sana pergi keluar” usir Kyuhyun kasar—masih menatap lurus ke arah TV

“Ngga mau! lagian baru kali ini aku bisa ngobrol sama kamu” ucap Seung Ri senang

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar itu, tetapi ia menggeleng cepat—sudah rahasia umum jika Kyuhyun tidak dekat dengan siapapun kecuali Chulie, kembarannya

“Terus?” balas Kyuhyun mencoba ramah

Seung Ri mengulum senyum dan masih menatap Kyuhyun dari samping, “kamu ngga takut terlalu dekat dengan Chulie?”

“kenapa harus takut?” tanya Kyuhyun semakin tidak mengerti maksud Seung Ri

“Yahh” Seung Ri mengangkat bahu, “nanti kalau kamu punya pacar—dia bisa cemburu dong”

“Gw belum punya pacar, dan satu lagi kalau sampai pacar gw cemburu sama Chulie” Kyuhyun akhirnya menoleh ke arah Seung Ri, “lebih baik dia gw putusin” kata Kyuhyun tegas

“Ha? Kamu yakin?” Seung Ri separo tersenyum sinis, “cewek mana yang tidak cemburu melihat kedekatan kalian berdua”

Kyuhyun menarik nafas dalam, tangannya melepas stick PS lalu mengubah posisi duduk berhadapan langsung dengan Seung Ri, “maksud omongan lo itu apa?” tanya Kyuhyun to the point

Senyum Seung Ri makin lebar, “ngga apa apa, kalau aku sih ngga akan cemburu sama Chulie” tukasnya sambil menatap penuh arti

Kedua alis Kyuhyun tertekuk—tetapi sesaat kemudian matanya melebar, ia mengerti maksud Seung Ri

“Tapi sayang…” Senyum sinis Kyuhyun terkuar, “gw ngga suka sama lo” setelah selesai mengatakan itu Kyuhyun duduk seperti biasa lalu bermain PS—seolah olah tidak terjadi apa apa

Sorot mata Seung Ri berubah marah, ia menghentakkan kaki lalu keluar seraya membanting pintu kamar Kyuhyun dengan kencang

Kyuhyun sendiri terlihat cuek, ternyata pikirannya selama ini benar—tuh cewek emang ada maksud khusus kenapa cepat akrab dengan Chulie

“KYUHYUN!!” Sekarang giliran Chulie yang masuk, membanting pintu lalu berkacak pinggang di antara TV dan Kyuhyun

“Minggir Heenim, game lagi seru nih” elak Kyuhyun tanpa berani menatap Chulie—pasti Seung Ri udah ceritain semuanya

“Kau??” Chulie mematikan TV serta PS lalu duduk di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun terkejut karena Chulie menangis

Chulie menangis dan ini karena Kyuhyun.

“ada apa?” tanya Kyuhyun berusaha menghapus air mata di wajah Chulie, tapi sayang—Chulie langsung menepisnya, “kau apakan Seung Ri?? Kau tahu dia pulang karena sakit hati sudah di hina olehmu!!!!” jelas Chulie di antara isak tangis, “aku tahu…kau masih belum bisa menerima kalau kita terpisah…tapi….” Chulie tidak tahan lagi, ia bersandar di dinding, “baru kali ini aku punya teman….bisa tidak kau tidak merusaknya”

Mulut Kyuhyun ternganga lebar, “aku?” tunjuk Kyuhyun ke dirinya, “menghina dia??? Heenim!! Itu tidak benar?!! Kau tidak tahu cerita sebenarnya!!” bentak Kyuhyun tidak terima

Chulie menatap tajam, “aku tahu!!! Kau bilang pada Seung Ri supaya menjauh dariku bukan?? Katanya kau tidak senang ada orang lain, karena kita kembar!!!!” tukas Chulie tidak mau kalah

“Dia?!!!” Kyuhyun memejamkan mata—menahan amarah, “dia mengadu domba kita Heenim!! Dia sakit hati karena aku menolaknya!!! Wanita itu mendekatimu hanya karena dia menyukaiku!!!” Kyuhyun menumpahkan semuanya—tetapi Kyuhyun terkejut karena Chulie malah menatapnya curiga. Chulie berdiri, ia membuka pintu tanpa menoleh ke arah Kyuhyun, “aku tidak akan berbicara padamu….menemuimu..hingga kau mau berbicara jujur” kemudian Chulie menutup pintu

Hati Kyuhyun sakit, bagaimana bisa Chulie lebih percaya pada orang yang baru dia kenal selama tiga bulan, ketimbang saudara kembarnya sendiri. Apakah Chulie tidak ingat kalau Kyuhyun adalah orang yang tidak mungkin tega membuat Chulie menangis, sejak dulu Kyuhyun lebih senang mengalah di banding melihat Chulie menderita

Namun sekarang? Semuanya berubah

“ARGHHHHH” Teriak Kyuhyun frustasi

***

Chulie membuktikan semua ucapannya. Semenjak hari itu dia tidak mau berangkat sekolah bersama Kyuhyun, bahkan tidak mau berada di ruangan yang sama jika Kyuhyun ada di sana. Kyuhyun membiarkan itu karena mengira pada akhirnya Chulie juga tahu kebenarannya—tetapi semua justru lebih parah sekarang

Chulie benar benar membenci Kyuhyun

Semenjak peristiwa itu, Seung Ri menjauhi Chulie—dia bahkan pindah tempat duduk dan mulai menggosipi Chulie di belakang.

Chulie menumpahkan semua kesalahan itu kepada Kyuhyun—tidak jarang Donghae dan Eunhyuk terpaksa memisahkan mereka berdua saat bertengkar hebat di lantai atas. Kedua orang tua ini sedih melihat kedua anaknya malah terpisah serta bersikap buruk satu sama lain

“Tahu begini, aku akan mengikuti saranmu untuk meminta mereka tetap sekelas” lirih Donghae putus asa

__

Pagi pagi benar di sekolah—tepatnya di ruang kelas Chulie ada dua orang perempuan yang baru saja selesai melakukan piket lalu duduk sambil membicarakan sesuatu

“Huh…padahal tinggal sedikit lagi” desah seorang yeoja sambil menopang dagu—membayangkan seseorang, “padahal aku yakin bisa mendapatkan Kyuhyun”

Yeoja lain tertawa mengejek, “makanya jangan terlalu cepat! Kamu harus pelan pelan dulu, ini belum apa apa malah sudah main nembak” sindirnya

Yeoja itu cemberut dan kembali melamun, “ternyata percuma dekat dengan Chulie…aku kira jika aku mengajak cewek itu berteman baik..Kyuhyun akan memandangku lalu kami bisa berpacaran!!!” Ia melemas saat tahu rencananya gagal total, “ternyata aku gagal!” bisiknya menyesal

Temannya terkikik keras, “tidak apa apa..paling tidak kau berhasil menghancurkan hubungan mereka, tahu tidak kudengar sampai sekarang Chulie tidak berbicara lagi dengan Kyuhyun” katanya sedikit berbisik

Yeoja itu menarik ujung bibir ke atas, “aku!! Biar tahu rasa mereka berdua!!! Siapa mereka? Enak saja…Chulie yang sok cantik, huh sedangkan Kyuhyun yang tampan..pintar la la la… hahaha…”

Sekarang mereka berdua saling menertawakan Kyuhyun dan Chulie

“Seung Ri” suara lemah itu berasal dari ruang kelas

Salah satu dari Yeoja itu menoleh—ia terkejut mendapati Chulie sudah menatapnya tajam sambil menangis. Tetapi Seung Ri malah menyeringai, “ada apa Chulie cantik….” Ejek Seung Ri kasar

Dia tidak peduli jika sekarang Chulie sudah tahu kedoknya

“Kau?!” Chulie berjalan menghampiri meja mereka berdua lalu menampar wajah Seung Ri, “Benar kata Kyu, kau tidak pantas di jadikan teman” bisik Chulie marah

Seung Ri yang tidak terima, langsung menjambak Chulie. Sekarang mereka saling bergulat di lantai sambil memukul kasar. Chulie berhasil melukai Seung Ri lebih parah sebelum teman Seung Ri berhasil memisahkan tubuh merke berdua

“Awas kau!!!!” ancam Seung Ri sambil menunjuk tajam ke arah Chulie

“Kenapa kau mau melapor guru?? Lapor saja aku tidak peduli!!!” Chulie tersenyum licik lalu duduk di bangkunya karena sekarang ruangan sudah mulai ramai dengan murid murid lain

Seung Ri betul betul tidak terima, ia terus menatap wajah Chulie yang malah asyik bersiul kecil lalu belajar seperti biasa, “aku harus balas dendam” geram Seung Ri sambil memegang kuat pena di tangan

TENG TENG

Chulie tersenyum, ia mau meminta maaf kepada Kyuhyun sekarang. Ia keluar dengan melangkah ringan—kepalanya mendongak ketika melihat Kyuhyun juga sedang berjalan ke arahnya

“Kyu!!!” teriak Chulie yang berlari kencang lalu berhambur memeluk Kyuhyun, “ada apa ini?” tanya Kyuhyun heran

Chulie mengayunkan tubuhnya, ia tidak peduli kalau semua siswa menatap aneh kepada mereka, “aku mau minta maaf” jelas Chulie setelah puas memeluk Kyuhyun

“Soal?” selidik Kyuhyun

“Seung Ri, maaf aku harusnya lebih mempercayaimu” kata Chulie tulus

Kyuhyun tersenyum lega, “ku bilang juga apa!! Sekarang aku minta ganti rugi!! Karena sudah dijadikan tersangka” nada suara Kyuhyun sedikit bercanda, ia bertolak pinggang di depan Chulie

Chulie tersenyum lalu memasukkan salah satu tangannya ke dalam lengan Kyuhyun—merangkulnya, “aku akan mentraktirmu makan di kantin selama 3 bulan, bagaimana?” ajaknya

“setuju!” mereka berdua berjalan ke kantin tanpa tahu seseorang menggeram dan sudah menyiapkan rencana untuk Chulie

Pulang sekolah

“aku tidak bisa mengantarmu, nanti siang ada latihan basket dengan siswa sekolah lain” ujar Kyuhyun pelan—padahal mereka baru saja berbaikan

Chulie menggeleng, “tidak apa apa, aku bisa pulang sendiri…aku duluan Kyu” kata Chulie melambai ringan sambil keluar dari gerbang sekolah

Dari ujung jalan, di mana Chulie biasa berbelok ke arah rumah, ada segerombolan cewek menunggunya sambil melipat tangan di dada

“Hai cantik” suara Seung Ri menganggetkan Chulie, “ngapain lo? Mau gw pukul lagi?” balas Chulie marah, namun ia terperangah saat satu persatu teman Seung Ri berkumpul—memojokkan Chulie di dalam gang sempit

“Nah sekarang siapa yang mau lo pukul? Hah” seringai kejam Seung Ri terang saja membuat Chulie ketakutan

Mereka berenam sedangkan Chulie hanya seorang diri

Ini gawat

Seung Ri berjalan mendekat dan mengelus rambut Chulie yang panjang, “rambut lo…bagus banget, boleh minta ngga?” tanyanya

Chulie langsung menggeleng, ia menggenggam tas erat—siapa tahu Chulie bisa memukul mereka menggunakan itu jika keadaan terdesak

“sayang sekali” Seung Ri menjambak rambut Chulie lalu memberi isyarat kepada temannya di belakang agar mengambilkan gunting, “sekarang siap untuk transformasi baru?” tanyanya melembutkan suara tetapi terdengar memuakkan bagi Chulie

“TIDAK!!!” teriak Chulie, ia berharap Kyuhyun datang sekarang juga

“Oh,,,,putri bisa marah juga” beberapa teman Seung Ri tertawa, tanpa aba aba dia memotong rambut Chulie berantakan, teman temannya membantu memegang Chulie selagi Seung Ri berusaha membuat rambut Chulie lebih pendek

“Nah lebih bagus bukan!” Seung Ri membuang rambut Chulie ke jalan

Chulie terperosok, ia menangis kencang.

“sudah tidak usah menangis, itu belum seberapa dibandingkan rasanya patah hati dan hinaan adikmu itu!!!” mereka semua belum selesai, Seung Ri berjalan mendekat, ia menegakkan kepala Chulie, “wajahmu terlalu cantik—bagaimana kalau ku rusak sedikit” bisik Seung Ri jahat

“Tidak…jangan….” Isak Chulie mulai memohon

Seung Ri menyeringai licik, ia melayangkan kepalan tangan tepat di wajah Chulie—mau memukulnya

“Hei” suara orang asing—dari luar gang menghentikan serangan Seung Ri, “kalian sedang apa?” tanyanya mendekat

Chulie bernafas lega—paling tidak dia bisa meminta tolong terhadap orang itu

Teman teman Seung Ri bergerombol dan menutup sosok Chulie di belakang, “tidak ada urusan denganmu, sana pergi” usirnya

Yeoja itu mendelik dan berusaha melihat sosok wanita yang menangis di belakang, pandangannya teralih ke jalan—dimana bertebaran rambut hitam tebal, rambut Chulie, “kalian apakan dia??” tanya yeoja itu, dengan gesit ia memberontak ke barisan mereka dan menemukan Chulie sedang terisak dengan rambut acak acakan

“Ya Tuhan” Ia beralih ke arah Seung Ri, “kau tega sekali!!!” hardiknya

Seung Ri mengedikkan bahu tidak peduli, “sebaiknya kau pergi jika tidak mau bernasib sama seperti dia” ancamnya
“ha? Kau mau memotong rambutku juga?” ia tertawa lebar, “lihat saja rambutku pendek begini, apanya yang mau di potong…lagipula” sekarang ia membantu Chulie agar berdiri, “aku tidak butuh salon gratis” jelasnya lagi

“Kau mau menolongnya?” Seung Ri bertatapan dengan yang lain, mereka tertawa sinis, “jangan harap! Kalian cuma berdua sedangkan kami huh”

Yeoja itu tetap memapah Chulie, ia malah mengambilkan tas yang terjatuh, baru setelah itu memalingkan wajah ke Seung Ri, “kata siapa..sebentar lagi polisi akan lewat dan menangkap kalian” Yeoja itu tersenyum lebar, “sebaiknya kalian lari dari sekarang daripada tertangkap” usulnya tegas

“Kau jangan bera…..” Seung Ri menunjuk tepat di wajah Yeoja itu

WIIINGGGGGG

Yeoja itu melihat jam tangan, “sebentar aku bisa hitung mundur….1…..

WINGGGGGG

Suara itu makin mendekat

“2…..”

Seung Ri bisa melihat jika Yeoja itu tidak main main, bunyi sirene itu terdengar semakin dekat ke sini

“Kau?!! Kali ini kau beruntung Chulie!!!” Seung Ri dan teman temannya mengambil tas lalu berlari tergopoh gopoh, saling memencar untuk menyelamatkan diri

WINGGGGGGGGG

Chulie tersenyum bersyukur, “aku tidak tahu kau sempat memanggil polisi”

Yeoja itu membersihkan sisa sisa rambut Chulie dari bahu, “tidak itu bukan polisi kok” jawabnya tenang

“Lah?” Dahi Chulie berkerut, “terus itu apa?”

WINGGGGGGGGGGG….

Sebuah mobil keliling penjual es krim terhenti di depan gang, sopir itu keluar lalu melambai ke arah Yeoja itu yang langsung di balas dengan berteriak, “AKU MAU ES KRIM COKELAT SATU DAN…” Ia menoleh ke Chulie, “kau suka rasa apa? Aku traktir deh” tawarnya

Chulie yang masih bingung hanya menjawab seadanya, “aku suka strawberry”

“Hmm,,,, STRAWBERRY SATU LAGI!! JADI DUA!!” teriaknya

Sang Penjual memberikan jempol dan mulai membuatkan pesanan, “yuk keluar, kau tidak apa apa?” tanyanya sambil memastikan keadaan tubuh Chulie

“tidak..tapi” Chulie masih penasaran, “kenapa bisa…”

Yeoja itu terkekeh senang, “aku memang sering menunggu tukang penjual es krim itu di gang ini setiap hari setelah pulang sekolah..dan soal bunyi sirene polisi itu—entah” ia menjelaskan panjang lebar, Chulie ikut tersenyum karena keadaan sudah aman, “tanya saja kepada penjual langsung” sambung Yeoja itu

Mereka mengambil dua cup eskrim lalu makan di depan gang, “siapa namamu?” tanya Chulie

Yeoja itu melahap es krim sekaligus, hanya dalam dua suap cup di tangannya sudah kosong, “pak satu lagi!!!” pesannya, ia menengok bingung karena Chulie masih menunggu jawaban darinya

“Ah iya, nama!! Aku Sungmin, Lee Sungmin” ucap Yeoja itu ramah, “Kau?” tanyanya balik

“Aku Heechul, tetapi aku lebih senang di panggil Chulie”

“kau juga bisa memanggilku Minnie” balas Sungmin semangat

Setelah menunggu Sungmin menghabiskan cup ke 7, mereka pulang bersamaan. Sungmin sengaja mengantar Chulie hingga ke depan rumah karena khawatir jika cewek cewek itu masih ada di sekitar sini

“Sekarang kau sudah aman, sampai jumpa” sahut Sungmin hendak pergi menjauh, Chulie menahan lengan Sungmin lalu memeluknya, “terima kasih” bisik Chulie terharu

“sama sama” Sungmin membalas pelukan Chulie, “kalau kau butuh aku…aku selalu ada di depan gang itu setiap jam pulang sekolah, nanti kita bisa makan es krim bareng” tawar Sungmin sambil merenggangkan pelukan hangat Chulie

“Iya…aku pasti mampir” janjinya

Sungmin keluar, masih melambaikan tangan sebelum berbelok ke arah jalan besar. Dan seperti bisa di tebak, Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun tercengang melihat keadaan Chulie—mereka langsung menghubungi kepala sekolah untuk bertemu besok. Kyuhyun bahkan sengaja tidur bersama Chulie—ia berkali kali ikut merasa bersalah karena membiarkan Chulie pulang sendirian tadi

Sekolah langsung gempar. Donghae berteriak keras di depan Kepala Sekolah, meminta semua anak anak yang ikut terlibat menyiksa Chulie di keluarkan. Jika tidak dia akan memasukkan masalah ini ke koran nasional. Maklum saja, Donghae termasuk pengusaha terkenal di bidang tekstil, bukan perkara susah baginya membuat nama sekolah ini rusak dalam hitungan menit

Kepala sekolah yang ketakutan langsung menyuruh Chulie memberitahukan siapa saja mereka dan langsung mengeluarkan satu geng itu tanpa memanggil orang tua terlebih dahulu

Masalah sudah selesai, tetapi tidak bagi Chulie. Dia bosan selalu menjadi korban bullying di sekolah SD maupun di SMP. Chulie bertekad agar bisa lebih kuat dan tidak mengandalkan Kyuhyun lagi. Bayangkan kemarin, kalau Sungmin tidak lewat? Pasti keadaan Chulie jauh lebih parah dari sekarang

Maka dari itu Chulie memutuskan untuk berlatih taekwondo di eksul sekolah. Ia ingin belajar melindungi diri bukan hanya di lindungi terus menerus

“Wah berarti kau jago dong!” kata Sungmin tersenyum lebar—sisa sisa es krim terlihat jelas di bibir luarnya. Chulie tertawa melihat tingkah Sungmin, “belum jago banget Minnie….aku masih ban hijau” jelas Chulie sambil memakan es krim bagiannya

Semenjak kejadian itu Sungmin dan Chulie menjadi akrab dan selalu menyempatkan diri bertemu di depan gang, tertawa, berbicara apa saja seraya menunggu penjual es krim langganan mereka

“Pokoknya” Chulie menepuk pundak Sungmin halus, “nanti kalau aku sudah jago, aku akan gantian jagain kamu dari siapapun” janji Chulie tulus

“Hmm” Sungmin mengangguk senang dan melanjutkan makan eskrim

Mereka terus bersahabat akrab. Chulie mulai bisa membuka diri lagi—meski dia tidak pernah menyebut nama Kyuhyun di depan Sungmin, ia takut jika temannya terebut kembali. Dan betapa senangnya saat Chulie tahu Sungmin mendaftar di SMA yang sama serta mereka berdua ternyata sekelas juga

“AAAA, Minnie sini duduk di sebelahku” ajak Chulie riang—ia bahkan mengacuhkan Kyuhyun yang tadi sedang mengenalkan Chulie dengan teman basket Kyuhyun,

Sungmin menurut, mereka sibuk membereskan tas saat teriakan para yeoja menggema kuat, “Dia ganteng banget!!!!!!”

Pandangan Chulie meredup, kejadian itu terulang lagi

Kyuhyun melangkah acuh ke arah kelas di sebelah kelas Chulie dan Sungmin, tadinya Chulie takut kalau Sungmin ikut melihat keluar ternyata tidak, Sungmin malah anteng bermain iPod

“Kau tidak penasaran dengan namja itu?” Chulie sengaja menguji Sungmin

“Apa? Siapa? cowok? Ngga tertarik” Sungmin masih menunduk, ia menoleh takut takut, “aku normal kok” tampang Sungmin memelas, “hanya saja, belum terpikirkan, lagian tuh” kali ini Sungmin pura pura serius, “biasanya cowok ganteng kayak yang tadi lewat, pasti sifatnya bertolak belakang, pasti galak!” tebak Sungmin benar

“HUATCHIMM” Kyuhyun bersin bersin dari sebelah

“Terus pasti mau menang sendiri!!” tebak Sungmin lagi lagi benar

“HUATCHIMMMMM” Bersin Kyuhyun makin panjang

Bibir Chulie bergerak menahan senyum, “bener banget” bisik Chulie tanpa di ketahui Sungmin

Di sebelah Kyuhyun, Kibum sudah bersiap siap menutup mulut—takut ketularan virus dari Kyuhyun, “HUATTTTCHIMMMMM”

“Dan terakhir” jari jari Sungmin bergerak sendiri di atas meja, “karena tahu dirinya tampan, tuh cowok pasti narsis setengah mati”

Kali ini Kibum berdiri dan menjauh beberapa meter karena Kyuhyun sudah mulai membuka mulut

“HUATTCHIIIMMMMMMMMMM”

Chulie tertawa senang sambil memegangi perut, meski tidak mengerti kenapa Sungmin bisa tahu tetapi dia terhibur—tidak semua orang menilai Kyuhyun terlalu berlebihan, hanya Sungmin. Mungkin hanya dia seorang

THE END

12 responses to “≈No Other Like U-Special Part≈

  1. Waaa…aku pengen…bisa deket banget sama kakakku,,kaya KyuChul…
    Keren banget…manis banget lah…ckckck.

  2. duuuhh…. envy tingkat tinggi!!!!!!!!!!!!!!! kyaaaaaaaaa~~~~~~~~~~~~~ *teriak d puncak monas*
    pengen punya kembaran jugaaaaaaaaa……… T^T
    cho twins so sweettttttttttttt…….. >////////</

    eoohhh……… jadii begittu ceritanyaa kenapa chul sm umin bsa jd dekeet bgt gituuuuu……… hmmmm……. ^ ~ ^

  3. wkwkwkwkwk lucu bgt sih cho twins,,slg melindungi,menyanyangi,hhhmmmm aq suka,

    oh gt toh pertemuan minnie ma chullie,,,pantesan chullie sayang bgt ma minnie,,
    tebakan minnie tepat bgt sih,ga da yg meleset tuhhh,,,

  4. ternyata heenim juga nasibnya sama kaya minnie waktu dulu.
    chulieee…. T.T
    untung chulie punya kyu yang sayang sama dia.
    sumpah nyebelin banget tuh yang namanya seungri jadi orang jahat banget.
    untung chulie denger semua omongan seungri dan untung juga waktu itu ada minnie yang nolongin chulie🙂
    oh itu toh awal ketemunya minnie sama chulie? aku kira mereka ketemunya pas mereka sama sama jadi murid baru di sma.
    hehhehe minnie ngomongin kyu padahal nanti kyu jadi jodohnya😀

  5. Ikatan darah yg mengalir antara chullie n kyu sangat kuat.., jdi terharu liat persaudaraan mrk🙂

    Trnyata begini cerita awal perkenalan chullie n minnie.. Yg awalnya minnie yg nolongin chuliie dr keroyokan seungri n tmn2 nya.., skrg malah kebalik malah minnie yg selalu dijagain oleh chullie..
    Persahabatan yg sweet bgt🙂

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s