≈Of Course I Love U-Chapter Seven-{Eunhae}≈

“Kalau ada pertemuan dua manusia, di sanalah ada cinta”

-Wiliam Shakespears-

~0~


“Aisssshh kenapa ngga bisa juga??” Eunyuk terlihat gusar—jari jari tangannya mengelupas bersimbah darah saat mencoba menjahit lipatan kain luar permukaan bola sepak. Ia meringis sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya

“Sudah Umma bilang, bawa saja ke tukang service sana” tegur Umma Eunhyuk sambil menaruh segelas teh untuk Eunhyuk

Eunhyuk berkonsentrasi pada bola itu hingga lupa kalau hari mulai siang dan belum juga mengerjakan PR bahasa padahal besok sudah hari senin

“tidak bisa Umma! Ini bola pemberiaan Nenek Donghae” kata Eunhyuk putus asa, “aku merasa bersalah kalau tidak membetulkannya sendiri”

Umma Eunhyuk mengelus kepala Eunhyuk lembut, “ya sudah—tapi jangan lama lama, besok kamu harus sekolah”

“Iya” jawab Eunhyuk sekilas kemudian kembali sibuk menggunting benang. Setelah selesai memberi angin, Eunhyuk menutup lubang lalu baru menjahit ulang. Hingga semua kerusakan dapat tersamarkan

“Selesai! Ah besok Donghae pasti akan bangga melihat hasil pekerjaanku” ujar Eunhyuk mengelap bola usang itu, menaruhnya di beranda rumah untuk di jemur

Eunhyuk tersenyum senang—paling tidak, Donghae tidak akan marah jika tahu Eunhyuklah yang merusakkan bola itu, ya besok Eunhyuk akan jujur kepada Donghae

~0~

TENG TENG

“si Donghae kemana sih?” gumam Eunyuk sambil celingak celinguk di depan Eskul Bola yang kosong—tidak ada orang

Eunhyuk mengedikkan bahu dan memutuskan masuk ke dalam kelas. Eunhyuk berpikir lebih baik menyerahkan bola itu nanti pada jam istirahat—karena biasanya Donghae bermain bola di tengah lapangan

Sambil bersiul pelan, Eunhyuk berjalan santai, kedua tangan memainkan bola Donghae seraya melihat ke sekeliling taman—depan bangunan sekolah

“gw menang!!!” suara yang tidak asing di telinga Eunhyuk bergema dari balik kelas di samping Eunhyuk ketika mau berjalan ke arah kelasnya sendiri

“Donghae?” bisik Eunhyuk malah berbalik dan mengintip dari jendela luar

Donghae tertawa terbahak bahak sedangkan satu persatu temannya memberikan selembar uang puluhan Won ke tangan Donghae

“makanya jangan berani taruhan sama gw!” ujar Donghae takjub melihat hasil kemenangannya, “udah gw bilang si Kunyuk bakalan benerin bola gw hahaha”

DEG

Mata Eunhyuk melebar, ia benar bener terperangah mendengar pengakuan Donghae, “bola? Kunyuk?!” bisiknya tidak percaya

“jangan bilang…” terka Eunhyuk masih terkejut

Salah satu teman Donghae berdiri dan mendengus kencang, “mana kita tahu kalau Eunhyuk sebego itu sampai kemakan omongan lo segala, aisshhhh duit gw abis nih” ia duduk tertunduk sambil bertukar pandangan resah dengan yang lain

Donghae terlihat tidak peduli, “salah sendiri, dia kan emang bego….siapa suruh kempesin bola orang, di kira gw ngga tahu apa” kata Donghae tersenyum seolah olah mengejek Eunhyuk dari belakang

Eunhyuk yang sakit hati karena Donghae menjadikan dia objek taruhan plus di bohongin, langsung masuk ke dalam kelas dan menggebrak pintu depan

BRAKKKKK

Semua mata menoleh—hanya ada beberapa orang selain teman teman Donghae, mereka sama terkejutnya melihat wajah Eunhyuk penuh emosi dan pandangan menusuk ke arah Donghae

Tanpa pikir panjang, Eunhyuk menimbang nimbang bola Donghae sebentar kemudian…

BUGGG

“AW” Bola itu mengenai tepat di kepala Donghae, sontak saja teman teman yang lain menertawakan Donghae meski tahu apa masalah sebenarnya

“rasakan itu, tukang bohong!” sembur Eunhyuk sebelum angkat kaki dari depan kelas tanpa menunggu reaksi Donghae yang marah karena di permalukan oleh seorang yeoja

Donghae mengepalkan kedua tangan, sorot matanya memancarkan aura balas dendam, “awas saja kau Eunhyuk” bisik Donghae menggeram

___

“permisi?”

Sapaan suara wanita membuyarkan lamunan Eunhyuk, ia berhenti membereskan buku di arah barat lalu mendatangi pengunjung itu, “ada apa?” tanyanya ramah

“aku biasa membaca buku tentang ‘sepenggal cinta’, apakah ada?”

“ah sebentar” Eunhyuk mengambilkan buku yang tadi di sampul ulang karena sudah terlalu tua, “ini”

Yeoja itu tersenyum manis sambil menerima buku dari tangan Eunhyuk—ia menoleh saat melihat banyak plester luka di sela jari jari Eunhyuk, “itu….”

“ah” Eunhyuk menggulung kedua tangan sambil berkelakar ringan, “tidak apa apa..aku hanya melakukan sesuatu yang bodoh kemarin” bisik Eunhyuk menyesal sudah susah payah membetulkan bola Donghae

“Kau suka buku itu? Aku belum pernah baca” ujar Eunhyuk berusaha mengalihkan pembicaraan, “tetapi aku hapal sekali kau selalu membacanya sebelum pulang sekolah kan? seperti sekarang”

“Oh ya?” yeoja itu sedikit terkejut namun tidak tersinggung.

“Iya”, angguk Eunhyuk, “aku bahkan jadi mengenal namamu karena selalu tertera di buku tamu, Sungmin kan?” tebaknya benar

“Iya, aku Sungmin” jawab Sungmin mengulurkan tangan

“Eunhyuk” balas Eunhyuk ramah

Sungmin duduk di lantai—tempat Eunhyuk sedang membenahi buku, lalu mulai berbicara, “aku suka sekali cerita ini, mau dengar?” tawar Sungmin

“boleh” jawab Eunhyuk ikut duduk di bawah—di samping Sungmin

Dahulu kala ada mahluk bernama Cinta, dia berteman dengan banyak orang—di antaranya Kebijaksanaan, Keserakahan, Ketulusan. Mereka semua berteman akrab hingga seseorang kemudian bergabung lagi, seorang yang di sebut Waktu

Suatu hari permukiman yang mereka tempati di landa hujan deras dan berbagai bencana alam. Seluruh harta milik mereka habis di lalap—dan sekarang mereka memutuskan untuk pergi dari situ, menuju tempat yang baru

Tetapi hanya Cinta, satu satunya yang tidak mempunyai perahu untuk menyebrang. Ia berusaha meminta tumpangan kepada semua teman temannya, tapi kau tahu jawaban yang mereka berikan…

Kebijaksanaan : “aku tidak bisa Cinta, aku harus menghitung segala sesuatu dengan cermat, seimbang dan kalau aku bersamamu—itu bisa menambah beban di perahuku, tidak…maafkan aku”

Cinta mengangguk paham—bawaan Kebijaksanaan amat banyak, mereka berdua akan tenggelam kalau ia memaksa naik perahu

Sedangkan seorang yang lain…

Keserakahan : “mana aku mau! apa untungnya aku membawamu?? Tidak tidak, minta saja sama Ketulusan”

Cinta tersenyum miris, Keserakahan memang orang yang selalu memikirkan diri sendiri—dia hanya berbaik hati jika sedang butuh sesuatu, bukan sebaliknya….

Tinggal satu lagi….

Ketulusan : “maaf…..aku ingin sekali membawamu….tapi……”

Cinta tiba tiba mengerti—banyak beban yang dia bawa—ketulusan adalah orang terlalu peduli dengan orang lain, lupa jika masih ada sahabat yang membutuhkan pertolongannya

Perahu Ketulusan telah penuh dengan orang orang lain yang meminta perlindungan

Cinta kehilangan harapan, dia menunggu dan terus menunggu—bahkan Cinta pasrah jika mati di telan badai

Tetapi tidak, ketika Cinta kehilangan segalanya, dia masih punya sesuatu

Waktu

Waktu mendayuh perahu tepat di hadapan Cinta lalu membuka pintu kabin, “masuklah…aku masih punya tempat untukmu” bisiknya halus

Cinta terlihat bersyukur dan mengikuti langkah Waktu ke dalam perahu, “terima kasih” ucap Cinta terharu

Waktu tersenyum dan mendayung jauh dari pemukiman, “aku akan selalu bersamamu” Cinta mengangguk setuju dan mengikuti terus kemana Waktu membawanya

======

Eunhyuk terdiam lama saat Sungmin selesai membacakan sepenggal kisah cinta itu, “aku tidak tahu…buku ini…” Eunhyuk membolak balikkan buku di tangan Sungmin—terlihat kumal dan usang, pantas saja Eunhyuk yang notabene kutu buku saja tidak akan tertarik membacanya

“baguskan?” tanya Sungmin meminta pendapat Eunhyuk

“Hmm” jawab Eunhyuk setuju, “aku tidak tahu ada kisah seperti itu”

Sungmin mengelus permukaan buku yang sudah menua, “intinya hanya satu….waktu adalah pembuktian tentang Cinta. Mereka selalu bersama sama, Cinta akan datang seiring waktu dan waktu akan menguji seberapa kuat cinta itu….” Sungmin berbicara lebih kepada diri sendiri—ia termenung menatap masa lalu yang hingga kini sulit untuk di lupakan

“cinta?” selidik Eunhyuk sedikit geli, “jujur saja aku belum pernah jatuh cinta, aku tidak tahu rasanya” ungkap Eunhyuk malu

Sungmin langsung menoleh, matanya memandang penuh penilaian, “belum pernah? Terus kalau begitu dengan Donghae?” tanyanya terus terang tanpa peduli jika Eunhyuk malah menatap Sungmin aneh

“Donghae? Ya!! Dia lelaki menyebalkan yang pernah ada!” emosi Eunhyuk memuncak saat mendengar nama Donghae di sebut, “demi dia, aku merusak tanganku sendiri, membetulkan bola yang katanya pemberian sang nenek” sindir Eunhyuk sambil memutar kedua bola mata

“Itu memang pemberian nenekku” sebuah suara berasal dari sebelah terdengar jernih di telinga Eunhyuk dan Sungmin

Donghae melesak masuk, menghampiri mereka dengan santai—sepertinya dia memang sudah menguping Eunhyuk dari tadi

Wajahnya terlihat datar sambil melipat tangan di dada—matanya hanya menatap tajam ke arah Eunhyuk. Ia bahkan tidak mengacuhkan Sungmin yang ada di sana

“Er…mungkin aku harus pergi” pamit Sungmin sambil berdiri dan meninggalkan buku tua itu di lantai

Karena tidak merasa bersalah, Eunhyuk mengangkat dagu dan membalas tatapan sengit Donghae, “mau apa kau kemari?” tanyanya dingin

“Aku?” Donghae menyeringai sinis, “bukankah aku di hukum guru untuk membereskan buku bersamamu setiap pulang sekolah”

“tidak usah” Eunhyuk memungut satu persatu buku yang berserakan di rak, “aku bisa sendiri” tolaknya keras

Donghae menghela nafas berat lalu menarik lengan Eunhyuk, dia bahkan tidak peduli buku buku yang di pegang malah terjatuh dan membuat sekeliling mereka tambah berantakan

“ada apa sih??” tanya Eunhyuk sedikit takut jika Donghae mau balas dendam gara gara tadi pagi

Donghae tidak menjawab apapun, ia menarik pelan tangan Eunhyuk lalu melihat telapaknya—penuh dengan luka luka goresan. Raut wajah Donghae berubah, ia mendongak dan menatap Eunhyuk penuh penyesalan

“Oke aku akui tadi aku salah, maaf” gumam Donghae tulus

Eunhyuk masih belum bisa terima, ia menghempaskan pegangan Donghae lalu berteriak marah, “kau! Menjadikan aku objek taruhan!! Terus berbohong tentang bola itu?!”

“aku tidak bohong! Itu memang pemberian Nenekku!!” balas Donghae tidak mau kalah, nada suaranya sama tinggi dengan Eunhyuk, “aku melihat kau mengendap masuk ke dalam eksul dan mengempeskan bola kesayanganku!!! Bayangkan saja!! Bagaimana aku tidak marah?! Bagaimana aku tidak menjadikanmu ajang taruhan ha?!”

Untung kali ini, semua murid di perpustakaan sudah pulang ke rumah—termasuk Sungmin. Kalau tidak mereka akan di marahi karena saling bertengkar di dalam

Eunhyuk merengut kesal, “itu karena kau tidak bertanggung jawab! Udah tahu lagi di hukum buat bantuin aku, eh malah kabur!!! Gara gara kamu, kemarin malam aku pulang kemalaman, terus di cegat sama preman jalanan kan!!!! itu salahmu!!” Eunhyuk sedikit terengah engah karena berteriak di depan muka Donghae

Donghae terdiam—tidak membalas makian Eunhyuk

“terus sekarang maumu apa?” tanya Donghae mulai berpikir dengan kepala dingin

Eunhyuk yang menyadari kalau Donghae mau mengalah hanya mengangkat bahu, “sudahlah sekarang kita bereskan semua buku ini” gumam Eunhyuk sedikit jengah harus bekerja sama dengan Donghae

“Sebentar”

Donghae mengambil sesuatu dari saku celana terus meraih kedua tangan Eunhyuk, di buka semua plester yang menghiasi jari jari Eunhyuk lalu membuangnya ke tempat sampah

Donghae mengobati luka Eunhyuk baru setelah itu membalutnya dengan kain tipis seperti yang di pakai di rumah sakit

“kau beli semua ini?” selidik Eunhyuk membiarkan Donghae menggulung kain itu rapi di sekitar telapak tangan, “tidak..” ada sebuah senyuman di bibir Donghae, “aku mengambil dari UKS”

“Kau mencuri?” Dahi Eunhyuk terlipat tegak—ia menggelengkan kepala, “kapan kau mau bertobat” celetuk Eunhyuk sinis

“hahahaha, tadinya aku mau membalas perbuatanmu tahu!!!” Donghae sekarang mengeluarkan sebuah plester sebagai perekat di ujung kain lalu menaruhnya secara seksama, “tetapi saat melihat luka luka di tanganmu tadi pas jam istirahat, aku….” Donghae menggenggam kedua tangan Eunhyuk hati hati, “maaf…aku bisa di bunuh kedua orangtuamu karena membiarkan anaknya terluka”

“tidak apa apa, aku tulus kok” sekarang Eunhyuk malah menatap tangan mereka yang saling bersentuhan—hangat sekali

Eunhyuk mendongak dan menatap Donghae langsung, wajahnya agak memanas saat melihat Donghae yang tidak merasa risih tangan mereka berdua saling berpegangan, “aku minta maaf sudah mengempeskan bola mu” ujarnya tulus

“Aku juga, maaf sudah menjadikanmu taruhan, tenang saja” Donghae malah memainkan tangan Eunhyuk—mengayunkannya ke samping kiri dan kanan, “uang mereka semua sudah ku kembalikan”

“Hahahahaha” Eunhyuk tertawa lebar, “sudah…acara minta maafnya, nanti tidak selesai lagi” walaupun berkata begitu. Tidak seorangpun dari mereka yang melepaskan tangan terlebih dahulu

Donghae terdiam sambil terus menatap Eunhyuk—ada rasa berbeda, rasa nyaman. Begitu nyaman hingga Donghae tidak sadar terus memegangi tangan Eunhyuk dalam genggamannya

“Kita harus membereskan semua ini” Eunhyuk yang pertama kali menyentakkan lamunan Donghae dengan menarik tangannya sendiri—karena gelagapan Donghae langsung memunguti buku satu persatu

“biar aku saja, kau duduk” suruh Donghae mendorong tubuh Eunhyuk ke arah meja penjaga. Selagi Donghae melakukan semua tugasnya termasuk tugas Eunhyuk, Eunhyuk bertopang dagu dan tersenyum diam diam.

“Ternyata dia baik juga” desis Eunhyuk sepelan mungkin

Semenjak kejadian itu, Eunhyuk mulai bisa berbicara baik baik dengan Donghae. Sepulang sekolah mereka bekerja sama membenahi buku di perpustakaan setelah itu Donghae sigap mengantar Eunhyuk hingga ke depan rumahnya karena mereka biasa tetap tinggal di sekolah sampai malam hari

“salam buat Adjumma” ujar Donghae di depan pagar rumah Eunhyuk

“hmm” Eunhyuk mengangguk

Donghae tersenyum lalu melambaikan tangan sambil berjalan menjauh

___

“Sebenarnya hubungan lo sama Eunhyuk itu apa sih? pacaran?” celetuk salah satu teman Donghae ketika mereka sedang bermain bola di lapangan sekolah, seperti biasa saat jam istirahat di mulai Donghae dan beberapa temannya menguasai tempat itu—maklum saja mereka termasuk kakak kelas yang di takuti

“Ngga, kata siapa gw cuma berte..hupp” Donghae berputar saat melakukan tendangan bebas, “berteman hanya itu” Ia melebarkan tangan ke arah depan—baru tersadar bola yang di tendang Donghae meluncur kencang ke arah seorang gadis yang berjalan di koridor sekolah

“Awas!!!!”

Gadis itu menoleh, insting untuk melindungi diri muncul. Dengan refleks, gadis itu melayangkan kaki kanannya yang ringan tepat ke arah bola

DUKK

Bola itu memantul sempurna—kembali ke dalam lapangan

“WOW!” seru seluruh anak sepak bola kompak

Donghae saja masih menganga lebar seraya menghampiri gadis itu, “aku tidak tahu akan bertemu Messy di sekolah” puji Donghae dengan caranya sendiri

Gadis itu tergelak mendengar ucapan Donghae, “tidak, hahaha—itu hanya refleks”

“Tapi itu sangat…Wow…Cool…” Donghae memandangi gadis di hadapannya, kagum, “kau bukannya yang waktu itu bersama Eunhyuk di Perpustakaan, kenalkan aku Donghae” katanya sambil mengulurkan tangan

“Aku Sungmin” balas Sungmin ramah, “iya..ini aku baru mau ke perpustakaan lagi, duluan” Sungmin berjalan meninggalkan Donghae yang masih mengamati Sungmin dari belakang

“Sungmin” gumam Donghae dengan nada halus

..Sepulang Sekolah..

“Eunhyuk!!!!!”

“Jangan pernah berteriak di perpus” kata Eunhyuk mengingatkan

Tetapi Donghae tidak peduli, ia memutar di depan Eunhyuk—mencari perhatiannya. Eunhyuk mendesah pasrah, ia tahu Donghae akan begini jika akan bercerita tentang sesuatu yang menyenangkan—paling tidak menyenangkan bagi Donghae

“Apa lagi? Kau menang taruhan Bola? Atau karena kemarin MU menang di berbagai liga?” tebak Eunhyuk

Donghae menggeleng sambil duduk di atas meja—di depan kursi Eunhyuk, “kali ini semuanya meleset”

Eunhyuk tidak kelihatan antusias, “apa dong?”

Donghae mencondongkan diri—membuat jaraknya dengan Eunhyuk semakin dekat. Senyuman yang tidak biasa, sedikit aneh untuk Eunhyuk terulas manis di bibir Donghae

“Aku sedang jatuh cinta Eunhyuk” bisik Donghae penuh makna

“Jatuh cinta?” ulang Eunhyuk berusaha memastikan kalau Donghae tidak sedang bercanda

Donghae mengangguk—ia semakin tersenyum mengejek melihat raut wajah Eunhyuk yang benar benar terkejut, “aku tahu kau pasti heran bukan? Aisshhh aku serius Eunhyuk!! Kali ini aku serius” Donghae mengamit kedua tangan Eunhyuk sambil memainkan jari jarinya, “dan untuk itu aku mau minta bantuanmu, kau kan sahabatku”

Eunhyuk yang masih terkejut berusaha mengeluarkan suaranya, “maksudmu?”

“Bantu aku mendapatkan gadis ini, kau mengenalnya” bujuk Donghae masih memegang kedua tangan Eunhyuk. Ia biasa bersikap begini jika minta tolong dan biasanya berhasil.

Tiba tiba hati Eunhyuk terasa teriris, perih. Eunhyuk menahan rasa sakit dengan mengigit bibirnya. Perkataan Donghae seolah olah berhasil membuat Eunhyuk tidak berkutik

“Siapa?” Eunhyuk memberanikan diri bertanya—penasaran mengalahkan segalanya meski Eunhyuk belum siap mendengarkan nama gadis yang sudah memenangkan hati Donghae
“Sungmin”

Eunhyuk hampir saja mengeluarkan lenguhan teriakan. Donghae yang tidak sensitif hanya menganggap reaksi Eunhyuk tidak lebih dari keterkejutan, “iya..kau kenal baik dengannya bukan?”

“aku…” Eunhyuk tidak tahan lagi, ia merunduk—saat merasakan kedua matanya menghangat, “Aku mengenalnya..ya aku mengenalnya”

~0~

“Nama Lee Sungmin, hobi membaca buku, menyendiri. Tinggal tidak jauh dari Jl Te Amo. Anak satu satunya. Kedua orang tua Sungmin sudah bercerai sejak dia dulu. Ia bekerja part time di tempat Kangin-shi” Eunhyuk menyerahkan catatan di mana Donghae sedang mendengarkan Eunhyuk secara seksama

“Hanya ini?” selidik Donghae kurang puas

“kau lihat sendiri, Sungmin penyindiri. Aku saja mendapatkan ini karena bertanya langsung dengan Heechul—penjual bunga sekaligus teman akrab Sungmin.” Wajah Eunhyuk tampak memikirkan sesuatu, “ini aneh…Heechul bahkan tidak mau memberitahuku lebih dari ini, katanya aku harus bertanya sendiri kepada Sungmin”

Donghae semakin penasaran mendengar penjelasan Eunhyuk, “baiklah aku berterima kasih” Ia beranjak bangun seraya menyelempangkan tas ke atas bahu, “sekarang kuantar kau pulang. Sudah sore”

Mereka berdua mengunci pintu perpustakaan, seperti biasa meninggalkan sekolah ketika menjelang malam.

“Hati hati, Eunhyuk!” tarik Donghae melihat lampu pejalan kaki tiba tiba berubah menjadi merah saat Eunhyuk melangkah ke depan, “kau ini” tegur Donghae khawatir

“Maaf aku tidak lihat” balas Eunhyuk santai

“Aishhh” Donghae mengalungkan tangannya ke lengan Eunhyuk lalu turun ke dalam jari jarinya. Eunhyuk menatap terkejut namun sedetik kemudian tatapan itu berubah pedih.

Donghae hanya menganggapnya sahabat, tidak lebih

Ia mencintai Sungmin

TING

Lampu pejalan kaki berubah hijau. Donghae yang menarik tangan Eunhyuk ke seberang—ia tidak melihat betapa mata Eunhyuk berkaca kaca memandang nanar punggung Donghae dari belakang

Hingga detik ini, Eunhyuk masih berkhayal jika ucapan Donghae itu hanya kebohongan belaka.

“Eunhyuk, apakah aku harus mendatangi tempat Sungmin bekerja besok?” tanya Donghae tiba tiba. Semangat Eunhyuk langsung kandas. Donghae benar benar sedang jatuh cinta sekarang

Mereka berjalan di samping jalan kecil menuju rumah Eunhyuk. Persimpangan mulai terlihat sepi karena hari sudah berganti malam

“Ng” Eunhyuk menarik tangannya dari genggaman Donghae, “Mungkin, supaya kalian bisa saling mengenal” ujar Eunhyuk berpura pura mendukung Donghae

Beberapa hari terakhir, semenjak pengakuan Donghae—Eunhyuk sudah bisa mengatasi raut wajah, perkataan serta tindak tanduk apapun agar Donghae tidak curiga dengan perasaan Eunhyuk

Perasaan Eunhyuk yang mencintainya tanpa ia sadari

Donghae menoleh, ia menatap penuh penilaian kepada Eunhyuk, “Kenapa kau berbuat begitu?” ada nada menuduh bercampur tersinggung dalam suara Donghae

“Berbuat apa? Menyuruhmu mendatangi kios Kangin-shi?” tanya Eunhyuk bingung

Donghae menggeleng, ia berjalan mendekat, “bukan itu, kenapa kau menarik tanganmu? Apa kau sedang tidak enak badan Eunhyuk” buru buru Donghae memeriksa kening sahabatnya itu lebih teliti, “tidak panas”

Eunhyuk memutar bola matanya, “memang tidak, aku sehat sehat saja”

“terus kenapa kau menarik tanganmu!” Donghae kesal karena Eunhyuk seperti menghindari pertanyaan itu

Eunhyuk tersenyum miris.

‘Aku mau terus menggenggam tanganmu! sungguh aku mau sekali, tetapi….’ kata Eunhyuk dalam hati

“Donghae, kalau kau terus menggenggam tanganku seperti tadi, semua orang bisa salah paham” jelas Eunhyuk menatap Donghae yang masih tidak mengerti

“Apa yang salah dengan itu?!” tuntut Donghae

“Hanya sepasang kekasih yang melakukannya” bisik Eunhyuk sambil memalingkan wajah—ia benar benar takut kalau Donghae bisa salah paham menangkap maksud perkataan Eunhyuk

“Kau” unjuk Eunhyuk ke arah Donghae, “sedang mendekati Sungmin, bayangkan bagaimana reaksinya jika malah melihatmu terlalu dekat denganku. Dia bisa bisa langsung menolakmu loh” canda Eunhyuk berusaha mencairkan suasana hatinya yang membeku

Senyum Donghae merekah, ia memeluk tubuh Eunhyuk erat erat, “ternyata kau sahabat yang amat pengertian Eunhyuk…aku sayang kepadamu” desis Donghae tepat di telinga Eunhyuk

“Aku juga” balas Eunhyuk meski dengan maksud yang berbeda

“Sekarang lepaskan aku” Eunhyuk menggeliat dalam pelukan Donghae—berusaha melepaskan diri tetapi Donghae malah menguncinya rapat rapat, “tidak mau! aku masih mau memelukmu” rajuk Donghae keras kepala

“Ya!!” Eunhyuk pura pura marah saat berhasil melepaskan pelukan Donghae, “kau juga tidak boleh memelukku lagi, ingat itu!”

“Ha?” ujar Donghae tidak percaya, “masa memelukmu juga? Aisshhh peraturan dari mana itu?!” gerutunya

Eunhyuk hanya bisa terkekeh melihat sikap lugu sahabatnya itu, “karena manusia itu mahluk pencemburu, dia akan berusaha sekuat tenaga melindungi orang yang paling ia kasihi”

“Diktator” tanggapan Donghae

“Bukan…itu keegoisan” bisik Eunhyuk

___

Ke esokan harinya, Donghae meminta pertolongan Eunhyuk untuk meminta Sungmin datang ke perpustakaan. Sekali lagi, Eunhyuk bisa merasakan hatinya hancur melihat wajah berseri seri Donghae membicarakan wanita lain.

Eunhyuk sendiri tidak mengerti kapan dan bagaimana, ia malah jatuh cinta dengan Donghae

Atau Eunhyuk hanya cemburu sebatas sahabat?

“Ada apa kau memanggilku Eunhyuk?” tanya Sungmin ramah saat memasuki ruang perpustakaan

“Ah iya..itu” Eunhyuk berusaha mencari kalimat yang tepat, “Donghae mencarimu”

“Donghae?” Sungmin terkejut, ia meneliti baik baik wajah Eunhyuk, “tapi buat apa?”

“Entahlah, dia menunggumu di depan gerbang..sana jangan buat Donghae menunggu” usir Eunhyuk sambil mendorong tubuh Sungmin keluar dari perpustakaan

“Donghae? Ada apa dia mencariku” Sungmin menggumam kecil lalu menghampiri sosok namja yang berdiri gusar tepat di depan sekolah

Namja itu kelihatan gugup, melirik ke sekeliling tetapi pandangannya berubah lega saat melihat Sungmin mendekat

“Sungmin” panggil Donghae bersemangat

“Ya?”

Sungmin berdiri tepat di hadapan Donghae. Tidak mereka indahkan beberapa murid yang pulang yang menatap penuh rasa ingin tahu

“Aku” Donghae meremas kedua tangan—ia tersenyum lebar sambil tidak berhenti memandangi wajah Sungmin

“Ya?” ulang Sungmin bingung

“Akumenyukaimumaukahkaumenjadipacarku” Donghae menyebutkan kalimat itu tanpa jeda—ternyata ini lebih susah lebih dari yang ia duga

Tidak gampang menyatakan cinta. Itu ibarat menghadapi pertempuran melawan hati dan kesakitan tak berujung

Akan fatal akibat yang di timbulkan oleh penolakan cinta

Bisa membuat orang paling kuat sekalipun akan serapuh mawar ketika di sakiti. Atau dapat membuat seorang pengecut paling aneh seduni bisa segagah singa gunung

Cinta itu benar benar memiliki kekuatan mengerikan

Jelas Sungmin hanya bisa melongo dan meminta Donghae mengulang penjelasannya barusan

“Aku bilang aku…” Donghae menutup kedua mata, belajar pasrah dan membiarkan hatinya mengambil alih, “Aku mencintaimu Sungmin, maukah kau menjadi pacarku?” pinta Donghae pelan

“Kau bilang kau mencintaiku??” itu bukan pertanyaan. Sungmin berkata seolah olah Donghae hanya sedang bercanda

“Aku serius!” tegas Donghae

“Tidak..” Sungmin menggelengkan kepala—menolak percaya, “ini tidak mungkin! bagaimana dengan Eunhyuk? Kau mencintainya bukan aku” elak Sungmin

“Kami hanya bersahabat tidak lebih” elak Donghae. Tiba tiba ia mengerti semua perkataan Eunhyuk kemarin tentang kedekatan mereka

“tidak, ini salah Donghae”

Jujur Donghae bingung mendapati reaksi Sungmin yang begitu tidak percaya dengan perasaannya yang tulus

“Aku mencintaimu, bukan Eunhyuk”

“Tap—

“Wow, ada pernyataan cinta di gerbang sekolah nih” sindir seorang namja yang kebetulan lewat dan sengaja berhenti di samping Sungmin

Mereka berdua berhenti berdebat lalu melihat kepada namja itu, “buat apa kau menguping kami Kyuhyun” Sungmin benar benar kesal hari ini. Di tembak oleh Donghae yang salah sasaran sekaligus menjadi bahan ejekan Kyuhyun—lelaki yang berada dalam daftar hitam kehidupan Sungmin

Kyuhyun bersikap santai, “aku hanya ingin memberi tahu, kalau Kangin-shi ingin kita datang lebih awal soalnya dia ada acara nanti sore” jelas Kyuhyun sambil menyeringai lebar, “tetapi tampaknya kau sedang sibuk mengurusi masalah cinta, jadi..

“Tidak!” Sungmin menghampiri Kyuhyun lalu menarik tangannya—ia menengok sebentar ke arah Donghae, “Donghae, maafkan aku..aku tidak bisa, percayalah kau tidak mencintaiku. Eunhyuk orang yang tepat. Bye”

Sungmin sedikit berlari meninggalkan Donghae yang terpaku di tempat. Dengan perasaan pilu. Ia sakit hati mendengar penolakan Sungmin, di tambah lagi sepertinya Sungmin memiliki hubungan dengan namja teman sekerjanya yang tadi

Donghae berusaha merengkuh dadanya sendiri. Luka terdalam tetapi tidak nampak. Ia menghela nafas berkali kali, lalu menghirup hingga memenuhi rongga dada.

Sekejap kedua mata Donghae berubah tajam. Ia yang masih penuh emosi, berbalik masuk ke dalam lingkup sekolah dan berjalan menuju ruang perpustakaan

Menemui Eunhyuk

..Cafe Cofee, Kangin..

“Fuih untung saja” Sungmin terengah engah, ia lega melihat papan kayu bertengger di depan pintu masuk kedai tempat ia bekerja

Sekarang keadaan sudah aman

“Hei, bisa tidak kau melepaskan tanganmu dariku” tegur Kyuhyun ikut kelelahan karena membiarkan Sungmin menyeretnya dari tadi

Sungmin melirik sejenak dan melepaskan tangannya, “maaf, aku menggunakanmu sebagai tameng”

Mereka masuk ke belakang meja kasir untuk berganti baju. Setelah mendapatkan beberapa instruksi dari Kangin, Sungmin dan Kyuhyun mengangguk paham. Ternyata Kangin akan pergi ke pusat kota Seoul bersama Teuki, membeli beberapa peralatan pembuat kopi terbaru

“Ingat, tutup dan gantungkan kunci di tempat biasa..”

“Baik Kangin-shi”

Kangin baru berbalik ketika teringat sesuatu, “kumohon, kalian jangan bertengkar lagi” pintanya memberi penekanan pada kata terakhir

Sungmin dan Kyuhyun menegang mendengar permintaan Kangin yang amat sangat mustahil. Mereka setidaknya pasti bertengkar 2 sampai 3 kali ketika bekerja

Itu saja ada Kangin yang mengawasi, kalau tidak? Well, say goodbye…

“Kami usahakan” bisik Kyuhyun tidak yakin

“Aishhh…hati hati saja jangan sampai kalian malah jatuh cinta” goda Kangin berjalan menjauh ke luar kedai

“Hukkkk” Sungmin tiba tiba tersedak mendengar pernyataan Kangin.

Ia meringis sebentar lantas pergi ke belakang untuk bersiap membuat kopi. Sedangkan Kyuhyun terlihat tidak peduli dan mengelap setiap meja dengan teliti

Setelah merasa semua sudah beres, mereka membuka kedai kembali. Memang kedai Kangin memiliki jeda beristirahat di mana Kangin akan di gantikan oleh kedua pegawai barunya hingga malam meski Kangin sendiri masih mengawasi secara langsung

Beberapa pelanggan datang seperti biasa tidak terkecuali Hangeng. Bedanya sekarang ia hanya masuk untuk memesan beberapa menu favorit lantas meminta dari salah satu pegawai untuk mengantarkannya ke toko Heechul, di mana mereka akan makan berdua di sana

Terkadang Sungmin mencuri pandang ke arah etalase toko Heechul yang transparan. Ia bisa lihat bagaimana kebahagiaan Heechul, setelah sekian lama membuahkan hasil. Hangeng memang lelaki yang cocok untuk Heechul

“Tidak salah kalau mereka berjodoh” bisik Sungmin ikut senang

“Hei! Balik kerja!” ujar Kyuhyun kesal

Sungmin dengan enggan menoleh, ia mengangkut piring kotor di meja meja tamu lalu membawanya ke dalam. Hari ini memang lebih sepi di banding hari hari kemarin

KLONTANG

“Selamat data…ng” ucapan Kyuhyun terputus di akhir—ia terkejut melihat sosok Donghae masuk ke dalam kedai

“Sungmin, pangeranmu datang tuh”

Sungmin yang sedang mencuci piring, mendongak mengikuti arah pandang Kyuhyun, “Donghae? Buat apa dia kemari!” dengan secepat kilat Sungmin menyelesaikan tugasnya lalu menghampiri meja di mana Donghae duduk

“Aku sudah bilang—

“Dengarkan aku dulu!” potong Donghae, “aku sudah meminta Eunhyuk untuk tidak terlalu dekat denganku sekarang..kami hanya berteman percayalah, aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu Sungmin” pinta Donghae sedikit memelas

Sungmin hanya menangkap sebagian kalimat Donghae, “Kau? kau bilang apa pada Eunhyuk?” tanya Sungmin ngeri

“Aku bilang kalau sebaiknya kita menjauh dulu, agar orang lain—terutama kau” Donghae menatap lembut Sungmin, “tidak salah paham dengan kami berdua”

“Eunhyuk” bibir Sungmin bergetar, ia bisa membayangkan kalau Eunhyuk pasti sedang menangis mendapat perlakuan itu dari Donghae

“Dengar aku Donghae”

“Kau yang harusnya dengar!” untung Donghae berteriak saat di kedai hanya ada Kyuhyun yang berdiri di balik meja kasir—tertarik mendengar percakapan mereka berdua, “Aku mencintaimu! Berapa kali aku harus mengucapkannya agar kau percaya Sungmin”

Mulut Sungmin terkunci rapat—walaupun ia ingin bilang sesuatu, kebenarannya pasti Donghae akan sulit percaya

“Aku…”

Donghae meraih kedua tangan Sungmin lalu menggenggamnya, “kau mau tidak menjadi pacarku? Please, jangan gunakan Eunhyuk sebagai alasan” ujar Donghae halus

Sungmin menahan air matanya yang mau tumpah—ia merasa amat bersalah kepada Eunhyuk

“please?” ulang Donghae meminta

Sungmin berpikir keras. Ia menoleh ke belakang, berharap untuk kali ini Kyuhyun mau menolongnya. Tetapi percuma, Kyuhyun hanya menonton mereka dengan antusias

Inilah salah satu alasan kenapa Sungmin bersikeras membenci Kyuhyun

“Baiklah aku mau” jawab Sungmin berat hati

Kyuhyun membelalakan mata—tidak percaya. Ia mengubah posisi duduknya sehingga tidak sengaja menyenggol gelas sampai terjatuh

PRANGG

“Ups”

Sungmin dan Donghae serentak menoleh. Tetapi Donghae tidak peduli, ia tersenyum senang mendengar jawaban Sungmin, “thanks Sungmin” bisik Donghae merenggangkan tangan bermaksud mau memeluk tubuh Sungmin

“Ng, aku mau menjadi pacarmu dengan satu syarat” kata Sungmin berusaha mengelak halus dari rengkuhan tangan Donghae

“Apa?”

“Jauhi Eunhyuk, kau tidak boleh mendekatinya, berbicara dengannya atau apapun. Karena aku ini pencemburu” jelas Sungmin lugas

Sorot mata Donghae sedikit meredup, “sama sekali? Tapi Sungmin—

“tidak ada pengecualian, terima atau kita batal pacaran” ancaman Sungmin berhasil, dengan berat hati Donghae mengangguk setuju

Ia tersenyum lembut lalu mengelus pipi Sungmin, “nanti selesai bekerja, aku jemput bagaimana?” tawarnya yang langsung di tolak Sungmin, “tidak hari ini…aku tidak terbiasa pulang dengan siapapun, besok saja”

“Baiklah” hari ini Donghae tidak berhenti tersenyum. Ia bahkan hampir menabrak tubuh orang saat melambai riang dari luar. Donghae tidak bisa berlama lama karena ada janji nonton bareng Piala Champion bersama temannya

“Tadi siang di tolak, eh sekarang malah di terima” setelah Donghae pergi meninggalkan Sungmin, Kyuhyun tidak berhenti mengolok olok Sungmin karena malah menerima Donghae

“Aku punya rencana sendiri” gumam Sungmin bertopang dagu—ia dan Kyuhyun memang sedang tidak ada kerjaan

Pelanggan sepi. Semua piring kotor, kotak jadwal sudah mereka selesaikan berdua

Sekarang saat yang tepat untuk Sungmin berbicara baik baik dengan Kyuhyun

“Kyuhyun, boleh aku minta bantuanmu?” tanya Sungmin agak takut. Ia meneliti reaksi Kyuhyun yang langsung mengangkat alis mendengar perkataan Sungmin

“Bantuan? Yang benar saja, tidak mau!” tolak Kyuhyun telak

Sungmin tidak menyerah, ia menarik baju Kyuhyun dari belakang, “Dengarkan aku dulu, aku ingin kau membantuku untuk menyatukan Donghae dan Eunhyuk”

Langkah Kyuhyun berhenti—ia tidak jadi menjauhi Sungmin, “apa? Donghae kan pacarmu??”

Sungmin menghela nafas—sabar, “aku tidak mencintainya, dan kebetulan aku tahu bahwa dia tidak mungkin mencintaiku—dia hanya” Sungmin berusaha mencari kata yang tepat, “Donghae hanya menyukaiku, tidak lebih”

“Tunggu!” Kyuhyun mengangkat tangannya di depan wajah Sungmin, “kau menerima Donghae sebagai kekasih untuk membuatnya sadar kalau dia mencintai Eunhyuk, bukan kau. Begitu?”

Sungmin mengangguk cepat. Kyuhyun memang orang yang cepat mengerti

“Tapi—mungkin memakan waktu lama jika aku hanya sendirian melakukan ini, makanya..” Sungmin melirik Kyuhyun penuh arti, “maukan kau ikut membantu?”

Kyuhyun melipat tangan di dada, sambil terus memandangi wajah Sungmin yang terus memohon, “apa untungnya buatku?”

Sungmin menggertakkan gigi, “memangnya salah menolong orang tanpa pamrih!” bentak Sungmin hilang kesabaran—ternyata percuma bicara baik baik dengan Kyuhyun

“Salah” jawab Kyuhyun jauh lebih tenang, “apalagi itu kau, orang yang suka menjauhiku—melirikku seolah olah aku ini menjijikkan” ternyata sekarang Kyuhyun mau balas dendam, ia ingat betul semua perlakuan Sungmin selama ini

“Baiklah” Rasa bersalah Sungmin kepada Eunhyuk bahkan mengalahkan egonya sendiri, “aku akan memberitahumu semuanya, aku punya alasan kenapa aku berbuat seperti itu. Asal kau mau membantuku…kau boleh bertanya apapun padaku” janji Sungmin sambil mengutuki diri—tidak percaya bahwa baru saja ia berhutang penjelasan kepada Kyuhyun

Kyuhyun bergeming. Ia memainkan kaki—mengetuk lembut di lantai.

“Baiklah, deal. Aku setuju”

“Serius?” Sungmin tersenyum sumringah melihat Kyuhyun bersungguh sungguh ingin membantu, “apa rencanamu?”

Sungmin duduk di salah satu kursi panjang—agar bisa berbicara dengan jelas

“Ini rencanaku”

~0~

Sudah seminggu Sungmin menjadi pacar Donghae. Sungmin melakukan perannya sebagai kekasih Donghae dengan sebaik baiknya. Ia membiarkan Donghae menjemputnya dan mengantar ke tempat kerja

Semua orang di sekolah—termasuk Eunhyuk dapat melihat betapa serasinya pasangan ini. Eunhyuk hanya bisa diam. Sahabatnya telah berubah. Betapa terkejut Eunhyuk mendengar permintaan Eunhyuk agar mereka tidak usah saling menyapa lagi.

Padahal Eunhyuk sudah merasa cukup hanya berada di dekat Donghae sebagai sahabat, tetapi sekarang?

Sosok Donghae terasa begitu jauh—mereka pura pura tidak kenal saat sedang merapikan perpustakaan sepulang sekolah. Donghae menepati janjinya kepada Sungmin untuk menghindari Eunhyuk

“Eunhyuk, tugasku sudah selesai, aku pulang duluan” sahut Donghae dari jauh—ia bahkan menghindari tatapan sedih dari Eunhyuk

“Baik—aduh” tangan Eunhyuk tergores paku tajam di sela sela rak buku. Darah segar menetes dari sobekan kulit Eunhyuk. Ia melepaskan buku yang ada di tangan lalu terduduk ke bawah

Bunyi derap langkah berat terdengar mendekat, “Ya Tuhan, Eunhyuk kau terluka!” kata Donghae panik, ia mengambil handuk kecil dari dalam tas yang biasa di gunakan Donghae untuk mengelap keringat untuk menutupi luka Eunhyuk yang cukup lebar

“Kita ke UKS sekarang” Eunhyuk mengangguk—membiarkan Donghae menggendongnya setengah berlari keluar dari perpus, tidak jauh dari sana papan nama UKS terlihat. Donghae menendang pintu dengan kasar lalu memindahkan berat tubuh Eunhyuk ke atas kasur

“Sebentar” Donghae membuka lemari obat—memeriksa satu persatu. Ia terus mencari dalam kepanikan hingga tidak sadar ada dua orang yang bersandar di depan pintu UKS

“Donghae?”

Donghae menoleh, “Sungmin?” Ia mengambil kotak P3K sambil bicara dengan gugup, “aku menolong Eunhyuk, lukanya parah—bagaimana kalau dia terkena tetanus, aku takut” bisik Donghae mencari pembelaan

Sungmin tersenyum, lalu menarik lengan Donghae dari situ, “kau antar aku ke tempat kerja, biar Kyuhyun yang mengurus Eunhyuk”

Kyuhyun mengangguk setuju, “aku biasa mengurus luka seperti ini, kalian duluan saja”

“Tapi—“ Donghae kelihatan menolak keras untuk pergi dari situ—ia terus menatap Eunhyuk yang masih meringis kesakitan

“Kau sudah berjanji” kata Sungmin memperingatkan

Donghae menarik nafas lemah—ia menyerah, “baiklah…jaga baik baik Eunhyuk” kata Donghae sambil menepuk pundak Kyuhyun

“tenang saja”

Kyuhyun mendekati Eunhyuk di pinggir ranjang lalu mengobati luka Eunhyuk perlahan. Donghae masih saja menatap ke belakang sampai Sungmin menyeretnya ke depan gerbang sekolah

***

Semenjak kejadian itu, Donghae makin bingung. Eunhyuk tiba tiba menjadi akrab dengan Kyuhyun. Mereka bahkan sedang tertawa kencang saat jam istirahat. Kyuhyun selalu menghampiri Eunhyuk—tidak peduli, selama ada celah dia selalu ada

Bahkan Kyuhyun yang alergi dengan ruangan perpus malah menunggui Eunhyuk di depan pintu masuk. Donghae selalu pulang duluan untuk mengantar Sungmin berangkat kerja semakin terheran melihat tingkah mereka berdua

“Kyuhyun itu menyukai Eunhyuk?” tanya Donghae kepada Sungmin ketika mereka sedang berjalan kaki menuju Jl Te Amo

Sungmin langsung menoleh, ada senyum misterius saat mendengar perkataan Donghae, “Iya kenapa? Kyuhyun sendiri yang suka mengorek semua tentang Eunhyuk kepadaku”

“HA?” Donghae tanpa sengaja berteriak di depan Sungmin, “Tapi…”

“Sudah tenang saja” kata Sungmin mengelus pundak Donghae, “Kyuhyun itu pria baik, Eunhyuk beruntung mendapatkannya”

Donghae terdiam—ia ingin sekali mendengar semua itu dari mulut Eunhyuk, namun lagi lagi ia terikat janji Sungmin

“Eunhyuk” bisik Donghae merindukan sahabatnya

“Permisi?”

“Ya, ada yang bisa saya ban…tu?” posisi berdiri Eunhyuk menegang saat bertatapan langsung dengan orang di hadapannya saat ini

Sungmin

“Aku ingin membaca buku itu” unjuk Sungmin ke arah buku lusuh yang sedang di pegang Eunhyuk.

“Oh, ini” serah Eunhyuk dengan perasaan canggung.

Sungmin menerima buku itu tetapi tidak membacanya—ia malah terus menatap penuh arti kepada Eunhyuk

“Kau mencintai Donghae bukan” tebak Sungmin dengan benar

“Tidak, aku..sedang sibuk, jika tidak ada keperluan lain..” langkah Eunhyuk terhenti—tangan Sungmin menahannya di tempat

“Kau masih ingat cerita buku ini?” tanya Sungmin mengalihkan topik pembicaraan

“Sebenarnya apa maumu kesini” Eunhyuk merasa jengah dan berbalik menatap Sungmin yang malah tersenyum penuh arti kepadanya, “aku hanya ingin kau tahu, cinta terkadang kehilangan arah kemana dia harus berlabuh. Sehingga cinta memerlukan waktu sebagai penunjuk jalan.”

“Aku masih belum mengerti” ungkap Eunhyuk heran mendengar dongengan Sungmin. Ia masih merasa marah karena permintaan Sungminlah, Donghae sekarang benar benar menjauhinya

“Donghae mencintaimu” bisik Sungmin tegas

Kedua mata Eunhyuk terbelalak lebar, ia melengos tidak percaya, “jangan bercanda Sungmin, dia menyukaimu! Sudahlah aku masih punya banyak pekerjaan” ia baru mau beranjak pergi saat Sungmin berkata lagi, “dia hanya menyukaiku! Percayalah”

Kali ini Sungmin benar benar menguji kesabaran Eunhyuk, “Oh kau bilang dia mencintaiku? Tetapi memintamu menjadi pacarnya, bukan aku! Dia terus membicarakan dirimu, memujamu bukan aku!” sedikit demi sedikit air mata Eunhyuk mulai merembes jatuh, “Dia mencintaimu, bukan aku…”

Tubuh Eunhyuk terduduk jatuh—ia tidak peduli jika harus menangis di depan Sungmin. Eunhyuk merasa pusing, kedua mata terpejam mencoba rileks, “please..jangan memberiku harapan”

“Aku tidak bohong” Sungmin duduk di sebelah Eunhyuk sambil mencoba memeluk tubuh Eunhyuk, “waktu akan membuktikannya”

~0~

Sudah dua minggu

Sungmin menjadi pacar yang baik buat Donghae

Dan Eunhyuk semakin dekat dengan Kyuhyun

Sesekali kedua pasangan ini berpapasan di koridor atau satu meja sewaktu memesan makanan di kantin pada jam istirahat. Tetapi hanya Kyuhyun dan Sungmin yang saling menyapa, sedangkan Eunhyuk dan Donghae malah memalingkan wajah satu sama lain

Sikap dingin yang tercipta di antara mereka semakin memburuk. Donghae bahkan kembali bersikap kasar dengan Eunhyuk jika mereka tinggal berdua saja di dalam perpustakaan.

Donghae juga suka membolos dari hukuman tanpa mempedulikan dampaknya untuk Eunhyuk yang bekerja sendirian bahkan hingga malam hari. Sama seperti pertama kali mereka berkenalan

Dari sahabat menjadi musuh

Bagaimana Eunhyuk tidak semakin sedih. Andai saja Eunhyuk tahu hubungannya dan Donghae akan berakhir seperti ini, lebih baik Eunhyuk tidak usah mengenalnya sejak awal

“aku pulang duluan” ujar Donghae selesai membereskan bagiannya

Tetapi Eunhyuk tidak menjawab

“Eunhyuk?” panggil Donghae sekali lagi

Hening

Donghae melepaskan tasnya dan masuk kembali ke dalam perpustakaan, ia menelusuri setiap sekat rak sambil mengintip dari balik buku yang masih berhamburan. Langkah Donghae terhenti melihat tubuh Eunhyuk berlutut sambil menangis

Kepala Eunhyuk tertunduk, memeluk buku buku tebal dengan bahu naik turun menahan isakan. Ia tidak tahu kalau Donghae sudah berada di belakangnya dari tadi

“Kau kenapa?” tanya Donghae mencoba tidak peduli

Tubuh Eunhyuk yang membelakangi Donghae menegang, ia menghapus jejak air mata di wajahnya sambil berkata, “aku hanya…tidak”

Donghae menghela nafas—menunda kepergiannya untuk menjemput Sungmin, “apa Kyuhyun menyakitimu?”

Eunhyuk menggeleng meski ia ingin sekali berteriak, Donghae lah yang malah menyakitinya berulang kali

“sebaiknya kau keluar dari sini” pinta Eunhyuk masih dengan suara parau, sehabis menangis. Eunhyuk tidak melihat Donghae hampir saja mengulurkan tangannya kepada Eunhyuk—tetapi ia mengurungkan niatnya saat tahu Eunhyuk sudah terlanjur membencinya

“Baik, kau hati hati di sini” Donghae keluar dengan berat hati

Mereka berdua tidak sadar sudah menyakiti diri sendiri dengan keadaan seperti sekarang—keadaan yang tercipta akibat kesalahpahaman

***

“Kita mau kemana hari ini?” tanya Donghae lemas membiarkan Sungmin menarik tangan Donghae kemanapun—ia sedang tidak bersemangat

Tetapi mereka tidak punya hari lain, untuk kencan. Sungmin bekerja full setiap hari kerja. Sedangkan sabtu, jadwal Donghae latihan bola. Baru hari minggu seperti hari ini mereka bisa pergi jalan jalan

“Kita ke café di ujung jalan sana, aku dengar makanannya enak” kata Sungmin memimpin perjalanan mereka. Donghae mengangguk pasrah sambil menatap punggung Sungmin

Sungmin manis seperti biasa, baik, ramah dan benar benar setia

Hanya saja Donghae merasa, tidak setertarik saat pertama kali melihatnya. Setiap melihat ke dalam mata Sungmin, Donghae merasa bersalah. Karena setiap itu juga Donghae malah membayangkan Eunhyuk

Jangan bilang kalau..

“Eh Donghae, itu bukannya Eunhyuk dan Kyuhyun?”

Mata Donghae langsung mencari saat mendengar nama Eunhyuk di sebut.

Di seberang jalan, di luar café ada sepasang muda mudi sedang bercengkrama kelihatan amat akrab. Nafas Donghae semakin memburu saat tahu bahwa Eunhyuk juga pergi bersama Kyuhyun pada hari libur. Padahal Donghae tahu betul kalau Eunhyuk tipe anak rumahan yang tidak suka keluar rumah kalau bukan urusan penting

Apa begitu sukanya kah Eunhyuk kepada Kyuhyun?

Eunhyuk sekarang sedang tertawa tawa belum menyadari kalau Sungmin dan Donghae melihat mereka dari kejauhan. Entah apa yang di ceritakan Kyuhyun sampai sampai Eunhyuk terpingkal pingkal geli. Tawanya sangat lepas—berbeda sekali dengan sosok Eunhyuk yang sedang menangis di perpustakaan kemarin

Kyuhyun berhenti bercerita lalu menggenggam tangan Eunhyuk masuk ke dalam café

Tidak hanya Donghae, Eunhyuk pun terkejut dengan perlakuan Kyuhyun kepadanya. Walaupun wajah Eunhyuk enggan namun Kyuhyun tetap menggandeng tangannya

“Dia??” Donghae hampir saja menyebrangi jalan jika Sungmin tidak menahan tubuhnya, “Sungmin…aku…”

“Kau kenapa?” tanya Sungmin pura pura polos

“Tidak..” Donghae menarik nafas panjang—berusaha mengosongkan pikiran dan hatinya. Ia sudah mulai bisa mengendalikan diri saat Kyuhyun malah memeluk tubuh Eunhyuk yang hampir terpeleset saat mau masuk ke dalam café

Donghae tidak tahan lagi—tangannya menyentak pegangan Sungmin kasar.

“Donghae!” panggil Sungmin berusaha menahannya, sekali lagi Donghae terhenyak—ia menoleh dengan tampang amat tersiksa, “maaf Sungmin” bisiknya penuh penyesalan

Sungmin menatap tajam Donghae, “kalau kau pergi untuk bertemu dengan Eunhyuk, kita putus!” ancam Sungmin telak

“Maaf” bisik Donghae memejamkan matanya—dan ketika ia membuka mata, Donghae sadar, ia menginginkan Eunhyuk berdiri di depannya, tertawa bersamanya, pergi dengannya. Bukan Sungmin

Donghae telah salah memilih

“Maaf” dengan tegas, Donghae menunduk dalam dalam sebelum berlari ke arah seberang. Langkahnya masuk menyeruak ke ruangan yang di hias begitu chic. Kedua mata Donghae menyapu ke sekeliling, tatapannya terhenti di pojok ruangan

Mereka sedang berbicara serius ketika Donghae sampai di depan meja, “Eunhyuk aku mau bicara” dan tanpa basa basi, Donghae menarik kasar tangan Eunhyuk keluar café.

“Donghae kita mau kemana?” tanya Eunhyuk bingung melihat sikap Donghae yang tidak biasa

“Ikut saja”

Donghae terus berjalan sampai di ujung persimpangan, tepat satu belokan menuju Jl Te Amo. Di sana Donghae berdiri menatap Eunhyuk—tanpa mengatakan sepatah kata pun.

“Kenapa kau—

“Apakah kau pacaran dengan Kyuhyun?” tanya Donghae langsung ke pokok pembicaraan

“tidak” jawab Eunhyuk cepat

“Terus” Donghae mendekati Eunhyuk, tidak membiarkannya bergerak sedikitpun, “kenapa kau membiarkan Kyuhyun menggandeng tanganmu, memeluk tubuhmu. Bukankah kau bilang itu hanya di lakukan oleh sepasang kekasih, terus itu apa???” cecar Donghae kesal—tanpa sadar Donghae telah di bakar rasa cemburu

“Ak..aku..” Eunhyuk susah menemukan kalimat yang tepat, “tunggu! Kita tidak ada hubungan lagi, buat apa kau mengkhawatirkan diriku” tantang Eunhyuk sambil menegakkan kepala, “urus saja hubunganmu dengan Sungmin”

Eunhyuk berusaha melepaskan diri dari kungkungan Donghae tetapi tidak bisa. Tubuhnya terkunci antara Donghae dan dinding perumahan.

“Lepaskan!” teriak Eunhyuk mendorong tubuh Donghae walaupun tenaga mereka tidak seimbang satu sama lain, sudah pasti Eunhyuk gagal melepaskan diri, “lepas…” Eunhyuk menyerah—ia hanya memalingkan wajah, menunggu Donghae berbicara

“Aku sudah putus dengan Sungmin” kata Donghae tiba tiba

“Eh?” Eunhyuk memberanikan diri menatap wajah Donghae, “kau..”

Donghae merunduk, ia memindahkan kedua tangan yang memenjara tubuh Eunhyuk, masuk ke sela jari jari tangan Eunhyuk kemudian kepala Donghae bertumpu pada bahu Eunhyuk

“Sungmin benar sejak awal. Ia bersikeras menolakku sambil terus berkata bahwa aku mencintamu, bukan dia. Berulang kali aku menolak kenyataan itu, hingga akhirnya Sungmin terpaksa menerimaku.” Donghae menjelaskan semua nya masih dalam keadaan menunduk

“Sungmin wanita yang baik, tetapi setiap ia bergerak, tertawa, mengajakku berbicara…berbeda seperti dirimu. Sosokmu selalu menghantuiku, dan aku kesal karena baru menyadarinya tadi”

Donghae menarik kepala dari balik bahu Eunhyuk yang tercengang mendengar pengakuan Donghae lalu memeluknya erat.

“Aku sudah memelukmu, menggenggammu, berarti sekarang aku sudah menjadi kekasihmu bukan” bisik Donghae

Bibir Eunhyuk bergerak menahan tawa, “kau…” Eunhyuk pun membalas pelukan Donghae, “aku selalu mencintaimu Donghae”

“Hmm,,mulai sekarang jangan pernah biarkan orang lain menyentuhmu selain aku” Donghae sedikit mengayunkan tubuh Eunhyuk ke atas. Membuat Eunhyuk harus mengalungkan tangannya di leher Donghae agar tidak terjatuh

“Kau?! cepat turunkan aku!”

“Tidak akan” Donghae mendongak sambil terus menggendong Eunhyuk sedikit tinggi, “aku akan mengantarmu pulang dalam keadaan seperti ini”

“tidak!!! Donghae!!” suara protes Eunhyuk tidak ia dengar. Sampai langkah Donghae mengilang di ujung jalan teriakan histeris dari Eunhyuk masih membahana. Terang saja kedua orang yang dari tadi mengintip mereka tertawa tertahan saat keluar dari persembunyian

“Aishhh ternyata butuh waktu lebih lama dari perkiraanmu” tegur Kyuhyun merenggangkan tubuh yang agak kesemutan karena terus membungkuk di antara semak semak

Sungmin tidak memperdulikan sindiran Kyuhyun, ia masih tersenyum senang rencanannya berhasil seratus persen, “mereka memang cocok” desahnya puas

“Iya, nah sekarang giliran kita” Kyuhyun berpindah posisi, dia melangkah maju ke depan Sungmin, “aku sepertinya bisa menebak sesuatu—sesuatu tentangmu” Kyuhyun menunjuk ke arah kepala dengan angkuh, “aku pintar ingat?”

“Terus? Tebak saja kalau bisa” kata Sungmin meremehkan—Kyuhyun bukan orang pertama yang mencoba mencari tahu tentang Sungmin. Dan biasanya sebagian besar dari mereka salah besar

Tidak seorangpun tahu jati diri Sungmin terkecuali Heechul, itu pun karena Sungmin yang bercerita bukan sebaliknya

“Aku kira awalnya kau itu punya indera keenam, tetapi aku salah.” Kyuhyun berjalan mondar mandir, berlagak detektif, “kau tidak bisa menebak kalau Donghae akan menembakmu—tetapi kau tahu dia sebenarnya mencintai Eunhyuk. Hampir sama, namun bukan. Bukan itu kemampuanmu sebenarnya”

Sungmin terkesiap mendengar penjelasan Kyuhyun

“Bagaimana kau tahu?” nafas Sungmin memburu, ia berharap kalau Kyuhyun hanya bisa menebak sebagian saja, tidak lebih

Kyuhyun menggelengkan kepala—merasa di atas awan, “aku memperhatikanmu, sejak Ryeowook menyatakan cinta kepada Yesung, waktu Heechul terkejut saat kau sedang membisikkan sesuatu sambil melihat ke arah Hangeng terus menerus….”

Sungmin makin terpojok

Kyuhyun tahu, ia benar benar tahu

Karena mendapati Sungmin hanya bisa membisu mendengar semuanya. Hanya satu hal yang dapat di simpulkan Kyuhyun, “tolong koreksi pernyataanku ini, Sungmin”

Wajah Sungmin ketakutan—entah kenapa sekarang ia malah merapat ke arah dinding untuk menghindari Kyuhyun yang mendekat

Posisi Donghae dan Eunhyuk kembali terulang, hanya berbeda orang

“Aku” Kyuhyun memiringkan kepala untuk menggoda Sungmin, “aku jodohmu bukan?” tanyanya restoris

THE END

11 responses to “≈Of Course I Love U-Chapter Seven-{Eunhae}≈

  1. Hadoh panjang bner dad ini ..
    KyuMin kok slalu nongol di setiap part ?
    Bener gk sih itu kelebihan Sungmin ..
    Next ..

  2. just 1 word….!!!! ENVYYYYYY~

    pengen punya kemampuan kyk ming beneran nih.. #jderr~

  3. huuuaaaaaa
    brapa kali juga baca ff eonni, tetep dpet fellnya
    untuk ksekian kli q bca ff ini, dan nangis lagi
    bneran lho, sumpah dah(^^)V
    eon, kpn dlanutin lgi ffnya? q kngen ff eonni
    cpet blik ya eon^^

  4. “Aku” Kyuhyun memiringkan kepala untuk menggoda Sungmin, “aku jodohmu bukan?” tanyanya restoris

    Sangat-sangat-sangat-sangat-sangat SUKA part ini.. ><

  5. hahahha akhirnya hae sadar kalo perasaan dia ke min hanya suka tapi ke hyuk cinta.
    hah?? aigoo!! itu beneran?
    jd min hindarin kyu karna kyu itu jodohnya??
    dia belum percaya atau apalah ke kyu kalo dia jodohnya?
    jadi itu alesan min kaya gitu ke kyu?

  6. hwaaaaa….. kyu…ternyat kamu meski rada beda disini. tpi kepintaran kamu gak berubah…
    akhirnya eunhae jadiiiia… yippie~ aku mau lari ke part selanjutnya. paypay. gomawo~

  7. ahhh…..jadi sungmin bisa melihat jodoh…???
    hmm….tp klo kya g2…kyuhyun jd nasris keliatan.x….
    evil.x keluar….bagus klo kyuhyun udah suka sma ming dri awal…nah klo dia jail…bisa2 ming digodain terus tuh… ^_^

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s