≈No Other Like U-Thirty Nine-{New(B’day)Year}≈

-27 desember-

“Oh ya” Kyuhyun menoleh kepada Sungmin, “kau mau minta hadiah apa? Nanti buat tanggal satu? Kamu boleh minta apa saja”

Sungmin yang duduk malas sambil membereskan selimut, menengadah, “tidak usah repot begitu Kyu. Kita makan makan saja di rumah gimana?”

“Kau tidak mau di rayakan?” selidik Kyuhyun sambil memikirkan sesuatu

“tidak” setelah memasukkan semua selimut ke dalam lemari, Sungmin berjalan menghampiri Kyuhyun, “lagipula buat apa kita merayakan tahun baru mewah? Lebih baik seperti natal kemarin, kita menghabiskan hari sambil nonton TV”

Kyuhyun terkejut. Ia langsung menoleh untuk membuktikan kalau Sungmin sedang tidak bercanda

“Tahun baru?” ulangnya tidak mempercayai ucapan Sungmin

“Iya, itu kan maksudmu?” balas Sungmin meneliti raut wajah Kyuhyun yang masih menganga lebar

“Minnie” Kyuhyun mengucapkan itu dengan nada penuh penekanan, “jangan bilang kamu lupa tanggal satu itu ada apa? Hari apa?”

“Tanggal satu itu” Sungmin memandang ke langit langit—ia bingung kenapa Kyuhyun menanyakan hal yang sudah sangat jelas. Memang apalagi yang orang rayakan selain tahun baru, atau Sungmin melupakan sebuah tanggal penting

Sungmin mencoba menebak nebak, “ah jangan bilang itu tanggal ulang tahun pernikahan kita pertama?”

“Aishhh” Kyuhyun menepuk jidatnya sendiri, “Minnie, pertama kita tidak menikah saat tahun baru. Kedua kita baru akan merayakan ulang tahun pernikahan bulan agustus” jelas Kyuhyun sambil geleng geleng kepala

“Terus” Sungmin menggaruk hidungnya yang tidak gatal, “tanggal satu itu ada apa?”

GUBRAKKKK

***

Ke esokan harinya Sungmin dan Kyuhyun harus berangkat sekolah lagi. Liburan natal hanya tiga hari dan mereka tidak di berikan libur panjang sampai malam tahun baru. Menurut kebijakan sekolah, semua siswa baru akan berlibur kembali tepat pada tanggal 1 hingga tanggal 3 januari

Selepas itu mereka belajar seperti biasa

“aduh! Harus masuk lagi, padahal gw udah enak enak mendekam kamar yang hangat” keluh Chulie yang sudah sampai di sekolah bersama dengan Kibum. Mereka berdua langsung menghampiri meja Kyuhyun dan Sungmin sambil membagi cerita tentang bagaimana acara liburan natal mereka

“Heenim” Kyuhyun melepaskan genggaman tangan Sungmin lalu bersingut mendekat ke tempat duduk Chulie yang berada di seberang

“Ya?”

“Ikut aku keluar sebentar” ajak Kyuhyun sambil menoleh ke Kibum, “tolong jaga Sungmin”

“ok” kata Kibum menempati kursi di sebelah Sungmin lalu mengajaknya ngobrol. SementarA Kyuhyun mengajak Chulie keluar ruangan dan berhenti di depan beranda kelas lantai 3

“Apa kau tahu tanggal 1 januari itu ulang tahun Minnie?” tanya Kyuhyun menyeringitkan dahi—takut salah tebak

“Tahu dong, emang kenapa? Minnie minta kado apa dari kamu?” Chulie terlihat antusias

Kyuhyun menghela nafas sambil memutar kedua bola matanya, “dia aja ngga inget ultah sendiri”

Chulie terkekeh kecil, lalu tawanya itu berubah menjadi senyum simpul, “itu tidak heran—Minnie tidak pernah ingat ulang tahun siapapun. Aku kasih tahu saja, siapapun! Bahkan ulang tahunmu kemarin itu aku yang memberi tahu”

“Mwo?!” Kyuhyun membelakkan mata, “separah itu penyakit lupa Minnie?”

“Bukan Kyu” ujar Chulie langsung menyanggah, “Minnie memang dari dulu begitu, ingat tidak waktu aku sweet seventeen, dia tidak hadir bukan? Minnie tidak suka mengingat tanggal ulang tahun, mungkin dia menganggap itu tidak penting”

“Nah itu…Chulie” seringai khas Kyuhyun terpatri di bibirnya, “mumpung dia lupa—aku mau memberi pesta kejutan untuknya, hitung hitung balas dendam karena kemarin pas aku ultah Minnie ngerjain aku” Kyuhyun tertawa licik sekarang

“Ya! Kyu!” Chulie melotot protes, ia hampir mengacungkan tinju kepada Kyuhyun—tetapi di tahan, “kau jangan berbuat aneh! Minnie sedang hamil!”

“Tidak aneh, aku hanya mau memberikan…” Kyuhyun menggantungkan kalimat agar Chulie makin penasaran mendengar rencana yang telah Kyuhyun susun

“Apa??” Desak Chulie

Kyuhyun memberi isyarat agar Chulie mendekat, “rencanaku…”. Perlahan raut wajah Chulie berubah, matanya membulat dan mengangguk paham.

“Aku setuju!” Chulie ber high five dengan Kyuhyun, “ini pasti jadi ulang tahun terindah untuk Minnie” bisik Chulie lembut sambil mengacak acak rambut Kyuhyun, “tidak salah aku mengijinkan kalian berdua menikah, kau amat menyayanginya”

“Memang” suara Kyuhyun melembut mendengar pernyataan Chulie, “aku memang menyayanginya”

____

Sepulang sekolah, Kyuhyun mengajak Sungmin dulu pergi ke supermarket besar di tengah kota. Kyuhyun bermaksud membeli semua keperluan untuk pesta ulang tahun Sungmin, tanpa perlu khawatir istrinya ini akan curiga. Kyuhyun tinggal beralasan semua bahan makanan yang ia beli untuk penyambutan tahun baru di rumah mereka, meski Sungmin sedikit heran karena Kyuhyun mengambil beberapa bahan mentah untuk pembuatan kue. Belum lagi saat Kyuhyun memasukkan perlengkapan pesta—sama seperti yang pernah di beli Sungmin

“Kyu, kita kan mau pesta berdua” Sungmin mendorong troli dengan perasaan bingung, “itu ngapain ada balon tiup sama piring kecil buat cake? Emang kita mau ngundang orang lain?” tanyanya

Kyuhyun menggeleng, “tidak, udah jalan aja!” berbohong dengan Sungmin selalu lebih mudah—untung istrinya itu amat polos sehingga gampang bagi Kyuhyun menyiapkan pesta tanpa perlu di curigai

Sungmin mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru supermarket. Ramai. Di penuhi oleh penduduk yang sama sama berbelanja untuk menyiapkan acara tahun baru sama seperti mereka.

Karena kecapekan, Sungmin bersandar pada troli dan menunggu Kyuhyun memasukkan barang entah apa yang dia beli—Sungmin menyerah untuk bertanya lagi

“Hei?”

Seseorang perempuan—berparas cantik dan bertubuh tinggi dengan angkuh menyapa Sungmin dari arah belakang. Ketika Sungmin menengok, ia terkejut lalu bersikap defensif sambil agak menjauhi wanita itu

“Kau” desis Sungmin penuh kebencian, “mau apa lagi Miiju?”

Miiju tersenyum merendahkan sambil mengamati wajah, pakaian dan kondisi perut Sungmin yang semakin membesar. Senyum Miiju semakin lebar saat menyadari kalau Sungmin tidak bersama siapapun—terutama dua orang yang pernah mengikatnya di pohon waktu itu

“Kau sendirian” kata Miiju mengintimidasi Sungmin

Dahi Sungmin mengkerut tidak setuju, “tidak aku bersama Kyu…” matanya memandang ke tempat rak gelas di mana tadi Kyuhyun sedang memilah milah, tetapi sekarang Kyuhyun menghilang entah kemana

“Sudah tidak usah mengada ada” Miiju makin mendekati tempat Sungmin bersandar. Sebenarnya tempat ini ramai—namun karena semua orang sibuk dengan urusan masing masing, tidak ada yang tahu kalau ada elang jahat yang punya niat busuk kepada seorang wanita hamil

“Kau! Suamimu dan kembarannya, telah berani mempermainkanku” unjuk Miiju tepat di wajah Sungmin. Sungmin sendiri mengkerut dengan protektif melindungi perutnya. Tiba tiba Sungmin merasa kembali pada saat SMP dulu.

“Mau mu apa?” Sungmin berusaha menguatkan nada suaranya untuk membalas gertakan Miiju tetapi sayang—Sungmin malah terdengar seperti memelas, meminta Miiju menjauhinya

“Hmm, jangan kau kira karena sudah punya suami, kau menjadi orang hebat—berkelas atau apalah” sindir Miiju makin senang melihat wajah Sungmin berubah. Ada kesenangan tersendiri membuat seorang Lee Sungmin menderita, di bawah tekanannya. Ya, itulah keahilan Miiju

“Kau tetap Sungmin yang dulu” Miiju memiringkan kepalanya masih tersenyum sinis, “Sungmin yang lemah, tertindas dan tidak punya apa apa”

PLAKKKKK

Dengan refleks, Sungmin menampar wajah Miiju—ia terisak kecil karena secara sengaja Miiju telah membangkitkan kenangan buruk yang pernah menghantui Sungmin selama 3 tahun

3 tahun mengerikan

Mendengar bunyi tamparan, semua terjadi bersamaan. Miiju yang kaget—menyadari seorang Sungmin berani memukulnya, ia sudah melayangkan tangan kanan untuk membalas perbuatan Sungmin. Tepat saat itulah ada sebuah lengan seorang lelaki yang menghalangi niat Miiju. Lelaki itu menatap garang seolah olah tidak tahan ingin membunuh Miiju sekarang juga

“Kau berani muncul lagi” bisik Kyuhyun dengan pandangan setajam belati kepada Miiju

“Lepas!” Miiju mendorong tubuh Kyuhyun sambil berusaha melepaskan tangannya yang masih di genggam erat

Beberapa pengunjung supermarket yang mendengar pertengkaran itu, menoleh. Mereka malah menonton penuh rasa ingin tahu. Karena tidak mau membuat keributan panjang, Kyuhyun melepaskan tangan Miiju dengan kasar.

Sungmin sendiri sibuk merunduk, wajahnya mulai basah oleh air mata. Melihat itu Kyuhyun lebih memilih mengajak Sungmin pulang di bandingkan harus meladeni orang seperti Miiju

“Kau tidak akan selamat!” kata Kyuhyun benar benar serius dengan ancamannya. Ia mendorong troli di belakang tubuh Sungmin kemudian memapah Sungmin lembut.

Secepat mungkin Kyuhyun mempercepat pembayaran, menjinjing belanjaan banyak seorang diri sambil mengamati keadaan Sungmin. Dia takut Sungmin terlalu memikirkan perkataan Miiju tadi

“seharusnya kemarin itu gw biarin Heenim nonjok dia di rumah” bisik Kyuhyun mengutuki kebodohannya sendiri

Sepanjang perjalanan pulang, Sungmin tidak berbicara apapun. Tidak peduli selembut apa Kyuhyun membujuk, ia tetap melamun—memandangi jalan raya

Sesampai di rumah tidak jauh berbeda, Sungmin membiarkan Kyuhyun membereskan belanjaan seorang diri sedangkan dia masuk ke dalam kamar, mengunci pintu lalu terduduk diam di atas kasur

Kyuhyun menghela nafas—dia meninggalkan semua belanjaan masih berada di depan pintu rumah dan menyusul Sungmin ke dalam kamar. Untung saja mereka masing masing memiliki kunci sehingga tidak heran kalau Kyuhyun tidak perlu menggedor atau menggebrak pintu kamar

CKELK

Sungmin menangis

Tubuhnya bergetar sambil terisak kecil. Tidak ada rengekan yang biasa Sungmin keluarkan jika sedang menangisi telenovela atau sehabis bertengkar dengan Kyuhyun karena masalah kecil

Tangisan ini berbeda.

“Minnie” Kyuhyun berlutut di depan Sungmin yang duduk di tepi ranjang—menghapus wajahnya secara hati hati, “tidak usah di pikirkan, wanita itu sakit jiwa! Ok?”

Perhatian Sungmin kembali terfokus, ia membalas tatapan Kyuhyun, “aku tahu Kyu…Mijju itu sakit jiwa..hanya saja” Sungmin merunduk sambil memainkan jari jari tangannya, “terkadang perkataannya benar, aku memang lemah dan tidak punya siapapun” mendengar itu Kyuhyun merasa Sungmin terlihat lebih rapuh dari yang pernah ia kenal. Dengan perlahan, Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dalam pelukannya, “kau punya aku, Chulie Kibum dan yang lainnya. Jangan pernah merasa sendiri”

Kedua tangan Sungmin yang berada di balik punggung Kyuhyun terkepal—ia mencengkram tubuh Kyuhyun terlalu erat

“Jangan pernah tinggalkan aku” bisik Sungmin masih menangis

“tidak akan” balas Kyuhyun membiarkan Sungmin meluapkan semuanya. Selama beberapa jam kemudian Sungmin yang sudah mulai tenang tertidur dalam pangkuan Kyuhyun. Hingga di baringkan dengan tenang di alam sana

*sumpah authornya lagi ngaco*

Hingga Kyuhyun membaringkan Sungmin di atas kasur, menghapus jejak air mata yang membengkas sebelum keluar dari ruang kamar

Ia memencet tombol speed dial no 1 lalu berbicara dengan cepat

“Miiju, muncul lagi, membuat Minnie menangis” Kyuhyun memenggal kalimat supaya lebih padat dan tepat. Ia mau menyelesaikan wanita ini dulu sebelum membuat kado untuk Sungmin

Terdengar bunyi amarah dari seberang sana

“Dia bego—gw tahu alamatnya pas kemarin kita iket tasnya masih ketinggalan di rumah. Mau kita apain Heenim?” untuk kali ini Kyuhyun tidak akan menahan Chulie lagi. Dia bahkan mau melakukan hal yang lebih ekstrim di banding kemarin

Chulie mengumpat beberapa kata kasar baru setelah itu membicarakan rencananya

“Ok! Aku sih ngga masalah buang dia ke laut sekalipun. Tapi kasian anak kami kalau pas lahir Ayahnya masih di penjara lagi” jawab Kyuhyun setengah bercanda

“Ok, besok aja. Sip” Kyuhyun mematikan telepon. Ia memeletukan jari jari supaya lebih luntur lalu mengeluarkan belanjaan satu persatu. Sebenarnya Kyuhyun beruntung, dengan pertemuan Miiju di supermarket tadi membuat Sungmin tidak menyadari barang apa saja yang di beli Kyuhyun.

“Nah sekarang saatnya gw ke rumah Kibum” sahut Kyuhyun mengambil mantel tebal lalu bergegas pergi keluar

***

“Kyu” igau Sungmin dalam tidurnya

“Ng..Kyu” suara Sungmin terdengar makin keras. Ia membuka matanya lebar lebar—melihat ke sekeliling kamar kemudian berpindah memandang langit yang mulai menggelap dari luar jendela

“sudah malam” Dengan langkah lunglai, Sungmin bersingut berjalan keluar. Ia terkejut mendapati ruangan TV kosong. Tidak ada tanda tanda Kyuhyun sedang bermain PS di sana.

“Kyu!” panggil Sungmin mulai panik

Ia sedikit berlari masuk ke dalam dapur, ruang tamu—bahkan Sungmin juga memeriksa kamar tamu yang terakhir kali di huni oleh Jungmoo. Tetap nihil

“Dia kemana?” bisik Sungmin gusar. Inilah efek dari pertengkarannya dengan Miiju, Sungmin menjadi takut tertinggal sendirian sekarang. Isi kepala Sungmin sudah memikirkan berbagai macam hal negatif melihat keadaan rumah kosong di tinggalkan Kyuhyun tanpa ada kabar sama sekali

“Kyu kamu kemana” Ia mengambil telepon genggam dari atas lemari baju, memencet beberapa nomor

CKELK

“aku pulang” sapa Kyuhyun dari arah depan

“Kyu! Kau kemana saja!” kata Sungmin dengan tergopoh gopoh menghampiri Kyuhyun

“Ya Minnie! Jangan lari lari, bahaya!” saat Kyuhyun ingin menyentuh Sungmin, ia tersadar—lalu menarik tangannya kembali

“Kau kenapa?” Sungmin memanjangkan lehernya untuk melihat ke belakang Kyuhyun, “tanganmu kok di sembunyikan? Ada apa sih?”

“Ngga ada apa apa” Kyuhyun berjalan dengan gaya aneh. Ia berjalan menyamping masih memegangi kedua tangan di balik punggung. Tetapi karena Sungmin masih bergeming, Kyuhyun agak susah untuk masuk ke dalam. Baru kali ini Kyuhyun melihat Sungmin menatapnya begitu tajam, “mana tanganmu? Lihatin ga!” bentak Sungmin emosi

“Tap—

“Ngga ada!!! Cepatan” Sungmin menarik tangan Kyuhyun seperti seorang ibu yang memergoki anaknya sedang sembunyi sembunyi memasukkan binatang ke dalam rumah

“Ini!” Sungmin melemparkan pandangan ke wajah Kyuhyun dan kedua tangannya secara bergantian, “tangan kamu kenapa??” kata Sungmin histeris

Bagaimana tidak, jari jari Kyuhyun yang panjang tersayat benda tajam di beberapa tempat. Sedangkan di jempol sebelah kiri ada bekas tonjolan biru yang membengkak.

“Ini tadi” Kyuhyun melebarkan mata—ia memikirkan alasan untuk membohongi Sungmin, “aku main ke rumah Kibum, main PS”

“Main PS kok bisa luka kayak habis pegang martil” tegur Sungmin seraya pergi ke dapur, mengambil kotak obat lalu menarik tangan Kyuhyun di atas pangkuan Sungmin

DEG

‘Kok Minnie bisa tahu’ teriak Kyuhyun dalam hati

“Aku belum selesai Minnie…jadi tuh aku main PS, terus AW” Kyuhyun menggigit bibir kesakitan saat Sungmin mensterilkan luka lukanya, “terus tanganku ngga sengaja bersandar di lantai yang ada pakunya”

“kalau luka biru ini dari mana?”

“Dari….” Aduh Kyuhyun sudah kehabisan akal buat bohongin Sungmin. Maklum semenjak menikah, Kyuhyun jarang lagi berbohong atau menggunakan otak liciknya untuk menjahili orang lain

“Pokoknya gitu! Udah ah, kamu jadi istri cerewet banget!” teriak Kyuhyun mengimbangi dengan rasa sakit yang mulai mereda

Sungmin belum menjawab, ia menutup semua luka memakai plester dan melihat jari jari Kyuhyun lebih teliti, “lain kali kamu hati hati deh”

“Iya Minnie” balas Kyuhyun lemah—masalahnya adalah akan ada selalu ‘lain kali’

..Sekolah St Christie..

-28 desember-

Hari ini Kyuhyun akan lebih sibuk dari hari hari biasa. Eh salah, Hari ini dan hari berikutnya dan seterusnya hingga tanggal 31 Desember, Kyuhyun akan sibuk dari biasanya.

Sebenarnya tidak susah menyiapkan pesta ulang tahun untuk Sungmin—Kyuhyun sudah meminta bantuan Kibum dan Chulie agar menyiapkan segala sesuatunya.

Tetapi yang menjadikan Kyuhyun lebih sibuk adalah hadiah Sungmin yang tidak mudah di buat, di rangkai dan di laksanakan.

“Udah gw bilang beli aja, lo malah ngotot mau bikin sendiri” kata Kibum saat mereka selesai rapat sesama anggota klub basket

Kyuhyun menolak keras, “ngga bisa! Gw harus bisa buat sendiri! Lagian Sungmin pasti lebih suka” Kedua mata Kyuhyun menghangat ketika membayangkan wajah bahagia Sungmin menerima hadiah darinya nanti—hadiah yang tidak bisa di gantikan

“Iya tapi lo ngga pernah megang alat kasar kayak gitu, ck ck ck” Kibum geleng geleng kepala, “bener kata Chulie, lo emang sayang banget sama Sungmin”

Kyuhyun tersenyum senang sambil merangkul pundak Kibum, “sama seperti lo sayang Heenim”

“Yoi”

Mereka sampai ke kelas lalu bergabung dengan Chulie yang sedang bercerita sesuatu yang lucu dengan Sungmin. Kyuhyun tersenyum misterius—meminta perhatian Chulie agar mengikutinya keluar ruangan. Seperti biasa, Kibum tidak mau ikut campur masalah saudara kembar itu dan membiarkan Sungmin mengajaknya berbicara selagi mereka berdua pergi

“Kamu udah dapet infonya?” tanya Kyuhyun melirik ke samping kanan kiri—takut ada yang memergoki tindak tanduk mereka. Kyuhyun sadar kali ini tindakan mereka akan membahayakan hidup seorang gadis—gadis yang kemarin telah berani muncul kembali dan membuat Sungmin menangis seharian

“Udah dong, dia rencananya mau pergi ke USA nanti siang. Pantes aja tuh cewek rese ngga takut gertak Minnie lagi, Miiju pasti berpikir akan selamat karena tidak akan bertemu kita berdua lagi” Chulie tersenyum licik, “dia belum tahu siapa Cho Twins”

Kyuhyun membalas dengan seringai tajam. Kalau sedang begini, meski Kyuhyun dan Chulie berbeda sel telur akan terlihat sangat mirip—terutama saat tersenyum

“Berarti kamu udah atur semuanya?” selidik Kyuhyun sambil melipat tangan di dada. Ia berharap Chulie sudah membereskan semuanya sehingga Kyuhyun tidak perlu repot mengurusi nenek sihir itu lagi

Chulie mulai bersemangat menceritakan semuanya, “gw udah datengin rumahnya, nunggu tuh cewek keluar rumah buat hangout, terus nyamar jadi petugas penjualan tiket. Gw bilang sama pembantunya, tiket nona Miiju ketinggalan kemarin” Chulie membuat gaya hampir mau muntah saat menyebut nama itu dengan nada hormat, “pas di anter ke kamar baru deh gw tuker tuh tiket”

Senyum Kyuhyun melebar—bahkan hingga membuat mata Kyuhyun menyipit senang, “kamu tuker tiket dia kemana?”

Chulie menepuk pundak Kyuhyun bersahabat, “tenang saudaraku, gw tuh cewek paling baik hati. Menurut lo kalau Simbabwe itu terlalu kejam ngga?”

“HAHAHHAAHAHHA” Tawa Kyuhyun meledak.

Beberapa orang di koridor melihat ke arah mereka dengan tatapan ingin tahu

“Itu” ucap Kyuhyun di sela sela tawanya, “masih terlalu baik untuk cewek kayak Miiju” Kyuhyun melanjutkan derai tawa.

Chulie tersenyum sambil menggelengkan kepala, “daripada permintaan lo!! Minta kita ngiket Miiju terus nenggelamin di sungai Han? Aishhh”

“Udah..udah” Kyuhyun bersikeras menghentikan tawa yang berlebihan itu, “tapi beneran terima kasih, kamu udah ngurangin beban aku setengah Heenim” ucap Kyuhyun penuh rasa bersyukur

“Gapapa, sekarang giliran kamu untuk selesain hadiah itu sebelum tanggal 31! Biar urusan pesta aku dan Kibum yang urus” Chulie menepuk nepuk dadanya sendiri

“makasih” ujar Kyuhyun sekali lagi

___

“Kyu tadi kamu ngomongin apa sama Chulie sampai ketawa kenceng begitu? Ada yang lucu?” tanya Sungmin sambil menggandeng tangan Kyuhyun dengan hati hati

Kyuhyun berpikir sebentar, “tidak ada apa apa, hanya saja teman baikku ada yang mengabdi pada masyarakat hingga mau di tugaskan ke Simbabwe sana”

“Ha? Kok mau? kan di sana, apa aja susah” ungkap Sungmin kagum

“Hmmm” Kyuhyun menahan tawa sambil menerawang jauh, “mungkin itu di namakan balas budi, dia kan wanita yang baik hati” ucap Kyuhyun bernada menyindir

Untung Sungmin tidak menangkap maksud sebenarnya, ia hanya mengangguk lalu berbelok menuju rumah mereka

Saat itulah, tepat sedetik setelah Kyuhyun dan Sungmin berpaling. Sebuah pesawat jauh di atas langit terbang tinggi membawa sekumpulan penumpang asing.

Di dalamnya ada seorang gadis, berpenampilan trendi sedang menyesap teh inggris sambil melihat ke arah daratan dengan wajah puas

Ia merasakan kelegaan luar biasa karena berhasil melarikan diri sebelum saudara kembar itu membalas dendam kepadanya

“Selamat tinggal Korea, Sungmin dan kakak beradik bodoh itu! Hehehehe”

Tanpa sadar sebenarnya gadis itu mengucapkan selama tinggal untuk dirinya sendiri. Ia akan mendarat 14 jam perjalanan dengan perasaan kaget, hampa dan nyaris menangis darah melihat daratan gersang yang menyambut kedatangannya

Bukan kota gegap gempita seperti USA

“Nah Minnie, aku mau ke rumah Kibum lagi, ok” kata Kyuhyun terburu buru mengganti seragam dengan pakaian sederhana dan celana pendek. Kyuhyun bahkan mengikat rambutnya yang sedikit memanjang dengan kunciran kecil di belakang

“Mau main PS lagi?” selidik Sungmin berwajah sedih, kok dia ngerasa tidak rela di tinggal sama Kyuhyun sendirian di rumah

“Hmm, tenang saja nanti sore aku akan pulang”

“Tapi—

Belum selesai Sungmin berbicara, Kyuhyun sudah menghilang dari kamar—berlari kecil ke arah pintu depan

“Huh” Sungmin menatap ke arah langit langit—malas melakukan apa apa. Dia hanya memainkan kaki dan mengelus perutnya lembut

“Kau sendirian” bisikan Miiju terngiang ngiang di kepala Sungmin. Ia sedikit meringis—memeluk tubuhnya sendiri.

Mau tidak mau, Sungmin harus mengakui omongan Miiju benar adanya. Lihat saja sekarang, Kyuhyun lebih sering meninggalkan Sungmin di rumah.

“Huh, daripada berkeluh kesah, lebih baik aku memasak saja” dengan amat malas, Sungmin memaksakan diri bangkit dari atas kasur yang nyaman

Sungmin melakukan semua yang ia bisa. Membereskan rumah (semenjak hamil ini menjadi tugas Kyuhyun, tetapi orangnya malah ngacir entah kemana), memasak dan terakhir menonton telenovela kesukaannya

Tetapi itu percuma. Sungmin tetapi bersedih karena sendirian terus di rumah. Ia bahkan tidak menangis saat ada adegan menyayat hati pada telenovela kesayangannya itu

Bayangkan saja, sang sepupu wanita mencintai sepupu laki laki yang sudah beristri. Dan mereka terpaksa berpisah karena sepupu laki laki tersebut akan menikahkan anak perempuannya dengan anak lelaki dari sepupu wanita

*jangan bunuh gw reader abis baca tulisan ini. Beneran adegannya sedih banget*

“Ternyata ngga enak nonton kalau ngga ada Kyuhyun” bisik Sungmin sambil menepuk nepuk sofa di sebelahnya

Ia menunggu dan terus menunggu. Tetapi sampai jarum pendek menunjuk ke angka 10, Kyuhyun belum pulang. Sungmin bahkan terpaksa makan sendirian (lagi) lalu menyisakan sebagian untuk Kyuhyun ke dalam kulkas. Setelah sudah selesai mencuci piring Sungmin kembali ke dalam kamar dengan lemas

CKELK

“Minnie” panggil Kyuhyun dari depan

Sungmin tidak menjawab. Perasaannya kesal bercampur marah—tidak tahu mana yang lebih mendominasi. Ia menahan tubuhnya tetap pura pura tertidur tanpa mengindahkan panggilan Kyuhyun

“Aishhh” suara Kyuhyun berubah menjadi rintihan

Dari dalam saja Sungmin bisa menebak derap langkah Kyuhyun mulai mendekat. Sungmin semakin membenamkan wajah ke bantal sambil tidur dengan menelungkup tepat di sisi kiri ranjang

Srett

Kyuhyun merebahkan diri, menghela nafas berkali kali. Ia langsung menoleh ke arah Sungmin, dengan hati hati Kyuhyun bersingut menyeret tubuhnya lebih dekat dan memeluk Sungmin seperti biasa

Kyuhyun tidak tahu kalau istrinya masih terjaga bahkan ketika ia sudah terlelap. Sungmin membiarkan kepala Kyuhyun bersandar pada bahunya—pulas

Yang menjadi perhatian Sungmin adalah luka luka di tangan Kyuhyun. Semakin bertambah banyak di sertai bekas lebam biru. Semua plester yang di tempelkan Sungmin mulai mengelupas dan membiarkan luka luka kembali terinfeksi

“Apa sih yang Kyu lakuin di rumah Kibum?” gumam Sungmin khawatir

-29 Desember-

“Aku ngga mau tahu!!! Apa susahnya berada di rumah Kyuhyun!! Memangnya di sini ngga bisa main PS apa!?!!” pekik Sungmin mulai histeris.

Dan kesalahan terbesar Kyuhyun adalah dia mau meminta ijin pergi pada saat Sungmin sedang memasak di dapur. Kyuhyun tidak berpikir atau belum berpikir kalau saja Sungmin bisa melayangkan pisau ke hadapannya

“Bukan gitu Minnie, tapi aku beneran ada urusan penting sama Kibum” kata Kyuhyun membela diri.

Tadinya Sungmin sudah mau melempari Kyuhyun dengan panci terbesar yang biasa di gunakan Ummanya buat memasak satu anak domba utuh. Tetapi Sungmin menahan tangannya, tidak tega karena luka Kyuhyun yang belum sembuh

“Aku..” Sungmin menarik nafasnya yang tersengal sengal akibat memarahi Kyuhyun, “gara gara kamu ninggalin aku dari kemarin, aku jadi inget omongan Miiju..” wajah Sungmin berubah sedih, “aku ngerasa sendirian”

“Ya ampun” dengan satu gerakan Kyuhyun langsung memeluk Sungmin—hati hati karena tangannya masih sakit kalau di paksakan banyak bergerak, “maaf Minnie. Aku aishhhh tapi aku beneran harus ke sana” ujar Kyuhyun berat hati

“Kau?” Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun kasar, “ya sudah sana pergi!! aku tidak mau tahu kalau lukamu tambah parah”

Ini yang membuat Kyuhyun serasa dilema. Siapapun pasti tahu jauh dari lubuk hati yang paling dalam, Sungmin masih berharap Kyuhyun akan tetap di rumah. Tetapi kalau dia menuruti kemauan Sungmin, nanti ngga selesai selesai tuh hadiah

‘Gimana dong?’ batin Kyuhyun berteriak minta tolong

Dengan langkah berat seraya berdoa semoga saja Sungmin tidak melempari pisau atau gelas kayu kesukaan mereka berdua ke arahnya

Namun tidak terjadi apa apa, Kyuhyun bisa pergi dengan perasaan lega 1 % dan perasaan amat bersalah 230%.

“Maaf ya Minnie” bisik Kyuhyun melirik rumah dari kejauhan dari berharap kalau Sungmin tidak terlampau marah kepadanya. Untuk kali ini, Kyuhyun dapat merasakan bagaimana perasaan Sungmin dulu saat memberikan pesta kejutan

“tidak enak sembunyi sembunyi seperti ini ternyata” dengusnya sambil pergi ke rumah Kibum

Tebakan Sungmin benar. Setiap kali Kyuhyun pergi ke rumah Kibum, seharian penuh dan pulang larut malam. Pasti luka di antara jari jari tangan Kyuhyun bertambah, belum lagi baju Kyuhyun kotor dengan bekas serutan kayu sekaligus tubuh Kyuhyun penuh dengan peluh—seolah olah dia bukan pergi untuk bermain, tetapi untuk kerja rodi di rumah Kibum

Saking marahnya Sungmin, ia sampai tidak mau di peluk oleh Kyuhyun waktu mereka mau tidur. Sungmin membiarkan Kyuhyun meringkuk di sebelah dengan mata yang tidak mau terpejam dari tadi, Kyuhyun tidak bisa tidur tanpa Sungmin. Maka dari itu, Kyuhyun membiarkan Sungmin terlelap terlebih dahulu baru setelahnya Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dari belakang

“Kamu terlalu cepat 100 tahun untuk bisa bersikap tidak adil Minnie” bisik Kyuhyun puas menjadikan Sungmin sebagai bantal hingga tak lama kemudian Kyuhyun mulai tertidur nyenyak

-30 Desember-

“Umma, Appa nanti bisa balik ke Seoul? Kalian sedang dimana?” Kyuhyun saat ini sedang berjalan mondar mandir di lapangan basket pada jam istirahat

“Hmm, bisa? Gomawo. Iya iya..ah tidak aku hanya mengundang beberapa teman” Kyuhyun mengangguk, “baik. Sampai bertemu besok Appa Umma”

“Beres” Kyuhyun mencoret daftar apa saja yang harus dia lakukan menjelang ulang tahun Sungmin.

Kedua orang tua Sungmin, Kangin dan Teuki sudah bersedia hadir meski sedang berada di Manhattan. Kalau orang tua Kyuhyun sendiri, bisa di pastikan datang. Nah sekarang giliran Kyuhyun meminta bantuan beberapa orang untuk menghias ruang tamu mereka

“Minnie” sahut Kyuhyun sekembalinya dari luar masuk ke dalam kelas. Di lihatnya Sungmin sedang menghabiskan makan siang yang Kyuhyun pesan dari kantin

“Tadi kau bilang apa Chulie?” tanya Sungmin terang terangan mengacuhkan Kyuhyun

Kyuhyun mendesah

Ia mendekati mejanya di mana ada Chulie yang menemani Sungmin, “Minnie! Dengar aku! Nanti kamu pulang berdua sama Chulie, aku mau langsung ke rumah Kibum” pemberitahuan Kyuhyun berhasil membuat Sungmin berhenti menyuap makanan

Bibir Sungmin bergetar menahan amarah, sebegitu penting kah permainan PS sampai sampai tega meninggalkan istrimu yang sedang hamil di rumah sendirian!! Ingin rasanya Sungmin berteriak demikian pada Kyuhyun

Tetapi ego Sungmin tertahan, ini sekolah—dia tidak mau mencari ribut.

“Terserah” balas Sungmin bersikap se acuh mungkin

Kyuhyun menarik nafas panjang lagi, ia melirik kepada Chulie dengan tatapan meminta bantuan

“Er..Minnie, gimana kalau nanti kita ke toko buku? Mau?” ajak Chulie berusaha mencairkan suasana

Tetapi gagal, Sungmin benar benar berada dalam fase keketusan tingkat tinggi dengan Kyuhyun. Setelah menyelesaikan makanannya, ia beranjak pergi ke toilet—tidak mengindahkan panggilan Kyuhyun atau pun Chulie

Entah kenapa kalimat Miiju terus menghantui pikiran Sungmin

‘Kau akan selalu sendirian’

____

“argh liat sekarang, Minnie marah berat sama gw!!” pekik Kyuhyun keras ketika Sungmin sedang ke kamar mandi

“Lo sih, gw bilang mau bantu ga boleh” sahut Kibum dari atas kursi, di sampingnya Chulie mengangguk setuju, “kan kita bisa bantu Kyu”

Kyuhyun menggeleng lemah, “ngga ada artinya Heenim, berarti itu kado kita bertiga dan tidak istimewa”

Kibum bertukar pandangan dengan Chulie, membiarkan Kyuhyun mengambil keputusan yang tepat, “tetapi malam ini menginap saja, waktunya tinggal sehari lagi bukan?” tawar Kibum

“Lo liat aja” Kyuhyun memejamkan matanya, “gw pergi aja dia marah marah, apalagi gw nginap”

“tapi ngga keburu Kyu, biar nanti aku yang bicara dengan Minnie” Chulie tidak tega melihat Kyuhyun kerja keras—tidak kerja mati matian mengerjakan hal mustahil jika bukan demi Sungmin

Sudah berulang kali, Kibum dan Chulie menasehati agar Kyuhyun lebih baik membeli benda itu ketimbang membuat sendiri. Dalam waktu 4 hari? Pantas saja semua jari Kyuhyun terluka—memang di butuhkan perjuangan cukup keras untuk meraih itu semua

“Baiklah” desah Kyuhyun lelah, pekerjaannya memang baru selesai ¾ saja. Belum mengecat warna dasar dan membeli kelambu untuk di taruh…

“Aishhh kelambu!!! Aku lupa!!!” Kyuhyun mengambil catatan dari balik saku seragam dan meneliti terlebih dahulu, “benar kan, belum aku beli…”

“Kelambu? Untuk apa kamu beli kelambu Kyu?” tanya Sungmin yang tiba tiba sudah ada di belakang mereka

Kyuhyun buru buru menyimpan kembali catatannya dan menggaruk kepala—salah tingkah, “bukan apa apa Minnie”

Chulie teringat pembicaraan mereka tadi, “Minnie…Kyu boleh minta ijin tidak menginap di rumah Kibum? Ada sesuatu yang harus mereka kerjakan” pinta Chulie seraya memegang kedua tangan Sungmin

“Tapi—

Sudah jelas, Sungmin tidak bisa menolak permohonan seorang Chulie namun tetap saja Sungmin melayangkan tatapan tajam kepada Kyuhyun

“terserah” jawab Sungmin duduk di kursi, membelakangi Kyuhyun masih dengan sikap tidak peduli

-31 Desember-

Pagi sekali Sungmin bangun. Ia sendiri waktu melihat jam baru menunjukkan pukul 5 pagi. Tetapi bukannya Sungmin tidur kembali, dia malah memutuskan untuk mandi membuatkan sarapan sendirian lalu berangkat sekolah sambil berjalan kaki ke luar kompleks

Sebenarnya Sungmin akan membiarkan Kyuhyun menginap jika Chulie mau menemaninya tidur di rumah—namun lagi lagi kakak beradik kembar itu kompak. Kompak menjauhi Sungmin, tanpa alasan yang jelas

Sungmin tiba di sekolah paling awal langsung di sapa Pak Satpam yang mengangguk penuh semangat saat Sungmin tersenyum manis kepadanya

Ternyata dampak senyuman Sungmin masih berkhasiat tinggi, buktinya Satpam itu memanggil Sungmin yang mau masuk ke dalam kelas dengan sedikit berteriak

“Neng Sungmin!!” kata satpam itu berlari ala india ‘Kuch Kuch Hotahe’ *author ga pinter nulis begini deh*

“Ya?” jawab Sungmin sambil berbalik arah

Satpam itu terengah engah—raut wajahnya yang tua semakin tertarik waktu ia membuka suara, “Neng, ini ada sedikit hadiah dari bapak” ujar Pak satpam menyerahkan bingkisan kecil panjang yang di bungkus kertas kado sederhana

“Ya ampun, tidak usah repot repot” balas Sungmin terharu seraya menerima bingkisan itu

“tidak apa apa, besok kan sekolah libur, jadi sekalian aja bapak kasih” Pak satpam itu mengulurkan tangan dan menjabat tangan Sungmin, “Bapak doakan semoga Neng bisa melahirkan dengan selamat, panjang umur dan semakin dekat sama Den Kyuhyun” doanya tulus

“Amin” angguk Sungmin formal, “terima kasih Pak” Sungmin memberikan senyuman terbaiknya—membuat Pak Satpam kembali berbunga bunga, “makasih atas hadiah tahun barunya ya”

“Eh? Tahun baru?” Pak Satpam jelas melongo mendengar perkataan Sungmin

“Iya” Sungmin membungkuk sekali lagi, “mari Pak”

Pak Satpam tidak menjawab, dia malah melihat Sungmin dengan bingung, “kok tahun baru? Bukannya Neng Sungmin ultah ya??”

Sementara itu

“Ternyata Pak Satpam baik juga, hehehhhehe” mood Sungmin mulai membaik. Sungmin menaruh tas di kursinya sambil membuka kado dari Pak Satpam

“Cokelat!!! Pasti enak deh??” tanpa perlu di tanya lagi, Sungmin langsung membuka bungkus kemasan dan memakannya satu persatu satu.

*untung cupid udah gw iket di kebun belakang, pasti dia langsung ngacir kalau denger kata kata cokelat*

Tak lama kemudian, kelas mulai penuh. Tetapi yang membuat Sungmin khawatir, tidak ada tanda tanda dari Kyuhyun, Chulie maupun Kibum

“kemana mereka semua?” bisik Sungmin khawatir

Bahkan sampai bel berbunyi dan Pak Herman masuk kelas, Mereka bertiga belum muncul juga. Sungmin sempat menyerah—amarah dan rasa sedih dia tahan sendirian. Nanti sewaktu pulang ke rumah, Kyuhyun pasti tidak menghindari amukan Sungmin

TOK TOK

“Ya?” Pak Herman yang sedang menjelaskan materi pelemparan bola menoleh ke samping

“Kami boleh masuk pak?” pinta Kibum, di susul Chulie dan Kyuhyun paling belakang

Pak herman melirik jam tangan sebentar, “boleh, tapi ingat lain kali jangan di ulang”

“Baik pak” jawab mereka serempak

Chulie dan Kibum duduk di tempatnya sedangkan Kyuhyun menghampiri kursinya yang berada di sebelah Sungmin

Mata Kyuhyun sayu—kurang tidur, rambutnya yang panjang melewati tekuk terlihat berantakan dan kedua tangannya…

“Luka lagi?!!” jerit Sungmin tertahan

“Ng” Kyuhyun menoleh dengan malas, “oh ini, tidak seberapa kok yang penting semua sudah selesai” ujarnya luar biasa lega

“Beres? Apanya?” Sungmin masih belum melepaskan tatapannya pada tangan Kyuhyun. Beberapa bekas luka yang mulai sembuh, namun di timpa oleh luka baru. Kemudian tampak lebam biru di punggung tangan Kyuhyun

Melihat itu semua amarah Sungmin hilang sudah—dia malah berpikir untuk mengobati semua luka Kyuhyun sesampainya mereka di rumah

***

“Kamu ngapain aja sih! ini kamu luka apa ngoleksi!! Banyak banget Kyu” kata Sungmin dengan emosi campur aduk. Sedih, marah, kesal dan penasaran

“Aw!! Pelan pelan Minnie” Kyuhyun terus berteriak kesakitan karena Sungmin mengobatinya tangannya dengan kasar. Ternyata luka Kyuhyun terasa perih ketika mau di bersihkan.

“Biarin! Kamu ngga kapok. Udah tahu kalau ke rumah Kibum pasti luka” sekarang Sungmin tinggal menempalkan perekat luka yang baru, “eh malah terus terusan ke sana lagi” lirih Sungmin merasa sedih karena tidak tahu apa yang sebenarnya Kyuhyun kerjakan di sana

“Tenang aja” Kyuhyun tersenyum penuh arti, “semua udah beres kok, sekarang aku ngga bakal nemenin kamu seharian, mau?”

Sungmin mendongak—ia ikut tersenyum mendengar tawaran Kyuhyun, “mau banget!”

“Hmm” Kyuhyun berpura pura berpikir keras, “gimana kalau kita pergi kencan? Nonton, makan pergi ke pasar malam, atau kemana aja. Kan udah lama kita ngga pergi berdua” ajaknya sambil menarik Sungmin ke kamar tidur. Sebelum Sungmin bisa mengutarakan pendapatnya, Kyuhyun sudah asyik memilihkan baju yang cocok bagi Sungmin

“Aku sih mau aja, tapi” Sungmin memperhatikan tindak tanduk Kyuhyun secara seksama, “kamu kok kayak menyembunyikan sesuatu ya?” tanya Sungmin polos

DEG

Kyuhyun yang sedang mengobrak abrik lemari pakaian, berbalik menghadap Sungmin setelah mengatur mimik wajahnya, “ngga lah sayang”

“Tuh! Kamu makin aneh! Sejak kapan kamu manggil aku sayang???” tuduh Sungmin semakin yakin.

‘Mampus gw, Minnie kok jadi pinter nebak begini’ kata Kyuhyun dalam hati

“Maksudku Minnie. Udah ah” Kyuhyun berpikir sebaiknya ia bersikap garang sebelum Sungmin bisa menebak lebih jauh, “kamu di ajak jalan aja susah! Mau ngga??”

Taktik Kyuhyun berhasil

“Iya deh” Sungmin mengalah sambil mengambil baju pilihan Kyuhyun

Selagi Sungmin mandi, Kyuhyun buru buru menelepon Chulie dan teman temannya yang sedang berada di rumah Zhoumi

“Heenim, aku mau kamu urus semuanya. Minta tolong Siwon bawain tuh barang dari rumah Kibum sekaligus buatin kue ulang tahun buat Minnie, aku tidak sempat membelinya” Kyuhyun sesekali menengok ke belakang—takut kalau mendadak Sungmin keluar dan mendengar semua rencana Kyuhyun. Bisa gagal deh bikin pesta kejutan

“Ha? Kamu mau?” mata Kyuhyun berbinar binar, “makasihhhh!! Ya, aku akan menunggu kalian semua di rumah, ok sampai nanti”

Klik

Kyuhyun berselonjor nyaman di atas kasur—merebahkan diri dengan tenang. Senyum bahagia tidak henti henti terukir manis di bibir Kyuhyun, “aku sudah tidak sabar mau melihat wajah terkejut Minnie nanti”

..Rumah Zhoumi & Mochi..

“Siwon!!!” Chulie berlari dari depan rumah, “kata Kyu jangan lupa nanti bawa barang itu ke sana sebelum mereka pulang kencan”

Siwon mengangguk dan meminta bantuan Kibum agar mereka pergi ke rumah Kyuhyun dan Sungmin.

“Nah sekarang tinggal buat Kue? Ada yang bisa?” tanya Chulie menatap Mimi, Mochi dan Wookie bergantian

Sudah pasti, Yesung dan Hangeng yang berada di sana tidak bisa di mintai bantuan. Mereka sama sekali buta masalah dapur

Wookie mengangkat tangan bersemangat, “aku bisa! Biar aku saja!” katanya menawarkan diri. Sebelum Chulie menjawab, Hangeng memberi isyarat dengan kedua tangan yang saling bersilangan. Seperti menyuruh Chulie agar tidak menginjinkan Wookie untuk memasak

“Er…” Chulie bimbang

Wookie yang tidak bisa melihat kegiatan Hangeng yang dengan tegas menolak Wookie memasak, mulai mendesak Chulie, “ayolah siapa lagi yang bisa?”

“Aku bisa” Mimi berdiri tepat di sebelah Wookie—sifat angkuh Mimi masih belum hilang juga, “Mochi bawa senjata rahasia kita”

“Baik kak” Mochi pergi ke lemari dapur dan mengambil sekotak bahan makanan, Jurus rahasia keluarga ini.

“Lihat” Zhoumi mengulurkan tangan untuk memamerkan bungkusan itu kehadapan Chulie dan Wookie, “dengan hanya berbekal bahan ini, aku bisa membuat cake ulang tahun paling enak sedunia” kata Zhoumi menyombongkan diri

Wookie berseloroh penuh sindiran, “ya iyalah, itu sih pembuat cake instan! Di supermarket juga banyak!”

“Eh? Memangnya kau bisa membuat cake manual??” tantang Zhoumi tidak terima di hina Wookie

“Bisa! Daripada kamu, semua serba instan” balas Wookie terpancing emosi

“Kau?” Zhoumi menggertakkan gigi sambil berdiri menghampiri Wookie

“Stop!!!!!” teriak Mochi, Chulie, Hangeng dan Yesung bersamaan

“Kalian gimana sih?? kok malah ribut” kata Chulie menengahi

Hangeng yang sudah tidak tahan bungkam dari tadi akhirnya angkat bicara, “menurut pendapat gw, Wookie” Tampang Hangeng terlihat memelas, “kamu ngga bisa masak sayang…bisa bisa Sungmin keracunan makan cake buatan kamu, kasian. Sungmin kan sedang hamil” terang Hangeng berusaha membatalkan niat tulus Wookie

“Tapi bukankah kau selama ini bilang masakan buatanku enak??”

“Er..” Hangeng tersenyum memohon, “tidak”

“Kau!!!” Wookie sudah mau bertengkar lagi dan kali ini dengan Hangeng kalau saja Chulie tidak menengahi mereka

“Aduh! Kalian bisa akur dikit ngga!! Jadi pusing gw” kata Chulie sambil memegangi kepala

“Terus siapa yang masak nih?” tanya Mochi melihat ke semua orang (kecuali Yesung yang bakal ke geer an setengah mati di tatap sama Mochi) dengan perasaan bingung

Mereka terdiam

Chulie dari dulu memang tidak bisa memasak, ada Umma Eunhyuk yang dari dulu membuatkan semua makanan kesukaan Chulie tanpa berniat mengajari anak cewek semata wayangnya ini. Sedangkan Mimi dan Mochi terbiasa membeli semua serba instan. Wookie, hasil masakannya meragukan. Jangan jangan kalau di daftarin ke departemen kesehatan, malah masuk black list—makanan berbahaya untuk tahun 2011

*Author di bunuh sama Ryeowook biased*

Yesung dan Hangeng? Aishhh mereka hanya tahu makanan jadi, bukan cara pembuatannya

“Baiklah!” dengus Yesung menyerah membuat semua orang sontak menoleh (termasuk Mochi)

“Aku akan memberikan kue ulang tahun dari supermarket, di sana ada tuh—di jamin enak” tukas Yesung memberikan jalan keluar

Chulie dan Hangeng bertukar pandangan gembira, Mimi dan Mochi juga tersenyum senang sementara Wookie masih sedikit cemberut akibat keterusterangan perkataan Hangeng barusan

Yah paling tidak sebagian besar setuju untuk mengambil kue dari supermarket Yesung tanpa mengambil resiko membuat kue sendiri

“Berapa memangnya? Kita semua patungan deh” kata Chulie mau mengeluarkan dompet

“Tidak” Yesung menggeleng ringan, “anggap saja itu sebagai hadiah dariku untuk ulang tahun Sungmin” Ia melirik sebentar kepada Mochi dan bersumpah melihat senyum bahagia dari bibir mungilnya

“Makasih Yesung!! Berarti sekarang kita tinggal siap siap sampai Kyuhyun memberi aba aba lewat message, ok?” jelas Chulie memandangi semua orang

“Ok” jawab mereka kompak

-31 Desember, 23.00 WKs (Waktu Korea Selatan)-

Sepanjang hari, Kyuhyun sengaja mengajak Sungmin pergi ke berbagai tempat. Dari taman hiburan, bioskop, restoran mewah, kebun binatang sampai sampai mereka menjelajah Museum Teddy Bear saking habis tempat yang Kyuhyun pikirkan untuk mengulur waktu

“Kyu pulang aja, aku udah capek” pinta Sungmin sambil memegangi pinggangnya

Kyuhyun mengecek jam tangan terlebih dahulu, “Hmm, boleh deh ayo pulang”

Setelah melakukan sms rahasia dengan Chulie, Kyuhyun mengangguk puas karena rencananya sudah tersusun rapi. Tinggal bagaimana menunggu reaksi Sungmin ketika melihat semua orang sedang berkumpul di rumahnya untuk merayakan ulang tahun yang tepat jatuh tanggal 1 januari, 1 jam lagi

Kyuhyun memberhentikan taksi tepat di depan gerbang rumah lalu membantu Sungmin turun secara hati hati.

“Hmm, kamu masuk duluan Minnie” kata Kyuhyun membukakan pagar dan bergegas ke depan pintu—pura pura memasukkan kunci agar Sungmin tidak curiga kalau rumahnya memang tidak terkunci sejak tadi siang

CKELK

“Silahkan masuk” ujar Kyuhyun sedikit mendorong tubuh Sungmin ke dalam rumah

“SURPRISE!!!!!!”

DUARRRR, TRETTTT

Teriakan mereka bersatu padu dan bercampur dengan bunyi terompet yang di bunyikan Kibum serta Hangeng

Sungmin masih terkejut, ia ternganga lebar mendapati semua orang—sahabat, teman dan kedua orang tuanya dan Kyuhyun berada di ruang tamu mereka

Semua wajah berseri seri sambil menyanyikan lagu yang begitu familiar

“Selamat ulang tahun!!!! Selamat…ulang tahun Minnie!!!!”

Kyuhyun tergelak puas melihat reaksi Sungmin—tepat seperti dugaannya. Ia meraih pinggang Sungmin lalu mendudukkannya di salah sofa di mana tepat di depan Sungmin ada sebuah cake coklat sederhana bertuliskan

‘Happy B’day My Lovely Sungmin’

“EH?” Akhirnya Sungmin bisa bersuara. Ia menatap nanar kue ulang tahun, Kyuhyun, Chulie, Kibum dan yang lain secara bergantian

“Aku berulang tahun??” tanya Sungmin menunjuk dirinya sendiri

“Iya sayanggggg” jawab Teuki sambil menghampiri putrinya itu, “kamu dari dulu memang pelupa deh, masa ulang tahun sendiri ngga di inget” katanya seraya menepuk kepala Sungmin lembut

“tapi….kalian?” Cecarnya masih tidak mengerti, “kalian tahu ulang tahunku?”

“Ya tahulah!!! Minnie” Chulie terlihat gemas bercampur kesal karena Sungmin tetap tidak berubah—masih polos seperti dulu

“Tapi..” Sungmin menatap semua orang—matanya mulai berair karena rasa terharu, “apa aku boleh menyampaikan sesuatu?” pintanya pelan

“silahkan” bisik Kyuhyun yang sudah berada di samping Sungmin mengalungkan lengannya ke pundak Sungmin

Sungmin merunduk. Ia menatap kue ulang tahun, dengan 18 lilin kecil berwarna warni—menyala begitu indah dan menghangatkan

“Aku…..” suara Sungmin tercekat, ia memejamkan mata sejenak, “seumur hidupku baru kali ini aku merayakan ulang tahun selain dengan kedua orangtuaku.” Sungmin terus berkata tanpa sadar air matanya jatuh lagi, “dari dulu aku ingin sekali merayakan ulang tahun bersama teman temanku, tetapi itu tidak terwujud” bayangan Sungmin kembali memutar masa lalunya.

Saat pertama kali masuk SMP

Di jauhi teman sekelas

Hingga akhirnya merayakan ulang tahun sendirian tanpa kedua orangtuanya

Semenjak itu, Sungmin bertekad melupakan tanggal ulang tahunnya dan menganggap semua tidak penting lagi.

Membeli kue ulang tahun, lalu memakannya hanya seorang diri sambil membuka kado pemberian kedua orang tuanya tanpa semangat

Setiap kali selama 3 tahun berturut turut

“Tetapi sekarang” Sungmin tertunduk sedikit mengeluarkan emosi yang ia tahan selama ini, “aku punya banyak teman dan kalian mau bersusah payah membuatkanku pesta kejutan” Sungmin tersenyum tulus, “terima kasih”

Hening

Chulie orang pertama yang menghampiri Sungmin lalu memeluknya erat erat, “jangan pernah merasa sendirian. Kau punya kami semua”

“Benar itu” celetuk Hangeng dengan semangat meniup terompetnya lagi, “kau kan teman kami”

“Iya” balas Zhoumi sambil tersenyum lebar

Siwon, Yesung, Mochi dan Wookie mengangguk bersamaan seperti kelompok kuartet yang amat solid.

Terang saja, Sungmin malah tertawa melihat tingkah mereka dan berhenti menangis. Appa Donghae dan Umma Eunhyuk duduk di sebelah Sungmin—menatap sayang menantunya itu, “sekarang buatlah permintaanmu sebelum meniup lilin”

Sungmin mengangguk. Matanya terpejam sambil berdoa dalam hati.

“Selesai” ujar Sungmin kemudian meniup lilin itu bersemangat

Semua orang bertepuk tangan riuh rendah

Kyuhyun membantu Sungmin memotong kue lalu menyuapi Kyuhyun pertama kali, berturut turut Appa Kangin, Umma Leeteuk, Appa Donghae, Umma Eunhyuk dan Chulie. Setelah itu baru membagikan ke semua teman teman.

Tidak ada yang bisa lebih membahagiakan bagi Sungmin sekarang. Dia bisa melihat wajah Chulie, Kibum, Siwon, Zhoumi, Mochi, Hangeng, Wookie dan Yesung tertawa tawa dan membuat suasana menjadi makin meriah

Apalagi ternyata Yesung pintar bermain sulap. Ia bisa menghilangkan uang 100 ribu Won milik Siwon tanpa mengembalikannya lagi, hebat bukan?. Atraksi sulap tersebut berakhir dengan acara kejar kejaran Siwon dengan Yesung di seluruh penjuru ruangan

Sungmin sampai tidak kuat memegangi perut karena terlalu banyak tertawa. Kyuhyun selalu setia berada di samping Sungmin—ia memperhatikan raut wajah Sungmin yang mulai terlihat lelah karena seharian tadi sudah berjalan keliling Seoul

“Apa?? Ini kan baru jam 2 pagi Kyuhyun” protes Yesung ketika mendengar pengumuman dari Kyuhyun, meminta mereka secara halus untuk pulang ke rumah masing masing

Untung saja kedua orang tua Kyuhyun dan Sungmin sama sama mengerti. Mereka berempat malah sudah pulang duluan dari jam 1 tadi

“Woi!! Istri gw kecapekan Yesung!! Udah ah sana!!!” usir Kyuhyun mendorong tubuh kekar Siwon yang memakai topi kerucut—masih berusaha mencuri kesempatan mendekati Mimi. Sedangkan Kibum dan Chulie malah tersenyum penuh arti, “jangan bilang lo mau bersenang senang berdua lagi, ehem” ejek Chulie menghindari kepalan tangan Kyuhyun

“Ngga!!! Aishh sudah kalian pulang, eh Kibum jaga Heenim!” teriak Kyuhyun dari depan pintu rumah—tidak mengantar kepergian mereka semua ke luar pagar

“Adikmu itu! Bilang terima kasih aja ngga” sindir Yesung tidak terima—padahal dia sudah merelakan kue gratis untuk Sungmin. Setengah ngga ikhlas

“Hahaha, kayak ga tau dia aja” Chulie menggandeng tangan Kibum membelok ke kiri, “kami duluan ya”

“dadah” balas Wookie mengikuti jejak Chulie. Dia dan Hangeng berpisah ke pertigaan tepat di seberang jalan. Karena rumah Wookie dan rumah Chulie memang berjarak tidak terlalu jauh

Sekarang tinggal Siwon, Yesung dan Zhoumi serta Mochi

“Er…mau kita anter” bisik Siwon agak berlebihan karena Zhoumi bukannya tersipu malah merinding disko mendengar suara Siwon yang agak mendayu dayu gimana gitu

*authornya sekali lagi, minta di bunuh sama Siwon biased*

“Iya” kata Yesung mendukung ucapan Siwon. Nah sekarang giliran Mochi—memeluk lengan Zhoumi, menciut ketakutan

“Kak, kok aku ngerasa mereka berdua berbahaya ya?” Mochi sedikit menjulurkan leher agar bisa membisikkan itu ke telinga Zhoumi

“Iya kakak juga” desis Zhoumi sepelan mungkin agar tidak ketahuan Siwon dan Yesung.

Sekarang di mata Zhoumi, Siwon dan Yesung seperti dua lelaki yang mau menggoda mereka dengan seringai khas lelaki sambil bertukar pandangan satu sama lain

Zhoumi memegangi lengan Mochi—takut adeknya kenapa kenapa, “kalau kakak hitung sampai tiga, kita berdua lari ok?”

“baik Kak”

“Jadi gimana?” Siwon menaikkan kedua alis bersamaan seperti abang angkot menggoda gadis yang lewat di jalan—membuat tekad Zhoumi dan Mochi untuk kabur makin bulat

“Siap, 1…2…3!!!!” Zhoumi berlari kencang sambil menarik Mochi agar bisa mengimbangi langkahnya yang panjang. Mereka berdua terus menatap jalanan di depan tanpa melihat betapa terkejutnya Siwon dan Yesung tertinggal di belakang mereka

“Mimi, Mochi” Siwon dan Yesung mengeluh pada saat bersamaan. Tangan terulur ke depan—mata tersirat kepedihan mendalam. Gaya mereka berdua memang terlalu berlebihan, pantas saja Mimi dan Mochi tidak berhasil di dapatkan hingga sekarang

..Kyumin Place..

“Bukanya besok saja Minnie” pinta Kyuhyun

“tidak! aku mau sekarang!” sanggah Sungmin tetap ngotot duduk di sofa sambil membuka kado satu persatu

Kyuhyun hanya bisa mengalah, ia tersenyum melihat tingkah Sungmin yang amat bersemangat, “kau suka sekali mendapat kado”

“Iya” Sungmin mendongak penuh haru, “aku kan seumur hidup tidak pernah di hadiahi oleh teman sekelas, kecuali Chulie” tiba tiba Sungmin menunduk—sibuk membuka kertas kado, “kau kan tahu waktu SMP aku tidak punya teman sama sekali”

Kyuhyun menghela nafas, terdiam karena telah menyentuh topik sensitif buat Sungmin, “Hmm, Minnie kau tidak meminta hadiah dariku” ujar Kyuhyun dengan nada misterius

“Buat apa? Kau kan sudah memberiku pesta meriah” Sungmin tersenyum bahagia, “aku tidak butuh apa apa lagi”

“Oh” Kyuhyun beranjak dari sofa, “padahal aku sudah menyiapkan hadiah di dalam kamar loh” kata Kyuhyun memprovokasi Sungmin

Berhasil, Sungmin terlonjak—berhenti membuka kado dari Siwon, “hadiah? Di kamar?” tanyanya antusias

Kyuhyun mengangguk cepat

“Aku mau!!!” sebelum Sungmin berlarian, Kyuhyun menangkap lengannya—menghentikan langkah Sungmin, “Kau itu? Bahaya tahu!!”

“habis aku tidak sabar kau memberikan kado apa!!” Sungmin menyeret tangan Kyuhyun secepatnya. Ia membuka kamar dengan serampangan lalu mencari tombol menghidupkan lampu

“Kok tidak menyala!!” pekik Sungmin keheranan sambil terus memencet

“Soalnya” Kyuhyun merengkuh tangan Sungmin dari atas stop kontak lalu menggenggamnya erat, “hadiah itu jauh lebih indah kalau di lihat dalam gelap”

Kyuhyun mengajak Sungmin mendekati jendela dimana cahaya bulan menerangi kamar. Tepat, di depan jendela, ada sebuah ranjang mungil terbuat dari kayu mahoni. Tegap berdiri dengan empat kaki kayu tanpa roda pendorong. Ranjang itu di cat berwarna biru Saphire—indah terkena pantulan cahaya.

“Ini?” Sungmin langsung menoleh untuk mencari wajah Kyuhyun, “Ini kado darimu?” bisiknya kehilangan kata kata

“Iya” Kyuhyun menuntun lengan Sungmin agar menyentuh pinggiran kayu halus itu, “kau suka?” tanpa Kyuhyun bertanya, dia sudah bisa melihat jawabannya dari kedua mata Sungmin yang tidak berhenti menatap kagum ranjang mungil itu

“Suka sekali” tangan mungil Sungmin menyusuri pahatan kayu di tepi—halus dan rapi. Di kedua sisi, ada batasan menjulang tinggi seperti yang biasa terdapat pada tempat tidur bayi. Tetapi ini jauh lebih berseni. Kyuhyun tidak membuat barisan kayu lurus yang membosankan, namun Kyuhyun telah mengukir gambaran matahari, bulan, bunga dan beberapa tumbuhan di sana tanpa menyampingkan masalah keamanan.

“Aku sudah menyoba Ryun tidur sepanjang hari di dalam ranjang ini dan ternyata kokoh” Kyuhyun mengajak Sungmin untuk melihat gantungan mainan yang berada tepat di bawah puncak kelambu, “aku membuat semuanya, lihat” Kyuhyun menunjuk beberapa miniatur binatang, kerincingan bulat dan bola bola halus

Sungmin terdiam, ia terus mengelus semua mainan dengan tersenyum dan mengelus kelambu putih transparan yang menjadi penutup sempurna untuk ranjang buatan Kyuhyun itu

“Hiks”

“Ya! Kok malah nangis” ujar Kyuhyun panik, ia merengkuh wajah Sungmin dan menghapus jejak air mata

“Aku ngga nangis, cuma” Sungmin membiarkan kata katanya terputus lalu memeluk Kyuhyun, “ini kado terindah..aku…aku tidak pernah menyangka kau membuatkan ranjang untuk bayi kita” bisik Sungmin masih terus menangis

“Hehehe sebenarnya aku memikirkan mau memberimu kalung atau cincin, tapi aku sadar perhiasan tidak cocok untukmu Minnie” Kyuhyun mencium leher belakang Sungmin, “kau pantas mendapatkan lebih dari sekedar benda berkilau”

“tapi ini…” Sungmin melepaskan diri lalu meraih kedua tangan Kyuhyun, “ini yang membuatmu terluka setiap hari”

Kyuhyun meringis sebentar—ternyata lukanya belum sembuh total, “aku meminta tukang kayu di seberang rumah Kibum untuk mengajariku, selebihnya aku buat sendiri”

“Ya ampun” Sungmin menutup mulutnya. Ia masih terus menangis selama beberapa menit sampai Kyuhyun menenangkan Sungmin dan membawanya duduk di tepi ranjang

“Itu ranjang bayi terindah yang pernah ada” puji Sungmin sambil menatap wajah Kyuhyun dalam

Kyuhyun tersenyum—di relung dada, Kyuhyun gembira karena perjuangannya tidak sia sia. Sungmin benar benar menyukai hadiah dari Kyuhyun

“dan itu hanya untuk anak aku dan kamu” balas Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin

Sungmin mendongak—penuh rasa terima kasih, “anak kita”

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sungmin mau mengatakan sesuatu pada Miiju kalau bertemu lagi, mengatakan bahwa ia tidak sendirian

Sungmin memiliki dua pasang orang tua yang menyayanginya

Seorang sahabat setia, Chulie

Teman teman seperti Hangeng, Wookie, Kibum, Zhoumi, Mochi, Siwon dan Yesung

Dan seorang suami yang mencintainya, Cho Kyuhyun


TBC

21 responses to “≈No Other Like U-Thirty Nine-{New(B’day)Year}≈

  1. hueeeeeee~ moga2 suami aku nanti sifatny kyk kyuhyun di FF ini…tapi sifat yg baik2 ajah, heheheh~

  2. ah.. Aku udah kayak orang gila kalo baca ff ini, nanti ketawa,nanti nangis,nanti marah sendiri.
    Sampe dikatain kakak aku kalo aku kayak orang gila yang ditinggal pacarnya!

  3. hope my husband sifatnya kaya gini deh entar.
    #bahasa inggris maksa tingkat teka
    –,–
    yakkk! kyumin poreper neeh! kyuppa sweeet bgt.
    ampe diabetes bacanya,,,
    ^^b
    kakak…al ngepens ama kakak…
    ^,~
    #kedip genit
    #dgaplok

  4. aaaa sumpaaaah kereen gilaa, ceritanya gak ngebosenin walaupun yaa sungminnya cengeng banget hehe masa apa apa aja nangis ckckck tapi aku suka aku sukaaaa

  5. hueee TT_____TT terharu….hiks
    bener” so sweet deh Kyu…. *aku padamu KYU muehehehehehe

    Zhou Mi ama Mochi,, susah ditaklukin…ckckck !

  6. terharuuu….. so sweeeeeet bgt deh kyuppa~
    jadi mauu…. >_<

    eonni, niyh ff ga pernah ngebosenin…. :)))

  7. Kyuhyun,,gilaa,keren banget tuh..hehe.
    Yesung sama Siwon kesannya gimana gitu yak..ckck.
    Pengen kaya Chulie yang bisa ngasi pelajaran sama Miiju.

    Oia,kak, ada typo–> “Tenang aja” Kyuhyun tersenyum penuh arti, “semua udah beres kok, sekarang aku ngga bakal nemenin kamu seharian, mau?”

  8. 🙂 ak iri~ ak g pnh pny sahabat! g ph sma skali~ mrk slalu g sk sma sikap ak😥 pdhl
    in dri ak sndri~ ak bsa nerima
    mrk tp knp mrk enggal?😦 *curcol haha

    haa min bruntung
    pny shbat keluarga n suami kaya kyu🙂

  9. rasanya pengen ikutan bareng Cho Twins buat bales dendam ke miiju!!!!!!! tu oraang jahat bangt siih?!!!!! *emosi*
    untung ajaa pesta kejutannya sukses… *terharu*

  10. waduh nongol lagi tuh Ne2k sihir,sng bgt ganggu kehidupan org lain,ga bsa liat org seneng ya,SUKURIN lo di krm ma chullie ke simbabwe,hahahahahahahahahahahaha

    SO SWEET DEH,

    bahagia’a minnie punya org2 yg sayang ma dy,,,
    kyuppa mang suami idaman n calon appa yg perhatian.

    hahaha kacian wonppa n yeppa🙂

  11. kyu emang suami dan calon appa yang t.o.p.b.g.t!!! ._.d
    dia rela tangannya luka hanya buat hadiah yang special buat umin dan calon bayi mereka🙂
    tapi ini ga pantes di bilang kata ‘hanya’, tetapi lebih dari kata ‘hanya’
    karna itu bisa di jadiin bukti betapa kyu sangat mencintai minnie :’)
    hiks minnie terharu banget sama kejutan yang di rencanain kyu.
    makasih kyu dan yang lainnya udah buat minnie bahagia hiks
    minnie emang pantas dapetin itu semua c’:
    hhahaha itu tuh akibat udah gangguin hidup minnie.. itu belum seberapa loh miiju.
    nikmati liburan indah di zimbabwe ya?? hahahaha😄
    pasti miiju banyak yang suka di sana, mudah mudahan dapet jodoh orang sono ya?😀
    next~

  12. Seneng dach punya suami kaya kyuhyun…

    Paling suka taktik sulap yesung hahahaaha pengen d ajarin dong hahaha

  13. Hiks… Terharu bgt baca nya🙂
    surprise tuk minnie berjln dg lancar..
    Kyu emang suami idaman bgt dech.., beruntung bgt minnie punya suami sprti kyu😀

  14. aduuh terharu bgt baca part ini🙂
    Kyu sweet banget, dia rela tangannya luka demi hadiah untuk minnie🙂
    Aaaaa minnie bruntung skali dirimuu😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s