≈No Other Like U-Special Part-{Kangin says}≈

Ff ini terinspirasi dari surat untuk Ayah yang sudah beredar banyak di internet dan tidak ketinggalan  sosok Kangin yang sudah seperti Appa dalam tubuh Super Junior

-Mianhe kalau gw tidak terlalu bagus menggambarkan perasaannya-

_______________________________________________________________________

 

Kangin PoV

Aku sosok lelaki biasa tetapi Tuhan memberikanku dua orang wanita terkuat, tercantik—hartaku saat ini. Merekalah hidupku, dan nafas mereka adalah kegembiraanku

Mereka adalah Istriku Teuki dan anak perempuanku satu satunya, Sungmin—atau biasa ku panggil Minnie

Saat aku dan Teuki di beritahu dokter kalau kami akan kesulitan mendapatkan anak karena lemahnya kondisi rahim Teuki. Ia menangis kencang sedangkan aku membeku dengan lengan tetap memeluk istriku. Berusaha menguatkan dirinya walaupun hatiku sendiri hancur

Berbagai cara aku pakai agar Teuki bisa tersenyum riang sama seperti pertama kali kami menikah. Tetapi tidak, ia sulit sekali menerima kenyataan ini.

Bahkan pada suatu hari Teuki memberitahuku sesuatu yang mengerikan—amat mengerikan

“Aku bersedia di madu” bisiknya pelan dengan mata sembab dan kondisi tubuh masih lemah sehabis menangis

Apa??? Apa istriku sudah gila??

“Apa maksudmu?” aku memakai nada serendah mungkin meski aku tahu Teuki merasakan kemarahanku yang teredam

“Aku..” Teuki menangis lagi—ini sudah beberapa bulan tetapi tangisnya tetap pecah meski aku sudah menghiburnya sebisaku

“Aku tidak bisa memberimu anak…jadi…..aku tidak…”

Spontan aku memeluk tubuhnya, seerat mungkin. Mencoba memasukkan segalanya, rasa cintaku yang berdampingan dengan rasa kecewaku atas keputusannya

“Bagaimana bisa kau berpikiran cara itu!! Sampai kapanpun, kau—hanya kau yang menjadi istriku” bisikku tidak kuat lagi

Aku ikut menangis bersamanya

“Maaf…maaf…aku kira…” balasnya merangkul tubuhku mendekat

“ssst…ingat masih ada jalan lain” kataku memberi solusi masuk akal ketimbang ide Teuki yang mustahil itu

Semenjak hari itu kami berdua memutuskan mencari panti asuhan terbaik untuk mengangkat anak dari sana. Berbagai brosur sudah kuberikan kepada Teuki setiap pulang dari kantor. Karena pekerjaanku yang tidak menentu sedangkan Teuki ingin sekali memiliki anak ras kami sendiri—korea, maka aku meminta keringanan untuk menetap sementara di Seoul

Teuki mulai bisa gembira—ia kembali ceria seperti dahulu.  Wajahnya berseri setiap menyambutku pulang sambil tidak berhenti membicarakan setiap anak yatim piatu yang ia lihat di panti asuhan, betapa lucu dan juga sangat sopannya mereka

Aku terkekeh melihat caranya berbicara dan menggambarkan semua anak itu—Teuki membuat mereka semua seperti malaikat di bayanganku

Ya, salah satu dari mereka akan segera menjadi malaikat kami sebentar lagi

Malaikat kecilku, berlari dengan langkah mungil dan memanggil kami sebagai orang tua

Ah betapa indahnya

“Kangin! Bagaimana besok kau libur dan membantuku untuk memilih  salah satu dari mereka??” tanya Teuki dengan semangat tinggi

Aku tersenyum lembut dan meremas tangannya yang agak kasar  karena pekerjaan rumah, “baiklah besok kita berdua kesana dan mengurus surat suratnya” kataku berjanji

Teuki makin tersenyum bahagia—senyum yang begitu indah namun tiba tiba senyum itu menghilang. Wajahnya berubah hampa lalu beranjak pergi ke dapur

“HOEK…HOEKK”

“Sayang, kau kenapa?” karena begitu khawatir aku bergegas menghampirinya yang sedang memegang pinggiran wastafel dengan kencang

“Aku…aku lelah” bisik Teuki melemah—sedetik kemudian ia pingsan

Aku panik setengah mati, langsung ku angkat tubuhnya hati hati ke  dalam kamar dan  menelepon dokter keluarga

___________________________________________________________

“Selamat!! Istri anda hamil!!!” kata Dokter itu selesai memeriksa Teuki yang masih belum tersadar di tempat tidur

HAMIL???

“Ha?? Dia…kami..” aku masih menganga tidak percaya—bagaimana mungkin???

“Tapi waktu itu kata Dokter??”

Dokter itu merunduk—salah tingkah, “kemungkinan istri anda memang kecil, tetapi mungkin ini keajaiban”

Keajaiban? Ini lebih dari itu!! Tuhan mendengarkan doaku selama ini!!!

“Ng,  Kangin?”  igauan Teuki membuyarkan lamunanku, segera aku hampiri ia dan mengelus wajahnya halus, “sayang…ada kabar baik untuk kita” bisikku tidak sabar

“apa?” balas Teuki tersenyum kecil

Ku elus pipinya—wanita yang paling kucintai, “Kau hamil!” kataku tanpa jeda—berhasil, ia terlonjak bangun dari tidurnya dan mengguncang tubuhku, ”apa kau serius?!!!”

Aku mengangguk cepat, “kita akan punya anak!”

Mata Teuki berkaca kaca, ia menangis lagi namun aku tahu kali ini tangisan kebahagiaan yang ia keluarkan. Kami berpelukan dan meresapi kejadian tadi dengan perasaan bersyukur

_____________________________________________________

Semenjak Teuki hamil aku begitu menjaga mood dan kondisi Teuki. Tidak akan kubiarkan impian kami musnah lagi. Tuhan telah mempercayakan malaikat kecil untuk kami besarkan dan menjadikannya milik kami

Aku sering pulang cepat, menggaji pembantu yang membereskan rumah dan memenuhi segala  keinginan Teuki selagi aku berangkat ke kantor

Aku menahan segalanya, termasuk sifat ketusnya yang tiba tiba keluar dan  permintaan Teuki saat hamil yang kurang rasional untukku. Tetapi tak apa—toh ini semua untuk malaikat kecil kami

Dan ketika anak kami lahir kedunia

Teuki sempat pingsan sehabis melahirkan, aku begitu ketakutan—tetapi sejenak mata mungilnya terkejap dan melihatku bahagia

“Mana malaikat kecilku?” tanyanya sambil meraih box kecil itu

Aku sengaja tidak menggendongnya sebelum Teuki, bukankah kontak Ibu dan Anak jauh lebih penting di bandingkan Ayah?

“Sini biar aku saja” tubuh mungil itu begitu rapuh dalam dekapan lengan kekarku—ia cantik sekali, benar benar serupa dengan Teuki

Seorang bayi perempuan melengkapi hidup kami sekarang

Teuki menerima bayi kami dengan rasa terharu—ia terisak kecil seraya tidak henti hentinya menatap bayi yang masih tertidur lelap

Ya Tuhan aku mau menangis melihat pemandangan ini

Dua orang penting dalam hidupku, telah kau percayakan, apalagi yang bisa menggantikan mereka? Tidak ada..aku tidak meminta apapun lagi

“Hai Minnie, ini Appa” kelakarku mencoba mencairkan suasana

“Minnie?” Teuki menoleh bingung

“Iya,namanya Sungmin—Minnie kita, bagaimana kau suka?”

Senyum Teuki merekah, “aku suka sekali”

~0~

Minnie beranjak dewasa, ia belajar membalikkan tubuh dan mengecap  sampai sempurna

Dan ketika ia belajar berbicara, kata kata pertama yang keluar adalah

“Appa” bisik bibir mungil malaikatku itu

Appa??? Bukankah semua anak pasti memanggil ‘Umma’ dahulu baru setelah itu Appa?

“Dia kan memang menyayangimu juga” jelas Teuki tanpa merasa cemburu sama sekali

Aku terharu, kuangkat tubuh Minnie—memainkannya dan mensejajarkan wajah kami, “coba bilang Appa sekali lagi?” kataku bercanda

Minnie tersenyum—memperlihatkan giginya yang mulai tumbuh, “Appa” panggilnya

Aku nyaris menangis

“Appa sayang padamu” bisikku merengkuh Minnie dan meraih pinggang istriku mendekat

Ah, aku bahagia

Bertahun tahun, ia melewati masa kecil bahagia bahkan hingga jenjang sekolah dasar. Aku tidak melihat ada sesuatu yang janggal

Kami selalu bersama dan ia terlihat bahagia saat itu

Tetapi waktu Minnie lulus SD, ia menyadarkan kami tentang sesuatu

“Aku mau memiliki teman” pintanya saat kami berada di pesawat menuju Seoul setelah  bertahun tahun berpindah negara karena urusan bisnis

Teman? Aishh kenapa aku bisa melupakannya. Minnie tidak pernah bermain dengan orang lain tanpa terkecuali. Ia hanya berada di rumah terus bersama Teuki

Dan saat aku menyetujuinya—Minnie sangat bahagia, ah…aku ikut senang melihat senyuman tulus dari putri kecilku

Tetapi karena tuntutan pekerjaan aku terpaksa meninggalkan anak gadisku sendirian—aku percaya saja padanya, dengan semua perkataan Minnie..bukankah dia memiliki banyak teman yang setia menemaninya?

Begitu seterusnya. Hingga Minnie lulus SMP, kami jarang bersamanya—tetapi menilik keadaannya yang baik baik saja, aku dan Teuki tidak khawatir lagi

Terutama semenjak Minnie berteman dengan Chulie. Perempuan baik baik yang sering datang menginap menemani Minnie saat aku berada di London

Mereka selalu bersama sama, Minnie bahkan membuatku bosan dengan celotehannya tentang betapa Chulie sangat mengerti dirinya

Hahahaha….obrolan anak perempuan memang hanya cocok jika Teuki yang berbicara

Semua berlanjut seperti biasa

Hingga suatu saat  kami berdua pulang dari London dan mendapati putri kami satu satunya sedang berciuman dengan namja di ruang tamu

Berani!!!! Sekali mereka berdua!!!

Baru pertama kali sejak 17 tahun aku memarahi Minnie sehebat itu, namun Minnie malah membela lelaki yang dia bilang teman satu sekolah dan bilang semua hanya salah paham

Salah paham?? Jelas sekali bibir mereka hampir bersentuhan jika aku tidak berteriak barusan.

Ku usir lelaki itu tanpa hormat dan membiarkan Minnie mengerang kecewa kepadaku

Dari saat itulah aku tahu—putriku tidak lagi menjadi milikku

Esoknya kami berdua di panggil datang ke sekolah karena Minnie membuat kekacauan. Di sana ternyata sudah ada orangtua dari namja nakal itu. Kami bahkan sempat berbincang dan ku keluarkan perlakuan anaknya yang keterlaluan

Ayah lelaki itu sempat memarahi anaknya lalu  tersenyum penuh arti kepadaku dan Teuki

“Ia berbuat begitu karena mencintai putri Anda”

Satu kalimat—hanya satu, tetapi seolah olah ada petir menggelegar di atas kepalaku

Mencintai???

“Apa  benar itu Minnie??” tanyaku tajam

Wajah Minnie merona merah seraya menunduk malu

Ia benar benar jatuh cinta dengan lelaki itu!!!!

Tidak butuh lama, kami berdua mengatur perjodohan di rumah mereka. Dari situlah aku mulai menyukai Kyuhyun. Dia lelaki baik dari keluarga baik baik—caranya memperhatikan Minnie memang berbeda,  tidak lembut, cenderung membentak malah

Tetapi aku tahu Kyuhyun memiliki cara tersendiri untuk menjaga putriku

Dapat kulihat ia bahkan menggenggam tangan Minnie saat mereka naik ke anak tangga—seolah olah Minnie akan terjatuh jika tidak di tuntun oleh Kyuhyun

Sekarang aku positif merestui mereka berdua

Aku tidak salah menyerahkan putri kami yang berharga ke tangan Kyuhyun

Hari Hari Minnie berubah ceria. Kyuhyun mengajaknya pergi berkencan, mengajari matematika menjelang ujian bahkan ia sendiri yang membangunkan Minnie setiap paginya

Entah berapa kali aku mendengar mereka berdua adu pendapat atau bertengkar kecil—tetapi aku tahu, mereka tetap serasi sampai saat ini

Dan saat Eunhyuk-shi membuat rencana untuk memisahkan mereka berdua—rencana itu langsung sukses besar.

Kyuhyun dan Minnie tidak bisa dan tidak mampu hidup sendiri lagi

Mereka seperti satu paket, saling melengkapi satu sama lain

___________________________________________________________

“Kau sudah siap?”

“Ya Appa!”

Aku tersenyum miris. Putriku begitu cantik dalam balutan gaun, aku tidak salah menilai—ia memang begitu mirip dengan Teuki.

Sekarang kami berada di gereja, melangsungkan pernikahan Kyuhyun dan Minnie. Meski ada kendala kecil tetapi semua berjalan lancar

Bunyi lanunan mars pernikahan mengalun lembut

Aku mengangguk dan membiarkan Minnie menggandeng lenganku saat kami masuk ke dalam gereja

Semua mata memandang kami berdua, teman, saudara, para sahabat dan tamu undangan

Sekali kulirik Minnie—matanya hanya tertuju pada Kyuhyun

Aishhh, kenapa lagi aku ini!! kenapa sesaat aku merasa cemburu!!!

Begitu sampai di depan altar, aku menyerahkan tangan—tubuh dan jiwa Putriku kepada Kyuhyun

Mereka berlutut masih berpandangan

Mendadak mereka berdua adu pendapat hingga di tegur Pendeta karena tidak bisa diam

Hahahaha…dasar! Ada ada saja

Sepanjang pesta, Kyuhyun tidak melepaskan Minnie sama sekali. Kalaupun Kyuhyun membiarkan Minnie mendekati kami dan berdansa berdua denganku—ia tetap mengawasi dari jauh, seolah olah Minnie hanya miliknya

Hei, dia milikku juga!!

“Apa kau bahagia?” tanyaku saat kami berdansa di tengah aula

Minnie langsung mengangguk. Seharusnya aku tidak usah bertanya—wajahnya memerah dan senyum manis itu tidak henti henti menghiasi bibir mungilnya

Aku memang benar, Kyuhyun lelaki yang tepat

“Aku sangat bahagia Appa” bisiknya sambil merebahkan kepala di dalam pelukanku. Kucium keningnya sekilas

“Bolehkah aku berdansa denganmu satu kali lagi?” tanyaku meminta ijin

“tentu saja!” balas Minnie dengan semangat mengajakku memutari beberapa orang yang ikut berdansa juga

Usai pesta, Kyuhyun merangkul Minnie pergi dari situ menuju hotel yang sudah kami siapkan untuk malam pertama mereka. Pada saat itulah aku mau berteriak…betapa aku menyayangi Minnie..dan meminta maaf karena aku belum menjadi Appa sempurna untuknya

Tetapi terlambat—mobil limousin yang membawa mereka berdua sudah menghilang dari hadapanku

Pernikahan mereka berdua berjalan mulus—untuk ukuran anak muda. Kyuhyun cukup bertanggung jawab sebagai kepala keluarga dan bisa menerima Putriku apa adanya

Akhirnya kami berempat bersama pasangan orangtua Kyuhyun—Donghae-shi dan Eunhyuk-shi pergi keliling dunia. Menikmati liburan bulan madu ke dua, hehehehe

Sudah lama sekali aku tidak menghabiskan waktu berdua saja dengan Teuki karena masalah pekerjaan dan selesai pernikahan Minnie, kuambil semua jatah cutiku yang menumpuk selama ini

Begitu kami semua pulang ke Seoul—Donghae-shi mengusulkan untuk mendatangi rumah pengantin baru itu sebelum kami pulang ke rumah masing masing. Terang saja aku langsung setuju—aku ingin melihat keadaan Minnie-ku. Apakah Kyuhyun memperlakukannya dengan baik, atau jangan jangan dia menderita dengan pernikahan ini??

Aku harus memastikannya sendiri

Tetapi  semua sudah jelas

Kyuhyun berteriak marah karena kami mengganggu jam malam mereka. Tetapi tatapannya melembut saat Minnie menghampiri kami di ruang tamu

Kami yang sudah tidak sabar ingin menimang cucupun langsung menggoda mereka berdua. Kyuhyun hanya tersenyum penuh arti lalu menggenggam tangan Minnie—ia menatap lama ke arah Minnie

“nanti sehabis kelulusan” bisik Kyuhyun

Minnie tersenyum kemudian mengangguk setuju atas keputusan Kyuhyun

Dapat kulihat bahwa Kyuhyun tidak mau menyusahkan Minnie jika  ia sampai hamil saat masih sekolah. Ia menjaga putriku seperti aku menjaga Minnie

Ah, lagi lagi aku cemburu

Kyuhyun melebihi bayanganku tentang pendamping hidup Minnie

______________________________________________________________

“Minnie hamil!!!!” Teriakan Teuki terdengar keras di telingaku yang waktu itu masih berada di kantor

HAMIL??? TAPI..BUKANKAH??

Aissshh, pasti karena rencana bulan madu kami yang berhasil 100 %

Hahahaha

Kyuhyun harus berterimakasih kepada kami—tanpa kami berempat, mungkin butuh waktu lama untuk pasangan ini menikmati waktunya berdua

Dan saat aku melihat wajah berseri seri Minnie yang sedang mengandung, aku akhirnya harus mengakui

Dia bukanlah putri kecilku lagi, dia telah beranjak dewasa

“Putri Appa sudah besar” bisikku sayang kepadanya

Minnie membalas tatapanku lalu mengulurkan tangannya kepadaku, aku menuntunnya dan membiarkannya duduk di sebelahku

“Aku sayang Appa” balas Minnie tulus

Aku tidak bisa berkata kata lagi

Minnie bukan lagi milikku,  dia calon ibu dan seorang istri

Kenapa aku merasa dia semakin jauh—dan tidak tergapai, apakah semua Ayah merasakan sama sepertiku?

~0~

“Appa…..Umma….Minnie menghilang…”

Itu kata kata yang keluar dari mulut Kyuhyun ketika memanggil kami ke rumahnya. Ia tertunduk dalam dalam—menghindari tatapan tajam dari kami semua

MENGHILANG??

Semua penjelasan Kyuhyun tidak berarti apa apa untukku!!

Aku ingin berteriak di depan mukanya, jika aku menjadi dia, aku akan tetap memilih untuk percaya—bukankan itu dasar dari pernikahan

Teuki telah mewakili  perasaanku, ia menampar keras wajah Kyuhyun

Kyuhyun pantas mendapatkannya

Dia berani menelantarkan putri berharga kami

Sejenak Kyuhyun menceritakan segalanya—pertengkaran hebat mereka, penjelasan penjelasan tentang masa lalu Minnie….

Di mana Minnie ternyata tidak punya teman satupun pada SMP dulu

Tidak mungkin!!

Berarti selama ini……

Sepanjang hari kami berusaha mencari kabar dari orang orang terdekat terlebih dahulu baru kemudian  melaporkan kepada Polisi

Namun semua nihil

Minnie tidak berada di manapun

Kupapah tubuh lemas Teuki masuk ke dalam rumah, memberi kalimat penghiburan sambil membiarkan Teuki terlalu lelah menangis dan malah terlelap dari pangkuanku

Kurebahkan tubuhnya dan menyelimutinya sebelum mencium kening Teuki

Langkahku keluar dari kamar kami dan naik ke atas—kamar Minnie dulu sebelum ia menikah dengan Kyuhyun

CKELK

Kamarnya berantakan karena di obrak abrik oleh Kyuhyun waktu mencarinya kemari.

Tiba tiba sekelebat ingatanku kembali menyeruak

“Aku bahagia Appa….aku memiliki banyak teman di Korea” ujar Minnie dari telepon

Kenapa,  kenapa aku tidak sadar—suaranya agak serak dan sedikit tersendat setiap kali kami menanyakan kabar teman temannya di sana

Minnie berbohong karena tidak mau membuat kami khawatir

Ya Tuhan….

Aku terduduk lemas dan menelungkupkan wajahku pada kedua tangan

Aku telah gagal menjadi Appa

Bagaimana bisa aku tidak menyadari perasaan putriku sendiri, kesepiannya dan kesendiriannya… Ayah macam apa aku ini!!!

“Minnie…di mana kau….” tanpa terasa air mataku jatuh—mengalir deras di wajah

Tetapi Tuhan selalu baik kepadaku

Ia mengembalikan Minnie kepada kami—ah salah tepatnya kepada Kyuhyun

“Minnie” bisikku rindu

Mereka bahkan sudah berbaikan, waktu kami berombongan datang kesana. Kyuhyun dan  Sungmin asyik bercengkrama di atas sofa

Teuki  dan Eunhyuk tadinya mau menghampiri mereka, tetapi tanganku dan tangan Donghae-shi menahan kedua istri kami

“Kita biarkan saja…Kyuhyun lebih membutuhkan waktu bersama Minnie” bisik Chulie mewakili perasaanku

Kami keluar diam diam—berusaha tidak mengganggu mereka berdua. Sejenak aku melirik ke arah Minnie, ia tertawa bahagia. Sangat bahagia

_____________________________________________________________

Kami sekarang sedang berada di Seoul untuk merayakan ulang tahun Minnie. Kyuhyunlah yang menelepon kami dan menyiapkan segalanya dengan sempurna

“Appa, Umma…terima kasih sudah mau datang” ujar Kyuhyun bahagia

Kami tersenyum senang, “tidak apa apa—sudah lama Appa dan Umma tidak merayakan ulang tahun Minnie” jawab Teuki

Kyuhyun menunduk hormat  lalu memohon diri  keluar rumah saat Teuki menyeletuk keras, “Kyu!!! Itu kenapa tanganmu!!!” rasa keibuannya muncul—dengan cepat ia mengambil kotak P3K di belakang lemari dapur lalu menahan Kyuhyun agar tidak pergi dulu

Jari jarinya penuh luka benda tajam, belum lagi lebam biru di sekitar buku buku jarinya

“Apa yang kau kerjakan sampai terluka separah ini??” tanyaku heran—aku bahkan ikut meringis waktu Teuki mengobati lukanya

Kyuhyun tersenyum lemah, “aku membuat ranjang bayi untuk kado Minnie nanti..asss…karena aku belum berpengalaman mengerjakan pekerjaan kasar, jadinya beginilah….”

Aku dan Teuki refleks saling memandang dan menatap Kyuhyun terenyuh

Lelaki ini benar benar mencintai putriku

Bahkan melebihi dirinya sendiri

Aku tahu betul betapa tangan Kyuhyun sangat berharga karena dia juga pemain basket tingkat nasional—tetapi demi Minnie..Kyuhyun bersedia melakukan apa saja

Untuk pertama kali, aku tidak menyesali keputusanku menikahkan mereka berdua

………………….

Semua perkiraan Kyuhyun betul betul terjadi. Minnie sangat terkejut dengan pesta ulang tahunnya—ia terus menangis sambil mengatakan sesuatu tentang keinginannya yang terpendam

Minnie bahagia bisa merayakan ulang tahun dengan teman temannya—impian dia dari dulu yang baru terwujud sekarang

Dan itu semua berkat Kyuhyun

Lihatlah Putriku….Ia memiliki seorang suami setia, sedang hamil muda dan teman teman yang bersikap baik

Sesuatu yang tidak bisa kuberikan kepada Minnie dulu

Maaf…..maafkan Appa…bisikku dalam hati

~0~

TOK  TOK

“sebentar” aku bergegas membukakan pintu—Teuki sedang pergi berbelanja dengan Eunhyuk-shi dari tadi siang, hingga kini mereka berdua belum kembali

Pasti ngerumpi dulu

CKELK

“Minnie!!” kataku gembira

Minnie berdiri dengan memakai jaket beberapa lapis dan sebuah syal tebal yang melilit di lehernya—maklum musim dingin memang masih  merambah bahkan di bulan  Januari

“Appa!!” balasnya sambil menghambur memeluk tubuhku—hangat

Aku membalas  pelukannya hati hati, takut ia kesakitan atau apa karena perutnya yang makin besar

“Eh?” aku baru sadar sesuatu, “kau tidak bersama Kyuhyun kemari?”

Minnie menggeleng, “ia hanya mengantarku sampai depan jalam” sekarang ia tersenyum lembut, “Kyuhyun mengerti kalau aku hari ini mau bersama Appa saja”

Spontan aku memeluknya lagi—ah aku benar benar merindukan Putri kecilku

“kebetulan sekali, Appa juga sendirian—Umma sedang pergi berbelanja” aku segera mengajaknya masuk ke dalam supaya bisa menghangatkan badan

Sesampai di ruang tamu,  aku membuatkan coklat panas kesukaannya dan beberapa cemilan di dalam kulkas

“Bagaimana  keadaan cucu Appa hari ini?”  tanyaku bercanda sambil melirik perut Minnie yang sudah berjalan hampir 3 bulan

“Baik” Minnie mengelus perutnya sayang, “dia tidak pernah nakal lagi”

Aku terdiam

“Kau benar benar mirip dengan Ummamu saat ia sedang mengandungmu” kataku seraya memeluk tubuhnya dari samping

“Masa??”  tanyanya semangat

“Iya” aku mengecup keningnya,  “sama sama menjadi wanita tercantik yang pernah ada”

Minnie mendongak ke arahku dan tersenyum lebar, “terima kasih” bisiknya

Aku terenyuh—mendadak pertahananku runtuh

“Apakah aku sudah menjadi Appa yang baik  untukmu Minnie?” pertanyaan yang tertunda bertahun tahun itu terungkap juga

Minnie merubah posisi duduknya—menghadapku, “Apa maksud Appa??” tanyanya sedikit bernada tajam

“Appa”  aku merunduk sejenak—seumur hidup belum pernah aku menangis di depannya.  Aku berusaha menjadi lelaki kuat agar Putriku merasa aman dan terlindungi dalam dekapanku

“Appa…merasa..bersalah” bisikku susah payah, “Appa  tidak tahu bagaimana kau melalui hidup—Appa hanya berkonsentrasi terhadap pekerjaan tanpa tahu..” aishhh kenapa air mata ini malah tidak terbendung lagi, “tanpa tahu kau menderita bertahun tahun, melewati semuanya sendirian…..Appa….maaf”

Minnie yang tadi diam membiarkanku berbicara sekarang mendekat dan menghapus semua air mataku, “tidak ada orangtua sempurna…”  kedua tangan Minnie tetap memegang wajahku—tangan mungil yang dulu menepuk  pipiku, “Appa adalah Appa terbaik yang bisa kumiliki, aku bersyukur.  Appa tidak pernah menuntutku apapun, tidak pernah memaksakan kehendak, tetap mencintaiku dan mempercayaiku segalanya….apalagi yang kuinginkan?…Appa sudah melakukan semua yang terbaik untukku”

Aku menelungkupkan tangan ke arah mulut agar tidak terisak….Minnieku benar benar dewasa sekarang

“Aku menyayangimu Appa” kata Minnie tulus

Aku menangis lagi

Segera kupeluk tubuh mungilnya erat

“Aku juga sangat menyayangimu malaikat kecilku….”

Minnie mengangguk dalam dekapanku, “aku tahu”

Kubiarkan airmata  ini mengering terlebih dahulu lalu menyekanya dengan tanganku yang bebas, “apa kau bahagia bersama dengan Kyuhyun?”

“iya…aku bahagia” ucapnya meyakinkanku

“Sudah, itu sudah cukup” ku cium puncuk kepadanya, ”asal kau bahagia—tidak ada lagi yang Appa inginkan”

Setelah beberapa jam menghabiskan waktu bersamaku—hingga sudah tengah hari, kuantar Minnie pulang kerumahnya, takut kalau Kyuhyun khawatir dengan Minnie

Ternyata sampai di depan gerbang kecil rumah mereka, kulihat Kyuhyun sudah bersiap siap memakai jaket tebal sambil mengunci pintu—pasti dia mau menjemput Minnie

Untunglah mobilku berhenti sebelum Kyuhyun pergi lebih jauh, kupanggil namanya. Ia menoleh dan tatapannya beralih ke arah Minnie yang sudah keluar dari mobil

Kyuhyun sedikit tergesa gesa menghampiri Minnie, ia tersenyum penuh rasa terima kasih kepadaku, “Appa sendirian?” tanyanya melihat tidak ada Teuki bersama kami

“Umma sedang bersama Ummamu, mungkin mereka kebanyakan bergosip sampai sampai tega meninggalkan Appa di rumah sendirian” Minnie menoleh, “Appa singgah saja di rumah kami dulu sambil menunggu Umma pulang” tawarnya

“Iya…Appa masuk saja” ajak Kyuhyun sekali lagi

“Tidak usah” aku menggeleng—entah kenapa rasa cemburuku terhadap Kyuhyun hilang sudah ketika siang tadi, dimana aku menumpahkan segalanya kepada Minnie

“Appa menunggu Umma saja di rumah”  kataku beranjak masuk ke dalam mobil

Minnie sedikit berlari untuk menghampiriku dari samping, “Appa….” Mendadak ia mencium pipiku—hangat

“hati hati” bisiknya lagi

“Aishh..Putriku” ku elus rambutnya yang pendek. Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah kami berdua tetapi tangannya tetap sigap melindungi tubuh Minnie dari rasa dingin

“jaga dia Kyuhyun” ujarku tegas

“Baik.” Aku tahu—tanpa  kusuruhpun, Kyuhyun sudah menjaga Minnie dengan caranya sendiri

Dalam perjalanan pulang aku meyadari satu hal

Aku tidak pernah kehilangan putri kecilku….aku malah beruntung dapat melihatnya berbahagia dengan lelaki yang tepat

Minnie sudah menjalani hidup di atas kedua kakinya—mandiri tanpa bergantung kepadaku atau Teuki

Ia tidak manja meski berstatus anak tunggal

Minnie memenuhi harapanku sebagai orang tua

Memiliki anak berbakti dan menjadi dirinya sendiri

Memang benar, aku bukan orang tua sempurna—tetapi aku telah melakukan segala yang aku bisa sehingga putriku menjadi kebanggaan semua orang

Minnie….Appa  menyayangimu, lebih dari yang kau tahu

Saranghaee…

THE END

Happy B’day lelaki paling tampan no 1 di Korea

My Raccoon, Kim  Young Woon

We—ELF…Always love u….always…

16 responses to “≈No Other Like U-Special Part-{Kangin says}≈

  1. hueeeeeee TT_______TT” terharu…hikshiks andai wida punya Appa spt Kangin Appa..pasti bahagia, ga bkal ngerasain kesepian..*curcol
    Jadi kangen ama Kangin Oppa *bogoshippo oppa

  2. Dari awal udah nangis…ternyata ampe selesai baca pun tetep nangis…
    Authornya daebak dah pokoknya…
    Saranghamnida, appa❤

  3. *hukss…. T_________________T
    terharuuuuuuuu……………..
    jd inget wktu kecil dulu,,, papi selalu jadi orang pertama yg nemenin saat gw susah… terutama sakit…. bahkan smpai sekarang kaya gitu.. gw ga perlu minum obat kalo sakit,, gw cuma butuh tangan papi aja…
    Oh God~~~~~~~~~~~ gw jadii pengen meluk papiiiiiiiiiii……………….. selama ini gw sering berontak walopun tanpa sengaja…. (; _😉
    luv u dad…….. > 3 <
    always and forever!!!!!!

  4. Huhuhu.. T.T
    Sedih.. Jadi ingat sama papa..😥
    Dirumah,aku paling dekat sama papa..
    Tapi,aku paling sering ngelawan papa..
    Huuhuhuu.. Maafin aku,pah..😦

  5. hiks hiks kangin appaaaa…. T.T
    hueeeee kangin emang appa yang hebat.
    dia ngelakuin apa aja buat ngelindungin serta bahagia’in istri dan anaknya.
    dia sosok appa yang sempurna di mata minnie.
    hiks aku juga jadi kangen dan sayang sama appa aku :’)
    chapter ini juga sukses bikin aku mewek.
    keren bangettt…
    ga tau mau ngomong apalagi yang jelas ini bener bener keren..

  6. Ya ampuuun, mewek aq bacanya😥
    Ternyata begitu besarnya rasa sayang seorang ayah pada anaknya.. Hanya saja seorang ayah lebih sering memendam sendiri rasa sayangnya, tanpa menunjukkan langsung pada anaknya..

    Beruntung bgt miinie yg punya ayah sprti kangin..:)
    Sumpah dech, baca part ini bwat aq jd kangen ama ayahku..

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s