≈No Other Like U-Forty-{Sungmin wants it}≈

-Zimbabwe-

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak seorang yeoja cantik. Seluruh pakaiannya yang bermerek Dior terlihat kotor—terkena sapuan debu tebal di tanah Zimbabwe yang gersang.

Kim Miiju sudah menyeret kopernya dari arah bandara, tidak peduli berapa kali ia berdebat dengan petugas migrasi—meyakinkan mereka telah melakukan kesalahan karena seharusnya dia tiba di USA bukan tempat terpencil seperti ini

Namun petugas dengan logat afrika kental, menolak tegas. Semua tertera jelas dalam tiket pesawat dan memastikan Miiju tidak dapat menuntut pihak penerbangan

“Lihat saja!! Aku akan telepon Appa!!!” pekik Miiju sambil menekan sederet nomor di handphonenya

Tiit…nomor yang anda tuju sedang sibuk.

 

“Arghh..” tetapi Miiju tidak putus asa—bukankah dia mempunyai cukup uang untuk bertahan hidup sementara selagi berusaha memesan tiket pulang ke Korea Selatan

Tetapi lagi lagi, langit berkehendak lain

Jawaban dari petugas Airport membuat raut wajah Miiju berubah—seperti tidak siap menghadapi kematian

“Maaf Nona..tetapi jarang sekali ada perusahaan penerbangan yang singgah ke sini, paling lama anda harus menunggu selama dua minggu” jelas Petugas itu bernada datar, tidak sama sekali menunjukkan iba melihat Miiju yang nyaris menangis bombay di depan loketnya

“2 minggu? Di sini???” bisik Miiju tidak percaya—sejauh mata memandang hanya ada beberapa warga lokal berkulit kontras—hitam legam, menatap Miiju penuh rasa ingin tahu

Bukan hanya karena kulitnya yang putih khas asia, tetapi matanya yang sipit dan barang bawaannya yang mewah

Ya, Miiju memang sasaran empuk untuk para pencopet di sana

“TIDAKKKKKK” Teriak Miiju tidak bisa menerima keadaan, ia tidak peduli kalau semua orang memandang aneh setengah geli dengan tingkahnya seperti itu. Beberapa orang Ibu Ibu malah saling berbisik, “wisatawan gila itu” yang lain mengangguk setuju kemudian berjalan menjauhi Miiju—masih berada di tengah kerumunan orang banyak

“Lihat saja….” Mata Miiju berkilat marah, “aku akan membalas kalian berdua!!!! Cho bersaudara!!!!” ia berteriak lebih keras. Karena sudah menganggu ketenangan umum, beberapa petugas menarik paksa Miiju agar keluar dari bandara.

“Lepas!! Awas!!! Aku akan balas dendam!! Awas saja kau Sungmin!!!!!!” suara menggelegar Miiju seolah olah tertiup angin—tidak ada seorangpun orang Afrika yang mengerti bahasa Korea. Namun perkataan Miiju seperti terselubung dalam udara dan mengalun seiring cuaca. Terbang begitu tinggi sampai ke….

“Huathcimmmm!!!!” Sungmin yang baru tidur langsung bersin sekeras kerasnya. Di sampingnya, Kyuhyun terbangun sambil mengucek mata, “ada apa Minnie?”

“Tidak tahu” Sungmin mengelap hidung, “aku masuk angin kali gara gara semalem, kita kan tidur jam 3 pagi”

“Ha? Kamu sakit!” Kyuhyun benar benar terjaga sekarang, ia duduk dan mengecek kening Sungmin, “tidak panas” lalu memegang wajahnya dengan kedua tangan, “juga tidak pucat, mau kita periksa ke dokter?”

“Tidak usah, nanti juga sembuh sendiri” Sungmin melepaskan tangan Kyuhyun lalu beranjak bangun.

Sungmin sempat tersenyum dan mengelus ranjang kecil itu sekali lagi sebelum pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan

“Kyu” panggil Sungmin dari luar—karena  Kyuhyun masih asyik bergelut selimut dalam kamar

“Apa?” tanya Kyuhyun seraya duduk di atas kasur

Suara derap langkah Sungmin mendekat, “Kyu, bahan makanan sudah habis, aku mau belanja dulu” ujarnya sambil masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian

“Ya udah cepetan mandinya, nanti aku temani deh” Kyuhun menjatuhkan diri kembali ke atas bantal—tidur tiduran menunggu sampai Sungmin selesai

***

Karena masih mendapat  liburan dari tanggal 1 sampai tanggal 2 januari, Kyuhyun berpikir lebih baik mereka menghabiskan waktu di dalam rumah saja. Cuaca di luar masih sangat dingin—Kyuhyun tidak mau mengambil resiko jika Sungmin jatuh sakit  saat sedang hamil

Kyuhyun bahkan memakaikan berlapis lapis mantel tebal pada tubuh Sungmin dan sebuah syal yang melingkar erat di lehernya

“sempurna” kata Kyuhyun merasa puas sambil memakaikan topi rajut di atas kepala  Sungmin

“kamu bikin kelihatan sepuluh kali lebih gemuk” gerutu Sungmin susah payah berbicara sebab syal tebal itu menutupi sebagian wajahnya

Dahi Kyuhyun mengkerut tidak setuju—ia merapikan rambut Sungmin di sisi wajahnya, “daripada kamu kedinginan? Udah, penampilan itu ngga penting. Ayo jalan” ajak Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin  keluar rumah dan berjalan kaki menuju pertokoan yang terletak tidak jauh dari rumah mereka

Sesampainya di persimpangan jalan besar, Kyuhyun dan Sungmin  membelok ke kanan. Di sana ada sebuah supermarket besar yang berbeda dengan tempat Yesung. Lebih baik mereka belanja bulanan sekaligus agar Sungmin tidak usah susah payah  bolak balik  ke supermarket Yesung lagi

Tempat itu lumayan luas—nama supermarket itu lebih bonafit dan berkelas

Namanya Supermarket Mamorurin

*author super eksis*

Supermarket atau lebih cocok di sebut Hypermarket karena terbagi menjadi 3 lantai. Supermarket itu juga menyediakan segala macam kebutuhan dan peralatan apa saja secara lengkap dan murah

Bahkan Kyuhyun yang sengaja mampir untuk pertama kali dapat menemukan peralatan cangkul khusus untuk penggemar agrikultural

*iklan banget nih gw*

“Mau beli apa aja?” Kyuhyun mengambil troli dorong sambil melirik Sungmin yang memeriksa catatan kecilnya

“beli  sayur, ikan..semua deh untuk makanan sama pakaian wanita” Sungmin tersenyum melas, “aku kan tambah gemuk lagi”

Kyuhyun meneliti tubuh Sungmin yang seperti boneka salju—ia menahan tawa sejenak,”ya udah belanjanya cepetan, aku masih mau tidur”

Sungmin mengangguk dan berjalan di samping Kyuhyun yang mendorong troli. Membeli bahan  makanan memang mudah, Kyuhyun bukan orang yang rewel  tentang makanan serta tidak pilih pilih. Kyuhyun pasti memakan semua masakan yang di buat Sungmin

Dalam hitungan menit,  semua keperluan pangan terpenuhi. Mereka menggunakan eskalator flat untuk naik ke lantai 1, tempat pakaian wanita

Di sinilah semua masalah bermula

“Kamu mau beli pakaian kayak apa sih?” tanya Kyuhyun berusaha mengusir kebosanannya. Sebenarnya dia sudah tahu kalau Sungmin pasti membeli baju atau kemeja—tidak jauh jauh dari itu. Istrinya kan tomboi dari dulu

“Kaus aja”

Tuh kan, Kyuhyun membatin

“Ngga mau ini?” suara Kyuhyun bernada meledek,  bagaimana tidak, sekarang Kyuhyun mengangkat sebuah gaun tidur tipis berenda tepat di wajah Sungmin

Sungmin menggeleng, “pasti dingin banget pake baju kayak gitu, ngga guna” ia memutar kepala dan mengambil beberapa kaus oblong 2 kali dari ukuran Sungmin—sengaja untuk menyamarkan bentuk perutnya yang terus membesar

“terserahlah” Sungmin memang terlalu polos, susah di ajak berpikir aneh aneh seperti Kyuhyun. Karena tidak ada kerjaan—menunggu Sungmin yang terus mengambil beberapa potong baju, Kyuhyun menghampiri sebuah counter rambut palsu—wig khusus wanita

Dia mengambil sebuah wig berwarna hitam pekat, panjang—senada dengan warna rambutnya sendiri. Kyuhyun memakaikannya sendiri—iseng lalu mematut diri pada kaca besar di samping counter

“Minnie, aku cantik tidak?” kelakar Kyuhyun sepenuhnya bercanda.  Ia bahkan tersenyum dengan gaya di buat buat seperti perempuan saat Sungmin tercengang dan menghampiri Kyuhyun

“Kamu..” Sungmin memutar tubuh Kyuhyun agar menghadap ke arahnya kemudian mengelus wajah Kyuhyun, “kamu cantik banget….bahkan melebihiku” ungkap Sungmin jujur

“Sudah pasti” ejek Kyuhyun sambil memainkan ‘rambut panjangnya itu’

Karena beberapa pengunjung mulai tertarik melihat Kyuhyun—dengan cepat di lepas wig itu, merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian

“Udah ah, lebih baik kita bayar semuanya” ajak Kyuhyun selesai meletakkan wig di tempat semula sambil menarik lengan Sungmin. Tetapi Sungmin tetap bergeming—ia menepis tangan Kyuhyun lalu mengambil wig itu, sekali lagi

“Kamu pakai aja, cocok kok” kata Sungmin mau memakaikan kembali, untung Kyuhyun segera menghentikan perbuatan Sungmin tersebut

“Kamu udah gila?? Aku kan tadi cuma bercanda, udah! Kita bayaran sekarang!!” bentak Kyuhyun hilang kesabaran. Suaranya sempat membuat Sungmin tersentak lalu tertunduk seperti biasa

“Kyu…aku mau kamu makai wig itu lagi” bisik Sungmin sedikit ketakutan

“MWO??? Kau?” Kyuhyun melihat sekeliling mereka yang sudah mulai ramai—menatap ke arah Kyuhyun dan Sungmin, “aku bilang jangan bercanda Minnie” bisik Kyuhyun bernada tegas

Tetapi Sungmin bersikeras, “aku ngga mau pulang sebelum kamu pakai wig itu!!!!” kali ini suara Sungmin berteriak

Sontak beberapa pengunjung yang rata rata ibu ibu dan wanita seumuran Umma Teuki, tercengang mendengar permintaan mustahil Sungmin.

“Jangan gila Minnie!!!” Kyuhyun menghardik dengan keras, “aku tidak mau!!! kita pulang sekarang!!!”

Dia memaksa menarik tangan Sungmin sambil memasang wajah masam karena menjadi tontonan semua orang. Seorang Ibu yang sedari tadi melihat mereka berdua—berani maju dan mengeluarkan pendapatnya, “sebaiknya kau turuti saja anak muda, istrimu sedang ngidam itu” kata sang ibu sambil melirik perut Sungmin yang membesar meski agak tersamarkan oleh jaket dingin

“Ha??” Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap wajah Sungmin dan Ibu itu bergantian, “ngidam?”

“Iya…apalagi kalau bukan itu?” sang Ibu beralih pada Sungmin, “bukan begitu nona?”

Sungmin masih mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun—takut di marahi, “aku tidak begitu paham…tapi rasanya sama seperti waktu di Jepang, aku….aku hanya mau melihatmu memakai wig itu sambil kita pergi makan siang di restoran” bujuk Sungmin tanpa tahu Kyuhyun menganga lebar—ngeri membayangkan dirinya keluar dari supermarket memakai wig.

Sungmin pasti sudah gila, pikir Kyuhyun

“Kau?!!” Kyuhyun mengacungkan telunjuknya ke wajah Sungmin, “tidak ada!!! Aku memakai wig itu saja pasti tidak mau, apalagi harus pergi ke tempat lain dalam sosok…aishhhhh.

Pokoknya TIDAK, mengerti!!” Kyuhyun berkacak pinggang memarahi Sungmin. Ia sudah tidak peduli berteriak di depan orang banyak atau semua pembeli malah menonton  mereka dari tadi

“Hei!!  Suami macam apa kau ini!!” seorang ibu lain—maju sambil memelototi Kyuhyun, “istrimu sedang hamil! Pantang di marahi apalagi sampai membuatnya menangis!!! Sudah pakai saja wig itu, susah amat!!”

Kyuhyun menghela nafas, “maaf Adjumma..tapi tolong jangan ikut camp—

“Bagaimana kami tidak ikut campur!!!” sekarang ibu ibu lain mulai berani menyeruakan pendapat—mereka kesal karena sikap Kyuhyun yang keterlaluan terhadap Sungmin, “kau benar benar tega!!! Suamiku saja tidak akan berbuat sekasar itu saat aku mengandung!!” semua pelanggan sekarang memihak Sungmin terang terangan, “sudah sayang, lebih baik kau pergi tinggalkan suami arogan seperti dia” sindir Ibu pertama tadi, ia melayangkan pandangan menilai, “suamimu memang tampan, tetapi kelakuannya……..”

“Iya” Ibu lain yang sedang memegang baju tidur ikut dalam permasalahan rumah tangga Kyuhyun dan Sungmin, “eh nona kan masih muda? Manis lagi,  masih banyak yang mau…kalo sama suami kayak dia sih…Go to the hell deh” kata Ibu itu sok gaul

Sungmin hanya bisa tersenyum lemah, ia baru mau mengeluarkan ucapan saat Kyuhyun malah memotong demo Ibu ibu pembela Sungmin, “Ngga!!! Dia istri saya!! Ngapain nyari suami lagi!!” teriak Kyuhyun sambil menggandeng tangan Sungmin agar mendekat lalu berdiri tegap dengan sikap defensif. Kyuhyun melihat Sungmin sekali lagi

“Baiklah!!!” dengus Kyuhyun seraya mengambil wig yang sempat dia pakai kemudian  membawanya ke hadapan Sungmin, “aku akan memakai  wig sialan ini”

“nah gitu dong!!” koor seluruh ibu ibu serempak

Kyuhyun memutar kedua bola matanya sambil memasukkan kembali wig itu.  Sangat pas

“aigo~ kamu cantik banget” desah Sungmin merasa puas—ia mengelus wajah Kyuhyun sebelum membelai ‘rambut  perempuannya’ yang panjang

“sekarang maumu apalagi??” tanya Kyuhyun bernada datar. Andai bukan karena Sungmin hamil—Kyuhyun pasti sudah menyeret Sungmin pulang ke rumah lalu memarahinya seharian. Tetapi dia menahan egonya, ibu ibu itu ada benarnya juga—Sungmin sedang ngidam. Dan segala kemauannya harus di turuti

“Kita makan di restoran ujung jalan,  makanannya enak banget” ajak Sungmin gantian menggegam tangan Kyuhyun yang sedang mendorong troli belanjaan mereka

Tadinya Kyuhyun takut kalau semua orang menatapnya dengan mencela—atau secara terang terangan mengejeknya ‘banci’. Siapapun itu, Kyuhyun berjanji, tidak lelaki maupun perempuan akan di hajar sekuat kuatnya

Namun reaksi orang malah berbanding terbalik. Semua orang malah memuji Kyuhyun

“Lihat wanita itu, dia tinggi—pasti mantan model tuh” bisik salah seorang remaja wanita kepada teman temannya

“Iya…dia baik banget mau nemenin adiknya yang sedang hamil berbelanja” balas temannya itu mengangguk simpati

‘Eh…aku cantik?’ Kyuhyun tercengang—tiba tiba ia merasa kejantanannya berkurang 99%

Kyuhyun yang selama ini, di puji tampan bahkan oleh kembarannya sendiri.  Malah terlihat cantik dengan wig berambut panjang yang ia kenakan akibat sifat ngidam Sungmin

“Tuh kan..udah tenang aja” kata Sungmin tersenyum lugu

Kyuhyun hanya bisa menggeram marah—lebih baik mengacuhkan Sungmin ketimbang mengajaknya bertengkar di depan umum

Siapapun yang melihat Kyuhyun pasti berpendapat sama seperti Sungmin. Rambutnya panjang—menggunakan mantel musim dingin panjang selutut, jins hitam membungkus kaki Kyuhyun yang jenjang. Belum lagi syal tebal Kyuhyun ikut menutupi sebagian wajah sehingga orang orang tidak melihat jankung laki laki di lehernya

Bagaimana mungkin ia tidak cantik? Bukankah beda cantik dan tampan hanya setipis benang kain?

*sebas  membuat teori sendiri*

Sehabis membayar, Kyuhyun membawa semua belanjaan menuju restoran yang di inginkan Sungmin. Restoran sederhana dengan spesialis ramen hingga berbagai jenis—kreasi tersendiri dari rumah makan tersebut

“Kamu mau makan apa?” desis Kyuhyun dari balik syal, dia menyembunyikan sebagian wajahnya—takut kalau ketemu teman sekolah  dengan kondisi mengenaskan seperti ini. Meskipun teman itu adalah Chulie sekalipun.

“Aku mau…” Sungmin membuka buku menu bersemangat. Ia membalik balik halaman secepat kilat lalu mendongak ke arah Kyuhyun

“boleh aku pesan semuanya?” pinta Sungmin sepelan mungkin

“HA? Semua?” alis Kyuhyun naik tinggi, mulutnya sudah mau menyemburkan gertakan tetapi di tahan lagi

‘sabar…’ kata Kyuhyun membatin, ‘Sungmin sedang hamil…iya dia sedang hamil’

Berulang kali kalimat itu menjadi mantra penenang Kyuhyun agar tidak melampiaskan emosi secara langsung. Bukankah dia sudah berjanji akan mengurangi sifat galaknya selama Sungmin mengandung?

“boleh kok” ujar Kyuhyun seratus persen mengalah. Dia bahkan rela di rampok sekalian oleh Sungmin sekarang

Sungmin tersenyum lebar, “pelayan!!!”

“Huh” Kyuhyun bersandar lelah ke arah kursi sambil menatap istrinya

“Nona ini tidak mau memesan?” tanya sang pelayan melirik penuh arti Kyuhyun

“He? Tidak!” hardik Kyuhyun dari balik syal

Pelayan itu mengangguk sedih lalu pergi ke dalam membuatkan pesanan Sungmin

“kau jangan kasar begitu?” tubuh Sungmin condong ke depan Kyuhyun, “dia kan hanya bertanya”

“Ha?? Bertanya darimana??” sungut Kyuhyun memastikan syal tetap menutupi mulut dan lehernya, “kau tidak lihat dia mengedipkan sebelah mata kepadaku??!! Aishhh”

Sungmin tertawa kencang mendengar pengakuan Kyuhyun, “ternyata suamiku laku juga di tangan namja hahahahahaha”

“hahahaha” olok Kyuhyun mengikuti Sungmin, “pokoknya sampai rumah wig ini akan kubuang ke tempat sampah!!!”

“terserah,  pokoknya aku mau kau memakainya sampai kita selesai berbelanja”

Tak lama kemudian semua pesanan Sungmin sudah datang. Sekitar 23 mangkuk ramen berbagai macam rasa hadir di atas meja, siap untuk di santap. Kyuhyun menggeleng tidak percaya, melihat semua itu saja, sudah membuat Kyuhyun kenyang tetapi tidak bagi Sungmin

Istrinya mengambil sumpit di pinggir meja—menatap semua makanan dengan liar lalu mulai makan satu persatu.

____________________________________________________

“Mau kemana lagi?”

“Ngg…” Sungmin mengamit lengan Kyuhyun untuk bersandar—ternyata ia tidak kuat berjalan cepat akibat kelelahan dan capek menghabiskan makanan sebegitu banyak

“Kita ke arah sana!” unjuk Sungmin ke sebuah toko pernak pernik tak jauh dari lampu merah.

“Hati hati” bisik Kyuhyun menggenggam erat tangan Sungmin ketika menyebrang sambil berusaha tetap menyeimbangkan semua barang belanjaan mereka

“Memang kamu masih mau belanja?” tanya Kyuhyun sedikit merunduk agar bisa bertatapan langsung dengan Sungmin

“Mau..aku mau membel—

“Hai Sungmin!!!” teriak salah seorang namja dari seberang jalan. Dia bersama dengan temannya berlari menghampiri Sungmin dan Kyuhyun

“Yesung, Siwon..ka…kalian ada di sini??” ujar Sungmin sedikit histeris—ia melirik Kyuhyun dengan cemas

Kyuhyun mematung di tempat, segera di rapatkan syal agar Yesung terutama Siwon tidak mengenali kalau ‘wanita’ di samping Sungmin itu adalah Kyuhyun

“Hai…lo sendiri kok tumben ga bareng Kyuhyun” Siwon mencuri pandang ke arah ‘wanita’ itu

“Ngg..itu…gw…” Kyuhyun mau menginjak kaki Sungmin sekarang—ternyata Sungmin masih tidak pandai berbohong. Dia malah terlihat salah tingkah dan menatap Kyuhyun meminta bantuan

Yesung memotong ucapan gagu Sungmin, “terus cewek cantik ini siapa??” goda Yesung  berlebihan

Sontak Kyuhyun melotot dan melayangkan pandangan tajam pada Yesung

“cantik cantik kok jutek” nah loh! Siwon ikut ikutan membangkitkan  aura iblis Kyuhyun

Sedangkan Sungmin malah sibuk tertawa mendengar suaminya di puji cantik oleh sahabatnya sendiri, “udah. Nona ini pantang di lirik oleh lelaki  yang pendekatan dengan wanita lain” bela Sungmin menyindir Yesung dan Siwon

“Oh? Mereka” Siwon dan Yesung sama sama bertukar pandangan remeh, “kami hanya bermain main saja” kata Siwon sambil bertos ria dengan Yesung

Sungmin baru mau menyanggah ucapan mereka ketika melihat sosok Zhoumi dan Mochi  berjalan mendekat ke arah sini.

Zhoumi bahkan hanya beberapa jengkal dari belakang Yesung ketika Siwon berkata, “lagian cewek kayak Zhoumi itu nyeremin! Mau menang sendiri, angkuh.iih~”

Zhoumi berhenti seketika—ia melotot tajam tanpa Siwon sadari

“Betul itu! Apalagi adeknya, sok jual mahal!!! Padahal tiap hari udah gw coba segala cara tetep aja, ngga mau di ajak ngobrol!!” keluh Yesung lumayan keras, membuat Mochi yang berdiri di samping Zhoumi ikut membeku lalu menatap Yesung dengan perasaan benci

“Ngg….” Sungmin benar benar tidak mau terlibat perang dunia ke 4 di sini, “aku dan…temanku mau ke toko itu. Bye” ujarnya langsung menyeret Kyuhyun menjauhi mereka berdua

“Kenapa tuh anak? Aneh” gumam Yesung sambil menepuk pundak Siwon, “kita jajan aja”

“ok” jawab Siwon

Mereka berbalik ke arah belakang—tepat di hadapan Zhoumi dan Mochi

“Ka..li…an…di sini juga?” Yesung kehilangan kata kata. Kalau melihat dari wajah kakak beradik ini sih jelas, Zhoumi dan Mochi sudah berada di belakang mereka dari tadi dan tentu saja mendengar dengan tepat semua ucapan Yesung dan Siwon bergantian tadi

“Aku wanita galak begitu” Zhoumi berbisik pelan namun menekankan nada marahnya pada setiap kata

“Aku juga sok jual mahal?” kalau Mochi berbeda. Ia malah terluka dan nyaris menangis mendengar perkataan Yesung

“Ngga…kami, bukan ……begitu…aduh” suara Yesung dan Siwon tumpang tindih. Mereka berusaha menjelaskan semuanya namun terlambat

“Jangan pernah mendekati kami berdua” Zhoumi melirik Mochi sebentar—adiknya sedang menunduk pedih, “terutama Mochi!!! Ingat itu!!!”

Setelah selesai,  Zhoumi melenggang angkuh, merangkul Mochi dalam pelukannya lalu meninggalkan dua lelaki yang masih terperangah di tempat

“Yah…gara gara elo sih!!!” teriak Yesung dan  Siwon bersamaan  sambil mengacungkan jari telunjuk satu sama lain

“Hahahahaha, kasian banget mereka! Makanya jadi cowok playboy banget!!” Kyuhyun tertawa histeris sambil memastikan syal tidak bergeser dari bibirnya.

Beberapa orang di dalam toko pernak pernik melihat Kyuhyun ingin tahu tetapi kemudian mengalihkan pandangan setiap kali Kyuhyun memergoki mereka

“Minnie cepat kita keluar—aku tidak suka menjadi tontonan umum di sini”

“sebentar..aku sedang memilih boneka untuk di taruh dalam keranjang bayi” Sungmin tersenyum sambil  mengangkat kedua boneka berukuran sedang ke hadapan Kyuhyun, “mana yang lebih bagus? Kelinci atau serigala?” tanya Sungmin butuh opini

“Hmmm….kelinci saja! Kan lucu” balas Kyuhyun mengambil boneka itu lalu memainkannya  seorang diri

“Tapi..serigala juga bagus” bujuk Sungmin mengelus moncong serigala yang mungil

“kok kamu malah bingung, beli aja dua duanya!!” tanpa ragu, Kyuhyun mengangkat keranjang belanjaan mereka berdua berisi kedua boneka binatang itu dan langsung membayarnya

Sungmin tersenyum puas—ia membantu Kyuhyun mengambil sebagian belanjaan ringan seraya berjalan beriringan ke jalan utama—jalan menuju rumah mereka

***

“Fuih lelah juga” segera sampai di ruang tamu, Kyuhyun melepaskan wig itu tanpa beban dan langsung melepaskan beberapa mantel dari tubuh Sungmin. Mereka berdua membereskan belanjaan, memasukkan berbagai sayuran ke dalam kulkas baru setelah itu memindahkan baju Sungmin untuk di cuci terlebih dahulu sebelum di pakai

“Nah tinggal ini” Sungmin meraih kedua boneka yang baru ia beli, membawanya ke kamar untuk di taruh di dalam ranjang bayi buatan Kyuhyun

“Lihat, Kyu…jadi tambah sempurna kan” bisik Sungmin tidak bosan bosan dari tadi malam memandangi ranjang bayi—bahkan Kyuhyun ingat betul Sungmin tertidur dalam dekapannya saat mereka sedang membahas ranjang itu

“Iya…tetapi akan lebih membahagiakan kalau bayi kita ada di dalamnya” balas Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dari belakang

Jari jari mungil Sungmin menghitung mundur, “masih setengah tahun lagi”  katanya miris. Tetapi Kyuhyun malah menggeleng tidak peduli, “waktu itu berlangsung cepat…lihat saja, aku dan kamu sudah menikah hampir satu tahun kan?”

“Iya juga” Sungmin manggut manggut setuju

“Sudah, lebih baik kau siapkan makan malam” Kyuhyun membenamkan wajahnya sebentar di bahu Sungmin sebelum melepaskan kedua tangannya, “aku lapar”

Sungmin tersenyum sekilas, “baik nona” ejeknya sebelum keluar kamar

“Ya!!!  Sekali lagi kau memintaku memakai wig sialan itu!!! Kau akan menyesal!!!” teriakan Kyuhyun tidak di gubris Sungmin—ia mengedikan bahu tidak peduli sambil mulai mengupas bawang

Karena Sungmin terbayang terus dengan cita rasa ramen yang begitu enak—ia berniat membuatkan Kyuhyun ramen sederhana namun dengan bumbu pedas. Tentu saja, Kyuhyun yang sejak di restoran belum menyentuh makanan karena takut jati dirinya terbongkar, langsung melahap habis semua masakan Sungmin tanpa terkecuali

Dia bahkan menemani Sungmin menonton berita malam sambil membawa mangkuk di depan TV

“jangan tidur malam malam, besok kan kita mulai sekolah” tegur Kyuhyun masih sibuk melahap satu suapan besar ramen

“Ini juga lagi nungguin kamu selesai makan” dengan malas, Sungmin mengganti channel TV sembarangan. Gara gara tadi siang mereka belanja terlalu lama, Sungmin tidak sempat menonton telenovela kesayangannya itu dan bodohnya lagi—Sungmin tidak menyetel alat perekam video. Kalau begini, dia kan jadi ketinggalan satu episode menegangkan

“Sebentar…slrupppp” Kyuhyun meminum kuah ramen langsung dari pinggiran mangkuk sampai terangkat ke atas—menutupi sebagian wajahnya lalu berdahak kencang

“Aku kenyang” sahut Kyuhyun puas. Sisa sisa kuah ramen masih menetes dari ujung bibirnya. Melihat itu Sungmin terkekeh sambil mengelap dengan tissu, “aduh kamu udah gede makan masih berantakan”

“Habis masakan kamu enak banget” Kyuhyun membiarkan Sungmin menyeka wajahnya baru setelah itu ia beranjak pergi ke dapur untuk mencuci piring

Tetapi Kyuhyun tidak sadar sesuatu. Sungmin termangu sebentar ketika Kyuhyun menarik wajahnya lalu menghilang ke dapur. Ia merasa ada sesuatu—sesuatu yang sama persis saat Sungmin memaksa Kyuhyun memakai wig wanita waktu pergi berbelanja di supermarket

“Apa aku ngidam lagi???” gumam Sungmin merasa ngeri, “tidak!!! Ini bukan ngidam!!! Aku hanya….hanya….”

Tanpa di minta, tubuh Sungmin bergerak sendiri—menyusul Kyuhyun yang sedang sibuk mencuci piring. Wajah Sungmin merunduk, mengutuk diri sendiri karena punya keinginan seaneh bukan separah ini!! Kyuhyun pasti berpikir yang tidak tidak nantinya

“Kyu..” terlanjur. Sungmin sudah memanggil suaminya meski sekuat tenaga Sungmin melawan kemauannya sendiri

“Hmm?” Kyuhyun belum berbalik—ia masih memunggungi Sungmin sambil membilas piring satu persatu, “ada apa Minnie?”

“Aku mau me—“ langsung saja Sungmin mengatupkan bibirnya dan berbalik menjauh, sebelum Kyuhyun mengatakan apa apa

“Lah kok??” karena khawatir Kyuhyun cepat cepat menyelesaikan tugasnya lalu menyusul Sungmin ke dalam kamar.

Benar saja, Sungmin menggulung tubuhnya dengan selimut sampai ke atas kepala

“Ada apa lagi Minnie” gumam Kyuhyun sambil berkacak pinggang

Kepala Sungmin menyembul dari balik selimut—menatap Kyuhyun dengan takut, “aku mau…ah tidak jadi” lagi lagi Sungmin menutup wajahnya

“Huh,  pasti kamu mau ngidam lagi kan?” tebak Kyuhyun dengan tepat

DEG

Sungmin memberanikan diri melirik Kyuhyun diam diam, “kok kamu tahu”

“Hmm….” Kyuhyun ikut merebahkan diri di samping Sungmin sambil menarik selimut tebal itu, “cepetan bilang!! Aku udah ngantuk!!” ancam Kyuhyun

“Iya iya” Sungmin bangun kemudian duduk berhadap hadapan dengan Kyuhyun, “aku mau….”

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “apa Minnie cepetan!!!” kali ini Kyuhyun membentak agak keras

“Aku! Aishhh” sungmin menarik nafas dalam dalam, “kau tutup mata saja!!”

“eh?”

“tutup mata!!!” perintah Sungmin

“Iya” dengan malas dan rasa penasaran Kyuhyun menuruti semua keinginan Sungmin, “terus kamu mau aku ngapain?”

“Kamu ngga boleh bergerak, tangan kamu diam di tempat” sungmin terus memastikan kedua mata Kyuhyun tetap terpejam, “pokoknya apapun yang terjadi kamu ngga boleh membalas perbuatanku!!! Janji?”

“Ha? Perbuatan yang mana nih?” tiba tiba rasa khawatir bercampur ketakutan merasuki pikiran Kyuhyun, “kamu ngga mau mukul atau ngebunuh aku kan??”

Tawa Sungmin meledak, “hahahaha ngga lah Kyu!! Jadi kamu mau berjanji?”

Kyuhyun langsung menggigit bibirnya,  “iya deh” katanya pasrah. Kedua tangan Kyuhyun saling bersilangan di belakang punggung—mendoakan supaya Sungmin tidak ngidam menjadi psikopat seperti di film film, kan membahayakan nyawa Kyuhyun tuh

Setelah memastikan berulang kali bahwa Kyuhyun tetap menutup matanya, Sungmin bersingut mendekat, “ingat jangan bergerak!” kata Sungmin mengingatkan—suaranya begitu amat sangat dekat meski Kyuhyun tidak tahu untuk apa semua ini

Selagi Kyuhyun memikirkan semua kemungkinan mengerikan, mendadak sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Bergerak pelan dan ragu ragu

Spontan Kyuhyun membuka kedua matanya dan betapa terkejutnya ia mendapati Sungmin sedang menciumnya!

Sejak kapan?? Bukankah selama ini Kyuhyun yang selalu mulai semuanya?

Kyuhyun tersenyum diam diam lalu membalas ciuman Sungmin namun…

“Kau?! kan sudah kubilang jangan bergerak!!” sungmin melepaskan diri sambil memalingkan muka—menghindari tatapan mata Kyuhyun yang berkilat penuh arti

“Oh…jadi ini ngidam kamu?? mau menciumku yah?” Kyuhyun mengeluarkan seringai lebar, membuat wajah Sungmin semakin merah padam

“Aku….” Sungmin menoleh sekilas lalu memandang keluar jendela, “tidak jadi, aku tidur saja lagi” katanya menjatuhkan diri lalu bersembunyi dari balik selimut

“Hahaha, iya aku kan hanya bercanda…” Kyuhyun mengangkat selimut sehingga ia bisa masuk ke dalamnya lagi. Sekarang selimut tebal itu menutupi tubuh mereka berdua hingga ujung kepala

Namun bisikan Kyuhyun masih terdengar hingga keluar, “masih ngidam ngga?” godanya sekali lagi

“Ng…” Sungmin terdiam

“baik baik…aku janji tidak akan bergerak lagi” bisik Kyuhyun

“janji?”

“Iya!!” tukas Kyuhyun mulai tidak sabar

“Ya!! Aku yang ngidam kenapa kamu malah nafsu!!” bentak Sungmin mulai kesal

suara tawa canggung Kyuhyun berdentang keras, “ternyata rasanya berbeda kalau kau yang menciumku duluan”

Sungmin lagi lagi terdiam

“mau ngga?? Aku tinggal tidur nih” ancaman Kyuhyun berhasil—Sungmin menjerit sambil menahan lengan Kyuhyun yang mau keluar dari selimut, “iya iya…aku masih mau menciummu”

“makanya cepetan”

Suara nafas Sungmin menderu, ia menghindari tatapan mata Kyuhyun yang tidak terpejam kemudian merunduk—mendekati wajah Kyuhyun dengan perasaan gugup

Dan ketika Sungmin berhasil menempelkan bibirnya, ia menarik nafas panjang sebelum mencium Kyuhyun pelan pelan

Kalau saja tidak mengingat janjinya untuk tidak bergerak sedikitpun. Kyuhyun pasti sudah membalas ciuman Sungmin sambil memegangi tubuhnya supaya mendekat. Tetapi sekarang tidak bisa, Kyuhyun hanya bisa tersenyum simpul sambil terus menatap wajah Sungmin yang semakin memerah ketika sedang mencium bibir Kyuhyun

Beribu ribu kilometer dari sana, di sebuah Negara ternama karena tempatnya yang gersang dan populasi manusia yang menurun akibat bencana kelaparan dan kemiskinan

Negara Zimbabwe

Ada seorang yeoja, musuh terbesar Sungmin, tersenyum jahat karena sudah mempunyai rencana untuk menghancurkan ketiga orang itu

“lihat aja” ujar Miiju sambil mengangkat sesuatu benda, “aku akan membuatmu menderita Sungmin!!!!”

TBC

17 responses to “≈No Other Like U-Forty-{Sungmin wants it}≈

  1. un.. kurang keji. bunuh aja si miiju*aku lupa namanya. bener ga?* siksa si miiju dong un.:/ ya ya?

  2. miiju itu mau ngapain ke ming sih?!!!!!!!!

    aduh pengen aku rajam terus aku jadiin soup miiju,ckckck~

  3. Ah bahaya tuh si Miiju…. U,u
    Ckck ! Minnie ngidamnya ada” aja suruh Kyu pake wig… Ga enak di Kyu enak di Minnie dund,, mending yang ngidam nyiumin Kyu, enak di dua”nya,, kan adil…muehehehe *yadong akut

  4. hahaha ngidamny sungmin kelewatan!! g kira” dia hahaha~
    idih siwon am yesung g konsisten yee? ktny serius tp ttp aj grgoda kyuhyun cewe ==” gmn sih~
    haa!! it ngidam yg trakhir🙂 aihh o cweet deh minnie hahaha~
    miijun ==” bodo amad g tkt ak!! hahha *kok jd ak

  5. hahahaha lol
    baru denger ada ngidam pengen nyium gituuuu….. kkkk
    beruntung si kyu dong kalo gitu…😄

    btw,, miiju masih hdup juga trnyata.. aigoo – -“

  6. miiiju DL,

    wkwkwkwkwk kyuppa diserbu ma ibu2,wah pasti cantik bgt kyuppa,,,
    wah kyuppa kesenangan tuh dicium ma minnie,,,

    sial bgt wonppa ma yeppa,,duh mkn susah dptin mochi n zhoumi tuh

  7. Ah Minnie mah ngidam’y aneh” hahaha tapi kalo ngidam yang terakhir sih d jamin Kyu ikhlas” aj ngikutin maunya Minnie..semangat malah hahaha
    Miiju!! itu orang kok ga ada kapoknya yah ckckck

  8. ngidam apa itu minnie?? hahahaha aneh aneh aja.
    kyu pake wig cewe? hahahaha pasti cantik😀
    dan itu apa? ngidam nyium kyu??
    apa bibir kyu punya daya tarik yang kuat sampe minnie ngidam nyium kyu.
    si kyu kesenengan tuh sama ngidam minnie yang satu itu.
    pasti kyu berharap tuh ngidam berlangsung lama.
    rencana apalagi yang dibuat miiju? ga kapok kapok tuh orang ya??
    liat aja orang jahat atau rencana jahat pasti kena batunya.
    itu bukti kamu kena batunya karna udah buat minnie nangis -di kirim ke zimbabwe-

  9. Ternyata miju belum puas juga ngerjain minnie, awas aja klo dia macem2 lg ke minnie.. >.<

    Aduuuuh minnie, ngidamnya aneh2 aja.. Kyu hrus rela nahan malu bwat make wig.. kekeke
    Nah loo, minnie yg ngidam, knp kyu yg senang.. Ckckckckc dasar tuan evil, giliran minnie ngidam mo nyium, senang nya minta ampun.. Hahaha😀

  10. wkwkw thooor si minnie ama kyu bakal ngelakuin ga yaaaaa..

    ohya entar kenapa aku punya feeling kayak nya minn punya anak kebar 2 deeh .. kaan makan nya jadi 3x kaan??

    eeh apa kembar 3 yaa?? entahlaah heheh

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s