≈No Other Like U-Forty One-{Pain}≈

“Kalian harus belajar dengan baik, ingat sebentar lagi akan ada ujian percobaan (author ga tahu bahasa Try Out buat Korea) jadi harus buat hasil semaksimal mungkin karena akan menjadi tolak ukur untuk ujian nasional sesungguhnya, mengerti anak anak?” ujar Pak Herman selaku wali kelas, panjang lebar

“Mengerti Pak!!” sahut semua murid kelas XII-2

Pak Herman mengangguk puas, “nah sekarang kita belajar, buka buku kalian” katanya sambil berbalik dan mulai menuliskan beberapa keterangan di papan tulis

“Minnie?” Kyuhyun mengibaskan tangannya ke wajah Sungmin yang sedang melamun, “kamu kenapa?”

Sungmin menoleh, masih dengan wajah sulit di tebak, “Kyu?”

“apa?”

Sungmin mengerucutkan bibirnya, sejenak ia melirik ke samping, “cium” bisiknya dengan suara amat pelan

“Ha??” Kyuhyun melotot dengan tatapan mengancam, “ini sekolah Minnie, jadi jangan macam macam” gertak Kyuhyun sambil menghadap kembali ke depan

“Tapi….aku—

“Tidak ada! Sudah nanti Pak Guru malah marah lagi” Kyuhyun memaksa Sungmin agar kembali berkonsentrasi seraya membuka buku pelajarannya. Ia sebenarnya tidak habis pikir kenapa Sungmin ngidam sesuatu yang aneh—amat aneh. Kemarin setelah membuatnya malu setengah mati memakai Wig, dan malamnya malah minta cium, aishhh andaikan ini bukan sekolah—Kyuhyun bersedia di cium berulang kali sama Sungmin

*author memutar kedua bola matanya*

Dan Kyuhyun tidak tahu kalau sekarang acara ngidamnya Sungmin masih berlanjut

“Seperti yang kalian tahu, semua sisi kubus…..

Suara Pak Herman menggema tanpa kata—Kyuhyhun sempat tersentak dan hilang konsentrasi ketika sebuah jari telunjuk meraba bibir bawahnya

“Minnie!!” teriak Kyuhyun keras, di sentakkan tangan Sungmin dari bibirnya sambil melayangkan tatapan mengancam

“Habis..” bisik Sungmin merunduk ketakutan

“Hei!!! Kalian berdua, ada apa ini??” Kyuhyun baru sadar, Pak Herman berhenti menulis di depan sedangkan seluruh murid mulai melihat ke arah mereka berdua

“Ng….ini Pak, Min—maksud saya Sungmin, lagi ngidam” kata Kyuhyun tersenyum enggan

“Ngidam?” sekarang Pak Herman malah berjalan mendekati meja mereka, “memangnya kamu ngidam apa Sungmin?”

“Itu saya mau ciu—mmpphh” sebelum Sungmin memberitahu, Kyuhyun sudah terlebih dahulu membungkam mulutnya

“Maksudnya Sungmin pengen liat lapangan basket..iya! dia mau ngeliatin lapangan basket sekarang juga Pak” sudah jelas Kyuhyun mengarang semua itu, tetapi daripada ketahuan istrinya minta cium? Nanti mereka jadi bahan ejekan satu kelas lagi

“Hmmm” Pak Herman mengelus dagu, “ya sudah saya ijinkan kamu—Kyuhyun membawa Sungmin ke lapangan sana, kasian kalau tidak di turuti” ujarnya pengertian

Tanpa mengindahkan Sungmin yang meronta dalam bekapannya, Kyuhyun menunduk penuh rasa terima kasih lalu memapah tubuh Sungmin keluar kelas, sebelum semua orang curiga. Ia langsung membawa Sungmin ke arah lapangan basket

“Kamu ngapain sih! macam macam aja!! Minta cium pas pelajaran, nanti di rumah kan bisa!” teriak Kyuhyun marah

“Hmmpphhh”

Kyuhyun yang baru sadar tangannya masih membelenggu mulut Sungmin, langsung melepasnya

“Fuihhhh..” Sungmin sedikit terengah engah, “aku mana tahu, tiba tiba kepengin—kan itu bukan salahku juga” belanya

Kyuhyun menghela nafas sambil berkacak pinggang di depan Sungmin. Seringainya tiba tiba menyeruak, “nah mumpung kita ada di tempat sepi, kamu bebas menciumku”

“Eh…iya juga” kata Sungmin melihat ke sekeliling—tidak ada orang, apalagi sekarang masih jam pelajaran

Sungmin mengangguk kemudian dengan cepat ia merengkuh wajah Kyuhyun dengan tangan mungilnya, memejamkan mata lalu…

CHU~

Bibir Sungmin menyapu bibir Kyuhyun sepintas

“selesai” ujar Sungmin senang karena permintaannya terkabulkan, ia baru mau melepaskan kedua tangan ketika Kyuhyun mengerjap tidak percaya sambil menarik lengan Sungmin

“Kok? Itu sih bukan ciuman??!” protes Kyuhyun tidak terima

“Ha?? Aku kan hanya mau begitu Kyu” erang Sungmin berusaha melepaskan tangan Kyuhyun

“Minnie..itu bukan ciuman, apa perlu aku ajarin?” ucap Kyuhyun dengan senyum licik

Sungmin langsung menggeleng

“Kau—“

“KYUHYUN!! SUNGMIN! Sedang apa kalian di situ!” teriak seorang guru dari depan pintu lapangan

“Eh?” Kyuhyun yang sedang memegangi pundak Sungmin, menoleh. Sosok guru itu masuk lalu menghampiri mereka berdua di tengah tengah lapangan. Tatapan guru itu berubah ngeri karena menyadari posisi Kyuhyun dan Sungmin yang terpampang jelas seperti orang sedang….

“Kalian mau ciuman?! di sekolah?!” gelegar suara Bu Tukinem menggema luas di lapangan

“Ng…itu” Kyuhyun gelagapan sambil melepaskan kedua tangannya, “tadi..”

“Kyuhyun yang mau mencium saya Bu…tadinya saya juga sudah menolak” kata Sungmin lugu

Kyuhyun dan Bu Tukinem melongo mendengar pernyataan Sungmin—meski berbeda opini. Kyuhyun menggeram marah sedang Bu Tukinem geleng geleng kepala sambil melihat ke arah Kyuhyun

“Kau?! Push Up 100 kali, sekarang!!!” teriak Bu Tukinem

“Tapi Bu, awalnya—“

“SEKARANG!!!!” Bu Tukinem makin tambah marah karena Kyuhyun berani membantahnya

Kyuhyun menghela nafas, ia merunduk ke lantai sambil memasang posisi lalu mulai menghitung

“1….2…”

Di depannya Bu Tukinem masih berkacak pinggang sambil terus memarahi Kyuhyun, “gara gara sikap kamu yang kelewat agresif! Sungmin jadi cepat sekali hamil!!! Coba kamu bisa menahan diri, ngga bakalan begini kan?!!”

“3….4….5…”

“Kamu tuh!! Emang!! Bisanya bikin susah aja!!! Istri kamu sedang hamil aja masih mau berbuat macam macam! Di sekolah lagi!! Dasar!” Bu Tukinem mengeluarkan semua sindiran tajam ke arah Kyuhyun sedangkan Sungmin di biarkan duduk di belakang mereka berdua—tepatnya di bangku penonton.

Entah kenapa Sungmin begitu menikmati hukuman Kyuhyun—itu hiburan baginya. Bahkan tanpa ampun Sungmin terkikik tertahan saat Kyuhyun melayangkan pandangan mematikan ke arahnya, untuk kali ini Sungmin berani melawan. Ia menjulurkan lidahnya—dengan maksud mengejek

“Kau?” desis Kyuhyun berhenti menghitung. Sejak kapan Sungmin bersikap jahat begini terhadapnya….

“aishhh jangan bilang ini bawaan bayi juga” gerutu Kyuhyun tanpa menyadari Bu Tukinem menatap tajam ke arahnya

“kenapa berhenti ha?? Cepat lanjutkan hukumanmu!! Masih tersisa 67 hitungan lagi!”

Kyuhyun mengangguk pasrah, dia kembali menghitung sambil menulikan gendang telinganya agar tidak sakit hati dengan sindiran sindiran Bu Tukinem dan juga berusaha tidak melihat Sungmin yang sudah pasti makin senang mengejek Kyuhyun

“Selesai!” Kyuhyun membersihkan kedua tangannya lalu berdiri tegap. Karena dia atlit basket, perkara mudah untuknya melakukan push up 100 kali.Kecil

“Hmmm, ingat lain tidak ada lagi ampun, mengerti itu!” kata Bu Tukinem memperingatkan

“Iya” jawab Kyuhyun malas

“Ya sudah, sana bawa Sungmin masuk ke dalam kelas!”

“Baik Bu,”….”Bu” ucapan Kyuhyun dan perkataan Sungmin saling tumpang tindih satu sama lain

“Ha?? Ada apa??” Bu Tukinem memandang mereka berdua bergantian, “kamu dulu Sungmin, ada apa?”

“Saya…itu…” Sungmin melirik Kyuhyun sambil mengelus perutnya yang semakin besar, “saya mau hukuman Kyuhyun di tambah 100 lagi…” bisiknya tanpa melihat Kyuhyun yang melotot tidak percaya ke arahnya

“Minnie” suara Kyuhyun benar benar mematikan sekarang

“Kamu…” Bu Tukinem tadinya juga merasa heran—tetapi menangkap kondisi Sungmin yang terus menerus mengelus perutnya, ia tersadar, “kamu sedang ngidam toh”

“Iya..” jawab Sungmin sambil terus memeluk perutnya, “jadi bolehkan Bu, Kyuhyun push up lagi 100 kali”

Saat itu juga Kyuhyun ingin membentak Sungmin—tetapi apa daya, keberadaan Bu Tukinem membuat Kyuhyun lagi lagi hanya bisa terdiam. Pasrah

“Ho” Bu Tukinem tersenyum senang, “tentu amat sangat boleh” ia mendelik ke arah Kyuhyun, “kamu dengar sendiri kan! cepat lakukan, kasihan bayi kamu kalau ngga di turuti”

Akhirnya dengan keterpaksaan, Kyuhyun bersungut sungut memulai push upnya sambil menghitung ulang dari satu

Terus menerus hingga keluar peluh keringat dari wajah Kyuhyun akibat kelelahan padahal hitungan baru sampai ke angka 20, masih ada 80 lagi

Selama itu pula, Sungmin tersenyum puas sambil duduk dan melihat Kyuhyun. Memang sempat terbesit rasa kasihan dan rasa bersalah karena berbuat begitu kepada suaminya sendiri, bahkan sebenarnya Sungmin sendiri tidak tega! Tetapi apa daya…kemauan cabang bayi begitu kuat sehingga sekarang Sungmin bersenang senang di atas penderitaan Kyuhyun

__

Baru pertama kali semenjak mereka berdua menikah, Kyuhyun mendiamkan Sungmin seharian di dalam kelas. Mau marah, tidak bisa karena Sungmin sedang hamil. Kyuhyun juga tidak dapat lagi menjitak kepala Sungmin—nanti dia di kira tega melakukan KDRT

Jadi Kyuhyun hanya bisa berdiam diri dan berpura pura tidak mendengar ucapan maaf dari Sungmin, sejak mereka keluar dari lapangan basket

Jelas saja KiChul dan Siwon yang sekelas bersama mereka, tercengang. Tetapi mereka memutuskan tidak mau ikut campur melihat wajah Kyuhyun yang lelah namun dengan pandangan setajam elang. Ia bahkan terus melotot ke arah Sungmin

TING TONG

Bel Istirahat

“Yeeeee”

Semua anak menghambur keluar tanpa peduli jika Bu Aida masih belum selesai menutup pelajarannya. Ia hanya bisa menggumam kesal dan membereskan buku sambil berjalan keluar

“Mau bareng ke kantin?” ajak Chulie kepada Sungmin dan Kyuhyun yang masih diam di tempat. Padahal biasanya Kyuhyun pasti langsung mengajak Sungmin ke Kantin supaya bayi mereka tidak meronta kelaparan

Tetapi tidak, Kyuhyun terlalu marah

“Aku” Sungmin mendelik ke arah Kyuhyun, “aku maunya ke kantin bareng Kyuhyun” bisiknya perlahan

“Hmm” Kyuhyun dan Chulie bertukar pandangan sejenak, seperti ada kontak batin. Tak lama kemudian Kyuhyun menghela nafas panjang, “iya..iya, ayo ke kantin”

Baru kali ini juga, Kyuhyun sedikit malas pergi bersama Sungmin. Entah kenapa firasat dia mengatakan kalau penderitaannya akibat kehamilan Sungmin masih berlanjut, meski itu di dalam kantin

Dan tebakan Kyuhyun seratus persen benar

“Kamu mau pesen apa?” tanya Kyuhyun sambil mengambilkan tempat duduk di pojok kanan, maklum saja pada jam istirahat seperti ini, kantin penuh dengan siswa siswi yang kelaperan

“Hmmm” Sungmin memutar arah pandangnya—melihat ke sekeliling, “Kyu…”

“Ya?” tanya Kyuhyun yang sedang berdesakan di barisan paling depan, menoleh ke belakang

“Aku mau” Sungmin mengigit bibirnya, Kyuhyun menunggu dengan dahi berkerut di sertai perasaan tidak enak. Pasti Minnie minta macam macam lagi deh. Pikir Kyuhyun

“Ngg…aku mau makan kalau kantin ini sepi…” pinta Sungmin sambil mengeluarkan jurus wajah memelasnya

“MWO???” Kyuhyun menatap Sungmin tidak percaya, beberapa murid yang menghimpit Kyuhyun di dalam antrian serentak melihat mereka berdua

“Jangan bercanda Minnie!!!!” teriak Kyuhyun tidak peduli jika seisi kantin grasak grusuk menonton mereka ingin tahu

Bahkan Penjual sate langganan Sungmin sampai berhenti mengipasi daging dan lebih mendengar percakapan mereka berdua

“Tapi aku maunya begitu!!!” Sungmin menghentakkan kaki seperti bocah umur 5 tahun kalau keinginannya tidak di turuti. Sekali lagi Kyuhyun menggeleng kesal—sejak kapan Sungmin jadi bersikap childish begini!

“Pokoknya aku ngga mau makan kalau kantin ini penuh!!!” ancam Sungmin bernada serius

“Ya terserah kamu, aku ngga ikutan” balas Kyuhyun cuek—Sungmin benar benar sudah keterlaluan menurutnya. Dengan acuh, Kyuhyun menyeruak keluar dari antrian lalu bermaksud meninggalkan Sungmin seorang diri

Namun..

“Hiks…kamu…hiks…tega…banget..” tangis Sungmin pecah, ia duduk di salah satu bangku sambil menutup kedua wajahnya. Sontak semua penghuni kantin terkejut dan segera menatap Kyuhyun dengan pandangan tajam

“Eh lo jadi suami beneran ngga punya hati? Bikin istri lagi hamil sampai nangis segala!” sindir salah seorang siswa kelas 1 berani membentak Kyuhyun—kakak kelasnya

“Ya! Panggil aku Sunbae! Dan jangan menghakimiku, dia—“

Seorang yeoja tak jauh dari tempat duduk Sungmin ikut menyela ucapan Kyuhyun, “Iya! buat apa kakak kelas kayak lo pantes di hormati! Sikapnya aja ngga gentle”

“Kalian!!” pekik Kyuhyun kesal, “bayangkan saja, masa Sungmin meminta aku mengosongkan isi kantin karena dia mau makan dalam keadaan sepi!!! Itu kan mustahil” bela Kyuhyun masih berteriak kencang ke seluruh penjuru

Mendengar itu beberapa kelompok langsung kasak kusuk

“Oh cuma gara gara itu kalian bertengkar? Ck ck ck” dengan mudah, lelaki yang menjadi junior Kyuhyun mengajak semua teman temannya keluar kantin sambil membawa piring makanan, “tinggal bilang aja sama kita kita, pasti pada mau kok? Iya ngga bro??” tanyanya kepada yang lain

“Yoi!”

Langsung saja dalam hitungan menit, keinginan Sungmin terkabul dengan mudah, aman dan cepat

“Kami ngerti kok, Ibu hamil pasti pengen yang aneh aneh..jadi jangan marahi dia lagi” kata seorang yeoja malah memberi nasihat untuk Kyuhyun sambil menepuk pundaknya—pura pura berempati

“A—“ Kyuhyun kehabisan tenaga dan kata kata.

Sekarang kantin kosong melompong. Hanya ada Sungmin, Kyuhyun dan Bapak penjual sate sedang membuatkan pesanan Kyuhyun yang tertunda

Kyuhyun menatap Sungmin, merasa lelah namun tetap berjalan mendekati istrinya di meja kantin, “udah kamu berhenti menangis, itu kantinnya udah sepi” bujuk Kyuhyun masih setengah kesal

“Hiks…” Sungmin mengintip dari sela sela jarinya, “tapi kamu marah kan….aku ngga sengaja Kyu…termasuk pas di lapangan tadi…aku benar benar..huee…” tangisnya makin kencang

“Iya aku tahu, itu bawaan bayi kan” Kyuhyun memutar kedua bola matanya, “aneh banget sih bayi kamu”

“Ini kan bayi kamu juga!” tuduh Sungmin selesai mengelap lendir yang keluar dari hidung lalu mendongak ke arah penjual, “Pak pesan satenya 40 tusuk”

“Baik neng” karena semua pelanggannya telah meninggalkan kantin—tidak jadi memesan, sehingga bapak penjual memberikan semua sate yang selesai di bakar kepada Sungmin

“makasih Pak” kata Sungmin tersenyum manis

Mendadak tukang sate kehilangan akal sehatnya (ternyata efek senyuman Sungmin masih ada), ia mengulurkan tangannya ke wajah Sungmin namun dengan sigap di tangkas oleh Kyuhyun

“Bapak jangan macem macem deh!!!” ucap Kyuhyun sedikit menggeram

“Eh” bapak itu mengerjap berulang kali—mulai sadar, “maaf den…saya…balik aja deh”

“Bagus” gumam Kyuhyun sambil berbalik mengarah pada Sungmin. Dia menggeleng tidak percaya karena sekarang sate di piring tinggal setengahnya

“Cepet amat” Kyuhyun tiba tiba merasa lapar, “boleh bagi ngga?” ia baru mau mengambil satu tusuk ketika Sungmin menggeleng cepat, “ngga boleh!!! Ini aja aku masih kurang! Pesen sana sendiri” katanya dengan mulut penuh daging

“Aishhh” Kyuhyun bertopang dagu sambil terus memperhatikan Sungmin mengunyah makanan—mengingatkan Kyuhyun pada pertemuan pertama mereka. Sama persis, Kyuhyun tidak bisa makan juga gara gara Sungmin meski dengan alasan yang berbeda. Tetapi sekarang, bedanya dan baru di sadari Kyuhyun dari tadi kalau dialah yang menderita….bukan Sungmin

Kyuhyun yang di hukum Bu Tukinem, di cemooh oleh murid lain, dan tidak seorangpun yang membelanya

“Mungkin ini yang dinamakan karma” desis Kyuhyun meratapi nasib

***

“Kau kenapa Kyu? Wajahmu pucat” tanya Sungmin ketika mereka berdua berjalan pulang.

Kyuhyun menggeleng, rasanya ia ingin memukul kepala Sungmin karena tidak sadar bahwa dirinya lah yang membuat Kyuhyun uring uringan dari tadi

Tetapi dia tahan sambil menggumam dalam hati kalau Sungmin sedang hamil…dan Kyuhyun tidak boleh menjitak kepala Ibu hamil, bisa kualat lagi

“Tetapi tanganmu hangat sekali” ujar Sungmin mulai cemas—dia bisa merasakan suhu badan Kyuhyun meninggi beberapa derajat dalam genggamannya

“tidak, aku hanya terlalu lelah” Kyuhyun merapatkan jaketnya, “sudah lebih baik, kita segera masuk ke rumah, cuaca tidak menentu akhir akhir ini”

Sungmin menurut, ia mempercepat langkahnya berusaha mengimbangi Kyuhyun di depan. Setelah beberapa belokan, sampailah mereka di depan rumah dan segera masuk ke dalam karena cuaca memburuk, bisa di perkirakan akan ada badai salju nanti malam

“Fuih, aku hidupkan dulu penghangat ruangan” Kyuhyun melepaskan jaketnya sambil mengambil remote di atas TV sedangkan Sungmin berjalan menyusuri ruang tengah lalu masuk ke dalam kamar

“Kyu?” panggilnya lagi

“Sebentar” setelah selesai mengatur tempramen, Kyuhyun bergegas menghampiri Sungmin, “ada apa?”

“aku mau tidur”

Dahi Kyuhyun berkerut, “tidur saja, terus?”

Sungmin menunduk sambil memainkan kedua kakinya bersamaan—sikapnya seperti salah tingkah…

Akhirnya Kyuhyun mengerti kebisuan Sungmin. Pasti nih anak minta macam macam lagi, ya ampun…dosa apa, istri ngidam bikin nyiksa begini. Gumam Kyuhyun dalam hati

“Iya” kata Kyuhyun pasrah di suruh apa aja, “kamu sekarang mau apa lagi, Tuan Putri??”

Sungmin mendongak, ia tersenyum senang karena Kyuhyun tidak membentaknya lagi, “aku mau…..

__

“hahahahahahhaha, memangnya itu benar?? Hahahha kasian Kyu” ucap Eunhyuk sadis

“Iya Umma, tadi pas pulang aja, muka Kyu udah kecapean setengah mati” kata Chulie bersemangat sambil menceritakan kejadian di sekolah kepada Ummanya dan Umma Sungmin—Teuki yang kebetulan sedang berkunjung ke rumahnya

“Aduh!! Mungkin Minnie menuruni sikap saya” potong Teuki, “tanya saja Appa Minnie..betapa menjengkelkannya Adjumma waktu mengandung Minnie” ujarnya kepada Chulie dan Eunhyuk

“Tetapi Teuki-shi..biarkan saja” Eunhyuk terlihat senang senang saja anak lelakinya di siksa begitu, “biar Kyuhyun bisa melatih kesabaran—habis dia suka membentak bentak orang terus”

“Iya!” sambung Chulie, “tadi saja, Kyuhyun sempat memarahi Sungmin jika tidak di bela beberapa junior kami, Adjumma…huh rasakan itu Kyu!!”

“Tap—“

Drrttttt, handphone Chulie bergetar

“sebentar Umma” Chulie membuka handphonenya yang bermodel flip dan sedikit menahan senyum ketika melihat kontak di layarnya

“Kyuhyun” kata Chulie memberitahu Eunhyuk dan Teuki

Mereka terkikik sambil memberi isyarat supaya Chulie me-loudspeaker agar terdengar semua omongan Kyuhyun secara jelas

“ya, ada apa Kyu?” tanya Chulie menaruh handphone di atas meja

Para Ibu ibu sengaja tidak mengeluarkan suara agar Kyuhyun tidak curiga

“Heenim….hmm….please, bantu aku…hosh…” suara Kyuhyun agak terputus putus seperti terengah engah

“ada apa Kyu?? Kau kenapa?” sekarang Chulie mulai panik

Kyuhyun terdiam, terdengar tarikan suara beraturan dari seberang sana

“Minnie…pengen makan es krim yang dulu sering ia beli bersamamu, aku tidak tahu tepatnya di mana, bisa tidak kau saja yang beli…please…aku di sini masih sibuk” pinta Kyuhyun

“Baiklah…aku akan mengantarnya sekalian ke rumah” balas Chulie merasa kasihan, pasti sekarang Minnie menyuruh Kyuhyun yang engga engga lagi sampai kecapekan begitu

“Makasih banyak, aku tunggu”

“yup”

KLIK

“Hahahahhaha” tawa dari kedua Ibu Ibu mulai berderai—mereka sama sekali tidak merasa kasihan atau iba sekalipun pada Kyuhyun

“Hmm, Umma, Adjumma, aku pergi dulu deh….kasian kalo kelamaan bisa bisa Sungmin malah marah ke Kyuhyun” Chulie berdiri—mengambil mantel di depan pintu keluar sambil menelepon Kibum untuk menemaninya membeli es krim

“aishh, Minnie ada ada aja, masa mau makan es krim padahal cuaca sedingin ini” gumam Chulie. Ia memutuskan keluar dan menunggu Kibum di ujung jalan

Sedangkan Eunhyuk dan Teuki kembali bergosip seputar kehamilan Sungmin yang mau memasuki triwulan kedua…yaitu empat bulan

“Bagaimana kalau Minnie mulai kita daftarkan kursus senam ibu hamil, biar mempermudah saat proses kelahiran” jelas Eunhyuk sambil menuangkan teh pada gelas Teuki yang sudah kosong

“Hmm” Teuki menunduk berterima kasih lalu menyesap tehnya, “tapi kan sebentar lagi mereka mau ujian percobaan? Apa tidak merepotkan, aku tidak mau Minnie kelelahan”

“Iya juga ya…lagipula di sanggar langgananku waktu hamil dulu, suami wajib ikut loh”

“masa??” tanya Teuki kaget

Eunhyuk mengangguk kemudian melanjutkan ucapannya, “aku tidak bisa membayangkan Kyu mau ikut acara seperti itu, dia pasti menolak dari awal”

“betul” Teuki merenung sejenak, “malah aku tambah yakin kalau sekarang saja, Kyuhyun sudah kerepotan dengan kehamilan Minnie. Tidak perlu di tambah senam hamil segala deh…kasian juga dia” gumamnya berempati

Benar…Kyuhyun lebih dari menderita…..dan itu semua karena kehamilan Sungmin

..Kyumin Place..

TING TONG

“Aissh, kemana nih anak” Chulie memencet tombol sekali lagi

TING TONG

“Sabar dong sayang, siapa tahu mereka lagi di kamar makanya ngga denger” bujuk Kibum sambil membenarkan letak syal Chulie di lehernya

“Tapi tetap saja ini—

CKELK

Kyuhyun membuka pintu, “mana…es krimnya….” Tanpa ba bi bu, Kyuhyun mengulurkan tangan untuk menggapai kantong plastik di tangan Chulie

“Kamu kenapa?” tanya Chulie melihat wajah kembarannya yang bersimbah keringat deras di wajah dan seluruh tubuhnya. Kyuhyun bahkan sengaja memakai bando di kepala agar tidak kegerahan. Baju yang ia gunakan juga basah hingga ke tekuk leher

Bagaimana bisa, seseorang berkeringat seperti Kyuhyun pada cuaca dingin seperti ini?

“Ini kerjaan Minnie” Kyuhyun mengerjap lunglai, dia malah bersandar pada pintu luar, “dia….dia…..” tiba tiba Kyuhyun menepuk pundak Kibum, “hati hati deh, jangan sampe nasib lo sama kayak gw kalo si Heenim hamil” bisik Kyuhyun sambil melirik sinis Chulie

“He?? Kenapa malah nyindir aku!!” bentak Chulie tidak terima

Kyuhyun menelan ludah, “bukannya gitu, tapi…

“Kyu!!! Mana es krimnya!!” teriak Sungmin dari dalam

Kyuhyun memberi tatapan seolah olah berkata, ‘Lihat aja kelakuan Tuan Putri satu itu’. “Udah ah, sorry gw ngga bisa ngajak kalian masuk, Minnie lagi bener bener…“ sambil menggeleng Kyuhyun mengisyaratkan tangannya di leher

Melihat sahabatnya menderita, Kibum merasa kasihan, “ok deh..kita cabut aja…and good luck ya” ucapnya lalu mengamit tangan Chulie agar keluar dari situ

Sebenarnya Chulie masih penasaran, Sungmin menyuruh Kyuhyun apa sih sampai segitu menderitanya. Tetapi ia mengangkat bahu—toh bukan urusan dia…nanti yang ada Sungmin malah makin berulah lagi

Mungkin ini yang di bilang, paradoks. Dulu sering kali Kyuhyun memarahi, memaksakan kehendak dan memukul kepala Sungmin tanpa bisa di lawan. Nah sekaranglah Kyuhyun merasakan akibat dari perbuatannya dulu

“Mana es krimnya???” rengek Sungmin yang sudah anteng duduk di depan TV—seperti biasa menunggu telenovela kesayangannya main

“Sebentar..” Kyuhyun bergegas ke dapur untuk menuangkannya di gelas besar lalu kembali ke ruang TV, “ini es krimnya tuan putri” Kyuhyun memakai kata kata itu jika sedang jengkel dengan Sungmin tetapi Sungmin sendiri malah tidak sadar. Ia merasa tersanjung di panggil Putri oleh Kyuhyun

“makasih..pangeran” balas Sungmin kembali menatap layar kaca

‘Pangeran? Kok gw ngerasa malah merasa jadi babu’ teriak Kyuhyun dalam hati

“Nah semua kemauan kamu udah aku penuhi” Kyuhyun berdiri tepat di hadapan Sungmin, “aku udah mengganti bed cover kita berwarna pink, mengubah ranjang bayi 37 derajat ke arah barat daya, membuatkan air mawar untuk keperluan mandi kamu, mencuci seluruh pakaian terutama baju seragam kesayanganmu, mengubah letak dapur juga” Kyuhyun sendiri baru sadar betapa banyak yang ia kerjakan seharian ini tanpa istirahat, “kamu ngga mau apa apa lagi kan?”

Sungmin memakan es krim sambil menjadikan Kyuhyun tontonan selingan selagi telenovela belum mulai

“Hmm, udah kok” ucap Sungmin memakan es krim dengan nikmat tanpa peduli dengan penderitaan Kyuhyun, “nah kamu minggir deh sebentar lagi dramanya mau mulai” katanya mengusir Kyuhyun ke samping

“kamu kok jadi tega begini sih” keluh Kyuhyun mau beranjak pergi mandi karena tubuhnya bau keringat

“Eh mau kemana??” Sungmin menahan lengan Kyuhyun, “kamu ngga nemenin aku nonton?”

“Ngga! Aku capek mau mandi” tolak Kyuhyun tegas

Sungmin langsung berdiri—menghalangi Kyuhyun, “masa aku nonton sendirian?”

“Masa bodoh!” kata Kyuhyun yang sudah kesal di ubun ubun karena kelakuan Sungmin yang aneh bin ajaib, “minggir..aku mau mandi!!” Kyuhyun hendak menggeser tubuh Sungmin tetapi istrinya tetap diam, tegap di tempat

“Kalau kamu ngga mau nemenin, aku pergi ke rumah Appa aja” ancam Sungmin

Kyuhyun tertawa hambar, “dari tadi kamu juga ngomong begitu tapi ngga jadi pergi, sana kalau tetap mau pergi, aku ngga cegah kok” balas Kyuhyun acuh

“Kamu!” Sungmin menekuk wajahnya kemudian melangkah ke ruang tamu. Sejenak akal sehat Kyuhyun muncul, buru buru ia menyusul Sungmin dan menahan kepergiannya

“Aduh..Minnie..maaf…” Kyuhyun menarik nafas berat sambil memutar tubuh Sungmin kemudian mengangkat wajahnya, “kamu mau kemana? Cuacanya dingin lagi, hmm” tanya Kyuhyun melembutkan suaranya

“habis kamu….” Sungmin membalas tatapan Kyuhyun dengan ketakutan, “aku juga ngga tahu kenapa bisa jadi begini, tapi…” Sungmin menunduk seraya mengelus perutnya terus menerus

“Iya iya aku ngerti kok” Kyuhyun membawa tubuh Sungmin dalam dekapannya secara hati hati, “aku akan berusaha sabar, ok? Nah sekarang kita nonton aja, keburu mulai dramanya” ajak Kyuhyun melepaskan pelukannya kemudian menarik Sungmin kembali ke ruang TV

“Kamu ngga dendam kan?” selidik Sungmin masih ketakutan melirik ke arah Kyuhyun yang sekarang bersedia menunda acara mandinya dan menemani Sungmin menonton

“Aku kesal, marah, hanya itu” balas Kyuhyun, supaya Sungmin tidak khawatir, ia mengelus kepala lalu mengacak acak rambutnya

Tindakan Kyuhyun berhasil. Sungmin tersenyum lega sambil mengambil gelas es krim lalu menonton telenovela kesayangannya itu

Setelah hampir satu jam, Kyuhyun menghambur-hamburkan tissu untuk mengelap air mata serta lendir dari ujung hidung Sungmin setiap ada adegan sedih, tetapi sialnya episode hari ini selalu penuh air mata sehingga Kyuhyun harus tanggap ketika Sungmin sudah menemukan gelagat gelagat mau nangis. Sedikit saja, Kyuhyun telat bereaksi, Sungmin akan kembali marah, “kok ngga peduli sih istrinya lagi sedih…hue…Kyuhyun kejam….hiksss”

Dan semua itu berakhir dengan permintaan maaf Kyuhyun sambil mengelap wajah Sungmin. Ia juga tidak habis pikir bagaimana bisa Sungmin menangis saat menonton tetapi masih terus menyendokkan es krim ke mulutnya

“Sedih sih sedih…tapi makan tetap lanjut” desis Kyuhyun sepelan mungkin—takut Sungmin tiba tiba ngamuk lagi

__

“Ah segar” Kyuhyun mengelap sisa sisa air hangat di wajah dan rambutnya yang habis di keramas, “Minnie? Kamu mau makan ngga? Biar aku pesanin makanan” teriak Kyuhyun dari kamar

“Ng..nanti saja, tiba tiba aku mau bertemu dengan Appa” balas Sungmin saat masuk ke dalam, ia melangkah ke lemari untuk berganti baju

“Kamu mau aku temani?” tawar Kyuhyun yang masih sibuk mengeringkan rambutnya

“Ngga usah, aku bisa sendiri” setelah selesai berganti baju, Sungmin hendak pergi ke luar pintu ketika Kyuhyun memanggilnya sambil membawakan beberapa mantel untuk Sungmin dan dirinya

“Minnie..di luar itu dingin banget” Kyuhyun memakaikan jaket tebal ke tubuh Sungmin, “kamu bisa sakit kalau hanya pakai baju satu lapis” sekarang Kyuhyun memasangkan sebuah mantel tebal selain mantel yang di pakai Sungmin baru setelah selesai, Kyuhyun menambahkan syal pada leher Sungmin kemudian memakai mantelnya sendiri, “aku temani” ucap Kyuhyun tegas

“Tapi aku hanya mau berdua saja dengan Appa” tukas Sungmin

“Aku temani sampai depan rumah, nanti pulangnya aku jemput lagi, gimana?” kata Kyuhyun memberi solusi

“setuju!”

(kalau mau tahu scene di dalam rumah KangTeuk, udah gw ceritakan waktu nolu special part kemarin. Kangin says~)

***

Tik Tok Tik Tok

Jam 17.56

“Aduh udah sore, tetapi kok Minnie belum menelepon minta di jemput!!” sekarang Kyuhyun malah kalang kabut sambil mondar mandir di depan ruang tamu

“Jangan jangan, Minnie ngga mau pulang gara gara aku bentak terus dari tadi..aishhh” pikiran Kyuhyun makin kalut—belum pernah Sungmin mengunjungi orangtuanya selama ini, hanya sendirian lagi.

Karena takut hari keburu gelap, Kyuhyun bergegas mengambil mantelnya lalu keluar rumah untuk mengunci pintu, dia tidak peduli meski nantinya akan menganggu sepasang Ayah dan anak itu. Kyuhyun terlalu khawatir segala macam bentuk masalah jika sudah bersangkutan dengan Sungmin

“Kyuhyun!!!” panggil seseorang dari kejauhan—di dalam mobil

Kyuhyun menengok ke belakang, “Appa?” matanya menyipit supaya melihat lebih jelas, “Minnie!!!”

Kyuhyun sedikit tergesa gesa menghampiri Sungmin, ia tersenyum penuh rasa terima kasih kepada Kangin, “Appa sendirian?” tanyanya melihat Teuki tidak ada bersama mereka berdua

“Umma sedang bersama Ummamu, mungkin mereka kebanyakan bergosip sampai sampai tega meninggalkan Appa di rumah sendirian” sahut Sungmin sambil menoleh, “Appa singgah saja di rumah kami dulu sambil menunggu Umma pulang” tawarnya

“Iya…Appa masuk saja” ajak Kyuhyun sekali lagi

“Tidak usah” Kangin menggeleng ringan, “Appa menunggu Umma saja di rumah” katanya beranjak masuk ke dalam mobil

Sungmin sedikit berlari untuk menghampiri Kangin dari samping, “Appa….” Mendadak Sungmin mencium wajah Ayahnya—hangat

Kyuhyun agak tercengang, tidak biasanya mereka berdua bersikap seperti ini—pasti ada sesuatu. Pikirnya

“hati hati” bisik Sungmin lagi

“Aishh..Putriku” Kangin mengelus rambutnya yang pendek.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua tetapi tangannya tetap sigap melindungi tubuh Sungmin dari cuaca dingin

“jaga dia Kyuhyun” ujar Kangin bernada tegas

“Baik.”

Kangin terlihat puas—ia sedikit lama memandangi pasangan muda di hadapannya lalu melaju perlahan seraya melambaikan tangan dari kejauhan

“ada apa dengan kalian berdua?” tanya Kyuhyun penasaran ketika mengajak Sungmin masuk ke dalam rumah—ia menanggalkan jaket mereka berdua kemudian pergi ke arah dapur. Waktu Sungmin pergi tadi, Kyuhyun sudah memesan beberapa makanan kesukaan Sungmin untuk makan malam

“Tidak ada..hanya saja, aku benar benar menyayangi Appa” gumam Sungmin pelan—matanya menarawang sambil terus tersenyum manis

Kyuhyun mengerti, mungkin ini sesuatu yang tidak wajib ia ketahui dan kali ini Kyuhyun sama sekali tidak memaksa Sungmin bercerita

“sudah lebih baik kita cepat makan, besok kan mulai ada pelajaran tambahan” kata Kyuhyun menyendokkan beberapa makanan ke dalam piring Sungmin

“Hmm” Sungmin mengangguk dan menikmati makan malam dengan tenang

Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan beberapa porsi bulgogy yang Kyuhyun pesan. Ternyata benar tebakan Kyuhyun, Sungmin belum makan dari rumah orangtuanya. Ia bahkan menghabiskan sisa makanan Kyuhyun yang masih sisa

“Kamu tidak lapar?” tanya Sungmin sambil membersihkan piring Kyuhyun

Kyuhyun menggeleng, “tidak tahu—aku lelah seharian ini, boleh aku ke kamar duluan?”

“Ya udah ga papa, biar aku yang bereskan” Sungmin menaruh semua piring kotor ke atas wastafel dapur sementara Kyuhyun menyeret langkah berat masuk ke dalam kamar tidur

“Hmm, cuci piringnya besok pagi saja” ujar Sungmin mendadak merasa lelah juga—ia menguap tanpa sengaja lalu menyusul Kyuhyun

Ia lihat Kyuhyun sudah berbaring, sedikit mengangkat kepalanya saat Sungmin masuk kemudian menutup pintu pelan

“Minnie, sini” ajak Kyuhyun melebarkan tangannya—bersiap mau memeluk Sungmin sebagai guling pengantar tidur seperti biasa

“Ng..” Sungmin berbaring tetapi bukan mendekati Kyuhyun namun bersingut menjauh. Terang saja Kyuhyun terlihat heran, “kamu kenapa??” tanyanya gusar—jangan bilang malam hari begini, Sungmin mau meminta hal hal yang aneh *lagi*

“Aku ngga mau di peluk sama kamu” bisik Sungmin menolak uluran tangan Kyuhyun—ia malah berbalik, mengambil bantal dari dalam lemari lalu memberikannya kepada Kyuhyun, “kamu meluk bantal guling aja tuh”

“HA??” Kyuhyun menatap guling, Sungmin terus kembali ke guling secara cepat, “Kamu jangan bercanda Minnie!! Aku mana bisa tidur kalau ngga meluk kamu!!” suara Kyuhyun meninggi—semua kekesalan yang tersimpan dari tadi pagi merembes seperti gunung meletus. Kyuhyun mengeluarkannya secara bersamaan, “aku udah menuhin semua permintaan aneh kamu itu!! Tapi untuk yang satu ini, ngga!!”

“waktu itu kamu bisa tidur tanpa aku” balas Sungmin malah bersikap cuek—tidak peduli sudah membangunkan macan tidur, “berarti sekarang juga bisa kan”

Kyuhyun menatap Sungmin, marah, “Tapi kemarin itu akibatnya aku malah ciuman sama Kibum!!! Ini udah malem, jadi jangan bertingkah Tuan Putri” desisnya pelan namun mematikan

Seharusnya Sungmin terlihat ketakutan, tetapi seperti biasa—ketika ngidam mode on-nya sudah hidup, bahkan Kyuhyun mencak mencak sekalipun, Sungmin tetap bergeming

“Pokoknya aku ngga mau di peluk sama kamu!! titik!” Sungmin membalikkan tubuh membelakangi Kyuhyun yang masih dalam posisi duduk—nafasnya naik turun mendapati sifat Sungmin yang terlampau cuek terhadapnya

Kyuhyun tidak kehabisan akal, ia melipat kedua tangan sambil menunggui hingga Sungmin terlelap. Pasti dia tidak sadar kalau Kyuhyun memeluknya dari belakang

“nah sekarang waktunya..” Kyuhyun membaringkan diri saat nafas Sungmin sudah naik turun teratur kemudian kedua lengannya merengkuh pinggang Sungmin. Kyuhyun mendesah lega, ia baru mau terpejam ketika Sungmin malah terbangun dan menyentakkan tangan Kyuhyun secara kasar, “Kamu!! udah di bilang aku ngga mau di peluk” teriak Sungmin seraya berbalik, “aku jadi ngga bisa tidur~!!!!!!!”

“terus aku gimana? Aku juga ga bisa tidur Minnie!!!” balas Kyuhyun dengan tatapan terluka—masa iya dia harus mengalah terus

Sungmin menepuk bantalnya pelan, mencoba tertidur, “pokoknya kalau aku kebangun lagi, lebih baik aku pindah ke kamar tamu” ancamnya. Hanya selang beberapa menit, Sungmin menguap pelan lalu tertidur pulas

Sementara Kyuhyun hanya bisa mengacak rambut kesal, tatapannya meredup—mau terpejam tetap tidak bisa, “mana bisa tidur kalau begini” dengusnya meratapi nasib

1 jam

Kyuhyun masih terjaga—dia memainkan rambut Sungmin sambil bersandar pada tembok kamar

2 jam

Kyuhyun tidak tahan lagi. Ia beranjak bangun, keluar kamar, melangkah ke ruang TV untuk bermain PS 3.

Tangannya dengan lincah berhasil mematikan lawan lawan virtual. Segera, Kyuhyun mulai larut dalam permainan sehingga kemarahannya mengenai sikap Sungmin terlupakan sudah. Sekarang, dia malah semangat ingin menamatkan semua game hingga pagi menjelang

TBC

15 responses to “≈No Other Like U-Forty One-{Pain}≈

  1. Hmm,, kyu kasihan banget dah… Huaaa,tapi aku kok suka ya Kyu disiksa Minnie… Hmm,gantian Sungmin yang nyiksa Kyu jangan Kyu yang buat Sungmin tersiksa…haha.

  2. ihh minnie kok jd gtu? ak jd sbel sndri deh sma minnie😦 sbar y kyu🙂
    hwaiting kyu!!!
    :’) minnie sma appany akrab y sng ak hahaha ak jrg akrab sma papa ku😥

  3. hahahahahhahahahahahahahahahahahahahahahahaha
    minnie kau kejam sekali ma kyuppa.kan kasian kyuppa,,
    SABAR ya kyuppa.

  4. Part ini bener” part penderitaan si Kyu…ckckck
    udah dhukum, jd bpk rumah tangga, gantian mau istirahat mlh ‘gulingnya’ ga mau~ hadeeeh sadis😄

  5. kasian kyuhyun yang kecapean gara gara ngidam minnie yang aneh.
    minnie juga jadi bisa ngelawan, marah marah, dan ngatur kyu karna ngidamnya itu.
    aigooo mana minnie yang polos dan lembut? jd kangen sama sifat dan sikap minnie yang itu.
    kyu jd ga bisa tidur kasiaann.. tapi itu kan maunya anaknya jd ga boleh di tolak.

  6. Hahaha.., ternyata ming ngidamnya yg pengen nyiksa kyu terus tuch..
    Kasian bgt liat kyu, yg harus tersiksa gara2 minnie ngidam😀

  7. Wkwkwk😄
    Ming ngidamnya gokil😄 hahay rasain kyu, siapa suruh lu sering galak sama ming, kualat kan :3 aku suka liat kyu tersiksa, apalagi di part 37, seneng banget liat ntu epil menderita😄 #anakdurhaka

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s