≈My World is full with you≈

Aku berjalan cepat menuju ke sekolah, dengan gesit ku hentakkan mesin motor supaya berjalan lebih cepat. “Akhirnya sampai juga”

Aku memakirkan motor di tempat parkir sekolah lalu bergegas masuk ke dalam ruang kelas.

“Yesung!” teriak guru matematika saat aku memasuki ruangan, ya bisa dibilang aku telat lagi, batinku

“Kenapa telat lagi??” teriaknya kencang, diikuti oleh sindiran anak anak sekelas, “tampang boleh alim—pake kacamata tapi kelakuannya ampun kayak anak badung hahaha” ujar teman sekelasku dengan kencang

“Sudah!! Sudah!!Yesung kau berdiri di depan selama pelajaran mengerti!!” kata guru ku lagi

“Iya” aku hanya menurut berdiri ditonton oleh teman sekelas yang masih mencemoohku, menundukkan kepala namun aku menoleh ketika mendengar namanya dipanggil

“Ryeowook, maju kedepan selesaikan soal ini”

“Baik, bu” jawabnya

Ryeowook, bidadari sekolah, cantik, juara umum dan baik pula. Ia satu satunya perempuan yang tidak malu menegurku dikelas—yah seperti kalian ketahui, aku cuma anak lelaki aneh berkacamata yang suka menulis puisi untuknya secara diam diam di perpustakaan.

Kenapa diperpustakaan? Karena Ryeowook suka ke situ, hehehe

Aku jatuh cinta padanya, saat ia menolongku saat terjatuh dikerjai anak kelas 3—aku kan baru kelas 2 SMA, Ryeowook juga yang setia membantuku piket hingga sore hari, sebagai balasannya aku mengantar dia pulang.

Ryeowook begitu baik, namun sekali lagi—aku harus berkaca diri, aku bukanlah apa apa dibandingkan dirinya. Mungkin saja Ryeowook menganggapku tidak lebih sebagai teman.

Tidak! Aku memang aneh, bermata empat dan bodoh namun aku bukan pengecut!! Tadi malam aku begadang hingga pagi hari menyiapkan satu puisi untuk menyatakan cintaku hari ini kepadanya—gadis pujaanku. Ryeowook.

***

“Ngg..Ryeowook-shi” panggilku sesaat setelah bel pulang berbunyi

Ryeowook membalikkan badan menghadapku, “ada apa Yesung-shi?” tanyanya

“Ngg..bolehkah aku menyampaikan sesuatu untukmu?” pintaku

“Apa itu?” Aku mengeluarkan sebuah kertas berwarna krem yang agak kusut karena aku menggenggamnya terlalu erat, kuberikan itu kepadanya dengan gugup

“Ini untukmu, bacalah” pintaku sekali lagi

Ryeowook menerimanya lalu mulai membacanya,

Ini Untukmu,
Aku menganggumi bahkan ketika pertama kali kau memanggil namaku

Ini Untukmu,
Yang begitu menghargai diriku sebagaimana apa adanya, tidak berlebihan tetapi tidak menjatuhkan

Ini Untukmu,
Yang selalu mengulurkan tangan ketika aku membutuhkannya, meski aku tahu itu tidak lebih dari rasa kasihan

Ini Untukmu,
Orang yang memenuhi pikiranku dengan tingkah laku dan senyummu

Ini Untukmu,
Ya, ini memang untukmu, surat bodoh ini dan cintaku

Hanya Untukmu

Yesung

Ia membacakannya dengan perlahan, menyerapi setiap kata.

Ryeowook membuatku malu karena puisiku yang berantakan terdengar indah dibibirnya.

Ah inikah yang namanya jatuh cinta itu?

Kalau tahu se-menyenangkan ini seharusnya dari dulu aku mencari….lalu menemukannya.

Ryeowook mendongakkan kepalanya, matanya terlihat sedikit bercahaya—apa ini cuma imajinasiku saja?

Ia berjalan menghampiriku, dekat sekali. Jantungku sampai berbunyi kencang.

“Aku—“

“Sebentar Ryeowook-shi, sebelum kau berbicara aku hanya ingin bilang”

Ayo, Yesung kau pasti bisa!

“Aku mencintaimu” ucapku

Ia membelalakan mata, terkejut

“Aku juga ingin bilang—tidak apa apa kau menolakku, atau apalah” ujarku ragu ragu, sekali lagi aku tatap dia, tulus, “tetapi ketahuilah aku tidak peduli hal itu—aku akan terus mencintaimu, orang bodoh yang begitu merindukanmu.”

Selesai sudah, aku beranjak mengambil tasku ingin berlalu dari hadapannya, “Terima kasih, karena kau…aku tahu rasanya jatuh cinta” ujarku pelan sebelum pergi keluar kelas

“Tunggu” Ryeowook menangkap kedua tanganku dari belakang, ia mendekatiku lalu berbisik, “Aku juga mencintaimu”

“Ha?” dengan segera aku berbalik melihat wajahnya yang memerah,

“kau bilang apa?” tanyaku tidak percaya

“Aku juga mencintaimu” ucapnya malu malu

Aku merengkuh tubuhnya yang mungil ke dekapanku, terlalu erat—tapi aku tidak peduli, ah hangat sekali tubuhnya.

Tapi satu pertanyaan masih mengganjal di pikiranku, “kapan kau mulai mencintaiku?” tanyaku sambil melepaskan tubuhnya

Ryeowook tersenyum—manis sekali, kemudian bibirnya mulai bergerak, “saat aku melihatmu diperpustakaan, saat melihatmu dengan berani menentang anak kelas 3 yang menindas anak kelas 2 meskipun akhirnya kau malah terjatuh, saat aku melihatmu menggantikan piket karena temanmu yang sedang sakit, ya mulai saat itu aku melihatmu dan jatuh cinta kepadamu” ujarnya panjang lebar

Ya tuhan, kenapa ada orang sebaik ini yang tercipta untukku,

Ryeowook mendekatkan wajahnya lalu berbisik, “kita pulang yuk, udah mulai gelap nih Yesung” ucapnya seraya menarik tanganku keluar kelas

“Yuk” kataku sambil memandang kedua tangan kami yang bertautan, akhirnya cintaku terbalaskan. Terima kasih Tuhan.

THE END

13 responses to “≈My World is full with you≈

  1. omoo~
    kenapa aku melewatkan ff iniii??
    wahhh,daebak! sederhana, tapi maniis banget (mellow banget aku)
    yesung-ah~ *speechless

  2. Annyeong, aku reader baru disini.
    Wah kayaknya aku bakal sering main kesini. FF-nya DAEBAK!!
    Aku suka banget! Pendek tapi kerasa banget feelnya! Aku suka ^^

  3. singkat , padat , jelas ,dan bermakna itu kesan untuk ff ini , walau aku udah pernah baca , tapi baca ulang tidak salah kan ??
    ^^

  4. Hmmmm…
    Sperti gw yang jatuh cinta aja, suratnya sih biasa aja,tapi cerita singkat’a keren..

  5. Huaaaa, kurang panjang. kekekek.
    Bagaimanapun aku Ryeowook biased jadi,,, aku suka baca YeWook. hehehe.

  6. Hai author..
    Good..short but sweet..full of love❤
    Keep writing..YeWook more ya!!
    Jia yo🙂

  7. aaaaaaaaaaaaa manis bangeeeettt ff mu
    sumpah ya manisssss banget kayak gulaaaa
    yewook yewook

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s