≈SUJU CRAZY-{Kyuhyun B’day}≈

Ada sebuah rumah sakit jiwa terkenal se antreo Seoul bernama Sebas Hospital. Pemilik dan satu satunya dokter di sana bernama Sebastian Mamoru

Manusia misterius itu ternyata adalah orang jenius di bidang kejiwaan. Bayangkan saja, rumah sakit sebesar itu hanya berisi 6 orang gila yang tidak bisa di sembuhkan meski sudah di tangani oleh dokter sehebat Sebastian

Bagaimana Sebastian tidak hebat? Semua orang gila di Seoul dapat di sembuhkan hanya dalam perawatan maksimal datang 5 kali. Kalo tidak bisa waras, uang kembali atau pasien akan di titipkan dalam rumah sakit tanpa biaya sepeserpun

Itulah komitmen Sebastian

Tetapi apa daya, hanya 6 orang ini yang tidak bisa sembuh sama sekali. Meski sebas sudah membuat formula ajaib hasil racikan dia bersama Justin Bieber—namun yang terjadi sungguh ironis. Sebastian feat Justin Bieber malah menelurkan album baru yang di beri title, “Do You think I’am Crazy?? Yeah!”

Lagunya tidak meledak di pasaran. Justru di beli orang hanya untuk ganjelan pintu, nimpuk orang jahat bahkan membuat orang mati ketakutan mendengar suara Sebastian yang melebihi 3 oktaf (SM the Ballad aja kalah sama gw) tetapi yah itung itung Sebastian pernah nyobain dapur rekamanlah.

Nah sekarang hari hari Sebastian hanya di penuhi mengurusi pasiennya satu persatu

Eits jangan salah, masing masing pasien punya masalah kegilaan tersendiri

Pasien pertama bernama Sungmin

Masalah : menganggap dirinya orang terhebat, termanis, tercute, terlucu ter ter semuanya!! Dan kalo ada yg bilang ga, bakal ngamuk dan jambakin rambut orang sampai hampir botak (sebas pernah ngalamin soalnya)

Pasien kedua bernama Kangin

Masalah : Suka berteriak kebakaran setiap bangun tidur dan teriak api udah padam setiap mau tidur, anehnya giliran ada kebakaran beneran, Kangin malah diem (alhasil beberapa kamar di rumah sakit, hangus tanpa jejak T_T dan dengan wajah ngga berdosa Kangin bilang gini, “kan udah ada kebakaran, buat apa di kasih tahu? Api nya kan bagus” T_T..sebas nangis di pojokan)

Pasien ketiga bernama  Hangeng

Masalah : dia ngga punya masalah, tetapi……dia nganggep Heechul—orang gila yang satu kamar sama dia itu adalah miliknya, jadi ampe sekarang Hangeng ga mau keluar dari RSJ cuma mau nemenin Heechul yang masih gila

Pasien keempat bernama Heechul

Masalah : nganggep Hangeng adalah suaminya T_T…karena Hangeng udah nganggep Heechul miliknya ya jadi mereka gila aja berdua (untuk pasangan satu ini Sebas angkat tangan, ngebiarin mereka ngga waras seumur hidup)

Pasien kelima bernama Teuki

Masalah : dia adalah orang gila berbahaya sedunia. Orang waras aja suka di kerjain ama Teuki (contoh idup : Sebastian) dan siapapun yang jadi korban pasti ngga sadar kalau Teuki itu orang gila (nanti gw kasih tahu contohnya)

Pasien terakhir bernama Kyuhyun

Masalahnya : dia sebenarnya waras, dan ampir di kasih ijin WARAS oleh Sebastian hingga suatu malam ada acara lucu di televisi dan tiba tiba Kyuhyun tertawa kencang…kami semua juga ikut tertawa, lalu dia terus tertawa…tertawa

Ampe dua hari

(dari situlah Sebastian merobek berkas Kyuhyun tentang kewarasannya)

Kyuhyun ngga pernah ngamuk, kecuali pas di jejelin obat penenang. Pasti saat itu juga dia bakal teriak Sebas penjagal manusia *emang bener* Sebas perawan tua, Sebas sang patah hati sejati

(kalau bukan orang gila, Kyuhyun pasti udah gw bunuh duluan)

Nah begitulah singkat cerita tentang pasien di rumah sakit Sebas Hospital

Sekarang kita lihat bagaimana Sebastian memulai harinya dengan memberi obat kepada semua pasien

*to the to the yoo~ TKP*

TOK TOK

“Masuk” ujar Heechul yang sedang merajut baju di sofa sambil menonton TV

KREKK

Sebastian masuk, ia tersenyum sekilas, “Heechul? Hangeng mana?” tanyanya melihat sekeliling, kosong. Hanya ada Heechul  di kamar ini

“Itu Dok, my yeobo sedang membelikanku jus buah di depan” ujarnya santai

“HAA??” Sebas terperangah, “Kok dia malah keluar sih!!!!” baru selangkah Sebastian mau keluar untuk menyusul Hangeng—ternyata ‘suami suamiannya’ Heechul sudah kembali sambil menenteng satu plastik besar

“Eh ada Dokter” sapa Hangeng lalu berpaling ke arah Heechul, “sayang..ini  aku udah beliin jus buah kesukaan kamu” ia sekarang menuangkan jus itu di dalam gelas dan memberikannya kepada Heechul yang menerimanya dengan senang hati, “makasih yeobo” katanya mesra

Sebastian hanya geleng geleng kepala. Siapapun orang yang melihat mereka berdua tidak akan menyangka kalau Hangeng maupun Heechul adalah orang gila. Kelakuan mereka amat sangat normal kecuali tentang panggilan mereka satu sama lain

“Ck ck, Heechul kamu ngga boleh minum jus itu dulu” Sebastian mendekati mereka berdua, “ini minum obat dulu—udah jamnya tuh” bujuknya sambil mengambil alat suntik dari balik jaket putihnya

Heechul menatap Sebastian tajam, “Aku ngga mau Dokter!!! Iih~ udah berapa kali di bilangin! Aku ngga gila!!!” Ia mengadu kepada Hangeng, “yeobo—tolong usir Dokter gila ini dari rumah kita”

Sebastian dan Hangeng saling menukar pandangan mengerti, “sayang…kamu mau yah di suntik—kan hanya 2 kali sehari, kasian Dokternya udah dateng dari benua Amerika tuh—masa kamu usir begitu aja dari rumah kita” kata Hangeng memihak pada Sebastian

“Tapi…” dengan mendengus kesal, Heechul mengulurkan tangan kirinya untuk di suntik, “cepetan Dok!!!” titah sang ratu Heenim

“Iya iya” Sebastian mengambil alat suntik baru dan menyuntik Heechul dengan cepat, “tuh gini kan beres..huh…ya udah nanti malam saya datang lagi ya” ucap Sebastian hendak berdiri meninggalkan mereka berdua

“Ih…kenapa sih dia senang banget datang ke rumah kita!! Aishh paling nanti ujung ujungnya minta duit tuh Yeobo!” sindir Heechul sengaja dengan suara keras

Sebastian hanya bisa mengurut dada sambil menutup pintu dalam diam. Sesampainya di luar…

“Rumah????” teriak Sebastian melampiaskan amarahnya, “enak aja!!! Itu cuma kamar rumah sakit!!!!!! Aishhhhhh!!! Bisa makan hati lama lama gw” sebastian mengelap keringat lelah dari dahinya, “sekarang gw harus masuk ke kamar Kangin” dengan langkah berat bercampur enggan, dia pergi menuju ruangan gelap di koridor 4 *lo kira ini busway!!!*

Semua pasien kecuali Hangeng dan Heechul mendapatkan kamar sendiri sendiri. Sebastian sebenarnya sudah pernah memisahkan Hangeng dengan Heechul waktu itu, tetapi yang ada Sebastian habis di pukulin pake panci, di teror lewat jendela dan di ancem pake surat bertuliskan darah

Daripada Sebastian ngga selamet dunia maupun akhirat,  ya turutin aja mau mereka apa..

TOK TOK

Tidak ada jawaban

“Kangin!!” panggil Sebastian dari luar—mulai khawatir

TOK TOK

“Kalau kamu ngga buka, Dokter masuk nih!!” ancam Sebastian

Masih belum ada jawaban

Sebastian beneran ketakutan sekarang, dia langsung membuka pintu secara paksa. Di dalam ruangan Kangin tergeletak tidak berdaya di lantai dekat tempat tidurnya—nafasnya sedikit tersengal sengal

“Ya Tuhan” langsung saja, Sebastian memapah tubuh lelaki itu dan membaringkannya di atas kasur, “kamu kenapa lagi Kangin?”

Kangin membuka matanya susah payah, “itu…Dok..aku…tadi…” nafasnya masih terputus putus, “tadi aku di jahilin sama Teuki…hueeee…..hiks….” dia malah menutup wajahnya lalu menangis tersedu sedu, “huee…Teuki jahat!!! Hueee…Dokter hukum Teuki tuh hueee….hiks……”

Sebastian memutar kedua bola mata. Tubuh boleh kekar tetapi hati semelow—sinetron di Indonesia, Bo~

“Iya..iya, nanti Dokter omelin, tapi..” Sebastian mengusap air mata Kangin, “kamu di apain sama tuh anak?”

Kangin memajukkan bibirnya—sok imut, “tadikan kita lagi main pemadam kebakaran gitu—eh pas aku teriak kebakaran, dianya malah beneran ngebakar rambut aku yang lucu ini Dok” jelas Kangin sambil menunjuk ke atas—benar saja, ujung rambut Kangin yang sedikit mencuat ada bekas bekas hangus, habis di bakar

“Teuki!!!” gertak Sebastian marah, “awas aja dia!! Udah sekarang kamu istirahat dulu, sini lengannya” perintah Sebastian seraya mengeluarkan jarum suntik ke dua

Kangin menurut—dia pasien paling patuh setelah Hangeng di sini. Sekejap Sebastian selesai mengurus Kangin, ia langsung melesat menuju kamar Teuki yang bersebrangan dengan kamar Kangin

Seharusnya Sebastian menyuntik Sungmin terlebih dahulu—tetapi ia memutuskan si biang kerok itu harus di urus secepatnya. Nanti bisa makan korban lagi

Teuki paling sering menjahili Sungmin dan Kangin karena mereka berdua masih tetap bisa di bodohi meski sudah berulang kali di kerjain. Teuki tidak berani macam macam  kepada Heechul karena ada pawangnya—Hangeng yang siap sedia membantai siapapun kalau Heechul terluka sedikit saja

Sedangkan Kyuhyun? Hahahahaha…adanya Kyuhyun yang ngadalin Teuki sebagai gantinya. Kyuhyun dan Hangeng sama sama tidak gampang di tipu atau kemakan jebakan Teuki yang terkadang tidak berkepri-gila-an

Sebastian? Ah dia mah udah makan asam, garam, gula, obat jika berhubungan dengan Teuki. Tetapi kali ini Sebastian serius—dia mau menghukum Teuki ke ruang isolasi selama 2 hari penuh

“lihat saja nanti” desis Sebastian sambil berjalan lebih cepat menuju kamar Teuki

Ia bahkan tidak mau susah payah mengetuk pintu—biar tuh anak tahu rasa, Sebastian langsung mendobrak keras dengan kakinya yang pendek

BRAKKK

Byurrrrr, bunyi gerimicik air membahasi tubuh Sebastian

Ada sebuah ember berisi air comberan di atas pintu kamar Teuki

“Hyahahahhaaha, Dokter ketipu!!! Wkwkwww” Teuki bertepuk tangan sambil tertawa kencang melihat tipuannya berhasil sekali lagi, “Iiih, Dokter udah bertahun tahun aku kerjain masih aja berhasil hahahhahahaa” sambungnya senang

“Kau?!!” Sebastian tetap melangkah maju—ke arah Teuki namun baru beberapa langkah

Brukkk

Tubuh Sebastian oleng dan terjatuh lagi di lantai. Ternyata Teuki telah mengoleskan mentega di bawah, alhasil Sebastian ambruk  dengan sukses—tanpa kegagalan sedikitpun

“HAHAHAHHAHHAHAHA, Dokternya Bego!!! Wkwkwkwkwkwkw”

Sebastian mendongak lalu menatap Teuki penuh aura neraka, “TEUKI!!! KAU KUHUKUM DI RUANG ISOLASI SELAMA DUA HARI!!!!!!”

*****

“Fuih, capek banget” keluh Sebastian sehabis menyeret Teuki susah payah dari kamarnya lalu memakaikan baju panjang yang mengikat kedua tangan usilnya itu. Pasien Sebastian yang satu itu sempat menendang tungkai Sebastian ketika di kunci dalam ruang isolasi—untung saja Sebastian sempat mengelak dan berhasil kabur. Meninggalkan Teuki yang terbungkam sempurna, tidak bisa menganggu siapapun lagi

“Paling tidak, aku aman selama dua hari ini” Sebastian menepuk dahinya, “ya ampun!! Sungmin dan Kyuhyun!! Aku belum memberi mereka obat!!”

Buru buru Sebastian beranjak pergi ke arah kamar Sungmin terlebih dahulu—yang jauh lebih dekat dari tempatnya berdiri

“Sungmin!!! Waktunya minum obat!!” pekikku di depan wajahnya

Sungmin mengangguk namun ia belum juga menyodorkan tangannya kepada Sebastian, “Dokter..dokter..aku mau nanya dulu??” ucapnya kekanak-kanakkan

“Apa?” balas Sebastian malas—dia sudah bisa menebak pertanyaan Sungmin selama ribuan kali, setiap hari…tidak bosan bosannya

“Aku lucu tidak?? Imut tidak?? Manis tidak??” Sungmin mengatakan itu sambil memiringkan wajah dan menatapku dengan tatapan imutnya

Jujur, dia memang termasuk ketiga kriteria itu. Sebastian pertama kali menerima Sungmin menjadi pasien juga menjawabnya jujur

Tetapi kalau kau di tanya sudah ribuan kali—pasti amat membosankan bukan

“Iya” Sebastian menarik lengan Sungmin dengan salah satu jarum di tangannya, “kau imut, manis, lucu..hanya kau yang memenuhi semua itu” gumam Sebastian bernada datar

Sungmin tersenyum berseri seri, “Hore!!!!!” ia bertepuk tangan selesai di suntik lalu berhenti tiba tiba. Terdiam sambil terus melihat ke arah Sebastian

“Apa?” tanya Sebastian heran

“itu” telunjuk Sungmin mengarah ke rambut Sebastian, “aku mau jepitan berwarna pink!!!!” rengeknya kencang, “Dokter!! Itu buatku ya..ya ya…aku mau itu!!!!!”

“Eh? Tidak!!!” elak Sebastian. Tanpa sadar ia melindungi jepitan mungil berwarna pink dari serbuan tangan Sungmin yang agresif,  “ini pemberian Seunghwan, tidak boleh!! Yang lain saja Sungmin”

“Tidak mau!!” ia menggeleng ke kanan dan ke kiri—seperti orang sedang kesurupan, “aku mau itu!!! Dokter!!!” pekiknya histeris. Kedua tangannya mulai memukul tubuh Sebastian sambil terus merengek

“Ngga boleh!” teriak Sebastian marah, “nanti Dokter beliin kamu jepitan pink—tapi jangan yang ini” ia membereskan bekas jarum  suntik  lalu berniat meninggalkan kamar Sungmin tanpa memperdulikan tangisan pilu dari pasiennya yang satu itu

“Dokter pelit!!!!” Sungmin menarik jubah putih Sebastian dari tempat tidurnya secara beringas, “pokoknya Dokter ngga boleh pergi sebelum kasih jepitan itu ke aku!!” kata Sungmin bernada mengancam

“Eh?? Kamu kok jadi ngelunjak!!! Di bilangin ga boleh!!!” balas Sebastian sambil tarik menarik baju dengan Sungmin, “ini pemberian Seunghwanku tercinta yang sedang pergi wamil!!!!! Andwe!!!”

Sungmin tetap bersikukuh, “biarin aja! Kalau Dokter ngga mau kasih—aku ngga lepasin nih”

Sebastian mulai jengah, masih ada satu pasien lagi yang harus dia urus. Dan sebentar lagi mau jam makan siang—bisa bisa ngga sempet lagi

“Udah ah—Dokter ngga peduli” dengan satu tarikan Sebastian berhasil melepaskan diri dari cengkraman Sungmin. Ia sedikit berlari keluar kamar, namun ternyata Sungmin juga lebih tanggap

“Dokter!!!” dia ikut berlari mengejar Sebastian, “pokoknya aku mau jepitan itu!!!!!”

Sebastian makin mempercepat larinya ke arah kamar Kyuhyun yang terpencil di pojokan

“Hyaaaaaa”

Sesampainya di kamar Kyuhyun, ia bergegas menutup pintu ruangan—mencegah supaya Sungmin tidak bisa masuk. Tetapi sayang, ternyata Sungmin lebih gesit dari yang Sebastian kira—ia langsung melesat masuk sambil terus berdebat dengan Sebastian

Kyuhyun yang sedang membaca buku dengan tenang—terganggu melihat kedua pendatang yang sedang bertengkar itu

Sungmin tidak henti hentinya menarik jubah Sebastian dari belakang, “Dokter!! Aku mau itu!! Ya ya…Dokter!!!!” pekiknya keras

Sebastian tetap cuek, dia sudah merelakan jaketnya robek sekalipun asal bukan jepitan kesayangannya itu. Sebastian malah berjalan dengan langkah di seret ke arah tempat tidur Kyuhyun, “mana lengan kamu?” pinta Sebastian sedikit lelah

Kyuhyun mengangguk, mengulurkan lengannya untuk di suntik namun pandangannya beralih menatap sosok orang gila yang tertutup tubuh Sebastian, “itu siapa Dok?” tanyanya ingin tahu

“Eh?” Sebastian melirik Sungmin yang terus saja menggumamkan kata, ‘Dokter minta jepitannyaaaa’ dari belakang, “dia kan Sungmin? Aishhh makanya sering keluar kamar Kyuhyun” tegur Sebastian

Maklum, Kyuhyun termasuk pasien tertutup—kalau sedang tenang dia lebih suka membaca buku atau menonton TV di dalam kamar. Tidak pernah bergabung dengan pasien lainnya. Kalau tidak salah, Kyuhyun hanya pernah bertemu dengan Hangeng yang waktu itu nyasar sampai ke kamar ini dan juga Teuki yang suka nyari korban baru untuk keusilannya

Selain itu, Kyuhyun belum pernah bertemu dengan Sungmin, Heechul (karena nih orang ga mau keluar dari kamarnya kecuali sama Hangeng) dan Kangin

Sungmin berhenti merengek ketika namanya di sebut oleh Sebastian. Sama seperti Kyuhyun, ia melirik namja itu dengan pandangan tertarik

“Kamu orang baru ya?” tanyanya malah mendekati Kyuhyun lalu duduk menghadap tempat tidur, “eh aku boleh nanya sesuatu ngga sama kamu???” ulang Sungmin lupa dengan tujuan awalnya

Kyuhyun meneliti Sungmin seolah dia adalah mahluk aneh yang baru saja muncul, “mau nanya apa?”

Sungmin tersenyum berseri seri dan memulai pertanyaan yang biasa ia lontarkan kepada semua penghuni di rumah sakit ini (terkecuali Teuki—terakhir kali Sebastian terpaksa memisahkan mereka berdua karena saling jambak jambakan di ruang makan, setelah di teliti lebih lanjut ternyata Teuki menggoda Sungmin dengan mengatakan kalau ia adalah orang terburuk yang pernah ada. Spontan, sifat garang Sungmin keluar. Dari situ, sebisa mungkin Sebastian tidak membiarkan kedua orang itu bertemu)

“Aku manis tidak? Lucu tidak? Imut tidak?” pertanyaan yang sama—berulang kali. Sebastian masih diam di tempat, menunggu reaksi Kyuhyun. Takut Kyuhyun bilang tidak nantinya, bisa bahaya kan

“hmm” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya—terlihat berpikir

Sungmin memiringkan wajahnya, masih berpose seimut mungkin. Dia akan melakukan itu untuk mendapatkan pujian dari setiap orang

Sebastian mengetukkan kaki, tidak sabar

“Sungmin, kita kembali ke kamar ya” bujuk Sebastian, “kasian Kyuhyun, dia mau istirahat tuh”

“Ngga mau!!” Sungmin cemberut ke arah Sebastian, “aku mau dengar pendapat dia dulu!!”

“Ya udah” Sebastian menyerah, “Dokter tinggal ya—ingat jangan bertengkar”

“Ok Dok” jawab Sungmin lalu berpaling pada Kyuhyun—tatapannya makin bingung karena namja ini masih termangu tanpa mengucapkan sepatah kata pun

15 menit kemudian…

Wajah Sungmin mengkerut marah, “Kamu bisu ya!!! Di tanya kok ngga di jawab jawab!!!!”

Kyuhyun tidak terpengaruh, dia terus melihat Sungmin sambil bertopang dagu—seolah olah Sungmin adalah tontonan menarik untuknya

30 menit kemudian…

“Ah capek” Sungmin berdiri dengan kesal—ia sudah menunggu begitu lama, tetapi Kyuhyun hanya diam saja dan terus melihat ke arahnya, “aku kembali ke kamar aja”

Kyuhyun tidak berubah, ia masih tetap pada posisi semula sampai Sungmin keluar dari kamarnya

*****

“Anak anak!!! waktunya makan!!!” teriak Sebastian sambil mukul panci di depan ruang makan.

“Ye…ye..makan!!!” Kangin yang pertama kali masuk, namun sikapnya was was ketika melirik  penghuni lain yang mulai berdatangan. Hangeng dan Heechul datang dengan anggun dari belakang

“Dokter, Teuki udah di hukum kan?” tanya Kangin takut takut

Sebastian yang habis meletakkan soup ayam di atas meja, mengangguk, “udah kok—dia udah dapet hukuman yang setimpal, sana buruan makan”

Kangin tersenyum berterima kasih lalu mengambil piring serta sendok dari meja ujung. Makanan mereka sama seperti makan orang normal lainnya, yang membedakan hanyalah ada obat obat racikan Sebastian yang di campurkan ke dalam makanan sebagai salah satu bentuk penyembuhan sakit jiwa

Tapi untuk ke 6 orang ini, sepertinya hal itu juga tidak mempan

(Sebastian nangis karena stress)

“Huaa…makanan!!” Sungmin datang paling akhir. Dia langsung mengambil makanan dan duduk di samping Kangin.

Mereka semua makan dengan tenang, soalnya biang keroknya udah di isolasi.

“Huh, sekarang tinggal ngasih makan si Kyuhyun” ucap Sebastian mulai menyendokkan makanan ke dalam sebuah nampan khusus seperti di rumah sakit biasa

Saking tertutupnya Kyuhyun—dia ngga pernah mau makan di ruang makan. Sebastian terpaksa membawakan makan siang dan malam ke ruangannya

“Dok, piring untukku mana?” tanya seseorang yang berdiri di sebelah Sebastian

“eh? Kok kamu bisa ngga dap..et” Sebastian tercengang melihat orang itu, “Kyuhyun!! Kamu datang ke sini??” ujarnya tidak percaya

Kyuhyun mengangguk cepat, “mana Dokter? Aku udah laper!!!” teriaknya tidak sabar

Sebastian menyerahkan sebuah piring—masih dalam posisi mulut menganga lebar dan mata terbelalak menatap Kyuhyun yang sedang menyendokkan berbagai lauk pauk di meja panjang. Kangin dan Heechul saja terheran heran melihat pasien satu itu tumben mau keluar kamar

Biasanya dia kan seperti orang autis setengah gila (Kyuhyun dan Hangeng terlalu waras di bandingkan orang gila di sini)

Tetapi Sebastian langsung mengenyahkan pikiran itu. Ia sibuk mengamati semua pasiennya sambil membersihkan sisa sisa makanan di meja. Setelah mereka semua selesai, Sebastian harus mencuci piring dan mengepel ruang makan

(sumpah gw itu Dokter merangkap pembantu rumah tangga, tukang masak, terus apa lagi…ck ck ck poor Sebastian)

Hangeng dan Heechul melenggang keluar dengan melayangkan pandangan hina ke arah Sebastian, “makasih atas makanannya…kembaliannya ambil aja di meja” ujar Heechul dengan angkuh, seolah olah dia dan Hangeng sedang makan di restoran bintang 67 (eh ini bukannya puyer sakit kepala itu ya?)

Sebastian yang sedang memegang kain pel hanya bisa geleng geleng kepala—sudah kebal di perlakukan tidak adil oleh Heechul. Hanya Kangin yang selalu mengucapkan terima kasih setiap kali selesai makan

“Eh Dok”

Sebastian mendongak, “ada apa Kyuhyun?” tanyanya masih terus mengepel

Kyuhyun menyibakkan rambut Sebastian sepintas, “itu tadi ada putih putih—entah apa, tapi udah aku bersihkan kok” ujarnya tersenyum ramah *tumben*

“makasih Kyuhyun” balas Sebastian

“sama sama” tubuh Kyuhyun berputar sambil melirik Sungmin yang terakhir kali selesai makan lalu menyusul ke arahnya

“Sungmin!!” panggil Kyuhyun sedikit berlari

Sungmin menoleh, “ya? Ada apa?”

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Tangan kanannya mengacung tinggi di depan wajah Sungmin, “lihat dong, aku punya sesuatu..ini..” ia memamerkan sebuah benda mungil berwarna pink—benda yang tadi di ambil tanpa sepengetahuan pemiliknya

Wajah Sungmin berubah sumringah, “Jepitan Dokter!!!! Aku mau!! aku mau!!!” tubuhnya melompat lompat, berusaha mengambil jepitan itu dari tangan Kyuhyun

“Eitsss, ada syaratnya” Kyuhyun dengan gesit menyimpan jepitan di kantung celananya

“apa?? Apa??? Beritahu aku!!! Aku mau jepitan Bu Dokter!!” pekik Sungmin tidak sabaran

Sebuah senyum mencurigakan terukir di bibir Kyuhyun, “ikut aku ke kamar, nanti akan kuberitahu” ucapnya kemudian berbalik menuju kamarnya sendiri. Senyuman Kyuhyun makin lebar saat menyadari Sungmin menurut—sekarang dia sedang berjalan mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang

Sementara itu~

“Fuih akhirnya beres juga” Sebastian menghempaskan tubuh di kursi. Ia merasa puas karena semua kotoran makanan sudah bersih, ruangan kembali cemerlang seperti sedia kala (maklum Sebastian cinta kebersihan dan keindahan)

“Nah sekarang saatnya mandi” tanpa menyadari ada sesuatu yang hilang, Sebastian bersiul siul gembira, mengunci pintu…lalu kembali ke kamar pribadinya yang terpisah dari rumah sakit jiwa ini. Sebastian sengaja menjaga jarak agar tidak tertular kegilaan mereka semua (bukannya udah ya?)

Kamar no.6

“Kyuhyun, udah belum??” tanya Sungmin yang sedang memijat mijat pundak Kyuhyun dari belakang, “aku udah pegel nih” keluhnya

Kyuhyun tersenyum licik sambil terus membaca buku dongeng, “belumlah, masih kurang di sini nih, lebih kuat mijatnya dong” perintah Kyuhyun menepuk pundak sebelah kiri

Sungmin cemberut, tetapi dia tidak bisa melawan. Terus saja Sungmin memijit semua bahu, pergelangan tangan dan punggung Kyuhyun

“Nah cukup” Kyuhyun merenggangkan tubuh sebentar sambil membiarkan Sungmin berpindah ke sebelahnya, “segar lagi deh hehehe”

“Aku kan udah menuhin kemauan kamu, sekarang” Sungmin melihat Kyuhyun penuh harap dengan kedua tangan yang terbuka, “mana jepitannya???”

Kyuhyun merogoh kantung celannya dan mengeluarkan jepitan mungil itu, “biar aku saja yang memasangkannya” kata Kyuhyun ketika Sungmin bermaksud merebut jepitan itu

Sungmin mengangguk, ia menunggu seraya tersenyum senang ketika Kyuhyun memasangkan jepitan itu di sebelah kiri

“Bagus sekali” puji Kyuhyun

“Makasih, aku luc—

“kau manis” ulang Kyuhyun secara spontan

Seketika itu juga Sungmin terkaget kaget, tetapi kemudian wajahnya berubah senang sambil terus mengangguk, “aku kan memang manis…hehehe”

Kyuhyun ikut tersenyum, “eh kamu suka baca buku dongeng ngga Sungmin?” tunjuk Kyuhyun mengangkat buku yang sedari tadi dia pegang, “aku lagi baca nih? Mau ikutan ngga?” tawarnya

Sungmin memiringkan kepalanya untuk mengeja judul buku itu, “Put..ri..Sal…ju”  ia mendongak ke arah Kyuhyun, “buku tentang apa?”

“Seru deh, ada 7 kurcaci yang bersama seorang putri” jelas Kyuhyun sambil mengangkat buku itu tinggi tinggi

“Oh ya? Sungmin kelihatan tertarik, “mana mana? Ceritakan kepadaku??” ia bersingut melihat ke halaman buku yang sedang di baca Kyuhyun

“Kau mau tahu?” mendengar pertanyaan Kyuhyun, Sungmin langsung mengangguk cepat, “Sini..duduk di sini Sungmin” Kyuhyun menyuruh Sungmin duduk di depannya lalu mengalungkan buku itu dengan kedua tangan ke hadapan Sungmin. Setelah itu Kyuhyun membaca keras keras dari belakang

__

“Hyaaaaaaaaa” Sebastian berteriak histeris. Ia mengacak acak rambutnya yang panjang sambil mengelilingi kamar tidur, “jepitan kesayanganku!!! Hilang di mana?? Hueee, mana hadiah dari Seunghwan lagi hueee…” Sebastian terus saja mengacak acak sarung bantal, ataupun laci meja kerja. Berusaha menemukan benda mungil yang telah berpindah tangan atau bisa di bilang berpindah kepemilikan kepada salah satu pasiennya sendiri

Sore menjelang malam

“Hoamm, aku ngantuk Kyu” gumam Sungmin sambil menguap lebar

Kyuhyun yang baru menceritakan sampai Putri memakan apel beracun terhenti, menatap wajah Sungmin, kelelahan, “kamu mau tidur?”

“Hmm, aku mau balik ke kamar dulu” Sungmin menggeliat dalam kungkungan kedua tangan Kyuhyun, “minggir” katanya beranjak bangun dari tempat tidur

“Kenapa? Ngga mau tidur di sini aja” Kyuhyun mengucapkan itu seolah olah marah karena keinginan Sungmin untuk pergi

Sungmin berhenti sejenak, “ngga mau ah, nanti di marahin sama Bu Dokter, dia kan galak banget”

*Sebastian : huatchimm*

“Kok” Kyuhyun mengerutkan dahi—merasa marah sekaligus kecewa, tanpa memperdulikan reaksi Sungmin, ia mengambil kembali jepitan pink

“Aw, sakit!” keluh Sungmin, “itu jepitan..kamu ambil lagi!!!” protesnya sambil melotot marah, “katanya buat aku!!”

“Kalau besok kamu ke sini lagi baru aku kasih” ucap Kyuhyun cuek dan pura pura tidak peduli. Ia membaca lagi buku dengan tenang.

“Kau jahat!!!!” Sungmin berteriak—hampir menangis, “aku tidak mau main lagi sama kamu….hiks…kita ngga temenan lagi!!!!”  sambil menghentakkan kaki, Sungmin keluar dari kamar Kyuhyun lalu membanting pintu dengan kasar

Sungmin berjalan, tatapan matanya terlihat garang—ia bahkan tidak mengindahkan ucapan selamat malam dari Hangeng. Hanya satu yang ada di pikiran Sungmin, menjauh dari makhluk yang bernama Kyuhyun

*****

Selama seharian penuh, Sungmin benar benar membuktikan ucapannya. Ia menjauhi Kyuhyun. Tidak mau menyapanya di ruang makan dan sengaja menghindari koridor yang melewati kamar Kyuhyun. Dan karena si biang kerok Teuki sedang di hukum dalam ruang isolasi sehingga Kangin tidak punya teman bermain lalu mengajak Sungmin seharian bermain petak umpet di taman rumah sakit

Sedangkan Hangeng dan Heechul seperti biasa, bersandiwara dengan hidup ‘suami istri’ dalam kamar mereka yang di sebut ‘rumah’. Sekarang Heechul mempersiapkan cofee dan cookies kesukaan Hangeng sambil mereka berdua menonton film di televisi *serasa Korea milik berdua deh*

“Sungmin!! Kamu di mana???” Kangin terus merunduk mencari di sela sela semak belukar—bibirnya tersenyum senang saat melihat pucuk kepala di dekat dedaunan. Kangin bersiaga dan….

“Kena!!!!” ia menepuk pundak Sungmin, “Yee…sekarang kamu yang jaga!!!!” pekik Kangin kegirangan

“Huh, iya deh” Sungmin menutup kedua mata sambil berhitung, “123….2….40…2….4….9…..0!!!!” Ia terbelalak lebar—berusaha mencari sosok Kangin di seluruh isi taman, “Kanginnnn…kamu di mana???” Sungmin terus mengitari bagian dalam taman dan beberapa kolam ikan, berpikir mungkin saja Kangin sengaja sembunyi di sana untuk mengelabuinya—kan badan Kangin bisa tersamarkan oleh ikan ikan sebesar ibu jari *maklum aja reader..kan itu logika orang gila*

Kedua orang itu—Kangin dan Sungmin tanpa sadar menjadi tontonan bagi Kyuhyun yang menatap mereka dari arah kamarnya. Wajahnya cemberut sambil memegang buku dongeng yang belum habis ia baca kemarin dengan Sungmin

“Kena!!!” teriak Sungmin dari jauh saat susah payah menemukan Kangin yang ternyata bersembunyi di balik satu ranting mungil di dekat pepohonan, “Sekarang kita main apa lagi?” tanyanya mengajak Kangin duduk di kursi taman

“Eh Sungmin, itu si Kyuhyun ngeliat kita dari tadi” kata Kangin sambil melirik ke kamar Kyuhyun, “ngga kita ajak aja sekalian, kasihan tuh”

Sungmin mengikuti arah pandang Kangin—senyumannya hilang seketika, “ngga mau!! dia sama jahatnya sama Teuki!! Jangan main sama Kyuhyun”

“Apa?” Kangin tiba tiba ketakutan, “dia seperti Teuki?! Tidak tidak! Lebih baik kita main berdua aja deh” tolak Kangin masih trauma di kerjai Teuki

“Ya udah, main di kamarku aja yuk” ajak Sungmin menarik lengan Kangin, sejenak ia menjulurkan lidah kepada Kyuhyun dengan maksud mengejek

Melihat sikap Sungmin, kedua tangan Kyuhyun mencengkram pinggiran buku dongeng lebih erat—entah kenapa ia merasa perlu menjauhkan Kangin dari Sungmin. Kyuhyun berpikir gara gara Kanginlah, Sungmin tidak mau bermain lagi dengannya..

“Aku harus bagaimana…” gumam Kyuhyun pedih

Keesokkan harinya

“Huh, males banget harus ngebebasin dia” Sebastian bersungut sungut sambil melangkahkan kakinya ke ruang isolasi di lantai atas.Sekarang sudah dua hari Teuki di kurung dan sesuai janji Sebastian, ia harus membebaskan Teuki dari sana

KREKKKK

Teuki yang berada di dalam, sedikit mendongak—wajahnya berseri seri melihat Sebastian datang, “Dokter!! Aku bisa bebas kan?”

Sebastian membalasnya sambil berwajah masam, “sayangnya iya” tanpa banyak cincong, dia melepaskan beberapa kancing dari lengan panjang di belakang punggung Teuki baru setelah itu membuka baju seluruhnya

Teuki langsung buru buru berdiri, “makasih Dokter!! Yuhuuu~ aku bebas!!!!” dengan kecepatan penuh, Teuki berlari keluar ruangan. Sebastian sudah bisa menebak—pasti tuh anak mau ngisengin orang lagi deh, ck ck ngga kapok kapok udah di kurung berulang kali, tetap aja di ulangin. Dasar orang gila. Gumam Sebastian dalam hati

Benar saja, Teuki segera meluncur ke arah taman—mencari korban setianya yaitu Kangin. Teuki sudah jarang menjahili Sungmin lagi, karena anak itu pasti sering bersembunyi di kamar yang sudah di kunci.

Di sana dia lihat, Kangin dan Sungmin sedang berbincang sambil memainkan boneka Minnie Mouse kesayangan Sungmin. Mereka berdua tertawa tawa kencang hingga tidak sadar ada setan jahil yang sedang berjalan mendekat

“Kangin!!!!” sapa Teuki kelewat ramah, ia melambaikan tangan tinggi tinggi

Kangin serta Sungmin sontak menoleh, “Mwo!! Teuki udah keluar??!!” mereka berdua saling berpelukan untuk melindungi diri

“Kok!! Kalian bersikap kayak gini??” Teuki cemberut, “ngga mau main sama aku??”

Kangin yang pertama kali menolak, “NGGA!!!” ia menoleh ke arah Sungmin, “kita pindah ke kamar kamu aja yuk, biar Teuki ngga bisa gangguin kita lagi” katanya acuh, Sungmin mengangguk dan bangkit berdiri dari bangku taman lalu melenggang berdua meninggalkan Teuki yang melongo melihat Kangin menjauhinya

“Kangin..” bisik Teuki sedih

__

“Heechul? Kamu lihat jepitan Dokter ngga yang kemarin Dokter pake??” tanya Sebastian yang tetap kekeuh mencari ke seluruh tempat—tidak peduli jika harus merogoh lobang tikus sekalipun *itu demi jepitan pemberian Seunghwan*

Heechul menggeleng sambil memakan snack potato bersama dengan Hangeng, “Dokter sih naruhnya sembarangan, jadi ilang tuh” sindirnya

“Jangan gitu sayang, kasian Bu Dokter” kata Hangeng, “kami tidak lihat, nanti kalau memang ada pasti langsung kami kasih deh”

Sebastian tersenyum penuh terima kasih, “ya udah—Dokter mau patroli dulu, siapa tahu Teuki ngebuat masalah lagi” ia lalu melangkah keluar ‘rumah’ Hanchul untuk mencari kembali jepitan yang hilang sambil mau mengawasi tingkah Teuki.

“HUEEEEEE”

Sebastian berhenti, ia menajamkan telinganya agar bisa mendengar lebih jelas, “kayak ada yang nangis?”

“HUEEE”

“Eh? Ini pasti gara gara Teuki nakal lagi!!” tebak Sebastian sambil berlari menuju sumber suara.

Sesampai di sana—tepatnya taman rumah sakit, betapa terkejutnya Sebastian mendapati Teuki sendirilah yang sedang menangis kencang sambil memeluk kedua lutut—menyembunyikan wajahnya di antara dua kaki

“Lah?” Sebastian bengong, “kok nih anak yang nangis??” dengan perlahan, Sebastian menepuk pundak Teuki, “kamu kenapa nangis?”

“Hue…hiks..” Teuki mengangkat wajahnya yang penuh air mata dan kali ini sungguhan—bukan air mata tetesan obat yang biasa dia pakai buat bohong sama Sebastian agar tidak di hukum *kan Sebastian orangnya ga tegaan*

“Kangin…hiks…Kangin ngga mau main sama aku lagi Bu Dokter!!! Hueee” pekik Teuki dengan suara cempreng yang membuat Sebastian spontan menutup kedua telinganya

“Kamu sih!! nakal banget! bukan salah dia dong, kalau jadi kapok main sama kamu” tegur Sebastian

“Tapi..” Teuki ngelap ingus, “aku ngga punya temen lagi dong Dok..huee…..hueee…aku sendirian….hueee” tangisnya sekarang makin kencang

“Iya..cup cup, sekarang Kangin di mana? Biar Dokter bantu kamu ngomong sama dia” bujuk Sebastian sambil menangkan Teuki

“Dia main di kamarnya Sungmin—pasti dikunci supaya aku ngga bisa masuk tuh Dokt”

Sebastian terlihat berpikir sejenak, “Dokter bisa bujuk Kangin, tapi kamu jangan jahat lagi sama dia? Ya?”

Teuki langsung mengangguk kecil, “iya Dok, daripada aku ngga punya temen hueee……”

Sebastian tersenyum lalu menggandeng lengan Teuki, “ayo kita ke kamar Sungmin sekarang”

Benar saja, kamar Sungmin tertutup rapat. Sebastian terpaksa mengetuk pintu depan, di belakangnya, Teuki masih sibuk mengelap air mata

TOK TOK

“Sungmin, buka dong—Ini Dokter” sapa Sebastian

“Ngga mau!! mana bukti kalo itu Ibu Dokter!! Siapa tahu kamu Teuki yang nyamar jadi Dokter kan!!” ini pasti suara Kangin yang parno setengah mati sama Teuki

Sebastian menghela nafas sambil melirik Teuki tajam, “liat gara gara kamu—Kangin sampai ketakutan seperti itu”

Ia mencoba sekali lagi, “Ini beneran Bu Dokter kok!! Tetapi ada Teuki sama Dokter, dia mau minta maaf”

“Kalo kamu beneran Bu Dokter, buktikan!!! Coba, siapa nama panggilan sayang Bu Dokter buat pacarnya itu?” kata Sungmin dari dalam

Spontan muka Sebastian memerah, ia tersenyum malu malu membayangkan wajah Seunghwan tercinta *gw mulai ngaco nih wkwkkw*

“Panggilannya itu…” Sebastian menutup muka—bersikap norak sampai sampai Teuki menjauh 2 meter dari Sebastian

“Seungwhan tercinta..Kyaaaaaa” teriak Sebastian ngga inget umur, kelakuan kayak ABG padahal umur mendekati kepala 3 ck ck ck

Terdengar bisik bisik dari dalam, “kayaknya itu beneran Dokter deh—suaranya jelek banget! mirip!” ucap Kangin sepelan mungkin

Sayangnya, Sebastian terlanjur bisa menangkap omongan mereka, “HE? Kok malah ngatain Dokter sih!! cepetan buka!!!” tukas Sebastian tidak sabar.

KREKK

Kepala Sungmin muncul terlebih dahulu, tangannya memegang sebuah tongkat pendek sebagai ancang ancang dimana Kangin malah bersembunyi di belakang tubuhnya

Sebastian hanya bisa menggeleng melihat tingkah laku pasiennya itu, “udah ah—kamu Sungmin!! Kok kayak orang mau pergi perang gitu, ini si Teuki mau minta maaf” ucap Sebastian sambil menarik lengan Teuki ke hadapan mereka berdua

Teuki merunduk, ia memainkan ujung baju seraya berkata, “Aku mau minta maaf…terutama buat Kangin”

Kangin mendongak dari balik bahu Sungmin

“Iya..Kangin” suara Teuki bergetar sehabis menangis, “jangan jauhi aku lagi huee…hiks…nanti aku main sama siapa hiks…hiks…”

Seumur hidup Sebastian, dia belum pernah mendengar nih setan iseng bisa minta maaf apalagi pake nangis—pasti dia beneran menyesal sekarang. Apalagi ketika Sebastian melihat Kangin tersentuh lalu berbalik menghampiri Teuki

“Udah jangan nangis, iya aku main sama kamu lagi…tapi jangan kayak kemarin…” bisik Kangin sambil menghapus air mata Teuki, “cup cup…”

Teuki berhenti menangis, ia tersenyum senang karena Kangin sudah tidak marah lagi, “kamu mau main lagi sama aku kan? main main!!!”

“Iya aku mau!!!” senyum di bibir Kangin ikut mengembang lebar

Tanpa menunggu lama, Teuki dan Kangin berlalu dari hadapan Sebastian juga Sungmin di depan kamar. Mereka berdua bahkan berjalan sambil bergandengan tangan—seolah olah kejadian tadi tidak pernah ada

“Ck ck ck” Sebastian geleng geleng kepala, “enak banget jadi orang gila—cepet akurnya” dia sudah mau pergi juga dari situ ketika Sungmin memanggilnya

“Dokter! Kalau Kangin main lagi sama Teuki, aku main sama siapa?” tanyanya pelan. Kedua tangan memeluk boneka Minnie Mouse hasil merampok dari Sebastian setahun yang lalu.

“Main aja sama Kyuhyun, kemarinkan kamu udah akrab sama dia” ujar Sebastian

Bibir Sungmin mengerucut ke depan, “habis dia juga jahat sama aku..”

“Yah..kamu mau main sama siapa lagi coba? Hangeng dan Heechul kan ga bisa di ganggu, Dokter aja kadang kadang di usir sama mereka”

Sungmin memikirkan ucapan Sebastian—termenung di depan pintu kamarnya sementara Sebastian sudah pergi dari sana—maklum mau siap siap bikinin makan malam buat para pasien

“Apa aku ke tempat Kyuhyun aja ya” karena merasa tidak punya pilihan lain, daripada bosan, Sungmin memutuskan pergi ke arah paling pojok, paling tertutup—tempat yang kemarin ia singgahi

“Kyu..” Sungmin terlihat mencari cari—ia menemukan Kyuhyun sedang menutup mata, seperti orang berdoa dengan sebuah cake kecil di atas bantal

Sungmin yang tertarik dengan kegiatan Kyuhyun lalu berjalan mendekat dan berhenti tepat di hadapan Kyuhyun. Wajahnya tersenyum melihat kue berlapis coklat milik Kyuhyun, ‘bukankah ini cemilan kemarin ya’ pikir Sungmin merasa bingung. Untuk apa Kyuhyun menyisakan kue untuk di makan hari ini, memangnya Bu Dokter tidak akan memberikan cemilan sekarang? Rasanya tidak

“Selesai” ujar Kyuhyun mengagetkan Sungmin, ia membuka mata kemudian terkejut

Pandangannya langsung bertemu dengan Sungmin “Hai..aku ganggu ya?” tanya Sungmin merasa salah tingkah

Kyuhyun tidak menjawab, ia terus mengerjap melihat Sungmin takjub, “ini mustahil—permohonanku langsung terkabul” bisiknya

“Permohonan apa Kyuhyun?” Sungmin memiringkan kepala ke arah Kyuhyun

“tidak apa apa” Kyuhyun berusaha bersikap biasa, “kamu mau apa kemari? Mau baca buku lagi denganku?” ia menyingkirkan kue itu ke atas meja agar memberikan tempat untuk Sungmin duduk di kasur

“Aku tidak punya teman bermain..jadi aku kemari deh” ungkap Sungmin polos

Spontan bahu Kyuhyun terkulai mendengar itu, “jadi kalau kau punya teman, kau tidak mau kemari, bertemu denganku….” ia berbicara dengan nada terluka

“Eh?” Sungmin mengangkat alis, “Bukan begitu Kyu!! Habisnya kau sih, kemarin jahat sama aku..hmm..ya udah aku janji aku pasti sering main kemari, gimana?”

Kyuhyun mengacungkan jari kelingkingnya ke depan Sungmin, “janji?”

Sungmin tersenyum berseri seri, ia memindahkan boneka Minnie  Mousenya ke tangan sebelah untuk mengingkat sumpah dengan Kyuhyun, “aku janji!!!”

“Hehehehe, eh kamu mau makan kue? Ini masih enak loh meski bekas kemarin—soalnya udah aku taro ke kulkas” ucap Kyuhyun sambil menaruh kue itu di antara Sungmin dan dirinya

“Aku tahu ini masih enak, tapi Kyuhyun buat apa kamu sisain kue?” tanya Sungmin sedikit tertarik melirik kue yang masih terlihat lezat itu

“Sekarang kan aku ulang tahun jadi..aku sengaja menyimpan kue untuk hari ini, sebentar..” Kyuhyun mengambil garpu yang ia curi dari ruang makan kemarin lalu memotong kue itu menjadi dua bagian, di ambilnya bagian yang paling banyak cokelat itu ke arah Sungmin, “ini untukmu” ucapnya sambil menyuapi Sungmin

Sungmin membuka mulut lebar lebar, ia mengunyah perlahan, “Ini enak banget!!! hmm….sini kamu harus mencobanya juga” sekarang Sungmin mengambil garpu untuk memberikan sebagian kue itu ke dalam mulut Kyuhyun

“Iya” ucap Kyuhyun bermulut penuh, “emang beneran enak..hehehe”

Selama beberapa menit, Sungmin dan Kyuhyun saling menghabiskan jatah kue itu. Mereka sama sama membagi rata setiap bagian.

“Nah karena sekarang saatnya pembukaan kado” Sungmin bertepuk tangan—menunggu Kyuhyun yang menyingkirkan piring cake dari atas kasur, “mana kado yang kamu terima?? Sini buka bareng aku”

Kyuhyun langsung menggeleng, “tidak ada satupun yang memberiku hadiah” katanya pelan—ada nada pedih dalam suaranya, tetapi Kyuhyun berusaha mengenyahkan itu, dia malah mengambil salah satu buku di atas meja, “kita baca buku lagi yuk” ajaknya

Namun Sungmin malah terdiam di tempat, “kamu ngga dapet kado?? Di hari ulang tahun? Ngga..ini ngga boleh!!” teriak Sungmin tidak terima, “tahun lalu saja aku dapet kado dari Dokter—boneka ini, terus dapet bunga yang di petik Kangin dari taman kesayangan Bu Dokter, Heechul dan Hangeng juga memberikanku kartu yang sangat bagus…Teuki..yah..dia memang memberiku permen yang ternyata bisa membakar lidah—tapi paling tidak aku dapat hadiah, dan itu berarti kamu juga harus dapet!!!”

Kyuhyun tersenyum lemah, “tapi aku kan kurang akrab sama semua orang, ngga apa apa kok”

“Ngga boleh!!” pekik Sungmin makin keras, “nanti kamu bisa sedih—aku…aku…” Sungmin mencari cari barang yang bisa di berikan sebagai hadiah buat Kyuhyun, “ah..ini saja, aku menghadiahi kamu boneka Minnie…nih ambil” kata Sungmin  menyodorkan boneka yang dia tenteng sedari tadi

“Ngga ah—itu kan boneka kesayangan kamu” tolak Kyuhyun

“terus aku bisa ngadiahin apa buat kamu” kata Sungmin masih berusaha keras memikirkan hadiah yang bisa dia berikan

“Hmm..” Kyuhyun menggeser tubuhnya—lebih dekat ke arah Sungmin, “aku mau kamu aja, gimana?”

“Ha?” Sungmin menyeringitkan dahi, “aku?? Kamu mau ngapain aku?!” ia memeluk boneka erat erat, mulai ketakutan

“Dengar dulu” pinta Kyuhyun sambil memegang kedua pundak Sungmin, “maksudku, kamu tinggal di kamarku, kita baca buku berdua, main berdua, makan kue bersama sama…apapun, kamu sama aku terus…mau ngga?”

Sungmin menatap Kyuhyun tajam, “ngga mau” tolaknya tanpa berpikir panjang

Spontan Kyuhyun merunduk—sedih, “oh ngga apa apa…” ia memainkan buku lalu membacanya serampangan tanpa mau melihat ke arah Sungmin lagi

“Aku ngga mau tinggal di kamar kamu” ulang Sungmin, “tetapi aku mau baca buku lagi sama kamu, mau main berdua lagi sama kamu atau kita makan kue bareng bareng…” lanjutan kalimat Sungmin membuat Kyuhyun langsung mendongak dan menatap terkesima ke wajahnya

“Aku kurang suka kamarmu ini—gelap dan jauh dari taman untuk bermain” Sungmin menyapu  pemandangan kamar Kyuhyun yang membosankan untuknya, “gimana kalau kamu tinggal di kamarku aja..kamarku jauh lebih bagus dari kamarmu ini”

Belum berhenti Kyuhyun terkejut, ia malah hampir tidak percaya mendengar penawaran Sungmin, “kamu mau membagi kamar denganku??”

Sungmin mengangguk cepat, “mau!! kamu mau lihat kamarku??” tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, Sungmin segera menarik lengan Kyuhyun keluar kamar lalu sambil sedikit berlari—mereka melewati kamar Hanchul sebelum sampai ke dalam kamar Sungmin

“Ta..da..selamat datang ke duniaku..”

Kyuhyun terpana melihat wallpaper dinding yang berwarna Pink, berbagai pernak pernik kartun disney tertata rapi di lemari kaca—bahkan sofa di depan kasur juga bermotifkan Minnie dan Mickey Mouse

“Bagus..” puji Kyuhyun

“Heehehehe” Selesai Sungmin menaruh boneka kesayangannya di kasur, ia menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu, “nah sekarang kita tinggal minta ijin sama Dokter buat kamu pindah kemari, ok?”

*****

“NGGA BOLEH!!!!!!”

Suara keras seorang wanita paruh baya membahana hingga ke seluruh penjuru kamar. Hangeng dan Heechul yang terheran heran mendengar itu langsung mendatangi tempat kejadian

“Tapi Dok…kenapa Heechul dan Hangeng boleh, kami ngga???” protes Kyuhyun

Sebastian menatap penuh amarah dengan bertolak pinggang di hadapan kedua pasiennya ini, “Sekali ngga boleh tetep ngga boleh!!! Ngerti ngga!!!!”

“Tap—

“ada apa ini Dok?” tanya Hangeng yang datang bersama dengan Heechul di dalam kamar Sungmin. Sebelumnya Teuki dan Kangin sudah sampai duluan dan mereka sama sama bingung—kenapa Dokter sampai bersikukuh tidak mau membuat Kyuhyun satu kamar dengan Sungmin?

“Ini nih anak—

“Hangeng…Dokter tega banget…masa Kyuhyun ngga boleh sekamar di sini..dia kan pasti kesepian di pojok sana sendirian, malah Kyuhyun sering membaca buku karena tidak ada teman bermain, tetapi pas kami memintanya, Bu Dokter malah marah marah” kata Sungmin mengadu kepada Hangeng

“Bukan begitu Sungminnn…..tapi…

“Sungmin milikku” tegas Kyuhyun sambil merangkulkan tangannya ke tubuh Sungmin, “Heechul juga milik Hangeng bukan? makanya boleh bersama sama, berarti kami juga boleh”

Semua tercengang mendengar pengakuan Kyuhyun—terutama Sebastian

“Ha??? Kalian? Jatuh cinta?? Aishhh” tiba tiba Sebastian merasa pusing tujuh keliling, “Ya!!! Kamu Sungmin! Memangnya kau suka dengan Kyuhyun? Bukannya kamu tadi bilang dia jahat sama kamu??” pancing Sebastian melakukan apa saja agar keinginan mereka berdua tidak terjadi

*gw di bunuh sama Kyumin shipper*

“Aku” Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun, “aku tidak tahu jatuh cinta itu apa…tetapi kalau kami bersama sama terus…aku mau”

Kyuhyun tersenyum sambil membalas tatapan Sungmin

Pemandangan ini mengingatkan Sebastian saat pertama kali melihat Hangeng bertemu dengan Heechul

“Hyaaaa!!! Aku bisa gila sekarang!!!! Dengar ya!!!” teriak Sebastian marah marah kepada mereka semua, “Ini tuh rumah sakit jiwa!!! Bukannya rumah perjodohan tahu!!!”

“Jadi..” Hangeng angkat bicara, “kau mau memisahkan dua orang yang saling mencintai begitu? Bagaimana jika keadaannya di balik. Kau di pisahkan oleh Seunghwan, apakah kau mau itu terjadi??”

“TIDAK!!! Tidak ada yang boleh memisahkanku dengan Seunghwan!! Ingat itu!!” jawab Sebastian dengan perasaan marah, tetapi amarahnya langsung sirna saat melihat wajah mereka semua…mau tidak mau Sebastian harus mengakui kebenaran ucapan Hangeng

“Iya deh Dokter kalah..” bisik Sebastian, “Kamu Sungmin boleh sekamar sama Kyuhyun…tapi pindahin kasurnya sendiri soalnya kasur Sungmin hanya cukup untuk satu orang…”

“HORE!!!!” Sungmin bertepuk tangan kencang. Sorak sorai mewarnai petang hari ini

Siapapun akan menertawakan Sebastian karena bisa kalah main logika sama orang gila. Tapi mau gimana lagi? Toh itu kemauan mereka—Sebastian hanya bisa berdoa semoga mereka cepat cepat waras dan keluar dari tempat ini!!

“Ng Dokter” suara Kangin memotong perayaan Kyumin, “berarti aku dan Teuki juga boleh sekamar dong?” tanyanya polos

“Ha??” Sebastian sontak menoleh, “Kalian juga….hyaaa…” Ia sukses pingsan di tempat

“DOKTER!!!!”

*****

TOK TOK

“Masuk” jawab Heechul dari dalam kamar

Sebastian seperti biasa membuka pintu dan tanpa berbicara panjang lebar—ia memberi suntikan obat buat Heechul baru setelah itu pindah ke tangan Hangeng

Setelah selesai, Sebas pun pergi dengan lunglai—seolah olah tidak ada semangat hidup

“Yeobo~ dokter itu kenapa” gumam Heechul meneliti tubuh Sebastian yang semakin kurus dari hari ke hari

Hangeng mengikuti arah pandang Heechul, “entahlah—mungkin Dokter masih kesal gara gara kejadian minggu lalu” kata Hangeng seratus persen benar

Bagaimana Sebastian tidak pusing, semua penghuni di sini seperti Hangeng dan Heechul. Mereka saling berpasang pasangan. Sebastian berpikir kalau begini terus bisa bisa mereka bakal lama sembuhnya—bukan tambah sehat malah tambah gila seperti Hanchul.

Malah Sebastian mencuri dengar kemarin, Hangeng dan Heechul mau merayakan ulang tahun pernikahan ke 12. Hello!! Kapan mereka nikah dan bagaimana bisa udah ulang tahun!!! Mereka kan baru bersama sama selama 11 bulan!!!!

Dan yang paling parah adalah Kyuhyun. Dia benar benar menganggap Sungmin adalah miliknya. Sebastian ingat betul bagaimana sikap Kyuhyun yang cenderung over protektif terhadap Sungmin. Ia menjaga agar Sungmin hanya bersamanya setiap saat

Kalau Kangteuk masih wajar. Meski Teuki tidak lagi menyiksa Kangin tetapi rupanya dia punya cara lain untuk membuat Kangin lelah setengah mati. Entah mereka main gendong gendongan keliling rumah sakit atau menyuruh Kangin ini itu saat Teuki ngambek ngga mau turun dari kasur

“Aishhh…..aku benar benar bisa gila kalau seperti ini terus” keluh Sebastian yang sedang menuju kamar Kyumin

“Permisi!!!” teriak Sebastian sengaja mengganggu pasangan itu

“Eh ada Bu Dokter” sapa Sungmin dalam pelukan Kyuhyun—mereka sedang membaca buku dongeng seperti biasa atau bisa di bilang Kyuhyunlah yang mendongengkan Sungmin kalau mereka sedang tidak bermain boneka

“Hai” balas Sebastian malas, ia menarik lengan Sungmin tanpa susah payah menyuruhnya keluar dari kungkungan tangan Kyuhyun—nanti bisa bisa Sebastian habis di marahi sama Kyuhyun lagi

“Dokter dokter!!!! Aku mau nanya!!! Aku manis tidak? Lucu tidak? Keren tidak???” ulang Sungmin setiap saat

Belum Sebastian membuka mulut untuk menjawab, Kyuhyun sudah mewakili Sebastian terlebih dahulu, “Kamu itu orang paling manis, lucu dan menggemaskan yang pernah ada” bisik Kyuhyun sambil mencubit pipi Sungmin

Sungmin tersenyum malu malu, “makasih Kyuhyunnnnn”

“Yah…dunia milik berdua deh” sindir Sebastian yang jadi patung asmat di samping tempat tidur.

Tetapi mau tidak mau Sebastian harus mengakui sesuatu. Meski mereka orang gila tetapi mereka semua tetap merasakan cinta seperti orang kebanyakan

Hangeng,

Sebastian yakin banget nih anak memang udah waras seratus persen *kecuali rasa sayangnya yang berlebihan kepada Heechul* tetapi dia tetap menemani Heechul di sini sampai kapanpun

Kyuhyun,

Dia tidak bosan bosan menjawab pertanyaan Sungmin yang super membosankan setiap saat. Kyuhyun malah menjawabnya dengan ketulusan dari dalam hati

*ngga seperti Sebastian*

Kangin,

Siapapun tahu betapa nakalnya Teuki *dan berbahayanya dia* namun Kangin selalu ada untuknya. Kangin yang polos mengimbangi sikap Teuki yang suka memerintah. Mereka cocok satu sama lain

See? Cinta datang dalam perbedaan dan itu tidak mengenal waktu, tempat bahkan kondisi masing masing orang

THE END

20 responses to “≈SUJU CRAZY-{Kyuhyun B’day}≈

  1. diiiiiiiiiiih
    kasian kak sebas😦

    eh baru tau ternyata biasnya bukan suju yah? cinta mati ama seunghwan ya kak? wkkkkkk

  2. xDD
    Wkkwkwkwk…
    Sumpah, ngakak pas baca…
    Ya ampun..
    Bener” beda dr yg lain..
    Ga nyangka kalo oppadeul gila, bakal kayak gini
    Sabar yah, dokkk🙂

  3. GILA!
    BENER BENER GILAAA~
    CERITANYA SUKSES BIKIN GUE GILA JUGAAA~
    Kak sebaaaaaas otak lo segede lautan apa seeeeeeh cerita apa aja nyambung-nyambung bae -_-
    ka.e.er.e.en
    Buat lo kak, cuman buat loooo .-.

  4. pertama kali baca ini di fp facebook dan gak sempet koment cuma nambah like doang. xixi.
    Ini cerita bener-bener bikin orang keliatan gila (?) haha.
    Yang paling bikin aku keinget itu ucapan Sungmin, aku lucu tidak? imut tidak? manis tidak?
    aku nyampe nyeritain ini ff ke temenku dengan cara yang gak jelas karena aku udah keburu ketawa duluan… haha, dan pasti paling seru pas bagian Sungmin itu..
    Ah, Eonni,, kau hebat!!!
    Fighting!!!
    ^^~

  5. hai sebas unn ^^ hehe ak reader bru disni bru bca yg in aj hehe koment dlu y

    so sweet bgt astga!!!
    han baek bgt!! sbar bgt sma chullie hihi~ saking cintanya haha

    teukie critanya kehilangan nihh~🙂

    yg plaing so sweet it kyu!!!! astaga it ngom ny!! km yg trcntik manis imut apadeh it ommo!!! >\\\\< g kuat!!

  6. aku ngakak wkt bc ff ini…lucunya si kyumin…kyuhyun ketawa..ketawa,,,,ampe 2 hari!wkwkwk

  7. aihhhhh manis banget kyumin
    sealaupun gila sekalipun manis bangeeeeettttt

    hanchul sm kangteuk jugaaaaa aaaaa manisnya
    aahaahah lucu ceritsa ini keseluruhan

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s