≈No Other Like U-Forty Two-{Kyuhyun’s sick}≈

Hari ini murid sekolah St Christie tercengang. Mereka semua—sebagian dari murid yang sedang berjalan dari arah pagar sekolah berusaha keras tidak menoleh ke belakang dan menatap wajah lelaki itu lebih seksama. Itu karena mereka masih sayang nyawa

Lelaki itu berwajah putih pucat, berambut setekuk leher—terlihat berantakan dan ada lingkaran hitam yang menjadi bayangan di kedua matanya

Ia memandang tajam, penuh amarah kepada siapa saja

“Kyu, maaf”

Sungmin yang berjalan di sebelah lelaki itu untuk kesekian kali berbisik penuh penyesalan. Tetapi lelaki itu tidak mengindahkannya sama sekali. Ia sengaja berjalan lebih cepat sampai di depan kelas lalu membanting tas di atas meja

Sungmin sedikit mempercepat langkahnya sambil berdiri di samping Kyuhyun, “aku kan sudah minta maaf” sungutnya kesal

Kyuhyun tertawa hambar, “gara gara acara ngidammu itu, aku begadang sampai pagi!! Aku tidak tidur sama sekali Minnie!” bentaknya agak keras

Beberapa murid yang baru saja tiba sampai melihat ke arah mereka berdua

Tubuh Sungmin mengkerut, “maaf….tadi malam, aku memang tidak mau….maaf”

“Hmm” Kyuhyun masih menatapnya tajam dan melipat kedua tangannya. Tadinya Kyuhyun ingin memarahi Sungmin lagi, namun ketika tatapan Kyuhyun beralih ke perut Sungmin yang semakin membesar,  ia terenyuh lalu membungkam mulutnya  rapat rapat

Tanpa mengatakan apapun Kyuhyun duduk di kursinya. Ia memang tidak bisa membentak Sungmin tetapi bukan berarti Kyuhyun akan memaafkannya begitu saja bukan

Hanya selang beberapa menit, ruang kelas sudah penuh oleh semua murid termasuk Kibum  dan Chulie yang hampir terlambat masuk  sekolah

Mereka berdua menyapa Kyuhyun dan Sungmin bergantian, meski Chulie memutar bola matanya melihat sikap  Kyuhyun yang dingin. Ia hanya menghela nafas seraya menarik Kibum  duduk di kursi belakang—tidak berniat mencampuri masalah rumah tangga orang

“Selamat pagi anak anak” sapa Bu Tukinem saat masuk ke dalam kelas

“Selamat pagi bu” jawab mereka serempak

Bu Tukinem mengangguk puas kemudian mulai menulis penjelasan di papan tulis, “karena sebentar lagi ujian try out akan di adakan, Ibu akan membuat materi lebih untuk kalian pelajari. Nah sekarang kita membahas yang satunya dulu” Ia menggoreskan beberapa Sub bab sambil memperhatikan sesekali murid kelas yang terlihat ngobrol atau melamun. Bu Tukinem tidak suka ada orang seperti itu pada saat ia sedang mengajar

Dan sekarang Bu Tukinem memergoki Kyuhyun sedang terantuk antuk dengan tangan memegangi kepala. Matanya yang sayu akibat kurang tidur—hampir menutup sempurna jika Bu Tukinem tidak berteriak sekencang itu di depan kelas

“Ya! Kyuhyun!!!”

Spontan kantuk Kyuhyun hilang. Ia mengerjap berulang kali

“Kau? ngapain malah ngantuk begitu?! Pasti main game lagi sampai pagi!” hardik Bu Tukinem sambil bertolak pinggang, tangannya sudah memegang penggaris panjang dan memukul mukulkannya di telapak tangan, “cepat maju! Kerjakan soal fisika di depan!!!” suruhnya

Dengan malas malasan  serta rasa kantuk yang menyerang membuat Kyuhyun enggan membalas ucapan  Bu Tukinem lalu memilih untuk menuruti perintahnya

Kyuhyun menerima spidol dari meja guru kemudian mengerjakan seluruh soal di papan tulis—tidak hanya satu seperti yang di suruh Bu Tukinem

“eh?” Bu Tukinem ternganga heran, “kamu kok malah sapu bersih tuh soal?”

“Ha?” mata Kyuhyun lagi lagi susah untuk terbuka sempurna—ia terlalu mengantuk, “oh maaf bu, keterusan” sambil melangkah lunglai  kembali  ke tempat duduk, Bu Tukinem hanya bisa mendengus lalu memeriksa semua perkerjaan Kyuhyun

Tidak ada satu soal pun yang salah

“Hmm, dasar tuh anak” Bu Tukinem mendelik tajam ke tempat duduk Kyuhyun dan Sungmin. Kyuhyun menekuk wajahnya dengan tatapan hampa. Bu Tukinem memutuskan untuk membiarkan Kyuhyun terkantuk kantuk—tanpa bisa tidur sepenuhnya di dalam kelas meski tidak menyimak pelajaran sama sekali

__

“Kyu mau ke  kantin?” tanya Sungmin sedikit ketakutan—maklum saja melihat sikap Kyuhyun yang dari tadi cuek, Sungmin mengira Kyuhyun masih marah kepadanya

Kyuhyun membuka mata dengan susah payah, “Kamu sama Chulie dulu sana, aku mau istirahat dulu”

“Tapi..” Sungmin langsung terdiam karena Kyuhyun melayangkan tatapan tajam dan menusuk ke arahnya. Membuat Sungmin semakin bersalah

“Hiks” karena mood Sungmin yang suka berubah ubah semenjak hamil, ia jadi gampang menangis meski hanya masalah sepele

Kyuhyun yang tadinya mau bersikap dingin kepada Sungmin seharian malah gelagapan melihat istrinya menangis, “aduh….jangan nangis dong”

“Habis…” Sungmin terisak kecil, “kamu marah karena aku kan, hue…hiks..”

“Ngga kok” Kyuhyun menghapus air mata Sungmin lalu memeluknya sekilas, “aku cuma kecapean, iya sekarang kita ke kantin” ujar Kyuhyun mengalah

“Bener ngga marah lagi?” tanya Sungmin dari balik telapak tangan yang menutupi wajahnya. Tangisnya terhenti

“Ngga” jawab Kyuhyun spontan

“Hehehehe” Sungmin menyunggingkan senyum sumringah dan berdiri di hadapan Kyuhyun, “ayo kita ke kantin” ajaknya menggandeng tangan Kyuhyun. Tetapi langkah Sungmin malah terhenti kemudian berbalik ke arah Kyuhyun—raut wajahnya terlihat cemas

“Kyu, tanganmu kok hangat” ujar Sungmin melepaskan pegangannya untuk memeriksa kening Kyuhyun, “kamu panas, ngga enak badan??” tanya Sungmin beruntun

“Eh?” Kyuhyun memegangi wajah Sungmin—merasakan suhu tubuhnya, “kok tubuh kamu malah dingin ya”

“Itu berarti kamu yang sakit!!” sergah Sungmin makin cemas, “ayo kita ke kantin, siapa tahu masih ada bubur hangat untukmu”

“aduh Minnie, aku hanya paling masuk angi—huatchim….” Kyuhyun bersin kencang sambil mengeluarkan lendir dari hidungnya, segera Sungmin membersihkan wajah Kyuhyun menggunakan sapu tangan, “sudah menurut saja denganku, nanti penyakitmu bisa tambah parah Kyu” ucap Sungmin kembali menuntun Kyuhyun ke arah kantin

Sesampainya di sana, Sungmin sibuk memesankan bubur hangat dan minuman panas untuk Kyuhyun. Dia sendiri malah lupa makan karena sedang menyuapi Kyuhyun—meski orang yang bersangkutan sudah menolaknya mentah mentah

“Udah ah, Minnie! Aku cuma panas biasa, kamu udah heboh begini” elak Kyuhyun saat Sungmin memaksanya menelan bubur bubur lembek yang tidak di sukai Kyuhyun itu

“Panas kamu bisa berkelanjutan kalau ngga di tangani secepatnya” suara Sungmin mendadak tegas dan tidak menerima penolakan lagi. Tidak peduli berapa kali Kyuhyun membentaknya untuk menyudahi acara suap menyuapi, Sungmin tetap bersikukuh hingga seluruh isi mangkuk tersapu bersih

“Pokoknya aku ngga mau mau makan bubur aneh itu” rajuk Kyuhyun mendadak bersikap seperti anak kecil

Sungmin hanya bisa menggeleng geleng, “pokoknya nanti kita harus pulang cepat biar kamu bisa cepet istirahat”

“Iya Minnie” balas Kyuhyun kali ini bersikap menurut

Tetapi ternyata suhu tubuh Kyuhyun makin meningkat. Ketika pelajaran jam ke 7 di mulai—Kyuhyun sudah mulai lunglai saat di suruh mengumpulkan tugas ke depan kelas kalau tidak di tahan oleh Siwon. Bu guru Aida yang sedang mengajar saat itu mengangguk mengerti lalu membiarkan Kyuhyun beristirahat di UKS tetapi seperti biasa, keras kepala Kyuhyun mencuat kembali

“Ngga usah Bu, di tinggal tidur juga sembuh” balas Kyuhyun berusaha sesopan mungkin

Bu Aida menyerah—ia hanya bisa menyuruh Kyuhyun tetap duduk di kursi kelas sampai jam pelajaran sekolah usai

***

“Ngg..” Kyuhyun menggeliat dan berjalan lunglai dari depan jalan besar saat ia dan Sungmin turun dari taksi—setelah menitipkan sepeda motor kepada Kibum. Kyuhyun berpegangan pada tubuh mungil Sungmin yang sedang hamil sambil berusaha mempertahankan kesadaran dirinya

“sabar ya, sebentar lagi kita sampai rumah” bisik Sungmin cemas, ia melepaskan salah satu tangannya untuk membuka pintu rumah.

“Minnie…” gumam Kyuhyun di batas ambang sadar

“Ya Kyu?” balasnya seraya menyeret langkah kaki Kyuhyun ke arah kamar mereka.

BRUKK

Kyuhyun terjatuh lembut di atas kasur sambil terus menggumam tidak jelas. Sementara itu Sungmin bergegas pergi ke dapur mengambil kompres bantal dan sebuah kain hangat untuk Kyuhyun

“Kyu, kamu ganti baju dulu”

Kyuhyun tersenyum lemah, “maaf jadi ngerepotin kamu, aishhh apalagi kamu lagi hamil”

“Ngga apa apa” Sungmin berdiri dan membuka pintu lemari, sesekali memilah baju Kyuhyun, mengambil satu pasang piyama lalu mendekati Kyuhyun dari tepi ranjang

Ia membuka satu persatu kancing Kyuhyun, mengganti semua seragamnya, baru setelah itu mengompresnya dengan air dingin

“udah mendingan?” tanya Sungmin—raut wajahnya masih terlihat takut, takut penyakit Kyuhyun makin parah

Kyuhyun berbicara dengan susah payah—berburu dengan nafasnya yang menjadi semakin berat, “aku tuh cuma panas biasa. Kebanyakan begadang, nanti di bawa tidur juga sembuh” Ia mengelap keringat dingin di sekitar kening dan lehernya. Melihat itu Sungmin buru buru membantu Kyuhyun menyeka semuanya. Wajah Kyuhyun tampak pucat—bibirnya masih bergetar menahan dingin

“Aku telepon dokter deh, nanti kenapa kenapa lagi Kyu” suara Sungmin berubah memohon, “mau ya?” bujuknya

“terserah…udah ku bilang ga apa apa” kata Kyuhyun dengan nafas naik turun

“Ngga apa apa…tapi ngomong aja susah” Sungmin mengambil handphone dari saku baju seragam lalu memutuskan menelepon orangtuanya terlebih dahulu—mereka yang memiliki nomor telepon dokter keluarga yang biasa di panggil ke rumah ketika Sungmin kecil dulu

“Halo?” jawab Teuki dari seberang

“Umma! Ini aku Minnie” jawab Sungmin bersemangat—entah kenapa dia tiba tiba merasa kangen dengan Ibunya

“Minnie!!!!! Hai!! Ada apa sayang? Kamu ngga kenapa kenapa bukan?” tanya Teuki sudah mulai was was, tidak biasanya Sungmin menelepon kalau tidak terlalu penting

Wajah Sungmin berubah, ia menoleh ke belakang di mana Kyuhyun sedang bergelung dalam selimut tebal dengan kompres di dahinya, “aku sih sehat sehat aja, tapi itu Kyuhyun sakit”

“APAA?? KYUHYUN SAKIT??” Teriak Teuki agak berlebihan, mengingat mereka sedang berbicara di telepon, terpaksa Sungmin menjauhkan gagang telepon beberapa menit baru berbicara kembali

“Iya Umma, dia panas dingin dari tadi”

“Tunggu dulu! Kau berada di dekat dia sekarang?” tanya Teuki malah melenceng dari topik pembicaraan

Sungmin terlihat bingung, “ya iyalah Umma, kan aku yang mengurusnya”

“ARGHHH TIDAKKKKK” suara Teuki menggelegar hebat

“Umma ada apa sih???” ujar Sungmin semakin tidak mengerti dengan sikap Ummanya, “ada yang salah?”

Nafas Teuki terdengar sayup sayup sambil berusaha berbicara normal, “tunggu Umma dan Appa akan kesitu sebentar lagi”

KLIK

Hubungan telepon di matikan secara sepihak. Sungmin hanya bisa geleng geleng—heran lalu memutuskan kembali ke samping Kyuhyun yang masih tidak bisa tertidur

“masih panas” bisik Sungmin mengusap wajah Kyuhyun

Kyuhyun tersenyum sekilas, “tanganmu dingin…enak Minnie” ia membuka selimut yang tadi di berikan Sungmin kemudian Kyuhyun merentangkan tangannya ke hadapan Sungmin, “aku butuh tidur” pintanya manja

Bibir Sungmin berkedut kedut menahan senyum, “terus? Apa hubungannya denganku?”

“Aishh, cepat Minnie…tidur di sini” Kyuhyun menepuk nepuk tempat di sebelahnya—persis di depan Sungmin, “biar aku bisa memelukmu”

“Nah bicara jelas seperti itu kan aku jadi mengerti” Sungmin menyibakkan selimut dari samping lalu membaringkan tubuhnya—membelakangi Kyuhyun.

“Nah begini kan enak” Kyuhyun menyelimuti tubuh Sungmin sambil menyandarkan kepalanya di atas kepala Sungmin

“Tubuhmu panas” gumam Sungmin dari depan

Kyuhyun tertawa kecil, “tetapi tubuhmu dingin untukku—berarti kita seimbang”

“mungkin” Sungmin berusaha membalikkan tubuh—menghadap Kyuhyun, “tidurlah” bisiknya

Kyuhyun yang sudah mulai memejamkan mata hanya bisa tersenyum, ia mengeratkan pelukannya tanpa menyakiti perut Sungmin yang semakin membesar, “kau tidak mau tidur Minnie?” kata Kyuhyun berbicara dengan suara lemah

“tidak, aku menontonmu tidur saja” balasnya sambil melihat wajah Kyuhyun dari dekat

“Hmmm, apa aku harus membuatmu tertidur?” goda Kyuhyun ketika ia menyentuh ujung hidung Sungmin dengan hidungnya sendiri

“Kyu…”

Belum sempat Sungmin berbicara, Kyuhyun sudah membuka mata—menatap lurus ke depan lalu tersenyum. Melihat itu Sungmin hanya berusaha mengalihkan perhatian ke segala arah—takut kepergok Kyuhyun jika wajahnya memerah lagi setiap Kyuhyun menggodanya seperti itu

“Minnie” panggil Kyuhyun, ia memegang dagu Sungmin agar tetap berhadapan dengannya, “mau tahu tidak cara supaya aku sembuh?”

Dahi Sungmin berkerut, “apa?” tanyanya tidak paham

“dengan cara” Kyuhyun mendekatkan wajahnya, “berbagi penyakit ini denganmu—aku pasti cepat sembuh” ujarnya mulai melihat ke arah bibir Sungmin

Sungmin membalas tatapan Kyuhyun—wajahnya sudah merah padam dan membiarkan Kyuhyun terus bersingut mendekatinya

“tutup matamu, itu tata cara berciuman terbaik” bisik Kyuhyun—bibirnya hanya tinggal sejengkal lagi, “kemarin kau menciumku dengan buruk”

Sungmin sempat merasa jengkel, “aku kan menciummu karena ingin, lagi pula—

“Ssst, nanti aku tidak bisa menciummu” gumam Kyuhyun menutup mulut Sungmin lalu merabanya perlahan—lembut

Ia sudah bersiap siap menempelkan bibirnya yang pucat pada bibir Sungmin ketika suara grasak grusuk terdengar dari depan pintu. Bunyi derap langkah itu tidak berhenti—malah terdengar makin jelas, sangat jelas kemudian…

BRAKKKK

“Hoshh…hmm….” Teuki, Eunhyuk, Kangin dan Donghae datang ke hadapan Sungmin serta Kyuhyun yang sedang bergelung di dalam selimut tebal, berpelukan dan mungkin sedang berciuman jika tidak di ganggu kedatangan mereka yang tiba tiba

“Ya! Umma! Appa!! Kenapa kalian tidak ketuk pintu dulu!!” kata Kyuhyun marah karena privasinya dan Sungmin terganggu

“Kalian…hoshh….Kalian…” Eunhyuk yang bisa mengatur nafasnya, terbelalak melihat posisi Sungmin dalam dekapan Kyuhyun, “KALIAN!!!! Tidak boleh, tidak boleh!! Teuki-shi?”

“Hm” Teuki langsung mengangguk, seolah olah paham mereka berdua melangkah mendekat ke arah kasur lalu menarik Sungmin *secara paksa* agar bangun serta menjauh dari Kyuhyun

“ada apa ini Umma??” berontak Sungmin ketika kedua ibu ibu itu menyuruhnya berdiri agak jauh—tepatnya amat jauh seolah olah Kyuhyun adalah penyakit menular berbahaya

“Kau itu! Kau sedang hamil Minnie sayang…kau tidak boleh dekat dekat dengan Kyuhyun yang sedang sakit! Nanti kau bisa ketularan, gimana” tegur Teuki yang sekarang sibuk memeriksa wajah Sungmin—bukannya Kyuhyun

“Umma!! Aku tidak sakit!!” teriak Sungmin kesal, “Kyuhyun tuh yang sedang tidak enak badan, kasihan dia”

“Itu gampang” tukas Donghae sambil menepuk lutut Kyuhyun yang masih termangu di atas kasur—bingung dengan tindakan mereka semua, “Appa sudah meminta tolong Chulie, biar dia yang mengurus Kyuhyun sementara Minnie menginap di rumah orangtuamu” ucapnya enteng

“HA???” Teriak Sungmin  dan Kyuhyun bersamaan. Mereka berdua saling melemparkan pandangan tidak mengerti satu sama lain

Kyuhyunlah yang pertama kali berbicara, “Ini ada apa sih??” tanyanya gusar

“Kyuhyun” Kangin ikut angkat bicara, “begitu Teuki menerima telepon dari Minnie tentang penyakitmu kami semua memutuskan untuk membawa Minnie menjauh darimu, hanya sementara waktu kok” Kangin langsung menambahkan itu ketika melihat wajah Kyuhyun yang seperti mendapatkan hukuman berat

“Aku kan hanya demam!!! Bukan kena rabies!! Kenapa Minnie harus diungsikan segala??” cecar Kyuhyun berteriak meminta penjelasan—kalau sedang begini, Kyuhyun sama sekali tidak terlihat seperti orang sakit

“Karena anakku tersayang…” kata Eunhyuk sambil membelai rambut Kyuhyun lalu duduk di tepi ranjang, “Minnie itu sedang hamil—penyakit yang kau anggap ‘hanya demam’ bisa saja menyerang Minnie dan juga bayinya, yang berarti itu dua kali lebih buruk bukan?”

Mendengar penjelasan ummanya yang mulai masuk akal membuat Kyuhyun terdiam di tempat

“Separah itu?” bisik Kyuhyun ngeri—karena ia hampir berbagi ‘penyakit’ waktu ingin mencium Sungmin tadi

Eunhyuk, Donghae, Kangin, Teuki mengangguk serentak dengan gaya amat mendramatisir

“Tapi Kyu…” Sungmin menatap wajah suaminya lebih lama, “aku….”

“Sudah tidak apa apa” tepuk Teuki ke pundak Sungmin lembut, “kami akan mengijinkan Kyuhyun menjemputmu saat dia sudah sembuh oke? Lagipula kamu akan kecapekan ngurusin orang sakit, ingat Ibu hamil tidak boleh terlalu lelah”

“Iya Minnie” Kyuhyun berusaha tersenyum—walau tidak ingin, “paling sehari dari sekarang aku sudah sembuh, lalu menjemputmu di rumah Umma dan Appa”

“Tuh denger kan?” balas Kangin nyengir lebar

TING TONG

Donghae langsung berdiri mau membukakan pintu, “itu pasti Chulie” ia berlalu dari hadapan semua orang lalu sekilas terdengar suara suara familiar Kibum dan Chulie. Mereka bertiga bergegas masuk ke dalam kamar

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Chulie yang langsung menghampiri kembarannya

“Panas membara” balas Kyuhyun sakratis

Chulie terus bergumam tidak jelas sambil memaksa Kyuhyun tidur lalu mengganti kompres yang tadi di berikan oleh Sungmin

Eunhyuk dan Teuki sambil melempar senyum kemenangan, “tuh kan kamu udah ngga khawatir lagi.. udah ada Chulie, ayo” ajaknya sambil mengamit tangan Sungmin keluar kamar

Kyuhyun terhenyak, “Umma!!! Masa harus hari ini!!”

“harus sekarang, kalau Minnie tinggal sehari lagi—bisa bisa keburu ketularan kamu kan” elak Kangin kembali mematahkan arguman Kyuhyun

“Tapi—

“Udah” ucap Chulie yang sudah kembali dari dapur sambil membawa baskom berisi air dingin, “kali ini aku setuju sama mereka, Minnie lagi hamil Kyu!! Masa kamu tega nularin penyakit ke Ibu hamil”

“Tapi Heenim…”

“tidak ada tapi tapian” wajah Chulie mendadak berubah galak—lebih garang dari Kyuhyun, “kau mau menurut apa tidak? Ha?”

Eunhyuk dan Donghae hanya bisa mengulum senyum simpul—sudah pasti Kyuhyun akan menuruti semua perintah Chulie jika dia bersikap galak seperti itu

Chulie bisa menunjukkan otoritasnya sebagai kakak hanya pada saat Kyuhyun keras kepala

“Iya iya” kata Kyuhyun akhirnya menyerah

Semua ke empat orang tua itu tersenyum lega. Tanpa berbasa basi mereka langsung menuntun Sungmin keluar ruangan setelah membiarkan Kyuhyun di beri obat oleh Chulie, hanya dengan cara itu Kyuhyun bisa tertidur meski tidak memeluk tubuh Sungmin

Kelopak mata Kyuhyun mengendur perlahan kemudian tertutup sempurna. Mulutnya sedikit terbuka ketika kepalanya bersandar pada bantal dengan penuh kenyamanan

“Tuh, Kyuhyun pasti sembuh Minnie….sudah kita pulang ke rumah dulu” bujuk Eunhyuk karena melihat Sungmin masih berdiri di depan pintu kamarnya. Sungmin makin merasa bersalah sekarang, sudah membuat Kyuhyun sakit, dia juga tidak mengurusi suaminya itu. Malah Sungmin terpaksa pergi mengungsi karena menyangkut kehamilannya yang sangat rentan

Sungmin melirik wajah Kyuhyun yang sudah mulai mendingan kemudian mengangguk ke arah Eunhyuk dan Teuki, “iya Umma…ayo kita pergi” bisiknya masih setengah terpaksa

***

“Minnie….” Igau Kyuhyun dalam tidurnya. Sesekali dia menggeliat ke samping. Merasakan ada tubuh hangat sedang berbaring di sebelahnya, Kyuhyun tersenyum meski masih memejamkan mata. Ia berniat merangkul pinggang orang tersebut ketika terdengar satu suara yang tidak asing di telinga Kyuhyun

“Woi!! Gw ngga mau di cium lagi sama lo!!!”

‘Eh? Kok kayak suara Kibum?’ Kyuhyun membuka kedua matanya lebar lebar, dan….

“HYAAAAA” Kyuhyun mendorong tubuhnya menjauh karena mendapati Kibum sedang berselonjoran di tempat Sungmin biasa tidur sambil membaca komik di tangannya, “Lo ngapain di sini!!!!”

Kibum menoleh dengan malas, “gw nemenin Chulie—tuh dia lagi di bawah buatin lo teh gingseng supaya menghangatkan badan…udah mendingan?”

Kyuhyun menggeleng sejenak, “panasnya lumayan—tapi pusingnya ini…aishhh” sekilas Kyuhyun memukul kepalanya pelan sambil mengubah posisi menjadi duduk di sebelah Kibum

“Kyu? Kamu udah bangun?” Chulie membawa satu nampan besar lalu menaruhnya di meja kecil—samping tempat tidur, “ini aku udah buatin teh, makan malam dan juga obat buat kamu…inget di minum” wejangan Chulie keluar lagi, “kalau kamu ngga mau lama lama pisah sama Minnie ya harus cepet sembuh”

Kyuhyun menurut. Dia meminum semua teh gingseng, memakan bubur—yang tidak dia sukai baru setelah itu meminum obat dari apotek. Yah paling tidak, kedua orang tua mereka masih ingat membeli obat untuk dirinya

“Umma sengaja membeli obat yang menimbulkan rasa kantuk supaya kamu bisa tertidur, kecuali satu plastik ini” Chulie mengangkat sebuah plastik transparan berwarna biru muda, “ini khusus untuk di sekolah besok, ada lagi yang kamu butuhkan?”

“tidak” Kyuhyun tersenyum tulus kepada Chulie, “terima kasih Heenim”

“Ya..aku tahu itu” Ia menepuk pundak Kyuhyun sambil membenahi tas dan mantel dinginnya, “Aku dan Kibum pamit pulang ya, sudah malam”

“Ok, aku mengerti” balas Kyuhyun bersandar nyaman ke arah tembok—ia benar benar merasa lebih sehat sekarang

Kibum merenggangkan tangan terlebih dahulu baru berdiri tegap di samping Chulie, “hati hati lo!! Besok gw sama Chulie kemari lagi deh, ok?”

“Iya gw ngerti, udah sana!” usir Kyuhyun setengah bercanda, “gw ngga mau ganggu kencan kalian berdua”

“Hahahahaha, dadah Kyuhyun”

Chulie dan Kibum sengaja tidak meminta Kyuhyun mengantar mereka ke pintu depan—lebih baik di biarkan beristirahat lebih lama agar Kyuhyun bisa sembuh secepat mungkin

*Esok hari*

Kalau kemarin seluruh siswa tidak berani memandang Kyuhyun karena sikapnya yang berubah sangar akibat kurang tidur. Sekarang seluruh siswa XII-2 malah menahan diri untuk tidak melirik ke bangku Chulie yang hari ini duduk bersama dengan Kyuhyun—saudara kembarnya

Mereka berdua menaruh kepala mereka ke atas meja, tidak bertenaga sambil menarik nafas pendek pendek

Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?

Mari kita flash back pada saat sebelum bel masuk berbunyi

FLASHBACK

Ternyata hari ini keadaan Kyuhyun makin parah. Dia memang sudah meminum obat yang di berikan oleh Chulie, tetapi ternyata tidak mempan. Apalagi pada situasi sedingin tadi malam. Tubuh Kyuhyun makin menggigil dan menyebabkan panasnya makin parah, malah sekarang penyakit Kyuhyun bertambah. Ia tidak henti hentinya bersin dari ketika masih berada di rumah. Kyuhyun terpaksa memakai masker sambil pergi ke sekolah

Sedangkan Chulie? Kenapa dia bisa sakit?

Penyebabnya hanya dua atau satu (author sendiri ngga yakin)

Bisa jadi Chulie tertular oleh Kyuhyun kemarin waktu ia merawat saudaranya itu. Tetapi melihat keadaan Kibum yang biasa aja –padahal sempat tidur tiduran di samping Kyuhyun berarti penyebabnya hanya satu

Itu karena Kyuhyun saudara kembar Chulie

Mendapati alasan itu, Chulie sempat berteriak marah kepada Kyuhyun di depan kelas, “aduh!!!! Gara gara kamu, aku jadi ikutan sakit kan!!!!! aishh kenapa aku bisa lupa, dari kecil kan kita sakit selalu bareng bareng!!!!” teriak Chulie sedikit tersengal sengal

“Kok nyalahin aku!!! Huatchimmm….” Kyuhyun menutup maskernya lebih erat, “huathcimmm….aku sudah lupa….terakhir kita sakit kan pas SMP!!!”

“Kau?!!” untung saja ada Kibum yang menahan lengan Chulie—kalau tidak pasti kondisi Kyuhyun makin parah. Kibum yakin meski Chulie sedang sakit, ia masih sanggup mematahkan lengan orang kalau benar benar niat

Sungmin yang melihat pertengkaran mereka makin merasa bersalah. Bukankah secara tidak langsung berarti Sungmin sudah membuat dua orang yang dia sayangi jatuh sakit?

Dan pada saat bel masuk berbunyi, Bu Tukinem yang mengajar di kelas mereka pada jam pertama langsung menyuruh Kyuhyun pindah ke belakang—duduk bersama Chulie sementara Kibum terpaksa pindah duduk di samping Sungmin

Yang membuat Kyuhyun kesal, alasan Bu Tukinem sama persis seperti omongan ke empat orang tua mereka kemarin

“Itu Sungmin lagi hamil!!! Ngga baik deket deket orang sakit!! Bisa tertular!!”

FLASHBACK END

Keadaan mereka berdua parah, terutama Kyuhyun. Ia terus bersin bersin selama pelajaran dan tidak bisa menulis terlalu lama—tubuhnya masih lemah. Sedangkan Chulie masih demam tinggi sambil tidak henti hentinya mengusap hidungnya yang berair

Setiap pergantian jam, Kibum pasti berbalik ke belakang dan berusaha melakukan apapun untuk membuat Chulie makin membaik. Kibum bahkan berencana membelikan obat di koperasi kalau Chulie tidak membaik juga

Sedangkan Sungmin?

Ia juga mau melakukan hal yang sama dengan Kibum. Namun Kyuhyun sendiri yang menahannya—sekarang Kyuhyun malah bersikap terlalu berlebihan, dia tidak mau jika Sungmin mendekatnya—takut tertular meski sudah memakai masker dan syal tebal

“Tapi aku ke kantin sama siapa?” tanya Sungmin sedikit murung ketika jam istirahat berbunyi

Kyuhyun berbicara cukup keras dari balik maskernya, “sama Siwon aja dulu ya?” Kyuhyun tidak bisa meminta tolong Chulie atau Kibum lagi, mereka berdua sudah pergi ke UKS karena Chulie mulai menunjukkan gejala bersin bersin seperti Kyuhyun

“Boleh banget kok” celetuk Siwon tiba tiba berada di antara Sungmin dan Kyuhyun, “eh kalian lucu banget, masa ngomong aja harus berjarak tiga bangku kayak gini..ck ck”

Kyuhyun bersin lagi ketika mau berbicara, “gw kan lagi sakit berat, boleh minta tolong anterin Sungmin ke kantin—gw lagi ngga boleh deket deket sama dia” ujarnya sambil memalingkan wajah karena Sungmin langsung memasang tampang masam mendengar ucapan Kyuhyun

“Oh boleh banget” Siwon tersenyum geje, belum apa apa dia sudah berniat memegang tangan Sungmin selayaknya seorang kekasih….

BRUKK

“EH?” Siwon terhempas ke dinding—tidak terluka karena orang yang mendorongnya memang sedang sakit, “Kok lo malah kasar sama gw sih!!!!” teriaknya marah

Kyuhyun berhasil menepis tangan Siwon tepat pada waktunya, “Elo tuh!!! jadi ganjen gini sama istri gw!!!!” ia menunjuk tepat di depan wajah Siwon, “sekali lagi berbuat begitu…gw mundur dari pertandingan” ancam Kyuhyun

“Er…ngga lagi lagi deh” Siwon langsung menciut begitu mendengar gertakan Kyuhyun,”gw juga ngga tahu—Sungmin kok jadi menarik ya akhir akhir ini” ucapnya ceplas ceplos, namun ia langsung membenarkan perkataannya melihat Kyuhyun berniat memukulnya lagi, “Iya!!! gw janji!!!!”

“Nah” Kyuhyun menarik nafas berat dari balik masker, “begitu lebih baik” ia beralih ke Sungmin, “ayo—aku antar kamu ke kantin”

Sungmin yang tadinya sedikit ketakutan karena sikap Siwon, langsung memasang wajah berseri seri, namun baru beberapa langkah menyusul Kyuhyun—lelaki itu malah berbisik kepadanya,”jangan terlalu dekat denganku Minnie!! Nanti bisa tertular, kamu jalan agak ke belakangan aja deh” perintah Kyuhyun

“Ya Tuhan! Kau bersikap seperti Umma saja!” Sungmin mendesah kecil, “aku pasti tidak akan apa apa Kyu—ini hanya sekedar flu” katanya masih keras kepala

“Tapi Minnie, “ Kyuhyun sedikit menoleh ke belakang—tidak benar benar menatap Sungmin, “aku hanya tidak mau terjadi sesuatu denganmu terutama bayi kita, mengertilah”

Perkataan tulus dari Kyuhyun membuat Sungmin terdiam

“Ayo tunggu apa lagi? Kamu mau menghabiskan seluruh isi kantin kan?” goda Kyuhyun mencairkan suasana

Berhasil. Sungmin langsung tertawa kencang, “baiklah—aku juga sudah tidak sabar ingin menghabiskan  seluruh isi dompetmu Kyuhyun”

Mereka terus melemparkan candaan sambil menjaga jarak dengan sendirinya. Tidak berbeda jauh ketika Kyuhyun dan Sungmin berada di kantin. Kyuhyun sengaja berdiri agak jauh lalu  menjagai atau sekedar memesan kembali semua makanan yang Sungmin butuhkan. Dia sendiri tidak bisa makan banyak karena sedang sakit—dari kemarin hingga tadi pagi, Kyuhyun kenyang memakan bubur yang menurutnya seperti lendir lendir aneh. Ia memang tidak menyukai makanan itu sejak kecil

__

“Aku duluan”

“oh, baiklah”

Tetapi mereka berdua masih berdiri di depan gerbang—mematung. Sungmin bahkan tidak mengindahkan bunyi klakson Appanya dari jauh, ia masih menatap sayu wajah Kyuhyun yang memucat

“cepatlah sembuh” pinta Sungmin, “lalu kau menjemputku di rumah Appa….”

Kyuhyun mendongak, “aku—pasti secepatnya”  janjinya walau tidak begitu yakin—dari tadi saja hidung Kyuhyun masih bersin dan panas tubuhnya hanya turun beberapa derajat sejak kemarin

“Minnie!!! Ayo pulang!!” Kangin setengah berteriak dari dalam mobil. Sungmin terpaksa menghampiri Ayahnya sambil menoleh ke arah Kyuhyun sekali lagi

“duluan Kyu”

Kyuhyun memaksakan anggukan kepada Kangin dan senyuman kilat bagi Sungmin. Tetapi raut wajahnya berubah ketika mobil itu melesat meninggalkannya seorang diri

***

“Huathcimmmmmmmm” Kyuhyun menggosok gosok hidungnya sambil berkutat di dapur,  membuat bubur untuk dirinya sendiri dan teh gingseng hangat. Tetapi Kyuhyun menjadi sanksi sendiri? Memangnya berkhasiat apa? Sudah dua hari dan panas Kyuhyun masih suka tiba tiba meninggi pada malam hari, di tambah lagi bersin bersin yang tidak kunjung sembuh

Kyuhyun juga sudah kapok pergi ke dokter. Tetap tidak berhasil

“Coba Minnie yang mengurusku seperti waktu itu—pasti aku langsung sehat” Kyuhyun tersenyum sendiri saat membayangkan Sungmin menumbuk berbagai tumbuhan hijau ketika tangan Kyuhyun terkilir karena terlalu keras berlatih basket

“Aishh, baru dua hari tetapi aku sudah merindukanmu” gumam Kyuhyun sambil melamun di depan kompor, “Minnie sedang apa sekarang?” ia lalu membentuk senyum berseri seri, “lebih baik aku telepon saja”

Baru sesaat Kyuhyun mengambil handphone dari saku celana, tiba tiba suara ketukan pintu terdengar begitu nyaring

TOK TOK

“SPADA!!!! ADA KYUHYUN TIDAKK”

Alis Kyuhyun naik sebelah, “spada??” orang norak mana yang berani berteriak geje di depan rumahnya? Karena penasaran Kyuhyun memilih membukakan pintu terlebih dahulu di banding menelepon Sungmin—itu bisa menunggu. Pikir Kyuhyun

CKLEK

“Hollaaaaa Kyunnie!! Sudah lama kau tidak pernah bertemu denganku bukan???” sapa Hangeng bersemangat, di sebelah Wookie meliriknya dengan tatapan gemas

Sekarang Kyuhyun bisa berhenti bersin bersin untuk sesaat

“Kalian berdua?” unjuknya bergantian, “ngapain di sini!!!”

Wookie menepis tangan Kyuhyun, “kami di mintai tolong oleh Sungmin untuk menjaga dan merawatmu karena dia sendiri tidak bisa—

“Dia tidak bisa mengurusmu!! Sudah kita masuk, anggap saja rumah sendiri” sambung Hangeng langsung melesak masuk tanpa menunggu tanggapan dari Kyuhyun

“Wuahhh” Wookie melihat seluruh ruangan rumah, “berantakan sekali—ck ck, begini toh nasib di tinggal istri” ucap Wookie tanpa bermaksud menyindir

“Iya Wookie!” Hangeng menggenggam tangan kekasihnya lalu menoleh ke belakang, “nah sebaiknya kau berbaring Kyu—biar kami yang menyembuhkanmu” Hangeng mendorong tubuh Kyuhyun yang berteriak protes masuk ke dalam kamar, mendorongnya terjatuh—lebih tepatnya berbaring di atas tempat tidur lalu mengangguk puas

“Nah sekarang pasien siap kita tangani” bisik Hangeng misterius

Tuuuttt….

“Halo?”

“Minnie!!!! Kenapa kau bawa kedua alien masuk ke rumah!!!” teriak Kyuhyun yang sekarang berbaring di atas tempat tidur dengan di balut selimut tebal. Tubuh kyuhyun seperti gulungan sosis panggang yang terkungkung karena pengobatan aneh ala Hanwook

Sementara kedua pasang sejoli itu berada di dapur, Kyuhyun memanfaatkan kesempatan itu untuk buru buru menelepon Minnie

“sabar Kyu, aku harus minta tolong siapa lagi? Chulie sudah pasti tidak bisa, Kibum? Kan harus ngurusin Chulie. Kalau Zhoumi dan Mochi sudah pasti tidak mau mengurusmu, kalau Siwon dan Yesung—bisa bisa kau tambah sakit lagi”

*Yewoon : Huatchimmm*

Sungmin melanjutkan perkataannya, “hanya Hanwook yang mau membantuku, mereka itu baik kok Kyu..” belanya

“Baik sih baik!!” pekik Kyuhyun sedikit kesal karena tubuhnya terengah engah di lilit dalam selimut,  “tapi asal kau tahu—aku sudah membayangkan yang tidak tidak tentang ramuan pengobatan mereka!!! Siapa tahu mereka memasukkan cacing idup Minnie!!” bisik Kyuhyun sedikit jijik

Sungmin tertawa kencang di sana, “kau aneh sekali! Tidak mungkin itu Kyu, aku memberi mereka resep pengobatan ala Umma dari bahan alami—Wookie sudah membeli semua bahan bahannya dari pasar jadi jangan ketakutan berlebihan seperti itu”

“Tetap saja—

“Kyuhyun! Waktunya minum obat!!!!” Hangeng dan Wookie masuk ke dalam—tubuh mereka sedikit belepotan cairan hijau. Kyuhyun berusaha keras membayangkan kalau itu semua hanya tanaman hijau bukan belalang mati atau cicak yang baru putus ekornya…Yaiks…

“Eh?” Wookie yang menangkap Kyuhyun memegang telepon genggam langsung mengambil dari tangan Kyuhyun lalu mematikannya, “kau sedang sakit!! Tidak boleh menelepon dulu” dia lalu melihat Hangeng yang sibuk melepaskan ikatan selimut pada Kyuhyun, “Hangeng dan aku sudah menyiapkan minuman resep rahasia kita berdua” ucapnya bangga, “kau pasti sembuh hanya dalam satu hari!!!”

Kyuhyun memutar kedua bola matanya,  “tidak ada bahan bahan aneh yang kalian tambahkan bukan?” tanyanya agak sinis namun tetap memberanikan diri mengambil secangkir dari atas meja

Hangeng dan Wookie langsung menggeleng cepat

“sudah minum saja!!!” perintah Hangeng tidak sabar

Sambil  menggigit bibir ragu, Kyuhyun menghirup bau dari minuman tersebut

“Hmm,,, cukup wangi” kali ini tanpa ragu, Kyuhyun meminum habis dalam satu tegukan tanpa melihat jika Hanwook menyeringai lebar dan menjabat tangan satu sama lain

“sudah selesai?” tanya Wookie menjaga ekspresinya

Kyuhyun mengangguk

“Sekarang kau tidur!!” Hangeng baru mau mengikat tubuh Kyuhyun lagi tetapi kali ini di tahan, “tidak usah se ekstrim ini Hangeng…aku mau tidur seperti biasa” pinta Kyuhyun memelas

Hangeng melirik Wookie, kekasihnya itu mengangguk cepat, “baiklah kau tidur…obat itu sudah mengandung penenang jadinya tidak usah takut—kau akan tertidur dalam waktu tiga detik….1…2….

“ZzzzzZ” Kyuhyun tergeletak seperti mayat hidup di atas kasur. Secara perlahan, Hangeng menggeser tubuh Kyuhyun agar bisa tertidur lebih leluasa lalu keluar dari kamar itu dengan senyum yang paling bahagia bersama Wookie

“Kalau resep kita berhasil” ucap Hangeng seraya menutup pintu pagar rumah Kyuhyun, “berarti kita bisa menjadi dokter dadakan”

Wookie mengangguk setuju, “Pokoknya gege kita lihat reaksinya besok pagi”

*Sekolah St Christie*

“Gimana keadaanmu, udah mendingan?” Kibum memeriksa kening Chulie yang masih tertunduk lemas di atas meja kelas

Chulie menggeleng lemah, “aku merasa lebih baik kok” memang betul, Kibum bisa lihat sendiri bagaimana raut wajah Chulie mulai menghangat—sehangat suhu tubuh normal sedangkan demam yang di alami oleh Chulie mengalami penurunan dari semalam, saat terakhir kali Kibum berkunjung

“kok bisa?” Kibum kebingungan, “padahal kemarin kamu lagi demam tinggi”

“biar aku tebak” Chulie berpura pura memikirkan sesuatu, “pasti karena Kyuhyun mulai sembuh—kami sudah biasa seperti itu kok…”

“Masa sih??” Kibum masih sanksi dengan hubungan saudara kembar yang biasa ia dengar—hingga Kibum lihat sendiri bagaimana dampak hubungan special itu pada sahabat dan pacarnya

Benar saja, Kyuhyun  masuk ke dalam kelas—tidak menggunakan masket lagi. Ia positif sembuh dari flu, sedangkan masalah demam—raut wajah Kyuhyun yang baru di terpa hujan salju di depan, membuat semburat merah berada di kedua pipinya

Dia telah sembuh total

Dan itu semua berkat Hangeng dan Wookie

“Nanti aku harus mengucapkan terima kasih untuk mereka” gumamnya seraya duduk di bangkunya—tidak di bangku Kibum lagi. Sekarang dia tinggal menunggu Sungmin datang—sengaja dari semalam Kyuhyun tidak memberitahu istrinya, ingin memberi kejutan

Hari ini Kyuhyun bisa menjemput Sungmin pulang

“Ck ck ck…udah sembuh aja lupa sama aku” gumam Chulie dari jauh walaupun tidak bohong jika Chulie sedikit lega melihat Kyuhyun telah baik baik saja

Mereka berdua bukan tipe yang gampang sakit, namun sekali sakit bisa berhari hari seperti kemarin itu. Hanya flu saja,  Kyuhyun butuh 4 hari untuk sembuh total

“Sudah sudah, itu berarti kamu juga sebentar lagi akan sembuh” bujuk Kibum mengelus wajah Chulie

“hehehe”

Tetapi harapan Kyuhyun musnah di tengah jalan. Hingga jam pelajaran tiba, Sungmin belum datang juga. Sebuah berita yang di sampaikan oleh guru piket kepada guru yang saat itu mengajar di dalam kelas mengejutkan Kyuhyun

“Cho Kyuhyun” panggil Pak guru Kimia sedikit murung

Kyuhyun sudah berprasangka yang tidak tidak, “ada apa Pak?” tanyanya cemas

“Sungmin—istrimu..” Pak guru terlihat suram, “dia kemarin terjatuh di kamar mandi”

Kyuhyun tidak menemukan suaranya lagi

Seluruh murid juga tersentak tidak percaya—selain Kyuhyun, Chulie hampir berdiri jika tangan Kibum tidak berhasil menahannya

“Sana, Bu Tukinem telah menandatangani telah surat ijin keluar untukmu…”

Kyuhyun hanya bisa mengangguk

Secepat kilat, Kyuhyun membereskan buku buku lalu berlari kencang keluar kelas melewati lapangan upacara dan dalam hitungan detik Kyuhyun telah sampai di tempat parkir

Ia menghidupkan motor kemudian menggas lebih cepat—tidak peduli kecepatan yang di gunakan Kyuhyun sudah di luar batas

Di kepalanya, bayangan Sungmin dan calon bayi mereka terus berputar putar, membayangi Kyuhyun

Butuh waktu belasan menit untuk Kyuhyun hingga sampai di depan gerbang rumah Sungmin. Di sana sudah ada mobil Appanya, ternyata mereka berdua sudah sampai duluan

Tanpa mengetok pintu atau mengambil kunci motor yang bisa di curi orang, Kyuhyun langsung masuk—tatapannya terhenti melihat semua orang, ke empat orang tua mereka berkumpul di ruang tamu. Wajah mereka langsung mendongak ketika mendapati Kyuhyun berdiri dengan nafas terengah engah

“Minnie mana??” tanyanya gusar

Eunhyuklah yang pertama kali berdiri, “eitss..kau tidak boleh menemuinya dulu—kan kau masih sakit”

Kyuhyun tetap maju—mau naik ke atas, “Umma aku sudah sembuh total, jadi biarkan aku menemui Minnie” tukas Kyuhyun

“tapi…” gumam Teuki

“Periksa saja” tantang Kyuhyun tidak sabaran—bisa bisanya mereka mempermasalahkan masalah sepele sementara Kyuhyun tidak tahu bagaimana keadaan Sungmin sekarang

Dan benar saja, Teuki bersama dengan Eunhyuk serius memeriksa kondisi tubuh Kyuhyun secara seksama.  Sesaat Kyuhyun merasa di rontgen masal.

“Hmmm, iya kok cepet banget sembuhnya” bisik Eunhyuk kurang suka

“Ya Umma!! Aku mau lihat istriku!! Bagaimana dia!!!” Kyuhyun menepis lengan Ummanya dan langsung menaiki dua tangga berturut turut sekaligus untuk mempercepat langkah. Dia tidak peduli jika kedua pasang orang tua itu masih melihat Kyuhyun sambil menggelengkan kepala

“anak muda emang ga bisa nunggu sebentar saja..ck ck” kata Donghae tenang, ia dan Kangin sedang bermain catur ketika Kyuhyun datang dengan heboh barusan


Di dalam kamar

KREKKK

“Minnie” bisik Kyuhyun menatap nanar tubuh istrinya yang sedang tertidur dengan posisi meringkuk—memeluk perutnya sendiri seperti bersikap protektif. Sungmin tertidur begitu pulas sampai tidak sadar jika Kyuhyun telah berpindah dan memeluk tubuh Sungmin, melingkarkan kedua tangannya dari belakang sambil mencium kening Sungmin

“Ng…Umma?” Sungmin mendelik ke arah belakang, betapa terkejutnya ia malah melihat Kyuhyun berada begitu dekat dengannya, “Kyu!! Kau sudah sembuh!!” Sungmin terus berbalik dan memeriksa suhu tubuh Kyuhyun teliti, “tuh kan…Hangeng dan Wookie tidak bohong padaku untuk membuatmu sembuh dalam sehari”

“itu tidak penting” Kyuhyun mencium telapak tangan Sungmin yang memegang keningnya tadi, “aku dengar kau jatuh dari kamar mandi” bisiknya cemas, “apa kau terluka??”

“Tidak” jawab Sungmin enteng, “aku memang terjatuh—tetapi itu dalam posisi duduk jadi tidak membahayakan si kecil ini” kata Sungmin sambil mengelus perutnya sayang

“Bukan hanya dia yang aku khawatirkan” jelas Kyuhyun, ia memandang lekat lekat Sungmin

Senyum manis Sungmin merekah, “aku tidak apa apa, sungguh”

Kyuhyun ikut tersenyum, “hmm…kau siap ku jemput pulang? Atau jangan jangan kau betah tinggal di sini” godanya

Sungmin langsung menggeleng, “tidak!! Aku janji Kyu, tidak akan ngidam aneh aneh lagi sehingga kau tidak jatuh sakit!” matanya yang meredup, “aku mau di rumah saja”

“Baiklah Minnie” tatapan Kyuhyun melembut, “kita pulang sekarang”

“Baik bos!!”

“Tapi sebelum itu…” Kyuhyun meraih pinggang Sungmin hati hati mendekat ke arahnya, “kau ingat tidak, beberapa hari yang lalu—saat aku sakit, kau berada dalam pelukanku….” Kyuhyun sengaja menggantungkan kalimatnya

Sungmin berpikir keras, “terus Umma dan Appa datang lalu….

“Bukan!! Bukan itu!!!” sanggah Kyuhyun sedikit kesal bercampur gemas, “aku menarikmu mendekat dan..

“Ah…aku—“ Sungmin mendadak terdiam. Akhirnya dia mengerti maksud Kyuhyun

Sikap pendiam Sungmin di artikan Kyuhyun sebagai persetujuan tidak langsung

“Nah” ia mengangkat wajah Sungmin agar mendongak, “kita selesaikan itu baru kita pulang”

“Memangnya tidak bisa di rumah?” tanya Sungmin sedikit gugup waktu Kyuhyun mendekatkan wajahnya padahal mereka sudah sering melakukan itu

Jantungnya tetap berdegup kencang, tidak pernah berubah

Kyuhyun menolak semua alasan Sungmin, “sudah terima saja—biarkan aku menciummu” sesudah itu Kyuhyun menempelkan bibirnya yang sudah jauh lebih hangat seperti sedia kala dengan bibir Sungmin

“Hangat” bisik Sungmin membalas ciuman Kyuhyun

“sudah pasti” Kyuhyun memperdalam ciumannya sehingga Sungmin tidak bisa berbicara lagi.

Selang beberapa menit, Khuhyun melepaskan ciumannya sambil mengelus wajah Sungmin yang sudah semerah kepiting rebuh lalu tersenyum senang

“Oh ya Minnie, resep apa sih yang membuatku bisa sembuh dalam sehari?” tangan Kyuhyun bergerak spontan mengelus perut Sungmin yang semakin besar, “itu darimu?”

“Iya” Sungmin mengangguk, “tetapi aku tidak bilang bisa sembuh sehari—aku kan hanya bilang pengobatan herbal”

“EH??” Kyuhyun terkejut, “jadi……..itu resep asli dari mereka berdua???” tanyanya tidak percaya

“mungkin” Sungmin mengangkat bahu, “kenapa Kyu?”

“mereka?!!” suara Kyuhyun berubah marah, “Awas kaliaannnnnnnn!!!!”

TBC

18 responses to “≈No Other Like U-Forty Two-{Kyuhyun’s sick}≈

  1. Hah? Resep apa resep apa??
    Eh, berarti si Kyu jadi kelinci percobaan obat buatan Hanwook ya. -__-”

    Aku penasaran, Minnie ngidam apa sih sebenernya. Jangan-jangan.. *otak yadong kumat. #ditendang keluar ama author*

    Oiya, waktu baca tadi aku selalu mikir. Ini ff genrenya komedi juga ya. Ngakak terus daritadi. ^ ^v

  2. hahahaha…
    abis baca ff nii jadi inget ma ff special part : hanwook

    PS : isi dari obat yg buat kyuhyun sembuh…

    and betul aja apa yg dlm pikiran kyu, klo dlm obat ad “benda2 aneh”
    hahaha,, ngakak sendiri… Peace …v

  3. Siwon mata keranjang banget kayaknya…ckck.
    Chulie,,kasian banget malah ikutan sakit…
    Dan Hanwook aneh banget…haha.

  4. wahh bru jauhan gtu aj udh sedih haha~
    sadis bnr lgian ampe
    misahin gtu” amad? cckck ortuny sadis
    astaga kaget it minni jatuh !! ati” donk min~
    emg ia y klu kembar gtu 1ny skit eh 1 ny jg haha~
    obat ap tuh!! wah serem

  5. huwaaaa kyuppa sakit,hhmmm gra2 minnie ngidam’a aneh2 sihhh…
    eeehhh mlh dipisahin pula ma minnie duh ortu pda lebay nihhh
    untung kyuppa dah sembuh,,hehehe itu hanwook ngasih resep pa yaaaaa,,,,secara han ge2 kan rada aneh gt,

    fuuuiiiihhhh untung minnie n bayi’a ga knp2,,
    syukur deh

  6. hufff untung kyu sembuh..
    berkat minuman aneh karya hanwook -__-‘
    huueekk pasti rasanya aneh. kasian juga kyu jadi orang pertama yang minum resep aneh itu.
    tapi kyu harus berterima kasih ama hanwook, walaupun aneh tapi tidak beracun malah menyembuhkan.
    coba kalo kyu masih sakit kan ga bisa liat minnie dan ga bisa jemput minnie pulang.
    kyu ga bisa nahan nyampe rumah sendiri apa?
    masih di rumah orang tuanya tapi minta ciuman yang gagal itu ckckck

  7. Hahahaha, ngakak liat duo hanwook beraksi sebagai dokter.., tp kyu juga harus terimakasih, berkat ramuan ala hanwook, kyu bisa sembuh dlm sehari..
    Kekekeke😀

    abis sakit sifat kyu langsung pervert dech.., udah tau bru sembuh sempat2 nya ngelanjutin acara ciuman yg tertunda.., kekeke😀 #dasarepil

  8. sedih ngliat kyu jauh dr minnie tapi akhirnya bersatu lf
    ahahahhaah memang minnie ngidam apa si ??
    seru tau ff iini
    maaf ya aku baca loncat2

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s