≈No Other Like U-Forty Three-{Sungmin mind}≈

Zimbabwe, Afrika Selatan

“HYAAAAA” Miiju menyeka dahinya yang banjir air keringat. Tetapi dia tidak peduli, meski harus kehausan dan kelaparan di tempat gersang seperti ini. Miiju berpikir untuk bertahan hidup terlebih dahulu, baru setelah itu merencanakan kepulangannya ke Seoul

“Awas kau Lee Sungmin!!!” Miiju menghentakkan kaki ketika mengangkut berbagai bebatuan dari hutan.

“Hei, kau jangan menggerutu saja!!! Cepat laksanakan tugasmu!!” bentak salah satu Ibu berbadan tinggi besar keturunan Afrika asli.

Miiju tertunduk, dia meneruskan perjalanannya mengantarkan batu batu itu sampai ketempat pengumpulan

Semenjak tiba seminggu yang lalu di Simbabwe, Miiju berusaha menghubungi kedua orang tuanya—tetapi tidak berhasil. Ia baru mau memutuskan untuk tidur di salah satu hotel yang ada di dekat airport namun belum sampai di sana, Miiju sudah kerampokan oleh orang setempat karena penampilannya yang mewah

 

*Kasihan banget cast kesayangan gw ini* *hug Miiju*

Maka dari itu sekarang Miiju memutuskan untuk bekerja sebagai pengangkat bebatuan di sebuah perusahaan kecil guna memenuhi targetnya membeli tiket pesawat terbang. Bahkan jika Sungmin atau Kyuhyun berkunjung ke sini, mereka pasti tidak dapat mengenali Miiju lagi. Wajahnya yang cantik tertutupi polusi asap tebal di sertai panas terik matahari yang membuat tubuhnya makin hitam—mirip orang setempat

Tetapi ada satu hal yang patut  di banggakan dari Miiju. Dia tidak mengeluh melakukan pekerjaan kasar seperti itu meski harus merendahkan diri. Semakin giat ia bekerja, semakin cepat dia dapat keluar dari sini. Dan itu berarti, semakin cepat Miiju bisa bertemu keluarga kecil Sungmin kembali (untuk balas dendam)

“Hehehee…lihat saja nanti” bisik Miiju yang sedang mengangkut 234 kg bebatuan menuju truk di depan jalan raya

*****

Sungmin PoV

“Kau memang tega!! Selingkuh di belakangku!!!” Wanita itu berteriak marah sambil meletakkan tangan di atas perutnya yang membuncit, “padahal aku sedang mengandung anakmu!!! Kau benar benar jahat!!” tuduhnya lagi

Lelaki yang di sebut suaminya itu malah menyeringai lebar, “lalu? Memangnya kenapa??  Apa salah jika aku menemukan wanita yang jauh lebih baik darimu? Ck ck ck”

Aku yang tengah memakan es krim satu box, menggeram penuh amarah. Benar benar lelaki kurang ajar!!!! Apalagi istrinya itu hamil memasuki 4 bulan sama sepertiku saat ini. Kenapa suaminya malah berani main belakang?!

“Kau?!!” wanita lemah itu tidak bisa berkata apapun melihat suaminya telah berubah drastis, “padahal kau dulu begitu mencintaiku…tetapi…” ia terisak menangis—memilukan

Hiks

Tanpa sadar air mataku pun tumpah, aku terisak saat adegan sang suami menepis lengan istrinya yang bermaksud membujuknya sekali lagi

“Hiks…hiks..” tangisku makin kencang sekarang

“Minnie??”  suara Kyuhyun terdengar panik, ia yang sedari tadi berada di dalam kamar tiba tiba sudah berada di sebelahku. Tangannya sigap mengambil tissu di meja lalu menghapus air mataku, “kan aku udah bilang…jangan nonton telenovela lagi!! Aisshh kamu susah banget di bilanginnya” kata Kyuhyun ketus

Aku pun menoleh, “hiks..hiks.. sedih banget Kyu” ucapku tidak singkron dengan sindirannya—habis cerita ini memang bagus kok

Tetapi Kyuhyun tidak peduli, ia terus saja menyerocos tentang hobiku yang terbilang aneh semenjak hamil, sementara aku menganggap sambil lalu ucapan Kyuhyun agar lebih fokus menonton lanjutannya

“Sudah!! Aku mau pergi dari rumah ini terutama dari kamu!!!” unjuknya tajam, “nanti akan kuhubungi pengacara untuk mengurus surat perceraian kita” tanpa menunggu reaksi dari sang istri, suami itu langsung pergi…membanting pintu dan…

TEEETTTT…TEEETTTTT…. Itu bunya closing telenovela

[BERSAMBUNG]

“HUEEEEEEE” teriakku di iringi suara tangisan

“Kamu kenapa lagi sih!!” bentak Kyuhyun yang tadi sempat tertidur di sampingku

“Lihat itu Kyu” aku menunjuk layar kaca, “lagi seru serunya malah TBC!!! Hueee…hiks…”

“Kau?!” wajah Kyuhyun kembali marah, aku menciut di sampingnya—ketakutan. Habis Kyuhyun kalau sudah marah, pasti seram banget

Namun ternyata Kyuhyun tidak melakukan apa apa. Aku mengintip dari balik kedua tanganku. Dia hanya tersenyum tipis

Eh? Tersenyum? Sejak kapan seorang Kyuhyun bisa menahan amarahnya itu?? Pikirku curiga

“Kamu kenapa Kyu??” selidikku makin kalut

Ia menghela nafas sejenak, “tidak, sudah tidak usah berpikir macam macam—kita makan malam aja yuk” ajaknya sambil menggandeng tanganku ke arah meja makan.

Aku sedikit terperangah melihat semua makanan kesukaanku, hmm mungkin selama aku menonton tadi Kyuhyun sudah memesankan makanan di restoran langganan kami. Maklum semenjak hamil, aku suka di larang Kyuhyun untuk bekerja terlalu berat—termasuk memasak. Jadinya kami berdua lebih sering memesan makanan

“Ayo makan, jangan melamun” suara Kyuhyun yang lembut langsung membuyarkan lamunanku. Ia sibuk menyendokkan satu persatu hidangan ke dalam piringku sedangkan aku sendiri berkutat sambil berpikir keras, ‘kenapa aku tidak asing dengan adegan ini ya..tapi kapan? Dan dimana?’

Selesai makan malam, Kyuhyun menuntunku ke dalam kamar baru setelah itu ia kembali ke ruang makan. Mungkin membereskan semua sisa sisa makanan dan piring kotor bekas kami berdua. Kyuhyun juga sibuk merapikan semua ruangan sebelum mematikan lampu depan kemudian masuk ke dalam kamar tidur

Kenapa aku malah merasa cemas begini melihat sikap Kyuhyun yang berubah drastis. Sejak kapan dia mau melakukan itu semua?? Memang dia pernah berjanji untuk mengambil alih pekerjaan rumah semenjak aku mengandung—tapi tetap saja, Kyuhyun terlalu berubah. Ada apa ini sebenarnya??? Kenapa perasaanku menjadi tidak tenang yah..

Pikiranku melayang ke berbagai hal sampai sampai baru sadar ketika Kyuhyun mengelus pipiku—halus, “Kamu dari tadi melamun terus? Ada apa sih Minnie?” tanyanya sambil mengajakku berbaring di tempat tidur

“tidak…” jawabku kurang meyakinkan, kulihat Kyuhyun mau mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi. Ia memilih memelukku seperti biasa—sebagai bantal tidurnya, “kita tidur…besok kan masih harus sekolah, udah kamu jangan mikir yang berat berat dulu” bisiknya tepat di telingaku

Aku hanya bisa mengangguk, kupeluk tubuhnya begitu erat sampai sampai Kyuhyun sedikit mengerang—karena sesak nafas, “aw…Minnie!” tegurnya sambil melepaskan tanganku yang melingkar di punggungnya, “Kau kenapa sih?? aneh banget hari ini” Bisikku sambil menyembunyikan wajahku pada tubuhnya

“takut? Mungkin itu hanya bawaan bayi, Minnie” Kyuhyun mengacak acak rambutku, “kau terlalu khawatir—sudah di bawa tidur saja”

Kalimat Kyuhyun seperti obat penenang bagiku. Pelukanku mulai mengendur dan sesaat kedua mataku terpejam sempurna. Pikiranku bertambah ringan karena memasuki dunia mimpi. Aku tidak memikirkan apa apa lagi

__

“Sebentar lagi jam 5” ucapku semangat. Aku langsung mengambil beberapa cemilan dari dalam kulkas untuk menemaniku selagi menonton tayangan iklan sebelum drama favoritku di putar.

“Minnie, sini sebentar” kata Kyuhyun memanggilku dari dalam kamar

Aku melirik jam sejenak—sepertinya tidak apa apa kalau aku menemui Kyuhyun dulu. Aku kan memang tidak suka ketinggalan satu menitpun drama itu.

Aku berdiri dengan santai sambil memegangi perutku spontan, “ada apa Kyu?” tanyaku waktu berdiri di depan kamar

Kulihat Kyuhyun sedang merapikan beberapa pakaian ganti dan handuk kecil yang di masukkan ke dalam tas

“Aku tidak bisa menemanimu nonton hari ini” katanya mendongak ke arahku, “Selama seminggu ke depan aku pasti sibuk mempersiapkan pertandingan terakhir sebelum masuk musim ujian, tidak apa apa kan?” tanyanya sedikit was was

Aku merasa kecewa—entah kenapa akhir akhir ini aku ingin selalu bersama sama dengan Kyuhyun. Bahkan aku rela tidak menonton drama kesayanganku itu, kalau Kyuhyun tidak bisa menemani

Aha! Aku punya ide bagus

“gimana kalau aku nonton kamu latihan??” mungkin di sana tidak begitu membosankan, kan ada Chulie juga. Pikirku senang

“TIDAK BOLEH!!”

Mendengar suara teriakannya aku langsung terdiam

Kyuhyun yang sadar sudah keterlaluan berusaha menenangkanku, “maaf Minnie..bukan maksudku—

“Aku mau nonton drama” potongku seraya berdiri, berbalik arah lalu meninggalkan Kyuhyun sendirian di dalam kamar

Sesampainya di depan TV, aku menghempaskan tubuh—berusaha lebih rileks. Ternyata drama itu sudah mulai dan masuk ke dalam inti cerita. Meski masih seputar pertengkaran mereka berdua seperti episode kemarin

Aku tetap bergeming menatap televisi ketika mendengar suara pintu kamar tertutup. Kyuhyun pasti sedang berjalan ke arahku sekarang. Masa bodoh! Lebih baik aku pura pura tidak menyadari kehadirannya di belakangku

“Aku pergi Minnie” ucapnya sambil mencium kepalaku sekilas,  “lebih baik kamu di rumah aja” katanya sebelum keluar dan menutup pintu depan

Bunyi deru mesin motornya terdengar hingga ke dalam. Aku masih memperhatikan itu sambil melayangkan pandangan hampa ke arah Televisi

Suara itu memelan, lalu melaju kencang—seolah olah meninggalkanku di dalam rumah. Sendirian

“Hiks…” sekarang tangisanku ini tidak ada hubungannya dengan isi cerita telenovela. Aku terus menangis tanpa tahu, kenapa aku bisa terus menerus menangis..entahlah. Hanya satu hal yang ku tahu, aku semakin benci di tinggalkan sendirian

Aku mau selalu bersama Kyuhyun

*****

“Oh jadi ini toh maksud di semua perbuatan baik kamu selama aku hamil!!!!” teriak sang istri, “Karena kamu selingkuh dengan perempuan murahan itu dan mau menikahinya setelah bercerai denganku!!! Kau–??” wanita itu tidak kuat lagi. Kasihan bayinya…ia sempat menjerit karena perutnya serasa di tekan—pasti karena stress menghadapi suaminya.

Aku juga pernah merasakan itu ketika bertengkar hebat dengan Kyuhyun beberapa waktu yang lalu. Sesaat aku merasa perutku memutar dan memelintir kuat—sempat aku ketakutan mendengar peringatan dokter kalau aku bisa keguguran kapan saja

“Untung kamu tahan banting” bisikku lembut sambil terus mengelus perutku yang semakin membesar—walaupun aku belum bisa merasakan gerakannya karena baru jalan 4 bulan

“Aku hanya kasihan pada wanita hamil seperti dirimu!!” lelaki yang lebih pantas di sebut pengecut itu memandang rendah ke arah perut istrinya, “tidak lebih!!!  Pokoknya aku akan menceraikanmu setelah bayi itu lahir. Aku akan menandatangani surat pernyataan untuk masa depan anak itu kelak—aku tetap bertanggung jawab menjadi ayahnya, itu sudah terlalu bagus untukmu” jelas suaminya bangga

Seketika itu juga—aku memeluk tubuhku. Refleks melihat tatapan lelaki di dalam layar kaca yang tega menghujani kata makian ke istrinya

“Ya Tuhan…” desisku, “kalau Kyuhyun berani melakukan ini aku akan—eh tunggu…” otakku berputar kencang, “kejadian tadi malam…”

Sang suami memberikan semua yang di butuhkan istrinya yang mengandung. Istirnya tersenyum bahagia mendapat perhatian lebih, apalagi perlakuan suami yang begitu menyayanginya. Dan kejadian itu terjadi saat mereka makan malam…

“Tidak!!!!” teriakku baru menyadari sesuatu, “pantes aja aku kok seperti merasa dejavu..ternyata…itu sama persis di alami wanita ini sebelum perselingkuhan suaminya terbongkar”

Apa mungkin Kyuhyun juga….

Aku menggelengkan kepala cepat, Kyuhyun mencintaiku—ya dia mencintai…..tapi suami di telenovela ini juga awalnya sangat mencintai istrinya tetapi karena tergoda oleh perempuan lain…dia…

“Eh? Perempuan???” aku terkejut lagi

Tiba tiba penolakan Kyuhyun agar aku tidak ikut menonton latihannya kembali terngiang. Kenapa dia melarangku?? Padahal dulu ia malah sering memaksaku datang sambil mengantarkan makan siang, tapi sekarang?

“Jangan jangan…” aku sudah memikirkan hal terburuk—tanpa menunggu telenovela habis, aku mematikan TV, mengambil kunci rumah serta jaket untuk menutupi wajahku nanti.

Ya, aku memutuskan pergi ke sekolah. Melihat apakah benar dugaanku ini

Tidak di butuhkan waktu lama untuk sampai. Aku memanggil taksi di depan jalan dan dalam 15 menit aku sudah berada di depan gerbang sekolah. Meski hari sudah mulai sore tetapi suara gemuruh dari balik lapangan tetap terdengar kencang

“Masuk apa ngga” gumamku tidak jelas. Bisa di marahi Kyuhyun kalau ketahuan menyusul kemari. Dia kan tadi bilang tidak boleh

Tetapi aku sudah terlanjur datang, hmm mungkin tidak ada salahnya jika aku mengintip sebentar.

Kulangkahkan kaki menuju lapangan, berusaha menguatkan hati agar tidak berbalik lalu pergi. Aku benar benar takut kepergok Kyuhyun, Chulie atau salah satu dari teman kami. Bisa bisa Kyuhyun memarahiku selama dua hari lagi

“Kya!!!!!!!! Kyuhyun saranghae!!!” teriakan para yeoja di depan pintu lapangan terdengar keras. Dengan hati hati, aku berusaha mengintip lebih dalam.

Oh, mereka sedang melakukan uji coba. Spontan aku menangkap sosok Kyuhyun yang sedang mengoper bola bergantian dengan Siwon. entah apa nama teknik itu. Sedangkan Kibum berusaha melakukan pertahanan dengan salah satu rekan teamnya yang aku kenal juga

“Hyaaaa!!!! Hwaiting!!!!”

Yah, mereka berteriak lagi sambil mengangkat tangan ke atas—aku semakin tidak bisa melihat mereka kan! ck

PRIIITTTT. Bunyi peluit pelatih Kyo

“Istirahat 15 menit!!” teriaknya membuyarkan permainan semua anak didiknya. Perlahan satu persatu keluar dari lapangan. Aku semakin merunduk ketika Siwon menerima botol air minum dari para penggemarnya

Aishh, kalau dia masih terus begitu bagaimana mau mendapatkan Zhoumi

“Kyuhyun!!!! Ini air minum untukmu!!!!” pekik beberapa yeoja yang menghambur mendekati Kyuhyun yang sedang berbicara dengan Kibum dan Chulie

Hatiku miris—aku seperti berada di luar lingkaran mereka bertiga

“Tidak usah, gw bawa” penolakan Kyuhyun membuat hatiku jauh merasa lebih ringan. Yah paling tidak sikap ketusnya masih ada pada wanita lain. Eh? Bukannya sama aku dia juga begitu?? Terus bedanya apa dong? Istri bukan istri, perlakuan Kyuhyun sama aja…aishh

“Yah…” penggemar Kyuhyun yang kecewa mundur beberapa langkah. Mereka yang berdiri tak jauh dariku mulai berbisik—lebih tepatnya bergosip, “Kyuhyun sikapnya kok masih jutek!!! Padahalkan ini kesempatan kita buat deketin dia mumpung istrinya ngga ada!!!”

DEG

Aku semakin tertunduk—menyembunyikan diri meski berusaha mencuri dengar omongan mereka tentang diriku. Untung saja pakaian swetterku yang kebesaran bisa menyamarkan perutku serta hoodie yang menutupi sebagian wajahku

“Kyuhyun punya istri?” teriakan salah satu temannya teredam karena lapangan saat ini memang agak berisik, “bukannya itu cuma gosip?? Cowok normal mana yang mau nikah pas masih SMA!! Gila aja”

Sekejap aku melirik yeoja itu—benar..dia bukan murid sekolah ini. Pantas dia tidak tahu tentang Kyuhyun sama sekali

Tetapi perkataan dia ada benarnya juga, kalau begitu Kyuhyun gila dong mau nikahin aku waktu kenaikan kelas kemarin.

“Beneran gw!!!” sahut temannya, “malah istrinya lagi hamil sekarang”

“Eh???” dia semakin terkejut, “ah bilang kek kalau Kyuhyun nikahin dia karena MBA!! Kalau begini kan jadi masuk akal”

Aku benar benar kesal bercampur sedih, kali ini aku tidak bisa menahan diri—aku hendak berbalik arah dan meneriakkan pembelaan di depan wajahnya tetapi keduluan temannya yang berbicara

“Ngga kok—mereka udah mau dua tahun menikah dan Sungmin baru baru ini mengandung—umurnya aja baru 4 bulanan deh”

EH? DUA TAHUN?? Bukannya aku itu menikah pas…..

“Alah paling Kyuhyun cuma nafsu doang sama tuh cewek!! Bentar lagi paling di cerein” balas wanita itu jengkel

Pikiranku yang tadi beralih kembali terpusat pada omongan kedua yeoja itu, apa tadi katanya…Cerai???

Aku tidak bisa membalas perkataannya. Seketika itu juga aku menekan hoodie agar bisa menyembunyikan wajahku untuk melihat Kyuhyun dari jauh

Yah..omongan wanita penggemar Kyuhyun itu tidak terlalu salah. Lihatlah Kyuhyun, dia punya masa depan cerah—bisa menjadi atlet basket terkenal, di sukai banyak wanita. Sedangkan siapa aku?? Kadang aku suka berpikir—kalau saja waktu itu Kyuhyun tidak kebetulan tahu alamat rumahku dari Chulie dan dia tidak kebetulan bersandiwara denganku. Pasti sekarang Kyuhyun tidak menikah, dia bebas menjadi apapun yang ia inginkan

Tidak harus cepat cepat mencari uang untuk menafkahiku dan anak kami kelak. Tidak punya kewajiban pulang lebih cepat untuk mengurusi wanita hamil.

Aishh..kenapa aku jadi sedih begini… seolah olah aku merampas masa depan Kyuhyun….

“Minnie!!”

Eh?? Aku yang sedang termenung langsung tersadar, itu suara Kyuhyun. Aduh kenapa dia masih bisa mengenaliku sih padahal aku sudah menutupi wajah dan kepalaku!!!

“ada apa Kyu?” tanya Chulie terheran heran melihat Kyuhyun berteriak ke arahku

Aku harus cepat cepat kabur dari sini!! Untung saja lapangan masih ramai—dengan sigap aku mengendap endap keluar dan bersembunyi di balik pohon tidak jauh dari pos satpam

“Minnie!!!” itu suara Kyuhyun! Ya Tuhan pasti dia mengikutiku keluar ruangan tadi. Aku merunduk ketakutan—jangan sampai dia kemari, ku mohon..bisa bisa aku akan di marahi nanti

Bunyi derap langkahnya semakin dekat. Aku hanya bisa menggigil gugup—berusaha memikirkan seribu satu alasan kalau sampai tertangkap basah.

“Kyu!! Lo kenapa sih?? itu pelatih udah nyuruh kita ngumpul lagi” panggil Kibum yang menyusul Kyuhyun—aku bisa mendengar suara mereka begitu dekat

“Ngga…tadi perasaan gw seperti ada Minnie di dalam lapangan ya…”

DEG

“ya perasaan lo doang…ayo cepetan ntar pelatih marah lagi” suara Kibum terdengar gusar

Langkah mereka menjauh dan menghilang dari balik pintu

Aku menghela nafas—merasa beruntung dan cemas dalam waktu bersamaan. Aku tidak bisa mengintip Kyuhyun lagi lain kali—dia dengan mudah dapat menemukanku meski tertutupi orang banyak, apa aku harus memakai wig yang waktu itu kami beli ya?

Aduh!! Sungmin! Enyahkan pikiran bodohmu!!

Mungkin aku lebih baik pergi sekarang juga. Toh—rawan kalau aku kembali ke dalam lapangan. Kyuhyun pasti melihatku lagi dan bisa di tebak aku tidak akan bisa kabur untuk kedua kalinya

“Hmmm….haus..” gumamku sambil mengelus perut, “beli susu yuk” ajakku kepada calon bayi kami. Aku memutuskan berjalan kaki keluar dari sekolah ini lalu pergi ke arah supermarket Yesung yang jaraknya tidak begitu jauh. Toh persediaan susu di rumah memang sudah habis

“Selam—eh Sungmin” sapa Yesung ramah, ia bergegas melepaskan apron dari tubuhnya sambil berjalan ke arahku, “sendirian?” tanyanya lagi

“Hmm” aku mengangguk, “Kyuhyun lagi latihan basket, ini aku mau beli susu—

Belum selesai aku berbicara, Yesung sudah menghilang. Ia kembali dengan dua kotak berukuran besar yang biasa di beli Kyuhyun untukku

“Ini untukmu” ucapnya dengan sangat ramah—er…aku mulai curiga. Apa jangan jangan pengaruh senyumku barusan?? Aduh. Kataku dalam hati

“Makasih…semuanya berapa?” tanyaku berusaha mengambil uang dari kantung swetter dengan satu tangan, tetapi lagi lagi Yesung bersikap kelewat ramah

“tidak usah” dia menolak uluran tanganku yang berisi uang, “itu aku yang traktir”

Aku tidak tahan lagi. “Kau kenapa sih!! pasti ada maunya” kataku terus terang, sejak kapan seorang Yesung yang terkenal pelit mau berbagi susu ibu hamil yang tergolong mahal. Aku bahkan ingat betul Yesung menghadiahiku struck belanjaan yang menunjukkan kalau dia sudah membelikanku kue ulang tahun secara cuma cuma.

“hehehe” dia nyengir lebar, “tahu aja…aku….aku….” Yesung melipat kedua tangan dengan sikap setengah gila—untuk ukuranku. Dia terlihat seperti anak kekurangan obat penenang

“Apaan sih Yesung!!” hardikku mulai tidak sabar

Senyuman tidak jelasnya malah makin lebar, “aku mau minta bantuanmu supaya aku bisa mendapatkan Mochi!! Tolongin dong! Dia kayaknya udah marah berat sama aku semenjak kasus waktu itu” pinta Yesung sedikit memaksa

Aku bernafas lega—ini masih normal. Aku sudah membayangkan Yesung meminta yang tidak tidak kepadaku.

“Boleh…tetapi kamu harus merubah sikap!! Jangan kayak abang abang lebay gitu!! Cewek mana yang ngga ilfeel” kataku terus terang

Yesung hanya manggut manggut setuju

Tiba tiba aku memikirkan sesuatu yang menarik, “eh gimana kalau kita bicara di rumahku saja, sekalian main—aku sendirian soalnya”

“Eh? Boleh?” Yesung nampak waspada, “nanti kalau aku di bunuh Kyuhyun gimana?? Ngga mau!! suamimu galak”

Wajahku yang tadinya ceria tiba tiba berubah. Benar juga kata Yesung, Kyuhyun kan orangnya cemburuan banget—tapi….kalau dia cemburuan kenapa malah ninggalin istrinya di rumah sendirian, bukannya di ajak pergi!! Aish masa bodoh!

“Ngga apa apa kan kita temenan” kataku meyakinan Yesung

Meski awalnya Yesung sempat bimbang akhirnya dia mau juga ikut bersamaku kembali ke rumah. Aku senang sekali berbicara dengannya tentang pengalamannya mendekati Mochi

“Bayangkan aja Sungmin! Aku deketin sekali dia menghindar, kedua kali dia takut takut dan terakhir kali dia malah pura pura ngga kenal!! Aishh bukannya ada kemajuan malah semakin mundur” curhat Yesung

Aku hanya bisa tertawa pelan sambil menutup mulut—takut Yesung tersinggung, “makanya jadi lelaki jangan godain cewek terus, pendekatan ada ilmunya juga tahu”

“kalau  kamu sama Kyuhyun?” tanyanya penasaran

Aku memutar kedua bola mata, “Kyuhyun? Satu kali ketemu dia ngatain aku, dua kali ketemu ngaku kita pacaran, terakhir kali ketemu malah ngajak nikah” candaku

“HAHAHAHAHHAHA, khas dia banget sih!  ck ck andai gw bisa gentle kayak tuh anak”  kata Yesung dengan pandangan menerawang jauh

“dasar” sindirku sambil membukakan pintu rumah. Kami masuk ke dalam lalu aku mempersilahkan Yesung duduk di ruang tamu selagi aku memasukkan susu ke dalam kulkas dan membuatkan satu porsi untuk kuminum

“Eh Sungmin kamu lagi ngapain??” Yesung tiba tiba sudah berada di sampingku

“Bikin susu” jawabku spontan

Yesung menyingkirkan tanganku dari gelas, “biar aku saja yang buat—kata Umma wanita hamil tidak boleh kelelahan, kau duduk saja”

Tumben nih anak baik

“Eh…tapi aku—

“sudah sana!” usir Yesung, dengan cekatan dia mengaduk susu sesuai takaran. Aku diam diam merasa kecewa—kenapa bukan Kyuhyun yang bersikap seperti ini kepadaku

*Reader…sumpah kok mendadak gw mau jadiin mereka berdua, kayaknya cocok deh Yemin hehehehee*

Aku memutuskan duduk di sofa, menunggu Yesung datang dan membawa dua gelas ke hadapan kami. Susu hamil untukku sekaligus jus buah kalengan yang memang aku sediakan khusus buat tamu—seperti Yesung

“Makasih” kataku betul betul terharu

“sama sama” balas Yesung tersenyum ramah

*beneran deh reader…gw kok dapet feel banget…apa gw cerein aja Kyumin terus Yesung sama Sungmin ok ok?*

#efekdemam+Pusing+mual

Back to FF

“Nah sekarang” Yesung meraih buku kecil dan sebuah pulpen yang terselip di kantong belakang celananya lalu dengan bergaya seperti pewawancara, ia mulai menanyaiku, “kasih tahu dong resepnya Sungmin? Kan udah di buatin susu”

Aku tersenyum melihat tingkahnya—Yesung benar benar membuat suasana hatiku menjadi kembali rileks

*tuh kan!!! aduh mereka berdua cocok!!!!! sumpah reader, gw tergoda banget nih!!! Mau bikin mereka berdua jadian*

* sebelum gw dibunuh massa, Kyuhyun udah bunuh gw duluan*

“Hal pertama tuh kamu harus deketin dan tahu apa yang di sukai sama Mochi” senyum misterius mengembang, “dan kebetulan aku tahu”

Yesung cepat cepat menulis, “apa??? Ayo dong kasih tahu!!” katanya sedikit memaksa

“Mochi pecinta kartun sejati, kau tahu dia sengaja pulang cepat sehabis sekolah hanya supaya tidak ketinggalan menonton kartun kesayangannya itu” aku membocorkannya karena masih terngiang sewaktu aku tinggal di sana. Kami berdua sempat bertengkar memperebutkan remote TV karena acara yang kami sukai, di putar pada jam yang sama

Tetapi Zhoumi menengahi dan memenangkan Mochi karena menurutnya Telenovela adalah tontonan tidak mendidik

“Memang kartun apa yang di sukai Mochi?” tanya Yesung lebih lanjut

“Tom and Jerry”

Yesung terbelalak, “Ha?? Anak kecil banget tuh! Apa ngga ada kartun lain” meski menggerutu Yesung tetap menuliskan semua penjelasanku dengan rapi.

“aku sarankan kau memulai dari situ dulu—cari tahu segala sesuatu tentang Tom and Jerry, sovenir  kek, jam tayang atau apapun. Nanti lama kelamaan Mochi pasti mendekat padamu” kataku yakin

Mochi itu pasti seperti anak manis kalau sudah di hadapkan dengan ‘all about Tom and Jerry’

“O..ke..” Yesung masih terus menulis, “terus apa lagi Sungmin?” tanyanya sambil mendongak

“Terus—

CKELK

“Aku pulang” itu suara Kyuhyun!!

Spontan Yesung berhenti menggoreskan pena dan aku melirik gugup ke arah pintu.

Benarkan..Kyuhyun termangu tak jauh dari sofa ruang tamu. Ia memandang tajam ke padaku dan Yesung secara bergantian—seolah olah meminta penjelasan

Sedangkan Yesung mencuri pandang ke arahku, kelihatan sekali dia ketakutan membayangkan kemarahan Kyuhyun. Tetapi aku hanya mengangkat bahu sebagai balasannya. Jujur aku tidak merasa ada yang salah di sini

Yesung hanya bertamu, tidak lebih. Tetapi Kyuhyun bersikap seakan akan tengah memergoki aku sedang selingkuh di dalam rumah

*Sungmin, mau gw bikin selingkuh beneran?*

“Kyu ini—

“E..Kyu”

Ucapanku dan Yesung terlontar bersamaan

*emang jodoh wkwkwk*

*mungkin lain kali gw ga bakal nulis kalo masih demam, jadi ngaco*

“Yesung” tatapan tajam Kyuhyun masih terus menusukku, “bisa tinggalkan kami berdua?” katanya tanpa melepaskan pandangan ke arahku

“Er…bisa” Yesung bangkit berdiri, melihat cemas sejenak padaku lalu berjalan menuju pintu depan. Ia sempat menepuk pundak Kyuhyun sekilas, “jangan marahin Sungmin—dia lagi hamil, gw sama dia cuma—

“gw bisa nanya sendiri” balas Kyuhyun dingin

Yesung mengangguk paham—dia pasti memutuskan tidak ikut campur sambil menghilang dari balik pintu

BLAMM

Nah sekarang aku hanya menunggu teriakan marah dari Kyuhyun—aku tahu benar dia pasti marah dan mau membentakku

“Minnie!!!” dia melempar tasnya ke sembarang tempat saat mendekatiku yang masih terduduk di sofa, “Oh jadi gini, aku tinggalin sebentar kamu malah berduaan sama Yesung!!”

“Bukan begitu” aku membela diri, “tadi kami hanya ngobrol sebentar”

“Ngobrol sebentar??” ulang Kyuhyun mengejek, “terus itu apa??? Ada minuman segala?? kamu emang sengaja ngajak dia kemari kan!”

“Tapi” aku masih tidak berani memandangnya, “aku tadi mampir beli susu—dia juga sekalian mau nanya soal Mochi, ya aku undang aja main……” kulirik wajah marah Kyuhyun yang masih basah oleh keringat sehabis latihan, “aku bosan di rumah” kataku jujur

“Tapi kamu itu istri orang!!” suara Kyuhyun makin meninggi, “dan dia cowok!!! Gimana kalo dia tergoda dan ngapa ngapain kamu!!”

Aku menekuk wajah, tidak setuju, “tidak mungkin! dari tadi aja kita ngomongin Mochi terus, aku benar benar kesepian Kyuhyun—butuh teman ngobrol dan kebetulan ada Yesung jadi—“

“Jadi itu ngga masalah???” balas Kyuhyun, “Oh” ia mengangguk angguk dengan sikap kesal, “aku capek capek latihan basket, terus pulang cepat karena kepikiran kamu di rumah—tapi apa yang aku temui?? Kau malah berduaan sama cowok!!”

Aku terkesiap, “Kyu…” bujukku pelan

“Pokoknya mulai besok!!! Kamu ngga boleh ketemu atau ngajak siapapun ke rumah!! Apalagi cowok!! Ngerti??!” perintah Kyuhyun bernada mengancam—kenapa sih nih orang serem banget kalo lagi marah

Dan terpaksa aku menganggukkan kepala, pasrah. Namun sedetik kemudian aku berpikir—kalau aku menonton ikut latihan basket berarti dia ngga usah capek capek mengkhawatirkanku? Lagipula di sana aku sekalian juga bisa mengawasi para penggemarnya yang semakin lama semakin banyak

“Eh Kyu” panggilku ketika dia mengambil tasnya di bawah gantungan mantel—wajahnya masih terlihat marah kepadaku

“Apa?” balasnya sedikit kaku

“Aku ikut kamu latihan ya?” pintaku agak memaksa, “kan di san—

Belum selesai aku menyelesaikan kalimatku, Kyuhyun sudah berdiri tegak sambil berkacak pinggang, “Itu juga tidak boleh!! Di bilangin susah banget!! kamu di rumah aja, nonton telenovela kek, tidur tiduran kek—pokoknya kamu ga boleh ikut aku latihan, ngerti?!” lagi lagi Kyuhyun menggunakan suara ancamannya yang membuat nyaliku ciut seketika

Aku benar benar tidak mengerti. Kenapa sebegitu marahnya Kyuhyun kalau aku ikut dengannya?? Ada apa?

Jangan jangan…..ini mengingatkanku pada…..

“Kau hanya merepotkanku saja!!! Sebagai istri kau harusnya mendukungku!!” tuduh sang suami, “tetapi lihat?? Kau malah mengikutiku kemanapun!! Hei, aku juga punya ruang lingkup sendiri yang tidak bisa dan tidak boleh kau masuki”

Itu alasan sang suami mulai menjauh dari istrinya meski dia sedang hamil besar

sama persis seperti episode di telenovela

MWO!!

Aku melayangkan pandangan kepada Kyuhyun. Jangan bilang itu yang melandasi perkataan Kyuhyun barusan, makanya dia melarangku pergi.

Itu dunianya, bukan duniaku

Lagipula seperti yang aku kuntit kemarin, Kyuhyun terlihat tidak sama sekali dekat dengan perempuan manapun kecuali Chulie. Mungkin dia butuh tempat di mana Kyuhyun menjadi dirinya sendiri—bukan seorang pria yang sudah berumah tangga dan di pusingkan oleh istrinya yang cerewet seperti aku

Hmm, kenapa lagi lagi aku merasa bersalah padanya…Kyuhyun….

“Minnie…hei…” Kyuhyun membuyarkan lamunanku, “kau kenapa??” ia menilik perubahan wajahku yang pasti terlihat muram di matanya, “apa aku tadi bicara terlalu keras?? Kasar?? Aishhh—maaf Minnie, maksudku bukan begitu” Kyuhyun menggenggam tanganku lalu menaruh kepalaku perlahan ke bahunya, tangannya memeluk pinggangku canggung—berhati hati agar perutku tidak tergencet oleh tubuhnya

“maaf” ucapnya sekali lagi dan aku tahu itu tulus

Aku menggeleng sambil membenamkan wajahku di balik pundaknya, “Tidak, aku tidak apa apa” kataku separuh berbohong, “aku akan menurut, tidak menyusahkanmu lagi. Besok aku berada di rumah saja” kataku saat melepaskan diri dan memaksakan membentuk seulas senyuman untuknya

“Kau yakin?” ia terlihat bingung dengan perubahan sikapku—Kyuhyun memang susah tertipu

“Iya” kataku tegas

Mulai sekarang aku berjanji, tidak akan merepotkan Kyuhyun sekali lagi. Aku sudah cukup membuatnya kalang kabut saat memenuhi semua permintaan ngidamku kemarin.

Aku takut….takut..kalau Kyuhyun pergi dengan perempuan lain karena sikapku yang terlalu menyebalkan atau karena aku tukang merengek yang selalu harus bersama sama di manapun

Tidak!! Aku benar benar tidak mau jika hal itu sampai terjadi.

Esok hari

“Jangan ketemu sama Yesung!!!” kata Kyuhyun memberi peringatan

“Iya” jawabku untuk kesekian kali

Hari ini, selepas pulang sekolah—seperti biasa, Kyuhyun harus berlatih basket (dan tentunya dia tidak mau mengajakku). Semenjak kami sampai di rumah sampai sekarang, Kyuhyun selalu mengingatkanku terus menerus. Jangan membawa lelaki ke dalam rumah kecuali Appa seorang (aku lama lama kesal, sebegitu tidak percayanyakah dia kepadaku?)

“Aku udah beliin kamu stock es krim sama susu, ngga ada alasan lagi buat mampir ke supermarketnya, mengerti??” ucapnya setiap 5 menit sekali, sebelum berangkat kembali ke sekolah

“Iya..udah ah, aku ngerti kok” balasku jengah

*semakin Kyuhyun cemburuan, semakin nafsu gw nyatuin Sungmin sama Yesung*

*ketahuan gw belum beneran sembuh*

Kyuhyun mendengus sejenak, dia menyampirkan tas ke atas bahu lalu menatapku lama. Seperti mau mengatakan sesuatu, tetapi tidak jadi. Kyuhyun hanya tersenyum lemah sambil mengelus kedua sisi wajahku sebelum ia pergi

Aneh. Kok malah Kyuhyun yang terlihat enggan latihan? Bukannya dia seharusnya semangat karena bisa berkumpul lagi sama teman temannya?

Hmm..sudahlah lebih baik aku kembali ke dalam untuk menonton telenovela kesukaanku. Apalagi sekarang adalah tayangan puncak pertengkaran mereka. Pasti seru!!

“Maumu apa!?!!”

“Kau yang maunya apa!!!”

Teriak mereka berdua, sepasang suami istri itu saling bersahutan

Aku menonton TV seraya duduk di sofa sambil memakan es krim yang di belikan oleh Kyuhyun

Sang istri terengah engah ketika membalas bentakan suaminya, “buat apa kau berbohong kepadaku?!! Wanita itu bukan selingkuhanmu kan???!! dia cuma orang yang kau bayar untuk mengakuinya di depanku!” matanya menatap pedih, “lalu kenapa kau melakukan semua ini??”

Sang suami tidak bisa berkata apa apa. Wajahnya terkejut karena istrinya telah tahu semua rahasianya

“Aku hanya lelah” bisik suaminya, “Kau terlalu pengatur, penuntut dan menaruh curiga terhadapku terus menerus!!” ia mengangkat tangan ke atas—seolah olah menyerah pada keadaan, “aku benar benar tidak tahan lagi”

“Lalu maumu apa?” mata wanita itu berkaca kaca sambil terus mengelus perutnya yang semakin besar, “kau mau menceraikanku?? Bahkan di saat anak kita belum lahir?”

Aku berhenti menyuap es krim. Pandangan terlalu fokus hingga tidak mempedulikan lelehan cair itu mengenai baju bawahku. Wanita itu dan aku (sebagai penonton) sama sama menunggu jawaban final suaminya

‘Please, jangan sampai….please’ gumamku pelan dengan kedua tangan saling bersilangan

Anehnya, suaminya tersenyum—senyum yang mengingatkanku pada seseorang. Senyum yang sama persis, tidak—bukan penggambarannya tetapi perasaan yang ingin di sampaikan. Senyum tipis yang membingungkan dan tidak bisa di tebak

Sebelum sang suami membuka mulut untuk mengutarakan pendapatnya. Layar TV menyorot wajah sang aktor dari dekat—seperti biasa untuk efek mendramatisir kemudian……….

[BERSAMBUNG]

“YAH!!!! Curang!!! Lagi seru malah TBC again!!!! Aaaaaa” teriakku tidak jelas di dalam rumah. Aku sudah tidak sabar menunggu hari esok—apalagi kebetulan kan besok itu hari minggu. Jadi aku bisa menonton berdua dengan Kyuhyun hehehe

“Tapi sekarang enaknya ngapain yah” aku mengedarkan pandangan ke sekeliling. Hmm, mungkin aku harus membereskan rumah sebelum Kyuhyun pulang nanti.

Kuambil sisa eskrim dalam box, menaruhnya ke dalam kulkas kemudian mengambil penyedot debu untuk membersihkan kamar dan beberapa ruangan. Semua pekerjaan rumah aku selesaikan. Bahkan aku juga memilih memasak makan malam ketimbang harus memesannya lagi.

“Selesai!!” teriakku senang. Rumah kembali bersih seperti semula

Tetapi tak lama, kesenanganku memudar. Karena semua kesibukan sudah di kerjakan. Aku sekarang hanya bisa duduk duduk di sofa setelah selesai mandi

Membosankan

“Kyuhyun masih lama yah” gumamku sambil melirik jam di atas kulkas. Sudah hampir malam, namun Kyuhyun belum kelihatan juga. Jangan bilang dia ada latihan tambahan lagi. Aishh..

Daripada tidak jelas begini lebih baik aku berjalan jalan di sekitar sini, kalau perlu aku bisa bermain di taman seraya menunggu Kyuhyun pulang. Segera aku mengenakan sweeter berwarna abu abu. Entah kenapa, semenjak hamil aku suka sekali memakai warna itu. Seperti memberi kehangatan tersendiri. Hmm, jangan jangan anakku nanti penyuka warna abu abu juga

Setelah memastikan semua pintu telah ku kunci rapat, aku keluar dari gerbang mungil rumah kami. Berjalan beberapa langkah sebelum membelok ke arah kiri—tepat di mana taman itu berada. Sudah lama sekali aku tidak main ke sana.

“Hei, dengarkan aku dulu!!” sergah salah satu suara yang tengah berdiri di tengah taman. Suara itu membuatku terkejut lalu spontan bersembunyi di luar—dekat semak belukar

“Ngapain sih ngikutin terus!! Sudah kubilang aku tidak mau bicara lagi denganmu Yesung!!! Apalagi kata kakak, kau dan Siwon adalah lelaki yang harus di hindari” balas Mochi—sang perempuan mungil berani berdiri tegap dengan dagu terangkat meski lawan bicaranya seorang lelaki. Tetapi yah…lelaki yang takluk sama wanita itu sih tidak jadi masalah bukan

“Woi!!” teriak Yesung tidak terima, “aku cuma pengen ngasih sesuatu ke kamu tapi keburu kabur duluan, ini!!” Yesung menyerahkan sebuah plastik putih besar kepada Mochi, entah apa isinya.

Ternyata tidak hanya aku yang penasaran, Mochi yang tadinya hendak kabur dari kejaran Yesung, langsung berhenti. Ia menoleh ingin tahu, “emang itu apaan?” tanyanya

Wajah Yesung terlihat kesal bercampur gemas, “ini kan belanjaan kamu yang tertinggal di depan meja kasir, Mochi!!! Habis kamu kebiasaan, tahu aku gantian jadi kasir langsung ngibrit gitu aja, jadinya aku di suruh Umma buat ngejar kamu kan”

“Hehehe” sekarang giliran Mochi yang tersenyum malu malu, “mianhe…aku—

“Sudah ya aku lebih baik kembali ke supermarket. Tidak ada yang jaga. Bye” tanpa menunggu permintaan maaf dari Mochi, Yesung berlalu begitu saja.

Eh? Tumben? Baru kemarin dia getol minta info tentang Mochi tetapi yang ada dia malah cuek bebek sama Mochi, ck ck

Aku beralih melihat Mochi. Dia juga nampak bingung namun aku sedikit menangkap ada rasa penyelasan di wajah Mochi. Mungkin dia tidak enak karena sudah salah sangka—menuduh Yesung mau melakukan yang tidak tidak

“Dasar orang aneh” sindir Mochi pelan. Ia mengaduk aduk belanjaan untuk memeriksa. Tetapi gerakannya terhenti ketika mengambil salah satu benda yang ada di dalam sana

“Apaan sih??” kataku kepada diri sendiri

Mochi tersentak. Harapanku untuk melihat benda itu terkabul. Mochi mengangkat tangannya tinggi tinggi yang sedang memegang sebuah topi?? Bukan itu seperti topi bertelinga…tikus?

“Ini….” Mochi meneliti topi berwarna cokelat tua tersebut, “Jerry?”

Jerry? Tom and Jerry maksudnya?

“Yesungie…” gumam Mochi lebih halus—suaranya melembut, “Yesung memberikanku topi Jerry!!!! Aaaaa…aku harus memberitahu kepada kakak!!!!” ia langsung memakai topi itu di kepalanya lalu berlari kencang sambil menenteng belanjaan keluar taman

Wajahnya berseri seri dan sepertinya bangga memakai topi pemberian Yesung. Aku terus bersembunyi hingga sosoknya menghilang dari hadapanku

Aku mengulum senyum. Ternyata Yesung melakukan semua perintahku hehehe. Kalau dia begini terus aku tidak heran kalau Mochi akan cepat menerimanya, hihihi

*sebas patah hati, ga bisa bikin Sungmin jadian ama Yesung T__________T*

“Ya ampun!!! Udah gelap!!!” pekiku kelabakan, “aduh kemungkinan Kyuhyun sudah pulang” setelah membersihkan beberapa dedaunan yang mengotori sweeter, aku keluar dari persembunyian kemudian berjalan cepat kembali ke rumah. Mungkin karena keasyikan menonton mereka—aku sampai tidak sadar sudah berada di taman selama satu jam, pasti Kyuhyun marah lagi nanti

“Aku pulang” bisikku pelan sambil membuka pintu depan

Benar saja. Kyuhyun bersandar di dinding—tepat di hadapanku dengan melipat tangan di dada. Pandangannya jauh menusuk di bandingkan kemarin. Lebih parah, malah

“Maaf” hanya itu yang bisa kukatakan sekarang

Kyuhyun bergeming. Dia tidak bergerak sama sekali

“Maaf” kataku sekali lagi—penuh penyesalan, “kau pasti khawatir, tenang saja aku tidak pergi bertemu dengan Yesung atau dengan cowo—

“Bukan itu masalahnya Minnie!!!” amarahnya yang meledak berhasil membuatku mundur beberapa langkah, “kau tahu? Aku hampir menelepon polisi karena tidak tahu kau pergi kemana! Handphonemu ketinggalan di rumah, aku menghubungi semua orang—termasuk Yesung tetapi mereka tidak melihatmu sama sekali!!!” nafasnya terengah engah begitu selesai menumpahkan kekesalannya karena aku, “aku takut kau kenapa kenapa! Bisa tidak kau menurut sedikit!! Di rumah ya di rumah aja!!! Ngapain pake pergi keluar terus sih!!!”

Aku hanya merunduk. Tahu kalau aku bersalah di sini, tetapi apa harus Kyuhyun berteriak sekencang itu kepadaku?

“Aku….maaf…” tanpa sadar mataku memanas. Air mata mulai turun dan membahasi wajahku, “maaf Kyu” kataku di antara isak tangis

Amarahnya sedikit mengendur melihatku menangis, “aku tidak butuh maaf—aku mau kau berjanji jangan begini lagi, membuatku ketakutan setengah mati! Aishh Minnie…lama lama aku bisa tidak tahan dengan sikapmu ini”

Aku terperangah mendengar perkataan Kyuhyun barusan

‘tidak tahan?’

Kok kejadiannya sama persis seperti adegan di telenovela tadi siang….lelaki itu juga tidak tahan dengan sikap istrinya makanya….dia…

“Tidak!!!” rasa takut menjalar ke seluruh tubuhku. Aku memegang kedua tangan Kyuhyun, “aku janji tidak akan macam macam lagi, aku akan menuruti semua perkataanmu…asal jangan…hiks…hiks” aku tidak bisa menyelesaikan kalimatku, aku benar benar takut Kyuhyun meninggalkanku lalu malah mencari perempuan lain

Aku takut kehilangan dia…

“Eh, kok kamu malah nangis” Kyuhyun menangkap wajahku ke dalam tangan kanannya sambil sebelah tangannya menghapus jejak air mata di kedua pipiku, “Minnie, udah jangan nangis lagi….apa aku terlalu galak? Tadi aku kelepasan lagi?” katanya beruntun—masih berusaha menenangkanku, “maaf…..habis tadi aku sudah menyangka kau kesasar, mungkin di sekap orang jahat atau…” ia tidak meneruskan lagi

Aku tahu Kyuhyun benar benar khawatir dan itu tidak salah tetapi gara gara sikapku yang terlalu manja, bisa bisa Kyuhyun malah…..

“Huee….hiks..jangan..aku ngga mau!!” tangisku meledak

Terang saja Kyuhyun gelagapan sambil berusaha membuatku diam, “Ya!! Minnie..cup cup, udah dong, kamu kenapa? Ada yang sakit? Kamu kenapa Minnie???”

“Kamu…” aku menghapus air mata yang tidak mau berhenti menggenangi wajahku, “kamu jangan selingkuh Kyu!!! Aku janji, beneran. Ngga akan nyusahin kamu, ngga minta di ajak pas latihan, ngga keluar buat ketemu sama Yesung atau malah ngintipin dia sama Mochi tadi. Ya?” ucapku polos—semua kata terkuar begitu saja

Kulihat wajah Kyuhyun berubah. Marah, kesal, tidak percaya, kembali marah lagi, “Kau menuduhku selingkuh??” ulangnya bernada tajam

Aku berhenti menangis. Yah keceplosan….

“Ng…bukan begitu Kyu” sekuat tenaga aku menghindari tatapannya, “itu…aku….”

Kyuhyun menunduk—mendelik untuk lebih jelas melihatku, “Minnie” bisiknya bernada mematikan, “apa maksud perkataanmu tadi?” tukasnya memotong pembicaraanku

Nah lho!

“Aku….” Tuhan tolong!! Pasti Kyhuyun tambah ngamuk kalau tahu aku kepikiran adegan di telenovela itu

“Cepat beritahu” Kyuhyun melepaskan tangannya dari wajahku lalu melirik jam tangan, “atau kita bisa bahas ini semalaman sampai kau mau buka mulut” gertaknya

“Ngga!!! Iya iya aku beritahu” kataku menyerah, wajahku pasti sudah bersimbah keringat dingin seperti orang yang ketahuan mencuri jambu tetangga. Kenapa wajah Kyuhyun bisa menyeramkan begitu sih!! membuatku semakin susah mengatakannya

“kejadian beberapa hari ini..” kucoba berbicara sepelan dan setenang mungkin—agar Kyuhyun bisa mengerti masalahnya dari sisiku, “kejadian di rumah seperti makan malam, kamu yang ga ngebolehin aku pergi atau perkataanmu barusan yang bilang kalau sikapku membuatmu lelah….itu sama persis seperti kejadian…”aku melirik Kyuhyun. Wajahnya masih bertanya tanya atau lebih tepatnya bingung dengan perkataanku

“Kejadian apa?” tanyanya singkat

Aku berdoa dalam hati, supaya bisa lepas dari amarah Kyuhyun part II

Aku memejamkan mataku sejenak, “kejadian di TV….gelagat kamu sama banget seperti sang suami di cerita itu yang mau menceraikan istrinya…gitu….” Kataku terputus putus

Kyuhyun mengubah cara berdirinya. Sekarang dia menjaga jarak denganku sambil berkacak pinggang. Tuh kan, pasti Kyuhyun mau bersiap marah marah lagi

Ia menatapku lama tanpa mengatakan apapun—tapi dari caranya menatapku, tubuhku langsung menciut dengan perasaan amat sangat bersalah. Kalau sudah begini, kenapa aku baru sadar betapa konyolnya pemikiranku selama ini

“Terus Minnie” desisnya tepat di telingaku—nada suaranya masih setajam tadi, “apa hubungannya aku kau tuduh berselingkuh?”

“itu?” aku berusaha tersenyum untuk mencairkan suasana—walaupun percuma saja, Kyuhyun masih menunggu jawabanku, “karena suaminya berselingkuh supaya sang istri minta cerai sendiri” makin lama suaraku makin lemah. Aku merapat ke pintu depan ketika langkah Kyuhyun terus maju ke arahku

“Jadi…” kata Kyuhyun sambil merunduk—mencari wajahku yang menghindari tatapannya, “kau tega menuduhku karena telenovela kesayanganmu itu??”

“Maaf! Aku—tidak tahu kenapa, aku berpikir tidak rasional kemarin kemarin!! Maaf Kyu!!!” kataku terus menerus merunduk dengan formal

Kyuhyun tidak berkata apapun. Tangannya mengangkat daguku agar menatap langsung wajahnya—aku semakin ketakutan saat melihat senyum Kyuhyun yang terlalu manis dalam kondisi seperti ini

“Minnie…mulai besok” senyum ‘ramah’ Kyuhyun menghilang, “Tidak ada telenovela telenovela lagi!!! Mengerti!!!! Pantas saja kau jadi aneh beberapa hari ini setiap melihatku, oh ternyata kamu di racunin sama tontonan ga guna kayak gitu!!! tidak ada lagi!!!” hardiknya kencang

“Tapi Kyu—ceritanya lagi bagus bagusnya” jawaban yang lemah. Bisa kulihat wajah Kyuhyun menganga tidak percaya padaku seraya mendelik kesal, “besok aku ada di rumah seharian!! Dan aku akan mengawasimu Tuan Putri!! Tidak boleh ada yang menonton telenovela!!!!!”

Sebagai jawabannya aku hanya bisa mengangguk lemah. Pupus sudah harapanku melihat kelanjutan cerita itu padahal puncaknya adalah besok.

Untuk sekali ini, aku berharap besok Kyuhyun ada latihan mendadak sehingga aku bisa diam diam menonton TV tanpa ketahuan

Ya semoga saja…

*****

Namun harapanku pupus sudah

Aku dan Kyuhyun seharian menghabiskan waktu dengan membereskan rumah sambil bersantai—menikmati istirahat panjang selama seminggu sibuk di sekolah (tepatnya Kyuhyun yang sibuk, aku sih tidak)

Terus kuamati Kyuhyun yang sudah kembali bersikap biasa. Bahkan dia sama sekali tidak membahas masalah tadi malam, sikapnya kepadaku juga masih perhatian seperti sedia kala.

Berarti keinginanku untuk menonton lanjutan telenovela itu kemungkinan besar bisa terkabul bukan?

“tidak boleh!!”

Eh?? Aku kan baru mulai merayu Kyuhyun yang sedang bermain PS3 di ruang TV—tempat aku biasa nonton, kenapa dia langsung menolak mentah mentah

“Aku kan belum mengatakan apa apa Kyu!!” kataku kesal

Kedua tangan Kyuhyun dengan lincah memencet tombol tombol aneh itu tanpa mengalihkan pandangannya kepadaku, “aku sudah tahu tanpa kau harus bilang, pokoknya tidak boleh!!! Aku akan main PS seharian supaya kau tidak bisa menonton hari ini”

“Kyuhyun!!!” tegurku

“Mau kau marah marah pake acara nangis bombay sekalipun, aku tidak akan merubah keputusanku, Tuan Putri” balas Kyuhyun tidak mau kalah. Ia tersenyum menang melihat sikapku yang kalah aduh debat

“Tapi itu hiburan untukku” suaraku melemah, “kau kan mulai sibuk berlatih basket—sedangkan aku di rumah seorang diri, tidak boleh pergi jauh, tidak boleh mengundang orang ke rumah. Lalu kau mau aku melakukan apa?” terkadang hatiku miris menilik kenyataan bahwa aku benci di tinggal sendirian—apalagi semenjak aku menikah dengannya. Kumainkan ujung bajuku ketika menyadari Kyuhyun berhenti mengutak atik game, ia sedang menatap lurus kepadaku

“Hanya Telenovela yang ada untukku…..” Nah loh, kenapa aku sudah mau menangis lagi—aisshhh aku bertambah cengeng akhir akhir ini, “ tapi kau malah melarangnya juga..hiks…”

“Ya ampun..” Kyuhyun langsung melepaskan stick lalu membawa tubuh kami berdua saling mendekat. Kami berpelukan erat di atas sofa. Dapat kurasakan tarikan nafas panjang dari tubuh Kyuhyun

“Baiklah, kau menang—kita akan menonton telenovela membosankan itu sekarang juga” kata Kyuhyun dengan amat sangat enggan. Dengan satu tangan yang bebas, Kyuhyun mematikan permainannya tanpa men-save sama sekali lalu mengubah posisi duduk kami

Ia memberikan remote kepadaku setelah memilih salah satu stasiun televisi yang sebentar lagi akan menayangkan lanjutan telenovela itu!! Aku sudah tidak sabar!!  Yippie!!

TENG TENG…(Bunyi sound music)

“Kau mau menonton juga?” kataku tertegun. Sejak kapan Kyuhyun seserius aku saat menatap layar kaca—padahal biasanya dia malah menontonku ketimbang menonton acara yang di bilang kacangan olehnya

Kyuhyun mengangguk cepat, “sekaligus mengawasi tontonan ini, siapa tahu kau berpikiran aneh lagi”

Aku terlalu gembira sehingga tidak memperdulikan sindirannya. Ku tatap Televisi ketika drama itu sudah di mulai

“Jadi apa jawabanmu??” tanya sang istri masih terus menangis kencang

Sang suami hanya tertunduk dan tersenyum misterius—tiba tiba dia duduk bersebelahan sambil menghapus air mata di wajah sang istri, “aku baru sadar….bahwa meski lelah dengan segala sikapmu, kesal dengan kecurigaanmu, marah saat kau terus menerus bersamaku” Ia tersenyum sekali lagi, namun kali ini senyum itu memancarkan kegembiraan, “aku tetap mencintaimu, sayang” suaranya melembut

Ini begitu romantis—yah paling tidak untukku sebab Kyuhyun malah menguap sengaja agar membuyarkan konsentrasiku menonton

Wanita itu terperangah, ia membalas tatapan penuh cinta dari suami lalu merengkuh tubuh jangkung itu ke dalam pelukannya, “aku juga…aku…benar benar mencintaimu….terutama anak kita” ia membawa tangan suami ke atas perutnya, “dia butuh kasih sayang seorang ayah”

“aku tahu” suami itu mencium kening istrinya, turun ke hidung, kedua pipi dan terakhir bibirnya. Ketika itu, mereka berciuman dengan lembut—tetapi saat sang suami bersikap agresif dengan memegang tekuk belakang istrinya untuk memperdalam ciumannya, wajahku memerah

Jujur aku belum pernah menonton orang berciuman sejelas dan sevulgar ini. orang tuaku saja hanya berciuman ringan selama masih ada aku di rumah. Tetapi sekarang? Aishh kenapa aku merasa kurang nyaman ya

Adegan berganti dengan cepat. Sang suami malah memeluk tubuh istrinya lalu membopongnya masuk ke dalam kamar, ia menutup pintu dan…

KLIK

“Ha?” suara protes Kyuhyun, “Kok kamu matiin, kan masih main dramanya” kata Kyuhyun yang jelas jelas menggodaku

“Tidak!! Aku tidak terbiasa menonton seperti itu” jelasku

Kyuhyun menggeser duduknya lebih dekat denganku, “tetapi nanti kau bisa ketinggalan adegan seru lagi” ejeknya senang karena sikapku canggung. Ia tahu betul kalau aku buta sekali tentang segala sesuatu berbau hal dewasa. Mataku malah baru terbuka lebar ketika Kyuhyun mengajariku saat…yah….tetapi sudah jelas dia adalah orang pertama yang menyentuhku—Kami kan sudah resmi menikah

“Hmm” hembusan nafas Kyuhyun terasa begitu dekat, tangannya merangkul tubuhku dari samping. Sikapnya yang sedekat ini membuat jantungku berdetak lebih cepat, sangat cepat

“Minnie, kita ngapain ya. Kau tidak mau menonton lagi? semua pekerjaan rumah dan PR sudah kita kerjakan” ia memainkan rambutku yang pendek dalam tangannya. Sesekali aku harus menarik nafas panjang untuk menenangkan jantungku yang semakin berdetak kencang

“Kau bisa main PS” saranku. Tetapi Kyuhyun menggelengkan kepala—masih asyik melihat pucuk kepalaku, “aku hanya bermain sendiri, sedangkan kau? hmmm…bagaimana kalau sesuatu yang bisa kita lakukan berdua” ucap Kyuhyun bermakna ganda, aku bisa menangkap kalau ia mengisyaratkan sesuatu kepadaku secara halus, tetapi aku tidak tahu itu apa

Lebih baik menanyakannya langsung, “maumu apa Kyu?”

Kyuhyun tersenyum penuh arti, dengan cepat ia memiringkan kepalanya kemudian menciumku. Meski terkejut, aku tetap menikmati ciumannya sambil sesekali membalas apa yang Kyuhyun lakukan. Ia tetap menekan bibirku dari luar sampai beberapa menit kami berciuman, Kyuhyun mulai memperdalam ciumannya…semakin…

Spontan aku melepaskan diri,”Ya Kyuhyun!! Ini masih sore!!” bentakku setelah mengerti maksud ucapan Kyuhyun dengan ‘kegiatan yang bisa kami lakukan berdua’ itu

“Habis… lelaki mana yang tidak tergoda melihat tayangan tadi sedang berdua saja di rumah dengan istri sahnya?? Semua orang pasti berpikiran sama denganku” kata Kyuhyun sambil menyeka bibirnya

“kau bilang telenovela itu jelek? Tidak tahunya, pikiranmu sendiri sudah teracuni” sindirku

Kyuhyun bersikap acuh—dia lebih tertarik melihat wajahku daripada membalas perkataanku, “bukankah kau suka menyamakan tindakanku dengan adegan di telenovela, berarti tidak salah jika aku juga bisa melakukannya”

Aku baru mau membuka mulut untuk berargumen dengan Kyuhyun namun bibirku terkunci sekali lagi. Ia menciumku agak lama dan ketika Kyuhyun menarik bibirnya, aku mengambil nafas panjang

“Kyu, aku—”

Omonganku benar benar tidak di dengarnya. Kyuhyun malah berlutut di depanku, menaruh berat tubuhku ke dadanya lalu membopongku masuk ke dalam kamar dengan perlahan. Ia meletakkanku di atas kasur dan duduk di sampingku setelah mengunci pintu

“tenang saja” ujar Kyuhyun sambil membaringkanku di pelukannya.

Aku hanya mengangguk kecil. Kubiarkan Kyuhyun mengangkat wajahku yang sudah memerah dari tadi. Ia mendekatkan wajah kami berdua, aku bersiap memejamkan mata—menyambutnya

TING TONG

Eh?

Kyuhyun berhenti bergerak sedangkan aku mengerjapkan mata beberapa kali

TING TONG

“Sungmin!!!! Tolongin gw dong!!!” teriak Siwon dari luar rumah. Dia terus menggedor gedor dengan keras dan tetap meneriakkan namaku berulang kali

“Sungmin!!! Sungmin!!”

“Ada apa sih??” Kyuhyun yang mulai kesal karena datang pengganggu mulai bangkit berdiri. Dia pergi keluar duluan sebelum aku memutuskan mengikutinya keluar. Kenapa Siwon malah berteriak tidak jelas sambil terus memanggil namaku sih?!

CKLEK

“Siwon, lo ganggu aja tahu!!” tegur Kyuhyun tanpa basa basi

Namun bukannya tersinggung atau membalas perkataan Kyuhyun, Siwon malah menghampiriku yang berada di belakang—menyusul mereka berdua di ruang tamu

“Nah ini dia Sungmin!!! Bantuin gw dong!!” cecar Siwon di hadapanku—tampangnya memelas, “kenapa lo cuma bantuin Yesung doang? Ah pilih kasih nih, kan gw juga teman lo”

Aku masih tidak mengerti, “ada apa sih Siwon?”

“Lo ga tahu?? Yesung udah berhasil mengambil perhatian si Mochi!!” kata Siwon sedikit histeris. Kyuhyun yang tidak memperdulikan keadaan sahabatnya itu malah menuntunku agar duduk di sampingnya

“caranya?” tanyaku lebih lanjut

Siwon reflek duduk di depan kami sambil terus bercerita, “Ngga tahu!! Tapi pas tadi gw liat mereka malah pake topi kembaran Tom and Jerry terus ngobrol akrab banget!! aishh belum pernah gw liat Mochi bisa sejinak itu kalau deket sama Yesung!!” Siwon beralih menatapku, “dan gw denger rahasianya dari lo!! Makanya kasih tahu gw dong—bantu apa gitu buat meluluhkan hati Mimi!! Ya Sungmin? Mau ya??”

Kyuhyun mengangkat bahu tidak peduli saat aku membuat lirikan meminta ijin kali ini—maklum takut Kyuhyun marah besar seperti kasus Yesung dulu

“Aku….

“Mendingan gw kasih tahu lo Siwon” Kyuhyun mendadak memotong ucapanku, “kalau untuk urusan Zhoumi doang itu mah gampang, lo tinggal deketin dia terus, kasih perhatian berlebih—sampai dia bener bener muak sama tingkah laku lo. Dan di saat itulah Zhoumi bakalan sadar kalau di hatinya hanya ada lo, dia akan jatuh cinta karena terbiasa—terbiasa dengan semua perhatian yang lo berikan. Cukup simple kan? ngga usah sampe nanya istri gw segala” jelas Kyuhyun panjang lebar

Anehnya Siwon langsung dengan mudah manggut manggut setuju mendengar wejangan dari Kyuhyun, “gitu ya? Ok deh” tanpa basa basi Siwon beranjak bangun, begitu bersemangat, “gw laksanain semua perintah lo!! Siapa tahu gw semujur Yesung hihihihi..”

Tidak sampai lima menit, Siwon pamit dari rumah kami. Ia datang tidak di undang—pergi menghilang begitu saja. Dasar…

“Tapi Kyu—aku baru tahu kau paham banget karakter Zhoumi, kau menyukainya ya???” nada suaraku meninggi sambil melayangkan tatapan tajam ke arahnya

“Tuh!” sanggah Kyuhyun cepat, “enak ngga jadi cemburuan?? Ngga kan? makanya jangan buat aku emosi, siapa bilang aku tahu karakter Zhoumi” senyum licik Kyuhyun terbentuk di sudut sudut bibirnya, “aku cuma bicara ngasal”

“Ha?” sontak aku mengubah posisi duduk menjadi lebih tegap, “kamu ngerjain Siwon?”

Kyuhyun tidak merasa bersalah, “siapa suruh dia mengganggu kita tadi, aku kan jadi kehilangan minat sekarang” kulihat Kyuhyun menundukkan kepala sejenak kemudian ia mengelus kepalaku, “kita pesan makan aja, keburu malam” Kyuhyun berdiri lalu menuntunku berdiri ke arah dapur

Dari belakang, aku menatap punggungnya. Kenapa aku bisa seberuntung ini mendapatkan lelaki sebaik Kyuhyun…benar….aku terlalu memikirkan banyak hal sehingga tidak menyadari otakku sendiri yang membuat asumsi asumsi aneh mengenai Kyuhyun

Ia mencintaiku…dan hal sepele seperti pertengkaran kami kemarin tidak akan bisa memisahkan segalanya

Dia tetap seperti pertama kali aku mengenalnya

“Kyu” panggilku sambil menahan tanganku yang berada dalam genggamannya

Ia berbalik, menatapku bingung, “ada apa?”

Aku tidak menjawab apapun. Kutarik tangannya ke arah sebaliknya—arah kamar kami berdua. Sesampainya di dalam, aku menutup pintu lalu memeluk tubuhnya, hangat

“Aku menyayangimu” bisikku pelan

Kyuhyun membalas pelukanku, “aku kira ada apa denganmu….” Tangannya mengelus punggungku, “aku juga…saranghae…” bisiknya tepat di belakang telingaku

Mendengar itu aku semakin mempererat pelukan di balik tubuhnya

Kami terdiam beberapa saat—aku sampai bisa mendengar nafasnya yang tiba tiba memburu di sertai dengan debaran jantung Kyuhyun yang berdetak lebih cepat—sama sepertiku

“Ok aku mengaku…” Kyuhyun dengan cepat mengangkat tubuhku dari lantai, “aku tergoda lagi….bagaimana kalo kita melanjutkan yang tadi, sebelum Siwon datang dan mengacaukan segalanya” ia kembali menggendongku ke arah tempat tidur, “kau tidak keberatan kalau terpaksa menunda makan malam selama beberapa jam?” godanya

Untuk kali ini aku bisa tersenyum sambil menjawab iya secara tegas. Bukan karena mengalah seperti biasa. Kubiarkan Kyuhyun melakukan semua secara perlahan tanpa berusaha menyakitiku atau bayi kami.

Malam itu adalah malam paling tenang dalam seminggu terakhir. Setelah aku berhenti mencurigai Kyuhyun untuk alasan yang tidak jelas

*****

“Pokoknya kamu—“

“Aku berjanji tidak boleh keluar rumah seorang diri apalagi malam hari, tidak boleh menerima tamu lelaki terutama Siwon maupun Yesung!” aku mengucapkan semua itu dengan telapak tangan terangkat ke atas layaknya orang bersumpah di depan jaksa

Kyuhyun terlihat puas, “Bagus…inget kunci rumah. Aku bisa buka sendiri nanti pakai kunci cadangan”

“Iya”

Baru beberapa langkah Kyuhyun keluar rumah, dia malah berbalik kembali, “Kamu beneran kan tidak melanggar janji??” katanya cemas, “aku kok jadi tambah khawatir ninggalin kamu”

“Udah ga apa apa, sana” usirku sambil mendorong tubuhnya ke arah pintu depan, “nanti telat kamu di omelin pelatih”

“Tapi—“ ia bersikeras

“Aku bisa jaga diri!” kataku kencang. Segera aku hendak mengusirnya lagi ketika Kyuhyun menarik lenganku

“Kau beneran mau menontonku latihan?” tanyanya sedikit ragu—seperti sedang menimbang sesuatu

Aku langsung mengangguk, “mau banget! tapi apa boleh?” bukannya selama ini Kyuhyun sering melarangku pergi?

Kyuhyun menaikkan kedua alis, “seperti ada pilihan lain saja—ayo cepat, ku tunggu kau berganti baju”

“Hore!!!” pekikku gembira

Dalam hitungan menit aku kembali ke kamar, mengganti baju hamilku dengan pakaian biasa yang berukuran lebih lebar untuk menyamarkan perutku dan memakai jaket tebal—walaupun ini mau masuk musim semi, tetapi dokter tetap menganjurkanku untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Tentu atas paksaan Kyuhyun juga yang terlalu over protektif

Setelah selesai, aku menghampiri Kyuhyun. Kami berjalan kaki hingga depan kompleks sambil menunggu datang taksi.

___

Kyuhyun berjalan kaku—dapat kurasakan tubuhnya menegang setiap jengkal kaki kami masuk ke dalam arena sekolah. Wajahnya tidak rileks, ia bersikap seolah olah ada penjahat yang mengintai kami dari depan gerbang sekolah

Dan saat sesampainya di depan pintu lapangan basket—bunyi sahutan pemain yang sudah tiba di tambah teriakan histeris para penggemar membuat lapangan sekolah kami mirip tempat pertandingan ketimbang latihan biasa yang di gelar menjelang pertandingan

“Minggir!!” Kyuhyun sengaja menghardik beberapa penonton yang menghalangi pintu. Orang orang itu terdiam lalu menoleh ke arah kami—ah tepatnya ke arahku. Memang mereka memberi jalan untuk kami lewat, tetapi tatapan semua orang terutama tatapan para yeoja seperti mau menelanku hidup hidup. Apalagi saat pandangan semua orang beralih pada genggaman tangan kami berdua. Aku bersumpah, sempat merasakan hawa membunuh di sekitarku saat berjalan

“Itu ceweknya….”

“Bukan itu istrinya…yang lagi hamil..”

“Mwo!!! Beneran?!!”

Bisikan bisikan mereka terus terdengar hingga kami sampai di dekat kursi para pemain. Aku menarik nafas lega melihat Chulie melambaikan tangan dengan semangat ke arahku.

“Minnie!!! Akhirnya kau kemari juga?!!” ia mendelik ke arah Kyuhyun, “untung saja suamimu yang bodoh akhirnya berani membawamu”

“Ya!! Heenim—kau?!” balas Kyuhyun tidak terima

PRITTTTTT

“Pemain!! Masuk semua ke dalam lapangan” perintah sang pelatih yang ku kenal baik—pelatih Kyo.

Kibum yang sudah berada di lapangan bersama Siwon dan anggota yang lain menunggu Kyuhyun untuk pemanasan awal. Namun Kyuhyun bukannya menghampiri mereka malah masih berdiri di tempat sambil menatapku dengan rasa khawatir, “Heenim—tolong jaga dia, bahkan kalau perlu ke toilet sekalipun” pinta Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya

“Pasti Kyu, aku berani jamin Minnie baik baik saja di sini” kata Chulie memelukku dari samping

PRITTTT

“Kyuhyun!!! Cepat masuk!!” bentak Pelatih tidak sabaran

Dengan enggan Kyuhyun membalikkan tubuh untuk bergabung dengan pemain lainnya. Pada saat seperti itu pun, ia masih sempat melirikku dari jauh, seperti mengawasi seolah olah aku akan mendapatkan bahaya besar

“Dia memang terlalu berlebihan” gumam Chulie seperti bisa menebak pikiranku, “kau tahu Kyuhyun sengaja tidak membawamu kemari karena takut kau mengalami seperti dulu—di culik oleh para penggemarnya yang semakin lama semakin banyak” kedua mata Chulie memberi isyarat ke arah Spanduk besar yang sengaja di cetak dengan tulisan besar besar nama Kyuhyun di dalamnya….wow, itu pasti mahal

“Apalagi kau sedang hamil” Chulie menepuk pundakku lembut, “dia makin kalut kalau kau ikut menonton”

Oh! Oh, jadi alasannya…..

Aku semakin merasa bersalah. Sudah menuduh Kyuhyun berniat selingkuh di belakangku, mengira ia tidak menyukai kehadiranku pada saat latihan seperti sekarang. Ternyata….dia…………..arghhh Kyuhyun!! Kau berhasil membuat mataku kembali berkaca kaca menahan haru. Kenapa aku tidak pernah sadar betapa dia sangat memperhatikanku….

CKLITTTT

Hampir satu setengah jam, Kyuhyun mulai bisa berkonsentrasi tanpa melihat ke arahku lagi. Beberapa teknik dan porsi latihan di tambah untuk meningkatkan stamina—maklum saja kalau mereka berhasil mempertahankan juara tingkat nasional sekali lagi. Itu bisa menjadi kebanggaan tersendiri khususnya untuk sekolah

PRITT

“baiklah, kalian boleh istirahat 10 menit!!” perintah pak pelatih membubarkan anak didiknya. Siwon, Kibum dan Kyuhyun berjalan letih ke bangku tempat kami duduk. Selama beberapa waktu mereka terdiam sambil mengatur nafas supaya lebih teratur

“Ah capek” Kyuhyun naik ke bangku atas—meninggalkan Kibum dan Siwon untuk menghampiriku, “bagaimana tadi latihan kami?” tanyanya

“Bagus kok” jawabku meski tidak begitu paham latar belakang perbasketan—tetapi yah menurutku mereka tetap bermain bagus

Kyuhyun tersenyum lemah, ia mengambil air minum dari dalam tas lalu melihatku kembali, “kamu kalau butuh apa apa minta aja sama Chulie dan untuk sekali ini saja Minnie, jangan keluar lapangan seorang diri! Ingat itu, bahaya!” Kyuhyun memperingatkanku

Aku segera menyetujuinya agar tidak membuat Kyuhyun repot. Ku lihat dari balik punggung Kyuhyun—beberapa penggemarnya yang kemarin membicarakanku di belakang masih setia menonton hari ini—tetapi mata mereka berubah marah saat Kyuhyun mengacak acak rambutku sebelum kembali ke dalam lapangan

Eh? Kalau tidak salah kemarin itu…mereka bilang pernikahanku dan Kyuhyun sudah berjalan hampir 2 tahun? Apakah itu benar?? Aishhh, memangnya kami menikah itu pada bulan apa??

TBC

19 responses to “≈No Other Like U-Forty Three-{Sungmin mind}≈

  1. uwaaaa….
    eonnie betulan mau buat pair Yemin??
    klo iya Qw tunggu…hehehe peace :v

  2. gemes de sma minnie.msa bnrn lpa kpn nkahnya.. pdhl pjuangane smpe jalan pake skate board pula..

  3. min ckckck km bnr” gmpng trrhau y hahaha~ kyu jg oisesif overprotektif bgt sma min!! asaga ampe yesung aj dimarahin gtuo_O gpp dong kyu hahaha~
    astaga sungmin!!! msa km lp nikah kpn am kyu?! ckckc

  4. haha ming korban telenovela banget :p
    artinya kyu harus rajin-rajin jadi suami pengertian yang nemenin + ngawasin ming nonton tv😄 haha

  5. yyyaaaahhh chingu,jgn buat yemin dong,,,,g rela aq
    minnie dah termakan ma telenovela ya,
    aaahhh kyuppanmemang suami idaman deh,,
    kok minnie lupa tgl p’nikahan’a sih???

  6. hehehe kacian jga milju,ga da kapok’a milju
    minnie terpengaruh bgt sih ma sinetron,jdi nyangka kyuppa yg ga2
    kyuppa bnr2 protektif bgt ya,msa yeppa di cemburuin gt,,
    yyahhh minnie kumat nih penyakit pelupa ya,msa tgl p’nikahan ja lupa

  7. lebih baik mulai sekarang Minnie nonton Tom & Jerry aj dech, lebih aman! biar ga kebawa” tuh crita telenovela ckckck
    kasian Siwon dkerjain si Kyu..tapi,moga aja berhasil kaya Yesung

  8. telenovela bahaya nih.. adegan selingkuhnya tajem sampe minnie juga curiga ama kyu.
    nah tapi adegan yang akhir tadi lebih bahaya karna bangunin macan yang lagi nemenin istrinya liat telenovela.
    alhasil mereka juga tetep lanjutin adegan yang akhir itu, dua duanya mau sih ckckck
    tuh minnie jangan asal nuduh dulu ya? liat kyu itu khawatirin minnie bukan malah selingkuh.
    selamat buat yesung dan henry yg mulai deket, cepet cepet jadian ya?
    siwon dan zhoumi juga cepet cepet kaya mereka juga ya?

  9. Ya ampun miinie sampai kapan kamu mau jadi palupi -___-

    author .. rayain aniv mereka yang seru yah😀

    hahay. Spesial 2nd anniv. Ditunggu lo ya ^_^9

    Hihih, apa reaksi Mimi ke Siwon ya uhmmmmmmm ….

  10. Aigooo, ming yg polos terkontaminasi ama telenovela.. Kekekeke kasian kyu yg harus jd sasarannya..kekeke😀

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s