≈I wanna Love You-One≈

Aku mencintai seseorang, ya aku mencintainya

Dari pertama kali aku mengenalnya, aku tahu dia gadis teristimewa

Cantik, penuh percaya diri, pintar dan tahu apa yang akan dia dapatkan harus dengan bekerja keras terlebih dahulu

Aishh, gerakannnya, tatapannya, sejenak menghentikan seluruh sendi tubuhku

Aku terpenjara dalam tawanannya

Segala upaya aku lakukan untuk lebih dekat dengannya. Apapun

Mulai dari mendekati temannya, Kibum. Mengikuti eksul yang sama dengannya yaitu eskul majalah dinding bahkan aku juga berusaha menyapanya walau hanya sesekali saja

Tetapi aku tetap melakukan segala yang bisa kulakukan

Hanya agar Ryeowook tahu bahwa ada seorang lelaki yang begitu memujanya dari dekat

Tetapi ketika aku mengutarakan perasaanku kepadanya pada jam sepulang sekolah, kau tahu apa reaksinya?

Itu tidak masalah jika dia menolakku—aku tahu, aku pun mengira ada opsi lain untuk Ryeowook

Namun, tidak seharusnya dia juga menghinaku. Itu keterlaluan

“Aku tidak mungkin mencintaimu Yesung!!!” bentaknya kepadaku sambil menunjuk nunjuk tidak sopan di depan wajahku

Jujur, aku benar benar terluka

Bidadariku ternyata tidak sesempurna yang kukira

Dengan sekuat tenaga kubuka mulutku yang mengering—hampa, “alasannya?”

Tolong beritahu aku. Beritahu apa saja agar aku bisa menjadi seseorang yang special untukmu, sama seperti itulah aku rasakan terhadap dirimu. Ryeowook..

Raut muka Ryeowook tidak terbaca—tetapi aku menangkap sedikit rasa jijik dari tatapan matanya

“Kau punya kaca di rumah bukan? Tolong bercermin” katanya angkuh, “kau tidak pantas bersanding denganku”

Aku membeku, seolah olah ada beban berat yang menghimpit dadaku sehingga sulit bernafas seperti sekarang

Aishh, inikah rasanya patah hati itu?

BLAM

Ryeowook langsung meninggalkanku setelah menutup pintu gudang—yeah aku memang menembaknya di sini. Sangat tidak romantis bukan

Selesai? Hanya begini saja?

Kenapa ketika dia menolakku, atau mengataiku dengan ucapan kasarnya bahkan saat ia menatapku sebagai serangga pengganggu, aku masih tidak bisa membencinya

Aku pun tidak bisa menghilangkan perasaan ini

Oh My—Jangan bilang…..aku tetap mencintainya setelah semua yang telah terjadi….

___

Aku mengalami tahun tahun remaja yang mengenaskan. Bertahun tahun aku berupaya sekuat tenaga melupakan Ryeowook hingga kami hendak lulus dari SMP. Berkali kali juga Kibum langsung memintaku agar tidak mendekatinya lagi atau sekedar mencari tahupun jangan!

Kata Kibum itu semua percuma, apalagi setau dia Ryeowook sedang dekat dengan seseorang. Lelaki sempurna yang menjadi pujaan semua wanita. Lelaki yang pantas untuk Ryeowook-ku. Kalau tidak salah namanya Siwon—Choi Siwon

Aku tidak peduli Aku tetap mendekatinya sebisaku. Bahkan aku sengaja masuk sekolah SMA ternama hanya karena Ryeowook memilih sekolah itu walaupun alasannya sempat membuatku sakit hati

Yah, apalagi kalau bukan Siwon

Semua sudah terbukti, Ryeowook sudah memiliki hubungan dengan Siwon sebelum pengumuman penerimaan baru.

Kulihat senyum manis Ryeowook yang di tujukan untuk lelaki itu! Bukan kepadaku! Juga betapa aku menahan tanganku agar tidak melayangkan tinju ke arah Siwon! Argh menyebut namanya saja sudah membuatku muak!!

Ingin sekali rasanya aku berteriak, hei Ryeowook!! Aku mencintaimu! Sangat mencintaimu! Taukah tidak ada seorangpun meski itu lelaki seperti Siwon yang mencintaimu seperti diriku…Hei, lihatlah, aku ada—dan akan selalu ada untukmu

Ha? Percuma…dia tidak mungkin mendengarkan—Ryeowook hanya melihat Siwon dengan pandangan…egh lebih baik aku tidak melirik mereka lagi. Itu akan membuatku semakin patah hati

___

Ini hari ke berapa? Ke 100? Atau ke 200?

Apakah harus kurayakan?

Hari dimana genap aku mencintainya

Hari dimana kutukanku bermula

Kedua langkahku hanya berpijak pada satu dunia dalam diri seseorang. Kim Ryeowook

Kepalaku kehentakkan ke dinding. Bodoh, bodoh, kau bodoh Yesung!! Bukankah perasaan ini hanyalah cinta monyet, bersifat sementara? Kenapa hingga sekarang kau tidak bisa melupakannya!!

Terkadang aku ingin marah kepada Tuhan. Apa dia begitu tega melihatku menahan rasa miris saat berhadapan dengan pasangan berbahagia itu—Ryeowook dan Siwon. Harus kuperinci berapa kali aku sudah berusaha sebisaku untuk memenangkan hatinya, dan lihatlah aku sekarang Tuhan. Kibum malah mengataiku seperti orang gila—ya gila karena cinta karena terobsesi dengan Ryeowook

Hingga saat itu tiba, titik balik dari semua permasalahan ini..

BUKKK

Sebuah pukulan keras—tanpa menahan tenaga sama sekali mendarat di wajahku. Merasakan sakitnya saja aku yakin lelaki ini bukan orang sembarangan. Dia pasti sering mengikuti seni bela diri

“Jangan dekati Ryeowook lagi!!!” suaranya tinggi dan berat—khas Siwon, “ setiap bertemu denganmu dia selalu ketakutan!!! Kau tahu itu?!” ulangnya lagi sambil melayangkan pukulan tepat di pelipis mataku

Ouch

Namun rasa sakit di sekujur tubuhku tidak sebanding dengan perkataan Siwon barusan. Apa? Ketakutan? Ryeowook?

Seakan akan dapat membaca pikiranku, Siwon meneruskan ucapannya, “iya! Kau tidak menyadarinya bukan! Kau seperti penguntit kurang kerjaan!! Padahal Ryeowook sudah menolakmu dua tahun yang lalu! Bisa tidak kau melepaskannya” deru nafas Siwon yang terengah engah bercampur dengan amarahnya kepadaku

Aku ingin sekali! Percayalah…tetapi percuma…aku tidak bisa…aku tidak bisa tidak mencintai Ryeowook. Dia bagaikan udara untukku….

“Aku..”

“Pokoknya kau tidak boleh mengikutinya lagi atau mencari cari berita tentangnya!!!” Siwon memotong ucapanku, “dia milikku!!! Ingat itu!! Lukamu akan jauh lebih parah kalau kau tidak mengindahkan perkataanku ini!!” sambungnya penuh ancaman sebelum meninggalkan aku yang terduduk mengenaskan di kebun belakang sekolah

Argh!!!

Aku ternyata salah selama ini. Akulah yang membuat Ryeowook tidak menyukaiku. Usahaku terlalu keras. Amat keras hingga tidak sadar sudah menyakitinya

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriakku melampiaskan semuanya. Aku tidak tahan lagi, semua rasa itu kukeluarkan bersamaan dengan suaraku. Kuharap ini tidak tersisa lagi…ambillah…aku benar benar..

***

Satu hari sebelum kelulusan SMA

“Ada apa lagi? Aku kan sudah bil—“

“Aku hanya ingin berbicara sesuatu, please ijinkan aku” meski aku berbicara dengannya, tatapanku beralih kepada lelaki yang sejak tadi memasang sikap hati hati akan kedatanganku mendadak seperti ini

Ryeowook dan Siwon saling bertukar pandangan bimbang

“Kumohon..”

Mungkin karena suaraku yang nyaris mengemis atau karena Siwon sudah mulai percaya sebab setahun terakhir ini sikapku kepada Ryeowook sudah berubah total. Aku tidak menguntit lagi atau menjadi bayangan Ryeowook seperti yang selama ini aku lakukan secara tidak sadar

Akhirnya Ryeowook mengangguk enggan, “baiklah tetapi tidak lama” katanya sambil mengikuti langkahku agak jauh dari keramaian siswa lain yang sibuk mempersiapkan perpisahan

Tepat di depan gudang sekolah. Aku berhenti kemudian berbalik ke arahnya. Ryeowook terhenyak karena jarak kami yang terlalu dekat meski itu keberuntungan buatku—ini pertama kalinya aku bisa melihat wajah orang yang kucintai begitu terperinci. Indah dan cantik

Andai aku bisa memilikinya juga…

“Kau mau berbicara apa?” pertanyaannya membuyarkan lamunanku

“Ah—iya….aku…” ayolah Yesung, kau sudah belajar berulang kali—tinggal praktekkan saja!

Yesung kau pasti bisa!

Kupejamkan mata dan berusaha membayangkan jika di depanku ini adalah kaca—bukan seorang Ryeowook seperti yang biasa kulakukan ketika di dalam kamar

“Aku…mencintaimu” gumamku lirih. Kupastikan Ryeowook dapat merasakan makna dari perkataanku ini—yang berarti aku Lebih dari mencintaimu!

Tetapi wajah Ryeowook malah terlihat bosan. Dia tidak tahu butuh berapa banyak tenaga hanya untuk mengucapkan ketiga kata berat itu

Ia memicingkan mata—terlihat curiga, “aku sudah pasti tidak mencintaimu, kau tahu itu. Lalu apa maumu membawaku kemari?” tanyanya ketakutan karena di tempat ini hanya ada kami berdua. Sejenak terlintas pemikiran untuk menculik Ryeowook dan memenjarakannya di sisiku

Tetapi…dia adalah cintaku. Aku di sini karena mencintainya, bukan karena keegoisan semata

“Ryeowook…” panggilku sedikit canggung karena nama itu begitu berharga bagiku, “aku mencintaimu..ketahuilah itu” kupegang kedua tangannya yang sudah mengeluarkan keringat dingin. Ternyata dia benar benar ketakutan padaku….

“Maumu apa Yesung!!” pekiknya sedikit keras sambil terus melirik ke belakang—berharap Siwon datang menyelamatkannya dari tanganku. Hahaha, apa aku terlalu buruk di matamu Ryeowook?

Kulepaskan tanganku sebelum dia menjerit, “tidak ada hanya..” kupandangi kedua mata mungil berwarna cokelat itu. Ya Tuhan…hingga detik ini perasaanku masih tetap sama. Akankah aku bisa melupakannya

“Hanya?” tanyanya mengulang perkataanku

“Hanya saja, aku ingin kau bahagia” spontan kurenggut kemeja seragam untuk menahan perasaan aneh dan memuakkan ini, “aku berjanji tidak akan menguntitmu lagi atau menganggu hubunganmu dengan Siwon, kau berhak bahagia” ucapku tulus

Perlahan raut wajah Ryeowook berubah. Siapapun tahu kalau aku bersungguh sungguh dengan ucapanku ini

“Yesung, aku…”

“Ssst” aku memegang kedua bahunya lalu membalikkan tubuhnya ke arah lapangan. Di sana Siwon sedang bercengkrama dengan teman teman basketnya, “kembalilah padanya…..dia menunggumu”

Anehnya Ryeowook masih membeku di tempat. Ia berpaling kepadaku dan keajaiban itu muncul

Ryeowook tersenyum kepadaku

Setelah bertahun tahun aku mencintainya—akhirnya ada senyum yang begitu ku rindukan di berikan kepadaku. Mungkin ini juga untuk terakhir kalinya

“Yesung” suara Ryeowook saat memanggilku membuat tubuhku serasa melayang, “aku tahu—selama ini sikapku keterlaluan kepadamu, tetapi…”

Mendadak Ryeowook menggenggam kedua tanganku. Sekarang aku yang mengeluarkan keringat dingin

“Terima kasih” kata Ryeowook jujur, “terima kasih atas perasaanmu kepadaku”

Ia melepaskan tangan kami yang saling bertautan lalu berlari kencang—seperti menghirup udara bebas. Ryeowook memeluk tubuh kekar Siwon dari belakang sambil membisikkan sesuatu

Mereka berdua tersenyum dan tanpa aba aba malah melihat kepadaku dengan tatapan bersahabat

Ah! Ironis, terlalu ironis

Aku selalu berharap memilikinya tetapi sekarang aku malah membuat Ryeowook bahagia dengan jalan lain yaitu bersama Siwon. Bukan aku…

I wanna Love You

I can’t life without you

Comment like Oxygen for me😉

16 responses to “≈I wanna Love You-One≈

  1. kak, ini oksigennya..
    hohohoho
    lanjut dong, aku udah lama bgt menanti lanjutannya…
    ayo dong kak😦

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s