≈Copy and Paste Case : First Meeting!≈

TOK TOK

“Sebentar” sahut suara wanita agak melengking dari dalam rumah

Krekk

Perempuan tua yang berwajah datar itu terkejut melihat ada tamu datang pada siang hari seperti ini. Padahal keluarga Kim sekarang sedang berduka. Seluruh pelayat telah pulang sebelum pukul 11 pagi. Di tambah lagi penampilan Kim Kibum bukan seperti salah satu sanak saudara tuan Kim. Dalam sekali lirikan, sang pembantu tahu bahwa lelaki muda di hadapannya ini tidak berasal dari keluarga terpandang. Terkesan agak asing

 

“Selamat siang” sapaan Kibum membuyarkan penilaian pembantu wanita dalam hati, “bisa saya menemui salah satu tuan rumah. Anak dari Tuan Kim mungkin?”

“Ah maaf…Tuan, tetapi tuan tuan muda tidak menerima tamu” pandangan wanita tua itu meredup, “mereka sedang berduka dan mengurung diri di kamar masing masing” jelasnya

Kibum tetap bersikap acuh, “dengan segala hormat, saya mohon! untuk dapat menemui mereka” ia menahan nafas sejenak, “saya datang karena laporan dari Tuan Kim kemarin sore” akhirnya Kibum berpikir untuk bersikap terus terang kepada sang pembantu

“Oh! tidak!” wanita tua itu menutup mulut dengan tidak percaya, “Jangan bilang tentang surat kaleng! aishh, kami kira Tuan besar tidak memikirkan hal itu. Dia sempat bilang kalau surat itu hanya bualan anak kecil. Tidak! jangan mengada ada tuan!” sergah sang pembantu menunjukkan wibawanya.

“Saya tidak mengada ada Bibi” kata Kibum sabar, “maka dari itu, saya mohon agar bisa di pertemukan dengan mereka bertiga–atau jika anda suka, bagaimana di mulai dari Anda saja”

Jika Kibum tidak salah tangkap, sang pembantu agak terkejut melihat penjelasan Kibum yang begitu gamblang. Ia melirik ke kiri dengan gugup. Bisa mudah di tebak, sang pembantu seperti menyembunyikan sesuatu

“apa yang ingin anda ketahui?” tanyanya dengan sikap menyerah, “Tuan Besar meninggal secara wajar. Polisi dan tim medis sudah menyelediki semuanya. Mereka juga tahu tentang surat kaleng tersebut. Tetapi sama seperti yang saya bilang. Itu hanya keisengan anak kecil saja! tidak lebih!”

“Bibi” Kibum merunduk sambil memandangnya tajam, “jika anda benar benar bersikap loyalitas terhadap majikan Anda meski dia sudah meninggal. Tentu anda tidak akan keberatan membantu saya untuk menyelesaikan kasus ini. Jika Tuan Kim yakin surat kaleng itu hanya perbuatan iseng, mengapa dia jauh jauh mendatangi saya dan membeberkan fakta mengejutkan tentang anak anak kandungnya sendiri”

Kibum berhasil menyentuh bagian terpeka

“Anaknya sendiri!!” suara Bibi itu meninggi histeris, “tidak mungkin!!!! tapi–ah. Tidak! ini salah!”

“ada apa sebenarnya Bi?” kata Kibum membesarkan hati wanita tua itu.

Wanita itu melirik ke dalam dengan gusar. Beberapa menit ia terdiam–memikirkan sesuatu. Dengan ragu, ia membuka pintu lebih lebar lalu menyuruh Kibum masuk ke dalam ruang tamu dan mempersilahkannya duduk di salah satu sofa besar dan megah

“Saya…” ia menarik nafas panjang, “Baiklah. Jika ini demi Tuan besar. Saya akan menceritakan segala yang saya ketahui. Meski saya masih berpendapat sama! Tuan besar meninggal dengan wajar! terserah jika anda mau menyelidikinya. Toh di antara tuan muda tidak akan ada yang bersedia membayar jasa anda”

Wajah Kibum mengeras. Ia agak merasa tersinggung, “yakinlah maksud saya kesini bukan bertujuan komersil. Saya murni hanya ingin tahu apakah kematian ini wajar atau tidak”

Sang pembantu melirik sejenak. Karena yakin dengan pernyataan Kibum, ia melanjutkan ceritanya, “Sebenarnya selama beberapa bulan terakhir. Kira kira bulan desember. Sikap keluarga ini berubah drastis. Tuan Kim yang semula memang kaku dan bersikap agak otoritas kepada anak anak lelakinya semakin menjadi jadi. Ia memarahi, membentak dan mengejek semuanya tanpa terkecuali. Dan aneh Tuan, terkadang saya merasa Tuan Kim membenci anaknya sendiri! bukankah itu tidak wajar? Meski dari dulu sikapnya memang kasar, Tuan Kim tahu batasannya. Ia selalu memandang lembut dan bersikap ksatria sebagai contoh semua anak anaknya. Tetapi akhir desember kemarin….” Sang pembantu melambaikan tangan kasar, “Berubah!”

“Contohnya?”

“Dia membentak Leeteuk–mengatainya lelaki lemah dan cacat. Kangin di hina sebagai lelaki berdaya otak lemah dan sikap Ryeowook yang agak feminim di ejek sebagai perempuan dalam tubuh pria. Terlalu kasar menurut saya! sempat beberapa kali Tuan Kim juga membuat pernyataan jika dia menyesal memiliki anak seperti mereka–

“Apakah anak anak itu, maksud saya ketiga anak Tuan Kim mungkin menaruh dendam lalu….” Kibum menggantung kalimatnya dengan sengaja

Sang pembantu menghardik keras ke arah Kibum, “Jangan bersikap kurang ajar Tuan! mereka tidak akan melakukan hal serendah itu!! ingat keluarga Kim adalah keluarga terhormat” ucapnya sambil membusungkan dada dengan bangga

Kibum memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan, “jadi apakah yang membuat Tuan Kim berubah drastis?”

Pandangan mata wanita tua itu kembali meredup sedih, “mungkin semenjak kematian Nyonya. Awal desember tahun lalu, Nyonya meninggal akibat penyakit lever akut yang di deritanya. Mungkin itu saat saat terberat dalam hidup Tuan Kim. Dia begitu mencintainya”

“Apakah ketiga itu anak kandung? atau Nyonya kalau tidak Tuan pernah menikah sebelumnya?”

Sang pembantu menggeleng cepat, “Tuan dan Nyonya sama sama masih sendiri sewaktu menikah dulu. Memang ketika muda, Nyonya pernah memiliki tunangan sebelum bersama Tuan, tetapi sayang tunangannya mati dalam perang sehingga Tuan yang masih teman masa kecilnya langsung melamar Nyonya dan menikah bahagia sampai…..” nafas berat kembali terkuar dari bibir tua wanita itu, “apa lagi yang anda perlu ketahui?? sudah jelas kan–

Kibum beranjak dari kursi dengan sikap anggun dan berwibawa, “tidak semua masih kabur. Saya memohon dengan sangat agar bisa menemui ketiga anak Tuan Kim secepatnya” katanya keras kepala

“Tetapi Tuan–

“Eun Hye! dengan siapa kau berbicara!” suara berat itu membuyarkan ‘wawancara mendadak’ dari ruang tamu. Sesosok tubuh kekar berkepala botak menghampiri mereka. Raut wajahnya keras. Dalam sekali lihat, Kibum tahu lelaki ini memang replika sempurna dari Tuan Kim. Mereka mirip dengan garis muka yang sama persis.

“Anda pasti Kangin-shi” kata Kibum sambil meruduk formal. Sayangnya Kangin tidak membalas sama sekali. Ia malah menampakkan wajah penuh amarah

“Kau!! siapa kau berani sekali datang kerumahku dan menanyai pembantuku macam macam!!” rupanya Kangin dari tadi sudah menguping sesaat setelah pembantu rumah tangga itu mempersilahkan Kibum masuk ke dalam, “Kami tidak butuh penjilat sok tahu!!!” gertaknya

Kibum hanya tersenyum. Pantas saja Tuan Kim bangga saat membicarakan tentang Kangin. Anak lelaki keduanya ini memang menuruni sikap keras sang Ayah

“Mianhe, tetapi saya bertindak atas permintaan Tuan Kim” kata Kibum tenang, “sehari sebelum dia meninggal tepatnya kemarin. Tuan Kim datang mengunjungi saya karena surat kaleng yang ia terima. Jika anda berkenan bolehkah saya menanyakan beberapa pertanyaan kepada Anda?”

Saraf saraf pada raut wajah Kangin makin mengeras. Dia tidak percaya seseorang berani meminta sesuatu yang menurutnya absurd setenang pemuda ini. Apalagi jika di teliti, sang pemuda asing di hadapannya berumur jauh di bawah Kangin!

“Jawaban saya tentu tidak” balas Kangin sedatar mungkin. Dengan gaya memerintah, ia menyuruh pembantu itu untuk kembali ke belakang. Meninggalkan Kangin dan Kibum berdua saja di ruang tamu

“Jadi anda tidak mau membantu saya?” tanya Kibum bersikeras, “meski ini demi Ayah anda sendiri?”

“Anda gila!!!!” bentak Kangin, suaranya meninggi, “Ayah saya sudah meninggal dengan tenang, tetapi malah di usik usik seperti ini. Ingat anda bukan Sherlock Holmes ataupun Hercule Poirot!!! Jangan main detektif detektifan di sini”

“Hmm” Kibum mengangguk setuju, “saya memang tidak sehebat mereka, tetapi apakah anda tidak curiga sedikitpun akan kematian Ayah anda? Beliau di nyatakan meninggal akibat radiasi Sulfur Mustards. Padahal jika Tuan Kim menghirup itu kenapa Anda semua yang tinggal di rumah ini tidak terkena? bukankah itu aneh?”

“Tidak aneh” jelas Kangin, “Dokter dan Polisi sudah menyatakan penjelasan mengenai itu. Mereka mengatakan jika kamar Ayah yang menjorok ke arah Selatan belakang jalan–dekat perbatasan udara angkata militer memang amat rawan. Rumah ini besar. Sudah di bangun bertahun tahun oleh para buyut kami sehingga Ayah bersikeras tidak mau memotong bagian belakang rumah di lantai atas.”

“Tapi Kangin-shi” Kibum tersenyum penuh makna, “udara atau radiasi tidak akan mematikan orang secara langsung. Memang berbahaya jika sampai terkena. Tetapi reaksinya tidak secepat itu. Butuh berminggu minggu atau beberapa hari itupun jika Tuan Kim berada seharian di dalam kamar. Padahal paling lama, dia hanya berada di sana dalam hitungan jam saja”

Kangin kelihatan sinis, “bisa saja, radiasi mengenai Ayah entah dari beberapa minggu belakangan. Jika memang bersikap komulatif”

Sikap Kibum agak sedikit terkejut dengan penjelasan Kangin, “anda mengerti tentang bahan kimia?” tanyanya penuh selidik

“Saya mengerti karena akan masuk militer. Pengetahuan itu lumrah untuk tempat dalam keadaan perang seperti ini” jelas Kangin agak malas berdebat dengan Kibum. Ia baru akan mengusir Kibum lagi saat pemuda itu kembali berbicara

“Bagaimana jika salah satu dari penghuni rumah ini dengan sengaja atau tidak menaruh beberapa miligram saja ke dalam mangkuk sup atau kopi–ah tidak mangkuk sup itu lebih aman karena tersamarkan. Sulfur Mustards di sebut demikian karena bau mustards yang tercium dengan jelas di dalam racun. Tuan Kim mungkin tidak sadar dan memakan saja tanpa curiga. Dan esoknya Polisi–

“Anda keterlaluan!!!” teriak Kangin tidak bisa menahan amarahnya lagi, “Berdiri di dalam rumah saya dan mengungkit ungkit tentang kematian Ayah saya dengan tidak hormat!!! bisa tidak anda tinggalkan tempat ini segera?!!”

“Tidak bisa!” bantah Kibum sama kerasnya, “saya merasa bersalah! Ayah anda tahu sesuatu dan sebelum ia mengatakan kepada saya, seseorang telah membunuhnya. Sangat kebetulan seseorang yang mendapat ancaman dan firasat akan di bunuh langsung meninggal keesokan harinya. Bagaimana jika Anda menjadi saya Kangin-shi! saya punya tanggung jawab moral!”

“Kau?!” Kangin maju selangkah. Tangan kanannya terkepal hendak melayang ke arah Kibum ketika sebuah suara mengalihkan pertengkaran mulut di antara mereka berdua

“Hyung” seru seseorang lelaki sedang mendorong kursi roda dengan sosok pria lebih tua dari Kangin dan lelaki di belakangnya. Tanpa sengaja Kibum telah bertemu dengan putra pertama dan putra terakhir keluarga Kim

Kangin menarik tangannya, “Leeteuk Hyung, Ryeowook…” Ia berbalik dari Kibum lalu menghampiri kedua saudaranya.

Tiga orang. Dengah sifat berbeda….tetapi memiliki garis keturunan yang sama…..

Siapa di antara yang akan menjadi tersangka?

TBC

Mianhe T__________T gw pemula banget bikin ff beginian. Sorry kalau ngga jelas dan ngaco hahahha….mianhheeee…semoga pada suka ya

kasih komen aja, bagus jelek saya terima😉

11 responses to “≈Copy and Paste Case : First Meeting!≈

  1. untuk pemula menurut aku sih keren…
    belibetan ceritanya udh ok…
    ayo ahhh
    lanjut bca dlu…
    gmn endingnya yah…

    siapa sebenernya yg ngebunuh ato jgn2 mr.kim emg mnggl scara wajar???

  2. Wah wah, itu ada nama Hercule Poirot disebut-sebut. Saya Miss Marple-nya loh….. *diinjek*

    Pe-pemula? Ini tidak seperti buatan pemula, unni. Kalau ini dibilang pemula, lalu saya apa? Pemula yg paling pemula? -.-

  3. Bagus kok.. *manggut-manggut
    tp masih belum dpt aja feelnya kak.. biasanya FF kak sebas bikin merinding gimana gitu..

    NEXT!!😀

  4. cukup bagus,,, awal-awal udah bikin pnasaran,,, aku suka semua FF kamu chingu,,, kayanya Sebas chingu emg punya stok ide brgudang2 buat bkin FF,,kaga ada mati nya,,, Hwaiting Sebas chingu,,, terimakasih udh share stiap ff yg km bikin,,,🙂 oia,,,, happy new year y ^^

  5. Wah, terobosan baru nih? Biasanya ff sebas klo gk romance ya humor. But, i still love it!

  6. Waw,kangin doyan marah marah banget disini….

    *kata siapa ff unnie ngaco n g jelas…menurut sya itu gak jelasnya ff unnie tuh yg bikin ff unnie daebak lah pokoknya….

  7. Hmmm kangin keras bgt wataknya y? Pnasaran reaksi leeteuk sm ryeowook kyak ap,,

    Apa!!kayak gni d blg pemula,,ini tuh bgs chingu-ya, cm chap ini agak pndk aj,,,

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s