≈Copy and Paste Case!≈

Beberapa tahun yang lalu di salah satu pusat perkotaan Seoul berdirilah sebuah rumah pondok mungil. Sisi atas bagian rumahnya kokoh walau terbuat dari kayu. Sederhana adalah kata yang tepat sebagai penggambarannya. Sekilas orang orang akan menilai rendah rumah itu dan akan melewatinya sambil lalu. Tetapi tidak bagi seseorang namja, lelaki itu malah tertarik seraya masuk ke dalam. Di temuinya perempuan tua yang menjadi makelar rumah. Wanita dengan senyum ramah agak di buat buat , ia memang pintar menyenangkan hati pelanggannya. Betapa banyak hal di bicarakan agar rumah sederhana ini laku di tangan pemuda tampan yang senang memicingkan mata tersebut

Tidak butuh waktu lama, lelaki itu mengangguk setuju setelah berbasa basi menawar harga rumah. Dengan perasaan senang yang begitu kentara, wanita tua itu mengambil berbagai surat surat yang di perlukan kemudian memberikannya kepada pemilik baru

Dalam semalam lelaki ini mendapatkan tempat bermalam sekaligus rumah dan tentunya kantor untuk pekerjaannya yang terbilang tidak biasa

“Aku akan memulai segalanya dari sini” gumam sang pria itu

Lelaki itu bernama Kim Kibum. Berumur 25 tahun. Hidup sendirian akibat perang saudara antara Korea Utara dan Selatan berkepanjangan yang segera meluluh lantakan seluruh keluarganya. Pemerintah hanya bisa menyelamatkan Kibum saat rumah mereka habis terkena bom nuklir. Karena itulah, Hidup Kibum hanya terpusat pada pendidikan sebagai landasan masa depannya. Berkali kali Kibum mendapatkan panggilan militer  tetapi dengan mudah pula ia berkelit. Tidak! Dia tidak mau melibatkan diri kepada hal kekerasan yang telah merenggut keluarganya

Tetapi bidang yang di geluti Kibum juga terdengar asing dan agak menimbulkan kecurigaan bagi berbagai pihak. Meski harus di akui Kibum memang memiliki kriteria untuk itu semua. Dia orang terpintar satu angkatan. Meraih gelar doktor dalam 2 tahun dengan predikat lulusan terbaik

IQ 238

Apalagi yang kurang?

Semua ciri ciri tersebut memang pantas bukan untuk menjadi seorang detektif swasta. Ya itulah keinginan Kibum….menyelidiki kasus kasus pelik yang hanya bisa terselesaikan dengan otak, bukan otot

Dan sekarang tanpa ia sadari, Kibum akan menghadapi kasus utamanya

Kasus Copy and Paste

“Permisi” ketuk salah satu pria berumur di depan kantor Detektif Kibum

“Ya?” Kibum berhenti menulis surat lalu membukakan pintu, “mari masuk Tuan?” tanyanya hormat sambil memberi isyarat agar tamu itu duduk di kursi dekat jendela

“Tuan Kim” sambung lelaki itu agak kaku, “namaku Kim Junsung” ia duduk dengan bahu tegap. Tubuhnya termasuk porposional untuk seumurannya. Pasti dia masih bekerja di angkatan bersenjata

Kibum tersenyum tipis, “jadi Tuan Kim, ada keperluan apa anda kemari?”

“Saya” sifat resmi mulai runtuh. Sekarang bayangan ketakutan menghinggapi wajah lelaki tua itu. Sejenak Kibum bisa menebak jika lelaki di hadapannya adalah orangtua yang khawatir akan masalah keluarga. Tidak lebih

“Masalah dari salah satu anak lelaki anda mungkin?” tebak Kibum dengan tepat karena Tuan Kim mengeluarkan lolongan terkejut yang terang terangan

“Darimana anda tahu?!” pekiknya sambil menunjuk ke arah Kibum

Kibum bersandar nyaman pada kursi besar yang ia duduki, “Anda kelihatan kalut—tetapi bukan takut. Berarti ada masalah dengan keluarga anda yang menyangkut harga diri. Makanya anda datang ke saya agar masalah ini bisa terselesaikan tanpa menyita perhatian orang banyak. Anda pasti orang terpandang di lingkungan anda. Di tambah lagi, masalah yang bisa membuat seorang terhormat datang ke tempat saya dengan diam diam berarti ada sangkut paut dengan anak lelaki. Anak lelaki yang menjadi tempat pertama dalam keluarga, bukan begitu Tuan Kim” jelas Kibum tenang

“Argh” Tuan Kim menggeleng cepat, “saya memang tidak salah datang ke tempat ini. Yang anda katakan semuanya benar. Saya punya keluhan tentang salah satu—ah beberapa anak lelaki saya. Perlu anda ingat, saya tidak memiliki anak perempuan. Istri saya juga sudah meninggal setelah beberapa tahun yang lalu. Kami hanya tinggal bertiga saja”

“Lalu masalah anda?” pancing Kibum

Tuan Kim agak sedikit merunduk dengan sikap berahasia, “saya mempunyai kekayaan yang cukup untuk membiayai 7 turunan ke empat anak saya ini. Tetapi, aishhh mereka masih muda dan tahu akan hal itu sehingga tidak mau bekerja keras. Mereka malas malas, Kibum-shi. Membuat kepala saya pusing!”

“siapa saja anak anda itu?”

“Hmm, yang tertua ada Leeteuk, tetapi dia tidak bisa di andalkan—tubuhnya lemah dan setahun terakhir ini dia menggunakan kursi roda setelah kecelakaan. Anak kedua saya, bernama Kangin. Lelaki kuat—sama seperti saya” Tuan Kim membungkukkan dada, merasa bangga ketika membicarakan Kangin, “dia akan masuk militer tahun ini, tetapi yah….dia juga memiliki sifat buruk yaitu pemalas!”

“apa masalah anda dengan kedua anak itu?” tanya Kibum mulai tertarik

“Ah tidak! Masih ada anak saya terakhir, yang ketiga Ryeowook—tingkahnya mirip Ummanya. Sama sekali tidak berbeda!! Suka memasak, membereskan rumah, akrab dengan para pembantu.” Tuan Kim terus berbincang tanpa tahu Kibum melihatnya penuh selidik

“Tuan Kim, bukankah tadi anda bilang, keluarga anda hanya tertinggal 3 orang jika itu termasuk anda , berarti…..mana ada anak ke 3?” kata Kibum tajam

Mendadak Tuan Kim agak kerepotan menutupi celanya, “Ah tidak…yah maksud saya berempat!! Berempat!! Tadi saya hanya salah bicara” meskipun berkata demikian, Kibum tetap mencatat dalam otaknya bahwa ada satu orang—salah satu anak yang terasingi dari Tuan Kim. Entah siapa itu

“Saya memiliki perusahaan di bidang tekstil. Agak maju pesat pada jaman seperti ini. Tetapi itulah yang menjadi bahan pemikiran saya. Siapa yang akan menjadi penerus saya? Leeteuk? Dia cacat! Kangin? dia malah masuk wamil dalam hitungan bulan sedangkan Ryeowook? Aishhh bersikap tegas saja dia tidak bisa.” Tuan Kim merenung dengan gaya dramatis, “belum lagi akhir akhir ini ada surat kaleng yang membuat saya ketakutan. Surat itu bilang begini, Kamu akan mati sebentar lagi!!

Tubuh Kibum condong ke arah kursi Tuan Kim, “surat kaleng?”

“Ah saya tidak membawanya. Pokoknya semua surat berjumlah 5 buah. Satu setiap hari dan saya mengira—ini diantara kita saja, bahwa—

“Salah satu anak anda yang menginginkan anda untuk mati, begitu?” tebak Kibum terang terangan

“Iya” Tuan Kim merasa senang karena detektif muda ini tanggap seperti yang di bayangkan, “saya tidak ragu akan itu, Siapa lagi yang akan mewarisi seluruh kekayaan saya kalau bukan mereka semua?”

“Tetapi Tuan, apa tidak keterlaluan jika menuduh anak sendiri sebagai pelakunya?” tanya Kibum agak terkejut, “biasanya orang tua malah menutupi segala kekurangan anak mereka seolah olah anak anak adalah malaikat kecil yang turun dari langit”

Seketika sosok Tuan Kim terlihat berbeda di mata Kibum. Dia bukan lagi lelaki ketakutan. Wajahnya yang di tutupi garis penuaan—mengeras. Ada aura diktator dalam diri Tuan Kim. Mendadak Kibum sedikit mengerti kenapa salah satu anak ingin membunuh ayahnya sendiri

Bagaimana jika Tuan Kim sendiri yang membuat anaknya membenci sosok ayah kandung mereka

“Tidak diragukan lagi Kibum-shi” ia berbicara singkat—sikapnya kembali kaku, “sayalah yang paling tahu tentang mereka. Dan jika anda masih mau menangani kasus saya, anda saya undang menginap di rumah saya selama beberapa hari untuk menyelidiki semuanya hingga tuntas”

“Baiklah” balas Kibum sama dinginnya, “saya terima kasus anda”

Setelah berjabat tangan kuat. Tuan Kim secepat mungkin keluar dari tempat Kibum sambil menutupi wajahnya menggunakan mantel tebal

“Hmm…tuan Kim Jungsung….sepertinya aku akan menyelidiki tentangmu besok” gumam Kibum ketika menutup pintu depan lalu membalikkan papan nama karena dia akan tutup sebentar lagi

__

Nampaknya besok hari, Kibum tidak bersusah payah untuk mencari tahu tentang Tuan Kim—klien pertamanya. Karena semua berita setempat telah menjadikannya sebagai berita utama, mengalahkan perang kala itu yang sedang menghangat dalam pemberitaan

Tetapi Kibum tidak senang dengan kemudahan yang ia temukan. Tangannya yang kekar berhasil meremukkan surat kabar sambil membuangnya ketempat sampah. Meski bukan kesalahannya, Kibum merasa bersalah karena telah membiarkan nyawa Kliennya melayang begitu saja hanya dalam waktu sehari…

Pengusaha kaya raya, Tuan Kim Jungsung telah di temukan meninggal keracunan Sulfur Mustards dini hari tadi. Pembantu yang biasa membangunkan Tuan Kim pada jam 6 pagi terhenyak dan berteriak histeris karena tubuh majikannya telah kaku. Ia segera memanggil beberapa anaknya lalu menelepon polisi dalam keadaan panik

Petugas medis yang datang terlambat menyatakan kalau Tuan Kim Jungsung murni terkena racun Sulfur Mustards karena di daerah sekeliling rumahnya penuh dengan radiasi udara, efek dari berterbangan bom, nuklir dan beberapa senjata kimia lainnya. Polisi juga sudah menanyai semua anak anak korban. Tidak satupun dari mereka yang bisa di jadikan tersangka ataupun tertuduh

Meninggalnya Tuan Kim Jungsung di sebabkan oleh hal hal lumrah dalam daerah yang terbiasa ada peperangan secara langsung

“Konyol!” gerutu Kibum, “sudah jelas dia di bunuh!….oleh tiga orang tertuduh—anaknya sendiri…” ia berjalan mondar mandir sambil mempertimbangkan sesuatu, “aku harus mencari tahu..yah…aku akan menyelidiki semuanya”

Kibum mengambil jaket bepergian miliknya lalu keluar dari rumah dengan sikap tergesa gesa

TBC

Siapakah tersangka dan tertuduh?

Leeteuk

Kangin atau malah

Ryeowook?

Tunggu episode penyelesaian kasusnya😉

10 responses to “≈Copy and Paste Case!≈

  1. eung.. baru tw ada FF begini.. #Plaak udah lewat berapa bulan bu?

    tipenya agak beda ya dari FF kak sebas yang lain?

    wookieLAH.. next!🙂

  2. ESDAANNN~~ IQ’a 236? Prasaan pling gede 160an deh -_-a

    WIW,, keren nih misi’a.. LANJUUTT!!!!
    Cb wonpa yg nylsein kasus’a.. kn keren tuh #ngayal

  3. Huaw..keren……
    kayak detective conan…..
    IQ-nya Kibum tinggi banget….
    *jdi susah buat komen..terlalu waw sih unnie….
    Pokoknya keren ^_^

  4. Keren… Aku jadi kangen sama Kibum oppa~ T_T #nahlho? *abaikan*
    tapi eon,, ada sedikit hal yang salah(?) mungkin,, tadi di awal emang tuan Kim Junsung bilang tinggal bertiga. terus ada,
    Tuan Kim agak sedikit merunduk dengan sikap berahasia, “saya mempunyai kekayaan yang cukup untuk membiayai 7 turunan ke empat anak saya ini.
    terus pas nyebutin satu persatu ternyata ada tiga dan
    “Tuan Kim, bukankah tadi anda bilang, keluarga anda hanya tertinggal 3 orang jika itu termasuk anda , berarti…..mana ada anak ke 3?” kata Kibum tajam
    jadi yang bener apa eon???
    teru,, Kibum biang

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s