≈No Other Like U-Forty Four-{Endless}≈

“Minnie!!!” teriakan Kyuhyun mengganggu ketenangan siang itu. Ia terperanjat setelah menaruh tasnya sembarangan di lantai depan lalu berlari kencang ke dalam kamar, “Kau ini?!” Kyuhyun terus mengomel sambil membenarkan posisi duduk Sungmin, “sebenarnya kau merasa sedang hamil tidak sih! Bahaya tahu kalau mengangkat kaki ke dinding!”

Bagaimana Kyuhyun tidak terperanjat melihat dari kejauhan Sungmin sedang menaruh kedua kaki ke atas dinding sambil berbaring di kasur dalam kamar mereka. Posisi yang amat membahayakan buat ibu hamil

Sungmin terkekeh sejenak, “habis perutku rasanya tidak enak, makanya aku naikkan kaki ke atas—eh mendingan kok” belanya tanpa merasa bersalah telah membuat Kyuhyun hampir jantungan

Kyuhyun masih bersikap ketus, “kalau begitu ke dokter,  Udah lebih baik kau istirahat sana!” selesai membaringkan Sungmin di atas tempat tidur, Kyuhyun menutup pintu rumah lalu kembali ke dalam kamar

 

Sebenarnya beberapa hari ini semenjak Sungmin di ajak ikut ke lapangan basket. Tidak ada permasalahan serius mengenai para fans Kyuhyun, sebab daya senyuman Sungmin masih berdampak kuat meskipun kepada yeoja yeoja yang semula membenci dirinya. Tetapi karena Sungmin terlalu mencintai drama telenovela, ia memutuskan membiarkan Kyuhyun pergi latihan sendirian tanpa dirinya. Kyuhyun juga lebih tenang meninggalkan Sungmin di dalam rumah ketimbang ikut dengannya ke sekolah. Tidak baik untuk Ibu hamil. Katanya

“Ng, Kyu”

“Hmm” gumam Kyuhyun sambil menggeliat dalam tidurnya. Ia membuka mata perlahan, melihat Sungmin sama sekali belum terlelap meski sudah tengah malam, “kamu haus? Lapar? Atau mau ke kamar mandi?” tanya Kyuhyun bertubi tubi, tangannya hampir melepaskan tubuh Sungmin yang tidur dalam dekapannya

“Ngga. Ngga semua itu” sanggah Sungmin, “aku mau nanya sesuatu, kepikiran kemarin aku dengar pas para fans kamu waktu ngomongin kita di belakang….kamu sadar ga usia pernikahan kita hampir 2 tahun agustus besok?”

Mata Kyuhyun menyipit untuk menghilangkan kantuk, “ha? Cepet amat, aku kok ngga kerasa ya…hmmm, terus kamu gim…hoamm…gimana?” tanpa sadar Kyuhyun menguap lebar, “mau di rayain?”

“Bukan…aku juga malas di rayakan. Buang buang uang” jawab Sungmin enteng

*Sebastian langsung bersorak girang setengah mati, sujud penuh syukur!!!. Akhirnya main castnya tahu diri kalau authornya lagi sibuk jadi ga minta macem macem =P*

“Lalu?” kelihatannya Kyuhyun terlalu capek karena seharian penuh ia berlatih basket plus mengurusi keperluan Sungmin selama masa kehamilan. Kyuhyun juga memajukan jam malam, sekitar jam 9 mereka berdua sudah tidur supaya besoknya tidak terlambat

“Ngga kenapa kenapa” balas Sungmin lugu, “hanya saja aku takut kau marah lagi karena aku bisa melupakan hal sepenting itu”

“Apanya yang penting?” Kyuhyun bertanya balik, dia mengelus punggung Sungmin dengan perlahan agar istrinya cepat tertidur, “aku aja lupa kita udah nikah selama 2 tahun, hmmm…ternyata nikah ga seburuk bayanganku dulu. Liat aja, aku bisa hidup sama kamu. Hampir dua tahun….bisa masuk rekor dunia” gurau Kyuhyun—puas dengan bahan candaannya sendiri

“maksudnya?” dahi Sungmin berkerut bingung

Kyuhyun menghela nafas berat, “Maksudnya itu Minnie, aku sekarang udah capek banget. Jadi kamu jangan bangunin aku untuk hal sepele kayak tadi, dan sekarang kita tidur!” tukas Kyuhyun dengan sebelah tangan menutup kedua kelopak mata Sungmin agar terpejam lalu menciumnya satu persatu, “tidur ya….kamu nanti kecapekan kalau kurang tidur” bisiknya

Suara Kyuhyun bagaikan lantunan bait nina bobo buat Sungmin. Tidak butuh waktu lama, tubuh Sungmin mengendur sebelum bersandar nyaman di dalam pelukan Kyuhyun.

___

“Lawan kita kali ini beda dengan tahun kemarin” kata Pak pelatih Kyo dengan gaya militernya sambil mondar mandir di depan seluruh pemain basket terutama lapis 1 yang akan turun di pertandingan tingkat Nasional pada akhir maret nanti, “mereka adalah sekolah St Martin yang menempati tempat ketiga tahun lalu. Hmm, mereka maju pesat akhir akhir ini, makanya Bapak ingin kita makin memperketat baris pertahanan untuk meraih juara selama dua tahun berturut turut. Mengerti?!”

“Mengerti pak!” jawab seluruh pemain basket tegas

“Pak!” interupsi Siwon, “tetapi bukannya sekolah St Martin itu menang telak berbeda 20 poin bahkan sebelum bel pertandingan selesai di bunyikan. Apa mereka sekuat itu?” tanyanya tidak percaya

Mendengar perkataan Siwon, mendadak semua pemain basket bergumam satu sama lain. Bukankah hal yang aneh bisa mengalahkan juara bertahan seperti sekolah Star High. St Christie beruntung memiliki Guard terbaik seperti Kibum, Center tercepat seperti Siwon dan penyerang tingkat nasional seperti Kyuhyun. Maka dari itu sekolah St Christie bisa mengejar ketinggalan hanya dalam satu tahun

Tetapi St Martin? Mereka masih orang baru dalam dunia basket tingkat nasional

“Hmm” Pelatih Kyo berpikir sambil berjalan mondar mandir, “Sebenarnya Bapak juga heran. Apalagi pertandingan penyisihan kemarin bapak ikut menontonnya ada hal yang aneh” gumamnya, “seperti sekolah Star High malas malasan bertanding. Terlihat jelas….ck sudahlah. Itu bukan urusan kita, mungkin saja stamina mereka sedang menurun atau memang St Martin sudah berjuang keras untuk memperebutkan juara 1 dari kita” semangat Pelatih Kyo kembali berkobar. Ia melihat satu persatu anak didiknya dengan pandangan tajam, “Pokoknya Bapak tidak mau tahu! Kalian harus memberikan yang terbaik! Jangan sampai kita semua menyesal belakangan. Mengerti anak anak!” serunya bersuara lantang

Semua pemain—terutama pemain inti langsung mengangguk cepat, “Mengerti Pak!”

Setelah selesai mengulangi beberapa kali gerakan cepat dan pertahanan dari arah belakang. Beberapa dari mereka dengan segera keluar dari tempat itu karena hari yang telah larut. Bahkan pak pelatih menyuruh mereka agar beristirahat di rumah agar fit pada saat hari H

“Eh tumben lo ngomong kayak gitu” tanya Kyuhyun yang masih membereskan pakaian kotornya, “emangnya ada apa sih?”

“Ngga gw cuma penasaran aja” balas Siwon sambil meminum dalam satu tegukan botol mineral yang di bawanya, “mereka tuh masih kelas teri ketimbang Star High dan kita. Eits, gw bukannya sombong ya. Tapi beneran, mereka ngga ada apa apanya” Siwon memberi penekanan khusus pada kata kata terakhir

“Terus lo curigain apa nih?” tanya Kibum yang juga masih berdiam di tempat. Mengikuti obrolan kedua temannya itu. Chulie hari ini tidak datang—dia memilih menemani Sungmin yang berada di rumah sendirian (sebenarnya secara tidak langsung ini kemauan dari Kyuhyun. Dia takut kalau Sungmin pergi pergi ngga jelas kayak kemarin sekaligus ngamatin tontonan telenovela kegemaran istrinya itu. Salah episode ntar bisa bisa, Kyuhyun kena imbasnya juga)

Siwon memberi isyarat agar mereka berdua mendekat, “gw curiga mereka curang—main belakang” bisiknya pelan. Ia sengaja tidak mengatakan ini di depan Pelatih Kyo karena takut di anggap hanya bualan semata. Pelatih Kyo tidak suka dengan rumor rumor tidak jelas. Ia lebih suka ada faktanya secara langsung

“Yakin lo?” kata Kyuhyun sangsi, “siapa tahu mereka emang maju pesat, Siwon. Ngga inget tahun kemarin mereka peringkat ketiga di bawah Star High yang udah kita kalahin”

“Tapi Kyuhyunnnn, mereka kan peringkat ketiga karena Sekolah terkenal Guardian kalah akibat pemain intinya pada sakit perut semua. Apa lo ngga mencium ada sesuatu, ini sempat menjadi skandal loh tahun lalu”

Mereka terdiam.

Mau tidak mau, Pikiran Kibum mulai terpengaruh oleh ucapan Siwon yang terdengar meyakinkan tadi. Tetapi tidak dengan Kyuhyun. Ia hanya mengangkat bahu lalu menyampirkan tasnya ke bahu, “udah ah. Kita lihat aja nanti. Mereka benar benar jago atau mereka ‘jago bikin lawannya kalah akibat sesuatu’. Toh di dalam lapangan semua akan terbukti kok.” Kyuhyun mengedarkan pandangan ke sekeliling, “Yuk keluar—gw takut kemaleman nyampe rumah, ga enak sama Heenim”

“Eh iya, Chulie” Kibum menepuk dahinya sendiri, “gw ikut lo dong Kyu naik motor, mau jemput Chulie juga”

“Ok”

Setelah meminta satpam sekolah mengunci lapangan basket. Kyuhyun, Kibum dan Siwon berpisah di depan parkiran motor. Siwon langsung melaju meninggalkan Kyuhyun dan Kibum di belakang. Maklum rumahnya paling jauh sendiri. Selang beberapa menit, motor Kyuhyun juga menderu dalam kecepatan tinggi lalu membaur dengan kendaraan lain di jalan raya

Sungmin dan Chulie sedang asyik mengobrol di ruang TV ketika kedua suami mereka pulang dari latihan basket

*Kibum : ISTRI??? Chulie istri gw!!!! SEBAS!! Thanks!!! Hehehehehhe (nyengir gila)*

*Sedangkan Chulie menggeleng tidak setuju : Sebas!!! Gw mau ada upacara pernikahan!!!! Ga langsung main skip aja!!!!! (ngancem gw pake Seunghwan)*

*Dasar cast ga tahu diri!*

Oke gw ralat

Sungmin dan Chulie sedang asyik mengobrol di ruang TV ketika Kyuhyun bersama sama dengan Kibum pulang dari latihan basket. Mereka menaruh motor terlebih dahulu ke dalam bagasi sebelum masuk ke dalam rumah—menghampiri kedua yeoja tersebut

“Chulie sayangggg” Kibum langsung menghambur duduk di sebelah Chulie, “kita pulang yuk, keburu larut malam”

Chulie menghentikan pembicaraan serunya dengan Sungmin lalu menghadap ke arah Kibum, “Eh—kalian udah pulang, gimana latihannya tadi?” tanya berbasa basi

Kyuhyun mengangkat bahu sebelum menghampiri Sungmin dari belakang, “Biasa aja. Cuma lebih capek”

“Oh” Sungmin dan Chulie manggut manggut, “udah yuk, keburu malam” ulang Kibum dengan gelisah melirik ke jam dinding. Maklum, kedua orangtua Chulie tahunya anak gadisnya pergi bersama Kibum dan itu berarti mereka harus pulang juga sama sama. Kibum tidak pernah memulangkan Chulie lebih dari jam sepuluh malam. Takut di larang datang lagi sama Ayah Chulie yaitu Donghae.

Sebenarnya di bandingkan Kangin—Appa Sungmin, Donghae itu termasuk Daughter Complex, sangat protektif terhadap Chulie

(Ini nih sifat buruk Donghae yang nurun ke Kyuhyun)

“Eh iya” kata Chulie sependapat, “nanti Appa bisa marah”. Setelah membereskan buku bacaan, majalah dan lain lain dari atas meja. Chulie dan Kibum langsung pamit pulang ke rumah. Mereka juga menolak ajakan Sungmin untuk makan malam bersama

“Gimana mau makan malam?” tanya Kyuhyun sedang membereskan cemilan Sungmin yang berserakan di mana mana, “emang ada makanan di dapur? Kan udah habis buat kamu sendiri” gumamnya menaruh semua sampah itu ke dalam tempat sampah mungil di sudut ruangan

“Ngga kok” sergah Sungmin duduk santai sambil memperhatikan Kyuhyun, “aku tadi udah masak buat kamu. Chulie juga tadi nyobain. Katanya masakanku ngga berubah—tetap enak, hehehe”

Kyuhyun menengadah. Ia melirik ke atas meja makan. Benar saja, beberapa hidangan sederhana yang biasa di sediakan Sungmin sudah ada di sana.

“Hmm, aku jadi lapar. Makan bareng yuk” tawar Kyuhyun ketika mencuci tangan di wastafel lalu membantu Sungmin berdiri, “kamu udah makan?”

“Belum, nunggu kamu” jawab Sungmin

“Aishh—kamu tuh ngga boleh telat makan! Beda Minnie! Kamu kan makan buat dua orang. Aku kan bisa makan apa aja!!” gertak Kyuhyun sambil menyendokkan makanan untuk Sungmin

“iya iya Tuan Kyu” sindir Sungmin pelan, “Oh ya, kapan pertandingannya? Tadi kata Chulie lusa depan” tanya Sungmin dengan mulut penuh makanan membuat Kyuhyun buru buru menuangkan minuman untuk di berikan kepada Sungmin

“Iya. Lusa depan” jawab Kyuhyun singkat

Sungmin melirik suaminya dengan takut takut, “aku boleh ikut nonton?” tanyanya ragu

“NGGA!” teriak Kyuhyun keras, “kalau ntar kenapa kenapa gimana? Lapangan pasti penuh orang banyak, aku bahkan ngga akan bisa ngawasin kamu dari jauh”

“Ng..kan ada Chulie” tukas Sungmin  masih mencoba membujuk Kyuhyun. Pasti membosankan hanya mendengarkan ceritanya saja dari Kyuhyun tentang jalannya pertandingan, lebih baik menontonnnya secara langsung, bukan

Kyuhyun berhenti mengunyah, tatapannya tajam mengarah kepada Sungmin, “Minnie” bisiknya pelan namun penuh penekanan

“Ayolah Kyuhyun, pasti ga enak jadi orang terakhir yang tahu hasil pertandingan nanti” pinta Sungmin sedikit memelas

“Tapi” sela Kyuhyun, “Kalau nanti semua orang pada desak desakan dan bersorak sorak sambil berdiri terus kamu kedorong, jatuh lalu—

“Kyu!!!” sekarang Sungmin yang berbalik membentak Kyuhyun, “Kamu mikirnya kejauhan. Ngga mungkinlah ada kejadian kayak gitu. Aku pasti duduk di bawah—di belakang para juri. Aman kan?”

Kyuhyun memajukan bibirnya—mencari sesuatu untuk mendebat Sungmin. Tetapi memang benar jika tempat duduk di belakang juri adalah tempat paling aman. Juri tidak akan mau di ganggu oleh para teriakan suporter dan Sungmin akan duduk tenang, aman di sana sampai pertandingan berakhir

“Hmm, boleh deh. Toh dari jarak sedekat itu aku bisa sekalian ngawasin kamu” kata Kyuhyun dengan susah payah memberi ijin.

Mendengar itu Sungmin memutar kedua bola matanya, “mendingan jangan, kamu konsentrasi aja. Kan ada Chulie, Hangeng dan Wookie yang datang nanti”

“Mereka mau datang?” semangat Kyuhyun kembali berkobar—tahun kemarin Hangeng tidak bisa hadir karena sedang mengikuti seminar Alien di pusat kota sementara Wookie…yah…waktu itu hubungan mereka tidak sebaik sekarang. Paling tidak, kali ini Kyuhyun mendapat dukungan penuh pada pertandingan terakhirnya

“Mau dong. Nanti mereka pergi bareng aku dan Chulie hehehe”

“Huh” Kyuhyun mengelus dadanya, “kalau begitu aku lumayan lega” katanya sambil tersenyum lebar, “udah cepet habisin makanannya”

“iya” Sungmin menyendokkan suapan besar ke dalam mulut dengan lahap. Kyuhyun sendiri makan dalam diam. Membiarkan tubuhnya mendapatkan asupan lebih banyak. Kelelahannya baru terasa di saat saat seperti ini.

*****

Seharian penuh, Kyuhyun terpaksa memberikan waktunya untuk berlatih sebagai persiapan terakhir. Ia bahkan harus merelakan Sungmin pulang di antar oleh Hangeng dan Wookie soalnya Chulie sedang sibuk berbicara dengan Umma Kyuhyun—entah tentang masalah apa

Lewat petang hari, setelah memeras tenaga penuh. Kyuhyun kembali pulang ke rumah dengan lunglai. Ia langsung merebahkan diri di atas sofa ruang tamu tanpa mencari Sungmin dahulu

“Capek” Kyuhyun mengelap keringat yang terus mengalir deras. Mungkin dia harus mandi secepatnya agar terasa segar

“Minnie…” panggil Kyuhyun dengan nafas sedikit terengah engah

Suara derap langkah dari dalam rumah terdengar mendekat ke dalam ruang tamu, “Kamu udah pulang? Gimana latihannya? Capek ya” tanya Sungmin duduk di kursi sebelah dekat sofa panjang yang sedang di tiduri oleh Kyuhyun. Dengan tanggap, Sungmin membantu Kyuhyun membereskan isi tasnya yang penuh baju basket kotor dan sekaligus mengelap keringatnya yang masih mengucur deras

Kyuhyun menengadah ke arah Sungmin. Matanya setengah terpejam, lelah—membayangkan tempat tidur empuk untuk melepas lelah, “aku habis mandi mau tidur. Kamu makan aja selagi aku beres beres”

Wajah Sungmin kelihatan serba salah, “aku tadi udah makan duluan. Kemarin kan kamu bilang supaya ngga nungguin kamu pulang, jadinya—

“Iya iya, aku ngga apa apa” Kyuhyun menenangkan Sungmin sambil mengelus kepalanya, “aku juga ga laper kok. Udah mau mandi dulu” katanya beranjak berdiri dari atas sofa sementara Sungmin menutup seluruh pintu rumah dan jendela. Ia sudah kembali ke dalam kamar, duduk tenang di atas kasur sebelum Kyuhyun selesai keluar dari kamar mandi

“Kamu lagi nungguin apa?” tanya Kyuhyun sedikit bingung karena Sungmin menatapnya sambil senyum senyum tidak jelas, “mau make kamar mandi? Tuh udah kosong” ujarnya.

“Bukan” Sungmin menggeleng kencang, “tadi kamu bilang mau tidur, jadinya aku udah ada di sini” katanya masih tersenyum tipis

“Mau ngapain sih?” tanya Kyuhyun tidak sabaran

Senyum manis Sungmin menghilang perlahan, ia melirik ke kanan dengan gelisah bercampur salah tingkah, “aku kira kamu…butuh aku buat di jadiin bantal” ucapnya sambil mencicit seperti tikus. Untung saja dalam keadaan demikian, Kyuhyun masih bisa mendengar perkataan Sungmin

“Oh!” Kyuhyun mendengus keras, “aku kira apa! tentu aja aku butuh, Minnie” ia naik ke atas kasur lalu menarik tubuh Sungmin dalam pelukannya. Mereka berbaring secara bersamaan, “tapi tumben kamu nurut. Biasanya aku harus maksa kamu dulu buat tidur lebih cepat”

“Hehehe” Senyum manis Sungmin kembali mengembang, “kan besok kamu tanding! Jadi harus jaga stamina!! Ini kan tahun terakhir kita” katanya sambil merenung

“Hmm” Kyuhyun ikut menarik nafas panjang, “bentar lagi kelulusan yah, bayi kita juga akan lahir…” ia melirik ke arah Sungmin bersamaan dengan Sungmin yang terus menatap Kyuhyun penuh rasa ingin tahu, “berarti aku harus melakukan sesuatu” gumamnya berat

“Sesuatu?” tanya Sungmin tertarik, “apa itu?”

“Kau tidak usah tahu!” kata Kyuhyun keras, walaupun begitu ia mulai mengelus perut Sungmin dengan kedua tangannya—perlahan, “kau jaga saja anak kita baik baik—sisanya urusanku, ok?”

Sungmin mengangguk sambil ikut menyentuh perutnya yang besar di atas tangan Kyuhyun, “itu pasti. Aku akan menjaga si kecil ini” bisiknya penuh rasa sayang

“Kalau begitu tidak ada yang perlu di ributkan lagi. Asal kau bisa melahirkan dengan selamat, aku rela membayar mahal tempat persalinan paling aman sedunia…” gumam Kyuhyun ketika merengkuh Sungmin dalam pelukannya, “berapapun biayanya…”

“Kyu” bisik Sungmin terenyuh mendengar ucapan Kyuhyun

“Makanya besok kau jangan macam macam! Duduk manis di sebelah Heenim dan Ryeowook atau Hangeng. Jangan membuatku khawatir sehingga lebih memilih melihatmu terus menerus ketimbang bermain di lapangan” gertak Kyuhyun kembali pada sifat galaknya semula

Rasa sayang Sungmin lenyap dalam hitungan detik. Bisa bisanya Kyuhyun berbicara romantis lalu berbelok ketus secepat itu, “Iya iya aku janji” katanya agak malas

“Bagus, bagus” Kyuhyun memikirkan sesuatu sejenak, “lagipula hal buruk yang bisa terjadi paling kau meminta pulang sebelum pertandingan basket karena tidak mau ketinggalan acara telenovelamu itu”

“Ha ha ha. Lucu sekali” balas Sungmin sinis, “sudah lebih baik kita tidur biar besok tidak terlambat”

Karena sadar besok adalah hari penting, Kyuhyun memilih diam—tidak mengajak Sungmin adu mulut seperti biasa. Ia menarik tubuh Sungmin lebih dekat sebelum memindahkan sebuah bantal empuk di atas kepala mereka berdua. Hanya dengan rangkulan tangan Sungmin di belakang punggung Kyuhyun dan sentuhan Kyuhyun yang mengusap usap kepalanya—mereka berdua langsung tertidur nyenyak, tanpa tahu jika bisa saja ucapan Kyuhyun terbukti….perkataan yang di ucapkannya tidak sengaja

..Gelora Seoul..

Tempat ini ramai setiap kali pertandingan basket tingkat nasional di adakan. Bisa di tebak siapa saja yang berada di sana, tentu para pendukung dari masing masing sekolah. Belum lagi para ‘fans club terselubung’ yang ikut hadir meski dengan tujuan yang berbeda. Mereka sepertinya tidak peduli jika idolanya menang atau tidak, yang terpenting bisa melihat mereka dari dekat lebih dari biasanya

Tetapi untuk hari ini, semua berubah padat.

Beberapa pemain dari sekolah sekolah unggulan dalam bidang basket turut hadir—bahkan lawan St Christie yaitu Star High juga sudah berada di barisan paling depan tidak jauh dari tempat duduk Sungmin dan Chulie. Rupanya mereka juga penasaran dengan pertandingan kali ini

“Gw rasa mereka berbuat curang juga kali ini!” dengus sang ketua tim basket sambil menatap garang tim St Martin, “tim di babak empat besar sebelum kita mereka beri obat pencahar sedangkan pas melawan kita mereka memakai sistem pelanggaran. Sengaja menginjak salah satu penyerang terbaik kita—memang kita di beri lemparan 3 point oleh wasit tetapi akibatnya banyak pemain kita yang tidak bisa main gara gara cidera! Dasar pengecut!!!”

“Tenang Hyung” tukas salah satu anggota timnya—mungkin dia salah satu dari pemain cidera yang di sebutkan oleh sang ketua, soalnya lengan kirinya masih di perban rapi hingga sekarang, padahal pertandingan mereka sudah hampir melewati dua minggu

“Biarkan saja, gw yakin cara itu sudah tidak mempan lagi. Bukankah beberapa panitia sudah mulai curiga meski tidak memiliki bukti. Gw rasa mereka akan di awasi ketat kali” sambungnya sedikit merasa lega, “Gw lebih rela jika St Christie menang untuk kedua kalinya—mereka memang tangguh!”

Kepala sang ketua agak miring—penuh pertimbangan, “Lo bener juga….mereka tidak bisa berkutik!” katanya geram, “liat aja! Kebenaran pasti menang!”

Sementara itu di sebuah tempat—tidak jauh dari lokasi yang di berikan panitia untuk tim St Martin

“Mati kita kali ini!!! Ga ada cara lagi!!” kata seorang namja yang berjalan mondar mandir. Ia sudah berganti pakaian basket dan mengadakan rapat mendadak dengan para anggotanya tanpa di ketahui oleh pelatih mereka yang sedang berada di dalam lapangan

Kira kira 20 orang pemain basket St Martin termasuk pemain inti, cadangan, para pemain amatir dan beberapa pendukung mereka tengah gusar sekarang. Di lihatnya sang ketua berjalan tidak tentu arah sambil menggaruk kepalanya yang sudah botak setengah seperti profesor muda bedanya profesor muda itu isi kepalanya brilian semua sedangkan isi otak lelaki ini ancur banget. Bagaimana tidak? Buktinya saat ini dia sedang mendiskusikan cara menang dari sekolah tangguh se-Korea Selatan tetapi dengan jalan pintas

UnFair….

“Gimana kalau kita kasih minuman gratis yang udah di kasih obat pencahar?” usul salah satu pemain cadangan

“Ngga mungkin!!!” tolak sang ketua dan beberapa pemain lainnya serempak, “pasti tim St Christie udah dengar desas desus kasus kita waktu itu. Mana mereka mau nerima minuman gratis sekalipun apalagi itu dari musuhnya”

“Nggg….apa dong!! Kita ngga mungkin lagi sengaja melakukan pelanggaran” Sang guard melirik teman sebelahnya, “hampir setengah pemain inti kita udah kena warning dari wasit, kalau sekali lagi kita melakukannya…..hmmm, say goodbye to basketball”

“Tetapi kita harus melakukan sesuatu!!!” kata penyerang bernomor punggung 12 dengan frustasi, “kita ngga mungkin bisa menang lawan sekolah juara bertahan dengan kemampuan asli!! Mustahil!! Ayo dong kalian semua bantu mikir!!!” ia menumpahkan kekesalannya kepada beberapa junior mereka yang termangu melihat senior senior bukannya pemanasan malah asyik merencanakan sesuatu.

Mereka semua serempak memangku dagu—seperti posisi sang pemikir. Suasana diam menyelimuti sekeliling. Tidak satupun seseorang yang menyeletukkan ide yang bisa jadi penangkal semua permasalahan ini.

Hingga sebuah suara jernih membuyarkan semua lamunan para pemain basket St Martin

“Permisi, saya mau lewat” ia tersenyum takut, “kalian menghalangi jalan belakang” lanjutnya

“Eh” sang ketualah yang sadar pertama kali, “Woi! minggir, kasihan cewek ini” ia menyuruh beberapa juniornya untuk mundur kebelakang—memberi jalan, agar perempuan itu bisa lewat

“Makasih” jawab gadis itu masih tersenyum kecil, ia melangkahkan kaki pelan pelan—takut tersandung batu sedikit saja.

Melihat perempuan itu kesusahan, seseorang lelaki yang bernomor punggung 12 membantu memegangi sisi lengan kanan sang wanita lalu berjalan menuju pintu masuk kecil di belakang lapangan basket.

Setelah sampai di depan pintu, sang perempuan berbalik untuk mengucapkan terimakasih, “Go—akh” karena merunduk terlalu rendah, ia mengerang kesakitan—perutnya menyentak pelan. Handphone yang berada dalam genggamannya juga terjatuh ke lantai

“Aish!” serentak beberapa namja di sana membantu wanita itu duduk di bangku mereka sambil meluruskan kedua kakinya

“Kau ini! Berbahaya sekali jika merunduk seperti tadi. Anda kan sedang hamil” ucap sang ketua cemas—takut istri orang terluka, “lagipula tidak baik orang hamil masuk ke tengah lapangan yang di penuhi banyak orang”

“Hahahaha” wanita itu tersenyum penuh rasa terima kasih, “suamiku juga mengatakan hal yang sama—tetapi aku tetap bersikeras untuk menonton. Masa pertandingan basket terakhirnya tidak kutonton” keluhnya sudah mulai merasa rileks

Hening

Para pemain dan beberapa murid St Martin terkejut mendengar pengakuan jujur wanita tersebut

“Suami?” sang ketua berusaha menyembunyikan rasa ingin tahunya, “memangnya suamimu itu…pemain basket di St Christie?” pancingnya bernada mengajak ngobrol

“Iya” jawabnya tanpa merasa curiga sama sekali, “aku juga murid St Christie. Oh ya, aku belum memperkenalkan diri” karena takut kejadiannya seperti tadi, Sungmin memilih duduk sambil merunduk kecil, “namaku Sungmin, Cho Sungmin”

Terdengar lenguhan kaget dari arah belakang, “Kau?! Kau istrinya Cho Kyuhyun bukan?!” ternyata salah satu pemain inti yaitu Guard bernomor punggung 1 menunjuk ke arah Sungmin dengan gemetaran

“Iya, memangnya kenapa?” Sungmin yang masih polos hanya bisa mengedarkan pandangan bingung kepada namja namja itu, “kalian kenal Kyuhyun??” ia melirik kaus kaus berwarna merah terang yang di pakai oleh para pemain, “Oh! Kalian pemain basket juga!!! Ah kebetulan sekali” ujarnya ringan, “kalau begitu Kyuhyun dan kalian pasti saling mengenal”

“Iya” sang ketua tim basket mendekati kursi yang di duduki Sungmin dengan wajah bersahabat dan senyum yang agak di buat buat, “kami memang berteman baik kok, kau pasti istri kesayangannya kan? Kyuhyun sering kali bercerita tentangmu”

“Jinja?” alis Sungmin terangkat sebelah, “dia malah sering memarahiku ketimbang memanjakanku, tidak mungkin dia bercerita itu kepadamu” elaknya pelan, “hmm, maaf bukan aku mau bersikap kurang sopan, tetapi aku harus kembali ke dalam lapangan sekarang. Kyuhyun bisa memarahiku lagi jika dia tidak melihat aku duduk di belakang kursi para juri”

“Ah masa?” suara ketua tim St Martin agak melengking tinggi, “Kyuhyun baru saja memberitahuku untuk meminta beberapa bantuan teman temanku untuk menjagamu selama pertandingan. Dia tidak mau kau terluka” bujuknya seraya menatap Sungmin begitu rupa

Teman temannya yang lain sebelumnya tidak mengerti tindakan sang ketua—sampai mereka mendengar kalimat terakhir tersebut

“Kyu?” tanya Sungmin ragu ragu, “dia memintamu?”

“Iya” ketua langsung mengangguk cepat, “bukan begitu teman teman??” tanyanya berbalik arah kebelakang untuk mencari dukungan

“Iya betul betul” sahut mereka bersamaan

“Tapi…”

Untuk kembali meyakinkan Sungmin, sang Guard juga ikut membantu Ketua, “Kau akan aman bersama kami—hanya sampai pertandingan berakhir, setelah itu Kyuhyun akan menjemputmu lagi” katanya bernada membujuk

Sungmin melirik ke arah rombongan namja namja asing itu. Sebenarnya dia sendiri bingung kenapa Kyuhyun meminta tolong malah kepada orang yang Sungmin tidak kenal—bukankah ada Hangeng, Ryeowook atau bahkan Chulie. Atau karena mereka semua sedang sibuk sehingga Kyuhyun meminta bantuan temannya yang lain untuk menjaga Sungmin,entahlah

“Tetapi kalau itu mau Kyuhyun…” Sungmin berhenti sebentar, “Baiklah, aku akan ikut dengan kalian”

Hampir saja sang Ketua mengangkat kedua tangannya ke atas—bersorak gembira. Namun ia berhasil menahannya. Dengan gerakan isyarat, beberapa junior mereka di sekolah bersiap membantu Sungmin berdiri dan hendak membawanya keluar dari tempat ini secepatnya. Mereka harus menyembunyikan Sungmin sampai situasi bisa di kendalikan

“Eh Tunggu” Sungmin menghentikan langkahnya, ia mengelus perut buncitnya dengan lembut seraya berkata, “bilang sama Kyuhyun, aku mendoakan keberhasilannya”

Sang Ketua membalas senyum Sungmin di sertai seringai licik tentunya, “Oh pasti, akan kusampaikan. Tenang saja Sungmin, sebaiknya kau beristirahat—teman temanku akan membantu menyediakan segala sesuatu agar kau tidak kecapekan” katanya sambil mendorong tubuh Sungmin agar menjauh—maklum sebentar lagi pluit di mulainya pertandingan akan di mulai

“Baiklah” Sungmin menurut. Ia berjalan perlahan lahan sekali lagi di ikuti oleh 5 orang namja yang berada di samping kiri dan kanannya. Tanpa ia tahu, sang Ketua merunduk—mengambil sebuah benda mungil yang di jatuhkan oleh Sungmin di lantai lalu memberikannya kepada salah seorang temannya

“Hmm, dengan begini masalah kita sudah beres” gumamnya senang, “kita bisa mengalahkan St Christie hanya dalam hitungan waktu……hahahahahhahhaha”

___

“Heenim!!! Mana Minnie!!! Kau kan tadi bersamanya!!!” Kyuhyun mulai panik. Baru sebentar ia pergi ke belakang untuk berganti baju dengan anggota tim yang lain, Sungmin sudah tidak berada di kursi penonton

Chulie mengulurkan tangan ke pundak Kyuhyun, “sabar Kyu! Minnie tadi sedang ke toilet—dia menolak ditemani karena melihatku sedang sibuk membooking tempat untuk Hangeng dan Wookie yang belum datang. Sebentar lagi, Minnie juga balik”

“Oh” Pundak Kyuhyun rileks seketika, “bilang dong! Aku udah ketakutan setengah mati. Takut dia kenapa kenapa”

“Tenang aja—kan ada aku” kata Chulie menenangkan Kyuhyun, “dia pasti aman!”

PRIIITTTTT

Bunyi peluit wasit menggema di tengah tengah lapangan. Belum sempat Kyuhyun menjawab apapun kepada Chulie, ia terpaksa harus mengikuti langkah Siwon, Kibum dan anggota lain masuk ke dalam lapangan. Dari arah seberang, tim dari St Martin sudah berkumpul lalu menghampiri wasit dengan cepat. Mereka semua terlihat percaya diri

“Saya—”

“Tunggu sebentar Wasit” potong ketua tim lawan yang di kenal Kyuhyun baru baru ini. Ia tersenyum lebar—agak memuakkan, sambil berjalan ke arah Siwon, “saya mau berbicara dulu dengannya boleh?”

Siwon dan wasit serta beberapa tim St Christie bertukar pandangan bingung, “Baiklah—5 menit! Karena sebentar lagi pertandingan akan dimulai” kata Wasit memperingatkan

Ketua St Martin mengangguk dan langsung merangkul bahu Siwon—sok akrab. Dia menarik Siwon agar menjauh dari teman satu timnya

Sempat Siwon mengedikan bahu untuk protes, “Apaan sih lo!”

“He! Lo ga berhak marah!” bisiknya balik mengancam, “karena kartu As lo udah gw pegang” katanya tersenyum penuh kelicikan

Siwon menghempaskan tangan lelaki itu dengan kasar, “udah gw duga tim lo tuh suka main belakang buat menang! Sekarang mau lo apa? Ngancem gw gitu??? Gw ga takut!!” balas Siwon emosi

“Yakin?” pancing sang ketua itu masih merasa berada di atas awan awan, “gimana kalau ini menyangkut seseorang—seseorang wanita yang sedang mengandu—

Suara Siwon mendadak terpekik keras, ia cepat cepat merubah raut wajahnya ketika melihat Kyuhyun memandang mereka dari kejauhan, “Elo?!” desisnya menahan amarah. Sesaat Siwon melirik bangku di sebelah Chulie, kosong

Sungmin belum juga kembali dari toilet sejak tadi…

“Elo gila!!!” Siwon mencengkram baju lelaki di hadapannya dengan kasar, “dia lagi hamil!!! Kalau dia sampai terluka.. “

“Ngga kok” jawab sang ketua langsung—sebenarnya dia agak takut melihat tangan Siwon yang hampir mencekik lehernya, “asal…lo sama tim lo mau memberi jalan kemudahan buat kemenangan gw, gimana?” tawarnya

Perlahan nalar Siwon mulai berpikir, tidak ada pilihan lain. Piala itu memang impian timnya sedari awal masuk sebagai pemain inti. Tetapi…..

“Ok!” Siwon mengambil keputusan dengan berat hati, “gw mau ngalah, tapi!” ia mendelik  tajam ke arah lelaki pengecut itu, “Sungmin jangan diapakan apakan!” Siwon memberi penekanan pada kata kata terakhir

“Baik” dengan sok berlagak sahabat, ketua tim lawan menepuk pundak Siwon ringan  sebelum kembali ke arah timnya sedangkan Siwon masih termangu di tempat. Ia bahkan tidak mengindahkan seruan dari Kibum dan Kyuhyun yang langsung menghampiri Siwon

“Woi ada apa sih?”

Siwon menengadah, ia baru mau mengeluarkan suara ketika menyadari jika ada Kyuhyun di sana, “Kyuhyun lo bisa ngga ambil obat sakit kepala di dalam tas gw? Butuh banget nih”

“Eh?” Kyuhyun tercengang mendengar permintaan Siwon yang tidak biasa

“Please?”

“Iyaaaa” meski agak enggan Kyuhyun akhirnya beranjak dari kerumunan di depan Siwon, kembali ke meja para pemain di pinggir lapangan

Melihat Kyuhyun sudah tersingkir, Siwon langsung tertunduk dan memberi isyarat kepada semua pemain agar mendekat, “St Martin nyulik Sungmin” katanya singkat dengan sedikit geraman amarah yang tertahan di dalam suara Siwon, “mereka pengen kita ‘mengalah’ untuk pertandingan final kali ini”

“Apa?!!!” Kibum yang pertama kali berbicara. Dengan cepat di liriknya punggung Kyuhyun dari jauh, “mereka udah gila apa! kalau sampai Kyuhyun tahu…

“Nah lo bener” potong Siwon merasa sependapat, “Kalau Kyuhyun sampai tahu bisa bisa mereka bakal di hajar sampai mati dan..” ia mengangkat tangannya—frustasi, “kita bakal di diskualifikasi dari pertandingan ini”

“Tetapi apa bedanya?” sahut seorang pemain berposisi Guard yang berpasangan dengan Kibum, “kalau kita di diskualifikasi-kan mereka bisa menang telak sebagai juara! Daripada harus mengalah? Enak aja, kita udah latihan mati-matian Siwon!” tolaknya mentah mentah, “gw lebih rela Kyuhyun menghajar mereka semua”

Siwon tersenyum miris, “lo kira panitia bakal diam aja? Mereka pasti cari tahu kenapa Kyuhyun bisa segitu emosinya—dan….St Martin bisa juga di diskualifikasi karena kecurangan yang udah mereka lakuin” ia menatap satu persatu anak buahnya di pinggir lapangan basket. Pelatih Kyo yang tak jauh berada di samping Kyuhyun—di bangku pemain hanya bisa melihat dengan rasa ingin tahu.

“Ini menyangkut satu nyawa” bisik Siwon, “Sungmin itu lagi hamil….piala ga berarti apa apa ketimbang perasaan Kyuhyun kalau tahu istri sama calon anaknya bisa saja terluka di tangan para pengecut itu…..” pandangannya berubah memohon namun ada otoritas sebagai seorang ketua tim dalam sikap Siwon, “gw mau kita semua ngasih tim lawan untuk menyetak angka. Bukan berarti kita ngga nyerang! Kita tetap melakukan serangan serangan ringan namun tidak mematikan. Gw juga ngga mau kalah memalukan—paling ngga kita kasih mereka selisih angka minimal 10 aja, gimana?”

Mendengar itu, semua pemain bertukar pandangan pasrah. Solidaritas mereka sesama pemain dan seorang teman membuat mereka menyetujui perintah Siwon

“Ok” gumam mereka semua bersamaan

“Bagus” dengus Siwon merasa lega, namun lagi lagi sikapnya mendadak tegang ketika melihat Kyuhyun sedang sibuk mengaduk aduk isi tasnya, “gw lupa sesuatu. Gw harap kalian semua jangan ngasih tahu masalah penculikan Sungmin sama Kyuhyun. Mengerti!” katanya bernada mengancam, “gw sama Kibum udah lama kenal Kyuhyun. Dia paling posesif, emosian dan suka berpikir pendek kalau menyangkut masalah Sungmin…..bisa bisa semua pemain St Martin mati di tangan dia lagi…”

“Bagus kalau begitu” gumam Kibum sinis

Siwon mengangkat alisnya, “iya terus mereka balas dendam dengan melukai Sungmin…udahlah Kibum—gw udah mikirin mateng mateng. Kita bermain biasa sama seperti latihan, nanti gw akan jelasin masalahnya sama pelatih.” Katanya sambil melihat Pelatih Kyo di ujung lapangan, “dia berhak tahu”

Setelah menjelaskan semuanya, Siwon berdiri agak canggung seraya bertukar pandangan cemas dan gugup dengan pemain lainnya.

PRITTTT. PERTANDINGAN AKAN DI MULAI…

Siwon mengangguk kecil, dia mengacungkan tangannya ke depan di ikuti oleh para pemain inti, “gw ga tahu mau ngomong apa. Tetapi satu hal…..kita di sini berdiri sebagai seorang teman, bukan hanya sebagai pemain.” Ia berhenti sejenak, “ya….gw yakin itu…”

“tenang aja, kita pasti bisa balikin Sungmin utuh kepada Kyuhyun” ujar Kibum mencairkan suasana tegang yang meliputi mereka dari tadi

Siwon melayangkan pandangan terima kasih, “Ok kalau begitu, satu…dua…..tiga”

“ST CHRISTIE!!!!! HWAITING!!” Teriak mereka serempak sambil mengangkat tangan tinggi tinggi. Setelah selesai, mereka langsung berpencar ke dalam posisi masing masing tanpa menunggu kedatangan Kyuhyun yang mendadak berlari langsung ke tengah lapangan basket. Wajahnya terlihat agak kesal

“Kenapa ngga nunggu gw dulu sih!!!” gerutunya kepada semua pemain

“Maaf, udah keburu mulai” jawab Kibum sesantai mungkin walaupun ia tidak bisa menyembunyikan rasa paniknya. Sebentar sebentar Kibum akan melirik Kyuhyun dan Chulie yang berada di kursi penonton dengan frustasi secara bergantian

Belum sempat Kyuhyun membalas perkataan Kibum. Wasit sudah memberikan ancang ancang akan memulai pertandingan ini.

Semua pemain bersikap sigap pada posisi masing masing dan…

Bola yang di lempar oleh wasit dengan mudah di tangkap oleh ketua tim lawan. Ia menyeringai puas ke arah Siwon lalu mulai melakukan penyerangan ke daerah tengah.

Tidak di butuhkan perjuangan besar

Sang Guard yaitu Kibum bahkan tidak melakukan kontak fisik untuk menahan serangan sang ketua tim St Martin yang juga menjabat sebagai shooting Guard. Siapapun bisa melihat pertahanan Kibum melemah, blocking tidak sempurna memudahkan ketua tim mendrible cepat dan langsung membelok ke arah daerah ‘garis tiga titik’ untuk melakukan shoot 3 point

PRIIITTTT

3 point SMA St Martin

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriakan para pendukung St Christie dan St Martin saling bersahutan. Entah siapa menyudutkan siapa—tetapi satu hal yang pasti, para pemain basket dari SMA lain yang sudah kalah dalam babak penyisihan maupun perempatan final langsung menduga ada sesuatu pada tim Siwon

Sejak kapan sebuah tim dengan pertahan paling susah di tembus karena memiliki Guard sebaik Kibum gampang di masuki oleh pemain rangking 3.  Ketua tim Star High malah mendengus kesal sambil berbalik ke arah anak buahnya yang juga ikut menonton, “Sudah kuduga—mereka juga main curang kepada tim St Christie….entah apalagi rencana busuk mereka” katanya tidak mengerti

“Kita laporkan saja!”

“Tidak bisa, kita tidak punya bukti! Aishh,…padahal aku kira mereka tidak mungkin bisa mengancam sekolah ini…”

Dan pertandingan terus berlanjut

Semua peneliti basket maupun wartawan majalah olahraga atau beberapa orang yang mengerti kekuatan dari masing masing tim tentu tahu jika permainan yang sedang berlanjut tidak lebih dari permainan sampah. Terlalu lemah—tim St Martin bahkan sudah mencetak 13 angka dalam hitungan menit!! Bagaimana bisa?!

Hanya Kyuhyun yang terlihat serius dan bermain secara maksimal. Dia memang sempat heran dengan permainan teman temannya yang hancur berantakan. Dengan sigap, Kyuhyun melayangkan pandangan bertanya kepada Siwon dan Kibum namun mereka malah menghindar dan secara bersamaan memalingkan muka dari Kyuhyun. Pelatih Kyo yang biasanya akan meminta time out kepada juri juga tidak berkomentar apapun

Sebenarnya ada apa ini?? Bisik Kyuhyun dalam hati

20-12. Skor sementara

“Arghh!!!” pekik Kyuhyun tidak tahan lagi. Sekarang giliran tim mereka yang mendapatkan bola. Kali ini Kyuhyun bekerja sendirian. Ia menembus pemain center dan Guard dengan mudah. Tidak peduli jika Kyuhyun terlihat menggebu gebu dan mengejar skor mereka yang terlalu payah.

Hanya dalam satu sentakan, Kyuhyun berhasil menghindar—dia mengambil posisi tepat di luar garis tiga titik. Mencondongkan tubuhnya ke depan lalu….

PRIITTTTT

“3 Point untuk St Christie”

“Kyaa!!!! Semangat ST CHRISTIE!!!!” teriak para pendukung mulai berani berharap.

Selepas memberikan bola kepada tim lawan, Kyuhyun melirik satu persatu teman satu timnya dengan pandangan sinis. Ia benar benar tidak menyangka kerja keras mereka selama 2 bulan sia sia begitu saja. Ini mustahil

40-21

“Aishh, Kibummie ada apa ya??” gumam Chulie duduk di barisan paling depan dengan pandangan awas, “kok mereka keliatan aneh semua”

“Mungkin ada sesuatu” balas seseorang di samping Chulie

Sontak, Chulie berbalik arah—dia mengelus dada ketika melihat Hangeng dan Wookie baru datang dan langsung duduk di sampingnya, “Kalian! Kok datangnya telat! Aku dan Minnie sampai—…

Pandangan Chulie berubah shock. Perlahan lahan kepalanya berputar ke bangku tepat di sebelah kanannya

Kosong

“Minnie…” desis Chulie panik, “Minnie dimana!!!! Aduh, dia ke kamar mandi kok ngga balik balik lagi!!!!!”

“Kamar mandi?” celetuk Wookie, “aku barusan dari kamar mandi dan ga ada siapa siapa di sana” katanya

“Minnie!!!!” Chulie langsung berdiri dari tempat duduk, “aku harus mencarinya” tanpa mengindahkan panggilan Wookie dan Hangeng, ia sudah menghilang dari balik pintu lapangan

Selang beberapa menit, Chulie kembali—dengan raut wajah amat ketakutan di hampirinya Wookie dan Hangeng, “Minnie….dia ngga ada…dimanapun…” katanya hampa, “aku udah telepon dia….tapi ngga di angkat angkat juga!!! Gimana dong!!!!! Kyuhyun bisa marah besar!!!” Chulie menggeleng keras, “Minnie…..kamu kemana….”

Wookie dan Hangeng spontan bertukar pandangan, “maksud kamu dia menghilang lagi??”

“Ngga tahu!! Gimana nih” kata Chulie nyaris menangis. Ia menelungkupkan wajah di antara kedua kaki dengan perasaan amat bersalah.

PRIITTTTTT. Babak Pertama telah selesai

“Kita beritahu Kibum dan Kyuhyun aja gimana?” usul Hangeng jujur. Wookie langsung menatapnya tajam, “Gege!! Nanti konsentrasi mereka bisa buyar karena mikirin Sungmin, ini kan pertandingan final”

“Tidak” Chulie mengangkat wajahnya yang sembab, “Hangeng benar….aku paling tidak harus memberi tahu Kibum dulu—aku…..hiks….Minnie…kenapa aku ngga bisa jaga kamu baik baik, Kyuhyun berhak marah sama aku”

“Sudah sudah” Wookie mengelus punggung Chulie untuk menenangkan dirinya

Sementara itu,

“Kalian semua kenapa sih!!!” teriak Kyuhyun terang terangan, “Itu permainan level anak SD!!! Mana bisa kita menang kalau kalian bersikap seperti itu!!!” walaupun sudah marah marah, tetapi tak satupun pemain inti maupun cadangan yang berani buka suara. Bahkan pelatih Kyo hanya menatap Kyuhyun datar, tanpa emosi

“Kalian kenap—

“Ng Kyu”

Semua anak tim menoleh ke belakang ketika mendengar suara itu. Chulie dengan wajah merunduk bergerak menghampiri mereka semua—terutama saudara kembarnya, Kyuhyun

“Sebentar Heenim, aku sedang ada…

“Ini penting” tukas Chulie penuh penyesalan, “ini tentang—

Kibum yang sadar jika Chulie akan memberitahu Kyuhyun kalau Sungmin menghilang langsung mengambil tindakan, “Ngg…Chulie sayang….kamu kembali dulu ya” bujuknya sambil mendorong tubuh Chulie berbalik arah

“Tapi Kibum!”

“Tidak ada tapi tapian!” suara Kibum berubah tegas. Setelah memastikan mereka berada dalam jarak yang aman, ia berbisik pelan ke telinga Chulie, “tenang saja…Sungmin pasti kembali kepada kita”

“Kau?!” pekik Chulie, matanya membulat sempurna, “Kau tahu tentang Minnie?”

Pandangan Kibum meredup, dia sebetulnya tidak mau melibatkan Chulie—tetapi jika tidak begitu, Chulie pasti akan terus merasa bersalah. Dengan lembut, di peluknya Chulie erat erat seraya berkata, “Sungmin…dia—dia di culik oleh tim lawan”

“AP—“ Chulie sulit berbicara akibat pelukan Kibum yang terlalu erat

“Kau tidak boleh bereaksi apapun” lanjut Kibum masih berbisik, “nanti kalau Kyuhyun tahu—dia bisa menghajar mereka semua”

“Akupun baru akan melakukan hal yang sama” kata Chulie bernada mematikan—tatapannya penuh aura membunuh ke arah tim St Martin, “jika saja kau tidak menahanku seperti ini”

“Jangan! Sungmin bisa terluka kalau kau balas dendam sekarang….sudah tenang saja, aku dan anggota lain sudah memilih untuk mengalah demi Kyuhyun dan Sungmin” ujar Kibum sambil melepaskan pelukannya, “kau duduk saja, please jangan melakukan hal bodoh”

Chulie menimbang nimbang permohonan Kibum sejenak

“Chulie?”

“Baiklah..baiklah…demi Minnie dan kau, aku akan bersikap manis” kata Chulie jengkel. Ia berbalik dan memutuskan kembali duduk bersama Hangeng dan Wookie.

Di tempat lain {Unknown}

“Aku bosan!” gerutu Sungmin, “lagipula tempat ini sempit! Kenapa sih aku harus di titipkan di dalam sini! Kyuhyun bodoh juga ternyata”

Lima orang pemain cadangan dari tim St Martin yang berada di samping kiri, kanan, depan belakang Sungmin, spontan menoleh, “Apa kau mau sesuatu? Komik lain atau apa? biar tidak bosan?” tanya salah seorang dari mereka. Wajahnya paling muda di antara mereka semua

Sungmin menggeleng, “aku mau melihat Kyuhyun di lapangan, boleh ya?”

“NGGA!!!” Teriak mereka berlima serempak

“Ng?” Sungmin mundur dengan perasaan mulai mencurigai sesuatu, “kenapa dari tadi kalian selalu mengusahakan agar aku tidak kembali ke lapangan? Memangnya ada apa?!”

“Er” lelaki muda itulah yang menjawab sekali lagi, “bukan begitu Sungmin, tetapi kau tidak mau kan pikiran Kyuhyun terpecah pecah mengkhawatirkanmu berada di tempat tidak aman seperti itu” bujuknya pelan. Beberapa temannya atau lebih tepat di sebut seniornya melihatnya dengan gemas. Jelas sekali jika lelaki muda itu—menaruh hati kepada Sungmin. Dialah orang yang paling berusaha keras untuk memenuhi tuntutan Sungmin sejak tadi pagi. Padahal dia tahu kalau Sungmin sudah berstatus istri orang—musuh mereka sendiri

Sungmin menghempaskan berat tubuhnya ke belakang, “benar juga…aku pasti mengganggu Kyuhyun nanti..”

“Nah! Kamu benar” sambung lelaki itu menggebu gebu, “lebih baik kamu makan siang, kasian kan anak kit—eh maksudku anakmu jika dia kelaparan di dalam perut”

Hampir pecah tawa ke-4 temannya yang lain saat mendengar ucapan gombal lelaki tersebut

“Kau benar juga” balas Sungmin lugu, “aku mau es krim! Es krim rasa coklat” katanya bersemangat.

“Baiklah kita akan langsung membelinya” jawab lelaki itu sambil tersenyum manis ke arah Sungmin

*WOI! itu bini orang, Mas!*

“Tapi…” Sungmin menginterupsi, “aku maunya es krim yang dijual oleh pedagang keliling di dekat sekolahanku dulu”

“Ha? Harus ya?” tanyanya sangsi

“Harus! Aku….aku…” dengan perlahan, Sungmin mengelus perut besarnya dengan perasaan sayang, “aku ingin itu, sekarang!” suaranya sedikit meninggi

“Yah…nih cewek pake acara ngidam segala lagi” sindir salah seorang laki laki berbadan besar yang duduk di depan Sungmin

“Pokoknya aku ngga mau tahu!!!! Aku mau es krim rasa coklat sekarang!!!” jerit Sungmin tidak sabaran. Sikapnya yang dari tadi lunak seperti anak kucing sekarang berubah menjadi sangar

(ini nih yang bikin Kyuhyun tersiksa pas mengabulkan semua permintaan ngidamnya Sungmin)

“Yee…mana ketemu! Kan sekarang udah siang, kalau dia malah keliling komplek gimana?” sahut lelaki yang lain malas

Wajah Sungmin berubah cemberut, “kalau kalian tidak mau membelikan untukku! Aku mintanya sama Kyu aja deh, dia pasti mau beliin” ancam Sungmin hendak membuka pintu di sampingnya

“Eh tunggu tunggu!!!!” lelaki yang naksir sama Sungmin langsung menghentikan langkahnya, “Kami mau beli kok!! Beneran!” ia melirik sengit ke arah teman temannya yang lain, “ayo kalian bantu gw buat nyari tukang es krim, kita mencar biar cepat dapetnya”

“Tapi bego!!! Ini udah siang!!! Pasti ngga ketemu!!!” balas lelaki yang berbadan tambun itu

“Woi daripada dia ngerengek mau balik ke lapangan!”  kata lelaki di depan Sungmin sambil merendahkan nada suaranya, “pertandingan kan belum berakhir, bisa berabe kita di marahin sama ketua”

“Bener juga” aku sang badan tambun, “ok deh! Gw sama lo ke arah luar—selatan sono, sedangkan lo berdua ke arah sebaliknya, sisanya lo nemenin Sungmin di sini!” ia menunjuk satu persatu teman temannya, membagi tugas

“Eh? Boleh ngga yang jagain Sungmin, gw aja?” pinta lelaki muda itu sok imut.

Sayangnya ke empat temannya langsung menolak dengan keras, “Gila lo! Dia itu udah ada yang punya, masih mau di embat!! Cari aja cewek lain, aishhh”

“Habis” lelaki itu melirik Sungmin lembut, “gw jatuh cinta dalam pandangan pertama sih”

“Argh!!! Udah udah!! Ok! Lo nemenin Sungmin di sini” sang lelaki yang baru di landa perasaan cinta tersebut hampir menganga saking tidak percayanya *sebas lebay*

“Gw?? Asyik!!!!!” pekiknya kegirangan—tidak di indahkannya lirikan bingung dari arah Sungmin yang melihat mereka malah asyik bisik bisik dari tadi

“Jadi ngga beli es krimnya??” kata Sungmin kesal

“Iyaaaa Nyonyaaaaaa” jawab mereka ber-4 serempak dengan nada menyindir, sedangkan satu teman mereka menjadi pengkhianat sekarang  karena dia malah merasa senang telah menyandera Sungmin

“Ya udah kalau gitu, cepetan beli!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Sungmin kencang

Mereka semua langsung berhambur keluar dari ‘tempat itu’. Seperti yang di katakan salah satu lelaki, mereka berempat membagi tim menjadi dua orang. Satu kelompok ke arah Selatan dan satu kelompok lagi ke arah Utara. Sementara satu orang—lelaki muda itu, hanya duduk manis di sebelah Sungmin sambil terus menerus memandang ke arahnya tanpa rasa bosan

“Kamu butuh apa lagi?” tanyanya halus, “aku pasti ngelakuin apapun buat kamu” ternyata sang lelaki tersebut mengambil kesempatan dalam kesempitan merayu Sungmin ketika semua teman temannya sedang sibuk mencari es krim  di tengah terik matahari, siang hari

Sungmin melirik lelaki itu—agak takut, “Ng….aku mau…” Ia berpikir sejenak, “sebenarnya sih aku cuma mau es krim, tapi kalau kamu ngga keberatan aku mau kamu mencarikan sesuatu”

Sang lelaki mencondongkan tubuh ke arah Sungmin sambil tersenyum lebar hingga ujung mulutnya menyentuh ke atas pipi—membuat matanya yang agak sipit menjadi semakin sipit, “apa aja, kamu boleh memintanya…”

Keadaan di dalam lapangan Basket

Pertandingan babak kedua akan di mulai sebentar lagi. Amarah Kyuhyun yang sedari tadi di keluarkan rupanya tidak berdampak apapun kepada seluruh anggota tim. Mereka hanya terdiam sambil menghela nafas berkali kali—membiarkan Kyuhyun bersikap arogan sendirian tanpa tahu apa yang terjadi

“Terserah kalian mau gimana” akhirnya Kyuhyun bersikap acuh tak acuh, “aku akan tetap menyerang mereka semua….”

“Kyuhyun” Siwon menahan langkah Kyuhyun yang mau kembali masuk ke dalam lapangan, “sudahlah….piala tidak begitu penting lagi sekarang” pintanya sedikit memelas. Sebenarnya Siwon sendiri tidak tahan untuk memberitahu Kyuhyun apa yang sebenarnya terjadi, tetapi menilik sikap emosi Kyuhyun nanti—tidak……pasti ia akan bertindak sembrono

Kyuhyun menyeringai kecil menanggapi ucapan Siwon, “Itu impian terakhir kita Siwon, huh gw kira lo masih inget!” ia menepis tangan Siwon lalu melanjutkan langkah menghampiri garis perbatasan tengah

Ia menatap garang ke arah tim St Martin—terutama kepada sang ketuanya. Sekali lihat Kyuhyun juga tahu, lelaki itu bermain seperti tim lapis 3 St Christie—levelnya tidak sebanding bahkan tidak ada setengah kelihaian Siwon yang di milikinya

Pasti ada sesuatu….ya, batin Kyuhyun mengatakan jika St Martin pasti sudah melakukan sesuatu untuk mengancam tim mereka

“Ck ck ck ck… Kyuhyun Kyuhyun….” Sang ketua tim St Martin mendekat ke arahnya dengan sikap mengejek, “kau ini, tetap tidak mau mengalah sama sekali—padahal teman temanmu yang lain mau memberi kami jalan…” suaranya berubah menjadi sebuah bisikan, “kalau kau masih bersikap keras kepala seperti tadi, aku tidak segan segan akan menyakiti Sungmin-mu”

Hanya satu kata yang di tangkap Kyuhyun, Sungmin…

Semua perubahan tingkah laku teman satu tim, permainan mereka yang berubah drastis dan juga…kalau tidak salah…Chulie…..mau mengatakan sesuatu—namun tidak jadi

Refleks Kyuhyun langsung menoleh ke arah bangku penonton barisan terdepan. Di sana hanya ada Chulie yang sibuk berbisik entah apa dengan Hangeng dan Wookie, namun dari perubahan wajah mereka, Kyuhyun bisa menyimpulkan sesuatu

“LO!!…” Suara Kyuhyun bergetar hebat akibat emosinya meninggi, “Lo APAIN MINNIE!!!!” ia menerjang tubuh ketua tim lawan hingga terjatuh ke lantai. Beberapa orang dari tim St Martin yang berada di dekat mereka berusaha menolong sedangkan Siwon dan Kibum berlari kencang dari pinggir lapangan sambil menarik kasar tubuh Kyuhyun yang hendak melayangkan pukulan kepada lawannya

“Kyuhyun!!! Berhenti!!!” Siwon mengunci kedua lengan Kyuhyun sementara Kibum membantu dari samping untuk menarik tubuh Kyuhyun kembali ke pinggir lapangan. Untung saja Pelatih Kyo ikut turun tangan menjelaskan duduk permasalahan kepada wasit lapangan yang tidak tahu apa apa. Karena Kyuhyun yang menyerang duluan, wasit memberi sangsi. Dia tidak boleh ikut dalam 10 menit babak kedua dan tim St Martin mendapat 3 shoot langsung.

Walhasil sebelum babak kedua dimulai, St Martin unggul 6 angka dari St Christie sehingga point berubah drastis

46-21

“Jadi gara gara ini” Kyuhyun berbicara terengah engah—dia hampir kembali ke dalam lapangan sekali lagi jika tidak ada Siwon yang bertubuh lebih kekar dan Kibum—si jago karate yang menahan tubuhnya, “kalian ngalah sama mereka!!!”

“Kyuhyun mau gimana lagi” kata Siwon lelah, “kalau kita ngalah mereka janji kok bakal balikin Sungmin baik baik ke kita”

“Tapi kita kan bisa lapor Juri!!!” bentak Kyuhyun masih dalam keadaan emosi. Ia menekan kedua sisi kepalanya dengan tangan, perasaannya sekarang campur aduk lalu tertunduk—kesal karena tidak bisa melakukan apa apa

“terus Sungmin di lukai sama mereka? Ngga Kyu, gw juga udah mikirin segala kemungkinan..dan memang yang terbaik kita mengalah sama mereka” ujar Kibum datar

“Minnie…Ya Tuhan…kalau sampai….dia terluka sedikit aja, gw janji satu tim itu bakal gw hajar sampai babak belur….” desis Kyuhyun seorang diri. Ia mengambil handphone dari dalam tas sambil menatap layarnya dengan perasaan hampa

“Udahlah Kyu, tenang aja..dia pasti baik baik aja” sahut salah satu teman mereka yang berposisi sebagai forward, “kita semua ngga masalah kok ngga menang, Pelatih Kyo juga setuju….keselamatan istri lo kan lebih penting” perkataan itu di sertai anggukan dari para seluruh anggota tim, aktif maupun masih dalam masa pelatihan. Mau tidak mau, Kyuhyun sedikit terharu untuk pengorbanan mereka. Padahal siapapun tahu jika tim St Christie sudah berlatih keras demi meraih gelar juara tingkat nasional dua kali berturut turut

“Makasih…aishhh…gw jadi ngga enak tadi udah marah sama kalian” kata Kyuhyun merasa bersalah.

“It’s ok” balas Siwon enteng, “Udah kita kembali ke lapangan, Jyu yoon gantiin posisi Kyuhyun. Lo ngga usah main ampe pertandingan berakhir—gw takut lo kebakar emosi lagi”

“Ngga masalah….gw mau di sini aja….” Kyuhyun memainkan handphone di tangannya sambil melamun. Ia bahkan tidak mendengarkan semua teman dalam pemain inti sudah kembali ke dalam lapangan. Percuma, tahu begini dari awal sebaiknya Siwon menyuruh tim lapis dua yang maju melawan mereka.

“Minnie….” Gumam Kyuhyun khawatir

___

“Kamu mau kan nyarinya?” tanya Sungmin sedikit memelas

“Er…itu…” sang lelaki mulai ragu, nyari di mana benda kayak gitu. Di toko kelontong aja belum tentu ada

“Please…” ulang Sungmin dengan memasang wajah memohonnya sambil berusaha tersenyum semanis mungkin

Lelaki itu melongo saat melihat senyum Sungmin. Ia spontan menganggukkan kepala cepat, “baiklah…aku akan pergi mencarinya”

“Hehehe” Sungmin memberikan senyum terbaiknya sekali lagi lalu memberi isyarat dengan tangannya agar lelaki itu keluar untuk mencari benda yang ia inginkan

“Baiklah, tapi kamu di sini aja, jangan kemana mana” katanya memperingatkan

“Ok”

Sang lelaki mengangguk puas kemudian membuka pintu—sedikit merunduk untuk keluar dari sana baru setelah itu menutup pintu. Meninggalkan Sungmin seorang diri

Jangan kemana mana…huh emang si Kyu sebegitu protektifnya apa!” dengus Sungmin jengkel, “mau nonton aja di larang! Masa bodoh! Pokoknya aku mau lihat”

Dengan terburu buru takut ketahuan pergi diam diam, Sungmin membuka pintu mobil berwarna hitam dari dalam parkiran. Ia merapatkan sweater hitam akibat cuaca yang agak mendung—langit saja sudah berubah gelap seolah olah hujan sebentar lagi akan turun

Ia mengendap endap, berjalan satu demi satu langkah karena melihat jalanan yang licin. Sungmin sendiri berpegangan dengan pinggiran tembok, dalam hati ia agak menyesal keluar dari mobil hitam itu—nanti Kyuhyun pasti marahin ‘teman temannya’ itu lagi karena membiarkan Sungmin kabur. Tetapi sejenak Sungmin memicingkan mata, toh dia nanti hanya akan mengintip dari balik pintu utama, tidak lebih. Setelah itu baru Sungmin kembali masuk ke dalam mobil seolah olah dia berada di sana terus menerus. Kan tidak ketahuan bukan?

PRIIIITTTT

52-34 Skor sementara, St Martin unggul 18 point

“EH?” Sungmin yang melengokkan kepala untuk mengintip terkejut. Skor St Christie yaitu sekolahnya berbalik jauh. Selisih mereka hampir 20 point, berbeda sekali dengan bayangan Sungmin. Bukankah tim basket sekolah mereka sangat tangguh?

“Aishh kok begini!! Kyuhyun di mana lagi” ujar Sungmin sambil mengangkat kepalanya lebih tinggi agar bisa melihat dengan jelas, “Dia ngga ada di dalam…” ia berhenti bergumam saat mendapati sosok Kyuhyun tertunduk di bangku pemain. Dari sikapnya saja Sungmin sudah tahu jika Kyuhyun terguncang dengan hasil skor sementara—mereka tertinggal jauh

“Apa Kyuhyun mainnya ga bagus ya? Kenapa dia malah keluar lapangan” Sungmin terlihat agak ragu ragu, “boleh ngga aku ke sana….tapi nanti…Kyuhyun bisa marah…”

Di sisi lain…

Kyuhyun hanya bisa melamun sambil tidak henti henti menyalahkan diri sendiri. Seharusnya Sungmin dia iket di rumah aja atau di titipkan pada kedua orang tua mereka. Ia tidak bisa memikirkan pertandingan lagi. Sorot matanya hampa sambil berusaha menatap tajam ke arah papan pertandingan di mana babak kedua baru berjalan sekitar 8 menit. Tinggal 12 menit lagi sampai pertandingan berakhir–12 menit waktu yang berjalan cukup lambat agar Sungmin bisa kembali…

“Aishh…Minnie…..kamu dimana sih….” Kyuhyun merundukkan kepala—membiarkan rambutnya yang sedikit lebat menutupi wajahnya. Ia menggelengkan kepala sembarangan, mencoba segala cara supaya lebih tenang. Namun mendadak kepalanya menangkap sosok seseorang berdiri di luar pintu sedang mengintip pertandingan di dalam. Dan ketika Kyuhyun menajamkan matanya agar bisa melihat jelas, ia tercengang

Sepasang mata mungil bertatapan secara tidak langsung dengan Kyuhyun. Sosok itu pun menyadarinya. Ia tertunduk dan hendak pergi menjauh jika saja Kyuhyun tidak berteriak keras

“TUNGGU!!!” Dia melepaskan handuk putih dari atas wajahnya kemudian berlari secepat mungkin menghampiri sosok tersembunyi itu. Kyuhyun bahkan tidak peduli jika separuh dari penonton malah melihat ke arahnya bukan ke arah lapangan. Ia berharap—amat berharap jika sosok itu adalah….

“Minnie..” ucapnya tidak percaya karena memang benar jika orang yang mengintip dari luar itu adalah Sungmin

“Maaf Kyu…aku bukannya ngga mau nungg—

Sungmin tidak bisa berbicara lagi. Kedua tangan Kyuhyun langsung menyambutnya dan merengkuh tubuh Sungmin untuk memeluknya, “Ya Tuhan…Minnie…….” Kyuhyun melepaskan kedua tangannya lalu melihat tubuh Sungmin secara seksama, “Kau tidak apa apa? Bagaimana bisa kamu kabur?? Apanya yang sakit??” tanya Kyuhyun beruntun sambil mengelus wajah Sungmin

“Ngg….aku nyuruh mereka nyari es krim cokelat kesukaanku” kata Sungmin nyengir lebar, “terus yang satu lagi aku suruh dia buat beli keranjang sampah berkaki tiga. Aku kerjain aja dia, habis mereka melarangku ke lapangan terus” ia mendelik jengah ke arah Kyuhyun, “kenapa sih kamu bilang kayak gitu sama mereka! Aku kan bosan di dalam mobil terus”

“EH?” sekarang giliran Kyuhyun yang terkaget kaget, “aku ngga pernah nyuruh mereka, apapun? Memangnya mereka bilang apa aja?” selidiknya

“Mereka bilang kamu nyuruh supaya aku jangan masuk ke dalam lapangan karena bisa ganggu konsentrasi kamu” jelas Sungmin polos, “makanya dari tadi aku ada di dalam mobil……Cuma hehehe, aku bosan Kyu…makanya aku nekat kemari, kamu ngga marah kan?”

“Ngga kok ngga!!!” Kyuhyun akhirnya mengerti—sepertinya Sungmin sama sekali tidak tahu kalau dirinya diculik oleh kawanan St Martin. Lagipula Sungmin bersikap biasa, tidak terluka atau kekurangan suatu apapun.

“Kamu!!” Kyuhyun kembali ke sifat semula, “jangan pernah pergi tanpa kasih tahu ke aku atau Heenim, ayo ikut aku ke dalam lapangan!” di tariknya lengan Sungmin dengan hati hati

Beberapa pemain St Christie terkejut melihat kembalinya Kyuhyun dari luar sambil membawa Sungmin. Chulie yang melihat mereka langsung beranjak dari tempat duduk, menghampiri mereka di kursi pemain

“Minnie!!! Ya ampun!!! Hiks, kamu buat aku ketakutan setengah mati!!!” pekik Chulie memeluk Sungmin dengan suara serak karena menangis terus menerus

“Eh? Ada apa sih sebenarnya? Aku kan lagi di titipin sama teman temannya Kyu kok” jawab Sungmin agak pusing. Kenapa saudara kembar ini bersikap berlebihan menyambut kedatangannya seolah olah mereka tidak tahu Sungmin ada dimana sejak tadi

“Bukan apa apa” Kyuhyun menggeleng cepat, di liriknya para pemain tim St Martin yang terkejut melihat Sungmin aman di tempat Kyuhyun. Sang ketua tim malah mengumpat diam diam sambil menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengecek dimana semua orang yang bertugas menjaga Sungmin

Pelatih Kyo dan Kyuhyun saling bertukar pandangan. Mereka sama sama mengangguk kecil. Pelatih Kyo mengangkat tangannya sebagai isyarat meminta time out untuk tim mereka.

Bunyi pluit Wasit menghentikan permainan basket pada menit ke 10. Tinggal 10 menit lagi sebelum pertandingan babak kedua selesai

Awalnya Siwon dan Kibum melayangkan pandangan bertanya ke arah pelatih mereka, tetapi akhirnya Siwon beserta pemain lainnya mengerti ketika melihat Sungmin duduk manis di samping Kyuhyun dan Chulie

“Nanti gw jelasin kenapa Sungmin bisa keluar” bisik Kyuhyun kepada seluruh pemain, “yang penting Sungmin udah ada di sini….ga ada alasan lagi kenapa kita harus mengalah” katanya penuh emosi

“Betul” sambung pelatih Kyo, “kita kembali ke dalam formasi awal, Kau Siwon bertindak mengejar ketinggalan dan memberikan peluang tembak kepada Kyuhyun, Sedangkan Kibum dan kamu—“ pelatih menunjuk salah satu pemain forward andalan mereka, “gagalkan serangan mereka tepat di samping garis—tenang saja, center mereka tidak lebih dari level pemain lapis tiga. Mereka menang menggunakan kecurangan, jadi tidak salah jika kita membalasnya dengan memberikan mereka kekalahan yang memalukan” ucapan pelatih Kyo membakar semangat plus emosi semua pemain yang ingin membalas dendam

“Bisa?” tantang pelatih Kyo menutup pidatonya karena wasit sudah memberi isyarat time out akan segera berakhir

“BISA!!! St Christie!!! MENANG!!!!” Sahut mereka berkobar kobar

Kyuhyun yang pertama kali maju, tatapannya berubah mematikan. Ia menyeringai lebar karena seluruh pemain St Martin tiba tiba menciut ketakutan. Perubahan itu terlihat jelas di wajah mereka

“Mau bikin selisih berapa angka?” desis Kibum di telinga Kyuhyun

“Hmm” Kyuhyun meremas kedua tangannya, “gimana kalau tiga puluh” balasnya enteng. Sebenarnya susah untuk pemain standar mengejar ketinggalan 18 angka dan berniat membalikkan keadaan dengan selisih seberat itu. Tetapi tidak untuk St Christie, mereka pemain tangguh

“Baiklah” Kibum mengangguk kecil. Mereka seperti berbincang ringan, seolah olah tidak menganggap sama sekali kemampuan tim lawan, “nanti aku akan membantumu” jelasnya ikut menyeringai ke arah Kyuhyun

“Kita kasih lihat, siapa sebenarnya raja di sini” desis Siwon yang dari tadi setengah mati menahan tenaganya untuk menyerang

PRIIITTTTTTT

Bola berada di tangan St Christie karena skor mereka jauh lebih rendah dan kesempatan ini tidak di sia siakan oleh Kyuhyun. Ia mengoper bola ke arah Siwon lalu Siwon sendiri mengoper dengan mudah balik ke arah Kyuhyun. Sekarang mereka dalam formasi dua dua. Saling melempar bola meski guard lawan maupun shooting guard berusaha menghalangi mereka. Tetapi percuma, Siwon dan Kyuhyun terkenal akan kemampuannya ini.

Sesampainya di depan garis, Kyuhyun melempar bola meliuk mengenai bibir keranjang basket, berputar kecil terlebih dulu sebelum masuk ke dalam keranjang basket

PRIIITTTT

52-37

“Hmm” Kyuhyun memberikan bola kepada salah satu center St Martin, “kalian akan menyesal telah berani mengancam tim kami—terutama gw…ngerti” bisiknya pelan di sertai ancaman. Center itu hampir merinding mendengarnya, sudah jelas Kyuhyun pasti membalas semua perbuatan mereka yang sudah berani menculik Sungmin

Kyuhyun, Siwon dan beberapa pemain berhasil menyumbangkan 3 point dengan mudah. Mereka berhasil mengejar 12 point dalam waktu 4 menit.

Benar kata ketua SMA Star High, pemain St Martin semuanya amatiran. Mereka terlalu hancur jika bermain secara benar. Guard dengan teknik dribble berantakan, Forward yang tidak bisa menjaga daerah pertahanan mereka serta pemain Center yang tingginya hanya setengah dari Siwon

PRITTTTTT

52-57 St Christie unggul sementara

“AAAAA, GO GO St Christie!!!!! HWAITING!!!!” Teriak para pendukung yang sudah mulai bisa berharap. Kedudukan berbalik cepat. Bahkan jika bukan karena niat mereka membuat selisih 30 point sebenarnya St Christie sudah bisa di pastikan menang

Kyuhyun tetap ngotot terus mencetak angka—mempermalukan pemain Forward dan Center St Martin bersamaan dengan tipuan dribblenya yang terkenal. Siapapun tahu tujuan Kyuhyun sebenarnya hanya untuk balas dendam tetapi Siwon toh tetap diam, dia yang tadinya bermain santai ikut membantu Kyuhyun mencetak angka sebanyak mungkin. Tidak peduli jika tim St Martin merunduk kesal karena sama sekali tidak bisa menembus pertahanan tim St Christie

52-72

“Mau lihat permainan kekuatan tim St Christie sebenarnya?” sindir Kyuhyun ketika mendribble bola di kunci oleh tiga orang tim St Martin, meski begitu sikapnya tetap tenang, “aku akan menunjukkannya kepada kalian” setelah mengatakan itu, Kyuhyun merunduk lebih rendah, menggiring bola seringan seolah olah bola menempel dalam tangannya. Ia melewati mereka sekaligus kemudian memberikan tembakan 3 point andalannya

PRITTTT

52-75

“Ow” Sungmin terkesima, memang lebih enak menonton secara langsung seperti ini, “mereka…tambah jago ya” komentarnya sambil melirik Chulie yang masih duduk di bangku pemain, menemani Sungmin

“Ngga…lawannya aja yang bodoh” kata Chulie sinis, “liat aja ntar mereka, ngga akan selamat…”

Pertandingan tinggal 2 menit lagi, tetapi Kyuhyun masih dalam kondisi prima. Untuk Tim mereka bermain cepat dalam 40 menit bukan masalah. Latihan bertahun tahun membuat tim Christie memiliki tenaga maksimal setiap kali bertanding, apalagi jika lawannya dengan amatiran seperti St Martin

Tidak bisa di sangkal skor ketika Wasit menutup permainan serentak mengundang decak kagum para penonton dan juri basket

52-84

St Christie menang telak

“YES!!!!!” Siwon dan Kibum berlari menghambur ke arah Kyuhyun bersamaan dengan para pemain lain. Mereka berpelukan dan menghela nafas lega.

Sedangkan pemain St Martin terlihat beradu pendapat lalu menyingkir keluar lapangan karena merasa di permalukan

Impian mereka tidak sirna. Piala kebanggaan itu, untuk kedua kalinya menjadi milik St Christie

Kyuhyun mencium piala itu sebelum menyerahkan ke tangan Siwon. Siwon tersenyum bangga lalu mengangkat piala tinggi tinggi

*****

“Eh tunggu!!!”

Teriakan Kyuhyun menghentikan langkah seluruh tim St Martin yang berniat kabur dari sana secepat mungkin, “gw belum selesai sama kalian” bisiknya sambil merangkul pundak ketua tim, “gw mau kalian mengakui semua kecurangan yang pernah kalian lakukan sama semua SMA dengan cara meminta maaf…..kalau tidak….” Kyuhyun berhenti sejenak

Beberapa pemain menciut ketakutan, “Ka—kalau tidak apa?”

Kyuhyun mengedikkan bahu, “Kalau tidak gw akan laporkan kalian ke polisi dengan tuduhan penculikan serta penganiyaan terhadap wanita hamil” ancamnya

“EH? Kita ngga nyiksa istri lo!!!!” bantah salah seorang tidak terima, “asal lo tahu, ampe sekarang temen temen gw pada ga balik karena di suruh nyari es krim sama Sungmin, entah dimana”

“Masa bodoh! Kalau Polisi tahu riwayat tim kalian yang suka berbuat curang, mereka bakal milih percaya sama gw kan??” balas Kyuhyun tajam

“Ok ok” sang ketua akhirnya bisa bersikap bijaksana juga, “gw ngaku kalah—gw akan satu persatu datengin sekolah buat minta maaf….gw janji! Puas lo??”

“Hmm, lumayan…” Kyuhyun hendak pergi berbalik setelah mendapatkan apa maunya, “tapi sebentar ada yang ketinggalan”

“Ap—

BRUKKK

Sebuah pukulan dari tangan Kyuhyun mendarat sempurna pada wajah sang ketua tim basket. Ia sempat mundur beberapa langkah karena Kyuhyun memukulnya dengan sekuat tenaga

“Itu buat tanda biar lo pikir ulang kalau berani nyulik istri gw lagi!!” Kyuhyun mengepalkan tangannya, “gw jamin wajah lo bisa ngga berbentuk” sejenak wajah Kyuhyun terlihat sangat menakutkan dan tentu sang ketua berserta para pemain St Martin tahu kalau Kyuhyun serius dengan ucapannya

“I—Iya..” para pemain lain buru buru membawa ketua mereka dari situ, Takut kalau Kyuhyun berubah pikiran lalu malah memutuskan untuk menghajar mereka semua satu persatu

“Huh…..hari yang panjang” keluh Kyuhyun menengadahkan kepala ke atas

“Iya hari yang panjang” sambung Sungmin yang sudah berada di belakang Kyuhyun. Ia memutar tubuhnya agar berdiri berhadap hadapan, “Kau pasti capek, hehehe”

“Hm” Kyuhyun menjatuhkan kepalanya di bahu Sungmin, “capek banget…kita pulang aja, aku mau istirahat…”

“Iya” dengan satu tangan Sungmin mengelus kepala Kyuhyun yang basah oleh keringat. Mereka tidak menyadari jika ada seseorang—lelaki terluka dengan pemandangan tersebut

“Sungmin….”gumamnya tanpa sengaja telah mengganggu Kyumin

“Eh?” Sungmin berhenti mengelus kepala Kyuhyun, “Kau…kau sudah kembali??” tanyanya salah tingkah

“Siapa lo?” tanya Kyuhyun enggan mengangkat wajahnya, ia hanya memutar tubuh untuk melihat sosok lelaki itu lebih jelas

“Ini” ia mengulurkan sebuah benda aneh, “katanya kamu mau keranjang sampah berkaki tiga—aku sampai pergi ke Mokpo buat beliin ini….tetapi kamu malah, senang senang sama…”ia melirik Kyuhyun sinis

“HE!” kali ini Kyuhyun benar benar terlonjak, “Dia istri gw! Mau gw peluk atau gw cium itu terserah gw, kok lo jadi ngatur!! Lagian siapa sih dia Minnie??” gertaknya marah

“Dia itu….”

“Gw juga suka sama Sungmin” balas lelaki itu berani mati, “mau lo apa??” ia tidak menyadari kalau berbahaya berbicara begitu di depan Kyuhyun

Alis Kyuhyun naik sebelah, “coba ulangin kata kata lo barusan?” tanyanya bernada tenang namun kedua tangannya sudah terkepal di kedua sisi tubuh–tidak sabar untuk memukul lelaki di depannya sekarang

“Gw suka sama AAH—

Dari arah luar lapangan, sebagian para penonton maupun pendukung masing masing sekolah terhenti. Mereka spontan menoleh ke belakang ketika mendengar jeritan memilukan itu. Beberapa dari orang orang tersebut berani masuk kembali, dan di lihatnya lah ada sosok lelaki yang sedang meminta tolong dari atas keranjang basket

“Eh, turunin gw dong!!! Woi!!! Tolong!!!!!” teriaknya takut ketinggian

“Kyu, apa ngga kelewatan?” tanya Sungmin ketika Kyuhyun menuntunnya keluar lapangan bersama dengan anggota anggota yang lain

“Ngga” kata Kyuhyun santai, “siapa suruh dia berani godain istri orang, udah Minnie, nanti malam Satpam juga bakal nurunin dia. Yuk pulang, aku mau tidur” ajak Kyuhyun merangkul tubuh Sungmin agar terus berjalan ke arah pintu masuk

Meninggalkan namja itu sendirian, tanpa di bantu siapapun

“TOLONGGGGGGGG”

TBC

Comment adalah bentuk lain dari kecintaan kalian sama nolu😉

33 responses to “≈No Other Like U-Forty Four-{Endless}≈

  1. mau komen ya kak ^^
    sing sumpahnya bagus banget Ya Allah!
    aku tegang tadi bacanya! ampe ngacak2 rambut >O<
    kak sebas! sehat selalu ya! aku doain semoga cita2nya ke kabul! aamiin
    LOVE YOU KAK

    • HUAAAAAAAAAA makasihhhhhhhhhhhhhhhhhh😉 makasih banget ya.,……..thanks gomawo arigataou…..ga tahu mau ngomong apa lagi T____________T just thanks share ur opinion for me..it’s precious😉

  2. aku tu sukaaaaaaaaaaaaaaa banget sama NOLU selalu update tiap harri berharap ada kelanjtannya,..na ga abies abies..abisnya kaya nayata banget,,..sampe sampe nyari bayangan refernsi karakter yang aps dapet feelnya di FILM 100 With mr AROGANt sama drasma Princess Hours, tiap baca Nolu nyambi nonton 2 itu biar bisa kebayang…wqakakak…

    • MAKASIHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH gw juga suka banget sama reader setia ^^ dan soal nyata? well gw sendiri sampai ngerasa itu emang real, mudah mudahan nolu bisa bertahan terus ya ^^

  3. huaaaa….
    klo jd sungmin pasti bruntung bgt d’jagain ma banyak org, heheh :))

    trus,, pas bca pertandingan nya..
    serasa nnton slam dunk..
    unn, tau kan??

  4. eonni,, aku selalu speechless kalo mau komenin ff eonni,, pokoknya intinya LOPE LOPE DAHH!!

  5. hyahahahahaha~ gantungin di ring basket, keren bange4t kan, wkakakaka…:-D

    minnie itu lugunya n’ polosnya #samaajawoii# buset dah levelnya tertinggi, ckkk~

  6. waaaaaaaa..deg2an baca yang ini..
    sungmin haduh saking polosnya kga tau klw diculik..

  7. kakak…itu si minnie polos apa nyaris telmi?
    diculik jg g sadar.
    huaaaaa!!!!
    suka banget ini ama nolu!
    >o<
    dinanti nanti neeh part minnie ngelahirin!
    semoga bayinya lahir dg selamat.
    #amiennn

  8. aaaaaa makin seru ceritanyaaa
    kak sebaaas, jempol deh buat ep ep nyaaa
    sumpah baguuusss ceritanya itu loooh, aneh romantis, aa ga bisa d tebak deh pokonyaaa

  9. mian,, aq baru koment…
    sumpah ceritanya bagus bangeeet….

    bacanya bikin ketagihan,, ngakak sendiri,,, hihihiii
    biasanya kalo baca epep gampang ditebak… tapi ini…. T.O.P deeh… ^^

  10. aku reader baru….aku suka banget ama FF NOLUnya author, aku cman sering baca di page pengennya di blog, jadi aku nyari deh di google, akhirnya nemu, di page jga sering baca ampe skrg, dn di blog author juga bru baca..hehe
    ga pernah bosan deh baca nih FF, tmen kalo lg BETE..seru thor ceritanya…feel dr crtnya jga dpet, berasa nyata, brusan aja baca yg part ini ampe tegang..haha xD
    Daebaaakkk thor… Aku udah ngejadiin FF NOLU ntu sbg FF favorite ku, ga ada yg lain…
    Bener2 keren !

  11. keren banget sumpah eon T_T pengen deh punya otak seencer punya lo (?) lanjuuut eon

  12. sebenernya kasian ma namja yg rela belain nyari kranjang mpe ke mokpo…
    sumpah sweet bnget..
    mending tu ketua yg di siksa ma kyu…
    enek aku liatnya*loh kan gag bisa liat ya..????

  13. aduhhh~ keren bgt!!! olahraga fav ak basket!! ak rela ngapain aj asal bsa ntn prtndgan basket sma ntn konser jg hahaha~
    keren bgt!! ak ska pas prtndinganny wuahhh~ bkin ngerasa ak ad di prtndingan dpt feelny!! prshbtan mrk bnr” kejalin y🙂 ak iri bgt !! hahah~ min polos mw”ny di tipu gtu ckckk~
    kyu jg serem ihh marahny brr~ *merinding haha lanjut nolu!!

  14. ming innocent bgt, pdhl lg dculik tp g nyadar..
    kyu nyeremin juga..
    liat tgkh st martin jd inget klakuan ptinggi2 yg ska curang..

  15. Onnie, saya datang! Nggak tahan mau baca ulang fanfict NOLU.
    Sebenarnya mau baca yang 20-an, soalnya bagian itu yang paling aku suka!!! >..<
    I LOVE ALL YOUR FANFICT, SEBASTIAN! :***

  16. yahhh minnie bnr2 kelewatan nih polos’a.
    org km diculik tpi mlh anteng2 ja,untung ja km bsa melarikan dri,

    yaaaahhhh tuh cwok cri mati ya ngomong gt ma kyuppa,,hehehe kacian dy di gantung,,,

  17. wah mereka cari gara” ma Kyu nich! blm tau ya gmn Kyu kalo marah gara” Minnie’y d gnggu ckck kasian tuh namja dgantung kya jemuran…dah tau Minnie pny Kyu masih aj nekat ckck
    serasa nonton pertandingan beneran! ^^

  18. huaaaa akhirnya st christie menang juga dengan score yang memuaskan yeeaaa yeaaaa ><9
    makannya jangan macem macem ama kyumin, tepatnya sama kyuhyun.
    berani cari masalah atau nyulik minnie berarti berani cari masalah ama kyuhyun juga.
    berkat ngidam minnie itu, akhirnya minnie bebas dari penculikan dengan selamat.
    yang benar pasti menang dan yang salah pasti kalah.
    itu yang nyulik minnie berani beraninya suka sama minnie ckckck dasar
    hahh lanjut lagi ^^

  19. Haduuuu, pas awal minnie diculik, kira’in minnie bakalan di jahatin ama ank2 st martin, eeeh ternyata malah minnie yg ngejai’ilin mrk dg acra ngidamnya.. Hehe🙂

    Kekekeke, tp kasian bgt tu anggota st martin yg suka ama minnie.., harus berhadapan ama kyu dulu tuch.., lagian spa suruh suka ama istri org, biar tau rasa tu dihajar ama si epil😀

  20. dasaaar minnie minniee.. selalu deh kalo dia diculik enaaak bgtt aku juga mau diculik kayak gituuu permintaan nya smeua dikabuliin

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s