≈I wanna Love You-Three≈

Ryeowook PoV

TIDAK! INI TIDAK MUNGKIN TERJADI!

Bagaimana Engkau bisa setega ini kepadaku! Baru sebentar aku mengecap kebahagiaan—tapi apa??? Kenapa Engkau bisa menghancurkan semuanya dalam hitungan tahun?

Tidak…..bilang padaku ini semua hanya mimpi, dimana ketika aku terbangun dari tidur semua sudah kembali seperti semula…..

Aku pasti akan tersenyum membayangkan jika hal ini tidak mungkin terjadi

Siwon pasti pulang ke rumah dengan sebuah senyuman yang begitu aku rindukan dari pelupuk wajahnya


*****

“Wookie, bangun”

Aku tersenyum meski belum membuka mata sepenuhnya. Apa ku bilang, Siwon-ku sudah kembali.

“Wonnie..” bisikku rindu seraya mengerjap berulang kali. Sepasang tangan mungil menyambut tubuhku, eh? Tangan mungil? Ini bukan tangan Siwon!

Aku merapat di dinding—masih duduk di atas tempat tidur sambil memastikan siapa yang berani memasuki kamarku dan Siwon, di rumah baru kami

“Wookie jangan takut—ini aku Kibum, temanmu” bisiknya.

“Kibum?” ulangku melirik takut takut ke depan. Benar saja, sahabatku sedang tersenyum lega melihat keberadaanku sambil mengelus tanganku yang sedari tadi masih di pegangnya

“Apa kau baik baik saja hari ini?” tanya Kibum beranjak dari atas tempat tidur lalu mengambilkan nampan berisi sarapan lengkap dengan susu putih untukku

Aku melihatnya bingung, “kenapa kau membuatkanku sarapan? Di mana Siwonnie?” tanyaku terheran heran. Meski dia sahabatku bukan berarti Kibum harus repot repot mengurusi segala sesuatunya tentang aku lagi

Kibum membeku. Wajahnya berubah pedih lalu sebulir air mata mulai turun dari kedua mata polosnya, “Wookie….ini sudah hampir 3 minggu, kau belum mengingatnya juga..” ucapnya bernada getir

Mau tidak mau aku harus menanyakan ini, “apa maksudmu Kibum??” sifat tidak sabaranku mulai keluar, “di mana Siwon-ku!!! Jawab Kibum!!” suaraku meninggi—kuguncang guncang tubuhnya yang masih termangu di hadapanku

Kibum memalingkan wajahnya dengan enggan, “Dia…..meninggal…..” suaranya menghilang karena berganti isakan sekarang

Meninggal??

Ti…dak…

Tiba tiba memori 3 minggu terulang lagi. Kecelakaan itu, tubuh Siwon yang sigap memelukku, menjagaku tetapi dia lengah—raganya sendiri hancur di hantam sebuah mobil berkecepatan tinggi ketika kami…..

“TIDAK!!!!” Teriakku kencang. Kubanting nampan di depanku ke pinggir tempat tidur

PRANG

Dengan sigap, Kibum menahan tubuhku agar kembali tenang meski percuma. Aku berusaha berontak dalam pelukannya

“TIDAK!!!” Erangku putus asa, “tidak….” Ku dorong tubuh Kibum menjauh lalu bergegas keluar dari kamar tanpa mendengarkan teriakannya. Aku harus memastikan semuanya—siapa tahu Kibum hanya membohongiku atau sekarang aku hanya sekedar bermimpi

Mimpi yang terlalu kejam untuk menjadi kenyataan

Tetapi langkahku terhenti. Tatapanku ngeri melihat sebuah foto di mana ada sepasang dupa di depannya dalam ruang keluarga kami

Foto Siwon….ini—

“Wookie…” Kibum berhasil mengejarku. Tubuhku yang jatuh tersuruk langsung di tangkapnya.

Air mataku tumpah dalam pelukannya

“Kibummie….ini…..tidak!!!!!” Kibum menahan semuanya. Di biarkannya tangisanku, rasa marah dan kehilanganku keluar tanpa sisa. Hingga berjam jam aku menangis, Kibum selalu ada di sampingku, berusaha menguatkan aku meski ia sendiri ikut menangis. Perlahan lahan mataku terpejam, meninggalkan jejak air mata yang membekas pada wajah lelahku.

Di tubuh sahabatku inilah, aku meluapkan segalanya


___

“Ini sudah berulang kali terjadi…” Kibum mengelap air matanya ketika mempersilahkan dokter yang biasa menangani Wookie datang ke rumah, “Setiap hari Wookie selalu bangun seperti tidak terjadi apa apa, menanyakan kenapa aku yang berada di rumah dan kenapa bukan Siwon?” ungkap Kibum lirih, “apa rasa shock Wookie begitu kuat sehingga tidak menyadari jika—“

“Mungkin” jawab Dokter itu pahit, “sangat mungkin…saya sudah sering melihat kasus seperti ini” ia melepaskan tangan Wookie lalu meletakannya, “kalau hal ini berlangsung terlalu lama saya takut nantinya…” sang Dokter menghela nafas panjang tanpa melanjutkan perkataannya. Dia memasukkan semua peralatan ke dalam tasnya lalu memohon diri.

Kibum yang selesai mengantar Dokter hingga ke pintu depan, terdiam. Ia tertunduk sedih membayangkan nasib Ryeowook dengan kondisi selabil itu.

“Wookie…..aku harus melakukan sesuatu untuk kebaikanmu….” bisiknya pelan sebelum menutup pintu rumah rapat rapat

__

Ugh

Aku menggeliat pelan dalam tidurku. Kubuka mata hingga bisa melihat sekeliling dengan sempurna. Sudah berapa lama aku tertidur?

“Kibum…” bisikku memanggil namanya—seberkas ingatan rapuhku tentang kejadian tadi siang membuat kepalaku pusing. Mungkin Kibum punya jawabannya—ah pasti tadi aku bermimpi lagi

“Ya, aku di sini” jawab Kibum dari jauh. Suara langkah terburu buru datang mendekat hingga pintu kamarku. Di sana Kibum masuk setelah melihatku sekilas. Ia duduk di pinggir kasur untuk mengecek keadaanku, “Wookie, kau baik baik saja kan?”

Keningku berkerut tidak mengerti—heran dengan sikapnya yang terlalu berlebihan. Kutepiskan tangannya dari wajahku untuk menanyakan sesuatu, “oh ya Kibum aku mau menanyakan sesuatu kepadamu”

Kibum memalingkan wajah kepadaku dengan pandangan bertanya, “ya?” balasnya hati hati

“Siwon kemana?” tanyaku khawatir, “kenapa hingga malam begini, dia belum pulang juga dari kantor?”

Bukannya menjawab pertanyaanku, Kibum malah menggeleng terus menerus sambil menutup mulut dengan punggung tangannya, baru beberapa saat kemudian aku baru sadar jika Kibum sedang menangis.

“Kibum kau kenapa??” tanyaku memegang wajahnya yang sembab, “apakah aku salah berbicara??”

Kibum menggeleng kecil, ia memegang kedua tanganku lalu mencoba berbicara di sela isak tangisnya, “Wookie…..please, ku mohon…jangan seperti ini terus—bisa berbahaya untuk—

Aku memotong ucapannya, “Kau ini!” suaraku berubah marah, memang apa salahnya dengan pertanyaanku barusan. Bukankah hal yang wajar menanyakan keberadaan suaminya sendiri, “kau tinggal menjawab—

“Dia sudah meninggal Wookie!!!!” teriak Kibum di depan wajahku, “Ku mohon….dia sudah meninggal….bisa tidak kau menerima kenyataan itu…” ia kembali tertunduk masih dalam keadaan menangis. Air matanya turun dan membasahi tanganku yang berada dalam genggamannya

Sedangkan aku sendiri hanya termangu mendengar penjelasan anehnya itu!

“Kau salah besar Kibum” jawabku tenang, “Siwon pasti sedang lembur seperti yang biasa dia lakukan…jangan berbicara aneh aneh” aku beranjak bangun untuk meraih telepon rumah yang berada di ruang keluarga. Kibum membiarkanku. Ia terduduk di atas tempat tidur sementara aku meninggalkannya keluar dari kam….

“MAU APA KAMU KEMARI!!!” Pekikku kencang melihat sesosok namja yang berdiri di luar pintu kamar dengan wajah kasihannya. Wajah yang sudah tidak aku lihat selama 2 tahun belakangan ini

Lelaki itu terdiam sambil terus menatapku secara aneh

“Yesung! Jawab pertanyaanku!!” bentakku makin keras. Bukannya aku tidak senang melihatnya di sini, tetapi Siwon bisa salah paham kalau mendapati Yesung di rumah kami nanti. Aku takut dia sakit hati dan mengira yang tidak tidak kepadaku

“Ryeowook…” suaranya datar, ia melirik Kibum yang berada di kamar sejenak, “aku turut berduka….aku—baru tahu hal itu kemarin dari Kibum ketika…”

“Apa sih??” aku mengisyaratkan agar dia tidak meneruskan perkataannya, “kau dan Kibum sama saja! Kalian berdua ada apa?? Jangan seenaknya berbicara tanpa bukti” ucapku sinis sambil terus berjalan ke depan namun saat itu juga dapat kurasakan sebuah lengan kokoh menahan tubuhku, “Ryeowook…..Kibum benar….dia….Siwon…”

Kuhempaskan tangan Yesung kasar lalu menatapnya tajam, “Aku kira kau sudah berubah ternyata….” Aku melirik Yesung dan Kibum bersamaan lalu mendadak sebuah kesimpulan terlintas di pikiranku

Mulutku menganga tidak percaya, “Jangan bilang kau Kibum! Bekerja sama dengan Yesung!!” aku mundur beberapa langkah. Semua jelas sekarang, kenapa Kibum terus menerus mengatakan jika Siwon meninggal lalu ada kehadiran Yesung yang tiba tiba muncul lagi dalam hidupku, padahal dia sudah berjanji…..

Kibum berhenti menangis mendengar ucapanku. Semenit kemudian ia berdiri dan berjalan menghampiriku dan Yesung di luar kamar. Tangannya terulur ke depanku, “Wookie, demi Tuhan…kenapa kau bisa berpikir sepicik itu, Siwon benar benar—

“TIDAK!” Kututup kedua telinga sambil berteriak sekali lagi, “aku tidak akan percaya dengan semuanya! Kalian berdua pembohong! Kalian bekerja sama—

PLAKKKK

Sebuah tamparan tangan Yesung mendarat kasar di wajahku. Spontan tanganku meraba bagian kiri pipiku yang membengkak akibat pukulannya.

“Berani beraninya kau!” suaraku bergetar karena terlalu marah namun Yesung tetap bergeming. Di pegangnya tanganku kemudian ia menyeret langkah kami berdua keluar rumah, “mau kau bawa kemana aku!!” teriakku memberontak

Tetapi Yesung tidak peduli, ia memasukkanku kedalam mobil. Anehnya kali ini, Kibum tidak berusaha membantuku sama sekali. Sahabatku malah melihat kasihan kepadaku lalu membiarkan kami pergi begitu saja ketika Yesung memastikanku tidak akan keluar lagi

Mobil miliknya melaju kencang, masuk ke dalam kegelapan malam. Tidak peduli berapa kali aku memberontak dan berteriak kasar terhadap Yesung, ia tetap tidak menjawab pertanyaanku akan kemana kami larut malam begini

“Kau akan tahu” bisiknya masih berkonsentrasi menyetir tanpa melihat ke arahku

“Kau tidak berhak memperlakukanku seperti ini!” ujarku untuk kesekian kali, “aku akan melaporkan kepada Siwon! Ingat itu! Dia akan menghajarmu lagi!!!” ancamku serius

Yesung menarik nafas panjang, tangannya dengan lihai membelokkan setir ke sebuah tempat yang tidak bisa kulihat dengan jelas karena semua lampu jalan yang sudah meredup. Tempat ini seperti sebuah taman luas di mana ada beberapa……oh tidak….

Tubuhku menegang. Pikiranku kosong

Kubiarkan saja, Yesung membukakan pintu, menarik lembut tanganku keluar dari mobil dan berjalan pelan ke sebuah tempat di sudut kiri taman tersebut

Di sana aku merasa lututku lemas ketika melihat nama di sebuah batu besar yang menjadi kepala dari seluruh bagian pemakaman


Choi Siwon

Rest In Peace

“Katakan ini bohong” bisikku parau, “katakan kalau ini semua hanya mimpi…” lanjutku sambil mengulurkan tangan ke badan nisan. Tanahnya terasa lembab—masih baru. Makam ini….tidak……

“Siwon…..Siwon..pasti masih di kantor…..” racauku tidak jelas dengan tangan membelai belai gundukan tanah basah itu, “kalian hanya mengerjaiku bukan? Tanggal berapa ini…..pasti april mop….ya kalian mempermainkanku….” Yesung ikut berlutut di sampingku. Aneh wajahnya tampak serius, tidak ada satupun urat wajahnya yang mengembang membentuk senyum lalu berkata kalau ini hanya ide lucunya untuk mengagetkanku

“Ryeowook….” Ia memanggil namaku begitu lembut namun terasa menusuk, seolah olah ada sebuah kenyataan yang akan segera di tolak oleh otakku ini

“Siwon sudah meninggal…” katanya tegas namun bernada membujuk

Dan mimpi buruk itu berlanjut. Menghantuiku seumur hidup.

Tubuhku melemas lalu tergeletak tidak berdaya di atas nisan suamiku


****


Esok paginya

“Bagaimana ini?” Kibum berjalan mondar mandir di depan kamar Ryeowook yang tidak terkunci, “bagaimana kalau Ryeowook masih tetap tidak bisa menerimanya??” bisiknya cemas, “aku benar benar tidak tahan melihatnya menderita setiap hari”

“tenang saja” Yesung bersama Kibum sejak semalam tidak tidur sama sekali. Yesung yang kembali dari makam Siwon membawa Ryeowook yang pingsan, segera memanggil dokter keluarga. Mereka berdua berbincang bincang, Kibum menjelaskan semuanya dari awal kepada Yesung

Maklum saja, semenjak pernikahan Siwon dan Ryeowook dua tahun yang lalu. Yesung menepati janjinya. Dia benar benar keluar dari kehidupan Ryeowook—tidak memberi kabar apapun dan menghilang begitu saja

Kibum bahkan terpaksa meminta bantuan beberapa kenalan lama untuk menemukan Yesung kembali. Dan bisa di tebak, betapa tercengangnya Yesung mendapat kabar meninggalnya Siwon dari Kibum

“Mereka berdua pulang dari acara kantor Siwon” kenang Kibum sambil memijit mijit kepalanya, “dan pada saat lampu merah ada sebuah mobil bak terbuka yang kehilangan kendali. Sebenarnya korbannya tidak hanya Siwon, tetapi yah….” Dia merapatkan bibirnya sejenak, “Siwon satu satunya korban yang tewas, sedangkan yang lainnya hanya luka ringan—termasuk Ryeowook. Tubuhnya menghantam trotoar saat melindungi Ryeowook. Ia tewas seketika bahkan sebelum sempat di bawa ke rumah sakit” Kibum memejamkan mata untuk menghalangi setetes air mata itu jatuh lagi. Yesung dengan simpati menepuk pundak Kibum halus sebelum menatap tubuh Ryeowook yang tidak sadarkan diri dari kemarin malam

“Aku….” Raut wajah Yesung kaku, “…..”

__

Apa????

Ku eratkan pegangan tanganku pada bantal ketika samar samar terdengar suara Yesung dan Kibum yang sedang berbicara di luar.

“Siwon satu satunya korban yang tewas…”

Ucapan Kibum terus terngiang dalam ingatanku—mengendap membentuk sebuah kenyataan yang entah kenapa baru kali ini kusadari

Siwon-ku telah pergi. Ya, dia telah pergi meninggalkanku setelah menjagaku dari bahaya maut

Dia pergi…..dan itu untuk selamanya….

Kubenamkan wajah ke dalam bantal, menghirup udara dengan susah payah tanpa berusaha terbangun dari kasur. Sekarang, aku benar benar berharap tidak pernah terbangun….

Ini terlalu berat untuk kuatasi

“Aku..” suara Yesung dari luar sana tetap bisa kudengar dengan jernih, mau tidak mau aku menamjamkan telingaku untuk menangkap perkataannya

“Aku akan membantumu menjaga Ryeowook”

APA??

“TIDAK!” Dengan cepat, aku bangkit dari tempat tidur lalu menghampiri mereka yang masih terkejut karena menyadari aku sudah terbangun dari tadi

Ku alihkan pandangan sinisku ke arah Yesung, berani beraninya dia!!

“JANGAN PERNAH DATANG KE HIDUPKU!!” Teriakku sambil menggapai bantal bantal dari atas sofa lalu melayangkannya di hadapan Yesung. Kibum spontan berusaha menghentikan kedua tanganku meski percuma. Aku terus memberontak sedangkan Yesung menatapku datar namun tidak berniat menyingkir sama sekali

“Jangan kau kira…” desisku di sela sela gigiku yang bergeletuk keras karena rasa amarah dalam setiap ucapanku, “Suamiku! Baru meninggal!!!! YESUNG!!!” tangis yang kutahan dari tadi kembali mengalir deras, “Kau malah mau mendekatiku ketika tahu ada kesempatan!!! Ya kan!!!” pekikku kencang

“Ryeowook!!” bantah Kibum dengan suara meninggi sama sepertiku, “Jangan keterlaluan!! Yesung tidak mungkin seperti itu!!” sambungnya masih menahan tubuhku yang hendak menampar wajah lelaki brengsek di hadapanku sekarang

“Oh~ kau tidak tahu saja Kibum!” kataku sadis—aku sadar ucapanku keterlaluan. Tetapi kalau tidak begini, bisa bisa bayangan Yesung terus menghantuiku, “dia memang begitu!! Sudah tidak usah pura pura berempati kepadaku! Akui saja, dalam hati kau bersorak karena Siw—

“Baiklah” potong Yesung tiba tiba. Kami berdua tersentak lalu menatap ke arahnya

Yesung hanya melihatku—pandangannya berubah sayu ketika kedua mata elangnya bertemu dengan mataku yang bengkak akibat terlalu banyak menangis

“Aku….akan datang lagi, besok..” sambungnya sambil mengambil tas kerjanya lalu keluar seolah olah ucapanku tadi hanya angin lalu baginya

Dengan satu sentakan, kulepaskan tubuhku dari kekangan tangan Kibum kemudian bermaksud mengejar Yesung keluar rumah, tapi sayang, Lelaki itu sudah masuk ke dalam mobilnya—tanpa membalas satu pun peringatan dariku

AWAS SAJA KAU YESUNG!

*****

Esoknya, Yesung benar benar datang. Segera aku usir dirinya tanpa memperbolehkan masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Aku benar benar tidak peduli jika Yesung terus mengetuk pintu rumahku hingga berdiri tiga jam di luar meski dalam keadaan hujan sekalipun. Kibum hendak membukakan pintu saat hujan mulai reda, namun dia tidak menemukan sesosok namja di sana.

Aku hanya mendengus kesal lalu kembali ke dalam kamar

Di sana, aku terduduk—memandangi kasur di sebelahku yang telah kosong selamanya. Tidak akan ada lagi, ciuman selamat pagi, pelukan hangat dan tawanya yang renyah

Ya Tuhan…kenapa Engkau begitu tega! Pernikahan kami bahkan belum genap dua tahun, tetapi kenapa Kau mengambilnya secepat itu…..

“Siwon…..” dengan satu tangan aku meraba raba kasur itu seolah olah merasakan keberadaannya, “Wonnie……kau tahu, Yesung datang lagi….apa yang harus kulakukan…..tidak akan ada orang yang melindungiku sama seperti dirimu…hiks….” Aku tertunduk sambil memeluk kedua lutut lalu menangis lagi

Menangis, menangis dan terus menangis…..

Entah kapan ini semua akan berakhir

Aku begitu merindukanmu, Wonnie….

Kuhempaskan selimut dari atas tubuhku, mengambil sebuah jaket tebal dan dengan langkah diam diam, berjalan keluar rumah sambil menutup pintu depan tanpa suara. Pasti Kibum tidak mengijinkanku jika aku ingin menemui Siwon malam malam begini

Aku sengaja tidak memanggil taksi. Kubiarkan tubuh rapuhku basah akibat gerimis yang masih turun perlahan lahan membasahi seluruh kota. Aku menyusuri jalan lebar di sebuah gerbang besar di mana waktu itu Yesung sempat membawaku ke sana

Tempat peristirahatan Siwon-ku

“Wonnie…” gumamku semakin bersemangat berjalan ke pusarannya

Namun beberapa saat aku baru menyadari jika aku tidak sendiri…

Tepat di depan nisan Siwon ada sesosok namja yang aku kenal baik

Yesung

Tubuhnya basah kuyup—tetapi nampaknya ia tidak peduli kedinginan atau apapun. Yang aku lihat, Yesung terdiam lama membelakangiku dengan nafas yang memburu

“Kau meninggal!” suaranya terdengar marah—seperti tuduhan ke arah nisan Siwon, “Kau meninggal!!! Padahal kau sudah berjanji akan menjaganya!!! Tetapi mana???” teriakan emosi Yesung menggema dalam kegelapan malam di mana aku bisa mendengar setiap kata yang di beri penekanan dengan begitu jelas

“Kau tahu!!” bentak Yesung keras, “Dia menangisimu terus!! Menganggap seolah olah ini semua hanya mimpi! Kepergiaanmu tidak nyata untuknya!!! Dia terlalu mencintaimu Siwon!!!” aku terkejut ketika tinju Yesung melayang cepat ke arah batu nisan Siwon. Tubuhnya bergetar menahan perih dan ia tidak menarik tangannya meski ada setetes darah segar mulai mengalir pada buku buku jarinya

Hatiku miris melihatnya….tanpa terasa air mataku mulai menggenang lagi…entah menangisi Siwon atau Yesung…..namun ada sekelebat rasa bersalah mulai menghantuiku…

“Dia terlalu mencintaimu Siwon..” Yesung yang kehilangan tenaga, langsung berlutut dengan kepala tertunduk ke bawah, “aku mencintainya….bahkan hingga detik ini aku masih mencintainya….aku rela memberikannya kepadamu karena aku sadar lebih baik aku menderita, asal bisa melihatnya tersenyum tulus kepadaku—asal dia bahagia…..” semua ucapan Yesung terus keluar tanpa jeda. Mungkinkah ini perasaannya selama bertahun tahun aku terus mengacuhkannya?

“Tetapi sekarang apa? Kau malah meninggalkannya….” Suara Yesung bergetar dan terdengar pahit dan menyedihkan

Ya Tuhan, sudah berapa lama aku melukainya sedalam ini….

“Tuhan….kenapa Kau mempermainkan kami seperti ini??” lanjut Yesung tanpa menyadari sama sekali keberadaanku, “aku merelakan segalanya demi Wookie…….aku bersabar dan menahan segalanya sendirian, apakah sesusah itu aku bisa melihatnya bahagia….hanya itu yang aku inginkan….”

Aku menutup mulut agar tidak mengeluarkan suara sama sekali. Gerimis yang mulai deras telah menghalau tubuhku dan pandangan Yesung agar tidak saling bertemu. Walaupun begitu keadaan kami sama—sama sama menderita……menderita untuk hal yang terlalu klise dalam kehidupan manusia yaitu

Cinta


*****

Aku bangun pagi saat suara lembut Kibum membangunkanku. Semenjak kepergiaan Siwon, dia berinsiatif menjagaku meski tanpa kuminta sama sekali. Tetapi mau apa lagi? Jika tidak ada Kibum sudah bisa di pastikan, aku tidak akan melakukan apapun. Aku bahkan terkadang lupa jika manusia itu perlu makan untuk melanjutkan hidup

Entahlah….hari hariku datar…..dan terasa hambar

Mungkin tidak terlalu menyakitkan jika aku membunuh diriku sendiri….hmmm, itu bukan ide yang buruk bukan?

“Wookie…” Kibum datang ke dalam kamar dengan raut wajah was was, “Ng…..apakah Yesung boleh menemuimu?” aku langsung mengalihkan pandanganku ke arahnya, “atau kau tidak mau?” lanjut Kibum begitu hati hati menjaga reaksiku belakangan ini

Tetapi aku hanya mengangguk kecil sebagai jawabannya

Kibum mengangkat kedua alisnya—tidak percaya, lalu buru buru ke depan untuk mempersilahkan Yesung masuk.

Di sana aku lihat. Sosok namja yang berbeda dari semalam. Yesung terlihat tenang dan sama datarnya seperti terakhir kali aku mengusirnya. Ia hanya menghela nafas lega sambil melangkah perlahan lahan mendekatiku. Dia menatap wajahku seksama, “kau sudah makan?” tanyanya lembut

Aku menggeleng cepat lalu membalas tatapannya dengan pandangan menilai. Meskipun aku tahu dia benar benar tulus membantuku tetapi aku harus memberikan batas.

Kibum dengan sigap mengambilkan makan malamku dari dapur sementara kami berdua saling bertatapan tanpa mengatakan apapun

“Ini..” Yesung mengambil mangkuk dari tangan Kibum lalu mulai menyuapiku secara hati hati. Kali ini aku tidak menolak, kubiarkan saja tangannya memasukkan satu demi satu suapan nasi hangat yang bercampur soup buatan Kibum tadi.

“Ah—aku mau membereskan dapur dulu..” Kibum beranjak pergi dengan suara lebih riang. Aku tahu pikirannya telah salah paham di sini

“Aku—“ susah payah aku berusaha mengajak Yesung berbicara namun tangannya jauh lebih sigap menyuapiku lagi

“Nanti saja bicaranya kalau sudah selesai makan” tukas Yesung bernada perintah

Aku kembali mengangguk.

Setelah menghabiskan satu mangkuk makanan, Yesung memberiku tissu basah lalu ia memberi jarak di antara kami berdua ketika aku mau mulai berbicara

“Yesung, aku tidak ingin kau salah mengerti” ucapku tegas tanpa bermaksud apa apa, Yesung harus tahu kedudukannya di sini, “aku tidak mungkin mencintaimu jadi—

“Aku tidak berharap demikian” potong Yesung enteng, “aku sudah tahu itu dari dulu, sudah lebih baik kau tidur lagi” bujuknya sambil menekan pundakku agar terbaring di atas kasur namun aku segera menepis tangannya—mengerang protes, “aku belum selesai bicara Yesung!” hardikku tidak terima

“aku sudah tahu Ryeowook” desah Yesung seolah olah pertanyaanku sudah basi untuknya. Dia duduk di pinggir ranjang sambil mengambil mangkuk dari atas meja lalu kedua matanya kembali menatapku—tatapan yang serius dan tidak main main

“Aku memang mencintaimu Ryeowook….tetapi aku hanya ingin membantumu, hingga kau sanggup…..” ia memalingkan wajah ke samping—terlihat jelas jika Yesung berusaha tidak menggunakan kata kata terlarang untukku saat ini

“Tenang saja” sambung Yesung ringan seraya tersenyum tipis, “begitu kau sudah lebih baik, aku akan kembali menghilang….” Bisikan Yesung semakin pelan namun ada penekanan di sana—janji yang pernah dia ucapkan kepadaku dan Siwon sewaktu SMA dulu

“aku akan kembali menghilang dari hadapanmu…”


I wanna love you

I can’t live without you

27 responses to “≈I wanna Love You-Three≈

  1. Waw..
    Wookie padahal sempurna.
    Aku bingung apa nanti wookie bisa suka yesung. Bencinya dalem banget.
    Sakit banget jadi yesung.
    Hwaiting deh eon. *aku ga maksa minta lanjutan ya eon, cuma ngarep aja. Hehhe* ^ ^v

  2. Aduh sumpah nyesek bgt eon ..
    Bingung mau komentaar apa😦
    Tapi berharap ada lanjutannya nih epep🙂

  3. Yesung oppa…
    Sabar.. Aku tahu kok sakit..
    Wokkie benci ampe segitunya..
    T.T
    Bener kata amaumini…
    Nyesek…
    T.T

  4. uwah.. aku baru baca FF ini
    keren banget >.<
    nyesek bgt bacanya..
    kalo ada lanjutannya kasih tau aku ya unn ^^

  5. annyeong unn, pembaca baru…
    ah, kisahnya menyedihkan… bacanya nyesek aku…
    yang sabar yesung… part 4 ditunggu ya unn ^^

  6. hiksss…tragis banget cerita cinta mereka…..T______T

    chingu ditunggu sangat part 4 nya..

    udah g sabar ni..ingin tau kelanjutan kisah cintanya yesung….

  7. Lanjutin ke part 4 donk…
    Sumpah dch keren bgt,
    Nggak nyangka da ff yg kyk gini..
    Keren abis

  8. Unni.. Yesungnya nyesek banget!! Tapi ditunggu ya kelanjutan kisah tragis ini hehe..:) hwaiting unn,, sama ditunggu juga copy paste part finalnya. Gomawo unni sebas ><

  9. beda..
    bener-bener bedaaaa..
    beda Yesung disini dengan di NOLY..
    yesung disini bener-bener gentle, ya tuhan, jangan sakitin yesung dong kak sebas ._.

  10. sebaaasss, sebas oenni..
    ceritanya baguss,
    apalagi kalau dibaca sambil dengerin lagu yesung oppa yang love really hurts
    aku nangis..
    bias ku malang..

    salam kenal!! :’)

  11. Ah,, kenapa segitunya… T____T
    aku minta tisu dong kak…
    gak bisa bayangin..kejem banget rasanya…hiks,

  12. edan asem huaaaang
    dsr wookie elek!!!!!!!!!!
    sadar g to ad yg sayang km lbh dr semua’e np km sia”e
    ah kowejd ikut emosi bc in

    saking apik’e buat nangis + emosi
    edan apik tenan zz
    swt!!!! ><

    kak jgn putus y yg buat ff
    lanjutin q mesti akan selalu bc ^^

  13. oenni,,,.
    makasih udah bwtin ff nie,.
    terharu bacanya,,.
    mohon dilanjutin ya….,🙂
    trims

  14. annyeong eon .. i’m new reader ^^
    nyesek bacanya .. wookie , sadarlah , ada seseorang yang sangat mencintaimu setulus hatinya .
    wajib dilanjut eon !!! ditunggu🙂

  15. hueeee..
    ini sgt mengharukan kak, sedih bgt..
    Yesung, Ryewook..kalian brdua kasian bgt..
    lanjut dong kak..
    ini benar2 daebakk kak..

From my Wonderlander ♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s